title cover

title cover

Friday, July 6, 2012

Headline News06.07.12

US & GLOBAL
• Bursa saham AS dan euro merosot pada sesi Kamis, akibat langkah stimulus bank sentral global yang gagal meningkatkan  kepercayaan  diri  para  investor,  yang  saat  ini  berfokus  pada  laporan  ketenagakerjaan  Amerika  untuk  mendapatkan gambaran apakah krisis utang Eropa membebani pemulihan ekonomi AS. 

• Sesuai dengan perkiraan, ECB memangkas suku bunga utamanya ke rekor terendah dan Bank of England mengumumkan  akan  penambahan  jumlah  pembelian  aset  senilai  50  miliar  pound,  sementara  China  mengejutkan  para  investor  dengan  pemotongan suku bunga pinjaman untuk yang kedua dalam dua bulan terakhir.  Namun euforia atas langkah‐langkah tersebut, yang awalnya mendorong ekuitas Eropa ke level tertinggi dua bulan, pudar  pada saat pembukaan bursa Wall Street. Mulai timbul pertanyaan dikalangan investor apakah The Fed akan meluncurkan  stimulus tambahan yang mungkin akan mendukung kinerja bursa Wall Street. 

• Data ADP Employment memperlihatkan bahwa perusahaan swasta menambahkan 176.000 pekerja baru pada periode Juni,  setelah  meningkat  136.000  pada  bulan  Mei.  Sedangkan  jobless  claims  turun  14.000  ke  374.000  minggu  lalu,  demikian  berdasarkan laporan dari Departemen Tenaga Kerja dalam sebuah laporan terpisah.  

• Indeks Dow Jones Industrial Average <DJI.> ditutup turun 47,15 poin atau 0,36 persen, pada 12,896.67. Indeks Standard &  Poor 500 <. SPX> turun 6,44 poin atau 0,47 persen, pada 1,367.58. Nasdaq Composite Index <IXIC.> turun 0,04 poin, atau  0,00  persen,  pada  2,976.12.  Saham‐saham  keuangan  membebani  Wall  Street,  dengan  komponen  Dow  JPMorgan  Chase  jatuh 4,2 persen dan Bank of America Corp turun 3 persen. Indeks keuangan  S&P <GSPF.> dan KBW Bank index <. BKX>  turun sekitar 1,5 persen.  Indeks  saham  eropa  FTSEurofirst  300  <FTEU3.>  ditutup  melemah  0,1  persen  pada  1,044.47.  Indeks  MSCI  <MIWD00000PUS.> berakhir turun 0,6 persen pada 314,33. 

• Euro merosot terhadap mayoritas mata uang utama dunia, mencapai level terendah dalam 1‐bulan terakhir terhadap dolar  AS. Euro ditutup melemah sekitar 1,09 persen terhadap dolar ke kisaran 1,2390, setelah anjlok hingga level 1,2362.  Komoditas, pasar logam, termasuk emas, mengikuti sentimen pelemahan di bursa Wall Street, sementara minyak menguat  ditunjang oleh pemogokan pekerja minyak berkepanjangan di Norwegia.  

• Kekhawatiran terhadap kondisi Eropa kembali menyeruak ke permukaan setelah pemerintah Spanyol menyatakan hanya mendapatkan sedikit manfaat dari kesepakatan Uni Eropa pekan lalu untuk membantu menurunkan biaya pinjaman negara tersebut. Pemerintah Madrid terpaksa membayar dalam biaya tertinggi dalam lebih dari tujuh bulan untuk meminjam dana  dengan tenor 10‐tahun. Permintaan pasar dalam lelang obligasi senilai  3 miliar euro cuukp stabil namun imbal hasil obligasi naik menjadi 6,43 persen. 



GOLD & COMMODITIES
• Emas melemah Kamis lalu karena dollar naik dan investor melakukan aksi ambil untung setelah meluasnya antisipasi pada  pemangkasan  tingkat  suku  bunga  oleh  European  Central  Bank  (ECB),  yang  menunda  kenaikan  (emas)  yang  dibuat  pada  awalnya dari pemangkasan suku bunga Cina yang mengejutkan. 

• ECB  memangkas  tingkat  suku  bunga  ke  level  terendahnya  0.75  persen  dan  deposito  mendekati  nol  Kamis  lalu  untuk  membantu menekan krisis utang zona euro yang mengancam untuk memburuknya perekonomian kembali menuju resesi.  

• Ini membuat penekanan euro ke level terendah satu bulannya terhadap dollar AS, yang juga mengalami recover terhadap  yen setelah data menunjukkan U.S. private sector menambah lebih banyak jobs daripada ekspektasi pada bulan Juni. Dollar  dan emas biasanya menunjukkan korelasi yang berbalik – ketika satu naik yang lainnya akan melemah.    

• Bank sentral Cina memangkas tingkat suku bunga untuk kedua kalinya dalam sebulan Kamis lalu pada usaha terakhir untuk  mendorong perlambatan pertumbuhan (ekonomi) pada negara dengan ekonomi terbesar kedua tersebut. 

• "Overall, rate cuts by China, the ECB, and the U.S. are all positive for gold, on a slightly longer view than just one day for the  simple reason that with inflation where it is, you start cutting interest rates of course then real interest rates get lower," 
Walter de Wet, analis pada Standard Bank mengatakannya.  

• "Like many other commodities gold has been struggling under a lack of direction and this might give it a little more impetus. 
We think gold will go above $1,900 in the last quarter on exactly these reasons," ungkapnya. 

OIL & COMMODITIES

• Brent  crude  oil  futures  mempertahankan  kenaikan  tajamnya  dan  U.S.  crude  membagi  penurunannya  setelah  data  pemerintah AS Kamis lalu menunjukkan bahwa cadangan U.S. crude turun lebih banyak daripada ekspektasi minggu lalu.  


• Brent  futures  <LCOc1>  menghentikan  kenaikan  hariannya  yang  lebih  dari  level  $102  per  barrel  tetapi  masih  lebih  dari  kenaikan satu dollar hanya sebelum data inventory dirilis.  

• Beberapa pelaku pasar pada awalnya telah melakukan aksi jual pada bullish positions setelah European Central Bank (ECB)  mengumumkan pemangkasan tingkat suku bunga acuannya. 

• Brent  telah  melonjak  ke  level  tertinggi  hariannya  setelah  perusahaan  oil  Norwegia,  termasuk  Statoil  <STL.OL>,  menyebutkan penutupan perusahaan dalam usaha mengakhiri pemogokan oleh offshore oil dan pekerja yang kemungkinan  mengurangi  intervensi  pemerintah.  Penghentian  pekerjaan  akan  menaikkan  kekurangan  produksi  Norwegia  menjadi  1.2  juta barrel dalam hariannya.  

• Walaupun demikian Menteri tenaga kerja Norwegia menolak untuk mengatakan akan adanya intervensi tetapi mengatakan  lockout adalah legal.   

• Pergerakan  oleh  bank  sentral  Cina  untuk  memangkas  tingkat  suku  bunga  dalam  usaha  untuk  menyokong  pertumbuhan  (ekonomi) juga mendukung harga Brent pada awalnya. 


