title cover

title cover

Wednesday, June 13, 2012

Headline News 13.06.12


US & GLOBAL
Bursa  saham  dunia  naik  Selasa  lalu  karena  saham‐saham  yang  anjlok  menarik  perhatian  para  trader  dan  euro  menguat  setelah  rangkaian  pelemahan  tiga  harinya,  tetapi  kenaikan  euro  dibatasi  tingginya  yield  dari  obligasi  Spanyol  dari  berlanjutnya kekhawatiran mengenai efektivitas bailout perbankan Spanyol dan bayangan pemilu Yunani.   

Pada penutupannya di bursa New York, indeks Dow Jones industrial average <.DJI> naik 162.57 poin, atau 1.31 persen, ke  level  12,573.80.  Indeks  S&P  500  <.SPX>  bertambah  15.25  poin,  atau  1.17  persen,  ke  level  1,324.18.  Indeks  Nasdaq  Composite <.IXIC> meningkat 33.34 poin, atau 1.19 persen, ke level 2,843.07.    

Indeks  MSCI's  world  equity  <.MIWD00000PUS>  menguat  0.7  persen  dan  indeks  saham‐saham  blue‐chip  Euro  STOXX  50  <.STOXX50E> ditutup meningkat 0.27 persen. 

Perhatian pada pemilu Yunani hari Minggu ini akan membawa partai berkuasa menentang pada rencana bailout‐nya sendiri  dan  kekuatan  yang  memaksa  keluar  dari  zona  euro  telah  dihidupkan  kembali  oleh  laporan  pejabat  Uni  Eropa  yang  mempertimbangkan cara‐cara untuk menangani dampak dari kejadian tersebut.   

Harga Treasuries AS melorot karena investor bersiap untuk penjualan baru dari obligasi bertenor jangka panjang pada Rabu  dan  Kamis  ini,  dengan  akselerasi  penurunan  setelah  lelang  obligasi  bertenor  tiga  tahun  menggambarkan  secara  relatif  pelemahan permintaan. 

Euro berada diatas level $1.25 <EUR=> untuk naik lebih dari 0.3 persen dalam hariannya versus the greenback. Penguatan  secara relatif pada mata uang tunggal terlihat karena Pemilu Yunani didepannya.    

Emas naik dalam rangkaian tiga harinya Selasa lalu karena aksi beli logam mulia dan akumulasi dari perkiraan bullish yang  berhubungan dengan ketidakpastian berkenaan dengan krisis utang zona euro yang membantu logam mulai recover dari  penurunan awalnya. Spot emas <XAU=> menguat 0.6 persen ke level $1,605.10 per ons pada pukul 2:32 p.m. EDT (1832  GMT), kenaikan terbesar hariannya sejak 1 Juni.  

Harga Brent crude melorot dan U.S. crude sedikit menguat Selasa lalu karena meluasnya perdagangan yang bereaksi pada  data  yang  menunjukkan  penurunan  pada  cadangan  AS  karena  bertahannya  krisis  utang  zona  euro  akan  menekan  permintaan oil. Brent crude <LCOc1> turun 86 sen untuk di settle ke level $97.15 per barrel, rangkaian pelemahan dalam  penutupannya empat hari dan settlement terendahnya sejak Januari 2011. U.S. crude <CLc1> naik 62 sen untuk di settle ke  level $83.32 per barrel, setelah anjlok ke level $81.07, harga intraday terendahnya sejak 6 Okt., tetapi hanya 4 sen dibawah  level terendah Senin sebelumnya.  


GOLD & COMMODITIES
Emas naik sekitar 1% pada hari Selasa, menyusul maraknya aksi beli dan akumulasi dari pandangan bullish terkait masalah  krisis  utang  Eropa.  Emas  yang  telah  menyimpang  jauh  dari  korelasi  positif  dengan  aset  berisiko  di  sesi  sebelumnya,  mencatat  penguatan  seiring  naiknya  ekuitas  AS  dan  euro  setelah  mereka  terkoreksi  di  hari  Senin  ketika  investor  memandang besaran bailout untuk perbankan Spanyol terlalu kecil. 

Emas  spot  tercatat  naik  1.1%  ke  $1,613.09  per  ounce,  mencatat  kenaikan  1  hari  terbesarnya  sejak  1  Juni  dan  sekaligus  kenaikan  dalam  3  hari  berturut‐turut.  Sedangkan  untuk  emas  berjangka  pengiriman  Agustus  naik  $17.80  per  ounce  di  $1,614.60. 

Kenaikan emas di hari Selasa telah mengangkatnya di atas areal SMA‐50 (pergerakan rata‐rata selama 50 hari) yang saat ini  berada di sekitar 1613 per ounce. Emas sebelumnya telah berada di bawah areal resistance SMA‐50 dalam 3 bulan terakhir. 




OIL & COMMODITIES
Minyak berjangka Brent jatuh di hari Selasa dipicu kekhawatiran meluasnya krisis utang Eropa akan menurunkan minat pada permintaan  minyak, sementara harga minyak mentah AS berhasil naik. 

Pergerakan minyak terlihat fluktuatif dimana minyak tertekan oleh ekspektasi bahwa Arab Saudi berniat untuk mempertahankan kuota  produksinya  meskipun  harga  minyak  belakangan  ini  menurun  dan  OPEC  meminta  untuk  menurunkan  produksi  minyaknya  menjelang  dilakukan pertemuan di Wina, Austria pada hari Kamis. 

Harga minyak mentah AS rebound setelah terjatuh ke level terendah 2012 yang baru, kemudia bergerak di aatas level support $81 per  barel untuk ketiga kalinya sejak 4 Juni. Kuatnya indeks saham berjangka dan bursa Wall Street yang dibuka menguat telah membantu  mengangkat harga minyak. Sedangkan minyak Brent juga berhasil bertahan di atas level low 2012 di $95.63 yang dicapai pada 4 Juni. 

Brent crude <LCOc1> merosot 86 sen atau 0.88%  ke $97.14 per barel, level penutupan terendahnya sejak 25 Januari 2011 ketika harga  ditutup di level $95.25.  Sedangkan U.S. crude <CLc1> naik 62 sen atau 0.75% ke  $83.32 per barel, setelah terkoreksi ke intraday low  $81.07, level terendahnya sejak 6 Oktober. 

Sementara itu, U.S. Energy Information Administration (EIA) memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak tahun 2012 sebesar  150.000 menjadi 810.000 barel per hari (bpd), namun menaikkan proyeksi untuk produksi minyak dari negara‐negara di luar Organization  of the Petroleum Exporting Countries (OPEC).  EIA menaikkan proyeksi pertumbuhan produksi minyak non‐OPEC di tahun 2012 sebesar 120.000 bpd menjadi 800.000 bpd, mencatat  total produksi minyak non‐OPEC menjadi 52.72 juta bpd. 

Stok  minyak  mentah AS  diprediksi  turun  di  pekan  lalu  untuk  kedua kalinya  secara  berturut‐turut  akibat  turunnya  impor.  Stok  minyak  diprediksi turun 1.4 juta barel untuk pekan per 8 Juni, demikian survey Reuters menunjukkan.  Di  pekan  sebelumnya,  stok  minyak turun  111.000  barel  menjadi  384.63  juta  barel,  demikisn  data  yang  dirilis  U.S.  Energy Information  Administration menunjukkan. Itu adalah penurunan pertama kalinya dalam 11 pekan terakhir. 




EURO ZONE
Euro ditutup menguat pada sesi Selasa mengikuti penguatan bursa saham dan komoditas. Namun tekanan pada euro diperkirakan masih akan bertahan,  terutama setelah imbal hasil obligasi Spanyol meningkat ke level tertingginya sejak 1999. Para investor semakin khawatir akan meningkatnya kesulitan  Spanyol untuk mengakses pasar kredit dengan biaya hutang yang tinggi.  

Menteri  Keuangan  Austria  –  Maria  Fekter  mengeluarkan  pernyataan  kontroversial,  setelah  menegaskan  bahwa  Italia  juga  diperkirakan  akan  membutuhkan  bailout  seiring  tingginya  borrowing  cost  negara  tersebut  dan  meningkatnya  deficit.  Perdana  Menteri  Italia  Mario  Monti,  menangkis  pernyataan Fekter tersebut dan menyatakan bahwa komentar Fekter sangat tidak pantas dan tidak membantu penanganan krisis.  

