title cover

title cover

Thursday, January 10, 2013

Headline News 10.01.13


US & GLOBAL
• Ekuitas global naik tipis pada hari Rabu kemarin setelah produsen alumunium Alcoa <AA.N> membuka musim laporan earnings dengan  prospek  cerah  untuk  permintaan  global,  meskipun  hasil  perolehan  labanya  belum  memberikan  kejelasan  kinerja  terbaiknya  di  kuartal  keempat lalu. 

• Dolar menguat terhadap yen dipicu ekspektasi BOJ akan meluaskan kebijakan moneter longgar dalam bulan ini, namun investor terlihat  berhati‐hati  menjelang  sidang  ECB  dan  BoE  hari  ini,  dan  berbarengan  dengan  Spanyol  yang  juga  akan  menguji  minat  pasar  terhadap  obligasi negara‐negara zona euro. 

•  Alcoa <AA.N>, ebagai produser alumunium terbesar di AS, melaporkan pihaknya masih optimis dengan tingkat permintaan alumunium di  tahun 2013, didukung oleh para pembeli dari sektor konstruksi dan kedirgantaraan. 

• Investor telah khawatir bahwa kebuntuan baru‐baru ini atas "jurang fiskal" AS dan tanda‐tanda pertumbuhan ekonomi yang melambat  akan membebani laba musim ini, sehingga hanya menghasilkan pertumbuhan yang tipis. Alcoa, sebagai komponen Dow pertama yang  melaporkan perolehan labanya, dipandang sebagai awal musim laporan laba dengan nada positif. 

• Dow Jones industrial average <.DJI> berakhir menguat 61.66 poin atau 0.46% di 13,390.51. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik 3.87  poin atau 0.27% di 1,461.02. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> naik 14.00 poin atau 0.45% di 3,105.81.  

• Hasil laporan earnings Alcoa juga memicu naiknya bursa saham Asia dan mendorong indeks FTSE Eurofirst 300 <.FTEU3> Eropa untuk naik  0.7% ke level penutupan tertinggi 22 bulan. 

• Harga Treasury AS tenor 10 tahun dirilis tetap, dengan yield di 1.8639%. 

• Investor  tergerak  untuk  merebut  kembali  beberapa  kerugian  tajam  pekan  lalu  setelah  minutes  dari  sidang  The  Federal  Reserve  mengisyaratkan kegelisahan yang tumbuh di dalam bank sentral tersebut mengenai program pembelian aset. 

• Harga obligasi Jerman juga naik setelah keberhasilan lelang untuk obligasi tenor 5 tahun yang baru, melanjutkan serangkaian penjualan  obligasi Eropa yang kuat minggu ini di Austria, Belanda dan Irlandia. Namun demikian, penjualan obligasi yang pertama di tahun 2013 oleh  Spanyol dan Italia di hari Kamis ini masih menyisakan kondisi suram di kawasan. 

• Dolar berhasil menguat terhadap yen, menembus level tertinggi 2‐1/2 tahun di pekan lalu dipicu akan dilakukan pelonggaran moneter  lanjutan  oleh  BOJ  pada  sidang  berikutnya  di  bulan  ini.  Dolar  tercatat  naik  0.9%  di  87.77  yen,  dan  naik  0.2%  terhadap  sejumlah  rival  utamanya. Sejumlah sumber yang terpercaya menyebutkan BOJ kemungkinan akan mengadopsi target inflasi 2% pada sidangnya bulan  ini, dua kali lipat dari targetnya saat ini, dan akan melanjutkan kebijakan pelonggaran moneter. 

• Sementara euro terkoreksi tipis di $1.3050, melemah setelah industrial output Jerman periode November mencatat kenaikan yang lebih  rendah dari ekspektasi pasar. Data tersebut tidak mengubah pandangan bahwa ECB akan mempertahankan suku bunga pada sidangnya  hari ini, meskipun sejumlah analis meyakini suku bunga akan dipangkas dalam tahun ini. 

• Brent crude oil <LCOc1> turun 0.2% ke $111.69 per barel disebabkan meningkatnya suplai dari Amerika Serikat. U.S. light crude <CLc1>  bergerak flat di $93.17.   


GOLD & COMMODITIES
• Emas  merosot  dalam  volume  perdagangan  yang  tipis  Rabu  lalu,  mendapatkan  kembali  kenaikan  hariannya,  sementara  itu  platinum  mengalami rally karena membaiknya penjualan otomotif AS dan membaiknya outlook ekonomi yang memicu aksi beli. 

• Logam  mulia  merosot  setelah  kenaikan  hampir  1  persen  Selasa  sebelumnya,  didorong  oleh  spekulasi  BoJ  akan  mempertimbangkan  kebijakan  monetary  easing  pada  bulan  Januari.  Tanda‐tanda  membaiknya  permintaan  fisik  di  Asia  dari  Cina  dan  India  memberikan  dukungan, kata para trader. 

• Fokus  yang  meluas  bertahan  pada  pembicaraan  bujet  AS  karena  Presiden  Barack  Obama  dan  kongres  partai  Republik  kedepannya  menghadapi  tekanan  dalam  dua  bulan  berikutnya  setelah  melalui  kesepakatan  pada  akhir  Desember  untuk  menghindari  parahnya  kenaikan pajak dan pemangkasan pembelanjaan yang dikenal sebagai 'fiscal cliff'.   

• "The gold market now focuses on the ECB meeting tomorrow and the FOMC meeting at the end of the month. Other than those, gold has  struggled to find a direction in a slow news week," kata David Meger, direktur dari metals trading pada Vision Financial Markets.  


OIL & COMMODITIES
• Harga minyak bergerak relatif stabil seiring meningkatnya produksi minyak AS dan meningkatnya stok minyak mentah dan minyak  suling. Brent dan minyak mentah AS bergerak terbatas karena investor berlaku hati‐hati menjelang rilis data ekonomi Cina, yang  diprediksi akan memberikan indikasi terjadinya kembali pertumbuhan ekonomi serta hasil sidang bank sentral Inggris (BoE) dan  juga Eropa (ECB). 

• Tekanan jual minyak dapat dibatasi oleh menguatnya ekuitas di Wall Street, dengan saham terapresiasi  berkat Alcoa Inc <AA.N>  yang telah memulai laporan laba kuartalannya yang lebih baik dari perkiraan serta prospek labanya yang positif di tahun 2013. 

• Juga turut mendukung minyak mentah AS adalah harapan bahwa ekspansi mendatang dari pipa Seaway yang menyalurkan minyak  mentah dari Midwest ke Pantai Teluk akan mengurangi berlimpahnya pasokan minyak mentah di Midwest. 

• Brent February crude <LCOc1> turun 25 sen ke $111.69 per barel. Sedangkan U.S. February crude <CLc1> tercatat flat di $93.17 per  barel.  

