title cover

title cover

Tuesday, July 19, 2011

Headline News 19.07.11

U.S. & GLOBAL 


• Bursa saham dunia dan euro anjlok Senin lalu, sementara itu harga emas melejit ke level tertingginya dari kekhawatiran bahwa tidak segeranya solusi dari permasalahan utang Eropa dan AS yang dapat memungkinkan mereka mengarah pada krisis global.


• Bursa saham AS merosot Senin lalu karena saham‐saham perbankan mendapat tekanan dari frustrasinya investor berkenan dengan ketidakmampuan pemerintah untuk menyelesaikan krisis utang di AS dan Eropa.  


• Dengan lima hari sebelum deadline Presiden Barack Obama pada debt ceiling deal dan tidak ada kesepakatan terlihat, partai Republik dan Demokrat mengarah pada rencana fallback untuk menghindari default AS.


• Bank of America Corp <BAC.N> tertekan ke level terendah barunya dalam 52‐minggu dan ditutup melemah 2.8 persen sementara itu Citigroup Inc <C.N> anjlok 1.7 persen. Saham‐saham finansial ikut menekan sektor S&P Senin lalu, turun 1.4 persen. Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> melemah 94.57 poin, atau 0.76 persen, ke level 12,385.16. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> berkurang 10.70 poin, atau 0.81 persen, ke level 1,305.44. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> anjlok 24.69 poin, atau 0.89 persen, ke level 2,765.11.


• Euro memangkas pelemahannya terhadap dollar AS Senin lalu, yang membuat level tertingginya di New York, karena stop dipicu oleh volume yang tipis dan saham juga komoditas menghentikan level terendahnya, kata trader. Euro diperdagangkan ke level tertingginya $1.41200 <EUR=EBS> pada trading platform EBS dan terakhir berada pada level $1.41190, turun 0.2 persen dalam hariannya.   


• Harga kebanyakan pada Treasuri AS bertahan stabil Senin lalu tetapi investor melakukan aki jual obligasi bertenor 30‐tahun ditengah permasalahan defisit AS dan ketidakmampuan pemerintah untuk menaikkan debt ceiling.   


• Emas mencatatkan level tertinggi diatas $1,600 Senin lalu, meregangkan rally ke sebelas harinya yang belum penah terjadi dari kekhawatiran bahwa pemerintah AS dapat gagal untuk menaikkan debt ceiling untuk menghindari default. Spot gold <XAU=> naik ke level tertingginya $1,607.01 per ons dan naik 0.7 persen ke level $1,603.89 per ons pada pukul 2:20 p.m. EDT (1820 GMT). Saat ini telah mencapai level tertingginya dalam tiga dari empat hari terakhirnya. Telah sempat membuat rally 10 harinya pada tahun 1970.   


• Harga minyak mentah merosot Senin lalu berkenaan bertumbuhnya ketakutan pada sovereign debt default disamping Atlantic dan kemungkinan rilis emergency stock berikutnya dari International Energy Agency. U.S. crude <CLc1> dengan tercatatnya pelemahan pada Wall Street, anjlok $1.31 untuk di settle ke level $95.93 per barrel, menghentikan level terendahnya $94.69. 


• Sterling mencapai level tertingginya dalam satu setengah bulan terhadap euro Senin lalu, didorong oleh tertekannya mata uang tunggal karena pengambil kebijakan zona euro berjuang untuk menemukan solusi untuk menghentikan memburuknya krisis sovereign debt.   


• Pound merosot terhadap dollar AS karena bertahannya sentimen rapuh dari gambaran bahwa kerapuhan ekonomi akan menjaga tingkat suku bunga rendah dalam jangka waktu yang lama.   


• Euro <EURGBP=D4> merosot ke level terendahnya 87.05 pence, level terendahnya sejak akhir Mei. Pergerakannya telah anjlok lebih dari 3 persen bulan ini, merosot dari level tertingginya 90 pence yang dimulai bulan Juli.    


• Sterling <GBP=D4> melemah kembali ke level $1.60 mark, yang diperdagangkan turun 0.75 persen ke level $1.6010, dengan trader mencatatkan aksi beli diatas $1.60 karena membantu untuk limit losses/batasi kerugian.  

Monday, July 18, 2011

Headline News 18.07.11



U.S. & GLOBAL

• Permasalahan mengenai kemampuan pemerintah AS untuk menghindari default (pada utangnya) mendorong emas mencapai rangkaian 10 hari kenaikannya Jumat lalu, sementara itu bursa saham AS naik setelah menguatnya earning perusahaan termasuk Google <GOOG.O>.


• Pada bursa Wall Street, indeks Dow Jones industrial average <.DJI> naik 42.61 poin, atau 0.34 persen, untuk ditutup pada level 12,479.73. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> meningkat 7.27 poin, atau 0.56 persen, ke level 1,316.14. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> menguat 27.13 poin, atau 0.98 persen, ke level 2,789.80.  


• Earning Google mendorong kebanyakan perkiraan bullish akhir Kamis sebelumnya, yang mendorong sahamnya naik 13 persen $597.62, membuat top gainer pada indeks Nasdaq 100.  


• Indeks FTSEurofirst 300 <.FTEU3> memimpin bursa saham Eropa ditutup merosot 0.2 persen, sementara itu indeks MSCI All‐Country World <.MIWD00000PUS> melejit 0.2 persen.


• Euro berbalik flat terhadap dollar AS karena hasil dari stress tests bank‐bank Eropa hanya sedikit melegakan kecemasan berkenaan dengan krisis utang zona euro. Pada perdagangan sore harinya dalam perdagangan New York, euro <EUR=> mendekati unchanged ke level $1.4148, diatas
level terendahnya dalam empat bulan $1.38376 <EUR=EBS> yang tercapai minggu ini.  


• Harga Treasuri AS naik tipis karena permasalahan sovereign debt disamping sisi lainnya dari Atlantic yang mendorong permintaan safe‐haven.  


• Ditambah permasalahan dari AS yang diancam S&P Jumat lalu untuk menurunkan peringkat mortgage finance agencies Fannie Mae <FNMA.OB> dan Freddie Mac <FMCC.OB> dan beberapa perusahaan finansial jika memindahkan rating AS dari AAA.


• Emas berjuang keras untuk berada dalam rangkaian kenaikan sepuluh harinya Jumat lalu, menyamai rangkaian kenaikan dalam empat dekade lalu, karena beberapa mulai untuk mencari hedge/lindung nilai terhadap pertumbuhan ancaman dari default pada (pemerintah) AS. Spot gold <XAU=> naik 0.3 persen ke level $1,591.50 per ons pada pukul 3:10 p.m. EDT (1910 GMT). Telah gagal untuk mencapai level puncak barunya setelah rally ke level tertingginya sepanjang masa pada dua hari sebelumnya, tetapi bertahan mendekati level $1,594.16 yang tercapai Kamis sebelumnya.  


• Harga minyak mentah naik Jumat lalu dari melemahnya pasokan dari Canadian export pipeline dan kenaikan bursa Wall Street kedepannya dari hasil yang menguntungkan dari stress test pada perbankan Eropa, yang mana mengimbangi pelemahan data ekonomi AS. U.S. crude untuk pengiriman bulan Agustus <CLc1> di settled ke level $97.24 per barrel, naik $1.55 dan menguat dalam rangkaian tiga minggunya. The Septembervcontract ditutup ke level $97.60, meningkat $1.49, atau 1.55 persen.  


• Sterling mencapai level tertingginya terhadap euro Jumat lalu karena kekhawatiran hasil stress test Eropa yang menekan mata uang tunggal, tetapi kenaikan pound terbatas oleh kurang lengkapnya outlook pertumbuhan (ekonomi) Inggris.   


• Pengecekan tingkat kesehatan perbankan Eropa diekspektasi untuk menunjukkan bahwa sebanyak 15 lenders membutuhkan modal yang lebih untuk menahan lamanya resesi, dengan pertumbuhan kritis bahwa tes tidak menunjukkan pengaruh pada default Yunani.   


• "Stress test" bank Eropa, untuk dipublikasikan pada pukul 1600 GMT, yang akan membuat 90 lender yang menunjukkan untuk pertama kalinya perkiraan profit mereka, suatu penurunan sovereign bond holdings mereka dan biaya pendanaan, dan akan memaksa melemah untuk rekapitalisasi

Friday, July 15, 2011

Headline News 15.07.11



U.S. & GLOBAL 


• Bursa saham AS merosot Kamis lalu karena Ketua the Fed Ben Bernanke melepaskan diri dari stimulus tambahan jangka pendek akan terjadi, menghapus kemungkinan katalisator dari pasar yang sudah menghadapi banyak hambatan.    


