title cover

title cover

Friday, August 5, 2011

Headline News 05.08.11

U.S. & GLOBAL 


• Investor diseluruh dunia melepas saham‐sahamnya pada Kamis lalu untuk bergeras beralih pada cash dan obligasi pemerintah, yang menekan indeks‐indeks ekuitas ke level terendahnya dalam tahunan dari kekhawatiran menyebarnya krisis utang dan perlambatan pertumbuhan ekonomi.


• Indeks utama AS melemah lebih dari 4 persen, dengan saham‐saham sektor teknologi Nasdaq anjlok 5 persen, menghapus kenaikan tahunannya sebagaimana meluasnya koreksi pada indeks S&P 500 yang lebih dari 10 persen dari level puncaknya bulan Mei.


• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> anjlok 512.76 poin, atau 4.31 persen, untuk ditutup ke level 11,383.68. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> merosot 60.27 poin, atau 4.78 persen, ke level 1,200.07. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> berkurang 136.68 poin, atau 5.08 persen, ke level 2,556.39.


• Indeks MSCI world equity index <.MIWD00000PUS> melemah 4.3 persen dalam hariannya, penurunan terbesarnya dalam dua tahun, dan terpukul ke level terendahnya tahun 2011. Saham‐saham Eropa <.FTEU3> anjlok 3.3 persen.


• Aksi jual yen yang mendorong kenaikan dollar AS naik sekitar 4 persen dalam tertinggi hariannya ke level 80.25 yen pada trading platform EBS, naik dari level terendahnya 76.29 yang terjadi Senin lalu. Dollar AS diperdagangkan pada Kamis sore harinya pada level 79.08 yen <JPY=>, naik 2.6 persen dalam hariannya, sementara itu euro menguat 1 persen ke level 111.70 yen <EURJPY=>.


• Intervensi Jepang terjadi setelah tidak diekspektasinya pemangkasan tingkat suku bunga Swiss untuk melemahkan the franc, yang mana telah menguat hari sebelumnya karena investor memburu safe havens. Mata    uang tersebut sedikit naik pada perdagangan New York Kamis sebelumnya.


• Harga Tresuri AS naik Kamis lalu karena kekhawatiran resesi yang membawa investor menjauhi aset‐aset beresiko seperti saham‐saham dan mencari obligasi pemerintah AS yang lebih aman.  


• Emas melemah dari level tertingginya pada volume perdagangan yang besar Kamis lalu, karena memuncaknya kekhawatiran resesi yang menekan pasar saham global yang memaksa investor untuk melakukan aksi ambil untung pada emas untuk menutup kerugian ditempat lainnya. Emas <XAU=> anjlok 0.6 persen ke level $1,651.40 per ons pada pukul 3:33 PM EDT (1933 GMT), yang pada awalnya telah mencapai level tertingginya $1,681.67.


• Minyak mentah merosot hingga 6 persen Kamis lalu, dengan U.S. crude anjlok melewati technical support ke level terendahnya sejak Februari karena memuncaknya kekhawatiran dari perlambatan ekonomi yang menekan gejolak global dari aset‐aset beresiko. U.S. crude untuk pengiriman bulan September <CLU1> di settled ke level $86.63 per barrel, melemah $5.30, atau 5.77 persen, penurutan persentase harian terbesarnya sejak 5 Mei. Telah mencapai level terendah hariannya $86.04, level terendahnya sejak 18 Feb pada intraday low level $85.65.


• Sterling anjlok lagi terhadap meluasnya penguatan dollar AS Kamis lalu, karena the greenback naik dari intervensi mata uang Bank of Japan, meskipun pound secara singkat berhasil menyentuh level tertingginya dalam dua bulan terhadap euro.  


• Bank of England mempertahankan tingkat suku bunga karena meluasnya ekspektasi dan terjebak dengan jeda program pembelian aset‐asetnya, dengan pound menunjukkan sedikit reaksi yang langsung.


• Sterling melemah disekitar 0.6 persen dalam hariannya ke level $1.6331, karena dollar AS naik satu persen versus a basket of currencies <.DXY> setelah intervensi BoJ.  


• "Sterling is largely being driven by international forces today," ungkap Audrey Childe‐Freeman, currency strategist pada JP Morgan Private Bank.


• Hari ini data PPI Inggris akan dirilis sore harinya.

Thursday, August 4, 2011

Japan intervenes to tame yen


TOKYO | Wed Aug 3, 2011 11:37pm EDT

(Reuters) - Japan intervened in the currency market and its central bank looked set to ease policy on Thursday in a concerted effort to stem a rise in the yen that Tokyo fears could derail the economy's recovery from the March earthquake.

Finance Minister Yoshihiko Noda said Japan had consulted its international partners, but acted on its own to stem what it considered speculative and disorderly currency moves.

The intervention followed days of official warnings that the currency had risen beyond level that the export-reliant economy could handle. It pushed the yen down as far as 78.47 per dollar from around 77 before the intervention.

"Japan is just in the process of recovering from a natural disaster, so these currency moves are certain to have a negative impact on the economy and financialmarkets," Noda told reporters. "As a result, we conducted current market intervention."

Thursday's action follows a surprise interest rate cut the Swiss central bank to ease the buying pressure on its currency, which like the yen had been attracting funds switching out of the dollar because of fears of a U.S. credit downgrade and concerns about the health of the world's biggest economy.

"Yesterday's monetary easing by Switzerland provided the push because if Japan didn't respond this would push the yen still higher," said Nagayuki Yamagishi, a strategist at Mitsubishi UFJ Morgan Stanley Securities. "A response needed to be taken quickly to head off any further yen strengthening."

Noda told a news conference he expected the Bank of Japan to take appropriate action. The central bank said it would cut short its scheduled two-day meeting that started on Thursday.

A source familiar with the central bank's thinking told Reuters the BOJ was poised to announce an increase in its 10 trillion yen asset buying scheme.

There were growing signals that the Bank of Japan would seek to amplify the impact of yen selling in the market with policy easing, pumping more funds into the economy through increased purchases of government debt and other assets.

Noda declined to comment on the size of the intervention or

say what currencies Japan bought or sold. He would also not say whether Tokyo planned returning to the market, although traders said authorities continued sporadic intervention.

Analysts greeted Tokyo's intervention with skepticism, doubting a combination of direct yen selling and monetary easing could stem a global shift away from the dollar and other riskier assets.

"The impact from the intervention may be short-lived as the view that the yen is still a safe-haven currency hasn't changed amid concerns over the global economy," said Makoto Nagahori, head of equities at Instinet.

Some currency traders braced for further dollar declines should U.S. payroll data on Friday heighten concerns about the health of the U.S. economy. That could increase the chance of Japanese government intervention.

Prime Minister Naoto Kan's government, beset by record low popularity ratings and struggling to work out the details of a post-disaster plan for the nation's biggest rebuilding effort since World War Two, had been under growing pressure from businesses to tame the yen.

The world's third-largest economy had been expected to pull out of a brief post-quake recession later this year, but the yen's nearly 5 percent surge over the past month and signs of cooling global economy, cast doubt over that outlook.

Japan last intervened in concert with the Group of Seven in March, when expectations of fund repatriation after the earthquake pushed the yen to a record high. Tokyo last acted solo in September 2010, when it sold 2.1 trillion yen.

Headline News 04.08.11

U.S. & GLOBAL 


• Bursa saham global tertekan ke level terendahnya dalam lima bulan sementara itu harga emas mencatatkan harga tertinggi barunya Rabu lalu karena investor khawatir mengenai pemangkasan pembelanjaan pemerintah pada saat perlambatan pertumbuhan ekonomi global.  


• Bursa saham AS ditutup menguat Rabu lalu, yang telah mencatatkan penurunan tujuh harinya oleh indeks S&P 500, tetapi kekhawatiran mengenai pertumbuhan ekonomi tetap menjaga perdagangan yang volatile. Berdasarkan data terakhir penutupannya, indeks Dow Jones industrial average <.DJI> naik 29.59 poin, atau 0.25 persen, ke level 11,896.21. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> meningkat 6.31 poin, atau 0.50 persen, ke level 1,260.36. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> menguat 23.83 poin, atau 0.89 persen, ke level 2,693.07.  