• Laporan U.S. Energy Information Administration (EIA) mengatakan stok minyak mentah AS naik 1.3 juta barel pekan lalu, sedikit di  bawah ekspektasi 1.5 juta barel. Namun stok bensin naik 7.4 juta barel dan stok distillate naik 6.7 juta barel, yang kesemuanya  melampaui  ekspektasi  pasar.  Produksi  minyak  mentah  AS  tercatat  naik  di  atas  7  juta  barel  di  pekan  lalu,  yang  untuk  pertama  kalinya sejak 1993. 

• Sementara itu, Cina sebagai konsumen minyak terbesar dunia, akan merilis data perdagangannya untuk periode Desember pada  hari Kamis ini dan data PDB‐Q4 pada 18 Januari mendatang. 

EURO ZONE
• Industrial output Jerman naik tipis dari perkiraan dalam bulan November berkenaan dengan penurunan tajam pada energi dan consumer goods production,  yang mendorong permasalahan mengenai negara dengan ekonomi terbesar di Eropa yang mengalami kontraksi pada kuartal keempat.  

• Output  sedikit  naik  0.2  persen  dalam  bulanan  pada  bulan  November,  didukung  oleh  kenaikan  dalam  capital  goods  production  dan  naiknya  aktivitas  konstruksi, data dari Menteri Perekonomian menunjukkannya.  

• Kanselir  Jerman  Angela  Merkel  mengatakan  Rabu  lalu  tidak  terdapat  kondisi  bailout  khusus  untuk  Cyprus  yang  tidak  termasuk  membutuhkan  reformasi  ekonomi seperti privatisasi, yang telah mengenyampingkan negara yang dipimpin oleh presiden komunis tersebut.  

• "We agree it is important that the troika should talk with Cyprus and that there can be no special conditions for Cyprus because we have common rules in  Europe," Merkel mengatakan dalam konferensi beritanya. "We are far from the end of the talks."  

• Defisis  bujet  publik  Italia  mengerucut  untuk  pertama  kalinya  dalam  9  bulan  tahun  2012  menjadi  3.7  persen  dari  gross  domestic  product,  dibandingkan  dengan 4.2 persen pada periode yang sama tahun 2011, official statistics agency ISTAT mengatakannya. 


U.K.
• Sterling jatuh mendekati level terendah 6 pekan terhadap dolar dipicu spekulasi bank sentral Inggris (BoE) akan melonggarkan kebijakan moneter  lebih lanjut, yang kemungkinan akan terjadi pada sidangnya hari Kamis ini. 

• Sterling anjlok 0.3% ke $1.5996, level terendahnya sejak akhir November lalu, sebelum akhirnya bergerak di sekitar $1.6020. Jika koreksi terus  berlanjut maka berpotensi menuju level support berikutnya di $1.5904 (MA‐200). 

• Terhadap euro, sterling bergerak flat di 0.8146 pound  setelah mencatat kenaikan dalam 3 sesi berturut‐turut. 

• Namun  demikian,  ECB  juga  akan  bersidang  hari  ini  dimana  pergerakan  sterling  juga  akan  terpengaruh  oleh  hasil  sidang  bank  sentral  tersebut,  khususnya terhadap euro. Sterling berpotensi mengalami tekanan terhadap euro jika ECB tidak memangkas suku bunganya. 

• Sementara itu, sterling tidak banyak terpengaruh oleh rilis data defisit perdagangan Inggris yang menyempit di bulan November.   

• Rilis  buruk  data  ekonomi  Inggris  akan  memperbesar  peluang  untuk  dilanjutkannya  kebijakan  moneter  longgar  oleh  BoE  dan  hal  ini  akan  mengancam kelangsungan tingkat kredit utang Inggris yang saat ini berada pada level tertinggi, AAA. 


JAPAN
• Perekonomian  Jepang  diekspektasi  untuk  mengalami  recover  sedikit  pada  tahun  2013  jika  kebijakan  Perdana  Menteri  Shinzo  Abe  dalam  pembelanjaan  fiskal  yang  besar‐besaran,  monetary  easing  yang  agresif,  dan  menghasilkan  momentum  pelemahan  yen  yang  dibutuhkan  untuk  menekan deflasi Jepang.  

• Para  analis  mengatakan  recovery  dalam  semester  pertama  tahun  2013  kemungkinan  juga  mendorong  naiknya  perekonomian  dunia,  dan  berikutnya  dapat  mengalami  akselerasi  dalam  tahunan  karena  konsumen  bergegas  untuk  melakukan  pembelian  (barang‐barang)  sebelum  kenaikan pajak penjualan yang direncanakan April tahun 2014.  

• Bank of Japan akan mempertimbangkan kebijakan monetary easing pada bulan ini karena target inflasi yang dua kali lipat pada 2 persen, sumber  mengatakannya, karena pelemahan dalam ekonomi mengancam untuk menunda negara keluar dari deflasi.  


AUSTRALIA
• Australian dollar telah bertahan Rabu lalu setelah data penjualan ritel yang menekan pasar terhadap peluang tipis berikutnya pada pemangkasan  tingkat suku bunga, sementara itu New Zealand dollar bertahan menguat.  

• Aussie pada awalnya naik ke level $1.5023 sebelum melemah ke level $1.0495 <AUD=D4> setelah data menunjukkan penjualan ritel merosot 0.1  persen pada bulan November, menekan perkiraan pada kenaikan 0.3 persen. Dengan kemudian level tertinggi di level $1.0535. 

• Orang‐orang  Australia  secara  lambat  menjadi  lebih  confident  mengenai  pembelian  rumah  baru  tetapi  mereka  masih  berhati‐hati  mengenai  pembelanjaan terhadap uangnya pada barang‐barang lainnya.  

• Penjualan rumah baru naik untuk rangkaian dua bulannya pada bulan November sementara itu penjualan ritel melorot pada bulan yang sama  setelah flat pada Oktober, rilis data Rabu lalu.  


SWISS
• Investor terlihat menahan diri dari aktifitas pembelian aset beresiko menjelang sidang ECB dan juga BoE. Dengan absennya data  ekonomi Swiss, maka franc Swiss lebih terpengaruh oleh perkembangan kondisi ekonomi global. 

• Kedua sidang bank sentral tersebut (ECB dan BoE) sangat ditunggu pasar, dimana jika keduanya mengisyaratkan untuk melanjutkan  kebijakan  pelonggaran  moneter,  maka  akan  berakibat  tertekannya  euro  dan  juga  sterling,  dimana  investor  cenderung  akan  menjauhi aset beresiko dan akan lebih memilih aset aman resiko seperti dolar yang dianggap sebagai safe‐haven currency. 

• Dolar  melanjutkan  apresiasinya  terhadap  franc  Swiss,  dan  terakhir  tercatat  bergerak  di  sekitar  0.9260  franc,  atau  naik  0.2%  dibandingkan penutupan New York hari Selasa.  

