title cover

title cover

Thursday, June 16, 2011

headline News 16.06.11

US & GLOBAL


• Indeks saham dunia dan mata uang tunggal Eropa merosot Rabu kemarin, menyusul pergolakan di Yunani akibat krisis utangnya dan belum jelasnya sikap para pemimpin Eropa terhadap program bantuan (pinjaman).

• Euro turun 2% atas dolar AS dan obligasi pemerintah AS serta Jerman naik karena investor ‘lebih senang untuk saat ini’ menanam dana mereka pada aset‐ aset aman resiko setelah menteri‐menteri keuangan Eropa gagal mencapai kesepakatan bagaimana melibatkan sektor swasta untuk program pinjaman lanjutan ke Yunani. Dikatakan bahwa kesepakatan tersebut sulit untuk dicapai pada KTT Eropa minggu depan dan nampaknya kan tertunda hingga pertengahan Juli.

• Sebelumnya seolah kita menyaksikan bahwa Eropa membuat kemajuan dalam mengatasi persoalan krisis utang Yunani, namun hingga saat ini ternyata belum ada sebuah keputusan yang jelas dari para petinggi Eropa. Investor pun ‘menyerah’ dan cenderung mengambil sikap defensif dengan mengeluarkan dana mereka dari aset‐aset beresiko tinggi.

• Dolar AS, sebagai mata uang utama ber‐yield rendah saat ini, menjadi sasaran perlindungan investor, yang membuatnya menguat signifikan terhadap mayoritas mata uang utama dunia . Menguatnya dolar memicu tekanan harga minyak mentah AS yang mencapai sekitar 4% kemarin. Selain itu indikasi lesunya ekonomi juga berpotensi menekan permintaan akan minyak, sehingga juga menjadi faktor penekan lainnya.

• Di Amerika Serikat, suramnya data manufaktur dan perumahan meningkatkan kekhawatiran lebih lanjut terhadap langkah pertumbuhan yang melambat. Ini memperbesar rasa kekhawatiran pasar yang kemudian menyebabkan para investor ‘menyerah’ dan membuat sentimen pasar semakin negatif.

• Hanya perkembangan isu dalam waktu kurang dari 24 jam telah mampu membuat Investor mundur setelah mencoba kembali ‘masuk’ ke pasar saham dan aset berisiko lainnya. Euro dan bursa saham Wall Street tertekan ke level‐level ‘teknis’ masing‐masing.

• Saham perbankan memimpin tekanan bursa global, setelah Moody `s Investors Service mengatakan berkemungkinan me‐review peringkat kredit dari bank‐bank Prancis seperti BNP Paribas, Credit Agricole dan Societe Generale – yang disinyalir memiliki holding‐asset obligasi publik dan swasta Yunani. Dan kemudian Moody’s dikatakan juga akan me‐review peringkat kredit sejumlah unit bank Portugal di Brazil.

• Indeks MSCI untuk saham dunia merosot 1,9% sehari setelah mencetak kenaikan terbesar harian dalam 2 pekan (secara persentase) hari Selasa akibat data‐data ekonomi Cina dan AS saat itu tidak seburuk yang dikhawatirkan. Di Wall Street, tekanan semalam menghapus kenaikan bursa pada Selasa sebelumnya. Indeks saham Eropa atas <FTEU3.> turun 1,1% semalam, sementara indeks Nikkei Tokyo <.N225> berakhir 0,3% lebih rendah Rabu kemarin. Karena meningkatnya indikasi perlambatan ekonomi, sejumlah analis memproyeksikan penurunan lebih lanjut di bursa saham.

• Bahkan jika ternyata tekanan tidak sebesar yang dikhawatirkan, hambatan pemulihan ekonomi AS masih akan mengecewakan. Ini bertepatan dengan berakhirnya program quantitative easing ke2 (QE2) The Fed AS yang bernilai $600 milyar pada Juni ini. Terlebih, di bulan Juli mendatang akan merupakan musim laporan keuangan kuartalan korporasi global – ini akan semakin menambah kekhawatiran dan berpotensi memicu tekanan lebih lanjut pada bursa saham global. Indeks S&P500 diproyeksikan akan jatuh 11‐20% dari puncaknya pada awal Mei lalu.

• Sementara itu, puluhan ribu demonstran di Yunani mengamuk menentang program austerity (penghematan) lanjutan setelah menteri‐menteri keuangan zona euro gagal mencapai kesepakatan untuk melibatkan sektor swasta berkontribusi pada bailout kedua Yunani – yang saat ini menginginkan bantuan lanjutan senilai €120 milyar. Kini pasar akan melihat bagaimana kesepakatan pemimpin Jerman dan Perancis (sebagai negara‐negara terbesar Eropa) yang dijadwalkan akan melangsungkan pertemuan di akhir pekan ini.

• Perdana Menteri Yunani George Papandreou dihimbau untuk turun dari jabatannya dan ‘membuat jalan’ bagi pemerintah nasional bersatu. Sebuah resolusi harus dicapai dalam waktu dekat. Yunani tidak bisa terus seperti ini. Dan pertanyaannya untuk adalah, "resolusi apa yang akan dicapai?  

• Liku terbaru dalam krisis utang Yunani, dibarengi oleh warning dari lembaga Moody’s investor Services terhadap peringkat kredit sejumlah bank Eropa,
menambah akselerasi tekanan untuk mata uang euro. EURUSD jatuh 2% ke 1,4150‐an, tekanan terbesar selama lebih dari sebulan ini. 

• Kegelisahan investor menghidupkan kembali pasar obligasi AS dan Jerman, yang berisiko rendah. Penyerbuan ke obligasi mengetuk yield benchmark 10‐ tahun Treasury <US10YT=RR> kembali di bawah 3 persen, sebuah penurunan terbesar harian sejak September – setelah hari Selasa naik ke level tertinggi
selama 2 pekan. 

• Pelarian dari aset‐aset beresiko juga mengangkat harga emas di pasar spot yang berakhir di $1,530.50/ons, naik dari 1,523.25 pada hari Selasa. Sementara
harga minyak menghapus kenaikan Selasa sebelumnya, jatuh ke level $95.30an/barel setelah penutupan NY Rabu. Padahal, merosotnya di luar dugaan persediaan minyak mentah AS (yang dilaporkan Rabu) sempat memicu kenaikannya. 

• Emas membuat rally hari keduanya Rabu lalu, telah menghapus penurunan awalnya ketika ekuitas AS anjlok pada pembukaan perdagangan mengikuti data ekonomi AS dan karena krisis utang Yunani mengalami eskalasi/meningkat.

• Spot gold dalam dollar AS <XAU=> terakhir naik 0.5 persen dalam hariannya ke level $1530,00 per ons pada pukul 1400 GMT, yang telah mengalami recover dari level terendahnya $1513,86 pada awal hariannya.

• "The theme of the European sovereign debt crisis just won't go away and on that basis, there is a limit to how much you want sell gold at this moment in time," ungkap manajer senior Saxo Bank Ole Hansen.

• "Fundamentally, we are entering into low‐demand season so gold bulls should potentially, unless we have an escalation in Europe, be a little bit patient at the moment, because over the summer months, seasonally, there is a tendency to a bit of weakness."

• Spot silver <XAG=> diperdagangkan pada level $35.50 per ons dari level $35.32 pada penutupan Selasa lalu. The precious industrial metal mencapai level tertingginya $49.51 pada 28 April.

• Di antara banyaknya industrial precious metals, platinum <XPT=> terakhir merosot 0.3 persen ke level $1784,49 per ons dan palladium <XPD=> anjlok 0.7 persen ke level $787.72 per ons.

Wednesday, June 15, 2011

Headline News 15.06.11

US & GLOBAL

• Data terakhir menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang kuat pada Cina dan laporan tingkat belanja konsumen AS dirilis mengungguli perkiraan mengangkat performa bursa saham serta pasar minyak dunia. Produksi industri Cina tumbuh 13% pada Mei dibanding periode yang sama tahun lalu dan inflasi meningkat menjadi 5,2%, kenaikan terpesat dalam hampir tiga tahun. Bank sentral Cina menaikkan rasio cadangan modal bagi perbankan komersial sebesar 50 basis poin untuk kesembilan kalinya dalam upaya untuk mengendalikan kenaikan haarga. Tingginya upaya otoritas Cina untuk menekan tingkat inflasi dibawah 5,2% menimbulkan harapan bahwa Cina akan dapat menekan kenaikan upah lokal dan “mendinginkan” pasar properti tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

• Di pasar uang, investor mendukung penguatan euro setelah Yunani berhasil mendapatkan dana tambahan dalam penjualan obligasinya pada hari Selasa, meskipun pada Senin lalu lembaga pemeringkat S&P memangkas peringkat kreditnya. Pemerintah Yunani berhasil menjual obligasi dengan tenor 6‐bulan senilai 1,625 miliar euro dengan imbal hasil 4,96%, penjualan ini lebih baik dari Mei silam. Lelang obligasi tersebut memperlihatkan masih cukup tingginya minat pembeli asing, menguatkan ekspektasi pasar bahwa Yunani akan mendapatkan paket bantuan keuangan kedua senilai 120 miliar euro untuk mencegah gagal bayar.

• Namun demikian, keberhasilan penjualan obligasi Yunani tersebut tidak serta merta mengangkat minat beli investor terhadap euro setelah sempat mencetak level terendah sepanjang sejarah terhadap Swiss franc pada awal pekan lalu ke 1.2 franc. Swiss franc yang berstatus safe haven masih menjadi primadona investor ditengah berlanjutnya ketidakpastian penanganan krisis hutang negara kawasan Uni‐Eropa, namun pada sesi Selasa euro berhasil menguat 1% terhadap franc dan dollar AS naik 0.9% terhadap franc. Terhadap dollar AS, Euro tercatat menguat 0.1% ke 1.4440.

