title cover

title cover

Monday, June 20, 2011

headline News 20.06.11




US & GLOBAL


• Bursa saham global dan euro rebound di akhir pekan kemarin setelah pemimpin Prancis dan Jerman mengisyaratkan kesepakatan bantuan untuk menyelamatkan sesama anggota zona euro, yakni Yunani dari gagal bayar utang dan mencegah krisis global lebih luas. Namun demikian sampai tercipta realisasi, kekhawatiran terhadap isu krisis utang Yunani masih akan membayangi pasar global.

• Semakin tinggi spekulasi bahwa Yunani akan menerima bantuan lanjutan senilai €120 milyar sebelum kehabisan uang tunai musim panas ini, akan menenangkan investor yang sebelumnya diguncang volatilitas yang cukup signifikan pekan lalu – menyusul kekhawatiran bahwa kegagalan bayar Yunani bisa menular ke negara‐negara lain di zona Eropa, yang sempat memuncak ketika lembaga rating Moody’s Investors Service menyatakan kemungkinan untuk memangkas peringkat utang Italia.

• Namun, risk‐aversion (keengganan terhadap aset‐aset risiko tinggi) masih meningkat ditandai oleh penurunan harga minyak, lonjakan emas dan Swiss franc, yang secara tradisional dipandang sebagai mata uang safe haven.

• Selera rendah‐risiko memicu kenaikan obligasi pemerintah di tengah masih adanya keragu‐raguan apakah dukungan dari Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy dapat mempercepat bantuan untuk Yunani.

• Merkel mengatakan pada hari Jumat bahwa Jerman dan Perancis menginginkan solusi cepat untuk kebuntuan atas paket bantuan lanjutan ke Yunani, sementara Sarkozy mengatakan tidak ada waktu untuk kalah.

• Di Yunani, Perdana Menteri George Papandreou menunjuk menteri keuangan baru, Evangelos Venizelos, dalam upaya untuk mendorong melalui reformasi ekonomi yang keras. Venizelos mengatakan ia akan meminta persetujuan dari rekan‐rekan zona euro yang pada hari Minggu (belum dirilis saat laporan ini dibuat) untuk menyetujui beberapa perubahan dari rencana penghematan (austerity measures) jangka menengah agar dapat lolos dari parlemen.

• Meskipun dibayangi review Moody’s terhadap peringkat utang Italia, EURUSD berhasil rebound kembali ke areal 1.4300an, membatasi penurunan signifikan minggu lalu. Indeks S&P500 dan Dow Jones menghentikan tekanan dalam 6 minggu berturut‐turut, meskipun S&P500 sudah terkoreksi hampir 7% di bawah level tertinggi 3 tahun yang dicapai 2 Mei lalu. Indeks FTSEurofirst 300 <FTEU3.> Eropa naik 0,2% di hari Jumat namun relatif masih tertekan di sepanjang perdagangan minggu lalu – memperpanjang rangkaian penurunan beruntun selama 7 minggu dengan akumulasi sebesar 4,8%. Indeks saham dunia dalam MSCI naik 0,4%, rebound dari level terendah 3 bulan. Namun masih terhitung melemah di sepanjang perdagangan minggu lalu, dan bahkan indeks MSCI untuk bursa saham dunia telah memasuki wilayah negatif di tahun berjalan ini.

• Spot emas naik <XAU=> di $1,537.00/ons, kenaikan terbesar harian dalam 3 minggu. Harga minyak mentah di bursa berjangka AS <CLc1> tertekan lebih dari 2% di bawah areal $93/barel, sementara minyak mentah Brent <LCOc1> Agustus di London turun ke level $113,25.

• Obligasi di pasar Treasury AS memangkas tekanan di sesi awal dan kemudian ditutup flat dipengaruhi komentar optimis terhadap kasus Yunani dari petinggi Jerman dan Perancis. Harga obligasi AS bertenor 10‐tahun <US10YT=RR> turun 3/32 denga yield sebesar 2,94% ‐ namun masih belum jauh dari level terendah selama 6 bulan. Prospek saham dan aset‐aset beresiko masih rentan volatilitas, mengingat tanda‐tanda perlambatan ekonomi di seluruh dunia dan masih adanya kekhawatiran atas krisis utang Yunani dan negara‐negara anggota zona‐eropa lainnya. Selain itu, fase terakhir program Quantitative Easing ke‐2 (QE2) The Fed AS yang bernilai $600 milyar, di tengah lemahnya kinerja ekonomi AS juga memberikan kekhawatiran tersendiri di antara para investor. IMF Jumat lalu juga menurunkan perkiraan untuk pertumbuhan ekonomi AS dan menyerukan Washington serta negara‐negara Eropa untuk memecahkan kesengsaraan anggaran mereka. IMF juga mengatakan beberapa negara‐negara berkembang mengalami overheat ekonomi. Data terbaru akhir minggu lalu menunjukkan bahwa sentimen konsumen dan aktivitas ekonomi AS mengindikasikan sedang goyahnya pemulihan ekonomi AS. 

• Emas naik mendekati 1 persen Jumat lalu, sempat mencatatkan kenaikan terbesar hariannya dalam tiga minggu, karena penurunan tajam pada dollar AS yang mendorong hasrat investor pada logam mulai ini.

• Emas juga mendapat dukungan dari ketidakpastian ekonomi karena kekuatan EU pada Jerman dan Perancis bergegas untuk menyelamatkan Yunani dari default, dan karena Yunani ditekan Perdana menterinya untuk mengganti menteri keuangannya yang memaksa untuk rencana unpopular austerity.

• Emas mengalami akselerasi kenaikan setelah data utama berikutnya dari aktivitas ekonomi AS naik lebih dari ekspektasi pada bulan Mei yang mencatatkan level tertingginya, sementara itu consumer sentiment AS memburuk lebih dari perkiraan bulan Juni dari berlanjutnya pesimisme mengenai ekonomi.

• Spot gold <XAU=> naik 0.8 persen ke level $1540,99 per ons pada pukul 11:22 a.m. EDT (1522 GMT). Telah mencapai rally harian terkuatnya sejak 27 Mei ketika naik 1.1 persen.

