title cover

title cover

Tuesday, September 25, 2012

Headline News 25.09.12


US & GLOBAL
• Pasar saham dan euro melemah Senin lalu karena investor melihat pengumuman sebelumnya dari rencana bank sentral  untuk fokus pada pelemahan data ekonomi Jerman dan krisis utang zona euro yang belum terselesaikan.  

• Bursa  saham  AS  mengikuti  tren  global  dari  melemahnya  laporan  data  dari  Jerman.  Survei  Beige  Book  Cina  mendeteksi  optimisme pelemahan bisnis yang menambah kekhawatiran investor pada prospek pertumbuhan ekonomi global. Indeks  MSCI world equity <.MIWD00000PUS> melorot 0.4 persen ke level 336.27.  

• Minutes  sebelum  penutupan,  Caterpillar  memangkas  perkiraan  earning‐nya  untuk  tahun  2015,  mencatatkan  anjloknya  ekonomi dunia. Sahamnya menurun 0.9 persen ke level $90.87 dan ikut menekan indeks Dow. Setelah pembukaan, saham  Caterpillar's anjlok 2.1 persen ke level $88.99.  

• Permasalahan mengenai perlambatan ekonomi global juga digambarkan dalam saham‐saham sektor energi dan teknologi,  dengan indeks S&P energy <.GSPE> turun 0.5 persen dan indeks S&P 500 technology <.GSPT> berkurang 0.8 persen.  

• Tetapi S&P 500 mencatatkan kenaikan 7.6 persen dalam kuartalannya. Para analis mengatakan investor kemungkinan saat  ini berpartisipasi dalam "window dressing," dimana para fund manager menambahkan beberapa keunggulan dari portfolio‐ nya.  

• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> berkurang 20.55 poin, atau 0.15 persen, ke level penutupan13,558.92. Indeks  Standard  &  Poor's  500  <.SPX>  anjlok  3.26  poin,  atau  0.22  persen,  ke  level  1,456.89.  Indeks  Nasdaq  Composite  <.IXIC>  melorot 19.18 poin, atau 0.60 persen, untuk ditutup di level 3,160.78.   

• Sebaliknya, saham dari Google Inc <GOOG.O>, mesin pencari No. 1 didunia, naik ke level tertingginya $750.04 karena analis  mengatakan  bisnis advertising yang  kuat  dan pendapatannya membuat perusahaan  lebih  menarik  dibandingkan  dengan  pendatang baru pada media sosial. 

• Euro merosot ke level terendah yang lebih dari satu minggu terhadap dollar dan yen Senin lalu karena laporan sentimen  bisnis  Jerman  dan  ketidakpastian  mengenai  gejolak  utang  Spanyol  yang  menambah  permasalahn  mengenai  anjloknya  ekonomi  zona  euro.  Euro  tertekan  ke  level  terendahnya  di  level  $1.2889,  terendah  sejak  13  Sept.  Terakhir  telah  diperdagangkan pada level $1.2921 <EUR=>, turun 0.5 persen.  

• Kenaikan  dalam  harga  Treasuries  AS  Senin  lalu  karena  kekhawatiran  mengenai  perlambatanekonomi  global,  dan  yields  turun kembali dibawah level yang telah diperdagangkan sebelum the Fed meluncurkan easing putaran ketiga yang terjadi  minggu sebelumnya.  

• Emas melemah Senin lalu, turun dari level tertinggi yang mendekati tujuh bulan dengan meluasnya penurunan crude oil  yang mendorong aksi ambil untung investor. Spot emas <XAU=> turun  0.6 persen ke level $1,762.20 per ons  pada pukul  2:11 p.m. EDT (1811 GMT). 

• Brent crude oil futures <LCOc1> melorot  $1.61 untuk di settle ke level $109.81 per barrel Senin lalu, ditekan turun oleh  kekecewaan data Jerman yang memicu permasalahan mengenai pertumbuhan ekonomi global. International benchmark  crude diperdagangkan pada level terendahnya $108.78 per barrel dalam aktivitas intraday. 

GOLD & COMMODITIES
• Harga emas merosot mendekati 1 persen Senin lalu, tertekan kembali dari level tertinggi dalam 6‐1/2 bulan, karena dollar  naik dan aset‐aset seperti higher risk, seperti saham‐saham, euro dan komoditas lainnya seperti crude oil, melemah.  

• Metal masih didukung sebenarnya oleh ekspektasi untuk penguatan harga jangka panjang, setelah bank sentral termasuk  the Fed dan European Central Bank mengumumkan putaran dari pelonggaran kebijakan moneter pada awal bulan ini.  

• "There is no question that gold is consolidating its recent gains, but every dip seems to be bought," kata Anthony Neglia,  presiden pada Tower Trading dan COMEX gold options floor trader.   

• The Fed bulan ini meluncurkan quantitative easing putaran ketiga‐ mencetak uang untuk membeli obligasi – dengan akan  membeli $40 milyar sebulan dalam obligasi yang  didukung mortgage hingga outlook untuk pasar tenaga kerja membaik  secara mendasar.  

• Kedepannya  monetary  easing  kemungkinan  untuk  membuat  tekanan  pada  tingkat  suku  bunga  jangka  panjang,  yang  menjaga  opportunity  cost  untuk  memegang  emas  pada  level  terendahnya,  dan  untuk  menekan  dollar,  yang  mendorong  liquidity, dan memicu kekhawatiran mengenai inflasi kedepannya.  


OIL & COMMODITIES
• Harga  oil  merosot  lebih  dari  1  persen  Senin  lalu,  ditekan  turun  oleh  kekecewaan  data  ekonomi  Jerman  yang  menekan  pertumbuhan ekonomi dnia dan pada outlook untuk permintaan oil.   

• Brent crude oil merosot ke level dibawah $110 per barrel Senin lalu, ditekan turun oleh kekhawatiran berkenaan dengan  pelemahan ekonomi global setelah data Jerman yang mengecewakan dan menguatnya dollar.  

• Antusiasme awal telah memudar berkenaan dengan rencana langkah stimulus dan langkah dari bank sentral di AS, Eropa  dan Jepang untuk mendorong asset markets karena data telah menunjukkan tingkat pertumbuhan yang masih melambat  dan consumer confidence yang menurun.  

• Sentimen  bisnis  Jerman  melorot  dalam  rangkaian  lima  bulannya  pada  September,  Ifo  yang  didasarkan  para  pemikir  di  Munich  mengatakannya  Senin  lalu,  suatu  tanda  perusahaan  telah  terpukul  oleh  krisis  utang  zona  euro  yang  menekan  permintaan dan  investasi. 

EURO ZONE
• Euro terkoreksi ke level terendah selama lebih dari sepekan terhadap dolar dan yen dipicu buruknya rilis data sentimen bisnis Jerman dan ketidakpastian mengenai  utang yang melanda Spanyol telah menambah keprihatinan terhadap prospek memburuknya perekonomian zona euro. 

• Melemahnya sentimen bisnis Jerman di bulan September ke level terendah sejak awal 2010 telah menambah kekhawatiran seputar prospek melemahnya ekonomi  Jerman, meskipun ada rencana pembelian obligasi oleh ECB akhir‐akhir ini. 

• Spanyol juga turut menambah beban bagi zona euro. Yield obligasi pemerintah Spanyol naik karena adanya indikasi Madrid tidak memberikan banyak kemajuan  dalam upayanya meminta dana bantuan internasional. Sedangkan yield Italia juga naik. 

