title cover

title cover

Friday, May 18, 2012

Headline News 18.05.12


US & GLOBAL
• Bursa saham AS tertekan ke level terendah dalam empat bulannya Kamis lalu, kerena naiknya yield obligasi Spanyol yang menambah  kekhawatiran investor berkenaan dengan perbankan negara tersebut dan putaran lainnya dari pelemahan data menekan harapan pada  recovery perekonomian AS.   

• Ditambah  tekanan  pada  bursa  Wall  Street  dengan  laporan  pemerintah  AS  yang  menunjukkan  manufaktur  pada  negara‐negara  mid‐ Atlantic tidak seperti ekspektasi yang mengalami kontraksi pada bulan Mei.  

• Berdasarkan  data  terakhir  indeks  Dow  Jones  industrial  average  <.DJI>  turun  157.65  poin,  atau  1.25  persen,  untuk  ditutup  ke  level  12,440.90.  Indeks  Standard  &  Poor's  500  <.SPX>  melemah  19.92  poin,  atau1.50  persen,  ke  level  1,304.88.  Indeks  Nasdaq  Composite  <.IXIC> berkurang 60.35 poin, atau 2.10 persen, kelevel 2,813.69.   

• Bursa saham global yang dinilai dengan indeks MSCI's world equity <.MIWD00000PUS>, anjlok 1 persen dan mencatatkan penurunan hari  kelimanya, bersamaan dengan bursa AS.   

• Yen  mencatatkan  kenaikan  tajam  terhadap  euro  dan  dollar  Kamis  lalu,  didorong  oleh  aksi  beli  berkenaan  dengan  permasalahan  perbankan di Spanyol dan Yunani, berpeluang menyebar jika Yunani meninggalkan euro dan kekecewaan data ekonomi AS. Euro anjlok  ke level 100.54 yen <EURJPY=>, terendah sejak 7 Februari. Terakhir berada pada level 100.94, turun lebih dari 1.0 persen.     

• Dollar  juga  melorot  tajam  terhadap  yen,  anjlok  ke  level  79.12  yen  <JPY=>,  terendah  sejak  17  Februari.  Pada  awal  perdagangan  sore  harinya, the greenback melemah 1.2 persen ke level 79.33 yen.   

• Harga  obligasi  pemerintah  AS/Treasury  debt  naik  Kamis  lalu  karena  kekecewaan  data  aktivitas  bisnis  regional  AS  dan  kekhawatiran  mengenai gejolak politik Yunani dan tingkat kesehatan perbankan Spanyol yang memicu aksi beli safe‐haven.   

• Spot emas mengalami rally lebih dari 2 persen Kamis lalu yang merupakan kenaikan terbesar satu harinya sejak akhir Januari, karena aksi  tanda‐tanda technical buy dan tanda terkini kesuraman perekonomian AS yang lebih menekan keputusasaan pada zona euro. Spot emas  <XAU=> melonjak lebih dari 2.6 persen pada intraday high ke level $1,579.70 dengan cepat dalam perdagangan pagi harinya dan naik  2.36 persen ke level $1,575.5 per oz pada pukul 2:22 p.m. EDT (1822 GMT).   

• U.S.  crude  futures  melemah  dalam  rangkaian  lima  harinya  Kamis  lalu  pada  perdagangan  yang  choppy  karena  pelemahan  data  perkonomian AS dan berlanjutnya kekhawatiran mengenai zona euro dan krisis utang Yunani yang menekan harga oil pada kedua sisi  dari  negara‐negara  di  Atlantic.  U.S.  June  crude  <CLc1>  melorot  25  sen,  atau  0.27  persen,  untuk  di  settle  ke  level  $92.56  per  barrel,  terendah sejak settlement 2 Nov. 2 ketika crude ditutup ke level $92.51. Kisaran perdagangan Kamis lalu di level $92.09‐$93.88.   



GOLD & COMMODITIES
• Emas rally lebih dari 2.6% pada hari Kamis, ini merupakan kenaikan 1 hari terbesarnya sejak akhir Januari, dipicu aksi beli secara teknikal  dan indikasi melambatnya pertumbuhan ekonomi AS yang pengaruhnya mengalahkan kondisi buruk di Eropa. 

• Setelah mengalami kondisi bearish pada hari Rabu, pasca terkoreksi lebih dari 20% dari level rekor tertinggi September, emas kemudian  menguat  setelah  data  Philadelphia  Federal  Reserve  menunjukkan  kontraksi  pada  aktifitas  pabrikan  di  wilayah  Mid‐Atlantic  AS,  yang  menambah  harapan  bahwa  The  Fed  akan  menggelontorkan  sejumlah  besar  uang  ke  dalam  sistem  guna  merangsang  pertumbuhan  ekonomi. 

• Technical buying juga turut menopang rally emas setelah tersungkur mendekati level terendah Desember. 

• Namun  dengan  kondisi  bursa  saham  AS  yang  melemah  dan  masalah  Yunani  yang  kemungkinan  keluar  dari  keanggotaan  zona  euro,  nampaknya  masih  akan  memberikan  gambaran  suram  bagi  prospek  emas  kedepannya.  Rally  yang  terjadi  saat  ini  nampaknya  hanya  bersifat sementara. 

• Emas  spot  naik  2.25%  di  $1,573.40  per  ons,  sedikit  di  bawah  level  intraday  high  di  $1,579.70,  dan  naik  lebih  dari  $50  sejak  terjatuh  kedalam level terendah Desember di sekitar $1,527 pada hari Rabu. 

• Sejak tahun lalu, banyak investor menjauhi emas karena mereka menggunakan emas untuk menutup kerugian di pasar lainnya setelah  krisis  Eropa  meningkatkan  prospek  untuk  terjadinya  resesi  global.  Namun  di  Cina,  permintaan  emas  mencapai  rekor  tertinggi  pada  kuartal  pertama  karena  kekhawatiran  investor  terhadap  inflasi  dan  pengekangan  pasar  properti,  demikian  laporan  dari  World  Gold  Council. 

• Investor akan mengawasi krisis utang zona euro, yang telah merugikan mata uang tunggal Eropa. Kepala Dana Moneter Internasional  Christine Lagarde memperingatkan "sangat mahal" konsekuensi yang ditanggung jika Yunani dibiarkan meninggalkan zona euro, sebuah  kemungkinan yang sangat kecil bahwa para pemimpin Eropa mulai membahas secara terbuka. 

• Investor juga terfokus pada perkembangan di Spanyol, dimana biaya pinjaman atau yield obligasi naik pada lelang obligasi setelah data  ekonomi mengkonfirmasi bahwa negara tersebut kembali dalam resesi.




OIL & COMMODITIES
• Harga minyak Brent turun lebih dari 2% pada hari Kamis, menyentuh harga terendahnya sejak Desember, karena investor menjauhi aset  beresiko akibat meningkatnya kekhawatiran bahwa krisis di Yunani akan menular ke negara anggota zona euro lainnya. Sedangkan harga  minyak entah AS turun lebih tipis dibandingkan Brent. 

• Fokus pasar masih tertuju pada perkembangan di Yunani dan krisis di zona euro yang telah menekan harga minyak belakangan ini. Harga  minyak  berjangka  AS  turun  demikian  juga  dengan  ekuitas  AS  setelah  serangkaian  data  ekonomi  AS  dirilis  buruk  dan  menambah  kekhawatiran terhadap memburuknya kondisi di Eropa. 

• Para pemimpin politik Yunani gagal mencapai kesepakatan untuk membentuk pemerintahan koalisi pasca pelaksanaan pemilu bulan ini  yang tidak menghasilkan pemenang mayoritas. Adapun pemilu kedua di Yunani dijadwalkan akan dilaksanakan pada 17 Juni mendatang,  namun rumor mengenai kemungkinan Yunani keluar dari keanggotaan zona euro tengah menjadi perbincangan hangat di pasar. 

• Di pasar London, ICE Brent crude futures untuk pengiriman Juli sebagai kontrak minyak yang baru, turun $2.19 ke lvel $107.56 per barel,  setelah tersungkur ke level intraday low di $107.26, level terendahnya sejak 30 Desember.  Sedangkan US crude turun 38  sen di  $92.43  setelah mencatat day low di  $92.09. Pada hari Selasa sebelumnya, harga mencatat level  $91.81, level terendahnya sejak 3 November. 

