title cover

title cover

Monday, January 14, 2013

Headline News 14.01.13


US & GLOBAL
Euro menguat ke level tertinggi sejak April terhadap dolar pada hari Jumat dipicu komentar dari kepala ECB, sementara meningkatnya prospek  ekonomi  telah  mendorong  harga  saham  dunia  mendekati  level  tertinggi  20  bulan.  Rencana  stimulus  besar‐besaran  di  Jepang  juga  menambah  optimisme  mengenai  prospek  aktifitas  bisnis,  namun  kekhawatiran  seputar  permintaan  global,  meningkatnya  inflasi  di  Cina  dan  kemungkinan  adanya tekanan dari perdebatan mengenai plafon utang di Washington telah memicu tekanan jual pada pasar minyak. Seiring menguatnya saham  dan euro, investor telah mengurangi kepemilikan mereka atas aset‐aset aman resiko seperti obligasi pemerintah AS dan Jerman sebelum akhirnya  muncul  kembali  aksi  beli  di  akhir  sesi.  Sementara  Jepang  bertekad  untuk  memulai  lompatan  ekonominya,  bank  sentral  AS  dan  Eropa  telah  membicarakan prospek ekonomi mereka selama 24 jam terakhir. 

Philadelphia Federal Reserve Charles Plosser pada Jumat lalu mengulangi pandangannya bahwa ekonomi AS akan tumbuh sekitar 3% di tahun  2013, membawa tingkat pengangguran turun ke 7% di akhir tahun. Komentar Plosser tersebut melanjutkan pernyataan yang bernada optimis dari  Kepala Fed St. Louis James Bullard pada hari Kamis sebelumnya.  

Sedangkan  komentar  dari  Presiden  ECB  Mario  Draghi  setelah  bank  sentral mempertahankan  suku  bunganya  pada  hari  Kamis,  mengisyaratkan  ekonomi Eropa akan memulih di tahun 2013, dimana hal ini kian menambah optimisme bahwa pertumbuhan ekonomi global akan meningkat di  tahun ini. 

Indeks ekuitas global MSCI berakhir stabil di 350.00, sedikit di bawah intraday high 350.15, yang merupakan level tertingginya sejak Mei 2011.  Indeks tercatat naik 0.67% dalam sepekan, setelah 3.11% kenaikannya di pekan sebelumnya. 

Di bursa Wall Street, 3 indeks utama berakhir flat hingga menguat tipis. Indeks Standard & Poor's 500 sedikit di bawah level penutupan tertinggi 5  tahun pada hari Kamis., mencatat kenaikan mingguan 0.33%. Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 17.21 poin atau 0.13% di 13,488.43.  S&P  500  <.SPX>  berakhir  melemah  0.07  poin  di  1,472.05.  Sedangkan  Nasdaq  Composite  Index  <.IXIC>  ditutup  naik  3.88  poin  atau  0.12%  di  3,125.64.  

Saham komponen Dow, Boeing <BA.N>,  turun 2.5% ke $75.16 akibat adanya  masalah pada  Dreamliner jets. Sedangkan Wells  Fargo <WFC.N>,  bank terbesar keempat di AS, melaporkan perolehan laba tertingginya di kuartal keempat, namun pelaku pasar fokus pada melemahnya interest  margins dan mortgage lending. Saham bank tersebut  berakhir melemah 0.85% ke $35.10. 

Awal yang solid di pasar saham AS tahun ini kemungkinan disebabkan oleh banjir uang tunai dari fund manager untuk kembali dalam iklim suku  bunga  rendah  saat  ini.  Investor  di  AS  menggelontorkan  dana  senilai  $7.53  milyar  ke  dalam  saham  reksa  dana,  terbesar  sejak  2001,  data  dari  Thomson Reuters Lipper service menunjukkan pada hari Kamis. 

Indeks  saham  Eropa,  FTSEurofirst  300  index  <.FTEU3>,  ditutup  melemah  0.11%  di  1,634.40,  dan  mencatat  penurunan  mingguan  ke  0.33%.  Sedangkan  di  Tokyo,  indeks  Nikkei  <.N225>  ditutup  naik  1.4%  di  10,801.57,  mencatat  kenaikan  mingguan  ke  9  kalinya  secara  berturut‐turut,  kenaikan terlamanya sejak 1998. 

Yield  untuk  Treasury  AS  tenor  10  tahun  turun  3  basis  poin  menjadi  1.87%  setelah  mencatat  intraday  high  di  1.93%.  German  Bund  futures  <FGBLc1> turun 16 basis poin di 142.54 setelah menembus level terendah sejak November di awal sesi. 

Euro melanjutkan penguatannya atas dolar, naik 0.54% ke $1.3340 setelah mencatat intraday high di $1.3365, level tertingginya sejak April. Euro  mencatat kenaikan mingguan terkuatnya terhadap dolar selama hampir 4 bulan terakhir. 

Sementara  itu,  dolar  berhasil  menguat  atas  yen  Jepang,  naik  0.45%  ke  89.17  yen.  Dolar  menembus  level  tertinggi  2‐1/2  tahun  di  89.44  yen  sebelumnya, setelah pemerintah Jepang menyetujui  anggaran belanja sebesar $117 milyar untuk mendorong laju perekonomian, dan Perdana  Menteri yang baru Shinzo Abe mendesak BOJ untuk melonggarkan kebijakan moneternya secara lebih agresif. BOJ kemungkinan akan mengadopsi  target inflasi 2% pada sidangnya 21‐22 Januari mendatang, 2 kali lipat dari targetnya saat ini, yang akan mendorong BOJ membeli lebih banyak  obligasi pemerintah untuk mencapai target inflasi tersebut. 

Harga minyak jatuh setelah data menunjukkan inflasi tahunan Cina terakselerasi ke level tertinggi 7 bulan di 2.5% di bulan Desember. Laporan  data tersebut telah menekan permintaan pada minyak karena mengurangi peluang bank sentral untuk melonggarkan kebijakan moneternya untuk  mendongkrak perekonomian. Ekspektasi meningkatnya impor bensin AS juga turut menekan harga. Brent crude futures turun $1.25 atau 1.12% di  110.64 per barel, sementara U.S. oil futures <CLc1> merosot 26 sen atau 0.28% ke $93.56. Dalam sepekan, Bren mencatat penurunan pertamanya  dalam 5 pekan terakhir, turun 0.6%, sementara U.S. oil futures naik tipis 0.5%.  

Harga emas turun 0.78% di $1,661.49 per ons setelah penguatan dolar memaksa investor untuk melakukan profit takong setelah logam mulia  mencatat kenaikan 1 hari terbesarnya sepanjang tahun ini. Dalam sepekan, emas mencatat kenaikan 0.32%.  


GOLD & COMMODITIES
Emas  merosot  sekitar  1  persen  Jumat  lalu,  diakhiri  untuk  mendekati  flat  dalam  mingguan,  setelah  bertumbuhnya  tekanan  inflasi  di  CIna  yang  mendorong harapan pada lebih besarnya stimulus dari negara dengan ekonomi terbesar kedua tersebut. 

  Emas melorot setelah data menunjukkan inflasi konsumen tahunan Cina secara cepat meningkat dalam tujuh bulannya sebesar 2,5 persen pada  bulan Desember. Analis mengatakan data titik yang membaik yang mengarahkan tidak adanya perubahan tingkat suku bunga. 

