title cover

title cover

Sunday, September 18, 2011

Headline News 19.09.11



US & GLOBAL
Bursa saham global menguat dalam rangkaian empat harinya Jumat lalu, tetapi euro anjlok dari harapan Eropa akhirnya mendapat jalan dari krisis utang regional yang mengimbangi ketakutan dari Yunani yang masih beresiko pada default (utangnya). 

Indeks Nasdaq mencatatkan kenaikan mingguan terbesarnya sejak Juli 2009, dan meningkatnya bursa saham global yang diperkirakan risk aversion telah merosot. 

Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup meningkat 75.91 poin, atau 0.66 persen, ke level 11,509.09. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> naik 6.90 poin, atau 0.57 persen, ke level 1,216.01. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> bertambah 15.24 poin, atau 0.58 persen, ke level 2,622.31. 

Investor mengekspektasi the Fed untuk mengambil langkah dalam menyesuaikan tingkat interest rates jangka panjang ketika para pengambil kebijakan bertemu pada Selasa dan Rabu untuk membantu menghidupkan kembali ekonomi AS yang terus melemah. 

Indeks MSCI's all‐country world equity <.MIWD00000PUS> menguat 0.7 persen, sementara itu indeks FTSE Eurofirst <.FTEU3> dari saham‐saham utama Eropa ditutup meningkat 0.6 persen ke level 937.85. 

Euro <EUR=> mengalami kinerja terbaik mingguannya terhadap dollar AS, meskipun anjlok 0.7 persen ke level $1.3785 Jumat lalu. Pengumuman Kamis lalu  bahwa  bank  sentral  utama  dunia  akan  mendorong  pendanaan  dollar  jangka  pendek  terhadap  perbankan  Eropa  membawa  aksi  jual  dollar  yang mendorong euro. 

Tresuri AS sedikit meningkat harganya. Obligasi 10‐tahun Tresuri AS <US10YT=RR> menguat 6/32 pada harga dengan yield sebesar 2.06 persen. 

Harga  emas  rally  karena  suramnya  sentimen  konsumen  AS  yang  menghidupkan  kembali  aksi  beli  pada  safe‐haven  assets.  U.S.  gold  futures  untuk pengiriman Desember <GCZ1> di settled naik $33.30 ke level $1,814.70 per ons. 

U.S.  crude  futures  anjlok  leboh  dari  1  persen  Jumat  lalu  karena  ketidakpastian  yang  melingkupi  krisis  utang  zona  euro  dan  memburuknya  outlook konsumen di AS yang mendorong pre‐weekend selling. U.S. crude oil <CLc1> ditutup anjlok 1.6 persen, atau $1.44, ke level $87.96 per barrel. Brent crude di London <LCOc1> berkurang 25 sen untuk di settle hanya disekitar level $112.

GOLD & COMMODITIES
Emas membukukan penguatan 1% pada sesi Jumat 16 September dalam sesi perdagangan dengan volatilitas tinggi seiring kembalinya minat investor pada aset safe haven tersebut ditengah rilis survei yang memperlihatkan muramnya pandangan konsumen Amerika mengenai kondisi ekonomi. Sebelumnya emas sempat anjlok ke level terendah sejak 3‐pekan terakhir ke 1761.94 USD per troy ounce ditekan membaiknya sentimen pelaku pasar pada krisis Eropa setelah adanya komitmen dari bank sentral dan petinggi Jerman serta Perancis. 

Sementara  itu  dalam  sepekan  terakhir  emas  tercatat  melemah  2,6%  ke  1809.19  USD  per  troy  ounce,  pelemahan  mingguan  beruntun  dalm  2‐pekan terakhir dan merupakan performa mingguan terburuk sejak awal Mei silam. Sementara itu perak turun 2% dalam sepekan terakhir ke 40.60 USD per troy ounce. 

Pekan ini pelaku pasar akan menantikan hasil sidang FOMC dimana investor akan mengamati sinyal pemberlakuan program quantitative easing lanjutan untuk  menstimulasi  ekonomi  Amerika.  Jika  The  Fed  menempuh  langkah  tersebut  maka  diperkirakan  akan  memberikan  tekanan  pada  dollar  AS  dan  kembali mendukung performa emas. Sebagaimana serupa yang terjadi sejak program QE2 diluncurkan akhir 2010 lalu dimana emas menguat lebih dari 40% hingga program tersebut berakhir Juni 2011. 