• Saham‐saham teknologi memimpin pelemahan pasar dan indeks Nasdaq anjlok 1 persen. Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> merosot 54.49 poin, atau 0.44 persen, ke level 12,437.12 pada penutupannya. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> melemah 8.85 poin, atau 0.67 persen, ke level 1,308.87. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> anjlok 34.25 poin, atau 1.22 persen, ke level 2,762.67.    


• Penurunan diantara saham‐saham komoditas menekan penguatan indeks utama Inggris Kamis lalu, karena kekhawatiran berkenaan pertumbuhan (ekonomi) global yang mengawani outlook permintaan pada metals dan minyak mentah. Pada penutupannya, indeks FTSE 100 <.FTSE> merosot 59.48
poin, atau 1.0 persen ke level 5,846.95, membalikkan semua dan rally hari sebelumnya 0.6 persen.   


• Dollar AS menguat terhadap euro dan rally dari level terendahnya terhadap Swiss franc Kamis lalu setelah Ketua the Fed melemahkan ekspektasi pertumbuhan dari putaran berikutnya pada monetary easing yang segera terjadi. Euro yang telah diperdagangkan mendekati $1.4225, merosot dari
komentar Bernanke dan terakhir diperdagangkan turun 0.3 persen ke level $1.4135<EUR=EBS>. Komentar Bernanke juga membantu dollar AS naik dari level terendahnya dalam empat bulan terhadap yen <JPY=EBS>.    


• Harga Treasuri AS melemah Kamis lalu setelah Moody's meletakkan posisi peringkat kredit AS dari top‐notch/tertinggi kepada review/ditinjau kembali, meskipun kekhawatiran mengenai menyebarnya krisis utang zona euro masih menekannya.    


• Emas mencapai rangkaian level tertinggi dua harinya Kamis lalu karena bertahannya permasalahan mengenai memburuknya krisis utang zona euro dan ketakutan default AS yang menguatkan logam mulia pada kenaikan beruntun terpanjangnya dalam lima tahun. Analis memperkirakan emas akan
memperluas rally kedepannya, dengan salah seorang mengatakan dapat mencapai $2,000 per ons. Spot gold <XAU=> menyentuh level tertingginya
$1,594.16, dan naik 0.3 persen ke level $1,586.11 per ons pada pukul 3:05 p.m. EDT (1905 GMT).    


• Harga minyak mentah melemah dalam perdagangan yang volatile Kamis lalu setelah Ketua the Fed Ben Bernanke mengatakan bank sentral belum siap untuk mengambil tindakan monetary easing berikutnya, menekan harapan bahwa permintaan energi akan mendapatkan dorongan dari stimulus ekonomi.
U.S. crude untuk pengiriman bulan Agustus <CLc1> di settled ke level $95.69 per barrel, anjlok $2.36, setelah kenaikan ke level $98.88 pada awalnya.   


• Sterling menguat mendekati level tertingginya dalam tiga minggu terhadap meluasnya pelemahan dollar AS Kamis lalu, tetapi penurunan terhadap euro karena berkenaan dengan rapuhnya ekonomi Inggris dan prospek bertahannya tingkat suku bunga pada level ultra rendah untuk masa yang panjang.   


• Sterling mencapai level tertingginya tiga minggu $1.6195 pada awalnya dalam harian dengan investor melakukan aksi jual dollar AS setelah Moody's
memperingatkan dapat memangkas peringkat (utang) AS jika kedepannya Ketua the Fed Ben Bernanke melanjutkan pelonggaran kebijakan lebih lanjut.   


• Tetapi kenaikan pound diekspektasi terbatas, dengan banyaknya yang tidak mengenyampingkan prospek quantitative easing kedepannya di Inggris.
Sterling terakhir naik 0.2 persen ke level $1.6152 <GBP=D4>, dengan trader mencatatkan aksi jual pada level $1.6160 dan kemudian diatas $1.6200. Telah memantul dari level terendahnya dalam 5‐1/2 bulan level $1.5781 yang terjadi Selasa lalu.   


• Uni Eropa, International Monetary Fund dan European Central Bank telah mengatakan Irlandia berhasil mengimplementasikan bailout‐nya, pemerintah Irlandia mengatakannya Kamis lalu. 

Thursday, July 14, 2011

Headline News 14.07.11



U.S. & GLOBAL 


• Bursa saham AS menghentikan rangkaian penurunan tiga harinya, tetapi menghentikan level tertingginya Rabu lalu karena investor memperkirakan kedepannya munculnya stimulus the Fed.    


• Tiga indeks utama AS naik lebih dari 1 persen pada level puncaknya setelah Ketua the Fed Ben Bernanke memperkirakan akan mempertimbangkan tambahan stimulus untuk mendukung ekonomi jika outlook memburuk. Saham‐saham energi dan material memimpin kenaikan, tetapi rally melempem pada penutupan perdagangannya. Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> naik 44.73 poin, atau 0.36 persen, ke level 12,491.61 pada penutupan. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> meningkat 4.08 poin, atau 0.31 persen, ke level 1,317.72. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> melejit 15.01 poin, atau 0.54 persen, ke level 2,796.92.   


• Indeks FTSE 100 Inggris memantul Rabu lalu, dipimpin oleh saham‐saham komoditas karena data ekonomi dari Cina dan pernyataan yang menenangkan dari the Fed menaikkan harapan bahwa stagnasi pada recovery ekonomi global kemungkinan berlangsung singkat. Indeks London's blue chip <.FTSE> meningkat 37.47 poin atau 0.6 persen ke level 5,906.43, yang telah naik lebih dari 3 persen dalam perdagangan tiga hari sebelumnya.   


• Dollar AS anjlok Rabu lalu, mencatatkan kinerja terburuknya terhadap basket of currencies yang mendekati sebulan, setelah Ketua the Fed Ben Bernanke mengatakan dapat mengusahakan stimulus moneter jika ekonomi AS melemah kedepannya.    


• Dollar AS juga merosot ke level terendahnya terhadap Swiss franc, yang terjadi dari testimoni Bernanke. Dollar terpukul ke level terendahnya 0.81820 franc <CHF=EBS>, sementara itu euro diperdagangkan mendekati level $1.42, menghentikan penurunan empat harinya dibawah level $1.39 dan menghadapi kinerja harian terbaiknya sejak April.    


• Euro menahan kenaikannya setelah Fitch Rabu lalu menurunkan peringkat (utang) Yunani lebih dalam pada junk territory, mencatatkan ketidakhadiran program pembiayaan finansial yang terkini dan sepenuhnya.


• Harga Treasuri AS ditutup sedikit berubah Rabu lalu karena membaiknya lelang obligasi bertenor 10‐tahun dan bertahannya ketakutan berkenaan dengan krisis zona euro mengimbangi aksi ambil untung pada awalnya yang menekan kenaikan tiga harinya.    


• Ketua the Fed Ben Bernanke menandai sebelum Kongres bahwa dia akan siap untuk menginjeksi stimulus berikutnya jika ekonomi AS dan inflasi melambat lebih jauh.    


• Emas naik yang mendekati level $1,590 per ons Rabu lalu karena kemungkinan stimulus the Fed selanjutnya ditambah dengan makin mendalamnya krisis utang Eropa yang mendorong harga emas kedalam rangkaian terlama kenaikannya dalam lima tahun. Spot gold <XAU=> naik 1.2 persen ke level $1,584.39 per ons pada pukul 12:59 p.m. EDT (1659 GMT).    


• Harga minyak mentah (futures) menguat dalam rangkaian dua harinya Rabu lalu, karena Ketua the Fed Ben Bernanke menandai stimulus berikutnya terjadi jika ekonomi melemah, dan cadangan crude AS merosot lebih dari ekspetasi minggu lalu. U.S. August crude <CLc1> ditutup pada level $98.05 per barrel, naik menjadi 62 sen, dari aksi ambil untung setelah mencapai level tertingginya $99.21.  


• Sterling menguat terhadap pelemahan dollar AS rabu lalu setelah Ketua the Fed Ben Bernanke mengisyaratkan kemungkinan monetary policy easing jika ekonomi melemah dan inflasi bergerak lebih rendah.  