• Indeks MSCI's world equity <.MIWD00000PUS> merosot 0.7 persen ke level terendahnya sejak pertengahan Maret, turun dari rangkaian enam harinya berturut‐turut. Saham‐saham Eropa <.FTEU3> berkurang 2 persen ke level terendah penutupannya yang hampir dalam setahun dan U.S. dollar‐denominated Nikkei futures <NKc1> mengalami flat.  


• Swiss franc merosot dari level tertingginya Rabu lalu setelah Swiss National Bank mengejutkan pasar dengan pemangkasan tingkat suku bunga, tetapi penurunan seharusnya membuktikan meningkatnya permasalahan mengenai pertumbuhan ekonomi global.    


• SNB mengatakan the franc adalah "massively overvalued," menjaga tetap adanya prospek dari intervensi. Bahwa juga dipertajam pada fokus dari otoritas Jepang, yang memperingatkan kembali mereka tidak nyaman dengan penguatan yen.  


• Euro telah mencapai level terendahnya 1.07946 francs pada trading platform EBS hanya sebelum aksi dari SNB. Kemudian rebound tajam ke perdagangan terakhir yang naik 1.5 persen ke level 1.0998.  


• Dollar AS mengalami recover dari level terendahnya 0.7610 franc <CHF=EBS>, terakhir diperdagangkan pada level 0.7673, meningkat 0.6 persen dalam hariannya.   


• Euro melejit terhadap dollar AS, menguat 0.9 persen ke level $1.4322 <EUR=>. Analis memperingatkan bawah bertahannya tekanan pada pasar obligasi, khususnya di Italia dan Spanyol, yang kemungkinan membatasi kenaikan euro.  


• Harga obligasi jangka panjang Tresuri AS bertahan menguat Rabu lalu karena kekhawatiran ekonomi dapat anjlok kembali kepada resesi yang memacu investor untuk mencari aman pada obligasi pemerintah AS.    


• Harga emas naik menuju level $1,675 per ons Rabu lalu, mencapai level tertinggi keduanya dalam dua hari, karena investor mencari perlindungan dari volatilitas pasar saham, perlambatan ekonomi dan meluasnya periode pelonggaran kebijakan moneter AS. Spot gold <XAU=> naik 0.2 persen ke level $1,662.74 per ons pada pukul 2:58 PM EDT (1858 GMT), yan pada awalnya telah mencapai level 
tertingginya $1,672.65, melewati kenaikan tertinggi Selasa lalu sekitar $12.    


• Harga minyak mentah melemah tajam ke level terendahnya dalam bulanan, tertekan oleh kenaikan cadangan petroleum AS yang naik berkenaan dengan permintaan oil. U.S. crude untuk pengiriman bulan September <CLc1> di settled ke level $91.93 per barrel, anjlok $1.86, level terendah penutupannya sejak 27 Juni. U.S. crude telah anjlok empat dari lima hari terakhirnya.  


• Sterling menguat terhadap dollar AS dan mencapai level tertingginya dalam dua bulannya Rabu lalu setelah data menunjukkan aktivitas yang tidak di ekspektasi pada pertumbuhan jasa Inggris yang tumbuh lebih cepat dalam empat bulannya.   


• Tetapi analis mengatakan kenaikan dapat tertekan dari permasalahan mengenai kerapuhan dari recovery ekonomi Inggris, khususnya setelah data pada awalnya minggu ini menunjukkan aktivitas manufaktur mengalami kontraksi.   


• Sterling terakhir naik 0.6 persen terhadap dollar AS ke level $1.6380 <GBP=D4>, bertahan mendekati harian tertingginya dan terlihat ke level tertingginya dua bulan ke level $1.6477 yang tercapai awal minggu ini. Kenaikan ini dibantu oleh pound's trade‐weighted index <=GBP> ke level 79.8, level terkuatnya sejak 1 Juni.   


• Euro diperdagangkan pada level 87.27 pence terhadap sterling <EURGBP=D4>, naik 0.2 persen dalam hariannya tetapi tidak jauh dari level terendahnya dua bulan 86.955 pence yang terjadi pada awal hariannya.

Wednesday, August 3, 2011

Headline News 03.08.11

U.S. & GLOBAL 


• Indeks bursa utama diseluruh dunia anjlok dari keseluruhan kenaikannya dalam tahunan dan harga emas mencapai level tertingginya Selasa lalu setelah kesepakatan untuk menaikkan debt ceiling AS yang memberikan ketidaknyamanan pada investor berkenaan dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi global.  


• Di bursa Wall Street, meluasnya pelemahan indeks S&P 500 <.SPX>    dalam tujuh harinya, terburuk sejak rangkaian penurunan Oktober 2008, menekan kenaikan tahunannya, dari kekhawatiran bahwa persetujuan debt ceiling tidak akan mencegah penuruan peringkat AS yang berada pada triple‐A credit rating. Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> anjlok 265.87 poin, atau 2.19 persen, ke level 11,866.62. Indeks S&P 500 <.SPX> merosot 32.89 poin, atau 2.56 persen, ke level 1,254.05. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> melemah 75.37 poin, atau 2.75 persen, ke level 2,669.24. 


• Indeks MSCI's world equity <.MIWD00000PUS> berkurang 2.1 persen ke level terendahnya sejak akhir Juni, turun 1 persen dalam tahunannya.
Indeks S&P 500 juga berbalik negatif tahun 2011 ini.  


• Presiden AS Barack Obama menandatangani UU mengenai persetujuan untuk menaikkan statutory borrowing limit AS dan memangkas pembelanjaan pemerintah.  


• Mata uang safe‐haven Swiss franc melonjak ke level tertingginya terhadap dollar AS dan euro Selasa lalu, dengan banyaknya kenaikan kemungkinan karena investor khawatir mengenai perlambatan pertumbuhan ekonomi dan beban utang pada AS dan Eropa. Dollar AS merosot ke level terendahnya 0.76425 Swiss francs <CHF=EBS>, rangkaian penurunan ke level terendahnya dalam tujuh hari, dan terakhir melemah 2 persen ke level 0.7674 franc.    


• Harga Tresuri AS mengalami rally setelah lembaga pemeringkat Fitch mengatakan kesepakatan debt adalah "commensurate with 'AAA' rating."  (sebanding dengan 'AAA' rating). Tresuri naik dalam rangkaian empat harinya, dengan obligasi bertenor 10‐tahun <US10YT=RR> naik 35/32
dengan yield 2.625 persen.  


• Pilihan pada aset‐aset safe‐haven membantu mendorong harga emas. Spot gold <XAU=> diperdagangkan pada level $1,656.19 per ons, yang telah menyentuh level tertingginya yang pernah ada $1,658.59 pada awal hariannya.  


• Harga minyak mentah melemah Selasa lalu karena lebih banyaknya pelemahan data AS yang ditekan permasalahan mengenai ekonomi meskipun Kongres meloloskan debt‐cutting measure dalam tenggang waktu untuk menghindari default pada konsumen tertinggi minyak didunia ini. U.S.
September crude <CLU1> berkurang $1.10 untuk di settle ke level $93.79 per barrel, level terendahnya sejak penutupan 28 Juni, setelah berayun dari level $93.17 menuju $95.68, crisscrossing pada 200‐day moving average di level $95.00.   

• Sterling mencapai level tertinggi dalam dua bulannya terhadap euro Selasa lalu karena mata uang tunggal tertekan berkenaan dengan mengemukanya kembali kekhawatiran mengenai utang zona euro dan menyebarnya resiko pada negara‐negara seperti Spanyol dan Italia.   


• Meskipun kenaikan terhadap euro, pound merosot terhadap penguatan dollar AS, anjlok dari traksi penguatan meskipun membaiknya dari ekspektasi data aktivitas konstruksi Inggris.   