Friday, June 17, 2011

Headline News 17.06.11

US & GLOBAL

• Tekanan saham AS, minyak dan euro berhasil terhadang di tengah masih adanya gelombang sell‐off Kamis kemarin, karena investor kini menunggu tanda‐tanda apakah lembaga internasional dapat mencegah Yunani dari default utangnya. Kegelisahan pasar terhadap krisis utang Yunani saat ini memicu pembelian aset‐aset berisiko rendah, seperti obligasi pemerintah, dalam dua hari berturut‐turut.

• Bursa saham Wall Street mampu menghadang gelombang tekanan, dengan didukung rebound di awal sesi Kamis, di tengah masih tingginya ketidakpastian terhadap krisis utang Yunani – yang memicu tekanan jual saham‐saham, terutama di sektor pertambangan, baja dan saham‐ saham material lainnya.

• Meningkatnya kecemasan atas Yunani – apakah bisa menerima dana talangan lanjutan senilai 120 milyar euro atau tidak – menyebabkan pasar beralih pada aset‐aset beresiko rendah (safe‐haven) yakni obligasi pemerintah dan menekan saham ke level terendahnya selama 3 bulan.

• Pejabat Eropa dan Dana Moneter Internasional sedang mengupayakan paket penyelamatan, sementara suara pemerintah Yunani terpecah terhadap langkah penghematan (austerity measure) penghematan langkah yang diperlukan dan bagaimana membuat investor swasta berbagi beban.

• Ada kekhawatiran bahwa "kekacauan" utang Yunani bisa mengacaukan sistem keuangan dunia dan mengeringkan lending, mirip dengan apa yang terjadi pasca runtuhnya Lehman Brothers pada September 2008. Kecemasan terhadap kemungkinan atas gagal bayar utang Yunani memicu kenaikan harga emas dan memberi investor alasan untuk membeli aset‐aset berisiko rendah, yakni obligasi pemerintah untuk dua hari berturut‐ turut.

• Dalam sebuah sesi yang sangat volatile, saham dan euro bergerak bolak‐balik di areal positif‐negatif Kamis kemarin di tengah kekhawatiran bahwa masalah utang Yunani mungkin akan menyebar ke krisis global. Beberapa analis khawatir krisis utang di Yunani dan lemahnya ekonomi negara‐negara zona euro dapat memperburuk regionalnya seperti krisis finansial global 2007 yang berasal dari AS (bank investasi Bear Stearns dan Lehman Brothers).

• Yang memperbesar kekhawatiran investor saat ini adalah meningkatnya indikasi lemahnya kinerja ekonomi AS, dari rilis data‐data ekonominya belakangan ini.

• Indeks MSCI untuk saham dunia turun 1% dan ditutup masih di sekitar level terendah sejak 18 Maret yang dicapai Rabu sebelumnya – ini sekaligus menghapus kenaikan yang sebelumnya diraih sepanjang 2011 berjalan ini. Di Tokyo, indeks Nikkei <.N225> turun 1,7% mengikuti tekanan tajam Wall Street Rabu sebelumnya. Sementara indeks saham Eropa FTSEurofirst 300 <FTEU3> turun 0,42% dan ditutup di level terendah sejak pertengahan Maret.

• Di pasar mata uang, EURUSD tertekan ke level terendah 3 pekan di 1.4074 sebelum kemudian bangkit dan tertahan di areal 1.4200‐an. Euro juga melemah ke rekornya terhadap franc Swiss, di 1.1957, karena investor ‘lari’ dari aset‐aset beresiko tinggi.

• Harga minyak mentah berjangka AS <CLc1> naik tipis di sekitar $95/barel setelah anjlok 4% Rabu sebelumnya. Harga emas di pasar spot <XAU=> turun tipis dari penutupan Rabu sebelumnya, ke areal $1528/ons.

• Kewaspadaan investor memicu peralihan dana ke aset‐aset rendah resiko, yakni obligasi pemerintah – menyebabkan yield obligasi pemerintah ASbertenor10tahunmerosotkeposisiterendah6bulandi2,92persen,turun5basispoinpadaKamistersebut. 

• Emas bertahan pada perdagangan yang choppy Kamis lalu, dipandu oleh fluktuasi dollar AS, yang mana diuntungkan dari anjloknya euro dari mengemukanya kembali krisis utang Yunani dan dari membaiknya data ekonomi AS.

• Krisis utang Yunani makin mendalam setelah rencana Perdana menteri untuk me‐reshuffle pemerintah mengarah pada kekacauan mengikuti rangkaian dari pengunduran diri dari parlemen. Anggota dewan Eropa berlomba untuk bersama‐sama membantu Yunani.

• Emas berada dibawah 3.2 persen dari level puncaknya yang pernah ada $1575,79 yang tercapai awal Mei lalu, tetapi masih naik 7.5 persen hingga tahun ini, yang telah menguat mendekati 24 persen tahun lalu dan trader juga analis mengatakan ketidakpastian dipicu oleh permasalahan utang Yunani dan dipertanyakannya mengenai outlook ekonomi AS yang kemungkinan membuat dukungan pada pasar.

• Silver <XAG=> terakhir anjlok mendekati 1 persen ke level $35.41 per ons, yang telah melemah mendekati sepertiganya dari level tertingginya yang mencapai $49.51 pada bulan April.
• Platinum <XPT=> terakhir turun 1.0 persen dalam hariannya ke level 1750,24 per ons, yang telah berkurang dalam rangkaian lima harinya berturut‐turut, penurunan terpanjangnya sejak Juni tahun lalu.

• Palladium <XPD=> anjlok terakhir 2.3 persen ke level $752.74.

Thursday, June 16, 2011

headline News 16.06.11

US & GLOBAL


• Indeks saham dunia dan mata uang tunggal Eropa merosot Rabu kemarin, menyusul pergolakan di Yunani akibat krisis utangnya dan belum jelasnya sikap para pemimpin Eropa terhadap program bantuan (pinjaman).

• Euro turun 2% atas dolar AS dan obligasi pemerintah AS serta Jerman naik karena investor ‘lebih senang untuk saat ini’ menanam dana mereka pada aset‐ aset aman resiko setelah menteri‐menteri keuangan Eropa gagal mencapai kesepakatan bagaimana melibatkan sektor swasta untuk program pinjaman lanjutan ke Yunani. Dikatakan bahwa kesepakatan tersebut sulit untuk dicapai pada KTT Eropa minggu depan dan nampaknya kan tertunda hingga pertengahan Juli.

