title cover

title cover

Friday, November 16, 2012

Headline News 16.11.12


US & GLOBAL
• Bursa global terkoreksi dalam 7 hari berturut‐turut pada hari Kamis setelah data menunjukkan ekonomi zona euro jatuh kedalam resesi di kuartal  ketiga  dan  adanya  kekhawairan  “tebing  fiskal”  AS,  sementara  harga  minyak  turun  meskipun  terjadi  kekerasan  di  Jalur  Gaza.  Rilis  buruk  data  ekonomi  telah  meminimalisasi  pengaruh  dari  kerusuhan  Timur  Tengah,  dimana  eskalasi  ketegangan  di  wilayah  tersebut  dapat  mengancam  terhambatnya pasokan minyak. Hamas menembakkan puluhan roket ke Israel selatan, menewaskan tiga orang, dan Israel meluncurkan banyak   serangan udara di seluruh Jalur Gaza. 

• Harga minyak terkoreksi pada hari Kamis ketika sebuah kenaikan klaim pengangguran dan laporan laba perusahaan yang mengecewakan telah  menimbulkan kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi, dan pasar memusatkan perhatiannya di Timur Tengah. Kontrak Desember Brent yang  sudah  jatuh  tempo  dirilis  naik  $1.36  ke  $110.97  per  barel,  sedangkan  untuk  kontrak  Januari  turun  68  sen  ke  $107.80  per  barel.  Rilis  mengecewakan data ekonomi juga turut menekan saham dan minyak mentah AS yang turun 87 sen ke $85.45 per barel. 

• Bursa saham AS mengalami tekanan dengan indeks S&P 500 terkoreksi untuk ketiga kalinya secara berturut‐turut setelah Wal‐Mart Stores Inc  <WMT.N>,  peritel  terbesar  dunia,  memberikan  laporan  penjualan  kuartalan  yang  mengecewakan.  Saham  juga  tertekan  oleh  kekhawatiran  masalah anggaran pemerintah AS dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi di tahun 2013. 

• Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 28.57 poin atau 0.23% di 12,542.38. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> jatuh 2.16 poin  atau 0.16% ke 1,353.33. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> melemah 9.87 poin atau 0.35% di 2,836.94.  

• Saham  Wal‐Mart  jatuh  3.6%  ke  $68.72 setelah  melaporkan penjualan kuartalan naik  3.4%,  di bawah  perkiraan  pasar,  menyusul  menurunnya  permintaan dari China dan Jepang, dan juga AS. 

• Badai  Sandy  di  wilayah  Timur  Laut  AS  telah  memicu  naiknya  klaim  pengangguran  mingguan  ke  level  tertinggi  1‐1/2  tahun  di  pekan  lalu.  Menurunnya indeks bisnis The Fed untuk wilayah Mid‐Atlantic juga terimbas oleh Badai Sandy, yang telah menyebabkan padamnya listrik dan  masalah komunikasi. 

• Di  Eropa,  bursa  saham  berakhir  melemah,  dengan  indeks  utama  menembus  level  terendah  2  bulan  pasca  rilis  data  ekonomi  yang  mengecewakan. Indeks FTSEurofirst 300 <.FTEU3> ditutup melemah 0.9% di 1,078.64, level terendahnya sejak awal September. 

• Pertumbuhan  ekonomi  di  Jerman,  sebagai  negara  dengan  perekonomian  terbesar  di  zona  euro,  melambat  menjadi  0.2%  di  kuartal  ketiga  dibandingkan dengan periode kuartal sebelumnya, sementara untuk PDB zona euro menunjukkan kontraksi kedua kalinya secara berturut‐turut  yang  mengindikasikan  ekonomi  jatuh  kedalam  resesi.  PDB‐Q3  zona  euro  terkontraksi  0.1%  setelah  mencatat  kontraksi  0.2%  di  kuartal  kedua  sebelumnya, membuatnya tersungkur kedalam resesi keduanya sejak 2009. 

• Bursa dunia mencatat kerugian dalam 7 hari berturut‐turut. Indeks ekuitas dunia MSCI turun 0.35% ke 317.54 dan saat ini mencatat turun lebih  dari 3% dalam bulan ini. 

• Yen  anjlok  ke  level  terendahnya  terhadap  dolar  sejak  akhir  April  setelah  pemimpin  dari  partai  oposisi  utama  Jepang  meminta  untuk  memberlakukan suku bnga negatif, melemahkan daya tarik mata uangnya meskipun berstatus safe‐haven. Dolar menguat 1.16% ke 81.17 yen.  Euro  terapresiasi  ke  level  tertinggi  2  pekan  terhadap  yen  dan  juga  terhadap  dolar,  meskipun  kondisi  ekonomi  kawasan  terlihat  suram.  Euro  tercatat naik 0.32% di $1.2775. 

• Sementara harga Treasury AS naik tipis dengan Treasury tenor 10 tahun naik 2/32 dengan yield di 1.589%. Sedangkan harga emas turun 0.7% ke  $1,713.99, sebagian karena rebound setelah menembus level terendah 1 pekan di $1,704.69.  

GOLD & COMMODITIES
• Emas di pasar spot <XAU=> merosot lebih dari 1% ke level terendah selama sepekan Kamis kemarin mengikuti penurunan di bursa‐bursa saham,  namun masih dibayangi oleh isu fiscal cliff AS. 

• Data membuktikan bahwa krisis hutang Eropa telah menghambat pertumbuhan ekonomi Eropa pada Q3 – yang Kamis kemarin menjadi faktor  penekan aset finansial global sejak sesi Eropa. 

• Tekanan  emas  kemarin  juga  dipicu  oleh  berakhirnya  aksi  mogok  pekerja  tambang  di  Afrika  Selatan,  setelah  para  buruh  tambang  tersebut  mencapai kesepakatan dengan Anglo American Platinum Ltd – produsen logam mulia terkemuka dunia. 

• Korelasi  searah  antara  bursa  saham  dan  pasar  emas  ini  dikomentari  oleh  Nic  Brown,  seorang  analis  dari  Natixis:  “You  get  periods  of  high  correlation between risky assets, and this seems to be happening now. There are times when gold is just another commodities.” 

• Sementara terkait dengan fiscal cliff AS – pemangkasan anggaran dan kenaikan pajak yang akan efektif awal tahun 2013 jika Kongres AS tidak  mencapai kesepakatan atau proses negosiasi untuk solusinya berlarut‐larut – Nic Brown berpendapat bahwa itu akan mendorong kenaikan harga  emas kembali sebagai aset safe‐haven. 

• Faktor geopolitik, yang saat ini kembali memanas di jalur Gaza menyusul serangan militer Israel ke kelompok militan Hamas Palestina, biasanya  memberikan  dampak  pada  harga  emas,  dipengaruhi  oleh  kenaikan  harga  minyak  yang  akan  mempengaruhi  inflasi  dan  kemudian  mendorong  perekonomian ke arah resesi. Jika isu geoplitik ini terus memburuk, pada gilirannya dapat mempengaruhi emas sebagai aset safe‐haven. Untuk  saat ini pengaruh tersebut, menurut Ole Hansen, VP di Saxo Bank, masih dibatasi karena penguatan dolar AS. 

• Sebagai informasi, sebuah laporan dari World Gold Council (WGC) Kamis kemarin menunjukkan bahwa demand emas global merosot 11% pada  Q3 dari rekor tertingginya yang dicapai di kuartal yang sama tahun 2011 sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh merosotnya permintaan dari Cina  karena  perlambatan  ekonominya,  namun  masih  tingginya  permintaan  dari  India  –  pembeli  emas  terbesar  dunia  –  mampu  menghambat  penurunan lebih besar. 

• Namun WGC memproyeksikan harga emas masih akan bertahan di atas levelnya saat ini karena pelonggaran moneter global (berupa pembelian  aset  pemerintah  di  negara‐negara  besar  dunia  oleh  masing‐masing  bank  sentralnya,  kekhawatiran  fiscal  cliff  AS  serta  peningkatan  demand  musiman emas di India dan Cina dalam beberapa bulan ke depan.


OIL & COMMODITIES
• Harga minyak terkoreksi pada hari Kamis ketika sebuah kenaikan klaim pengangguran dan laporan laba perusahaan yang mengecewakan  telah menimbulkan kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi, dan pasar memusatkan perhatiannya di Timur Tengah. 

• Tekanan muncul setelah data klaim pengangguran mingguan AS mencatat naik pekan lalu, merefelksikan dampak dari Badai Sandy di  bulan Oktober, yang juga melemahkan aktifitas ekonomi di wilayah Mid‐Atlantic. 

