title cover

title cover

Friday, October 28, 2011

HEADLINE NEWS 28.10.11


US & GLOBAL
  • Bursa saham global dan euro menguat tajam ditopang euforia investor menyambut positif langkah penanganan krisis hutang Uni‐Eropa yang telah dinanti sejak lama. Mayoritas bursa saham Amerika berada pada teritori negatif sejak musim panas lalu karena terpengaruh krisis hutang Uni‐Eropa, dan saat ini kembali ke area positif ditingkahi penguatan indeks S&P500 yang mencetak penguatan bulanan terbesar sejak 1974.


  • Harga‐harga  logam  turut  menguat  lebih  dari  5%,  minyak  naik  lebih  dari  4%  dan  euro  menguat  tajam  2%  setelah  pemimpin  Uni‐Eropa  menyetujui kesepakatan penanganan krisis hutang yang sebelumnya telah mengancam ekonomi global ke jurang resesi ekonomi berikutnya. 


  • Sebaliknya, dollar AS mencatat pelemahan terbesar dalam kurun 2‐1/2 tahun terakhir terhadap mata uang utama dunia lainnya, serta investor melepas obligasi Amerika yang kemudian menekan harga produk tresuri lebih lanjut dan menaikkan imbal hasil ke level tertinggi dalam kurun 2‐1/2 bulan terakhir.  


  • Kesepakatan yang berhasil dicapai pada pertemuan lanjutan di Brussels diantaranya mencakup rekapitalisasi perbankan Eropa, kenaikan dana EFSF dan disepakatinya  kerugian  sebesar  50%  terhadap  pemegang  obligasi  Yunani.  Saat  ini  investor  cenderung  mengabaikan  bahwa  beberapa  aspek  dari persetujuan tersebut, termasuk diantaranya kenaikan dana EFSF akan memakan waktu berminggu‐minggu untuk dapat terealisasi. 


  • Euro menguat ditunjang oleh reaksi positif pada pelaku pasar menanggapi hasil kesepakatan tersebut, naik 2% terhadap dollar AS ke 1.4186.


  • Bursa  saham  global  melanjutkan  penguatannya  dan  mencapai  level  tertinggi  sejak  awal  Agustus  silam,  dimana  MSCI  all‐country  equity  index <.MIWD00000PUS> naik 4.3%. 


  • Sementara itu bursa saham Amerika menguat tajam, indeks Dow Jones <.DJI> ditutup menguat 339.51 poin atau 2.86% ke 12,208.55, S&P500 <.SPX> naik 42.59 poin  atau 3.43% ke 1,284.59 dan Nasdaq Composite Index <.IXIC> naik 87.96 poin atau 3.32% ke 2,738.63 


  • Data fundamental ekonomi Amerika memperlihatkan produk bruto bertumbuh paling pesat dalam satu tahun terakhir pada kuartal ketiga lalu, kemudian turut menopang minat investor pada aset beresiko. 


  • Harga  minyak  dunia  menguat  disokong  oleh  kesepakatan  antara  negara‐negara  Uni‐Eropa  dan  rilis  menggembirakan  data  ekonomi  Amerika  yang meningkatkan harapan akan stabilnya permintaan energi. Harga minyak jenis ICE Brent December crude <LCOZ1> ditutup menguat 3.17 USD ke 112.08 USD per barrel, semenatara itu minyak jenis U.S. light sweet crude oil <CLc1> naik 3.76 USD ke 93.96 USD per barrel.  Emas menguat 1,1% ke 1743.95 USD per troy ounce ditunjang oleh penguatan bursa ekuitas dunia dan komoditi seiring pelemahan dollar AS menyusul kesepakatan antara negara‐negara Uni‐Eropa. Sedangkan perak naik lebih dari 5% ke 35.25 USD per ounce.



GOLD & COMMODITIES
  • Emas naik 1,5% pada Kamis kemarin dipicu naiknya ekuitas dan komoditas menyusul anjloknya dolar setelah kesepakatan Eropa untuk mengatasi krisis utang kawasan dan memangkas utang Yunani.


  • Meskipun banyak investor yang kembali memburu  aset‐aset  beresiko,  namun emas  juga diuntungkan oleh fungsinya sebagai safe‐haven status seiring masih khawatirnya investor hingga detil dari keputusan akhir Eropa tersebut diumumkan.