"A pick‐up in the Chinese inflation number has some people thinking maybe the long‐anticipated Chinese stimulus may not (happen)", kata Frank  McGhee, kepala analis precious metals pada Integrated Brokerage Services LLC.   


OIL & COMMODITIES
Harga  minyak  jatuh  setelah  data  menunjukkan  inflasi  tahunan  Cina  terakselerasi  ke  level  tertinggi  7  bulan  di  2.5%  di  bulan  Desember.  Laporan  data  tersebut telah menekan permintaan pada minyak karena mengurangi peluang bank sentral untuk melonggarkan kebijakan moneternya untuk mendongkrak  perekonomian.  Ekspektasi  meningkatnya  impor  bensin  AS  juga  turut  menekan  harga.  Brent  crude  futures  turun  $1.25  atau  1.12%  di  110.64  per  barel,  sementara U.S. oil futures <CLc1> merosot 26 sen atau 0.28% ke $93.56. Dalam sepekan, Bren mencatat penurunan pertamanya dalam 5 pekan terakhir,  turun 0.6%, sementara U.S. oil futures naik tipis 0.5%.  

Setelah  minyak  berjangka  mendapat  support  pada  hari  Kamis  dari  berita  mengenai  eksportir  minyak  terbesar  dunia  Arab  Saudi  yang telah  memangkas  produksinya dalam 2 bulan terakhir di tahun 2012, laporan pemangkasn produksi minyak tersebut pada hari Jumat justru memberi tekanan pada harga  minyak karena diindikasi berkaitan dengan menurunnya permintaan dan sebagai upaya untuk mempertahankan harga minyak dunia. 

Arab Saudi memangkas produksi minyaknya sekitar 700.000 barel per hari (bph) dalam 2 bulan terakhir di tahun 2012, dengan produksi bulan Desember  tercatat sekitar 9 juta bph. Eksportir minyak terbesar di dunia tersebut memproduksi 9.03 juta bph di bulan Desember, turun dari 9.49 juta bph di bulan  November dan lebih dari 1 juta bph di bawah level produksi tertingginya pada musim panas yang lalu. 

EURO ZONE
Jerman, negara dengan ekonomi terbesar di Eropa, mengalami kontraksi dalam kuartal keempatnya pada tahun 2012 karena sektor factories memangkas produksinya  dalam mengantisipasi pelemahan permintaan Eropa tetapi pertumbuhan akan naik lagi tahun ini, Menteri Perekonomian mengatakannya Jumat lalu.  

Jerman  menunjukkan  untuk  mempublikasikan  perkiraan  gross  domestic  product  (GDP)  untuk  tahun  2012  Selasa  depan.  Survei  para  ekonom  oleh  Reuters  telah  memperkirakan pertumbuhan 0.8 persen <ECONDE>. Gambaran kuartal keempat diekspektasi pada bulan Februari.  

Investor yang mencari return tersentak pada lelang obligiasi Italia Jumat lalu, yang menekan yields dari tenor tiga tahun dibawah 2 persen untuk pertama kalinya sejak  bulan Maret 2010 dengan dan sedikit pemasalahan yang menunjukkan pemilu yang akan terjadi kedepannya.  


U.K.
Sterling  jatuh  ke  level  terendah  9  bulan  terhadap  euro  dan  kembali  merosot  terhadap  dolar  pada  perdagangan  hari  Jumat  setelah  rilis  buruk  data  industrial  output  kian  menambah indikasi kemungkinan ekonomi mengalami kontraksi di kuartal keempat lalu. 

Euro terapresiasi 0.9% di 0.8273 pound. Euro menguat dari 0.8218 pound sebelum rilis data, melanjutkan kenaikannya dalam 6 hari berturut‐turut. Ini merupakan level tertinggi  euro sejak awal April. 

Sementara  itu  sterling  merosot  0.4%  terhadap  dolar,  turun  ke  level  intraday  low  $1.6089  sebelum  akhirnya  mengalami  rebound  tipis  dan  bergerak  di  sekitar  $1.6120,  atau  melemah 0.3% dibandingkan level penutupan New York hari Kamis. 

Belanja konsumen dan output di Inggris telah mengalami stagnasi, dan data industri Inggris yang terakhir dirilis juga mengisyaratkan bahwa ekonomi Inggris nampaknya akan  mengalami kontraksi lagi dan membutuhkan stimulus moneter lebih lanjut. 

Sedangkan kondisi yang kontras terjadi di zona euro, dimana Presiden ECB Mario Draghi tidak memberikan indikasi mengenai kapan kemungkinan suku bunga akan dipangkas  setelah mempertahankan suku bunganya di level 0.75% pada sidangnya hari Kamis sebelumnya. Hal ini telah meredakan ekspektasi pemangkasn suku bunga dan mendorong euro  untuk menguat secara luas. 

Data dari National Institute of Economic and Social Research pada hari Jumat menunjukkan ekonomi Inggris kemungkinan mengalami kontraksi 0.3% di kuartal keempat. 

Sterling berpotensi untuk melemah kembali jika Inggris kehilangan peringkat kredit AAA, jika pertumbuhan ekonomi terus mengalami hambatan dan pemerintah gagal untuk  mencapai target pengurangan utangnya. 

Investor saat ini akan mencermati data CPI Inggris dalam pekan ini. Jika inflasi tetap tinggi, maka akan menyulitkan BoE untuk melonggarkan kebijakan moneternya, dan hal ini  akan berdampak positif bagi sterling. 


JAPAN
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe membuat dorongan terbesarnya untuk pertumbuhan lapangan kerja yang merupakan bagian dari mandat Bank of Japan karena  pemerintahnya menyetujui pembelanjaan $117 milyar untuk menghidupkan kembali perekonomian sejak krisis keuangan.  

Dibawah  tekanan  dari  Abe,  BOJ  kemungkinan  akan  mengadopsi  target  inflasi  2  persen.  Gambaran  tingkat  suku  bunga  tanggal  21‐22,  menggandakan  tujuannya  sekarang,  dan  mempertimbangkan  kebijakan  moneter  lagi,  kebanyakan  kemungkinan  dengan  menaikkan  utang  pemerintah  dan  pembelian  aset‐aset,  sumber  mengatakan pada Reuters minggu lalu. 


AUSTRALIA
Australian  dan  New  Zealand  dollars  menunjukkan  level puncak  empat  tahunnya terhadap  yen  Jumat lalu  karena janji  perubahan  yang  dramatis  pemerintah  baru  Jepang dalam kebijakan moneter yang dapat akhirnya menghidupkan kembali perekonomian terbesar ketiga dunia tersebut.  

Aussie mencapai level puncak terbaru dalam empat tahun ke level 94.51 <AUDJPY=R> versus mata uang Jepang, yang telah naik lebih dari dua yen dalam dua harinya,  yang mencatatkan kenaikan 4.5 persen sejak 1 Jan.   

Mitra dagang terbesar Australia, China, menunjukkan tanda‐tanda yang membaik pada langkah untuk recovery dari tekanan ekonomi.  

Surplus perdagangan naik 48.1 persen ke level $US231.1 milyar ($A220.80 milyar) pada tahun 2012, dibantu oleh kenaikan 7.9 persen dalam ekspor menjadi $US2.05  trilyun. Sementara itu impor naik 4.3 persen ke level $US1.82 trilyun.  


SWISS
Franc Swiss melemah terhadap euro pada perdagangan hari Jumat menyusul investor memburu aset beresiko setelah bank sentral Eropa (ECB) mengatakan ekonomi  zona euro akan memulih di tahun 2013. 