• Keuntungan yang diperoleh minyak mentah AS di pertengahan sesi terpangkas setelah data Philadelphia Federal Reserve menunjukkan  kontraksi pada aktifitas pabrikan di wilayah Mid‐Atlantic AS, yang menambah harapan bahwa The Fed akan menggelontorkan sejumlah  besar uang ke dalam sistem guna merangsang pertumbuhan ekonomi. 

• Faktor lainnya yang turut menekan harga minyak adalah pembicaraan seputar dikeluarkannya cadangan minyak strategis. Laporan dari  kantor  berita Kyodo  menyebutkan  bahwa Presiden  AS  Barack Obama  diperkirakan  akan  mencari  dukungan  pada  hari  Sabtu dari  para  pemimpin Grup Delapan lainnya untuk melepaskan cadangan minyak strategis di musim panas ini menyusul embargo Uni Eropa pada  minyak mentah Iran mulai berlaku. 

• International Energy Agency, penasehat untuk 28 negara industri maju, masih siap untuk merilis stok minyak strategis jika diperlukan,  menyusul  harga  minyak  terus  mengancam  kondisi  ekonomi  yang  memang  masih  rapuh,  meskipun  harga  minyak  belakangan  ini  mengalami penurunan. 

• Sebelumnya, minyak sempat menguat ke level intraday high setelah pasar bereaksi terhadap sambutan dari Duta Besar AS untuk Israel  bahwa rencana serangan militer AS terhadap Iran masih berlaku dan pilihan tersebut "sepenuhnya masih tersedia".  
EURO ZONE
• Euro sempat anjlok ke level terendah sejak 4‐bulan terakhir menyusul berlanjutnya kekhaatiran pelaku pasar akan kondisi Uni‐Eropa terutama berkaitan  dengan kondisi perbankan kawasan tersebut dan prospek keluarnya Yunani dari kenanggotaan Uni‐Eropa. Meningkatnya kekhawatiran tersebut kemudian  mendorong investor mengalihkan investasinya pada dolar AS, yang menguat ke level tertinggi sejak 4‐bulan terakhir terhadap mata uang utama dunia  lainnya. 

• Adanya rumor akan kemungkinan pemangkasan peringkat kredit perbankan Spanyol juga menekan bursa saham Eropa. Saham bank asal Spanyol – Bankia  anjlok 20 persen menyusul laporan dari harian El Mundo bahwa para nasabah bank tersebut telah menarik dana hingga lebih dari 1 miliar euro dalam  seminggu terakhir.  

• Data fundamental ekonomi Spanyol juga semakin memberatkan sentimen pelaku pasar, dimana GDP Spanyol untuk triwulan 1‐2012 mengalami kontraksi  0,3 persen, menandaskan kondisi resesi yang dialami negara tersebut setelah terkontraksi dengan besaran yang sama pada triwulan 4‐2011 silam. 

• Hingga  akhir  sesi  New  York,  euro  tercatat  melemah  0,17  persen  terhadap  dolar  AS  ke  1.2693,  euro  juga  kembali  anjlok  1,36  persen  terhadap  yen  ke  100.70, namun euro menguat 0,60 persen terhadap sterling ke 0.8035 dan melemah tipis 0,02 persen Swiss franc di 1.2007. 




U.K.
• Bank of England seharusnya hanya melakukan quantitative easing pembelian aset berikutnya jika perekonomian kelihatan untuk anjlok menuju  resesi yang mendalam, yang mana tidak terlihat terjadi, pengambil kebijakan BoE Paul Fisher mengatakan dalam wawancara yang di publikasikan  Kamis lalu.   

• "The key reason for restarting QE last October was the possibility that the UK could topple over into a deep recession again. We seem to have  hopefully headed that risk off at the pass," Fisher mengatakan pada Dow Jones Newswires.   

• BoE  membeli  125  milyar  pound  pada  gilts/obligasi  dibawah  program  QE  antara  Oktober  dan  yang  dimulai  bulan  ini,  tetapi  setelah  sejak  memutuskan bahwa tidak dibutuhkannya lagi QE untuk saat ini, terutama dengan dibuktikan inflasi melambat yang anjlok sekitar 2 persen.   

• Perdana  menteri  David  Cameron  memaksa  penguasa  Eropa  Kamis  lalu  untuk  melakukan  lebih  pada  krisis  utang  zona  euro  dan  menaikkan  prospek  pada  default  Yunani  untuk  menyatakan  tetap  berusaha  terhadap  sesuatu yang  tidak  populer  dengan  memangkas  pembelanjaan  dan  mengurangi utang rumah tangganya.   

• Memperingatkan bahwa kelangsungan hidup euro saat ini dipertanyakan, Cameron menunjukkan meningkatnya peringatan dan frustrasi bahwa  krisis diluar kontrol, yang mengancam perekonomian Inggris sekitar $2.5 trilyun dan prospek pemilunya tahun 2015.  




JAPAN
• Perdana Menteri Yoshihiko Noda menyampaikan harapannya bahwa BOJ akan terus melakukan langkah tegas guna menanggulangi deflasi. Ini merupakan  tekanan lanjutan dari pemerintah terhadap BOJ untuk menerapkan stimulus moneter tambahan guna menopang pertumbuhan ekonomi. Menanggapi hal  tersebut, Gubernur BOJ Masaaki Shirakawa menyatakan bahwa bank sentral berharap target inflasi 1 persen akan dapat segera tercapai, untuk itu  pihaknya dengan segenap kekuatan berupaya untuk mencapai stabilitas pertumbuhan ekonomi dengan menyeimbangkan harga barang. Dalam sidangnya  pekan depan, BOJ diperkirakan masih akan mempertahankan kebijakannya saat ini.  

• Produk bruto Jepang untuk triwulan 1‐2012 mengalami pertumbuhan cukup pesat sebesar 1.0% melebihi ekspektasi sebesar 0.9%, jauh mengungguli data  triwulan sebelumnya ‐0.2%.Sedangkan data GDP dalam basis antar tahun dirilis 4.1%, atau melebihi ekspektasi 3.5%, juga jauh mengungguli data periode  sebelumnya  ‐0.7%.  Ini  merupakan  torehan  pertumbuhan  ekonomi  beruntun  dalam  3‐triwulan  terakhir.  Catatan  pertumbuhan  ekonomi  tersebut  merupakan yang terpesat sejak triwulan 3‐2011 silam. 

• Berkaitan dengan rilis data tersebut Menteri Ekonomi Jepang mengatakan bahwa pihaknya terus mengharapkan pertumbuhan ekonomi triwulan 2‐2012  akan  terus  bertumbuh  secara  moderat.  Untuk  itu  pemerintah  Jepang  terus  memperhatikan  perkembangan  krisis  hutang  kawasan  Uni‐Eropa  yang  berdampak pada permintaan produk asal Jepang dari kawasan tersebut, seiring lemahnya pertumbuhan ekonomi.  

• Hingga akhir sesi New York, dolar AS tercatat melemah 1,22 persen terhadap yen di 79.32, sementara itu euro anjlok 1,36 persen terhadap yen ke 100.70.  Sedangkan  Aussie  dolar  tercatat  melemah  1,41  persen  terhadap  yen  78.45  dan  sterling  turun  1,94  persen  terhadap  yen  ke  125.27.  




AUSTRALIA
• Aussie berhasil menguat pada perdagangan hari Kamis meskipun masih di bawah paritasnya, dipicu komentar bahwa The Fed berpeluang untuk kembali  melakukan langkah‐langkah untuk merangsang pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat. 

• Aussie  menguat  ke  level  intraday  high  $0.9963,  namun  di  akhir  sesi  New  York  kembali  terkoreksi  ke  level  intraday  low  di  $0.9884,  sebelum  akhirnya  bergerak di sekitar $0.9890. 

• Aussie terlihat menguat di akhir sesi New York Rabu, usai merilis minutes dari sidang 24/25 April. Dalam minutes tersebut disebutkan anggota The Fed siap  meluncurkan quantitative easing putaran ketiga jika ekonomi kehilangan momentumnya. 

• Sedangkan pada hari Senin sebelumnya, Aussie jatuh di bawah 1 dolar AS untuk pertama kalinya dalam 5 bulan terakhir setelah para pemimpin politik  Yunani  gagal  mencapai  kesepakatan  untuk  membentuk  pemerintahan  koalisi  pasca  pelaksanaan  pemilu  bulan  ini  yang  tidak  menghasilkan  pemenang  mayoritas. Adapun pemilu kedua di Yunani dijadwalkan akan dilaksanakan pada 17 Juni mendatang, namun rumor mengenai kemungkinan Yunani keluar  dari keanggotaan zona euro tengah menjadi perbincangan hangat di pasar. 