EURO ZONE
• Bank  Sentral  Eropa  (European  Central  Bank/ECB)  memangkas  suku  bunga  acuannya  ke  level  terendah  pada  hari  Kamis.  Suku  bunga  terendah  dalam  sejarah  ini  diharapkan  dapat  membuka  arus  kredit  yang  terhalang  dan  mencegah  kerusakan  lebih  lanjut  dari  krisis  zona  euro.  Suku  bunga  dipangkas  sebesar  25  basis  poin,  sesuai  ekspektasi  pasar,  menjadi  0.75%  menyusul  kondisi  ekonomi  Jerman  terlihat  mulai  melemah.  Keputusan  ECB  tersebut  berdampak  pada  menguatnya  bursa  Eropa  dan  tersungkurnya  euro.  ECB  juga  memangkas  suku  bunga  deposito  menjadi  0%  dari  0.25%  sebelumnya.  Langkah  ini  diharapkan  bisa  mendorong  perbankan  untuk  memberikan  pinjaman  kepada  lembaga,  perusahaan  atau  rumah  tangga  lain,  bukan  hanya  memarkir dananya pada fasilitas penyimpanan ECB. Sekitar 800 miliar euro atau setara dengan $1 triliun saat ini disimpan oleh ECB setiap hari. 

• Pemangkasan suku bunga ini tidak dilihat sebagai obat mujarab untuk menyelesaikan masalah zona euro, yang berasal dari hilangnya kepercayaan dalam  keuangan negara dan bank, tetapi penurunan biaya pinjaman menunjukkan ECB siap untuk mendongkrak perekonomian yang sedang lesu. 

• Presiden ECB Mario Draghi dalam pernyataannya semalam mengatakan ekonomi zona euro lemah dan menghadapi resiko, namun tidak ada masalah soal  inflasi. Tekanan inflasi relatif terkendali, namun disaat yang sama ekonomi masih lesu dengan ketidakpastian telah menekan kepercayaan dan sentimen.  Ekonomi di 17 negara zona euro masih terancam untuk melemah. 

• Euro mempertajam koreksinya atas dolar hingga diperdagangkan di bawah $1.2400 setelah sejumlah data ekonomi AS dirilis optimis seperti data ADP  Employment dan jobless claims. ADP Employment Report menunjukkan kenaikan jumlah pekerjaan sebanyak 176.000 di bulan Juni, melampaui ekspektasi  ekonom  sebanyak  105.000  pekerjaan.  Sementara  data  bulan  Mei  direvisi  naik  menjadi  136.000  dari  133.000  pada  laporan  awalnya.  Data  tersebut  memberikan gambaran positif setelah selama 2 bulan terakhir dirlis mengecewakan. 

• Sementara  itu  jumlah  klaim  baru  untuk  memperoleh  manfaat  bagi  kaum  pengangguran  di  pekan  lalu  mencatat  penurunan  tertajam  dalam  2  bulan  terakhir, memberikan harapan akan membaiknya pasar tenaga kerja AS. Klaim pengangguran turun 14.000 menjadi 374.000 di pekan lalu dari 388.000 di  pekan sebelumnya yang merupakan revisi naik dari 386.000 pada laporan awalnya.


U.K.
• Sterling ditutup menguat terhadap euro, mendekati level tertingginya sejak 3‐1/2 tahun terakhir menyusul langkah ECB yang memangkas suku  bunga  sebesar  25  bps  yang  kemudian  menekan  kinerja  euro  terhadap  mata  uang  utama  dunia  lainnya.  Terhadap  dolar  AS,  sterling  berakhir  melemah,  setelah  sebelumnya  sempat  menguat  hingga  level  1.5623  pasca  rilis  hasil  sidang  BoE  yang  memutuskan  peningkatan  program  pelonggaran moneter.  

• Dalam  sidangnya  untuk  periode  Juli,  BoE  meningkatkan  pembelian  aset  berdasarkan  program  pelonggaran  kuantitatifnya  sebesar  50  miliar  poundsterling untuk menopang pemulihan ekonomi. Kondisi ini sedikit melegakan para pelaku pasar yang sebelumnya sempat memperkirakan  BoE akan meningkatkan suntikan dana senilai 75 miliar poundsterling dengan ditingkahi kemungkinan pemangkasan suku bunga.  

• Namun demikian, perhatian pelaku pasar segera beralih kepada langkah ECB yang memangkas suku bunga menjadi 0,75 persen dan memangkas  suku  bunga  deposito  ke  level  0  persen  sebagai  upaya  untuk  menahan  perlambatan  ekonomi  kawasan  akibat  masalah  hutang  yang  terus  menyebar. Euro sempat anjlok ke level terendah sejak 5 pekan terakhir terhadap sterling, mendekati level terendah sejak 2008 (0.7987). 


JAPAN
• Bank sentral Jepang meng‐upgrade pernyataannya menganai kondisi ekonomi di seluruh wilayah untuk pertama kalinya selama hampir 3 tahun terakhir,  menyusul meningkatnya konsumsi dan belanja swasta untuk pembangunan kembali pasca gempa bumi tahun lalu. Langkah BOJ tersebut memperkuat  pandangan banhwa bank sentral akan mempertahankan kebijakan moneternya di pekan depan. 

• Gubernur BOJ Masaaki Shirakawa mengingatkan bahwa krisis utang Eropa masih menjadi ancaman terbesar bagi perekonomian Jepang dan berpotensi  berdampak pada sistem keuangan, sebuah sinyal kesiapan BOJ untuk mengantisipasi kemungkinan memburuknya situasi ekonomi. 

• Dolar terangkat dan diperdagangkan di sekitar level tertinggi 2 pekan terhadap yen setelah data menunjukkan sektor swasta AS menambah lebih banyak  pekerjaan di bulan Juni. Dolar terakhir bergerak di sekitar 79.96, atau naik 0.2%. 

• ADP Employment Report  menunjukkan  kenaikan  jumlah  pekerjaan  sebanyak  176.000  di  bulan  Juni,  melampaui  ekspektasi  ekonom  sebanyak  105.000  pekerjaan.  Sementara  data  bulan  Mei  direvisi  naik  menjadi  136.000  dari  133.000  pada  laporan  awalnya.  Data  tersebut  memberikan  gambaran  positif  setelah selama 2 bulan terakhir dirlis mengecewakan. 

• Sementara  itu  jumlah  klaim  baru  untuk  memperoleh  manfaat  bagi  kaum  pengangguran  di  pekan  lalu  mencatat  penurunan  tertajam  dalam  2  bulan  terakhir, memberikan harapan akan membaiknya pasar tenaga kerja AS. Klaim pengangguran turun 14.000 menjadi 374.000 di pekan lalu dari 388.000 di  pekan sebelumnya yang merupakan revisi naik dari 386.000 pada laporan awalnya. 


AUSTRALIA
• Australian dollar turun tipis karena para trader mengkonsolidasi posisinya dari kedepannya kemungkinan pengumuman dari Eropa dan AS.  