• Sterling <GBP=D4> turun 0.1 persen ke level $1.6270 versus dollar AS. Telah melemah ke level $1.6244, tetapi permintaan dari Eropa membantu untuk mendorongnya, menjaga pound diatas level utama technical support $1.6257, the 100‐day moving average.   


• Pertumbuhan industri konstruksi Inggris bertahan menguat pada bulan Juli, menghindari pengulangan data yang mengejutkan pada manufaktur dan ritel yang menaikkan kekhawatiran kedepannya pada perlambatan recovery ekonomi.  

Tuesday, August 2, 2011

Headline News 02.08.11

U.S. & GLOBAL 


• Harga saham dan komoditas merosot Senin lalu dari pelemahan data factory, tetapi pelemahan terbagi pada akhirnya dan mengemukanya kembali harapan anggota dewan di Washington yang kemungkinan menyetujui kenaikan pada debt ceiling AS.


• Bursa saham AS menekan dari kenaikan 1 persen pada pembukaannya menuju pelemahan 1 persen setelah indeks manufaktur dari Institute for Supply Management bulan Juli mencapai level terendahnya dalam dua tahun. Gambaran ketidakpastian pada pasar, indeks blue‐chip Dow ditutup hampir flat. Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> berkurang 10.75 poin, atau 0.09 persen, ke level 12,132.49. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> turun 5.34 poin, atau 0.41 persen, ke level 1,286.94. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> melemah 11.77 poin, atau 0.43 persen, ke level 2,744.61.


• Pemimpin Kongres bergegas untuk mendapatkan dukungan yang cukup dari skeptisnya anggota dewan untuk mendorong pada menit‐menit terakhir kesepakatan untuk menaikkan borrowing limit AS dan menghindari default pada utangnya. Voting diekspektasi berikutnya pada Senin atau Selasa pagi, dan Vice President Joe Biden diprediksi melanjutkannya.


• Indeks utama saham Inggris melemah 0.7 persen Senin lalu setelah pergerakan yang seperti roller‐coaster, dengan awalnya menguat dari gambaran mengenai kesepakatan utang AS yang menghapus pelemahan data ISM yang mana menyoroti kembali kegoyahan ekonomi AS. Pada penutupan, indeks FTSE 100 <.FTSE> berkurang 40.76 poin, atau 0.7 persen ke level 5,774.43, yang telah berbalik dari penguatan kembali triple‐ digit session diatas level 5,900.       


• Bursa saham dunia yang diukur oleh indeks MSCI <.MIWD00000PUS> merosot 0.45 persen dengan saham‐saham dari emerging market <.MSCIEF> naik 0.8 persen.


• Swiss franc melejit Senin lalu dan dollar AS mengalami rally terhadap euro, dengan permintaan pada mata uang safe‐haven mengarah pada berlanjutnya permasalahan mengenai perlambatan ekonomi dan kemungkinan pemangkasan peringkat utang AS. Dollar AS dan euro mencapai level terendahnya terhadap Swiss franc, sementara itu mata uang tunggal anjlok 0.7 persen versus the greenback. Terhadap yen <JPY=>, mata uang AS terakhir melemah 0.25 persen ke level 77.19 setelah pada awalnya mencapai level terendahnya yang lebih dari 4 bulan pada memuncaknya kekhawatiran intervensi dari Jepang.


• Harga Tresuri AS mengalami rally Senin lalu karena permasalahan outlook pada AS dan ekonomi global merangsang hasrat pada obligasi pemerintah sebagai safe‐haven, yang membawa yields ke level terendahnya yang lebih dari delapan bulan.    


• Harga emas naik ke level tertingginya Senin lalu, yang menghapus penurunan pada awalnya setelah data menunjukkan perlambatan pada aktivitas manufaktur AS yang menggambarkan bahwa the Fed kemungkinan melonggarkan kebijakan moneter kedepannya untuk menstimulasi perekonomiannya. Spot gold <XAU=> naik 0.2 persen ke level $1,629.41 per ons pada pukul 11:30 a.m. EDT (1530 GMT), yang mendekati level tertingginya Jumat lalu $1,632.30.    


• Minyak mentah melemah Senin lalu, membalikkan kenaikan dari pelemahan data manufaktur AS dan penguatan dollar AS menekan harga minyak yang terdorong pada awalnya dari kesepakatan untuk menaikkan debt ceiling AS. U.S. crude untuk pengiriman bulan September <CLc1> anjlok 85 sen untuk di settle ke level $94.89 per barrel, level penutupan terendahnya sejak akhir Juni lalu.  


• Sterling melemah secara luas Senin lalu setelah data Inggris menunjukkan aktivitas manufacturing merosot pada bulan Juli untuk pertama kalinya dalam dua tahun, yang mengarahkan sulitnya perekonomian Inggris yang kemungkinan untuk menekan mata uangnya.    


• Trader mengatakan pound berada dalam tekanan kedepannya pada sore harinya karena mata uang safe‐haven seperti Swiss franc dan yen outperformed dalam perdagangan yang tipis tersebut.


• Sterling <GBP=D4> merosot ke level terendahnya $1.6284 terhadap dollar pada sore harinya, yang pada awalnya telah mencapai level tertinggi
dua bulannya $1.6477 ketika aset‐aset beresiko menunjukkan gambaran rally setelah Presiden AS Barack Obama mengatakan kesepakatan untuk
menaikkan borrowing limit AS telah disetujui.

Monday, August 1, 2011

Headline News 01.08.11



U.S. & GLOBAL 


• Bursa saham dunia melemah ke level mingguan terbesarnya yang hampir dalam setahun Jumat lalu karena investor mengarah pada aset‐aset safe‐haven dari kekhawatiran mengenai krisis sovereign debt pada keduanya Atlantic dan data yang menunjukkan kecilnya pertumbuhan ekonomi AS.  


• Ekuitas dunia yang diukur dari MSCI world equity index <.MIWD00000PUS> turun 0.5 persen. The benchmark index telah anjlok 2.9 persen minggu ini, penurunan mingguan terbesarnya sejak Agustus 2010. Bursa saham Eropa menutup minggu terburuknya sejak bulan Maret, dengan the pan‐European FTSEurofirst 300 <.FTEU3> ditutup melemah 0.7 persen. Emerging market stocks <.MSCIEF> berkurang 0.7 persen.  


• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup merosot 96.87 poin, atau 0.79 persen, ke level 12,143.24. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> berkurang 8.39 poin, atau 0.65 persen, ke level 1,292.28. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> melemah 9.87 poin, atau 0.36 persen, ke level 2,756.38.


• House of Representatives AS Jumat lalu melewati Republican legislation yang menyediakan kenaikan $900 milyar jangka pendek pada batas nation's borrowing dengan voting 218‐210.


• Swiss franc, mata uang safe‐haven, naik ke level tertingginya terhadap keduanya dollar dan euro, dan emas melejit ke level tertingginya diatas $1,630 per ons.  


• Dollar merosot ke level terendahnya yang pernah ada terhadap Swiss franc ke level 0.7853 <CHF=EBS>. Juga sempat mencapai level terendahnya terhadap yen ke level 76.85 pada trading platform EBS <JPY=EBS>, untuk ditutup berada dekat level terendahnya 76.25, dan meningkatnya kekhawatiran bahwa otoritas Jepang kemungkinan membendung penguatan mata uangnya. Dollar mencatatkan penurunan bulanan sekitar 4.5 persen terhadap yen, terbesar sejak Desember 2008. Telah melemah sekitar 6.4 persen terhadap Swiss franc pada bulan Juli – kinerja terburuk bulanannya sejak Desember 2010.  


• Pelemahan data ekonomi AS menaikkan prospek kedepannya dari akomodasi moneter, mendorong permintaan pada emas dan obligasi pemerintah AS. Spot gold <XAU=> naik ke level tertingginya $1,632.30 per ons sebelum melemah kembali disekitar level $1,625. Obligasi bertenor sepuluh tahun  <US10YT=RR> menguat 1‐11/32 pada harganya, yang mendorong yields 2.79 persen, dan obligasi 30‐tahun naik 2‐10/32, dengan yields berkurang 4.12 persen.  