• Aussie berpotensi menguat menembus di atas paritasnya seiring semakin jelasnya kondisi di Yunani dan prospeknya di zona euro. 

• Sementara  itu,  sebuah  survey  oleh lembaga  swasta menunjukkan  ekspektasi  inflasi  Australia  akan  berada  sedikit  di  atas  zona  aman  bank  sentral,  dan  kemungkinan akan menunda langkah pemangkasan suku bunga untuk saat ini. 

• Survey yang dilakukan oleh Melbourne Institute menyebutkan ekspektasi inflasi diprediksi turun 0.2% menjadi 3.1% di bulan Mei, namun masih di atas  target inflasi RBA antara 2%‐3%. 

• RBA  memangkas  suku  bunga  sebesar  50  bps  menjadi  3.75%  pada  sidangnya  tanggal  1  Mei.  Pasar  saat  ini  memprediksi  RBA  kemungkinan  akan  mempertahankan suku bunganya di bulan Juni sambil melihat dampak yang terjadi usai pemangkasan suku bunga yang dilakukan di bulan Mei tersebut,  sebelum akhirnya melanjutkan pemangkasan kembali. 




SWISS
• Euro  melemah  ke  level  terendah  4  bulan  terhadap  dolar  dipicu  kekhawatiran  pada  nasib  perbankan  di  Yunani  dan  Spanyol  dan  juga  prospek penularannya jika Yunani keluar dari zona euro.  

• Meningkatnya keengganan pada aset beresiko telah mendorong menguatnya dolar terhadap sejumlah rival utamanya. Rumor mengenai  kemungkinan bank Spanyol diturunkan peringkatnya telah memicu koreksi tajam pada ekuitas Eropa dan membuat euro berada dalam  tekanan. 

• Euro terkoreksi ke $1.26670, level terendahnya sejak medio Januari, sedangkan dolar menguat ke level tertinggi 4 bulan terhadap Swiss  franc ke 0.9482 franc sebelum akhirnya bergerak di sekitar 0.9460 franc.  

• Bursa Swiss libur pada hari Kamis kemarin berkenaan dengan hari libur nasional, Ascention Day. 

Thursday, May 17, 2012

Headline News 17.05.12

US & GLOBAL
• Bursa saham AS dan euro merosot Rabu lalu dari berita bahwa beberapa bank Yunani menghadapi kebutuhan dana darurat, sementara  itu minutes dari meeting April the Fed menunjukkan prospek perekonomian AS masih menyisakan permasalahan yang serius.   

• European Central Bank menghentikan operasi dari bank‐bank Yunani karena kekurangan modal, ungkap ECB, mengkonfirmasi laporan  Reuters yang telah meniupkan permasalahan mengenai kesulitan keuangan Yunani.  

• Usaha  dari  Kanselir  Jerman  Angela  Merkel  dan  Presiden  baru  Perancis  Francois  Hollande  untuk  meredam  pembicaraan  kemungkinan  Yunani keluar dari zona euro mendorong sentimen kebanyakan dalam harian.   

• Tetapi saham‐saham AS melemah dari berita ECB dan the Fed minutes, yang menunjukkan beberapa anggota dari U.S. central bank's  policy‐mengarahkan komite telah mengindikasikan bahwa tambahan akomodasi kebijakan moneter (QE3) masih dapat dibutuhkan.  

• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup turun 33.45 poin, atau 0.26 persen, ke level 12,598.55. Indeks Standard & Poor's 500  <.SPX> melorot 5.86 poin, atau 0.44 persen, ke level 1,324.80. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> berkurang 19.72 poin, atau 0.68 persen,  ke level 2,874.04.   

• Indeks MSCI's all‐country world equity <.MIWD00000PUS> melemah 1 persen ke level 304.70.    

• Obligasi  AS  bertenor  10‐tahun/Treasury  note  <US10YT=RR>  rebound,  naik  3/32  pada  harga  dengan  yield  1.76  persen.  Bertenor  30‐ tahun/U.S. Treasury bond <US30YT=RR> naik 13/32 pada harga dengan yield 2.90 persen.   

• Euro anjlok kedalam rangkaian empat harinya, turun ke level terendah empat bulannya terhadap dollar AS. Euro <EUR=> melorot 0.13  persen ke level $1.2713. Dollar index <.DXY>, naik 0.23 persen ke level 81.405.   

• Emas merosot ke level terendah tahun 2012 sebelum membagi pelemahannya dalam perdagangan yang choppy, beban antara harapan  bahwa Perancis dan Jerman akan berusaha menjaga zona euro dan tanda‐tanda tekanan pada sektor perbankan Yunani. U.S. gold futures  <GCv1>  untuk  pengiriman  Juni  merosot  1.2  persen  ke  level  $1,538.86  per  ons,  mencapai  level  terendah  sejak  bulan  Juli  dalam  kebanyakan kontraknya.  

• Crude oil futures anjlok karena meluasnya risk aversion diseantero pasar mengikuti laporan perbankan Yunani. Brent crude <LCOc1> di  settled berkurang 53 sen ke level $111.71 per barrel sementara itu U.S. oil <CLc1> di settled melemah $1.17 ke level $92.81.   



GOLD & COMMODITIES
• Emas jatuh ke level terendah 2012 sebelum akhirnya memangkas kerugiannya ditengah perdagangan yang cukup fluktuatif, menyusul  harapan pelaku pasar terpecah bahwa Perancis dan Jerman akan bekerja sama untuk mempertahankan keutuhan negara anggota zona  euro dan juga sinyal baru tertekannya sektor perbankan Yunani. 

• Emas dengan cepat terjungkal ke teritorial negatif setelah mencatat koreksi 20% dari level rekor tertingginya September lalu, setelah  muncul  kekhawatiran  bahwa  Yunani  akan  keluar  dari  keanggotaan  zona  euro.  Namun  rebound  kemudian  terjadi  setelah  adanya  pertemuan antara Presiden Perancis Francois Hollande dan Kanselir Jerman Angela Merkel berjanji akan mempererat kerja sama untuk  KTT Uni Eropa bulan depan. Hal ini telah meredakan kekhawatiran terhadap memburuknya krisis utang zona euro. 

• Selama sesi New York, emas berhasil rebound ditengah indikator ekonomi yang beragam. Data perumahan AS semalam menunjukkan  peningkatan  positif,  sementara  Bank  Sentral  Eropa  menegaskan  laporan  Reuters  bahwa  pihaknya  telah  menghentikan  penyediaan  pembiayaan kembali untuk beberapa bank Yunani karena mereka sangat kekurangan modal,  sedangkan minutes The Fed menunjukkan  sejumlah  petinggi  bank  sentral  pada  sidangnya  bulan  lalu  membuka  peluang  untuk  dilakukan  langkah  lanjutan  untuk  mendongkrak  pemulihan ekonomi. 

• Harga emas spot turun $4 atau 0.3% ke posisi  $1,539.86 per ons, setelah mencatat intraday low di $1,527  – level terendahnya sejak  Desember. Sedangkan untuk emas berjangka pengiriman Juni turun lebih tajam, sekitar 1.2% atau $18.5 per ons di level $1,538.86 dan  menembus level terendahnya sejak Juli. 

• Sementara  itu,  berita  yang  menyebutkan  bahwa  investor  dengan  kepemilikan  emas  yang  besar,  termasuk  John  Paulson,  yang  tidak  melepas kepemilikan emasnya di kuartal pertama telah gagal menghilangkan kesan bahwa emas rentan untuk terkoreksi lebih lanjut. 

• Aksi beli emas di India telah muncul setelah turunnya harga emas yang didenominasikan kedalam dolar ke level terendah 4‐1/2 bulan di  pekan ini. 

• Musim pernikahan sedang berlangsung di India dan akan berangsur berhenti pada akhir bulan. Perhiasan emas adalah bagian penting  dari mas kawin orang tua di India yang diberikan kepada anak perempuan mereka di pesta pernikahan. 




OIL & COMMODITIES
• Harga  minyak  rebound  dari  level  low‐nya  di  hari  Rabu,  menyusul  rilis  positif  data  industrial  production  AS  dan  laporan  mingguan  pemerintah untuk stok minyak yang menunjukkan kenaikan sesuai dengan perkiraan. 