• Euro diprediksi akan melemah sementara ini, setelah mengalami rally dalam beberapa pekan terakhir hingga mencatat level tertinggi 4 bulan terhadap dolar di  $1.3169 pada 17 September lalu. 

• Euro mencatat intraday low di $1.2889, level terendahnya sejak 13 September, dan terakhir bergerak di sekitar $1.2930, atau melemah 0.4%. Sedangkan terhadap  yen Jepang, euro terakhir bergerak di sekitar 100.65, atau turun 0.7%, setelah mencatat intraday low di 100.33 yen, level terendah lebih dari sepekan terakhir. 

• Indeks sentimen bisnis Jerman, Ifo index, turun ke 101.4 di bulan September dari 102.3 di bulan Agustus. Sedangkan Reuters sebelumnya memprediksi indeks akan  naik tipis ke 102.5. 

• Madrid diperkirakan akan mempresentasikan rencana rancangan anggaran untuk 2013 minggu ini dan mengumumkan reformasi struktural baru, sementara hasil  stress test pada sektor perbankan Spanyol juga akan dimumukan. Hal ini bisa berpotensi untuk permintaan bailout maksimal. 

• Namun, Menteri Ekonomi Luis de Guindos Sabtu kemarin mengatakan Spanyol tidak akan terburu‐buru untuk mencari bantuan eksternal untuk membiayai utang,  dan pejabat Uni Eropa mengatakan mereka tidak mengharapkan Perdana Menteri Mariano Rajoy untuk mencari program bantuan sebelum pemilihan regional di  Galicia pada 21 Oktober. 

• Menambah tekanan untuk Spanyol adalah resiko downgrade peringkat utang menjadi status sampah oleh lembaga pemeringkat Moody`s, serta pembiayaan kembali  senilai 27.5 milyar euro pada akhir bulan depan. 

• Selanjutnya turut membebani euro adalah kemungkinan tertundanya rilis laporan Uni Eropa / IMF mengenai apakah utang Yunani dapat dikelola. Laporan tersebut,  yang sekarang ini diprediksi akan dirilis hingga setelah 6 November, awalnya diperkirakan bulan depan.


U.K.
• Sterling bertahan terhadap dollar <GBP=D4> ke level $1.6217, menghentikan level puncaknya dalam 13‐bulan pada level $1.6310 yang dicapai  Jumat lalu ketika dibantu oleh data borrowing Inggris yang tidak seburuk besarnya ekspektasi pasar.  

• Sterling naik ke level tertingginya yang lebih dari dua minggu terhadap euro Senin lalu dari melemah dari ekspektasinya survei sentimen Jerman  dan ketidakpastian mengenai apakah dan kapan Spanyol akan mencari bailout.  

• Para  trader  mengatakan  pound  kemungkinan  juga  mendapat  dorongan  dari  pembayaran  subsidi  pertanian  Jumat  lalu  yang  dibuat  Uni  Eropa  untuk Inggris, dengan pembicaraan ini dapat bernilai 3 milyar euro, sebagaimana dilaporkan dari aliran yang terkait dengan dividend payment.  

• Inggris mengatakan Senin lalu akan mengalokasikan 1 milyar pound ($1.6 milyar) menuju negara baru yang didukung oleh business bank yang  didesain untuk memperluas pinjaman kepada perusahaan‐perusahaan kecil saat ini yang membutuhkan pinjaman dari pemberi pinjaman utama  di Inggris.  

• Orang‐orang  Inggris  mengkhawatirkan  mengenai  inflasi  yang  bertumbuh  bulan  ini,  meskipun  pandangannya  dari  keuangan  masa  yang  akan  datang yang setidaknya pesimistik dalam 2‐1/2 tahun, sebuah survei menunjukkannya Senin lalu. 


JAPAN
• Bank of Japan akan bertindak tegas dan fleksibel bila diperlukan untuk mendukung perekonomian, demikian dikatakan deputi gubernur,  sinyal kesiapan BOJ untuk memperluas stimulus bahkan setelah pelonggaran moneter pekan lalu sebagai respon dari perlambatan China  dan krisis utang Eropa yang berkelanjutan. 

• Bank sentral melonggarkan kebijakan pekan lalu dengan meningkatkan pembelian obligasi karena aktivitas manufaktur di banyak negara  telah melemah lebih dari yang diperkirakan, memukul ekspor Jepang dan output pabrik, demikian penjelasan dari Deputi Gubernur BOJ  Hirohide Yamaguchi. 

• Dolar  melemah  terhadap  yen,  diperdagangkan  di  sekitar  77.86  yen  atau  turun  0.4%.  Risk  aversion  telah  mendorong  penguatan  yen,  namun pemerintah Jepang diprediksi akan melakukan intervensi ke pasar uang jika penguatan yen terus berlanjut. 

• Pelonggaran  kebijakan  moneter  oleh  Bank  sentral  Jepang  (BOJ)  pekan  lalu  nampaknya  membuka  jalan  untuk  langkah  kebijakan  BOJ  berikutnya. 


AUSTRALIA
• Australian dan New Zealand dollar anjlok untuk aksi ambil untung pada perdagangan yang choppy Senin lalu, karena kenaikannya baru‐baru ini  membuat tekanan yang berlebihan dan permasalahan mengenai pertumbuhan ekonomi global yang mengarahkan pada aksi jual.   

• Aussie <AUD=D4> turun ke level $1.0419, dari level $1.0446 pada awal perdagangan. Para trader melihat support dari level dibawah $1.0400  dengan resistance dilevel $1.0564, level tertingginya minggu lalu.  

• Mata uang lokal masih naik lebih dari dua sen sejak tertekan ke level terendahnya $1.0165 pada awal bulan ini.  

• Para  ekonom  percaya  bank  sentral  akan  ditekan  dalam  memangkas  tingkat  suku  bunga  dalam  mengimbangi  pengaruh  kedepannya  budget  savings oleh pemerintah federal yang menentukan untuk mencapai surplus.  

• Harga Australian bond futures sedikit naik pada perdagangan yang sepi pada pasar domestik.  


SWISS
• Mengemukanya kembali kekhawatiran mengenai keuangan negara di Yunani dan Spanyol membantu Swiss franc naik terhadap euro Senin lalu,  meskipun the safe‐haven berikutnya tertekan dari kenaikannya.  

• The franc, yang mana dibatasi oleh Swiss National Bank dalam level 1.20 per euro, telah menekan penurunannya terhadap mata uang tunggal  pada minggu‐minggu ini, memberikan tanda‐tanda tekanan pasar berkenaan dengan melemahnya krisis utang.  

• Keputusan  European  Central  Bank  untuk  membeli  sovereign  bonds  dari  beberapa  anggota  zona  euro  yang  bermasalah  untuk  menenangkan  tekanan dan mendorong euro, mengarahkannya naik ke level puncak dalam empat bulan versus dollar pada 17 Sept.   

• Sejumlah cash commercial banks yang dipegang oleh Swiss National Bank merosot untuk pertama kalinya dalam empat bulan pada minggu lalu,  suatu tanda dari berkurangnnya kekhawatiran mengenai krisis utang zona euro.   