• Meningkatnya minat investor pada aset beresiko menekan obligasi pemerintah dimana imbal hasil obligasi Amerika mencatat penurunan terbesar harian dalam kurun lebih 5‐bulan terakhir. Di Amerika Serikat, penjualan ritel pada Mei turun untuk pertama kalinya sejak 11‐bulan, meskipun penurunan tersebut tidak seburuk perkiraan analis sebelumnya, dan menandakan ketahanan konsumen Amerika meskipun pertumbuhan lapangan kerja lamban dan pasar perumahan buruk.

• Pasar saham AS menguat dimana Dow Jones <. DJI> naik 123,14 poin atau 1,03% ke 12,076.11, S&P500 <. SPX> naik 16,04 poin atau 1,26% ke 1,287.87 dan Nasdaq Composite Index <. IXIC> naik 39,03 poin atau 1,48% ke 2,678.72. Indeks S&P500 bahkan mencatat prosentasi kenaikan harian terbesar sejak Maret. Sementara itu indeks saham Eropa <. FTEU3> naik 0,8%.

• Saat ini mayoritas analis mengingatkan bahwa kenaikan bursa saham tidak akan bertahan lama ditengah berlanjutnya masalah utang di beberapa negara Eropa dan mulai berakhirnya program pembelian obligasi The Fed senilai 600 miliar USD yang berakhir bulan ini. Ketua The Fed ‐ Ben Bernanke, berbicara pada sebuah acara yang disponsori oleh the Committee for a Responsible Federal Budget, memperingatkan bahwa kegagalan untuk meningkatkan pagu hutang pemerintah senilai 14,3 triliun USD akan memunculkan risiko pemangkasan peringkat hutang AS dan menggoyang status dollar AS sebagai mata uang cadangan utama di dunia.

• Investor juga mengalihkan investasinya pada komoditi dan sebaliknya menjual obligasi pemerintah. ICE Brent Crude <LCON1> untuk pengiriman Juli ditutup naik 90 sen ke 120,00 USD per barel, menyentuh level tertinggi dalam lebih dari 5‐minggu terakhir. Sementara itu Crude US futures <CLc1> naik 2% ke 99,20. Harga spot emas <XAU=> naik menjadi 1,524.70 USD per troy ounce. 

• Emas naik Selasa lalu setelah data inflasi yang membingungkan menandai berlanjutnya kenaikan dari tekanan harga, sementara itu penurunan yang mendekati 1 persen minggu ini pada harga emas menarik aksi physical buying.

• Mengemukanya kembali permasalahan mengenai Yunani dan kemampuannya untuk mendanai sendiri masih ada, sementara itu wholesale prices AS naik pada bulan Mei dan pembelanjaan konsumen mengalami penurunan pertama kalinya dalam 11 bulan, menghembuskan masih bertahannya permasalahan mengenai ekonomi terbesar didunia tersebut.

• Data Cina pada awalnya menunjukkan inflasi pada negara ekonomi terbesar kedua dunia tersebut berjalan pada fase tercepatnya yang hampir tiga tahun, yang membawa investor tambahan insentif untuk membeli emas, yang dapat bertidak sebagai lindung nilai terhadap naiknya tekanan harga.

• Spot gold <XAU=> terakhir diperdagangkan pada level $1520,62 per ons, naik 0.4 persen dari Senin lalu, ketika tertekan dalam penurunan terbesar hariannya dalam satu bulan, yang menyentuh level terendahnya dalam tiga minggu $1511,11.

• Spot silver <XAG=> mengalami recover dari penurunan Senin sebelumnya 4‐persen dan naik sejalan dengan emas, naik 0.4 persen dalam hariannya ke level $34.93 per ons.

• Spot platinum terakhir naik 0.2 persen ke level $1795,50 per ons, sementara itu palladium <XPD=> menguat 0.6 persen ke level $794.22 per ons.

Thursday, June 9, 2011

Headline News 09.06.11

US & GLOBAL

• Bursa saham AS dan Eropa melanjutkan tekanan dalam 6 sesi berturut‐turut Rabu kemarin, menyusul kekhawatiran tentang prospek ekonomi global yang suram. Sedangkan harga minyak melonjak setelah OPEC gagal mencapai kesepakatan untuk meningkatkan kapasitas produksi.

• Dolar AS mencapai titik terendah selama 1 bulan di bawah areal 80 yen karena meningkatnya risk aversion di tengah kegalauan ekonomi global, tetapi USD rebound terhadap euro setelah data ekonomi Jerman dirilis lebih lemah dari perkiraan dan meningkatnya kembali ketidakpastian seputar resolusi krisis utang Yunani.

• Komentar Bernanke, dikombinasikan dengan tenaga kerja dan data manufaktur AS yang lemah belum lama ini memberikan tekanan pada yield obligasi AS di bawah key‐level 3% serta memicu kekhawatiran bahwa perlambatan ekonomi AS akan mengganggu pertumbuhan ekonomi global. Ketua Federal Reserve, Ben Bernanke, Selasa sebelumnya mengakui bahwa ekonomi AS telah melambat tetapi tidak memberikan petunjuk bahwa bank sentral sedang mempertimbangkan stimulus lebih lanjut untuk mendukung pertumbuhan. Pasar berharap akan ada indikasi mengenai program stimulus lanjutan (QE3), namun hal tersebut tidak terucapkan.

• Indeks bursa saham dunia dalam MSCI tergelincir 0,8%, indeks pasar saham emerging market <.MSCIEF> turun 0,7%. Sementara indeks bursa saham Eropa, FTSEurofirst 300 <.FTEU3>, turun 0,9% ke level penutupan terendah selama 3 bulan dan sekaligus merupakan tekanan selama 6 sesi berturut‐turutnya.

• Harga minyak mentah brent di pasar berjangka <LCOc1> naik $1,07, atau 1% ke level $117,85/barel. Sementara harga minyak mentah bursa berjangka AS <CLc1> naik sekitar 1,3% ke areal $100.78/barel setelah penutupan NY Rabu. Pertemuan OPEC berakhir tanpa kesepakatan untuk meningkatkan produksi setelah Arab Saudi gagal meyakinkan anggota lainnya. Hal ini pun menimbulkan kekhawatiran kurangnya pasokan tahun ini, yang akan mendorong kenaikan harga minyak lebih lanjut tahun ini sehingga melahirkan kekhawatiran lebih lanjut terhadap kelanjutan pemulihan ekonomi global yang tersendat.

• Sementarahargaemasdipasarspot<XAU=>turunkelevel$1,537.30/ons,darilevel$1,542.80padapenutupanpasarNYSelasa. • EURUSD turun 0,8 persen terhadap dolar AS ke level 1,4565 dan turun lebih dari 1 persen ke 116,31 yen setelah data ekspor April Jerman membukukan penurunan terbesar mereka selama lebih dari 2tahun, sementara industrial output‐nya juga merosot 0,6%. Ketidakpastian atas krisis utang Yunani juga mengganggu arus demand euro. Sebuah laporan oleh Uni Eropa, ECB dan IMF yang diperoleh Reuters menunjukkan bahwa pencairan bantuan Yunani berikutnya tidak bisa berlangsung sampai pemerintahnya mengoreksi program penyesuaian pembiayaan negara. Yunani telah disepakati di tahun lalu memperoleh bantuan senilai 110 milyar euro namun masih gagal mengangkat kembali kepercayaan dalam keuangannya. Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble mengatakan Yunani membutuhkan bantuan tambahan 90 milyar euro, yang akan direalisasi hingga 2014.

• Meskipundiliputiolehkekhawatirankrisisutang,analismasihmemperkirakankenaikansukubungaberikutnyadariECBtahuniniuntukmelawan
inflasi. Usai pertemuan moneter sore nanti, presiden ECB Jean‐Claude Trichet diharapkan akan memberi indikasi terhadap potensi kenaikan suku
bunga, yang oleh mayoritas kalangan pasar akan dialgnsungkan pada pertemuan Juli depan. 

• Sebuah peringatan dari Fitch Ratings bahwa Amerika Serikat mungkin tidak akan mampu mempertahankan level peringkat tinggi (AAA) untuk utangnya jika mengalami default secara "teknis" ternyata tidak banyak memberikan dampak untuk dolar dan harga Treasury. Imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun <US10YT=RR> berada di 2,95%, turun tipis dari 3,00% Selasa sebelumnya. Diferensiasi yield obligasi 10 tahun AS sekitar 9 bps di bawah obligasi Bunds Jerman, merupakan diferensiasi terlebarnya dalam 1 bulan. Secara ironis, harga di pasar Treasury bisa rally jika pasar global terguncang oleh default AS. Lihatlah apa yang terjadi pada tahun 2008: saat AS menjadi sumber dari krisis keuangan secara keseluruhan, namun dolar AS dan harga di pasar obligasi naik – menekan yield‐nya. 

• Emas melemah Rabu lalu karena dollar index menguat dalam hariannya setelah the Fed Chairman Ben Bernanke tidak memberikan petunjuk lebih lanjut kedepannya dari monetary easing AS tetapi mengakui ekonomi telah melambat.

• Bullion investors kecewa dengan ketidakpastian berkenaan dengan the Fed yang akan memulai putaran baru dari pembelian government bond, suatu bentuk dari money creation yang diketahui sebagai quantitative easing. Emas naik 5 persen dalam tiga minggu sebelumnya dari suramnya data ekonomi AS, termasuk melemahnya laporan jobs.

• "It is very doubtful now that the United States will be raising interest rates over the next 12 months, which means the negative interest rate environment in the U.S. is going to stay," kata analis VM Group Carl Firman. "That will leave investors looking for higher returns elsewhere, and gold is one beneficiary of that."