  • Emas telah menguat dalam 5  sesi berturut‐turut, dan perak naik 5% setelah para pemimpin zona euro mencapai kesepakatan di menit‐menit terakhir untuk membatasi kerusakan akibat krisis utang kawasan pada Kamis kemarin, tetapi masih jauh dari penyelesaian rencana untuk memangkas beban utang Yunani dan memperkuat dana penyelamatan mereka.


  • Setelah pertemuan  puncak di  Brussels, pemerintah mengumumkan  perjanjian  di mana bank‐bank  swasta dan perusahaan  asuransi akan menerima  50 persen kerugian pada kepemilikan obligasi Yunani mereka dalam tawaran terbaru untuk mengurangi beban utang Athena yang besar.


  • Kesepakatan  dicapai  setelah  melalui  negosiasi  yang  alot  lebih  dari  delapan  jam  antara  bankir,  kepala  negara  dan  IMF,  dan  kesepakatan  itu  juga menyangkut rencana penambahan kekuatan dana Fasilitas Stabilitas Keuangan Eropa (EFSF) sebesar 1,0 triliun euro menjadi sekitar $ 1,4 triliun.


  • Emas spot naik 1,5% di level $1745.10 per ounce dan tercatat naik 8% dalam 5 sesi terakhir, mengalami penguatan seiring menguatnya aset‐aset beresiko maupun safe‐haven. Sedangkan emas berjangka untuk pengiriman Desember ditutup naik $24,20 di level $1747.70 per ounce.


  • Emas  awalnya  sempat  terkoreksi  akibat  fungsunya  sebagai  safe‐haven  setelah  tercapai  kesepakatan  Eropa  dan  data  ekonomi  AS  yang  menunjukkan meningkatnya  business  spending  dan  consumer  spending  yang  telah  mendorong  ekonomi  terbesar  dunia  tersebut  mencapai  level  pertumbuhan terpesatnya dalam setahun terakhir.


  • Namun emas kemudian berhasil rebound seiring menguatnya bursa Wall Street dan komoditas seperti tyembaga naik 6%. Emas juga diuntungkan oleh kekhawatiran terhadap potensi diluncurkannya program quantitative easing (QE) AS putara berikutnya.


  • The Fed memperdebatkan aturan untuk penetapan suku bunga berdasarkan inflasi dan pengangguran, tetapi nampaknya tidak ada perubahan kebijakan yang akan dilakukan pada pertemuan FOMC berikutnya pada 1‐2 November.

Thursday, October 27, 2011

HEADLINE NEWS 27.10.11


US & GLOBAL
  • Bursa saham global melanjutkan penguatannya seiring berita bahwa pemimpin Uni‐Eropa menyepakati peningkatan dana dalam EFSF. Sementara itu euro turun dari penguatan tajamnya karena investor masih menunggu detil dari penanganan krisis hutang Uni‐Eropa yang nampaknya belum akan terpapar jelas setidaknya hingga sebulan kedepan. Pemimpin Uni‐Eropa diperkirakan akan menyetujui kenaikan dana EFSF hingga 1 triliun euro dan menekan para pemegang  obligasi  Yunani  untuk  dapat  menerima  kerugian  hingga  50%  pada  obligasi  yang  mereka  pegang,  demikian  berdasarkan  draf  pernyataan bersama  dari  lanjutan  European  Summit.  Berbagai  macam  spekulasi  berkaitan  dengan  penangan  krisis  hutang  Uni‐Eropa  berpengaruh  pada  volatilitas pasar keuangan dalam beberapa sesi terakhir.


  • Berdasarkan draf pernyataan bersama dari para pemimpin Uni‐Eropa, finalisasi mengenai syarat dan ketentuan operasional dan kenaikan EFSF akan mulai dilaksanakan pada November mendatang. 


  • Harga minyak dunia turun seiring naiknya cadangan minyak Amerika dan investor belum puas akan penanganan krisis hutang Uni‐Eropa. Sementara itu imbal hasil produk tresuri Amerika turun akibat kenaikan bursa saham. Harga minyak jenis Brent oil futures <LCOc1> turun 2.01 USD ke 108.91 USD per barrel, sementara minyak jenis U.S. crude <CLc1> ditutup melemah 2.97 USD ke 90.20 USD per barrel. 