Monday, September 24, 2012

Headline News 24.09.12


US & GLOBAL
• Bursa saham AS ditutup flat Jumat lalu meskipun investor menyambut usaha Spanyol untuk mencari bailout dan diwarnai  rilis  iPhone  terbaru  dari  Apple's  yang  melakukan  penjualan  hari  itu,  yang  mendorong  saham‐sahamnya  untuk  mencapai  level tertinggi.   

• Apple Inc <AAPL.O>, perusahaan publik terbesar didunia dalam kapitalisasi pasar, melonjak ke level tertinggi yang pernah  ada $705.07 karena pelanggan berbondong untuk mendapatkan iPhone 5. Saham Apple's ditutup naik 0.2 persen ke level  $700.10. 

• Tetapi  saham‐saham  finansial  masih  merosot  pada  perdagangan  sore  harinya  Jumat  lalu.  Indeks  finansial  S&P  <.GSPF>  ditutup anjlok 0.3 persen.  

• Sektor transportasi membatasi kenaikan pasar Jumat lalu, ketika Dow Jones Transportation Average <.DJT> anjlok 1 persen.  Pada  awal  minggu  ini,  dua  perusahaan  pengapalan  ‐  FedEx  Corp.  <FDX.N>  dan  Norfolk  Southern  Corp.  <NSC.N>  ‐  memperingatkan mengenai pengaruh pelemahan ekonomi dunia pada pendapatan mereka.  

• Bursa  saham  Eropa  <.FTEU3>  ditutup  naik  0.4  persen  setelah  secara  singkat  mencoba  level  tertinggi  14‐bulannya  pada  awalnya.  Saham‐saham  perbankan  memimpin  kenaikan,  didorong  oleh  Spanish  banks  BBVA  <BBVA.MC>  dan  Banco  Santander  <SAN.MC>  dari  ekspektasi  kemajuan  dalam  menyelesaikan  permasalahan  utangnya.  Indeks  MSCI  global  <.MIWD00000PUS> naik 0.3 persen.   

• Euro <EUR=>, yang mana anjlok sekitar 1.5 persen sejak mencapai level tertinggi 4‐1/2‐bulan pada minggu lalu, naik 0.1  persen ke level $1.2983, yang secara singkat naik kembali diatas level penting psikologi $1.30.  

• Dalam  pasar  obligasi,  obligasi  bertenor  10‐tahun  U.S.  Treasury  note  <US10YT=RR>  naik  4/32  dalam  harga  dengan  yield  1.751 persen.   

• Emas naik untuk mendekati level tertinggi tahun 2012 Jumat lalu karena technical momentum dan usaha stimulus baru‐ baru ini oleh bank sentral utama diseluruh dunia yang mendorong investor logam mulia untuk mendorong pembeliannnya.  Spot emas <XAU=> naik 0.3 persen ke level $1,772.96 per ons pada pukul 3:20 p.m. EDT (1920 GMT) setelah mencapai level  tertinggi  $1,787.20,  dalam  mencapai  level  tertinggi  tahun  2012  $1,790.30.  U.S.  COMEX  gold  futures  untuk  pengiriman  Desember <GCZ2> di settled naik $7.80 ke level $1,778 per ons. 

• Oil menguat dalam rangkaian dua harinya pada volume perdagangan yang tipis Jumat lalu karena permasalahan pasokan  dan optimisme ekonomi yang mendorong rebound dari penurunan 7 persen pada awal minggu. November Brent futures  <LCOc1> di settled naik $1.39 ke level $111.42 per barrel, sebelum diperdagangkan naik $111.70 pasca aktivitas settlement.  Jumat  lalu  November  U.S.  crude  <CLc1>  naik  47  sen  untuk  di  settle  ke  level  $92.89  per  barrel,  menghentikan  level  tertingginya $93.84. Kontrak bulan Oktober <CLV2> untuk U.S. crude yang expired Kamis sebelumnya dilevel $91.87 per  barrel, yang telah mencoba level 100‐day moving average $90.73.    

GOLD & COMMODITIES
• Harga  emas  naik  mendekati  level  tertinggi  tahun  2012  Jumat  lalu  karena  momentum  teknikal  dan  bahwa  langkah  bank  sentral  untuk  menstimulasi  pertumbuhan  ekonomi  akan  mendorong  liquidity,  menaikkan  inflasi  dan  mempertahankan  tingkat  suku  bunga  yang  membawa  logam  mulia  untuk  mencatatkan  rangkaian  kenaikan  lima  minggu,  yang  mendorong  investor logam mulia melakukan aksi beli.  

• "There are a lot of hedge funds that bought call options a week or two ago. There have been big buyers after the Fed has  committed to the monetization of debt," kata Jeffrey Sherman, manajer commodity portfolio pada DoubleLine Capital LP  yang mengelola $45 milyar dalam aset.  

• Gelombang penguatan disepanjang pasar keuangan juga mendukung logam mulia. Bursa saham Eropa dan euro menguat,  sementara  itu  rebound  dari  level  terendah  dalam  1‐1/2  bulan,  karena  investor  masuk  kembali  ke  pasar  yang  masih  merasakan keuntungan dari langkah dukungan bank sentral.  

• Bank  of  Japan  merupakan  bank  sentral  terakhir  yang  mengungkapkan  langkah  easing  minggu  ini,  setelah  the  Fed  mengumumkan program pembelian aset yang agresif pada awal bulan ini dan European Central Bank yang menunjukkan  rencana untuk membeli obligasi pada negara‐negara blok tersebut yang tertekan utangnya. 

• The Fed bergerak untuk melihat quantitative easing 3 yang membelanjakan $40 milyar perbulan dalam mortgage‐backed  debt  hingga  outlook  untuk  membaiknya  pasar  tenaga  kerja,  yang  mendorong  spot  emas  hingga  2  persen  dalam  satu  harinya.   


OIL & COMMODITIES
• Oil naik dalam rangkaian dua harinya Jumat lalu karena permasalahan  mengenai pasokan  dan optimisme ekonomi yang  mendorong rebound dari penurunan 7 persen pada awal minggu ini, dengan volume penjualan yang tipis.  

• Brent  crude  mencapai  level  $111  per  barrel  awalnya  pada  aktivitas  AS.  Ini  mengikuti  aksi  jual  tiga  harinya  hingga  Rabu  sebelumnya yang membawa harga dari $116 untuk anjlok ke level $108 berkenaan naiknya persediaan AS dan usaha Arab  Saudi untuk menenangkan harga.   

• Oil ke level terendahnya sejak awal Agustus Kamis lalu, sebelum berbalik positif dalam pergerakan yang dapat menandai  pasar untuk menetapkan kisaran terbaru karena para trader memahami putaran ketiga quantitative easing AS, kerusuhan  di Timur Tengah dan Afrika Utara, dan penundaan pengapalan oil pada North Sea.  

• "I'm not really sure we've seen a turnaround yet. Oftentimes when the market sees a lot of liquidation pressure it rebounds  when that dissipates," kata Gene McGillian, analis padaTradition Energy di Stamford, Connecticut.  

• "Going forward, I think the market has established a bit of a new trading range from $90 to $100 (a barrel for U.S. crude)  and it's trying to find a value here and settle down."  

EURO ZONE
• Euro menguat terhadap dolar di akhir pekan kemarin, membalik kerugian awalnya, menyusul spekulasi bahwa Spanyol kemungkinan akan segera meminta  dana bantuan untuk membantu mengatasi krisis utang negaranya. 

