title cover

title cover

Tuesday, August 23, 2011

Headline News 23.08.11



U.S. & GLOBAL 


• Bursa saham AS berjuang untuk sedikit menguat Senin lalu setelah empat minggu penurunannya, sementara itu harga Brent crude merosot dari prospek civil war di Libya akan segera berakhir dan memulihnya ekspor minyak dari negara Afrika Utara.  


• Pada bursa Wall Street, indeks Dow Jones industrial average <.DJI> meningkat 37.00 poin, atau 0.34 persen, ke level 10,854.65. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> naik 0.29 point, atau 0.03 persen, ke level 1,123.82. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> bertambah 3.54 poin, atau 0.15 persen, ke level 2,345.38.  


• Saham‐saham perusahaan finansial, kelihatan yang paling rentan dari krisis utang Eropa, underperformed sektor lainnya. JPMorgan Chase <JPM.N> anjlok 2.7 persen dan yang paling menekan pada indeks Dow, diikuti oleh Bank of America <BAC.N>, merosot 7.9 persen.  


• Indeks FTSEurofirst 300 <.FTEU3> dari saham‐saham utama Eropa meningkat 0.8 persen untuk ditutup ke level 916.78. Indeks MSCI world equity <.MIWD00000PUS> ditutup turun 0.1 persen setelah fluktuasi antara wilayah negatif dan positif dalam hariannya.


• Bernanke, kebanyakan yang paling mungkin untuk menjelaskan langkah‐langkah bertahap, yang akan mengecewakan mereka yang mencari langkah big‐bang approach seperti putaran pembelian obligasi terbaru yang diketahui sebagai QE3.  


• Dollar merosot terhadap beberapa mata uang yang berhubungan dengan komoditas Senin lalu karena investor berspekulasi the Fed dapat mengambil langkah untuk mendorong perekonomian AS, yang mendorong hasrat pada riskier assets/aset‐aset beresiko.    


• Euro goyah terhadap dollar AS dari kekhawatiran Uni Eropa yang bergerak terlalu lambat terhadap utang dan krisis perbankan, sementara itu otoritas Swiss mencoba untuk menekan the franc merosot.   


• Australian dollar <AUD=D4> terakhir naik 0.4 persen ke level $1.0434. New Zealand dollar <NZD=D4> bertumbuh 1.1 persen ke level $0.8254 sementara itu the greenback anjlok 0.2 persen ke level 0.9882 Canadian dollar <CAD=D4>.    


• Harga Tresuri AS Senin lalu anjlok, karena trader mulai bersiap terhadap pidato penting dari Ketua the Fed Ben Bernanke pada akhir pekan ini.    


• Harga emas rally hampir 2 persen yang mencatatkan level mendekati $1,900 pe ons Senin lalu karena pengaruh ekonomi global yang mendorong ekspektasi kedepannya pada monetary easing, menaikkan ketertarikan pada emas sebagai lindung nilai dari inflasi. Spot emas <XAU=> bertambah 1.6 persen ke level $1,889.29 per ons pada pukul 2:41 PM EDT (1841 GMT), meningkat dari penguatan minggu pertamanya sejak Februari 2009. Itu merupakan salah satu aset yang berkinerja terbaiknya yang saat ini naik 33 persen.    


• Pada pasar minyak mentah Brent crude <LCOc1> di settled ke level $108.36, turun 26 sen dari berita Libya. Tetapi crude oil AS <CLc1> di settled menguat pada New York Mercantile Exchange. Crude untuk pengiriman bulan September expired dan di settled ke level $84.12 per barrel, bertambah $1.86, atau 2.26 persen.  


• Sterling naik Senin lalu dan kemungkinan untuk bertahan mendekati level puncaknya terhadap dollar AS, karena investor mencari aman dari gejolak pasar finansial dan krisis utang zona euro yang memandang pada posisi fiskal Inggris yang relatif baik.   


• Analis mengatakan pound juga menarik bagi investor yang akan secara normal membeli yen atau Swiss franc sebagai safe havens tetapi kekhawatiran merebak pada otoritas Jepang dan Swiss National Bank yang akan mengambli aksi pada pelemahan mata uang mereka.   


• Pound terakhir diperdagangkan naik 0.15 persen terhadap dollar AS ke level $1.6485 <GBP=D4>, dengan trader mencatatkan stop level $1.6540 dan $1.6620, hingga hanya diatas level tertinggi Jumat lalu dalam 3‐1/2 bulan ke level $1.6618.


• Pengambil kebijakan Bank of England Ben Broadbent telah melunak pernyataannya pada perkembangan inflasi karena berkenaan dengan pelemahan ekonomi, dalam wawancara Senin lalu, pertama kali sejak dia bergabung dalam rate‐setting Monetary Policy Committee.  


• Rilis data CBI orders Inggris sore harinya dapat dipantau untuk bulan Agustusnya. 

Monday, August 22, 2011

Headline News 22.08.11

U.S. & GLOBAL 


• Pasar ekuitas merosot kembali dan emas mencatatkan rangkaian level tertinggi dua harinya Jumat lalu karena kekhawatiran kemungkinan AS mengarah pada resesi dan permasalahan yang berhubungan dengan krisis utang Eropa yang membuat investor membatasi pergerakannya.  


• Bursa Wall Street mencatatkan peenurunan empat minggunya, tertekan turun dari pelemahan 20 persen pada Hewlett‐Packard <HPQ.N> kinerja terburuk hariannya sejak tahun 1987 pada market crash – setelah Silicon Valley icon ini meluncurkan outlook yang suram dan menguncang perusahaan tersebut.


• Indeks MSCI's all‐country world stock <.MIWD00000PUS> anjlok 1.6 persen, sementara itu emerging markets stocks <.MSCIEF> berkurang 2.5 persen.


• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup merosot 172.93 poin, atau 1.57 persen, ke level 10,817.65. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> jatuh 17.12 poin, atau 1.50 persen, ke level 1,123.53. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> berkurang 38.59 poin, atau 1.62 persen, ke level 2,341.84.


• Investor menunggku pidato ketua the Fed Ben Bernanke pada tanggal 26 Agustus di Jackson Hole, Wyoming, pada petunjuk tentang bagaimana pembuat kebijakan mengatasi gejolak pasar keuangan. Meeting tahunan the Fed's di Jackson Hole tahun lalu ketika the Fed mengisyaratkan rencana untuk putaran kedua pada quantitative easing, yang mana membawa dollar AS pada pelemahannya.  


• Dollar AS anjlok yang mencatatkan level terendahnya terhadap yen dan merosot terhadap euro Jumat lalu, tetapi kemungkian anjlok pada the greenback/dollar AS jika prospek ekonomi global akan suram dan mengarah pada safe‐haven bid/aksi beli safe haven.  


• Euro telah naik sekitar 0.3 persen terhadap dollar AS pada bulan Agustus sementara itu the greenback telah anjlok sekitar 1.2 persen terhadap yen.  


• Dollar merosot terhadap yen Jumat lalu dari laporan Wall Street Journal yang menyatakan Japan's top currency official mengungkapkan otoritas Jepang tidak berencana untuk seringkali mengintervensi.


• Yields Tresuri AS naik daik dari level terendahnya sebesar 1.97 persen dari Kamis sebelumnya karena beberapa aksi ambil untung investor.


• Investor menghentikan untuk memburu obligasi tetapi tetap mengarah pada emas, yang mencatatkan kenaikan satu minggu terbesarnya dalam 2‐1/2 tahun dan tetap dijalur untuk kenaikan terbesarnya satu bulan yang mendekati periode 12 tahunnya pada Agustus ini. Emas naik 30 persen dalam tahun ini. Sementara itu kenaikan harga komoditas melemahkan beberapa aksi beli safe‐haven pada emas, yang telah meningkat 6 persen dalam lima harinya. Spot emas <XAU=> bertambah 1.3 persen ke level $1,847.90 per ons pada pukul 3:00 p.m. EDT (1900 GMT).  