• Sebelumnya seolah kita menyaksikan bahwa Eropa membuat kemajuan dalam mengatasi persoalan krisis utang Yunani, namun hingga saat ini ternyata belum ada sebuah keputusan yang jelas dari para petinggi Eropa. Investor pun ‘menyerah’ dan cenderung mengambil sikap defensif dengan mengeluarkan dana mereka dari aset‐aset beresiko tinggi.

• Dolar AS, sebagai mata uang utama ber‐yield rendah saat ini, menjadi sasaran perlindungan investor, yang membuatnya menguat signifikan terhadap mayoritas mata uang utama dunia . Menguatnya dolar memicu tekanan harga minyak mentah AS yang mencapai sekitar 4% kemarin. Selain itu indikasi lesunya ekonomi juga berpotensi menekan permintaan akan minyak, sehingga juga menjadi faktor penekan lainnya.

• Di Amerika Serikat, suramnya data manufaktur dan perumahan meningkatkan kekhawatiran lebih lanjut terhadap langkah pertumbuhan yang melambat. Ini memperbesar rasa kekhawatiran pasar yang kemudian menyebabkan para investor ‘menyerah’ dan membuat sentimen pasar semakin negatif.

• Hanya perkembangan isu dalam waktu kurang dari 24 jam telah mampu membuat Investor mundur setelah mencoba kembali ‘masuk’ ke pasar saham dan aset berisiko lainnya. Euro dan bursa saham Wall Street tertekan ke level‐level ‘teknis’ masing‐masing.

• Saham perbankan memimpin tekanan bursa global, setelah Moody `s Investors Service mengatakan berkemungkinan me‐review peringkat kredit dari bank‐bank Prancis seperti BNP Paribas, Credit Agricole dan Societe Generale – yang disinyalir memiliki holding‐asset obligasi publik dan swasta Yunani. Dan kemudian Moody’s dikatakan juga akan me‐review peringkat kredit sejumlah unit bank Portugal di Brazil.

• Indeks MSCI untuk saham dunia merosot 1,9% sehari setelah mencetak kenaikan terbesar harian dalam 2 pekan (secara persentase) hari Selasa akibat data‐data ekonomi Cina dan AS saat itu tidak seburuk yang dikhawatirkan. Di Wall Street, tekanan semalam menghapus kenaikan bursa pada Selasa sebelumnya. Indeks saham Eropa atas <FTEU3.> turun 1,1% semalam, sementara indeks Nikkei Tokyo <.N225> berakhir 0,3% lebih rendah Rabu kemarin. Karena meningkatnya indikasi perlambatan ekonomi, sejumlah analis memproyeksikan penurunan lebih lanjut di bursa saham.

• Bahkan jika ternyata tekanan tidak sebesar yang dikhawatirkan, hambatan pemulihan ekonomi AS masih akan mengecewakan. Ini bertepatan dengan berakhirnya program quantitative easing ke2 (QE2) The Fed AS yang bernilai $600 milyar pada Juni ini. Terlebih, di bulan Juli mendatang akan merupakan musim laporan keuangan kuartalan korporasi global – ini akan semakin menambah kekhawatiran dan berpotensi memicu tekanan lebih lanjut pada bursa saham global. Indeks S&P500 diproyeksikan akan jatuh 11‐20% dari puncaknya pada awal Mei lalu.

• Sementara itu, puluhan ribu demonstran di Yunani mengamuk menentang program austerity (penghematan) lanjutan setelah menteri‐menteri keuangan zona euro gagal mencapai kesepakatan untuk melibatkan sektor swasta berkontribusi pada bailout kedua Yunani – yang saat ini menginginkan bantuan lanjutan senilai €120 milyar. Kini pasar akan melihat bagaimana kesepakatan pemimpin Jerman dan Perancis (sebagai negara‐negara terbesar Eropa) yang dijadwalkan akan melangsungkan pertemuan di akhir pekan ini.

• Perdana Menteri Yunani George Papandreou dihimbau untuk turun dari jabatannya dan ‘membuat jalan’ bagi pemerintah nasional bersatu. Sebuah resolusi harus dicapai dalam waktu dekat. Yunani tidak bisa terus seperti ini. Dan pertanyaannya untuk adalah, "resolusi apa yang akan dicapai?  

• Liku terbaru dalam krisis utang Yunani, dibarengi oleh warning dari lembaga Moody’s investor Services terhadap peringkat kredit sejumlah bank Eropa,
menambah akselerasi tekanan untuk mata uang euro. EURUSD jatuh 2% ke 1,4150‐an, tekanan terbesar selama lebih dari sebulan ini. 

• Kegelisahan investor menghidupkan kembali pasar obligasi AS dan Jerman, yang berisiko rendah. Penyerbuan ke obligasi mengetuk yield benchmark 10‐ tahun Treasury <US10YT=RR> kembali di bawah 3 persen, sebuah penurunan terbesar harian sejak September – setelah hari Selasa naik ke level tertinggi
selama 2 pekan. 

• Pelarian dari aset‐aset beresiko juga mengangkat harga emas di pasar spot yang berakhir di $1,530.50/ons, naik dari 1,523.25 pada hari Selasa. Sementara
harga minyak menghapus kenaikan Selasa sebelumnya, jatuh ke level $95.30an/barel setelah penutupan NY Rabu. Padahal, merosotnya di luar dugaan persediaan minyak mentah AS (yang dilaporkan Rabu) sempat memicu kenaikannya. 

• Emas membuat rally hari keduanya Rabu lalu, telah menghapus penurunan awalnya ketika ekuitas AS anjlok pada pembukaan perdagangan mengikuti data ekonomi AS dan karena krisis utang Yunani mengalami eskalasi/meningkat.

• Spot gold dalam dollar AS <XAU=> terakhir naik 0.5 persen dalam hariannya ke level $1530,00 per ons pada pukul 1400 GMT, yang telah mengalami recover dari level terendahnya $1513,86 pada awal hariannya.

• "The theme of the European sovereign debt crisis just won't go away and on that basis, there is a limit to how much you want sell gold at this moment in time," ungkap manajer senior Saxo Bank Ole Hansen.

• "Fundamentally, we are entering into low‐demand season so gold bulls should potentially, unless we have an escalation in Europe, be a little bit patient at the moment, because over the summer months, seasonally, there is a tendency to a bit of weakness."

• Spot silver <XAG=> diperdagangkan pada level $35.50 per ons dari level $35.32 pada penutupan Selasa lalu. The precious industrial metal mencapai level tertingginya $49.51 pada 28 April.