• Mata uang AS merosot secara luas dalam menanggapinya, mendorong pound naik lebih dari 1 persen ke level $1.6120 <GBP=D4>, membaik diatas 200‐day moving average pada level $1.6045, dengan trader mengatakan akselerasi kenaikan setelah menembus stop‐loss orders level $1.6010.    


• Jumlah claiming tingkat pengangguran Inggris meningkat tajam dalam dua tahun pada bulan lalu, membawa total ke level tertingginya sejak Maret 2010 dan menambah permasalahan mengenai langkah recovery ekonomi.   


• Bulan lalu meluasnya pengukuran ILO employment membuat gambaran yang menggembirakan, mendukung pendapat pemerintah bahwa job creation sektor swasta akan mengimbangi pengaruh dari pemangkasan pembelanjaan publik.

Wednesday, July 13, 2011

Headline News 13.07.11



U.S. & GLOBAL 


• Bursa saham AS ditutup melemah dalam rangkaian tiga harinya berturut‐turut Selasa lalu karena kekhawatiran fiskal Eropa dan dimulai pelemahan saham‐saham teknologi dari earning‐nya yang membuat sedikitnya alasan bagi investor untuk melakukan aksi beli bahkan setelah penurunannya baru‐baru ini.   


• Ekuitas sempat memantul sebentar mengikuti rilis minutes the Fed dengan komentar dari pejabat the Fed yang memperkirakan kemungkinan pada lebih banyaknya kebijakan stimulatif, tetapi kemudian mengarah pada aksi jual karena ketidakpastian berkenaan dengan Eropa.   


• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> turun 58.88 poin, atau 0.47 persen, ke level 12,446.88 pada penutupannya. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> anjlok 5.85 poin, atau 0.44 persen, ke level 1,313.64. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> merosot 20.71 poin, atau 0.74 persen, ke level 2,781.91.   


• Saham‐saham finansial dan komoditas membawa penurunan tajam pada indeks FTSE 100 Inggris Selasa lalu karena kekhawatiran investor meluas dari aksi jual baru‐baru ini yang menambah ketakutan pada permasalahan krisis utang Eropa yang akan menyebar melebihi Yunani, pada Portugal dan Irlandia.     


• Euro merosot ke level terendahnya terhadap dollar AS dalam empat bulan dan mencapai lagi level terendahnya terhadap Swiss franc Selasa lalu dari kekhawatiran bahwa para pemimpin zona euro gagal untuk menekan resiko berkenaan dengan utang. Euro turun ke level terendahnya $1.3835 <EUR=>,
level terendahnya dalam empat bulan meskipun data menunjukkan meluasnya defisit perdagangan AS dan pembicaraan bahwa ECB membeli obligasi zona euro yang membantu menekan pelemahannya. Telah anjlok 0.4 persen ke level $1.3974.    


• Dollar AS secara singkat berada dibawah tekanan pada perdagangan sore ahrinya setelah the Fed merilis minutes‐nya tanggal 21‐22 Juni policy meeting dan tidak ada kejutan pada ekonominya dan outlook tingkat suku bunganya.


• Harga Treasuri AS naik Selasa lalu dari kekhawatiran utang Eropa dan menguatnya penjualan obligasi bertenor tiga tahun, tetapi kenaikan tipis diperkirakan bahwa investor mewaspadai permintaan pada obligasi jangka panjang yang masih ada.    


• Emas mengalami rally mendekati level tertingginya yang pernah ada Selasa lalu, karena investor mencari safe haven dari ketakutan bahwa para pejabat Eropa gagal untuk menghentikan krisis utang dari penyebarannya dan ketidakpastian berhubungan dengan kekalutan pembicaraan AS untuk menaikkan limit utangya. Spot gold <XAU=> naik 1 persen ke level $1,568.89 per ons pada pukul 2:43 p.m. EDT (1843 GMT).  


• Harga minyak mentah AS (futures) naik dari settlement perdagangannnya Selasa lalu setelah data industri menunjukkan kejutan stok crude meningkat 2.3 juta barrel minggu lalu, terhadap perkiraan analis bahwa persediaan merosot. U.S. crude oil <CLc1> naik 2.4 persen – tertinggi sejak 29 Juni – untuk di settle pada level $97.43 per barrel.  


• Sterling memantul kembali dari level terendahnya 5‐bulan terhadap dollar AS pada perdagangan yang volatile Selasa lalu tetapi analis mengatakan outlook pada pound melemah setelah inflasi Inggris merosot tidak seperti ekspektasi, mendorong peluang pada kenaikan tipis tingkat suku bunga.   


• Pound juga menghadapi tekanan dari permasalahan mengenai utang zona euro yang melebar ke Italia dan Spanyol yang mana telah membawa investor beralih ke mata uang safe haven seperti dollar AS dan Swiss franc.    


• Sterling diperdagangkan flat dalam hariannya ke level $1.5900 pada perdagangan sore harinya <GBP=D4>, memangkas penurunan awalnya yang turun ke level $1.5781 terhadap data CPI, level terendahnya sejak akhir Januari.   


• Kemudian memantul jauh dari support disekitar level $1.5786, 38.2 percent retracement dari kenaikan Mei 2010 ke Mei 2011, dibantu oleh aksi jual pada euro pada perdagangan sorenya.    


• Inflasi Inggris melemah tidak seperti ekspektasi pada bulan Juni dan trade gap melebar, mencatatkan lebih banyaknya pelemahan pada ekonomi dan memberikan dukungan pada Bank of England yang ingin mempertahankan tingkat suku bunga pada level terendahnya.   


• Sejak rilis pelemahan data industrial output dan konstruksi minggu lalu, ekonom telah membuat prediksi pertumbuhan yang sangat rendah atau bahkan kontraksi pada kuartal kedua tahun 2011. 

Tuesday, July 12, 2011

Headline News 12.07.11




U.S. & GLOBAL 


• Wall Street mencatatkan penurunan terbesarnya dalam sebulan Senin lalu karena kekhawatiran mengenai kurangnya kemajuan pada budget talks/pembicaraan bujet AS dan mengemukanya lagi krisis utang zona euro. Perluasan aksi jual menekan indeks S&P 500 mendekati level 100‐day moving average.    


• Indeks S&P 500 anjlok mendekati 2 persen dari mengemukanya kembali permasalahan krisis utang Eropa yang akan menyebar ke Italia. Ditambah kenaikan inflasi Cina dan kebuntuan pada pembicaraan bujet AS yang menyentak para investor setelah laporan pelemahan jobs Jumat lalu.    


• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> turun 151.44 poin, atau 1.20 persen, ke level 12,505.76. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> merosot 24.31 poin, atau 1.81 persen, ke level 1,319.49. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> berkurang 57.19 poin, atau 2.00 persen, ke level 2,802.62.   


• Permasalahan mengenai krisis utang Eropa dan ekonomi global membawa indeks utama Inggris merosot tajam Senin lalu, meninggalkan kekhawatiran investor dari penguatan earnings season untuk memulai kedepannya aksi beli pada ekuitas. The UK benchmark index <.FTSE> ditutup turun 61.42 poin atau 1.0 persen ke level 5,929.16, penutupan terendahnya sejak 29 Juni, memperluas pelemahan 1.1 persen dari hari sebelumnya ketika suramnya laporan jobs AS yang menekan optimisme bahwa ekonomi keluar dari kemerosotannya.   


• Euro merosot terhadap dollar AS dan mencapai level terendahnya terhadap Swiss franc Senin lalu karena kekhawatiran krisis utang pada zona euro yang dapat menembus Italia yang mendorong pada risk aversion.    


• Pejabat keuangan Uni Eropa mendiskusikan pilihan untuk menyelesaikan kembali krisis utang Yunani, ditambah tumbuhnya kekhawatiran ancaman menyebarnya ke Italia, ekonomi terbesar ketiga zona euro.  


• Euro anjlok ke level $1.3984 <EUR=>, level terendahnya dalam enam minggu. Telah anjlok 1.6 persen ke level $1.4032, penurunan harian terburuknya sejak 15 Juni.   


• Harga Treasury debt AS naik Senin lalu dan yield (benchmark note) turun dibahwa 3 persen karena kekhawatiran berkenaan permasalahan utang yang mendorong aksi beli safe‐haven pada obligasi pemerintah AS.    


• Emas naik Senin lalu dari ketakutan bahwa krisis utang Eropa menyebar ke Italia, tetapi risk‐averse selling diantara asset classes mendorong harga emas naik tertahan dari level tertingginya. Spot gold <XAU=> naik 0.3 persen ke level $1,547.76 per ons pada pukul 11:53 a.m. EDT (1553 GMT). Pada awal pembukaannya sempat menyentuh level tertinggi $1,556.59, yang mendekati level tertinggi dua bulannya.    