• Harga minyak mentah AS ditutup melemah Jumat lalu setelah pembalikan pergerakan sesi terakhir harian ke arah teritori negatif dari berlanjutnya kekhawatiran mengenai ekonomi, setelah rangkaian data negatif Kamis sebelumnya. Pada New York Mercantile Exchange, crude untuk pengiriman bulan September <CLU1> di settled melemah $82.26 per barrel, sekitar 12 sen, atau 0.15 persen, setelah diperdagangkan antara level $79.17 hingga $83.55.  


• Sterling mencapai level tertingginya dalam 3‐1/2 bulan terhadap dollar AS Jumat lalu, yang mencatatkan kinerja terbaik mingguannya sejak pertengahan Januari, karena investor khawatir mengenai permasalahan funding pada zona euro and resesi pada AS untuk mengarah pada aksi buy the pound.   


• Sterling <GBP=D4> meningkat 0.6 persen ke level $1.6614, yang telah mencapai level tertinggi barunya dalam 3‐1/2 bulan ke level $1.6618. Telah recover dari level harian terendahnya $1.6444, meninggalkan target dari kinerja terbaik mingguannya sejak pertengahan Januari. Ini dipicu aksi buy stops diatas $1.6600 dalam gerak penguatannya.



GOLD & COMMODITIES

• Dalam sepekan terakhir, harga emas dunia menguat hingga 6% terhadap dollar AS pada kisaran 1851.95 USD per troy ounce, setelah sempat membukukan rekor tertinggi sepanjang sejarah di 1877.00. Ini merupakan performa mingguan terbaik dalam kurun 2‐1/2 tahun terakhir dan tengah berada dalam lajur untuk mencatat penguatan bulanan terbesar yang selama Agustus ini telah mencapai 12%. 

• Hingga saat ini emas mencatat penguatan tahunan sebesar 30%, ditunjang oleh kekhawatiran poetnsi resesi ekonomi Amerika dan bergulirnya krisis kredit Uni‐Eropa. Namun penguatan tahunan tersebut masih lebih rendah dari perak yang tercatat menguat 37,2% 

• Kekhawatiran investor tersebut kemudian menghantam bursa saham global yang terus melemah dan menyurutkan minat investor pada aset beresiko.
Kondisi  mana  kemudian  berbalik  meningkatkan  minat  beli  pada  emas  sebagai  upaya  perlindungan  investasi  dari  berbagai  macam  resiko  dan ketidakpastian ekonomi. 

• Perhatian pelaku pasar pada pekan ini akan terfokus pada konferensi pejabat bank sentral di Jackson Hole, Wyoming yang akan diselenggarakan pada Jumat  26  Agustus  2011.  Terbit  spekulasi  oleh  sementara  ekonom  bahwa  Chairman  The  Fed  –  Ben  Bernanke  akan  memberikan  sinyal  pemberlakuan program quantitative easing jilid ke‐3 untuk menunjang pertumbuhan ekonomi Amerika.

• Setahun yang lalu pada tempat yang sama, Bernanke mengumumkan inisiasi pemberlakuan program quantitative easing jilid ke‐2 yang berakhir pada Juni
2011,  sebuah  kebijakan  yang  kemudian  mendongkrak  kinerja  emas  hingga  20%  sejak  mulai diberlakukannya.  Pelaku  pasar  saat  ini  akan  mencari  tahu apakah Bernanke akan kembali mengumumkan program quantitative easing jilid ke‐3 di Jackson Hole tersebut, yang mana akan memberikan dukungan bagi kinerja emas. 

• Sementara itu disisi lain mulai terdapat spekulasi bahwa CME Group akan kembali menaikkan margin perdagangan berjangka emas setidaknya satu kali
lagi, setelah pada bulan ini telah menaikkannya menjadi 5500 USD per kontrak. Kebijakan tersebut akan ditempuh untuk membatasi aksi spekulasi yang terus mendorong lonjakan harga emas dunia.

Friday, August 19, 2011

Headline News 19.08.11


U.S. & GLOBAL 


• Meningkatnya kekhawatiran mengenai resesi berikutnya menekan bursa saham AS Kamis lalu, yang membawa indeks‐indeks utama merosot lebih dari 3 persen dalam mengemukanya kembali fluktuasi ekstrim investor yang berharap lebih.    


• Bursa saham global, yang dinilai pada indeks MSCI's all‐country world equity <.MIWD00000PUS>, anjlok 4.1 persen dan ekuitas emerging market <.MSCIEF> turun 2.8 persen.


• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 419.63 poin, atau 3.68 persen, ke level 10,990.58. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> berkurang 53.24 poin, atau 4.46 persen, untuk ditutup level 1,140.65. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> terjungkal 131.05 poin, atau 5.22 persen, untuk berada di level 2,380.43.


• Dollar AS dan yen Jepang menguat secara meluas Kamis lalu karena investor memburu mata uang safe‐haven dari tanda‐tanda pelemahan ekonomi AS dan permasalahan berkenaan dengan paparan perbankan Eropa terhadap utang zona euro.   


• Menumpuknya kesuraman data ekonomi AS dan kekhawatiran zona euro mengarah pada pasar finansial, dengan pasar saham global anjlok sementara itu harga spot gold dan Tresuri rally dari adanya kekhawatiran.   


• Pada perdagangan sore harinya di New York, euro melemah 0.6 persen ke level $1.4338 <EUR=>.    


• The greenback/dollar naik 0.3 persen terhadap the franc ke level 0.7932 franc <CHF=>, meskipun euro turun 0.3 persen ke level 1.1376 francs <EURCHF=.    


• Terhadap yen, dollar AS flat ke level 76.58 yen <JPY=>, tidak jauh dari level terendahnya 76.25 yen yang terjadi pada bulan Maret tahun ini.    


• Mengemukanya banyak kekhawatiran mengenai ekonomi global mendorong harga safe‐haven obligasi pemerintah AS naik Kamis lalu dan persepsi mengenai outlook AS dan zona euro kemungkinan mempengaruhi perdagangan dalam beberapa hari mendatang.    


• Emas rally sebesar 2 persen ke level tertinggi barunya diatas $1,820 per ons Kamis lalu setelah data AS mencatatkan mandegnya perekonomian,
sementara itu permasalahan mengemukanya kembali tingkat kesehatan perbankan Eropa yang membawa pada safe‐haven buying. Kenaikan emas dalam rangkaian empat harinya datang setelah berita aktivitas factory di U.S. Mid‐Atlantic anjlok dan existing home sales tidak seperti yang di ekspektasi merosot. Spot gold <XAU=> naik 1.8 persen ke level $1,820.49 ons pada pukul 2:16 p.m. EDT (1816 GMT), yang telah mencatatkan level tertingginya $1,825.99. Telah mengalami kenaikan 9 persen dalam dua minggu ini, kinerja terbaiknya sejak pertengahan Februari 2009.   


• Harga crude futures AS melemah mendekati 6 persen Kamis lalu karena bertumpuknya pelemahan data ekonomi dari AS yang memukul confidence investor yang telah khawatir mengenai pertumbuhan ekonomi global dan permasalahan utang Eropa. Pada New York Mercantile Exchange, September crude <CLU1> anjlok $5.20, atau 5.94 persen, untuk di settle ke level $82.38 per barrel. Level tertinggi intraday di level $87.53 dan level terendahnya, yang dicapai pada perdagangan post‐settlement level $81.15.  


• Sterling anjlok terhadap dollar AS Kamis lalu, dipukul lagi oleh penurunan tajam pada pasar ekuitas dari pelemahan pada risk appetite, tetapi pound menguat terhadap euro, karena perekonomian Inggris terlihat terangkat lebih baik daripada yang terjadi dalam zona euro.    


• Kekhawatiran investor berkenaan dengan perlambatan pertumbuhan (ekonomi) global bertambah setelah data menunjukkan aktivitas factory di AS, sementara itu krisis utang zona euro berlanjut untuk menekan confidence investor pada zona tersebut.    


• Ini ikut membawa tekanan pada saham‐saham dan menekan pound anjlok 0.6 persen terhadap dollar AS ke level $1.6447 <GBP=D4>, tetapi tidak begitu jauh dari level tertingginya Rabu lalu dalam 3‐1/2 bulan di level $1.6590.   