Pasar  saat  ini  diperkirakan  masih  akan  mengamati  perbagai  kemungkinan  dari  hasil  pemilu  Yunani  17  Juni  mendatang.  Ppartai  radikal  kiri  –  SYRIZA  diperkirakan akan bisa memenangkan pemilu, dan meningkatkan dugaan akan kemungkinan keluarnya Yunani dari Uni Eropa karena sikap partai tersebut  yang menolak pemangkasan anggaran dan bailout senilai 130 miliar euro.  

Ofisial Uni Eropa  melakukan pembahasan mengenai  upaya untuk membatasi  dampak dari kemungkinan keluarnya  Yunani dari Uni Eropa.  Diantaranya  adalah  dengan  membatasi  penarikan  dana  tunai  dari  mesin  ATM,  melakukan  pengecekan  pada  perbatasan  negara,  membentuk  lembaga  pengontrol  modal dan yang paling ekstrim adalah menangguhkan pemberlakuan kesepakatan Schengen yang berarti membatasi visa perjalanan di 26‐negara eropa,  termasuk negara yang masuk dalam Uni Eropa.  

Hingga akhir sesi New York, euro tercatat menguat 0,31 persen terhadap dolar AS ke 1.2511, euro juga naik 0,54 persen terhadap yen ke 99.56 yen, dan  turun 0,32 persen terhadap sterling ke 0.8031. Sedangkan terhadap Swiss franc, euro tercatat mengalami penguatan tipis 0,02 ke level 1.2009.



U.K.
Manufacturing  output  Inggris  mencatatkan  penurunan  yang  mengejutkan  pada  bulan  April,  data  resmi  menunjukkannya  Selasa  lalu,  meningkatkan resiko makin panjangnya resesi dan menumpuk tekanan pada pengambil kebijakan untuk mengambil tindakan dalam mendorong  pertumbuhan (ekonomi).  

Bank  of  England  menjauh  dari  menginjeksi  cash  pada  perekonomian  minggu  lalu,  tetapi  pada  hari  Senin  pejabat  bank  sentral  Adam  Posen  menyebutkan kedepannya pada pembelian aset‐aset, memfokuskan pada pinjaman perusahaan.    

The Office for National Statistics mengatkan bahwa manufacturing output anjlok 0.7 persen pada bulan April setelah kenaikan 0.9 persen pada  bulan Maret, perkiraan yang mengecewakan untuk unchanged.  

House prices Inggris melorot kefase terlemahnya pada bulan Mei, meskipun outlook memburuk karena intesifnya krisis zona euro dan penjualan  tertekan sementara yang terjadi dari expiry‐nya tax holiday, sebuah survei menunjukkannya Selasa lalu. 

The  Royal  Institution  of  Chartered  Surveyors'  (RICS)  seasonally  adjusted  house  price  naik  menjadi  ‐16  dari  ‐19  pada  bulan  April,  memangkas  perkiraan para ekonom pada tingkat ‐18. 

Pemberi  kerja  Inggris  mengekspektasi  untuk  mengambil  lebih  sedikit  pekerja  pada  bulan  kedepannya,  laporan  dari  perusahaan  perekrutan  Manpower Group menunjukannya Selasa lalu, bersamaan dengan survei lainnya yang mengindikasikan bahwa pertumbuhan pada penempatan  pekerja tetap melambat pada bulan Mei.   

Sementara  itu  polling  yang  menyoroti  resiko  bahwa  penurunan  baru‐baru  ini  pada  tingkat  pengangguran  tidak  akan  bertahan,  mereka  juga  menunjukkan  beberapa  ketahanan  yang  tidak  terduga  pada  waktu  ketika  perekonomian  kembali  pada  resesi  dan  krisis  utang  zona  euro  menimbulkan bahaya yang baru.
JAPAN
Dana  Moneter  Internasional  (IMF)  menyatakan  bahwa  kurs  yen  saat  ini  overvalued  dan  bank  sentral  ‐  BOJ  seharusnya  mempertimbangkan  untuk  menempuh  pelonggaran  moneter  lanjutan.  Termasuk  diantaranya  adalah  dengan  target  untuk  memasukkan  obligasi  yang  bertenor  lebih  lama  dan  sekuritas  swasta.  Berbicara  melalui  Deputy  Managing  Director  ‐  David  Lipton,  IMF  menegaskan  bahwa  apresiasi  yen  dalam  beberapa  tahun  terakhir  dipengaruhi oleh beralihnya investasi pada instrumen safe haven, dan para analis IMF memiliki pandangan bahwa kurs yen overvalued dalam perspektif  jangka menengah. 

Kekhawatiran  investor  akan  krisis  hutang  Eropa  telah  melambungkan  kurs  yen  yang  naik  5  persen  terhadap  dolar  AS  sejak  pertengahan  Maret  silam.  Dengan prospek semakin memburuknya kondisi di Eropa, maka minat investor terhadap yen sebagai aset safe haven diperkirakan masih akan meningkat.  

Hingga akhir sesi New York, dolar AS tercatat menguat 0,24 persen terhadap yen di 79.58, sementara itu euro juga naik 0,54 persen terhadap yen ke 99.56  yen.  Sedangkan  Aussie  dolar tercatat  melonjak  1,23  persen  terhadap yen  di  79.25  dan  sterling  juga  naik  0,85  persen  terhadap  yen ke  123.91.  




AUSTRALIA
Australia  akan  mendorong  pertumbuhan  dan  penciptaan  lapangan  kerja  bersamaan  dengan  langkah‐langkah  penghematan  pada  pertemuan  ekonomi  terbesar di dunia pekan depan, G20, di Meksiko, demikian dikatakan Perdana Menteri Australia Julia Gillard. 

Para pemimpin dari negara G‐20 akan bertemu di Meksiko pada tanggal 18 Juni dengan ekonomi global berada dalam kondisi yang paling rapuh karena  buruknya  krisis  keuangan  tahun  2008.  Pertemuan  tersebut  dimulai  satu  hari  setelah  pemilihan  penting  di  Yunani,  menyusul  anggota  parlemen  Yunani  berupaya membentuk pemerintah baru untuk tetap dalam keanggotaan mata uang Eropa atau malah melakukan langkah‐langkah yang bisa menyebabkan  negara tersebut keluar dari keanggotaan zona euro. 

Ketidakpastian politik di Yunani, serta krisis perbankan di Spanyol, terancam meluas ke perlambatan global yang mempengaruhi tidak hanya Eropa tetapi  juga AS dan Cina, sebagai mitra perdagangan terbesar Australia. 

Gubernur  Bank  Sentral  Australia  Glenn  Stevens  akan  berbicara  pada  KTT  Brisbane  pada  hari  Rabu  ini  pukul  9.10  waktu  setempat.  Bank  sentral  telah  memangkas suku bunga sebesar 125 basis poin menjadi 3,5% sejak November dalam upaya untuk meningkatkan aktivitas dan kepercayaan bisnis, menyusul  lemahnya sektor ekonomi di luar sektor pertambangan dalam beberapa waktu terakhir. 

Aussie terlihat mengalami rebound meskipun masih terbatas seiring masih tertekannya minat terhadap aset‐aset beresiko. Naiknya yield obligasi Spanyol  dan Italia, keprihatinan terhadap prospek bailout perbankan Spanyol, dan pemilu Yunani yang akan segera digelar, kesemuanya telah memicu tertekannya  sentimen pada aset beresiko. 

Setelah koreksi tertahan di sekitar $0.9850‐an, Aussie berhasil rebound dan bertengger di atas areal $0.9900. Namun jika kondisi ekonomi Eropa kembali  terguncang, maka Aussie berpotensi kembali melemah.  




SWISS
Pemerintah  Swiss  menaikkan  proyeksi  pertumbuhan  ekonomi  tahun  2012  menyusul  besarnya  permintaan  domestik  telah  membantu  mengatasi tertekannya ekspor akibat kuatnya nilai tukar Swiss franc, meskipun memburuknya krisis zona euro memiliki potensi untuk  menghambat momentum. 

