title cover

title cover

Thursday, May 10, 2012

Headline News 10.05.12


US & GLOBAL
• Bursa saham global merosot dalam enam harinya sementara itu obligasi safe‐haven AS dan Jerman naik Rabu lalu karena meningkatnya kekhawatiran mengenai rapuhnya perbankan Spanyol dan kebuntuan politik di Yunani memperburuk ketakutan mengenai krisis utang  zona euro.   

• Permasalahan  mengenai  Eropa  ditambah  AS  dan  ekonomi  global  membuat  pelemahan.  Harga  oil  dan  indeks  Dow  Jones  industrial  average melempem dalam rangkaian enam harinya. Penurunan pasar ekuitas hampir menghapus kenaikan tahun ini pasar saham Eropa.  

• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup turun 97.03 poin, atau 0.75 persen, ke level 12,835.06. Indeks Standard & Poor's 500  <.SPX> berkurang 9.14 poin, atau 0.67 persen, ke level 1,354.58. Indeks Nasdaq Composite  <.IXIC> anjlok 11.56 poin, atau 0.39 persen,  ke level 2,934.71.   

• Spanyol  akan  meminta  bank‐bank  menyisihkan  sekitar  35  milyar  euro  ($45  milyar)  terhadap  pinjaman  untuk  membantu  sektor  pembangunan,  sumber  keuangan  mengatakannya.  Bank  besar  anjlok  setelah  meningkatnya  kekhawatiran  bahwa  negara  tersebut  kemungkinan membutuhkan international bailout.  

• Indeks FTSE Eurofirst <.FTEU3> dari saham‐saham utama Eropa ditutup turun 0.3 persen ke level 1,014.46 poin. Indeks telah melemah  lebih dari 1 persen pada awal hariannya. Indeks MSCI's all‐country world equity <.MIWD00000PUS> anjlok 0.9 persen ke level 314.93,  rangkaian penurunan enam harinya yang terakhir terjadi Februari lalu.   

• Obligasi kemudian membagi kenaikannya. Obligasi bertenor  10‐tahun/U.S. Treasury <US10YT=RR> naik  3/32  pada harga dengan yield  1.83 persen.   

• Euro  anjlok  terhadap  dollar  ke  level terendah  3‐1/2‐bulan  Rabu  lalu, turun  dari  rangkaian delapan  harinya  dari  permasalahan  bahwa  gejolak politik di Yunani mengancam langkah penyelamatan dan karena ketakukan mengenai resiko yang ditimbulkan oleh bank‐bank  Spanyol. Euro merosot ke level terendahnya $1.2910, terendah sejak 23 Jan., sebelum menekan penurunannya untuk diperdagangkan  pada level $1.2936 <EUR=>, berkurang 0.5 persen dalam hariannya.     

• Terhadap yen, euro berada pada level 103.03 yen, anjlok 0.8 persen, setelah mencapai level terendah 102.73, terendah sejak 16 Feb.     

• Emas melemah dibawah level $1,600 per ons pada volume perdagangan yang besar Rabu lalu, mendekati untuk hapus kenaikan tahun  2012 karena ketidakpastian politik di Yunani dan bank Spanyol menambah kekhawatiran investor untuk menjual emas dalam rangkaian  pelemahan tiga harinya. Spot emas <XAU=> sempat berada pada level terendahnya dan turun 1 persen dalam harian ke level $1,589.26  per ons pada pukul 2:50 p.m. (1850 GMT). Emas mencapai level terendah empat bulannya 1,579.30, terendah sejak 3 Jan.     

• Brent  crude  futures  naik  kembali  ke  area  positif  pada  perdagangan  terakhir  Rabu  lalu,  menghapus  pelemahan  lima  harinya  setelah  disetujuinya  pembayaran  bailout  untuk  Yunani  yang  menenangkan  kekhawatiran  mengenai  permasalahan  utang  zona  euro.  ICE  June  Brent crude <LCOc1> di settled di London ke level $113.20 per barrel, naik 47 sen, setelah anjlok ke level terendah $111.31 pada awalnya.  U.S. June crude <CLc1> turun 20 sen untuk ditutup ke level $96.81, anjlok dalam rangkaian enam harinya. Penurunan terbatas dengan  mencapai support pada 200‐hari moving average di level $96.29. 



GOLD & COMMODITIES
• Emas terkoreksi di bawah $1600 per ounce dalam perdagangan yang cukup ramai pada hari Rabu, hampir menghapus keuntungannya  selama  2012  ini  menyusul  ketidakpastian  situasi  politik  di  Yunani  dan  kekhawatiran  bank  Spanyol  telah  mendorong  investor  untuk  menjual emasnya dalam 3 hari perdagangannya secara berturut‐turut. 

• Logam  mulia  telah  turun  lebih  dari  3%  sepanjang  pekan  ini  akibat  kekhawatiran  terhadap  masalah  krisis  utang  Eropa  karena  adanya  pergantian presiden di Perancis, rapuhnya kondisi perbankan Spanyol dan kemacetan politik di Yunani. Huru‐hara yang terjadi di Eropa  sepekan terakhir ini telah menyurutkan minat investor untuk membeli emas. 

• Harga  emas  spot  berhasil  rebound  dari  posisi  terendahnya  dan  mencatat  melemah  1%  di  $1,589.26  per  ounce.  Dalam  perdagangan  kemarin, emas mencatat intraday low di $1,579.30, level terendahnya sejak 3 Januari. Sedangkan emas berjangka AS untuk pengiriman  Juni tercatat turun $10.30 di $1,594.20 per ounce. 

• Harga emas terlihat melemah dalam 2 bulan terakhir, sejak Kepala The Fed Ben Bernanke tidak memberikan indikasi bahwa bank sentral  akan  memulai  putaran  ketiga  pelonggaran  moneternya  (pembelian  obligasi  pemerintah)  atau  yang  lebih  dikenal  dengan  istilah  quantitative easing (QE). 

• Membaiknya  data  ekonomi  AS  belakangan  ini  telah  memperkuat  indikasi  bahwa  langkah  The  Fed  berikutnya  adalah  menaikkan  suku  bunga, kemungkinan dalam 6 hingga 9 bulan kedepan. 

• Kenaikan emas di tahun 2012 mencapai total 14% di akhir Februari, namun saat ini kenaikannya hanya kurang dari 2%. 




OIL & COMMODITIES
• Harga minyak berjangka turun dalam enam sesi berturut‐turut, tertekan oleh data yang menunjukkan stok minyak AS naik untuk 7 pekan  berturut‐turut  dan  juga  oleh  perubahan  peta  politik  di  Eropa  yang  kemungkinan  akan meningkatkan  kembali kekhawatiran  soal  krisis  utang kawasan. 

• Stok  minyak  mentah  AS  naik  melampaui  perkiraan  di  pekan  lalu,  mencatat  kenaikan  3.7  juta  barel  menjadi  379.5  juta  barel,  level  tertingginya sejak Agustus 1990, berdasarkan laporan U.S. Energy Information Administration (EIA) semalam. 

• Stok bensin turun 2.6 juta barel menjadi 207 juta barel, jauh lebih besar dari perkiraan, dan turun 25 juta dari posisi puncak 2012 di 232  juta barel yang tercatat di awal Februari. 

• Sedangkan  untuk  stok  destilate,  termasuk  di  dalamnya  minyak  panas  dan  disel,  turun  3.3  juta  barel  menjadi  120.8  juta,  mencatat  penurunan 7 pekan berturut‐turut. 

• Brent crude futures berhasil menguat kembali kedalam teritorial positif di akhir sesi Rabu, mengakhiri serangkaian kerugiannya dalam 5  sesi  terakhir  setelah  adanya  persetujuan  pembayaran  bailout  kepada  Yunani  telah  mengurangi  kekhawatiran  seputar  krisis  utang  kawasan. Kondisi oversold dalam beberapa hari terakhir akibat tekanan jual yang mengantarkan minyak berjangka turun 8.6% sejak 2 Mei  juga turut memicu bargain hunters. 