Pekan ini volume perdagangan emas diprediksi akan lebih tipis dari biasanya karena sebanyak 500 trader dan investor institusi akan menghadiri seminar yang di adakan oleh the London Bullion Marketing Association di Montreal, Kanada. 

Mayoritas  analis  mempertahankan  proyeksi  bullish  pada  emas  dalam  jangka  menengah‐panjang  kedepan,  meskipun  emas  dipercaya  belum  akan menembus level 2000 dalam beberapa pekan kedepan.

Friday, September 16, 2011

Headline News 16.09.11


US & GLOBAL
  • Bursa  saham  global  menguat  dalam  rangkaian  tiga  harinya  dan  euro  meningkat  tajam  Kamis  lalu  setelah  bank  sentral  utama  dunia  melangkah  pada kemudahan pendanaan untuk perbankan Eropa dalam upaya terkoordinasi untuk mengatasi krisis utang Eropa. 


  • Bursa saham AS naik ke dalam rangkaian empat harinya Kamis lalu karena tindakan terkoordinasi bank sentral untuk menenangkan kekhawatiran bahwa sektor finansial Eropa menghadapi pembekuan kredit berkenaan dengan krisis regional sovereign debt.   


  • Pada bursa Wall Street, indeks Dow Jones industrial average <.DJI> menguat 186.45 poin, atau 1.66 persen, ke level 11,433.18. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> bertambah 20.43 poin, atau 1.72 persen, ke level 1,209.11. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> melejit 34.52 poin, atau 1.34 persen, ke level 2,607.07. 


  • Indeks  FTSEurofirst  300  <.FTEU3>  indeks  utama  saham‐saham  Eropa  bertambah  2.1  persen,  dan  saat  ini  telah  naik  6.2  persen  sejak  menyentuh  level terendah dua tahunnya Selasa lalu. Indeks perbankan zona Euro <.SX7E> naik 6.3 persen, dengan BNP Paribas <BNPP.PA>, meningkat 13.4 persen. 


  • Euro naik terhadap dollar AS Kamis lalu setelah bank sentral utama bergerak untuk mengurangi pembatasan pendanaan pada perbankan Eropa, meskipun beberapa investor mengekspektasi rally pada akhirnya.   


  • European Central Bank mengatakan akan bekerjasama dengan the Fed AS, Bank of England, Bank of Japan dan Swiss National Bank untuk menyediakan pinjaman dollar pada bank‐bank komersial dalam usaha untuk mencegah pasar uang dari pembekuan dana. 


  • Euro terakhir diperdagangkan naik 0.9 persen ke level $1.38795 <EUR=EBS>, kenaikan persentase terbesar satu harinya sejak 15 Agustus. Pada awalnya sempat mencapai level tertingginya $1.39370 pada trading platform EBS, menghentikan level terendahnya dibawah $1.35 yang terjadi Senin lalu.   


  • Harga obligasi pemerintah AS melemah Kamis lalu karena rencana bank sentral untuk memberikan pinjaman (tiga bulanan) dollar AS pada sektor finansial Eropa yang mendorong investor untuk beralih pada riskier assets seperti saham‐saham.   


  • Harga  emas  merosot  2  persen  ke  level  terendah  tiga  minggunya  Kamis  lalu,  karena  usaha  dari  bank  sentral  global  dan  penguasa  utama  Eropa  untuk mengakhiri krisis utang regional yang mendorong investor untuk melepas safe havens. Spot emas <XAU=> anjlok 2.1 persen ke level $1,781.90 per ons pada siang waktu setempat EDT (1600 GMT), yang telah merosot ke level terendahnya $1,772.04.


  • U.S. crude futures menguat Kamis lalu karena bank sentral utama bertindak untuk mendorong pendanaan pada perbankan Eropa dan para pemimpin utama  menyuarakan  untuk  mendukung  Yunani,  menenangkan  kekhawatiran  mengenai  utang  zona  euro.  New  York  yang  memperdagangkan  crude  oil <CLc1> meningkat tipis 49 sen ke level $89.40 per barrel, memperlebar premi antar brent dan oil AS yang mendekati $26 setelah kontraksi tajam pada awal minggu ini.


GOLD & COMMODITIES
  • Emas anjlok 1,6% ke 1788.64 USD per troy ounce setelah sempat mencapai level terendah sepanjang 3‐pekan terakhir di 1772.04 USD per troy ounce akibat aksi gabungan bank sentral untuk menjamin likuiditas di pasar keuangan dan komitmen Jerman‐Perancis untuk mempertahankan Yunani dalam kerangka Uni‐Eropa. 