Switzerland's State Secretariat for Economics (SECO) saat ini memprediksi ekonomi akan tumbuh 1.4% di tahun 2012, naik dari proyeksi  Maret di 0.8%. SECO juga memprediksi inflasi berada di level ‐0.4% tahun ini, sebuah proyeksi yang tidak berubah dari sebelumnya. 

Swiss  National  Bank  (SNB),  yang  akan  menggelar  sidang  regulernya  hari  Kamis  besok,  juga  diprediksi  akan  menaikkan  proyeksi  pertumbuhan  ekonomi  dari  “hampir  1%”  menyusul  suksesnya  langkah  pembatasan  pada  penguatan  nilai  tukar  mata  uangnya  yang  diberlakukan sejak September lalu guna melindungi ekonomi dalam negeri dari kemungkinan deflasi dan resesi. 

Menurut jajak pendapat Reuters terhadap sejumlah ekonom, SNB kemungkinan akan merevisi pandangan pertumbuhan ekonomi untuk  2012 menjadi 1,3%. SNB juga diprediksi akan menegaskan kembali komitmennya untuk mempertahankan patokan maksimum franc pada  1.20 per euro yang dimaksudkan untuk menangkal resesi.

Tuesday, June 12, 2012

Headline News 12.06.12


US & GLOBAL
Bursa  saham  anjlok  dan  euro  merosot  terhadap  dollar  AS  Senin  lalu,  sementara  itu  yield  obligasi  Spanyol  naik  karena  investor mengkhawatirkan mengenai rincian perjanjian $125 milyar untuk menopang perbankan Spanyol.   

Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> melemah 141.91 poin, atau 1.13 persen, ke level 12,412.29. Indeks S&P 500  <.SPX> anjlok 16.66 poin, atau 1.26 persen, ke level 1,309.00. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> berkurang 48.69 poin, atau  1.70 persen, ke level 2,809.73.     

Indeks Euro STOXX 50 <.STOXX50E>, dari saham‐saham blue‐chip Eropa, merosot 0.3 persen dan Spain's IBEX 35 <.IBEX>  ditutup melemah 0.5 persen. Indeks saham global yang dinilai pada MSCI <.MIWD00000PUS> berkurang 0.3 persen.   

Para menteri keuangan zona euro mencapai kesepakatan pada akhir pekan untuk meminjamkan Spanyol diatas 100 milyar  euro ($125 milyar) untuk mem‐bail out perbankannya. Keraguan mengenai kemampuan  perjanjian untuk menghentikan  menyebarnya krisis utang di Eropa membuktikan pada hasrat terkini untuk safe‐haven U.S. Treasuries

Menyoroti  ketidakpastian  berkenaan  kesepakatan  transaksi,  Uni  Eropa  dan  pejabat  Jerman  mengatakan  Spanyol  akan  menghadapi pengawasan oleh international lenders, berlawanan dengan komentar dari Perdana menteri Spanyol Mariano  Rajoy.  

Setelah eforia awal pada bailout Spanyol memudar, euro <EUR=> tertekan terhadap dollar AS. Terakhir diperdagangkan  pada level disekitar $1.2481 setelah sempat mencapai level tertingginya tiga minggu 1.2668.  

Obligasi bertenor 10‐tahun/U.S. Treasury note <US10YT=RR> naik 11/32, dengan yield 1.5945 persen.   

Harga emas mendekati flat Senin lalu setelah logam mulia menekan pada kenaikan awalnya mengikuti pelemahan ekuitas  AS  berkenaan  dengan  memudarnya  antusiasme  berkenaan  bailout  Eropa  untuk  beban  utang  perbankan  Spanyol.  Spot  emas <XAU=> turun 0.1 persen ke level $1,592.16 per ons pada pukul 12:19 p.m. EDT (1619 GMT), sekitar $15 dari level  tertinggi $1,607.95 yang terjadi pada awal hariannya.   

Harga  oil  merosot  dalam  rangkaian  tiga  harinya  dan  memperluas  pelemahan  pasca  settlement  Senin  lalu,  membalikkan  kenaikan  awalnya  dari  gambaran  rally  paket  penyelamatan  untuk  perbankan  Spanyol,  karena  investor  khawatir  bahwa  negara zona euro lainnya akan membutuhkan bantuan. Brent July crude <LCOc1> melorot $1.47 untuk di settle ke level $98  per  barrel,  setelah  mencapai  level  $102.21.  Harga  dibawah  level  $97  per  barrel  pada  pasca‐settlement.  U.S.  July  crude  <CLc1>  anjlok  $1.40  untuk  di  settle  ke  level  $82.70  per  barrel,  setelah  melemah  dari  level  $86.64  pada  level  puncak  intraday. 




GOLD & COMMODITIES
Harga emas bergerak hampir flat pada hari Senin setelah emas menyerahkan keuntungan yang didapat di awal sesi  seiring  anjloknya euro dan ekuitas AS karena meredanya euforia seputar kesepakatan pemberian bailout senilai $125 milyar pada  perbankan Spanyol. 

Harga emas spot turun 0.1% di sekitar $1,592.16 per ounce sementara harga emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus  turun $2 per ounce di level $1,593.40.   

Emas terus berupaya untuk kembali bertengger di atas $1,600 per ounce sejak berhasil menembus level tersebut sepekan  lalu setelah rilis buruk data ketenagakerjaan AS memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan digulirkannya kebijakan  quantitative easing putaran ketiga oleh The Fed, yang saat itu sempat memicu kenaikan 1 hari terbesarnya selama lebih  dari 3 tahun terakhir. Namun rally emas kemudian terhenti setelah Bernanke tidak memberikan indikasi akan kelanjutan  stimulus. 

Tekanan jual pada emas berlanjut setelah meredanya euforia seputar bantuan terhadap perbankan Spanyol tersebut dan  telah memukul kembali mata uang ber‐yield lebih tinggi dan juga aset beresiko.  

Euro  awalnya  menguat  mendekati  level  tertinggi  3  pekan  tetapi  kemudian  mengalami  koreksi  terhadap  dolar  menyusul  berkembangnya keraguan mengenai apakah bailout bank Spanyol bisa memecahkan masalah utang negara, dengan pasar  waspada terhadap pengambilan risiko menjelang pemilihan umum Yunani akhir pekan depan. 




OIL & COMMODITIES
Harga  minyak  anjlok  3%,  dengan  harga  minyak  mentah  AS  mencatat  level  terendahnya  tahun  ini  karena  kekhawatiran  bahwa  krisis  utang  zona  euro  akan  melanda  lebih  banyak  negara  dan  mengancam  permintaan  minyak  bumi.  Kondisi  tersebut  telah  membalik  rally  yang  terjadi  di  awal  sesi  terkait  kesepakatan  pemberian  bailout  pada  perbankan  Spanyol,  menyusul investor mempertanyakan apakah bantuan tersebut akan cukup dan juga karena kekhawatiran terus berlanjut  terhadap kondisi utang di negara zona euro lainnya. 

Sentimen  bearish  pada  pasar  minyak  juga  disebabkan  oleh  produsen  utama  minyak  Arab  Saudi  yang  nampaknya  akan  meminta kenaikan target produksi minyaknya pada OPEC pada sidangnya hari Kamis mendatang di Wina, meskipun harga  minyak mentah belakangan ini tengah mengalami penurunan. 

July Brent crude <LCON2> turun $1.47 dan bergerak di sekitar $98, setelah mencatat high di $102.21. Brent mempertajam  koreksinya di bawah $97 per barel setelah mencatat intraday low di $96.50. 

Sedangkan harga minyak mentah berjangka AS untuk pengiriman Juli, NYMEX July crude <CLN2> , turun $1.40 dan bergerak  di sekitar $82.70 per barel, setelah sempat mencatat intraday low di $81.11, menembus level low sebelumnya di $81.21  yang dicapai pada 4 Juni lalu. 