Euro kemudian melanjutkan apresiasinya ke level tertingginya 4 bulan atas franc Swiss setelah ECB menggugurkan prospek pemangkasan suku bunga dan sebuah bank  Swiss,  Zuercher Kantonal Bank, mengatakan pihaknya mungkin akan mengenakan biaya pada rekening tabungan. 

Data inflasi Swiss yang dirilis lebih rendah dari perkiraan juga turut menambah tekanan jual pada franc Swiss. 

Euro menguat ke 1.2178 franc, level tertingginya sejak 17 September 2012 ketika mencatat intraday high di 1.2185 franc. Euro terakhir tercatat naik 0.3% ke sekitar  1.2170 franc dari posisi penutupan New York hari Kamis. 

Sementara terhadap dolar, franc Swiss berhasil rebound, meskipun masih terbatas, seiring menguatnya euro atas dolar. Dolar terkoreksi ke intraday low 0.9108 franc  dan terakhir bergerak melemah 0.1% ke sekitar 0.9130 franc.

Friday, January 11, 2013

Headline News 11.01.13




EZ– ECB Meeting

Bank sentral Eropa (ECB) mempertahankan suku bunga di 0.75% pada sidangnya hari Kamis,
menunda pemangkasan suku bunganya menyusul indikasi memulihnya ekonomi dan tingkat inflasi yang masih di atas target.


Sebanyak 17 negara zona euro sedang mengalami resesi namun data yang dirilis belakangan ini mengindikasikan adanya stabilitas ekonomi dan Presiden ECB Mario Draghi nampaknya akan memberikan pernyataan yang bernada positif pada konferensi persnya usai sidang ECB ini. Draghi dijadwalkan akan mulai memberikan testimoninya pada pukul 20.30 wib.

Adapun beberapa testimoni yang diberikan oleh Mario Draghi adalah sebagai berikut :

Resiko untuk prospek ekonomi zona euro
Risiko seputar prospek ekonomi untuk zona euro masih suram. Hal ini terutama terkait dengan
lambatnya pelaksanaan reformasi struktural di sejumlah wilayah zona euro, isu-isu geopolitik dan ketidakseimbangan di negara-negara industri besar. Faktor-faktor ini memiliki potensi untuk meredam sentimen lebih lama daripada yang diperkirakan saat ini dan menunda lebih lanjut pemulihan investasi sektor swasta, ketenagakerjaan dan konsumsi. "

Kondisi ekonomi zona euro
Pelemahan ekonomi di kawasan euro diperkirakan akan berlanjut di tahun 2013. Secara khusus, penyesuaian neraca yang diperlukan dalam sektor keuangan dan non-keuangan dan ketidakpastian terus-menerus akan terus membebani kegiatan ekonomi. Kemudian pada 2013, aktivitas ekonomi secara bertahap akan pulih. "

Inflasi
Tingkat inflasi HICP telah menurun selama beberapa bulan terakhir sebagaimana diantisipasi
sebelumnya dan diperkirakan akan jatuh di bawah 2 persen tahun ini. Selama penerpan kebijakan tetap relevan, tekanan inflasi masih akan dapat terkendali.

US & GLOBAL
Harga saham global naik ke level tertinggi 8 bulan pada hari Kamis dan harga minyak juga naik setelah data ekspor Cina diluar dugaan  dirilis optimis sehingga menambah harapan untuk terjadinya percepatan pemulihan ekonomi global. Pandangan optimis pada ekonomi AS  dari  seorang  pejabat  Federal  Reserve  membantu  melontarkan  indeks  Standard  &  Poor's  500  ke  level  penutupan  tertinggi  dalam  lima  tahun. 

Euro berhasil menguat seiring meredanya kekhawatiran terhadap perekonomian zona euro setelah ECB secara bulat memutuskan untuk  mempertahankan  suku  bunganya  di  level  0.75%  dan  Presiden  ECB  Mario  Draghi  juga  tidak  memberikan  indikasi  akan  dilakukan  pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. 

Kebijakan ECB yang menahan diri dari langkah pemangkasan suku bunga telah memicu tekanan jual pada obligasi pemerintah Jerman dan  mendorong kenaikan pada harga emas. 

Kondisi  ekonomi  AS  terlihat  mulai  membaik,  khususnya  di  sektor  perumahan.  Presiden  Federal  Reserve  St.  Louis  James  Bullard  memprediksi produk domestik bruto (PDB) AS akan tumbuh 3.2% di tahun 2013, lebih tinggi 1% dari ekspektasi para ekonom hasil jajak  pendapat Reuters. 

Adapun  faktor  lainnya  yang  mendukung  pasar  adalah  penjualan  pertama  untuk  obligasi  pemerintah  Spanyol  di  tahun  2013  yang  lebih  sukses dibandingkan lelang sebelumnya. Hal ini mendorong yield obligasi Spanyol turun ke level terendah 10 bulan. 

Kombinasi  antara  meningkatnya  prospek  ekonomi  global  dan  berkurangnya  kekhawatiran  mengenai  kemampuan  Spanyol  dalam  mengatasi defisit anggarananya telah memicu penguatan bursa saham dunia untuk hari kedua. Namun kekhawatiran terhadap buruknya  hasil laporan earnings dan plafon utang pemerintah AS telah membatasi penguatan bursa saham global.Indeks ekuitas global, MSCI, naik  0.8% di 349.74, sedikit di bawah level tertinggi bulan Mei lalu. 

Di bursa Wall Street, Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 80.71 poin atau 0.60% di 13,471.22. Sedangkan S&P 500 <.SPX>  berakhir naik 11.10 poin atau 0.76% di 1,472.12. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> ditutup menguat 15.95 poin atau 0.51% di  3,121.76.  

Saham  Nokia  <NOK.N>  melonjak  18.7%  ke  $4.45  setelah  produsen  ponsel  Finlandia  tersebut  melaporkan  hasil  perolehan  laba  kuartal  keempat yang lebih baik dari perkiraan. 

FTSEurofirst  300  index  <.FTEU3>  mendekati  level  tertinggi  2  tahun  sebelum  kembali  mengalami  koreksi  di  akhir  sesi  Eropa  dipicu  komentar dari Swatch <UHR.VX> CEO Nick Hayek, yang mengatakan ia memprediksi pertumbuhan yang melemah pada ekspor jam Swiss  di tahun 2013. Indeks ditutup melemah 0.29% di 1,164.65 setelah menembus level 1,170.29. 

Cina telah mengejutkan pasar setelah data ekspor mencatat rebound tajam di bulan Desember ke level tertinggi 7 bulan, dengan impor  mencatat pertumbuhan 2 kali lipat dari perkiraan. Namun data juga menunjukkan permintaan Cina terhadap produk AS dan Eropa masih  lemah. Pertumbuhan kredit di Cina juga naik tajam, mengindikasikan bahwa ekonomi negara kemungkinan mengalami ekspansi sekitar  7.8% di tahun 2012. Data PDB‐Q4 Cina akan dirilis pekan depan. PDB Cina menembus level terendah 3‐1/2 tahun di 7.4% di kuartal ketiga  tahun lalu. 

Kuatnya  impor  pada  data  tersebut  telah  menambah  harapan  akan  meningkatnya  permintaan  untuk  komoditas,  sehingga  berhasil  mengangkat harga tembaga dan juga minyak. 