  • Kombinasi hal tersebut kemudian meredakan kekhawatiran investor akan krisis finansial zona eropa yang selama ini dominan dan mengangkat minat pada aset  beresiko,  sebaliknya  menekan  minat  pada  aset  safe  haven  terutama  emas.  Pasar  saham  global  menyambut  positif  langkah  bank  sentral  negara‐negara maju yang menyatakan akan melakukan upaya gabungan guna menjamin pinjaman jangka pendek 3‐bulan dalam denominasi dollar AS kepada bank‐bank komersial untuk menghindari menyusutnya likuiditas. 


  • Dengan demikian, emas tercatat anjlok 7% sejak berhasil membukukan level tertinggi sepanjang sejarah 1920.30 USD per troy ounce. Sementara itu harga perak juga anjlok 1,9% ke 39.83 USD per troy ounce.Volatilitas perdagangan emas dalam 5‐sesi perdagangan terakhir sangat tinggi, tercatat kisarannya berada diantara; bahkan sering melebihi 50 USD per sesinya. 


  • Mayoritas analis berpendapat bahwa secara umum trend emas masih sangat bullish, dan berbaliknya kepercayaan investor ini hanya bersifat temporer saja. Meskipun saat ini mulai dipertanyakan kekuatan untuk menembus level 2000 USD per troy ounce dalam waktu dekat. 


  • Namun  demikian,  berdasarkan  laporan  dari  konsultan  logam  mulia  –  GFMS,  harga  emas  diperkirakan  akan  dapat  menembus  level  2000  USD  per  troy ounce hingga akhir tahun seiirng tingginya minat beli investor pada emas batangan, koin dan perhiasan serta maraknya pembelian oleh institusi negara dan bank sentral.

Thursday, September 15, 2011

Headline News 15.09.11



US & GLOBAL
  • Bursa saham global mengalami rally dan euro meningkat Rabu lalu karena optimisme mengenai langkah‐langkah sementara untuk menyelesaikan kembali krisis utang Eropa dalam mengatasi kekhawatiran bahwa Yunani pada akhirnya akan default pada utangnya. 



  • Saham‐saham pada bursa Wall Street menguat hingga hampir 2 persen setelah para pejabat utama Eropa mengatakan rencana pada obligasi zona zona euro, yang kelihatan sebagai kunci utama untuk menenangkan memburuknya krisis utang mereka, yang segera akan dilakukan.



  • Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup meningkat 140.88 poin, atau 1.27 persen, ke level 11,246.73. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> menguat 15.81 poin, atau 1.35 persen, ke level 1,188.68. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> bertambah 40.40 poin, atau 1.60 persen, ke level 2,572.55 



  • Indeks MSCI's all‐country world <.MIWD00000PUS> melejit 0.8 persen. 



  • Saham‐saham  dan  euro  mengalami  rally  setelah  para  pemimpin  Perancis  dan  Jerman  mengatakan  masa  depan  Yunani  dalam  zona  euro,  menekan kekhawatiran  pada  penyimpangan  yang  dapat  memicu  kehancuran  secara  sistemik.  Pemimpin  Perancis  dan  Jerman  juga  mengatakan  pada  Perdana  Menteri Yunani George Papandreou adalah penting untuk melaksanakan reformasi dan memenuhi tujuan fiskal yang telah ditetapkan pada 21 Juli pada bailout plan. 

  • Dollar anjlok ke level terendahnya terhadap yen sejak 2 September sementara itu euro menguat dalam rangkaian level puncak tiga harinya terhadap dollar Rabu lalu dari optimisme bahwa Yunani akan tetap menjadi bagian dari zona euro dan akan memenuhi semua kewajibannya.  



  • Euro terakhir  meningkat 0.6 persen  ke level  $1.37514 <EUR=EBS> pada electronic trading platform EBS setelah  mencapai level tertingginya  $1.37720. Dollar  AS  anjlok  ke  level  terendahnya  76.64  yen  pada  EBS  <EUR=EBS>  dan  terakhir  diperdagangkan  ke  level  76.662,  telah  merosot  0.3  persen.  Euro terakhir melejit 0.2 persen terhadap yen <EURJPY=EBS>.   



