title cover

title cover

Monday, June 11, 2012

Headline News 11.06.12


US & GLOBAL
• Bursa  saham  AS  ditutup  menguat  Jumat  lalu,  dengan  indeks  S&P  500  mencatatkan  kinerja  mingguan  terbaik  tahunan  karena investor berbalik kepada saham dari ekspektasi Spanyol mendekati  untuk mendapat bantuan dari permasalahan  perbankan.   

• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 93.24 poin, atau 0.75 persen, ke level 12,554.20. Indeks Standard &  Poor's 500 <.SPX> melejit 10.67 poin, atau 0.81 persen,  ke level 1,325.66. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> bertambah  27.40 poin, atau 0.97 persen, ke level 2,858.42.    

• Saham‐saham hampir dimanapun ditutup merosot. Dengan indeks MSCI's world equity <.MIWD00000PUS> merosot 0.25  persen ke level 300.42. Indeks masih naik 3 persen dalam mingguannya, kinerja terbaik sejak bulan Januari. Saham‐saham  utama Eropa <.FTEU3> ditutup melemah 0.2 persen. Indeks MSCI Emerging Equity <.MSCIEF> anjlok 0.9 persen.   

• Euro  melemah  terhadap  dollar,  tertekan  oleh  penurunan  peringkat  pada  kredit  Spanyol  dan  ditandai  pelemahan  perekonomian pada Italia dan Jerman, meskipun mencatatkan kenaikan minggu pertamanya dalam enam minggu.   

• Pejabat senior Uni Eropa dan Jerman mengatakan pada Reuters bahwa deputi menteri keuangan dari 17‐negara mata uang  tunggal  akan  mengadakan  conference  call  Sabtu  pagi  untuk  mendiskusikan  permintaan  Spanyol  pada  paket  bantuan  terhadap perbankannya, meskipun tidak adanya angka yang ditetapkan. 

• Euro <EUR=> merosot 0.5 persen ke level $1.2501, anjlok dari level tertingginya dua minggu di level $1.2625 yang tercapai  Kamis sebelumnya. Dollar anjlok 0.3 persen ke level 79.40 yen <JPY=>.   

• Obligasi bertenor 10‐tahun/U.S. Treasury note naik 3/32, dengan yield 1.6336 persen <US10YT=RR>.   

• Emas  menguat  Jumat  lalu,  membalikkan  penurunan  tajam  awalnya  karena  ketidakpastian  berkenaan  rencana  penyelamatan  berikutnya  untuk  permasalahan  perbankan  Spanyol  yang  mendorong  beberapa  aksi  beli  safe‐haven  dan  mendorong investor untuk meng‐cover perkiraan bearish menjelang akhir pekan ini. Spot emas <XAU=> bertambah $1,594  per  ons  dari  level  $1,589.15  pada  penutupan  di  New  York  Kamis  sebelumnya,  membalikkan  besarnya  tekanan  karena  ketidakpastian berkenaan perbankan Spanyol yang mendorong safe‐haven buying.   

• Harga  oil  anjlok  karena  turunnya  harapan  untuk  stimulus  berikutnya  dari  bank  sentral  yang  menekan  mengenai  permintaan.  Brent  crude  untuk  bulan  Juli  <LCOc1>  merosot  46  sen  untuk  di  settle  ke  level  99.47  per  barrel,  setelah  mencapai level terendahnya $97.19. Harga U.S. crude <CLc1> melorot 72 sen untuk di settle ke level $84.10 per barrel, yang  telah menyentuh level terendahnya $82.00. Kedua kontrak tersebut telah turun dalam rangkaian dua harinya.   




GOLD & COMMODITIES
• Emas rebound pada hari Jumat, membalik kerugian awal sesi menyusul ketidakpastian mengenai rencana penyelamatan  pada perbankan Spanyol telah mendorong investor untuk memburu aset‐aset aman. 

• Logam  mulia  rebound  $30  dari  level  low  awal  sesi  setelah  Reuters  melaporkan  Spanyol  kemungkinan  akan  meminta  bantuan Eropa untuk mengatsi permasalahan di sektor perbankan. Jumat adalah hari ketiga secara berturut‐turut untuk  emas bergerak di kisaran $30 atau lebih lebar. 

• Emas  mencatat  penurunan  mingguan  sebesar  2%  setelah  investor  kecewa  dengan  testimoni  Bernanke  yang  mengikis  harapan akan berlanjutnya program quantitative easing putaran ketiga oleh The Fed. 

• Emas spot naik 30 sen di level $1592,26 per ounce, rebound tajam dari level intraday low $1561,44 yang merupakan level  terendah dalam sepekan. Sedangkan untuk emas berjangka AS pengiriman Agustus naik $3,20 di level $1591,20 per ounce.  




OIL & COMMODITIES
• Harga  minyak  turun pada hari  Jumat,  mencatat kerugian  mingguan  keenam secara  berturut‐turut  menyusul  krisis  utang  zona  euro  dan  berkurangnya  harapan  untuk  stimulus  moneter  oleh  The  Fed  memperkuat  kekhawatiran  tentang  menurunnya permintaan minyak bumi. 

• Putaran lain dari pembicaraan antara Badan Energi Atom Internasional PBB dan Iran yang tidak menghasilkan kemajuan  berarti menuju tercapainya kesepakatan yang mengijinkan pengawas menyelidiki fasilitas nuklir, telah membantu minyak  untuk memangkas sejumlah kerugiannya. 

• Testimoni Kepala The Fed Ben Bernanke pada hari Kamis telah mengikis harapan akan dilanjutkannya program pembelian  aset putaran ketiga oleh The Fed atau yang lebih dikenal dengan istilah quantitative easing. 

• Presiden AS Barack Obama pada hari Jumat mengatakan bahwa para pemimpin Eropa menghadapi "kebutuhan mendesak  untuk bertindak" guna menyelesaikan krisis keuangan kawasan menyusul ancaman resesi akan membahayakan ekonomi AS  yang masih rapuh. 

• Brent July crude <LCOc1> turun $1,59 ke $98,34 per barel, rebound dari level day low f $97,19.  
Sedangkan untuk U.S. July crude <CLc1> turun $1,60 di level $83,22, setelah tersungkur ke level day low $82.   




EURO ZONE
• Euro melemah pada sesi Jumat akhir pekan lalu terdesak dampak dari pemangkasan peringkat kredit Spanyol oleh lembaga pemeringkat Fitch menjadi  peringkat  BBB  dengan  outlook  negatif.  Turut  mendesak  kinerja  euro  adalah  tanda‐tanda  dari  fundamental  ekonomi  Jerman  dan  Italia  yang  memperlihatkan perlambatan ekonomi. Namun demikian euro tercatat berhasil membukukan penguatan mingguan terbaik sejak April silam.  

• Sementara itu berdasarkan sumber dari Uni Eropa dan Jerman terhadap Reuters menyatakan bahwa Spanyol kemungkinan akan melakukan permintaan  resmi  untuk  bantuan  keuangan  pada  akhir  pekan  ini  (9  ‐10  Juni)  guna  menopang  kebangkrutan  sektor  perbankannya.  Lembaga  Pemeringkat  Moody’s  menyatakan bahwa perkembangan di sektor perbankan Spanyol dan meningkatnya resiko keluarnya Yunani akan berujung pada pemangkasan peringkat  kredit beberapa negara di kawasan Uni Eropa.  

• Mayoritas  analis  percaya  bahwa  euro  masih  akan  berpeluang  melanjutkan  tekanannya  pekan  ini  seiring  berfokusnya  kembali  para  investor  terhadap  gonjang‐ganjing politik Yunani menjelang pemilu 17 Juni mendatang. Jika partai yang anti bailout menang maka akan meningkatkan kemungkinan Yunani  meninggalkan mata uang tunggal euro. 

• Dalam sepekan terakhir euro tercatat mengalami penguatan 0,68 persen terhadap dolar AS ke 1.2516, sementara itu euro juga mencatat penguatan 2,54  persen terhadap yen ke 99.46, sebaliknya euro mencatat pelemahan 0,05 persen terhadap sterling ke 0.8089 dan turun tipis 0,03 persen terhadap Swiss  franc di 1.2008.




U.K.
• Warga  Inggris  mengekspektasi harga‐harga  untuk  naik ke fase tercepatnya  dalam tahun‐tahun  mendatang  daripada  tiga  bulan  yang lalu, survei Bank of England menunjukkannya Jumat lalu, meningkatkan kekhawatiran bahwa publik kemungkinan digunakan  untuk inflasi yang tinggi.  