Wednesday, January 9, 2013

Headline News 09.01.13


US & GLOBAL
• Bursa  saham  global  jatuh  dan  harga  obligasi  naik  pada  hari  Selasa,  dengan  investor  berhati‐hati  dalam  bertransaksi  menjelang  musim  laporan earnings perusahaan AS yang diprediksi akan menunjukkan pertumbuhan yang lemah dalam perolehan laba kuartalannya. 

• Dolar  dan  euro  terkoreksi  terhadap  yen  akibat  aksi  profit‐taking  investor,  namun  kebijakan  pelonggaran  moneter  BOJ  berpotensi  membatasi penguatan yen. Dolar terakhir tercatat turun 0.75% di 87.11 yen, jauh di bawah level tertinggi 2‐1/2 tahun yang dicapai hari  Jumat sebelumnya. Sedangkan euro merosot 1.02% di 113.96 yen. 

• Laba perusahaan AS di kuartal keempat diprediksi akan lebih baik dibandingkan perolehannya di kuartal ketiga, namun estimasi analis  telah turun tajam dibandingkan estimasinya di bulan Oktober sebelumnya. Earnings kuartalan diprediksi akan tumbuh 2.8%, berdasarkan  data Thomson Reuters. 

• Alcoa  Inc  <AA.N>  melaporkan  laba  kuartal  keempat  sebesar  $242  juta  menyusul  pemangkasan  biaya  pengeluaran  telah  mengimbangi  penurunan harga alumunium. Saham Alcoa naik 7 sen ke $9.20 setelah ditutup menguat 0.33% $9.13 pada hari Senin. 

• Adapun  laporan  awal  menunjukkan  adanya  peningkatan  pada  earnings  kuartalan.  Monsanto  Co  <MON.N>  melaporkan  laba  kuartal  pertama  yang  kuat  dan  menaikkan  prospek  perolehan  laba  tahunannya,  sehingga  mendorong  sahamnya  untuk  menguat  2.67%  dan  ditutup di $98.50. 

• Sears Holding Corp <SHLD.O> melaporkan penjualan selama musim liburan tidak seburuk yang dikhawatirkan, namun saham perusahaan  tersebut terkoreksi setelah diluar dugaan kepala eksekutif perusahaan mengundurkan diri. Saham Sears terkoreksi 6.43% ke $40.16. 

• If earnings growth appears to be "less bad" than expected, that would fuel a near‐term uptick in the market, according to Eric Wiegand,  senior portfolio manager at U.S. Bank Wealth Management in New York.  

• Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 55.44 poin atau 0.41% DI 13,328.85. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> jatuh 4.74  poin atau 0.32% ke 1,457.15. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> merosot 7.01 poin atau 0.23% di 3,091.81.   

• Indeks saham global berdasarkan barometer MSCI turun 0.33% ke 345.73.  

• Indeks  FTSEurofirst  300  <.FTEU3>  ditutup melemah  0.1%  di  1,160.20  menyusul  data  menunjukkan  ekonomi  zona  euro  diprediksi  akan  stabil, meskipun masih terbilang lemah.  

• Euro turun 0.25 ke 1.3082 terhadap dolar.  

• Data kepercayaan bisnis zona euro meningkat kembali di bulan Desember, namun tingkat pengangguran mencapai rekor tertingginya dan  konsumen menahan diri dari aktifitas belanja musim Natal, mengindikasikan pemulihan ekonomi dari resesi akan berjalan lambat. Order  industri Jerman juga turun melampaui ekspektasi akibat turunnya permintaan asing. 

• Harga Treasury meningkat seiring yield yang semakin menarik. Departemen Keuangan AS menjual $32 milyar obligasi tenor 3 tahun pada  yield 0.385%, sedikit di atas ekspektasi pasar. Treasury tenor 10 tahun naik 10/32 dengan yield 1.8656%.  Sementara di pasar komoditas dan logam, Brent crude oil <LCOc1> naik 54 sen di $111.94 per barel, sementara U.S. light crude turun 4 sen  di $93.15. Copper <CMCU3> naik 0.1% dan emas naik $12.26 ke $1,658.90 menjelang data ekonomi Cina dan sidang bulanan ECB pada  hari Kamis. 


GOLD & COMMODITIES
• Emas naik kembali diatas level $1,650 per ons Selasa lalu yang mendekati 1 persen, dibantu oleh penguatan permintaan fisik dan aksi  ambil untuk setelah rangkaian tiga harinya turun yang mendorong kenaikan emas. 

• Berita bahwa BoJ akan mempertimbangkan kebijakan monetary easing pada bulan Januari dalam usaha menekan kekhawatiran deflasi  yang mendorong ketertarikan emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi, kata para trader. 

• "Gold could certainly test its $1,625 support again, with prices drifting materially below the $1,600 mark if there is more talk of an early  stop to QE (quantitative easing) in the coming days," kata Bart Melek, kepala dari commodity strategy pada TD Bank.  

• Harga melemah ke level terendahnya sejak pertengahan Agustus Jumat sebelumnya setelah minutes dari the Fed pada meeting November  yang memperkirakan bahwa pengambil kebijakan akan menjadi semakin khawatir atas dampak dari kebijakan moneter di pasar keuangan.  


OIL & COMMODITIES
• Harga minyak Brent naik ditengah kondisi perdagangan yang ramai pada hari Selasa sementara harga minyak mentah AS turun  menyusul  awal rebalancing tahunan dari indeks komoditas utama memperlebar spread antara dua kontrak. Brent's premium untuk U.S. West Texas  Intermediate melebar lebih dari 50 sen, menyusul awal reweighting tahunan dari indeks komoditas S&P GSCI, satu dari 2 indeks utama  investor. 

• Rebalancing, yang telah diumumkan di awal bulan November, akan menaikkan kepemilikan indeks Brent dan mengurangi kepemilikan WTI  menyusul output Brent menurun dan output dari minyak mentah AS meningkat. 

• U.S. Energy Information Administration (EIA) melaporkan bahwa produksi minyak domestik diprediksi meningkat 25% hingga 2014. 

• Brent crude oil <LCOc1> naik 54 sen di $111.94 per barel, sementara U.S. light crude turun 4 sen di $93.15. 

• Sementara itu, American Petroleum Institute (API) pagi tadi melaporkan stok minyak mentah AS dan minyak suling naik tajam di pekan lalu  akibat meningkatnya impor. Stok minyak mentah naik 2.4 juta barel di pekan per 4 Januari, dibandingkan ekspektasi terjadi kenaikan 1.5  juta barel. Sedangkan untuk stok bensin naik 7.9 juta barel, jauh di atas ekspektasi 2.3 juta barel. Sementara untuk stok minyak suling,  termasuk diantaranya minyak panas dan solar, naik 5.9 juta barel, di atas ekspektasi terjadi kenaikan 2 juta barel.  Impor minyak mentah AS dilaporkan naik 1.2 juta barel per hari (bph) di pekan lalu menjadi 8.65 juta barel per hari. Impor untuk produk  minyak suling juga meningkat dengan 356.000 bph menjadi 2.05 juta bph. 