• Penjualan ritel Inggris nyaris tidak tumbuh pada bulan Juli karena konsumen mengurangi pembelanjaannya, menekankan pada resiko recovery ekonomi Inggris yang rapuh.  

Thursday, August 18, 2011

Headline News 18.08.11

U.S. & GLOBAL 


• Bursa saham dunia terhuyung‐huyung Rabu lalu, tertekan turun oleh pelemahan saham‐saham teknologi AS dan naik kembali setelah Swiss melanjutkan untuk menghentikan kenaikan the franc yang membuat frustrasi investor untuk menginginkan langkah‐langkah yang agresif.


• Bursa saham global, yang dinilai oleh indeks MSCI's all‐country world equity <.MIWD00000PUS>, naik 0.35 persen.


• Saham‐saham teknologi merosot Rabu lalu setelah outlook yang mengecewakan pada Dell's yang menghembuskan kekhawatiran pelemahan pertumbuhan ekonomi global yang akan memukul earning kuartal ketiganya.  


• Indeks Dow dan S&P ditutup sedikit berubah pada gerak naik dan turun hariannya dimana investor melakukan aksi jual pada saham‐saham defensif seperti telekom dan utilitas. Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> meningkat 4.28 poin, atau 0.04 persen, ke level 11,410.21. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> naik 1.12 poin, atau 0.09 persen, ke level 1,193.88. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> merosot 11.97 poin, atau 0.47 persen, ke level 2,511.48.          


• Swiss franc menguat Rabu lalu dan dapat mencapai level puncaknya terhadap dollar AS dan euro dalam beberapa hari kedepannya karena langkah‐langkah terkini dari Swiss National Bank dan pemerintah Swiss yang memperlambat langkah‐langkah kenaikan mata uangnya dari kekecewaan investor yang mengharapkan tindakan yang lebih agresif. Swiss franc meningkat meskipun setelah SNB mengatakan akan mendorong pada likuiditas dengan memperluas deposit menjadi 200 milyar dari 120 milyar, menyatakan kembali akan mengambil langkah‐langkah tambahan jika dibutuhkan.


• Euro pada awalnya anjlok lebih dari 2 persen terhadap the franc pada perdagangan yang volatil <EURCHF=EBS> untuk mencapai level terendahnya 1.12248 francs pada EBS trading platform. Terakhir berada pada level 1.1398 francs, turun 0.7 persen.  


• Dollar AS merosot 1 persen ke level 0.7886 franc <CHF=EBS>.        


• Yield Tresuri AS flat Rabu lalu karena mendekati nol tingkat suku bunga jangka pendek yang mendorong investor untuk membeli obligasi jangka panjang dalam mendapatkan return yang tinggi.  


• Emas naik Rabu lalu pada kombinasi kenaikan tekanan inflasi dan ide‐ide minggu ini dari proposal Perancis‐Jerman tidak akan menyelesaikan krisis utang zona euro. Spot gold <XAU=> naik 0.2 persen ke level $1,789.49 per ons pada pukul 3:10 PM EDT (1910 GMT), sekitar $20 dari level
tertingginya minggu lalu $1,813.  


• Minyak mentah rebound Rabu lalu dari penurunan tajam cadangan gasoline AS, tetapi bertahannya kekhawatiran mengenai pertumbuhan ekonomi yang menahan kenaikannya. U.S. crude untuk pengiriman bulan September <CLc1> ditutup naik $87.58, sebesar 93 sen, setelah sempat mencapai level tertinggi hariannya $89, level tertingginya sejak 4 Agustus.


• Sterling meningkat ke level tertingginya 3‐1/2 bulan Rabu lalu, membagi penurunan awalnya yang dipicu oleh minutes Bank of England yang biasa saja dan pelemahan data jobs, karena investor membalikkan bearish pada mata uang Inggris tersebut dan the greenback/dollar AS berada pada tekanan aksi jual.  


• Pound juga terdorong oleh aksi beli dari UK clearer, mengatakan hubungan pada perjanjian merger dan akuisisi, meskipun investor skeptik mengenai kenaikan kedepannya dari melemahnya pertumbuhan outlook Inggris dan kenaikan spekulasi bahwa kebijakan moneter dapat melemah kedepannya.  


• Pound terakhir diperdagangkan naik 0.8 persen ke level $1.6574 <GBP=D4>, level tertingginya sejak 3 Mei, setelah melaju melalui stop pada level $1.6480 dan $1.6500. Pada awalnya merosot ke level terendah hariannya $1.6348.

Wednesday, August 17, 2011

Headline News 17.08.11

U.S. & GLOBAL 


• Bursa saham global dan euro anjlok Selasa lalu setelah pemimpin Perancis dan Jerman gagal untuk mendorong ekspektasi pasar dari solusi terhadap krisis utang Eropa dan pelemahan data pertumbuhan (ekonomi) Jerman dengan mengemukanya kembali kekhawatiran mengenai ekonomi dunia.  


• Presiden Perancis Nicolas Sarkozy dan Kanselir Jerman Angela Merkel membuka rencana perluasan untuk makin mendekatnya integrasi pada zona euro, termasuk batas defisit dan terjadinya summits dua kali setahun. Tetapi mereka menghentikan kenaikan bloc's rescue fund dan mengatakan joint euro bonds hanya bisa menjadi pilihan jangka panjang.


• Bursa saham AS ditutup melemah Selasa lalu setelah kenaikan tiga harinya ketika meeting antara kepala negara Perancis dan Jerman gagal untuk mengatasi kekhawatiran mengenai kemampuan para pemimpin zona euro untuk mengatasi tekanan sovereign debt regional mereka.   


• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup anjlok 76.97 poin, atau 0.67 persen, ke level 11,405.93. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> berkurang 11.73 poin, atau 0.97 persen, ke level 1,192.76. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> melemah 31.75 poin, atau 1.24 persen, ke level 2,523.45.


• Pelemahan pertumbuhan ekonomi Jerman mengawani outlook ekonomi global. Jerman melaporkan pertumbuhan GDP melambat untuk berada 0.1 persen antara bulan April dan Juni, level kuartalan terlemahnya sejak tahun 2009.


• Euro anjlok terhadap dollar AS Selasa lalu karena tingginya antisipasi proposal dari para pemimpin Perancis dan Jerman gagal untuk menaikkan confidence investor pada zona euro. Euro <EUR=> berkurang 0.26 persen menuju level $1.4406.


• Dollar AS merosot 0.1 persen terhadap yen ke level 76.72 yen <JPY=>, mendekati level yang terlihat sebelum Japan's yen‐selling intervention pada 4 Agustus dan berada dekat level terendahnya 76.25 yen yang tercapai Maret lalu


• Tresuri AS mengalami rally Selasa lalu setelah pemimpin Perancis dan Jerman menolak untuk menaikkan bailout fund zona euro dan mengatakan keseluruhan 17 negara zona euro harus berkomitmen untuk balanced finances.    


• Harga emas naik 1 persen Selasa lalu dari kekhawatiran ketidakpastian pada investor setelah pemimpin Perancis dan Jerman mengatakan mereka dapat mendorong untuk mendekati joint governance pada kebijakan ekonomi dan mengambangkan proposal pada tax terhadap financial transactions. Spot gold <XAU=> meningkat 1 persen ke level $1,782.60 per ons pada pukul 1:11 p.m. EDT (1711 GMT), sebagian memperbaiki koreksi yang dimulai minggu lalu setelah mencapai level tertingginya $1,813.79 Kamis sebelumnya. Telah naik 25 persen tahun ini yang didorong kekhawatiran mengenai level debt AS dan zona euro.    


• Harga minyak mentah merosot Selasa lalu setelah meeting antara pemimpin Perancis dan Jerman gagal untuk menenangkan permasalahan mengenai krisis utang zona euro. Crude oil di New York <CLc1> di settled melemah $1.23 ke level $86.65. 


• Sterling menguat Selasa lalu, mencapai level tertingginya dalam satu minggu terhadap dollar AS, karena data menunjukkan kenaikan tipis yang lebih dari ekspektasi pada bulan Juli, mengurangi resiko pada quantitative easing berikutnya dari Bank of England.   