Laporan  adanya  pemangkasan  700.000  barel  per  hari  pada  produksi  minyak  Arab  Saudi  dalam  2  bulan  terakhir  juga  turut  membantu  mengangkat harga minyak. Harga minyak Brent naik ke level tertinggi 12 pekan di $113.29 per barel sebelum akhirnya ditutup menguat 13  sen atau 0.12% di 111.89. Sedangkan harga minyak mentah berjangka Amerika Serikat ditutup naik 72 sen atau 0.77% di $93.82 per barel,  sementara London copper <CMCU3> naik 0.56% di $8,125 per ton. 

Di  pasar  uang,  euro  memperoleh  dorongan  ekstar  setelah  lelang  obligasi  Spanyol  menaikkan  5.8  milyar  euro.  Euro  menguat  1.5%  di  $1.3254,  sementara  yield  obligasi  Spanyol  turun  ke  level  terendah  10  bulan  di  4.90%.  Euro  juga  menguat  ke  level  tertinggi  18  bulan  terhadap yen di 117.58 yen. 

Yield obligasi Jerman tenor 10 tahun naik tipis di 1.572%, bergerak di seputar level tertingginya sejak Oktober lalu. Sedangkan Treasury AS  tenor 10 tahun tercatat melemah 11/32 dengan yield 1.899%, naik dari 1.86% di hari Rabu sebelumnya.  

GOLD & COMMODITIES
Emas mengalami kenaikan 1 persen Kamis lalu, mencatatkan kenaikan harian terbesar dalam tahun 2013 karena tanda‐tanda bahwa ECB  tidak akan memangkas tingkat suku bunga dalam waktu dekat yang mendorong aksi beli logam mulia. 

Platinum juga melonjak 2 persen karena didorong data pertumbuhan ekspor Cina yang memicu kenaikan dalam industri komoditas dan  ekuitas. 

Pada awal harian, logam mulia naik melebihi kenaikan pada platinum dan palladium setelah data mencatatkan membaiknya dukungan  ekonomi dari Cina.   

"Gold was oversold after the Fed minutes. I don't see the Fed will be doing anything to withdraw stimulus soon," kata Bill O'Neill, mitra  pada  perusahaan  commodities  investment  LOGIC  Advisors.  "Clearly,  Mario  Draghi  is  leaving  room  for  accommodation,  and  the  overall  global pattern of central bank easing continues to be there," katanya.  


OIL & COMMODITIES
Harga  minyak  mentah  Brent  mencatat  level  tertinggi  12  pekan  pada  perdagangan  hari  Kamis,  didukung  oleh  rilis  optimis  data  ekonomi  Cina,  pemangkasan tajam pada produksi minyak Arab Saudi, dan ledakan pada pipa minyak di Yaman yang menghentikan sebagian besar ekspor minyak  negara itu. 

Harga  minyak  mentah  berjangka  AS  menembus  level  tertingginya  sejak  September,  sebelum  akhirnya  Brent  dan  US  crude  memangkas  keuntungannya setelah Philadelphia Federal Reserve Bank mengatakan laporan revisi tahunannya menunjukkan aktifitas pabrikan di wilayah Mid‐ Atlantik AS tumbuh pada level yang lebih rendah di bulan Desember dari laporan awalnya. 

Brent  February  crude  futures  <LCOc1>  ditutup  menguat  13  sen  di  $111.89,  setelah  mencapai  $113.29,  level  tertingginya  sejak  18  Oktober.  Sedangkan U.S. February crude <CLc1> ditutup naik 72 sen di $93.88 per barel, setelah menembus $94.70, level tertingginya sejak September.  

Arab Saudi memangkas produksi minyaknya sekitar 700.000 barel per hari (bph) dalam 2 bulan terakhir di tahun 2012, dengan produksi bulan  Desember tercatat sekitar 9 juta bph. Eksportir minyak terbesar di dunia tersebut memproduksi 9.03 juta bph di bulan Desember, turun dari 9.49  juta bph di bulan November dan lebih dari 1 juta bph di bawah level produksi tertingginya pada musim panas yang lalu. 

Sementara itu, minyak dan bursa Wall Street menerima dukungan positif dari rilis data ekonomi Cina yang menunjukkan terjadi pertumbuhan kuat  pada sektor ekspor di bulan Desember, memperkuat ekspektasi bahwa membaiknya kondisi ekonomi di negara konsumen terbesar minyak kedua  di dunia tersebut akan berimbas pada meningkatnya konsumsi minyak. 

EURO ZONE
Perekonomian  zona  euro  akan  mengalami  recovery  berikutnya  pada  tahun  2013  dan  terdapat  beberapa  tanda  stabilisasi,  European  Central  Bank  mengatakannya  setelah dengan suara bulat mempertahankan tingkat suku bunga pada level terendahnya.  

ECB mempertahankan tingkat suku bunga pada  level 0.75 persen, mengikuti tanda‐tanda kehidupan awal pada perekonomian zona euro dan dengan inflasi masih  diatas target, dan presiden menunjukkan tanda yang lebih optimistik mengenai prospek masa yang akan datang.  

Zona euro harus menggunakan dana penyelamatan untuk menginjeksi uang ke dalam bank‐bank dengan utang masa lalu, presiden dari Eurogroup mengatakannya,  memperingatkan apapun yang kurang akan melemahkan respon krisis blok tersebut.  

Dalam  langkah  utama  akhir  Juni  lalu,  para  pemimpin  Uni  Eropa  menyetujui  untuk  mengizinkan  European  Stability  Mechanism  (ESM)  untuk  secara  langsung  merekapitalisasi bank‐bank dan mengurangi beban dari negara‐negara seperti Spanyol dan Irlandia, yang mana pemerintahnya membawa utang yang besar setelah  menopang bank‐bank ketika pecahnya gelembung real estate.  


U.K.
Sterling  menguat terhadap dolar pada perdagangan hari Kamis  setelah bank  sentral Inggris (BoE) mempertahankan kebijakan  moneternya seperti  yang  diprediksi  sebelumnya, namun sterling terkoreksi terhadap euro setelah ECB tidak memberikan sinyal untuk kemungkinan dilakukan pemangkasan suku bunga di zona euro. 

Sterling berhasil naik di atas $1.61 dari sekitar $1.6056 sebelum keputusan BoE. Sterling terakhir tercatat menguat 0.6% di sekitar $1.6115, dibandingkan penutupan  New York hari Rabu. 

BoE's Monetary Policy Committee (MPC) memutuskan akan mempertahankan suku bunga di level terendahnya 0.5% dan tidak akan membeli obligasi pemerintah  melampaui 375 milyar pound yang telah dibelinya selama ini. 

Kondisi inflasi yang masih di atas target nampaknya akan menyulitkan BoE untuk memangkas suku bunganya, sebuah kondisi yang turut memberi dukungan positif  bagi penguatan sterling. 

Terhadap euro, sterling melanjutkan koreksinya untuk 5 hari berturut‐turut setelah Presiden ECB Mario Draghi tidak memberikan indikasi kapan kiranya ECB akan  memangkas suku bunganya kembali. ECB dalam sidangnya semalam juga memutuskan untuk mempertahankan suku bunganya di level 0.75%. Euro menguat 0.6%  terhadap sterling di sekitar 0.8195 pound, setelah mencatat intraday high di 0.8206, mendekati level tertinggi 2 pekan , setelah Draghi menegaskan keputusan untuk  mempertahankan suku bunga dicapai secara bulat. 

• Pada hari Jumat ini, data industrial output Inggris untuk periode November akan dirilis yang nampaknya akan menunjukkan kenaikan 0.8% m/m dan turun 1.9% y/y.  