• ICE June Brent crude <LCOc1> di pasar London berada di level $113.20 per barel, naik 47 sen setelah turun ke level intraday low $111.31  di awal sesi.  Sedangkan U.S. June crude <CLc1> turun 20 sen untuk ditutup di $96.81, mencatat penurunan 6 sesi berturut‐turut. Kerugian terbatas  setelah menemukan areal support di sekitar SMA‐200 di $96.29. Dalam 6 sesi terakhir minyak mentah AS telah terkoreksi $9.25 atau  8.8%, kerugian 6 hari terbesarnya sejak 23 September tahun lalu. 




EURO ZONE
• Euro  melemah  ke  level  terendah  sejak  3‐bulan  terakhir  terhadap  dolar  AS  seiring  mencuatnya  kekhawatiran  bahwa  gonjang‐ganjing  politik  di  Yunani  akan  membahayakan  kesepakatan  penanganan  krisis  hutang  Uni‐Eropa.  Turut  memberatkan  kinerja  euro  adalah  meningkatnya  resiko  rentannya  kondisi  keuangan  perbankan  Spanyol.  Pemerintah  Spanyol  menuntut  perbankan  untuk  meningkatkan  provisi  dari  portofolio  propertinya  senilai  35  miliar  euro,  kondisi  mana  menaikkan kemungkinan bahwa akan lebih banyak dana publik digunakan dalam penyelamatan perbankan. 

• Euro juga turun ke level terendah sejak Januari terhadap yen setelah imbal hasil obligasi Spanyol naik diatas level 6 persen, merupakan indikasi bahwa investor  memiliki kecemasa akan tingginya biaya yang  dibutuhkan  untuk memperbaiki kondi  perbankan  Spanyol.  Namun demikian  Euro berhasil  bangkit dari pelemahan  terendahnya sejak lebih dari 2‐1/2 bulan terakhir terhadap yen dtopang oleh rebound tipis bursa saham Amerika.  

• Kekhawatiran pelaku pasar terhadap penanganan krisis hutang Uni‐Eropa diperkirakan masih akan membayangi sentimen dalam jangka menengah kedepan, karena  belum ada kejelasan baik dari Presiden Perancis dan partai berkuasa di Yunani mengenai keberlangsungan kesepakatan penanganan krisis hutang.   

• Dari sisi fundamental ekonomi, data memperlihatkan bahwa ekspor Jerman untuk periode Maret melampaui perkiraan, hal tersebut menguatkan harapan bahwa  ekonomi terbesar Uni‐Eropa tersebut akan dapat menghindarkan diri dari potensi resesi. Data tersebut juga menegaskan posisi Jerman sebagai salah satu negara  yang dapat bertahan menghadapi krisis Uni‐Eropa.  

• Hingga akhir sesi New York, euro tercatat melemah 0,52 persen terhadap dolar AS ke 1.2930, sementara itu euro juga turun 0,79 persen terhadap yen ke 103.00,  euro juga melemah 0,36 persen terhadap sterling ke 0.8016 dan melemah tipis 0,02 persen terhadap Swiss franc di 1.2007




U.K.
• Penjualan  ritel  Inggris  anjlok  dalam  fase  tercepatnya  yang  lebih  dari  satu  tahun  pada  April  dan  pertumbuhan  jobs  melambat,  membawa  perekonomian mendekati kontraksi  pada kuartal ketiga dan menaikkan peluang untuk  dorongan cash/stimulus moneter berikutnya dari bank  sentral.   

• Gambaran yang suram juga membawa perhatian pemerintah pada janji untuk melihat melalui langkah tidak populer pada austerity setelah dua  koalisi  berkuasa  menunjukkan  kinerja  yang  rendah  dari  pemilu  lokal,  menggambarkan  keprihatinan  pemilih  mengenai  kenaikan  harga,  pertumbuhan gaji yang rendah dan ketidakpastian mengenai pekerjaan.   

• Bank of England akan menekan tanda‐tanda pelemahan ekonomi terakhir – sebagaimana gejolak yang muncul kembali di zona euro – melawan  tingginya tingkat inflasi ketika keputusan Kamis ini mengenai tingkat suku bunga yang  memberikan Inggris dosis lain stimulus moneter  untuk  melawan resesi.




JAPAN
• Yen menguat terhadap mata uang utama dunia lainnya, ditopang oleh maraknya aksi beli terhadap aset berstatus safe haven ditengah mengerucutnya  kekhawatiran pelaku pasar akan perkembangan penanganan krisis hutang Uni‐Eropa. Terhadap dolar AS dan euro, yen menguat ke level tertinggi sejak  akhir Februari silam, dan sterling turun ke level terendahnya terhadap yen sejak pertengahan April. Sedangkan Aussie dolar juga mencatat pelemahan  tajam terhadap yen pasca merosot ke level terendah sejak awal Januari silam. 

• Anggota senior  partai berkuasa Jepang (Democratic  Party of  Japan) – Seiji Maehara menyatakan bahwa BOJ  dapat lebih melebarkan durasi  dari tenor  obligasi pemerintah yang berada dalam skema pembelian aset mereka kedepannya, kondisi mana diperlukan jika bank sentral memerlukan pelonggaran  moneter lanjutan dalam rangka memerangi kondisi deflasi yang saat ini menggerogoti perekonomian Jepang. Lebih lanjut, Maehara menegaskan pihaknya  menyambut baik langkah pelonggaran moneter BOJ pada sidangnya akhir April lalu yang menaikkan pembelian aset pemerintah hingga 10 triliun yen.  

• Hingga akhir sesi New York, dolar AS tercatat melemah 0.26 persen terhadap yen di 79.66, sementara itu euro turun 0,79 persen terhadap yen ke 103.00.  Sedangkan Aussie dolar tercatat melemah 1,1 persen terhadap yen 79.92 dan sterling juga turun 0,42 persen terhadap yen ke 128.46. 




SWISS
• Swiss  franc  relatif  stabil  terhadap  euro  dan  melanjutkan  tekanannya  terhadap  dolar,  ditengah  kekhawatiran  ketidakpastian  politik  di  Yunani akan menghambat rencana penghematan yang ditujukan untuk mengatasi krisis utang kawasan. 

• Investor  menimbang  ketidakpastian  langkah  selanjutnya  di  Yunani  setelah  pemimpin  partai  Koalisi  Kiri  negara  itu,  pada  hari  Selasa  mengatakan komitmen negara untuk kesepakatan penyelamatan Uni Eropa /  Dana Moneter Internasional menjadi batal demi hukum. 

• Dua  partai  utama  Yunani  pro‐bailout  telah  gagal  memenangkan  suara  mayoritas  dalam  pemilihan  umum  akhir  pekan  kemarin,  meninggalkan pertanyaan atas kemampuan negara tersebut untuk mencegah kebangkrutan dan tetap menjadi bagian dari zona euro. 

• Franc  turun  0.5%  terhadap  dolar  dan  bergerak  di  sekitar  0.9284  franc  dibandingkan  penutupan  New  York  hari  Selasa.  Sedangkan  terhadap euro, Swiss franc bergerak stabil di sekitar 1.2009 franc.





AUSTRALIA
• Menteri Keuangan Australia Wayne Swan mengatakan perbaikan fiskal terbesar dalam tiga dekade yang diumumkan oleh pemerintah pada Selasa lalu  meningkatkan peluang bagi bank sentral negara itu untuk menurunkan suku bunga untuk memacu pertumbuhan ekonomi. 

• Paket  anggaran  Swan  termasuk  pemotongan  besar‐besaran  untuk  anggaran  pertahanan,  ditujukan  untuk  mencapai  target  surplus  oleh  partai  Buruh  menjelang pelaksanaan pemilu yang diperkirakan akhir tahun depan. Program militer dan bantuan luar negeri yang akan paling terpukul oleh 33.6 miliar  dolar Australia langkah penghematan yang direncanakan. 

• Pemerintah  bermaksud  untuk  mengubah  defisit  anggaran  sebesar  A$44.4  milyar  di  tahun  fiskal  yang  berakhir  30  Juni,  menjadi  surplus  sebesar  A$1.5  milyar di tahun depan. 

• Pemerintah  bermaksud  untuk  mengubah  defisit  anggaran  sebesar  A$44.4  milyar  di  tahun  fiskal  yang  berakhir  30  Juni,  menjadi  surplus  sebesar  A$1.5  milyar di tahun depan. 