• Volume  transaksi  terlihat  tipis  menjelang  akhir  pekan,  sehinga  volatilitas  cenderung  meningkat,  dan  euro  kemungkinan  akan  berlanjut  naik  ditengah  ketidakpastian kapan negara‐negara kawasan akan meminta dana bantuan. 

• Sejumlah sumber melaporkan bahwa Spanyol tengah mempertimbangkan pembekuan pensiun dan mempercepat peningkatan usia pensiun karena upaya  untuk memenuhi kondisi dari paket bantuan internasional. 

• Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble melemahkan ekspektasi dengan mengatakan pada hari Jumat bahwa Spanyol tidak membutuhkan bailout  di atas paket yang sudah disepakati untuk bank karena itu di jalan yang benar untuk mendapatkan kembali kepercayaan pasar. 

• Laporan yang mengatakan bahwa kesepakatan Spanyol secepatnya akan terjadi di pekan ini telah mendorong sentimen euro akhir pekan kemarin. Euro  menguat 0.1% ke $1.2987 setelah menembus level intraday high di $1.3047, tidak jauh dari level tertinggi 4,5 bulan di $1.3169 yang dicapai hari Senin  sebelumnya. 

• Spanyol, episentrum baru krisis utang zona euro setelah Yunani, Irlandia dan Portugal, telah ragu‐ragu untuk mengajukan permohonan bantuan eksternal,  menciptakan ketidakpastian di pasar. Biaya pinjaman obligasinya (yield obligasi) telah jatuh pada hari Kamis pada sebuah lelang tapi dampak positif ini  nampaknya hanya akan berlangsung sementara saja. 

• Bank Sentral Eropa berjanji bulan ini untuk membeli obligasi jangka pendek‐anggota zona euro yang bermasalah tetapi hanya setelah mereka pertama kali  mengajukan permohonan bantuan. 

• Bahkan jika Spanyol tidak meminta bantuan, kalangan analis mengatakan tidak mungkin hal ini menjadi tanda positif untuk euro menyusul pemotongan  belanja yang ketat yang datang bersamaan dengan pemberian bantuan akan menempatkan tekanan lebih lanjut pada perekonomian yang sudah dalam  kondisi resesi.  

• Ada  juga  kekhawatiran  seputar  Yunani,  dengan  negosiator  masih  belum  memenuhi  kesepakatan  yang  akan  membuka  angsuran  berikutnya  dari  paket  bailout negara senilai 31.5 miliar euro. 

• Euro tercatat telah turun 1% terhadap dolar dalam sepekan, merupakan performa mingguan terburuknya sejak 8 Juli, sementara dolar melemah 0.4%  terhadap yen di periode yang sama.  


U.K.
• Sterling mengalami rally untuk mendekati level tertinggi 13‐bulan terhadap pelemahan dollar Jumat lalu setelah data borrowing Inggris  sedikit  memburuk  daripada  yang  dikhawatirkan,  dan  pembicaraan  Spanyol  kemungkinan  segera  meminta  bantuan  yang  menekan  permintaan pada mata uang yang beresiko.  

• The pound naik 0.5 persen ke level $1.6310 <GBP=D4>, yang menguat dari laporan option barriers sebelumnya di level $1.6300 ke level  tertinggi sejak akhir Agustus 2011, sebelum menekan kenaikannya untuk diperdagangkan pada level $1.6270.   

• Kenaikan telah mendorong indeks perdagangan ke level tertinggi 84.5 <=GBP>, data dari Bank of England.  

• Defisit bujet Inggris melebar ke kefase terbesarnya yang  tercapai pada bulan Agustus, data menunjukkannya Jumat lalu, sehari setelah  kepala bank sentral mengatakan telah ketinggalan tujuan obligasinya yang dapat diterima untuk pemerintah.  

• Public sector net borrowing tidak termasuk intervensi sektor finansial yang naik menjadi 14.410 milyar pound dari 14.365 milyar pada  bulan Agustus 2011 karena resesi Inggris memukul penerimaan pajak perusahaan dan menaikkan benefit payments.  


JAPAN
• Dolar jatuh 0.2% ke 78.10 yen, jauh di bawah level tertinggi 1 bulan di 79.21 yang dicapai hari rabu sebelumnya setelah bank sentral  Jepang (BOJ meningkatkan program pembelian asetnya untuk memacu pertumbuhan ekonomi. 

• Euro tercatat telah turun 1% terhadap dolar dalam sepekan, merupakan performa mingguan terburuknya sejak 8 Juli, sementara dolar  melemah 0.4% terhadap yen di periode yang sama. 

• Survey BOJ tankan kemungkinan akan menunjukkan sentimen pebisnis manufaktur Jepang memburuk di kuartal ketiga hingga  September ini dan akan berlanjut memburuk, karena kondisi ekonomi global yang suram yang telah memukul sektor ekspornya. 

• Sentimen di kalangan pebisnis non manufaktur juga diprediksi sedikit memburuk, ditengah ekspektasi pertumbuhan ekonomi Jepang  berpotensi terhenti di sisa waktu 2012, sebagian disebabkan oleh penguatan yen. 

• Indeks sentimen utama tankan untuk manufaktur besar diprediksi menjadi ‐3. Angka minus berarti pesimisme melampaui optimisme. 

• Sedangkan untuk periode kuartal keempat hingga Desember, indeks tankan diprediksi turun menjadi ‐5, mengindikasikan pebisnis  memprediksi kondisi yang lebih suram dalam 3 bulan kedepan. 

• Data survey BOJ tankan ini akan menjadi pertimbangan utama BOJ dalam merilis keputusan kebijakan moneternya pada sidangnya 1  Oktober mendatang. 

• Sementara itu, ekonomi Jepang diprediksi akan tumbuh sebesar 1.8% di tahun fiskal berjalan, demikian hasil jajak pendapat Reuters  bulan September, lebih rendah dari 2.2% proyeksi yang dibuat di bulan sebelumnya.  


AUSTRALIA
• Australian dan New Zealand dollar menguat kembali Jumat lalu karena investor memangkas posisi bearish mengikuti tembusnya chart resistance,  tetapi penguatan mata uang terlihat rapuh untuk mengemukanya kembali permaslahan mengenai outlook pertumbuhan ekonomi global.  

• Kedua  mata  uang  tersebut  mencapai  level  tertinggi  satu  minggunya  terhadap  euro,  yang  mana  melorot  ke  level  A$1.2378  <EURAUD=R>  dan  NZ$1.5608 <EURNZD=R>.  

• Mata  uang  tunggal  tertekan  pada  overnight  setelah  sejumlah  survei  yang  menunjukkan  aktivitas  bisnis  zona  euro  masih  melemah  meskipun  rencana baru‐baru ini European Central Bank yang bertujuan menangani krisis utang regional.  

• Harga Australian bond futures telah anjlok dari aksi ambil untung, dengan volume penjualan yang rendah dengan menonjolnya penurunan.  


SWISS
• Swiss franc mendapatkan tekanan bersamaan dengan euro terhadap the greenback Jumat lalu, dari harapan rencana pembelian obligasi  European Central Bank yang dapat menangani krisis utang.  

• Tapi kenaikan dalam mata uang tunggal terhadap dollar terbatas setelah data yang menunjukkan aktivitas bisnis dalam blok tersebut  masih melemah.  