• Survei BoE's May inflation menunjukkan bahwa ekspektasi inflasi publik pada 3.7 persen hingga 12 bulan mendatang, naik dari  ekspektasi 3.5 persen pada Februari, dan merupakan yang tertinggi sejak bulan November.  

• Naiknya  pada  ekspektasi  terjadi  meskipun  melambatnya  tekanan  harga  baru‐baru  ini,  yang  mana  mendorong  consumer  price  inflation turun ke level terendahnya dalam 2‐tahun pada 3.0 persen di bulan April.   

• Factory  gate  inflation  Inggris  melambat  ke  level  terendahnya  dalam  dua  setengah  tahun  pada  bulan  Mei,  karena  biaya  oil  merosot, menaikkan peluang bahwa turunnya consumer price inflation akan mendukung konsumsi tahun ini.   




JAPAN
• Menteri  Keuangan  Jun  Azumi  nampaknya  telah  menerapkan  bentuk  baru  dari  intervensi  guna  menahan  penguatan  yen,  yaitu  dengan  melakukan  aksi  diam. Para analis memprediksi bahwa saat ini pemerintah Tokyo telah memahami bahwa dengan peringatan verbal saja tidak akan berarti pada aktifitas  spekulan  yang  terus  menguatkan  kurs  yen.  Saat  yen  menguat  mendekati  level  tertingginya,  Azumi  dan  para  deputinya  berkeras  tidak  memberikan  komentar. 

• Namun  demikian  berdasarkan  sumber  yang  cukup  dekat  dengan  kebijakan  mata  uang  asing  Jepang  menyatakan  bahwa  masih  terdapat  kemungkinan  ditempuhnya  langkah  intervensi  pemerintah.  Mayoritas  analis  memprediksi  otoritas  Jepang  baru  akan  mulai  mempertimbangkan  intervensi  jika  dolar  mencapai level 76 yen. 

• Pekan  ini  pelaku  pasar  akan  mengamati  sejumlah  rilis  data  diantaranya  CGPI  untuk  periode  Mei  yang  diprediksi  masih  akan  melanjutkan  tren  penurunannya hingga ‐0,4 dalam basis antar tahun. Selanjutnya akan rilis data machinery orders untuk periode April yang diperkirakan membaik menjadi  2.1%. Dan selanjutnya BOJ akan menggelar sidang dua hari yang akan diakhiri pada tanggal 15 Juni untuk menentukan langkah apa yang diperlukan guna  menopang pemulihan ekonomi Jepang saat ini.  

• Dalam sepekan terakhir dolar AS tercatat menguat 1,88 persen terhadap yen ke 79.46, sementara itu euro juga melonjak 2,61 persen terhadap yen ke  99.46.  Sedangkan  Aussie  dolar  tercatat  menguat  tajam  4,10  persen  terhadap  yen  78.73  dan  sterling  juga  naik  2,61  persen  terhadap  yen  ke  122.90.


AUSTRALIA
• Tekanan jual pada Aussie masih berlanjut setelah testimoni Kepala The Fed Ben Bernanke yang mengecewakan pasar dimana telah mengikis harapan akan  dilanjutkannya upaya lanjutan untuk merangsang pertumbuhan ekonomi. 

• Aussie gagal untuk kembali menembus paritasnya terhadap dolar setelah hanya mencatat intraday high di $0.9917 sebelum akhirnya bergerak di sekitar  $0.9915. 

• Di hari Kamis sebelumnya, Aussie berhasil menembus paritasnya di $1.0003 setelah Cina secara mengejutkan memangkas suku bunganya untuk pertama  kalinya selama hampir 4 tahun terakhir untuk merangsang pertumbuhan ekonominya. Namun Aussie kemudian kembali terkoreksi tajam setelah muncul  testimoni Bernanke yang mengikis harapan akan berlanjutnya program quantitative easing putaran ketiga oleh The Fed. 

• Turunnya harga komoditas selama sesi Asia nampaknya turut mendorong melemahnya Aussie di sesi Eropa dan AS di akhir pekan kemarin. 

• Kepala bank sentral Australia (RBA) Glenn Stevens percaya bahwa pesimisme warga Australia telah berlebihan dan sudah saatnya untuk mengubahnya,  khususnya setelah rilis menggembirakan data sepekan terakhir untuk kondisi ekonomi. Stevens menyebutkan sejumlah indikasi positif ekonomi diantaranya  pertumbuhan ekonomi di atas 4% selama tahun lalu, tingkat pengangguran sekitar 5% dan underlying inflation (indeks harga yang relevan dengan kebijakan  moneter) yang sedikit di atas 2%. 

• Ekspor  Australia  rebound  di  bulan  April,  memperkecil  defisit  perdagangannya  dan  memberikan  indikasi  positif  untuk  awal  kuartal  kedua,  namun  pasar  masih khawatir terhadap dampak negatif dalam beberapa bulan kedepan akibat menurunnya permintaan komoditas Cina dan dampak global dari krisis  utang Eropa. 

• Ekspor  naik  3%  dan  impor  turun  1%  dan  memperkecil  defisit  perdagangan  untuk  kembali  ke  level  A$203  juta,  lebih  baik  dari  ekspektasi  terjadi  defisit  sebesar A$900 juta. Sedangkan di bulan Maret sebelumnya defisit mencatat level tertingginya di level A$1,28 milyar. 




SWISS
• Swiss  franc  bergerak  melemah  seiring  melemahnya  euro  terhadap  dolar,  setelah  setelah  muncul  testimoni  Bernanke  yang  mengikis  harapan akan berlanjutnya program quantitative easing putaran ketiga oleh The Fed. 

• Swiss franc terkoreksi 0,4% terhadap dolar di sekitar 0,9594 franc dibandingkan dengan penutupan New York Kamis.  Sedangkan terhadap euro, Swiss franc masih bergerak stabil di sekitar 1,2011 franc. 

• Bank  sentral  Swiss  nampaknya  akan  mempertahankan  kebijakan  moneternya  meskipun  zona  euro  hancur,  namun  sejumlah  ekonom  yakin bahwa kontrol modal mungkin diperlukan, demikian jajak pendapat Reuters menunjukkan. 

• Sebanyak 35 ekonom yang disurvey optimis bahwa SNB dalam sidangnya 14 Juni mendatang akan tetap mempertahankan target kisaran  untuk Swiss franc LIBOR di level 0 – 0,25 persen dan akan tetap mempertahankan levelnya di kisaran 0% hingga akhir 2013. 

• SNB juga diprediksi akan menaikkan prosyeksi pertumbuhan ekonominya menjadi 1,3% untuk tahun 2012, naik dari 1% prediksinya yang  dibuat di bulan Maret.

Friday, June 8, 2012

Headline News 08.06.12


US & GLOBAL
• Bursa saham global dan AS naik Kamis lalu setelah Cina tidak seperti ekspektasi memangkas tingkat suku bunganya untuk menopang  pertumbuhan  (ekonominya),  tetapi  optimisme  tertekan  oleh  ketua  the  Fed  Ben  Bernanke,  yang  mengecewakan  investor  yang  mengharapakan stimulus kedepannya (QE3) untuk perekonomian AS.   

• Bernanke dalam testimoninya pada Kongress, mengatakan the Fed siap untuk melindungi perekonomian AS jika permasalahan finansial  memuncak, tetapi menawarkan beberapa petunjuk lebih lanjut bahwa stimulus moneter segera terjadi. Katanya bank sentral mengawasi  dengan ketat "significant risks" terhadap recovery (ekonomi) AS dari krisis utang dan perbankan Eropa, tetapi membuat pernyataan yang  berbeda yang menyatakan mendukung kebijakan moneter Rabu sebelumnya.  

• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> naik 79.24 poin, atau 0.64 persen, ke level 12,494.03. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX>  turun 0.14 poin, atau 0.01 persen, ke level 1,314.99. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> merosot 3.09 poin, atau 0.11 persen, ke level  2,841.63.   

• Indeks MSCI world equity <.MIWD00000PUS> menguat 0.7 persen ke level 301.16 poin, setelah mencapai level tertinggi yang lebih dari  seminggu.  Bursa  saham  Eropa  ditutup  naik,  tetapi  menghentikan  kenaikan  pada  level  puncaknya.  Indeks  FTSEurofirst  300  <.FTEU3>  ditutup meningkat 1.1 persen ke level 984.62, penutupan tertingginya sejak 29 Mei.   

• Harga  Treasuries  AS  menghapus  penurunannya  setelah  komentar  Bernanke.  Obligasi  bertenor  10‐tahun/U.S.  Treasury  note  <US10YT=RR> naik 4/32, dengan yield 1.6473 persen.   

