title cover

title cover

Thursday, June 21, 2012

Headline News 21.06.12



US & GLOBAL
• Indeks  bursa  saham  utama  ditutup  pada  perdagangan  yang  choppy  pada  harian  yang  flat  untuk  sedikit  melemah  pada  Rabu  lalu  sementara itu Treasuries memangkas penurunannya setelah the Fed memperluas stimulus moneter untuk menjaga recovery ekonomi AS  dari perlambatan.   

• Para  analis  mengatakan  investor  telah  mengekspektasi  bank  sentral  AS  untuk  memperluas  program  pembelian  obligasinya  –  yang  disebut  "Operation  Twist"  ‐    tetapi  mencatatkan  beberapa  kekecewaan  yang  menghentikan  sejumlah  langkah‐langkah  agresif  untuk  mendorong  pertumbuhan  (ekonomi)  yang  dihadapi  dari  perlambatan  perekrutan  tenaga  kerja  di  AS  dan  memburuknya  krisis  utang  Eropa.  

• Dalam Operation Twist, yang mana diakhiri bulan ini, the Fed menjual obligasi bertenor jangka pendek untuk membeli obligasi jangka  panjang dalam harapan turunnya borrowing costs (obligasi) jangka panjang. Ketua the Fed Ben Bernanke mengatakan bahwa pengambil  kebijakan siap dan dapat melakukan usaha yang lebih jika dibutuhkan, tetapi menawarkan beberapa spesifikasi.  

• Indeks  Dow  Jones  industrial  average  <.DJI>  melemah  12.94  poin,  atau  0.10  persen,  ke  level  12,824.39  pada  penutupannya.  Indeks  Standard  &  Poor's  500  <.SPX>  sedikit  turun  2.29  poin,  atau  0.17  persen,  ke  level  1,355.69.  Tetapi  indeks  Nasdaq  Composite  <.IXIC>  meningkat 0.69 poin, atau 0.02 persen, ke level 2,930.45.  

• Indeks MSCI dari saham global <.MIWD00000PUS > sedikit naik 0.2 persen, sementara itu euro sempat naik 0.1 persen ke level $1.27,  dibantu sebagian dari laporan bahwa Konservatif Yunani telah berhasil dalam membentuk koalisi pemerintahan. 

• Dollar AS menghapus penurunannya terhadap euro untuk diperdagangkan sedikit menguat pada sore harinya Rabu lalu karena investor  mendalami komentar dari ketua the Fed Ben Bernanke. Euro terakhir diperdagangkan pada level $1.2682 <EUR=>, sedikit merosot dalam  hariannya. Telah diperdagangkan sekitar level $1.2710 sebelum dimulainya konferensi pers Bernanke.   

• Kebanyakan  Treasuries  AS  merosot  Rabu  lalu,  kecuali  obligasi  bertenor  30‐tahun,  yang  mana  naik  dari  berita  the  Fed  merencanakan  untuk  membeli  lebih  banyak  (obligasi  jangka  panjang)  sebagaimana  memperluas  stimulus  moneter  terhadap  perekonomian  AS  yang  terlihat beresiko untuk melambat.  

• Emas  merosot  sekitar  0.5  persen  pada  perdagangan  yang  choppy  Rabu  lalu  karena  investor  melakukan  aksi  jual  setelah  the  Fed  mengakhiri policy meeting tanpa meluncurkan quantitative easing berikutnya (QE3) untuk menstimulasi perekonomian AS. Spot emas  XAU= turun 0.5 persen ke level $1,608.09 per ons pada pukul 2:45 p.m. EDT (1845 GMT), yang pada awalnya sempat berada pada level  terendahnya $1,590.29.  

• Brent  crude  oil  futures  di  settled  ke  level  terendahnya  dalam  18  bulan  Rabu  lalu  setelah  menunjukkan  data  kenaikan  yang  tidak  diperkirakan dari cadangan crude AS minggu lalu dan karena the Fed memperluas program stimulus yang mengecewakan investor. Di  London, ICE Brent crude untuk pengiriman bulan Agustus <LCOQ2> ditutup ke level $92.69 per barrel, turun $3.07, atau 3.21 persen,  level  terendah  settlement  untuk  front‐month  Brent  sejak  17  Des.,  2010.  NYMEX  crude  untuk  pengiriman  Juli  <CLN2>  expired  pada  penutupannya dan di settled ke level $81.80, melorot $2.23, atau 2.65 persen.  





GOLD & COMMODITIES
• Emas terkoreksi sekitar 0.5% ditengah kondisi perdagangan yang cukup fluktuatif pada hari Rabu menyusul investor menjual emas pasca  The Fed mengakhiri sidang regulernya tanpa meluncurkan QE‐3 untuk merangsang pertumbuhan ekonominya. 

• Emas  secara  cepat  terkoreksi  1.5%  setelah The  Fed  tidak  menggulirkan  program  pembelian  obligasi  putaran  ketiga atau  yang  dikenal  dengan istilah quantitative easing (QE).  

• The  Federal  Reserve  memutuskan  untuk  memperpanjang  stimulus  moneter  untuk  mendorong  pemulihan  ekonomi  AS  yang  terlihat  beresiko melemah, dengan memperbarui upaya untuk menekan biaya pinjaman dengan menjual obligasi jangka pendek untuk membeli  obligasi dengan jangka yang lebih panjang, atau dikenal dengan nama program Operation Twist.  Sebagai ekspresi atas ketegangan di pasar finansial yang berasal dari masalah Eropa, The Fed mengatakan pihaknya akan melanjutkan  program Operation Twist dengan membeli $267 milyar obligasi jangka lebih panjang hingga akhir 2012. Adapun program Operation Twist  jilid pertama dijadwalkan berakhir pada akhir bulan ini. 

• Emas  memangkas  kerugiannya  setelah  pasar  fokus  pada  penurunan  proyeksi  pertumbuhan  ekonomi  AS  oleh  The  Fed,  dengan  mengatakan  bank  sentral  siap  untuk  mengambil  langkah‐langkah  lanjutan  untuk  membantu  percepatan  pertumbuhan  ekonomi  jika  memang diperlukan. 

• Emas spot turun 0.5% di level $1,608.09 per ounce setelah sempat terkoreksi ke level intraday low di $1,590.29. Sedangkan untuk emas  berjangka pengiriman Agustus turun $7.40 per ounce di $1,615.80. 

• Rilis data ekonomi AS belakangan ini yang buruk telah memicu spekulasi bahwa The Fed akan menggulirkan program QE‐3 yang telah  mendorong rally emas dalam 7 sesi terakhir. Namun rally emas akhirnya terhambat setelah keputusan The Fed semalam dan Bernanke  tidak memberikan pernyataan yang spesifik mengenai rencana bank sentral selanjutnya dalam konferensi pers usai sidang. 



AS – The Fed kembali melanjutkan program Operation Twist
The Federal Reserve pada Rabu malam tadi memperpanjang stimulus moneter untuk mendorong pemulihan ekonomi AS yang terlihat beresiko melemah, memperbarui upaya untuk menekan biaya pinjaman dengan menjual obligasi jangka pendek untuk membeli obligasi dengan jangka yang lebih panjang, atau dikenal dengan nama program Operation Twist.


Sebagai ekspresi atas ketegangan di pasar finansial yang berasal dari masalah Eropa, The Fed
mengatakan pihaknya akan melanjutkan program Operation Twist dengan membeli $267 milyar
obligasi jangka lebih panjang hingga akhir 2012. 


Adapun program Operation Twist jilid pertama
dijadwalkan berakhir pada akhir bulan ini.
The Fed menambahkan bahwa selama program baru tersebut, pihaknya akan berhenti
menginvestasikan kembali hasil dari obligasi yang jatuh tempo dalam portofolionya.


Presiden Fed Richmond Jeffrey Lacker, yang telah berbeda pendapat dalam pertemuan setiap tahun ini, memilih menentang aksi tersebut, mengatakan ia menentang perpanjangan Twist.
Bank sentral mempertahankan kebijakannya bahwa tingkat suku bunga masih akan berada di sekitar 0% paling tidak hingga 2014 mendatang.


The Fed melihat ekonomi masih akan mengalami ekspansi secara moderat, tetapi mengatakan
pertumbuhan lapangan kerja melambat dalam beberapa bulan terakhir. The Fed juga khawatir
mengenai melemahnya belanja konsumen. 