EURO ZONE
• Skema pembelian obligasi European Central Bank menunjukkan tekad bank untuk menjaga euro tetapi tidak akan dengan sendirinya memulihkan utang yang menyebar  sebelum krisis, Kepala bank sentral Irlandia mengatakannya.  

• Presiden ECB Mario Draghi mengatakan pada bulan September bank siap untuk membeli sejumlah dari obligasi yang tidak terbatas yang fokus bertenor satu hingga tiga  tahun dari negara‐negara yang meminta bailout Eropa dan dengan kondisi yang ketat.  

• Rencana  belum  lagi  dicetuskan  dan  Spanyol,  terlihat  lebih  mungkin  untuk  membuat  langkah  tersebut,  yang  bulan  lalu  meminta  untuk  jaminan  bahwa  intervensi  dibawah program akan membawa yields obligasi turun. 

• European Central Bank akan mempertahankan tingkat suku bunga unchanged minggu ini, perkiraan ekonom dalam polling Reuters, tetapi mereka tidak menyetujui  peluang untuk pemangkasan (suku bunga) dalam beberapa bulan kedepan berkenaan dengan suramnya outlook ekonomi.  


U.K.
• Sterling  jatuh  terhadap  dolar  pada  hari  Selasa  dan  berpotensi  melanjutkan  koreksinya  setelah  rilis  buruk  data  survey  penjualan  ritel  menambah  kekhawatiran terhadap suramnya prospek ekonomi Inggris. 

• Sterling melemah 0.4% terhadap dolar ke $1.6041, mendekati level $1.6010 yang dicapai pada hari Jumat, level terendahnya mendekati sebulan, dan masih  berada  jauh  di  bawah  level  tertinggi  16  bulan  di  $1.6380  yang  diacapai  pekan  lalu.  Jika  sterling  melanjutkan  koreksinya  maka  berpotensi  menuju  level  terendah 10 Desember di $1.5999 dilanjutkan ke level MA‐200 di sekitar $1.5902. 

• Data  dari  British  Retail  Consortium  menunjukkan  penjualan  ritel  disaat  Natal  hampir  tidak  mengalami  kenaikan,  memperkuat  dugaan  bahwa  ekonomi  kemungkinan mengalami kontraksi di kuartal keempat 2012. 

• Rilis buruk data ekonomi Inggris tersebut melanjutkan data buruk lainnya yaitu data PMI sektor jasa yang dirilis pekan lalu yang mencatat kontraksi untuk  pertama kalinya dalam 2 tahun terakhir di bulan Desember. 

• Jika data ekonomi Inggris terus dirilis buruk maka akan memperbesar peluang untuk dilanjutkannya kebijakan moneter longgar oleh BoE dan hal ini akan  mengancam kelangsungan tingkat kredit utang Inggris yang saat ini berada pada level tertinggi, AAA. 

• Pasar  akan  mencermati  sidang  BoE  pekan  ini  yang  diperkirakan  akan  tetap  mempertahankan  suku  bunganya  dan  tidak  mengubah  jumlah  pembelian  asetnya di bawah program stimulus BoE. 


JAPAN
• Pengambil kebijakan utama Jepang menurunkan prospek dari tanggung jawab Bank of Japan untuk menstabilkan ketenagakerjaan seperti  the Fed AS, tetapi mengatakan target inflasi 2 persen akan menjadi inti dari suatu kebijakan baru yang sesuai dengan bank sentral.  

• Menteri perekonomian dan keuangan menolak laporan dari awal pada pertumbuhan lapangan kerja yang stabil yang akan menjadi bagian  dari amanat terbaru BOJ sebagaimana Perdana Menteri Shinzo Abe mendorong untuk lebih agresif pada kebijakan moneter.  

• Fitch  Ratings  tidak  akan  mengubah  peringkat  sovereign/utang  dari  Jepang  berdasarkan  janji  yang  dibuat  partai  berkuasa  Liberal  Democratic Party kedepannya yang memenangkan pemilu bulan lalu, pejabat dari Fitch mengatakannya Selasa lalu. 


AUSTRALIA
• Australian dan New Zealand dollars melorot terhadap dollar AS Selasa lalu, dan berada dalam aksi profit‐taking terhadap yen karena kenaikan dua  persen dalam satu minggu yang membawa mata uang untuk mengalami koreksi tipis.   

• Aussie <AUD=D4> naik ke level $1.0510, dari level $1.0504 pada awalnya, karena menghadapi technical resistance, tetapi masih dalam jarak yang  mencolok dari level puncak tiga bulannya $1.0585 yang terjadi pada Desember.  

• Badai dari anjloknya harga komoditas, tingginya dollar dan menguatnya impor telah mendorong neraca perdagangan Australia makin dalam pada  zona merah daripada sejak krisis keuangan global. 


SWISS
• Franc  Swiss  bergerak  tipis  terhadap  dolar  dan  juga  euro  pada  perdagangan  Selasa  kemarin  namun  tercatat  melemah  terhadap  yen  setelah  investor  memangkas pandangan bearish mereka terhadap mata uang Jepang tersebut. 

• Namun demikian, euro berhasil rebound dari level intraday low terhadap yen setelah Jepang mengumumkan akan membeli obligasi yang diluncurkan oleh  dana penyelamatan permanen zona euro. 

• Investor lebih fokus pada kondisi yang terjadi dengan dolar dan juga keputusan ECB dalam pekan ini. 

• Data tingkat pengangguran Swiss yang dirilis naik ke 3.3% di bulan Desember dan mencatat level tertinggi sejak Februari 2011, telah gagal menggerakkan  pasar namun data CPI Swiss yang akan dirilis hari Jumat diprediksi akan lebih menarik perhatian investor. 

• Franc  Swiss  melemah  0.4%  terhadap  dolar  ke  0.9245  franc,  sedangkan  terhadap  euro  bergerak  stabil  di  sekitar  1.2085  franc.  Sedangkan  terhadap  yen  Jepang, franc terkoreksi 0.5% ke 94.77 yen. 

• Anggota dewan Swiss National Bank Fritz Zurbruegg mengatakan dalam sebuah wawancara dengan televisi Swiss, Senin kemarin bahwa menaikkan suku  bunga tidak terpikirkan pada saat ini meskipun bahaya overheating di pasar real estate Swiss. 

Tuesday, January 8, 2013

Headline News 08.01.13


US & GLOBAL
• Bursa  Wall  Street  merosot  dari  level  tertinggi  5  tahun  pada  sesi  Senin,  sementara  euro  menguat  terhadap  dolar  menyusul  spekulasi  kemungkinan ECB tidak akan memberikan sinyal pemangkasan suku bunga pada sidangnya hari Kamis. 