• Tetapi kerapuhan ekonomi Inggris dan tingkat suku bunganya yang mencapai level terendahnya untuk waktu yang lama, membatasi kenaikan pound, dengan analis mengekspektasi untuk bertahan dalam kisaran baru‐baru ini pada euro dan dollar AS.    


• Terhadap dollar AS, sterling <GBP=D4> menguat 0.15 persen ke level $1.6412, yang telah mencapai level tertinggi mingguannya $1.6428 untuk mendekati level puncaknya 8 Agustus $1.6478.   


• Kenaikan membawa pound diatas resistance pentingnya level $1.6378, 61.8 persen retracement pada aksi jual sterling bulan April hingga Juli.   


• Euro merosot 0.45 persen ke level 87.71 pence <EURGBP=D4>, bertahan dibawah level 100‐day moving average 88.21 pence.


• Hari ini data‐data penting Inggris dapat diantisipasi seperti claimant count dan ILO unemployment pada sore harinya.


• Harga emas dunia mencatat penguatan 1,1% ke 1785.00 USd per troy ounce pada sesi Selasa 16 Agustus seiring meningkatnya minat investor pada aset safe haven setelah hasil pertemuan pemimpin Perancis dan Jerman yang belum berhasil meredakan kekhawatiran pada kondisi kredit kawasan eropa.  

·    • Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Perancis Nicolas Sarkozy belum menyetujui paket penerbitan obligasi gabungan Uni‐Eropa sebagaimana yang diharapkan investor akan menjadi salah satu tonggak penyelesaian krisis finansial kawasan tersebut.

·     • Turut  menekan  minat  pada  aset  beresiko  adalah  lemahnya  rilis  data  GDP  Jerman  untuk  kuartal  kedua  2011  yang  hanya  bertumbuh  0,1%  dibawah perkiraan 0,5%. 

·     • Bursa saham Wall Street berakhir melemah 0,9% meskipun lembaga pemeringkat Fitch mempertahankan peringkat kredit AAA untuk Amerika Serikat, berseberangan dengan rivalnya Standard & Poor’s. 

·     • Sementara  itu  berdasarkan  catatan  UBS,  dari  jajak  pendapat  mayoritas  kliennya  memperlihatkan  60%  responden  percaya  emas  akan  diperdagangkan diatas level 1800 USD per troy ounce hingga 2000 USD per troy ounce sampai dengan akhir tahun 2012.

  • UBS menyatakan tingginya ekspektasi harga emas tersebut didominasi masih belum jelasnya prospek makroekonomi global serta akan dimulainya musim pembelian fisik emas sehubungan festival dan beberapa acara tradisional di beberapa negara seperti India dan Cina.

Tuesday, August 16, 2011

Headline News 16.08.11




U.S. & GLOBAL 


• Bursa saham Wall Street menguat dengan harga minyak mentah Senin lalu karena berita‐berita akuisisi dan menguat dari ekspektasinya data ekonomi di Jepang yang membawa pasar bertahan untuk terus menguat kedepannya setelah tekanan pekan lalu.  


• Berita bahwa Google Inc <GOOG.O> menawarkan untuk membeli saham Motorola Mobility Holdings Inc <MMI.N> sekitar $12.5 milyar in cash mendorong rebound pada bursa saham AS dalam rangkaian tiga hari terakhirnya.


• Indeks Wall Street's Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 213.88 poin, atau 1.90 persen, ke level 11,482.90. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> meningkat 25.68 poin, atau 2.18 persen,ke level 1,204.49. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> melejit 47.22 poin, atau 1.88 persen, ke level 2,555.20.  


• Ekuitas global melejit keluar dari pelemahan bulan Agustusnya dari berita bahwa ekonomi Jepang melemah sedikit dari yang dapat diantisipasi pada kuartal kedua karena perusahaan‐perusahaan membuat langkah keluar dari kerusakan gempa bumi dan tsunami. Indeks MSCI's all‐country world stock <.MIWD00000PUS>, perluasan ukuran pada ekuitas global, naik mendekati 2 persen, menguat 8 persen sejak tertekan kedalam level terendahnya 11 bulan Kamis sebalumnya.


• Swiss franc mersot ke level terendahnya dalam dua minggu terhadap euro dan dollar AS Senin lalu dari spekulasi Swiss National Bank dapat kedepannya mengintervensi untuk mengekang apresiasi mata uangnya dengan menetapkan target nilai tukarnya minggu ini.


• Pada perdagangan sore harinya di New York, euro naik 2.4 persen ke level 1.13540 francs <EURCHF=EBS>, meskipun telah mencapai level tertingginya 1.14584 pada awalnya dari trading platform EBS, level terkuatnya sejak akhir Juli. Levelnya saat ini mengarah diatas level terendahnya minggu lalu disekitar level 1.0075 francs.    


• Dollar AS ke level 0.78640 franc <CHF=EBS>, yang naik 1.1 persen, jauh diatas level terendahnya minggu lalu 0.70676.   


• Euro terakhir diperdagangkan naik 1.3 persen pada level $1.4436 <EUR=EBS>.


• Kebanyakan harga Tresuri AS stabil, sementara itu obligasi bertenor jangka panjang anjlok karena saham‐saham mengalami recover dan investor mencari tanda‐tanda stabilitas setelah kejadian minggu lalu.


• Harga emas naik Senin lalu setelah penurunannya dalam dua hari sebelumnya karena bullion investor berbalik untuk memfokuskan pada pengajuan regulasi AS berikutnya yang akan menunjukkan peluang pada posisi gold hedge funds' dan meeting French‐German Selasa ini untuk mendiskusikan krisis utang euro. Spot gold <XAU=> meningkat 0.4 persen ke level $1,753.49 per ons. Telah mencatatkan kenaikan mendekati 5 persen minggu lalu, kenaikan mingguan terbesarnya sejak awal November lalu.    


• Minyak mentah meningkat lebih dari $1 per barrel Senin lalu, didukung oleh harapan para pemimpin Eropa akan datang dengan solusi pada krisis utang regional dan meluasnya kenaikan pasar global. Brent crude oil futures <LCOc1> untuk bulan September bertambah $1.58 ke level $109.61 per barrel pada pukul 2:35 p.m. EDT (1835 GMT), setelah anjlok   ke level $107.40. U.S. crude <CLc1> diperdagangkan melejit $2.50 untuk di settle ke level $87.88 per barrel.  


• Sterling menguat terhadap dollar AS Senin lalu setelah sejumlah pelemahan data ekonomi AS yang memukul mata uangnya, tetapi permasalahan berkenaan dengan recovery Inggris dan peluang pada monetary easing di ekspektasi untuk menjaga pound untuk terus dipantau.  


• Mata uang Inggris merosot lagi terhadap meluasnya penguatan euro, yang mana meluasnya kenaikan dibawa oleh penguatan Swiss franc pada spekulasi bahwa bank sentral Swiss (SNB) kemungkinan mengumumkan untuk membendung kenaikan mata uang the franc.   


• Pada perdagangan London, pound <GBP=D4> naik 0.8 persen dalam hariannya ke level tertinggi hariannya $1.6410. Telah melengkung diatas technical resistance pada level $1.6214, 55‐day moving average, tetapi mencapai resistance dengan aksi selling oleh sovereign investors dan UK corporates diatas level $1.63.   


• Ekonomi Inggris tidak membutuhkan stimulus berikutnya dari quantitative easing saat ini, meskipun adakalanya dapat dilakukan, pengambil kebijakan Bank of England David Miles mengungkapkannya dalam publikasi wawancara Senin lalu. 

Monday, August 15, 2011

Headline News 15.08.11




U.S. & GLOBAL 


• Bursa Wall Street membuat rangkaian peningkatan dalam dua harinya Jumat lalu untuk pertama kalinya sejak pertengahan Juli setelah pemangkasan mingguannya karena investor bereaksi terhadap penurunan peringkat pertama kalinya peringkat kredit AS dan meningkatnya kekhawatiran pada perbankan Eropa.  


• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> melejit 125.71 poin, atau 1.13 persen, ke level 11,269.02. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> bertambah 6.17 poin, atau 0.53 persen, ke level 1,178.81. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> menguat 15.30 poin, atau 0.61 persen, ke level 2,507.98.


• Bursa saham Eropa juga mendapatkan pelemahannya karena aksi jual pada saham‐saham finansial yang menekan sektor tersebut.


• Bursa saham dunia yang diukur oleh indeks MSCI world equity <.MIWD00000PUS> berkurang 1.6 persen dalam mingguannya, meskipun meningkat Jumat lalu 1.1 persen. Bursa saham AS mencatatkan penurunan terburuknya dalam tiga minggu sejak Maret 2009 ketika mendapatkan penurunan ke level terendahnya dalam 12 tahun.


• Euro dan dollar AS kelihatan memperluas kenaikannya terhadap Swiss franc dalam minggu mendatang karena investor menyisakan perhatian mengenai aksi potensial Swiss National Bank untuk memperlambat kenaikan the franc.  


• Pada sore hari perdagangan, euro meningkat 2.0 persen ke level 1.10780 francs <EURCHF=EBS>, rebound dari level terendahnya 1.0075 pada trading platform EBS Selasa sebelumnya. Meskipun pada akhir perdagangan, euro masih anjlok 11.3 persen tahun ini dan merosot sekitar 2.6 persen bulan ini.  


• Dollar AS naik 2.0 persen hingga ke level 0.77740 franc <CHF=EBS>, tetapi pelemahan 16.7 persen dalam tahunannya dan turun 1.8 persen dalam bulan Agustus. Dollar AS flat terhadap yen ke level 76.820 yen  


• Pencarian pada aset‐aset yang aman mendorong Tresuri AS ke level terbesar mingguannya dalam dua setengah tahun. Obligasi bertenor sepuluh tahun yields‐nya melemah 30 basis poin minggu ini dan satu poin mencoba level terendahnya pada bulan Desember 2008.  


• Emas anjlok 1.5 persen Jumat lalu, merosot didepannya dari level tertinggi sehari sebelumnya, karena kenaikan pada aset‐aset beresiko mendorong aksi ambil untung pada rally tajam dari emas minggu ini. Spot gold <XAU=> turun 1.4 persen ke level $1,741.61 per ons pada pukul 3:51 PM EDT (1951 GMT), setelah mencapai level terendahnya $1,722.94. Telah naik 22 persen selam tahun ini karena potensial campuran berkenaan dengan utang pemerintah AS dan zona euro juga pada pertumbuhan ekonomi.  


• Harga minyak mentah kembali merosot dan ditutup dalam harian terendahnya serta keduanya Brent dan U.S. contracts mencatatkan rangkaian penurunan dalam tiga minggunya. U.S. September crude <CLc1> anjlok 34 sen untuk di settle ke level $85.38 per barrel, setelah bergoyang dari level $84.02 hingga $87.37. Penurunan mingguannya 1.73 persen, tetapi U.S. crude recover dari level terendah mingguannya $75.71, level terendahnya sejak intraday low level $75.60 pada 29 Sept.  


• Sterling sedikit menguat Jumat lalu, dibantu juga oleh membaiknya pasar ekuitas, tetapi kenaikan terhambat oleh perluasan permasalahan mengenai kerapuhan pada ekonomi Inggris dan kemungkinan pelonggaran kebijakan moneter.   


• Ini membantu pound untuk naik ke level tertinggi terhadap dollar AS <GBP=D4>, tetapi membaik dalam kisaran mingguannya – diatas level terendah Kamis lalu $1.6111 dan dibawah level tertinggi Senin sebelumnya $1.6478.   


• Sterling mencapai level tertingginya pada perdagangan sore harinya, naik 0.4 persen dalam hariannya ke level $1.6313, diatas level 55‐day average $1.6217 pada 100‐day average level $1.6266.


• Perbankan Irlandia yang bergantung pada emergency funding dari European Central Bank (ECB) melemah dibawah 100 milyar euro untuk pertama kalinya yang mendekati setahun pada bulan Juli tetapi borrowings dari bank sentralnya sendiri naik, data Jumat lalu. 

Friday, August 12, 2011

Headline News 12.08.11


U.S. & GLOBAL 


• Investor mengarah lagi pada saham‐saham dunia Kamis lalu, kenaikannya menekan penurunan saham‐saham setelah laporan jobs AS yang menekan kekhawatiran mengenai resesi, meskipun pasar kredit menghadapi ketegangan yang sama dengan krisis kredit tahun 2008.  


• Bursa saham AS mengalami rally lebih dari 4 persen, naik didorong dalam penutupan hariannya dan membalikkan penurunan hari sebelumnya.
Saham‐saham tertekan dalam mingguannya dan Dow diperdagangkan dalam kisaran lebih dari 400 poin dalam rangkaian enam harinya.  


• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> meningkat 423.37 poin, atau 3.95 persen, ke level 11,143.31. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> naik 51.88 poin, atau 4.63 persen, ke level 1,172.64. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> menguat 111.63 poin, atau 4.69 persen, ke level 2,492.68.  


• Indeks MSCI world equity <.MIWD00000PUS> melejit 2.9 persen.  


• Dollar AS dan euro naik 6 persen terhadap Swiss franc Kamis lalu setelah anjlok ke level terendah minggu ini, karena Swiss National Bank mengatakan dapat mem‐peg/kaitkan the franc kepada euro untuk mengendalikan kenaikan mata uang. Pada awal perdagangan sore harinya, euro naik 5.1 persen ke level 1.08250 francs <EURCHF=EBS>, dibandingkan dengan level terendahnya 1.00750 yang terjadi Selasa lalu. Telah naik hingga ke level tertingginya 1.09220 francs, meningkat lebih dari 6 persen dalam hariannya, yang merupakan langkah terbaik hariannya yang pernah terjadi.   


• Euro masih anjlok 0.3 persen pada minggu ini dan merosot 13.2 persen setahun ini.   


• Harga Tresuri AS tertekan melemah pada lelang obligasi 2‐1/2 tahun Kamis lalu karena foreign investor menghindari peningkatan tensi pada penanganan bujet dan penurunan peringkat kredit yang dihadapi AS.   


• Emas melemah setelah mencatatkan level tertingginya Kamis lalu, anjlok lebih dari 2 persen karena rebound ekuitas dan tingginya trading margins yang mangarahkan aksi ambil untung dari rally terbesarnya sejak tahun 2008. Spot price untuk bullion <XAU=> turun 1.7 persen ke level $1,763 per ons pada pukul 4:44 p.m. EDT (2044 GMT), membalikkan kenaikan tajam Rabu sebelumnya. Telah mengalami recover dari level terendah hariannya $1,732.10.  


• Harga minyak mentah naik dalam rangkaian dua harinya Kamis lalu, naik hingga sebesar 3 persen karena penguatan laporan jobs AS menekan permasalahan mengenai perbankan Perancis dan kekhawatiran bahwa krisis utang Eropa akan menyebar. U.S. September crude <CLc1> di settled
naik $2.83, atau 3.41 persen, ke level $85.72 per barrel, memantul dari level terendah hariannya $81.03. Mendekati penutupannya, kontrak naik yang meningkat ke level tertinggi $85.90. Rabu lalu telah naik 4.5 persen.  


• Sterling mendapatkan kembali kenaikannya, menjauhkannya dari mendekati level terendahnya tiga minggu terhadap dollar AS Kamis lalu, terjadi juga rebounding pada saham‐saham, meskipun outlook suram pada perekonomian Inggris dan   spekulasi pada pelonggaran kebijakan moneter menjaganya dari penurunan tajam.   


• Sterling juga membuat kenaikan yang kuat pada Swiss franc <GBPCHF=R>, yang mana merosot tajam pada spekulasi Swiss National Bank kemungkinan dapat mem‐peg/kaitkan the franc pada euro untuk mengendalikan penguatan mata uang, hanya sehari setelah pengumuman kebijakan pelonggaran moneter terkini untuk mengendalikan penguatan franc.  