• Setelah Swiss National Bank membatasi pada level 1.20 per euro pada the franc setahun yang lalu untuk melindungi dari resesi, the franc  melanjutkan  pergerakan  bulanannya  yang  berada  pada  batasan  level  tersebut.  Karena  pembatasan  tersebut,  the  franc  juga  telah  bergerak bersamaan dengan euro terhadap dollar.  

• Rencana pembelian obligasi ECB dan the Fed AS yang meluncurkan stimulus moneter terkini yang telah memberikan dorongan pada euro  bulan ini, dan sejak 5 Sept. the franc telah melemah dalam jalur anjloknya.   

Friday, September 21, 2012

Headline News 21.09.12


US & GLOBAL
• Bursa saham dunia melorot Kamis lalu tetapi menghentikan level terendahnya dalam tanda bahwa untuk sementara masih  menyisakan  mengenai  prospek  pertumbuhan  ekonomi  global,  sentimen  positif  yang  tidak  dapat  didorong.  Indeks  Dow  industrials  ditutup  sedikit  menguat  Kamis  lalu  sementara  itu  indeks  S&P  500  dan  Nasdaq  memangkas  kebanyakan  penurunan harian dalam tanda bahwa sentimen investor masih secara umum positif meskipun beberapa pelemahan survei  manufaktur dari seluruh dunia.   

• Indeks  Dow  Jones  industrial  average  <.DJI>  naik  18.97  poin,  atau  0.14  persen,  ke  level  13,596.93  pada  penutupannya.  Indeks  Standard  &  Poor's  500  <.SPX>  melorot  0.79  poin,  atau  0.05  persen,  ke  level  1,460.26.  Indeks  Nasdaq  Composite  <.IXIC> turun 6.66 poin, atau 0.21 persen, untuk ditutup ke level 3,175.96.   

• Penguatan  termasuk  housing/perumahan,  dengan  indeks  dari  saham‐saham  housing  <.HGX>  naik  0.8  persen,  mengikuti  kenaikan Rabu sebelumnya dari membaik dari ekspektasinya data pasar perumahan. Indeks S&P energi <.GSPE> meningkat  0.4 persen, bersamaan dengan rally pada harga Brent crude oil setelah penurunan tiga harinya. indeks S&P utilitas <.GSPU> juga menguat 0.4 persen.  

• Setelah pembukaan, saham dari Oracle Corp <ORCL.O> anjlok 0.53 persen ke level $32.09 setelah perusahaan melaporkan  bahwa  penjualan  hardware  kuartalan  anjlok  24  persen  dari  awal  tahun  karena  perusahaan  teknologi  raksasa  berlanjut  berjuang untuk membalikkan divisi komputer untuk meningkatkan pembelian pada Sun Microsystems. Pada perdagangan  regular, Oracle ditutup turun ke level $32.26, sekitar 1.6 persen dari indeks Nasdaq. 

• Dollar  AS  naik  terhadap  mata  uang  utama  lainnya  Kamis  lalu  setelah  pelemahan  data  dari  AS,  Eropa  dan  Cina  memicu  kekhawatiran pertumbuhan ekonomi global, yang mendorong investor untuk mengarah pada aset‐aset safe‐haven.   

• Euro anjlok ke level terendah satu minggunya terhadap dollar meksipun Spanyol berhasil menjual senilai 4.8 milyar euro  ($6.27 milyar) pada obligasinya. 

• Harga  Treasury  AS  sedikit  berubah  Kamis  lalu  setelah  pelemahan  yang  mengejutkan  pada  lelang  dari  obligasi  yang  dilindungi  dari  inflasi  yang  mendorong  permintaan  safe‐haven  yangdidorong  dari  data  yang  mencatatkan  pertumbuhan  ekonomi global yang moderat.  

• Emas ditutup mendekati flat Kamis lalu setelah pasar bertahan setelah rally tajamnya baru‐baru ini. Spot emas <XAU=>  turun 0.1 persen ke level $1,767.90 per ons pada pukul 3:58 p.m. EDT (1958 GMT). U.S. COMEX gold futures <GCZ2> untuk  pengiriman Desember di settled turun $1.50 per ons ke level $1,770.20.   

• Harga Brent crude kembali rally diatas level $110 per barrel Kamis lalu, recovery dari level terendah enam minggunya dan  menghentikan  penurunan  tiga  harinya.  Brent  November  crude  <LCOc1>  naik  $1.84  untuk  di  settle  ke  level  $110.03  per  barrel. U.S. October crude <CLV2> anjlok 11 sen, expire dan bertahan pada level $91.87 per barrel, setelah anjlok ke level  $90.66.  

GOLD & COMMODITIES
• Emas ditutup mendekati flat Kamis lalu karena menguatnya dollar dan pelemahan oil dan pasar saham yang mendorong  beberapa  investor  untuk  menguangkan  keuntungannya  setelah  level  tertinggi  dalam  6‐1/2  bulan,  meskipun  pengaruh  positif baru‐baru ini pada langkah bank sentral yang membatasi penurunan.  

• Harga  emas  sempat  naik  ke  level  tertingginya  $1,779.10  per  ons  Rabu  sebelumnya  setelah  Bank  of  Japan  jadi  mengungkapkan putaran berikutnya pada monetary easing, setelah program pembelian obligasi yang diumumkan di AS dan  zona euro pada awal bulan ini.  

• Monetary easing cenderung untuk menguntungkan emas yang membuat tekanan pada tingkat suku bunga jangka panjang,  dan mengakibatkan opportunity cost dari memegang emas, yang cenderung menekan dollar, yang memicu kekhawatiran  inflasi jangka panjang, dan mendorong liquidity.  


OIL & COMMODITIES
• Harga  Brent  crude  naik  lebih  dari  $1  Kamis  lalu,  mengalami  recovery  dari  level  terendahnya  dalam  enam  minggu  dan  menghentikan penurunan tiga harinya yang lebih dari 7 persen, sementara itu crude AS sedikit naik pada perdagangan yang choppy karena kontrak front‐month October mendekati expiration.  

• Lending support pada oil futures complex, U.S. gasoline futures <RBc1> mengalami rally lebih dari 1 persen, didukung oleh  kebakaran  pada  penyulingan  El  Palito  di  Venezuela  dan  penurunan  pada  persediaan  gasoline  AS,  yang  dilaporkan  oleh  pemerintah Rabu sebelumnya.  


EURO ZONE
• Dolar menguat terhadap sejumlah rival utamanya setelah rilis data ekonomi yang buruk dari AS, Eropa dan CIna telah menambah kekhawatiran akan suramnya  ekonomi global, dimana telah mendorong investor untuk memburu aset‐aset aman resiko. 

• Euro  tergelincir  ke  level  terendah  1  pekan  terhadap  dolar  meskipun  terjadi  Spanyol  sukses  menjual  obligasinya  senilai  4.8  milyar  euro.  Sementara  mata  uang  berimbal hasil lebih tinggi seperti Aussie dan dolar Kanada juga melemah. 

• Performa sektor manufaktur AS berada dalam kuartal terburuknya dalam 3 tahun terakhir dan kondisi bisnis di Eropa juga memburuk, sementara ekonomi Cina terus  kehilangan momentumnya. 

• Rilis mengecewakan data ekonomi ini muncul setelah sejumlah bank sentral dunia, seperti di AS, Eropa dan Jepang mengambil langkah kebijakan moneter yang  serupa untuk memacu pemulihan ekonominya. 