  • Kebanyakan harga Tresuri AS melorot Rabu lalu karena langkah‐langkah untuk menyelesaikan kembali krisis utang Eropa yang mendorong investor pada  aset‐aset beresiko (riskier assets) seperti saham – yang menekan pada safe‐haven obligasi pemerintah AS.    



  • Emas anjlok Rabu lalu karena pengambil kebijakan tertinggi Eropa menawarkan rencana yang meredakan krisis utang regional, dan harga yang bergejolak menekan ketertarikan pada logam mulia. Spot emas terakhir merosot 0.7 persen ke level $1,821.10 per ons pada pukul 2.49 p.m. EDT (1849 GMT). U.S. gold futures untuk pengiriman bulan Desember melemah $3.60 ke level $1,826.50 per ons.  



  • Harga  brent  crude  naik  Rabu  lalu  dari  harapan  krisis  utang  zona  euro  dapat  melemah,  sementara  itu  U.S.  oil  futures  anjlok  mengikuti  data  yang mengejutkan pada kenaikan cadangan AS. U.S. October crude <CLc1> di settled ke level $88.91 per barrel, turun $1.30, setelah sempat naik diatas level $90 Selasa lalu.



GOLD & COMMODITIES
  • Harga emas ditutup melemah 0,7% ke 1819.20 USD per troy ounce menyusul beberapa upaya dari petinggi Uni‐Eropa untuk menangani krisis keuangan sedikit mengangkat kepercayaan pelaku pasar dan mendukung minat pada aset beresiko. Sementara itu perak turun 1% ke 40.63 USD per troy ounce. 



  • Meningkatnya volatilitas dalam perdagangan emas dalam beberapa bulan terakhir saat ini dilaporkan meredam minat beberapa investor pada aset safe haven tersebut, meskipun outlook emas masih sangat bullish seiring pelemahan ekonomi Amerika dan kemungkinan pemberlakuan stimulus keuangan yang akan merontokkan nilai tukar dollar AS. 



  • “Beberapa investor mungkin menarik diri dari emas karena tingginya volatilitas, hal tersebut sedikit mulai menurunkan status emas sebagai safe haven”, demikian  menurut  James  Steel  dari  HSBC.  Namun  demikian,  dengan  masih  bergulirnya  krisis  ekonomi  kawasan  Uni‐Eropa  dan  pelemahan  ekonomi Amerika tetap akan menjadikan emas sebagai pilihan investor ditengah kondisi ketidakpastian global. 



  • Saat  ini  investor  pasar  emas  akan  menantikan  sidang  The  Fed  yang  akan  berlangsung  20  September  mendatang  untuk  menangkap  sinyal  kebijakan moneter Amerika selanjutnya. Sebelumnya, program quantitative easing The Fed senilai 600 miliar USD telah mendorong penguatan emas sebanyak 40% sejak dimulainya akhir tahun lalu hingga berakhirnya program tersebut Juni silam.

Wednesday, September 14, 2011

Headline News 14.09.11


U.S. & GLOBAL

• Bursa saham global dan euro menguat Selasa lalu dari harapan pada penguasa tertinggi Eropa akan memberikan dukungan terkini pada Yunani, meskipun ketidakpastian ditekan oleh ketakutan pada default utang Yunani.  


• Bursa saham AS melejit Selasa lalu karena investor melakukan aksi beli saham‐saham yang merosot pada minggu‐minggu ini, didukung pada para pemimpin Eropa yang akan melakukan suatu tindakan segera untuk menenangkan krisis utang Yunani.   


• Indeks MSCI's all‐country world equity <.MIWD00000PUS> meningkat 0.9 persen dan bursa Wall Street mengalami rebound.  


• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 44.73 poin, atau 0.40 persen, ke level 11,105.85. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> menguat 10.60 poin, atau 0.91 persen, ke level 1,172.87. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> bertambah 37.06 poin, atau 1.49 persen, ke level 2,532.15.  


• Saham‐saham utama sektor konsumen mencatatkan penurunan terbesarnya, ditekan oleh Best Buy Co Inc <BBY.N>, yang anjlok ke level terendah dalam 52‐minggunya mengikuti earning kuartalan yang merosot. Oracle Corp <ORCL.O>, Intel Corp <INTC.O> dan Apple Inc <AAPL.O> diantara yang mendorong indeks Nasdaq.  


• Sebuah laporan dari Reuters mencatatkan staf pemerintah Yunani mengatakan bahwa para pemimpin Yunani, Jerman dan Perancis akan mengadakan conference call Rabu ini untuk mendorong euro dan menyokong optimisme pada pasar ekuitas. Dua sumber terpercaya pemerintah Jerman mengkonfirmasi rencana tersebut.  