• Harga minyak mentah melemah Jumat lalu, yang mencatatkan penurunan mingguannya setelah data menunjukkan pelemahan pertumbuhan
ekonomi AS dan karena Kongres terus berdebat sebelum deadline 2 Agustus untuk menaikkan debt ceiling pemerintah dan menghindari default.
U.S. crude oil <CLc1> di settled turun $1.74 ke level $95.70 per barrel. U.S. crude berkurang 4.2 persen dalam mingguannya, menekan rangkaian kenaikan dalam empat minggunya. Dalam sebulan, front‐month crude berada pada kenaikan 28‐sen.   


• Sterling naik ke level tertingginya dalam tujuh minggu terhadap pelemahan dollar Jumat lalu karena mata uang AS dibawah tekanan jual yang meluas setelah pertumbuhan ekonomi AS yang suam‐suam kuku dan karena pembicaraan anggota dewan AS pada kesepakatan untuk menaikkan debt ceiling sebelum deadline 2 Agustus yang masih deadlocked.   


• Pound naik 0.5 persen ke level $1.6462 <GBP=D4>, level terkuatnya sejak 9 Juni,mencatatkan kenaikan pada euro terhadap dollar AS.    


• Prospek Irlandia pada recovery ekonomi masih tinggi bergantung pada kondisi eksternal meskipun kemajuan telah dibuat pada pemangkasan defisit bujet dan membuat ekonom lebih fleksibel, bank sentral negara tersebut mengatakannya.

Friday, July 29, 2011

Headline News 29.07.11



U.S. & GLOBAL 


• Bursa Wall Street ditutup melemah Rabu lalu karena diganggu oleh tanda‐tanda dari perusahaan‐perusahaan AS dan anjloknya permintaan pada manufactured goods tahan lama yang menakut‐nakuti investor yang telah khawatir mengenai terluntang‐lantungnya pembicaraan utang di Washington.    


• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup merosot 198.75 poin, atau 1.59 persen, ke level 12,302.55. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> melemah 27.05 poin, atau 2.03 persen, ke level 1,304.89. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> anjlok 75.17 poin, atau 2.65 persen, ke level 2,764.79.  


• Saham‐saham sektor finansial membawa indeks utama Inggris melemah Rabu lalu, berkenaan dengan perhatian sangat dibagi oleh anggota dewan AS yang kemungkinan gagal untuk menyetujui kesepakatan untuk menghindari default pada utang negara tersebut. UK benchmark index <.FTSE> ditutup melemah 73.15 poin, atau 1.2 persen ke level 5,856.58, kendatipun pada volume perdagangan yang tipis. Berlanjutnya kebuntuan oleh politisi AS telah mendorong fund managers untuk menghindari ekuitas.     


• Dollar AS rebound Rabu lalu karena investor istirahat sejenak dari aksi jual,meskipun ketidakpastian disekitar negosiasi utang AS yang seharusnya menjaga rally pada jangka pendek. Pada perdagangan sore harinya, dollar AS naik 0.1 persen versus Swiss franc, setelah pada awalnya tertekan ke level terendahnya 0.7996 <CHF=EBS> pada EBS trading platform. Tetapi dollar juga kemudian rebounded dan rally terhadap euro karena investor melakukan aksi ambil untung terhadap the greenback.


• Harga Tresuri AS merosot Rabu lalu dari tidak menariknya lelang obligasi bertenor lima tahun dan permasalahan peringkat utang AS yang akan diturunkan karena Washington sedang berjuang untuk menaikkan debt ceiling AS.    


• Emas melemah Rabu lalu setelah mencapai level tertingginya yang mendekati $1,630 per ons, karena meluasnya aksi jual pada aset‐aset beresiko yang mendorong bullion investors melakukan aksi ambil untung ditengah meningkatnya kekhawatiran mengenai default utang AS. Spot gold <XAU=> anjlok 0.4 persen ke level $1,613.05 pada pukul 2:53 p.m. EDT (1853 GMT), setelah rally dari level tertingginya $1,628 per ons.   


• Harga minyak mentah AS merosot lebih dari 2 persen Rabu lalu setelah kenaikan yang mengejutkan pada inventori domestik dan permasalahan mengenai kegelisahan debat mengenai batas utang yang kemungkinan menahan pertumbuhan ekonomi. Pada New York Mercantile Exchange, September crude <CLU1> berkurang $2.19, atau 2.2 persen, untuk di settle ke level $97.40 per barrel, yang diperdagangkan dari level $97.28 hingga $99.50.  


• Sterling merosot tipis Rabu lalu setelah mengecewakannya data factory Inggris, tetapi masih dalam level tertingginya enam minggu terhadap pelemahan dollar dan kelihatan mengimbangi untuk mempertahankan dukungan pada ketidakhadiran kesepakatan untuk menaikkan debt ceiling AS.   


• Pound turun 0.2 persen ke level $1.6386 <GBP=D4>, menghentikan kenaikan level $1.6440 yang terjadi overnight, setelah survei Confederation of British Industry pada total order book balance melemah menjadi ‐10 bulan ini dari +1 pada bulan Juni, jauh dibawah perkiraan ‐2.


• Factory orders Inggris melemah tajam dari perkiraannya bulan Juli dan menekan harga ke poin terendahnya dalam 1‐1/2 tahun, sementara itu ekspektasi industri melambat pada manufacturing untuk berlanjutnya pada bulan mendatang.    


• Menghadapi mandeknya ekonomi, kemungkinan bahwa Bank of England akan meluncurkan putaran kedua pada pembelian obligasi pemerintah, menurut polling Reuters terakhir.

Thursday, July 28, 2011

Headline News 28.07.11


U.S. & GLOBAL 

• Bursa Wall Street ditutup melemah Rabu lalu karena diganggu oleh tanda‐tanda dari perusahaan‐perusahaan AS dan anjloknya permintaan pada manufactured goods tahan lama yang menakut‐nakuti investor yang telah khawatir mengenai terluntang‐lantungnya pembicaraan utang di Washington.    

• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup merosot 198.75 poin, atau 1.59 persen, ke level 12,302.55. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> melemah 27.05 poin, atau 2.03 persen, ke level 1,304.89. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> anjlok 75.17 poin, atau 2.65 persen, ke level 2,764.79.  

• Saham‐saham sektor finansial membawa indeks utama Inggris melemah Rabu lalu, berkenaan dengan perhatian sangat dibagi oleh anggota dewan AS yang kemungkinan gagal untuk menyetujui kesepakatan untuk menghindari default pada utang negara tersebut. UK benchmark index <.FTSE> ditutup melemah 73.15 poin, atau 1.2 persen ke level 5,856.58, kendatipun pada volume perdagangan yang tipis. Berlanjutnya kebuntuan oleh politisi AS telah mendorong fund managers untuk menghindari ekuitas.     

• Dollar AS rebound Rabu lalu karena investor istirahat sejenak dari aksi jual,meskipun ketidakpastian disekitar negosiasi utang AS yang seharusnya menjaga rally pada jangka pendek. Pada perdagangan sore harinya, dollar AS naik 0.1 persen versus Swiss franc, setelah pada awalnya tertekan ke level terendahnya 0.7996 <CHF=EBS> pada EBS trading platform. Tetapi dollar juga kemudian rebounded dan rally terhadap euro karena investor melakukan aksi ambil untung terhadap the greenback.

• Harga Tresuri AS merosot Rabu lalu dari tidak menariknya lelang obligasi bertenor lima tahun dan permasalahan peringkat utang AS yang akan diturunkan karena Washington sedang berjuang untuk menaikkan debt ceiling AS.    

• Emas melemah Rabu lalu setelah mencapai level tertingginya yang mendekati $1,630 per ons, karena meluasnya aksi jual pada aset‐aset beresiko yang mendorong bullion investors melakukan aksi ambil untung ditengah meningkatnya kekhawatiran mengenai default utang AS. Spot gold <XAU=> anjlok 0.4 persen ke level $1,613.05 pada pukul 2:53 p.m. EDT (1853 GMT), setelah rally dari level tertingginya $1,628 per ons.   