• Harga minyak naik dengan cepat ke teritorial positif, pasca mencatat koreksi lebih dari $2 per barel di awal sesi, setelah data mingguan  dari Energy Information Administration (EIA) menunjukkan stok minyak naik sesuai dengan ekspektasi pasar. Sedangkan pada laporan  American Petroleum Institute (API)  hari sebelumnya, menunjukkan stok minyak naik hampir 4 kali lipat dari perkiraan, mengindikasikan  berlimpahnya suplai minyak. 

• U.S.  Energy  Information  Administration  melaporkan  stok  minyak  melonjak  untuk  ke‐8  kalinya  secara  berturut‐turut,  ke  level  tertinggi  sejak  Agustus  1990.  Persediaan  minyak  mentah  di  Cushing,  Oklahoma,  pusat  pengiriman  untuk  patokan  US  West  Texas  Intermediate  (WTI) juga naik minggu lalu ke level rekor tertinggi. 

• Data  industrial  production  AS  mencatat  kenaikan  terpesatnya  selama  lebih  dari  1  tahun  di  bulan  April.  Hal  in  turut  meredakan  kekhawatiran seputar menurunnya permintaan minyak global. Memulihnya data sektor perumahan juga turut memberi dukungan positif. 

• Berkurangnya  ketegangan  antara  Barat  dan  Iran  juga  turut  mengurangi  tekanan  pada  harga  minyak.  Pembicaraan  antara  Iran  dan  pengamat nuklir pada hari Selasa menghasilkan persetujuan untuk melakukan pertemuan kembali pekan depan, ketika Iran juga akan  berdialog kembali dengan pihak Barat mengenai program nuklirnya. 

• Namun di akhir sesi New York, harga minyak kembali melemah dipicu turunnya ekuitas AS dan permasalahan yang dihadapi perbankan  Yunani, yang mengobarkan kembali kekhawatiran mengenai krisis utang zona euro. 

• Bank Sentral Eropa menegaskan laporan Reuters bahwa pihaknya telah menghentikan penyediaan pembiayaan kembali untuk beberapa  bank Yunani karena mereka sangat kekurangan modal, sehingga kembali menekan harga minyak dan komoditas lainnya. 

• Adapun laporan lainnya yang membuat harga minyak terus tertekan adalah berita bahwa Presiden AS Barack Obama diperkirakan akan  mencari dukungan pada hari Sabtu dari para pemimpin Grup Delapan lainnya untuk melepaskan cadangan minyak strategis di musim  panas ini menyusul embargo Uni Eropa pada minyak mentah Iran mulai berlaku, menurut laporan dari kantor berita Kyodo. Meskipun  demikian, pihak Gedung Putih menolak untuk mengomentari laporan tersebut. 

• Di pasar London, minyak Brent untuk pengiriman Juni turun 53 sen di $111.71, dan mencatat koreksi untuk keempat kalinya dalam 5 sesi  terakhir. Sedangkan untuk kontrak Juli ditutup melemah $1.70 di $109.75.  Sementara untuk  harga  minyak  mentah  AS  turun  untuk  keempat  kalinya  secara  berturut‐turut,  dan  pada  perdagangan  Rabu  kemarin  mencatat turun $1.17 di $92.81, level penutupan terendahnya sejak 2 November 2011. Harga sempat terkoreksi ke level intraday low di  $91.81, level terendahnya sejak 3 November 2011. 



EURO ZONE
• Euro kembali melemah ke level terendahnya sejak 4‐bulan terakhir terhadap dolar AS, tertekan kekhawatiran investor akan ancaman keluarnya Yunani  dari  Uni‐Eropa  yang  diperkirkan  akan  berdampak  secara  sistemik.  Bank  Sentral  Uni‐Eropa  –  ECB  menghentikan  penyediaan  likuiditas  untuk  beberapa  perbankan  asal  Yunani  sehubungan  rendahnya  modal  yang  mereka  miliki  saat  ini.  Bank‐bank  tersebut  kini  dimasukkan  dalam  program  perbantuan  penanganan likuiditas ECB. 

• Yunani mengajukan seorang hakim senior untuk menduduki pemerintahan sementara menjelang pemilu. Pemilu Yunani  diprediksi  akan  dilangsungkan  pada 17 Juni mendatang, dan ketidakpastian mengenai perkembangan politik di Yunani diperkirakan masih akan memberatkan kinerja euro. 

• Sementara  itu  disisi  lain,  pemerintah  Jerman  dan  Perancis  menegaskan  bahwa  keduanya  akan  berupaya  untuk  mempertahankan  Yunani  tetap  berada  dalam Uni‐Eropa. Namun demikian Jerman memberikan syarat bahwa Yunani harus tetap konsisten pada kesepakatan sebelumnya yang dijalin dengan  para pemberi utang internasional. 

• Hingga akhir sesi New York, euro tercatat melemah 0,14 persen terhadap dolar AS ke 1.2715, namun euro mencatat penguatan tipis 0,02 persen terhadap  yen  ke  102.09,  euro  juga  naik  0,40  persen  terhadap  sterling  ke  0.7991  dan  stagnan  menguat  tipis  0,02  persen  Swiss  franc  di  1.2010.  




U.K.
• Jumlah orang Inggris yang keluar dari pekerjaannya turun ke fase tercepatnya yang mendekati satu tahun dalam tiga bulan pada Maret, data  resmi Rabu lalu yang mencatatkan beberapa ketahanan pada perekonomian.  

• Inggris anjlok kembali pada resesi pada awal tahun 2012, memicu kembali kekhawatiran bahwa banyak orang akan menjadi pengangguran suatu  ketika ketika pemerintah bergantung pada perusahaan swasta untuk menaikkan perkiraan 700,000 jobs yang turun pada sektor publik sebagai  bagian dari rencana austerity‐nya.  

• The Office for National Statistics mengatakan jumlah orang tanpa pekerjaan pada pengukuran ILO anjlok 45,000 dalam tiga bulan pada Maret  menjadi 2.625 juta.  

• Berbahayanya eskalasi dari negara tetangganya zona euro mendorong Bank of England Rabu lalu untuk menjaga prospek untuk lebih membantu  perekonomian Inggris yang anjlok yang dikatakan tumbuh lebih lambat daripada ekspektasi. 




JAPAN
• Kekhawatiran  para  investor  akan  keluarnya  Yunani  dari  Uni‐Eropa  meningkatkan  minat  terhadap  aset  safe  haven  seperti  dolar  AS  dan  yen.  Dolar  AS  menguat terhadap yen ke level tertinggi sejak 2‐pekan terakhir.  

• Sementara itu Perdana Menteri Yoshihiko Noda diperkirakan akan mendukung himbauan Presiden Obama untuk merilis cadangan minyak strategis pada  musim panas ini. Lonjakan harga minyak dunia akibat kegentingan hubungan Barat dengan Iran dikhawatirkan akan berdampak langsung pada industry  yang kesulitan mencari pengganti pasokan minyak dari Iran. 

• Hingga akhir sesi New York, dolar AS tercatat menguat 0,19 persen terhadap yen di 80.30, sementara itu euro juga menguat 0,02 persen terhadap yen ke  102.09.  Sedangkan  Aussie  dolar  tercatat  melemah  0,08  persen  terhadap  yen  79.57  dan  sterling  turun  0,37  persen  terhadap  yen  ke  127.75.  




AUSTRALIA
• Impor produk barang internasional Australia dalam basis balance of payments (BOP) atau neraca pembayaran, turun 1% menjadi A$20,927 milyar  di  bulan  April, dibandingkan A$21,245 milyar di bulan  Maret. Biro Statistik Australia pada hari Rabu  mengatakan impor barang setengah jadi  turun 5 persen, didorong oleh bahan bakar dan pelumas, yang turun 19 persen.  Impor barang modal naik 2 persen, atau A$ 103 juta sedangkan impor barang konsumsi meningkat sebesar 1 persen, atau A$ 75 juta.  Secara umum, impor turun 10 persen pada bulan April menjadi A$ 18,814 milyar. 

• Adapun laporan BOP lainnya menunjukkan upah diluar bonus naik 0,9% di kuartal pertama 2012 dari kuartal keempat 2011 dan naik 3,6% dari  tahun sebelumnya. Data dirilis sedikit di atas ekspektasi pasar 0,8% q/q dan 3,5% y/y. 

• Aussie mempertajam koreksinya di bawah paritasnya terhadap dolar masih dipicu kekhawatiran seputar kondisi politik dan ekonomi di Yunani.  Yunani diprediksi akan menggelar pemilu baru pada 17 Juni mendatang, setelah para pemimpin politik gagal membentuk pemerintahan koalisi  setelah hasil pemungutan suara 10 hari lalu tidak menghasilkan pemenang mayoritas. 