• Data yang menunjukkan ekonomi zona euro kembali jatuh kedalam resesi kedua sejak 2009 di kuartal ketiga juga turut memberi tekanan  pada harga minyak. 

• Hasil  mengecewakan  dari  Wal‐Mart  Stores  Inc  dan  kekhawatiran  terjadinya  “tebing  fiskal”  AS  juga  menekan  pasar  ekuitas  dan  pasar  minyak. 

• Perdagangan  terlihat  fluktuatif,  dengan  harga  minyak  sempat  menguat  dengan  cepat  menyusul  kekerasan  antara  Israel  dan  Hamas  menarik perhatian pasar. Hamas menembakkan puluhan roket ke Israel selatan, menewaskan tiga orang, dan Israel meluncurkan banyak   serangan udara di seluruh Jalur Gaza. 

• Sementara kejadian antara Israel dan wilayah Palestina tidak langsung mengancam pasokan, pasar minyak sensitif terhadap kekerasan di  Timur Tengah, yang menghasilkan sepertiga minyak dunia. Pedagang khawatir bahwa produsen Arab dapat terseret ke dalam konflik,  yang dapat mempengaruhi jalur suplai mereka. 

• Kontrak Desember Brent yang sudah jatuh tempo dirilis naik $1.36 ke $110.97 per barel, sedangkan untuk kontrak Januari turun 68 sen  ke $107.80  per barel. Sementara untuk minyak mentah berjangka AS pengiriman Desember  turun 87 sen ke $85.45 per barel.  

EURO ZONE
• EURUSD berlanjut bangkit dari level terendah selama 2 bulan, di sekitar 1.2662 yang dicapai Selasa lalu, menuju kembali ke areal 1.2800 di sesi AS semalam.  Para trader mengatakan kenaikan ini dipicu oleh aksi beli dari sejumlah korporasi Eropa. 

• Rebound  EURUSD  nampaknya  masih  rentan  jika  melihat  lambannya  pertumbuhan  ekonomi  Q3  di  sejumlah  wilayah  Eropa  serta  uncertainty  terhadap  bantuan lanjutan ke Yunani dan Spanyol. 

• Namun di sisi lain, menurut para analis pasar, investor justru khawatir untuk terus menekan (sell) euro dalam kapasitas besar karena kemungkinan langkah  kejutan dari otoritas Eropa untuk solusi krisis hutang regionalnya. 

• Yang jelas akselerasi rebound EURUSD untuk menguji areal 1.2800 semalam terjadi setelah rilis pesimis data‐data ekonomi AS, seperti weekly jobless claims  dan Philadelphia Fed index, sebagai dampak dari terjangan badai topan Sandy beberapa waktu lalu. 


U.K.
• Sterling melemah terhadap euro dan menguat dari level terendah 2 bulan terhadap dolar pada hari Kamis, namun pergerakannya terlihat rentan tekanan setelah data  ekonomi Inggris dirilis pesimis yang meningkatkan resiko dilanjutkannya stimulus. 

• Sterling terakhir kali tercatat bergerak menguat 0.2%  di $1.5862, setelah tersungkur ke level intraday low di $1.5828, level terendahnya sejak 5 Oktober, setelah rilis  data penjualan ritel Inggris yang mengalami penurunan diluar dugaan. 

• Namun sterling berpotensi kembali menguat terhadap dolar seiring dengan menguatnya euro menyusul minat terhadap aset beresiko meningkat setelah rilis lebih  baik dari perkiraan untuk data ekonomi Perancis dan Jerman. 

• Data ekonomi menunjukkan penjualan ritel Inggris di bulan Oktober turun 0.8%, dibandingkan dengan ekspektasi pasar tidak terjadi perubahan (0.0%). Kondisi ini  telah menghapus kenaikan 0.6% di bulan September sebelumnya dan menggugurkan harapan adanya dukungan dari sektor belanja pada proses pemulihan ekonomi.  Kondisi ini juga menurunkan ekspektasi untuk GDP‐Q4 Inggris setelah di kuartal ketiga mencatat pertumbuhan positif. 

• Prospek sterling terlihat masih suram seiring melemahnya perekonomian Inggris yang diprediksi hampir tidak mengalami pertumbuhan di kuartal keempat tahun ini  dan hanya mengalami ekspansi seidikit di atas 1% untuk tahun depan, berdasarkan jajak pendapat Reuters. 

• Terhadap euro, sterling menembus level terendah 2 pekan. Euro menguat 0.2% di 0.8055 pound setelah mencatat intraday high di 0.8065 pound, yang merupakan  level tertingginya sejak 31 Oktober. Namun demikian, euro juga menghadapi resiko untuk terdepresiasi lebih lanjut jika krisis utang kawasan terus berkelanjutan dan  ekonomi zona euro terancam melemah lebih buruk dari Inggris. 


JAPAN
• Akselerasi pelemahan yen berlanjut Kamis kemarin, ke level terlemahnya sejak April terhadap dolar AS dan  ke level terlemahnya selama 2 pekan atas euro (meskipun  data GDP Q3 Eropa kemarin mengindikasikan resesi kedua yang dialaminya sejak 2009), seiring berkembangnya dinamika politik Jepang sejak pernyataan Yoshihiko  Noda yang akan membubarkan parlemen Jepang Jumat ini dan akan mengadakan pemilu pada 16 Desember mendatang. 

• Kamis kemarin oposisi (LDP) kembali menghimbau BoJ untuk terus melakukan pelonggaran moneter dalam rangka memenuhi target inflasi – sehingga meredam peran  safe‐haven yen di tengah uncertainty global saat ini.    

• Shinzo Abe, ketua partai LDP yang kembali akan dicalonkan menjadi PM Jepang di pemilu darurat yang rencananya akan diselenggarakan Desember mendatang, Kamis  kemarin kembali menghimbau BoJ agar menerapkan kebijakan suku bunga di bawah 0% (sub‐zero) dan melawan penguatan yen. 

• Dinamika politik Jepang, pembubaran parlemen dan pelaksanaan pemilu darurat Desember, yang akan mempengaruhi kebijakan ekonomi dan moneternya, potensial  masih akan memicu akselerasi pelemahan yen. Namun uncertainty pada solusi krisis hutang Eropa dan isu fiscal cliff AS yang masih membayangi pelaku pasar, dapat  menyebabkan rentannya pergerakan yen di sisa November dan di penghujung tahun 2012 ini.


AUSTRALIA
• Aussie dollar tertekan ke level terendahnya untuk beberapa pekan menyusul para investor mulai memangkas posisi long (beli) mereka – namun masih relatif menguat  atas yen didorong oleh spekulasi pelonggaran moneter lebih lanjut di Jepang. 

• AUDUSD tertekan ke level terendah selama 3 pekan di 1.0308 kemarin.  

• Berlanjutnya  penurunan  bursa  saham  global,  lemahnya  data  tenaga  kerja  dan  indeks  sentiment  dari  wilayah  Philadelphia,  serta  data  yang  membuktikan  resesi  ekonomi akibat krisis hutang di wilayah Eropa, mendorong investor untuk melakukan penyesuaian portofolio dan menghindar dari Aussie dollar – sebagai salahsatu  aset high‐risk. 

• Selain itu meningkatnya kekhawatiran terhadap fiscal cliff AS dan memanasnya konflik geopolitik di jalur Gaza antara Israel dan kelompok militan Palestina, menjadi  faktor lainnya yang telah membayangi tekanan AUDUSD belakangan ini. 

• Isu dalam negeri terbilang sedikit sekali yang bisa mempengaruhi pergerakan AUDUSD, dan investor dapat melakukan tekanan lebih besar untuk AUDUSD jika masih  cenderung fokus pada data ataupun peristiwa global yang akhir‐akhir ini menyebabkan aset‐aset beresiko menjadi dihindari kembali. 


SWISS
• Franc  Swiss  bergerak  relatif  stabil  terhadap  euro  namun  berhasil  melanjutkan  penguatannya  terhadap  dolar  setelah  rilis  data  zona  euro  menunjukkan  ekonomi kawasan kembali jatuh kedalam resesi keduanya sejak 2009 di kuartal ketiga tahun ini, sementara kekhawatiran terhadap “tebing fiskal” AS telah  membebani sentimen pasar. 

• Franc diperdagangkan di sekitar 1.2036 franc per euro, mendekati level tertinggi 10 pekan terhadap mata uang tunggal Eropa tersebut dalam pekan ini.  Sedangkan dolar tercatat melemah 0.25% terhadap franc setelah bergerak di sekitar 0.9425 franc dibandingkan penutupan New York hari Rabu. 