• Harga minyak mentah AS merosot lebih dari 2 persen Rabu lalu setelah kenaikan yang mengejutkan pada inventori domestik dan permasalahan mengenai kegelisahan debat mengenai batas utang yang kemungkinan menahan pertumbuhan ekonomi. Pada New York Mercantile Exchange, September crude <CLU1> berkurang $2.19, atau 2.2 persen, untuk di settle ke level $97.40 per barrel, yang diperdagangkan dari level $97.28 hingga $99.50.  

• Sterling merosot tipis Rabu lalu setelah mengecewakannya data factory Inggris, tetapi masih dalam level tertingginya enam minggu terhadap pelemahan dollar dan kelihatan mengimbangi untuk mempertahankan dukungan pada ketidakhadiran kesepakatan untuk menaikkan debt ceiling AS.   

• Pound turun 0.2 persen ke level $1.6386 <GBP=D4>, menghentikan kenaikan level $1.6440 yang terjadi overnight, setelah survei Confederation of British Industry pada total order book balance melemah menjadi ‐10 bulan ini dari +1 pada bulan Juni, jauh dibawah perkiraan ‐2.

• Factory orders Inggris melemah tajam dari perkiraannya bulan Juli dan menekan harga ke poin terendahnya dalam 1‐1/2 tahun, sementara itu ekspektasi industri melambat pada manufacturing untuk berlanjutnya pada bulan mendatang.    

• Menghadapi mandeknya ekonomi, kemungkinan bahwa Bank of England akan meluncurkan putaran kedua pada pembelian obligasi pemerintah, menurut polling Reuters terakhir.

Tuesday, July 26, 2011

Headline News 26.07.11



U.S. & GLOBAL

• Bursa saham AS merosot Senin lalu karena anggota parlemen tetap pada kebuntuan atas kenaikan debt ceiling untuk menghindari default, tetapi investor meyakini janji yang akan tercapai sebelum minggu depan waktu deadline.    


• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> anjlok 88.36 poin, atau 0.70 persen, ke level 12,592.80. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> turun 7.56 poin, atau 0.56 persen, ke level 1,337.46. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> berkurang 16.03 poin, atau 0.56 persen, ke level 2,842.80.   


• MSCI's all‐country world equity index <.MIWO00000PUS> merosot 0.5 persen. Bursa saham Eropa juga anjlok, menghentikan rangkaian kenaikan empat harinya, dengan pan‐European FTSEurofirst 300 <.FTEU3> ditutup melemah 0.4 persen ke level 1,104.74.


• Indeks utama saham Inggris menurun kembali Senin lalu, ditekan oleh pelemahan saham‐saham finansial karena kekhawatiran dari kemungkinan default utang dari AS, dengan perhatian investor beralih pada saham‐saham pertambangan logam mulia dan dan sektor‐sektor yang defensif.
Pada penutupan, indeks FTSE 100 <.FTSE> melemah 9.76 poin, atau 0.2 persen ke level 5,925.26, menghentikan rangkaian kenaikan rally empat harinya yang lebih dari 3 persen, tetapi bertahan pada level 5,900.   


• Dollar AS anjlok ke level terendahnya yang pernah ada terhadap Swiss franc dan level terendahnya empat bulan versus yen Senin lalu karena kebuntuan anggota parlemen AS berkenaan dengan rencana utang yang menyebabkan investor untuk mencari alternatif safe‐haven currencies.
Secara keseluruhan Swiss franc mendapatkan permintaan terbesar dari safe havens, menekan dollar AS ke level terendahnya yang pernah ada 0.80210 francs pada trading platform EBS <CHF=EBS>. Dollar AS anjlok tiga dari empat hari terakhirnya terhadap mata uang Swiss. Terakhir diperdagangkan pada level 0.8058, merosot 1.5 persen dalam hariannya.   


• Investor melakukan aksi jual pada Tresuri AS Senin lalu setelah pembicaraan dua partai di Washington untuk memangkas defisit AS dan menaikkan batas legal borrowing dan partai Demokrat dan Republik diatur untuk bekerja pada rencana terpisah.    


• Emas naik mencapai level tertingginya diatas level $1,620 per ons Senin lalu, karena kebuntuan dalam pembicaraan di Washington yang mendorong investor untuk melakukan aksi beli logam mulia sebagai safe haven terhadap resiko yang mengancam peringkat utang AS atau default. Spot gold <XAU=> mencapai level tertingginya $1,622.49 per ons dan naik 0.8 persen ke level $1,611.75 per ons pada pukul 2:27 p.m. EDT (1827 GMT).  


• Harga minyak mentah merosot Senin lalu karena ketidakmampuan pada kongres AS untuk mencapai kesepakatan dari kenaikan batas utang pemerintah yang membuat kekhawatiran investor pada aset‐aset beresiko dan permasalahan mengenai ekonomi global. U.S. September crude <CLc1> anjlok 67 sen untuk di settle pada level $99.20 per barrel, recover dari level terendahnya pda awalnya $98.52.    

• Sterling merosot dari level puncaknya terhadap dollar AS Senin lalu, dengan investor khawatir tekanan pada pound menguat dari kasus selanjutnya pada data aktivitas Inggris melemah dari ekspektasi.   


• Sterling <GBP=D4> terakhir diperdagangkan pada level $1.6285, yang telah mencapai level 
puncaknya dalam lima minggu $1.6345 di sesi Asia dari meningkatnya kekhawatiran mengenai default utang AS.   


• Trader mengatakan sterling diatas $1.63 kelihatan rapuh untuk adanya koreksi penurunnya, khususnya jika gross domestic product (GDP) kuartal kedua Selasa ini mengecewakan.   


• Ekonomi Inggris diekspektasi untuk memiliki pertumbuhan 0.2 persen lebih berkenaan dengan kuartal sebelumnya, tetapi penurunan angka dapat mendorong ekspektasi stimulus moneter berikutnya dari Bank of England. 

Monday, July 25, 2011

Headline News 25.07.11




U.S. & GLOBAL 


• Investor melakukan aksi beli pada saham‐saham teknologi Jumat lalu karena menjanjikannya earning perusahaan‐perusahaan chipmaker dan optimisme bahwa solusi dari gambaran utang AS yang dipicu oleh pergerakan pada saham‐saham yang berorientasi pertumbuhan (ekonomi).  


• Indeks Dow bertahan oleh saham Caterpillar Inc <CAT.N>, dengan saham‐saham perusahaan pembuat heavy equipment membuat penurunan 5.8 persen dari kekecewaan pada hasil earning. Saham‐saham tersebut menekan sebesar 48.6‐poin pada indeks Dow, yang mana merosot 43 poin.
Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> anjlok 43.25 poin, atau 0.34 persen, ke level 12,681.16. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> bertambah 1.22 poin, atau 0.09 persen, ke level 1,345.02. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> naik 24.40 poin, atau 0.86 persen, ke level 2,858.83.  


• The MSCI world equity index <.MIWD00000PUS> melejit 0.34 persen dalam hariannya dan naik 2.67 persen dalam mingguannya. Indeks saham Eropa <.FTEU3> ditutup meningkat 0.52 persen, naik 2 persen dalam mingguannya, sementara itu emerging stocks <.MSCIEF> bertambah 0.92 persen, melejit 1.60 persen dalam mingguannya.  


• Dollar AS merosot ke level terendahnya dalam empat bulan ke level 78.22 yen pada EBS electronic trading platform <JPY=EBS>, level terendahnya sejak intervensi gabungan G7 pada pertengahan Maret untuk menahan penguatan yen, sebelum recover ke level 78.382 yen, naik 0.25 persen dalam hariannya.  


• Obligasi AS bertenor 10 tahun <US10YT=RR> naik 14/32 dalam harganya dengan yield sebesar 2.96 persen, turun 5 basis poin dari Kamis sebelumnya. Meskipun perdagangan yang choppy berkenaan dengan kekhawatiran mengenai kemungkinan default pada utang AS, yield obligasi bertenor 10‐tahun anjlok dalam perdagangan rentang yang sempit dan bertahan pada level yang menandai confidence pada kelayakan kredit/utang AS.