• Pada pukul 1700 AEST Australian dollar diperdagangkan pada level 102.68 sen AS, yang mana turun dari penutupan Rabu sebelumnya 102.91 sen  AS.  

• Pada pukul 1700 AEST, mata uang lokal diperdagangkan pada level 81.78 Japanese yen, merosot dari level 82.08 yen, dan 81.92 sen euro, yang  naik dari 81.70 sen.  

• Australian dollar bereaksi hanya tipis terhadap rilis dari gambaran trade yang menunjukkan turun tipisnya dari ekspektasi pada defisit.  

• The  balance  on  goods  and  services  mengalami  defisit  sebesar  $285  juta  pada  bulan  Mei,  seasonally  adjusted,  dibandingkan  dengan  defisit  sebesar$26 juta pada bulan April.  
  • Harga Australian bond future telah rally pada adanya pelemahan pasar saham Cina.  
SWISS
• Swiss franc sedikit berubah terhadap dollar Kamis lalu, yang terbawa dari euro karena investor bertahan pada disela‐sela harapan sebelum apa  yang diharapkan dari pemangkasan tingkat suku bunga oleh European Central Bank.          

• The franc flat terhadap dollar untuk diperdagangkan pada level 0.9588 pada pukul 0623 GMT dibandingkan pada penutupan New York.  

• The franc sedkit mengubah persentasenya terhadap euro ke level 1.2013, dalam jarak yang mencolok pada pembatasan level 1.20 oleh Swiss  National Bank akhir September setelah investor khawatir mengenai krisis zona euro mendorong safe‐haven unit naik 20 persen dalam beberapa  bulan saja.   

• Swiss mengatakan telah membekukan ekspor persenjataan pada United Arab Emirates (UAE) setelah media melaporkan bahwa granat tangan  buatan Swiss dikapalkan menuju Teluk yang telah ditemukan di Siria.  

Thursday, July 5, 2012

Headline News 05.07.12


US & GLOBAL
• Bursa saham global, euro dan harga minyak jatuh pada sesi Rabu menyusul naiknya kekhawatiran akan prospek ekonomi  global,  meskipun  terdapat  harapan  akan  pelonggaran  moneter  oleh  bank  sentral  yang  membatasi  penurunan.  Naiknya  permintaan untuk aset safe haven terutama obligasi Jerman juga memberi sinyal bahwa investor masih khawatir tentang  pelaksanaan kesepakatan hasil european summit akhir pekan lalu, ditingkahi dengan naiknya imbal hasil obligasi Spanyol 
dan Italia. 

• Namun,  aktivitas  di  pasar  keuangan  relatif  lebih  tenang  dimana  pasar  keuangan  AS  tutup  sehubungan  libur  Hari  Kemerdekaan dan investor cenderung mengambil aksi wait and see menjelang sidang ECB dan BoE. 

• Jerman  berhasil  menjual  obligasi  tenor  5‐tahun  senilai  3,3  miliar  euro  dengan  mendapatkan  penawaran  2,7  kali  lebih  banyak  dari  jumlah  yang  ada  dengan  imbal  hasil  rata‐rata  hanya  0,52  persen.  Sementara  itu  obligasi  10‐tahun  Spanyol  <ES10YT=TWEB> naik 14 basis poin menjadi 6,4 persen, dan obligasi Italia tenor 10‐tahun <IT10YT=TWEB> naik 12,5 basis  poin menjadi 5,77 persen. 

• Euro bertahan di kisaran 1,2525 masih mendapat tekanan dari ekspektasi bahwa ECB akan memangkas suku bunga 25 bps.  Euro  anjlok  ke  level  terendahnya  sejak  11‐1/2  tahun  terakhir  terhadap  crown  Swedia  setelah  bank  sentral  Swedia  mempertahankan suku bunga utamanya. 

• Bursa saham Eropa mengakhiri penguatannya dalam 3‐sesi berturut, indeks FTSEurofirst 300 <FTEU3.> turun 0,2 persen di  1,044.29  poin.  Indeks  MSCI  juga  mengakhiri  rally  panjangnya  setelah  turun  0,1  persen  menjadi  316,03  poin .

• Berdasarkan rilis data akhir‐akhir ini meningkatkan dugaan bahwa ekonomi dunia memang melambat. Aktifitas sektor jasa  di Cina melambat dengan kinerja terburuk sejak 10‐bulan pada periode Juni. Survei lain mengungkapkan bahwa sektor jasa  Jerman  secara  tak  terduga  mengalami  stagnasi  pada  bulan  Juni,  mengakhiri  ekspansi  selama  8‐bulan  seiring  penurunan  pesanan pabrik. 

• Prospek pelonggaran moneter bank sentral telah mendukung harga emas dan komoditas lainnya minggu ini, tetapi prospek  suramnya  pertumbuhan  ekonomi  global  memberikan  tekanan.  Harga  minyak  jenis  Brent  ditutup  melemah  1,10  USD  ke  99,58 USD per barel <LCOc1> setelah sempat melonjak lebih dari 3 persen pada Selasa. 

• Harga spot emas <XAU=> tidak etrlalu banyak berubah masih mendekati level tertinggi dua minggu di 1,624.70 USD per  troy ounce di 1,616.05 USD per troy ounce, setelah naik lebih dari 4 persen sejak Jumat lalu. 

• Pasar emas akan diperkirakan tetap stabil sebelum rilis data sektor ketenagakerjaan AS pada hari Jumat, yang diperkirakan  akan mendorong The Fed untuk  mengambil langkah‐langkah kebijakan pelonggaran tambahan. 



GOLD & COMMODITIES
• Emas bertengger di sekitar level tertinggi 2 pekan pada hari Rabu setelah melonjak 4% dalam 3 hari terakhir, menyusul  investor menahan diri menjelang sidang ECB yang diprediksi akan memangkas suku bunganya pada hari Kamis ini serta rilis  data ketenagakerjaan AS pada hari Jumat. 

• Ditengah sepinya perdagangan akibat tutup pasar AS berkenaan Hari Kemerdekaan negara tersebut, harga emas spot turun  0.2% ke $1,614.78 per ounce. Pasar memprediksi emas berpotensi menguat di atas $1,630, yang merupakan plafon atas  dari kisaran perdagangan emas sejak awal Mei. 

• Permintaan investasi kedalam emas menurun dalam 5 bulan terakhir, akibat ketidakpastian mengenai dampak dari krisis  Eropa  terhadap  ekonomi  global,  yang  telah  membuat  dolar  dipandang  sebagai  aset  pilihan  yang  lebih  aman  sehingga  merugikan emas. 

• Kepemilikan  emas  dalam  exchange‐traded  funds  (ETF),  sebagai  barometer  untuk  melihat  permintaan  investor  jangka  panjang, telah melemah pekan ini, namun masih kurang dari 0.5% dari rekor tertinggi Maret di atas 70.89 juta ounce. 

• Minggu ini bisa menjadi penentu dalam menentukan arah kemungkinan kebijakan moneter di Amerika Serikat dan zona  euro, di mana suku bunga rendah di kedua wilayah telah berperan dalam menciptakan permintaan untuk emas. 