Pertumbuhan ekonomi AS nampaknya masih akan
tersendat akibat pertumbuhan di negara berkembang melambat dan Eropa terpuruk ke dalam
perdebatan politik atas utang.
Produk domestik bruto AS kuartal pertama baru-baru ini direvisi turun ke tingkat tahunan 1,9 persen dari 2,2 persen. Pada saat yang sama, data pekerjaan periode Mei menegaskan bahwa pasar tenaga kerja kembali memburuk, dengan hanya 69.000 lapangan kerja baru diciptakan dan tingkat pengangguran naik menjadi 8,2 persen.
Euro secara cepat memangkas kerugiannya atas dolar setelah awalnya sempat terkoreksi pasca keputusan The Fed. Euro terakhir bergerak di sekitar $1.2684, setelah sempat terkoreksi ke level intraday low $1.2636.




OIL & COMMODITIES
• Brent crude anjlog ke level terendah 17 bulan menyusul meningkatnya persediaan minyak mentah AS dan usai keputusan The Federal  Reserve yang memperpanjang program Operation Twist untuk merangsang ekonomi. 

• Masih  berlanjutnya  kekhawatiran  seputar  krisis  utang  Eropa  dan  dampaknya  pada  tingkat  permintaan  minyak  telah  menekan  harga  minyak di awal sesi. Harga kemudian melanjutkan koreksinya setelah data stok minyak mentah AS secara mengejutkan naik di pekan lalu.  Data dari Energy Information Administration (EIA) menunjukkan stok minyak naik 2.86 juta barel di pekan per 15 Juni, kontras dengan  ekspektasi terjadi penurunan 1.1 juta barel. 

• Koreksi  pada  harga  minyak  terus  berlanjut  (meskipun  kemudian  mengalami  rebound)  setelah  muncul  keputusan  The  Federal  Reserve  yang memperpanjang stimulus moneter untuk mendorong pemulihan ekonomi AS yang terlihat beresiko melemah, memperbarui upaya  untuk menekan biaya pinjaman dengan menjual obligasi jangka pendek untuk membeli obligasi dengan jangka yang lebih panjang, atau  dikenal dengan nama program Operation Twist. 

• Sebagai ekspresi atas ketegangan di pasar finansial yang berasal dari masalah Eropa, The Fed mengatakan pihaknya akan melanjutkan  program Operation Twist dengan membeli $267 milyar obligasi jangka lebih panjang hingga akhir 2012. Adapun program Operation Twist  jilid pertama dijadwalkan berakhir pada akhir bulan ini. 

• Brent  crude  untuk  pengiriman  Agustus  turun  $2.08  ke  $93.68  per  barel,  memangkas  kerugiannya  setelah  sempat  terkoreksi  ke  level  intraday low di $92.65 pasca keputusan the Fed, level terendahnya sejak Januari 2011.  Sedangkan U.S. July crude contract yang akan segera berakhir, turun $1.82 ke $82.21 per barel. Sementara untuk kontrak Agustus turun  $1.87 dan bergerak di sekitar $82.48 per barel. 




EURO ZONE
• Dolar AS kembali melemah terhadap euro dalam sesi perdagangan yang cukup volatile setelah The Fed memutuskan untuk melanjutkan stimulus moneter  terakhirnya dengan mekanisme yang disebut dengan “Operation Twist”. Turut menopang kinerja euro adalah berhasil terbentuknya pemerintahan yang  dipimpin  oleh  kubu  konservatif  yang  menjanjikan  untuk  menegosiasikan  beberapa  klausul  dalam  penerapan  bailout,  meskipun  bukan  pada  hal  pokok  kesepakatan antara kreditur internaisonal dan pemerintah Yunani sebelumnya.  

• Pemerintah Italia mengajukan proposal bagi dana bantuan Zona Eropa untuk mulai melakukan pembelian terhadap obligasi beberapa negara Eropa yang  bermasalah. Proposal tersebut diharapkan akan mulai dibahas para pemimpin Uni Eropa pada pertemuan antara pemimpin‐pemimpin Uni Eropa pada sesi  Kamis 22 Juni mendatang, meskipun akan dibutuhkan dukungan dari Jerman yang selama ini masih bergeming pada program pemangkasan anggaran guna  penyelesaian krisis.  

• Hingga akhir sesi New York, euro tercatat menguat 0,14 persen terhadap dolar AS ke 1.2704,  euro juga naik 0,83 persen terhadap yen ke 100.95 yen, dan  menguat 0,20 persen terhadap sterling ke 0.8083. Sedangkan terhadap Swiss franc, euro tercatat mengalami penguatan tipis 0,01 ke level 1.2008.




U.K.
• Bank of England mengisyaratkan Rabu lalu bahwa telah mendekati untuk merilis gelombang uang baru ke dalam anjloknya perekonomian Inggris karena  memburuknya krisis utang zona euro.  

• Seperti pergerakan yang akan efektif melalui mencetak uang baru untuk membeli obligasi pemerintah, yang pada gilirannya menurunkan borrowing costs  Inggris.  

• Berasal dari pengumuman minggu lalu pada langkah pemerintah dan BoE terkini untuk mendorong lending terhadap bisnis, telah menandai dalamnya  permasalahan yang ada pada perekonomian Inggris sebagaimana mitra dagangnya (zona euro) yang merosot.  

• Bank of England kemungkinan belum memompa lebih banyak uang ke dalam gejolak perekonomian Inggris karena outlook (ekonomi) telah merosot dalam  beberapa minggu lalu dan krisis zona euro kemungkinan menekan negara untuk beberapa waktu, kata pengambil kebijakan BoE Ben Broadbent.   

• Broadbent  memperingatkan  dalam  wawancara  pada  Reuters  bahwa  pengambil  kebijakan  Inggris  sendiri  tidak  mungkin  untuk  mendahului  recovery  ekonomi yang kuat sepanjang krisis zona euro menekan ekspor dan business confidence.  

• Putaran berikutnya pada stimulus dari Bank of England tidak mungkin untuk menyebabkan gangguan pada pasar obligasi pemerintah Inggris, kepala debt  issuer Inggris mengatakannya Rabu lalu. 




JAPAN
• Ekspor  Jepang  untuk  periode  Mei  mengalami  peningkatan  dibanding  periode  yang  sama  tahun  sebelumnya,  ditunjang  oleh  stabilnya  permintaan  dari  Amerika  Serikat.  Meskipun  demikian  defisit  perdagangan  Jepang  semakin  melebar  ke  level  tertinggi  sejak  Januari,  akibat  naiknya  impor  energi  pasca  penutupan  mayoritas  reaktor  nuklirnya.  Dalam  basis  antar  tahun,  ekspor  naik  10.0  persen,  mengungguli  ekspektasi  9.3  persen.  Sementara  itu  defisit  perdagangan membengkak menjadi 907.3 miliar yen yang merupakan level tertingginya sejak Januri sebesar 1.481 triliun yen.  

• Pemerintah  Jepang  telah  memperoleh  persetujuan  dari  parlemen  yang  memperbolehkan  pemerintah  untuk  menyediakan  asuransi  untuk  melindungi  impor minyak dari Iran. Gabungan antara impor Jepang dan Cina terhadap minyak asal Iran diperkirakan mencapai 620.000 barel per hari. Besaran dana  yang digunakan untuk mengasuransikan pengiriman minyak dari Iran ke Jepang tersebut kabarnya akan mencapai 7,6 miliar yen.  

• Hingga akhir sesi New York, dolar AS tercatat menguat 0,66 persen terhadap yen di 79.45, sementara itu euro naik 0,83 persen terhadap yen ke 100.95  yen. Sedangkan Aussie  dolar tercatat menguat  0,70  persen terhadap yen di 80.95 dan  sterling juga  naik  0,61 persen terhadap yen ke  124.83. 




AUSTRALIA
• Perdana Menteri Australia Julia Gillard mengatakan kemajuan telah dicapai dalam pembicaraan antara para pemimpin dari perekonomian terbesar di dunia  dalam upaya untuk mengatasi krisis utang di kawasan Eropa. Gillard mengatakan para pemimpin Eropa mengakui urgensi krisis utang disana dan sekarang  juga akan bekerja untuk melaksanakan reformasi dalam jangka yang lebih panjang, seperti membentuk sebuah serikat perbankan. 

• Aussie awalnya naik ke level tertinggi 6 pekan di $1.0211 setelah investor melihat kelanjutan stimulus The Fed akan mendorong mata uang berimbal hasil  lebih tinggi, sebelum akhirnya bergerak relatif stabil di sekitar $1.0182 dibandingkan penutupan New York hari Selasa.   Namun  harga  kemudian  bergerak  fluktuatif  setelah  muncul  keputusan  The  Federal  Reserve  yang  memperpanjang  stimulus  moneter  untuk  mendorong  pemulihan ekonomi AS yang terlihat beresiko melemah, memperbarui upaya untuk menekan biaya pinjaman dengan menjual obligasi jangka pendek untuk  membeli obligasi dengan jangka yang lebih panjang, atau dikenal dengan nama program Operation Twist. 