• Harga Tresuri AS merosot dengan kenaikan pada saham‐saham dan melemahnya permintaan pada safe‐haven obligasi pemerintah AS. Pada awalnya di Eropa, yields dari benchmark German Bunds <DE10YT=TWEB> mencatatkan level historis terendahnya yang anjlok 1.68 persen.


• Euro sedikit menguat dari level terendahnya tujuh bulan terhadap dollar AS Selasa lalu, dengan rebound pada harga ekuitas, tetapi pelemahan tren masih tersisa pada memburuknya krisis utang Eropa.    


• Euro <EUR=> meningkat 0.2 persen ke level $1.3691 terhadap dollar AS. Terhadap yen, euro anjlok ke level terendahnya 104.37 <EURJPY=EBS> sebelum naik kembali ke level 105.18, yang telah turun 0.3 persen.  


• Harga emas naik mendekati 1 persen Selasa lalu, dengan menguatnya pasar ekuitas dan rebound pada euro yang membalikkan penurunan tajam pada hari sebelumnya dari margin‐call selling. Spot emas <XAU=> menguat 0.8 persen ke level $1,826.90 per ons pada pukul 12:22 p.m. EDT (1622 GMT), yang pada awalnya telah anjlok ke level terendahnya $1,798.75.   


• Harga brent crude merosot Selasa lalu, ditekan turun oleh spread selling dan revisi turun dari perkiraan International Energy Agency's pada pertumbuhan konsumsi minyak global berkenaan dengan gejolak ekonomi. U.S. October crude <CLc1> menguat $2.02 untuk di settle ke level $90.21 per barrel, level penutupan tertingginya sejak 3 Agust., naik dari dukungan laporan ekspektasi yang menunjukkan penurunan pada cadangan minyak AS.


• Sterling ditutup ke level terendahnya dalam tujuh setengah bulan terhadap dollar AS Selasa lalu, setelah gambaran inflasi gagal untuk mengatasi spekulasi bahwa Bank of England dapat menentukan kedepannya quantitative easing (QE) dan defisit perdagangan Inggris yang melembar tidak seperti ekspektasi.   


• Sterling anjlok 0.4 persen ke level $1.5789 terhadap dollar AS <GBP=D4>, tidak jauh dari pelemahan ke level terendahnya $1.5762, level terlemahnya sejak 25 Jan. Trader mengatakan stop loss orders dipicu sekitar level $1.5780, level terendahnya yang terjadi 12 Juli, yang menekan hingga ke level terendahnya $1.5762.   


• Komentar dari pengambil kebijakan BoE Adam Posen, yang mengatakan bank sentral seharusnya segera menambah stimulus moneter berikutnya, yang menekan pound, meskipun trader mengatakan pengaruh terbatas pada Posen yang hanya sendiri diantara sembilan pelaku kebijakan BoE dengan dukungannya pada QE


• Harga perumahan di Inggris dan Wales anjlok pada bulan Agustus dan transaksinya anjlok ke level terendah yang pernah dilihat selama resesi tahun 2009, sebuah survei menunjukkannya Selasa lalu.  


• Hari ini data penting Inggris yang dapat dipantau adalah pada sore harinya yaitu claimant count, ILO unemployment, average weekly earning.

Tuesday, September 13, 2011

Headline News 13.09.11


U.S. & GLOBAL 


• Bursa saham AS mengalami rally pada akhir hariannya dan euro menguat Senin lalu, mengalami rebound dari gejolak global, setelah berita bahwa Cina kemungkinan mendukung Italia dengan bantuan finansial yang menekan kekhawatiran pada debt default Yunani dan efek penyebarannya.  


• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 68.99 poin, atau 0.63 persen, ke level 11,061.12. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> melejit 8.04 poin, atau 0.70 persen, ke level 1,162.27. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> meningkat 27.10 poin, atau 1.10 persen, ke level 2,495.09.  


• Indeks MSCI's all‐country world equity <.MIWD00000PUS> merosot 1.2 persen, yang menekan penurunan sekitar 2.2 persen pada awalnya.  