• Spot gold <XAU=> anjlok 0.3 persen ke level $1537,85 per ons pada pukul 12:04 p.m. EDT (1604 GMT). U.S. gold futures untuk pengiriman bulan Agustus <GCQ1> merosot $4.40 per ons ke level $1539,60.

• Emas sempat mencapai level puncaknya $1575,79 per ons pada 2 Mei lalu. • Silver <XAG=> berkurang 1.2 persen ke level $36.68 per ons, bersamaan arah dengan emas.


Wednesday, June 8, 2011

Headline News 08.06.11

US & Global

• Bursa saham AS turun untuk kelima harinya Selasa kemarin, bersama dengan dolarAS, setelah ketua umum TheFedAS, BenBernanke, semalam mengakui adanya perlambatan ekonomi, namun tidak memberikan indikasi kelanjutan program stimulus moneter untuk mendukung pertumbuhan. Lemahnya dolar membantu meningkatkan harga minyak mentah, meskipun dibatasi oleh ekspektasi bahwa OPEC akan meningkatkan produksi target dalam sidangnya minggu ini serta oleh kekhawatiran bahwa perlambatan ekonomi akan menekan permintaan (demand).

• Bernanke dalam sebuah konferensi perbankan semalam mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi AS tahun ini telah terlihat agak lebih lambat dari yang diharapkan. Bernanke mengindikasikan pemulihan itu masih cukup lemah sehingga dukungan besar kebijakan moneter The Fed AS – dengan mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi masih berada jauh di bawah potensinya.

• Pasar menyerap pesimisme komentar Bernanke tersebut, dan berspekulasi bahwa level suku bunga yang ultra‐rendah masih akan dipertahankan untuk waktu yang lebih panjang dari antisipasi pasar sebelumnya – awal 2012. Diserapnya pesimisme komentar Bernanke terlihat di pasar modal, yakni valuasi transaksi saham yang rendah.

• Sebelumnya, seorang analis pasar modal dari Citigroup mengatakan bahwa bursa saham AS bisa tertekan hingga 10% dari level tertingginya bulan Mei, namun untuk mencegah gerak tajam di pasar, dia menegaskan namun hal tersebut bukan merupakan indikasi bearish trend. Jika diperoleh ekspektasi penurunan hingga 10% berarti untuk indeks S&P500 berpotensi turun hingga 1233, dari level puncaknya di bulan Mei, 1370 (2/Mei).

• Indeks bursa saham dunia yang dihitung dalam indeks MSCI naik 0,2%, menghentikan tekanan selama 4 sesi berturut‐turut karena investor mulaimembeli saham‐saham yang sedang mengalami tekanan. Sementara indeks Thomson Reuters untuk saham global naik 0,3%, indeks saham emerging market <.MSCIEF> juga naik 0,3%. Indeks saham Eropa FTSEurofirst 300 <.FTEU3> gagal mempertahankan kenaikan di sesi awal dan akhirnya ditutup melemah ke level terendah sejak pertengahan Maret. Indeks bursa saham Eropa tersebut mencatat penurunan selama 5 sesi berturut‐turut dengan akumulasi tekanan sebesar 3,3%.

• USDJPY turun ke areal level 80.00‐an dalam 2 sesi berturut‐turut setelah komentar Bernanke semalam. USDJPY usai penutupan AS Selasa diperdagangkan di areal 80.10 – unchanged dari sesi Senin sebelumnya. Sementara USDCHF mencapai rekor terendah (0.8327), dan dolar pun mencapai level terlemahnya selama 1 bulan atas euro (1.4696) setelah seorang pejabat Cina memberikan warning harus waspada terhadap resiko memegang aset‐aset dolar AS terlalu banyak pada saat pemerintah AS mengejar kebijakan moneter dan fiskal yang longgar. Indeks dolar AS, terhadap mata uang utama dunia, tertekan ke level terendah 1 bulan, di 73.506.

• Harapan the Fed akan mempertahankan suku bunga acuan mendekati nol lebih lama, bahkan ketika bank sentral utama lainnya sudah mulai menaikkan suku bunga, telah membebani dolar dalam beberapa bulan terakhir. Bank Sentral Eropa di pertemuan regulernya Kamis besok diperkirakan akan memberikan sinyal untuk kenaikan suku kedua tahun ini, yang dapat mengimbangi kekhawatiran tentang potensi restrukturisasi utang Yunani.
Harga minyak naik karena dolar melemah dan gejolak Timur Tengah, namun berita bahwa Arab Saudi berencana untuk meningkatkan produksi pada bulan Juni terlepas dari hasil pertemuan OPEC Rabu ini telah membatasi kenaikan minyak mentah brent dan harga mintak mentah di pasar berjangka AS. Harga minyak mentah brent di bursa berjangka London untuk pengiriman Juli <LCOc1> diperdagangkan $116,78/barel, atau hanya naik $2.30. Harga minyak mentah di bursa berjangka AS <CLc1> naik tipis di bawah level $100/barel. Sementara harga emas di pasar spot <XAU=> sebelumnya sempat naik setinggi $1550/ons, sebelum terkoreksi dan berada di areal $1544.90 usai penutupan pasar AS. 

• Emas melemah Selasa lalu, karena membaiknya pasar saham yang mendorong beberapa investor melakukan aksi ambil untung pada emas, menekan kenaikan level tertingginya dalam satu bulan yang tercapai sehari sebelumnya karena kekhawatiran mengenai perlambatan ekonomi AS.

• Emas telah naik 5 persen dalam tiga minggu terakhir, yang didorong oleh kekecewaan pada indikator ekonomi AS termasuk pelemahan data jobs Jumat lalu.

• "With the equity prices holding nice and firm here, there is less flight to safety element in financial markets in general today," kata Bill O'Neill, partner pada commodity investment firm LOGIC Advisors.

• Spot gold <XAU=> merosot 0.2 persen ke level $1539,59 per ons pada pukul 12:38 p.m. EDT (1638 GMT), yang pada awalnya telah naik ke level $1550. U.S. gold futures untuk pengiriman bulan Agustus <GCQ1> anjlok $6.40 ke level $1540,80 per ons.

• Silver <XAG=> menguat 0.2 persen ke level $36.82 per ons. Analis mengatakan pelemahan data ekonomi AS minggu lalu telah menambah pertanyaan berkenaan dengan kemungkinan diperpanjangnya quantitative easing. Program pembelian senilai $600 milyar Fed bond‐ untuk menstimulasi pertumbuhan ekonomi yang berakhir Juni.

• Platinum <XPT=> meningkat 1 persen ke level $1822,99 per ons, sementara itu palladium <XPD=> naik 2.8 persen ke level $806.

Tuesday, June 7, 2011

Headline News 07.06.11

US & GLOBAL
 

• Bursa saham global mengalami tekanan untuk 4 sesi berturut‐turut Senin kemarin masih dipengaruhi oleh kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan ekonomi global, sementara euro tergelincir setelah seorang pejabat Jerman memberikan indikasi bahwa bailout lanjutan untuk Yunani belum bisa dipastikan.
 

• Namun tekanan di bursa AS dan Eropa tidak se‐signifikan apa yang terjadi di pasar saham Peru yang tertekan lebih dari 10% setelah kemenangan pemilihan presiden oleh mantan komandan militer sayap kiri, Ollanta Humala, yang memicu kekhawatiran kembali terhadap reformasi pasar bebas yang pernah menjadi isu besar di sana.
 

• Investor ‘membuang’ aset‐aset keuangan Peru, memicu pembekuan di perdagangan bursa sahamnya serta terjadinya intervensi mata uang oleh bank sentralnya karena investor meragukan kepemimpinan Humala untuk perbaikan ekonomi. Indeks pasar saham Peru <.IGRA> merosot lebih dari 12%, sedangkan mata uang sol peru jatuh 1,5%, mendorong bank sentral menawarkan untuk menjual sertifikat deposito senilai $215 juta ditujukan untuk membatasi kejatuhan mata uang itu. Sementara analis mengatakan pasar bereaksi berlebihan dan merekomendasikan investor untuk mencari peluang buy on dips pada pasar obligasi Peru.
 

• Harga minyak mentah terkoreksi lebih rendah dari akhir minggu lalu, menjelang pertemuan OPEC akhir pekan ini, di tengah isu dan indikasi bahwa harga tinggi minyak belakangan ini telah menghancurkan permintaan energi di negara‐negara Barat.
 

• Di bursa Wall Street, indeks S&P500 berlanjut tertekan ke level terendah selama 2 bulan masih dipengaruhi oleh rilis pesimis data tenaga kerja dan manufaktur AS periode Mei – yang per penutupan minggu kemarin sekaligus membuat S&P500 mengalami tekanan selama 5 minggu berturut‐turut. Indeks tersebut turun lebih dari 5% dari level high bulan Mei, tetapi masih terakumulasi naik sekitar 3,0% sepanjang tahun 2011 ini.
 

• Di Eropa, indeks saham FTSEurofirst 300 <.FTEU3> turun 0,6% ke level 1104.97, level penutupan terendahnya selama 11 minggu. Indeks saham dunia yang diukur oleh MSCI, turun 0,8%, sementara indeks saham untuk emerging market <.MSCIEF> merosot 0,6%.
 

• EURUSD diperdagangkan lebih rendah Senin kemarin disbanding penutupan akhr minggu lalu – tertekan kembali ke bawah areal 1,4600 setelah juru bicara Departemen Keuangan Jerman mengatakan program bantuan kedua untuk Yunani itu belum bisa dipastikan. EURUSD berlanjut tertekan setelah Jean‐Claude Juncker, ketua para menteri keuangan zona euro, mengatakan euro dalam level yang "overvalued."
 