• Dollar melemah terhadap euro untuk rangkaian dua harinya Kamis lalu setelah ketua the Fed Ben Bernanke tetap menyimpan langkah  stimulus kedepannya dan karena bank sentral Cina mangambil tindakan untuk mendorong pertumbuhan (ekonomi), yang mendorong  investor untuk mengkoleksi aset‐aset beresiko. Euro <EUR=> berada pada level $1.2596, naik 0.2 persen dalam hariannya. Euro mencapai  level puncak pada awalnya $1.2625, menurut data Reuters, tertinggi sejak 23 Mei. Terhadap yen, dollar naik 0.4 persen ke level 79.56  <JPY=>.   

• Emas anjlok mendekati 2 persen Kamis lalu setelah ketua the Fed menawarkan beberapa langkah kedepannya untuk stimulus moneter,  mendorong investor untuk melakukan aksi ambil untung setelah turunnya laporan payrolls AS minggu lalu. Spot emas <XAU=> turun 1.7  persen ke level $1,589.30 per ons pada pukul 2:38 p.m. EDT ( 1838 GMT), menghentikan kenaikan pada awalnya ke level $1,628.80 per  ons.   

• Berita  pada  awalnya  mendorong  harga  oil  dari  ekspektasi  bahwa  pertumbuhan  yang  cepat  pada  negara  dengan  konsumsi  terbesar didunia yang mendorong permintaan. Tetapi kenaikan memudar setelah komentar Bernanke yang menyurutkan harapan pada stimulus  AS. Brent crude <LCOc1> merosot 71 sen untuk di settle ke level $99.93 per barrel, setelah naik ke level tertingginya $102.45 per barrel.  U.S. crude <CLc1> melemah 20 sen untuk di settle ke level $84.82, setelah mencapai level $87.03.   



GOLD & COMMODITIES
• Emas anjlok 2% pada hari Kamis setelah Kepala The Fed Ben Bernanke menawarkan beberapa indikasi akan kelanjutan stimulus moneter,  mendorong investor untuk melepas pandangan bullish mereka yang sebelumnya dipicu oleh laporan buruk data non‐farm payrolls AS  pekan lalu yang meningkatkan spekulasi akan berlanjutnya kebijakan moneter longgar. 

• Logam mulia terlihat mendapat pukulan paling keras dibandingkan ekuitas dan komoditas lainnya, karena logam mulia digunakan oleh  investor untuk melindungi investasinya dari ketidakpastian kondisi ekonomi yang disebabkan oleh pelonggaran moneter. Emas saat ini  kehilangan lebih dari separuh keuntungan yang diperoleh pada Jumat lalu saat data non‐farm payrolls dirilis. 

• Emas  spot  terkoreksi  1.8%  di  $1587,89  per  ounce,  turun  dari  level  intraday  high  di  $1628,80  per  ounce.  Sedangkan  emas  berjangka  COMEX untuk pengiriman Agustus turun $44,50 per ounce menjadi $1589,70. 

• Emas  terkoreksi  $40  dari  level  intraday  high  setelah  kepala  The  Fed  Ben  Bernanke  menegaskan  bank  sentral  AS  telah  siap  untuk  melindungi  perekonomian jika  krisis  keuangan  meningkat  namun  menawarkan  beberapa  indikasi  bahwa  kelanjutan  stimulus  moneter  nampaknya akan segera terjadi. 

• Emas awalnya sempat menguat setelah secara mengejutkan Cina memangkas suku bunganya untuk pertama kalinya sejak krisis finansial  2008 lalu.




OIL & COMMODITIES
• Harga  minyak  turun  setelah  pernyataan  kepala  The  Fed  Ben  Bernanke  mengecilkan  harapan  akan  adanya  tambahan  stimulus  dan  mengimbangi dukungan yang sebelumnya didapat dari langkah pemangkasan suku bunga oleh Cina. 

• Di  awal  sesi,  harga  minyak  sempat  menguat  menyusul  ekspektasi  langkah  pemangkasan  suku  bunga  Cina  akan  menaikkan  minat  beli  minyak  dari  Negeri  Tirai  Bambu  tersebut.  Harga  minyak  kemudian  merosot  setelah  pernyataan  Bernanke  hanya  memberikan  sedikit  harapan untuk The Fed melanjutkan putaran ketiga quantitative easing. 

• Terakhir  kali  langkah  stimulus  telah  mendorong  investor  untuk  memburu  aset‐aset  beresiko  seperti  komoditas  dan  memicu  naiknya  harga. Pasar terus menyoroti berbagai indikasi untuk langkah kebijakan terbaru untuk memacu pemulihan ekonomi. Harga emas turun  2% sementara ekuitas memangkas keuntungannya. 

• Brent crude <LCOc1> turun 71 sen ke $99,93 per barel, setelah menembus level atas $102,45 per barel.   Sedangkan U.S. crude <CLc1>  turun 20 sen atau 0.24% ke $84,82 per barel, turun dari level atasnya $87,03.  

• Setelah serangkaian gangguan pasokan dan kekhawatiran tentang hilangnya minyak Iran karena sanksi Barat mendorong Brent ke level  tertinggi 2012 di atas $128 per barel pada awal Maret, maka kekhawatiran tentang ekonomi global dan krisis zona euro telah mengirim  harga minyak kembali jatuh. 

• Sementara laporan Kamis kemarin menunjukkan lembaga pemeringkat Fitch memangkas peringkat kredit Spanyol sebanyak  3 derajat  dan menambah keprihatinan terhadap krisis utang kawasan dan berpotensi berdampak pada turunnya permintaan minyak. 

• Brent turun di bawah $100 per barel pekan lalu untuk pertama kalinya sejak Oktober 2011, dan relative strength index 14 hari (RSI‐14)  kedua kontrak telah telah berada di bawah 30 yang mengindikasikan komoditas telah berada pada zona oversold. 
EURO ZONE
• Euro  yang  sempat  mencapai  level  tertinggi  sejak  23  Mei  silam,  kemudian  beringsut  melemah  setelah  Ketua  The  Fed  dalam  pernyataan  resminya  di  hadapan Konggres Amerika tidak mengisyaratkan bahwa bank sentral akan menempuh langkah pelonggaran moneter kuantitatif dalam waktu dekat. Sikap  Bernanke  tersebut  kemudian  direspon  negatif  oleh  para  pelaku  pasar yang  kemudian  mengalihkan  pandangan  pada  aset  berstatus  safe  haven  seperti  dolar AS dan yen.  

• Sementara  itu  pemerintah  Spanyol  berhasil  menjualobligasi  tenor  10‐tahun  senilai  2,1  miliar  euro  dengan  imbal  hasil  diatas  6  persen.  Hal  ini  sedikit  meredam  kekhawatiran  pelaku  pasar  setelah  pernyataan  Menteri  Keuangan  Cristobal  Montoro  yang  khawatir  bahwa  Spanyol  akan  sulit  untuk mendapatkan pendanaan dari pasar keuangan global.  

• Namun  demikian, pemeringkat Fitch  memangkas peringkat kredit  Spanyol  sebanyak 3 derajat  menjadi BBB dengan  outlook  negatif.  Dalam pernyataan  resminya  Fitch  menyatakan  bahwa  Spanyol  sangat  rentan  terhadap  memburuknya  krisis  hutang  Eropa  menyusul  tingginya  rasio  hutang  terhadap  PDB  negara tersebut . 

• Hingga akhir sesi New York, euro tercatat melemah tipis 0,07 persen terhadap dolar AS ke 1.2560, namun euro kembali menguat 0,45 persen terhadap  yen ke 100.03 yen, dan tuurn 0,31 persen terhadap sterling ke 0.8089. Sedangkan terhadap Swiss franc, euro tercatat mengalami penguatan tipis 0,02 ke  level 1.2010.




U.K.
• Inggris akan meminta safeguards untuk melindungi sektor finansial jika zona euro membentuk banking union, Menteri keuangannya mengatakan  Kamis lalu, membuat penghalang kedepannya pada usaha European Central Bank untuk memperbaiki makin dalamnya krisis utang.   

• Dalam wawancara dengan BBC Radio 4, Menteri keuangan Inggris George Osborne juga mendesak blok mata uang tunggal untuk menggunakan dana bailout dalam merekapitalisasi permasalahan utang perbankan Spanyol.   

• Bank of England memilih tidak untuk menginjeksi stimulus dalam membantu memperjuangkan perekonomian Inggris Kamis lalu, karena tanda‐tanda dari mempertahankan hidupnya harapan recovery sementara itu zona euro berusaha untuk memperbaiki memburuknya krisis utang.   