• ECB dalam sidangnya Kamis ini diprediksi akan memangkas suku bunganya ke rekor terendah untuk mencoba mengatasi  krisis  utang,  tanpa  harus  membeli  obligasi  pemerintah  negara‐negara  yang  dililit  utang  seperti  Spanyol  dan  Italia  untuk  menurunkan biaya pinjaman mereka. 

• Sedangkan permasalahan yang lebih krusial bagi emas adalah rilis data non‐farm payrolls AS pada hari Jumat besok karena  hal ini akan menjadi petunjuk apakah langkah pelonggaran moneter jilid 3 akan dilanjutkan oleh The Fed.
OIL & COMMODITIES
• Harga minyak mentah turun pada hari Rabu, setelah melonjak tajam di hari sebelumnya, menyusul investor kembali fokus  pada  memburuknya  kondisi  ekonomi  global,  meskipun  ekspektasi  adanya  kelanjutan  stimulus  telah  membatasi  koreksi  yang terjadi. 

• Perdagangan terlihat sepi, menyusul libur pasar AS berkenaan dengan Hari Kemerdekaan negara tersebut dan menjelang  sidang reguler ECB dan BoE pada hari Kamis. 

• Harga minyak Brent turun $1.08 di $99.60 per barel setelah melonjak lebih dari 3% di sesi sebelumnya. Sedangkan harga  minyak  mentah  AS  turun  68  sen  ke  $86.98  setelah  mencatat  level  penutupan  tertinggi  sejak  30  Mei  di  hari  Selasa  sebelumnya. 

• Harga  minyak  mendapat  dukungan  dari  ekspektasi  adanya  kelanjutan  stimulus  dan  meningkatnya  ketegangan  seputar  program nuklir Iran, yang menambah kekhawatiran terhadap potensi terhambatnya suplai minyak. 

• ECB diprediksi akan memangkas suku bunganya ke rekor terendahnya di bawah 1% pada sidangnya hari Kamis ini. Investor  juga mengharapkan adanya kelanjutan program quantitative easing (QE) dari The Fed, dimana peluang ini akan semakin  terbuka jika data non‐farm payrolls AS dirilis buruk pada hari Jumat besok. 




EURO ZONE
• Seluruh  negara  ekonomi  terbesar  Eropa  mengalami  resesi  atau  menghadapi  resesi  dan  belum  ada  tanda‐tanda  yang  berarti  bahwa  perekonomian kawasan akan pulih dalam waktu dekat, demikian sebuah survey menunjukkan, mendukung pandangan bahwa bank‐bank  besar di zona euro akan melonggarkan kebijakan moneternya dalam pekan ini.  

• Sebuah survey bisnis yang meliputi ribuan perusahaan mengindikasikan ekonomi zona euro kembali mengalami kontraksi antara April  dan Juni, begitupula dengan resesi di Inggris yang akan berlanjut dalam 3 kuartal berturut‐turut. 

• Serangkaian data PMI tidak mengubah pandangan bahwa ECB akan memangkas suku bunganya ke rekor terendah yang baru pada hari  Kamis, atau bank sentral Inggris (BoE) akan mencetak uang untuk membeli obligasi lagi. 

• Markit's Eurozone Composite PMI direvisi naik ke 46.4 di bulan Juni dari laporan awalnya 46.0 yang sama dengan data bulan Mei, namun  indeks masih di bawah angka 50 yang mengindikasikan sektor mengalami kontraksi selama 9 bulan dalam 10 bulan terakhir. 

• Sedangkan koreksi tajam pada harga minyak membuat inflasi stabil di level terendah 16 bulan di 2.4% di bulan Juni, sebuah kondisi yang  memperkuat ekspektasi pasar bahwa ECB kemungkinan akan memangkas suku bunganya sebesar 25 basis poin ke level 0.75%. 




U.K.
• Sterling  melemah  terhadap  dolar  AS  pada  sesi  Rabu  tertekan  rilis  data  aktifitas  sector  jasa  Inggris  yang  melemah  lebih  dari  perkiraan  pada  periode Juni, meningkatkan ekspektasi bahwa BoE akan menggelontorkan stimulus tambahan guna menopang pemulihan ekonomi. Pelaku pasar  dalam beberapa sesi terakhir memprediksi BoE akan melakukan pelonggaran moneter pada sidangnya Kamis 05 Juli, namun kebijakan tersebut  diperkirakan tidak akan berdampak besar bagi kinerja pound karena keputusan tersebut telah luas diantisipasi sebelumnya.  

• Volume perdagangan menyusut sehubungan libur nasional Hari Kemerdekaan Amerika 04 Juli. Investor juga cenderung mengambil posisi wait  and see menjelang sidang ECB dan BoE pada sesi Kamis. Namun demikian piund cenderung stagnan terhadap euro menjelang sidang ECB dan  BoE.  

• BoE  diperkirakan  akan  meningkatkan  pembelian  aset  berlandaskan  program  pelonggaran  kuantitatif  senilai  50  miliar  poundsterling.  Dengan  kenaikan  program  QE  baisanya  berdampak  negative  terhadap  kinerja  mata  uang,  namun  para  analis  memperkirakan  pound  cenderung  akan  menguat terhadap euro karena prospek ekonomi di zona eropa masih lebih buruk daripada di Inggris.  

• Data yang dilansir oleh Markit/CIPS memperihatkan aktifitas sector jasa Inggris, yang mencakup ¾ dari total ekonomi negara tersebut mengalami  penurunan  ke  level  terendahnya  sejak  8‐bulan  terakhir  di  51.3,  meksipun  masih  berada  diatas  ambang  batas  ekspansi.  Data  tersebut  memperburuk prospek ekonomi setelah aktifitas sector manufaktur dan konstruksi juga mengalami pelemahan. 




JAPAN
  • Dolar masih bertengger di atas areal 79 yen ditengah minimnya sentimen pasar, sementara menunggu hasil keputusan sidang ECB Kamis  ini. Dolar sempat mengalami tekana jual oleh para eksportir Jepang, namun kemudian bergerak dalam kisaran sempit.  
  • Pasar masih memusatkan perhatian pada sidang ECB hari Kamis ini yang diprediksi akan memangkas suku bunganya sebesar 25 basis  poin.  
  • Dolar  dan  yen  berpeluang  untuk  melonjak  naik  terhadap  euro  jika  ECB  tidak  jadi  memangkas  suku  bunganya  untuk  mendongkrak  perekonomiannya.  Namun  jika  ECB  memangkas  suku  bunganya,  maka  akan  mendorong  minat  pada  aset‐aset  beresiko,  dan  akan  melemahkan dolar dan yen.  
  • Pasar juga menantikan rilis data ketenagakerjaan AS pada hari Jumat untuk melihat peluang The Fed melanjutkan kebijakan moneter  longgar tahap 3 atau yang biasa disebut dengan quantitative easing (QE).  Libur pasar AS bekaitan dengan Hari Kemerdekaan negara tersebut telah membuat pasar bergerak relatif sepi Rabu kemarin. 