• Terhadap dollar AS, sterling <GBP=D4> meningkat 0.5 persen ke level $1.6214, recovery dari level terendah tiga minggunya $1.6111 yang tercapai pada perdagangan di Asia.

Thursday, August 11, 2011

Headline News 11.08.11

U.S. & GLOBAL

• Bursa saham AS anjlok lebih dari 4 persen Rabu lalu, hampir menghapus kenaikan dari gambaran rally sehari sebelumnya, karena rumor mengenai tingkat kesehatan perbankan Perancis memicu permasalahan mengenai krisis utang zona euro yang dapat meminta korban baru.  


• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 519.83 poin, atau 4.62 persen, ditutup ke level 10,719.94. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> berkurang 51.77 poin, atau 4.42 persen, ke level 1,120.76. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> turun 101.47 poin, atau 4.09 persen, ke level 2,381.05.  


• Penurunan berasal dilatarbelakangi oleh kekhawatiran mengenai pelemahan data AS, turunnya peringkat kredit AS AAA dan ketidakmampuan dari pengambil kebijakan untuk mengatasi meningkatnya kekhawatiran bahwa resesi lainnya bisa terjadi.  


• Indeks MSCI all‐country world <.MIWD00000PUS> ditutup melemah 2.4 persen, sementara itu FTSEurofirst 300 <.FTEU3> dari saham‐saham utama Eropa ditutup anjlok 4 persen.  


• Euro melemah dari kebanyakan mata uang utama lainnya Rabu lalu, sementara itu commodity currencies anjlok pada bertahannya ketidakpastian ekonomi global dan kekhawatiran mengenai perbankan Perancis dengan besarnya paparan utang disekitar zona euro. Euro terakhir diperdagangkan anjlok 1.0 persen ke level $1.42310, setelah melemah ke level terendah hariannya $1.41620 pada trading platform EBS <EUR=EBS>. Telah merosot 1.4 persen terhadap yen ke level 109.19 yen <EURJPY=EBS>, setelah berkurang disekitar level terendah lima bulannya 108.300. Itu adalah kinerja terburuk euro terhadap yen dalam bulannya.    


• Obligasi pemerintah AS mengalami aksi beli yang agresif Rabu lalu karena ketakutan berkenaan dengan eksposur utang perbankan Perancis yang intensif.    


• Emas naik kerangkaian level tertingginya kedalam barisan level $1,800 per ons Rabu lalu, memperluas rally terbesarnya tahun 2008 karena pelemahan saham‐saham perbankan Perancis yang membawa hentakan baru melalui kekhawatiran pasar finansial. Spot gold <XAU=> naik lebih dari 3 persen ke level tertingginya $1,796.86 per ons, tetapi kenaikan bertahan menguat 1.9 persen ke level $1,776.10 pada pukul 12:53 p.m. EDT (1653 GMT).


• Brent crude rebound 4 persen Rabu lalu, mengguncang dua hari penurunannya karena tidak diekspektasinya penurunan cadangan minyak mentah AS yang diperdalam melebihi permasalahan ekonomi. U.S. light crude <CLc1> ditutup ke level $82.89, naik $3.59, atau 4.53 persen, setelah anjlok 8.7 persen dalam dua hari perdagangannya. Telah mendekati penurunan 9 persen minggu lalu.   


• Sterling merosot 1 persen dalam hariannya terhadap dollar AS Rabu lalu karena diimbangi aksi jual pada saham‐saham dan tingginya yielding mata uang yang mendorong permintaan investor pada mata uang relative safe haven.   


• Pound anjlok ke level terendahnya $1.6150 <GBP=D4> karena permasalahan mengenai sistem perbankan Perancis yang menekan pasar finansial global.  


• BoE menambahkan bahwa inflasi akan anjlok secara cepat pada tahun 2012.


• Outlook untuk harga emas masih bullish  di tengah kecemasan pasar mengenai kondisi ekonomi makro di AS dan Eropa dan ekspektasi pembelian yang dilakukan bank sentral, kata Jeremy Friesen, analis komoditi Societe Generale Corporate and Investment Banking, Hong Kong. Pelemahan terbatas dan potensi penguatan masih kuat selama investor mencemaskan resiko.


• Pembelian yang dilakukan bank sentral China berpotensi kuat terjadi, "China akan menaikkan kepemilikan ETF meski masih di bawah persediaan emas AS ataupun Eropa. Ia menolak untuk mengatakan level support atau resistance untuk emas, namun dikatakan harga emas terus bergerak. Spot emas naik $11.60 menjadi $1,807 per troy ons setelah menyentuh level tinggi baru di $1,813.79/ons hari Kamis (11/08) pagi di tengah kekhawatiran atas penurunan peringkat hutang Perancis yang berpotensi terjadi.

Wednesday, August 10, 2011

Headline News 10.08.11




U.S. & GLOBAL

• Bursa saham AS kembali naik Senin lalu karena the Fed menjanjikan sekurang‐kurangnya dua tahun tingkat suku bunga yang mendekati nol ini dibayangi peringatan tentang perlambatan ekonomi.  


• Pernyataan the Fed memberikan pasar sedikit harapan, dengan akselerasi kenaikan saham‐saham pada penutupan Selasa lalu. Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> bertumbuh 429.92 poin, atau 3.98 persen, ke level 11,239.77. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> meningkat 53.07 poin, atau 4.74 persen, ke level 1,172.53. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> menguat 124.83 poin, atau 5.29 persen, ke level 2,482.52.  


• Indeks MSCI's all‐country world stock <.MIWD00000PUS> bertambah 2.1 persen.  


• Dollar anjlok terhadap yen dan euro Selasa lalu setelah the Fed mengatakan akan mempertahankan tingkat suku bunga rendah ini sekurang‐ kurangnya dua tahunan. Dollar turun terhadap Swiss franc <EURCHF=EBS>, yen <JPY=EBS> dan euro <EUR=EBS>. Dollar melemah 4.6 persen ke level 0.7198 Swiss franc setelah mencapai level terendahnya 0.70676. The franc juga meningkat mencapai level tertingginya 1.0075 terhadap euro <EURCHF=EBS>, sebelum melemah.  


• Yields Tresuri AS jangka pendek mencatatkan level terendahnya Selasa lalu setelah the Fed mengatakan akan mempertahankan tingkat suku bunga mendekati nol dalam dua tahun, menyebabkan spekulasi bank sentral akan kembali kepada pasar obligasi (membeli) untuk menstimulasi ekonomi.    


• Harga emas mengalami rally dalam dua harinya Selasa lalu, mencatatkan level tertinggi pada awalnya, kemudian berbalik hingga akhirnya di settled menguat lebih dari 1 persen setelah the Fed mendorong bursa Wall Street dengan rencana untuk mempertahankan tingkat suku bunga rendahnya. Spot price pada emas <XAU=>, yang dicatatkan perdagangan pada bullion, disekitar level $1,737 per ons pada akhir Selasa lalu, naik sekitar 1.2 persen dari penutupan Senin lalu. Telah diperdagangkan diatas level $1,750 setelah pernyataan the Fed dan mencatatkan level tertingginya diatas level $1,778 pada awalnya.


• Minyak mentah melonjak dari penurunannya Selasa lalu pada perdagangan yang volatile karena the Fed menjanjikan untuk memperluas tingkat suku bunga rendahnya dalam dua tahun, yang mendorong bursa Wall Street rally dan dollar AS merosot. U.S. September crude <CLU1> mengalami rally untuk ditutup post‐settlement trading naik 83 sen ke level $82.14 per barrel. Sempat di settled ke level $79.30, turun $2.01, yang telah mencapai level $83.05 setelah anjlok ke level $75.71, level terendahnya sejak September 2010.  


• Sterling melemah ke level terendahnya yang mendekati tiga minggunya terhadap dollar AS Selasa lalu, ditekan oleh permasalahan Bank of England kemungkinan pada dikeluarkannya penilaian yang biasa saja pada perekonomian dalam laporan kuartalannya.   