• Di antara banyaknya industrial precious metals, platinum <XPT=> terakhir merosot 0.3 persen ke level $1784,49 per ons dan palladium <XPD=> anjlok 0.7 persen ke level $787.72 per ons.

Wednesday, June 15, 2011

Headline News 15.06.11

US & GLOBAL

• Data terakhir menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang kuat pada Cina dan laporan tingkat belanja konsumen AS dirilis mengungguli perkiraan mengangkat performa bursa saham serta pasar minyak dunia. Produksi industri Cina tumbuh 13% pada Mei dibanding periode yang sama tahun lalu dan inflasi meningkat menjadi 5,2%, kenaikan terpesat dalam hampir tiga tahun. Bank sentral Cina menaikkan rasio cadangan modal bagi perbankan komersial sebesar 50 basis poin untuk kesembilan kalinya dalam upaya untuk mengendalikan kenaikan haarga. Tingginya upaya otoritas Cina untuk menekan tingkat inflasi dibawah 5,2% menimbulkan harapan bahwa Cina akan dapat menekan kenaikan upah lokal dan “mendinginkan” pasar properti tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

• Di pasar uang, investor mendukung penguatan euro setelah Yunani berhasil mendapatkan dana tambahan dalam penjualan obligasinya pada hari Selasa, meskipun pada Senin lalu lembaga pemeringkat S&P memangkas peringkat kreditnya. Pemerintah Yunani berhasil menjual obligasi dengan tenor 6‐bulan senilai 1,625 miliar euro dengan imbal hasil 4,96%, penjualan ini lebih baik dari Mei silam. Lelang obligasi tersebut memperlihatkan masih cukup tingginya minat pembeli asing, menguatkan ekspektasi pasar bahwa Yunani akan mendapatkan paket bantuan keuangan kedua senilai 120 miliar euro untuk mencegah gagal bayar.

• Namun demikian, keberhasilan penjualan obligasi Yunani tersebut tidak serta merta mengangkat minat beli investor terhadap euro setelah sempat mencetak level terendah sepanjang sejarah terhadap Swiss franc pada awal pekan lalu ke 1.2 franc. Swiss franc yang berstatus safe haven masih menjadi primadona investor ditengah berlanjutnya ketidakpastian penanganan krisis hutang negara kawasan Uni‐Eropa, namun pada sesi Selasa euro berhasil menguat 1% terhadap franc dan dollar AS naik 0.9% terhadap franc. Terhadap dollar AS, Euro tercatat menguat 0.1% ke 1.4440.

• Meningkatnya minat investor pada aset beresiko menekan obligasi pemerintah dimana imbal hasil obligasi Amerika mencatat penurunan terbesar harian dalam kurun lebih 5‐bulan terakhir. Di Amerika Serikat, penjualan ritel pada Mei turun untuk pertama kalinya sejak 11‐bulan, meskipun penurunan tersebut tidak seburuk perkiraan analis sebelumnya, dan menandakan ketahanan konsumen Amerika meskipun pertumbuhan lapangan kerja lamban dan pasar perumahan buruk.

• Pasar saham AS menguat dimana Dow Jones <. DJI> naik 123,14 poin atau 1,03% ke 12,076.11, S&P500 <. SPX> naik 16,04 poin atau 1,26% ke 1,287.87 dan Nasdaq Composite Index <. IXIC> naik 39,03 poin atau 1,48% ke 2,678.72. Indeks S&P500 bahkan mencatat prosentasi kenaikan harian terbesar sejak Maret. Sementara itu indeks saham Eropa <. FTEU3> naik 0,8%.

• Saat ini mayoritas analis mengingatkan bahwa kenaikan bursa saham tidak akan bertahan lama ditengah berlanjutnya masalah utang di beberapa negara Eropa dan mulai berakhirnya program pembelian obligasi The Fed senilai 600 miliar USD yang berakhir bulan ini. Ketua The Fed ‐ Ben Bernanke, berbicara pada sebuah acara yang disponsori oleh the Committee for a Responsible Federal Budget, memperingatkan bahwa kegagalan untuk meningkatkan pagu hutang pemerintah senilai 14,3 triliun USD akan memunculkan risiko pemangkasan peringkat hutang AS dan menggoyang status dollar AS sebagai mata uang cadangan utama di dunia.

• Investor juga mengalihkan investasinya pada komoditi dan sebaliknya menjual obligasi pemerintah. ICE Brent Crude <LCON1> untuk pengiriman Juli ditutup naik 90 sen ke 120,00 USD per barel, menyentuh level tertinggi dalam lebih dari 5‐minggu terakhir. Sementara itu Crude US futures <CLc1> naik 2% ke 99,20. Harga spot emas <XAU=> naik menjadi 1,524.70 USD per troy ounce. 

• Emas naik Selasa lalu setelah data inflasi yang membingungkan menandai berlanjutnya kenaikan dari tekanan harga, sementara itu penurunan yang mendekati 1 persen minggu ini pada harga emas menarik aksi physical buying.

• Mengemukanya kembali permasalahan mengenai Yunani dan kemampuannya untuk mendanai sendiri masih ada, sementara itu wholesale prices AS naik pada bulan Mei dan pembelanjaan konsumen mengalami penurunan pertama kalinya dalam 11 bulan, menghembuskan masih bertahannya permasalahan mengenai ekonomi terbesar didunia tersebut.

• Data Cina pada awalnya menunjukkan inflasi pada negara ekonomi terbesar kedua dunia tersebut berjalan pada fase tercepatnya yang hampir tiga tahun, yang membawa investor tambahan insentif untuk membeli emas, yang dapat bertidak sebagai lindung nilai terhadap naiknya tekanan harga.

• Spot gold <XAU=> terakhir diperdagangkan pada level $1520,62 per ons, naik 0.4 persen dari Senin lalu, ketika tertekan dalam penurunan terbesar hariannya dalam satu bulan, yang menyentuh level terendahnya dalam tiga minggu $1511,11.

• Spot silver <XAG=> mengalami recover dari penurunan Senin sebelumnya 4‐persen dan naik sejalan dengan emas, naik 0.4 persen dalam hariannya ke level $34.93 per ons.

• Spot platinum terakhir naik 0.2 persen ke level $1795,50 per ons, sementara itu palladium <XPD=> menguat 0.6 persen ke level $794.22 per ons.