AUSTRALIA
• Penjualan ritel di Australia pada periode Mei mengungguli ekspektasi, para analis memperkirakan ini merupakan dampak dari pemangkasan suku bunga  dan pembayaran pemerintah kepada masyarakat sebagai kompensasi dari skema pajak karbon yang akan diterapkan. Data tersebut sempat mengangkat  kinerja  Aussie  dolar  ke  level  tertingginya  sejak  2‐bulan  terakhir.  Penjualan  ritel  untuk  periode  Juni  bahkan  diyakini  akan  mengungguli  data  Mei  karena  tingkat suku bunga acuan yang lebih rendah.  

• Perhatian  pelaku  pasar  tertuju  pada  sidang  ECB  dan  BoE  pada  sesi  Kamis  ini,  dimana  para  analis  memperkirakan  dengan  pelonggaran  moneter  yang  diperkirakan  akan  ditempuh  oleh  kedua  bank  sentral  tersebut  dengan  kemungkinan  stimulus  keuangan  pemerintah  Cina  dalam  waktu  dekat  akan  meningkatkan kinerja mata uang beresiko seperti Aussie dolar.  

• Data  terakhir  dari  Cina  memperlihatkan  bahwa  aktifitas  sektor  jasa  berdasarkan  laporan  HSBC  mengalami  pertumbuhan  paling  lemah  dalam  10‐bulan  terakhir pada periode Juni. Kondisi tersebut meningkatkan ekspektasi pelonggaran moneter lanjutan dari otoritas Cina.




SWISS
• Dolar AS menguat terhadap Swiss franc pada sesi Rabu ditunjang pelemahaneuro seiring ekspektasi pemangkasan suku bunga ECB pada sidangnya Kamis  05 Juli. Sementara itu volume perdagangan relatif tipis sehubungan libur nasional Hari Kemerdekaan Amerika 04 Juli. Kinerje franc cenderung mengikuti  kinerja euro sehubungan kebijakan pematokan kurs euro terhadap franc yang ditetapkan bank sentral – SNB sejak September 2011 silam dengan ambang  batas 1.20 franc per euro.  

• Sementara itu data pada akhir minggu ini akan menunjukkan berapa besar dana yang digunakan oleh SNB untuk mempertahankan batas pematokan kurs  euro  terhadap  franc  sepanjang  periode  Juni.  Cadangan  mata  uang  asing  SNB  melonjak  pada  periode  Mei.  Dalam  beberapa  sesi  terakhir,  SNB  dan  pemerintah  terus menegaskan  komitmennya  untuk  mempertahankan  pematokan  kurs  euro  terhadap  franc  dengan  pembelian  mata  uang  asing  dalam  jumlah tak terbatas.  

Wednesday, July 4, 2012

Headline News 04.07.12


US & GLOBAL
• Bursa saham global menguat diiringi rebound euro yang ditunjang harapan bahwa bank sentral global akan bertindak untuk menguatkan ekonomi dunia menyusul lemahnya rilis data sektor manufaktur awal pekan akibat hambatan pada pertumbuhan dari krisis utang zona euro.


• Euro naik di atas level 1,26 sementara pasar ekuitas AS dan Eropa menguat dalam sesi perdagangan yang relatif tipis karena investor memperbaharui posisi seiring ekspektasi bahwa ECB akan memangkas suku bunga pada sidangnya Kamis 05 Juli.


• Pasar saham AS ditutup lebih cepat pada pada sesi Selasa menjelang liburan Hari Kemerdekaan pada Rabu 04 Juli. Investor memprediksi ECB dan Bank of England akan melakukan tindakan lebih lanjut untuk mengatasi melambatnya pertumbuhan ekonomi.


• Bursa saham Eropa ditutup di level tertinggi sejak 2‐bulan terakhir dan bursa saham AS naik berturut‐turut dalam 3‐sesi terakhir seiring harapan investor bahwa para pengambil kebijakan akan membantu mengatasi krisis pasar keuangan yang dipicu krisis eropa.


• Indeks Dow Jones Industrial Average <DJI.> ditutup naik 72,43 poin atau 0,56 persen pada 12,943.82. Indeks Standard & Poor 500 <. SPX> menguat 8,51 poin atau 0,62 persen, pada 1,374.02. Nasdaq Composite Index <. IXIC> naik 24,85 poin atau 0,84 persen, pada 2,976.08.


• Di Eropa, indeks FTSEurofirst 300 <FTEU3.> naik 1 persen menjadi 1,046.11, penutupan tertinggi sejak tanggal 1 Mei. The STOXX Euro 50 <STOXX50E.> naik 1,2 persen menjadi 2,320.43 poin, menandai penutupan tertinggi sejak 27 April.


• Para analis mengharapkan ECB akan memangkas suku bunga sebesar 25 bps dan mungkin akan menerapkan langkah "nonstandar" ‐ seperti mengaktifkan kembali program pembelian obligasi atau menawarkan likuiditas berbiaya murah. Bank of
England juga diperkirakan akan me‐restart kembali program pelonggaran kuantitatif dengan menambah pembelian senilai 50 miliar pound.


• Dengan adanya prospek tindakan dari bank sentral, mengangkat performa emas dan komoditas lain, termasuk tembaga dan minyak. Minyak mentah jenis Brent Crude melonjak di atas 100 USD per barel untuk pertama kalinya dalam tiga minggu karena ketegangan di Iran meningkatkan kekhawatiran tentang ancaman terhadap pasokan.


• Data menunjukkan factory orders di AS naik lebih dari yang diharapkan pada bulan Mei.


• Indeks bursa saham global yang terangkum dalam MSCI <MIWD00000PUS.> naik 1,0 persen menjadi 316,54.


• Harga obligasi AS menurun karena aksi ambil untung pelaku pasar. Obligasi tenor 10‐tahun AS <US10YT=RR> harganya turun 12/32 dengan imbal hasil 1,626 persen.


• Dolar melemah terhadap mata uang utama dunia lainnya, dimana indeks dolar AS turun 0,09 persen ke 81,796. Sedangkan euro <EUR=> naik 0,17 persen ke kisaran 1,2607.


• Minyak mentah naik, minyak mentah Brent <LCOc1> naik 3,26 USD per barrel menjadi 100,60 USD per barel dan minyak mentah AS <CLc1> naik 3,66 US ke 87,41 USD per barel. Harga spot emas <XAU=> naik 24,22 USD menjadi 1,619.90 USD
per troy ounce.


GOLD & COMMODITIES
• Harga emas sempat naik 1.5 persen ke level tertingginya dalam dua minggu Selasa lalu, karena tanda‐tanda perlambatan  ekonomi  AS  yang  mendorong  ekspektasi  investor  bahwa  bank  sentral  diseluruh  dunia  akan  memperkenalkan  stimulus  moneter terbaru.  


• Logam mulia juga diuntungkan dari inflation‐hedge buying karena rally tajam pada crude oil dari meningkatnya tensi pada  program nulkir Iran. 


• Spot emas <XAU=> naik 1.6 persen dalam hariannya ke level $1,622.16 per ons pada pukul 12:15 p.m. EDT (1615 GMT).