• Pound memecahkan dibawah level 55‐day moving average pada level $1.6225 dan level psikologis $1.6200 untuk mencapai level terendahnya $1.6179 <GBP=D4>, terendahnya sejak 21 Juli.   


• BoE merilis perkiraan inflasi dan pertumbuhan (ekonomi) Rabu ini dan investor akan melihat petunjuk pada apakah pengambil kebijakan berada untuk mendekati pelonggaran moneternya lebih lanjut untuk mendukung recovery ekonomi, khususnya setelah pada awalnya pelemahan data manufaktur dan perdagangan Inggris.

Tuesday, August 9, 2011

Headline News 09.08.11



U.S. & GLOBAL 


• Bursa saham AS anjlok Senin lalu, menekan pada penurunan terbesarnya yang hampir dalam tiga tahun karena investor beralih kepada emas dan obligasi setelah penurunan peringkat utang AS oleh Standard & Poor's memicu kekhawatiran negara ini tidak berdaya untuk menghentikan resesi lainnya.  


• Wall Street ditutup merosot lebih dari 6 persen sementara itu saham‐saham Eropa mencapai level terendah dua tahunnya karena investor melihat tidak adanya solusi pada krisis utang kembar ini di kedua wilayah tersebut. Indek Dow Jones industrial average <.DJI> anjlok tajam 634.76 poin, atau 5.55 persen, ke level 10,809.85. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> melemah 79.92 poin, atau 6.66 persen, ke level 1,119.46. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> berkurang 174.72 poin, atau 6.90 persen, ke level 2,357.69.  


• Investor berusaha untuk membedakan pengaruh penurunan peringkat kredit AS menjadi AA‐plus dari AAA, yang mana dapat memukul berbagai komponen besar dari sektor finansial AS, dari mortgage lenders hingga municipal issuers dan insurers.  


• Swiss franc dan yen mengalami rally Senin lalu karena menumpuknya permasalahan utang dari kedua wilayah tersebut dan kekhawatiran mengenai resesi yang menekan confidence investor, memicu gelombang baru aksi beli pada aset‐aset yang lebih aman.   


• Euro melemah terhadap dollar AS, mencatatkan peningkatan pada awalnya setelah European Central Bank membeli obligasi Spanyol dan Italia yang melakukannya untuk mengurangi permasalahan mengenai krisis utang pada negara‐negara utama disana.        


• Euro anjlok ke level terendahnya 1.0640 Swiss francs <EURCHF=EBS> dan terakhir diperdagangkan melemah 2.5 persen ke level 1.07321. Telah anjlok juga 1.8 persen terhadap yen <EURJPY=R>. Dollar AS <JPY=EBS> berkurang 0.9 persen ke level 77.68 yen, yang telah merosot sekitar 77.45 pada data EBS. Telah anjlok 1.6 persen ke level 0.75545 Swiss franc <CHF=EBS>, yang telah merosot ke level 0.7480, juga level terendahnya.    


• Harga Tresuri AS melejit Senin lalu setelah penurunan peringkat utang AS yang menyebabkan investor melepas aset‐aset beresiko yang menguntungkan obligasi berkenaan pada riak pengaruh dari penurunan peringkat.   


• Emas naik lebih dari 3 persen Senin lalu, melebihi level $1,700 per ons untuk pertama kalinya, setelah Standard & Poor's memangkas peringkat AAA peringkat kredit AS, mengarahkan investor beralih kepada aset‐aset yang aman. Spot gold <XAU=> naik 3.1 persen ke level $1,714.09 per ons
pada pukul 2:39 PM EDT (1839 GMT), yang telah mencapai rekor tertingginya $1,719.99 awalnya dan mencatatkan kenaikan tertinggi yang pernah ada terhadap sterling <XAUGBP=R> dan euros <XAUEUR=R>.    


• Minyak mentah berkurang 5 persen Senin lalu, tertekan dibawah level technical support karena pengurangan dari peringkat kredit AS yang menekan pasar dan mencatatkan perlambatan ekonomi. U.S. crude <CLc1> diperdagangkan berkurang $5.57 untuk di settle ke level $81.31 per barrel, level terendahnya sejak penutupannya 23 Nov. Telah anjlok hingga ke level terendahnya $80.17 per barrel yang dicatatkan pada aktivitas post settlement. 


• Sterling diperdagangkan ke level tertingginya dalam dua bulan terhadap meluasnya pelemahan euro Senin lalu karena investor khawatir aksi beli European Central Bank pada obligasi Spanyol dan Italia akan membatasi pengaruh positif dari krisis utang zona euro.   


• Minimnya data Inggris atau arus berita terhadap pound utamanya yang didorong oleh risk sentiment, kedepannya didorong ketika Standard and Poor's memangkas peringkat sovereign AS menjadi AA‐plus dari AAA pada akhir Jumat lalu, menekan pasar saham dan aset‐aset beresiko.   


• Euro anjlok sekitar 0.6 persen menjadi 86.62 pence, yang membawa penutupan terendah dua bulannya pada level 86.55 minggu lalu.    


• Sterling naik kembali pada awalnya ke level tertingginya $1.6478 terhadap dollar AS pada volume perdagangan yang tipis untuk merosot sekitar 0.5 persen dalam hariannya ke level $1.6308. <GBP=D4>   


• Para trader mengatakan decent offers pada level $1.6480‐1.6500 telah membantu membatasi rally‐nya.



• Emas  menguat  3,2%  pada  perdagangan  perdana  pekan  ini  setelah  berhasil  menembus  level  1700  USD  per  troy ounce  dan  mencetak  level  tertinggi  sepanjang  sejarah  di  1722.79  USD  per  troy  ounce.  Minat  beli  investor terhadap  emas  melonjak  tajam  seiring  pemangkasan  peringkat  kredit  Amerika  menjadi AA dari AAA yang menaikkan kekhawatiran akan resesi ekonomi dan perlambatan ekonomi global. 


• Turut mendukung penguatan harga emas adalah langkah ECB membeli obligasi Italia dan Spanyol sebesar 2 miliar euro. Langkah tersebut oleh investor  dilihat sebagai pintu masuk bagi pelaksanaan program quantitative easing seperti yang dilakukan The Fed. 

• Selama 2011 ini emas tercatat telah menguat lebih dari 21%, merupakan penguatan beruntun dalam 11‐tahun terakhir dipengaruhi krisis obligasi Eropa dan Amerika yang memicu aksi lindung nilai investor dengan emas sebagai piranti utamanya berhadapan dengan portofolio investasi lainnya yang lebih  beresiko. 

• Goldman  Sachs  saat  ini  menaikkan  estimasi  harga  emas  dalam  6‐bulan  kedepan  menjadi  1730  USD  per  troy  ounce  dari  1635  USd  per  troy  ounce.  Sementara hingga akhir tahun Goldman memprediksi emas akan mencapai level 1860 USd per troy ounce, sementara analis lain menyebut tak lama lagi emas akan menembus level 2000 USD per troy ounce. 

• JPMorgan bahkan menyebut kenaikan ke level 1800 USd pertroy ounce hingga akhir tahun “sangat konservatif” atau boleh dibilang kenaikan tersebut  sangat mungkin dan merupakan target yang tidak terlalu jauh untuk tercapai. JPMorgan sendiri memprediksi hingga akhir tahun emas akan mencapai  setidaknya level 2500 USD per troy ounce dengan volatilitas perdagangan yang sangat besar. 

• Saat ini perhatian pelaku pasar akan tertuju pada hasil sidang The Fed, dimana terdapat peningkatan ekspektasi bahwa bank sentral Amerika tersebut  akan memberikan sinyal pemberlakuan stimulus lanjutan. Proyeksi adanya QE‐3 akan semakin meningkatkan minat investor pada emas sebagai aset safe haven.

Monday, August 8, 2011

Headline News 08.08.11




U.S. & GLOBAL 


• Bursa saham dunia melemah dalam delapan harinya Jumat lalu yang dipusingkan dengan pengurangani nilai sekitar $2.5 triliun dari nilai ekuitas global pada minggu ini, tetapi harapan European Central Bank akan membeli obligasi yang mengarahkan krisis pada Italia membantu menghentikan pasar (saham) ke level terendah dalam hariannya.  


