title cover

title cover

Friday, July 20, 2012

Headline News 20.07.12


US & GLOBAL
• Bursa  saham  global  naik  ke  level  tertinggi  dalam  2‐pekan  ditunjang  oleh  rilis  earning  korporasi  yang  melebihi  ekspektasi,  menutupi  buruknya hasil rilis data ekonomi Amerika meskipun kekhawatiran tentang masalah keuangan Spanyol menekan euro. 

• Sektor  komoditas  menguat,  dimana  harga  minyak  mencapai  level  tertinggi  dalam  8‐pekan  terakhir  sebagai  dampak  dari  ketegangan  Timur Tengah yang memicu kekhawatiran pasokan. Harga jagung dan kedelai melonjak ke rekor tertinggi setelah kekeringan di Amerika  meningkatkan kekhawatiran tentang krisis pangan. 

• Di Wall Street, S & P 500 naik ke level tertinggi dalam 2‐1/2‐bulan terakhir, terangkat oleh prospek pendapatan tahunan yang kuat dari  IBM <IBM.N>, kenaikan pendapatan dari eBay <EBAY.O> dan ekspektasi pendapatan triwulan keempat Qualcomm <QCOM O> yang kuat.  Bursa ekuitas Eropa mencapai level tertinggi dalam 4‐bulan terakhir juga ditunjang oleh earning korporasi yang membaik. 

• Namun demikian sentimen positif tersebut cenderung masih rentan dari goncangan, dimana rilis data manufaktur, perumahan dan pasar  tenaga  kerja  AS  lebih  lemah  dari  perkiraan.  Turut  menambah  kekhawatiran  investor  adalah  lonjakan  biaya  pinjaman  Spanyol,  yang  mengintensifkan ketakutan bahwa Madrid pada akhirnya mungkin perlu mendapat bailout. 

• Indeks Dow Jones Industrial Average <DJI.> berakhir menguat 34,66 poin atau 0,27 persen, ke 12,943.36. Index Standard & Poor 500  <SPX.>  ditutup  naik  3,73  poin  atau  0,27  persen,  ke  1,376.51.  Nasdaq  Composite  Index  <IXIC.>  naik  23,30  poin  atau  0,79  persen,  ke  2,965.90.  Indeks  ekuitas  dunia  MSCI  <MIWD00000PUS.>  naik  0,8  persen  menjadi  315,11.  Saham  Eropa  <FTEU3.>  naik  1  persen  ke  1,064.47. 

• Konglomerat  industri  Perancis  ‐  Alstom  <ALSO.PA>,  perusahaan  bioteknik  –  Actelion  <ATLN.VX>,  dan  perusahaan  pembuat  peralatan  rumah tangga ‐ Electrolux <ELUXb.ST> serta AkzoNobel <AKZO.AS> semuanya melaporkan earning yang membaik. 

• Euro <EUR=> tecatat melemah 0,1 persen terhadap dolar AS ke 1,2276. Euro juga membukukan rekor terendah terhadap dolar Australia  <EURAUD=> mencapai level terendah sejak 3‐1/2‐tahun terhadap sterling <EURGBP=>. 

• Imbal hasil obligasi Spanyol tenor 10‐tahun <ES10YT=RR> naik di atas 7 persen, investor tetap menyimpan kekhawatiran tentang prospek  pertumbuhan ekonomi dan keuangan negara tersebut. 

• Jerman  memperingatkan  bahwa  masalah  keuangan  Spanyol  masih  jauh  dari  selesai  dan  pemerintah  harus  bertanggung  jawab  atas  bantuan  Eropa  untuk  perbankan  negara  tersebut.  Menteri  Keuangan  Jerman  ‐  Wolfgang  Schaeuble  mengatakan  persepsi  akan  risiko  kebangkrutan Spanyol dapat menular ke negara lain di zona euro. 

• Minyak mentah Brent <LCOc1> naik beturut‐turut dalam 7‐sesi terakhir, menguat 2,64 USD ke 107,80 USD per barel setelah sebelumnya  mencetak level tertinggi di  108,18 USD per barel, sementara minyak AS <CLc1> naik 2,79 USD ke 92,66 USD per barel. 

• Pembunuhan beberapa kepala keamanan Suriah pada Rabu dan serangan mematikan terhadap wisatawan Israel di Bulgaria, yang mana  pihak Israel menuduh Iran adalah pelakunya, mendorong kekhawatiran atas kondisi Timur Tengah, yang merupakan sumber dari lebih  seperempat  produksi  minyak  dunia.  Harga  spot  emas  <XAU=>  naik  menjadi  1.581  USD  per  troy  ounce,  menyusul  penguatani  harga  minyak. 