EURO ZONE
Euro melemah terhadap dolar AS dan yen setelah sempat dibuka dengan gap up dan menguat hingga level tertinggi sejak akhir Mei silam. Pelemahan euro  tersebut terdesak oleh pesimisme yang melanda pelaku pasar bahwa bail out terhadap Spanyol belum akan mengakhiri krisis hutang negara tersebut.  Turut menekan sentimen pelaku pasar lebih dalam adalah kekhawatiran terhadap hasil pemilu Yunani pekan depan.  

Uni‐Eropa  setuju  untuk  memberikan  pinjaman  senilai  100  miliar  euro  guna  mengatasi  masalah  di  sektor  perbankan  Spanyol.  Berita  tersebut  sempat  mengangkat performa euro hingga 1 persen pada sesi perdagangan Asia. Namun Uni Eropa dan pemerintah Jerman menginginkan adanya pengawasan  internasional terhadap Spanyol, sebuah langkah yang dihindari Perdana Menteri Mariano Rajoy yang menginginkan bail out tanpa syarat.  

Setelah Spanyol berhasil mendapatkan bantuan untuk perbankan senlai 100 mliar euro, maka kondisi in menempatkan Italia di garis depan krisis hutang  Eropa saat ini. Diperkirakan akan meningkatkan tekanan bagi Perdana Menteri Mario Monti untuk bisa menghindarkan dari keterpurukan ekonomi lebih  lanjut.  Italia  memiliki  hutang  hingga  mencapai  2  triliun  euro,  dengan  demikian  Kementrian  Keuangan  harus  bisa  menjual  sekitar  35  miliar  obligasi  perbulannya.  

Hingga akhir sesi New York, euro tercatat melemah 0,35 persen terhadap dolar AS ke 1.2472, euro juga anjlok 0,43 persen terhadap yen ke 99.03 yen, dan  turun 0,40 persen terhadap sterling ke 0.8057. Sedangkan terhadap Swiss franc, euro tercatat mengalami penguatan tipis 0,01 ke level 1.2009.
U.K.
Hari ini rilis data penting Inggris adalah industrial production dan manufacturing production untuk basis bulanan dan tahunan bulan April. 

Pemerintah  Irlandia  Senin  lalu  bergegas  untuk  merespon  klaim  Spanyol  yang  telah  aman  oleh  bailout  yang  lebih  baik  dari  Eropa,  yang  mengatakan dalam kesepakatannya sendiri dalam beberapa cara yang lebih menarik dan bersikeras para pemberi pinjaman akan cocok dengan  konsesi yang ditawarkan ke Spanyol.   

Keputusan para pemimpin zona euro untuk mengabulkan kepada Spanyol hingga diatas 100 milyar euro ($125 milyar) pada pendanaan untuk  perbankannya tanpa memasukkan penyelamatan skala penuh, telah menaikkan tensi dari oposisi Irlandia, yang mengatakan pemerintah telah  outmanoeuvred.   

Selagi  Spanyol akan join dengan Yunani, Irlandia dan Portugal dalam menerima paket bantuan keuangan Eropa, bantuan akan di fokuskan hanya  pada sektor perbankan dan tidak berlaku dalam melakukan langkah‐langkah tambahan untuk austerity atau reformasi struktural.   

"They got the exact same deal that we got," Deputi menteri keuangan Brian Hayes mengatakannya jika Spanyol mendapatkan kesepakatan yang  lebih baik.   




JAPAN
Para pebisnis manufaktur kelas berat Jepang cenderung lebih pesimis dalam memproyeksikan kondisi bisnis untuk periode April hingga Juni, demikian  berdasarkan jajak pendapat dari Kementrian Keuangan dan the Economic and Social Research Institute. Data memperlihatkan penurunan sentimen pelaku  bisnis  manufaktur  besar  menjadi  ‐5.7,  meskipun  masih  lebih  baik  dibanding  data  Januari  –  Maret  yang  mencapai  ‐7.3.  Data  tersebut  memberikan  dorongan bagi BOJ untuk lebih memperhatikan rilis data survey sentimen tankan yang akan rilis 02 Jli mendatang.  

Bank  sentral  nampaknya  masih  akan  mendapat  tekanan  untuk  melakukan  pelonggaran  moneter  dalam  beberapa  bulan  kedepan  menyusul  berkembangnya krisis hutang kawasan eropa yang ditingkahi dengan penguatan kurs yen yang memberatkan para eksportir.  

Hingga akhir sesi New York, dolar AS tercatat melemah tipis 0,09 persen terhadap yen di 79.39, sementara itu euro juga anjlok 0,43 persen terhadap yen  ke  99.03 yen. Sedangkan Aussie  dolar tercatat melemah 0,56 persen  terhadap yen di 78.29  dan sterling juga turun tipis 0,02 persen  terhadap  yen ke  122.87. 




AUSTRALIA
Di  awal  sesi,  Aussie  sempat  rally  ke  level  tertinggi  4  pekan  terhadap  dolar  setelah  para  meneteri  Eropa  menyetujui  untuk  memberi  bantuan pada perbankan Spanyol senilai $125 milyar. 

Namun dengan berakhirnya euforia seputar bantuan terhadap perbankan Spanyol tersebut telah memukul kembali mata uang ber‐yield  lebih tinggi dan juga aset beresiko. 

Aussie awalnya melonjak hingga ke level $1.0010, mencatat rally hampir 1 sen dolar ke level tertiggi sejak medio Mei dan mendorong  naiknya  saham  di  bursa  Asia.  Namun  seiring  meredanya  euforia  seputar  bantuan  pada  perbankan  Spanyol  membuat  Aussie  kembali  tersungkur hingga mencatat intraday low di $0.9858 sebelum akhirnya bergerak di sekitar $0.9862. 

Sementara itu pasar Ausie tutup pada hari Senin berkenaan dengan libur nasionalnya, Queen’s Birthday

Kondisi politik dan ekonomi yang belum menentu di Eropa masih memberikan resiko terhadap nasib Aussie. Jika partai yang anti‐bailout  berhasil  memetik  kemenangan  pada  pemilu  Yunani  17  Juni  mendatang,  maka  negara  Para  Dewa  tersebut  terancam  bakal  keluar  dari  keanggotaan zona euro, dan hal ini akan memicu aksi jual pada mata uang berimbal hasil lebih tinggi dan juga aset‐aset beresiko. 

Adapun  data  ekonomi  Australia  yang  akan  dirilis  pekan  ini  meliputi  data  kepercayaan  bisnis  dan  kepercayaan  konsumen,  sementara  Gubernur RBA Glenn Stevens akan berbicara pada sebuah forum ekonomi di hari Rabu besok. 




SWISS
Di  awal  sesi,  Swiss  franc  sempat  rally  ke  level  tertinggi  sejak  23  Mei  terhadap  dolar  setelah  para  meneteri  Eropa  menyetujui  untuk  memberi bantuan pada perbankan Spanyol senilai $125 milyar. 

Namun dengan berakhirnya euforia seputar bantuan terhadap perbankan Spanyol tersebut telah memukul kembali mata uang ber‐yield  lebih tinggi dan juga aset beresiko. 

Swiss franc awalnya sempat melonjak hingga ke level $0.9477, mencatat rally lebh dari 1% terhadap penutupan New York hari Jumat dan  mendorong naiknya saham di bursa Asia. Namun seiring meredanya euforia seputar bantuan pada perbankan Spanyol membuat Swiss  franc kembali tersungkur hingga mencatat intraday low di 0.9628 franc per dolar sebelum akhirnya bergerak di sekitar 0.9623 franc. 

Pasar  saat  ini  akan  menyoroti  sidang  SNB  hari  Kamis  pekan  ini  sekitar  pukul  14.30  wib.  Hasil  survey  Reuters  menunjukkan  SNB  kemungkinan akan mempertahankan suku bunga mendekati level 0% dan mempertahankan nilai patokan Swiss franc terhadap euro. 

Menurut jajak pendapat, bank sentral siap mempertahankan kebijakan moneternya termasuk patokan nilai tukar franc, bahkan jika zona  euro terpecah sekalipun, meskipun kalangan minoritas meyakini bahwa kontrol modal mungkin diperlukan.

Monday, June 11, 2012

Headline News 11.06.12


US & GLOBAL
Bursa  saham  AS  ditutup  menguat  Jumat  lalu,  dengan  indeks  S&P  500  mencatatkan  kinerja  mingguan  terbaik  tahunan  karena investor berbalik kepada saham dari ekspektasi Spanyol mendekati  untuk mendapat bantuan dari permasalahan  perbankan.   

Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 93.24 poin, atau 0.75 persen, ke level 12,554.20. Indeks Standard &  Poor's 500 <.SPX> melejit 10.67 poin, atau 0.81 persen,  ke level 1,325.66. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> bertambah  27.40 poin, atau 0.97 persen, ke level 2,858.42.    

Saham‐saham hampir dimanapun ditutup merosot. Dengan indeks MSCI's world equity <.MIWD00000PUS> merosot 0.25  persen ke level 300.42. Indeks masih naik 3 persen dalam mingguannya, kinerja terbaik sejak bulan Januari. Saham‐saham  utama Eropa <.FTEU3> ditutup melemah 0.2 persen. Indeks MSCI Emerging Equity <.MSCIEF> anjlok 0.9 persen.   

Euro  melemah  terhadap  dollar,  tertekan  oleh  penurunan  peringkat  pada  kredit  Spanyol  dan  ditandai  pelemahan  perekonomian pada Italia dan Jerman, meskipun mencatatkan kenaikan minggu pertamanya dalam enam minggu.   

Pejabat senior Uni Eropa dan Jerman mengatakan pada Reuters bahwa deputi menteri keuangan dari 17‐negara mata uang  tunggal  akan  mengadakan  conference  call  Sabtu  pagi  untuk  mendiskusikan  permintaan  Spanyol  pada  paket  bantuan  terhadap perbankannya, meskipun tidak adanya angka yang ditetapkan. 

Euro <EUR=> merosot 0.5 persen ke level $1.2501, anjlok dari level tertingginya dua minggu di level $1.2625 yang tercapai  Kamis sebelumnya. Dollar anjlok 0.3 persen ke level 79.40 yen <JPY=>.   

Obligasi bertenor 10‐tahun/U.S. Treasury note naik 3/32, dengan yield 1.6336 persen <US10YT=RR>.   

Emas  menguat  Jumat  lalu,  membalikkan  penurunan  tajam  awalnya  karena  ketidakpastian  berkenaan  rencana  penyelamatan  berikutnya  untuk  permasalahan  perbankan  Spanyol  yang  mendorong  beberapa  aksi  beli  safe‐haven  dan  mendorong investor untuk meng‐cover perkiraan bearish menjelang akhir pekan ini. Spot emas <XAU=> bertambah $1,594  per  ons  dari  level  $1,589.15  pada  penutupan  di  New  York  Kamis  sebelumnya,  membalikkan  besarnya  tekanan  karena  ketidakpastian berkenaan perbankan Spanyol yang mendorong safe‐haven buying.   

Harga  oil  anjlok  karena  turunnya  harapan  untuk  stimulus  berikutnya  dari  bank  sentral  yang  menekan  mengenai  permintaan.  Brent  crude  untuk  bulan  Juli  <LCOc1>  merosot  46  sen  untuk  di  settle  ke  level  99.47  per  barrel,  setelah  mencapai level terendahnya $97.19. Harga U.S. crude <CLc1> melorot 72 sen untuk di settle ke level $84.10 per barrel, yang  telah menyentuh level terendahnya $82.00. Kedua kontrak tersebut telah turun dalam rangkaian dua harinya.   




GOLD & COMMODITIES
Emas rebound pada hari Jumat, membalik kerugian awal sesi menyusul ketidakpastian mengenai rencana penyelamatan  pada perbankan Spanyol telah mendorong investor untuk memburu aset‐aset aman. 

Logam  mulia  rebound  $30  dari  level  low  awal  sesi  setelah  Reuters  melaporkan  Spanyol  kemungkinan  akan  meminta  bantuan Eropa untuk mengatsi permasalahan di sektor perbankan. Jumat adalah hari ketiga secara berturut‐turut untuk  emas bergerak di kisaran $30 atau lebih lebar. 

Emas  mencatat  penurunan  mingguan  sebesar  2%  setelah  investor  kecewa  dengan  testimoni  Bernanke  yang  mengikis  harapan akan berlanjutnya program quantitative easing putaran ketiga oleh The Fed. 

Emas spot naik 30 sen di level $1592,26 per ounce, rebound tajam dari level intraday low $1561,44 yang merupakan level  terendah dalam sepekan. Sedangkan untuk emas berjangka AS pengiriman Agustus naik $3,20 di level $1591,20 per ounce.  




OIL & COMMODITIES
Harga  minyak  turun pada hari  Jumat,  mencatat kerugian  mingguan  keenam secara  berturut‐turut  menyusul  krisis  utang  zona  euro  dan  berkurangnya  harapan  untuk  stimulus  moneter  oleh  The  Fed  memperkuat  kekhawatiran  tentang  menurunnya permintaan minyak bumi. 

Putaran lain dari pembicaraan antara Badan Energi Atom Internasional PBB dan Iran yang tidak menghasilkan kemajuan  berarti menuju tercapainya kesepakatan yang mengijinkan pengawas menyelidiki fasilitas nuklir, telah membantu minyak  untuk memangkas sejumlah kerugiannya. 

Testimoni Kepala The Fed Ben Bernanke pada hari Kamis telah mengikis harapan akan dilanjutkannya program pembelian  aset putaran ketiga oleh The Fed atau yang lebih dikenal dengan istilah quantitative easing

Presiden AS Barack Obama pada hari Jumat mengatakan bahwa para pemimpin Eropa menghadapi "kebutuhan mendesak  untuk bertindak" guna menyelesaikan krisis keuangan kawasan menyusul ancaman resesi akan membahayakan ekonomi AS  yang masih rapuh. 

Brent July crude <LCOc1> turun $1,59 ke $98,34 per barel, rebound dari level day low f $97,19.  
Sedangkan untuk U.S. July crude <CLc1> turun $1,60 di level $83,22, setelah tersungkur ke level day low $82.   




EURO ZONE
Euro melemah pada sesi Jumat akhir pekan lalu terdesak dampak dari pemangkasan peringkat kredit Spanyol oleh lembaga pemeringkat Fitch menjadi  peringkat  BBB  dengan  outlook  negatif.  Turut  mendesak  kinerja  euro  adalah  tanda‐tanda  dari  fundamental  ekonomi  Jerman  dan  Italia  yang  memperlihatkan perlambatan ekonomi. Namun demikian euro tercatat berhasil membukukan penguatan mingguan terbaik sejak April silam.  

Sementara itu berdasarkan sumber dari Uni Eropa dan Jerman terhadap Reuters menyatakan bahwa Spanyol kemungkinan akan melakukan permintaan  resmi  untuk  bantuan  keuangan  pada  akhir  pekan  ini  (9  ‐10  Juni)  guna  menopang  kebangkrutan  sektor  perbankannya.  Lembaga  Pemeringkat  Moody’s  menyatakan bahwa perkembangan di sektor perbankan Spanyol dan meningkatnya resiko keluarnya Yunani akan berujung pada pemangkasan peringkat  kredit beberapa negara di kawasan Uni Eropa.  

Mayoritas  analis  percaya  bahwa  euro  masih  akan  berpeluang  melanjutkan  tekanannya  pekan  ini  seiring  berfokusnya  kembali  para  investor  terhadap  gonjang‐ganjing politik Yunani menjelang pemilu 17 Juni mendatang. Jika partai yang anti bailout menang maka akan meningkatkan kemungkinan Yunani  meninggalkan mata uang tunggal euro. 

Dalam sepekan terakhir euro tercatat mengalami penguatan 0,68 persen terhadap dolar AS ke 1.2516, sementara itu euro juga mencatat penguatan 2,54  persen terhadap yen ke 99.46, sebaliknya euro mencatat pelemahan 0,05 persen terhadap sterling ke 0.8089 dan turun tipis 0,03 persen terhadap Swiss  franc di 1.2008.




U.K.
Warga  Inggris  mengekspektasi harga‐harga  untuk  naik ke fase tercepatnya  dalam tahun‐tahun  mendatang  daripada  tiga  bulan  yang lalu, survei Bank of England menunjukkannya Jumat lalu, meningkatkan kekhawatiran bahwa publik kemungkinan digunakan  untuk inflasi yang tinggi.  