• Banyak ekonom telah  melihat  kemungkinan  penguatan  bahwa  bank  sentral  akan  membalikkan  keputusannya  bulan  lalu  untuk  menghentikan  pembelian  gilt/obligasi  setelah  anjloknya  aktivitas  factory  Inggris  dan  panggilan  dari  International  Monetary  Fund  untuk  mempertimbangkan  pelonggaran kebijakan (moneter)‐nya.   

• Tetapi  peluangnya  makin  jauh  Kamis  lalu  setelah  survei  pada  purchasing  managers  untuk  sektor  jasa  –  yang  mewakili  jauh  lebih  besar  pada  perekonomian Inggris daripada manufaktur – tidak seperti ekspektasi bertahan menguat.




JEPANG
• Berdasarkan jajak pendapat terakhir yang dilansir Reuters, memperlihatkan bahwa mayoritas analis percaya yen masih akan menguat terhadap dolar AS  dan  euro.  Menurut  para  analis  langkah  intervensi  yang  kemungkinan  akan  dilakukan  pemerintah  Jepang  tidak  akan  cukup  untuk  mengarahkan  minat  investor terhadap yen ditengah ketidakpastian kondisi keuangan global. 

• Para analis juga memperkirakan otoritas Jepang baru akan mulai melakukan intervensi jika dolar mencapai level 76 terhadap yen. Atau mendekati level  terendah sejak 2011 di 75.31 yen per dolar. Penguatan kurs yen begitu signifikan dampaknya terhadap para eksportir Jepang. Ekspor Jepang menyumbang  15 persen dari total GDP negara tersebut. Setiap kenaikan satu yen terhadap dolar diperkirakan akan menurunkan keuntungan Nissan Motor sebesar 2,4  persen 3,3 persen bagi Toyota dan 2,9 persen terhadap Honda Motor, demikian berdasarkan estimasi analis dari Goldman Sachs Group. 

• Hingga akhir sesi New York, dolar AS tercatat menguat 0,48 persen terhadap yen di 79.61, sementara itu euro juga naik 0,45 persen terhadap yen ke  100.03  yen.  Sedangkan  Aussie  dolar  tercatat  menguat  0,29  persen  terhadap  yen  di  78.79  dan  sterling  juga  naik  0,77  persen  terhadap  yen  ke  123.64. 




AUSTRALIA
• Jumlah pekerjaan yang tersedia di Australia meningkat 38.900 di bulan Mei, melampaui seluruh ekspektasi, sebuah sinyal lanjutan bahwa ekonomi tengah  memulih dan mendorong naiknya Aussie secara tajam dan mengikis ekspektasi mengenai kemungkinan terjadi pemangkasan suku bunga secara agresif oleh  RBA. 

• Data juga menunjukkan tingkat pengangguran naik sesuai ekspektasi menjadi 5.1% dari level revisi 5% di bulan April sebelumnya. Adapun data bulan April  sebelumnya tercatat 4.9%. 

• Aussie  menguat  ke  $0.9967,  level  tertinggi  sejak  pertengahan  Mei  usai  rilis  data  pekerjaan  tersebut.  Apresiasi  Aussie  kemudian  berlanjut  setelah  bank  sentral Cina memangkas suku bunganya untuk memacu pertumbuhan ekonomi di negara tersebut. Aussie terapresiasi hingga menembus di atas paritasnya  terhadap dolar setelah mencatat intraday high di $1.0002, level tertinggi sejak 15 Mei. 

• Namun  di  sesi  New  York,  rally  Aussie  terhambat  dan  terjadi  koreksi  ke  sekitar  $0.9898  setelah  muncul  testimoni  The  Fed  yang  secara  umum  akan  menerapkan kebijakan moneter yang pro pertumbuhan ekonomi. Kepala The Fed Ben Bernanke menegaskan bank sentral AS telah siap untuk melindungi  perekonomian jika krisis keuangan meningkat namun menawarkan beberapa indikasi bahwa kelanjutan stimulus moneter nampaknya akan segera terjadi. 

• Pasar akan mencermati data ekspor‐impor untuk periode April yang akan dirilis hari Jumat ini untuk melihat apakah terjadi peningkatan defisit perdagangan  di Australia. Jika ternyata defisit membengkak, maka berpotensi menekan kembali Aussie. 




SWISS
• Peningkatan tajam dalam cadangan devisa Swiss di bulan Mei menyusul bank sentral melakukan intervensi besar‐besaran untuk mempertahankan level  patokan untuk franc akan meningkatkan tekanan pada bank untuk meninjau kembali kebijakan moneternya, meskipun data indeks harga konsumen yang  dirilis lemah mengisyaratkan bahwa langkah untuk mempertahankan nilai patokan tersebut dapat dibenarkan. 

• Cadangan devisa bank sentral Swiss (SNB) melonjak 28% di bulan Mei menyusul bank sentral menjual franc untuk mencegah investor menghindari krisis  zona euro dengan memburu mata uang Swiss tersebut. Hal ini dilakukan agar nilai tukar franc tetap terjaga dan mencegahnya untuk mengalami apresiasi  tajam. 

• Cadangan  devisa  meningkat  menjadi  303,77  milyar  franc  di  akhir  Mei  dari  237,59  milyar  di  bulan  sebelumnya,  kenaikan  terbesarnya  sejak  SNB  menetapkan batas maksimum Swiss franc terhadap euro di level 1.20 franc per euro pada 6 September. 

• Namun dengan eskalasi krisis zona euro dalam beberapa bulan terakhir, seiring data yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi Swiss yang lebih baik dari  perkiraan, telah mendorong spekulator untuk menguji kemampuan SNB, dimana franc sempat menembus level 1.20 di bulan April. 

• Data inflasi Swiss untuk periode Mei turun 1% dari tahun sebelumnya dan mencatat penurunan ketiga kalinya secara berturut‐turut. Sedangkan dalam  basis bulanan inflasi dirilis tetap atau 0% setelah mencatat naik 0.1% di bulan April sebelumnya. 

• SNB  diperkirakan  akan  memperkuat  tekad  untuk  mempertahankan  nilai  patokan  (batas  maksimum)  mata  uangnya  pada  penilaian  kebijakan  moneter  kuartalan pada 14 Juni, yang akan dicermati secara ketat oleh pasar untuk melihat rincian tentang tindakan ekstra yang mungkin dilakukan serta revisi  perkiraan pertumbuhan dan inflasi. 

• Harapan  bahwa  dewan  kebijakan  Eropa  akan  berupaya  keras  untuk  mengatasi  permasalahan  pada  sektor  perbankan  Spanyol  telah  menaikkan  minat  terhadap aset beresiko dan memicu Swiss franc untuk melemah tipis terhadap dolar dan juga euro.  

• Para  pejabat  Jerman  dan  Uni  Eropa  melihat  kondisi  yang  sangat  mendesak  untuk  mencari  cara  menyelamatkan  perbankan  Spanyol  yang  dililit  utang  meskipun Madrid belum meminta bantuan dan menolak ditempatkan di bawah pengawasan internasional, demikian sumber‐sumber Eropa mengatakan. 

• Franc melemah 0.1% terhadap dolar dan bergerak di sekitar 0.9561 franc dibandingkan penutupan New York hari Rabu. Sedangkan terhadap euro, Swiss  franc masih bergerak relatif stabil di sekitar 1.2010 franc. 

Thursday, June 7, 2012

Headline News 07.06.12

US & GLOBAL
• Bursa saham dunia naik lebih dari 2 persen, recovery dari penurunannya baru‐baru ini, dan euro rally Rabu lalu dari harapan bahwa bank  sentral utama kemungkinan bertindak untuk mendorong perlambatan perekonomian global.   

• Pejabat  the  Fed  menyuarakan  lebih  cenderung  untuk  mempertimbangkan  membantu  kedepannya  perekonomian  AS,  sementara  itu  European Central Bank membuat keputusan pada tingkat suku bunga unchanged dan Presidennya Mario Draghi, menyarankan tindakan  jangka  pendek  adalah  tidak  mungkin.  Tetapi  beberapa  investor  menginterpretasikan  komentarnya  bahwa  resiko  ekonomi  telah  bertumbuh karena tanda‐tanda kemungkinan tindakan kedepanya dari ECB.   

• Kepala  the  Fed  Ben  Bernanke  memberikan  testimoni  sebelum  U.S.  congressional  Joint  Economic  Committee  Kamis  ini  dan  dapat  memberikan petunjuk kedepannya dari monetary easing (QE3). Group of 20 dijadwalkan untuk bertemu akhir bulan ini.   