  • Euro berakhir melemah tipis terhadap dollar AS ke 1.3902 menyambut hasil dari pertemuan pemimpin Uni‐Eropa yang akan menaikkan dana EFSF hingga 1 triliun euro dari 400 miliar euro. Euro berhasil menguat 0,2% terhadap yen ke 105.95 yen dan naik 0,4%  terhadap Swiss franc ke 1.2251. Euro juga menguat 0,1% terhadap sterling ke 87.03 pence. Sementara itu dollar AS kembali membukukan rekor terendahnya terhadap yen ke 75.69 yen setelah akhirnya  ditutup  naik  0,2%  ke  76.25.  Level  dollar  AS  di  kisaran  75  yen  berdasarkan  analisa  dari  Action  Economics  akan  semakin  memancing  aksi  beli terhadap yen, karena banyak investor baik institusi maupun retail yang terkena margin call. 


  • Bursa saham Eropa, FTSEurofirst 300 <.FTEU3> ditutup menguat 0,1% ke 983.76 setelah sempat turun‐naik hingga 1%. Sedangkan indeks saham bursa global MSCI's all‐country world equity index <.MIWD00000PUS> naik 0.4%. 


  • Optimisme pelaku pasar mendapat dukungan setelah Presiden ECB yang baru – Mario Draghi memberikan sinyal bahwa ECB akan melanjutkan pembelian obligasi pada sejumlah negara yang bermasalah untuk mengatasi krisis. 


  • Sebelumnya, pelaku pasar juga mendapat angin segar setelah Majelis Rendah Parlemen Jerman menyetujui paket penguatan dan kenaikan dana dalam EFSF, sebuah dukungan untuk Kanselir Angela Merkel dalam negosiasi pada European Summit. Namun demikian, mayoritas investor dan pengamat masih menantikan detil dari semua rencana dan kesepakatan tersebut. Emas ditutup menguat 1,2% ke 1723.75 USd per troy ounce menyusul kembalinya minat investor pada aset safe haven ditengah masih belum jelas dan detilnya penanganan krisis hutang Uni‐Eropa. Dalam 4‐sesi terakhir emas tercatat menguat hampir 7%, dan membukukan beruntun terpesat dalam kurun 2‐bulan.



GOLD & COMMODITIES
  • Emas menguat lebih dari 1% ke level tertinggi 1 bulan, mencatat kenaikan terpanjangnya selama lebih dari 2 bulan, setelah investor sekali lagi memburu emas sebagai aset lindung nilai ditengah ketidakpastian seputar hasil keputusan KTT Eropa.


  • Emas menguat setelah draft statment mengatakan para pemimpin Uni Eropa meminta penambahan kapasitas dana talangan zona euro sebesar 1 trilyun euro. Emas memperoleh keuntungan setelah detil rencana tersebut baru akan diputuskan di bulan November mendatang.


  • Logam mulia telah menguat hampir 7% selama 4 sesi terakhir, dan nampaknya mulai kembali pada fungsinya sebagai safe haven status setelah bergerak searah dengan aset‐aset beresiko belakangan ini.


  • Investor memprediksi Uni Eropa pada akhirnya akan memperkenalkan program besar stimulus pasar yang baru dalam perekonomian 17 negara anggota zona euro yang berpotensi memberi dukungan positif bagi emas.


  • Ketidakpastian  mengenai  review  broker  berjangka  MF  Global  Holdings  Ltd  atas  opsi  strategisnya  termasuk  kemungkinan  melakukan  penjualan,  dan kuatnya permintaan fisik logam mulia berkaitan dengan perayaan umat Hindu, Diwali, telah berhasil mengangkat harga emas.


  • Emas berjangka untuk pengiriman Desember ditutup naik $23.10 di level $1723.50 per ounce.


  • Emas telah naik di atas $1700 per ounce untuk pertama kalinya dalam sebulan pada Selasa kemarin, mencatat salah satu rally terbesarnya sejak 2008, dipicu suramnya data kepercayaan konsumen (consumer confidence) AS dalam 2,5 tahun terakhir.