• Para pembuat kebijakan telah beringsut menuju sebuah paket bailout baru, seperti yang dikatakan media di Jerman bisa bernilai lebih dari 100 miliar euro. Hal tersebut menjadi pemicu kenaikan EURUSD ke level tertinggi 1 bulan di 1,4658. Para trader mengatakan bahwa pasar berasumsi kesepakatan yang akan dicapai akan memberikan Yunani lebih banyak waktu untuk membayar hutangnya, sementara pandangan optimis
terhadap kelanjutan suku bunga ECB, yang akan melangsungkan pertemuan moneternya Kamis minggu ini, masih dominan di pasar. Kedua pandangan di pasar tersebut menjadi pemicu bangkitnya EURUSD dari tekanannya akibat concern krisis utang Yunani beberapa waktu lalu.
 

• Fokus masih akan tertuju kepada perbedaan suku bunga, utamanya dengan estimasi bahwa The Fed AS belum akan menormalisasi kebijakan moneternya tahun ini, sebuah kenaikan lanjutan suku bunga ECB akan memberikan benefit untuk euro.
 

• Harga minyak mentah di bursa berjangka AS <CLc1> ditutup di bawah $100/barel, atau turun lebih dari 1,5%. Sementara harga minyak mentah brent di pasar berjangka London <LCOc1> diperdagangkan di $114,48/barel, atau turun 1,18% ‐ sekaligus penutupan terendah sejak tanggal 24 Mei. Pertemuan OPEC pekan ini diproyeksikan akan menghasilkan target untuk meningkatkan produksi minyak, meskipun usulan target yang senantiasa dilakukan oleh anggota terkemuka Arab Saudi tersebut akan menghadapi tentangan keras dari produsen minyak Venezuela dan Iran.
 

• Kekhawatiran tentang ekonomi memicu kenaikan untuk aset safe‐haven emas, dengan harga spot emas <XAU=> ditutup di areal $1,543.50/ons atau naik sekitar 0,1%, setelah sempat mencapai day high Senin kemarin di $1,553.30. Harga obligasi di pasar Treasury AS jatuh menjelang auction obligasi minggu ini, yang bernilai $66 milyar. 

GOLD & COMMODITIES
 

• Emas naik ke level tertingginya yang lebih dari sebulan Senin lalu, karena kekhawatiran dari melambatnya ekonomi dan ekspektasi dari melonggarnya kebijakan U.S. money yang mendorong permintaan safe‐haven.
 

• Harga emas telah naik mendekati 6 persen dalam tiga minggu terakhir, didorong dari rangkaian kekecewaan dari indikator ekonomi AS termasuk pelemahan data job Jumat lalu.
 

• "A lot of people are taking their risk off by getting out of the S&P 500 and other riskier assets. There is too much uncertainty with the U.S. currency and the euro. So, people think the safest place is the gold market at the moment," ungkap Phillip Streible, senior market strategist pada Lind Waldock, sebuah unit dari futures broker MF Global.
 

• Spot gold <XAU=> menguat 0.7 persen ke level $1553,50 per ons pada pukul 12:22 p.m. EDT (1622 GMT), menguatkan rangkaian kenaikan tiga minggunya dan penguatan ke level tertingginya sejak awal Mei. Emas mencapai rekor tertingginya $1575,79 per ons tanggal 2 Mei lalu.
 

• U.S. August gold futures <GCQ1> naik $10.40 ke level $1552,20.
 

• Spot silver <XAG=> meingkat 2.4 persen ke level $37.055, mengalami rebound dari level terendahnya dalam dua minggu dari sehari sebelumnya, yang membawa rasio gold/silver menjadi 42.1, level terendahnya sejak Kamis lalu, menandakan outperformance pada emas dalam beberapa hari terakhir.

Monday, June 6, 2011

Headline News 06.06.11

US & GLOBAL 

• Bursa Wall Street mengalami penurunan dalam 5 minggu berturut‐turut hingga penutupan perdagangan Jumat lalu, dan harga di pasar obligasi AS naik karena rilis pesimis di luar perkiraan pertumbuhan lapangan kerja di sana yang meningkatkan kekhawatiran bahwa ekonomi terbesar dunia tersebut kian merosot dalam perlambatannya.
 

• EURUSD ke level tertinggi 1 bulan Jumat tersebut karena mulai berkembangnya titik terang untuk solusi krisis utang Eropa, setelah berita menyebutkan paket bantuan untuk Yunani akan bergulir di bulan Juli – di sisi lain lemahnya data tenaga kerja AS menekan USDJPY.
 

• Harga minyak bangkit dari tekanannya akibat lemahnya dolar AS atas euro yang diikuti dengan pelemahannya atas mata uang utama dunia lainnya, serta dipicu oleh rilis positif data indeks sektor jasa Mei AS dari Institute for Supply Management (ISM).
 

• Tapi itu tidak cukup untuk menghilangkan kegelisahan yang akhir minggu tersebut hampir sepenuhnya muncul dari laporan tenaga kerja AS (nonfarm payroll) – yang dirilis 54k (dari ekspektasi 150k) yang merupakan ekspansi terendahnya sejak September. Selain itu tingkat pengangguran naik menjadi 9,1% pada bulan Mei akibat naiknya harga energy dan dampak dari gempa bumi Jepang yang melesukan bisnis serta perekonomian.
Laporan tenaga kerja AS tersebut menambah kontribusi bahwa langkah pemulihan ekonomi AS sedang mendapat hambatan. Yang menjadi kejutan pasar bukan hanya bahwa perlambatan ekonomi AS datang tidak terduga, tetapi juga terjadi secara meluas mulai dari pasar perumahan, tenaga kerja, manufaktur dan data consumer spending.
 

• Indeks utama bursa saham Wall Street, S&P500 <SPX.>, mengalami akumulasi tekanan lebih dari 2% sepanjang minggu lalu – penurunan terbesar sejak Agustus dan mengakumulasi tekanannya selama 5 minggu berturut‐turut. Indeks tersebut turun sekitar 5% dari level tertingginya April lalu, mengindikasikan bahwa trend sedang melemah. Sementara indeks saham dunia, yang diukur dengan indeks saham dunia MSCI, berhasil menghambat tekanannya di sesi awal Jumat tersebut. Indeks saham Eropa <.FTEU3> turun 0,4%.
 

• Kekhawatiran terhadap prospek ekonomi AS mendorong harga obligasi AS bertenor 10‐tahun di pasar Treasury‐nya naik 11/32 dan menekan yield kembali ke bawah 3% ‐ pertama kalinya terjadi minggu lalu sejak Desember 2010 karena kecemasan investor terhadap ekonomi.
 

• Tekanan pada data ekonomi AS belakangan ini memunculkan pertanyaan apakah The Fed AS akan kembali melanjutkan kebijakan cheap‐money yang merupakan cara mereka untuk membantu perekonomian sejak krisis keuangan memuncak di sana. Untuk reaksi pasar saat ini nampaknya tidak akan terlalu memperdulikan kenyataannya bagaimana, melainkan hanya melihat persepsi yang berkembang saat ini yakni peluang bahwa program QE3 (di tengah masa akhir QE2 Juni ini) ‘setidaknya’ akan dibahas kembali. Program penyelamatan ekonomi lanjutan (QE2) yang bernilai $600 milyar melalui pembelian obligasi akan berakhir Juni ini. Program ini telah membanjiri pasar keuangan dengan dolar sejak Oktober,
mendorong sebagian besar keuntungan di saham dan komoditas.
 

• Sementara harga minyak mentah di bursa berjangka AS <CLc1> masih bertahan di atas level $100/barel meskipun tercatat turun sekitar 0,3% dari Kamis sebelumnya. Sebelumnya, di sesi awal Jumat kemarin, harga minyak mentah tersebut merosot 2% karena tekanan di pasar tenaga kerja dikhawatirkan akan berimbas pada tekanan consumer spending dan mengurangi permintaan terhadap bahan bakar.
 

• EURUSD melonjak ke level tertinggi 1 bulan Uni Eropa, ECB dan IMF menegaskan bagian berikutnya bantuan untuk Yunani harus tersedia pada bulan Juli. Mata uang tunggal Eropa tersebut naik setinggi $1,4642, terkuat sejak Mei 6. Dollar jatuh ke satu bulan rendah <JPY=> 80,06 yen.
 

GOLD & COMMODITIES
 

• Emas mencapai level tertingginya Jumat lalu karena dollar AS anjlok setelah laporan bulanan jobs AS menunjukkan ekonomi membuat jauh lebih sedikit lapangan kerja dari ekspektasi.
 

• Spot gold <XAU=> menyentuh level puncaknya $1546,39 per troi ons. Telah diperdagangkan pada level $1542,15 pada pukul 1326 GMT dari level $1532,55 per ons pada penutupan New York Kamis sebelumnya. Logam mulia mencapai level tertinggi/puncaknya $1575,79 pada 2 Mei.
 

• Harga emas dalam sterling <XAUGBP=R> mencapai level tertingginya 946.79 pounds ($1548) per ons karena melemahnya dollar AS terhadap basket of currencies yang memicu rush pada precious metal.
 

• "This is gold‐friendly data ... (it) points to a slacking U.S. economy. In the worst case scenario, we could have a double‐dip in the U.S. economy and possibly deflation, which would also help gold," kata Robin Bhar, seorang analis pada Credit Agricole.
 

• "The weaker dollar is also helping gold. We should see gold moving to recent highs or even to new highs if we see more risk‐averse news."
 

• Spot silver <XAG=> sempat menyentuh level $35.34 per ons, level terendahnya sejak 24 Mei. Terakhir diperdagangkan apada level $35.58 dari $36.17 pada penutupan Kamis lalu.
 

• Platinum <XPT=> ke level $1806,99 dari level $1809,60 dan palladium <XPD=> pada level $769.22 dari level $767.05.