• Perak melemah 2 persen, mendapat tekanan diantara komoditas industri lainnya, karena investor melepas ekuitas dan memilih dollar dan Treasuri AS.


• Harga minyak mentah turun Senin lalu dalam perdagangan yang choppy karena permasalahan mengenai meluasnya krisis utang zona euro dan anjloknya impor crude Cina yang menyalakan kembali permasalahan mengenai perlambatan pemintaan.   U.S. August crude <CLc1> anjlok $1.05 untuk di settle ke level $95.15 per barrel, yang telah turun ke level terendahnya $94.14. Penurunan 3.57 persen dalam dua harinya adalah penurunan persentase terbesar dua harinya sejak anjlok 4.5 persen pada dua hari tanggal 24 Juni.


• Sterling anjlok ke level terendahnya dalam lima bulan terhadap dollar AS Senin lalu, dan merosot ke level terendahnya dalam tiga bulan terhadap yen, karena permasalahan bahwa Italia kemungkinan negara selanjutnya yang mendapat tekanan dari krisis utang zona euro yang mendorong investor untuk mencari safe‐haven currencies.   


• Pound melemah tajam karena stops yang dipicu pada pound‐yen pair <GBPJPY=R>, meskipun aksi beli oleh Inggris membantu mengangkatnya dari level terendahnya. Dengan data consumer price Selasa kemungkinan untuk membawa inflationary pressures/tekanan inflasi kembali mengemuka, penurunan pada sterling kemungkinan saat ini berada pada level $1.5881  ‐‐  the 61.8 percent retracement rally pound dari level terendahnya $1.5345 pada 28 Des. ke level tertingginya 28 Apr. di level $1.6747.   


• Sterling <GBP=D4> merosot 1 persen dalam hariannya ke level $1.5900, yang telah turun pada support sebelumnya level $1.5912  ‐‐  level terendahnya yang tercapai 28 Juni dan level dimana terjadi aksi beli pada bank sentral di Asia dan investor Timur Tengah.    


• Pertumbuhan ekonomi Inggris sangat tipis pada kuartal kedua dan perlambatan permintaan ekspor yang memperkirakan recovery yang rapuh, sebuah survei menunjukkan Senin lalu.  

Monday, July 11, 2011

Headline News 11.07.11



U.S. & GLOBAL 


• Pasar saham diseluruh dunia merosot Jumat lalu dan harga minyak mentah anjlok karena laporan yang suram mengenai pasar tenaga kerja AS yang mengecewakan investor yang mengekspektasi penguatan recovery pada ekonomi terbesar didunia tersebut.  


• Departemen tenaga kerja AS mengatakan non‐farm payrolls ‐‐ indikator utama pada pasar global – tumbuh hanya 18,000 bulan Juni, penguatan terlemah sejak bulan September, dan jauh dibawah ekspektasi ekonom dari kenaikan 90,000.


• Indeks saham AS S&P 500 merosot hampir 1.0 persen, menghapus kenaikannya dalam dua hari sebelumnya.  


• Di Wall Street, indeks Dow Jones industrial average <.DJI> turun 62.29 poin, atau 0.49 persen, ke level 12,657.20. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> anjlok 9.42 poin, atau 0.70 persen, ke level 1,343.80. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> berkurang 12.85 poin, atau 0.45 persen, ke level 2,859.81.  


• Harga saham global melemah dari kenaikan lima minggunya untuk menghadapi penurunannya. Saham‐saham Eropa turun karena sentimen negatif berasal dari laporan jobs AS yang ditambah kekhawatiran mengenai sektor perbankan zona euro di Yunani, Portugal dan Irlandia khususnya.  


• Harga obligasi bertenor 30‐tahun AS (U.S. Treasury bond) <US30YT=RR> naik setelah laporan payrolls bulan Juni yang dipicu inflasi yang jinak dan the Fed tetap mempertahankan tingkat suku bunga rendah untuk jangka panjang dari yang dipikirkan sebelumnya.


• Harga emas Jumat lalu mencatatkan kenaikan terbesar mingguannya sejak November 2009, dicapai setelah pelemahan laporan pasar tenaga kerja AS yang membuat mengemukanya kembali kekhawatiran mengenai ekonomi terbesar didunia tersebut dan mendorong pada safe‐haven buying. Spot gold <XAU=> menguat ke level tertinggi dalam dua minggunya $1,545.30 per ons, kemudian bertahan disekitar level $1,543 dalam sesi  terakhirnya, naik dari level $1,531.85 pada penutupan New York Kamis sebelumnya.  


• Pada pasar komoditas, harga U.S. crude oil futures <CLc1> ditutup turun 2.5 persen, paling banyak dalam dua minggunya, dan pada mata uang, dollar anjlok terhadap yen dan Swiss franc. U.S. crude <CLc1> anjlok $2.47, untuk di settle pada level $96.20 per barrel, dibawah front‐month crude's 30‐day moving average level $96.84, tetapi menghentikan level $95.60 pada intraday low. Dalam seminggu, U.S. crude meningkat 1.33 persen, kenaikan dalam rangkaian dua minggunya.  


• Dollar AS merosot ke level terendahnya 80.48 yen <JPY=> mengikuti rilis data jobs, dari level tertinggi hariannya 81.48 yen. Terhadap Swiss franc <CHF=>, the greenback terakhir diperdagangkan melemah 0.9 persen ke level 0.8367 francs.  


• Sterling mengalami rebound terhadap dollar AS Jumat lalu, setelah banyaknya pelemahan dari perkiraan data jobs AS yang mendorong investor yang sebelumnya yakin terhadap the greenback/dollar AS untuk membalikkan posisinya.   


• Sterling menguat ke level tertingginya $1.6078 <GBP=D4>, membalikkan penurunan awalnya, dengan investor saat ini mentargetkan level tertingginya 6 Juli $1.6090. Posisi jual juga membantu pound naik terhadap euro, dengan mata uang tunggal tersebut anjlok 1 persen ke level 88.94 pence <EURGBP=D4>.   


• Industri konstruksi Inggris berjuang untuk bertumbuh pada bulan Mei, menambah tanda‐tanda bahwa ekonomi stagnan dalam kuartal kedua, sementara itu high factory‐gate inflation mencatatkan kenaikan harga berikutnya pada konsumen. 

Friday, July 8, 2011

Headline News 08.07.11



U.S. & GLOBAL 


• Bursa saham AS ditutup naik tajam dan indeks Nasdaq mencatatkan rangkaian kenaikan dalam delapan harinya Kamis lalu karena membaiknya pasar tenaga kerja dan penjualan ritel yang menjadikan hari optimisnya sebelum laporan jobs bulan Juni. Nasdaq naik 8.3 persen dalam delapan hari, yang mana merupakan kinerja terbaiknya dalam delapan hari yang telah berjalan dua tahun.   


• Berdasarkan data terakhir indeks Dow Jones industrial average <.DJI> meningkat 93.47 poin, atau 0.74 persen, untuk ditutup 12,719.49. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> naik 14.00 poin, atau 1.05 persen, untuk ditutup 1,353.22. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> melejit 38.64 poin,
atau 1.36 persen, untuk ditutup 2,872.66.   


• Saham‐saham komoditas membawa indeks Britain's FTSE 100 menguat tajam Kamis lalu, karena data jobs AS mendorong confidence bahwa ekonomi terbesar didunia itu menunjukkan tanda‐tanda penguatannya dalam semester kedua ini.     


• Euro naik terhadap dollar AS Kamis lalu, menekan penurunan dua harinya, setelah Presiden ECB Jean‐Claude Trichet mengatakan bank sentral
akan relax rules/mengendurkan peraturan dan melanjutkan untuk menyediakan likuiditas untuk Portugal, membantu meredakan kekhawatiran mengenai krisis utang Eropa. Pada penutupan perdagangan New York, euro <EUR=> diperdagangkan pada level $1.4352, meningkat 0.3 persen dalam hariannya dan jauh diatas level terendahnya $1.4219 yang terjadi setelah Trichet memulai news conference‐nya.   


• Harga Treasuri AS merosot Kamis lalu karena didorong data jobs sektor swasta dan European Central Bank mendukung untuk mengurangi utang Portugal yang mengurangi kekhawatiran mengenai ekonomi dan permasalahan sovereign fiscal di Eropa.   