• Reserve  Bank  of  Australia  telah  memangkas  suku  bunganya  sebesar  50  basis  poin  menjadi  3.75%  di  pekan  lalu  untuk  mendongkrak  pertumbuhan  ekonominya. Pasar memprediksi RBA akan memangkas suku bunga sebesar 100 bps di tahun depan. 

• Aussie melanjutkan koreksinya di hari Rabu menyusul ketidakpastian kondisi politik di Yunani telah mendorong investor untuk menjauhi aset‐aset beresiko  dan memburu aset‐aset aman seperti obligasi Australia.  Aussie melemah 0.8% ke sekitar $1.0037 setelah terkoreksi ke level intraday low $1.0022, level terendahnya sejak akhir Desember. 

• Hari  ini  pasar  akan  mencermati  data  ketenagakerjaan  Australia,  dimana  tingkat  pengangguran  diprediksi  naik  ke  5.3%  di  bulan  April  dengan  jumlah  pekerjaan berkurang sebanyak 5500.
Australia – Data tenaga kerja lebih optimis, AUDUSD rebound
Di luar dugaan, data tenaga kerja Australia periode April dirilis lebih optimis dari ekspektasinya. Daya serap
tenaga kerja Australia di bulan April melonjak 15.5k dari ekspektasi penurunan -5.5k, meskipun masih di bawah
periode Maret sebelumnya yang mencapai 44k.
Yang cukup mengejutkan adalah unemployment rate April yang merosot di luar dugaan menjadi 4.9% dari
ekspektasi peningkatan hingga 5.3% dibanding Maret sebelumnya 5.2%.
Namun jika dilihat lebih jauh, rilis data tenaga kerja Australia tersebut tidak terlalu menggembirakan, karena
ternyata data full-time employment April masih turun -10.5k dari periode sebelumnya 15.8k. Sehingga
disimpulkan bahwa peningkatan daya serap tenaga kerja Australia April tersebut banyak terdapat di tenaga
kerja kontrak paruh waktu (part-time).
Namun untuk jangka pendek ini, dapat dipahami bahwa data tenaga kerja Australia tidaklah seburuk yang
diperkirakan, yang artinya dapat meredam pesimisme pasar, serta meredam prospek kelanjutan pemangkasan
suku bunga RBA – yang diperkirakan akan terjadi pada pertemuan regulernya Juni mendatang.
AUDUSD rebound dari tekanannya untuk test-break ke atas level 1.0100an usai rilis data tenaga kerja Australia
tersebut. Kemarin AUDUSD merosot hampir menuju level parity-nya (1.0000) ke level terendahnya sejak akhir
Desember 2011, di 1.0017. Ini merupakan rangkaian penurunannya dari puncak Q2 di 1.0474 (27 Apr) yang
dipicu oleh pemangkasan suku bunga di luar dugaan sebesar 50 bps oleh RBA ke level 3.75% pada
pertemuannya 1 Mei pekan lalu.
Pada grafik intraday (4 jam) berikut menunjukkan bahwa rebound AUDUSD tidak hanya didukung oleh faktor
fundamental (rilis data tenaga kerja April Australia), namun juga oleh faktor technical, berupa pola reversal

Wednesday, May 9, 2012

Headline News 09.05.12


US & GLOBAL
• Bursa  saham  AS  ditutup  melemah  Selasa  lalu  setelah  perkembangan  politik  di  Yunani  menghembuskan  mengenai  tingkat  kesehatan fiskal Eropa, tetapi rally membantu indeks memangkas penurunan untuk sedikit ditutup diatas level terendahnya.   

• Pemilih  dalam  jajak  pendapat  keduanya  di  Yunani  dan  Perancis  secara  tegas  menolak  keras  langkah  austerity  dimana  pasar  melihatnya sebagai jalan keluar Eropa keluar dari krisis utang, meningkatkan ketidakpastian kedepannya mengenai zona euro.   

• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> melemah 76.44 poin, atau 0.59 persen, ke level 12,932.09. Indeks Standard & Poor's  500 <.SPX> merosot 5.86 poin, atau 0.43 persen, ke level 1,363.72. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> anjlok 11.49 poin, atau 0.39  persen, ke level 2,946.27.   

• Indeks pan‐European FTSEurofirst 300 <.FTEU3> ditutup berkurang 1.66 persen dan indeks saham‐saham blue‐chip Euro STOXX 50  <.STOXX50E> turun 2.06 persen. Saham‐saham global yang dinilai dari indeks MSCI <.MIWD00000PUS> anjlok 0.8 persen.   

• Treasury AS sebagian besar menahan kenaikan pada awalnya Selasa lalu setelah membaiknya lelang obligasi bertenor tiga tahun,  dengan Yunani berjuang untuk membentuk pemerintahan yang mendorong investor mendapatkan tempat sebagai safe haven.  Dengan lelang obligasi bertenor 10 tahun berada diatas rata‐rata volumenya, dengan harga naik 09/32 untuk yield 1.844 persen.   

• Euro merosot kedalam rangkaian tujuh harinya terhadap dollar Selasa lalu berkenaan dengan ketidakpastian politik di Yunani dan  Perancis  pada  perubahan  kepemimpinan  yang  dapat  mengubah  gambaran  rencana  austerity  karena  sebagai  pusat  untuk  menghadapi  krisis  utang  zona  euro.  Euro  terakhir  diperdagangkan  turun  0.3  persen  ke  level  $1.3012  <EUR=>,  menekan  pelemahan dari level $1.2981 dan diatas level terendah $1.2955 yang tercapai Senin sebelumnya, terendah sejak akhir Januari.   

• Emas anjlok sekitar 2 persen pada volume perdagangan yang besar Selasa lalu, secara singkat menyentuh dibawah level $1,600  per ons karena kekhawatiran bahwa krisis utang zona euro dapat memburuk yang memicu aksi jual. Spot emas <XAU=> anjlok 1.9  persen dalam hariannya ke level $1,607.70 per ons pada pukul 3:16 p.m. EDT (1916 GMT), penurunan harian terbesarnya dalam  sebulan. Sempat mencapai level terendah hariannya $1,594.94 per ons, harga terendahnya sejak 4 Jan.   

• Harga minyak mentah anjlok dari rangkaian lima harinya karena ketidakpastian pasca pemilu Yunani yang menambah tanda‐tanda  perlambatan ekonomi dari kedua sisi Samudera Atlantik dan meningkatnya permasalahan mengenai pelemahan permintaan pada  petroleum sebagaimana naiknya cadangan. Brent June crude <LCOc1> melemah 43 sen untuk di settle ke level $112.73 per barrel,  yang telah sempat turun ke level $110.53, dengan support diatas level intraday low Senin lalu $110.34. U.S. June crude <CLc1>  turun  93  sen  di  settle  ke  level  $97.01.  Telah  merosot  ke  level  terendahnya  $95.52,  yang  mendapatkan  support  diatas  level  terendah tahun 2012 Senin lalu $95.34.   


GOLD & COMMODITIES
• Emas turun sekitar 2%, dengan cepat menembus di bawah $1,600 per ounce akibat kekhawatiran memburuknya krisis utang zona euro,  dimana telah memicu sebuah technical selloff. 

• Emas memangkas kerugiannya seiring rebound pada komoditas lainnya dan juga Wall Street. Anjloknya harga emas hari Selasa kemarin  telah memangkas keuntungan emas selama tahun 2012 menjadi hanya kurang dari 3%. Koreksi emas telah menembus sejumlah level  support, dimana mengindikasikan pelemahan emas kemungkinan masih akan berlanjut. 

• Ketidakpastian politik di Yunani dan perubahan kepemimpinan di Perancis telah memicu keraguan investor apakah negara‐negara zona  euro akan mampu mengatasi krisis utang yang tengah melanda dengan milyaran euro melalui paket bailout yang disepakati. 

• Harga emas spot turun 1.9% ke $1,607.70 per ounce, mencatat koreksi harian terbesarnya dalam sebulan. Emas mencatat intraday low di  $1,594.94  per  ounce,  level  terendahnya  sejak  4  Januari.  Sedangkan  untuk  harga  emas  berjangka  pengiriman  Juni  berakhir  melemah  $34.60 di $1,604.50 per ounce.  