• Melemahnya  pasar  ekuitas,  yang  sebagian  disebabkan  kehati‐hatian  investor  menjelang  musim  laporan  laba  perusahaan  di  kuartal  kempat, telah mendorong tekanan jual pada harga minyak, emas dan investasi beresiko lainnya. Kondisi ini telah memberikan keuntungan  pada obligasi AS dan juga Jerman. 

• Investor memusatkan perhatian mereka pada laporan laba perusahaan untuk kuartal keempat 2012, ketika pertumbuhan pada holiday  spending dan corporate investments menurun menyusul konsumen dan perusahaan menahan diri akibat kekhawatiran terjadinya “jurang  fiskal” di AS. Laba perusahaan diprediksi hanya naik tipis dibandingkan posisinya di kuartal ketiga sebelumnya dan estimasi para analis  terlihat turun tajam dibandingkan estimasi mereka di bulan Oktober sebelumnya. Kekhawatiran seputar laporan laba perusahaan terus  merebak  meskipun  data  ketenagakerjaan  AS  yang  dirilis  Jumat  kemarin  menunjukkan  terjadi  pertumbuhan  lapangan  kerja  di  bulan  Desember dan juga ekspansi pada sektor jasa. 

• Harapan  untuk  pemulihan  ekonomi  global  mendapat  dorongan  setelah  Komite  Basel  dari  pengawas  perbankan  sepakat  untuk  memberikan  bank  empat  tahun  lebih  dan  fleksibilitas  yang  lebih  besar  dari  sebelumnya  yang  ditujukan  untuk  membangun  penopang  pelindung dana kas perbankan. Itu berarti mereka dapat menggunakan lebih dari cadangan mereka untuk meminjamkan dan membantu  ekonomi tetap tumbuh. 

• Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 50.92 poin atau 0.38% di 13,384.29. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> berakhir  turun 4.58 poin atau 0.31% di 1,461.89. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> ditutup melemah 2.84 poin atau 0.09% di 3,098.81.  

• Salah  satu  saham  yang  memberikan  dukungan  positif  terbesar  bagi  indeks  adalah  Nationstar  Mortgage  Holdings  <NSM.N>,  setelah  sahamnya melonjka 16.9% menjadi $38.83 setelah Bank of America <BAC.N> menandatangani kesepakatan untuk menjual servicing rights  dari pinjaman rumah senilai lebih dari $ 300 miliar untuk Nationstar and Walter Investment Management <WAC.A>. Saham Walter naik  8.2% pada $47.68. 

• Setelah menembus level puncak 22 bulan di pekan lalu, indeks FTSE Eurofirst <.FTEU3> berakhir melemah 0.49% di 1,161.57. Sedangkan  indeks ekuitas global MSCI turun 0.2% di 347.01. 

• Euro naik 0.31% di akhir sesi ke $1.3115, menghapus kerugian awal sesi. Euro juga berhasil bertahan di atas level terendah 3 pekan di  $1.2998 yang dicapai hari Jumat lalu. Euro diprediksi akan bergerak di kisaran tersebut hingga berakhirnya sidang ECB. 

• Bank  sentral  Jepang  diprediksi  akan  melakukan  langkah  besar  untuk  merangsang  pertumbuhan  ekonominya  di  bulan  ini  seiring  tekad  pemerintahan baru untuk mengakhiri deflasi dan resesi. Dolar melemah terhadap yen, dan terakhir tercatat turun 0.49% di 87.73 yen.  Pada hari Jumat lalu, dolar terapresiasi ke level tertinggi 2‐1/2 tahun di 88.12 yen. 

• Ekspektasi mengenai The Fed yang akan menunda pelonggaran moneternya telah meminimalisasi tekanan jual pada obligasi pemerintah  AS.  Yield  untuk  Treasury  AS  tenor  10  tahun  di  1.90%,  sedikit  turun  dari  level  hari  Jumat  ketika  yield  naik  ke  level  tertinggi  8  bulan  mendekati  2%.  Sedangkan  Bund  futures  Jerman  berakhir  naik  34  basis  poin  di  143.09,  mengalami  rebound  setelah  menembus  level  terendah 1 bulan di pekan lalu. 

• Melemahnya  bursa  saham  telah  menekan  harga  minyak,  tetapi  tanda‐tanda  adanya  perbaikan  dalam  ekonomi  global  menghidupkan  kembali tawaran untuk minyak mentah berjangka, memangkas kerugian di akhir sesi. Brent crude futures <LCOc1> berakhir naik 9 sen  atau 0.08% di $111.40 per barel setelah naik 0.6% pekan lalu, sedangkan U.S. oil futures <CLc1> berakhir naik 10 sen atau 0.11% di $93.19.  Sementara  harga  emas  turun  lagi  sekitar  0.56%  di  $1,646.96  per  ons  meskipn  masih  di  atas  level  low  hari  Jumat  di  $1,625.79,  yang  merupakan level terendahnya sejak Agustus.  


GOLD & COMMODITIES
• Harga  emas  melorot  Senin  lalu  dengan  ketidakpastian  mengenai  durasi  dari  program  stimulus  
ekonomi  the  Fed  yang  menurunkan  ketertarikan pada logam mulia sebagai lindung nilai dari inflasi. 

• Logam  mulia  masih  dibawah  tekanan  setelah  dua  petinggi  the  Fed  yang  memperkirakan  kemungkinan  bank  sentral  menghentikan  pembelian aset hingga akhir tahun 2013 berkenaan dengan membaiknya outlook ekonomi. 

• Pejabat the Fed menambah permasalahan mengenai resiko potensial dari pembelian aset bank sentral AS terhadap pasar keuangan.  

• Quantitative  easing,  yang  mana menguntungkan  emas  dengan  menjaga  tekanan pada  tingkat  suku  bunga  jangka  panjang  dan memicu  kekhawatiran  inflasi,  telah  menjadi  dorongan  utama  dari  naiknya  harga  dalam  tahun‐tahun  ini.  Segala  perubahan  dalam  kebijakan  kemungkinan akan menekan pada emas.  

• "Any  time  there  is  any  concern  about  Fed  tightening,  those  nervous  gold  investors  leave  the  market  very  quickly,"  kata  James  Dailey,  portfolio manager pada TEAM Financial Asset Management.      


OIL & COMMODITIES
• Harga minyak berjangka AS untuk pengiriman Februari naik 10 sen pada perdagangan hari Senin kemarin dan settle di level $93.19 per  barel, didorong oleh ekspektasi ekspansi pada pemipaan Seaway akan mancapai kapasitas maksimumnya pada akhir pekan ini. 

• Spread untuk harga kontrak minyak mentah AS dan Brent menyempit menjadi $17.80 per barel, perbedaan terkecilnya sejak September,  sebelum akhirnya melebar kembali di atas $18 per barel di akhir sesi. 

• Brent untuk pengiriman Februari naik 9 sen per barel menjadi $111.40 per barel. 