• Aussie terkoreksi di bawah $0.9900 untuk pertama kalinya sejak 20 Desember meskipun kemudian berhasil memangkas kerugiannya dan kembali  bertengger di atas level tersebut di sesi New York, menyusul rilis positif data ekonomi AS.  Aussie mencatat level intraday low di $0.9872, kemudian rebound dan mencatat intraday high di $0.9968 sebelum akhirnya bergerak di sekitar  $0.9930. 




SWISS
• Sentimen investor Swiss turun di bulan Mei untuk pertama kalinya tahun ini, menambah gambaran pertumbuhan ekonomi akan tetap tersendat  menyusul lemahnya permintaan dari zona euro. 

• Indeks sentimen investor ZEW turun 6,1 poin ke ‐4,0 poin di bulan Mei, penurunan pertamanya untuk indeks sejak Desember 2011. 

• Mayoritas para ahli berpendapat konsumsi swasta akan menjadi motor penggerak utama untuk pertumbuhan ekonomi tahun ini. Proyeksi rata‐ rata pertumbuhan adalah 0,7%, di bawah proyeksi Swiss National Bank sebesar 1,0%. 

• Survey juga menunjukkan 68% analis memprediksi nilai tukar franc masih akan stabil terhadap euro. Dalam pernyataannya hari Senin, Kepala SNB  Thomas Jordan menegaskan kembali komitmen SNB untuk kebijakan moneter dan akan melakukan upaya lanjutan untuk mempertahankan nilai  patokan franc terhadap euro di 1.20 franc, jika diperlukan. 

• Swiss franc melemah secara marginal terhadap dolar namun relatif stabil terhadap euro di level kritisnya 1,20, dengan ketidakpastian mengenai  masa depan Yunani di zona euro mendorong permintaan pada mata uang safe‐haven tersebut. Swiss franc telah diperdagangkan secara ketat  terhadap euro sejak SNB mematok nilai tukarnya pada September lalu. 

• Ketidakpastian akan nasib Yunani memicu penguatan Swiss franc terhadap euro, sementara depresiasi Swiss franc terhadap dolar telah memberi  keuntungan pada sektor ekspor Swiss ke AS dan Asia, dimana barang dijual dalam mata uang dolar.  Franc turun 0.3% di sekitar 0.9435 franc terhadap dolar dibandingkan penutupan New York hari Selasa. Sedangkan terhadap euro, franc bergerak  relatif stabil di sekitar 1.2010 franc. 

Wednesday, May 16, 2012

Headline News 16.05.12


US & GLOBAL
• Bursa saham AS merosot dalam delapan hari pada 10 sebelumnya Selasa lalu karena ketidakpastian berasal dari kebuntuan politik di  Yunani yang memberikan investor alasan lainnya untuk berhati‐hati dan aksi jual terjadi secara besar‐besaran pada akhir hariannya.   


• Gejolak politik di Yunani tetap membuat tekanan pada pasar. Investor telah mengkhawatirkan berkepanjangannya permasalahan di zona  euro dan kemungkinan resesi akan menekan pertumbuhan (ekonomi) global.    

• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> anjlok 63.35 poin, atau 0.50 persen, ke level 12,632.00 pada penutupannya. Indeks Standard  & Poor's 500 <.SPX> berkurang 7.69 poin, atau 0.57 persen, ke level 1,330.66. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> melorot 8.82 poin, atau  0.30 persen, ke level 2,893.76. Bursa Wall Street melemah dalam rangkaian tiga harinya yang diguncang oleh situasi di Yunani.   

• Indeks MSCI world equity <.MIWD00000PUS> turun 0.8 persen, sementara itu indeks FTSE Eurofirst <.FTEU3> dari saham‐saham utama  Eropa anjlok 0.7 persen.       

• Euro melemah ke level terendah empat bulannya terhadap dollar AS Selasa lalu setelah Yunani gagal untuk membentuk pemerintahan  dan  mengatakan  akan  mengadakan  pemilu  baru,  menaikkan  resiko  yang  dapat  membuatnya  keluar  dari  euro.  Euro  <EUR=>  terakhir  diperdagangkan anjlok 0.7 persen ke level $1.2732, dengan sempat mencapai level terendahnya $1.2720, terendah sejak 18 Jan.   

• Harga  Treasuries  AS  melemah  karena  para  trader  melakukan  aksi  ambil  untung  dari  kenaikan  delapan  minggu  pada  kekhawatiran  mengenai  hasil  dari  krisis  utang  Eropa.  Obligasi  bertenor  10‐tahun/U.S.  Treasury  note  <US10YT=RR>  turun  1/32, dengan yield  1.7705  persen.    

• Emas turun dibawah level $1,560 per ons Selasa lalu setelah kegagalan politisi Yunani untuk membentuk pemerintah yang membawa  mata uang tunggal Eropa ke level terendah empat bulannya dan mengejutkan investor mengenai profitabilitas dari memegang aset‐aset  yang di denominasi dengan euro. Spot emas <XAU=> anjlok 0.1 persen ke level $1,555.69 per ons pada pukul 1350 GMT, sementara itu  U.S. gold futures <GCv1> untuk pengiriman bulan Juni melemah $8.70 per ons ke level $1,552.10.    

• Brent oil sedikit naik Selasa lalu, menekan penurunan tiga harinya dan mendorong premium U.S. crude kembali diatas $18 per barrel,  karena dukungan pertumbuhan ekonomi Jerman yang membantu menekan gejolak politik di Yunani. Brent June crude <LCOc1> naik 67  sen untuk di settle ke level $112.24 per barrel, recovery dari level terendah $110.93 dan sempat naik ke $112.67. U.S. June crude <CLc1>  anjlok dalam rangkaian tiga harinya, melorot 80 sen untuk di settle ke level $93.98 per barrel. Telah sempat merosot ke level terendah  $93.02 pada perdagangan post‐settlement, harga terendah sejak 16 Des.   


GOLD & COMMODITIES
• Emas terkoreksi di bawah $1.560 per ons setelah kegagalan politisi Yunani untuk membentuk pemerintahan koalisi, sehingga mendorong  euro melemah ke level terendah 4 bulan terhadap dolar dan memicu keraguan investor mengenai profitabilitas dalam mengoleksi aset‐ aset berdenominasi euro. 

• Setelah harga emas turun ke level terendah sejak akhir Desember, konsumen di India terus mengamati perkembangan harga di pasar,  dimana hal ini berpotensi mencegah kejatuhan harga emas lebih lanjut. 

• Namun demikian, emas masih rentan tekanan, khususnya akibat masih suramnya kondisi ekonomi dan politik di Eropa yang membuat  euro terus mengalami tekanan. 

• Di akhir sesi New York, emas melanjutkan koreksinya dan mencatat level terendah 4‐1/2 bulan yang baru dipicu berlanjutnya koreksi  euro atas dolar. Emas spot turun 0.88% di  $1,542.60 per ons dan telah terkoreksi hampir 7% di bulan Mei, dan berpotensi mencatat  kinerja  bulanan  terburuknya  sejak  Desember  dan  mencatat  kerugian  bulanan  keempat  kalinya,  dipicu  meluasnya  spekulasi  mengenai  kemungkinan Yunani keluar dari keanggotaan zona euro. 

• Sementara perhatian terhadap krisis utang Eropa telah mendorong investor membeli emas sebagai aset aman di tahun 2011 lalu, maka  pada tahun 2012 ini emas cenderung bergerak mengikuti pergerakan komoditas dan tertekan akibat menguatnya dolar. 



OIL & COMMODITIES
• Minyak jenis Brent menguat pada hari Selasa menyusul ekonomi zona euro sedikit terhindar dari resesi dan data GDP‐Q1 Jerman yang  dirilis lebih baik dari perkiraan telah menambah harapan bahwa Jerman akan mampu melewati badai krisis utang Eropa. 

• Ekonomi zona euro stagnan dengan mencatat pertumbuhan 0%, masih lebih baik dari ekspektasi pasar terjadi resesi. Data tersebut telah  mendorong naiknya aset‐aset beresiko dan mengimbangi tekanan akibat buruknya situasi di Yunani dan menguatnya dolar. 

• Brent  crude  naik  67  sen  ke  $112.24  per  barel  dan  mengurangi  kerugian  sesi  sebelumnya,  ketika  harga  terkoreksi  ke  $110.04,  level  intraday terendahnya sejak 25 Januari.  Sedangkan harga minyak mentah AS (US crude) turun 80 sen ke $93.98 per barel, mencatat penurunan ketiga kalinya secara berturut‐ turut. Harga mencatat intraday low di $93.02, yang merupakan level terendahnya sejak 16 Desember. 