• Emas  telah  terkoreksi  $180  dari  posisi  tertinggi  2012  di  $1,790  pada  29  Februari  ketika  Kepala  The  Fed  Ben  Bernanke  tidak  mengisyaratkan akan menggulirkan program quantitative easing (QE) putaran ketiga. Rilis optimis data ekonomi AS telah meredupkan  harapan akan berlanjutnya kebijakan moneter longgar. 

• Treasury AS menguat bersamaan dengan dolar, memberi tekanan pada komoditas seperti minyak dan tembaga. Melemahnya bursa Wall  Street juga turut memberi tekanan pada emas.

• Emas berpotensi melanjutkan koreksinya jika gagal bertahan di atas areal $1,600. 
OIL & COMMODITIES
• Harga minyak kembali jatuh pada hari Selasa, mencatat koreksi kelima kalinya secara berturut‐turut setelah hasil pemilu di Yunani kian  menambah ketidakpastian dan memperkuat indikasi melambatnya pemulihan ekonomi global sehingga menambah kekhawatiran akan  berkurangnya permintaan bahan bakar seiring meningkatnya suplai. 

• Minyak berjangka, euro dan bursa saham tertekan oleh laporan utama yang mengatakan pemimpin partai sayap kiri Alexis Tsipras tidak  akan bekerja sama dengan dua partai utama Yunani, partai Demokrasi Baru konservatif dan sosialis PASOK, kecuali mereka mengingkari  janji untuk mematuhi kesepakatan bailout yang dibuat dengan Uni Eropa dan Dana Moneter Internasional. 

• Harga  minyak  sudah  di  bawah  tekanan  setelah  Menteri  Perminyakan  Arab  Saudi  Ali  al‐Naimi  mengatakan  produksi  minyak  kerajaan  sudah mencapai sekitar 10 juta barel per hari (bph) dan telah menyimpan 80 juta barel untuk mengantisipasi jika terjadi gangguan pada  pasokan minyak. 

• Minyak  juga  kembali  tertekan  setelah  data  dari  grup  industri  American  Petroleum  Institute  (API)  menunjukkan  stok  minyak  mentah  domestik naik 7.8 juta barel di pekan lalu, melampaui ekspektasi pasar terjadi kenaikan 2 juta barel. 

• Brent June crude <LCOc1> melemah 43 sen ke $112.73 per barel setelah tersungkur ke $110.53, mendekati level intraday low Senin di  $110.34.  Sedangkan U.S. June crude <CLc1> ditutup turun 93 sen ke $97.01. Harga juga mencatat intraday low di $95.52, juga mendekati  level intraday low Senin di $95.34, level terendah 2012.   
EURO ZONE
• Euro anjlok terhadap dolar AS dalam 7‐sesi berturut‐turut, terdesak berlanjutnya kekhawatiran pelaku pasar akan ketidakpastian politik di Perancis dan  Yunani  pasca  pemilu.Dengan  kemenangan  pihak‐pihak  yang  selama  ini  bertentangan  dengan  program  pemangkasan  anggaran,  para  investor  khawatir  kondisi tersebut akan mengancam keberlangsungan penanganan krisis hutang Uni‐Eropa. 

• Pimpinan partai koalisi sayap kiri Yunani mengatakan bahwa komitmen Yunani terhadap persetujuan penyelamatan yang digawangi oleh Uni‐Eropa dan  IMF akan menjadi batal dan tidak berlaku lagi. Namun demikian analis menyatakan penurunan euro cukup terbatasi karena sikap dari partai koalisi baru  Yunani tersebut telah diperkirakan sebelumnya.  

• Sementara itu Presiden Perancis Francois Hollande menegaskan pihaknya akan menggunakan pendekatan yang berpusat pada peningkatan pertumbuhan  ekonomi dalam rangka penanganan krisis hutang. Kondisi mana diperkirakan akan emningkatkan tensi ketegangan baru antara Perancis dengan Jerman  yang merupakan penyokong utama pemangkasan fiskal negara‐negara kawasan Uni‐Eropa demi penanganan krisis hutang.  

• Hingga akhir sesi New York, euro tercatat melemah 0,44 persen terhadap dolar AS ke 1.2998, sementara itu euro juga turun 0,44 persen terhadap yen ke  103.82, euro juga melemah 0,20% terhadap sterling ke 0.8045 dan melemah tipis 0,03 persen terhadap Swiss franc di 1.2009. 


U.K.
• House  prices  Inggris  anjlok  mendekati  fase  tercepatnya  dalam  enam  bulan  pada  April  karena  dorongan  sementara  dari  tax  holiday  dan  memudarnya cuaca hangat pada bulan Maret, survei menunjukkannya Selasa lalu. 

• The Royal Institution of Chartered  Surveyors' (RICS) seasonally adjusted house price balance turun menjadi ‐19 dari penurunan tipis revisi ‐11  pada bulan Maret, secara mendasar berada dibawah perkiraan para ekonom ‐10. 

• Hanya London menjadi negara bagian dimana house prices naik, walaupun pada tingkat paling lambat sejak pertengahan 2011. 

• Dan untuk pertama kalinya sejak bulan September, home sales anjlok. 

• House prices pada awalnya telah didukung oleh pembebasan untuk first‐time buyers dari pajak transaksi pada rumah yang nilainya kurang dari  250,000 pound dengan masa berlaku hingga akhir Maret, dengan tidak biasanya cuaca panas meningkatkan pandangannya. 

• "With the recent surge in activity brought on by (the) stamp duty holiday coming to an end, it is unsurprising to see that prices across much of the  country are continuing to fall," kata jurubicara RICS housing Peter Bolton King. 

JAPAN
• Perdana  Menteri  Yoshihiko  Noda  mengatakan  pada  parlemen  Jepang  bahwa  dirinya  tidak  memilki  rencana  cadangan  atau  “plan  B”,  jika  rancangan  kenaikan pajak penjualan yang diajukan pemerintah tidak disetujui oleh parlemen. Jika tidak disetujui, maka dikhawatirkan kondisi tersebut akan semakin  menggelembungkan  hutang  negeri  Sakura  tersebut.  Pemerintah  mengajukan  kenaikan  pajak  penjualan  sebesar  10  persen,  atau  dua  kali  lipat  dari  sebelumnya yaitu 5 persen. Dana tersebut diharapkan akan dapat mendanai pensiun dan biaya kesehatan masyarakat.  

• Hingga akhir sesi New York, dolar AS tercatat melemah tipis 0.03 persen terhadap yen di 79.87, sementara itu euro turun 0,44 persen terhadap yen ke  103.82. Sedangkan Aussie dolar tercatat melemah 0,88 persen terhadap yen 80.74 dan sterling juga turun 0,26 persen terhadap yen ke 129.00. 

AUSTRALIA
• Australia mencatat defisit perdagangan untuk ketiga kalinya secara berturut‐turut di bulan Maret dipicu turunnya ekspor untuk batubara dan bijih besi.  Kondisi defisit ini memperkuat keputusan RBA yang memangkas suku bunganya sebesar 50 basis poin menjadi 3.75% pekan lalu setelah ekonomi terlihat  memburuk di bulan‐bulan awal 2012 ini. 

• Aussie  melanjutkan  koreksinya  setelah  data  menunjukkan  defisit  untuk  barang  dan  jasa  Australia  sebesar  A$1.59  milyar  di  bulan  Maret,  jauh  di  atas  ekspektasi pasar untuk defisit sebesar A$0.9 milyar. Sementara untuk data Februari mengalami revisi defisit menjadi A$754 juta dan A$843 juta untuk  bulan Januari. 

• Hingga  sesi  New York  semalam,  Aussie  mencatat  intraday  low  di  A$1.0090,  level  terendahnya  sejak  29  Desember  2011,  sebelum  akhirnya  mengalami  rebound  dan  bergerak  di  sekitar  A$1.0110.  Hasil  pemilu  di  Yunani  dan  Perancis  yang  memunculkan  keraguan  terhadap  kemampuan  zona  euro  untuk  menjalankan program penghematan sebagai upaya untuk mengatasi krisis utang yang tengah melanda kawasan ternayat memicu investor untuk menjauhi  aset beresiko termasuk mata uang berimbal hasil lebih tinggi seperti Aussie. 