• Harga emas naik sekitar 1 persen Jumat lalu, yang telah mendekati level puncaknya yang pernah ada karena reservasi mengenai rencana bailout untuk Yunani dan permasalahan mengenai kurangnya kesepakatan pada debt ceiling AS yang mendorong pada aski beli safe‐haven. Spot gold <XAU=> mencapai level $1,607.01 per ons, level tertingginya sejak mencapai level tertingginya $1,609.51 Selasa lalu, dan bertahan disekitar level $1,602.76 per ons pada pukul 3:46 p.m. EDT (1946 GMT) dari level $1,587.90 akhir Kamis sebelumnya.  


• Brent crude oil naik 1 persen ke level puncaknya $118 pada perdagangan yang tipis Jumat lalu, didorong oleh kesepakatan bail out Eropa untuk Yunani dan oleh spread buying yang mana memperlebar gap antara crude London dan AS. U.S. crude <CLc1> naik ke dalam rangkaian empat harinya berturut‐turut, untuk di settling naik 74 sen atau ke level $99.87 per barrel, level penutupan tertingginya dalam enam minggu.


• Sterling mengambil napas dulu Jumat lalu, merosot dari level tertingginya lima minggu terhadap dollar AS, tetapi mencatatkan kinerja terbaik mingguannya sejak akhir bulan Mei karena investor bersorak pada kesepakatan zona euro pada Yunani.  


• Telah berjalan bertahan pada aksi ambil untung dari level tertingginya dan terakhir diperdagangkan flat terhadap dollar AS pada level $1.6312 <GBP=D4>, menghentikan level tertingginya lima minggu $1.6344 yang tercapai Kamis lalu. Telah naik mendekati 1 persen minggu ini.   


• Trader mencatatkan level pembelian baru‐baru ini $1.6260 dengan intra‐day stops dibawah level $1.6250.


• Negara‐negara zona euro telah menyetujui untuk tetap menandai Irlandia hingga 2013 jika ini tidak dapat menekan pasar obligasi, Menteri Keuangan Michael Noonan mengatakan Jumat lalu, menandai untuk pertama kalinya kekhawatiran mengenai kemampuan Irlandia untuk mendapatkan kembali economic sovereignty. 

Friday, July 22, 2011

Headline News 22.07.11



U.S. & GLOBAL

• Bursa saham AS meningkat Kamis lalu karena tanda‐tanda kemajuan pada pembicaraan utang AS dan aksi nyata dari Eropa pada krisis utangnya yang membesarkan hati para investor.  


• Penguatan hasil dari earning Morgan Stanley <MS.N>, menaikkan sahamnya 11 persen, memperluas gambaran rally pada saham‐saham perbankan setelah aksi ambil untung Goldman Sachs' yang membingungkan pasar pada awalnya dalam mingguannya. Tetapi berita heboh kemungkinan kesepakatan utang AS untuk menyelamatkan AS dari default yang belum pernah terjadi sebelumnya.    


• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> meningkat 152.50 poin, atau 1.21 persen, ke level 12,724.41. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX>
melonjak 17.96 poin, atau 1.35 persen, ke level 1,343.80. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> naik 20.20 poin, atau 0.72 persen, ke level 2,834.43.    


• Saham‐saham finansial mendorong kenaikan pada indeks utama Inggris Kamis lalu, karena harapan solusi dapat dicapai pada krisis utang Eropa yang mendorong sentimen investor. UK's benchmark index <.FTSE> ditutup melejit 46.07 poin atau 0.8 persen ke level 5,899.89, yang telah bertahan pada perdagangan yang choppy, diperdagangkan pada kisaran 137 poin karena kekhawatiran investor menunggu pengumuman dari pembicaraan utama pada EU summit di Brussels.   


• Euro mengalami akselerasi naik terhadap dollar AS Kamis lalu, mencapai level tertingginya dalam dua 
minggu setelah Presiden Perancis Nicolas Sarkozy mengatakan para pemimpin Eropa telah menyetujui awal pembuatan dari European Monetary Fund. Euro naik hingga ke level tertingginya $1.44177 pada trading platform EBS <EUR=EBS>, level tertingginya sejak 6 Juli, dan terakhir diperdagangkan pada level $1.43881, naik 1.2 persen.    


• Harga Tresuri AS merosot Kamis lalu dari optimisme bahwa rencana draft dari pemimpin zona euro untuk mengatasi permasalahan yang dililit utang negara akan mereda dari default yang kemungkinan dapat terjadi.   


• Emas melemah Kamis lalu, memperluas penurunannya dari level tertingginya baru–baru ini karena proposal yang memberikan dana penyelamatan Eropa yang memberikan kekuatan baru untuk menekan penyebaran krisis utang yang mendorong investor pada aset‐aset (mata uang) beresiko dengan mengorbankan safe havens. Spot gold <XAU=> turun 0.8 persen ke level $1,585.80 per ons pada pukul 1:20 p.m. EDT (1720 GMT). Harga emas dibawah $20 dari level tertingginya $1,609.51 yang tercapai Selasa lalu.    


• Harga minyak mentah naik dalam rangkaian tiga harinya berturut‐turut Kamis lalu, didorong oleh data‐data ekonomi AS, tanda‐tanda kesepakatan bail out untuk Yunani dan konfirmasi International Energy Agency yang tidak akan merilis lagi emergency stocks untuk saat ini. U.S. crude <CLc1> naik $1.44 ke level $99.84 per barrel. 


• Sterling melejit ke level tertingginya dalam lima minggu terhadap dollar AS Kamis lalu, mencatatkan rally pada zona euro karena investor bersorak pada rancangan kesimpulan dari euro zone summit yang mana menaikkan keyakinan wilayah tersebut dapat menyelesaikan permasalahan utangnya.   


• Pound terdorong oleh mata uang AS tetapi tertekan terhadap euro, yang mana recovered dari penurunan pada awalnya setelah draft yang dilihat Reuters menunjukkan dana bailout zona euro akan menawarkan pinjaman untuk menekan negara pada tingkat suku bunga rendah dan obligasi jangka panjang.  


• Pada perdagangan terakhir London, sterling <GBP=D4> naik mendekati 1 persen dalam hariannya ke level $1.6308, penguatan tertingginya sejak pertengahan Juni. Telah berada untuk melewati technical resistance utamanya level $1.6206 dan $1.6242  ‐‐  the 55‐  and 100‐day moving averages, secara berturut‐turut – yang mana membuka kearah lebih banyaknya kenaikan pada jangka pendek.   


• Tetapi pound melemah terhadap euro <EURGBP=D4>, yang naik 0.3 persen ke level 88.37 pence, 
recover dari hari/sesi yang melewati level 87.63 pence.   


• Pelaku kebijakan Bank of England Adam Posen mengatakan Kamis dia mengharapkan bank sentral akan memutuskan untuk memperluas program quantitative easing untuk mendorong pertumbuhan (ekonomi) karena melonggarkan pemangkasan pembelanjaan publik. 

Thursday, July 21, 2011

Headline News 21.07.11



U.S. & GLOBAL 


• Bursa saham AS ditutup mendekati unchanged Rabu lalu, sehari setelah rally terbaik dari bursa Wall Street sejak bulan Maret, karena mendekatnya debt ceiling deadline yang membayangi penguatan earning dari Apple Inc.   


• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> melemah 15.51 poin, atau 0.12 persen, ke level 12,571.91. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> merosot 0.87 poin, atau 0.07 persen, ke level 1,325.86. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> turun 12.29 poin, atau 0.43 persen, ke level 2,814.23.       


• Di AS isyarat kemajuan di Washington berkenaan dengan pemangkasan utang federal dan kenaikan $14.3 triliun batas statutory borrowing menghilangkan beberapa kekhawatiran berkenaan dengan kemungkinan default dan penurunan dari posisi puncak peringkat kredit.