Friday, June 3, 2011

Headline News 03.06.11

US & GLOBAL
 

• Kekhawatiran tentang laju pemulihan ekonomi AS membebani pasar ekuitas pada hari Kamis, menjelang rilis non‐farm payroll AS yang menjadi fokus utama pasar minggu ini, sementara euro rally didorong oleh berita terkait perkembangan langkah finansial untuk mengatasi utang Eropa.
 

• Rencana pengucuran paket pinjaman lanjutan ke Yunani juga berhasil meredam tekanan di bursa Wall Street, namun masih adanya kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi AS membuat investor enggan untuk melakukan aksi beli yang besar – terutama menjelang data penting non‐farm payrolls Mei AS dirilis nanti malam, yang diperkirakan akan menunjukkan pertumbuhan yang melambat setelah ekspansinya di bulan April.
 

• Sejumlah indikasi dari rilis data‐data ekonomi AS sebelumnya menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja AS kembali melemah. Sementara lemahnya perekonomian AS kembali terindikasi semalam dari rilis laporan factory orders April yang turun 1,2% dari kenaikan 3,8% pada bulan Maret.
 

• Departemen Tenaga Kerja AS semalam juga melaporkan bahwa klaim pengangguran minggu lalu turun sebesar 6.000 ke level 422.000, namun belum memenuhi ekspektasi di level 415.000. Rilis non farm payroll Mei AS nanti malam diperkirakan sebesar 150.000 (Reuters), dari bulan April sebelumnya yang berada di level 244.000.
 

• Sebagaimana telah dijelaskan dalam sejumlah laporan kami sebelumnya, bahwa Juni ini adalah periode akhir dari paket bantuan ekonomi The Fed AS senilai $600 milyar, yang dikenal dengan program Quantitative Easing 2 (QE‐2). Hal ini semakin meningkatkan kekhawatiran investor terhadap lemahnya kinerja ekonomi AS, menyusul rilis‐rilis pesimis indikator ekonominya belakangan ini. Sehingga menjelang akhir kuartal ke‐2
isu ini akan menjadi halangan bagi investor yang akan menanam dananya di aset‐aset beresiko tinggi, seperti saham, obligasi yield tinggi dan pasar negara berkembang. Indeks bursa dunia dari MSCI turun 1,01% kemarin, indeks saham Eropa <.FTEU3> jatuh ke penutupan terendah selama seminggu menyusul data AS menyuarakan keprihatinan tentang laju pemulihan.
 

• Sikap defensif menjelang laporan non farm payroll juga menarik turun harga‐harga di pasar Treasury AS. Pasar kredit (obligasi) AS tersebut juga mendapat tekanan dari isu bahwa lembaga rating Moody's Investors Service berkemungkinan, meskipun kecil, memangkas peringkat kredit AS jika tidak menetapkan ketentuan mengenai batas pinjaman. Harga obligasi AS bertenor 10‐tahun <US10YT=RR> turun 26/32 dan yield‐nya berada di 3,04%, naik dari 2,95% Rabu sebelumnya. Harga obligasi AS bertenor 30 tahun <US30YT=RR> turun 1‐23/32 dengan yield 4,25%, naik dari 4,15% Rabu sebelumnya.
 

• EURUSD naik ke level tertinggi 1 bulan di atas areal 1,4500an setelah petinggi senior Uni Eropa pada prinsipnya setuju untuk rencana penyesuaian baru 3 tahun untuk pelunasan utang Yunani yang tengah menumpuk tersebut. Selain berita di Yunani, penguatan euro juga didorong oleh potensi pemangkasan peringkat kredit AS oleh Moody's Investors Service.
 

• Potensi rally euro dalam jangka pendek ini terbuka lebar di tengah sambutan positif pasar terhadap perkembangan isu krisis kredit Yunani serta semakin meningkatnya kekhawatiran terhadap pemulihan ekonomi AS menjelang rilis non farm payroll AS dan menjelang akhir program QE‐2.
 

• Lemahnya dollar membantu mendorong harga minyak. Harga minyak mentah berjangka AS <CLc1> naik hingga $100,80an/barel. Minyak mentah Brent di London <LCOc1> naik hingga $115,80an/barel. Di awal sesi NY harga minyak sempat jatuh setelah data menunjukkan lonjakan yang mengejutkan pada stok (persediaan) minyak mentah AS serta isu bahwa produksi OPEC akan ditingkatkan untuk meredam harga minyak yang tinggi yang menurut ekonomi merupakan salah satu penghambat pertumbuhan global.  


GOLD & COMMODITIES
 

• Emas melemah tetapi bertahan terlihat dalam level tertingginya dalam empat minggu Kamis lalu, didukung oleh permasalahan mengenai outlook dari pertumbuhan (ekonomi) AS dan krisis utang Eropa.
 

• Data minggu ini dihiasi gambaran ekonomi AS yang kemungkinan mendapatkan tekanan karena perusahaan‐perusahaan mengangkat lebih sedikit pekerja daripada ekspektasi, factory activity tertekan ke level terendahnya dalam dua tahun, auto sales melambat dan harga gasoline menekan pada penjualan ritel.
 

• Dollar AS telah anjlok ke level terendahnya dalam bulanan terhadap basket of currencies <.DXY> dan meskipun terdapat jeda dari permasalahan mengenai keuangan zona euro, emas telah naik lebih dari 2 persen dalam dua minggunya.
 

• Spot gold <XAU=> merosot 0.2 persen ke level $1536,85 per ons pada pukul 1418 GMT, yang telah mencapai level $1550,14 Rabu sebelumnya, level tertingginya sejak 3 Mei.
 

• U.S. gold <GCcv1> anjlok 0.3 persen ke level $1537,70, sementara euro‐priced gold <XAUEUR=R> merosot hingga 1.1 persen dalam hariannya ke level 1063,82 euro per ons.
 

• Palladium <XPD=> terakhir naik 1 persen ke level $773.72 per ons, yang telah berkurang mendekati 1 persen Rabu lalu, sementara itu platinum <XPT=> flat ke level $1814,74, yang telah turun 0.7 persen hari sebelumnya.
 

• Silver <XAG=> naik 0.3 persen ke level $36.86 per ons, sebagian membalikkan penurunan 4.3 persen Rabu lalu.

Thursday, June 2, 2011

Headline News 02.06.11

US & GLOBAL 
• Para investor menarik dananya dari saham dan masuk ke pasar obligasi Rabu kemarin, ditengarai oleh berlanjut pesimisnya rilis data ekonomi AS semalam yang memicu tekanan S&P500 dalam kapasitas terbesarnya selama 10 bulan dan menekan yield obligasi AS bertenor 10 tahun di bawah 3,0% untuk pertama kalinya sejak Desember 2010. Daya serap tenaga kerja AS di sektor swasta periode Mei (dari ADP) lebih rendah hingga 4 kali lipat dari ekspektasi pasar, sementara kinerja manufaktur merosot ke level terendah sejak September 2009 – kian meningkatkan kekhawatiran bahwa langkah pemulihan ekonomi AS tertahan.
 

• Pesimisme rilis data ekonomi AS semalam juga memicu pemangkasan estimasi (downgrade) dari lembaga keuangan terkemuka di Wall Street untuk data non‐farm payrolls Mei AS yang dijadwalkan rilis hari Jumat besok. Laporan ADP memperlihatkan majikan menambahkan 38.000 pekerjaan kurang, hampir empat kali di bawah ini yang diharapkan oleh pasar. Departemen Tenaga Kerja AS akan merilis angka gaji untuk bulan
Mei pada hari Jumat. Sebuah jajak pendapat Reuters Rabu lalu menunjukkan ekspektasi non‐farm payrolls Mei AS sebesar 150.000, turun dibandingkan perkiraan sebelumnya 180.000. Beberapa analis mengatakan bahwa para trader ‘berbisik‐bisik’ di antara mereka bahwa data nonfarm payroll Mei AS akan dirilis 100.000. Jika data tenaga kerja AS tersebut dirilis di bawah estimasi, maka di beberapa bulan ke depan
nampaknya tekanan akan membayangi aset‐aset beresiko.
 

• Yield obligasi AS bertenor 10 tahun, aset favorit investor mencari tempat yang aman untuk menyimpan uang tunai di masa‐masa tak menentu, tertekan ke posisi terendah sejak Desember, sekitar 2,95%. Indeks saham Standard & Poor's 500, bersama indeks saham utama bursa Wall Street lainnya, tertekan lebih dari 2% ‐ sebuah penurunan terbesar sejak 11 Agustus 2010.
 

• Harga minyak mentah di New York <CLc1> dan London <LCOc1> juga turun lebih dari 2%, terbesar sejak 12 Mei. Pada perdagangan mata uang, EURUSD melonjak ke level tertinggi 4 minggu 1,4458 sebelum terkoreksi kembali karena profit taking. EURUSD saat ini dianggap sebagai ‘tanah tak bertuan’ – tidak ada yang ingin memilikinya hingga bergerak lebih tinggi, namun masih banyak pembeli yang menginginkannya di bawah areal 1,4400. Meskipun optimisme atas bailout kedua untuk utang yang melanda Yunani telah membantu euro bangkit dari titik terendahnya di bulan Mei (1.3968‐23/Mei), beberapa investor tetap khawatir tentang gambaran global, termasuk akhir dari program stimulus The Fed AS senilai $600 miliar, yang dikenal sebagai quantitative easing ke‐2 (QE2). Di sisi lain, data ekonomi kemarin juga menunjukkan survei manufaktur di Eropa dan Asia mengalami penurunan di bulan Mei – hal ini juga menjadi catatan peringatan bagi investor.  

GOLD & COMMODITIES
 

• Emas sempat melemah Rabu lalu setelah data private‐sector jobs AS meragukan tingkat kesehatan dari negara dengan ekonomi terbesar didunia tersebut dan menekan dollar AS.
 