JAPAN
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan Kamis lalu bahwa adalah penting untuk menghidupkan kembali perekonomian dan menjauh dari penguatan yen.  

Abe berbicara pada meeting dimana partainya Liberal Democratic Party dan mitra koalisi, New Komeito, menyetujui pada paket stimulus ekonomi untuk membantu  Jepang menjauh dari resesi dan mencoba untuk mengakhri deflasi.  

Indeks coincident indikator ekonomi Jepang melorot pada awalnya sebesar 0.6 poin pada bulan November dari bulan sebelumnya, turun dalam rangkaian delapan  bulannya, Cabinet Office mengatakannya, yang kedepannya membuktikan perekonomian masih rapuh berkenaan dengan pelemahan permintaan global.  

Cabinet Office menjaga pandangannya pada coincident index yang menunjukkan "deterioration,"/kemerosotan yang memperkirakan Jepang dalam resesi.  


AUSTRALIA
Australian  dan  New  Zealand  dollars  terdorong  menguat  terhadap  dollar  AS  Kamis  lalu,setelah  penguatan  data  perdagangan  Cina  yang  meramalkan  membaiknya ekspor negara‐negara dan harga komoditas. Kedua mata uang juga mencapai level puncak empat tahunnya versus melemahnya yen.  

CIna melaporkan ekspor pada bulan Desember melonjak 14.1 persen, dari awal tahun, jauh dari perkiraan kenaikan 4 persen. Impor naik 6 persen, yang  melewati perkiraan pasar untuk naik 3 persen dan dengan cepat dari pertumbuhan nol pada bulan November.  

Optimistik terlihat pada berita Australia karena Cina adalah pasar ekspor utama Australia serta kunci utama pada harga komoditas.   

Sektor konstruksi Australia terlihat naik akhirnya, tetapi para ekonom dan grup industri memperingatkan kedepannya pemangkasan tingkat suku bunga  kemungkinan dibutuhkan untuk memastikan recovery terjadi.  


SWISS
Franc Swiss berhasil menguat terhadap dolar pada perdagangan hari Kamis, seiring dengan menguatnya euro, setelah ECB mempertahankan suku bunganya  pada sidangnya semalam. Euro menguat setelah ECB tidak memberikan sinyal untuk kemungkinan dilakukan pemangkasan suku bunga di zona euro. 

Franc Swiss telah bergerak beriringan dengan euro sejak SNB mematok nilai tukar minimum EUR/CHF di 1.20 franc pada September 2011 silam. 

Dolar terakhir tercatat melemah 0.9% terhadap franc Swiss di sekitar 0.9165 franc, dibandingkan posisi penutupan New York hari Rabu. Sedangkan euro  menguat 0.2% terhadap franc Swiss di sekitar 1.2110 franc. 

Setelah data tingkat pengangguran Swiss Selasa lalu yang dirilis naik ke 3.3% di bulan Desember dan mencatat level tertinggi sejak Februari 2011 gagal  menggerakkan pasar, maka data CPI Swiss yang akan dirilis hari Jumat ini diprediksi akan lebih menarik perhatian investor. 

Thursday, January 10, 2013

Headline News 10.01.13


US & GLOBAL
Ekuitas global naik tipis pada hari Rabu kemarin setelah produsen alumunium Alcoa <AA.N> membuka musim laporan earnings dengan  prospek  cerah  untuk  permintaan  global,  meskipun  hasil  perolehan  labanya  belum  memberikan  kejelasan  kinerja  terbaiknya  di  kuartal  keempat lalu. 

Dolar menguat terhadap yen dipicu ekspektasi BOJ akan meluaskan kebijakan moneter longgar dalam bulan ini, namun investor terlihat  berhati‐hati  menjelang  sidang  ECB  dan  BoE  hari  ini,  dan  berbarengan  dengan  Spanyol  yang  juga  akan  menguji  minat  pasar  terhadap  obligasi negara‐negara zona euro. 

  Alcoa <AA.N>, ebagai produser alumunium terbesar di AS, melaporkan pihaknya masih optimis dengan tingkat permintaan alumunium di  tahun 2013, didukung oleh para pembeli dari sektor konstruksi dan kedirgantaraan. 

Investor telah khawatir bahwa kebuntuan baru‐baru ini atas "jurang fiskal" AS dan tanda‐tanda pertumbuhan ekonomi yang melambat  akan membebani laba musim ini, sehingga hanya menghasilkan pertumbuhan yang tipis. Alcoa, sebagai komponen Dow pertama yang  melaporkan perolehan labanya, dipandang sebagai awal musim laporan laba dengan nada positif. 

Dow Jones industrial average <.DJI> berakhir menguat 61.66 poin atau 0.46% di 13,390.51. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik 3.87  poin atau 0.27% di 1,461.02. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> naik 14.00 poin atau 0.45% di 3,105.81.  

Hasil laporan earnings Alcoa juga memicu naiknya bursa saham Asia dan mendorong indeks FTSE Eurofirst 300 <.FTEU3> Eropa untuk naik  0.7% ke level penutupan tertinggi 22 bulan. 

Harga Treasury AS tenor 10 tahun dirilis tetap, dengan yield di 1.8639%. 

Investor  tergerak  untuk  merebut  kembali  beberapa  kerugian  tajam  pekan  lalu  setelah  minutes  dari  sidang  The  Federal  Reserve  mengisyaratkan kegelisahan yang tumbuh di dalam bank sentral tersebut mengenai program pembelian aset. 

Harga obligasi Jerman juga naik setelah keberhasilan lelang untuk obligasi tenor 5 tahun yang baru, melanjutkan serangkaian penjualan  obligasi Eropa yang kuat minggu ini di Austria, Belanda dan Irlandia. Namun demikian, penjualan obligasi yang pertama di tahun 2013 oleh  Spanyol dan Italia di hari Kamis ini masih menyisakan kondisi suram di kawasan. 

Dolar berhasil menguat terhadap yen, menembus level tertinggi 2‐1/2 tahun di pekan lalu dipicu akan dilakukan pelonggaran moneter  lanjutan  oleh  BOJ  pada  sidang  berikutnya  di  bulan  ini.  Dolar  tercatat  naik  0.9%  di  87.77  yen,  dan  naik  0.2%  terhadap  sejumlah  rival  utamanya. Sejumlah sumber yang terpercaya menyebutkan BOJ kemungkinan akan mengadopsi target inflasi 2% pada sidangnya bulan  ini, dua kali lipat dari targetnya saat ini, dan akan melanjutkan kebijakan pelonggaran moneter. 

Sementara euro terkoreksi tipis di $1.3050, melemah setelah industrial output Jerman periode November mencatat kenaikan yang lebih  rendah dari ekspektasi pasar. Data tersebut tidak mengubah pandangan bahwa ECB akan mempertahankan suku bunga pada sidangnya  hari ini, meskipun sejumlah analis meyakini suku bunga akan dipangkas dalam tahun ini. 

Brent crude oil <LCOc1> turun 0.2% ke $111.69 per barel disebabkan meningkatnya suplai dari Amerika Serikat. U.S. light crude <CLc1>  bergerak flat di $93.17.   


GOLD & COMMODITIES
Emas  merosot  dalam  volume  perdagangan  yang  tipis  Rabu  lalu,  mendapatkan  kembali  kenaikan  hariannya,  sementara  itu  platinum  mengalami rally karena membaiknya penjualan otomotif AS dan membaiknya outlook ekonomi yang memicu aksi beli. 