• Berlanjutnya  koreksi  pada  harga  minyak  mentah  AS  terjadi  setelah  data  dari  American  Petroleum  Institute  (API)  menunjukkan  stok  minyak mentah naik 6.6 juta barel di pekan per 11 Mei, jauh melampaui ekspektasi terjadi kenaikan 1.7 juta barel. 

• Kekhawatiran pasar terbesar adalah ketika Yunani mengumumkan kegagalannya membentuk pemerintah koalisi, sembilan hari setelah  pemungutan suara yang kurang meyakinkan. Pemilu yang baru kemungkinan akan dilakukan pertengahan Juni mendatang. Partai sayap  kiri, SYRIZA, yang berencana menolak rencana bailout Uni Eropa, diprediksi menang di putaran berikutnya. 

• Prospek permintaan minyak masih lemah dan menekan harga minyak. Stok minyak mentah AS diprediksi naik untuk ke‐8 kalinya secara  berturut‐turut di pekan lalu, demikian jajak pendapat Reuters menunjukkan. 
EURO ZONE
• Euro  melemah  ke  level  terendah  sejak  4‐bulan  terakhirterhadap  dolar  AS  ditekan  pernyataan  dari  juru  bicara  kepresidenan  Yunani  yang  menyatakan  bahwa  negara  tersebut  akan  menggelar  pemilu  baru  setelah  para  politisi  gagal  menemukan  kesepakatan  untuk  membentuk  koalisi.  Pemilu  tersebut  diperkirakan  akan  dilangsungkan  pada  pertengahan  Juni  mendatang.  Turut  menekan  kinerja  euro  adalah  data  ekonomi  yang  memperlihatkan  bahwa  Yunani semakin dalam terpuruk dalam kondisi resesi. 

• Imbal hasil obligasi Spanyol dan Italia untuk tenor 10‐tahun kembali naik ke level 6 persen, ditopang oleh berita kebuntuan politik di Yunani. Sebaliknya,  investor mengalihkan investasinya pada dolar AS yang memiliki prospek ekonomi lebih baik daripada kawasan Uni‐Eropa. 

• Meskipun  demikian,  terdapat  beberapa  berita  positif  diantaranya  GDP  Jerman  yang  bertumbuh  0,5%  pada  triwulan  1‐2012.  Pertumbuhan  ekonomi  Jerman tersebut kemudian berperan besar dalam menahan Uni‐Eropa ke jurang resesi, setelah data pertumbuhan ekonoim Uni‐Eropa untuk triwulan 1‐ 2012 dirilis stagnan, masih lebih baik dari perkiraan para analis yang memprediksi akan terkontraksi ‐0.2%. 

• Hingga akhir sesi New York, euro tercatat melemah 0,69 persen terhadap dolar AS ke 1.2733, sementara itu euro juga turun 0,31 persen terhadap yen ke  102.07, euro juga melemah 0,09 persen terhadap sterling ke 0.7959 dan stagnan terhadap Swiss franc di 1.2008.

U.K.
• Perekonomian Inggris tertekan turun oleh perdagangan pada kuartal pertama tahun 2012 meskipun penjualan rebound pada negara non‐Uni Eropa bulan Maret,  data menunjukkannya Selasa lalu.   

• Sementara itu kenaikan pada permintaan dari negara seperti AS dan Cina menjaga harapan bahwa pertumbuhan ekonomi akan menjadi lebih kuat kedepannya,  bertahannya krisis utang zona euro membuang bayangan gelap berkenaan dengan peluang perbaikan ekspor pada Inggris.   

• Negara  tidaklah  benar‐benar  pulih  dari  anjloknya  (ekonomi)  tahun  2008‐2009  dan  kembali  merosot  pada  resesi  yang  dimulai  tahun  ini.  Pemerintah  telah  menghadapkan bahwa ekspor akan mengimbangi tekanan pertumbuhan dari rencana austerity‐nya, yang bertujuan untuk menghapus besarnya defisit bujet.   

• Perekonomian Inggris akan kembali berbalik untuk bertumbuh secara moderat pada kuartal baru‐baru ini dan mendapat dorongan dari kemeriahan Olympic Games  tetapi recovery tidaklah akan secara cepat karena Bank of England menahan lebih lanjut pada stimulus kedepannya, sebuah polling Reuters menunjukkannya Selasa  lalu. 

• Polling sekitar 50 ekonom, yang diambil minggu lalu, memprediksi pertumbuhan 0.1 persen pada kuartal saat ini, untuk melompat 0.5 persen berikutnya tetapi  hanya 0.3 persen ekspansi pada tiga bulan terakhir dalam tahunan. 

• "The ticket sales from the Olympics will be included in the third quarter numbers and that adds around 0.3 (percentage point). There is a slight underlying recovery  coming through but still a fairly sub‐trend one," ungkap Adam Chester, kepala ekonom UK pada Lloyds Banking Group. 



JAPAN
• Menteri Keuangan Jepang Jun Azumi menegaskan bahwa pemimpin politik Yunani harus segera mengambil langkah yang diperlukan guna meyakinkan  dunia  internasional  bahwa  mereka  akan  berusaha  semaksimal  mungkin  guna  menghindari  berlanjutnya  gonjang‐ganjing  yang  meningkatkan  tensi  Uni‐ Eropa.  Azumi  menyatakan  bahwa  Jepang  memiliki  kepentingan  besar  pada  terciptanya  stabilitas  di  kawasan  Uni‐Eropa,  dan  untuk  itu  pihaknya  menghendaki pemerintah Yunani akan tetap berada pada komunitas Uni‐Eropa dan menjunjung tinggi kesepakatan guna menunjang penguatan fiskal. 

• Sementara itu berdasarkan jajak pendapat terakhir yang dilansir Reuters memperlihatkan bahwa mayoritas analis percaya Jepang akan dapat mencapai  pemulihan ekonomi yang moderat. Meskipun demikian kondisi demikian belum akan menyurutkan langkah BOJ guna menggelontorkan stimulus keuangan  pada musim panas ini dengan salah satu pemicunya adalah penguatan kurs yen akhir‐akhir ini. Berdasarkan konsensus yang dicapai diantara para analis,  ekonomi Jepang diperkirakan akan bertumbuh hingga 2 persen pada tahun fiskal 2012/2013 ini. 

• Hingga akhir sesi New York, dolar AS tercatat menguat 0,36 persen terhadap yen di 80.15, sementara itu euro turun 0,31 persen terhadap yen ke 102.07.  Sedangkan  Aussie  dolar  tercatat  menguat  0,13  persen  terhadap  yen  79.63  dan  sterling  turun  0,21  persen  terhadap  yen  ke  128.22.




AUSTRALIA
• RBA telah memangkas suku bunga tertajamnya dalam 3 tahun untuk membantu mendongkrak pertumbuhan ekonomi, menangkal tingginya biaya hipotek  dan menaikkan kepercayaan konsumen, demikian minutes dari sidang RBA 1 Mei menunjukkan. 

• Pertumbuhan di luar sektor pertambangan diprediksi akan berada di bawah trennya dalam jangka pendek kedepan, terpengaruh oleh tingginya nilai tukar,  melemahnya belanja pemerintah dan memburuknya kondisi di pasar perumahan dan industri konstruksi bangunan. Dengan kondisi pasar keuangan yang  masih belum stabil, maka resiko yang berasal dari Eropa masih akan terus menyuramkan prospek pertumbuhan ekonom global. 

• Gubernur RBA Glenn Stevens telah memangkas suku bunga sebesar 50 basis poin ke level terendah 2 tahun menjadi 3.75%, dengan inflasi inti melemah ke  level terendah 13 tahun, ekspor dan harga rumah juga turun, dan kepercayaan konsumen menurun. Sebagian besar ekonom sebelumnya memprediksi  terjadi pemangkasan 25 bps. Pelaku pasar saat ini memprediksi 84% peluang RBA untuk kembali memangkas suku bunga sebesar 25 bps pada sidangnya 5  Juni mendatang. 

• Aussie terkoreksi ke level  terendahnya tahun ini  di $0.9943 usai rilis minutes  RBA  sebelum  akhirnya rebound dan bergerak di sekitar $0.9964. Namun  hingga akhir sesi New York semalam, Aussie melanjutkan koreksinya hingga mencatat level intraday low di $0.9918 menyusul menguatnya dolar setelah  investor menjauhi aset beresiko. 