Survei BoE's May inflation menunjukkan bahwa ekspektasi inflasi publik pada 3.7 persen hingga 12 bulan mendatang, naik dari  ekspektasi 3.5 persen pada Februari, dan merupakan yang tertinggi sejak bulan November.  

Naiknya  pada  ekspektasi  terjadi  meskipun  melambatnya  tekanan  harga  baru‐baru  ini,  yang  mana  mendorong  consumer  price  inflation turun ke level terendahnya dalam 2‐tahun pada 3.0 persen di bulan April.   

Factory  gate  inflation  Inggris  melambat  ke  level  terendahnya  dalam  dua  setengah  tahun  pada  bulan  Mei,  karena  biaya  oil  merosot, menaikkan peluang bahwa turunnya consumer price inflation akan mendukung konsumsi tahun ini.   




JAPAN
Menteri  Keuangan  Jun  Azumi  nampaknya  telah  menerapkan  bentuk  baru  dari  intervensi  guna  menahan  penguatan  yen,  yaitu  dengan  melakukan  aksi  diam. Para analis memprediksi bahwa saat ini pemerintah Tokyo telah memahami bahwa dengan peringatan verbal saja tidak akan berarti pada aktifitas  spekulan  yang  terus  menguatkan  kurs  yen.  Saat  yen  menguat  mendekati  level  tertingginya,  Azumi  dan  para  deputinya  berkeras  tidak  memberikan  komentar. 

Namun  demikian  berdasarkan  sumber  yang  cukup  dekat  dengan  kebijakan  mata  uang  asing  Jepang  menyatakan  bahwa  masih  terdapat  kemungkinan  ditempuhnya  langkah  intervensi  pemerintah.  Mayoritas  analis  memprediksi  otoritas  Jepang  baru  akan  mulai  mempertimbangkan  intervensi  jika  dolar  mencapai level 76 yen. 

Pekan  ini  pelaku  pasar  akan  mengamati  sejumlah  rilis  data  diantaranya  CGPI  untuk  periode  Mei  yang  diprediksi  masih  akan  melanjutkan  tren  penurunannya hingga ‐0,4 dalam basis antar tahun. Selanjutnya akan rilis data machinery orders untuk periode April yang diperkirakan membaik menjadi  2.1%. Dan selanjutnya BOJ akan menggelar sidang dua hari yang akan diakhiri pada tanggal 15 Juni untuk menentukan langkah apa yang diperlukan guna  menopang pemulihan ekonomi Jepang saat ini.  

Dalam sepekan terakhir dolar AS tercatat menguat 1,88 persen terhadap yen ke 79.46, sementara itu euro juga melonjak 2,61 persen terhadap yen ke  99.46.  Sedangkan  Aussie  dolar  tercatat  menguat  tajam  4,10  persen  terhadap  yen  78.73  dan  sterling  juga  naik  2,61  persen  terhadap  yen  ke  122.90.


AUSTRALIA
Tekanan jual pada Aussie masih berlanjut setelah testimoni Kepala The Fed Ben Bernanke yang mengecewakan pasar dimana telah mengikis harapan akan  dilanjutkannya upaya lanjutan untuk merangsang pertumbuhan ekonomi. 

Aussie gagal untuk kembali menembus paritasnya terhadap dolar setelah hanya mencatat intraday high di $0.9917 sebelum akhirnya bergerak di sekitar  $0.9915. 

Di hari Kamis sebelumnya, Aussie berhasil menembus paritasnya di $1.0003 setelah Cina secara mengejutkan memangkas suku bunganya untuk pertama  kalinya selama hampir 4 tahun terakhir untuk merangsang pertumbuhan ekonominya. Namun Aussie kemudian kembali terkoreksi tajam setelah muncul  testimoni Bernanke yang mengikis harapan akan berlanjutnya program quantitative easing putaran ketiga oleh The Fed. 

Turunnya harga komoditas selama sesi Asia nampaknya turut mendorong melemahnya Aussie di sesi Eropa dan AS di akhir pekan kemarin. 

Kepala bank sentral Australia (RBA) Glenn Stevens percaya bahwa pesimisme warga Australia telah berlebihan dan sudah saatnya untuk mengubahnya,  khususnya setelah rilis menggembirakan data sepekan terakhir untuk kondisi ekonomi. Stevens menyebutkan sejumlah indikasi positif ekonomi diantaranya  pertumbuhan ekonomi di atas 4% selama tahun lalu, tingkat pengangguran sekitar 5% dan underlying inflation (indeks harga yang relevan dengan kebijakan  moneter) yang sedikit di atas 2%. 

Ekspor  Australia  rebound  di  bulan  April,  memperkecil  defisit  perdagangannya  dan  memberikan  indikasi  positif  untuk  awal  kuartal  kedua,  namun  pasar  masih khawatir terhadap dampak negatif dalam beberapa bulan kedepan akibat menurunnya permintaan komoditas Cina dan dampak global dari krisis  utang Eropa. 

Ekspor  naik  3%  dan  impor  turun  1%  dan  memperkecil  defisit  perdagangan  untuk  kembali  ke  level  A$203  juta,  lebih  baik  dari  ekspektasi  terjadi  defisit  sebesar A$900 juta. Sedangkan di bulan Maret sebelumnya defisit mencatat level tertingginya di level A$1,28 milyar. 




SWISS
Swiss  franc  bergerak  melemah  seiring  melemahnya  euro  terhadap  dolar,  setelah  setelah  muncul  testimoni  Bernanke  yang  mengikis  harapan akan berlanjutnya program quantitative easing putaran ketiga oleh The Fed. 

Swiss franc terkoreksi 0,4% terhadap dolar di sekitar 0,9594 franc dibandingkan dengan penutupan New York Kamis.  Sedangkan terhadap euro, Swiss franc masih bergerak stabil di sekitar 1,2011 franc. 

Bank  sentral  Swiss  nampaknya  akan  mempertahankan  kebijakan  moneternya  meskipun  zona  euro  hancur,  namun  sejumlah  ekonom  yakin bahwa kontrol modal mungkin diperlukan, demikian jajak pendapat Reuters menunjukkan. 

Sebanyak 35 ekonom yang disurvey optimis bahwa SNB dalam sidangnya 14 Juni mendatang akan tetap mempertahankan target kisaran  untuk Swiss franc LIBOR di level 0 – 0,25 persen dan akan tetap mempertahankan levelnya di kisaran 0% hingga akhir 2013. 

SNB juga diprediksi akan menaikkan prosyeksi pertumbuhan ekonominya menjadi 1,3% untuk tahun 2012, naik dari 1% prediksinya yang  dibuat di bulan Maret.

Friday, June 8, 2012

Headline News 08.06.12


US & GLOBAL
Bursa saham global dan AS naik Kamis lalu setelah Cina tidak seperti ekspektasi memangkas tingkat suku bunganya untuk menopang  pertumbuhan  (ekonominya),  tetapi  optimisme  tertekan  oleh  ketua  the  Fed  Ben  Bernanke,  yang  mengecewakan  investor  yang  mengharapakan stimulus kedepannya (QE3) untuk perekonomian AS.   

Bernanke dalam testimoninya pada Kongress, mengatakan the Fed siap untuk melindungi perekonomian AS jika permasalahan finansial  memuncak, tetapi menawarkan beberapa petunjuk lebih lanjut bahwa stimulus moneter segera terjadi. Katanya bank sentral mengawasi  dengan ketat "significant risks" terhadap recovery (ekonomi) AS dari krisis utang dan perbankan Eropa, tetapi membuat pernyataan yang  berbeda yang menyatakan mendukung kebijakan moneter Rabu sebelumnya.  

Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> naik 79.24 poin, atau 0.64 persen, ke level 12,494.03. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX>  turun 0.14 poin, atau 0.01 persen, ke level 1,314.99. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> merosot 3.09 poin, atau 0.11 persen, ke level  2,841.63.   