• Ekonomi zona euro kembali mengalami resesi meskipun 2 negara kawasan yaitu Jerman dan Perancis menunjukkan pertumbuhan positif. Kedua negara  tersebut  mencatat  ekspansi  ekonomi  sebesar  0.2%  di  kuartal  ketiga.  Ekonomi  zona  euro  mencatat  kontraksi  0.1%  di  kuartal  ketiga  setelah  mencatat  kontraksi 0.2% di kuartal kedua sebelumnya.  

Thursday, November 15, 2012

Headline News 15.11.12


US & GLOBAL
• Bursa saham dunia terkoreksi pada hari Rabu dengan indeks saham AS ditutup pada level terendahnya sejak musim panas karena investor fokus pada  masalah “tebing fiskal” AS sementara harga minyak akibat eskalasi kerusuhan di Timur Tengah. Indeks Dow dan Nasdaq menembus level terendah sejak  akhir Juni, sementara S&P 500 ditutup pada level terendahnya sejak akhir Juli. Tekanan jual pada bursa AS berlanjut setelah pidato pertama Presiden  Barack Obama setelah terpilih kembali menjadi presiden AS, dimana ia menegaskan kembali seruannya bagi orang kaya untuk membayar pajak yang lebih  tinggi. 

• Harga  minyak  Brent  naik  lebih  dari  1%  menuju  $110  per  barel  pada  hari  Rabu,  mengakhiri  penurunan  2  hari  secara  berturut‐turut  menyusul  Israel  melancarkan serangan besar‐besaran terhadap militan Palestina di Gaza, memperkuat kekhawatiran tentang ketegangan di Timur Tengah. Kepala militer  Hamas  tewas  ketika  mobilnya  dihantam  oleh  serangan  udara  Israel,  kelompok  Islam  Palestina  mengatakan,  menyusul  sejumlah  serangan  Israel  telah  mengguncang Jalur Gaza. Seorang pejabat Israel mengatakan serangan terhadap komandan Hamas itu bukan akhir dari serangan di wilayah pesisir dan  serangan berikutnya akan dilanjutkan. Ketegangan sudah tinggi di wilayah itu menyusul konflik Suriah telah memasuki bulan kedua puluh. 

• Investor  mengkhawatirkan  dampak  dari  kenaikan  pajak  dan  pemangkasan  anggaran  belanja  pemerintah  terhadap  ekonomi  AS  jika  Obama  dan  Partai  Republik gagal mencapai kompromi untuk menghindari “tebing fiskal”. Obama dijadwalkan akan memulai pembicaraan pekan ini. 

• Laporan laba dari Cisco Systems Inc. <CSCO.O> dan juga dua perusahaan ritel awalnya sempat mendorong naiknya indeks saham, namun di akhir sesi  terjadi tekanan jual. Dow Jones industrial average <.DJI> merosot 185.23 poin atau 1.45% dan ditutup di 12,570.95. Standard & Poor's 500 Index <.SPX>  turun 19.04 poin atau 1.39% dan berakhir di 1,355.49. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> merosot 37.08 poin atau 1.29% di 2,846.81.  

• Brent December crude <LCOc1> berakhir di $109.61, naik $1.35 di atas level MA‐100 di $109.50. Sedangkan U.S. December crude <CLc1> naik 94 sen di  $86.32 per barel, turun dari level intraday high $86.65. Kontrak Desember Brent akan berakhir hari Kamis, diikuti oleh kontrak Desember US crude pada  hari Jumat.  

• Meningkatnya kekhawatiran telah mendorong naiknya harga obligasi pemerintah AS, apalagi setelah rilis FOMC minutes malam tadi yang menunjukkan  sejumlah pejabat The Fed meyakini bahwa bank sentral perlu untuk melanjutkan pembelian obligasi untuk membantu perekonomian.Treasury tenor 10  tahun naik 1/32 dengan yield turun di 1.59% dari 1.60% posisi penutupan Selasa. 

• Euro menguat terhadap dolar, mengakhiri 5 hari penurunannya secara berturut‐turut, menyusul meredanya kekhawatiran mengenai Spanyol dan Yunani  dan adana indikasi akan dilanjutkannya pembelian ob,ligasi oleh The Fed. 

• Sementara  yen  koreksi  tertajamnya  dalam  2  bulan  terhadap  euro  dan  dolar  setelah  Perdana  Menteri  Jepang  Yoshihiko  Noda  mengatakan  siap  untuk  membubarkan parlemen majelis rendah dalam pekan ini dan akan mengadakan pemilu di bulan depan. 

• Indeks ekuitas global MSCI turun 3.32 poin atau 1% ke 318.64. Bursa Eropa jatuh, namun bursa Asia berhasil rebound dari level terendah 7 pekan. 

• European Union Economic and Monetary Affairs Commissioner Olli Rehn mengatakan Spanyol telah mengambil tindakan yang efektif untuk mengatasi  defisit  anggaran  tahun  2012  dan  2013,  meskipun  langkah‐langkah  untuk  anggaran  2014  masih  jauh  dari  harapan.  Komentarnya  tersebut  berhasil  mengangkat euro. Euro menguat 0.3% ke $1.2734. Terhadap yen, euro naik 1.3% ke 102.14 yen. Dolar menguat 1.1% ke 80.30 yen. 

• Sterling menembus level terendah lebih dari 2 bulan terhadap dolar di $1.5839 setelah laporan inflasi BoE menggambarkan prospek suram untuk ekonomi  Inggris dan Gubernur Mervyn King mengatakan quantitative easing akan dimulai kembali. Sterling terakhir tercatat turun 0.2% di $1.5841. 

• Kekhawatiran investor terhadap krisis Eropa masih dominan, sehingga memicu tekanan pada indeks saham Eropa.  FTSEurofirst 300 index <.FTEU3> turun  1% ke 1,088.43 poin. London's FTSE 100 <.FTSE>, Frankfurt's DAX <.GDAXI> and Paris's CAC‐40 <.FHCI> kesemuanya berakhir melemh.  

• Harga  emas  juga  terangkat  seiring  naiknya  harga  minyak  akibat  ketegangan  di  Timur  Tengah.  Harga  emas  spot  turun  43  sen  ke  $1,724.46  per  ounce,  tertekan  oleh  penurunan  Wall  Street  1%  di  akhir  sesi.  Namun  harga  emas  berjangka  COMEX  AS  untuk  pengiriman  Desember  ditutup  naik  $5.30  di  $1,730.10.  Silver juga naik 0.4% ke $32.60 per ounce dan Platinum <XPT=> naik ke $1,597.50, mencatat kinerja terbaiknya sejak 23 Oktober, dan terakhir  tercatat naik 75 sen di $1,581.50. 


GOLD & COMMODITIES
• Harga emas bangkit dari tekanan sebelumnya, mengikuti kenaikan minyak menyusul meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, serta masih 
terfokusnya para trader emas pada perkembangan isu fiscal cliff AS, yang otomatis akan dimulai tahun depan dan beresiko mendorong perekonomian AS 
ke jurang resesi – sebuah kondisi yang membuat emas akan menjadi aset untuk berlindung bagi para investor. 

• Berita  bahwa  pasukan  Israel  telah  menyebabkan  tewasnya  komandan  militer  kelompok  Hamas  Palestina  dalam  sebuah  serangan  rudal  ke  jalur  Gaza, 
memicu demand pada aset‐aset safe‐haven seperti emas. 

• Untuk pelaku emas, perlu dicermati komentar dari Edward Meir, analis logam bada broker berjangka INTL FCStone, yang mengatakan: "Our short‐term 
outlook continues to call for further gains in gold, but we would not be surprised by a rather substantial correction once a fiscal‐cliff agreement is reached,"  

• Selain  itu  mulai  terlihat  rusuhnya  aksi  mogok  menolak  austerity  measures  di  Spanyol  dan  Italia  juga  menjadi  faktor  lain  yang  meningkatkan  demand 
terhadap emas dan aset‐aset safe‐haven lainnya. 

• Harga  emas  sempat  tertekan  ketika  data  retail  sales  Oktober  AS  menunjukkan  penurunan  untuk  pertama  kalinya  selama  3  bulan,  dipengaruhi  oleh 
dampak badai topan Sandy – sebuah indikasi awal bahwa spending masyarakat AS beresiko merosot di kuartal akhir 2012 ini. 

• Menurut Daniel Brebner, analis dari Deutsche Bank bahwa emas masih beresiko tertekan jika logam mulia tersebut ‘kalah saing’ dalam peran safe‐haven 
terhadap  dolar  AS  di  tengah  sejumlah  isu  yang  dapat  memicu  meningkatnya  demand  pada  aset‐aset  safe‐haven  seperti  krisis  fiskal. 