• Saham‐saham perbankan memimpin penguatan bursa saham Inggris Rabu lalu dari penguatan earning perusahaan dan optimisme berkenaan dengan kesepakatan di Washington utuk menaikkan debt ceiling AS dan menghindari default. UK benchmark index <.FTSE> ditutup naik 63.83 poin, atau 1.1 persen, ke level 5,853.82, meningkat dari kenaikan sebelumnya sebesar 0.7 persen.   


• Euro naik terhadap dollar AS Rabu lalu dari harapan para pemimpin zona euro dapat mencapai kesepakatan untuk meringkankan beban utang Yunani, meskipun permasalahan mengenai penyebarannya ke negara Eropa lainnya tetap membuat rentannya mata uang tunggal tersebut. Euro <EUR=EBS> naik 0.5 persen ke level $1.4221. Resistance awal kelihatan disekitar level $1.4282, level tertinggi euro 14 Juli, menurut analis teknikal Commerzbank Karen Jones.  


• Harga Tresuri AS merosot Rabu lalu karena turunnya aksi beli obligasi pemerintah tersebut dari gambaran bahwa para pemimpin zona euro membuat kemajuan pada rencana untuk meringankan beban utang Yunani.    


• Emas kembali bangkit Rabu lalu setelah penurunan hari sebelumnya dari level tertingginya, karena investor memfokuskan pada ketidakpastian ekonomi meskipun kemajuan pembicaraan dari menaikkan batas utang AS dan didepannya euro zone summit yang bertujuan untuk menyelesaikan krisis regional utangnya. Spot gold <XAU=> naik 0.5 persen ke level $1,596.09 per ons pada pukul 2:49 P.m. EDT (1849 GMT).    


• Keduanya pasar AS  dan London‐based crude oil naik dari harapan bahwa Eropa dan AS akan menyelesaikan permasalahan utang mereka. August crude oil contract <CLQ1> pada New York Mercantile Exchange expired dan di settled pada level $98.14 per barrel, yang naik 64 sen.   


• Sterling bertahan Rabu lalu setelah Bank of England policy minutes sedikit membaik daripada ekspektasi, memaksa beberapa aksi jual spekulatif untuk dipangkas, tetapi pound diawani ketidakpastian berkenaan dengan ekonomi Inggris dan zona euro.    


• Anggota Monetary Policy Committee memilih 7‐2 untuk tetap mempertahankan tingkat suku bunga pada level 0.5 persen, seperti yang terjadi Juni lalu. Ketua ekonom BoE Spencer Dale dan anggota eksternal Martin Weale memilih lagi untuk kenaikan tingkat suku bunga.   


• Minutes mencatatkan bahwa Adam Posen membahas pelunya pembelian aset lanjutan, tetapi tidak ada anggota yang bergabung dengannya, kontras dengan bulan lalu.  


• Sterling sedikit naik disekitar level $1.6090 hingga $1.6110 dari gejolak the minutes, dan terakhir diperdagangkan turun 0.1 persen dalam hariannya ke level $1.6123 <GBP=>.


• Hari ini sore harinya data yang penting dicermati dalah penjualan ritel dan PSNB juga PSNCR

Wednesday, July 20, 2011

Headline News 20.07.11


U.S. & GLOBAL 


• Bursa saham AS mengalami rally Selasa lalu karena kemajuan pada kesepakatan pengurangan anggaran/bujet AS dan menguatnya earning (perusahaan) yang memberikan investor alasan untuk optimistik pada ekonomi, sementara itu euro dan bursa saham Eropa naik dari kedepannya EU summit/KTT Uni Eroap akhir pekan ini.  


• Pada bursa saham Eropa, saham‐saham perbankan memantul kembali dari level terendahnya dalam dua tahun dengan kedepannya euro‐zone summit Kamis ini di Brussels dengan harapan para pemimpin akan menyetujui second bailout pada Yunani senilai 110 milyar euro untuk membantu menangani krisis sovereign debt. Indeks FTSEurofirst 300 <.FTEU3> meningkat 0.8 persen untuk ditutup 1,076.88. Bursa saham dunia yang diukur oleh MSCI <.MIWD00000PUS> naik 1.3 persen, mengimbangi penurunan Senin sebelumnya.  


• Sebelum komentar Obama pada pembicaraan bujet terakhir, bursa saham AS memfokuskan pada penguatan earning, termasuk hasil dari International Business Machines <IBM.N> dan Coca‐Cola <KO.N>, dan data menunjukkan housing starts bulan Juni yang mencapai level tertinggi enam bulannya. Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 202.26 poin, atau 1.63 persen, ke level 12,587.42. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> melejit 21.29 poin, atau 1.63 persen, ke level 1,326.73. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> menguat 61.41 poin, atau 2.22 persen, ke level 2,826.52.  


• Euro naik terhadap dollar AS Selasa lalu dari harapan pelaku kebijakan kemungkinan mencapai kesepakatan untuk menyelesaikan krisis utang Yunani pada summit berikutnya minggu ini, meskipun kurangnya solusi jangka panjang yang dapat membuat rentannya mata uang tunggal tersebut. Euro <EUR=EBS> meningkat ke level tertingginya $1.42172 pada trading platform EBS, sebelum merosot ke level $1.4133, naik 0.2 persen dalam hariannya. Analis mengekspektasi euro untuk berada dalam rentang level $1.40 dan $1.43 sebelum meeting Kamis ini. Euro juga rally ke level 1.1673 versus the safe‐haven Swiss franc <EURCHF=EBS>, dan terakhir naik 0.9 persen ke level 1.1640 francs.    


• Harga Tresuri AS jangka panjang mengalami rally Selasa lalu setelah Presiden Barack Obama melaporkan kemajuan pada pembicaraan untuk menaikkan debt ceiling AS.    


• Harga emas melemah dari level tertingginya diatas $1,600 per ons Selasa lalu dan mencatatkan rally 11 hari yang belum pernah terjadi sebelumnya karena membaiknya risk sentiment yang menekan permintaan safe‐haven dari logam mulia. Spot gold <XAU=> mencapai level puncaknya $1,609.51 per ons, sebelum merosot ke level $1,601.11 pada pukul 1626 GMT. Telah naik 13 persen tahun ini ditengah permasalahan mengenai krisis utang zona euro dan adanya potensi kedepannya pada quantitative easing AS.    


• Harga minyak mentah ditutup menguat Selasa lalu karena menguatnya data perumahan AS, merosotnya dollar AS dan outlook yang positif dari meeting untuk menangani krisis utang zona euro yang mendorong ekspektasi permintaan pada konsumen minyak terbesar didunia tersebut. U.S. crude untuk pengiriman bulan Agustus <CLc1> ditutup menguat $1.57 ke level $97.50 per barrel, sehari sebelum kontrak berakhir.

• Sterling naik terhadap dollar AS Selasa, dibantu oleh recovery pada ekuitas dan dengan trader mencatatkan sovereign demand untuk mata uang, tetapi keterbukaaan Inggris pada krisis utang zona euro terlihat menghambat kenaikan pound.   


• Trader mengatakan sentimen dibantu oleh rebound pada saham perbankan Inggris setelah penurunan tajam sehari sebelumnya.


• Pound naik 0.5 persen terhadap dollar AS <GBP=D4> ke level $1.6140 pada perdagangan sore harinya, diatas level terendah Senin lalu $1.6005, dengan technical support terlihat dari 200‐day moving average disekitar level $1.6054.   


• Terguncangnya ekonomi dan kerusakan yang lama dari krisis finansial dunia kemungkinan mengancam tujuan pemerintah Inggris untuk mengurangi defisit bujet meskipun dalamnya pemangkasan pembelanjaan yang mana sejauh ini meyakinkan investor.   


• Hari ini BoE minutes pada sore harinya untuk dicermati.

Tuesday, July 19, 2011

Headline News 19.07.11

U.S. & GLOBAL 


• Bursa saham dunia dan euro anjlok Senin lalu, sementara itu harga emas melejit ke level tertingginya dari kekhawatiran bahwa tidak segeranya solusi dari permasalahan utang Eropa dan AS yang dapat memungkinkan mereka mengarah pada krisis global.