• Melonjaknya kekhawatiran mengenai debt default Yunani dan permasalahan setelah kenaikan yields obligasi Italia pada awalnya mendorong para investor untuk melepas saham‐sahamnya di negara Eropa. Indeks pan‐European FTSEurofirst 300 <.FTEU3> dari saham‐saham utama anjlok 2.7 persen untuk ditutup pada level 890.98, setelah pada awalnya merosot ke level 883.04, level terendahnya sejak Juli 2009. Indeks telah anjlok sekitar 20 persen pada tahun 2011.  


• Euro mengalami recovered dari pelemahannya terhadap dollar AS Senin lalu dan diperdagangkan pada wilayah positif karena Financial Times memberitakan bahwa Italia dalam pembicaraan dengan Chinese fund untuk membeli obligasi Italia. Euro terakhir diperdagangkan pada level $1.3678, meningkat 0.2 persen dalam hariannya, menghentikan level terendah hariannya $1.34949 <EUR=EBS>, level terendahnya sejak bulan Februari, pada trading platform EBS.  


• Harga Tresuri pemerintah AS melemah Senin lalu setelah U.S. Treasury melakukan aksi jual obligasi bertenor tiga tahun yang mencatatkan yield ke level terendahnya yang pernah ada.   


• Harga emas anjlok 2.5 persen Senin lalu karena meningkatnya ketakutan mengenai krisis utang Eropa yang mendorong bullion investors untuk melakukan aksi jual setelah mencapai level tertingginya minggu lalu dengan mengimbangi penurunan pada pasar ekuitas. Spot emas <XAU=> melemah 2.4 persen ke level $1,812.49 per ons pada pukul 1:41 p.m. EDT (1741 GMT). Telah anjlok lebih dari 1 persen minggu lalu, mencatatkan penurunan mingguan terburuknya sejak akhir bulan Juni.    


• U.S. crude ditutup meningkat karena investor melakukan aksi ambil untung dari perbedaan pencatatan kinerja harga minggu lalu antara Brent dan harga oil AS. US crude <CLc1> di settled ke level 88.85, naik 1.61 poin, atau 1.9% dalam hariannya.   


• Sterling merosot ke level terendahnya dalam 7‐1/2 bulan terhadap dollar AS Senin lalu dengan trader mencatatkan aksi jual dari European investment bank yang memicu pada stop loss orders.   


• Pound anjlok secara singkat ke level terendahnya $1.5774 <GBP=D4>, level terendah sejak akhir Januari, sebelum sedikit naik ke level $1.5816, yang telah turun 0.4 persen dalam hariannya.   


• Sterling telah mendapat tekanan dari dollar pada sesi Eropa karena pemasalahan mengenai efek penyebaran dari zona euro yang mendorong permintaan pada riskier currencies.       


• Perbankan Inggris menghadapi beberapa regulasi terberatnya dari reformasi yang terjadi Senin lalu bahwa mereka memerlukan untuk menjaga aktivitas pinjaman ritel mereka dan menyimpan milyaran dari extra capital. 

Monday, September 12, 2011

Headline News 12.09.11




U.S. & GLOBAL 


• Meningkatnya kekhawatiran mengenai kemampuan Eropa untuk menyelesaikan kembali krisis utangnya menekan euro dan pasar saham dunia Jumat lalu, sementara itu para menteri keuangan G7 bertemu untuk mendiskusikan langkah‐langkah untuk menghidupkan kembali pertumbuhan ekonomi.  


• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup anjlok 303.68 poin, atau 2.69 persen, ke level 10,992.13. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> merosot 31.67 poin, atau 2.67 persen, ke level 1,154.23. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> ditutup turun 61.15 poin, atau 2.42 persen, ke level 2,467.99. Dalam seminggu, indeks Dow anjlok 2.2 persen; indeks S&P 500 berkurang 1.7 persen dan indeks Nasdaq turun 0.5 persen.  


• Indeks FTSEurofirst 300 dari saham‐saham utama Eropa <.FTEU3> berkurang 2.6 persen dalam hariannya dan indeks MSCI world equity <.MIWD00000PUS> melemah 3.2 persen. Kedua indeks tersebut telah turun 3.7 persen dalam mingguannya, pelemahan terbesar ketiganya dalam 12 bulan.  


• Para menteri keuangan dan central bankers dari Group of Seven negara‐negara industri bertemu di Marseille, dimana tuan rumah Perancis menyerukan respon terkoordinasi dari anggota G7 untuk menghadapi krisis utang Eropa dan rapuhnya sektor perbankan. Setelah meeting, para anggota mengatakan telah menyepakati respon terkoordinasi dari perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia dan menyiapkan untuk memasok dana pada perbankan dan untuk mendukung pasar finansial.