• Sebagai ekspresi atas ketegangan di pasar finansial yang berasal dari masalah Eropa, The Fed mengatakan pihaknya akan melanjutkan program Operation  Twist dengan membeli $267 milyar obligasi jangka lebih panjang hingga akhir 2012. Adapun program Operation Twist jilid pertama dijadwalkan berakhir  pada akhir bulan ini. 

• Aussie sempat terkoreksi ke level intraday low di $1.0129 namun kemudian rebound tajam hingga mencatat intraday high di $1.0223 sebelum akhirnya  bergerak di sekitar $1.0205, menguat 0.2% dari penutupan New York hari Selasa. 




SWISS
• Sentimen  investor  Swiss  jatuh  ke  level  terendah  selama  5  bulan  di  periode  Juni,  menambah  indikasi  bahwa  krisis  utang  yang  tengah  melanda  zona  euro  akan  membebani pertumbuhan ekonomi Swiss. Indikator ZEW turun 39.4 poin ke level ‐43.4 poin di bulan Juni, level terendahnya sejak Januari. 

• Sebelumnya data menunjukkan pertumbuhan ekonomi  Swiss  yang menakjubkan  di kuartal  pertama tahun ini,  namun  SNB mengingatkan  pada review kebijakan  Kamis lalu bahwa momentum berpotensi melemah secara signifikan dalam beberapa bulan kedepan. 

• Zona euro adalah mitra dagang terbesar Swiss dan sektor ekspor ‐‐ yang belakangan ini terpukul oleh menguatnya Swiss franc – terlihat semakin tertekan akibat  menurunnya permintaan dari negara zona euro. 

• Optimisme  investor  Jerman  juga  turun  pada  level  terpesatnya  sejak  Oktober  1998  akibat  kekhawatiran  terhadap  kesehatan  sektor  perbankan  Spanyol  dan  ketidakpastian seputar hasil pemilu Yunani. 

• Berdasarkan survey terhadap 46 analis, 78% memperkirakan Swiss franc akan bergerak stabil terhadap euro. Ini adalah prosentase tertinggi sejak SNB mematok  batas atas penguatan Swiss franc di level 1.20 franc per euro pada September tahun lalu. 

• Swiss franc awalnya bergerak terbatas dan cenderung stabil menjelang rilis hasil sidang reguler The Fed. Namun harga kemudian bergerak fluktuatif setelah muncul  keputusan The Federal Reserve yang memperpanjang stimulus moneter untuk mendorong pemulihan ekonomi AS yang terlihat beresiko melemah, memperbarui  upaya untuk menekan biaya pinjaman dengan menjual obligasi jangka pendek untuk membeli obligasi dengan jangka yang lebih panjang, atau dikenal dengan nama  program Operation Twist.  Sebagai ekspresi atas ketegangan di pasar finansial yang berasal dari masalah Eropa, The Fed mengatakan pihaknya akan melanjutkan program Operation Twist  dengan membeli $267 milyar obligasi jangka lebih panjang hingga akhir 2012. Adapun program Operation Twist jilid pertama dijadwalkan berakhir pada akhir bulan  ini. Swiss franc awalnya terkoreksi ke 0.9502 franc per dolar namun kemudian berbalik menguat ke 0.9422 franc sebelum akhirnya bergerak di sekitar 0.9450 franc  per dolar. 

• Data perdagangan Swiss franc akan dirilis hari Kamis ini pukul 13.00 wib dan akan menunjukkan bagaiaman eksportir berjuang menghadapi kuatnya nilai tukar Swiss  franc dan lemahnya permintaan dari zona euro.

Wednesday, June 20, 2012

Headline News 20.06.12


US & GLOBAL
• Bursa  saham  dunia  naik  dan  euro  menguat  Selasa  lalu  ditengah  optimisme  bank  sentral  utama  dunia  yang  akan  memberikan  lebih  banyak stimulus ekonomi karena memburuknya krisis utang zona euro.   

• The Fed Selasa lalu memulai meeting dua harinya, dengan investor memfokuskan pada apakah akan memperkenalkan lagi stimulus untuk  mendorong lemahnya recovery (ekonomi).   

• Para analis mengekspektasi the Fed untuk memperluas pembelian obligasi jangka panjang melalui "Operation Twist" hingga beberapa  bulan yang direncanakan hingga akhir Juni. Ekspektasi dari stimulus berikutnya dari the Fed menekan dollar AS.  

• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> naik 95.66 poin, atau 0.75 persen, ke level 12,837.48. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX>  melejit 13.22 poin, atau 0.98 persen, ke level 1,358.00. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> bertambah 34.43 poin, atau 1.19 persen, ke  level 2,929.76.    

• Indeks  MSCI's  all‐country  world  equity  <.MIWD00000PUS>  melonjak  1.3  persen.  Indeks  pan‐European  FTSEurofirst  300  <.FTEU3>  menguat 1.6 persen sementara itu Spain's IBEX <.IBEX> naik 2.7 persen.  

• Euro <EUR=> meningkat 0.9 persen ke level $1.2683 setelah mencapai level tertinggi hariannya $1.2730 pada data Reuters, sebagian  dibantu oleh permintaan dari Timur Tengah.  

• Harga  Treasury  AS  turun  Selasa  lalu  karena  naiknya  pasar  saham  yang  meredam  aksi  beli  pada  safe‐haven  obligasi  sehari  sebelum  pernyataan the Fed yang kemungkinan memperkenalkan langkah terkini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.   

• Harga emas melorot Selasa lalu untuk pertama kalinya dalam delapan hari karena aksi beli tertahan dari kedepannya policy meeting the  Fed yang akan menandai stimulus moneter terkini, suatu pergerakan yang kemungkinan akan memperkuat rally‐nya baru‐baru ini. Spot emas <XAU=> turun 0.5 persen ke level $1,620.31 per ons pada pukul 3:04 p.m. EDT (1904 GMT). Sebelum hari Selasa, logam mulia telah naik sekitar 3 persen selama rangkaian kenaikan tujuh harinya.  

• Brent crude sedikit melorot Selasa lalu dari  gambaran negosiasi meredanya perselisihan program nuklir Iran yang membawa rencana  untuk pembicaraan teknis pada bulan Juli, sementara itu harapan untuk stimulus moneter dari the Fed membuat tekanan pada crude AS.  Di London, ICE Brent crude untuk pengiriman Agustus <LCOQ2> ditutup merosot 29 sen, atau 0.30 persen, ke level $95.76 per barrel,  level terendah settlement untuk front‐month Brent sejak 25 Jan., 2011. U.S. crude futures rebound pada optimisme mengenai stimulus  the Fed berikutnya. NYMEX crude untuk pengiriman Juli <CLN2> di settled ke level $84.03 per barrel, naik 76 sen.  





GOLD & COMMODITIES
• Emas bergerak bergerak melemah untuk pertama kalinya dalam 7 sesi terakhir pada hari Selasa menyusil investor menunggu hasil sidang  The Fed yang diprediksi akan memberikan sinyal stimulus moneter yang baru, sebuah langkah yang berpotensi mendorong rally emas  lebih lanjut. 

• Logam mulia telah mengalami rally selama 7 hari setelah investor mencari tempat yang aman untuk berlindung dari memburuknya krisis  utang zona euro.  

• Spanyol pada Selasa kemarin telah menjual obligasi tenor 12 dan 18 bulan dengan imbal hasil (yield) diatas 5%, dibandingkan dengan  level yield yang sedikit di bawah 3% pada lelang sebelumnya di bulan Mei. Spanyol akan menjual obligasi antara 1 milyar dan 2 milyar  euro pada hari Kamis. 

• The  Fed  akan  mengumumkan  keputusan  kebijakan  moneternya  pada  hari  Rabu  malam  nanti  dan  sejumlah  pelaku  pasar  berspekulasi  bank  sentral  akan  menggulirkan  kebijakan  moneter  longgar  putaran  ketiga  atau  dikenal  dengan  istilah  quantitative  easing  jilid  3,  menyusul krisis finansial di Eropa beresiko memperburuk kondisi ekonomi Amerika Serikat. Jika hal ini terjadi, maka akan berpengaruh  buruk pada nilai tukar dolar dan akan mendorong menguatnya emas lebih lanjut. 

• Emas spot melemah 0.6% di sekitar $1,617.60 per ounce dibandingkan dengan penutupan New York hari Senin. Sedangkan untuk emas  berjangka untuk pengiriman Agustus turun $3.80 per ounce di sekitar $1,623.20. 




OIL & COMMODITIES
• Harga minyak mentah berjangka AS rebound pada hari Selasa setelah investor berspekulasi bahwa The Fed, yang mengadakan sidang 2  harinya sejak Selasa‐Rabu, kemungkinan akan menyetujui untuk memberikan stimulus lanjutan untuk memacu pertumbuhan ekonomi  dan data stok minyak akan menunjukkan kondisi yang stabil. 