• Para ekonom khawatir bahwa ekspor utama Australia, termasuk bijih besi dan batubara, tidak pulih secepat yang diperkirakan, akibat serentetan cuaca  buruk, perselisihan di sektor industri dan masalah infrastruktur, sehingga meredam prospek pertumbuhan di kuartal pertama. Data hari Selasa kemarin  menunjukkan ekspor batubara turun 19% di kuartal pertama 2012, sementara ekspor bijih besi dan mineral turun 11%.  Namun data penjualan ritel yang dirilis hari Senin sebelumnya mencatat kenaikan bulanan terbesarnya dalam setahun terakhir di periode Maret. 

• Australia menyatakan bahwa mereka berhasil mengakhiri defisit anggaran negara yang telah berlangsung selama empat tahun berturut‐turut. Ini berkat  penghematan atas alokasi pengeluaran rutin dan program militer yang disusun pemerintah Negeri Kanguru itu.   “Kami kembali kepada surplus yang lumayan untuk tahun anggaran 2012/2013, karena tingkat pengangguran yang rendah, pertumbuhan ekonomi yang  solid, dan aliran investasi yang sangat besar sekaligus berhasil menahan inflasi," kata Menteri Keuangan Wayne Swan kemarin seperti yang dikutip kantor  berita Reuters.  Swan mengungkapkan bahwa Australia akan mengalami surplus anggaran sekitar A$1,5 miliar (US$1,53 miliar) untuk tahun fiskal hingga 30 Juni 2013. Di  kalangan  negara  maju,  apalagi  dibandingkan  dengan  situasi  di  AS  dan  Eropa,  pencapaian  Australia  ini  luar  biasa  setelah  bertahun‐tahun  berjuang  mengatasi defisit anggaran sejak ikut menderita resesi global 2008.

SWISS
• Swiss  franc  melemah  terhadap  dolar  setelah  menembus  level  terendah  7  pekan  terhadap  dolar  selama  sesi  sebelumnya,  menyusul  investor prihatin terhadap krisis utang yang melanda Eropa yang telah memukul euro. 

• Euro merosot ke level terendah 3 bulan terhadap dolar pada hari Senin setelah pemilu di Yunani dan Perancis memunculkan keraguan  terhadap  kemampuan zona  euro  untuk  menjalankan  program penghematan  sebagai  upaya  untuk  mengatasi  krisis  utang  yang  tengah  melanda kawasan. 

• Franc secara umum bergerak searah dengan euro terhadap dolar setelah Swiss National bank (SNB) mematok nilai tukar franc sebesar  1.20 per euro pada 6 September lalu. 

• Franc  terkoreksi  sekitar  0.3%  terhadap  dolar  di  level  0.9225  franc  dibandingkan  dengan  level  penutupan  New  York  hari  Senin.  Franc  mencatat  level  intraday  low  di  0.9269  pada  hari  Senin,  level  terendahnya  sejak  pertengahan  Maret,  namun  kemudian  mengalami  rebound. Sedangkan terhadap euro, franc bergerak datar di sekitar 1.2012. 

• Sementara itu data consumer sentiment index periode April yang sedianya dirilis hari Selasa (8 Mei) ternyata ditunda dan baru akan dirilis  pada  tanggal  21  Mei  mendatang.  Kepercayaan  konsumen  Swiss  diprediksi  sedikit  membaik  di  kuartal  kedua  tahun  ini,  meskipun  pesimisme masih mendominasi dibandingkan optimisme. 

Tuesday, May 8, 2012

Headline News 08.05.12

US & GLOBAL
• Bursa saham dunia terpengaruh sebagian besar pergolakan politik di Eropa Senin lalu, sehari setelah para pemilih di Yunani dan Perancis memberikan mandat kuat untuk melawan langkah austerity, dengan euro mengalami recovery dari penurunan tajamnya  dan bursa saham lokal meningkat.    

• Hasil dari pemilu akhir pekan di dua negara Eropa meningkatkan ketidakpastian pada pola kedepannya pada krisis utang zona  euro. Tetapi kebanyakan bursa saham Eropa meningkat, dengan mencatatkan pengecualian pada Yunani, dan bursa saham AS naik secara marjinal, sementara itu euro melemah tipis.   

• Di Perancis, Sosialis Francois Holland mengalahkan incumbent konservatif Nicolas Sarkozy pada pemilu presiden. Hollande telah  mengkritisi  Jerman  yang  mendorong  pada  austerity,  yang  menyebut  kebijakan  untuk  meningkatkan  kembali  pertumbuhan  perekonomian. 

• Pada penutupan di New York, indeks Dow Jones industrial average <.DJI> turun 29.44 poin, atau 0.23 persen, ke level 13,008.83.  Indeks S&P 500 <.SPX> sedikit naik 0.51 poin, atau 0.04 persen, ke level 1,369.61. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> bertambah  1.42 poin, atau 0.05 persen, ke level 2,957.76.   

• Bursa saham dunia yang dinilai oleh indeks MSCI <.MIWD00000PUS> merosot 0.4 persen ke level 320.47.   

• Euro anjlok secara meluas Senin lalu setelah hasil pemilu di Yunani dan Perancis yang meragukan keinginan politik dan komitmen  pada rencana austerity yang dianggap sebagai kunci untuk menanggulangi krisis utang zona euro. Euro <EUR=> mencapai level  terendahnya ke level $1.2955, memecahkan level kisaran $1.30 hingga $1.35 yang tercapai sejak akhir Januari, sebelum menekan  pelemahan dengan terakhir diperdagangkan hanya turun 0.2 persen ke level $1.3054, menutup level puncaknya $1.3065.   

• Harga obligasi pemerintah AS/Treasury debt unchanged dengan obligasi bertenor 10‐tahun yield‐nya 1.8768 persen.   

• Emas  merosot  Senin  lalu  dalam  perdagangan  yang  sangat  tipis,  ditekan  oleh  pelemahan  harga  crude  oil  dan  kurangnya  permintaan pada safe‐haven karena investor memantau pemilu di Eropa yang akan berarti melemahkan krisis utang. Spot emas  <XAU=> turun 0.3 persen ke level $1,636.80 per ons pada pukul 1813 GMT, menekan pelemahan awalnya setelah mencapai level  terendah hariannya $1,632.98.     

• Brent crude futures <LCOc1> menyentuh level terendah mendekati level $110 per barel, terendah sejak Januari, tetapi di settled  turun hanya 2 sen ke level $113.28. U.S. crude futures <CLc1> mencapai level terendah $95.34 per barel, terendah tahun ini, dan  terakhir diperdagangkan anjlok 0.6 persen ke level $97.92 per barel, level terendah tiga bulannya. 
GOLD & COMMODITIES
• Emas melemah ditengah tipisnya volume transaksi, tertekan oleh turunnya harga minyak dan minimnya minat terhadap aset‐aset aman  karena investor tengah menganalisa apakah hasil pemilu di Eropa akan semakin memperburuk krisis utang kawasan. 

• Emas tertekan oleh najloknya harga minyak dan euro setelah hasil pemilu di Perancis dan Yunani merfleksikan kuatnya sentimen anti  penghematan, sehingga menimbulkan kembali kekhawatiran atas memburuknya krisis utang dan melemabatnya pertumbuhan ekonomi  dan menurunnya permintaan minyak. 

• Namun demikian, logam mulia yang belakangan ini bergerak mengikuti aset‐aset beresiko, tetap melemah meskipun euro, minyak dan  ekuitas berhasil rebound dari level intraday low. 

• Volume transaksi sangat rendah pada emas berjangka AS setelah serangkaian data ekonomi AS yang dirilis membaik telah mengurangi  peluang untuk The Fed melanjutkan kebijakan moneter longgar, sehingga mendorong investor untuk mengurangi posisi bullish mereka. 

• Harga emas spot turun 0.3% di sekitar $1,636.80 per ounce, rebound tipis dari level intraday low di $1,632.98.  Sedangkan harga emas  berjangka AS untuk pengiriman Juni turun $6.10 per ounce di $1,639.10, dengan volume transaksi sekitar 40% di bawah level rata‐rata 30  hari. 
U.K.
• Stg/dlr <GBP=>  mencapai level tertingginya 1.6197, dengan level terendahnya memecahkan 1.6116, yang terjadi Senin lalu.      