• Harga emas menguat Kamis lalu, tetapi bertahan mendekati level $1,530 per ons dari didepannya laporan penting dari laporan jobs AS bulan Juni.
Spot gold <XAU=> berada pada level $1,529.36 per ons pada pukul 12:46 p.m. EDT (1646 GMT) terhadap $1,527.50 pada penutupan New York
Rabu sebelumnya. U.S. gold <GCv1> untuk pengiriman bulan Agustus berada pada level $1,531.10, yang naik $1.1.     


• Harga minyak mentah melejit Kamis lalu merupakan kenaikan persentase terbesarnya dalam dua bulan, melampaui kenaikan tertingginya dalam tiga minggu karena data AS pada jobless claims dan penjualan ritel menguat dari ekspektasi, naik dari harapan bahwa recovery ekonomi mendapatkan dorongan traksi. U.S. August crude <CLc1>, naik hanya $2.02, atau 2.1 persen, untuk di settle pada level $98.67, menghentikan level tertinggi hariannya $99.42 – harga intraday tertingginya sejak 15 Juni. 


• Sterling anjlok terhadap dollar AS Kamis lalu, menekan kenaikan pada awalnya, karena investor berspekulasi bahwa Bank of England
kemungkinan mempertimbangkan banyaknya stimulus moneter untuk mendukung kerapuhan ekonomi Inggris untuk mulai adanya kenaikan.  


• Sterling <GBP=D4> merosot 0.1 persen dalam hariannya ke level $1.5980, yang dipicu stop‐loss orders dengan break level $1.5960 pada awalnya di Asia untuk sempat mencapai level terendahnya $1.5944.    


• Manufacturing output Inggris naik ke pertumbuhan tercepatnya yang lebih dalam satu tahun pada bulan Mei karena factories/pabrik‐pabrik menggenjot output‐nya setelah Royal Wedding‐yang berhubungan dengan penurunan pada April, data resmi menunjukkan Kamis lalu.   


• Bank of England tetap mempertahankan tingkat suku bunganya pada level terendahnya Kamis lalu seperti ekspektasi dan kemungkinan tetap berada pada level ini hingga sisa tahun ini karena perjuangan ekonomi untuk mendapatkan momentum.  


• Rilis data hari ini sore harinya didominasi oleh PPI untuk bulan Juni

Thursday, July 7, 2011

Headline News 07.07.11



U.S. & GLOBAL

• Saham‐saham transportasi diantara yang menonjol pada sesi flat dari bursa saham AS Rabu lalu. Perluasan kenaikan dibatasi karena penurunan peringkat utang Portugal yang menekan saham‐saham perbankan, sementara itu kenaikan tingkat suku bunga Cina tampak sebagai suatu kekhawatiran bagi para investor.    


• Data penutupan, dengan indeks Dow Jones industrial average <.DJI> naik 56.15 poin, atau 0.45 persen, untuk ditutup level 12,626.02. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> meningkat 1.34 poin, atau 0.10 persen, untuk berada pada level 1,339.22. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> bertambah 8.25 poin, atau 0.29 persen, menuju level 2,834.02.   


• Kenaikan indeks FTSE 100 dalam rangkaian delapan harinya terhenti Rabu lalu karena kekhawatiran berkenaan penyebaran efek utang di Eropa dan outlook permintaan di Cina yang menekan saham perbankan dan komoditas.     


• Euro merosot terhadap dollar AS dalam rangkaian dua harinya Rabu lalu karena kenaikan tingkat suku bunga Cina menambah permasalahan pertumbuhan global dengan pasar telah terkesima dari penurunan peringkat utang Portugal menuju junk (sampah). Pada perdagangan terakhir New York, euro <EUR=> anjlok 0.8 persen ke level $1.4311, level terendahnya sejak 28 Juni. Mata uang tunggal tersebut telah turun 1.5 persen dalam dua hari terakhirnya dari harga penutupan.    


• Harga obligasi AS naik Rabu lalu karena penurunan peringkat obligasi Portugal menjadi junk status (sampah) yang menghidupkan kembali permasalahan utang Eropa yang dapat bergejolak, mendorong permintaan safe‐haven untuk obligasi pemerintah yang rendah resiko.


• Harga emas menguat dalam tiga harinya, naik ke level tertinggi dua minggunya setelah kenaikan tingkat suku bunga Cina yang membawa permasalahan inflasi mengemuka dan kekhawatiran utang zona euro yang mendorong permintaan safe‐haven buying. Spot gold <XAU=> menguat $1,529.94 per ons pada pukul 2:50 p.m. EDT (1850 GMT) dari $1,515.70 pada penutupan New York Selasa lalu. Awalnya telah mencapai level puncaknya dalam dua minggu $1,533.45.    


• Harga minyak mentah AS (crude oil futures) melemah dalam penutupannya setelah data dari American Petroleum Institute menunjukkan persediaan domestik crude turun 3.2 juga barrel minggu lalu, lebih besar dari ekspektasi. U.S. crude <CLc1> berkurang 24 sen untuk berada pada level $96.65 per barrel, yang telah melewati level terendahnya $95.90 untuk ditutup diatas kontrak bulan Agustus pada level $96.26 dalam 200‐ day moving average.

• Sterling melemah terhadap meluasnya penguatan dollar AS Rabu lalu, mencatatkan penurunan pada euro versus mata uang AS karena kenaikan tingkat suku bunga Cina dan kekhawatiran krisis utang zona euro membawa investor untuk melepas mata uang beresiko dan mencari safety pada the greenback/dollar AS.   


• Pada perdagangan terakhir di London, sterling <GBP=D4> anjlok lebih dari setengah persen dalam hariannya ke level terendahnya $1.5947. Akselerasi penurunan karena euro turun sekitar 1 persen terhadap dollar AS <EUR=>, sebelum memangkas beberapa penurunannya.   


• Perekrutan pada lowongan permanen Inggris berada dalam level terendahnya yang hampir dalam dua tahun pada bulan Juni, sebuah survei menunjukkannya Rabu lalu, menambah kekhawatiran mengenai kekuatan dari recovery ekonomi.   


• Hari ini data penting yang dirilis seperti industrial dan manufacturing production basis bulanan juga tahunannya. Ditambah tingkat suku bunga yang diprediksi unchanged.  

Wednesday, July 6, 2011

Headline News 06.07.11

U.S. & GLOBAL 


• Bursa saham dunia anjlok dari level tertingginya dalam lima minggu Selasa lalu dan euro merosot dari meluasnya permasalahan mengenai outlook ekonomi global dan lembaga pemeringkat besar menurunkan peringkat obligasi Portugal menjadi junk status (sampah).


• Bursa saham AS ditutup dalam volume perdagangan yang tipis yang kebanyakan flat dalam pergerakan Selasa lalu karena investor menekan harga setelah kenaikan minggu lalu, meskipun berlanjutnya volume perdagangan yang tipis dapat melanjutkan perdagangan yang choppy.    


• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> turun 12.90 poin, atau 0.10 persen, ke level 12,569.87. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> anjlok 1.79 poin, atau 0.13 persen, ke level 1,337.88. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> naik 9.74 poin, atau 0.35 persen, ke level 2,825.77.    


• Bursa saham Eropa <.FTEU3> ditutup sedikit menguat ke level 1,122.23 poin. Emerging market stocks <.MSCIEF> berkurang 0.3 persen.  


• Euro melemah 0.8 persen ke level $1.4419 <EUR=EBS>, setelah mencapai level terendah hariannya $1.4395 pada data Reuters, menekan kenaikan dalam enam harinya berturut‐turut. Swiss francs telah anjlok juga 1.6 persen ke level 1.2128 <EURCHF=EBS>.  


• Kekhawatiran terkini bahwa kebanyakan eleman paling parah dari krisis utang Eropa adalah menyebarnya pengaruh tersebut, termasuk penurunan peringkat obligasi Portugal menjadi junk (sampah), menyalakan kembali ketertarikan pada Treasuri AS sebagai safe‐haven dan berakhirnya aksi jual dalam lima harinya. Obligasi bertenor 10‐tahun AS <US10YT=RR> naik 12/32 dengan yield sebesar 3.14 persen, turun dari 3.18 persen pada penutupan Jumat lalu.    