OIL & COMMODITIES
• Harga minyak Brent naik lebih dari 1% menuju $110 per barel pada hari Rabu, mengakhiri penurunan 2 hari secara berturut‐turut menyusul Israel 
melancarkan serangan besar‐besaran terhadap militan Palestina di Gaza, memperkuat kekhawatiran tentang ketegangan di Timur Tengah. 

• Kepala militer Hamas tewas ketika mobilnya dihantam oleh serangan udara Israel, kelompok Islam Palestina mengatakan, menyusul sejumlah 
serangan  Israel telah mengguncang  Jalur  Gaza. Seorang  pejabat  Israel mengatakan  serangan  terhadap  komandan  Hamas  itu  bukan  akhir  dari 
serangan di wilayah pesisir dan serangan berikutnya akan dilanjutkan. 

• Ketegangan sudah tinggi di wilayah itu menyusul konflik Suriah telah memasuki bulan kedua puluh. Pasar energi telah tegang tentang potensi 
gangguan pasokan lebih besar di Timur Tengah tahun ini, terutama karena sanksi Barat terhadap ekspor Iran dari negara OPEC. 

• Kekhawatiran terhadap terhambatanya suplai diimbangi oleh  indikasi melemahnya permintaan dari Barat dan pemulihan ekonomi yang terus 
berlangsung telah memberi tekanan pada harga minyak. 

• Brent December crude <LCOc1> berakhir di $109.61, naik $1.35 di atas level MA‐100 di $109.50. Sedangkan U.S. December crude <CLc1> naik 94 
sen di $86.32 per barel, turun dari level intraday high $86.65. Kontrak Desember Brent akan berakhir hari Kamis, diikuti oleh kontrak Desember US crude pada hari Jumat.  

EURO ZONE
• Euro cenderung menjauh dari areal crucial support‐nya untuk masing‐masing terhadap dollar (1.2700) dan yen (100.00), untuk rebound mencoba level 1.2757 dolar AS  dan melonjak tajam 
hingga 102.39 yen (per pukul 23.30 WIB semalam). 

• Faktor pemicu rebound EURUSD dan EURJPY tersebut datang dari luar regional Eropa, isu fiscal cliff AS yang otomatis akan berlangsung awal tahun baru 2013 (jika tidak ada intervensi) serta 
perkembangan politik yang mengejutkan di Jepang – setelah PM Yoshihiko Noda menyatakan akan membubarkan parlemen dan segera menjadwalkan pemilu pada 16 Desember 2012.   

• Namun  uncertainty  di  Eropa  yang  masih  berkembang  terkait  krisis  hutang,  diikuti  oleh  sejumlah  gelombang  aksi  mogok  di  sejumlah  wilayah  regionalnya  sebagai  aksi  protes  terhadap 
pemangkasan spending dan kenaikan pajak (austerity measures), masih akan membayangi rebound euro tersebut. Lembaga Moody’s Investor Services juga menyatakan bahwa Irlandia akan 
membutuhkan dana bantuan lebih lanjut seiring dengan akan berakhirnya program bailout di tahun depan.  

• Selain itu kekhawatiran merosotnya kinerja ekonomi Jerman juga potensial menjadi faktor penekan euro lainnya – menyusul anjloknya sentimen dari kalangan analis dan investor yang disurvei 
lembaga ZEW Jerman. Data industrial output zona euro di bulan September pun mengalami penurunan tertajamnya sejak Januari 2009. 

• Data  GDP  Q3  dari  sejumlah  wilayah  Eropa  hari  ini  layak  untuk  diperhatikan  untuk  melihat  pandangan  pasar  terhadap  perekonomian  Eropa  secara  keseluruhan  di  tahun  2012  –  terutama 
perekonomian Jerman yang terbesar di Eropa yang sedang menjadi sorotan akhir‐akhir ini.


U.K.
• Sterling menembus level terendah 2 bulan terhadap dolar pada hari Rabu setelah bank sentral Inggris (BoE) mengatakan Inggris menghadapi tahun‐tahun dengan 
pertumbuhan ekonomi yang sulit dan membuka peluang untuk dilanjutkannya program stimulus. Komentar dari Gubernur BoE Mervyn King yang mengatakan bahwa 
akan sulit bagi ekonomi untuk tumbuh pesat tanpa menurunkan nilai tukar mata uang, juga turut menekan sterling. King mengatakan ekonomi kemungkinan akan 
melemah kembali di akhir tahun ini, hanya 1 kuartal setelah perekonomiannya keluar dari resesi, dan mengingatkan bahwa kebijakan moneter hanya diperuntukkan 
untuk kepentingan memulihkan perekonomian. 

• Sterling terakhir tercatat bergerak di sekitar $1.5850, tidak jauh dari $1.5841, level terendahnya sejak 5 September, dan mencatat turun 0.1%. Data penjualan ritel 
Inggris yang akan dirilis Kamis ini juga berpotensi menekan sterling jika ternyata dirilis lebih buruk dari perkiraan. 


JAPAN
• Yen melemah secara global setelah PM Yoshihiko Noda menyatakan akan membubarkan parlemen pada 16 November dan merencanakan akan menggelar pemilu pada 16 Desember depan. 

• Seperti dilansir AFP, Rabu (14/11/2012), hal ini dibenarkan oleh Wakil Sekjen Partai Demokrat Jepang (DPJ), Jun Azumi, yang hanya menganggukkan kepalanya ketika ditanya oleh wartawan 
dari televisi Jepang, NHK. 

• Konfirmasi dari Azumi ini muncul setelah pertemuan antara PM Noda dan pemimpin oposisi Shinzo Abe (dari Partai Liberal Demokratik Jepang‐LDP) di parlemen. 

• Abe – yang pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Jepang tahun 2006 lalu – pun mengatakan siap bekerja sama terkait dengan usulan PM Noda tersebut. 

• Sebagai informasi bahwa menurut undang‐undang yang berlaku di Jepang, pemilu harus digelar dalam jangka waktu paling lambat 40 hari setelah parlemen Jepang dibubarkan. Pemilu akan 
didahului oleh masa kampanye selama 12 hari. Normalnya pemilu anggota parlemen Jepang ini digelar setiap 4 tahun sekali, kecuali parlemen dibubarkan lebih awal oleh perdana menteri. 

• Peristiwa politik di Jepang ini memicu pelemahan yen tiba‐tiba, menyusul oposisi dari DPJ, yakni LDP, di bawah kepemimpinan Shinzo Abe, adalah merupakan pendukung pelonggaran moneter 
yang dilakukan oleh BoJ. Bahkan Abe, yang nampaknya akan menjadi calon kuat PM Jepang menggantikan Noda jika pembubaran parlemen dan pemilu kembali digelar di Jepang tahun ini, 
kemarin telah menghimbau agar BoJ melakukan pencetakan uang tak terbatas untuk mencapai target inflasi. Dirinya tidak menyebut secara rinci target inflasinya, namun dari indikasi sejumlah 
komentarnya belakangan ini menyebut‐menyebut angka 3% ‐ 3 kali lipat dari target inflasi Jepang saat ini – setelah bertahun‐tahun tenggelam dalam jurang deflasi. 

• Yen pun menjauh dari level‐level krusialnya, terutama terhadap dolar AS (di 79.00) dan terhadap euro (100.00) untuk kemudian melemah hingga kembali menembus areal 80an terhadap dolar 
dank e level 102.39 terhadap euro (per pukul 00.07 WIB semalam).


AUSTRALIA
• Meskipun menguat terhadap yen, Aussie dollar mengalami tekanan atas dolar AS saat ini hingga bertahan di bawah 1.0400, dan per pukul 05.48 WIB pagi ini mencapai intraday 
low 1.0360 dolar AS. 

• Tekanan AUDUSD berpotensi berlanjut terkait perkembangan isu fiscal cliff di AS – concern terhadap apakah parlemen AS akan mencapai kesepakatan untuk menghindar dari 
kenaikan pajak dan pemangkasan spending besar‐besaran di awal tahun 2013 – yang menekan aset‐aset beresiko.  

• Sejumlah analisa di pasar melihat apakah AUDUSD akan mampu breakout ke bawah level 1.0350 – yang merupakan MA‐55 harinya. Sementara kami juga melihat areal tersebut 
(1.0353) sebagai trendline support pada daily chart – yang apabila berhasil ditembus akan membuka peluang penurunan lebih jauh bagi AUDUSD. 

• Semakin  meningkatnya  ketegangan  Timur  Tengah,  menyusul  dimulainya  serangan  besar  Israel  ke  kelompok  militan  Palestina  di  jalur  Gaza,  juga  menjadi  faktor  lain  penekan 
AUDUSD dan juga membuat investor enggan untuk melakukan transaksi pada aset‐aset beresiko. 