• Bursa  saham  AS  melonjak  Rabu  lalu,  memberikan  indeks  S&P  500  pada  kinerja  harian  terbaiknya  sejak  bulan  Desember,  karena  pembicaraan  pada  penyelamatan  perbankan  Spanyol  dan  harapan  untuk  besarnya  stimulus  moneter  memicu  rebound  dari  aksi  jual  sebelumnya.     

• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> meningkat 286.84 poin, atau 2.37 persen, ke level 12,414.79. Indeks Standard & Poor's 500  <.SPX> menguat 29.63 poin, atau 2.30 persen, ke level 1,315.13. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> melejit 66.61 poin, atau 2.40 persen,  ke level 2,844.72.             

• Indeks MSCI World Equity <.MIWD00000PUS> melonjak 2.3 persen yang merupakan kenaikan terbesar hariannya sejak bulan Desember.  Indeks  MSCI  Emerging  Equity  <.MSCIEF>  menguat  2  persen,  rebound  dari  level  terendahnya  dalam  enam  bulan  yang  terjadi  Senin  sebelumnya.   

• Harga Treasuries AS turun ke dalam rangkaian tiga harinya setelah yield obligasi bertenor 10‐tahun menembus level terendah historisnya  minggu lalu. Obligasi bertenor 10‐tahun/U.S. Treasury note <US10YT=RR> turun 26/32, dengan yield 1.6609 persen.   

• Euro <EUR=> naik 0.9 persen ke level $1.2570, yang mendekati level terendah dua tahunnya $1.2286 Jumat sebelumnya, karena rally  yang meluas pada aset‐aset beresiko yang membawa investor melakukan aksi beli terhadap mata uang tersebut.   

• Emas naik 1 persen Rabu lalu ke level tertingginya dalam satu bulan dari bertumbuhnya harapan dari rencana penyelamatan Eropa untuk  beban utang perbankan Spanyol, dan karena tanda–tanda perlambatan ekonomi AS yang mendorong spekulasi  dari monetary easing  kedepannya  (QE3).  Spot  emas  <XAU=>  naik  1.2  persen  ke  level  $1,636.75  per  ons  pada  pukul  11:29  a.m.  EDT  (1529  GMT),  setelah  mencapai level tertingginya $1,640.50 per ons, yang mana menandai penguatan harga sejak 7 Mei.     

• Brent crude <LCOc1> menguat dalam dalam level tertinggi intra‐day $101.39 per barrel sebelum turun untuk di settle ke level $100.64,  naik $1.80. U.S. crude <CLc1> melonjak 73 sen untuk ditutup ke level $85.02.   



GOLD & COMMODITIES
• Emas  berhasil  ditutup  menguat  setelah  bergerak  cukup  fluktuatif  di  sesi  Rabu,  menyusul  pandangan  positif  mengenai  kondisi  perekonomian AS oleh Federal Reserve (The Fed) telah memicu retracement dari posisi puncak 1 bulan yang dicapai di awal sesi yang  dipicu spekulasi dilanjutkannya kebijakan moneter longgar oleh bank sentral. 

• Emas terkoreksi lebih dari $20 per ounce atau 1% dari posisi tertinggi bulan ini yang dicapai di awal sesi, setelah The Fed dalam “Beige  Book”  mengatakan  ekonomi  mencatat  pertumbuhan  dalam  2  bulan  terakhir  dan  aktifitas  perekrutan  tenaa  kerja  meningkat,  sebuah  indikasi yang menunjukkan adanya peningkatan ekonomi. 

• Perak  berhasil  mencatat  performa  lebih  baik  dari  emas  setelah  ditutup  naik  3%  seiring  rally  pada  ekuitas  dan  komoditas  industri  AS  berkat sentimen ekonomi yang membaik ditengah tumbuhnya harapan adanya bailout untuk menolong perbankan Spanyol. 

• Investor  nampaknya  memandang  emas  secara  bullish  setelah  mencatat  rally  4.3%  di  hari  Jumat  usai  rilis  data  payrolls  yang  mengecewakan  yang  sempat  memicu  spekulasi  akan  dilanjutkannya  kebijakan  moneter  longgar  oleh  The  Fed.  Emas  berpotensi  melanjutkan penguatannya jika bank sentral terindikasi akan melakukan stimulus lanjutan. 

• Emas  spot  naik  0.1%  di  level  $1,618.40  per  ounce  setelah  mencatat  intraday  high  di  $1,640.50  per  ounce  yang  merupakan  level  terkuatnya sejak 7 Mei.  Sedangkan untuk emas berjangka COMEX untuk pengiriman Agustus berakhir naik $17.30 per ounce di level $1,634.20. 

• Logam mulia juga di bawah tekanan karena para investor mencerna berita bahwa Bank Sentral Eropa menempatkan tanggung jawab  dengan kuat pada pemerintah zona euro untuk memecahkan krisis utang blok, memupus harapan akan dilakukan tindakan dalam waktu  dekat. 




OIL & COMMODITIES
• Harga minyak berjangka mengalami rally pada hari Rabu, dengan Brent kembali berada di atas $100 per barel menyusul harapan akan  adanya langkah penyelamatan pada perbankan Spanyol yang tengah dililit masalah untuk mengurangi krisis utang zona euro, dan juga  adanya indikasi bahwa The Fed akan melanjutkan kebijakan moneter longgar. 

• Minyak  mencatat  penguatan  seiring  naiknya  komoditas,  yang  secara  keseluruhan mencatat  kenaikan  harian terbesarnya  selama lebih  dari 3 bulan dipicu berita mengenai Eropa dan AS mendorong investor untuk kembali memburu aset beresiko. 

• Kenaikan  minyak  terganjal  oleh  laporan  stok  minyak  mingguan  AS  yang  turun  lebih  tipis  dari  perkiraan  setelah  10  pekan  mengalami  kenaikan. Stok minyak mentah AS turun untuk pertama kalinya dalam 11 pekan, sementara stok untuk produk minyak meningkat seiring  meningkatnya  proses  pengilangan  ke  level  tertinggi  selama  hampir  2  tahun  terakhir,  demikian  data  dari  U.S.  Energy  Information  Administration  (EIA)  menunjukkan.  Stok  minyak  mentah  domestik,  diluar  Cadangan  Minyak  Strategis,  turun  111,000  barel  menjadi  384.63 juta barel di pekan per 1 Juni. Sedangkan ekonom sebelumnya memprediksi terjadi penurunan 500,000 barel.  

• Di bursa London, Brent crude  untuk pengiriman Juli berakhir di level $100.64 per barel, naik $1.80 setelah mencatat intraday high di  $101.39. Ini merupakan kenaikan Brent untuk kedua kalinya dalam 3 hari terakhir. Pada hari Jumat, Brent turun di bawah $100 untuk  pertama kalinya sejak Oktober, yang menandai 25% penurunannya dari level puncak 2012 di $128.40 yang dicapai di bulan Maret lalu. 

• Sementara  untuk  U.S.  July  crude  naik  untuk  ketiga  kalinya  dan  ditutup  di  $85.02,  menguat  73  sen  setelah  mencatat  intraday  high  di  $86.27. Harga tercatat telah naik dari $81.21 pada hari Senin, level intraday terendah sejak 6 Oktober. Harga minyak mentah AS sekitar  24% di bawah level puncak 2012 di $110.55 yang juga dicapai pada bulan Maret. 

• Setelah ECB kembali mempertahankan suku bunganya dalam sidangnya kemarin, investor saat ini tengah menantikan sinyal ECB akan  melanjutkan stimulus moneternya untuk memacu pertumbuhan ekonominya dan memperkuat kepercayaan pada perekonomian zona  euro. 

• Investor juga akan mencermati testimoni Kepala The Fed Ben Bernanke di depan U.S. congressional Joint Economic Committee pada hari  kamis ini dan pasar tengah menantikan apakah Bernanke akan menggulirkan  indikasi kemungkinan dilanjutkannya kebijakan moneter  longgar. 

• Pasar juga menantikan perundingan lanjutan antara Iran dan pihak barat di Moskow pada 18 Juni terkait masalah program nuklir Iran. 



EURO ZONE
• Euro menguat tajam terhadap dolar AS maupun yen ditunjang langkah bank sentral eropa – ECB yang mempertahankan suku bunga pada level 1 persen  dan  mempertahankan  proyeksi  pertumbuhan  ekonomi.  Presiden  ECB  –  Mario  Draghi  menampik  ekspektasi  para  pelaku  pasar  sebelumnya  yang  mengharapkan  bank  sentral  akan  melakukan  pelonggaran  moneter,  diantaranya  dengan  meningkatkan  operasi  penggantian  struktur  keuangan  untuk  meningkatkan likuiditas di pasar keuangan Eropa.  