• Euro  <EURGBP=D4>  merosot  ke  level  80.37  pence  terhadap  pound,  level  yang  terakhir  terlihat  pada  November  2008  setelah  hancurnya Lehman Brothers.  

• Mata uang <EURJPY=> tertekan ke level 103.23 yen, level terendahnya sejak pertengahan Februari.   
OIL & COMMODITIES
• Harga minyak turun pada hari Senin, namun kemudian rebound dan bertengger jauh di atas level intraday low setelah hasil pemilu Eropa  menghidupkan  kembali  kekhawatiran  tentang  krisis  utang  zona  euro,  menambah  kecemasan  mengenai  melemahnya  pertumbuhan  ekonomi dan permintaan bahan bakar setelah data non‐farm payrolls AS pekan lalu dirilis buruk. 

• Minyak berjangka mencatat kerugian untuk keempat kalinya secara berturut‐turut  setelah pemenang dari partai Sosialis pada pemilu di  Perancis dan hasil pemilu yang terpecah di Yunani kian menambah keraguan atas konsistensi negara‐negara Eropa dalam menjalankan  langkah penghematan guna menyelesaikan krisis utang kawasan dan menghindarkan negara mengalami kontraksi ekonomi. 

• Namun harga minyak kemudian berhasil rebound dipicu aksi ambil untung. Euro dan ekuitas juga rebound seiring meredanya kejutan atas  hasil pemilu. 

• Brent June crude <LCOc1> turun 2 sen dan bergerak di sekitar $113.16 per barel. Harga pada awalnya sempat anjlok ke $110.34, level  intraday terendahnya sejak 30 Januari dan mencatat koreksinya sebesar 14% dari posisi puncak 2012 di $128.40 yang dicapai pada bulan  Maret.   

• Sedangkan U.S. June crude <CLc1> turun 55 sen di level $97.94 per barel, setelah rebound dari $95.34, level intraday terendahnya sejak  20 Desember.  Minyak mentah AS telah anjlok 6.1% pekan lalu, dan mencatat kerugian mingguan terbesarnya sejak akhir September. 

EURO ZONE
• Euro  melemah  ke  level  terendah  sejak  akhir  Januari  silam  terhadap  dolar  AS  dan  anjlok  ke  level  terendah  sejak  3‐1/2  tahun  terakhir  terhadap  poundsterling. Euro juga turun ke level terendah sejak 2‐1/2 bulan terakhir terhadap yen, meskipun pelemahan lebih lanjut tertahan oleh penguatan bursa  saham Eropa dan masih cukup sepinya sesi perdagangan berkaitan dengan libur nasional di Inggris.  

• Pelemahan euro tersebut dipengaruhi oleh hasil pemilu di Perancis dan Yunani yang meningkatkan kekhawatiran para pelaku pasar akan komitmen kedua  negara  tersebut  dalam  mempertahankan  pemangkasan  anggaran  guna  menangani  krisis  hutang  kawasan  Uni‐Eropa.  Stabilitas  dan  keberlangsungan  penanganan  krisisi  hutang  Uni‐Eropa  menjadi  perhatian  para  pelaku  pasar  dalam  beberapa  sesi  terakhir.  Pemilu  di  Yunani  memberikan  tekanan  yang  cukup dalam bagi sentimen para investor, setelah kedua partai yang selama ini berkuasa gagal mempertahankan mayoritas di parlemen.  

• Pemilu  Presiden  di  Perancis  diperkirakan  akan  menghasilkan  kandidat  dari  partai  Sosialis,  Francois  Hollande  sebagai  pengganti  dari  Nicolas  Sarkozy.  Hollande masih belum jelas akan sikapnya terhadap pakta yang selama ini diusung oleh Jerman. Dalam beberapa pandangannya selama masa kampanye,  Hollande  bejanji  akan  menyeimbangkan  neraca  keuangan  negara,  namun  upaya  tersebut  akan  ditempuh  tidak  dengan  cara  yang  drastis  seperti  yang  dilakukan oleh Presiden Sarkozy. 

• Hingga akhir sesi New York, euro tercatat melemah 0,21 persen terhadap dolar AS ke 1.3055, sementara itu euro juga turun 0,16 persen terhadap yen ke  104.28, euro juga melemah 0,49% terhadap sterling ke 0.8061 dan stagnan terhadap Swiss franc di 1.2013. 
AUSTRALIA
• Retail sales Australia mencatat lonjakan terbesarnya selama hampir setahun terakhir di bulan Maret, setelah data menunjukkan kenaikan 0.9%  menjadi  A$21.2  milyar,  jauh  melampaui  ekspektasi  terjadi  kenaikan  0.2%,  setelah  konsumen  giat  melakukan  belanja  pakaian  dan  alas  kaki  (sepatu). Sedangkan untuk kuartal pertama, penjualan ritel tercatat naik 1.8%, jauh di atas proyeksi terjadi kenaikan 0.5%. 

• Sementara data dari ANZ Bank menunjukkan terjadi penurunan 3.1% pada iklan lowongan kerja di bulan April, meskipun penurunan ini terjadi  setelah dalam 3 bulan terakhir mengalami kenaikan. 

• Aussie menguat ke $1.0137 dari $1.0113 sebagai respon atas data tersebut. Namun di sesi New York Aussie melanjutkan apresiasinya hingga  mencatat intraday high di $1.0219 sebelum akhirnya bergerak di sekitar $1.0193. Aussie sempat terkoreksi ke level terendah 4 bulan di $1.0111  di awal sesi akibat kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi global setelah rilis buruk data non‐farm payrolls AS Jumat lalu dan juga pelaksanaan  pemilu  di  Yunani  dan  Perancis.  Pemilihan  umum  di  Yunani  dan  Perancis  meragukan  komitmen  politisi  untuk  rencana    penghematan  yang  bertujuan untuk menanggulangi krisis utang zona euro, sehingga memicu kembali kekhawatiran  pasar terhadap prospek membaiknya kondisi  ekonomi global. 

• Pekan  lalu,  Reserve  Bank  of  Australia  (RBA)  secara  mengejutkan  memangkas  suku  bunga  sebesar  50  basis  poin  menjadi  3.75%,  ketika  pasar  sebelumnya memprediksi terjadi pemangkasan sebesar 25 basis poin. RBA juga merevisi turun proyeksi inflasi dan ekonomi, dengan memprediksi  ekonomi akan tumbuh hanya 3.0% tahun ini, di bawah tren pertumbuhannya antara 3.25% ‐ 3.5%. 

JAPAN
• Menteri Keuangan Jun Azumi menyatakan bahwa pihaknya tengah menyiapkan langkah responsif dalam kaitan apabila terjadi pergerakan kurs mata uang  yang  sangat  fluktuatif  dan  bernuansa  spekulatif.  Komentar  tersebut  menanggapi  perkembangan  terakhir  dimana  nilai  tukar  yen  terus  mengalami  penguatan baik terhadap dolar AS maupun terhadap euro. Kondisi mana memberikan tekanan bagi para eksportir Jepang karena penguatan kurs yen akan  menurunkan keuntungan terhadap produk yang mereka kirim ke luar negeri.  

• Sementara itu berdasarkan hasil minutes dari BoJ untuk sidang April lalu, memperlihatkan adanya tekanan dari perwakilan pemerintah kepada BoJ untuk  menggelontorkan  dana  stimulus  keuangan  sebagai  respon  dari  penguatan  harga  minyak  dunia  dan  penguatan  kurs  yen.  Namun  demikian  pihak  BoJ  menganggap belum perlu untuk menempuh pelonggaran moneter lanjutan untuk periode tersebut.  

• Hingga akhir sesi New York, dolar AS tercatat menguat 0.09% terhadap yen di 79.89, sementara itu euro turun 0,16% terhadap yen ke 104.28. Sedangkan  Aussie dolar tercatat menguat 0,30% terhadap yen 81.46 dan sterling juga menguat 0,35% terhadap yen ke 129.34. 