• Harapan bahwa Yunani akan segera membentuk pemerintahan koalisi dan akan segera dilakukan negosiasi ulang untuk pemberian paket  bailout akan memberikan sentimen positif di pasar. 

• Harga minyak berjangka AS untuk pengiriman Juli tercatat di level $84.03 per barel, naik 76 sen atau 0.91%. Sedangkan harga minyak  jenis Brent turun dipicu oleh berlimpahnya suplai minyak Eropa dan masih adanya konflik seputar dana penyelamatan Eropa. 

• Sementara  dengan  beredarnya  berita  bahwa  Iran  berharap  untuk  diadakan  putaran  baru  pembicaraan  dengan  kekuatan  dunia  atas  program nuklirnya setelah negosiasi terbaru menemui jalan buntu, juga membantu menarik harga lebih rendah. 

• ICE Brent crude untuk pengiriman Agustus ditutup turun 29 sen atau 0.30% di level $95.76 per barel, level penutupan terendahnya sejak  25 Januari 2011.




EURO ZONE
• Euro menguat terhadap dolar dan yen pada sesi Selasa ditunjang berita positif bahwa para partai pemenang pemilu tengah mendiskusikan kemungkinan  koalisi. MInat terhadap euro juga ditunjang penguatan bursa saham Amerika yang turut mendukung meningkatnya kinerja aset beresiko.  

• Para negosiator dari 3‐partai politik di Yunani masih melakukan pembicaraan untuk pembentukan koalisi pemerintahan baru Yunani guna menghindarkan  negara tersebut dari kebangkrutan. Partai konservatif Demokrasi Baru yang memenangkan pemilu pada Minggu lalu tengah mendiskusikan kemungkinan  pembentukan pemerintah dengan partai PASOK dan partai Demokratik Kiri.  

• Sementara itu media Inggris melaporkan bahwa Kanslir Jerman Angela Merkel memberikan sinyal akan menyetujui penggunaan dual system bailout yang  biasa disebut dengan EFSF dan ESM, dalam pembelian obligasi pemerintah Italia dan Spanyol.  

• Hingga akhir sesi New York, euro tercatat menguat 0,86 persen terhadap dolar AS ke 1.2686,  euro juga naik 0,61 persen terhadap yen ke 100.12 yen, dan  menguat 0,51 persen terhadap sterling ke 0.8067. Sedangkan terhadap Swiss franc, euro tercatat mengalami penurunan tipis 0,02 ke level 1.2009.
U.K.
• Inflasi Inggris melemah tidak seperti ekspektasi pada bulan Mei ke level terendahnya dalam dua setengah tahun berkenaan dengan melambatnya  kenaikan  harga  untuk  makanan  dan  bahan  bakar,  memperkuat  peluang  dari  membesarnya  stimulus  Bank  of  England  karena  perekonomian  semakin merasakan panasnya krisis utang zona euro.  

• Inggris memasuki resesi keduanya sejak 2007‐2009 krisis keuangan disekitar pergantian tahun, dan tanda‐tanda bahwa krisis utang zona euro  makin  mendalam  yang  mendorong  pengambil  kebijakan  minggu  lalu  untuk  mengumumkan  rencana  membanjiri  sistem  keuangan  dengan  milyaran pound untuk membuat bergeraknya recovery.  

• Ditambahkannya    Gubernur    BoE  Mervyn  King  mengisyaratkan  bahwa  quantitative  easing  kemungkinan  terjadi,  dan  peluang  bahwa  program  tersebut akan dimulai bulan depan yang telah didorong oleh gambaran laporan resmi inflasi Selasa lalu.  

• Target  defisit  Irlandia  2012  berada  dibawah  target  bailout  IMF/Uni  Eropa  yang  "easily  achievable,"  Menteri  Keuangan  Michael  Noonan  mengatakannya Selasa lalu.   

• Irlandia mencapai defisit target 2011 hingga satu poin persentase dan berada pada target defisit 2012 di level 8.6 persen pada GDP, Noonan  mengatakannya dalam konferensi di Dublin. 




JAPAN
• Ekonomi Jepang diperkirakan akan mengungguli negara industry maju lainnya pada tahun 2012 ini. Pembangunan pasca gempa dan tsunami tahun lalu  dan membaiknya consumer spending akan menopang ekonomi Jepang lebih lanjut, demikian berdasarkan jajak pendapat terakhir yang dilansir reuters  terhadap  para  analis.  Berdasarkan  polling  tersebut  ekonomi  Jepang  diperkirakan  akan  bertumbuh  sebesar  2,3  persen,  mengungguli  ekspektasi  sebelumnya sebesar 2,0 persen.  

• Jajak  pendapat  tersebut  memperlihatkan  ekonomi  Jepang  diprediksi  akan  tumbuh  0,4  persen  pada  triwulan  2‐2012,  namun  masih  terdapat  ancaman  resesi dengan kemungkinan 30 persen, jika perlambatan ekonomi Cina berlanjut dan krisis hutang Uni Eropa terus menyebar. Dari jajak pendapat tersebut  para analis memperkirakan BOJ akan mempertahankan suku bunga hingga setidaknya periode Januri‐Maret 2014.  

• Hingga akhir sesi New York, dolar AS tercatat melemah 0,21 persen terhadap yen di 78.93, sementara itu euro naik 0,61 persen terhadap yen ke 100.12  yen. Sedangkan Aussie  dolar tercatat menguat  0,41  persen terhadap yen di 80.40 dan  sterling juga  naik  0,12 persen terhadap yen ke  124.15. 




AUSTRALIA
• Bank sentral Australia mengatakan Selasa kemarin bahwa keputusan untuk menurunkan suku bunga pada awal Juni adalah "sangat seimbang,"  dimana hal ini diperlukan karena latar belakang ekonomi global telah memburuk secara signifikan dalam beberapa pekan sebelumnya. 

• Reserve Bank of Australia (RBA) mengatakan bahwa sementara berita ekonomi domestik cukup beragam, terdapat "bukti jelas yang menunjukkan  perlambatan pada kondisi ekonomi global, dan meningkatnya ketidakpastian tentang masa depan Eropa. 

• Berita  acara  (minutes)  pertemuan  dewan  bank  sentral  pada  tanggal  5  Juni  tidak  banyak  memberikan  komentar  berarti,  tetapi  RBA  memang  mengatakan bahwa mereka memprediksi pengaruh dari penurunan suku bunga akan mengalir kedalam ekonomi domestik pada bulan mendatang.  Komentarnya tersebut mengisyaratkan RBA akan menahan diri dari aksi pemangkasan suku buga lebih lanjut, setelah memangkas sebesar 75 basis  poin dari bulan Mei dan Juni. 

• Hasil minutes tersebut telah mendorong menguatnya Aussie terhadap dolar dan hal ini berlanjut hingga sesi New York didukung oleh kekhawatiran  akan dilanjutkannya program quantitative easing jilid 3 oleh The Fed. 

• The Fed akan mengumumkan keputusan kebijakan moneternya pada hari Rabu malam nanti dan sejumlah pelaku pasar berspekulasi bank sentral  akan menggulirkan kebijakan moneter longgar putaran ketiga atau dikenal dengan istilah quantitative easing jilid 3, menyusul krisis finansial di  Eropa beresiko memperburuk kondisi ekonomi Amerika Serikat. Jika hal ini terjadi, maka akan berpengaruh buruk pada nilai tukar dolar dan akan  mendorong naiknya nilai tukar mata uang lainnya seperti Aussie. 

• Aussie  terapresiasi  hingga  mencatat  intraday  high  di  $1.0201  sebelum  akhirnya  bergerak  di  sekitar  1.0185  atau  menguat  0.6%  dari  posisi  penutupan New York hari Senin di sekitar $1.0120.




SWISS
• Swiss franc menguat terhadap dolar pada hari Selasa mendekati level tertinggi 1 bulan, menyusul investor khawatir dengan resiko setelah yield  obligasi Spanyol naik tajam. 

• Euro sempat rally pada hari Senin terhadap dolar, setelah pemungutan suara di Yunani menegaskan kembali komitmennya terhadap kesepakatan  bailout  internasional.  Tapi  imbal  hasil  obligasi  Spanyol  mulai  meningkat,  merongrong  kemampuan  Madrid  untuk  mendanai  pemerintahannya  sendiri,  kurang  dari  dua  minggu  setelah  meminta  bantuan  asing  untuk  meringankan  kesulitan  yang  dihadapi  sektor  perbankannya.  Kondisi  tersebut telah memicu koreksi euro hingga akhirnya ditutup melemah. 