• Melemahnya  ekonomi  global  dan  indikasi  goyahnya  perekonomian  AS  adalah  faktor‐faktor  yang  memberikan  kontribusi  bagi  investor  untuk  menginvestasikan  uangnya kedalam aset‐aset aman resiko seperti US Treasury bonds, sehingga membantu mendongkrak nilai tukar dolar. 

• Manufaktur di Cina mengalami kontraksi dalam 11 bulan berturut‐turut di bulan September. Sedangkan di zona euro, aktifitas di sektor jasa mengalami penurunan  tertajamnya sejak Juli 2009. 

• Euro turun 0.6% terhadap dolar di sekitar $1.2966, jauh di bawah level puncak 4 bulan yang dicapai hari Senin di $1.3169. Sedangkan terhadap yen, euro turun 0.7%  di sekitar 101.50 yen. 

• Biaya pinjaman atau yield obligasi Spanyol tenor 10 tahun turun ke level terendahnya sejak Januari pada sebuah lelang hari Kamis, namun laporan tersebut tidak  banyak berpengaruh positif pada euro menyusul ketidakpastian apakah Madrid akan meminta dana bailout. 

• Pasar memprediksi penurunan euro akan terbatas menyusul langkah ECB yang akan melakukan intervensi ke pasar obligasi untuk menurunkan yield obligasinya  setelah The Fed melancarkan serangannya dengan melonggarkan kebijakan moneternya pekan lalu.

U.K.
• Sterling sempat naik terhadap meluasnya pelemahan euro Kamis lalu karena turunnya aktivitas bisnis zona euro yang meniupkan permasalahan  mengenai makin mendalamnya resesi dalam regional.  

• Sterling <GBP=D4> merosot 0.2 persen ke level $1.6190, menghentikan level puncaknya baru‐baru ini dilevel $1.6276 yang terjadi setelah the   Fed AS mengumumkan kebijakan pelonggaran moneter yang agresif minggu lalu yang mana mendorong mata uang AS. 

• Sebaliknya penjualan ritel (tahunan) dan survei dari factory orders sedikit membaik daripada ekspektasi. Ini berasal dari bangkitnya beberapa  data Inggris baru‐baru ini yang diperkirakan ekonomi telah recovery pada kuartal ketiganya.  

• Penjualan ritel Inggris melemah pada bulan Agustus yang ditekan oleh anjloknya penjualan online karena orang‐orang Inggris melihat Olimpiade  di televisi, data menunjukkannya Kamis lalu.   

• Perekonomian  Irlandia  tidak  seperti  ekspektasi  flat  dalam  kuartal  kedua,  hanya  mendekati  kemasa  resesi  setelah  melorot  pada  tiga  bulan  pertama dalam tahunan, dan membawa negara dibawah tekanan untuk mengarahkan target pertumbuhan yang turun tahun 2012.    


JAPAN
• Ekspor Jepang turun dalam 3 bulan berturut‐turut di bulan Agustus sementara sentimen pebisnis manufaktur menembus level terendahnya sejak  Februari, memperkuat spekulasi bahwa melemahnya permintaan global sedang menekan sektor ekspor yang menjadi pilar utama perekonomian  Jepang. 

• Ekspor turun 5.8% di bulan Agustus dari tahun sebelumnya, lebih tipis dari perkiraan turun 7.3%, setelah mencatat penurunan terpesatnya dalam  6 bulan di bulan Juli. 

• Sementara data lainnya menunjukkan sentimen pebisnis manufaktur menembus level terendahnya sejak Februari dan diprediksi akan bertahan  di teritorial negatif dalam beberapa bulan kedepan, demikian jajak pendapat Reuters menunjukkan, dengan perlambatan global dan sengketa  wilayah dengan China nampaknya tengah menekan perekonomian Jepang. 

• Dalam data Reuters Tankan untuk periode September tercatat manufacturers' sentiment index, yang diperoleh dengan mengurangi persentase  tanggapan pesimis dari yang optimis, turun ke minus 5, dan diprediksi akan tetap berada dalam level negatif di bulan Desember. 

• Pertumbuhan  ekonomi  melambat  ke  0.2%  di  periode  April‐Juni,  dengan  ekspor  mengalami  tekanan  dan  belanja  swasta  kehilangan  momentumnya, dan pertumbuhan ekonomi berpotensi terhenti di sisa tahun 2012 seiring krisisi utang Eropa dan perlambatan ekonomi China. 

• Dolar turun 0.1% ke 78.30 yen, merosot dari level tertinggi 1 bulan di 79.21 yen yang dicapai hari Rabu sebelumnya setelah BOJ melanjutkan  program  pembelian  asetnya  untuk  membantu  pemulihan  ekonominya.  Dolar  diprediksi  akan  bergerak  di  kisaran  77‐79  yen  dalam  beberapa  pekan kedepan. Jika dolar terkoreksi hingga di bawah 77 yen, maka berpotensi memicu terjadinya intervensi jual yen oleh BOJ. Dolar tercatat  menembus level terendah 7 bulan di 77.11 yen di pekan lalu.   


AUSTRALIA
• Australian dan New Zealand dollar melemah Kamis lalu, merosot kedepannya dari level tertinggi enam bulannya, ditekan oleh pelemahan bursa  Asia dan survei yang menunjukkan berlanjutnya pelemahan sektor manufaktur di Cina.  

• Aussie <AUD=D4> anjlok lebih dari setengah sen ke level $1.0408, jauh dari level yang tercapai minggu lalu $1.0625, tertinggi sejak akhir bulan  Maret.      

• Anjloknya  tingkat  suku  bunga  telah  memotong  earning  dari  Reserve  Bank  of  Australia  (RBA)  ke  level  terendahnya  sejak  mata  uang  lokal  diambangkan pada tahun 1983.  

• RBA mengatakan meskipun laba pembukuan menguat pada tahun 2011/2012 dibandingkan tahun keuangan sebelumnya, berdasarkan earnings –  yang mana tidak termasuk capital gains – merosot karena turunnya tingkat suku bunga di Australia dan luar negeri.  

• Harga Australian bond futures telah naik didukung oleh pelemahan pasar ekuitas dan kekecewaan pada data manufaktur Cina.  


SWISS
• Swiss franc naik terhadap the greenback dan flat terhadap euro dengan prospek dari perlambatan ekonomi global dan beban utang zona euro  didalam pikiran para investor.  

• Saham‐saham Asia, oil dan tembaga memperluas penurunannya Kamis lalu setelah data mengindikasikan sedikitnya jeda untuk manufaktur Cina,  yang membuat outlook yang tidak jelas apakah pengambil kebijakan pada ekonomi terbesar kedua didunia tersebut akan merasa terpaksa untuk  mengikuti tindakan stimulus global.  

• Aset‐aset safe‐haven, termasuk dollar index <.DXY> menguat.   

• Ekspor  Swiss  bertumbuh  hebat  pada  bulan  Agustus  yang  dipimpin  oleh  sektor  kimia  dan  farmasi,  memberikan  pandangan  yang  cerah  untuk  perekonomian yang terhambat oleh perlambatan pertumbuhan (ekonomi) global dan diperkirakan perusahaan masih mengelola untuk keluar  dari dampak penguatan franc.  