• Stok minyak mentah AS diprediksi turun di pekan lalu menyusul pengilangan Pantai Teluk kembali memangkas impor untuk mengurangi  pajak akhir tahun, demikian hasil jajak pendapat Reuters menunjukkan. Survey yang diambil menjelang laporan mingguan stok minyak dari  grup  industri  American  Petroleum  Institute  (API)  dan  U.S.  Department  of  Energy's  Energy  Information  Administration  (EIA),  memproyeksikan stok minyak mentah turun 300.000 barel di pekan per 4 Januari. Sedangkan stok bensin diprediksi naik 2.3 juta barel, dan  stok distillate (termasuk minyak panas dan solar) diprediksi naik 1.3 juta barel. 

• American Petroleum Institute (API) akan merilis data stok minyak pada Rabu dini hari sekitar pukul 03.30 wib dan EIA akan merilis datanya  pada hari Rabu malam sekitar pukul 21.30 wib. 

EURO ZONE
• Sentimen zona euro membaik untuk rangkaian lima bulannya pada Januari, dengan ekspektasi para investor naik ke level tertingginya yang hampir dua tahun setelah keberhasilan  dari pembelian kembali obligasi Yunani dan turunnya gambaran tingkat pengangguran Spanyol.  

• Research group Sentix mengatakan sentimen investor mencatatkan dalam indeks bulanan dalam 17‐negara blok mata uang naik menjadi ‐7.0 pada bulan Januari, yang naik dari  level ‐16.8 pada Desember, berada jauh diatas perkiraan konsensus Reuters untuk kenaikan pada ‐15.0.  

• Factory prices zona euro untuk pertama kalinya dalam lima bulan pada bulan November, tertekan turun dalam pelemahan biaya energi dan memberikan European Central Bank  cukup ruang untuk mempertimbangkan pemangkasan tingkat suku bunga berikutnya.  

• Ancaman terhadap keberlangsungan euro telah teratasi, Presiden komisi Eropa Jose Manuel Barroso mengatakannya Senin lalu.  

• "I think we can say that the existential threat against the euro has essentially been overcome," Barroso mengatakan dalam konferensi di Portugal. "In 2013 the question won't be if  the euro will, or will not implode."  


U.K.
• Sterling bergerak stabil terhadap dolar Senin kemarin, meskipun masih cenderung tertekan ditengah spekulasi kemungkinan The Fed menunda program  kebijakan moneter longgar. 

• Sterling bergerak stabil di sekitar $1.6075. Pasar melihat potensi sterling untuk mengalami tekanan jual lebih lanjut terhadap dolar menyusul indikasi bahwa  The Fed telah mempertimbangkan untuk mengakhiri program pembelian obligasinya secepatnya di awal tahun ini. 

• Kekhawatiran  terhadap  memburuknya  kondisi  ekonomi  Inggris  turut  menambah  sentimen  negatif  pada  sterling,  setelah  sebuah  survey  hari  Jumat  lalu menunjukkan  sektor jasa  Inggris  mengalami kontraksi untuk  pertama  kalinya dalam 2 tahun  terakhir di  bulan Desember. Data  tersebut  mengisyaratkan  ekonomi Inggris kemungkinan mengalami kontraksi di kuartal keempat 2012. 

• Pasar  akan  mencermati  sidang  BoE  pekan  ini  yang  diperkirakan  akan  tetap  mempertahankan  suku  bunganya  dan  tidak  mengubah  jumlah  pembelian  asetnya di bawah program stimulus BoE. 


JAPAN
• Pemerintahan baru Jepang akan menyiapkan skema senilai $5 milyar untuk mendorong bisnis, termasuk membantu untuk membeli perusahaan‐ perusahaan asing, menurut rancangan paket stimulus ekonomi yang terlihat dari Reuters Senin lalu yang dapat disetujui bulan ini.   

• Perdana  Menteri  Shinzo  Abe  telah  membuat  prioritas  hidupnya  kembali  perekonomian  setelah  partainya  Liberal  Democratic  Party  (LDP)  memenangkan  pemilu  bulan  lalu,  dikombinasi  monetary  easing  yang  agresif  dengan  pembelanjaan  fiskal  untuk  mendorong  investasi  dan  mendorong pertumbuhannya. 


AUSTRALIA
• Australian dan New Zealand dollars menguat ke level puncak dalam empat tahunnya terhadap yen Senin lalu, didorong oleh aksi beli, sementara  itu kedua mata uang bertahan terhadap mitra AS‐nya.   

• Aussie melonjak ke level 92.83 yen <AUDJPY=R>, level tertingginya sejak September 2008, menunjukkan kenaikan 2.4 persen sejak minggu lalu.  Telah naik mendekati 10 persen dalam dua bulan sebelumnya dari ekspektasi lebih agresifnya monetary easing di Jepang.   

• Beberapa  bulan  pertama  tahun  2013  akan  menjadi  surganya  para  bargain‐hunter,  dengan  banyaknya  bisnis  memangkas  harganya  daripada  sekurang‐kurangnya dalam 24 tahun terakhir ini. 

• Harga Australian bond futures sedikit menguat dalam perdagangan yang tipis, dengan sangat sedikitnya data ekonomi yang memberikan petunjuk  pada para trader.  


SWISS
• Menaikkan suku bunga tidak terpikirkan pada saat ini meskipun bahaya overheating di pasar real estate Swiss, demikian anggota dewan Swiss National  Bank Fritz Zurbruegg mengatakan dalam sebuah wawancara dengan televisi Swiss, Senin kemarin.  "Kami  memiliki  situasi  khusus  di  mana  suku  bunga  berada  pada  nol  dan  kita  tidak  bisa  memaksakan  untuk  dilakukan  kenaikan  suku  bunga  dari  sudut  pandang kebijakan moneter," kata Zurbruegg pada majalah ekonomi ECO.  Dia  mengatakan  dirinya  khawatir  tentang  situasi  di  pasar  real  estat  Swiss  tetapi  menolak  untuk  mengomentari  apakah  SNB  telah  memulai  pengaktifan  countercyclical capital buffer, sebuah barometer yang ditujukan untuk mencegah pertumbuhan kredit yang berlebihan pada bank. 

• Franc Swiss bergerak tipis terhadap dolar dengan kecenderungan menguat, karena investor cenderung menahan diri ditengah minimnya data ekonomi AS.  Investor juga tengah menunggu rilis serangkaian data ekonomi pekan ini termasuk sejumlah sidang bank sentral dunia. 

• Seiring pergerakan franc Swiss yang erat dengan euro sejak mamatok batas minimum EUR/CHF di 1.20 franc per euro, maka setiap euro mengalami tekanan  terhadap dolar, maka franc Swiss juga cenderung mengalami tekanan. 

• Di sesi New York semalam, dolar tercatat melemah sekitar 0.2% terhadap franc Swiss di sekitar 0.9225 franc. Sedangkan franc Swiss terlihat stabil terhadap  euro di sekitar 1.2085 franc. 