OIL & COMMODITIES
• Brent crude sempat naik 3 persen dan mendorong kembali diatas level $100 per barrel Selasa lalu karena memuncaknya  tensi  berkenaan  dengan  program  nuklir  Iran  yang  memicu  ancaman  pasokan,  sementara  itu  harapan  untuk  stimulus  ekonomi juga mendukung harga oil bersamaan dengan ekuitas.  


• Keduanya Brent dan U.S. crude mengalami rally lebih dari $4 pada intraday, dengan Brent berada diatas level $100 untuk  pertama kalinya sejak 11 Juni.  


• Iran mengklaim telah berhasil untuk mencoba kemampuan rudalnya untuk menghantam Israel dalam merespon ancaman  dari tindakan militer terhadap Islamic Republic berkenaan dengan ambisi nuklirnya. 



EURO ZONE
• Suku bunga pinjaman antar bank turun pada hari Selasa ke level terendahnya selama lebih dari 2 tahun menyusul ekspektasi bank sentral Eropa (ECB) akan memangkas suku bunganya pekan ini. Sidang ECB hari Kamis besok akan memutuskan tingkat suku bunga dan sebanyak 48 dari 71 ekonom yang disurvey Reuters mengatakan ECB akan memangkas suku bunganya di bawah level terendahnya saat ini 1.0%.


• Sedangkan yang menjadi pertanyaan penting saat ini adalah apakah ECB juga akan memangkas suku bunga deposito yang saat ini sebesar 0.25%. Suku bunga tersebut berlaku sebagai level dasar untuk level pasar uang, dimana jika mengalami pemangkasan maka akan membuka peluanag untuk suku bunga antar bank melanjutkan penurunannya. Three-month Euribor rates <EURIBOR3MD=>, yang dijadikan sebagai barometer utama untuk suku bunga antar bank, turun ke 0.650% dari 0.652%, menembus level terendahnya sejak April 2010.


• ECB diprediksi akan memangkas suku bunganya ke level terendahnya pada hari Kamis besok tapi mungkin perlu berbuat lebih banyak untuk memuaskan pasar keuangan yang sudah mulai bertanya-tanya tentang soliditas langkah-langkah untuk mengatasi krisis zona euro pada KTT pekan lalu.
Inflasi yang stabil dan sejumlah indikator kinerja ekonomi yang buruk, termasuk tanda-tanda melemahnya indikator ekonomi Jerman, memberikan alasan bagi ECB untuk mendukung kesepakatan KTT Uni Eropa dengan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 0,75%.


• Semenatar itu data ekonomi yang dirilis Selasa kemarin menunjukkan indeks harga pabrikan (PPI) turun lebih tajam dari perkiraan di bulan Mei menyusul biaya energi turun tajam, memperkuat indikasi pemangkasan suku bunga oleh ECB pekan ini untuk mendorong pemulihan ekonominya yang tersendat.




U.K.
• Sterling  relatif  stagnan  baik  terhadap  euro  maupun  dolar  AS,  tidak  terlalu  terpengaruh  rilis  data  sektor  konstruksi  yang  melemah.  Pelaku  pasar  lebih  menantikan  hasil  sidang  ECB  dan  BoE  pekan  ini,  dimana  ECB  diperkirakan  memangkas  suku  bunga  dan  BoE  diprediksi  akan  menaikkan  dana  dlam  pembelian aset senilai 50 miliar poundsterling. Jika benar terjadi, kedua skenario tersebut  berpotensi mengangkat performa sterling terutama terhadap  euro. 


• Perekonomian Inggris terlalu lemah untuk bisa mendorong pemulihan yang berarti, sebagaimana nampak dalam laporan aktifitas sektor konstruksi untuk  periode  Juni  yang  turun  paling  pesat  sejak  2‐1/2  tahun  terakhir,  berdasarkan  laporan  dari  the  British  Chambers  of  Commerce.  Prospek  suram  perekonomian tersebut semakin meningkatkan tekanan bagi bank sentral – BoE untuk melakukan upaya pelonggaran moneter guna menopang pemulihan  ekonomi. Berdasarkan prediksi dari the British Chambers of Commerce, PDB Inggris untuk periode 2012 hanya akan bertumbuh 0,1 persen, dan baru akan  bangkit pada 2013 dengan kenaikan 1,9 persen jika ekspor terhadap negara di luar zona eropa masih cukup kuat.  


• Pada sesi  Rabu  04 Juli perhatian investor akan tertuju pada rilis data  aktifitas sektor jasa untuk periode Juni yang diperkirakan mengalami penurunan  menjadi 52.8, meskipun masih berada pada batas ekspansi. Sektor jasa merupakan sektor yang paling dominan di Inggris, karena mencakup lebih dari 70  persen dari total ekonomi negara tersebut. 




JAPAN
• Yen Jepang diprediksi akan tetap kuat untuk sisa tahun ini karena ekspektasi bank sentral dunia lainnya akan mendorong pencetakan uang untuk mendukung ekonomi mereka, demikian jajak pendapat Reuters menunjukkan, Selasa. Jajak pendapat memperkirakan yen kemudian akan mulai melemah pada awal 2013.


• Sebuah jajak pendapat lebih dari 60 pakar ekonomi yang diambil antara 29 Juni dan 3 Juli menunjukkan perdagangan dolar/yen pada 80 yen antara saat ini dan September. Sementara dalam waktu satu tahun, yen diprediksi akan melemah ke 84 yen per dolar. 




AUSTRALIA
• Bank sentral Australia Selasa lalu mempertahankan tingkat suku bunganya 3.5 persen karena sebagai pengukur apakah kembalinya dipangkas siap  untuk cukup melindungi  ekonomi yang kaya sumber daya tersebut dari kesuraman global.  


• Australian dollar <AUD=D4> sedikit menguat karena Reserve Bank of Australia (RBA) membuat untuk tidak menyebutkan apakah kemungkinan  melemah kembali, meskipun tidak menutup pintu dari pilihan tersebut.  


• "As a result of the sequence of earlier decisions, there has been a material easing in monetary policy over the past six months," tulis Gubernur RBA  Glenn Stevens.  


• "The Board judged that with inflation expected to be consistent with the target and growth close to trend, but with a more subdued international  outlook than was the case a few months ago, the stance of monetary policy remained appropriate."  


• Australian dollar telah naik ke level tertingginya dalam dua bulan yang didukung penguatan data domestic building.  


• Pada pukul 1700 AEST Selasa lalu, Australian dollar diperdagangkan pada level 102.64 sen AS, naik dari level 102.25 sen Senin sebelumnya, level  terkuatnya terhadap mitra AS sejak awal Mei.  




SWISS
• Swiss  franc  naik  terhadap  dollarSelasa  lalu,  bergerak  bersamaan  dengan  sedikit  naiknya  euro,  karena  perhatian  berbalik  kpada  meeting  dari  European Central Bank Kamis ini.  