SWISS
• Franc  Swiss  bergerak  relatif  stabil  terhadap  euro  pada  hari  Rabu,  setelah  mata  uang  tunggal  Eropa  mengalami  tekanan  akibat  ketidakpastian  nasib  Yunani  dan 
buruknya data sentimen ekonomi dari Jerman. 

• Namun franc berhasil menguat terhadap dolar, setelah berhasil rebound dari level terendah 2 bulan yang dicapainya di hari Selasa sebelumnya. 

• Franc menguat 0.3% di sekitar 0.9450 dibandingkan penutupan New York hari Selasa. Sedangkan terhadap euro, franc bergerak stabil di sekitar 1.2035 franc. 

• Data sentimen investor ZEW Swiss  mencatat naik 1 poin di bulan November menjadi ‐27.9 poin dari ‐28.5 poin di bulan Oktober sebelumnya. Namun demikian, data 
masih dirilis lebih buruk dari ekspektasi naik ke ‐25. 

Wednesday, November 14, 2012

Headline News 14.11.12


US & GLOBAL
• Bursa  saham  global  terkoreksi  di  sesi  Selasa,  melanjutkan  pelemahannya  setelah  bursa  AS  membalik  keuntungannya  akibat  kekhawatiran AS akan kembali tersungkur kedalam resesi akibat pemangkasan anggaran belanja pemerintah dan kenaikan pajak  jika Kongres tidak mencapai kesepakatan dengan pemerintahan Obama, dan euro melemah setelah pemberian bailout kepada  Yunani mengalami penundaan. 

• Euro  menembus  level  terendah  lebih  dari  2  bulan  terhadap  dolar  dan  level  terendah  1  bulan  terhadap  yen  dipicu  penundaan  pemberian bailout Yunani dan ketidakpastian apakah Spanyol akan meminta bailout. Kekhawatiran terhadap nasib Yunani dan  Spanyol telah memicu koreksi euro atas dolar dalam 7 dari 9 sesi terakhir. Sepanjang November ini, euro tercatat melemah 1.9%  terhadap dolar dan 1.7% terhadap yen. Di akhir sesi New York, euro melemah tipis ke $1.2704 setelah mencatat intraday low di  $1.2660, level terendahnya sejak 7 September. 

• Para peminjam internasional memberi tambahan waktu untuk Yunani menyempurnakan keuangannya, meskipun mereka tidak  mengucurkan  bantuan  Yunani  dengan  harapan  untuk  membiayai  5  miliar  euro  utangnya  pada  hari  Jumat.  Sebuah  bentrokan  publik  antara  pemberi  pinjaman  internasional  Yunani  atas  bagaimana  Athena  dapat  membawa  utangnya  ke  tingkat  yang  berkelanjutan telah memicu kekhawatiran bahwa masalah Eropa bisa menyala lagi. 

• Di pasar Wall Street, ekuitas mengalami tekanan jual di akhir sesi, dipicu oleh melemahnya saham Microsoft, meskipun sektor  ritel  menunjukkan  kinerja  positif  setelah  Home  Depot  menaikkan  outlook‐nya.  Masalah  “tebing  fiskal”  AS  masih  menghantui  pelaku pasar, sehingga memicu tekanan jual pada bursa saham. Dow Jones industrial average <.DJI> turun 58.90 poin atau 0.46%  di 12,756.18. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> turun 5.50 poin atau 0.40% di 1,374.53. Sedangkan Nasdaq Composite Index  <.IXIC> turun 20.37 poin atau 0.70% di 2,883.89.   Sementara untuk indeks ekuitas dunia MSCI <.MIWD00000PUS> melemah 0.84% ke 321.96.  

• The release of October U.S. retail sales on Wednesday is expected to offer key insights into how consumer spending is shaping up  for the fourth quarter, said Deutsche Bank Securities chief U.S. economist Joseph LaVorgna.  

• Komponen Dow, Home Depot Inc <HD.N> menaikkan proyeksi laba tahunannya, mengutip peningkatan pada pasar perumahan.  Sahamnya tercatat naik 3.6% untuk ditutup di $63.38. Sementara saham Microsoft anjlok 3.2% ke $27.09. 

• Risk aversion (keengganan investor untuk memburu aset beresiko) telah mendorong naiknya harga Treasury AS, dengan Treasury  tenor 10 tahun naik 6/32 dengan yield turun ke 1.59%. 

• FTSEurofirst 300 <.FTEU3> pan‐European index berakhir naik 4.81 poin atau 0.44% di 1,099.16. Spain's IBEX index <.IBEX> naik  1.7% sementara yield obligasinya sedikit melemah, ditengah spekulasi Spanyol kemungkinan akan segera meminta bantuan dana  bailout.  

• Brent  crude  oil  <LCOc1>  turun  $0.89  ke  $108.18  per  barel,  mencatat  koreksi  kedua  kalinya  akibat  kekhawatiran  maraknya  pertumbuha produksi minyak dan juga kondisi ekonomi AS dan Eropa yang tengah berjuang ditengah kondisi ekonomi mereka  yang rapuh.  

• Harga emas spot turun 0.1% ke $1,725.94 per ounce.  Sedangkan untuk harga emas berjangka COMEX AS pengiriman Desember  berakhir melemah $6.10 di $1,724.80 per ounce. 


GOLD & COMMODITIES
• Harga emas di pasar spot cenderung bertahan di atas areal $1720/oz, setelah (hanya seketika) mencapai intraday low 1717.69  Selasa kemarin. Para investor di pasar emas masih menantikan klarifikasi lebih jelas mengenai bantuan lanjutan ke Yunani. 

• Tekanan di pasar emas terjadi seketika ketika pandangan Eropa dan IMF bertentangan terkait dengan rencana jangka panjang  bagi Yunani untuk mengurangi beban hutangnya ke level yang sustainable. 

• Pada pukul 04.10 WIB pagi ini, emas di pasar spot <XAU=> diperdagangkan di 1724.44/5.66, lebih rendah dari penutupan Senin  sebelumnya.


OIL & COMMODITIES
• Harga minyak Brent jatuh untuk hari kedua pada Selasa kemarin dipicu kekhawatiran menurunnya permintaan dan kondisi  AS dan Eropa yang tengah bergulat dengan ekonomi yang rapuh. 

• Harga  minyak  mengalami  tekanan  setelah  International  Energy  Agency  memangkas  estimasi  untuk  permintaan  minyak  global di kuartal keempat tahun ini dan untuk pertumbuhannya di tahun 2013. IEA juga mengatakan produksi dan ekspor  minyak Iran kembali meningkat di ulan Oktober, meskipun mendapat sanksi dari pihak Barat, dimana menambah maraknya  jumlah minyak di pasar. 

• Harga  minyak  berjangka  Brent  untuk  pengiriman  Desember  ditutup  melemah  81  sen  ke  $108.26  per  barel,  setelah  terkoreksi ke level intraday low di $107.38. sedangkan Harga minyak berjangka AS untuk pengiriman Desember turun 19  sen di $85.38 per barel setelah sempat naik ke $85.95 di awal sesi. 

• Tekanan lainnya datang dari rilis data sentimen investor dan anlis Jerman di bulan November menyusul krisis utang zona  euro mulai memukul perekonomian Jerman. 

EURO ZONE
• Sentimen di kalangan analis dan investor Jerman merosot pada bulan November akibat meningkatnya kerentanannya terhadap krisis hutang Eropa, sebuah hal yang menambah  kekhawatiran bahwa perekonomian terbesar di Eropa tersebut bisa tergelincir ke dalam resesi dalam waktu dekat. 

• Pesimisme di luar dugaan hasil survei lembaga ZEW Selasa kemarin mengikuti sejumlah rilis data ekonomi domestik lainnya belakangan ini yang menunjukkan kontraksi di sektor  swasta, anjloknya sentimen bisnis, meningkatnya pengangguran dan penurunan order industri. 

• "For now, the ZEW looks broadly consistent with economic stagnation in Germany. But we think that the economy will slide back into recession next year as the peripheral debt  crisis intensifies and business and consumer confidence weaken further." Demikian menurut Jennifer McKeown, ekonom Eropa senior di Capital Economics. 

• Beban Jerman untuk mempertahankan keutuhan Eropa di tengah krisis hutang yang terus meningkat, mulai dari negara‐negara pinggiran Eropa hingga merambah ke Spanyol dan  mengancam negara‐negara besar di regional tersebut, membuat polling bulanan ZEW untuk sentimen ekonomi merosot ke ‐15.7 dari ‐11.5 Oktober sebelumnya – jauh lebih  pesimis dari estimasi Reuters yang memperkirakan kemerosotan hingga ‐9,8 ‐ sehingga memberikan tekanan pada EURUSD ke level terendah terbarunya dalam 2 bulan dan  memicu akselerasi penurunan bursa saham Eropa. 