Monday, January 7, 2013

Headline News 07.01.13


US & GLOBAL
• Bursa global menguat pada hari Jumat dan indeks S&P 500 mencatat penutupan tertingginya dalam 5 tahun setelah data  sektor  jasa  dan  data  ketenagakerjaan  AS  mengindikasikan  ekonomi  akan  terus  melanjutkan  pertumbuhannya  meskipun  lambat, sementara yen menembus level terendah 2‐1/2 tahun terhadap dolar. 

• Yield pada Treasury AS tenor 10 tahun turun setelah menyentuh level tertinggi 8 bulan di awal sesi. Obligasi pemerintah AS  tersebut  mengalami  tekanan  jual  yang  tajam  pada  hari  Kamis  setelah  rilis  minutes  dari  sidang  The  Fed  bulan  Desember  mengisyaratkan kegelisahan yang tumbuh di dalam The Fed tentang pembelian aset. 

• Indeks  S&P  500  naik  hampir  0.5%  dan  mencatat  level  penutupan  tertingginya  sejak  31  Desember  2007  setelah  data  menunjukkan aktifitas di sektor jasa AS tumbuh di bulan Desember pada level terpesatnya dalam 10 bulan. Bursa saham  juga sebelumnya telah terapresiasi setelah adaya kesepakatan mengenai anggaran di Washington. 

• Ekuitas Eropa naik, sebagian dipicu tanda‐tanda bahwa Eropa mungkin telah melalui masa‐masa terburuk dari kemerosotan  ekonomi,  sementara  pertumbuhan  pada  perusahaan  sektor  swasta  mencapai  level  tertinggi  sembilan  bulan  pada  akhir  tahun lalu menurut barometer JPMorgan. 

• Indeks S&P 500 naik 7.10 poin atau 0.49% di 1,466.47. Sementara Dow Jones industrial average <.DJI> naik 43.85 poin atau  0.33% ke 13,435.21, dan Nasdaq Composite Index <.IXIC> naik 1.09 poin atau 0.04% ke 3,101.66.  Penurunan 2.8% pada  saham Apple <AAPL.O> telah memangkas keuntungan pada Nasdaq.  

• Indeks saham global MSCI mencatat pekan terbaiknya dalam 6 pekan terakhir, dan mencatat kenaikan mingguan keenam  kalinya dalam 7 pekan terakhir. Sedangkan indeks saham Eropa naik 0.4% dan ditutup di level tertingginya sejak 28 Februari  2011. 

• Pada  hari  Kamis  sebelumnya,  hasil  FOMC  minutes  menunjukkan  beberapa  pejabat  bank  sentral  lebih  condong  ke  arah  memperlambat  atau  menghentikan  pembelian  obligasi  sebelum  akhir  tahun  2013,  dimana  hal  ini  telah  menekan  pasar  obligasi. Sebagian besar ekonom di Wall Street memprediksi The Fed akan menghentikan program pembelian Treasury di  tahun 2013 ini. Harga Treasury AS tenor 10 tahun naik 2/32, dengan yield turun di 1.9026%. Yield sebelumnya menembus  level tertinggi 8 bulan di 1.9755%. 

• Dolar menguat mendekati level tertinggi 2‐1/2 tahun terhadap yen dipicu spekulasi berlanjutnya kebijakan moneter longgar  di Jepang. 

• "The  reason  that  the  dollar is  holding  up better  against  the  yen  than  anywhere  else  is  because the  main  focus  is  on  the  Japanese monetary policy rather than the U.S. monetary policy," said Vassili Serebriakov, FX Strategist at BNP Paribas in New  York.  

• Yen mencatat penurunan mingguan 8 kali berturut‐turut terhadap dolar. 

• Sinyal bahwa ekonomi zona euro kemungkinan telah melalui masa‐masa tersulitnya juga turut mendukung meningkatnya  aset beresiko. 

• Markit's Eurozone Composite PMI, sebagai barometer untuk melihat aktifitas bisnis pada ribuan perusahaan di zona euro,  naik di bulan Desember ke 47.2, dari 46.5 di bulan November – masih mencatat kontraksinya namun berada dalam posisi  tertinggi sejak Maret.  

• Brent  crude  <LCO1>  turun  0.6%  ke  $111.45  per  barel  sementara  U.S.  crude  <CLc1>  naik  0.2%  ke  $93.10.  Harga  emas  memangkas kerugian setelah mencatat level terendah sejak Agustus, meskipun masih tercatat melemah tipis di $1,656.85  per ons.   


GOLD & COMMODITIES
• Emas merosot Jumat lalu, tetapi telah rebound tajam dari pelemahan dalam 4 ½ bulannya setelah data AS menunjukkan  pasar  tenaga  kerja  menunjukkan  penurunannya,  memperkirakan  the  Fed  kemungkinan  bertahan  pada  stimulus  moneter  dalam jangka pendek ini. 

• Emas telah rebound 1,5 persen atau sekitar $25 per ons, dari level terendah hariannya $1.625, setelah laporan Departemen  Tenaga Kerja menunjukkan employer/para majikan AS mempertahankan tingkat perekrutan mereka dalam bulan Desember  dan turun tipis pada level yang dibutuhkan untuk membawa pembengkakan dalam tingkat pengangguran. 

• "Investors think that the payroll report is still not enough to change the Fed's accommodative policy, which is a positive for  gold," kata Howard Wen, analis metals pada HSBC.  


OIL & COMMODITIES
• Brent crude jatuh pada perdagangan hari Jumat kemarin menyusul laporan pemerintah yang menunjukkan minimnya permintaan  bahan bakar yang mana telah meredupkan laporan positif data ketenagakerjaan AS di bulan Desember. 

• Bensin memimpin penurunan pada harga minyak, mencatat melemah 1%, setelah data dari U.S. Energy Information Administration  menunjukkan kenaikan tinggi pada stok minyak d pekan lalu dan jumlah permintaan minyak tertinggal dari level tahun lalu dengan  2.3%. Laporan tersebut telah menambah indikasi bearish pada pasar minyak, yang mana pasar terus memonitor perkembangan  data ekonomi untuk melihat sinyal konsumsi minyak, yang belakangan ini tertekan akibat tekanan ekonomi. 

• Brent crude <LCO1> turun 0.6% ke $111.45 per barel sementara U.S. crude <CLc1> naik 0.2% ke $93.10. 

• Kenaikan pada stok bensin dan distillate yang dilaporkan oleh EIA melampaui ekspektasi pasar dan mengimbangi sentimen bullish  dari penurunan 11.1 juta barel pada stok minyak mentah di pekan lalu. 

EURO ZONE
• Biaya hidup dari zona euro naik lebih dari ekspektasi pada bulan Desember tetapi masih cukup jinak untuk memberikan kemungkinan pemangkasan  tingkat suku bunga tahun 2013 untuk mendukung ekonomi yang telah melemah.  