Thursday, June 9, 2011

Headline News 09.06.11

US & GLOBAL

• Bursa saham AS dan Eropa melanjutkan tekanan dalam 6 sesi berturut‐turut Rabu kemarin, menyusul kekhawatiran tentang prospek ekonomi global yang suram. Sedangkan harga minyak melonjak setelah OPEC gagal mencapai kesepakatan untuk meningkatkan kapasitas produksi.

• Dolar AS mencapai titik terendah selama 1 bulan di bawah areal 80 yen karena meningkatnya risk aversion di tengah kegalauan ekonomi global, tetapi USD rebound terhadap euro setelah data ekonomi Jerman dirilis lebih lemah dari perkiraan dan meningkatnya kembali ketidakpastian seputar resolusi krisis utang Yunani.

• Komentar Bernanke, dikombinasikan dengan tenaga kerja dan data manufaktur AS yang lemah belum lama ini memberikan tekanan pada yield obligasi AS di bawah key‐level 3% serta memicu kekhawatiran bahwa perlambatan ekonomi AS akan mengganggu pertumbuhan ekonomi global. Ketua Federal Reserve, Ben Bernanke, Selasa sebelumnya mengakui bahwa ekonomi AS telah melambat tetapi tidak memberikan petunjuk bahwa bank sentral sedang mempertimbangkan stimulus lebih lanjut untuk mendukung pertumbuhan. Pasar berharap akan ada indikasi mengenai program stimulus lanjutan (QE3), namun hal tersebut tidak terucapkan.

• Indeks bursa saham dunia dalam MSCI tergelincir 0,8%, indeks pasar saham emerging market <.MSCIEF> turun 0,7%. Sementara indeks bursa saham Eropa, FTSEurofirst 300 <.FTEU3>, turun 0,9% ke level penutupan terendah selama 3 bulan dan sekaligus merupakan tekanan selama 6 sesi berturut‐turutnya.

• Harga minyak mentah brent di pasar berjangka <LCOc1> naik $1,07, atau 1% ke level $117,85/barel. Sementara harga minyak mentah bursa berjangka AS <CLc1> naik sekitar 1,3% ke areal $100.78/barel setelah penutupan NY Rabu. Pertemuan OPEC berakhir tanpa kesepakatan untuk meningkatkan produksi setelah Arab Saudi gagal meyakinkan anggota lainnya. Hal ini pun menimbulkan kekhawatiran kurangnya pasokan tahun ini, yang akan mendorong kenaikan harga minyak lebih lanjut tahun ini sehingga melahirkan kekhawatiran lebih lanjut terhadap kelanjutan pemulihan ekonomi global yang tersendat.

• Sementarahargaemasdipasarspot<XAU=>turunkelevel$1,537.30/ons,darilevel$1,542.80padapenutupanpasarNYSelasa. • EURUSD turun 0,8 persen terhadap dolar AS ke level 1,4565 dan turun lebih dari 1 persen ke 116,31 yen setelah data ekspor April Jerman membukukan penurunan terbesar mereka selama lebih dari 2tahun, sementara industrial output‐nya juga merosot 0,6%. Ketidakpastian atas krisis utang Yunani juga mengganggu arus demand euro. Sebuah laporan oleh Uni Eropa, ECB dan IMF yang diperoleh Reuters menunjukkan bahwa pencairan bantuan Yunani berikutnya tidak bisa berlangsung sampai pemerintahnya mengoreksi program penyesuaian pembiayaan negara. Yunani telah disepakati di tahun lalu memperoleh bantuan senilai 110 milyar euro namun masih gagal mengangkat kembali kepercayaan dalam keuangannya. Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble mengatakan Yunani membutuhkan bantuan tambahan 90 milyar euro, yang akan direalisasi hingga 2014.

• Meskipundiliputiolehkekhawatirankrisisutang,analismasihmemperkirakankenaikansukubungaberikutnyadariECBtahuniniuntukmelawan
inflasi. Usai pertemuan moneter sore nanti, presiden ECB Jean‐Claude Trichet diharapkan akan memberi indikasi terhadap potensi kenaikan suku
bunga, yang oleh mayoritas kalangan pasar akan dialgnsungkan pada pertemuan Juli depan. 

• Sebuah peringatan dari Fitch Ratings bahwa Amerika Serikat mungkin tidak akan mampu mempertahankan level peringkat tinggi (AAA) untuk utangnya jika mengalami default secara "teknis" ternyata tidak banyak memberikan dampak untuk dolar dan harga Treasury. Imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun <US10YT=RR> berada di 2,95%, turun tipis dari 3,00% Selasa sebelumnya. Diferensiasi yield obligasi 10 tahun AS sekitar 9 bps di bawah obligasi Bunds Jerman, merupakan diferensiasi terlebarnya dalam 1 bulan. Secara ironis, harga di pasar Treasury bisa rally jika pasar global terguncang oleh default AS. Lihatlah apa yang terjadi pada tahun 2008: saat AS menjadi sumber dari krisis keuangan secara keseluruhan, namun dolar AS dan harga di pasar obligasi naik – menekan yield‐nya. 

• Emas melemah Rabu lalu karena dollar index menguat dalam hariannya setelah the Fed Chairman Ben Bernanke tidak memberikan petunjuk lebih lanjut kedepannya dari monetary easing AS tetapi mengakui ekonomi telah melambat.

• Bullion investors kecewa dengan ketidakpastian berkenaan dengan the Fed yang akan memulai putaran baru dari pembelian government bond, suatu bentuk dari money creation yang diketahui sebagai quantitative easing. Emas naik 5 persen dalam tiga minggu sebelumnya dari suramnya data ekonomi AS, termasuk melemahnya laporan jobs.

• "It is very doubtful now that the United States will be raising interest rates over the next 12 months, which means the negative interest rate environment in the U.S. is going to stay," kata analis VM Group Carl Firman. "That will leave investors looking for higher returns elsewhere, and gold is one beneficiary of that."

• Spot gold <XAU=> anjlok 0.3 persen ke level $1537,85 per ons pada pukul 12:04 p.m. EDT (1604 GMT). U.S. gold futures untuk pengiriman bulan Agustus <GCQ1> merosot $4.40 per ons ke level $1539,60.

• Emas sempat mencapai level puncaknya $1575,79 per ons pada 2 Mei lalu. • Silver <XAG=> berkurang 1.2 persen ke level $36.68 per ons, bersamaan arah dengan emas.