• Awalnya emas melemah setelah anggota dewan Eropa bertemu untuk mengerjakan paket bantuan bailout kedua untuk Yunani, yang mana mendorong euro, tetapi juga merangsang risk appetite investor, mengimbangi banyaknya dorongan potensi harga emas dari hasil pelemahan dollar AS.
 

• Laporan terpisah menunjukkan pertumbuhan pada private‐sector payrolls AS melemah tajam pada bulan Mei, anjlok ke level terendahnya dalam delapan bulan, hanya dua hari sebelum laporan utama pemerintah pada employment.
 

• Emas dalam euro <XAUEUR=R> anjlok pada awalnya ke level terendahnya sejak 20 Mei sebelum recovery yang ditunjukkan kenaikan 0.1 persen dalam hariannya.
 

• Sementara itu emas dalam dollar AS <XAU=> ke level $1532,20 per ons pada pukul 1401 GMT dari level $1534,65 pada penutupan New York Selasa sebelumnya.
 

• Spot silver <XAG=> turun 1.98 persen ke level $37.69 pe ons.
 

• U.S. July silver futures <SIcv1> merosot 1.5 persen ke level $37.72, yang telah turun lebih dari 20 persen pada bulan Mei.
 

• Palladium <XPD=> naik 0.5 persen ke level $778.22 per ons dari level $774.10 per ons Selasa lalu dan platinum ke level $1822,00 per ons dibandingkan dengan level $1828,10 sehari sebelumnya.

Wednesday, June 1, 2011

Headline News 01.06.11

US & GLOBAL 
• Terbukanya harapan pengucuran paket bantuan keuangan lanjutan bagi Yunani meredam kekhawatiran krisis utang Zona Eropa dan memicu kenaikan EURUSD ke level tertinggi 3 minggu, mendorong penguatan saham global serta naiknya harga minyak mentah Selasa kemarin.
 

• Di Wall Street, indeks saham utama AS masing‐masing naik lebih dari 1%, itu pun sudah terpangkas oleh sentimen negatif dari rilis pesimis datadata ekonominya semalam – indeks consumer confidence, indeks manufaktur regional dan data sektor perumahan. Sementara saham Eropa mencapai penutupan tertinggi 2,5 minggu, dipimpin oleh saham perbankan, ditandai dengan kenaikan saham‐saham perbankan Yunani sekitar
10%. Indeks bursa saham dunia yang dihitung dalam indeks MSCI juga naik lebih dari 1%, sedangkan indeks saham negara‐negara berkembang <.MSCIEF> naik 1,7%. Memang optimisme Selasa kemarin terlihat meningkat – karena bangkitnya aset‐aset beresiko – namun selama bulan Mei indeks Dow Jones mencatat akumulasi penurunan, ini menandakan kendurnya optimisme pasar. Harapan positif di Yunani masih dibayangi oleh pesimisme kondisi perekonomian, yang data‐datanya dirilis di bawah estimasi.
 

• Lemahnya rilis data‐data ekonomi AS akan menjadi rintangan bagi kelanjutan kenaikan bursa Wall Street, serta menyebabkan indeks S&P500 menutup perdagangan bulan Mei di level terendahnya selama 10 bulan.
 

• Para petinggi Uni Eropa bertemu di Wina‐Austria untuk membahas paket bailout ke‐2 bagi Yinani, namun partisipasi sektor swasta masih berada dalam topik diskusi untuk membantu meringankan beban utang negara tersebut. Jerman sedang mempertimbangkan menjatuhkan push untuk penjadwalan awal obligasi Yunani dalam rangka memfasilitasi kredit paket baru bantuan untuk Yunani, demikian The Wall Street Journal melaporkan, mengutip orang‐orang yang mengetahui akan masalah tersebut. Sementara kalangan pesimis mengatakan bahwa opsi bantuan untuk Yunani tidak akan memecahkan masalah, melainkan hanya mengulur waktu dan membatasi resiko penularan ke Irlandia, salah satu negara Eropa lain yang akan membutuhkan bantuan pinjaman pada tahun 2012 nanti.
 

• EURUSD naik hingga 1,4424 karena harapan dikucurkannya paket bantuan pinjaman ke‐2 untuk Yunani, namun masih diragukan kelanjutan kenaikan EURUSD tersebut. Investor masih akan menantikan resolusi yang paling akhir terhadap masalah utang Yunani dan ekonom saat ini masih melihat kemungkinan restrukturisasi sukarela yang melibatkan pemegang obligasi swasta. Laju penguatan EURUSD kemarin sempat tertahan setelah seorang anggota parlemen Jerman mengatakan kepada harian bisnis Handelsblatt bahwa Yunani harus keluar dari Zona Eropa.
EURUSD mengalami tekanan terburuknya di bulan Mei, terhitung sejak November 2010. Kekhawatiran muncul kembali bahwa paket bantuan baru pada Yunani tidak lebih hanya akan memberikan bantuan sementara, dibandingkan operasi intensif yang dibutuhkan untuk menyembuhkan penyakit keuangan negara. Indeks dolar AS, terhadap mata uang utama dunia, turun hampir 0.5%, akibat bangkitnya aset‐aset beresiko kemarin.
 

• Sementara lemahnya dollar menyebabkan rebound kembali pada harga‐harga di pasar komoditas, menaikkan harga minyak 2% di pasar New York, yang merupakan kenaikan terbesarnya hampir selama 2 minggu. Sedangkan harga komoditas logam tembaga ditutup di level tertinggi 4 minggu di pasar London. Harga minyak mentah di bursa berjangka AS <CLc1> ditutup naik di atas level $102/barel, sementara harga minyak mentah brent di bursa berjangka London <LCOc1> naik ke atas level $116. Indeks komoditas global dari Reuters/Jefferies CRB <.CRB> ‐ yang terdiri dari 19 komoditas – naik 1% kemarin. Rally harga minyak di akhir bulan Mei membatasi tekanannya menjadi sekitar 6% dari sebelumnya yang mencapai 10%.
 

• Harga obligasi AS awalnya sempat jatuh karena rebound euro dan aset‐aset beresiko, namun kemudian kembali naik setelah rilis pesimis data ekonomi AS. Obligasi AS dengan tenor 10 tahun <US10YT=RR> naik di harga 3/32 dengan yield sebesar 3,05%. 

GOLD & COMMODITIES
 

• Emas bertahan disekitar level tertingginya yang mendekati empat minggu Selasa lalu, tetapi melemah sebelum kenaikannya setelah laporan bahwa Jerman dapat memperlancar jalan pada Yunani untuk mendapatkan bailout, yang mana mendorong investor untuk mencari aset‐aset beresiko.
 

• Wall Street Journal melaporkan Jerman mempertimbangkan mendesak penjadwalan awal pada obligasi Yunani untuk mengizinkan paket baru pada bantuan pinjaman untuk menjaga Yunani dari defaulting utangnya.
 

• Penurunan dollar AS terhadap euro membuat sedikit rangsangan permintaan pada emas, yang mana bergerak berbalikan terhadap mata uang AS, karena hasil membaiknya risk appetite ikut mengenyampingkan emas.
 

• Spot gold <XAU=> naik ke level tertingginya $1540,36, level tertingginya sejak 4 Mei, sebelum tertekan ke level $1538,10 per ons pada pukul 1430 GMT, flat dalam hariannya. June gold futures <GCM1> meningkat 0.1 persen ke level $1538,10.
 

• "At least to some degree, the sovereign debt issues with Greece and the other peripheral EU countries has been pretty well documented, so it's not necessarily a surprise for the market," kata analis HSBC James Steel.
 

• "Gold has been rallying since the middle of May and is actually some sixty‐odd dollars higher from the recent low, so it hasn't done too badly."
 

• Silver <XAG=> menguat 1.1 persen ke level $38.48 per ons, telah anjlok lebih dari 20 persen pada bulan Mei – penurunan terbesarnya sejak Agustus 2008 – yang telah mencatatkan ke level tertingginya $49.51 pada bulan April.
 

• Platinum <XPT=> dan palladium <XPD=> keduanya naik dalam hariannya, diuntungkan dari kenaikan investor appetite pada growth‐linked assets.
 

• Platinum naik 1.7 persen dalam hariannya ke level $1826,74 per ons, sementara itu palladium meningkat 3 persen ke level $777.47.

Tuesday, May 31, 2011

Headline News 31.05.11

US & GLOBAL
 

• Euro melemah dan bursa saham dunia gagal melanjutkan rebound pada hari Senin karena masih adanya kekhawatiran gagal bayar utang Yunani serta minimnya aktifitas transaksi karena tutupnya pasar AS dan London memperingati libur nasionalnya masing‐masing. Mata uang tunggal Eropa turun sekitar 0,4% dan indeks saham Eropa dan Asia cenderung bergerak flat. Isu penting di bursa saham Eropa Senin kemarin adalah keputusan pemerintah Jerman untuk menutup semua reaktor nuklirnya pada tahun 2022 pasca krisis nuklir Fukushima Jepang – hal ini menekan saham‐saham utility Jerman, seperti RWE dan E.ON, rata‐rata 2%, sedangkan saham‐saham energi alternatif berhasil mengalami kenaikan.
 

• Krisis utang Yunani masih menghalangi minat investor untuk menanam dananya ke aset‐aset beresiko tinggi. Uni Eropa dan IMF akan memberikan putusan mereka minggu ini pada Yunani untuk mengatasi defisit anggarannya. Sementara itu, Perdana Menteri Yunani, George Papandreou, telah gagal memenangkan dukungan dari partai oposisi untuk mengadopsi langkah‐langkah penghematan (austerity) lebih lanjut, seperti yang dihendaki oleh Uni Eropa dan IMF – hal tersebut meningkatkan keraguan apakah Yunani akan menerima tahap berikutnya pinjaman bailout.
 