SWISS
• Inflasi  Swiss  hampir  tidak  mengalami  kenaikan  di  bulan  April,  sedangkan  dalam  basis  tahunan  mengalami  penurunan  dan  menggarisbawahi  alasan di balik keputusan Swiss National Bank (SNB) untuk mematok nilai tukar mata uangnya guna melindungi ekonomi dari deflasi. 

• Arus investasi yang besar ke Swiss, yang dipandang sebagai tempat yang aman untuk melindungi investasi dari krisis keuangan zona euro, telah  memicu melonjaknya franc, menekan harga domestik dan mendorong bank sentral untuk berupaya mempertahankan ekonomi agar tidak jatuh  kedalam fase deflasi. 

• Data yang dirilis Senin kemarin menunjukkan inflasi hanya naik 0.1% di bulan April dari bulan Maret sebelumnya, dipicu naiknya harga bahan  bakar,  penjualan  baju  musim  panas,  dan  paket  transportasi  dan  liburan.  Namun  dalam  basis  tahunan  inflasi  turun  1.0%,  yang  merupakan  ketujuhkalinya secara berturut‐turut indeks inflasi tahunan mengalami penurunan sejak Oktober 2011. 

• Untuk mencegah penguatan franc terus berlanjut yang akan mendorong ekonomi Swiss kedalam fase resesi dan deflasi, maka SNB memutuskan  untuk mematok atau membatasi penguatan franc pada level 1.20 franc per euro pada September lalu. 

• Meskipun SNB memprediksi inflasi akan turun tahun ini, namun ekonomi sejauh ini terhindar dari kontraksi dan SNB memprediksi pertumbuhan  ekonomi sekitar 1% di tahun 2012. 

• Adapun data lainnya yang dirilis Senin kemarin menunjukkan tingkat pengangguran stabil di level 3.1% di bulan April. 

• Euro terkoreksi secara umum setelah pemilihan umum di Yunani dan Perancis meragukan komitmen politisi untuk rencana  penghematan yang  bertujuan untuk menanggulangi krisis utang zona euro, sehingga memicu kembali kekhawatiran  pasar terhadap prospek membaiknya kondisi  ekonomi global. Pelemahan euro telah memicu melemahnya Swiss franc terhadap dolar. Swiss franc sempat jatuh ke level 0.9269 per dolar, level  terendahnya sejak 15 Maret, namun kemudian berhasil rebound ke 0.9191 franc sebelum akhirnya bergerak di sekitar 0.9203 franc.  

Monday, May 7, 2012

Headline News 07.05.12


US & GLOBAL
• Saham‐saham  global  anjlok  dan  crude  oil  merosot  Jumat  lalu  setelah  pelemahan  data  jobs  AS  dan  data  yang  diperkirakan  makin  mendalamnya resesi diseantero zona euro daripada perkiraan sebelumnya yang mendorong sentimen.   

• Indeks saham‐saham AS dan Eropa melemah lebih dari 1 persen, U.S. crude oil anjlok sekitar 4 persen dan harga obligasi pemerintah  melonjak setelah Labor Department mengatakan employer Amerika mengurangi perekrutan lebih daripada ekspektasi bulan April.   

• Hanya 115,000 pekerja yang bertambah pada payrolls bulan lalu, atau 55,000 lebih sedikit daripada perkiraan ekonom. Sementara itu  tingkat  pengangguran  melemah  menjadi  8.1  persen,  level  terendah  tiga  tahunnya,  yang  hanya  dikarenakan  turunnya  angkatan  kerja  karena orang‐orang yang pensiun atau berhenti mencari pekerjaan. 

• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 168.32 poin, atau 1.27 persen, ke level 13,038.27. Indeks Standard & Poor's  500 <.SPX>  turun 22.47 poin, atau 1.61 persen, ke level 1,369.10. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> berkurang 67.96 poin, atau 2.25  persen, ke level 2,956.34.    

• Di Eropa, indeks pan‐European FTSEurofirst 300 <.FTEU3> ditutup merosot 1.7 persen ke level 1,027.15, dan indeks Euro STOXX 50 turun  1.7 persen ke level 2,248.34 <.STOXX50E>, meskipun penguatan earning dari Royal Bank of Scotland <RBS.L>, BNP Paribas <BNPP.PA>  dan Lafarge <LAFP.PA>. Indeks MSCI's all‐country world equity <.MIWD00000PUS> anjlok 1.5 persen ke level 321.72.    

• Dollar merosot terhadap yen dalam perdagangan yang volatile setelah data payrolls, dengan <JPY=> turun 0.45 persen ke level 79.83  yen.   

• Indeks U.S. dollar <.DXY> naik 0.33 persen ke level 79.481. Euro <EUR=> melemah 0.47 persen ke level $1.3088.   

• Obligasi bertenor 10‐tahun/U.S. Treasury note <US10YT=RR> naik 16/32 pada harganya dengan yield 1.88 persen, dan bertenor 30‐tahun  <US30YT=RR> naik dalam harga dengan yield 3.07 persen.    

• Emas  naik  karena  pelemahan  data  yang  mendorong ketertarikan  pada  investasi  emas  pada  pembicaraan  bahwa  pelemahan  ekonomi  kemungkinan mendorong monetary easing berikutnya (QE3) dari the Fed. U.S. gold futures <GCM2> untuk pengiriman Juni di settled naik  $10.40 per ons ke level $1,645.20.   

• Brent futures <LCOc1> di settled merosot $2.90 ke level $113.18 per barrel, level terendah yang terlihat sejak awal bulan Februari. U.S.  crude <CLc1> di settled melemah 4.05 ke level $98.49 per barrel.  


GOLD & COMMODITIES
• Emas menguat pada hari Jumat menyusul investor menjual minyak mentah dan ekuitas untuk membeli emas setelah data menunjukkan  non‐farm  payrolls  dirilis  lebih  rendah  dari  perkiraan,  sehingga  mendorong  minat  investor  untuk  berinvestasi  kedalam  emas,  karena  semakin terbuka peluang bagi The Fed untuk melanjutkan program quantitative easing (QE) putaran ketiga. 

• Logam mulia masih ditutup melemah 0.6% dalam sepekan terakhir. Emas telah turun $150 dari posisi puncaknya akhir Februari setelah  serangkaian rilis optimis data ekonomi AS telah memudarkan harapan akan bergulirnya QE3.  

• Emas  rebound  pasca  mengalami  koreksi  di  awal  sesi,  setelah  data  menunjukkan  jumlah  pekerjaan  yang  tersedia  di  bulan  April  hanya  bertambah  115.000,  jauh  di  bawah  ekspektasi  pasar  170.000.  Rilis  buruk  data  tersebut  ditambah  dengan  rilis  yang  lebih  rendah  dari  perkiraan untuk data sektor jasa dan juga data pertumbuhan ekonomi kuartal pertama, kian memperkuat pandangan akan bergulirnya  program  quantitative  easing  (QE)  jilid  ketiga  oleh  The  Fed.  Namun  sejumlah  pelaku  pasar  beranggapan  bahwa  The  Fed  masih  akan  mempertahankan kebijakan moneternya untuk sementara waktu ini. 

• Rilis data pekerjaan ini juga telah memicu anjloknya harga minyak dunia sebesar 4% dan memukul indeks Dow Jones dengan mencatat  penurunan lebih dari 100 poin. 

• Harga  emas  spot  naik  0.4%  di  $1,643.20  per  ounce.  Sedangkan  untuk  emas  berjangka  pengiriman  Juni  naik  $10.40  per  ounce  di  $1,645.20. 

• Pasar melihat aksi beli pada aset‐aset aman akan menguntungkan emas di pekan ini. Masalah krisis utang Eropa berpotensi mengganggu  pasar global dan melemahkan sentimen investor, namun emas dapat memetik keuntungan dari kondisi tersebut akibat tekanan pada  euro. 

• Sementara aksi beli emas fisik dari India masih rendah sebagai akibat dari tingginya harga emas karena melemahnya nilai tukar rupee. 
US – Non-farm payrolls/unemployment/average earnings
• Non-farm payrolls AS (April) dirilis +115k dari 154k (revisi bulan sebelumnya) dengan perkiraan 170k. Terjadi penurunan dalam rangkaian dua bulannya pada bulan April.