• Namun demikian para ekonom tetap mengingatkan bahwa penguatan euro belum menyurutkan minat jual para investor , dimana pada pasar opsi euro  para  investor  memperkirakan  euro  akan  anjlok  hingga  level  1.1750  sebelum  expire  pada  06  Juli  mendatang.  Diantara  pertimbangan  pada  pandangan  tersebut adalah problem sektor perbankan Spanyol yang semakin meruncing dan kemungkinan keluarnya Yunani dari keanggotaan Uni Eropa.  

• Hingga akhir sesi New York, euro tercatat menguat tajam 0,93 persen terhadap dolar AS ke 1.2569, euro juga kembali menguat 1,55 persen terhadap yen  ke 99.58 yen, dan naik 0,23 persen terhadap sterling ke 0.8114. Sedangkan terhadap Swiss franc, euro tercatat mengalami penurunan tipis 0,02 ke level  1.2007.




U.K.
• Sektor jasa Irlandia melemah untuk pertama kalinya dalam empat bulan pada bulan Mei karena berkurangnya confidence disebabkan new orders  turun dan perusahaan‐perusahaan menggunakan jaminan simpanannya, survei menunjukkan Rabu lalu.  

• The NCB Purchasing Managers' Index (PMI), yang menilai aktivitas sektor jasa merosot menjadi 48.9 pada bulan Mei dari 52.2 di bulan April,  anjlok dibawah level 50 yang memisahkan antara pertumbuhan dan dari kontraksi.  

• Bahwa ini masih diatas services PMI zona euro yang berada pada level 46.7, level terendahnya sejak akhir Oktober.  

• Pertumbuhan  sektor  manufaktur  Irlandia  mengalami  akselerasi  pada  bulan  Mei  setelah  anjlok  pada  April,  survei  terpisah  menampilkannya  minggu lalu.  

• "Irish economic activity continues to fluctuate between expansion and contraction as the open nature of the Irish economy leaves it exposed to  the economic climate abroad, which has once again weakened," ungkap Brian Devine ekonom pada NCB Stockbrokers. 




JAPAN
• Menteri Keuangan Jun Azumi kembali menegaskan bahwa negara‐negara Eropa harus bisa mengelola krisis hutang yang terjadi sekarang dengan lebih  “bertanggungjawab”,  guna  meredam  ketidakpastian  yang  melanda  pasar  keuangan  global.  Azumi  menandaskan  bahwa  otoritas  eropa  seharusnya  melakukan tindakan lebih agresif guna mengatasi eskalasi krisis hutang yang menyebabkan resesi. 

• Sementara itu menanggapi mencuatnya spekulasi kemungkinan intervensi dari otoritas Jepang, kepala riset mata uang asing di HSBC untuk kawasan Asia‐ Pasifik – Paul Mackel menyatakan bahwa sangat sulit bagi otoritas Jepang untuk bisa mengalihkan pandangan para investor mengenai posisi safe haven  yen ditengah krisis hutang kawasan Uni Eropa. Jikapun pemerintah melakukan intervensi maka dampaknya hanya bersifat periodis dan temporer.  

• Hal  tersebut  disebabkan minimnya dukungan pihak asing seperti Amerika dan  eropa, sebagaimana nampak  dalam intervensi unilateral yang dilakukan  tahun  2011  lalu  yang  kurang  efektif.  Sepanjang  2011  otoritas  Jepang  melakukan  penjualan  yen  senilai  14.3  triliun  yen,  sebagai  upaya  sistematis  guna  menahan laju penguatan yen terhadap dolar AS dan euro. Namun upaya tersebut tak berarti banyak, yen terus menguat. 

• Penguatan kurs yen begitu signifikan dampaknya terhadap para eksportir Jepang. Ekspor Jepang menyumbang 15 persen dari total GDP negara tersebut.  Setiap kenaikan satu yen terhadap dolar diperkirakan akan menurunkan keuntungan Nissan Motor sebesar 2,4 persen  3,3 persen bagi Toyota dan 2,9  persen terhadap Honda Motor, demikian berdasarkan estimasi analis dari Goldman Sachs Group. 

• Hingga akhir sesi New York, dolar AS tercatat menguat 0,61 persen terhadap yen di 79.23, sementara itu euro juga naik 1,55 persen terhadap yen ke 99.58  yen. Sedangkan Aussie dolar tercatat menguat tajam 2,45 persen terhadap yen di 78.56 dan sterling juga naik 1,32 persen terhadap yen ke 122.70. 




AUSTRALIA
• Ekonomi  Australia  dirilis  melampaui  ekspektasi  di  kuartal  pertama  menyusul  meningkatnya  aktifitas  belanja  dari  konsumen  rumah  tangga  dan  pebisnis, mendorong naiknya Aussie dan mengurangi urgensi untuk pemotongan agresif suku bunga lebih lanjut. 

• Produk Domestik Bruto (PDB) Australia naik 1.3% di kuartal pertama, lebih dari 2 kali lipat perkiraan pasar sebesar 0.5%. Sedangkan dalam basis  tahunan tercatat mengalami ekspansi 4.3%, level terpesatnya selama lebih dari 4 tahun terakhir. 

• Namun  demikian,  kekhawatiran  seputar  prospek  pertumbuhan  ekonomi  global  khususnya  di  Cina,  berpotensi  terus  menghantui  prospek  pemulihan ekonomi Australia, namun data PDB Q1 cukup memberikan kegembiraan bahwa ekonomi mencapai momentum yang lebih baik dari  perkiraan. 

• PDB tahunan Australia tercatat 4.3% dibandingkan dengan 1.7% di AS, 0% di Uni Eropa dan ‐0.1% di Inggris. 

• Aussie,  yang  telah  terkoreksi  lebih  dari  6%  terhadap  dolar  di  bulan  lalu,  berhasil  menguat  di  atas  0.9900  setelah  data  menunjukkan  PDB  Q1  Australia dirilis lebih dari ekspektasi pasar. Aussie terakhir bergerak di sekitar $0.9923, naik 1.8% dari posisi penutupan New York hari Selasa di  $0.9740. 

• Hari Kamis ini pasar akan mencermati data ketenagakerjaan Australia, dimana tingkat pengangguran diprediksi naik menjadi 5.1% di bulan Mei  dari 4.9% di bulan April sebelumnya, setelah terjadi pemangkasan pekerjaan yang diprediksi sebanyak 5000 pekerjaan. 




SWISS
• Lembaga ekonomi KOF merevisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi Swiss menjadi 1% di tahun 2012, ditopang oleh besarnya investasi pada peralatan  dan  konstruksi  bangunan.  Di  bulan  Maret  lalu,  KOF  memprediksi  ekonomi  akan  tumbuh  0.4%  tahun  ini.  Untuk  tahun  mendatang,  ekonomi  diprediksi  tumbuh 1.5%. 

• Pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama telah mengejutkan banyak  pihak setelah tumbuh di atas  perkiraan berkat  kuatnya konsumsi domestik yang  berhasil mengatasi tekanan akibat lemahnya permintaan ekspor asing yang disebabkan kuatnya nilai tukar Swiss franc. 

• Namun demikian, dengan meningkatnya keprihatinan terhadap krisis utang zona euro, maka turut menambah kekhawatiran mengenai kesanggupan bank  sentral Swiss (SNB) dalam mempertahankan nilai batas penguatan Swiss franc di 1.20 franc per euro, seiring meningkatnya arus masuk safe‐haven yang  akan memicu penguatan Swiss franc lebih lanjut. 
• Swiss  National  Bank  dijadwalkan  akan  me‐review  kebijakan  moneternya  pada  14  Juni  mendatang,  dan  juga  akan  memberikan  proyeksi  pertumbuhan  ekonominya yang saat ini  diprediksi akan tumbuh sebesar 1% dalam tahun ini. 

• Swiss franc menguat terhadap dolar pada hari Rabu, menyusul penguatan euro oleh harapan bahwa pembuat kebijakan zona euro bisa menyulap langkah  stimulus moneter segar untuk membendung berkembangnya krisis di Spanyol. 

• Seiring akses Spanyol untuk pasar kredit tumbuh semakin ketat, menteri keuangan Spanyol Cristobal Montoro meminta mitra Eropa untuk membantu  membangkitkan kondisi perbankan Spanyol yang lesu, dimana memacu harapan untuk dilakukan tindakan yang kuat dari mitra Eropa. 

• Hal ini membantu euro untuk mempertahankan uptrend‐nya selama 5 hari terakhir terhadap dolar setelah mata uang tunggal Eropa tersebut anjlok di  bulan Mei. 