• Euro <EUR=EBS> telah anjlok 1.6 persen terhadap dollar AS ke level $1.3668 setelah sempat menyentuh level terendah 6‐1/2 bulan ke level $1.3627. Mata uang tunggal itu telah merosot 5 persen pada bulan September.  


• Kegelisahan mendorong pada aksi beli safe‐haven obligasi Jerman dan pemerintah AS. Obligasi 10‐tahun Bund yield mencapai level terendahnya, sementara itu obligasi 10‐tahun Treasuri AS yields‐nya menyentuh level terendahnya dalam 60‐tahun


• Harga emas merosot setelah melejit mencatatkan level tertingginya diatas $1,900 per ons pada awal minggu ini berkenaan ketertarikan pada safe haven dan lindung nilai dari inflasi. Pada pukul 4:30 p.m. EDT (2030 GMT), spot emas <XAU=> turun setengah persen disekitar level $1,858 per ons, menghentikan level terendah awalnya dibawah $1,825. Dalam seminggu, harga spot telah anjlok 1.4 persen – penurunan tertajam mingguannya sejak 26 Juni.  


• Harga minyak mentah anjlok Jumat lalu dengan euro dan ekuitas merosot dari meningkatnya kesuraman berkenaan dengan pertumbuhan ekonomi dan mengarahkan kekhawatiran mengenai permasalahan utang Eropa. U.S. October crude <CLc1> di settled turun $1.81, 2 persen, ke level $87.24 per barrel, yang  telah merosot ke level terendahnya $85.64. U.S. front‐month crude mencatatkan rangkaian kenaikan mingguannya, naik hanya 79 sen,yang hanya dibawah 1 persen.  


• Sterling melaju ke level tertingginya dalam tiga setengah bulan terhadap euro Jumat lalu, karena mata uang tunggal memperluas penurunannya setelah European Central Bank melepas kebijakannya untuk menaikkan tingkat suku bunga dan melaporkan salah satu tokoh utama ECB berhenti.   


• Euro <EURGBP=D4> merosot ke level 86.22 pence, turun 0.8 persen dalam hariannya, dan level terendahnya sejak 27 Mei. Telah melemah melewati stop dibawah level 86.40 pence dan telah mencapai dibawah 200‐day moving average yang mana berada pada level 86.939 pence, sehingga rentan untuk test level terendahnya 26 Mei pada level 86.11.


• Terhadap dollar, sterling anjlok 0.4 persen ke level $1.5893 <GBP=D4>, yang telah anjlok ke level terendahnya $1.5882, level terendahnya sejak 12 Juli.   


• Factory gate inflation Inggris terbukti melemah pada bulan Agustus, menahan kenaikan bulan Juli yang di revisi ke level 6.1 persen – level tertinggi tahunannya sejak Oktober 2008 – meskipun penurunan tajam pada input prices, data resmi Jumat lalu. Analis telah memperkirakan kenaikan ke level 5.9 persen.   


• Para kepala keuangan G7 bertemu Jumat lalu yang dibawah tekanan untuk mengambil tindakan dari kembali lesunya pertumbuhan ekonomi dan menenangkan krisis confidence terbesarnya pada pasar finansial sejak gejolak kredit global.   


• Irlandia kemungkinan membutuhkan menaikkan pendanaan hingga 15 milyar euro ($21 milyar) hingga akhir tahun 2013, kepala debt management agency mengatakannya Jumat lalu

Friday, September 9, 2011

Headline News 09.09.11


U.S. & GLOBAL 


• Bursa Wall Street merosot Kamis lalu dari kekecewaan bahwa pidato dari Ketua the Fed kurang merinci mengenai rencana untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, sementara itu euro merosot dari kekhawatiran memburuknya krisis utang zona euro dengan Yunani yang gagal untuk mencapai fiscal targets.  


• Setelah perdagangan yang choppy, indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup merosot 119.05 poin, atau 1.04 persen, ke level 11,295.81.
Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> ditutup melemah 12.72 poin, atau 1.06 persen, ke level 1,185.90. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> berkurang 19.80 poin, atau 0.78 persen, ke level 2,529.14.  


• Penurunan pada bursa Wall Street menekan indeks MSCI's world stock <.MIWD00000PUS> anjlok 0.6 persen dalam hariannya.