Indeks MSCI world equity <.MIWD00000PUS> menguat 0.7 persen ke level 301.16 poin, setelah mencapai level tertinggi yang lebih dari  seminggu.  Bursa  saham  Eropa  ditutup  naik,  tetapi  menghentikan  kenaikan  pada  level  puncaknya.  Indeks  FTSEurofirst  300  <.FTEU3>  ditutup meningkat 1.1 persen ke level 984.62, penutupan tertingginya sejak 29 Mei.   

Harga  Treasuries  AS  menghapus  penurunannya  setelah  komentar  Bernanke.  Obligasi  bertenor  10‐tahun/U.S.  Treasury  note  <US10YT=RR> naik 4/32, dengan yield 1.6473 persen.   

Dollar melemah terhadap euro untuk rangkaian dua harinya Kamis lalu setelah ketua the Fed Ben Bernanke tetap menyimpan langkah  stimulus kedepannya dan karena bank sentral Cina mangambil tindakan untuk mendorong pertumbuhan (ekonomi), yang mendorong  investor untuk mengkoleksi aset‐aset beresiko. Euro <EUR=> berada pada level $1.2596, naik 0.2 persen dalam hariannya. Euro mencapai  level puncak pada awalnya $1.2625, menurut data Reuters, tertinggi sejak 23 Mei. Terhadap yen, dollar naik 0.4 persen ke level 79.56  <JPY=>.   

Emas anjlok mendekati 2 persen Kamis lalu setelah ketua the Fed menawarkan beberapa langkah kedepannya untuk stimulus moneter,  mendorong investor untuk melakukan aksi ambil untung setelah turunnya laporan payrolls AS minggu lalu. Spot emas <XAU=> turun 1.7  persen ke level $1,589.30 per ons pada pukul 2:38 p.m. EDT ( 1838 GMT), menghentikan kenaikan pada awalnya ke level $1,628.80 per  ons.   

Berita  pada  awalnya  mendorong  harga  oil  dari  ekspektasi  bahwa  pertumbuhan  yang  cepat  pada  negara  dengan  konsumsi  terbesar didunia yang mendorong permintaan. Tetapi kenaikan memudar setelah komentar Bernanke yang menyurutkan harapan pada stimulus  AS. Brent crude <LCOc1> merosot 71 sen untuk di settle ke level $99.93 per barrel, setelah naik ke level tertingginya $102.45 per barrel.  U.S. crude <CLc1> melemah 20 sen untuk di settle ke level $84.82, setelah mencapai level $87.03.   



GOLD & COMMODITIES
Emas anjlok 2% pada hari Kamis setelah Kepala The Fed Ben Bernanke menawarkan beberapa indikasi akan kelanjutan stimulus moneter,  mendorong investor untuk melepas pandangan bullish mereka yang sebelumnya dipicu oleh laporan buruk data non‐farm payrolls AS  pekan lalu yang meningkatkan spekulasi akan berlanjutnya kebijakan moneter longgar. 

Logam mulia terlihat mendapat pukulan paling keras dibandingkan ekuitas dan komoditas lainnya, karena logam mulia digunakan oleh  investor untuk melindungi investasinya dari ketidakpastian kondisi ekonomi yang disebabkan oleh pelonggaran moneter. Emas saat ini  kehilangan lebih dari separuh keuntungan yang diperoleh pada Jumat lalu saat data non‐farm payrolls dirilis. 

Emas  spot  terkoreksi  1.8%  di  $1587,89  per  ounce,  turun  dari  level  intraday  high  di  $1628,80  per  ounce.  Sedangkan  emas  berjangka  COMEX untuk pengiriman Agustus turun $44,50 per ounce menjadi $1589,70. 

Emas  terkoreksi  $40  dari  level  intraday  high  setelah  kepala  The  Fed  Ben  Bernanke  menegaskan  bank  sentral  AS  telah  siap  untuk  melindungi  perekonomian jika  krisis  keuangan  meningkat  namun  menawarkan  beberapa  indikasi  bahwa  kelanjutan  stimulus  moneter  nampaknya akan segera terjadi. 

Emas awalnya sempat menguat setelah secara mengejutkan Cina memangkas suku bunganya untuk pertama kalinya sejak krisis finansial  2008 lalu.




OIL & COMMODITIES
Harga  minyak  turun  setelah  pernyataan  kepala  The  Fed  Ben  Bernanke  mengecilkan  harapan  akan  adanya  tambahan  stimulus  dan  mengimbangi dukungan yang sebelumnya didapat dari langkah pemangkasan suku bunga oleh Cina. 

Di  awal  sesi,  harga  minyak  sempat  menguat  menyusul  ekspektasi  langkah  pemangkasan  suku  bunga  Cina  akan  menaikkan  minat  beli  minyak  dari  Negeri  Tirai  Bambu  tersebut.  Harga  minyak  kemudian  merosot  setelah  pernyataan  Bernanke  hanya  memberikan  sedikit  harapan untuk The Fed melanjutkan putaran ketiga quantitative easing

Terakhir  kali  langkah  stimulus  telah  mendorong  investor  untuk  memburu  aset‐aset  beresiko  seperti  komoditas  dan  memicu  naiknya  harga. Pasar terus menyoroti berbagai indikasi untuk langkah kebijakan terbaru untuk memacu pemulihan ekonomi. Harga emas turun  2% sementara ekuitas memangkas keuntungannya. 

Brent crude <LCOc1> turun 71 sen ke $99,93 per barel, setelah menembus level atas $102,45 per barel.   Sedangkan U.S. crude <CLc1>  turun 20 sen atau 0.24% ke $84,82 per barel, turun dari level atasnya $87,03.  

Setelah serangkaian gangguan pasokan dan kekhawatiran tentang hilangnya minyak Iran karena sanksi Barat mendorong Brent ke level  tertinggi 2012 di atas $128 per barel pada awal Maret, maka kekhawatiran tentang ekonomi global dan krisis zona euro telah mengirim  harga minyak kembali jatuh. 

Sementara laporan Kamis kemarin menunjukkan lembaga pemeringkat Fitch memangkas peringkat kredit Spanyol sebanyak  3 derajat  dan menambah keprihatinan terhadap krisis utang kawasan dan berpotensi berdampak pada turunnya permintaan minyak. 

Brent turun di bawah $100 per barel pekan lalu untuk pertama kalinya sejak Oktober 2011, dan relative strength index 14 hari (RSI‐14)  kedua kontrak telah telah berada di bawah 30 yang mengindikasikan komoditas telah berada pada zona oversold
EURO ZONE
Euro  yang  sempat  mencapai  level  tertinggi  sejak  23  Mei  silam,  kemudian  beringsut  melemah  setelah  Ketua  The  Fed  dalam  pernyataan  resminya  di  hadapan Konggres Amerika tidak mengisyaratkan bahwa bank sentral akan menempuh langkah pelonggaran moneter kuantitatif dalam waktu dekat. Sikap  Bernanke  tersebut  kemudian  direspon  negatif  oleh  para  pelaku  pasar yang  kemudian  mengalihkan  pandangan  pada  aset  berstatus  safe  haven  seperti  dolar AS dan yen.  

Sementara  itu  pemerintah  Spanyol  berhasil  menjualobligasi  tenor  10‐tahun  senilai  2,1  miliar  euro  dengan  imbal  hasil  diatas  6  persen.  Hal  ini  sedikit  meredam  kekhawatiran  pelaku  pasar  setelah  pernyataan  Menteri  Keuangan  Cristobal  Montoro  yang  khawatir  bahwa  Spanyol  akan  sulit  untuk mendapatkan pendanaan dari pasar keuangan global.  

Namun  demikian, pemeringkat Fitch  memangkas peringkat kredit  Spanyol  sebanyak 3 derajat  menjadi BBB dengan  outlook  negatif.  Dalam pernyataan  resminya  Fitch  menyatakan  bahwa  Spanyol  sangat  rentan  terhadap  memburuknya  krisis  hutang  Eropa  menyusul  tingginya  rasio  hutang  terhadap  PDB  negara tersebut . 

Hingga akhir sesi New York, euro tercatat melemah tipis 0,07 persen terhadap dolar AS ke 1.2560, namun euro kembali menguat 0,45 persen terhadap  yen ke 100.03 yen, dan tuurn 0,31 persen terhadap sterling ke 0.8089. Sedangkan terhadap Swiss franc, euro tercatat mengalami penguatan tipis 0,02 ke  level 1.2010.