  • ECB pada akhirnya nampaknya tidak punya pilihan lain selain bergabung dengan The Fed dan bank sentral lainnya dalam mengadopsi langkah quantitative easing (QE).

Wednesday, October 26, 2011

Headline News 26.10.11


US & GLOBAL
  • Bursa  saham  global  dan  euro  melemah  pada  sesi  Selasa  pasca  pembatalan  pertemuan  menteri‐menteri  keuangan  yang  kemudian meningkatkan keraguan di kalangan pelaku pasar bahwa lanjutan pertemuan European Summit pada Rabu 26 Oktober ini akan dapat menyepakati rencana penanggulangan krisis hutang kawasan tersebut. 


  • Pertemuan  European  Summit  memang  tetap  akan  dilaksanakan  sesuai  jadwalnya,  namun  pertemuan  dari  para  menteri‐menteri keuangan,  yang  disebut  dengan  Ecofin,  dibatalkan  karena  detil  dari  pertemuan  tersebut  belum  terfinalisasi  dengan  baik,  demikian menurut sumber dari Reuters. 


  • Pejabat ofisial Uni‐Eropa mengatakan bahwa para pemimpin kawasan tersebut diperkirakan belum akan memberikan gambaran yang jelas mengenai  besaran dana yang akan digunakan untuk penanganan krisis hutang selanjutnya. Hal tersebut antara lain dipengaruhi oleh masih berjalannya negosiasi mengenai berapa kerugian yang akan diterima oleh perbankan dan institusi keuangan lainnya berkaitan dengan obligasi Yunani, dan kemungkinan gagal bayar. 


  • Pemerintah Jerman secara resmi menolak salah satu butir draf kesepakatan yang menyatakan ECB akan melanjutkan pembelian obligasi di  pasar  sekunder.  Dalam  2‐bulan  terakhir  ECB  terus  melakukan  pembelian  obligasi  Spanyol  dan  Italia  dalam  rangka  untuk  menekan kenaikan borrowing cost dan meredam krisis hutang kawasan tersebut. 


  • Kekhawatiran  mengenai  kondisi  penanganan  hutang  Uni‐Eropa  mendongkrak  minat  investor  terhadap  aset‐aset  safe  haven,  kondisi mana kemudian mengangkat harga produk tresuri Amerika dan mendorong penguatan yen ke level tertinggi sepanjang sejarah terhadap dollar  AS.  Turut  menunjang  minat  investor  terhadap  aset  yang  aman  juga  setelah  rilis  data  consumer  confidence  Amerika  yang menambah redup outlook ekonomi global kedepannya. 


  • Bursa saham Amerika ditutup melemah antara lain turut tertekan redupnya outlook korporasi dalam laporan keuangannya. Indeks Dow Jones  <.DJI> ditutup melemah  207.00 poin atau 1.74%  ke 11,706.62, indeks Standard & Poor's 500  <.SPX> melemah  25.14 poin atau 2.00% ke 1,229.05 dan Nasdaq Composite Index <.IXIC> melemah 61.02 poin atau 2.26% ke 2,638.42. 


  • Sementara itu The FTSEurofirst 300 index of top European shares <.FTEU3> berakhir melemah 0.7% setelah sempat menguat ke level tertinggi sejak 11‐pekan terakhir. 


  • Euro turun  0,2% ke  1.3907  setelah sempat mencapai session low 1.3847  tertekan menurunnya optimisme  investor akan penanganan krisis  hutang  Uni‐Eropa.  Sedangkan  dollar  AS  kembali  mencetak  level  terendahnya  sepanjang  sejarah  terhadap  yen  ke  75.73  yen, meningkatkan ekspektasi kemungkinan intervensi dari otoritas keuangan Jepang guna menahan laju penguatan yen. 


  • Harga emas menguat tajam, mencetak penguatan harian terbaik selama 2011 ini menyusul meningkatnya minat beli investor terhadap aset berstatus safe haven seiring rilis data konsumen Amerika yang mengecewakan dan penanganan krisis hutang Uni‐Eropa yang belum menampakkan kemajuan. Harga spot emas <XAU=> menguat 3% ke 1,703.35 USd per troy ounce.