• Ketua the Fed Ben Bernanke mengatakan bank sentral AS "will do all it can" untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengurangi tingkat pengangguran, tetapi dia tidak menyingkap perangkat moneter apa yang mungkin digunakan the Fed.


• Euro merosot ke level terendahnya dalam dua bulan terhadap dollar AS Kamis lalu setelah European Central Bank memberi tanda untuk menghentikan siklus pengetatan tingkat suku bunga yang dimulai lima bulan yang lalu. Euro anjlok ke level terendahnya $1.38750 <EUR=EBS>
pada trading platform EBS, level terendahnya sejak 12 Juli, dengan pelemahan berakselerasi setelah mencapai support mendekati level $1.3900 ‐‐  50 persen Fibonacci retracement dari level terendah hingga tertingginya tahun ini. Terakhir diperdagangkan pada level $1.3899, turun 1.4 persen dalam hariannya. Euro juga melemah 1.3 persen terhadap pound ke level 86.98 pence <EURGBP=D4>.    


• Harga Tresuri AS mengalami rally Kamis lalu dari kombinasi dorongan yang samar‐samar dari Ketua the Fed Ben Bernanke dan suramnya data pada pasar tenaga kerja yang menaikkan harapan berikutnya dari program pembelian bond oleh the Fed.    


• Harga emas memperluas kenaikannya Kamis lalu dari didepannya pidato Presiden AS Barack Obama, yang mengekspektasi dana rencana sekitar $300 milyar untuk mendorong pasar tenaga kerja. Pada pukul 3:20 p.m. EDT (1920 GMT), spot emas <XAU=> meningkat 2.9 persen ke level $1,870 per ons.    


• Crude oil futures melemah pada perdagangan yang choppy Kamis lalu, mengikuti pelemahan Wall Street setelah Ketua the Fed yang memberikan pidato yang kurang mendorong langkah terbaru pada pertumbuhan ekonomi, dan karena dollar AS meningkat tajam. U.S. October crude <CLc1> di settled ke level $89.05, anjlok 29 sen, merosot dari level tertingginya $90.23, yang mana dibawah level tertingginya Rabu lalu $90.48. Telah sempat anjlok ke level $88.59.   


• Sterling menguat terhadap euro Kamis lalu karena mata uang tunggal mendapat tekanan dari komentar yang kurang mendukung dari European Central Bank, sementara itu pound meningkat terhadap beberapa gambaran bahwa Bank of England menahan kembali dari adanya stimulus moneter berikutnya.   


• Sterling diperdagangkan dengan kenaikan sekitar 0.4 persen terhadap dollar AS ke level $1.6062 <GBP=D4>, membalikkan penurunan awalnya yang membawanya ke level terendahnya dalam 8‐minggu $1.5914 sebelum pengumuman suku bunga dari BoE.   


• Euro anjlok 1 persen dalam hariannya ke level terendahnya dalam dua minggu 87.13 pence pada perdagangan sore harinya <EURGBP=D4>.  


• Bank sentral Inggris menahan tingkat suku bunganya pada level rendah sebelumnya 0.5 persen dalam rangkaian 30 bulannya Kamis lalu, membiarkan kemungkinan terbukanya untuk dimulai kembali program quantitative easing dari pelemahan ekonomi kedepannya.   


• Rilis PPI pada sore harinya dapat dipantau untuk bulan Agustus.




Presiden Barrack Obama

  • Presiden Obama memaparkan proposal paket stimulus yang akan ditujukan pada penguatan sector ketenagakerjaan senilai 447 miliar USD. Obama menyakinkan Kongres AS untuk menyetujui undang-undang tersebut yang disebut sebagai “American Jobs Act”, dimana salah satu poinnya adalah dengan pemangkasan anggaran pemerintah dan pemotongan pajak besar-besaran pada pekerja dan pelaku bisnis Amerika.


  • Presiden Obama mengusulkan pemangkasan pajak dari 2% menjadi 3,1%. Langkah Obama ini sebagai salah satu dari reaksi setelah data non-farm payrolls untuk Juli memperlihatkan kosongnya rekruitmen tenaga kerja, meningkatkan kembali kekhawatiran bahwa ekonomi akan jatuh kepada resesi berikutnya.


  • Beberapa analis memperkirakan langkah Obama ini akan berdampak positif pada dollar AS karena jumlahnya paket stimulus tersebut melebihi ekspektasi sebelumnya, 300 miliar USD.


  • Namun demikian, usulan Obama tersebut akan mendapat tantangan keras dari kubu oposisi – Partai Republik.