Logam  mulia  merosot  setelah  kenaikan  hampir  1  persen  Selasa  sebelumnya,  didorong  oleh  spekulasi  BoJ  akan  mempertimbangkan  kebijakan  monetary  easing  pada  bulan  Januari.  Tanda‐tanda  membaiknya  permintaan  fisik  di  Asia  dari  Cina  dan  India  memberikan  dukungan, kata para trader

Fokus  yang  meluas  bertahan  pada  pembicaraan  bujet  AS  karena  Presiden  Barack  Obama  dan  kongres  partai  Republik  kedepannya  menghadapi  tekanan  dalam  dua  bulan  berikutnya  setelah  melalui  kesepakatan  pada  akhir  Desember  untuk  menghindari  parahnya  kenaikan pajak dan pemangkasan pembelanjaan yang dikenal sebagai 'fiscal cliff'.   

"The gold market now focuses on the ECB meeting tomorrow and the FOMC meeting at the end of the month. Other than those, gold has  struggled to find a direction in a slow news week," kata David Meger, direktur dari metals trading pada Vision Financial Markets.  


OIL & COMMODITIES
Harga minyak bergerak relatif stabil seiring meningkatnya produksi minyak AS dan meningkatnya stok minyak mentah dan minyak  suling. Brent dan minyak mentah AS bergerak terbatas karena investor berlaku hati‐hati menjelang rilis data ekonomi Cina, yang  diprediksi akan memberikan indikasi terjadinya kembali pertumbuhan ekonomi serta hasil sidang bank sentral Inggris (BoE) dan  juga Eropa (ECB). 

Tekanan jual minyak dapat dibatasi oleh menguatnya ekuitas di Wall Street, dengan saham terapresiasi  berkat Alcoa Inc <AA.N>  yang telah memulai laporan laba kuartalannya yang lebih baik dari perkiraan serta prospek labanya yang positif di tahun 2013. 

Juga turut mendukung minyak mentah AS adalah harapan bahwa ekspansi mendatang dari pipa Seaway yang menyalurkan minyak  mentah dari Midwest ke Pantai Teluk akan mengurangi berlimpahnya pasokan minyak mentah di Midwest. 

Brent February crude <LCOc1> turun 25 sen ke $111.69 per barel. Sedangkan U.S. February crude <CLc1> tercatat flat di $93.17 per  barel.  

Laporan U.S. Energy Information Administration (EIA) mengatakan stok minyak mentah AS naik 1.3 juta barel pekan lalu, sedikit di  bawah ekspektasi 1.5 juta barel. Namun stok bensin naik 7.4 juta barel dan stok distillate naik 6.7 juta barel, yang kesemuanya  melampaui  ekspektasi  pasar.  Produksi  minyak  mentah  AS  tercatat  naik  di  atas  7  juta  barel  di  pekan  lalu,  yang  untuk  pertama  kalinya sejak 1993. 

Sementara itu, Cina sebagai konsumen minyak terbesar dunia, akan merilis data perdagangannya untuk periode Desember pada  hari Kamis ini dan data PDB‐Q4 pada 18 Januari mendatang. 

EURO ZONE
Industrial output Jerman naik tipis dari perkiraan dalam bulan November berkenaan dengan penurunan tajam pada energi dan consumer goods production,  yang mendorong permasalahan mengenai negara dengan ekonomi terbesar di Eropa yang mengalami kontraksi pada kuartal keempat.  

Output  sedikit  naik  0.2  persen  dalam  bulanan  pada  bulan  November,  didukung  oleh  kenaikan  dalam  capital  goods  production  dan  naiknya  aktivitas  konstruksi, data dari Menteri Perekonomian menunjukkannya.  

Kanselir  Jerman  Angela  Merkel  mengatakan  Rabu  lalu  tidak  terdapat  kondisi  bailout  khusus  untuk  Cyprus  yang  tidak  termasuk  membutuhkan  reformasi  ekonomi seperti privatisasi, yang telah mengenyampingkan negara yang dipimpin oleh presiden komunis tersebut.  

"We agree it is important that the troika should talk with Cyprus and that there can be no special conditions for Cyprus because we have common rules in  Europe," Merkel mengatakan dalam konferensi beritanya. "We are far from the end of the talks."  

Defisis  bujet  publik  Italia  mengerucut  untuk  pertama  kalinya  dalam  9  bulan  tahun  2012  menjadi  3.7  persen  dari  gross  domestic  product,  dibandingkan  dengan 4.2 persen pada periode yang sama tahun 2011, official statistics agency ISTAT mengatakannya. 


U.K.
Sterling jatuh mendekati level terendah 6 pekan terhadap dolar dipicu spekulasi bank sentral Inggris (BoE) akan melonggarkan kebijakan moneter  lebih lanjut, yang kemungkinan akan terjadi pada sidangnya hari Kamis ini. 

Sterling anjlok 0.3% ke $1.5996, level terendahnya sejak akhir November lalu, sebelum akhirnya bergerak di sekitar $1.6020. Jika koreksi terus  berlanjut maka berpotensi menuju level support berikutnya di $1.5904 (MA‐200). 

Terhadap euro, sterling bergerak flat di 0.8146 pound  setelah mencatat kenaikan dalam 3 sesi berturut‐turut. 

Namun  demikian,  ECB  juga  akan  bersidang  hari  ini  dimana  pergerakan  sterling  juga  akan  terpengaruh  oleh  hasil  sidang  bank  sentral  tersebut,  khususnya terhadap euro. Sterling berpotensi mengalami tekanan terhadap euro jika ECB tidak memangkas suku bunganya. 

Sementara itu, sterling tidak banyak terpengaruh oleh rilis data defisit perdagangan Inggris yang menyempit di bulan November.   

Rilis  buruk  data  ekonomi  Inggris  akan  memperbesar  peluang  untuk  dilanjutkannya  kebijakan  moneter  longgar  oleh  BoE  dan  hal  ini  akan  mengancam kelangsungan tingkat kredit utang Inggris yang saat ini berada pada level tertinggi, AAA. 


JAPAN
Perekonomian  Jepang  diekspektasi  untuk  mengalami  recover  sedikit  pada  tahun  2013  jika  kebijakan  Perdana  Menteri  Shinzo  Abe  dalam  pembelanjaan  fiskal  yang  besar‐besaran,  monetary  easing  yang  agresif,  dan  menghasilkan  momentum  pelemahan  yen  yang  dibutuhkan  untuk  menekan deflasi Jepang.  

Para  analis  mengatakan  recovery  dalam  semester  pertama  tahun  2013  kemungkinan  juga  mendorong  naiknya  perekonomian  dunia,  dan  berikutnya  dapat  mengalami  akselerasi  dalam  tahunan  karena  konsumen  bergegas  untuk  melakukan  pembelian  (barang‐barang)  sebelum  kenaikan pajak penjualan yang direncanakan April tahun 2014.  

Bank of Japan akan mempertimbangkan kebijakan monetary easing pada bulan ini karena target inflasi yang dua kali lipat pada 2 persen, sumber  mengatakannya, karena pelemahan dalam ekonomi mengancam untuk menunda negara keluar dari deflasi.  


AUSTRALIA
Australian dollar telah bertahan Rabu lalu setelah data penjualan ritel yang menekan pasar terhadap peluang tipis berikutnya pada pemangkasan  tingkat suku bunga, sementara itu New Zealand dollar bertahan menguat.  