• Hal lain yang memicu kekhawatiran pada isu krisis utang Eropa adalah berita bahwa seorang menteri di Irlandia yang mengatakan mungkin harus meminta lagi pinjaman dari Uni Eropa dan IMF karena kesulitan mengembalikan dana ke pasar obligasi yang digunakan untuk mencukupi anggaran tahun depan. EURUSD jatuh hingga ke 1,4257 Senin kemarin, level resistance yang berkembang di antara para trader saat ini adalah sekitar 1,4350. Para investor enggan mengakumulasi aksi beli EURUSD lebih lanjut karena ketidakpastian apakah Yunani akan menerima tahap berikutnya dari bantuan Uni Eropa/IMF.
 

• Sementara kekhawatiran tentang risiko dari restrukturisasi utang Yunani mengancam tekanan untuk euro, di sisi lain lemahnya data ekonomi AS dan turunnya imbal hasil (yield) obligasi di pasar Treasury AS juga membebani dolar – yang Jumat lalu mencapai rekor terendah terhadap franc Swiss di 0,8463 dan merosot hingga level terendah 26 tahun terhadap dolar Selandia Baru pada hari Senin. Indeks dolar, terhadap mata uang utama dunia, bergerak flat di sekitar level $75, tidak jauh dari level terendah 2 minggunya di 74,752. Data AS menunjukkan pertumbuhan ekonomi kehilangan momentum dan memperkuat ekspektasi bahwa The Fed AS belum akan menaikkan suku bunganya tahun ini – sehingga menekan minat investasi pada aset‐aset dalam denominasi dolar AS. Selama isu perubahan suku bunga belum terjadi maka sulit bagi dolar AS untuk merubah arah pergerakan (trend) utamanya saat ini.
 

• Indeks bursa saham dunia yang dihitung dalam indeks MSCI naik 0,1% Senin kemarin, indeks Nikkei Jepang <.N225> berakhir turun 0,2%, sedangkan indeks saham MSCI Asia Pasifik di luar Jepang menemukan pijakan setelah jatuh selama lima minggu berturut‐turut.
 

• Minyak mentah Brent turun di bawah $115/barel, terbebani oleh harapan bahwa produksi minyak OPEC pada bulan Mei akan lebih tinggi dari April, sementara investor juga terus mengawasi permintaan dari Amerika Serikat menjelang musim panas. Emas tetap stabil, didukung oleh krisis utang di Zona Eropa.
 

• Data tenaga kerja AS dan Jerman minggu ini beserta inflasi Eropa akan menjadi fokus perdagangan dan sekaligus akan menjadi kunci dalam menentukan apakah risk‐aversion (sikap menjauhi diri dari aset beresiko) investor akan terus meningkat menjelang akhir program QE‐2 The Fed AS.
Setelah Yunani, investor akan melihat Portugal sebagai fokus selanjutnya dari krisis utang Eropa, karena sedang mempersiapkan pemilihan umum pada 5 Juni akhir minggu ini. IMF akan berada di Lisbon pada 30‐31 Mei untuk membahas pelaksanaan rencana bailout 78‐miliar euro yang sudah disepakati bulan lalu. Krisis utang Zona Eropa nampaknya akan menjadi isu terdepan yang mengakibatkan perubahan alokasi aset jika ternyata bisa mempengaruhi ekspektasi kenaikan suku bunga ECB – yang saat ini diperkirakan masih akan menaikkan suku bunga sebesar 25 bps pada akhir 2011 setelah bulan lalu menaikkannya menjadi 1,25%. 


GOLD & COMMODITIES
 

• Emas bertahan menguat ke level tertingginya dalam tiga minggu dan silver naik dalam perdagangan yang tipis Senin lalu, didorong oleh ekspektasi dari kekhawatiran utang kedepannya pada zona euro.
 

• Dengan libur nasional di AS dan Inggris melemahkan likuiditas, volume perdagangan pada U.S. futures kurang dari sepersepuluh dari keadaan normal. Di Asia, trader mengatakan kenaikan marjin pada Shanghai Gold Exchange ikut menjaga sentimen.
 

• Fokus saat ini pada Eropa, dimana pemasalahan berkenaan dengan utang Yunani yang telah membantu menyalakan kembali gold's rally setelah kejatuhan tiba‐tiba pada pasar komoditas yang dimulai bulan Mei. Dalam sebulan emas masih turun sekitar 1.6 persen, ditekan oleh penurunan bulan pertamanya.
 

• Spot gold <XAU=> meningkat $2 atau 0.1 persen ke level $1538,39 per ons pada pukul 1725 GMT setelah melonjak lebih dari 1 persen Jumat lalu.
 

• U.S. gold <GCcv1> naik $2.70 atau $1539.
 

• Spot silver <XAG=> menguat 0.5 persen ke level $38.07 per ons, memperluas kenaikannya minggu lalu sebesar 8.1 persen. U.S. silver <SIcv1> naik 0.6 persen ke level $38.09. Silver masih turun lebih dari 20 pesen pada bulan Mei, kinerja terburuknya sejak pertengahan pada krisis finansial pada bulan Agustus 2008.

Monday, May 30, 2011

Headline News 30.05.11

US & GLOBAL 
• Dolar AS turun secara luas pada hari Jumat setelah data perumahan dan consumer spending AS dirilis lebih lemah dari perkiraan yang memicu kekhawatiran pemulihan sedang kehilangan momentum, sementara komoditas membukukan kenaikan 3 minggu berturut‐turut. Bursa saham Wall Street berlanjut rebound dalam kapasitas tipis, dipimpin oleh saham energi dan material, namun volume transaksi terbilang rendah menjelang long‐weekend pasar AS – memperingati libur Memorial Day Senin.
 

• Korelasi invers dari dolar terhadap ekuitas tampaknya menjadi tren yang dapat menjadi fokus para investor untuk sementara waktu. Logikanya adalah bahwa melemahnya dolar AS membantu peningkatan ekspor, penjualan dan keuntungan bagi perusahaan‐perusahaan multinasional di Amerika Serikat.
 

• EURUSD naik seketika ke atas areal 1,4300‐an setelah sejumlah komentar dari petinggi Eropa perlahan meredam kekhawatiran default utang Yunani dalam jangka pendek, namun demikian euro terus tertekan ke rekor terendahnya atas Swiss franc karena krisis utang di Eropa dipandang masih jauh dari terselesaikan.
 

• Pending home sales April AS turun jauh lebih dari yang diperkirakan dan bahkan menyentuh level terendah 7 bulan, mengacaukan harapan pemulihan di pasar perumahan yang sudah mulai bangkit sebelumnya. Sementara data terpisah menunjukkan kenaikan belanja konsumen April AS masih di bawah harapan. Selain memicu kekhawatiran pemulihan ekonomi, lemahnya data ekonomi AS juga menyebabkan kebijakan moneter yang ultra‐rendah masih berpeluang besar dipertahankan, sehingga likuiditas masih akan mengarah pada aset pasar yang lebih meresponnya.
 

• Indeks saham dunia dari MSCI naik hampir 1,0% Jumat lalu, namun secara akumulatif masih mengalami tekanan terbesarnya untuk basis bulanan dalam setahun terakhir ini. Indeks Eropa FTSEurofirst 300 <.FTEU3> juga naik 0,7% Jumat kemarin, serta indeks saham di emerging market <.MSCIEF> yang naik
1,2%.
 

• Indeks dolar AS melemah hampir 1% terhadap mata uang utama dunia, dan tertekan ke rekor terendahnya atas Swiss franc di 0,8513. Estimasi bahwa The Fed akan tetap mempertahankan kebijakan moneter yang longgar di saat bank‐bank sentral lain (di emerging market seperti Cina dan serta Eropa) mulai memperketat kebijakan masing‐masing menyebabkan tingkat diferensiasi yang menekan indeks dollar AS dalam beberapa bulan terakhir.
 

• Sementara PM Yunani gagal meyakinkan para pemimpin oposisi pada hari Jumat untuk mendukung langkah‐langkah penghematan (austerity) untuk membebaskan diri dari bantuan Uni Eropa/bantuan IMF dalam rangka mencegah default (gagal bayar). Tetapi euro mendapatkan momentum di sesi New
York setelah anggota dewan Bank Sentral Eropa asal Yunani, George Provopoulos, menegaskan bahwa Yunani akan mampu membayar hutangnya secara penuh tanpa restrukturisasi jika konsisten dengan rencana penghematan (austerity). Komentar‐komentar seperti ini meredam kekhawatiran pasar terhadap krisis utang Yunani dan Eropa, sehingga mengendurkan tekanan terhadap mata uang euro. EURUSD naik 1,1% ke level $1,4302 meskipun tergelincir lebih lanjut ke rekor terendah 1,2159 terhadap franc Swiss. USDJPY turun 0,6% hingga 80,85. Lembaga Fitch memangkas outlook peringkat utang Jepang, dengan penjelasan bahwa total biaya pemulihan gempa dan tsunami Maret masih tidak diketahui terutama setelah dampaknya menjadi
krisis nuklir menimbulkan gangguan pada keuangan publik di negara matahari terbit tersebut.
 

• Lemahnya dolar yang terus dibayangi oleh masih adanya ketegangan Timur Tengah, memicu kembali kenaikan harga minyak. Ditandai dengan kenaikan harga minyak mentah di pasar berjangka AS <CLc1> yang berada di $ 100.75/barel setelah penutupan Wall Street, menyusul sebelumnya sempat naik hingga $ 101,24. Harga minyak mentah brent <LCOc1> menyentuh $ 115,68 sebelum ditutup di $115,03/barel. Komoditas lainnya, yakni harga emas di pasar spot <XAU=> ke level tertingginya sejak 4 Mei, di $1,538.10/ons. Minat pasar terhadap aset emas meningkat di beberapa pekan terakhir akibat meningkatnya krisis utang Eropa. Indeks komoditas dari Reuters‐Jefferies CRB <.CRB> naik 0,9%, melanjutkan kenaikan selama 3 minggu berturut‐turut, meskipun secara akumulatif di bulan Mei ini telah merosot 7,0% akibat koreksi signifikan di awal bulan.
 