SWISS
• Swiss franc masih bergerak stabil di sekitar level kritisnya 1.20 franc per euro yang diberlakukan oleh Bank Nasional Swiss September lalu untuk  mencegah  ekonomi  tergelincir  ke  dalam  resesi.  Pada  hari  Senin,  kepala  SNB  Thomas  Jordan  menegaskan  kembali  komitmennya  untuk  tetap  membatasi penguatan franc dan akan melakukan berbagai upaya untuk mencegah penguatan franc lebih lanjut, jika memang diperlukan. 

• Masih belum menentunya kondisi politik dan ekonomi di Yunani telah mendorong investor untuk memburu dolar yang dianggap sebagai mata  uang yang lebih aman. Euro merosot ke level terendah 4 bulan yang baru terhadap dolar setelah juru bicara presiden Yunani mengatakan negara  tersebut akan mengadakan pemilu baru setelah para pemimpin politik gagal mencapai kesepakatan untuk membentuk pemerintah koalisi. 

• Dolar menguat ke level intraday high di 0.9416 franc dan terakhir bergerak di sekitar 0.9407 franc. Sementara euro bergerak stabil di sekitar  1.2010 franc 

Tuesday, May 15, 2012

Headline News 15.05.12


US & GLOBAL
• Bursa saham global anjlok Senin lalu dari kekhawatiran Yunani dapat keluar dari zona euro, sementara itu harga oil melemah setelah  pergerakan  lokomotif  ekonomi  Cina  untuk  mendorong  lending  menyulut  ketakutan  pada  perekonomiannya  yang  melemah  daripada  yang diperkirakan.   

• Data  mencatatkan  makin  dalamnya  resesi  Eropa,  seiring  meningkatnya  kegelisahan  berkenaan  dengan  krisis  utang  Yunani,  menekan  saham  anjlok  mendekati  2  persen  ke  level  penutupan terendah  4‐1/2‐bulan  di Eropa,  sementara  itu  euro  tertekan  ke  level  terendah  empat bulannya terhadap dollar.   

• Mata uang safe‐haven, seperti  dollar dan yen  meningkat. Ekspektasi pada euro untuk berlanjut anjlok, didorong spekulasi berkenaan  dengan kemungkinan Yunani keluar dari zona euro.   

• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 125.25 poin, atau 0.98 persen, ke level 12,695.35. Indeks Standard & Poor's  500 <.SPX> berkurang 15.04 poin, atau 1.11 persen, ke level 1,338.35. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> merosot 31.24 poin, atau 1.06  persen, kelevel 2,902.58.    

• Indeks FTSEurofirst 300 <.FTEU3> dari saham‐saham utama Eropa ditutup anjlok 1.8 persen ke level 1,004.20, level terendah sejak 30  Dec.  Indeks  MSCI's  measure  of  world  stock  markets  <.MIWDOOOOOPUS>  turun  1.6  persen  ke  level  310.10,  sementara  itu  indeks  emerging markets <.MSCIEF> merosot 2.1 persen ke level 950.25.   

• Euro melemah ke level terendah yang mendekati empat bulan terhadap dollar Senin lalu dari ketakutan Yunani dapat keluar dari euro  dan kekhawatiran blok tersebut yang mengarah resesi didasarkan pelemahan data industri. Euro <EUR=> anjlok ke level terendahnya  $1.2823, terendah sejak 18 Januari. Terakhir berada pada level $1.2848, turun 0.5 persen. Telah anjlok 3 persen pada bulan ini setelah  melorot 0.8 persen pada April.    

• Harga Treasury AS naik Senin lalu, mendorong yields turun ke level terendah sejak awal Oktober, karena gejolak politik di Yunani, anti‐ austerity vote di Jerman dan permasalahan mengenai perlambatan pertumbuhan (ekonomi) di Cina yang mendorong aksi beli pada zona  aman.   

• Harga  emas  melorot  karena  deadlock  politik  di  Yunani  yang  mendorong  risk  aversion  dan  membuat  tekanan  pada  euro.  Spot  emas  <XAU=> turun $21.84 untuk diperdagangkan pada level $1,557.60 per ons, setelah pada awalnya mencapai level terendah $1,556.61 per  ons, terendah sejak 30 Des.    

• Oil  merosot  tajam  untuk  memperluas  beratnya  tekanan  baru‐baru  ini  dari  meningkatnya  ketidakpastian  politik  Yunani  dan  prospek  melambatnya pertumbuhan (ekonomi) Cina, negara terbesar kedua dalam konsumsi energi, yang menekan outlook permintaan. Brent  crude <LCOc1> turun 69 sen untuk di settle ke level $111.57 per barrel. U.S. crude <CLc1> anjlok $1.35 untuk di settle ke level $94.78 per  barrel.  Harga  untuk  Brent  crude  telah  berkurang  6.2  persen  dan  untuk  crude  AS  8.4  persen  dalam  dua  minggu  yang  berakhir  Jumat  sebelumnya. 

GOLD & COMMODITIES
• Harga emas jatuh ke level terendah 4‐1/2 bulan pada hari Senin, dipicu menguatnya dolar dan investor melikuidasi aset‐aset beresiko  setelah terjadi kebuntuan politik di Yunani yang semakin menambah kekhawatiran kemungkinan negara tersebut keluar dari zona euro,  yang akan berpotensi memperburuk krisis utang kawasan. 

• Harga  emas  spot  menembus  level  intraday  low  di  $1,556.50  per  ons,  level  terendahnya  sejak  30  Desember  2011.  Harga  kemudian  rebound tipis dan bergerak di sekitar $1,557.35 per ons, atau turun 1.3% dari posisi $1,578.30 pada hari Jumat. 

• Emas telah bergerak searah dengan aset beresiko tahun ini menyusul kekacauan politik dan ekonomi di Eropa telah memukul nilai tukar  euro dan investor beralih kedalam dolar. 

• Euro terkoreksi ke level terendah hampir 4 bulan terhadap dolar dipicu kekhawatiran Yunani akan keluar dari zona euro, dan menambah  spekulasi  mengenai  kemungkinan  terjadinya  resesi  di  Eropa.  Industrial  production  zona  euro  diluar  dugaan  turun  di  bulan  Maret,  memperkuat pandangan bahwa zna euro berpotensi menghadapi resesi. 

• Prospek  untuk  meningkatnya  permintaan  fisik  emas  juga  kian  pudar  setelah  Cina  pada  Sabtu  kemarin  melonggarkan  kebijakan  moneternya, sehingga menyisakan pertanyaan apakah bank sentral akan terus membeli emas untuk menambah cadangan modalnya. 
OIL & COMMODITIES
• Harga  minyak  jatuh  di  hari  Senin  dipicu  kegagalan  Yunani  membentuk  pemerintahan  yang  baru  dan  kekhawatiran  mengenai  melambatnya ekonomi Cina telah memicu keresahanan akan turunnya minat terhadap minyak. 

• Harga minyak berjangka melanjutkan koreksinya dalam 2 pekan yang berakhir per Jumat kemarin, dengan Brent crude turun 6.2% dan US  crude turun 8.4%. 

• Pertarungan politik Yunani membantu menekan euro ke level terendah empat bulan terhadap dolar, dimana memperkuat indeks dolar,  menekan  pasar  saham  dan  membantu  menekan  tembaga  sebagai  bahan  baku  utama  industri  ke  level  terendah  dalam  empat  bulan.  Menguatnya  dolar  akan  menekan  komoditas  dan  minyak  yang  didenominasikan  kedalam  dolar,  karena  harga  produk  tersebut  akan  menjadi semakin mahal bagi pemegang non dolar. 

• Bank sentral Cina pada Sabtu lalu telah menurunkan batasan untuk jumlah cadangan modal bank yang harus dimiliki perbankan, guna  menghindari terjadinya perlambatan pada pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Keputusan ini dibuat setelah harga minyak dan saham  global ditutup melemah minggu kemarin akibat tertekan oleh data yang menunjukkan produksi industri Cina di bulan April tumbuh pada  level terlemahnya selama hampir 3 tahun terakhir. 