 GOLD & COMMODITIES
  • Harga emas melonjak ke salah satu kenaikan harian terbesarnya dalam beberapa tahun terakhir, menyusul kekhawatiran terhadap hasil KTT Eropa dan data kepercayaan konsumen AS yang mengecewakan telah menghidupkan kembali minat terhadap emas sebagai aset lindung nilai dan kenaikan emas juga dipicu oleh technical buying.


  • Setelah dalam beberapa bulan emas bergerak searah dengan aset‐aset beresiko, kali ini emas berhasil naik lebih dari 3% bahkan disaat harga saham jatuh. Perak juga tercatat naik 4%.


  • Emas spot naik 3,2% di level $1705.24 per ounce. Sedangkan emas berjangka pengiriman Desember ditutup naik $48,10 di level $1700.40 per ounce.


  • Aksi beli dari sejumlah investor baru telah turut serta mendorong melonjaknya harga emas apalagi setelah berhasil menembus di atas level resistance $1660 per ounce.


  • Lebih  dari  170.000  ounce  emas  telah  berpindah  tangan  untuk  kontrak  Desember  dalam  jangka  waktu  10  menit  setelah  data menunjukkan kepercayaan konsumen AS diluar dugaan turun untuk bulan ini ke level terendah sejak Maret 2009.


  • Emas diuntungkan dari statusnya sebagai lindung nilai menyusul perselisihan antara Prancis dan Jerman sebelum KTT Eropa yang akan mengadopsi sebuah rencana untuk mengurangi beban utang Yunani, memperkuat bank‐bank Eropa untuk menahan kerugian obligasi, dan menaikkan skala dana penyelamatan zona euro untuk mencegah penularan krisis di pasar obligasi.

Tuesday, October 25, 2011

Headline News 25.10.11


US & GLOBAL
  • Bursa  saham  global  menguat  ke  level  tertinggi  selama  7‐pekan  terakhir  ditingkahi  penguatan  harga  komoditas  dunia  menyusul optimisme  bahwa  pemimpin  Uni‐Eropa  akan  segera  menyepakati  penanganan  krisis  hutang  kawasan  tersebut.  Laporan  keuangan korporasi  juga  turut  mendukung  minat  investor  pada  aset  beresiko,  diantaranya  Caterpillar  yang  sahamnya  menguat  5%  setelah melaporkan kenaikan keuntungan kuartalan hingga 44%. 


  • Namun  terdapat  anggapan  dari  beberapa  investor  yang  masih  pesimis  bahwa  kenaikan  dana  talangan  EFSF  yang  akan  disepakati pertengahan  pekan  ini,  nantinya  akan  cukup  untuk  menangani  krisis  hutang  di  beberapa  negara  Uni‐Eropa.  Kekhawatiran  tersebut kemudian terefleksikan kepada naiknya harga obligasi Jerman, yang diikuti dengan melebarnya imbal hasil antara obligasi Italia dengan tenor 10‐tahun dan obligasi Jerman. 


  • Italia saat ini tengah berada dalam tekanan dari rekanan sesama anggota Uni‐Eropa guna terus merangsang pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kepercayaan pelaku pasar, jika tidak ingin kejadian seperti Yunani menimpa mereka. 


  • Bursa saham global yang terangkum dalam MSCI's all‐country world stock index <.MIWD00000PUS> naik 1.8% setelah sempat mencapai level tertinggi sejak awal September. 


  • Bursa saham Amerika juga menguat, indeks Dow Jones <.DJI> naik 104.83 poin atau 0.89% ke 11,913.62, indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> naik 15.94 poin atau 1.29% ke 1,254.19 semantara Nasdaq <.IXIC> naik 61.98 poin atau 2.35% ke 2,699.44. 


  • Sektor manufaktur Cina dilaporkan mengalami ekspansi selama Oktober sebesar 51.1 yang kemudian menutupi kontraksi yang terjadi dalam 3‐bulan sebelumnya. Data Oktober tersebut merefleksikan ketahanan ekonomi Cina dan masih stabilnya permintaan global yang meningkatkan ekspektasi akan permintaan logam untuk industri. 