• Ekspor naik 4.4 persen dalam basis tahunan pada bulan Agustus menjadi 15.54 milyar Swiss francs, mengalami akselerasi dari pertumbuhan 0.8  persen pada bulan Juli, the Federal Customs Office mengatakannya Kamis lalu.   

Thursday, September 20, 2012

Headline News 20.09.12


US & GLOBAL
• Bursa saham AS dan Eropa saham naik secara moderat pada sesi Rabu setelah sempat turun dalam dua sesi sebelumnya,  penguatan mana terbantu data sektor perumahan Amerika yang membaik serta didukung pula oleh langkah pelonggaran  moneter BOJ. 

• Harga minyak turun lebih dari 3 persen dan memperpanjang kerugiannya akhir‐akhir ini terdesak komentar dari pejabat  Arab  Saudi  yang  menyatakan  akan  mengambil  langkah  yang  diperlukan  guna  menjaga  harga  minyak  tetap  pada  kisaran  target tertentu. Harga minyak juga melemah akibat data yang memperlihatkan stok minyak mentah Amerika naik lebih dari  yang diperkirakan. 

• Pasar ekuitas agak kesulitan menentukan arahnya dalam beberapa sesi terakhir, setelah langkah pelonggaran moneter dari  The Fed, ECB dan BOJ dipandang membatasi tekanan downside bursa saham, meskipun demikian kekhawatiran akan krisis  hutang Uni Eropa dan prospek perlambatan ekonomi global masih bertahan. 

• Euro  yang  sempat  anjlok  dibawah  level  1.3  terhadap  dolar  AS,  namun  penguatan  bursa  ekuitas  berhasil  membatasi  pelemahan euro terhadap dolar AS dan kembali ditutup dikisaran 1.3045. 

• Indeks  saham  Jepang  <N225.>  naik  ke  level  tertinggi  sepanjang  4‐bulan  terakhir  setelah  BOJ  menegaskan  akan  meningkatkan  pembelian  aset  dan  program  pinjaman,  yang  biasanya  disebut  sebagai  mekanisme  pelonggaran  moneter,  dari sebesar 10 triliun yen menjadi 80 triliun yen (127.000.000.000 USD).  

• Bursa saham Eropa <FTEU3.> ditutup menguat 0,4 persen. Indeks saham global MSCI <. MIWD00000PUS> naik 0,31 persen. 

• Data  ekonomi  Amerika  memperlihatkan  bahwa  penjualan  rumah  naik  dalam  penguatan  terpesatnya  sepanjang  2‐tahun  terakhir,  indikasi  terbaru  pemulihan  di  pasar  perumahan  Amerika  yang  mulai  mendapat  sokongan.  Sub‐indeks  sektor  perumahan <HGX.> naik 2,2 persen. 

• The  Dow  Jones  industrial  average  <DJI.>  naik  13,32  poin,  atau  0,10  persen,  ke  13,577.96.  Indeks  Standard  &  Poor  500  <SPX.> naik 1,73 poin, atau 0,12 persen, ke1,461.05. The Nasdaq Composite Index <IXIC.> naik 4,82 poin, atau 0,15 persen,  ke 3,182.62.  Langkah dari Bank of Japan turut membantu meredakan kekhawatiran investor pada meningkatnya tensi antara Jepang dan  Cina  berkaitan  perselisihan  memperebutkan  gugusan  pulau  di  Laut  Cina  Selatan,  karena  dikhawatirkan  akan  berdampak  negatif terhadap ekspor Jepang. 

• Dolar AS sempat naik hingga 79.21 yen <JPY=>, level tertinggi sejak 22 Agustus, setelah keputusan BOJ tersebut. Namun  hingga akhir sesi New York dolar AS tercatat turun 0,57 persen terhadap yen. 

• Di pasar obligasi, obligasi pemerintah AS tenor 10‐tahun <US10YT=RR> harganya naik 10/32, dengan imbal hasil berkisar  pada 1,777 persen. 

• Minyak Brent <LCOc1> merosot 3,7 persen menjadi 107,92 USD per barel. Brent turun sekitar 7,5 persen sejauh minggu ini. 

• Emas <XAU=>, yang memiliki daya tarik kembar sebagai aset safe haven dan instrumen lindung nilai terhadap inflasi, masih  kokoh di mendekati level tertinggi 6‐1/2 bulan terakhir dan ditutup pada kisaran 1,772.49 USD per troy ounce. 

• Perekonomian China tetap menjadi perhatian utama bagi pasar global. Pemerintah Cina pada sesi Rabu menyatakan bahwa  prospek ekspor cukup muram dan permintaan barang asal Cina juga diperkirakan akan melemah dalam beberapa bulan  kedepan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.  


GOLD & COMMODITIES
• Emas diperdagangkan mendekati flat Rabu lalu, berada dekat level tertinggi dalam 6‐1/2 bulan yang tercapai pada awal  perdagangannya, didorong oleh stimulus moneter dari bank sentral diseluruh dunia meskipun tertekan dari anjloknya harga  crude oil.  

• Perputaran  pada  U.S. gold  futures  yang menguat  dari  biasanya setelah  Bank of  Japan menjadi bank sentral  utama  yang  terakhir melakukan pelonggaran kebijakan monter dengan putaran terbaru dari pembelian aset.  

• "Amid the crude oil break, gold is holding on to a tight range. The metal is torn by an easier U.S. money policy and some  caution about when the ECB is going to turn on the monetary spigot with its bond purchases," kata Stephen Platt, analis  pada futures brokerage Archer Financial Services.  

• Minggu  lalu  emas  mencatatkan  kenaikan  dalam  rangkaian  empat  minggunya  setelah  the  Fed  AS  meluncurkan  putaran  ketiga  dari  pembelian  obligasi yang  disebut quantitative easing atau QE3.  Pada  awalnya European  Central Bank berjanji  untuk meluncurkan program pembelian obligasinya sendiri.   


OIL & COMMODITIES
• Oil anjlok dalam rangkaian tiga harinya Rabu lalu, dengan Brent crude turun ke level terendah dalam enam minggu, karena  ekspektasi usaha Arab Saudi untuk menurunkan harga dan pasca gelombang badai pada cadangan crude AS yang menjaga  tekanan pada harga.  

• Setelah  berada  dibawah  tekanan,  harga  crude  lebih  anjlok  setelah  laporan  persediaan  mingguan  Energy  Information  Administration's (EIA) menunjukkan cadangan crude AS melonjak 8.5 juta barrel – jauh dari ekspektasinya.  

• Seorang  sumber  senior  Gulf  mengatakan  Selasa  lalu  bahwa  Arab  Saudi  berusaha  untuk  menekan  harga  turun  dan  memproduksi sekitar 10 juta barrel per hari, yang membawa tekanan tambahan pada harga oil.  

• Ali al‐Naimi, Menteri perminyakan Arab Saudi, mengatakan pada 10 Sept. bahwa eksportir utama OPEC mengkhawatirkan  mengenai tingginya harga oil dan akan mengambil langkah untuk menekannya.  

• "People  are  thinking  that  maybe  the  Saudis  are  going  to  produce  more,  and  some  funds  are  taking  the  opportunity  to  liquidate positions," kata Christopher Bellew pada Jefferies Bache. 