• Consumer inflation tahunan pada 17 negara dalam euro berada pada level 2.2 persen bulan Desember, level yang sama dengan bulan November,  kantor statistik Uni Eropa melaporkannya. 

• Penjualan ritel Jerman naik lebih dari ekspektasi pada bulan November dari awal bulan, menurut data sebelumnya yang dirilis Jumat lalu.  

• Yunani  kemungkinan  mengakhiri  tahun  2012  dengan  gap  bujet  yang  lebih  baik  dari  target,  staf  menteri  keuangan  mengatakannya  Jumat  lalu,  memperkirakan keberhasilan fiskal sederhana untuk penerima bailout pertama zona euro.  


U.K.
• Sterling  jatuh  ke  level  terendah  lebih  dari  3  pekan  terhadap  dolar  pada  hari  Jumat  setelah  rilis  mengecewakan  data  PMI  sektor  jasa  Inggris  dan  juga  akibat  menguatnya dolar secara umum setelah sejumlah dewan kebijakan moneter AS meminta stimulus moneter untuk dikurangi. 

• PMI  sektor  jasa  Inggris  mengalami  kontraksi  untuk  pertama  kalinya  dalam  2  tahun  terakhir  di  periode  Desember,  mengisyaratkan  bahwa  ekonomi  Inggris  kemungkinan mengalami kontraksi di kuartal keempat 2012 setelah mengalami rebound di kuartal ketiga sebelumnya. 

• Sterling terakhir tercatat melemah 0.2% terhadap dolar di sekitar $1.6075 dibandingkan penutupan New York hari Kamis, setelah awalnya sempat terkoreksi ke level  intraday low di $1.6008 yang merupakan level terendahnya sejak 7 Desember. Koreksi ini semakin menjauhkan sterling dari level puncaknya di $1.6380 yang dicapai  Rabu sebelumnya.  

• Namun setelah data ketenagakerjaan AS dirilis buruk, dolar mengalami tekanan jual. Data ketenagakerjaan AS telah memperkuat ekspektasi bahwa The Fed belum  akan mengadopsi kebijakan moneter ketat dalam waktu dekat ini, sehingga memicu koreksi pada dolar. Data dirilis sehari setelah minutes dari pertemuan The Fed  bulan Desember menunjukkan beberapa pembuat kebijakan sedang mempertimbangkan untuk mengakhiri program pembelian obligasi mereka pada awal tahun ini,  sebuah hal yang memicu rally pada yield obligasi AS dan dolar. 

• Sterling juga tertekan terhadap euro, dimana mata uang tunggal Eropa tersebut berhasil menguat 0.4% ke 0.8132 pound, menjauhkannya dari level terendah 3 pekan  di 0.8086 pound yang dicapai pada hari Kamis sebelumnya. Hasil jajak pendapat Reuters menunjukkan sterling kemungkinan masih akan mengalami tekanan terhadap  dolar, namun investor masih lebih optimis terhadap sterling dibandingkan euro dan juga yen. 

• Data Jumat kemarin menunjukkan PMI sektor jasa Inggris turun ke 78.9 di bulan Desember, level terendahnya sejak April 2009, dari 50.2 di bulan November, kontras  dengan ekspektasi terjadi kenaikan. Data PMI tersebut mengindikasikan ekonomi Inggris melemah 0.2% di kuartal keempat 2012, penurunan yang sedikit lebih tajam  dibandingkan prediksi dari sektor swasta lainnya. Melemahnya PDB Inggris akan memperkuat peluang bagi BoE memulai program stimulus moneternya dan akan  memicu kekhawatiran mengenai kemungkinan peringkat utang mengalami downgrade dari level tertingginya saat ini.


JAPAN
• Juru bicara utama pemerintah Jepang mengatakan Jumat lalu bahwa gubernur Bank of Japan berikutnya, berkenaan dengan ditunjuknya pada  bulan April, harus diatas pandangan perdana menteri dalam kebijakannya.  

• Sekretaris  Kabinet  Yoshihide  Suga  membuat  pernyataan  dalam  kelompok  wartawan  pada  pilihan  kandidat  untuk  menggantikan  Gubernur  BOJ  Masaaki Shirakawa, yang akan pensiun bulan April.  

• Perdana Menteri Shinzo Abe mengatakan pentingnya Bank of Japan untuk mengambil tanggung jawab dalam mencapai target inflasi 2 persen,  yang mana dia inginkan bank sentral untuk mengadopsinya, Jiji news agency melaporkannya.  

• Dikatakannya  juga  pemerintah  bertujuan  untuk  menyusun  hingga  akhir  bulan  ini  suatu  rancangan  bujet  untuk  tahun  fiskal yang  dimulai  bulan  April, Jiji melaporkannya. 


AUSTRALIA
• Australian  dan  New  Zealand  dollars  merosot  terhadap  the  greenback  Jumat  lalu  mengikuti  kenaikan  tajamnya  baru‐baru  ini  tetapi  bertahan  mendekati level puncak dalam empat tahun terhadap yen, dengan investor memfokuskan pada data jobs AS berikutnya.  

• Aussie merosot ke level $1.0392 <AUD=D4>, dari level $1.0463 pada awalnya pada level puncak overnight $1.0526, tertinggi sejak 19 Des. New  Zealand dollar <NZD=D4> melorot 0.4 persen dalam hariannya ke level $0.8245.  

• Harga Australian bond futures melemah pada aksi jual dalam Treasuri AS. 


SWISS
• Dolar sempat menguat terhadap franc Swiss hingga mencatat intraday high di 0.9302 franc sebelum rilis data non‐farm payrolls AS. Namun setelah data  ketenagakerjaan  AS  tersebut  dirilis  mengecewakan,  dolar  kemudian  terkoreksi  ke  0.9228  franc  sebelum  akhirnya  ditutup  di  sekitar  0.9242  franc,  atau  melemah 0.25%. Sedangkan terhadap euro, franc Swiss bergerak relatif stabil di sekitar 1.2087 franc. 

• Data ketenagakerjaan AS telah memperkuat ekspektasi bahwa The Fed belum akan mengadopsi kebijakan moneter ketat dalam waktu dekat ini, sehingga  memicu koreksi pada dolar. Data dirilis sehari setelah minutes dari pertemuan The Fed bulan Desember menunjukkan beberapa pembuat kebijakan sedang  mempertimbangkan untuk mengakhiri program pembelian obligasi mereka pada awal tahun ini, sebuah hal yang memicu rally pada yield obligasi AS dan  dolar. 

• Jumlah pekerjaan yang tersedia di bulan Desember menurun. Non‐farm payrolls hanya tercatat 155.000 di bulan Desember lalu, sesuai dengan ekspektasi  pasar dan sedikit di bawah level bulan November. Sementara tingkat pengangguran stabil di 7.8%.