• Harga emas naik mendekati 2 persen Selasa lalu, karena risk‐averse investors yang melakukan aksi beli emas berkenaan dengan outlook ekonomi Cina dan mengemukanya kembali kekhawatiran mengenai krisis utang Yunani. Spot gold <XAU=> diperdagangkan pada level $1511,05 per ons pada pukul 1:23 p.m. EDT (1723 GMT), terhadap $1495,54 pada penutupan New York Senin lalu. U.S. gold futures untuk pengiriman bulan Agustus <GCv1> menguat $29.50 per ons ke level $1512,10, terjadi kenaikan 1.99 persen.   


• Harga minyak mentah meningkat ke level tertingginya dalam dua minggu Selasa lalu, dibantu oleh meluasnya kembali serbuan pada pasar komoditas yang dimulai pada kuartal ketiga dan perkiraan pada pengetatan pasar dalam bulan‐bulan kedepannya. U.S. crude <CLc1> ditutup menguat $1.95, atau 2.05 persen, ke level $96.89 per barrel.  


• Sterling naik terhadap dollar AS dan euro Selasa lalu setelah data sektor jasa Inggris mengejutkan untuk naik dan mendorong aksi beli diantara investor, meskipun kemudian kenaikan terlihat terbatas dari keseluruhan outlook yang suram dari pertumbuhan ekonomi.  


• Sterling melonjak hampir satu sen dalam level tertinggi hariannya $1.6128 terhadap dollar AS <GBP=D4> setelah data karena investor bergegas untuk menutupi posisi jual pound yang diantisipasi dari pelemahan data PMI.   


• Sektor jasa Inggris berkinerja lebih baik dari ekspektasi pada bulan Juni tetapi pertumbuhan tidak cukup kuat untuk menghasilkan banyak pekerjaan,sebuah survei purchasing managers menunjukkannya Selasa lalu.   


• Housebuilders Inggris melaporkan penjualan yang positif pada minggu baru‐baru ini, menambah sinyal pada stabilisasi dalam pasar perumahan dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi.   


• Sektor jasa Irlandia bertumbuh pada jalur tercepatnya dalam empat bulan pada bulan Juni dari kenaikan pemintaan ekspor, tetapi employment turun dan perusahaan‐perusahaan memangkas harga ditengah melemahnya permintaan domestik, survei menunjukkanny

Tuesday, July 5, 2011

Headline News 05.07.11



U.S. & GLOBAL 


• Bursa saham dunia menguat ke level tertingginya dalam 4‐1/2 minggu Senin lalu karena investor bertumbuh kepercayaannya mengenai prospek ekonomi global setelah Yunani terhindar dari debt default (gagal bayar utang pertamanya) dan data mencatatkan perlambatan yang moderat pada pertumbuhan (ekonomi) Cina.   


• Selama akhir pekan, menteri keuangan zona euro menyetujui cicilan 12 milyar euro untuk membantu Yunani dan mengatakan rincian paket bantuan kedua yang akan diputuskan pertengahan September.   


• Tetapi euro menghapus kenaikannya setelah lembaga pemeringkat Standard & Poor's mengatakan rencana debt rollover membuat pertimbangan pada Yunani masih berada pada negara yang masuk dalam "selective default".  


• Indeks MSCI world equity <.MIWD00000PUS> meningkat 0.47 persen untuk mencapai level tertingginya sejak 1 Juni.  Indeks benchmark tersebut telah naik lebih dari 5 persen minggu lalu, kenaikan mingguan terbesarnya sejak Juli 2010.   


• Bursa saham Eropa <.FTEU3> bertambah 0.2 persen sementara itu emerging stocks <.MSCIEF> naik 1 persen, dibantu dari kenaikan bursa saham Shanghai <.SSEC> yang melejit mendekati 2 persen.   


• Pasar saham AS ditutup karena liburan Independence Day.   


• U.S. crude <CLc1> naik 6 sen ke level $95 per barrel, dengan total volume perdagangan kurang dari 5 persen pada 30‐day average. Semua transaksi New York Mercantile Exchange hari Senin akan didaftarkan hari Selasa karena liburan July 4.  


• Euro merosot 0.2 persen ke level $1.4514 <EUR=> setelah S&P menekan rally dari euro, yang mana juga menekan dukungan dari ekspektasi bahwa European Central Bank akan menaikkan tingkat suku bunga pada policy meeting (Kamis) minggu ini.   


• Bund futures <FGBLc1> meningkat 12 ticks.   


• Harga emas naik 0.6 persen Senin lalu karena investor melakukan aksi beli karena pelemahan harga logam mulia ke level terendahnya dalam
enam minggu pekan lalu dan pada ekspektasi euro akan memperluas kenaikannya terhadap dollar AS.     


• Spot gold <XAU=> diperdagangkan pada level $1495,20 per ons pada pukul 1543 GMT, terhadap level $1485,80 pada penutupan New York Jumat lalu. U.S. gold futures untuk pengiriman bulan Agustus naik $13.30 per ons ke level $1495,90.    


• Dollar AS <.DXY> secara luas stabil terhadap basket of major currencies.   


• Membaiknya hasrat pada resiko dan berakhirnya program pembelian obligasi oleh the Fed mengurangi permintaan pada Treasury bonds AS, dengan yields untuk obligasi 10‐tahun <US10YT=RR> menguat 3.18 persen, mendekati level tertingginya yang hampir dua bulan dan menambah kenaikan lebih dari 30 basis poin.  


U.K. 


• Sterling menghapus kenaikannya versus dollar AS Senin lalu, karena gambaran ekonomi Inggris (industri konstruksi) akan melanjutkan tekanan pada pound dari level tertinggi hariannya setelah memudarnya permasalahan mengenai debt default Yunani yang mendorong aksi jual pada mata uang beresiko tinggi sebelumnya.   


• Sterling flat dalam hariannya pada level $1.6065 <GBP=D4>, merosot dari level tertingginya $1.140.   


• Kekurangan uang pemerintah seharusnya dibelanjakan pada perawatan orang tua/lansia menurut proposal Senin lalu yang akan dibatasi pertama
kalinya pada sejumlah orang yang telah dibayar untuk membantu para lansia/orang tua.   


• Biaya untuk individu seharusnya disekitar 35000 pounds ($55,950), komisi pemerintah melaporkannya, dalam proposal bahwa akan membelanjakan pendapatan negara sampai dengan 2.2 milyar pounds.   


• Industri konstruksi Inggris mendapat tekanan pada bulan Juni dan perusahaan‐perusahaan sedikit optimistik mengenai outlook, survei bulanan disekitar purchasing managers yang ditunjukkan Senin lalu. 

Monday, July 4, 2011

Headline News 04.07.11

US & GLOBAL


• Indeks saham dunia berlanjut naik pada hari Jumat didukung oleh rilis positif melempaui ekspektasi data manufaktur AS bulan Juni, namun melemahnya data produksi industri di Asia menyebabkan turunnya harga minyak. Indeks saham Eropa ditutup pada level tertinggi dalam 1 bulan dan ketiga indeks saham utama Wall Street melonjak lebih dari 1% melanjutkan sentimen positif aset beresiko yang terinspirasi dari voting parlemen Yunani untuk langkah penghematan (austerity measures).


• Rilis positif dara manufaktur AS dan hasil voting parlemen Yunani yang sesuai harapan pasar menyebabkan investor kembali ke aset‐aset beresiko dan meninggalkan aset safe‐haven – sehingga menyebabkan turunnya harga obligasi pemerintah AS. Bangkitnya optimisme dari rilis data ekonomi AS akan meningkatkan harapan pasar bahwa ekonomi negara terbesar di dunia tersebut pulih dari tekanannya baru‐baru ini.
Ekonom mengatakan ekonomi telah melewati titik kritis dan pertumbuhan terlihat siap untuk melanjutkan tingkatnya ke atas 3% lebih pada semester kedua tahun ini.


• Tiga indeks (Wall Street) mengalami persentase kenaikan terbesar dalam basis mingguan sejak Juli 2009 – indeks Dow naik 5,4%, S&P500 melonjak 5,6% dan Nasdaq naik 6,2% minggu lalu. Di Eropa, indeks saham FTSEurofirst 300 ditutup naik 0,76% akhir minggu kemarin.


• Sementara harga benchmark obligasi AS yang bertenor 10 tahun <US10YT=RR> turun 9/32 setelah rilis data manufaktur AS, memicu kenaikan yield‐nya hingga 3,1935%.


• Harga emas <XAU=> jatuh hingga $1,478.78/ounce Jumat kemarin, level terlemah sejak 17 Mei, menyusul redanya uncertainty dan kekhawatiran pasar pasca persetujuan paket penghematan oleh parlemen Yunani Kamis minggu lalu.