• Namun  pada  perdagangan  Selasa,  euro  berhasil  rebound  meskipun  belum  berhasil  menembus  level  tertinggi  hari  sebelumnya.  Hal  ini  juga  mendorong Swiss  franc  untuk  menguat  terhadap  dolar  setelah  bergerak  searah  dengan  euro  sejak SNB mematok  nilai  penguatan  maksimum  Swiss franc pada 1.20 franc per euro untuk melindungi ekonomi dari resiko deflasi dan resesi. 

• Sementara itu, data menunjukkan pertumbuhan ekonomi Swiss yang menakjubkan di kuartal pertama tahun ini, namun SNB mengingatkan pada  review kebijakan Kamis lalu bahwa momentum berpotensi melemah secara signifikan dalam beberapa bulan kedepan. 

• Indeks sentimen investor ZEW untuk bulan Juni akan dirilis pada pukul 16.00 wib hari Rabu ini, sementara data perdagangan untuk periode Mei  akan dirilis pukul 13.00 hari Kamis besok. 

• Swiss  franc  menguat  0.9%  terhadap  dolar  ke  sekitar  0.9464  franc  dibandingkan  penutupan  New  York  hari  Senin  di  sekitar  0.9547  franc.  Sedangkan terhadap euro, Swiss franc masih bergerak relatif stabil di sekitar 1.2006 franc. 

• Sementara  itu  The  Fed  akan  mengumumkan  keputusan  kebijakan  moneternya  pada  hari  Rabu  malam  nanti  dan  sejumlah  pelaku  pasar  berspekulasi bank sentral akan menggulirkan kebijakan moneter longgar putaran ketiga atau dikenal dengan istilah quantitative easing jilid 3,  menyusul krisis finansial di Eropa beresiko memperburuk kondisi ekonomi Amerika Serikat. Jika hal ini terjadi, maka akan berpengaruh buruk  pada nilai tukar dolar dan akan mendorong naiknya nilai tukar mata uang lainnya seperti Swiss franc. 

Tuesday, June 19, 2012

Headline News 19.06.12


US & GLOBAL
• Euro merosot dan bursa saham global ditutup beragam Senin lalu setelah antusiasme awal berkenaan pada akhir pekan kemenangan  untuk  partai pro‐bailout  pemilu  Yunani  yang  memberikan  arah  tentang  kekhawatiran  mengenai  krisis  utang  yang  masih  mengganggu  pada zona euro.  

• Reaksi  pasar  choppy  karena  para  pemilih  memberikan  dukungan  pada  bail‐out  perkonomian  Yunani  hari  Minggu  lalu,  menurunkan  kekhawatiran naiknya tensi zona euro dan membantu aset‐aset beresiko untuk rally, sekurang‐kurangnya pada awal hariannya.  

• Obligasi  safe‐haven  pemerintah  naik  pada  volume  perdagangan  yang  tipis  karena  investor  mengabaikan  hasil  pemilu  Yunani  dan  menunggu meeting dua hari dari pengambil kebijakan the Fed yang dimulai Selasa ini dari tanda‐tanda potensial pada langkah stimulus  terbaru (QE3).  

• Investor juga menunggu berita dari Meksiko, dimana para pemimpin dunia pada G20 summit bersiap untuk memberikan tekanan pada  zona euro untuk merancang strategi dalam menyelamatkan blok mata uang tunggal tersebut. 

• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup turun 25.35 poin, atau 0.20 persen, ke level 12,741.82. Indeks Standard & Poor's 500  <.SPX>  bertambah  1.94  poin,  atau  0.14  persen,  ke  level  1,344.78.  Indeks  Nasdaq  Composite  <.IXIC>  menguat  22.53  poin,  atau  0.78  persen, ke level 2,895.33. 

• Indeks  saham‐saham  blue  chip  zona  euro  pada  Euro  STOXX  50  <.STOXX50E>  ditutup  melemah  1.2  persen  ke  level  2,155.64  poin,  sementara itu indeks FTSEurofirst 300 <.FTEU3> dari saham‐saham utama Eropa ditutup naik 0.04 persen ke level 993.67 poin.     

• Euro <EUR=> merosot dari level tertingginya dalam satu bulan $1.2747 yang tercapai di Asia karena berada dalam tekanan dari laporan  aksi jual oleh Asian sovereign investors. Telah merosot 0.5 persen ke level $1.2576. 

• Harga  obligasi  AS  bertenor  10‐tahun  <US10YT=RR>  naik  2/32  dengan  yield  1.58  persen,  membagi  kenaikan  pada  awalnya.  Obligasi  bertenor 30‐tahun/U.S. Treasury bond <US30YT=RR> naik 18/32 pada harga dengan yield 2.67 persen. 

• Emas mengalami kenaikan tipis Senin lalu karena bertahannya ketidakpastian mengenai krisis utang zona euro diikuti pemilu Yunani dan  policy  meeting  oleh  the  Fed  yang  mendorong  logam  mulia  dari  penurunan  pada  awalnya.  Spot  emas  <XAU=>  naik  30  sen  ke  level  $1,628.09 per ons pada pukul 1811 GMT, recovery dari penurunan awalnya di level $1,606.49. Sebelum hari Senin, logam mulia telah  menguat ke level tertingginya dalam enam hari.  

• Harga  oil  merosot.  Brent  August  crude  <LCOc1>  anjlok  $1.56  untuk  di  settle  ke  level  $96.05  per  barrel.  Brent's  settlement  dan  level  intraday mencapai level terendahnya sejak Januari 2011. U.S. July crude <CLc1> melorot 76 sen untuk di settle ke level $83.27 per barrel.  Kontrak U.S. July crude expires hari Rabu. 




GOLD & COMMODITIES
• Emas mengalami rebound menjelang akhir sesi New York hari Senin ditengah ketidakpastian penyelesaian krisis utang zona euro setelah  pemilu Yunani berakhir dan menjelang sidang reguler The Fed. 

• Minat  beli  pada  aset  aman  meningkat  setelah  sidang  G20  menekan  Eropa  untuk  mengambil  langkah‐langkah  yang  lebih  tegas  dalam  mengatasi  krisis  utang  kawasan  pasca  kemenangan  partai  pro‐bailout  dalam  pemilu  Yunani  akhir  pekan  kemarin  yang  mengurangi  kekhawatiran akan terpecahnya zona euro meskipun masih gagal memberikan ketenangan di pasar finansial. 

• Investor  masih  cenderung  menahan  diri  menjelang  sidang  reguler  The  Fed.  Jika  ada  indikasi  bahwa  quantitative  easing  jilid  3  akan  digulirkan, maka dolar potensial kembali terkoreksi dan akan berimbas pada menguatnya harga emas. 

• Harga emas spot naik 30 sen di $1,628.09 per ounce, rebound dari level intraday low di $1,606.49. Sedangkan untuk emas berjangka AS  pengiriman Agustus turun $1.10 di $1,627. 

• Sementara itu permintaan fisik emas dari India masih lemah dan kondisi ini nampaknya akan berlanjut dalam beberapa bulan kedepan  akibat absennya berbagai peristiwa perayaan di negara tersebut baik acara pernikahan maupun festival selama musim hujan. 




OIL & COMMODITIES
• Harga minyak turun pada hari Senin ditengah kondisi perdagangan yang cukup fluktuatif, tertekan oleh krisis utang yang meluas di zona  euro dan meredupnya ekspektasi mengenai langkah bersama bank sentral, setelah awalnya mengalami dukungan positif dari hasil pemilu  Yunani yang dimenangkan oleh partai yang pro‐bailout. 

• Naiknya  imbal  hasil  obligasi  Spanyol  ke  level  tertinggi  selama  era  euro  membrikan  indikasi  bahwa  meskipun  masalah  Yunani  mulai  menemukan titik terang, namun permasalahan krisis di zona euro belumlah terselesaikan. 

• Berlimpahnya  suplai  minyak  global  setelah  Arab  saudi  meningkatkan  jumlah  produksi  minyaknya  juga  turut  memberikan  sentimen  negatif kedalam pasar. 

• Namun negosiasi alot antara Iran dan kekuatan dunia, pada saat mereka bertemu di Moskow untuk mengatasi program nuklir Teheran,  tetap mendukung untuk naiknya harga minyak, dan membatasi kerugian pada hari Senin. 

• Brent August crude <LCOc1> turun $1.48 ke $96.13 per barel, setelah mencatat level tertinggi 1 pekan di $99.50 sebelum melemah ke  $95.38, level terendahnya sejak 26 Januari 2011.  

• Sedangkan U.S. July crude <CLc1> turun 63 sen di $83.40, setelah terkoreksi ke level intraday low di $82.04 pasca mencatat intraday high  di $85.60. Kontrak Juli akan berakhir pada hari Rabu. 

• Enam  kekuatan  dunia  dan  Iran  membuat  sedikit  kemajuan  pada  pertemuan  yang  pertama  dari  dua  hari  pembicaraan  mengenai  bagaimana mengakhiri sengketa selama satu dekade atas program nuklir Teheran dan mencegah perang lain di kawasan kaya minyak. 