EURO ZONE
• Euro memangkas keuntungan awalnya terhadap yen. Mata uang tunggal Eropa terakhir bergerak melemah 0.5% di sekitar 102. 25 yen, jauh di bawah level intraday high di  103.63 yen. Sedangkan terhadap dolar, euro terakhir bergerak relatif flat di sekitar $1.3047. Dengan kondisi seperti ini, euro tercatat telah menguat sekitar 9% sejak akhir Juli. 

• Aksi profit‐taking investor menunjukkan mereka lebih memilih untuk menunggu apakah Spanyol akan mengajukan permohonan bantuan dan mendorong program pembelian  obligasi ECB. 

• Sementara banyak pelaku pasar memprediksi Spanyol akhirnya akan meminta bailout, beberapa dari mereka ada yang mengatakan kesabaran investor dapat diuji menyusul  Madrid  kemungkinan  akan  menolak  persyaratan  yang  sulit  yang  mengharuskannya  memberikan  imbalan  atas  dana  bantuan  yang  mereka  ajukan.  Adapun  Deputi  Perdana  Menteri Spanyol Soraya Saenz de Santamaria pada hari Selasa kemarin mengatakan pemerintah masih mempertimbangkan persyaratan bailout Eropa. 

• Euro diprediksi masih akan menguat secara umum, menyusul rencana ECB untuk mengatasi krisis utang kawasan telah mendorong investor untuk mengurangi posisi jual mereka  yang agresif. 


U.K.
• Sterling ditutup melemah terhadap dolar AS menyusul maraknya aksi ambil untung para pelaku pasar pasca penguatan tajam aset beresiko akhir‐akhir ini.  Kondisi mana didukung oleh pelemahan euro terhadap dolar AS menyusul belum jelasnya langkah pemerintah Spanyol dalam menghadapi kemungkinan  bailout. Hingga akhir sesi New York, sterling ditutup melemah 0,18 persen terhadap dolar AS ke 1.6220. 

• Hasil  minutes  dari  BoE  yang  memperlihatkan  bahwa  seluruh  pengambil  kebijakan  dalam  bank  sentral  Inggris  tersebut  (sejumlah  9  orang)  semuanya  menyetujui untuk mempertahankan suku bunga dan tidak melakukan perubahan pada program quantitative easing dalam sidangnya awal September lalu,  hal mana sesuai dengan ekspektasi para ekonom. Intinya hasil minutes sidang September tersebut menunjukkan bahwa para pengambil kebijakan masih  membuka  kemungkinan  diberlakukannya  stimulus  lanjutan,  masih  sejalan  dengan  ekspektasi  bahwa  BoE  akan  menggelontorkan  stimulus  keuangan  tambahan pada sidangnya November mendatang. 

• Gubernur  BoE  Mervyn  King  dijadwalkan  akan  mengadakan  wawancara  di  depan  stasiun  televisi  pada  Kamis  20  September  ini.  Wawancara  tersebut  dilakukan sehari pasca rilis minutes sidang BoE untuk periode 06 September silam. Diharapkandalam wawancara tersebut King akan memberikan sinyal  yang  cukup  akurat  mengenai  kemungkinan  pemberlakuan  QE  pada  periode  November  oleh  BoE.  Dalam  wawancara  sebelumnya,  biasanya  King  memberikan sinyal mengenai perubahan penting dari kebijakan BoE, diantaranya saat pemberlakuan QE pada Maret 2009 dan peluncuran kembali QE  pada 2012 ini. 


JAPAN
• Yen menguat secara umum, memangkas kerugian awalnya yang  terjadi setelah BOJ melonggarkan kebijakan  mneternya  melebihi perkiraan,  mengikuti  langkah agresif sejumlah bank sentral dunia belakangan ini. 

• Yen awalnya terkoreksi ke  level terendah  1 bulan terhadap dolar  setelah  keputusan BOJ  mendorong  investor  untuk memburu  aset‐aset beresiko,  dan  memacu penguatan euro atas dolar sebelum akhirnya yen berhasil rebound oleh aksi profit‐taking. Pembicaraan mengenai diversifikasi euro oleh bank  sentral Eropa juga telah menekan euro. 

• BOJ menaikkan pembelian aset sebesar 10 trilyun yen, hampir 2 kali lipat dari yang diperkirakan sebelumnya. Hal ini diikuti oleh pelonggaran moneter  secara agresif oleh The Fed dan rencana pembelian obligasi pemerintah tak terbatas oleh ECB untuk mengatasi krisis kawasan. 

• Terulangnya penurunan tajam yen pada bulan Februari‐Maret di tengah kejutan pelonggaran oleh BOJ nampaknya tidak mungkin terjadi menyusul ECB  dan The Fed telah melakukan pelonggaran yang lebih agresif. 

• Gubernur BOJ Masaaki Shirakawa  mengatakan pemulihan  ekonomi Jepang mungkin akan tertunda sekitar 6 bulan  akibat pelambatan ekonomi global  yang berkepanjangan. 

• Risk aversion mereda setelah data perumahan AS dirilis naik di bulan Agustus ke level terpesatnya selama lebih dari 2 tahun terakhir, memberikan harapan  akan adanya pemulihan di sektor perumahan. 


AUSTRALIA
• Australian dan New Zealand dollars berbalik secara dramatis terhadap yen Rabu lalu setelah pelonggaran kebijakan Bank of Japan (BOJ), yang  mengambil langkah dari stimulus the Fed AS.  

• Kedua  mata  uang  tersebut  melonjak  lebih  dari  satu  yen  masing‐masingnya  terhadap  mata  uang  Jepang  sementara  itu  New  Zealand  dollar  menguat menjadi 65.66 yen, level tertingginya yang mendekati lima bulan.  

• Australian dollar sedikit naik ke level $1.0462 <AUD=D4>, dari level $1.0441 pada awal perdagangan dan level terendah hariannya $1.0418.  

• Tetapi kenaikan kemungkinan tidak bertahan lama, karena Aussie masih rapuh untuk kedepannya pemangkasan tingkat suku bunga, bersamaan  dengan peringatan trader Singapura.  

• Harga Australian bond futures turun mengikuti monetary easing oleh bank sentral Jepang.  


SWISS
• Swiss franc mencatatkan kenaikan terhadap dollar Rabu lalu, mencatatkan penguatan euro dari berlanjutnya membaiknya sentimen resiko.  

• The franc secara luas mengikuti euro sejak Swiss National Bank mengacu membatasi mata uang safe‐haven ke level 1.20 per euro tahun lalu  dalam usaha menghindari resesi dan deflasi.  

• Tetapi  risk  appetite/hasrat  pada  aset‐aset  beresiko  melonjak  minggu  lalu  setelah  European  Central  Bank  mengumumkan  pembelian  obligasi  untuk menekan krisis zona euro, the franc telah anjlok, menyentuh level terendah delapan bulan 1.21831 per euro pada trading platform EBS  Senin sebelumnya <EURCHF=R>.   

• Para  ekonom masih  pesimistik mengenai outlook dari ekonomi Swiss, mendukung kebutuhan  untuk Swiss national Bank yang membatasi the  franc yang mana mereka ekspektasi untuk bertahan sekurang‐kurangnya dalam enam bulan, survei menunjukkannya Rabu lalu.  

• Survei dari pakar financial market, yang diambil oleh Credit Suisse dan German ZEW economic research institute antara 3‐14 Sept., menunjukkan  95 persen mengekspektasi pembatasan bertahan sekurang‐kurangnya hingga bulan Maret.