• Mulai bangkitnya minat investor terhadap aset‐aset beresiko juga terindikasi lewat kenaikan harga obligasi indeks subprime‐mortgage (hipotek‐ ABX index) pada hari Jumat. Kenaikan indeks tersebut dipicu oleh perkembangan positif dalam krisis utang Yunani dan oleh penundaan lelang produk Maiden Lane II dari NY‐Fed, demikian menurut berita yang dilansir Thomson Reuters.


• Portofolio Maiden Lane II dibuat ketika terjadi krisis keuangan yang cukup besar untuk menyerap sekuritas hipotek berisiko – disitilahkan dengan "private‐label" – dari AIG, agar dapat mencegah keruntuhan perusahaan asuransi terbesar di dunia tersebut.


• Namun, perlu dicermati bahwa kekhawatiran investor belum hilang terhadap prospek pemulihan ekonomi global karena data manufaktur dari negara‐negara lain cenderung lebih tertekan. Di Asia dan Eropa saja, indeks manufaktur (PMI) periode Juni mereka masing‐masing turun ke sekitar level terendah beberapa bulan karena merosotnya demand di pasar internasional dan dimulainya siklus kenaikan suku bunga di masing‐ masing wilayah.


• Harga minyak mentah berjangka AS <CLc1> turun hampir 0,4% ke areal $94,75/barel pasca penutupan NY Jumat, setelah terpukul ke level day low $93,45 dipengaruhi oleh pertumbuhan indeks manufaktur Cina yang berada dalam kapasitas terlambannya selama 28 bulan – padahal Cina adalah konsumen terbesar di dunia bahan baku.


• Dolar AS menguat secara global setelah rilis data ISM Manufaktur Juni AS, tetapi kemudian menghapus kenaikannya untuk bergerak relatif stabil terhadap mata uang utama dunia. EURUSD Jumat kemarin terakhir diperdagangkan pada level $1,4520, atau naik sekitar 0,1% pada hari itu.
Namun mata uang tunggal Eropa tersebut telah mencatat penguatan lebih dari 2% sepanjang minggu kemarin, merupakan kinerja terbaiknya terhadap dolar sejak Januari.


• Investor sedang berada pada arus balik untuk kembali secara bertahap ke aset‐aset berisiko. Jajak pendapat Reuters menunjukkan alokasi investor ke aset global terlah mendorong peningkatan holdings untuk ekuitas pada bulan Juni, yang merupakan pertama kalinya sejak Januari.


• Untuk minggu ini, pasar akan fokus pada pertemuan ECB yang diperkirakan akan melanjutkan kenaikan suku bunganya dari levelnya saat ini. Dari AS, akan dinantikan data tenaga kerja periode Juni yang akan menjadi kunci dalam menentukan apakah gelombang negatif data ekonomi AS sudah berakhir atau belum.


• Makin besarnya arus minat investor terhadap aset beresiko akan terindikasi lewat tekanan pada harga obligasi pemerintah AS, terutama benchmark‐nya yang bertenor 10 tahun, bertepatan setelah The Fed baru saja mengakhiri program QE‐2 (berupa program pembelian obligasi)
senilai $600 milyar.


GOLD & COMMODITIES


• Emas melemah lebih dari 1 persen Jumat lalu ke level terendahnya dalam enam minggu, terpukul oleh anjloknya harga minyak mentah, naiknya dollar AS versus currency basket, dan persetujuan Yunani pada paket austerity, yang mana memangkas ketertarikan pada logam mulia sebagai haven from risk/berlindung dari resiko.  


• Spot gold <XAU=> anjlok ke level terendahnya $1481,70 per ons, level terendahnya sejak 17 Mei, dan diperdagangkan pada level $1483,24 per ons pada pukul 1401 GMT, terhadap level $1499,60 pada penutupan New York Kamis sebelumnya. U.S. gold futures untuk pengiriman bulan Agustus <GCv1> turun $19.10 ke level $1483,70.  


• Logam mulia berada dibawah tekanan karena dollar index rebound dan U.S. crude futures <CLc1> melemah lebih dari $2 per barrel Jumat lalu setelah kekecewaan pada data ekonomi dari Cina, dimana factory output bulan Juni tumbuh pada level terlemahnya dalam 28 bulan.  


• Spot platinum <XPT=> diperdagangkan pada level $1709,99 per ons versus $1720,15, sementara itu spot palladium <XPD=> berada pada level $752.47 per ons terhadap $752.25.  


• Silver <XAG=> diperdagangkan pada level $33.69 per ons terhadap level $34.6

Friday, July 1, 2011

Headline News 01.07.11





US & GLOBAL 


• Kekhawatiran terhadap krisis utang Yunani dan Eropa sementara mulai terbenam, mereka yang tadinya memilih posisi sidelined (mengamati pasar tanpa melakukan transaksi) kembali mulai memutar dananya.


• Indeks saham dunia naik ke puncak tertinggi selama 1 bulan dan mata uang euro pun berhasil menutup perdagangan dengan menguat dalam 2 kuartal berturut‐turut terhadap dolar pada hari Kamis setelah Yunani menyetujui langkah‐langkah penghematan tahap akhir diperlukan untuk melancarkan pendanaan internasional dan mencegah kebangkrutan.


• Rilis positif di luar dugaan indeks manufaktur regional AS periode Juni juga turut meredam kekhawatiran pasar terhadap perlambatan ekonomi akhir‐akhir ini, memicu kenaikan saham AS dalam rally terbesarnya untuk 4 harian sejak September dan mengurangi minat investor untuk aset‐aset safe haven seperti obligasi pemerintah AS di hari terakhir kuartal kedua tersebut.


• Harga obligasi negara AS turun dalam 4 hari berturut‐turut saat The Fed mengakhiri program stimulus ekonomi (quantitative easing 2/QE‐2) berupa pembelian obligasi bernilai $600 milyar.


• Di Asia, bursa saham berpotensi dibuka menguat hari ini setelah indeks Nikkei di bursa berjangka pasar Chicago naik 0,3% <NKU1>.


• Indeks saham dunia dari MSCI kemarin naik 1,3% ke level tertinggi sejak 2 Juni. Indeks utama Wall Street naik di tengah rally bursa di akhir kuartal kedua, dan ada harapan rally tersebut akan berlanjut di bulan Juli.


• Untuk kuartal kedua sejumlah indeks saham utama global ditutup beragam. Indeks S&P500 dan nasdaq masing‐masing ditutup melemah 0,4% dan 0,3%. Sementara indeks Dow Jones menutup perdagangan kuartal ke‐2 dengan kenaikan 0,8%, demikian dengan indeks saham Eropa, FTSEurofirst 300 <FTEU3.>, yang ditutup naik 1,1%. Indeks saham perbankan Eropa, Stoxx 600 <SX7P.>, pun mampu menutup perdagangan kuartal ke‐2 dengan positif, naik 2%.


• Kamis kemarin, EURUSD mengalami kenaikan hingga 1,4538 dan menutup perdagangan kuartal ke‐2 dengan kenaikan 2,3%  ‐  merupakan kenaikan kuartalannya berturut‐turut sepanjang 2011. Sepanjang 2011 ini, EURUSD pun masih mencatat kenaikan 8,4%, meskipun sempat mengalami penurunan demand signifikan belakangan ini karena meningkatnya ketidakpastian di Eropa. Namun penguatan dalam 2 kuartal ini merupakan bukti masih kuatnya pijakan euro untuk jangka waktu yang lebih panjang, setidaknya dalam tahun ini hingga memasuki tahun depan kami perkirakan euro masih akan berpotensi mengalami akselerasi rally.


• Harga tembaga, yang merupakan komoditas logam industri utama, berakhir naik di level tertingginya 2 bulan kemarin karena mulai bangkitnya minat pasar terhadap aset‐aset beresiko tinggi (risk appetite). Harga tembaga di bursa komoditas logam berjangka London <CMCU3> ditutup pada level $9,430 per ton – harga tertinggi sejak akhir April. Goldman Sachs dalam laporan risetnya memproyeksikan terjadi reversal (pembalikan) dari aksi sell‐off di pasar komoditas belakangan ini, setelah melihat indikasi sejumlah harga bahan mentah menembus areal tertingginya untuk basis bulanan. 