• Setelah pertemuan OPEC di Wina pekan lalu, pasar akan menantikan perkembangan dari pengurangan produksi dan ekspor minyak untuk  kembali mencapai target kuotanya.   

• OPEC  akan  mengurangi  produksi  minyaknya  untuk  mematuhi  batas  atas  produksi  sampai  30  juta  barel  per  hari  (bph)  dan  efeknya  nampaknya baru akan terlihat pada bulan Juli, demikian Sekretaris Jenderal OPEC Abdullah al‐Badri mengatakan pada konferensi pers,  Jumat. 




EURO ZONE
• Euro  berakhir  melemah  setelah  sebelumnya  sempat  mencapai  level  tertinggi  sejak  1‐bulan  terakhir  terhadap  dolar  AS.  Hasil  survey  terakhir  terhadap  pemilu  Yunani  yang  diperkirakan  akan  menurunkan  kemungkinan  penolakan  bailout  oleh  pemerintahan  yang  baru,  belum  berhasil  menyingkirkan  kekhawatiran para investor akan masalah hutang Spanyol pasca lonjakan imbal hasil obligasinya mencapai level yang unsustainable (diatas level 7 persen).  

• Antonis Samaras, pemimpin Partai Demokrasi Baru Yunani, yang diperkirakan akan keluar sebagai pemenang dalam pemilu akhir pekan lalu menegaskan  bahwa negara tersebut membutuhkan pemerintahan koalsi seluas mungkin. Pihak Partai Syriza menolak untuk bergabung dalam koaliasi, untuk itu Partai  Demokrat Baru harus menggandeng partai Pasok untuk bisa membentuk pemerintahan baru.  

• Berbicara di forum KTT G‐20, Kanselir Jerman Angela Merkel menyatakan bahwa pemerintahan baru Yunani harus mempertahankan komitmennya kepada  para kreditu internasional, diantaranya dengan penerapan penghematan dan pemangkasan anggaran.  

• Hingga akhir sesi New York, euro tercatat melemah 0,46 persen terhadap dolar AS ke 1.2578, namun euro justru naik tipis 0,01 persen terhadap yen ke  99.48 yen, dan melemah 0,27 persen terhadap sterling ke 0.8026. Sedangkan terhadap Swiss franc, euro tercatat mengalami penurunan tipis 0,01 ke level  1.2007. 




U.K.
• Perdana  menteri  Inggris  David  Cameron  akan  mendesak  para  bank  sentral  Senin  lalu  untuk  bertindak  melindungi  perekonomian  global  dari  kerusakan  oleh  krisis  utang  zona  euro,  dan  permintaan  bahwa  perekonomian  terbesar  pada  mata  uang  tunggal  bekerja  keras  untuk  menyelesaikan pemasalahan tersebut.  

• Cameron berkenaan dengan pembicaraan para pemimpin (bisnis) di dunia pada G20 summit dari ekonomi maju dan berkembang di Meksiko,  akan  memperingatkan  bahwa  zona  euro  menghadapi  "perpetual  stagnation"  (stagnasi  yang  terus‐menerus)  kecuali  jika  memperbaiki  permasalahannya.      

• "We cannot afford for central banks around the world to stand on the sidelines if we are to deliver the growth we need," kata Cameron, menurut  pidatonya.  

• "It is becoming increasingly clear in the euro zone that the core, including the ECB (European Central Bank), must do more to support demand and  share the burden of adjustment," katanya, dalam petunjuk kuat untuk Jerman – blok ekonomi terbesar dan para pengambil kebijakan moneter  zona euro.




JAPAN
• Bank  of  Japan  meningkatkan  penilaiannya  terhadap  ekspor  dan  produksi  industrial  Jepang,  namun  tetap  mengingatkan  akan  adanya  resiko  terhadap  ekonomi  yang  berasal  dari  perlambatan  pertumbuhan  ekonomi  Cina  dan  krisis  hutang  Eropa.  Ekspor  diprediksi  akan  meningkat  seiring  solidnya  permintaan dari sektor otomotif Amerika. Ekonomi Jepang bahkan diperkirakan akan mengungguli hampir keseluruhan dari negara‐negara G7 lainnya.  Pertumbuhan ekonomi Jepang diperkirakan akan mencapai 2 persen dalam basis antar tahun.  

• Berbicara  di  hadapan  KTT  20,  Perdana  Menteri  Yoshihiko  Noda  menyambut  baik  hasil  pemilu  Yunani,  dan  menyebutnya  langkah  para  warga  Yunani  merupakan  pilihan  yang tepat.  Noda  kembali  menekankan  bahwa  Uni  Eropa  perlu  untuk  memperkuat  upaya  guna  menanggulangi  menyebarnya  krisis  hutang ke kawasan lain di dunia.  

• Hingga akhir sesi New York, dolar AS tercatat menguat 0,52 persen terhadap yen di 79.10, sementara itu euro naik tipis 0,01 persen terhadap yen ke 99.48  yen. Sedangkan Aussie  dolar tercatat menguat  0,87  persen terhadap yen di 80.04 dan  sterling juga  naik  0,21 persen terhadap yen ke  123.92. 




AUSTRALIA
• Aussie awalnya mengalami apresiasi hingga mencatat intraday high di $1.0134 setelah hasil pemilu Yunani dimenangkan oleh partai yang  pro‐bailout dimana membuka peluang untuk negara tersebut tetap menjadii bagian dari zona euro. 

• Namun di sesi New York semalam, Aussie kembali terkoreksi setelah pasar kembali dicemaskan oleh kondisi Spanyol dan masalah pada  sektor perbankannya setelah imbal hasil obligasinya naik ke level yang dianggap tidak stabil. Pasar masih dicemaskan dengan kesanggupan  zona euro untuk mengatasi resiko penularan krisis ke Spanyol dan Italia. 

• Imbal  hasil  obligasi  pemerintah  Spanyol  tenor  10  tahun,  yang  tengah  dilanda  kekhawatiran  terus‐menerus  tentang  masalah  fiskal  dan  perbankan,  naik  di  atas  7%  yang  dipandang  sebegai  level  yang  tdak  stabil  (tidak  mampu  menopang  kelanjutan  dan  kesanggupan  pemerintah untuk membeli kembali obligasinya) dalam jangka panjang dan pada tingkat yang memaksa negara zona euro untuk mencari  dana talangan (bailout). 

• Setelah menguat ke level intraday high di $1.0134, Aussie kembali terkoreksi ke intraday low $1.0053. Namun menjelang akhir sesi New  York semalam, Aussie berhasil mencatat intraday high yang baru di $1.0142 sebelum akhirnya bergerak di sekitar $1.0120, atau tercatat  naik 0.4% dari posisi penutupan New York di sekitar $1.0080. 

• Pasar masih akan menantikan hasil sidang The Fed Rabu besok. Jika ada indikasi bahwa quantitative easing jilid 3 akan digulirkan, maka  dolar potensial kembali terkoreksi.




SWISS
• Swiss franc melemah terhadap setelah hasil pemilu Yunani yang dimenangkan partai pro‐bailout tidak mampu meredam kekhawatiran  seputar kondisi Spanyol dan masalah pada sektor perbankannya setelah imbal hasil obligasinya naik ke level yang dianggap tidak stabil.  Pasar masih dicemaskan dengan kesanggupan zona euro untuk mengatasi resiko penularan krisis ke Spanyol dan Italia. 

• Imbal hasil obligasi pemerintah Spanyol tenor 10 tahun, yang tengah dilanda kekhawatiran terus‐menerus tentang masalah fiskal dan  perbankan,  naik  di  atas  7%  yang  dipandang  sebegai  level  yang  tdak  stabil  (tidak  mampu  menopang  kelanjutan  dan  kesanggupan  pemerintah untuk membeli kembali obligasinya) dalam jangka panjang dan pada tingkat yang memaksa negara zona euro untuk mencari  dana talangan (bailout). 

• SNB terancam untuk melakukan langkah‐langkah tambahan untuk mempertahankan nilai patokan Swiss franc jika kondisi memburuk dan  kepala bank sentral Thomas Jordan bahkan mengancam akan melakukan kontrol modal untuk apa yang dia katakan adalah skenario yang  tidak mungkin dalam kasus Yunani keluar dari zona euro. 

• Namun Yunani dan zona euro masih harus menyelesaikan kondisi kritis pada anggaran mereka, yang berarti bahwa nilai patokan SNB  pada franc masih akan melalui sejumlah tes berat oleh investor. 

• Swiss  franc  melemah  0.6%  atas  dolar  ke  sekitar  0.9545  franc  dibandingkan  penutupan  New  York  hari  Jumat  di  sekitar  0.9491  franc.  Sedangkan terhadap euro, Swiss franc bergerak relatif stabil di sekitar 1.2010 franc. 