• Pihak  Eropa  dan  IMF  kemarin  dilaporkan  memiliki  pandangan  yang  bertentangan  terkait  rencana  jangka  panjang  untuk  bagi  Yunani  untuk  mengurangi  beban  hutangnya.  Sementara  bantuan  finansial  dalam  waktu  dekat  ke  Yunani  hingga  laporan  ini  dibuat  belum  menunjukkan  kejelasan.  Hal  ini  menjadi  faktor  penekan  lain  euro  dan  aset‐aset  beresiko di pekan berjalan ini. 

• Ke depannya, selain perkembangan penanganan krisis hutang, seperti dana bantuan lanjutan ke Yunani dan juga solusi bagi Spanyol, perlu diperhatikan data ekonomi Jerman,  yang setelah rilis indeks ZEW dan sejumlah data ekonominya yang lain belakangan ini, mengarahkan pandangan pasar menuju resesi.  

• Kamis pekan ini, Jerman dan Zona Eropa akan merilis GDP Q3‐nya, dengan proyeksi pertumbuhan yang tertekan. Hal ini dapat memicu tekanan lebih lanjut untuk EURUSD dan  aset‐aset beresiko lainnya di wilayah Eropa. 


U.K.
• Sterling sterling bergerak relatif stabil terhaap dolar pada hari Selasa, memangkas keuntungan awalnya  sebagai  reaksi dari kenaikan inflasi  Inggris  yang  mealmpaui perkiraan. Inflasi tahunan Inggris naik 2.7% di bulan Oktober, melampaui ekspektasi pasar 2.3%. 

• Laporan  tersebut  telah  mengurangi  ekspektasi  terhadap  kemungkinan  BoE  menyuntikkan  dana  segar  kedalam  perekonomian,  dan  mampu  mendorong  apresiasi sterling hingga mencatat intraday high di $1.5916. 

• Namun pelaku pasar memperkirakan dewan kebijakan akan lebih memperhatikan upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dibandingkan menahan  laju inflasi ketika memutuskan apakah akan memilih untuk melonggarkan kebijakan moneternya lebih lanjut, dimana penguatan sterling nampaknya masih  akan terbatas. 

• Sterling terakhir tercatat bergerak flat di sekitar $1.5875, setelah mendekati level terendah 2 bulan di $1.5857 yang dicapai awal sesi kemarin. 

• Saat ini pasar akan mencermati BoE's Inflation Report pada hari Rabu ini dimana bank akan merilis proyeksi pertumbuhan dan inflasi untuk melihat indikasi  outlook ekonomi dan prospek kelanjutan kebijakan moneter longgar di masa mendatang.


JAPAN
• Yen cenderung steady Selasa kemarin setelah sebuah laporan dari Kyodo mengatakan bahwa data‐data ekonomi bulanan Jepang yang akan dirilis  mendatang dapat menurunkan (downgrade) penilaian terhadap kondisi perekonomiannya. 

• Sejak September hingga awal November lalu, yen melemah terhadap dollar hingga mencoba areal 80.67 per dolar – level terlemahnya sejak Juni  2012. Sementara yen juga melemah atas euro sejak menguat ke areal 94.09 per euro pada Juli 2012 hingga ke level terlemahnya sejak Mei 2012 di  104.59 – yang dicapai jelang akhir Oktober sebelum kemudian terkonsolidasi hingga ke 100.26 Selasa kemarin. 

• Cenderung menguatnya dolar AS sejak pelaksanaan pilpres AS yang kemudian mengarah pada kekhawatiran fiscal cliff, serta lemahnya data‐data  ekonomi Jepang, merupakan pemicu utama lemahnya yen. Namun kemudian peran safe‐haven kembali mendorong penguatannya belakangan ini  dan meningkatnya kembali kekhawatiran terhadap ekonomi global (utamanya Eropa dan AS saat ini) dapat memberikan dorongan bagi penguatan  yen lebih lanjut dari peran safe‐haven‐nya. 


AUSTRALIA
• Aussie dollar berupaya keras melawan arus penguatan dolar AS – ditandai tekanan yang sempat membuatnya menguji kembali ke bawah areal 1.0400,  sebelum akhirnya menjelang pembukaan pasar finansial Australia pagi ini diperdagangkan di areal 1.0430 (03.50 WIB). Penguatan aussie terhadap mata  uang euro yang tertekan luas – hingga mendekati areal terkuatnya selama 2,5 bulan, di 1.2166 – menjadi pendukung AUDUSD untuk bertahan melawan  arus penguatan dolar AS. 

• Pertentangan pandangan antara Eropa dan IMF terhadap rencana jangka panjang bagi Yunani untuk mengurangi beban hutangnya, serta belum adanya  kejelasan  mengenai  bantuan  lanjutan  bagi  Yunani,  merupakan  faktor  penekan  pasar  finansial  Australia  kemarin,  dan  juga  aset‐aset  beresiko  global  dan  komoditas. 

• Sementara  perkembangan  ekonomi  Cina  dari  sejumlah  rilis  data‐data  ekonominya  yang  cenderung  membaik  belakangan  ini,  memberikan  support  bagi  perekonomian Australia dan aset‐aset finansialnya. 

• Selain itu prospek kebijakan moneter dan suku bunga, yang belakangan diperkirakan akan cenderung dipertahankan dalam beberapa bulan ke depan, akan  menjadi faktor pendukung lainnya bagi Aussie dollar – atau paling tidak akan menjadi penghambat jika terjadi penurunan aset‐aset beresiko global dari  ketidakpastian di Eropa maupun AS saat ini.


SWISS
• Producer and import prices Swiss naik tipis di bulan Oktober, didukung oleh kebijakan bank sentral yang tetap menjaga penguatan lebih lanjut mata uang  lokalnya. Producer and import prices naik 0.4% y/y di bulan Oktober, naik tipis dari 0.3% di bulan September, namun masih di bawah ekspektasi pasar 0.5%.  Dalam basis bulanan, producer prices dirilis flat sementara import prices turun 0.3%. Hal ini dibandingkan dengan ekspektasi pasar terjadi kenaikan 0.2%  untuk  producer and import prices basis bulanan. 

• Untuk mencegah terjadinya deflasi dan resesi SNB telah mematok 1.20 per euro pada September tahun lalu. 

• Data  inflasi  pekan  lalu  menunjukkan  turun  0.2%  dari  tahun  lalu  di  bulan  Oktober,  penurunan  yang  lebih  besar  dari  perkiraan  pasar.  Anggota  SNB  Fritz  Zurbruegg mnengatakan di akhir pekan kemarin bahwa SNB memprediksi adanya kenaikan tipis pada inflasi di tahun 2013 dan akan mencatat naik 0.4% di  tahun 2014. SNB sendiri menargetkan inflasi sedikit di bawah 2%, dan dijadwalkan akan menggelar pertemuan kembali pada 13 Desember mendatang. 

• Melemahnya euro akibat kekhawatiran terhadap krisis utang Yunani telah menyeret franc untuk melemah terhadap dolar. Euro merosot ke level terendah  dua bulan terhadap dolar pada Selasa setelah zona euro dan Dana Moneter Internasional gagal menyepakati rencana jangka panjang untuk mengurangi  utang Yunani, menunda pencairan bantuan langsung ke Athena. 

• Franc sempat melemah 0.35% terhadap dolar  setelah mencatat  intraday high  di 0.9515 franc. Namun di akhir  sesi New  York,  franc bergerak relatif flat  terhadap dolar di sekitar 0.9480‐an. Franc juga bergerak flat terhadap euro di sekitar 1.2049 franc. 

Tuesday, November 13, 2012

Headline News 13.11.12


US & GLOBAL
• Bursa saham AS bergerak tipis karena investor menahan diri sebelum adanya debat kebijakan soal “tebing fiskal” AS (kenaikan pajak dan  pemangkasan anggaran belanja pemerintah) yang sedianya akan diberlakukan awal tahun depan. Rilis optimis data ekonomi Cina dan  tertundanya keputusan pemberian bantuan Yunani juga menjadi topik hangat sepanjang perdagangan Senin kemarin. 

• Berita mengenai kenaikan tajam ekspor Cina di bulan Oktober, indikasi bahwa ekonomi sedang menguat, menjadikan alasan investor  untuk memburu aset‐aset beresiko. Pasar obligasi AS tutup paa hari Senin kemarin berkenaan dengan hari libur Veterans Day. 

• Namun  pasar  saham  mencatat  kenaikan  yang  terbatas  akibat  keprihatinan  terhadap  kondisi  ekonomi  zona  euro  dan  kemungkinan  terjadinya kenaikan pajak dan pemangjasan anggaran belanja pemerintah yang akan diberlakukan awal tahun depan.  