• Bursa saham AS merosot Senin lalu karena saham‐saham perbankan mendapat tekanan dari frustrasinya investor berkenan dengan ketidakmampuan pemerintah untuk menyelesaikan krisis utang di AS dan Eropa.  


• Dengan lima hari sebelum deadline Presiden Barack Obama pada debt ceiling deal dan tidak ada kesepakatan terlihat, partai Republik dan Demokrat mengarah pada rencana fallback untuk menghindari default AS.


• Bank of America Corp <BAC.N> tertekan ke level terendah barunya dalam 52‐minggu dan ditutup melemah 2.8 persen sementara itu Citigroup Inc <C.N> anjlok 1.7 persen. Saham‐saham finansial ikut menekan sektor S&P Senin lalu, turun 1.4 persen. Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> melemah 94.57 poin, atau 0.76 persen, ke level 12,385.16. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> berkurang 10.70 poin, atau 0.81 persen, ke level 1,305.44. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> anjlok 24.69 poin, atau 0.89 persen, ke level 2,765.11.


• Euro memangkas pelemahannya terhadap dollar AS Senin lalu, yang membuat level tertingginya di New York, karena stop dipicu oleh volume yang tipis dan saham juga komoditas menghentikan level terendahnya, kata trader. Euro diperdagangkan ke level tertingginya $1.41200 <EUR=EBS> pada trading platform EBS dan terakhir berada pada level $1.41190, turun 0.2 persen dalam hariannya.   


• Harga kebanyakan pada Treasuri AS bertahan stabil Senin lalu tetapi investor melakukan aki jual obligasi bertenor 30‐tahun ditengah permasalahan defisit AS dan ketidakmampuan pemerintah untuk menaikkan debt ceiling.   


• Emas mencatatkan level tertinggi diatas $1,600 Senin lalu, meregangkan rally ke sebelas harinya yang belum penah terjadi dari kekhawatiran bahwa pemerintah AS dapat gagal untuk menaikkan debt ceiling untuk menghindari default. Spot gold <XAU=> naik ke level tertingginya $1,607.01 per ons dan naik 0.7 persen ke level $1,603.89 per ons pada pukul 2:20 p.m. EDT (1820 GMT). Saat ini telah mencapai level tertingginya dalam tiga dari empat hari terakhirnya. Telah sempat membuat rally 10 harinya pada tahun 1970.   


• Harga minyak mentah merosot Senin lalu berkenaan bertumbuhnya ketakutan pada sovereign debt default disamping Atlantic dan kemungkinan rilis emergency stock berikutnya dari International Energy Agency. U.S. crude <CLc1> dengan tercatatnya pelemahan pada Wall Street, anjlok $1.31 untuk di settle ke level $95.93 per barrel, menghentikan level terendahnya $94.69. 


• Sterling mencapai level tertingginya dalam satu setengah bulan terhadap euro Senin lalu, didorong oleh tertekannya mata uang tunggal karena pengambil kebijakan zona euro berjuang untuk menemukan solusi untuk menghentikan memburuknya krisis sovereign debt.   


• Pound merosot terhadap dollar AS karena bertahannya sentimen rapuh dari gambaran bahwa kerapuhan ekonomi akan menjaga tingkat suku bunga rendah dalam jangka waktu yang lama.   


• Euro <EURGBP=D4> merosot ke level terendahnya 87.05 pence, level terendahnya sejak akhir Mei. Pergerakannya telah anjlok lebih dari 3 persen bulan ini, merosot dari level tertingginya 90 pence yang dimulai bulan Juli.    


• Sterling <GBP=D4> melemah kembali ke level $1.60 mark, yang diperdagangkan turun 0.75 persen ke level $1.6010, dengan trader mencatatkan aksi beli diatas $1.60 karena membantu untuk limit losses/batasi kerugian.  

Monday, July 18, 2011

Headline News 18.07.11



U.S. & GLOBAL

• Permasalahan mengenai kemampuan pemerintah AS untuk menghindari default (pada utangnya) mendorong emas mencapai rangkaian 10 hari kenaikannya Jumat lalu, sementara itu bursa saham AS naik setelah menguatnya earning perusahaan termasuk Google <GOOG.O>.


• Pada bursa Wall Street, indeks Dow Jones industrial average <.DJI> naik 42.61 poin, atau 0.34 persen, untuk ditutup pada level 12,479.73. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> meningkat 7.27 poin, atau 0.56 persen, ke level 1,316.14. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> menguat 27.13 poin, atau 0.98 persen, ke level 2,789.80.  


• Earning Google mendorong kebanyakan perkiraan bullish akhir Kamis sebelumnya, yang mendorong sahamnya naik 13 persen $597.62, membuat top gainer pada indeks Nasdaq 100.  


• Indeks FTSEurofirst 300 <.FTEU3> memimpin bursa saham Eropa ditutup merosot 0.2 persen, sementara itu indeks MSCI All‐Country World <.MIWD00000PUS> melejit 0.2 persen.


• Euro berbalik flat terhadap dollar AS karena hasil dari stress tests bank‐bank Eropa hanya sedikit melegakan kecemasan berkenaan dengan krisis utang zona euro. Pada perdagangan sore harinya dalam perdagangan New York, euro <EUR=> mendekati unchanged ke level $1.4148, diatas
level terendahnya dalam empat bulan $1.38376 <EUR=EBS> yang tercapai minggu ini.  


• Harga Treasuri AS naik tipis karena permasalahan sovereign debt disamping sisi lainnya dari Atlantic yang mendorong permintaan safe‐haven.  


• Ditambah permasalahan dari AS yang diancam S&P Jumat lalu untuk menurunkan peringkat mortgage finance agencies Fannie Mae <FNMA.OB> dan Freddie Mac <FMCC.OB> dan beberapa perusahaan finansial jika memindahkan rating AS dari AAA.


• Emas berjuang keras untuk berada dalam rangkaian kenaikan sepuluh harinya Jumat lalu, menyamai rangkaian kenaikan dalam empat dekade lalu, karena beberapa mulai untuk mencari hedge/lindung nilai terhadap pertumbuhan ancaman dari default pada (pemerintah) AS. Spot gold <XAU=> naik 0.3 persen ke level $1,591.50 per ons pada pukul 3:10 p.m. EDT (1910 GMT). Telah gagal untuk mencapai level puncak barunya setelah rally ke level tertingginya sepanjang masa pada dua hari sebelumnya, tetapi bertahan mendekati level $1,594.16 yang tercapai Kamis sebelumnya.  


• Harga minyak mentah naik Jumat lalu dari melemahnya pasokan dari Canadian export pipeline dan kenaikan bursa Wall Street kedepannya dari hasil yang menguntungkan dari stress test pada perbankan Eropa, yang mana mengimbangi pelemahan data ekonomi AS. U.S. crude untuk pengiriman bulan Agustus <CLc1> di settled ke level $97.24 per barrel, naik $1.55 dan menguat dalam rangkaian tiga minggunya. The Septembervcontract ditutup ke level $97.60, meningkat $1.49, atau 1.55 persen.  


• Sterling mencapai level tertingginya terhadap euro Jumat lalu karena kekhawatiran hasil stress test Eropa yang menekan mata uang tunggal, tetapi kenaikan pound terbatas oleh kurang lengkapnya outlook pertumbuhan (ekonomi) Inggris.   


• Pengecekan tingkat kesehatan perbankan Eropa diekspektasi untuk menunjukkan bahwa sebanyak 15 lenders membutuhkan modal yang lebih untuk menahan lamanya resesi, dengan pertumbuhan kritis bahwa tes tidak menunjukkan pengaruh pada default Yunani.   


• "Stress test" bank Eropa, untuk dipublikasikan pada pukul 1600 GMT, yang akan membuat 90 lender yang menunjukkan untuk pertama kalinya perkiraan profit mereka, suatu penurunan sovereign bond holdings mereka dan biaya pendanaan, dan akan memaksa melemah untuk rekapitalisasi