• Harga minyak berjangka jenis Brent turun ke level terendah dalam 3‐1/2 bulan. Brent untuk pengiriman Juni  berakhir di  $111.57 per  barel,  turun  69  sen  atau  0.61%,  level  terendahnya  sejak  1  Februari, ketika harga  ditutup  di  $111.56.  Harga mencatat  intraday  low di  $110.04, level intraday terlemahnya sejak 25 Januari ketika harga menembus $108.91.  Sementara itu, harga minyak berjangka AS turun ke level terendah 5 bulan. U.S. crude <CLc1> turun $1.35 di $94.78, setelah terkoreksi ke  level intraday low di $93.65, level terendah 2012 dan level intraday low terendahnya sejak 19 Desember, setelah ditutup di bawah MA‐ 200 pada hari Jumat. 
EURO ZONE
• Euro anjlok ke level terendah sejak 4‐bulan terakhir terhadap dolar AS seiring kuatnya gonjang‐ganjing politik di Yunani yang meningkatkan kemungkinan keluarnya  Yunani  dari  keanggotaan  Uni‐Eropa. Pembicaraan  pembentukan  koalisi  pemerintahan  Yunani  menemui  jalan  buntu,  diperkirakan  negara  tersebut  akan  terpaksa  menjalani  pemilu  ulang,.  Sementara  itu  kubu  konservatif  Angela  Merkel  mengalami  kekalahan  dalam  pemilu  di  daerah  yang  paling  padat  penduduknya,  meningkatkan  ancaman  naiknya  bargaining  position  dari  pihak  oposisi.  Turut  menekan  minat  investor  terhadap  aset  beresiko  adalah  data  ekonomi  Cina  yang  menunjuk pada perlambatan pertumbuhan ekonomi negeri Tirai Bambu tersebut, Cina merupakan salah satu target tujuan ekspor produk asal Uni‐Eropa.  

• Sementara  itu  data  industrial  production  Uni‐Eropa  untuk  periode  April  dirilis  melemah  lebih  dari  perkiraan,  meningkatkan  kemungkinan  terpuruknya  kawasan  tersebut  pada  kondisi  resesi.  Sementara  itu  borrowing  cost  Spanyol  meningkat  dan  imbal  hasil  obligasi  tenor  10‐tahunnya  naik  cukup  pesat  mendekati  level  7  persen.  

• Saat  ini  mulai  berkembang  proyeksi  dari  beberapa  kalangan  analis  bahwa  ECB  pada  akhirnya  nanti  akan  kembali  menerapkan  program  pelonggaran  kuantitatif  lanjutan guna menopang pertumbuhan ekonomi kawasan Uni‐Eropa. Kondisi ini justru akan semakin berpotensi melemahkan nilai tukar euro terutama terhadap  dolar AS dimana pertumbuhan ekonomi Amerika lebih menjanjikan dan kebijakan The Fed yang masih akan mempertahankan level suku bunganya saat ini.  

• Hingga akhir sesi New York, euro tercatat melemah 076 persen terhadap dolar AS ke 1.2821, sementara itu euro juga turun 0,83 persen terhadap yen ke 102.39,  euro juga melemah 0,9% terhadap sterling ke 0.7966 dan turun tipis 0,02 terhadap Swiss franc di 1.2013. 
U.K.
• Terisolasi di Eropa, Inggris memilik sedikit pilihan tetapi untuk kembali dalam menuntut perubahan rancangan EU banking tersebut telah disebut  sesuatu yang konyol.   

• Meeting menteri keuangan Uni Eropa Selasa lalu akan terlihat menyetujui peraturan pada modal bank‐bank didalam 27‐blok anggota yang harus  menaikkan (modalnya) dalam rangka menutup resiko, langkah yang didesain untuk menghindari krisis keuangan berikutnya.   

• Inggris  menginginkan  kebebasan untuk  memperketat  standar  yang  tinggi  pada  bank  dan  kekhawatiran  atas  sektor keuangan  yang  kehilangan  kontrol. Negara lainnya seperti Perancis telah beragumentasi untuk satu standar disepanjang Eropa.   

• Suatu perubahan besar pada Bank of England telah membuat suatu perlombaan dalam mengganti Gubernur Mervyn King, yang mengarah pada  satu kritikan bahwa tidak ada satu orangpun tetapi seorang "superhuman" pun butuh untuk digantikan.   
JAPAN
• Awal pekan ini dolar AS menguat terhadap yen menyusul pernyataan Perdana Menteri Yoshihiko Noda kepada The Wall Street Journal bahwa pihaknya  telah menyiapkan semua langkah yang diperlukan guna menanggulangi berlanjutnya penguatan kurs yen. Namun demikian pada saat yang sama Noda  tidak terburu‐buru menyatakan bahwa kurs yen saat ini sudah overvalued.  

• Menurut Noda, krisis Uni‐Eropa merupakan salah satu faktor utama yang mendongkrak kinerja yen terhadap mata uang utama dunia lainnya. Untuk itu  Noda menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi BOJ saat ini bukan hanya menanggulangi deflasi namun juga menahan laju penguatan yen.  

• Hingga akhir sesi New York, dolar AS tercatat melemah 0,06 persen terhadap yen di 79.86, sementara itu euro turun 0,83 persen terhadap yen ke 102.39.  Sedangkan Aussie dolar tercatat anjlok 0,71 persen terhadap yen 79.53 dan sterling menguat 0,04% terhadap yen ke 128.49.
AUSTRALIA
• Seorang  pejabat  bank  sentral  Australia,  Philip  Lowe,  optimis  kalau  nilai  tukar  Aussie  masih  akan  tetap  tinggi  untuk  tahun‐tahun  mendatang.  Pernyataannya tersebut muncul setelah Aussie anjlok di bawah nilai paritasnya terhadap dolar untuk pertama kalinya selama hampir 5 bulan terakhir.  Aussie anjlok ke level intraday low di $0.9958 sebelum akhirnya rebound dan bergerak di sekitar $0.9966. Tekanan jual pada Aussie meningkat setelah  pasar semakin khawatir terhadap kekacauan politik di Yunani. 

• Pemerintah negara bagian Australia akan perlu untuk mengatur pengeluaran (anggaran belanja) untuk memastikan peringkat kredit mereka tetap utuh,  demikian pernyataan seorang eksekutif Moody's Investors Service pada Senin kemarin.  Pernyataan yang dilontarkan oleh Debra Roane, seorang petugas kredit senior di Moody`s, adalah peringatan tegas kepada pemerintah Australia bahwa  mereka perlu untuk mengambil langkah‐langkah guna meningkatkan pendapatan atau memangkas pengeluaran agar terhindar dari ancaman penurunan  peringkat kreditnya.  Moody's menggunakan baseline credit assessment (dasar penilaian kredit), atau BCA, sebagai bagian dari analisis kredit mereka sebagai ukuran kekuatan  keuangan mandiri peminjam. 
SWISS
• Harga impor dan produsen Swiss turun lebih tajam dari perkiraan di bulan April, menegaskan perhatian bank sentral terhadap kemungkinan terjadi deflasi  dan mendorongnya untuk terus berupaya menjaga nilai tukar mata uangnya. Kuatnya nilai tukar Swiss franc telah menekan harga impor turun 3.4% dari  setahun lalu akibat turun tajamnya harga bahan mentah yang lebih mendominasi dibanding pengaruh kenaikan harga energi.  Sementara itu harga produsen turun 1.8% akibat jatuhnya harga produk pertanian dan kehutanan menyusul perusahaan lokal memotong margin mereka. 

• Untuk menjaga ekonomi Swiss agar tidak terjatuh kedalam fase deflasi maka SNB mematok nilai tukarnya di level 1.20 franc per euro pada September  tahun lalu. Meskipun pada 5 April lalu nilai tukar Euro/Swiss  franc sempat menembus di bawah 1.20, namun intervensi yang dilakukan SNB kemudian  mampu  membatasi  kejatuhan  euro  dan  Euro  Swiss  franc  bisa  kembali  bertengger  di  atas  level  kritisnya  1.20  franc  per  euro.  SNB  menegaskan  siap  mengambil tindakan lebih lanjut jika resiko deflasi semakin meningkat. 

• Meningkatnya  minat  terhadap  dolar  AS  telah  memicu  menguatnya  dolar  atas  Swiss  fanc  mendekati  level  tertinggi  4  bulan.  Indikasi  atas  kemungkinan  keluarnya Yunani dari zona euro kian menambah resah pelaku pasar dan mendorong mereka untuk menjauhi aset beresiko dan memburu dolar AS yang  dipandang  sebagai  mata  uang  yang  lebih  aman  resiko.  Setelah  bertahan  di  atas  0.9300  franc,  dolar  kemudian  melanjutkan  rally‐nya  hingga  mencatat  intraday high di 0.9367 franc sebelum akhirnya bergerak di sekitar 0.9364 franc.