• Saham‐saham Wall Street berayun antara kenaikan dan penurunan dalam perdagangan yang bervolume besar dalam hariannya setelah indeks‐ indeks mencatatkan penurunan terburuknya dalam dua tahun. Indeks MSCI's All‐Country World <.MIWD00000PUS> merosot 1.3 persen dalam hariannya.  


• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> naik 60.93 poin, atau 0.54 persen, ke level 11,444.61. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> anjlok 0.69 poin, atau 0.06 persen, ke level 1,199.38. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> berkurang 23.98 poin, atau 0.94 persen, menuju level 2,532.41.  


• Para pemimpin dunia menunjukkan pada kekacauan, yang mana telah ditekan oleh kekhawatiran ekonomi global kembali jatuhnya pada resesi dan ketidakmampuan pelaku kebijakan di Eropa untuk memadamkan krisis utang yang melanda wilayah tersebut.  


• ECB enggan untuk membeli obligasi Italia dan melemahkan tekanan pada pasar dari kekhawatiran pada investor. Sumber yang dapat dipercaya mengatakan pada awal hari Jumat bahwa bank sentral bersedia untuk mengambil langkah jika hanya terjadinya reformasi dinegara tersebut.  


• Euro terakhir diperdagangkan naik 1.3 persen ke level $1.4278 <EUR=EBS> pada trading platform EBS. Dollar AS merosot secara luas, membalikkan beberapa kenaikan tajam sebelumnya, karena trader khawatir pada peringkat utang AS yang segera terjadi.  


• Harga Tresuri AS melemah setelah data jobs, membalikkan beberapa kenaikan yang dibuat kepanikan Kamis sebelumnya pada risk‐averse trading. Obligasi bertenor 10‐tahun <US10YT=RR> berkurang 1‐13/32 menuju yield 2.56 persen.  


• Emas mengembalikan rally‐nya Jumat lalu karena tekanan tidak seperti ekspektasi laporan payrolls AS 
dan meredumnya harapan berakhirnya krisis utang zona euro gagal untuk membalikkan investor kembali pada aset‐aset beresiko. Spot gold <XAU=> naik 0.8 persen ke level $1,661.09 per ons pada pukul 3:55 PM EDT (1955 GMT), setelah mencapai level tertingginya $1,681.67 pada awal Kamis lalu.  


• Minyak mentah ditutup menguat Jumat lalu setelah awalnya anjlok dan komoditas lainnya pada awalnya merosot karena buyers bermunculan pada pasar yang anjlok dalam dua harinya setelah berita positif zona euro yang menenangkan kekhawatiran ekonomi global. U.S. September crude <CLU1> naik 25 sen untuk di settle ke level $86.88 per barrel, yang menghentikan rangkaian penurunan dalam lima harinya, meskipun berlanjutnya mendekati flat pada post‐settlement trading.   


• Sterling naik lagi terhadap dollar AS Jumat lalu setelah jumlah jobs AS menekan perkiraan dan memberikan gambaran pada investor yang telah bersiap pada data yang dapat mengembalikan gambaran bahwa AS yang menghadapi resesi dan menekan safe‐haven currencies.    


• Pound bertahan terhadap euro, yang mana secara marjinal menguat ke level 86.80 pence <EURGBP=D4>, yang pada awalnya anjlok ke level
terendahnya dalam dua bulan berkenaan dengan permasalahan utang zona euro kemungkinan menekan dua dari ekonomi negara    ‐‐ Italia dan Spanyol.   


• Sterling <GBP=D4> naik 0.5 persen dalam hariannya ke level $1.6352, mendapatkan kembali pijakannya setelah anjlok 1.0 persen hari sebelumnya ketika dollar mengalami perluasan rally yang didukung intervensi dari otoritas Jepang untuk menjual yen.

Friday, August 5, 2011

Headline News 05.08.11

U.S. & GLOBAL 


• Investor diseluruh dunia melepas saham‐sahamnya pada Kamis lalu untuk bergeras beralih pada cash dan obligasi pemerintah, yang menekan indeks‐indeks ekuitas ke level terendahnya dalam tahunan dari kekhawatiran menyebarnya krisis utang dan perlambatan pertumbuhan ekonomi.


• Indeks utama AS melemah lebih dari 4 persen, dengan saham‐saham sektor teknologi Nasdaq anjlok 5 persen, menghapus kenaikan tahunannya sebagaimana meluasnya koreksi pada indeks S&P 500 yang lebih dari 10 persen dari level puncaknya bulan Mei.


• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> anjlok 512.76 poin, atau 4.31 persen, untuk ditutup ke level 11,383.68. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> merosot 60.27 poin, atau 4.78 persen, ke level 1,200.07. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> berkurang 136.68 poin, atau 5.08 persen, ke level 2,556.39.


• Indeks MSCI world equity index <.MIWD00000PUS> melemah 4.3 persen dalam hariannya, penurunan terbesarnya dalam dua tahun, dan terpukul ke level terendahnya tahun 2011. Saham‐saham Eropa <.FTEU3> anjlok 3.3 persen.


• Aksi jual yen yang mendorong kenaikan dollar AS naik sekitar 4 persen dalam tertinggi hariannya ke level 80.25 yen pada trading platform EBS, naik dari level terendahnya 76.29 yang terjadi Senin lalu. Dollar AS diperdagangkan pada Kamis sore harinya pada level 79.08 yen <JPY=>, naik 2.6 persen dalam hariannya, sementara itu euro menguat 1 persen ke level 111.70 yen <EURJPY=>.


• Intervensi Jepang terjadi setelah tidak diekspektasinya pemangkasan tingkat suku bunga Swiss untuk melemahkan the franc, yang mana telah menguat hari sebelumnya karena investor memburu safe havens. Mata    uang tersebut sedikit naik pada perdagangan New York Kamis sebelumnya.


• Harga Tresuri AS naik Kamis lalu karena kekhawatiran resesi yang membawa investor menjauhi aset‐aset beresiko seperti saham‐saham dan mencari obligasi pemerintah AS yang lebih aman.  


• Emas melemah dari level tertingginya pada volume perdagangan yang besar Kamis lalu, karena memuncaknya kekhawatiran resesi yang menekan pasar saham global yang memaksa investor untuk melakukan aksi ambil untung pada emas untuk menutup kerugian ditempat lainnya. Emas <XAU=> anjlok 0.6 persen ke level $1,651.40 per ons pada pukul 3:33 PM EDT (1933 GMT), yang pada awalnya telah mencapai level tertingginya $1,681.67.


• Minyak mentah merosot hingga 6 persen Kamis lalu, dengan U.S. crude anjlok melewati technical support ke level terendahnya sejak Februari karena memuncaknya kekhawatiran dari perlambatan ekonomi yang menekan gejolak global dari aset‐aset beresiko. U.S. crude untuk pengiriman bulan September <CLU1> di settled ke level $86.63 per barrel, melemah $5.30, atau 5.77 persen, penurutan persentase harian terbesarnya sejak 5 Mei. Telah mencapai level terendah hariannya $86.04, level terendahnya sejak 18 Feb pada intraday low level $85.65.


• Sterling anjlok lagi terhadap meluasnya penguatan dollar AS Kamis lalu, karena the greenback naik dari intervensi mata uang Bank of Japan, meskipun pound secara singkat berhasil menyentuh level tertingginya dalam dua bulan terhadap euro.  


• Bank of England mempertahankan tingkat suku bunga karena meluasnya ekspektasi dan terjebak dengan jeda program pembelian aset‐asetnya, dengan pound menunjukkan sedikit reaksi yang langsung.


• Sterling melemah disekitar 0.6 persen dalam hariannya ke level $1.6331, karena dollar AS naik satu persen versus a basket of currencies <.DXY> setelah intervensi BoJ.  


• "Sterling is largely being driven by international forces today," ungkap Audrey Childe‐Freeman, currency strategist pada JP Morgan Private Bank.


• Hari ini data PPI Inggris akan dirilis sore harinya.