• Menguatnya euro telah memicu penguatan Swiss franc terhadap dolar. Mata uang AS tersungkur ke level intraday low 0.9542 franc sebelum akhirnya  bergerak di sekitar 0.9555 franc, atau turun 0.9% dari penutupan New York hari Selasa di 0.9641 franc.  Sedangkan terhadap euro, Swiss franc bergerak stabil di sekitar 1.2008 franc.  

Wednesday, June 6, 2012

Headline News 06.06.12


US & GLOBAL
• Euro merosot dan harga obligasi Jerman naik Selasa lalu karena krisis utang zona euro menunjukkan tanda‐tanda eskalasi setelah Spanyol  mengatakan menjadi tertutup untuk pasar kredit.   

• Bursa saham dunia meningkat, dengan indeks saham utama AS terdorong dari data yang menunjukkan sektor jasa AS bertumbuh sedikit  lebih cepat pada bulan Mei karena membaiknya new orders.   

• Menteri  keuangan  Spanyol  mengatakan  tingginya  borrowing  costs  berarti  pasar  kredit  tertutup  untuk  negaranya,  dan  dia  membuat  seruan pada Uni Eropa untuk membantu rekapitalisasi beban utang perbankannya. 

• Para menteri keuangan dari Group of Seven mendiskusikan kemajuan kearaah penyatuan finansial dan fiskal di Eropa setelah emergency  call tetapi tidak membuat pernyataan bersama.   

• Meskipun  permasalahan  mengenai  Eropa,  bursa  saham  dunia  dan  AS  recovered  dari  penurunan  tajamnya  baru‐baru  ini.  Indeks  MSCI  world equity <.MIWD00000PUS> naik 0.6 persen ke level 292.91. Indeks blue‐chip Euro STOXX 50 <.STOXX50E> ditutup meningkat 0.4  persen, dengan volume perdagangan tipis dari libur publik hari kedua di Inggris.   

• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> naik 26.49 poin, atau 0.22 persen ke level 12,127.95. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX>  bertambah 7.32 poin, atau 0.57 persen, ke level 1,285.50. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> menguat 18.10 poin, atau 0.66 persen, ke  level 2,778.11.    

• Mata uang tunggal <EUR=> terakhir anjlok 0.4 persen ke level $1.2442 setelah penurunan ke level harian terendahnya $1.2409, lebih dari  satu sen dibawah level tertinggi awal mingguannya.    

• Dollar  naik  0.5  persen  ke  level  78.73  yen  <JPY=>,  mencapai  level  tertinggi  hariannya  setelah  Menteri  keuangan  Jepang  Jun  Azumi,  mengatakan penguatan yen memperburuk perekonomian Jepang.   

• Harga emas sedikit melemah pada volume perdagangan yang tipis Selasa lalu, karena pasar mengalami koreksi setelah rally minggu lalu  dan investor mengalihkan perhatian mereka dengan kesibukan kejadian ekonomi penting di Eropa dan jadwal meeting bank sentral pada  akhir bulan ini. Spot emas <XAU=> sedikit melemah 0.1 persen ke level $1,616.81 per ons pada pukul 2:36 p.m. EDT (1836 GMT). U.S.  COMEX  gold  futures  <GCQ2>  untuk  pengiriman  Agustus  terdorong  menguat  pada  perdagangan  tipis  untuk  di  settle  naik  $3  ke  level  $1,616.90. 

• Harga  Brent  crude  pmelemah  pada  perdagangan  yang  choppy  Selasa  lalu,  sementara  itu  crude  AS  naik  pada  hari  keduanya  karena  dukungan data AS menekan tekanan dari gambaran pelemahan zona euro yang memperkuat mengenai permintaan kedepannya pada  petroleum.  Harga  Brent  July  crude  <LCOc1>  di  settled  mendekati  flat  ke  level  $98.84  per  barrel,  naik  kembali  dari  level  terendahnya  dalam 16‐bulan ke level $95.63 Senin sebelumnya. U.S. July crude <CLc1> naik 31 sen untuk di settle ke level $84.29 per barrel.  




GOLD & COMMODITIES
• Harga emas turun ditengah tipisnya volume transaksi pada hari Selasa, menyusul pelaku pasar “rehat” sejenak pasca rally pekan lalu dan  investor mengubah perhatian mereka pada data ekonomi Eropa dan sidang bank sentral dalam bulan ini. 

• Emas melanjutkan konsolidasinya pasca kenaikan 3.5% pekan lalu setelah survey bisnis menunjukkan seluruh indikator ekonomi Eropa  saat ini dalam kondisi melemah. 

• Tidak adanya pernyataan resmi bersama setelah teleconference yang diselenggarakan oleh menteri keuangan G7 untuk membahas krisis  zona euro telah memupus harapan bahwa pembicaraan tersebut akan menghasilkan inisiatif yang dramatis. 

• Logam  mulia  melejit  4.3%  pada  Jumat  lalu  setelah  rilis  mengecewakan  data  pekerjaan  AS  yang  telah  memperkuat  ekspektasi  akan  dilanjutkannya program quantitative easing. Investor sekarang ini lebih memikirkan respon emas untuk bulan Juni menjelang pemilu di  Yunani yang bisa mempercepat negara tersebut keluar dari zona euro, dan sidang sejumlah bank sentral dalam bulan ini. 

• Harga emas spot turun 0.2% di $1,615.66 per ounce, sedangkan untuk emas berjangka COMEX AS pengiriman Agustus naik $3.30 di level  $1,617.20.   

• Keyakinan terhadap emas, yang telah tersingkir oleh lemahnya konsumsi dari pembeli emas terbesar dunia, India, dalam beberapa bulan  terakhir, telah ditopang oleh data pada hari Senin yang menunjukkan impor logam yang sangat tinggi dari Cina.  HSBC melaporkan minat Cina untuk terus melakukan impor emas fisik, terutama koin emas, diharapkan dapat mendongkrak harga logam  mulia. 

• Pelaku pasar akan menantikan testimoni Kepala The Fed Ben Bernanke pada hari Kamis untuk kemungkinan akan dilakukan kebijakan  quantitative easing putaran ketiga. 




OIL & COMMODITIES
• Harga minyak mentah jenis Brent turun tipis pada hari Selasa, sementara harga minyak mentah AS naik untuk kedua kalinya didukung oleh rilis  optimis  data  sektor  jasa  AS  yang  berhasil  mengimbangi  tekanan  akibat  kekhawatiran  krisis  utang  Eropa.  Konslidasi  harga  nampaknya  terjadi,  dengan Brent crude turun di bawah $100 per barel pada hari Jumat setelah mencapai level puncak 2012 di atas $128 per barel di bulan Maret. 

• Minyak berjangka dan ekuitas mendapat dukungan positif setelah rilis data menunjukkan adanya peningkatan tipis pada pertumbuhan sektor  jasa AS di bulan Mei. 

• Brent July crude <LCOc1> turun 1 sen di $98.84 per barel, setelah terkoreksi ke level intraday low $97.68, jauh dari level terendah 16 bulan di  $95.63 pada hari Senin. Sedangkan untuk U.S. July crude <CLc1> naik 31 sen ke level $84.29 per barel, setelah mencatat intraday low di $83.31,  jauh di atas level low hari Senin di $81.21. 

• Penguatan dolar telah membatasi kenaikan harga minyak seiring melemahnya euro, setelah menembus level tertinggi 1 pekan terhadap dolar,  ketika Spanyol mengatakan biaya pinjaman tinggi berarti negara ini secara efektif tertutup dari pasar obligasi dan Uni Eropa harus membantu  rekapitalisasi bank Spanyol. 

• Tidak adanya pernyataan resmi bersama setelah teleconference yang diselenggarakan oleh menteri keuangan G7 untuk membahas krisis zona  euro telah memupus harapan bahwa pembicaraan tersebut akan menghasilkan inisiatif yang dramatis. 

• Stok minyak mentah AS diprediksi turun di pekan lalu. Penurunan tersebut akan mengakhiri kenaikan stok sebanyak 10 kali yang telah dilaporkan  pemerintah AS. Serangkaian kenaikan stok minyak yang terjadi belakangan ini telah menempatkan stok minyak AS pada level tertingginya sejak  1990, berdasarkan laporan Energy Information Administration (EIA).   

• Sementara itu dilaporkan bahwa menjelang perundingan putaran kedua antara Badan Energi Atom Internasional PBB (IAEA) dan Iran pada hari  Jumat di kota Wina Austria, seorang pejabat senior AS mengatakan Selasa kemarin bahwa Iran secara jelas melakukan upaya pembersihan di  lokasi militer, Parchin, tempat dimana IAEA akan melakukan pemeriksaan. 