• Krisis utang Eropa dan rilis data pesimis yang mengejutkan menjelang berakhirnya program quantitative easing ke‐2 (QE‐2) The Fed AS Juni nampaknya masih akan mempengaruhi putusan transaksi investor minggu ini. Sementara data tenaga kerja AS dan Jerman minggu ini beserta inflasi Eropa akan menjadi fokus perdagangan dan sekaligus akan menjadi kunci dalam menentukan apakah risk‐aversion (menjauhi diri dari aset beresiko) investor akan terus meningkat menjelang akhir program QE‐2 The Fed AS.
Setelah Yunani, investor akan melihat Portugal sebagai fokus selanjutnya dari krisis utang Eropa, karena sedang mempersiapkan pemilihan umum pada 5 Juni akhir minggu ini. IMF akan berada di Lisbon pada 30‐31 Mei untuk membahas pelaksanaan rencana bailout 78‐miliar euro yang sudah disepakati bulan lalu. Krisis utang Zona Eropa nampaknya akan menjadi isu terdepan yang mengakibatkan perubahan alokasi aset jika ternyata bisa mempengaruhi ekspektasi kenaikan suku bunga ECB – yang saat ini diperkirakan masih akan menaikkan suku bunga sebesar 25 bps pada akhir 2011 setelah bulan lalu menaikkannya menjadi 1,25%. 


GOLD & COMMODITIES 
• Emas mencapai level tertingginya yang lebih dari tiga minggu Jumat lalu karena kekhawatiran mengenai krisis utang Yunani yang memicu aksi beli dari investor yang mencari untuk safe place dalam menempatkan aset‐asetnya, sementara itu pelemahan dollar AS juga ikut mendorong sentimen.
 

• Spot gold <XAU=> ke level $1534,80 per troi ons, level tertingginya sejak 4 Mei. Telah diperdagangkan pada level $1527,90 per ons pada pukul 1351 GMT dari level $1518,10 pada penutupan New York Kamis sebelumnya.
 

• Ketertarikan pada emas telah didorong pada kekhawatiran minggu‐minggu ini pada menyebarnya masalah dari Yunani ke Irlandia, Portugal dan Spanyol.
 

• Dollar turun ke posisi terendahnya terhadap euro setelah anggota dewan Gubernur European Central Bank George Provopoulos mengatakan Yunani dapat menangani utangnya jika didukung pada program bantuan.
 

• Spot silver <XAG=> diperdagangkan pada level $38.04 per ons dari level $37.24 pada penutupan Kamis sebelumnya, platinum <XPT=> pada level $1785,49 dari $1764,85 dan palladium <XPD=> level $755.72 dari $751.45.
 

• "We believe that the cash cost of the marginal producer is still the relevant benchmark to judge whether platinum and palladium provide value or not," Standard Bank mengatakannya dalam suatu catatan.
 

• "Therefore, the market could trade lower, fundamentally growing value in platinum and palladium on approach of $1,700 and $700 respectively."

Friday, May 27, 2011

Headline News 27.05.11

US & GLOBAL 
• Krisis utang zona euro masih menjadi isu yang mengkhawatirkan di antara investor, komentar maupun perkembangan seputar Uni Eropa dan ECB perihal potensi bantuan IMF ke Yunani tidak banyak memberikan support bagi bangkitnya euro.
 

• EURCHF berlanjut merosot ke rekor rendah Kamis kemarin, di 1.2200, karena kekhawatiran bahwa Yunani kembali tertatih‐tatih di ambang krisis keuangan, sehingga mendorong minat investasi pada aset‐aset safe‐haven – dalam hal ini obligasi pemerintah AS. Komentar dari presiden Eurogroup, Jean‐Claude Juncker, mengguncang pasar dan membangkitkan keraguan apakah IMF akan mengucurkan bantuan keuangan tahap berikutnya ke Yunani pada akhir Juni. Harga obligasi AS dengan tenor 10 tahun <US10YT=RR> di pasar Treasuri naik 20/32, sehingga menekan yield‐nya ke level terendah sejak
7 Desember 2010 lalu, 3.06%.
 

• Setelah awalnya bergoyang‐goyang di tengah kekhawatiran Yunani, burs saham AS akhirnya mampu ditutup menguat tipis. Tetapi minyak mentah AS turun lebih dari 1% karena rilis mengecewakan data ekonomi AS semalam, yang menitikberatkan pandangan bahwa pemulihan ekonomi sedang berada dalam jalan yang bergelombang. Data GDP Ekonomi AS tumbuh pada tingkat 1,8% di Q1 2011, tidak berubah dari perkiraan sebelumnya namun lebih lemah dari proyeksi. Sebuah laporan terpisah dari Departemen Tenaga Kerja menunjukkan jumlah orang Amerika yang mengklaim tunjangan pengangguran di luar dugaan naik minggu lalu sebesar 10.000 ke level 424.000.
 

• EURCHF selama 5 hari perdagangan berturut‐turut tertekan hingga menembus rekor terendahnya, di areal 1.2200, EURUSD naik ke areal 1.4206 namun kemudian sedikit terkoreksi di penutupan, di areal 1.4135. Bangkitnya EURUSD dipengaruhi oleh isu yang berkembang di pasar terkait sebuah artikel di Financial Times yang mengutip kepala Stabilitas Keuangan Eropa yang mengatakan Cina "jelas tertarik" untuk membeli obligasi untuk bailout Portugal pada pertengahan Juni nanti. Sementara indeks dolar AS terkoreksi 0,5% terhadap sejumlah mata uang utama dunia.
 

• Untuk ekonomi AS, nampak berkemungkinan terulang kejadian AS tahun lalu, ketika perekonomian melemah setelah akhir program pelonggaran pertama (Quantitative Easing ke‐1).
 

• Namun bursa saham menepis kekhawatiran tersebut, dan terfokus hanya pada optimisme laba dari perusahaan seperti Tiffany & Co, yang sahamnya naik 8,6%, serta saham NetApp Inc yang naik juga didukung oleh hasil pendapatan yang kuat. Bursa Wall Street sedang berjuang melawan tekanan dalam
beberapa pekan terakhir ini untuk memperpanjang fase rally‐nya yang dimulai bulan September lalu. Indeks S&P500 sejak Agustus terhitung masih mengalami akumulasi kenaikan 27%.
 

• Sementara indeks saham Amerika Latin dalam indeks MSCI naik 1,8%, melanjutkan kenaikan dari tekanannya di level terendah 8 bulan pada Senin lalu.
Indeks saham Eropa FTSEurofirst 300 <FTEU3.> turun 0,07%.
 

• Di pasar New York Mercantile Exchange, harga minyak mentah berjangka AS <CLc1> tipe kontrak Juli turun $1,09, atau 1,08%, ke sekitar areal $100.10/barel, sementara minyak mentah Brent naik 12 sen pada level $115.05/barrel. Harga emas dalam denominasi euro masih turun karena masih tingginya sentimen negatif yang menekan EURCHF ke rekor terendahnya. Namun daya beli aset safe‐haven mulai melemah, harga emas di pasar spot <XAU=> turun ke $1,520.30/ons. Pada hari Rabu, harga emas naik hingga $1,532.10, level terkuatnya sejak Mei 4.
 

GOLD & COMMODITIES 
• Emas melemah Kamis lalu, ditekan oleh penurunan pada euro‐priced bullion dan setelah mata uang tunggal Eropa mendapatkan tekanan tiba‐tiba, tetapi permasalahan berkenaan dengan utang zona euro diekspektasi untuk menjaga dukungan pada harga metal.
 

• Euro merosot kembali dari dari level tertinggi hariannya setelah trader mengutip laporan the Euro Group's Jean‐Claude Juncker karena mengatakan International Monetary Fund kemungkinan tidak merilis bantuan Yunani berikutnya bulan depan.
 

• Meskipun euro melemah karena peluang Eropa dalam mencegah debt default Yunani kelihatan berkurang, yang selanjutnya menaikkan dollar AS yang menekan pada harga emas, yang mana anjlok hingga setengah persen dalam dollar AS dan 1 persen dalam euro.
 

• Spot gold <XAU=> turun 0.4 persen ke level $1517,84 per ons, setelah mencapai level $1532,00 Rabu sebelumnya, yang merupakan level terkuatnya sejak 4 Mei, tetapi analis mengatakan kenaikan tren terjadi sejak aksi jual komoditas sebelumnya bulan ini yang masih terjadi.
 

• "Market sentiment towards gold has become more positive over the past few days, as illustrated by the resumption of net inflows into ETFs," kata analis BNP Paribas Anne‐Laure Tremblay.
 

• "I believe that the gold price will trend higher from its current levels in 2011," katanya, menambah dorongan utama pada harga emas tahun ini yang masih ada.
 

• Emas telah naik lebih dari 7 persen pada tahun ini, dalam dollar AS, didorong oleh investor berkenaan dengan beban utang zona euro, kekerasan di Timur Tengah dan rapuhnya recovery ekonomi AS.
 

• Spot silver <XAG=> merosot ke level terendahnya $36.30 per ons sebelum recover untuk diperdagangkan turun 2.3 persen menuju level $37.02.
 

• Di antara precious metals lainnya, platinum <XPT=> anjlok 0.5 persen ke level $1769,74 per ons, sementara itu palladium <XPD=> naik 0.3 persen ke level $747.47.