Aussie pada awalnya naik ke level $1.5023 sebelum melemah ke level $1.0495 <AUD=D4> setelah data menunjukkan penjualan ritel merosot 0.1  persen pada bulan November, menekan perkiraan pada kenaikan 0.3 persen. Dengan kemudian level tertinggi di level $1.0535. 

Orang‐orang  Australia  secara  lambat  menjadi  lebih  confident  mengenai  pembelian  rumah  baru  tetapi  mereka  masih  berhati‐hati  mengenai  pembelanjaan terhadap uangnya pada barang‐barang lainnya.  

Penjualan rumah baru naik untuk rangkaian dua bulannya pada bulan November sementara itu penjualan ritel melorot pada bulan yang sama  setelah flat pada Oktober, rilis data Rabu lalu.  


SWISS
Investor terlihat menahan diri dari aktifitas pembelian aset beresiko menjelang sidang ECB dan juga BoE. Dengan absennya data  ekonomi Swiss, maka franc Swiss lebih terpengaruh oleh perkembangan kondisi ekonomi global. 

Kedua sidang bank sentral tersebut (ECB dan BoE) sangat ditunggu pasar, dimana jika keduanya mengisyaratkan untuk melanjutkan  kebijakan  pelonggaran  moneter,  maka  akan  berakibat  tertekannya  euro  dan  juga  sterling,  dimana  investor  cenderung  akan  menjauhi aset beresiko dan akan lebih memilih aset aman resiko seperti dolar yang dianggap sebagai safe‐haven currency

Dolar  melanjutkan  apresiasinya  terhadap  franc  Swiss,  dan  terakhir  tercatat  bergerak  di  sekitar  0.9260  franc,  atau  naik  0.2%  dibandingkan penutupan New York hari Selasa.  

Wednesday, January 9, 2013

Headline News 09.01.13


US & GLOBAL
Bursa  saham  global  jatuh  dan  harga  obligasi  naik  pada  hari  Selasa,  dengan  investor  berhati‐hati  dalam  bertransaksi  menjelang  musim  laporan earnings perusahaan AS yang diprediksi akan menunjukkan pertumbuhan yang lemah dalam perolehan laba kuartalannya. 

Dolar  dan  euro  terkoreksi  terhadap  yen  akibat  aksi  profit‐taking  investor,  namun  kebijakan  pelonggaran  moneter  BOJ  berpotensi  membatasi penguatan yen. Dolar terakhir tercatat turun 0.75% di 87.11 yen, jauh di bawah level tertinggi 2‐1/2 tahun yang dicapai hari  Jumat sebelumnya. Sedangkan euro merosot 1.02% di 113.96 yen. 

Laba perusahaan AS di kuartal keempat diprediksi akan lebih baik dibandingkan perolehannya di kuartal ketiga, namun estimasi analis  telah turun tajam dibandingkan estimasinya di bulan Oktober sebelumnya. Earnings kuartalan diprediksi akan tumbuh 2.8%, berdasarkan  data Thomson Reuters. 

Alcoa  Inc  <AA.N>  melaporkan  laba  kuartal  keempat  sebesar  $242  juta  menyusul  pemangkasan  biaya  pengeluaran  telah  mengimbangi  penurunan harga alumunium. Saham Alcoa naik 7 sen ke $9.20 setelah ditutup menguat 0.33% $9.13 pada hari Senin. 

Adapun  laporan  awal  menunjukkan  adanya  peningkatan  pada  earnings  kuartalan.  Monsanto  Co  <MON.N>  melaporkan  laba  kuartal  pertama  yang  kuat  dan  menaikkan  prospek  perolehan  laba  tahunannya,  sehingga  mendorong  sahamnya  untuk  menguat  2.67%  dan  ditutup di $98.50. 

Sears Holding Corp <SHLD.O> melaporkan penjualan selama musim liburan tidak seburuk yang dikhawatirkan, namun saham perusahaan  tersebut terkoreksi setelah diluar dugaan kepala eksekutif perusahaan mengundurkan diri. Saham Sears terkoreksi 6.43% ke $40.16. 

If earnings growth appears to be "less bad" than expected, that would fuel a near‐term uptick in the market, according to Eric Wiegand,  senior portfolio manager at U.S. Bank Wealth Management in New York.  

Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 55.44 poin atau 0.41% DI 13,328.85. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> jatuh 4.74  poin atau 0.32% ke 1,457.15. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> merosot 7.01 poin atau 0.23% di 3,091.81.   

Indeks saham global berdasarkan barometer MSCI turun 0.33% ke 345.73.  

Indeks  FTSEurofirst  300  <.FTEU3>  ditutup melemah  0.1%  di  1,160.20  menyusul  data  menunjukkan  ekonomi  zona  euro  diprediksi  akan  stabil, meskipun masih terbilang lemah.  

Euro turun 0.25 ke 1.3082 terhadap dolar.  

Data kepercayaan bisnis zona euro meningkat kembali di bulan Desember, namun tingkat pengangguran mencapai rekor tertingginya dan  konsumen menahan diri dari aktifitas belanja musim Natal, mengindikasikan pemulihan ekonomi dari resesi akan berjalan lambat. Order  industri Jerman juga turun melampaui ekspektasi akibat turunnya permintaan asing. 

Harga Treasury meningkat seiring yield yang semakin menarik. Departemen Keuangan AS menjual $32 milyar obligasi tenor 3 tahun pada  yield 0.385%, sedikit di atas ekspektasi pasar. Treasury tenor 10 tahun naik 10/32 dengan yield 1.8656%.  Sementara di pasar komoditas dan logam, Brent crude oil <LCOc1> naik 54 sen di $111.94 per barel, sementara U.S. light crude turun 4 sen  di $93.15. Copper <CMCU3> naik 0.1% dan emas naik $12.26 ke $1,658.90 menjelang data ekonomi Cina dan sidang bulanan ECB pada  hari Kamis. 


GOLD & COMMODITIES
Emas naik kembali diatas level $1,650 per ons Selasa lalu yang mendekati 1 persen, dibantu oleh penguatan permintaan fisik dan aksi  ambil untuk setelah rangkaian tiga harinya turun yang mendorong kenaikan emas. 

Berita bahwa BoJ akan mempertimbangkan kebijakan monetary easing pada bulan Januari dalam usaha menekan kekhawatiran deflasi  yang mendorong ketertarikan emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi, kata para trader

"Gold could certainly test its $1,625 support again, with prices drifting materially below the $1,600 mark if there is more talk of an early  stop to QE (quantitative easing) in the coming days," kata Bart Melek, kepala dari commodity strategy pada TD Bank.  

Harga melemah ke level terendahnya sejak pertengahan Agustus Jumat sebelumnya setelah minutes dari the Fed pada meeting November  yang memperkirakan bahwa pengambil kebijakan akan menjadi semakin khawatir atas dampak dari kebijakan moneter di pasar keuangan.  


OIL & COMMODITIES
Harga minyak Brent naik ditengah kondisi perdagangan yang ramai pada hari Selasa sementara harga minyak mentah AS turun  menyusul  awal rebalancing tahunan dari indeks komoditas utama memperlebar spread antara dua kontrak. Brent's premium untuk U.S. West Texas  Intermediate melebar lebih dari 50 sen, menyusul awal reweighting tahunan dari indeks komoditas S&P GSCI, satu dari 2 indeks utama  investor. 

Rebalancing, yang telah diumumkan di awal bulan November, akan menaikkan kepemilikan indeks Brent dan mengurangi kepemilikan WTI  menyusul output Brent menurun dan output dari minyak mentah AS meningkat. 