• The franc sebagian besar telah dipantau mata uang tunggal sejak Swiss National Bank yang membatasi 1.20 francs terhadap euro September lalu,  setelah  investor  mengkhawatirkan    kekhawatiran  mengenai  krisis  utang  zona  euro  yang  mendorong  safe‐haven  unit  naik  20  persen  dalam  beberapa bulan.  


• Ketua SNB Thomas Jordan mengatakan the franc masih overvalued dan bank  sentral menetapkan  "ready to defend the minimum exchange rate  of the currency with unlimited purchases," katanya pada German daily Handelsblatt dalam suatu wawancara.  

Tuesday, July 3, 2012

Headline News 03.07.12


US & GLOBAL
• Bursa  saham  AS  ditutup  menguat  pada  sesi  Senin  disebabkan  rilis  data  aktifitas  manufaktur  AS  yang  lemah  justru  mengangkat  spekulasi  The  Federal  Reserve  akan  kembali  mengambil  langkah  pelonggaran  untuk  meningkatkan  perekonomian, meski kekhawatiran ekonomi global memburuk kemudian menekan kinerja euro dan minyak. 

• Aktifitas sektor manufaktur di Amerika Serikat, zona euro, Cina dan Brasil semua mengalami penurunan pada periode Juni,  dimana pabrik‐pabrik di hampir semua kawasan merasakan dampak dari krisis utang Eropa. 

• Data dari Institute for Supply Management awalnya menekan kinerja bursa Wall Street. Namun kemudian indeks S&P 500  dan  Nasdaq  berakhir  menguat,  analis  menyatakan  dengan  lemahnya  data  aktifitas  sektor  manufaktur,  meningkatkan  kemungkinan  The  Federal  Reserve  akan  melakukan  pembelian  obligasi  lanjutan,  yang  dikenal  sebagai  pelonggaran  kuantitatif, atau QE3, untuk menopang perekonomian. 

• Indeks Dow Jones Industrial Average <DJI.> turun 8,70 poin atau 0,07 persen ke 12,871.39. Indeks Standard & Poor  500 <.  SPX> menguat 3,35 poin atau 0,25 persen ke 1,365.51. Sedangkan Nasdaq Composite Index <IXIC.> naik 16,18 poin atau  0,55 persen ke 2,951.23. 

• Bursa ekuitas Eropa berakhir menguat ke penutupan tertinggi dalam dua bulan terakhir menyusul antisipasi investor akan  kemungkinan tindakan lebih lanjut setelah Uni Eropa menyepakati langkah‐langkah untuk mengurangi melonjaknya biaya  pinjaman di Italia dan Spanyol, yang juga secara langsung merekapitalisasi bank regional. Indeks Pan‐Eropa FTSEurofirst 300  <FTEU3.> ditutup naik 1,4 persen ke 1,035.32. 

• Data‐data ekonomi juga turun menekan kinerja euro terhadap dolar, sementara dolar AS justru turun terhadap yen. 

• Harga  minyak  turun  lebih  dari  1  persen  di  tengah  kekhawatiran  pelemahan  ekonomi  dunia  lebih  cepat  dari  yang  telah  diantisipasi, sementara disisi lain obligasi naik.. 

• Euro  tertekan  setelah  pemerintah  Finlandia  dan  Belanda  menentang  rencana  dana  bailout  permanen  zona  euro  untuk  membeli  obligasi  pemerintah  di  pasar  sekunder,  kondisi  mana  meningkatkan  keraguan  tentang  kesepakatan  yang  diumumkan Jumat pekan untuk menjaga Spanyol dan Italia jatuh lebih dalam hutang dan krisis perbankan. 

• Euro <EUR=> ditutup melemah ke kisaran 1,2585 terhadap dolar AS. 

• Imbal hasil obligasi Spanyol naik menyusul meredanya euforia atas kesepakatan zona euro untuk menstabilkan pasar utang  seiring kekhawatiran atas potensi rintangan implementasi langkah tersebut dan prospek pertumbuhan global yang tidak  menentu. Imbal hasil obligasi Spanyol tenor 10‐tahun <ES10YT=TWEB> ditutup menguat. 

• Sedangkan harga obligasi Amerika naik seiring meningkatnya aksi safe haven buying, meskipun volume perdagangan relatif  tipis menjelang liburan 04 Juli.  

• Rilis data manufaktur global turut menekan harga minyak dunia seiring kekhawatiran bahwa pertumbuhan ekonomi yang  melambat berarti menurunkan permintaan akan komoditas. Harga minyak mentah berjangka AS <CLc1> ditutup melemah  1.21 USD ke 83,75 USD per barel.  
GOLD & COMMODITIES
• Harga emas sempat melorot Senin lalu setelah rally tajamnya hari sebelumnya, menekan kenaikannya terhadap euro dan  komoditas  lainnya  karena  adanya  pantulan  yang  membawa  pasar  finansial  yang  ditandai  oleh  rencana  Uni  Eropa  untuk  meredakan krisis utang.  

• Emas naik 3 persen Jumat lalu, kenaikan terbesar dalam satu hari sejak 1 Juni, setelah para pemimpin zona euro menyetujui  pada  summit  dari  langkah  memangkas  borrowing  costs  di  Italia  dan  Spanyol  dan  menopang  perbankan  regional,  yang  membawa penguatan dari meluasnya rally pasar uang.




OIL & COMMODITIES
• Harga  oil  melorot  kembali  Senin  lalu  karena  penurunan  data  manufaktur  dari  AS,  Eropa  dan  Cina  yang  menekankan  mengenai  permasalahan  perlambatan  pertumbuhan  ekonomi  dan  menghasilkan  tekanan  pada  permintaan  dari  bahan  bakar.  

• Dalam  perdagangan  yang  choppy,  penurunan  sempat  melemah  dari  berita  bahwa  Iran's  National  Security  and  Foreign  Policy Committee telah menyusun rancangan untuk Iran dalam mencoba menghentikan oil tankers dari pengapalan crude  melalui Selat Hormuz.  

• Berlanjutnya permasalahan mengenai krisis zona euro juga menekan oil karena kegairahan untuk perjanjian bank bailout  Uni Eropa memudar setelah perjanjian membantu untuk mendorong harga crude Jumat lalu ke tingkat kenaikan terbesar  empat harinya yang pernah tercatat.  

• Tetapi  crude  mendapat  dukungan  dari  pemogokan  pekerja  minyak  di  Norwegian  offshore  oil  saat  ini  dalam  minggu  keduanya.
EURO ZONE
• Euro terkoreksi terhadap dolar, sementara dolar melemah terhadap yen seiring meningkatnya risk aversion setelah sebuah laporan menunjukkan sektor  manufaktur AS diluar dugaan terkontraksi di bulan Juni untuk pertama kalinya sejak Juli 2009. 

• Data  tersebut  merupakan  indikasi  berikutnya  yang  menunjukkan  pemulihan  ekonomi  AS  tengah  melambat  dan  menambah  ketidakpastian  diantara  investor mengenai kesepakatan untuk menstabilkan pasar obligasi zona euro. 