• Pasar masih akan menantikan hasil sidang The Fed Rabu besok. Jika ada indikasi bahwa quantitative easing jilid 3 akan digulirkan, maka  dolar potensial kembali terkoreksi.

Monday, June 18, 2012

Headline News 18.06.12


US & GLOBAL
• Bursa saham dunia menguat Jumat lalu karena ketakutan investor mengenai gejolak zona euro mengikuti pemilu Yunani akhir pekan ini  diimbangi  oleh  pembicaraan  bank  sentral  utama  dunia  yang  siap  untuk  membuat  koordinasi  dalam  merespon  untuk  menenangkan  besarnya tekanan pasar. 

• Euro rebound dan bursa saham AS mengabaikan pelemahan data factory‐nya, sementara itu consumer sentiment AS merosot pada awal  bulan Juni ke level terendahnya dalam enam bulan, menurut suatu survei. 

• Tetapi kekhawatiran bahwa gejolak Yunani untuk gagal dalam membentuk pemerintahan setelah pemilu hari Minggu membawa investor  meningkatkan kepemilikan safe‐haven bond, yang mendorong naik harga obligasi pemerintah AS.   

• Pada bursa Wall Street, indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 115.26 poin, atau 0.91 persen, ke level 12,767.17. Indeks  Standard & Poor's 500 <.SPX> melejit 13.74 poin, atau 1.03 persen, ke level 1,342.84. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> bertambah 36.47  poin, atau 1.29 persen, ke level 2,872.80.    

• Di Eropa, indeks FTSE Eurofirst 300 <.FTEU3> dari saham‐saham utama Eropa ditutup naik hampir 1.0 persen, dengan European bank  stocks <.SX7P> meningkat 1.8 persen. Indeks MSCI's all‐country world equity <.MIWD00000PUS> bertambah 1.2 persen ke level 305.94,  dan emerging markets <.MSCIEF> meningkat 1.4 persen.   

• Kekecewaan pada data yang menunjukkan memburuknya perekonomian AS, yang mana meningkatkan peluang the Fed mengumumkan  perluasan  dari  Operation  Twist  program  pembelian  obligasinya,  atau  meluncurkan  program  quantitative  easing  terkini  (QE3)  ketika  terjadi pertemuan minggu depan.   

• Yields  dari  obligasi  bertenor  10‐tahun/U.S.  Treasury  note  <US10YT=RR>  turun  menjadi  1.564  persen,  terendah  dalam  10  harinya.  Kemudian mencatatkan yield 1.5807 persen, dengan harga naik 18/32.  

• Euro  mencapai  level  terendahnya  $1.2590  <EUR=>  terhadap  dollar  AS,  tetapi  kemudian  rebound  dan  meningkat  0.1  persen  ke  level  $1.2663. Indeks U.S. dollar <.DXY> turun 0.6 persen ke level 81.488.   

• Emas  naik  dalam  rangkaian  enam  harinya  karena  investor  memperkirakan  stimulus  tambahan  oleh  bank  sentral  dan  lindung  nilai  terhadap ketidakpastian kedepannya dari pemilu Yunani. U.S. COMEX gold futures untuk pengiriman bulan Agustus <GCQ2> di settled  naik $8.50 ke level $1,628.10 per ons.   

• Brent crude sedikit menguat pada perdagangan yang tipis, sementara itu U.S. crude bergerak naik turun mendekati flat dalam dominasi  hariannya. Pelemahan dollar, bersamaan dengan kenaikan pada bursa Wall Street, membawa beberapa dukungan pada oil. Brent crude  <LCOc1> di settled naik 44 sen ke level $97.61 per barrel. U.S. crude <CLc1> bertambah 12 sen untuk di settle ke level $84.03 per barrel.   
GOLD & COMMODITIES
• Emas  menguat  pada  hari  Jumat  untuk  keenam  kalinya  secara  berturut‐turut  menyusul  maraknya  spekulasi  mengenai  kemungkinan  dilanjutkannya program stimulus oleh bank sentral dan juga langkah antisipasi oleh investor menjelang pemilu di Yunani. 

• Emas  mencatat  kenaikan  2%  dalam  sepekan,  ditopang  oleh  harapan  dilanjutkannya  kebijakan  moneter  longgar  oleh  The  Fed  seiring  indikasi  ekonomi  AS  terlihat  melambat.data  manufaktur  dan  sentimen  konsumen  AS  yang  dirilis  hari  Jumat  memperkuat  dugaan  tersebut. 

• Adapun  data  ekonomi  AS  yang  dirilis  hari  Jumat  menunjukkan  manufacturing  output  mengalami  kontraksi  di  bulan  Mei  untuk  kedua  kalinya dalam 3 bulan terakhir dan barometer untuk melihat kegiatan pabrikan di New York menunjukkan penurunan tajam bulan ini,  memberikan kekhawatiran ekonomi AS tengah melambat. Data lainnya menunjukkan sentimen konsumen AS turun ke level terendah 6  bulan di awal Juni. 

• Pasar tengah menantikan hasil sidang The Fed pekan ini. The Fed akan mengumumkan hasil sidang regulernya pada hari Rabu. Jika ada  indikasi bahwa quantitative easing jilid 3 akan digulirkan, maka dolar potensial melanjutkan koreksinya dan akan memicu berlanjutnya  rally emas. 

• Investor memburu emas setelah bank‐bank sentral di sejumlah negara maju bertekad untuk menstabilkan pasar jika kondisi terburuk  terjadi di Yunani, dengan menyediakan likuiditas. Dalam laporan hari Kamis malam waktu setempat, bank‐bank sentral dari negara G20  telah bersiap untuk memastikan mengalirnya dana tunai melalui sistem keuangan jika pasar mengalami tekanan yang berat di hari Senin. 

• Harga emas spot naik 0.3% di $1,626.61 per ounce. Sedangkan emas berjangka COMEX untuk pengiriman Agustus naik $8.50 di level  $1,628.10 per ounce, dengan volume transaksi sekitar 60% di bawah level rata‐rata 30 hari. 

• Namun demikian, volatilitas pada harga emas berpotensi meningkat, tergantung pada hasil pemilu Yunani dan komitmen negara‐negara  zona euro dalam mengatasi krisis utang yang tengah melanda kawasan tersebut. 




OIL & COMMODITIES
• Harga minyak menguat di hari Jumat, ditengah tipisnya perdagangan dan kondisi yang masih rentan tekanan, dipicu oleh harapan hasil  pemilu Yunani kemungkinan tidak akan membawa negara tersebut keluar dari zona euro, sementara rilis buruk data ekonomi AS telah  membatasi penguatan pada harga minyak. Baik Brent maupun minyak mentah AS mencatat kerugian mingguan, meskipun penurunan  pada harga minyak mentah AS hanya sebesar 7 sen. 

• Keuntungan yang dicapai pada hari Jumat dibatasi oleh laporan terpisah yang menunjukkan output manufaktur AS mengalami kontraksi  pada bulan Mei, sementara aktivitas pabrik melambat di negara bagian New York pada bulan Juni dan sentimen konsumen AS jatuh.  Serangkain  data  ekonomi  AS  yang  dirilis  buruk  tersebut  kian  menambah  spekulasi  terhadap  kemungkinan  dilanjutkannya  kebijakan  moneter longgar oleh The Fed dalam sidangnya hari Selasa‐Rabu dalam pekan ini. 

• Melemahnya dolar, setelah euro rebound terhadap dolar, juga memberikan dukungan pada naiknya harga minyak, bersamaan dengan  menguatnya bursa Wall Street. 

• Indeks saham AS dan minyak juga mendapat dukungan dari berita pada hari Kamis bahwa pejabat dari negara‐negara G20, yang para  pemimpinnya  akan  bertemu  di  Meksiko  pekan  depan,  mengatakan  bahwa  bank  sentral  siap  untuk  mengambil  langkah  untuk  menstabilkan pasar keuangan dengan menyediakan likuiditas jika diperlukan setelah pemilu Yunani. 

• Brent August crude <LCOc1> naik 44 ke level $97.61 per barel, sedangkan untuk  U.S. July crude <CLc1> naik 12 sen di level $84.03 per  barel, ditutup melemah 7 sen. 

• Sementara itu anggota OPEC akan mengurangi produksi minyaknya untuk mematuhi batas atas produksi sampai 30 juta barel per hari  (bph) dan efeknya nampaknya baru akan terlihat pada bulan Juli, demikian Sekretaris Jenderal OPEC Abdullah al‐Badri mengatakan pada  konferensi pers, Jumat. 

• Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) setuju pada pertemuan di Wina hari Kamis untuk mempertahankan plafon produksi 30 juta  barel per hari. Badri mengatakan bahwa akan memerlukan pembatasan persediaan aktual dengan 1,6 juta barel per hari. 



EURO ZONE
• Perhatian pelaku pasar akan tertuju pada hasil pemilu Yunani dimana jika partai Syriza memenangkan pemilu  maka Yunani diperkirakan akan menolak  program bailout yang diperlukan negara tersebut untuk menghindar dari kebangkrutan. Kondisi tersebut selanjutnya akan meningkatkan kemungkinan  keluarnya Yunani dari keanggotaan Uni Eropa.  

• KTT G‐20 di Mexico yang diadakan 18‐19 Juni diperkirakan akan meningkatkan tekanan pada negara‐negara Eropa agar dapat bisa menyelesaikan problem  keuangan  mereka. Ofisial  G20  mengatakan  pada  Reuters  bahwa  bank  sentral  dari  negara‐negara  maju  telah  menyiapkan  beberapa  langkah  guna  menstabilkan pasar keuangan dengan menyediakan likuiditas dan menghindarkan ketatnya kondisi kredit jika Yunani pada akhirnya berpisah dari euro.  

• Pasca pemilu Yunani, pelaku pasar akan mengalihkan perhatian pada KTT G20 pada tanggal 18‐19 Juni dan selanjutnya akan mengamati hasil sidang The  Fed pada  20 Juni.  Berikutnya menteri‐menteri keuangan Zona  Eropa akan mengadakan pertemuan  pada sesi Kamis  21 Juni  dan  akan  digelar KTT‐mini  antara jerman, Perancis, Italia dan Spanyol pada 22 Juni di Roma Italia.  

• Dalam sepekan terakhir euro tercatat mengalami penguatan 0,96 persen terhadap dolar AS ke 1.2636, sementara itu euro juga tercatat stagnan terhadap  yen di 99.46, sebaliknya euro mencatat pelemahan 0,51 persen terhadap sterling ke 0.8048 dan stagnan terhadap Swiss franc di 1.2008.. 




U.K.
• Bank of England akan memulai menawarkan pinjaman cash murah terhadap perbankan minggu depan sebagai bagian dari paket langkah untuk  menenangkan  arus  kredit  terhadap  perekonomian,  dan  yang  mana  analis  mengatakan  seharusnya  membantu  mengurangi  krisis  euro  dari  tekanan pendanaan.   

• Bank‐bank  akan  dapat  untuk  men‐swap  aset‐aset  yang  tidak  dibeli,  seperti  paket  pinjaman,  credit  card  debt,  dan  pinjaman  commercial  real  estate, yang dapat balik dalam 6‐bulan cash loan dibawah operasi central bank's first Extended Collateral Term Repo Facility pada 20 Juni.   

• Keputusan  untuk  mengaktifkan  fasilitas  berawal  karena  perbankan  Inggris  telah  menghadapi  biaya  pendanaan  yang  tinggi  secara  signifikan  daripada mitra zona euronya, dan analis mengatakan skema seharusnya membantu untuk melepas beberapa tekanan. 

• Defisit  perdagangan  barang  Inggris  tidak  seperti  ekspektasi  meluas  pada  bulan  April  karena  anjloknya  ekspor,  meningkatkan  ancaman  dari  kontraksi  ekonomi  kuartal  ketiga  dan  menambah  pentingnya  langkah  terkini  untuk  mendorong  pertumbuhan  sebagai  mitra  dagang  dalam  pelemahan zona euro.  




JAPAN
• Pada  sidangnya  akhir  pekan  lalu,  BOJ  memutuskan  tidak  melakukan  penambahan  dana  yang  digunakan  dalam  pembelian  asetnya  (40  triliun  yen).  Menanggapi langkah BOJ tersebut para praktisi memperkirakan BOJ akan mempertimbangkan untuk melakukan pelonggaran lanjutan jika kondisi Eropa  memburuk dan Yunani keluar dari keanggotaan Euro.  

• Berbicara pasca sidang tersebut, Gubernur BOJ Masaaki Shirakawa menegaskan bahwa bank sentral tetap mempertahankan pandangan bahwa stabilitas  finansial merupakan hal yang sangat penting. Pada kesempatan lain, Perdana Menteri Yoshihiko Noda menegaskan bahwa penguatan kurs yen terhadap  dolar AS dan euro akhir‐akhir ini tidak merefleksikan kondisi fundamental ekonomi Jepang dan pihaknya akan menjelaskan hal tersebut pada KTT G20 di  Meksiko.  

• Dalam sepekan terakhir dolar AS tercatat melemah 0,97 persen terhadap yen ke 78.69, sementara itu euro stagnan terhadap yen di 99.47. Sedangkan  Aussie dolar tercatat menguat 0,79 persen terhadap yen 79.35 dan sterling juga naik 0,62 persen terhadap yen ke 123.66.




AUSTRALIA
• Dolar Australia telah memposisikan diri di atas paritas dengan mitra AS dan bisa bergerak lebih tinggi setelah pemilu Yunani akhir pekan ini. Hingga sesi New  York hari Jumat, Aussie mencatat intraday high di $1.0089 sebelum akhirnya bergerak di sekitar $1.0080, atau naik 0.6% dari penutupan New York hari  Kamis di sekitar 1.0021. 

• Aussie melanjutkan rally‐nya setelah bank‐bank sentral terbesar dunia terindikasi akan berupaya untuk menstabilkan pasar jika kondisi terburuk terjadi di  Yunani, dengan menyediakan likuiditas. 

• Dalam  laporan  hari  Kamis  malam  waktu  setempat,  bank‐bank  sentral  dari  negara  G20  telah  bersiap  untuk memastikan  mengalirnya  dana  tunai  melalui  sistem keuangan jika pasar mengalami tekanan yang berat di hari Senin. 

• Hingga berita ini ditulis, pasar masih menantikan hasil pemilu Yunani yang digelar pada hari Minggu (17 Juni). 

• Pasar juga tengah menantikan hasil sidang The Fed pekan ini. The Fed akan mengumumkan hasil sidang regulernya pada hari Rabu. Jika ada indikasi bahwa  quantitative easing jilid 3 akan digulirkan, maka dolar potensial melanjutkan koreksinya. 

• Adapun data ekonomi AS yang dirilis hari Jumat menunjukkan manufacturing output mengalami kontraksi di bulan Mei untuk kedua kalinya dalam 3 bulan  terakhir  dan barometer  untuk melihat kegiatan pabrikan di New York  menunjukkan penurunan tajam bulan ini, memberikan  kekhawatiran ekonomi AS  tengah melambat. Data lainnya menunjukkan sentimen konsumen AS turun ke level terendah 6 bulan di awal Juni.  Serangkain data ekonomi AS yang dirilis buruk tersebut kian menambah spekulasi terhadap kemungkinan dilanjutkannya kebijakan moneter longgar oleh  The Fed. 




SWISS
• Swiss  franc  bergerak  stabil  pada  hari  Jumat  namun  masih  cenderung  menguat  terhadap  dolar  setelah  serangkain  data  ekonomi  AS  dirilis  buruk  yang  menambah  spekulasi  terhadap  kemungkinan  dilanjutkannya  kebijakan  moneter  longgar  oleh  The  Fed.  The  Fed  akan  mengumumkan  hasil  sidang  regulernya pada hari Rabu. Jika ada indikasi bahwa quantitative easing jilid 3 akan digulirkan, maka dolar potensial melanjutkan koreksinya. 

• Adapun data ekonomi AS yang dirilis hari Jumat menunjukkan manufacturing output mengalami kontraksi di bulan Mei untuk kedua kalinya dalam 3 bulan  terakhir dan barometer untuk melihat kegiatan pabrikan di New York menunjukkan penurunan tajam bulan ini, memberikan kekhawatiran ekonomi AS  tengah melambat. Data lainnya menunjukkan sentimen konsumen AS turun ke level terendah 6 bulan di awal Juni. 

• Hasil  pertemuan  G20  menunjukkan  bahwa  bank‐bank  sentral  siap  untuk  melakukan  langkah  langkah  untuk  menstabilkan  pasar  finansial  dengan  menyediakan likuiditas dan mencegah tekanan kredit jika hasil pemilu Yunani memperburuk kondisi pasar. Sebuah langkah bersama yang terkoordinasi  mungkin akan dilakukan dan berpeluang mendorong meningkatnya minat pada aset beresiko dan menekan dolar lebih lanjut, meskipun nampaknya masih  akan terbatas menyusul naiknya imbal hasil obligasi Spanyol dan resiko akan menular ke Italia, sebagai negara dengan perekonomian terbesar ketiga zona  euro.  

• Swiss franc bergerak menguat 0.2% di sekitar 0.9491 franc dibandingkan penutupan New York hari Kamis di sekitar 0.9508 franc.