U.S. Energy Information Administration (EIA) melaporkan bahwa produksi minyak domestik diprediksi meningkat 25% hingga 2014. 

Brent crude oil <LCOc1> naik 54 sen di $111.94 per barel, sementara U.S. light crude turun 4 sen di $93.15. 

Sementara itu, American Petroleum Institute (API) pagi tadi melaporkan stok minyak mentah AS dan minyak suling naik tajam di pekan lalu  akibat meningkatnya impor. Stok minyak mentah naik 2.4 juta barel di pekan per 4 Januari, dibandingkan ekspektasi terjadi kenaikan 1.5  juta barel. Sedangkan untuk stok bensin naik 7.9 juta barel, jauh di atas ekspektasi 2.3 juta barel. Sementara untuk stok minyak suling,  termasuk diantaranya minyak panas dan solar, naik 5.9 juta barel, di atas ekspektasi terjadi kenaikan 2 juta barel.  Impor minyak mentah AS dilaporkan naik 1.2 juta barel per hari (bph) di pekan lalu menjadi 8.65 juta barel per hari. Impor untuk produk  minyak suling juga meningkat dengan 356.000 bph menjadi 2.05 juta bph. 

EURO ZONE
Skema pembelian obligasi European Central Bank menunjukkan tekad bank untuk menjaga euro tetapi tidak akan dengan sendirinya memulihkan utang yang menyebar  sebelum krisis, Kepala bank sentral Irlandia mengatakannya.  

Presiden ECB Mario Draghi mengatakan pada bulan September bank siap untuk membeli sejumlah dari obligasi yang tidak terbatas yang fokus bertenor satu hingga tiga  tahun dari negara‐negara yang meminta bailout Eropa dan dengan kondisi yang ketat.  

Rencana  belum  lagi  dicetuskan  dan  Spanyol,  terlihat  lebih  mungkin  untuk  membuat  langkah  tersebut,  yang  bulan  lalu  meminta  untuk  jaminan  bahwa  intervensi  dibawah program akan membawa yields obligasi turun. 

European Central Bank akan mempertahankan tingkat suku bunga unchanged minggu ini, perkiraan ekonom dalam polling Reuters, tetapi mereka tidak menyetujui  peluang untuk pemangkasan (suku bunga) dalam beberapa bulan kedepan berkenaan dengan suramnya outlook ekonomi.  


U.K.
Sterling  jatuh  terhadap  dolar  pada  hari  Selasa  dan  berpotensi  melanjutkan  koreksinya  setelah  rilis  buruk  data  survey  penjualan  ritel  menambah  kekhawatiran terhadap suramnya prospek ekonomi Inggris. 

Sterling melemah 0.4% terhadap dolar ke $1.6041, mendekati level $1.6010 yang dicapai pada hari Jumat, level terendahnya mendekati sebulan, dan masih  berada  jauh  di  bawah  level  tertinggi  16  bulan  di  $1.6380  yang  diacapai  pekan  lalu.  Jika  sterling  melanjutkan  koreksinya  maka  berpotensi  menuju  level  terendah 10 Desember di $1.5999 dilanjutkan ke level MA‐200 di sekitar $1.5902. 

Data  dari  British  Retail  Consortium  menunjukkan  penjualan  ritel  disaat  Natal  hampir  tidak  mengalami  kenaikan,  memperkuat  dugaan  bahwa  ekonomi  kemungkinan mengalami kontraksi di kuartal keempat 2012. 

Rilis buruk data ekonomi Inggris tersebut melanjutkan data buruk lainnya yaitu data PMI sektor jasa yang dirilis pekan lalu yang mencatat kontraksi untuk  pertama kalinya dalam 2 tahun terakhir di bulan Desember. 

Jika data ekonomi Inggris terus dirilis buruk maka akan memperbesar peluang untuk dilanjutkannya kebijakan moneter longgar oleh BoE dan hal ini akan  mengancam kelangsungan tingkat kredit utang Inggris yang saat ini berada pada level tertinggi, AAA. 

Pasar  akan  mencermati  sidang  BoE  pekan  ini  yang  diperkirakan  akan  tetap  mempertahankan  suku  bunganya  dan  tidak  mengubah  jumlah  pembelian  asetnya di bawah program stimulus BoE. 


JAPAN
Pengambil kebijakan utama Jepang menurunkan prospek dari tanggung jawab Bank of Japan untuk menstabilkan ketenagakerjaan seperti  the Fed AS, tetapi mengatakan target inflasi 2 persen akan menjadi inti dari suatu kebijakan baru yang sesuai dengan bank sentral.  

Menteri perekonomian dan keuangan menolak laporan dari awal pada pertumbuhan lapangan kerja yang stabil yang akan menjadi bagian  dari amanat terbaru BOJ sebagaimana Perdana Menteri Shinzo Abe mendorong untuk lebih agresif pada kebijakan moneter.  

Fitch  Ratings  tidak  akan  mengubah  peringkat  sovereign/utang  dari  Jepang  berdasarkan  janji  yang  dibuat  partai  berkuasa  Liberal  Democratic Party kedepannya yang memenangkan pemilu bulan lalu, pejabat dari Fitch mengatakannya Selasa lalu. 


AUSTRALIA
Australian dan New Zealand dollars melorot terhadap dollar AS Selasa lalu, dan berada dalam aksi profit‐taking terhadap yen karena kenaikan dua  persen dalam satu minggu yang membawa mata uang untuk mengalami koreksi tipis.   

Aussie <AUD=D4> naik ke level $1.0510, dari level $1.0504 pada awalnya, karena menghadapi technical resistance, tetapi masih dalam jarak yang  mencolok dari level puncak tiga bulannya $1.0585 yang terjadi pada Desember.  

Badai dari anjloknya harga komoditas, tingginya dollar dan menguatnya impor telah mendorong neraca perdagangan Australia makin dalam pada  zona merah daripada sejak krisis keuangan global. 


SWISS
Franc  Swiss  bergerak  tipis  terhadap  dolar  dan  juga  euro  pada  perdagangan  Selasa  kemarin  namun  tercatat  melemah  terhadap  yen  setelah  investor  memangkas pandangan bearish mereka terhadap mata uang Jepang tersebut. 

Namun demikian, euro berhasil rebound dari level intraday low terhadap yen setelah Jepang mengumumkan akan membeli obligasi yang diluncurkan oleh  dana penyelamatan permanen zona euro. 

Investor lebih fokus pada kondisi yang terjadi dengan dolar dan juga keputusan ECB dalam pekan ini. 

Data tingkat pengangguran Swiss yang dirilis naik ke 3.3% di bulan Desember dan mencatat level tertinggi sejak Februari 2011, telah gagal menggerakkan  pasar namun data CPI Swiss yang akan dirilis hari Jumat diprediksi akan lebih menarik perhatian investor. 

Franc  Swiss  melemah  0.4%  terhadap  dolar  ke  0.9245  franc,  sedangkan  terhadap  euro  bergerak  stabil  di  sekitar  1.2085  franc.  Sedangkan  terhadap  yen  Jepang, franc terkoreksi 0.5% ke 94.77 yen. 

Anggota dewan Swiss National Bank Fritz Zurbruegg mengatakan dalam sebuah wawancara dengan televisi Swiss, Senin kemarin bahwa menaikkan suku  bunga tidak terpikirkan pada saat ini meskipun bahaya overheating di pasar real estate Swiss.