• Sementara  yang  meresahkan  investor  adalah  oposisi  dari  Finlandia  dan  Belanda  untuk  penggunaan  dana  bailout  permanen  zona  euro  untuk  membeli  obligasi pemerintah di pasar sekunder. Sikap kedua negara melenyapkan sentimen positif dari kesepakatan pertemuan puncak pekan lalu di mana para  pemimpin Eropa memutuskan bahwa dana penyelamatan akan tersedia untuk menstabilkan pasar obligasi.   

• Kondisi  Eropa  masih  akan  menjadi  sorotan  untuk  melihat  apakah  ECB  akan  melonggarkan  kebijakan  ekonominya  lebih  lanjut.  ECB  diprediksi  akan  memangkas suku bunganya sebesar 25 basis poin menjadi 0.75% pada hari Kamis. Pelaku pasar berharap ECB akan mengumumkan langkah‐langkah untuk  mendongkrak pertumbuhan ekonominya. Pasar akan kecewa jika ECB tidak menggulirkan langkah‐langkah kebijakan yang diharapkan.  

• Pengangguran di zona euro naik ke rekor tinggi baru pada bulan Mei, didorong oleh PHK di Perancis, Spanyol dan bahkan Austria yang dipandang stabil,  karena krisis utang selama 2‐1/2 tahun terus menggerogoti ekonomi zona euro yang masih rapuh.  Sekitar 17.56 juta orang kehilangan pekerjaan di 17 negara zona euro pada bulan Mei, atau 11,1% jumlah populasi pekerja, level tertinggi yang baru sejak  tahun 1995, demikian dilaporkan kantor statistik Uni Eropa, Eurostat, hari Senin. 




U.K.
• Sterling masih menguat terhadap euro seiring mulai pudarnya optimisme investor pada hasil euro zone summit akhir pekan lalu. Euro mendekati level  psikologis 80 terhadap sterling, dimana para analis memperkirakan penurunan dibawah level tersebut akan memberikan tekanan lebih lanjut menuju level  terendah sejak 3‐1/2 tahun terakhir di 79.505 pence. Sementara itu terhadap dolar AS sterling sempat berhasil mencapai session high di 1.5721 sebelum  akhirnya ditutup pada kisaran 1.5693.   

• Aktifitas  sektor  manufaktur  Inggris  pada  periode  Juni  mengalami  kotraksi  sepanjang  dua  bulan  terakhir  akibat  penurunan  factory  orders,  demikian  berdasarkan data dari Markit / CIPS. Kondisi ini menguatkan ekspektasi bahwa BoE akan meningkatkan jumlah dana dalam pelonggaran kuantitatif guna  menopang pemulihan ekonomi.  

• Para  analis  memperkirakan  data  manufaktur  ini  akan  semakin  memberati  pertumbuhan  ekonomi  kuartal  kedua  dan  GDP  diperkirakan  akan  kembali  melemah dalam 3 kuartal secara berturut‐turut. Dengan tekanan inflasi yang kian melemah, dan data ekonomi yang juga menurun, BoE dalam sidangnya  pekan  ini  diperkirakan  akan  meningkatkan  dana  yang  digunakan  dalam  program  pelonggaran  kuantitatifnya  hingga  sebesar  50  miliar  poundsterling  (sehingga mencapai total 375 miliar pound). 




JAPAN
• Optimisme dikalangan pebisnis manufaktur Jepang meningkat untuk pertama kalinya dalam 3 kuartal dan sentimen sektor jasa menembus level tertinggi 4  tahun, demikian survey BOJ tankan untuk periode Juni menunjukkan. Data tersebut mengisyaratkan ekonomi Jepang tengah memulih. 

• Pabrikan besar memprediksi kondisi akan membaik dalam 3 bulan kedepan dan berencana menaikkan belanja modal di tahun fiskal saat ini hingga Maret  2013.  Rilis  optimis  BOJ  tankan  tersebut,  yang  merefleksikan  tren  ekonomi  secara  luas,  nampaknya  akan  mendorong  BOJ  untuk  menunda  kebijakan  pelonggaran moneter di minggu depan. 

• Pasar memprediksi BOJ akan menawarkan kelanjutan stimulus moneter pada rivew kuartalannya pekan depan (11‐12 Juli) untuk menunjukkan tekadnya  dalam mengatasi deflasi. 

• Deputi Gubernur BOJ Hirohide Yamaguchi Senin kemarin mengatakan bahwa nilai tukar yen yang kuat akan berpotensi menekan sentimen bisnis, sebiah  sinyal bahwa BOJ siap menarik pelatuk intervensi jika resiko terhadap kondisi ekonomi yang rapuh kian meningkat.




AUSTRALIA
• Australian dollar berlanjut untuk diperdagangkan diatas level 102 sen AS mengikuti perkembangan yang nyata dari summit penting para pemimpin  Eropa akhir pekan lalu.  

• Pada pukul 1700 AEST Senin lalu, Australian dollar diperdagangkan pada level 102.25 sen AS, naik dari level 101.78 sen pada penutupan Jumat lalu. 

• Mata  uang  lokal  naik  pada  awalnya  Jumat  sebelumnya,  mengikuti  berita  bawah  para  pemimpin  Eropa  telah  menjembatani  perjanjian  untuk  mendukung perbankan regionalnya.  

• Currency strategist RBC Michael Turner mengatakan dollar telah turun tipis kembali sejak Senin pagi, ketika sempat diperdagangkan pada level  102.60 sen AS.  

• Harga  Australian  bond  future  telah  anjlok  dari  berita  bahwa  para  pemimpin  Eropa  telah  mencapai  kesepakatan  untuk  memberikan  dukungan  langsung pada perbankan regional yang sakit.  




SWISS
• Aktivitas manufaktur Swiss melorot sedikit banyak dari ekspektasi pada bulan Juni, data menunjukkannya Senin lalu, tetapi indeks masih dibawah  tanda‐tanda  pertumbuhan,  menunjukkan  penurunan  pada  negara  tetangganya  zona  euro  yang  tertekan  dalam  semester  keduanya  dalam  tahunan.  

• Indeks Swiss purchasing managers disusun oleh Credit Suisse yang naik pada seasonally adjusted 48.1 poin pada bulan Juni dari 45.4 poin dalam  bulan sebelumnya, bahkan melewati level tertinggi perkiraan 45.0 poin pada Reuters poll <ECONCH>  

• Tetapi  data  saat  ini  masih  dibawah  level  50  yang  mana  memisahkan  pertumbuhan  dari  kontraksi  untuk  sembilan  dari  sepuluh  bulan,  menunjukkan confidence pada sektor yang masih menguat dihubungkan dengan perkembangan dalam zona euro.  

• Swiss National Bank bersiap untuk menahan the franc yang bertekad maksimal dan tidak ada alternatif untuk kebijakan pada masa yang akan  datang, kepala bank sentral mengatakan dalam wawancara yang dipublikasikan hari Minggu.  

• Untuk melindungi perekonomian dari ancaman deflasi dan resesi, bank menetapkan batasan 1.20 francs terhadap euro akhir September setelah  investor menghindari gejolak pada zona euro yang menekan safe‐haven franc untuk ditutup pada paritas terhadap mata uang tunggal.