• Data ini tetap mengkhawatirkan dari perekonomian AS yang kehilangan momentum dan menekan harapan bahwa penguatan perekrutan pada musim dingin menandai titik balik dari recovery.

• Unemployment/tingkat pengangguran dirilis turun 8.1% dari 8.2% dengan perkiraan 8.2%. Tingkat pengangguran sedikit turun ke level terendah tiga tahunnya. Tingkat pengangguran berasal dari survei yang terpisah dari rumah tangga/households, yang menunjukkan penurunan dalam jumlah pekerjaan pada bulan April.
Average earnings dirilis 0.0% dari 0.2%.
• Laporan juga menunjukkan sektor swasta menambah pekerjaan pada bulan April sebesar 130.000 posisi baru. Manufaktur menandai penguatan bulannya lagi dengan menambah 16.000 pekerja.

Eurozone – Retail Sales.
• Tingkat penjualan ritel di kawasan Uni-Eropa untuk periode Maret mengalami kenaikan 0.3 persen dalam basis antar bulan, mengungguli ekspektasi 0.0 persen, sementara data periode Februari direvisi turun menjadi -0.2 persen. Penguatan ini merupakan dampak positif naiknya penjualan ritel di Perancis dan Jerman, dimana penjualan ritel di kedua negara tersebut mengalami kenaikan masing- masing 0,9 persen dan 0,8 persen pada periode Maret.
• Namun demikian dalam basis antar tahun retail sales mengalami penurunan 0.2 persen, meskipun masih mengungguli ekspektasi para analis yang memperkirakan turun -1.1 persen.
• Euro tidak banyak bereaksi pasca rilis data tersebut. Pelaku pasar masih lebih terfokus pada rilis data non-farm payrolls Amerika yang akan rilis 19.30 WIB. Pasca rilis data retail sales euro berada pada kisaran 1.3130 terhadap USD, dan berada pada kisaran 105.27 terhadap yen.

Friday, May 4, 2012

Headline News 04.05.12


US & GLOBAL
• Bursa  saham  global  dan  crude  oil  merosot  Kamis  lalu  setelah  data  menunjukkan  anjloknya  pertumbuhan  pada  sektor  jasa  AS  yang  menaikkan permasalahan mengenai recovery ekonomi sehari sebelum tingginya antisipasi pada laporan pasar tenaga kerja bulan April.   

• Saham‐saham  berbalik  melemah,  obligasi  pemerintah  membagi  pelemahannya  dan  dollar  AS  memangkas  kenaikannya  terhadap  yen  setelah Institute for Supply Management mengatakan indeks sektor jasa turun menjadi 53.5 pada April dari 56.0 bulan sebelumnya.   

• Kekhawatiran bahwa pasar tenaga kerja mengalami recovery sedikit berkurang Kamis lalu setelah data menunjukkan jumlah dari orang‐ orang Amerika yang mengklaim untuk jobless aid turun lebih dari ekspektasi minggu lalu. Labor Department mengatakan initial claims  untuk state unemployment benefits anjlok 27,000 pada seasonally adjusted menjadi 365,000. 

• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 61.98 poin, atau 0.47 persen, ke level 13,206.59. Indeks Standard & Poor's  500  <.SPX>  turun  10.74  poin,  atau  0.77  persen,  ke  level  1,391.57.  Indeks  Nasdaq Composite  <.IXIC>  berkurang 35.55  poin,  atau  1.16  persen, ke level 3,024.30.        

• Di Eropa, saham‐saham menghapus kenaikan awalnya untuk ditutup hampir flat setelah pelemahan data AS dan tekanan ekspektasi dari  langkah  terkini  bank  sentral  untuk  menstimulasi  pertumbuhan  (ekonomi)  memudarkan  penguatan  earning  perusahaan.  Indeks  FTSEurofirst 300 <FTEU3> ditutup naik 0.1 persen ke level 1,044.39 setelah perdagangan yang choppy. Indeks MSCI's all‐country world  equity <.MIWD00000PUS> melemah 0.6 persen ke level 326.49.   

• Euro naik terhadap yen dan rally dari pelemahan dalam level terendah dua minggunya versus dollar AS untuk diperdagangkan sedikit  berubah  setelah  Kepala  European  Central  Bank  Mario  Draghi  memberikan  penilaian  optimis  dari  zona  euro  lebih  dari  ekspektasi,  mengurangi  ekspektasi  kedepannya  pada  monetary  easing.  Euro  mencapai  level  tertingginya  ke  level  $1.3180  <EUR=>  setelah  pada  awalnya  anjlok  ke  level  terendah  dua  minggunya  $1.3097.  Terakhir  diperdagangkan  pada  level  $1.3146,  turun  0.1  persen  dalam  hariannya.   

• Obligasi  pemerintah  membagi  penurunan  awalnya  untuk  diperdagangkan  mendekati  break‐even.  Obligasi  bertenor  10‐tahun/U.S.  Treasury  note  <US10YT=RR>  unchanged  pada  harga  dengan  yield  1.93  persen.  Obligasi  bertenor  30‐tahun  juga  naik  2/32  pada  harga  dengan yield 3.11 persen.   

• Emas melemah 1 persen sebagaimana turunnya harga minyak dan pelemahan data sektor jasa AS yang membawa harga logam mulia  mencapai level penurunan terbesar satu harinya dalam sebulan. U.S. gold futures <GCM2> untuk pengiriman Juni di settled turun $19.20  per ons ke level $1,634.80.    

• Oil anjlok dibawah level $117 per barrel setelah OPEC mengatakan telah membuka peluang untuk melemahkan harga. OPEC mengatakan  tidak senang dengan kemungkinan pengaruh permintaan pada tingginya harga, sementara data yang mengecewakan menggambarkan  outlook yang suram pada perekonomian dunia, menghidupkan kembali mengenai anjloknya permintaan. Brent crude untuk pengiriman  Juni <LCOc1> di settled turun $2.12 ke level $116.08 per barrel. U.S. crude futures <CLc1> di settled melemah $2.68 ke level $102.54 per  barrel.  

GOLD & COMMODITIES
• Emas terkoreksi 1% pada hari Kamis dipicu anjloknya harga minyak dan rilis mengecewakan data sektor jasa AS, yang mendorong harga  emas mengalami pelemahan 1 hari tertajamnya dalam sebulan menjelang rilis data non‐farm payrolls AS. 

• Logam  mulia  yang  belakangan  ini  bergerak  mengikuti  aset  beresiko,  melanjutkan  koreksinya  setelah  data  menunjukkan  ISM  services  index turun ke 53.5 bulan lalu dari 56.0 di bulan Maret sebelumnya, sementara indikator untuk pengangguran turun ke level terendahnya  sejak Desember. 

• Namun demikian, pasar melihat buruknya data ISM belum cukup untuk mengubah pandangan bahwa The Fed akan menunda kelanjutan  program Quantitative Easing (QE) atau program pembelian obligasi pemerintah, setelah rilis optimis data ekonomi AS belakangan ini. 

• Sejumlah investor mengurangi pandangan bullish mereka terhadap emas, menyusul harapan untuk kebijakan moneter longgar AS kian  mereda.  Emas  telah  terkoreksi  $150  dari  level  puncaknya  pada  29  Februari  ketika  Kepala  The  Fed  Ben  Bernanke  tidak  memberikan  indikasi akan melanjutkan program QE putaran ketiga.  

• Harga emas spot turun 1.1% di $1,635.20 per ounce dan mencatat koreksi harian terbesarnya sejak 4 April, setelah sempat mencatat  level terendah 1 pekan di $1,630.70 di awal sesi. Sedangkan untuk emas berjangka pengiriman Juni turun $19.20 per ounce di $1,634.80. 

• Pasar akan menantikan rilis data non‐fam payrolls AS  malam nanti. Jika data dirilis lebih baik dari perkiraan, maka akan menggugurkan  pandangan  mengenai  kemungkinan  berlanjutnya  Quantitative  Easing  (QE)  putaran  ketiga  oleh  The  Fed,  dimana  hal  ini  berpotensi  mengangkat kembali nilai tukar dolar.