• Di Wall Street, indeks S&P 500 masih mencatat naik 10% di tahun ini. 

• Di Chicago, harga gandum berjangka jatuh di tengah gelombang technical selling, dengan kedelai tenggelam ke level terendah 4‐1/2‐ bulan yang hampir menghapus keuntungan akibat kekeringan musim panas ini. Harga mengalami tekanan setelah Departemen Pertanian  AS  pada  hari  Jumat  lalu  menaikkan  estimasi  untuk  produk  kedelai  lebih  dari  yang  diperkirakan  sebelumnya  dan  menaikkan  proyeksi  untuk  stok  global.  Harga  kedelai  berjangka  kontrak  Januari  <SF3>  jatuh  3.08%  ke  $14.065  per  gantang  di  Chicago  Board  of  Trade.  (1  gantang = 3.125 kg). 

• Euro  bergerak  relatif  flat  terhadap  dolar  namun  berada  di  sekitar  level  terendah  2  bulan  di  $1.2707  dipicu  ketidakpastian  mengenai  paket bantuan Yunani. Euro terkoreksi sekitar 1.9% terhadap dolar sepanjang November ini. 

• Pekan lalu pasar saham tertekan oleh kekhawatiran mengenai apakah akan tercipta solusi untuk menghindari terjadinya “tebing fiskal”,  dimana jika solusi tidak tercapai maka dapat mengancam perekonomian AS jatuh kedalam resesi.  

• Dow Jones industrial average <.DJI> berakhir turun 0.23 poin atau 0.00% di 12,815.16. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX>  naik 0.15 poin atau 0.01% di 1,380.00. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> turun 0.62 poin atau 0.02% di 2,904.25.   

• Di belahan bumi lainnya, laporan akhir pekan menunjukkan pertumbuhan ekspor Cina meningkat ke level tertinggi 5 bulan, dimana turut  menambah rilis positif data ekonomi Cina belakangan ini yang mengindikasikan pelambatan yang terjadi selama 7 kuartal berturut‐turut  telah berakhir. 

• Meskipun Yunani menyetujui anggaran penghematan yang sulit untuk 2013 pada hari Minggu, pemberi pinjaman internasional masih  perlu menyepakati bagaimana membuat utang berkelanjutan ke dekade berikutnya. Indeks ekuitas global MSCI turun 0.14% di 322.79. Di  pasar Eropa, FTSEurofirst 300 Index <.FTEU3> turun 0.26% di   1,094.35 setelah merosot 1.6% pekan lalu. London's FTSE 100  <.FTSE>  turun 0.04% dan Frankfurt's DAX <.GDAXI> naik 0.07% sementara Paris' CAC‐40 <.FCHI> turun 0.35%. 

• Ketidakpastian  seputar  pemberian  baiout  Yunani  dan  kondisi  keuangan  AS  telah  mendorong  naiknya  obligasi  Jerman,  dengan  yield  obligasi tenor 10 tahun stabil di 1.35%. 

• Di pasar minyak, kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi AS dan rilis pesimis data ekonomi Jepang telah menekan harga minyak. Brent  crude oil futures <LCOc1> turun 37 sen ke $109.01 setelah mencatat naik 2% di hari Jumat. Sedangkan . U.S. oil <CLc1> turun 40 sen di  $85.67  setelah  ditutup  naik  lebih  dari  1%  di  pekan  lalu.  Sedangkan  harga  emas  tercatat  di  $1,727.09  per  ounce,  jauh  di  atas  level  terendah 2 bulan di sekitar $1,672 yang tercipta pekan lalu. 


GOLD & COMMODITIES
• Logam  mulia  Senin  kemarin  bergerak  mengikuti  aset  beresiki  setelah  para  menteri  keuangan  Eropa  memberikan  tambahan  waktu  2 
tahun lagi untuk memenuhi target pemangkasan anggaran seperti yang diinginkan pihak Eropa (Troika). 

• Sementara di sisi lain, setelah Yunani memperketat reformasi struktural  (Rabu  pekan lalu) dan menekan anggaran (dalam voting hari 
Minggu lalu), para petinggi keuangan Eropa justru masih belum mencapai kesepakatan untuk mencairkan dana bantuan darurat lebih 
lanjut ke Yunani, sehingga memberikan tekanan pada harga emas karena aksi profit‐taking investornya. 

• Pekan lalu, maraknya aksi beli emas, mendorong harganya naik 3,2% ‐ sekaligus sebagai kenaikan terbesarnya sejak akhir Agustus untuk 
basis mingguan. 

• Terpilihnya Obama (dari Partai Demokrat) sebagai presiden AS untuk 2 kali masa jabatan, merupakan faktor‐faktor yang ke depannya 
mendukung harga emas. Sementara kebijakan Obama yang cenderung pro pada pelonggaran kebijakan moneter menjadi faktor lain yang 
akan mendukung kenaikan harga emas, di samping faktor musiman (perayaan keagamaan dan budaya di India akhir tahun ini serta Cina 
nantinya) yang biasanya meningkatkan permintaan emas di pasar fisik. 

• Untuk itu perlu diwaspadai fluktuasi dan volatilitas besar harga emas di akhir tahun ini, jika 
konsolidasi menyentuh level‐level support 


OIL & COMMODITIES
• Harga  minyak  turun  ditengah  perdagangan  yang  rentan  tekanan  pada  hari  Senin,  menyusul  pandangan  pasar  terbagi  antara  masalah 
fiskal AS terhadap tekanan geopolitik dan kuatnya permintaan minyak dari Cina. 

• Harga  bergerak  fluktuatif  sebelum  akhirnya  ditutup  melemah  di  sesi  sore  New  York  setelah  investor  dicemaskan  oleh  kemungkinan 
terjadinya “tebing fiskal” (kenaikan pajak dan pemangkasan anggaran belanja pemerintah). 

• Sementara  dukungan  positif  awalnya  datang  dari  CIna  setelah  permintaan  minyak  meningkat  6.5%  di  bulan  Oktober  dari  tahun 
sebelumnya, terdorong oleh upaya peningkatan stok dan kapasitas produksi yang baru. 

• Selain  itu,  tentara  Israel  menembakkan  peluru  tank  ke  Suriah  dalam  menanggapi  sebuah  mortir  Suriah  yang  melanda  Dataran  Tinggi 
Golan, menambah kekhawatiran Israel bisa terseret ke dalam konflik. 

• Ketegangan  di  Timur  Tengah,  termasuk  kebuntuan  Barat  dengan  Iran  atas  program  nuklir  negara  OPEC,  telah  mengangkat  minyak 
sepanjang  tahun,  sementara  kekhawatiran  terhadap  dampak  dari  lemahnya  ekonomi  global  pada  permintaan  bahan  bakar  telah 
mendorong harga turun. 

• Brent December crude <LCOc1> turun 33 sen di $109.07 per barel, di bawah MA‐100 di sekitar $109.19. Sedangkan U.S. December crude 
<CLc1> turun 50 sen di $85.57 per barel. 

• Data  stok  mingguan  minyak  dari  American  Petroleum  Institute  (API)  dan  U.S.  Energy  Information  Administration  (EIA)  yang  biasanya 
dirilis pada hari Selasa dan Rabu, pekan ini masing‐masing ditunda sehari karena adanya hari libur Veterans Day di AS.  

EURO ZONE
• Zona Eropa belum akan memberikan bantuan lebih lanjut pada Yunani Senin kemarin, meskipun negara tersebut sudah memenuhi persyaratan untuk paket bantuan darurat 
senilai 31,5 milyar euro tersebut menyusul pada hari Minggu (11/Nov)  sudah memutuskan menyetujui pengetatan anggaran 2013 dan Rabu pekan lalu telah memenangkan 
voting untuk reformasi struktural lebih lanjut. 

• Namun sejumlah pejabat mengatakan bahwa dananya belum akan dicairkan. 

• "I am impressed by Greece's recent performance. Greece is on track to meet its commitments step by step. There won't be any definitive decisions today, but I think the general 
feeling is that we would like the next disbursement to done in the most efficient way possible," demikian tandas Jean‐Claude Juncker, ketua umum menteri‐menteri keuangan 
Eropa kemarin. 

• Analisa hutang melihat bagaimana mengurangi hutang Yunani dari estimasi 190% tahun 2013 menjadi sekitar 120 persen pada 2020 – sebuah level sustainable dari IMF untuk 
jangka panjang. Namun masih belum jelas kapan analisis tersebut akan selesai. 