Wednesday, June 8, 2011

Headline News 08.06.11

US & Global

• Bursa saham AS turun untuk kelima harinya Selasa kemarin, bersama dengan dolarAS, setelah ketua umum TheFedAS, BenBernanke, semalam mengakui adanya perlambatan ekonomi, namun tidak memberikan indikasi kelanjutan program stimulus moneter untuk mendukung pertumbuhan. Lemahnya dolar membantu meningkatkan harga minyak mentah, meskipun dibatasi oleh ekspektasi bahwa OPEC akan meningkatkan produksi target dalam sidangnya minggu ini serta oleh kekhawatiran bahwa perlambatan ekonomi akan menekan permintaan (demand).

• Bernanke dalam sebuah konferensi perbankan semalam mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi AS tahun ini telah terlihat agak lebih lambat dari yang diharapkan. Bernanke mengindikasikan pemulihan itu masih cukup lemah sehingga dukungan besar kebijakan moneter The Fed AS – dengan mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi masih berada jauh di bawah potensinya.

• Pasar menyerap pesimisme komentar Bernanke tersebut, dan berspekulasi bahwa level suku bunga yang ultra‐rendah masih akan dipertahankan untuk waktu yang lebih panjang dari antisipasi pasar sebelumnya – awal 2012. Diserapnya pesimisme komentar Bernanke terlihat di pasar modal, yakni valuasi transaksi saham yang rendah.

• Sebelumnya, seorang analis pasar modal dari Citigroup mengatakan bahwa bursa saham AS bisa tertekan hingga 10% dari level tertingginya bulan Mei, namun untuk mencegah gerak tajam di pasar, dia menegaskan namun hal tersebut bukan merupakan indikasi bearish trend. Jika diperoleh ekspektasi penurunan hingga 10% berarti untuk indeks S&P500 berpotensi turun hingga 1233, dari level puncaknya di bulan Mei, 1370 (2/Mei).

• Indeks bursa saham dunia yang dihitung dalam indeks MSCI naik 0,2%, menghentikan tekanan selama 4 sesi berturut‐turut karena investor mulaimembeli saham‐saham yang sedang mengalami tekanan. Sementara indeks Thomson Reuters untuk saham global naik 0,3%, indeks saham emerging market <.MSCIEF> juga naik 0,3%. Indeks saham Eropa FTSEurofirst 300 <.FTEU3> gagal mempertahankan kenaikan di sesi awal dan akhirnya ditutup melemah ke level terendah sejak pertengahan Maret. Indeks bursa saham Eropa tersebut mencatat penurunan selama 5 sesi berturut‐turut dengan akumulasi tekanan sebesar 3,3%.

• USDJPY turun ke areal level 80.00‐an dalam 2 sesi berturut‐turut setelah komentar Bernanke semalam. USDJPY usai penutupan AS Selasa diperdagangkan di areal 80.10 – unchanged dari sesi Senin sebelumnya. Sementara USDCHF mencapai rekor terendah (0.8327), dan dolar pun mencapai level terlemahnya selama 1 bulan atas euro (1.4696) setelah seorang pejabat Cina memberikan warning harus waspada terhadap resiko memegang aset‐aset dolar AS terlalu banyak pada saat pemerintah AS mengejar kebijakan moneter dan fiskal yang longgar. Indeks dolar AS, terhadap mata uang utama dunia, tertekan ke level terendah 1 bulan, di 73.506.

• Harapan the Fed akan mempertahankan suku bunga acuan mendekati nol lebih lama, bahkan ketika bank sentral utama lainnya sudah mulai menaikkan suku bunga, telah membebani dolar dalam beberapa bulan terakhir. Bank Sentral Eropa di pertemuan regulernya Kamis besok diperkirakan akan memberikan sinyal untuk kenaikan suku kedua tahun ini, yang dapat mengimbangi kekhawatiran tentang potensi restrukturisasi utang Yunani.
Harga minyak naik karena dolar melemah dan gejolak Timur Tengah, namun berita bahwa Arab Saudi berencana untuk meningkatkan produksi pada bulan Juni terlepas dari hasil pertemuan OPEC Rabu ini telah membatasi kenaikan minyak mentah brent dan harga mintak mentah di pasar berjangka AS. Harga minyak mentah brent di bursa berjangka London untuk pengiriman Juli <LCOc1> diperdagangkan $116,78/barel, atau hanya naik $2.30. Harga minyak mentah di bursa berjangka AS <CLc1> naik tipis di bawah level $100/barel. Sementara harga emas di pasar spot <XAU=> sebelumnya sempat naik setinggi $1550/ons, sebelum terkoreksi dan berada di areal $1544.90 usai penutupan pasar AS. 

• Emas melemah Selasa lalu, karena membaiknya pasar saham yang mendorong beberapa investor melakukan aksi ambil untung pada emas, menekan kenaikan level tertingginya dalam satu bulan yang tercapai sehari sebelumnya karena kekhawatiran mengenai perlambatan ekonomi AS.

• Emas telah naik 5 persen dalam tiga minggu terakhir, yang didorong oleh kekecewaan pada indikator ekonomi AS termasuk pelemahan data jobs Jumat lalu.

• "With the equity prices holding nice and firm here, there is less flight to safety element in financial markets in general today," kata Bill O'Neill, partner pada commodity investment firm LOGIC Advisors.

• Spot gold <XAU=> merosot 0.2 persen ke level $1539,59 per ons pada pukul 12:38 p.m. EDT (1638 GMT), yang pada awalnya telah naik ke level $1550. U.S. gold futures untuk pengiriman bulan Agustus <GCQ1> anjlok $6.40 ke level $1540,80 per ons.

• Silver <XAG=> menguat 0.2 persen ke level $36.82 per ons. Analis mengatakan pelemahan data ekonomi AS minggu lalu telah menambah pertanyaan berkenaan dengan kemungkinan diperpanjangnya quantitative easing. Program pembelian senilai $600 milyar Fed bond‐ untuk menstimulasi pertumbuhan ekonomi yang berakhir Juni.

• Platinum <XPT=> meningkat 1 persen ke level $1822,99 per ons, sementara itu palladium <XPD=> naik 2.8 persen ke level $806.

Tuesday, June 7, 2011

Headline News 07.06.11

US & GLOBAL
 

• Bursa saham global mengalami tekanan untuk 4 sesi berturut‐turut Senin kemarin masih dipengaruhi oleh kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan ekonomi global, sementara euro tergelincir setelah seorang pejabat Jerman memberikan indikasi bahwa bailout lanjutan untuk Yunani belum bisa dipastikan.
 