• Iran dan enam negara ‐ Amerika Serikat, Perancis, Rusia, Cina, Jerman dan Inggris ‐ akan bertemu untuk ketiga kalinya tahun ini di Moskow pada  18‐19 Juni setelah hanya membuat sedikit kemajuan dalam upaya penyelesaian perselisihan tersebut pada pertemuan mereka yang terakhir di  Baghdad bulan lalu. 

• Pelaku  pasar  juga  akan  menantikan  testimoni  Kepala  The  Fed  Ben  Bernanke  pada  hari  Kamis  untuk  kemungkinan  akan  dilakukan  kebijakan  quantitative easing putaran ketiga. 
EURO ZONE
• Euro melemah pada  sesi Selasa  05  Juni akibat  pernyataan Menteri  Keuangan Spanyol –  Cristobal Montoro yang menegaskan bahwa  dengan tingginya  tingkat borrowing cost di negaranya maka sektor kredit mengalami hambatan dari pendanaan. Sementara itu investor juga tidak memperoleh kejelasan  dari hasil konferensi telewicara antara para pemimpin negara‐negara G7 berkaitan dengan penanganan krisis terutama yang melanda Spanyol dan Yunani. 

• Para analis juga memandang hasil dari konferensi tersebut tidak cukup berarti bagi penangan krisis, dan tidak ada substansi yang akan diimplementasikan  guna  meringangkan  beban  Yunani  dan  Spanyol.  Euro  diperkirakan  masih  akan  cenderung  tertekan  dengan  kisaran  level  1.25  menjadi  level  jual  bagi  sebagian analis yang menganggap krisis eropa masih akan berlanjut.  

• Pasca konferensi pemimpin‐pemimpin negara G7 ini, pelaku pasar akan mengamati sidang ECB dan pernyataan Ketua The Fed – Ben Bernanke pada sesi  Kamis 07 Juni. Saat ini muncul spekulasi bahwa ECB akan menurunkan suku bunga pada sidangnya Juni ini ditopang oleh inflasi yang mengendur. Direktur  IMF – Christine Lagarde menyatakan bahwa ECB saat ini memiliki ruang untuk melakukan pemangkasan suku bunga.  

• Hingga akhir sesi New York, euro tercatat melemah 0,32 persen terhadap dolar AS ke 1.2453, namun euro kembali menguat 0,15 persen terhadap yen ke  98.05 yen, dan turun 0,31 persen terhadap sterling ke 0.8095.




U.K.
• Stg/dlr <GBP=> terakhir berada pada posisi level 1.5364  dari level 1.5380 dengan terjadi penurunan 0.1 persen.   

• Terhadap  sterling,  euro  merosot  0.3  persen  ke  level  81.02  pence  <EURGBP=>,  menghentikan  kenaikan  ke  level  tertinggi  satu  bulannya  81.41  pence.   

• Rilis data hari ini dari perubahan Halifax (Mei) yang seharusnya dirilis kemarin juga terdapat data construction PMI bulan Mei sore harinya. 




JAPAN
• Dalam  konferensi  telewicara  dengan  pemipim  negara‐negara  G7  lainnya,  Menteri  Keuangan  Jun  Azumi  menyatakan  bahwa  penguatan  kurs  yen  dan  anjloknya  bursa  saham  Jepang  akan  menimbulkan  resiko  pada  ekonomi  Jepang.  Pernyataan  tersebut  dipandang  para  analis  sebagai  sinyal  bahwa  pemerintah Tokyo tengah menyiapkan langkah antisipatif guna melemahkan kurs yen secara sistematis, atau yang biasa disebut dengan upaya intervensi  mata uang. Namun saat ini langkah intervensi tersebut nampaknya tidak memperoleh dukubungan langsung dari neagra G7 lainnya, mengingat masing‐ masing masih memiliki masalah dalam perekonomiannya sendiri. 

• Berdasarkan  sumber  yang  dekat  dengan  kementrian  keuangan  Jepang,  pemerintah  Jepang  nampaknya  belum  mengantongi  “izin”  dari  pemerintah  G7  lainnya untuk melakukan intervensi yang dilakukan secara tunggal, hanya oleh pemerintah Jepang sendiri. Otoritas Jepang juga diperkirakan masih belum  akan melakukan aksi secara langsung, karena kinerja yen saat ini lebih dipengaruhi oleh krisis eropa dan ekspektasi pelonggaran moneter Amerika, dua hal  yang berada di luar kendali pemerintah Jepang.  

• Hingga akhir sesi New York, dolar AS tercatat menguat 0,47 persen terhadap yen di 78.73, sementara itu euro naik 0,15 persen terhadap yen ke 98.05 yen.  Sedangkan Aussie dolar tercatat menguat 0,67 persen terhadap yen di 76.68 dan sterling juga naik 0,46 persen terhadap yen ke 121.09.




AUSTRALIA
• Bank sentral Australia memangkas suku bunga untuk kedua kalinya pada sidangnya hari Selasa untuk mendongkrak kepercayaan pada ekonomi domestik.  Langkah  tersebut dilakukan menjelang pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank  sentral  dari negara  G‐7  untuk membahas masalah krisis  utang Eropa. 

• Mengutip  suramnya  prospek  ekonomi  global  dan  pertumbuhan  ekonomi  dalam  negeri  yang  lemah  telah  mendorong  RBA  mengambil  keputusan  memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3.5%. 

• Aussie  tidak  banyak  terpengaruh  oleh  keputusan  RBA  tersebut  karena  sudah  banyak  diperkirakan  pasar,  meskipun  sebagian  pelaku  pasar  mengharap  dilakukan pemangkasan lebih besar lagi.  Aussie  awalnya  sempat  terapresiasi  di  atas  $0.9800  untuk  pertama  kalinya  sejak  30  Mei,  sebelum  akhirnya  bergerak  naik  0.2%  di  sekitar  $0.9740  dibandingkan dengan penutupan New York hari Senin. 

• Buruknya data ekonomi di sejumlah negara industri maju, dari data non‐farm payrolls AS hingga data manufaktur Cina telah memperkuat keputusan RBA,  karena Australia sangat bergantung pada permintaan asing untuk produk sumber daya alamnya, khususnya sektor pertambangan. 

• Tingkat suku bunga Australia saat ini yang terendah sejak Desember 2009, namun masih jauh di atas suku bunga AS, Jepang atau Eropa, dimana hal ini  yang menjadi alasan investor untuk menaksir akan terjadi pemangkasan hingga 100 basis poin dalam tahun ini. 

• Pasar keuangan global masih dihantui oleh kekhawatiran krisis perbankan Spanyol dan kemungkinan Yunani keluar dari keanggotaan zona euro setelah  pemilu 17 Juni mendatang. 

• Adapun bank sentral lainnya yang akan disorot pasar pekan ini adalah bank sentral Eropa (ECB) yang akan menggelar sidang regulernya hari Rabu ini dan  bank sentral Inggris (BoE) pada hari Kamis. 

• Pelaku pasar juga akan menantikan testimoni Kepala The Fed Ben Bernanke pada hari Kamis untuk kemungkinan akan dilakukan kebijakan quantitative  easing putaran ketiga.




SWISS
• Inflasi  Swiss  dalam  basis  tahunan  diprediksi  turun  0.9%  di  bulan  Mei,  dibandingkan  dengan  penurunan  1%  di  bulan  April,  sedangkan  dalam basis bulanan, inflasi diprediksi tetap setelah naik 0.1% di bulan April. Data akan dirilis pada hari Kamis besok pukul 14.15 wib. 

• Yield  untuk  obligasi  jangka  pendek  pemerintah  Swiss  kembali  berada  pada  level  negatif  dan  menembus  level  terendahnya  sejak  September pada sebuah lelang hari Selasa menyusul kecemasan tentang krisis utang zona euro mendorong investor untuk membayar  guna memarkir dana mereka di tempat yang aman.  Yield untuk obligasi tenor 3 bulan turun ke ‐0.75% dari 0.62% sepekan lalu. Ini adalah level terendah sejak lelang pada 13 September,  ketika yield mencatat ‐0.801%. 

• Kekhawatiran  terhadap  Yunani  dan  Spanyol  telah  meningkatkan  permintaan  untuk  aset‐aset  berdenominasi  Swiss  franc  dan  memicu  pertanyaan mengenai apakah bank sentral Swiss (SNB) dapat mempertahankan nilai patokan 1.20 franc per euro yang ditetapkan pada 6  September lalu. 

• Pelaku  pasar  juga  akan  menantikan  testimoni  Kepala  The  Fed  Ben  Bernanke  pada  hari  Kamis  untuk  kemungkinan  akan  dilakukan  kebijakan quantitative easing putaran ketiga.