• Sabtu  lalu  seorang  anggota  ECB,  Joerg  Asmussen,  kepada  media  cetak  Belgia,  De  Tijd,  mengatakan  bahwa  Yunani  akan  gagal  memenuhi  target  tahun  2020  jika  masih 
menggunakan kebijakannya saat ini.  

• Selama  belum  ada  persetujuan  (hasil  akhir)  dari  analisa  hutang  tersebut,  maka  parlemen  Yunani  belum  akan  memperoleh  persetujuan  pencairan  dana  bantuan  darurat 
berikutnya – yang dibutuhkan untuk membayar hutang dan menopang sektor perbankan. 

• Tenggat waktu semakin dekat karena Yunani harus menebus 5 milyar euro obligasi pemerintahnya pada 16 November ini dan memang mengandalkan dana darurat tambahan 
dari zona euro untuk menutupnya. Kalau tidak terpenuhi, maka Yunani akan melakukan roll‐over. 

• Namun seorang pejabat tinggi eropa menegaskan bahwa para menteri keuangan Eropa menyadari tenggat waktu Yunani di tanggal 16 November, dan menyatakan bahwa tidak 
akan ada default (gagal bayar) seketika.  

• Ketidakpastian di Yunani serta Eropa secara umum terus memberikan tekanan terhadap mata uang euro ke level terendah 2 bulan atas dolar AS, di 1.2698, selain kekhawatiran 
fiscal cliff AS. Sementara tekanan EURUSD terhambat dan sempat terjadi fluktuasi ringan setelah data perdagangan Cina periode Oktober kembali menunjukkan indikasi bahwa 
perlambatan ekonomi tidak seburuk yang dikhawatirkan – khususnya di tengah Kongres 10‐tahunan Rakyat Cina saat ini yang merupakan masa transisi kepemimpinan di negeri 
Tirai Bambu tersebut. 


U.K.
• Sterling  menembus  level  terendah  2  bulan  terhadap  dolar  pada  hari  Senin,  melanjutkan  pelemahannya  setelah  dampak  dari  kebijakan  moneter  dari 
perubahan pembelian obligasi pekan lalu dan sikap hati‐hati investor menjelang rilis Laporan Inflasi Bank Sentral Inggris pada hari Rabu. 

• Sterling turun 0.15% ke $1.5880, setelah mencatat intraday low di $1.5865, level terendahnya sejak 5 September. Sterling telah mengalami tekanan setelah 
di  hari  Jumat  lalu  kementrian  keuangan  Inggris  mengatakan  akan  menggunakan  pendapatan  dari  program  pembelian  obligasi  Bank  of  England  untuk 
mengurangi penerbitan utang jangka pendek. Gubernur BoE Mervyn King mengatakan langkah tersebut setara dengan pelonggaran moneter sederhana. 

• Saat  ini pasar akan mencermati BoE's  Inflation Report pada hari Rabu besok  dimana bank  akan  merilis proyeksi  pertumbuhan  dan inflasi untuk melihat 
indikasi outlook ekonomi dan prospek kelanjutan kebijakan moneter longgar di masa mendatang. 

• Serangkaian data ekonomi Inggris seperti data inflasi pada hari Selasa ini, data pekerjaan pada hari Rabu dan retail sales pada hari Kamis, akan memberikan 
indikasi outlook ekonomi di kuartal keempat setelah mencatat pertumbuhan yang solid di kuartal ketiga lalu. 


JAPAN
• Pesimisme data pertumbuhan ekonomi Jepang di kuartal Juli‐September, yang relatif sesuai dengan estimasi pasar, ternyata hanya mengundang reaksi 
terbatas di yen, yang bergerak sempit di areal pertengahan 79an (fluktuatif naik‐turun di sekitar 79.50). 

• Indeks Nikkei Jepang melanjutkan tekanan dalam 6 hari berturut‐turut untuk ditutup di level terendah 4 pekan Senin kemarin, akibat masih cenderung 
menguatnya yen menyusul rilis pesimis data pertumbuhan ekonomi Jepang di kuartal Juli‐September, uncertainty kondisi Eropa, khususnya Yunani di saat 
ini, serta kekhawatiran fiscal‐cliff AS pasca pemilu presiden yang dimenangkan kembali oleh Barrack Obama. 

• Data GDP Q3 Jepang yang dirilis kemarin menunjukkan pertumbuhan ekonominya terkontraksi untuk pertama kali selama 3 kuartal terakhir, sebesar ‐3.5% 
(Y/Y) – yang kian menyurutkan minat investor pada aset‐aset beresiko. Penurunan GDP Jepang tersebut sekaligus merupakan penurunan tertajamnya sejak 
Jepang terkena musibah gempa dan tsunami besar pada Maret 2011 lalu, yang mengakibatkan krisis nuklir. 

• "Judging  from  recent  economic  indicators,  the  possibility  cannot  be  ruled  out  that  the  Japanese  economy  is  already  in  a  recessionary  phase,"  demikian 
dikatakan  menteri  perekonomian  Jepang,  Seiji  Maehara,  mengomentari  data  pertumbuhan  ekonomi  Jepang  tersebut.  Dan  hal  ini  pun  meningkatkan 
estimasi di pasar bahwa BoJ akan kembali melonggarkan kebijakan moneternya lebih lanjut untuk memacu pemulihan ekonominya. 

• Isu sengketa wilayah Jepang‐Cina yang memicu aksi protes anti‐produk Jepang di Cina, disinyalir akan menjadi faktor penekan pertumbuhan ekonomi Cina 
di kuartal mendatang. 


AUSTRALIA
• Zhang Ping, kepala National Development & Reform Commission Cina, menegaskan Sabtu pekan kemarin bahwa pihaknya optimis target pertumbuhan 
7,5% tahun 2012 dapat tercapai. 

• Jumat  lalu  data  ekonomi  Cina  menunjukkan  fixed  asset  investment  naik  20,7%  dalam  10  bulan  pertama  tahun  ini,  sementara  industrial  production‐nya 
meningkat melampaui estimasi untuk periode Oktober. 

• Import  bijih  besi  Cina,  sebagai  konsumen  terbesarnya  di  dunia,  pun  melonjak  13%  di  bulan  Oktober  untuk  basis  tahunan,  dan  telah  mengalami 
peningkatan secara steady sejak Agustus lalu. Trader mengatakan bahwa kabar dari Cina tersebut merupakan pendorong positif bagi AUDUSD, karena 
Australia merupakan eksportir utama bahan mentah ke Cina.   

• AUDUSD berusaha bertahan di atas areal 1.0400an, kembali mencoba mendekati intraday high hampir selama 2 bulan di 1.0480 yang dicapainya pekan 
lalu, namun pada penutupan perdagangan di pekan tersebut masih berada di bawah areal 1.0400. 

• Terkait dengan optimisme data ekonomi Cina di satu sisi dan kekhawatiran di Eropa dan AS di sisi lain, mengundang prospek Aussie dollar yang beragam 
dari para analis. UBS menyatakan optimisme data perdagangan di Cina tidak serta‐merta memicu alasan utama untuk membeli AUDUSD. Menurut UBS, 
secara valuasi impor bijih besi oleh Cina justru merosot 21% sehingga pihaknya masih berpandangan bearish untuk AUDUSD ke depannya. 

• SocGen  di  lain  pihak  mengatakan  bahwa  AUDUSD  masih  potensial  untuk  mengalami  kenaikan  lebih  lanjut  selama  tekanan  perekonomian  Cina  tidak 
terjadi  secara  tiba‐tiba,  mengejutkan  dan  lebih  dalam  dari  dugaan.  Sementara  potensial  penguatan  AUDUSD  lainnya  datang  dari  komentar  Moody’s 
Investors Service yang mengatakan bahwa peringkat hutang triple‐A Australia masih aman. 


SWISS
• Franc Swiss menguat terhadap euro dan bergerak relatif stabil terhadap dolar pada hari Senin menyusul kekhawatiran mengenai utang Yunani, 
dengan pertemuan para menteri keuangan zona euro kemungkinan tidak akan menyetujui untuk merilis dana bailout baru. 

• Euro terkoreksi ke 1.2045 franc, level terendahnya dalam 2 bulan sebelum akhirnya bergerak di sekitar 1.2050 franc. 

• Tekanan  terhadap  euro  meningkat  setelah  dilaporkan  Yunani  harus  menebus  obligasinya  senilai  5  milyar  euro  pada  16  November  sementara 
negara tersebut telah mengandalkan kas dari bantuan tahap berikutnya. 

• Sedangkan  franc  bergerak  relatif  stabil  terhadap  dolar,  setelah  masalah  krisis  fiskal  AS  telah  memberi  dukungan  terhadap  minat  untuk  aset 
beresiko. Franc bergerak di sekitar 0.9487 franc per dolar.