• Namun tekanan di bursa AS dan Eropa tidak se‐signifikan apa yang terjadi di pasar saham Peru yang tertekan lebih dari 10% setelah kemenangan pemilihan presiden oleh mantan komandan militer sayap kiri, Ollanta Humala, yang memicu kekhawatiran kembali terhadap reformasi pasar bebas yang pernah menjadi isu besar di sana.
 

• Investor ‘membuang’ aset‐aset keuangan Peru, memicu pembekuan di perdagangan bursa sahamnya serta terjadinya intervensi mata uang oleh bank sentralnya karena investor meragukan kepemimpinan Humala untuk perbaikan ekonomi. Indeks pasar saham Peru <.IGRA> merosot lebih dari 12%, sedangkan mata uang sol peru jatuh 1,5%, mendorong bank sentral menawarkan untuk menjual sertifikat deposito senilai $215 juta ditujukan untuk membatasi kejatuhan mata uang itu. Sementara analis mengatakan pasar bereaksi berlebihan dan merekomendasikan investor untuk mencari peluang buy on dips pada pasar obligasi Peru.
 

• Harga minyak mentah terkoreksi lebih rendah dari akhir minggu lalu, menjelang pertemuan OPEC akhir pekan ini, di tengah isu dan indikasi bahwa harga tinggi minyak belakangan ini telah menghancurkan permintaan energi di negara‐negara Barat.
 

• Di bursa Wall Street, indeks S&P500 berlanjut tertekan ke level terendah selama 2 bulan masih dipengaruhi oleh rilis pesimis data tenaga kerja dan manufaktur AS periode Mei – yang per penutupan minggu kemarin sekaligus membuat S&P500 mengalami tekanan selama 5 minggu berturut‐turut. Indeks tersebut turun lebih dari 5% dari level high bulan Mei, tetapi masih terakumulasi naik sekitar 3,0% sepanjang tahun 2011 ini.
 

• Di Eropa, indeks saham FTSEurofirst 300 <.FTEU3> turun 0,6% ke level 1104.97, level penutupan terendahnya selama 11 minggu. Indeks saham dunia yang diukur oleh MSCI, turun 0,8%, sementara indeks saham untuk emerging market <.MSCIEF> merosot 0,6%.
 

• EURUSD diperdagangkan lebih rendah Senin kemarin disbanding penutupan akhr minggu lalu – tertekan kembali ke bawah areal 1,4600 setelah juru bicara Departemen Keuangan Jerman mengatakan program bantuan kedua untuk Yunani itu belum bisa dipastikan. EURUSD berlanjut tertekan setelah Jean‐Claude Juncker, ketua para menteri keuangan zona euro, mengatakan euro dalam level yang "overvalued."
 

• Para pembuat kebijakan telah beringsut menuju sebuah paket bailout baru, seperti yang dikatakan media di Jerman bisa bernilai lebih dari 100 miliar euro. Hal tersebut menjadi pemicu kenaikan EURUSD ke level tertinggi 1 bulan di 1,4658. Para trader mengatakan bahwa pasar berasumsi kesepakatan yang akan dicapai akan memberikan Yunani lebih banyak waktu untuk membayar hutangnya, sementara pandangan optimis
terhadap kelanjutan suku bunga ECB, yang akan melangsungkan pertemuan moneternya Kamis minggu ini, masih dominan di pasar. Kedua pandangan di pasar tersebut menjadi pemicu bangkitnya EURUSD dari tekanannya akibat concern krisis utang Yunani beberapa waktu lalu.
 

• Fokus masih akan tertuju kepada perbedaan suku bunga, utamanya dengan estimasi bahwa The Fed AS belum akan menormalisasi kebijakan moneternya tahun ini, sebuah kenaikan lanjutan suku bunga ECB akan memberikan benefit untuk euro.
 

• Harga minyak mentah di bursa berjangka AS <CLc1> ditutup di bawah $100/barel, atau turun lebih dari 1,5%. Sementara harga minyak mentah brent di pasar berjangka London <LCOc1> diperdagangkan di $114,48/barel, atau turun 1,18% ‐ sekaligus penutupan terendah sejak tanggal 24 Mei. Pertemuan OPEC pekan ini diproyeksikan akan menghasilkan target untuk meningkatkan produksi minyak, meskipun usulan target yang senantiasa dilakukan oleh anggota terkemuka Arab Saudi tersebut akan menghadapi tentangan keras dari produsen minyak Venezuela dan Iran.
 

• Kekhawatiran tentang ekonomi memicu kenaikan untuk aset safe‐haven emas, dengan harga spot emas <XAU=> ditutup di areal $1,543.50/ons atau naik sekitar 0,1%, setelah sempat mencapai day high Senin kemarin di $1,553.30. Harga obligasi di pasar Treasury AS jatuh menjelang auction obligasi minggu ini, yang bernilai $66 milyar. 

GOLD & COMMODITIES
 

• Emas naik ke level tertingginya yang lebih dari sebulan Senin lalu, karena kekhawatiran dari melambatnya ekonomi dan ekspektasi dari melonggarnya kebijakan U.S. money yang mendorong permintaan safe‐haven.
 

• Harga emas telah naik mendekati 6 persen dalam tiga minggu terakhir, didorong dari rangkaian kekecewaan dari indikator ekonomi AS termasuk pelemahan data job Jumat lalu.
 

• "A lot of people are taking their risk off by getting out of the S&P 500 and other riskier assets. There is too much uncertainty with the U.S. currency and the euro. So, people think the safest place is the gold market at the moment," ungkap Phillip Streible, senior market strategist pada Lind Waldock, sebuah unit dari futures broker MF Global.
 

• Spot gold <XAU=> menguat 0.7 persen ke level $1553,50 per ons pada pukul 12:22 p.m. EDT (1622 GMT), menguatkan rangkaian kenaikan tiga minggunya dan penguatan ke level tertingginya sejak awal Mei. Emas mencapai rekor tertingginya $1575,79 per ons tanggal 2 Mei lalu.
 

• U.S. August gold futures <GCQ1> naik $10.40 ke level $1552,20.
 