  • Harga emas menguat sekitar 1% mengikuti penguatan aset‐aset beresiko yang ditunjang oleh meningkatnya harapan bahwa pemimpin Uni‐Eropa akan menyepakati penanganan krisis hutang kawasan serta didukung juga oleh sinyal‐sinyal penguatan ekonomi Cina. Harga spot emas <XAU=> naik 0.9% ke 1652.18 USD per troy ounce.


  • Harga  minyak  jenis  Brent  crude  <LCOc1>  ditutup  menguat  1.89  USD  ke  111.45  USD  per  barrel,  sedangkan  harga    minyak  U.S.  crude <CLc1> ditutup menguat 3.87 USD ke 91.62 USD barrel.  Euro mencatat penguatan 0,2% terhadap dollar AS ke 1.3924, sementara itu dollar AS anjlok 0,3% terhadap yen ke 76.04, belum berhasil menembus level terendah sepanjang sejarah seiring kewaspadaan investor akan adanya kemungkinan intervensi dari otoritas Jepang. Menteri Keuangan Jepang Jun Azumi awal pekan ini menyatakan bahwa pihaknya akan mengambil langkah yang diperlukan jika terjadi pergerakan tajam dan spekulatif.


GOLD & COMMODITIES
  • Emas menguat sekitar 1% pada hari Senin, bergerak searah dengan aset‐aset beresiko dibandingkan statusnya sebagai safe haven asset, didukung optimisme bahwa para pemimpin Eropa akan segera dapat mengatasi krisis utang kawasan dan juga adanya sinyal perbaikan pada perekonomian Cina.


  • Emas menguat untuk hari kedua menyusul optimisme bahwa Uni Eropa akan segera mencapai kesepakatan mengenai rekapitalisasi bank dan bagaimana upaya untuk menambah dana talangan guna menghentikan penularan krisis pada pasar obligasi. Berita bahwa sektor manufaktur  Cina  tumbuh di  bulan  Oktober  juga  telah  mengangkat  emas  menyusul  komoditas  dipimpin  tembaga  dan  minyak  mentah mengalami rally.


  • Emas  telah  naik  2%  selama  2  sesi  terakhir.  Emas  juga  terlihat  kehilangan  statusnya  sebagai  safe  haven,  dengan  harga  secara  umum bergerak searah dengan ekuitas.


  • Volatilitas harga pada emas berjangka telah turun ke level terendahnya sejak medio Agustus, ketika logam mulia mendekati level all‐time highs, memberikan isyarat bahwa pelaku pasar tidak mengantisipasi adanya pergerakan besar dalam jangka pendek.


  • Emas spot naik 0,9% di level $1655.04 per ounce, setelah turun 2% di pekan lalu. Sedangkan harga emas berjangka untuk pengiriman Desember ditutup naik $16.20 di level $1652.30.


  • Emas menguat seiring naiknya komoditas yang dipimpin oleh tembaga yang naik 7%, setelah data menunjukkan sektor manufaktur Cina mengalami  peningkatan  di  bulan  Oktober,  mengakhiri  fase  kontraksinya  selama  3  bulan  terakhir  sekaligus  menegaskan  kuatnya permintaan domestik di negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia tersebut.


  • Meskipun  terjadi  perkembangan  di  akhir  pekan,  namun  keputusan  akhir  baru  akan  diumumkan  pada  pertemuan  puncak  Eropa  yang kedua  di  hari  Rabu.  Jika  terjadi  penundaan  dalam  pelaksanaan  rencana  penuntasan  krisis  pada  pertemuan  Rabu  besok,  maka  akan berpotensi  memicu  kejatuhan  euro  (begitu  juga  dengan  emas)  lebih  lanjut.  Namun  jika  dihasilkan  keputusan  yang  positif,  maka berpotensi memicu rebound euro hingga ke atas $1.4.


  • Sementara itu permintaan fisik dari India, konsumen emas terbesar dunia, menjelang perayaan Hindu, Diawali ‐‐ ajang pembelian emas besar‐besaran – telah mendukung penguatan harga logam mulia. Kalangan dealer mengatakan konsumen India terlihat memilih perak yang lebih murah menggantikan emas, dengan harapan harga akan naik di masa mendatang. Perak naik 1,1% di level $31.68 per ounce.