• Melemahnya dolar saat ini juga turut mengangkat harga minyak mentah di bursa berjangka AS <CLc1> yang bertahan di atas areal $95‐an/barel, meskipun untuk perdagangan kuartal ke‐2 tahun ini masih mengalami penurunan sekitar 10%  ‐ kapasitas penurunan terbesarnya sejak kuartal ke‐4 tahun 2008. Brent <LCOc1> mentah ditutup pada level $112,48/barel, dan juga turun hampir 4,9% untuk basis kuartalan. Goldman Sachs memproyeksikan harga minyak mentah brent akan mencapai $130/barel dalam 12 bulan ke depan.  


• Parlemen Yunani telah menyutujui program penghematan besar (austerity measure) Yunani, termasuk segala rincian dari realisasi penghematan tersebut serta langkah privatisasi yang disyaratkan oleh kreditur internasionalnya, Uni Eropa dan IMF, untuk pencairan dana talangan darurat dalam rangka menghindari default (gagal bayar) utang Yunani yang akan jatuh tempo Juli ini. Harapan lain untuk kelanjutan kenaikan suku bunga Eropa pada pertemuan moneter ECB minggu depan, yang didukung oleh komentar dari presiden ECB Jean‐Claude Trichet, akan memicu potensi
penguatan euro lebih lanjut. 


GOLD & COMMODITIES 


• Emas melemah Kamis lalu, meskipun masih berada dalam rangkaian kenaikan 11 kuartalannya, karena bertumbuhnya keyakinan investor bahwa Yunani akan menghindari gagal bayar utangnya yangmenekan safe‐haven assets.   


• Euro menjaga kenaikannya terhadap dollar AS setelah pemerintah Yunani melewati law untuk memaksakan pemangkasan bujet yang mendalam untuk menyelamatkan emergency bailout dan menghindari default/gagal bayar pertama kalinya utang pada zona euro.   


• Emas telah melewati tiga bulan keuntungan besarnya dari kekhawatiran investor pada potensi Yunani yang mempengaruhi ekonomi zona euro, bencana (tiga kali lipat) pada Jepang dan pertumbuhan outlook untuk ekonomi global.   


• Spot gold <XAU=> merosot 0.5 persen ke level $1503,81 per ons pada pukul 1412 GMT setelah naik dalam rangkaian dua harinya berturut‐turut. U.S. gold <GCcv1> anjlok 0.4 persen ke level $1504,30.   


• Spot palladium <XPD=>mengalami outperformed pada kelompok logam mulia, yang naik 1.3 persen ke level $755.97, tetapi masih menyisakan rangkaian penurunan dalam dua bulannya. Palladium masih berkinerja terburuk pada logam mulia tahun ini, anjlok lebih dari 5 persen sejauh ini.  


• Platinum <XPT=> terakhir merosot 0.4 persen ke level $1717,74 per ons, yang telah tertekan ke level terendahnya dalam tiga bulan pada minggu ini dan mengalami penurunan pertama kalinya dalam setahun, berkurang 2.7 persen dalam tiga bulan keduanya pada tahun 2011

Wednesday, June 29, 2011

Headline News 29.06.11



US & GLOBAL 


• Bursa saham dunia berlanjut naik sekitar 1% dan euro juga berlanjut rebound pada hari Selasa di tengah harapan positif menjelang voting parlemen Yunani untuk program penghematan besar (austerity measures) dan rencana perbankan Perancis untuk memperpanjang kepemilikan aset‐aset obligasi Yunani yang telah jatuh tempo dalam rangka menyelamatkan Yunani dari krisis utangnya.


• Meningkatnya aksi investor ‘kembali ke aset‐aset beresiko tinggi’ seperti ekuitas dan komoditas – yang membuat lelang obligasi AS bertenor 5 tahun terancam mengalami penurunan demand – menyebabkan penurunan harga obligasi AS dan memicu kenaikan saham‐saham, menyusul meningkatnya optimisme bahwa parlemen Yunani akan setuju mengadopsi rencana penghematan fiskal yang dibutuhkan untuk memperoleh bantuan keuangan penting dari dana internasional – meskipun dibayangi oleh terus meningkatnya demonstrasi jalanan di Athena.


• Dalam indikasi sebelum musim rilis laporan keuangan kuartalan perusahaan, saham Nike Inc. naik 10,1%  sehari setelah melaporkan laba kuartal keempat di atas ekspektasi, sambil memberikan indikasi kuatnya pesanan (order) untuk masa depan.


• Indeks MSCI untuk saham dunia naik 1,1%, sementara indeks Nikkei di bursa berjangka AS <NKc1> naik 1,1%.


• Di Athena, aksi demonstrasi mulai mengarah anarkis dengan saling melempar batu dan mulai terlihat aksi pembakaran sejumlah tong sampah dan sebuah truk telekomunikasi di luar Parlemen. Sementara polisi antihuru‐hara mulai menembakkan gas air mata untuk membubarkan mereka seiring dengan semakin dekatnya waktu pelaksanaan voting Parlemen (Rabu & Kamis)    untuk rencana penghematan besar. Serikat buruh memulai pemogokan 48‐jam sebagai bentuk protes terhadap syarat Uni Eropa/IMF untuk mengucurkan dana talangan ke Yunani.


• Program penghematan tersebut meliputi pemangkasan spending, kenaikan pajak serta privatisasi yang diperlukan oleh para pemberi pinjaman internasional sebagai harga untuk bantuan keuangan lebih lanjut. Sementara perbankan dan perusahaan asuransi Zona Eropa sedang mempertimbangkan rencana yang digariskan oleh Presiden Prancis Nicolas Sarkozy pada Senin dimana para pemegang obligasi swasta akan menginvestasikan kembali setengah dari hasil utang Yunani yang jatuh tempo ke obligasi baru bertenor 30 tahun dengan bunga 5,5% ditambah bonus terkait dengan pencapaian tingkat pertumbuhan ekonomi Yunani.


• Kabar terkini dari Eropa mengangkat EURUSD karena maredam kekhawatiran terhadap kemungkinan default (gagal bayar) di Zona Eropa.
Harapan optimis terhadap resolusi Yunani dan melemahnya dolar AS pun memicu kenaikan harga komoditas, termasuk minyak mentah. Harga minyak crude di pasar berjangka AS <CLc1> meningkat hampir 3%.  


• Namun analis mengingatkan bahwa kenaikan aset‐aset beresiko tinggi ini akan terbatas karena suksesnya dana talangan lanjutan ke Yunani saat ini, menurut mereka, hanya akan menunda default saja mengingat beban utangnya begitu besar.  


• Meningkatnya harapan optimis untuk Yunani saat ini pun meredam safety‐bid investor di pasar Treasury AS – yang menyebabkan turunnya harga obligasi AS bertenor 10 tahun yang mendorong yield‐nya kembali di atas 3%. 


GOLD & COMMODITIES 


• Emas naik kembali diatas level $1500 per ons di Eropa Selasa lalu, diikuti oleh penurunan dalam tiga harinya, karena harapan bahwa krisis utang Yunani kemungkinan mengandung tekanan pada risk aversion dan membantu euro untuk mendapatkan kembali kenaikan dari penurunannya.   


• Harga masih dalam kisaran sempit karena trader melihat kejelasan dari utang zona euro dan petunjuk yang akan datang mengenai euro. Emas mendekati hubungannya terhadap fluktuasi pasar mata uang, karena seringkali diperdagangkan sebagai mata uang.   


• Spot gold <XAU=> naik   0.5 persen dalam hariannya ke level $1504,19 per ons pada pukul 1454  GMT, U.S. gold futures untuk pengiriman bulan Agustus <GCv1> meningkat $  9.20 per ons ke level $1505,60  .    


• Euro telah tertekan dalam minggu baru‐baru ini dari kekhawatiran krisis utang Yunani yang dapat 
mengganggu zona euro. Jika permasalahan ini hilang euro dapat mengalami recover, yang menguntungkan emas meskipun kenyataannya bahwa ini akan menekan safe‐haven bid‐nya.


• Di antara logam mulia lainnya, silver <XAG=> meningkat 1.2 persen ke level $33.95 per ons, sementara itu platinum <XPT=> naik 1 persen ke level $1688,74 per ons dan palladium <XPD=> menguat 1 persen ke level $732.47.   


• Emas putih telah mendapat tekanan yang signifikan dari penurunannya baru‐baru ini dalam komoditas industri, dengan platinum menyentuh level terendahnya dalam 3‐1/2 bulan dan palladium mendekati level terendahnya dalam enam minggu Senin lalu.