• Spot silver <XAG=> meingkat 2.4 persen ke level $37.055, mengalami rebound dari level terendahnya dalam dua minggu dari sehari sebelumnya, yang membawa rasio gold/silver menjadi 42.1, level terendahnya sejak Kamis lalu, menandakan outperformance pada emas dalam beberapa hari terakhir.

Monday, June 6, 2011

Headline News 06.06.11

US & GLOBAL 

• Bursa Wall Street mengalami penurunan dalam 5 minggu berturut‐turut hingga penutupan perdagangan Jumat lalu, dan harga di pasar obligasi AS naik karena rilis pesimis di luar perkiraan pertumbuhan lapangan kerja di sana yang meningkatkan kekhawatiran bahwa ekonomi terbesar dunia tersebut kian merosot dalam perlambatannya.
 

• EURUSD ke level tertinggi 1 bulan Jumat tersebut karena mulai berkembangnya titik terang untuk solusi krisis utang Eropa, setelah berita menyebutkan paket bantuan untuk Yunani akan bergulir di bulan Juli – di sisi lain lemahnya data tenaga kerja AS menekan USDJPY.
 

• Harga minyak bangkit dari tekanannya akibat lemahnya dolar AS atas euro yang diikuti dengan pelemahannya atas mata uang utama dunia lainnya, serta dipicu oleh rilis positif data indeks sektor jasa Mei AS dari Institute for Supply Management (ISM).
 

• Tapi itu tidak cukup untuk menghilangkan kegelisahan yang akhir minggu tersebut hampir sepenuhnya muncul dari laporan tenaga kerja AS (nonfarm payroll) – yang dirilis 54k (dari ekspektasi 150k) yang merupakan ekspansi terendahnya sejak September. Selain itu tingkat pengangguran naik menjadi 9,1% pada bulan Mei akibat naiknya harga energy dan dampak dari gempa bumi Jepang yang melesukan bisnis serta perekonomian.
Laporan tenaga kerja AS tersebut menambah kontribusi bahwa langkah pemulihan ekonomi AS sedang mendapat hambatan. Yang menjadi kejutan pasar bukan hanya bahwa perlambatan ekonomi AS datang tidak terduga, tetapi juga terjadi secara meluas mulai dari pasar perumahan, tenaga kerja, manufaktur dan data consumer spending.
 

• Indeks utama bursa saham Wall Street, S&P500 <SPX.>, mengalami akumulasi tekanan lebih dari 2% sepanjang minggu lalu – penurunan terbesar sejak Agustus dan mengakumulasi tekanannya selama 5 minggu berturut‐turut. Indeks tersebut turun sekitar 5% dari level tertingginya April lalu, mengindikasikan bahwa trend sedang melemah. Sementara indeks saham dunia, yang diukur dengan indeks saham dunia MSCI, berhasil menghambat tekanannya di sesi awal Jumat tersebut. Indeks saham Eropa <.FTEU3> turun 0,4%.
 

• Kekhawatiran terhadap prospek ekonomi AS mendorong harga obligasi AS bertenor 10‐tahun di pasar Treasury‐nya naik 11/32 dan menekan yield kembali ke bawah 3% ‐ pertama kalinya terjadi minggu lalu sejak Desember 2010 karena kecemasan investor terhadap ekonomi.
 

• Tekanan pada data ekonomi AS belakangan ini memunculkan pertanyaan apakah The Fed AS akan kembali melanjutkan kebijakan cheap‐money yang merupakan cara mereka untuk membantu perekonomian sejak krisis keuangan memuncak di sana. Untuk reaksi pasar saat ini nampaknya tidak akan terlalu memperdulikan kenyataannya bagaimana, melainkan hanya melihat persepsi yang berkembang saat ini yakni peluang bahwa program QE3 (di tengah masa akhir QE2 Juni ini) ‘setidaknya’ akan dibahas kembali. Program penyelamatan ekonomi lanjutan (QE2) yang bernilai $600 milyar melalui pembelian obligasi akan berakhir Juni ini. Program ini telah membanjiri pasar keuangan dengan dolar sejak Oktober,
mendorong sebagian besar keuntungan di saham dan komoditas.
 

• Sementara harga minyak mentah di bursa berjangka AS <CLc1> masih bertahan di atas level $100/barel meskipun tercatat turun sekitar 0,3% dari Kamis sebelumnya. Sebelumnya, di sesi awal Jumat kemarin, harga minyak mentah tersebut merosot 2% karena tekanan di pasar tenaga kerja dikhawatirkan akan berimbas pada tekanan consumer spending dan mengurangi permintaan terhadap bahan bakar.
 

• EURUSD melonjak ke level tertinggi 1 bulan Uni Eropa, ECB dan IMF menegaskan bagian berikutnya bantuan untuk Yunani harus tersedia pada bulan Juli. Mata uang tunggal Eropa tersebut naik setinggi $1,4642, terkuat sejak Mei 6. Dollar jatuh ke satu bulan rendah <JPY=> 80,06 yen.
 

GOLD & COMMODITIES
 

• Emas mencapai level tertingginya Jumat lalu karena dollar AS anjlok setelah laporan bulanan jobs AS menunjukkan ekonomi membuat jauh lebih sedikit lapangan kerja dari ekspektasi.
 

• Spot gold <XAU=> menyentuh level puncaknya $1546,39 per troi ons. Telah diperdagangkan pada level $1542,15 pada pukul 1326 GMT dari level $1532,55 per ons pada penutupan New York Kamis sebelumnya. Logam mulia mencapai level tertinggi/puncaknya $1575,79 pada 2 Mei.
 

• Harga emas dalam sterling <XAUGBP=R> mencapai level tertingginya 946.79 pounds ($1548) per ons karena melemahnya dollar AS terhadap basket of currencies yang memicu rush pada precious metal.
 

• "This is gold‐friendly data ... (it) points to a slacking U.S. economy. In the worst case scenario, we could have a double‐dip in the U.S. economy and possibly deflation, which would also help gold," kata Robin Bhar, seorang analis pada Credit Agricole.
 

• "The weaker dollar is also helping gold. We should see gold moving to recent highs or even to new highs if we see more risk‐averse news."
 

• Spot silver <XAG=> sempat menyentuh level $35.34 per ons, level terendahnya sejak 24 Mei. Terakhir diperdagangkan apada level $35.58 dari $36.17 pada penutupan Kamis lalu.
 

• Platinum <XPT=> ke level $1806,99 dari level $1809,60 dan palladium <XPD=> pada level $769.22 dari level $767.05.