U.K.
Inggris akan meminta safeguards untuk melindungi sektor finansial jika zona euro membentuk banking union, Menteri keuangannya mengatakan  Kamis lalu, membuat penghalang kedepannya pada usaha European Central Bank untuk memperbaiki makin dalamnya krisis utang.   

Dalam wawancara dengan BBC Radio 4, Menteri keuangan Inggris George Osborne juga mendesak blok mata uang tunggal untuk menggunakan dana bailout dalam merekapitalisasi permasalahan utang perbankan Spanyol.   

Bank of England memilih tidak untuk menginjeksi stimulus dalam membantu memperjuangkan perekonomian Inggris Kamis lalu, karena tanda‐tanda dari mempertahankan hidupnya harapan recovery sementara itu zona euro berusaha untuk memperbaiki memburuknya krisis utang.   

Banyak ekonom telah  melihat  kemungkinan  penguatan  bahwa  bank  sentral  akan  membalikkan  keputusannya  bulan  lalu  untuk  menghentikan  pembelian  gilt/obligasi  setelah  anjloknya  aktivitas  factory  Inggris  dan  panggilan  dari  International  Monetary  Fund  untuk  mempertimbangkan  pelonggaran kebijakan (moneter)‐nya.   

Tetapi  peluangnya  makin  jauh  Kamis  lalu  setelah  survei  pada  purchasing  managers  untuk  sektor  jasa  –  yang  mewakili  jauh  lebih  besar  pada  perekonomian Inggris daripada manufaktur – tidak seperti ekspektasi bertahan menguat.




JEPANG
Berdasarkan jajak pendapat terakhir yang dilansir Reuters, memperlihatkan bahwa mayoritas analis percaya yen masih akan menguat terhadap dolar AS  dan  euro.  Menurut  para  analis  langkah  intervensi  yang  kemungkinan  akan  dilakukan  pemerintah  Jepang  tidak  akan  cukup  untuk  mengarahkan  minat  investor terhadap yen ditengah ketidakpastian kondisi keuangan global. 

Para analis juga memperkirakan otoritas Jepang baru akan mulai melakukan intervensi jika dolar mencapai level 76 terhadap yen. Atau mendekati level  terendah sejak 2011 di 75.31 yen per dolar. Penguatan kurs yen begitu signifikan dampaknya terhadap para eksportir Jepang. Ekspor Jepang menyumbang  15 persen dari total GDP negara tersebut. Setiap kenaikan satu yen terhadap dolar diperkirakan akan menurunkan keuntungan Nissan Motor sebesar 2,4  persen 3,3 persen bagi Toyota dan 2,9 persen terhadap Honda Motor, demikian berdasarkan estimasi analis dari Goldman Sachs Group. 

Hingga akhir sesi New York, dolar AS tercatat menguat 0,48 persen terhadap yen di 79.61, sementara itu euro juga naik 0,45 persen terhadap yen ke  100.03  yen.  Sedangkan  Aussie  dolar  tercatat  menguat  0,29  persen  terhadap  yen  di  78.79  dan  sterling  juga  naik  0,77  persen  terhadap  yen  ke  123.64. 




AUSTRALIA
Jumlah pekerjaan yang tersedia di Australia meningkat 38.900 di bulan Mei, melampaui seluruh ekspektasi, sebuah sinyal lanjutan bahwa ekonomi tengah  memulih dan mendorong naiknya Aussie secara tajam dan mengikis ekspektasi mengenai kemungkinan terjadi pemangkasan suku bunga secara agresif oleh  RBA. 

Data juga menunjukkan tingkat pengangguran naik sesuai ekspektasi menjadi 5.1% dari level revisi 5% di bulan April sebelumnya. Adapun data bulan April  sebelumnya tercatat 4.9%. 

Aussie  menguat  ke  $0.9967,  level  tertinggi  sejak  pertengahan  Mei  usai  rilis  data  pekerjaan  tersebut.  Apresiasi  Aussie  kemudian  berlanjut  setelah  bank  sentral Cina memangkas suku bunganya untuk memacu pertumbuhan ekonomi di negara tersebut. Aussie terapresiasi hingga menembus di atas paritasnya  terhadap dolar setelah mencatat intraday high di $1.0002, level tertinggi sejak 15 Mei. 

Namun  di  sesi  New  York,  rally  Aussie  terhambat  dan  terjadi  koreksi  ke  sekitar  $0.9898  setelah  muncul  testimoni  The  Fed  yang  secara  umum  akan  menerapkan kebijakan moneter yang pro pertumbuhan ekonomi. Kepala The Fed Ben Bernanke menegaskan bank sentral AS telah siap untuk melindungi  perekonomian jika krisis keuangan meningkat namun menawarkan beberapa indikasi bahwa kelanjutan stimulus moneter nampaknya akan segera terjadi. 

Pasar akan mencermati data ekspor‐impor untuk periode April yang akan dirilis hari Jumat ini untuk melihat apakah terjadi peningkatan defisit perdagangan  di Australia. Jika ternyata defisit membengkak, maka berpotensi menekan kembali Aussie. 




SWISS
Peningkatan tajam dalam cadangan devisa Swiss di bulan Mei menyusul bank sentral melakukan intervensi besar‐besaran untuk mempertahankan level  patokan untuk franc akan meningkatkan tekanan pada bank untuk meninjau kembali kebijakan moneternya, meskipun data indeks harga konsumen yang  dirilis lemah mengisyaratkan bahwa langkah untuk mempertahankan nilai patokan tersebut dapat dibenarkan. 

Cadangan devisa bank sentral Swiss (SNB) melonjak 28% di bulan Mei menyusul bank sentral menjual franc untuk mencegah investor menghindari krisis  zona euro dengan memburu mata uang Swiss tersebut. Hal ini dilakukan agar nilai tukar franc tetap terjaga dan mencegahnya untuk mengalami apresiasi  tajam. 

Cadangan  devisa  meningkat  menjadi  303,77  milyar  franc  di  akhir  Mei  dari  237,59  milyar  di  bulan  sebelumnya,  kenaikan  terbesarnya  sejak  SNB  menetapkan batas maksimum Swiss franc terhadap euro di level 1.20 franc per euro pada 6 September. 

Namun dengan eskalasi krisis zona euro dalam beberapa bulan terakhir, seiring data yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi Swiss yang lebih baik dari  perkiraan, telah mendorong spekulator untuk menguji kemampuan SNB, dimana franc sempat menembus level 1.20 di bulan April. 

Data inflasi Swiss untuk periode Mei turun 1% dari tahun sebelumnya dan mencatat penurunan ketiga kalinya secara berturut‐turut. Sedangkan dalam  basis bulanan inflasi dirilis tetap atau 0% setelah mencatat naik 0.1% di bulan April sebelumnya. 

SNB  diperkirakan  akan  memperkuat  tekad  untuk  mempertahankan  nilai  patokan  (batas  maksimum)  mata  uangnya  pada  penilaian  kebijakan  moneter  kuartalan pada 14 Juni, yang akan dicermati secara ketat oleh pasar untuk melihat rincian tentang tindakan ekstra yang mungkin dilakukan serta revisi  perkiraan pertumbuhan dan inflasi. 

Harapan  bahwa  dewan  kebijakan  Eropa  akan  berupaya  keras  untuk  mengatasi  permasalahan  pada  sektor  perbankan  Spanyol  telah  menaikkan  minat  terhadap aset beresiko dan memicu Swiss franc untuk melemah tipis terhadap dolar dan juga euro.  

Para  pejabat  Jerman  dan  Uni  Eropa  melihat  kondisi  yang  sangat  mendesak  untuk  mencari  cara  menyelamatkan  perbankan  Spanyol  yang  dililit  utang  meskipun Madrid belum meminta bantuan dan menolak ditempatkan di bawah pengawasan internasional, demikian sumber‐sumber Eropa mengatakan. 

Franc melemah 0.1% terhadap dolar dan bergerak di sekitar 0.9561 franc dibandingkan penutupan New York hari Rabu. Sedangkan terhadap euro, Swiss  franc masih bergerak relatif stabil di sekitar 1.2010 franc.