• Harga obligasi pemerintah AS yang berjangka waktu lama turun karena investor mengendurkan tekanan pasca berhasil mendorong imbal  hasil ke rekor terendah di tengah kekhawatiran tentang pelambatan pertumbuhan global. Obligasi tenor 10‐tahun pemerintah Amerika 
<US10YT=RR> harganya tercatat turun 5/32, dengan imbal hasil pada 1,5111 persen. 

• Aktivitas  fabrikasi  di  wilayah  Mid‐Atlantic  AS  mengalami  kontraksi  selama  3‐bulan  berutut‐turut  pada  bulan  Juli  dan  jumlah  orang  Amerika yang mengajukan klaim baru untuk mendapatkan tunjangan pengangguran melonjak minggu lalu. Sementara itu sebuah laporan  terpisah menunjukkan penjualan kembali rumah di Amerika jatuh ke level terendah dalam delapan bulan pada bulan Juni.  



GOLD & COMMODITIES
• Harga emas memperluas kenaikannya hingga sekitar 1 persen Kamis lalu karena dollar anjlok ke level terendahnya dalam dua minggu  terhadap naiknya mata uang utama lainnya dan ekuitas, menggambarkan kenaikan tipis pada aset‐aset beresiko.  

• Euro naik terhadap dollar dan saham‐saham Eropa meningkat setelah media melaporkan European Financial Stability Facility (EFSF) akan  dapat membeli obligasi Spanyol dalam pasar primer dan sekunder. 

• "The push is definitely coming from firmer equity markets and this lends some support to commodity prices. Gold and the other precious  metals are gaining some lost ground from yesterday and so there is some catch‐up potential at the moment," ungkap Daniel Briesemann,  analis pada Commerzbank.   




OIL & COMMODITIES
• Harga  oil  naik  kedalam  rangkaian  tujuh  harinya  Kamis  lalu,  mencapai  level  tertinggi  delapan  minggunya,  karena  tensi  Timur  Tengah  memaksa  permasalahan  mengenai  potensi  gangguan  pasokan  dan  penguatan  earning  perusahaan  mendorong  saham‐saham  dan  optimisme investor.  

• Brent melompat naik lebih dari 2 persen dan crude AS mengalami rally 3 persen hariannya sebelum expire kontrak bulan Agustus. 

• "The complex surged to the upside largely on geopolitical issues related to a renewed clash of rhetoric between Israel and Iran and civil  unrest in Syria," Jim Ritterbusch, presiden pada Ritterbusch & Associates, menulis dalam catatannya. 




EURO ZONE
• Euro  melemah  secara  luas  pada  hari  Kamis  kemarin,  menembus  rekor  terendah  terhadap  Aussie  dan  level  terendah  3‐1/2  tahun  terhadap  sterling,  menyusul  buruknya data ekonomi AS dan warning teranyar Jerman mengenai permasalahan perbankan Spanyol telah menurunkan minat pada aset‐aset beresiko. 

• Rilis pesimis data ekonomi AS telah memperkuat indikasi bahwa pemulihan ekonomi di negara Super Power tersebut tengah terhambat dan mendorong investor  untuk mengurangi posisi pada aset‐aset beresiko. Namun demikian, mata uang yang dipandang lebih beresiko seperti Aussie (dolar Australia) dan kiwi (dola Selandia  Baru) masih berhasil menguat terhadap dolar dan euro meskipun masih di bawah level puncaknya. 

• Komentar dari Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble menjelang voting parlemen Jerman untuk memberi bantuan pada perbankan Spanyol tidak berhasil  membantu  mengangkat  euro.  Schaeuble  mengatakan  masalah  keuangan  Spanyol  masih  jauh  dari  selesai  dan  pemerintah  harus  bertanggung  jawab  untuk  memperoleh bantuan Eropa untuk mengatasi kesulitan di sektor perbankan. Dia menambahkan bahwa hanya terdapat persepsi kecil mengenai risiko kebangkrutan  di Spanyol dapat menyebabkan penularan di zona euro. 

• Naiknya klaim pengangguran AS, penurunan pada existing home sales AS yang diluar dugaan dan kontraksi yang lebih buruk dari perkiraan pada aktifitas pabrikan di  Mid‐Atlantic telah mendukung penguatan dolar sebagai mata uang yang dipandang lebih aman.  

• Sementara itu, hasil voting di majelis rendah parlemen Jerman semalam secara menyolok menyetujui kontribusi Berlin ke paket bantuan zona euro  untuk sektor  perbankan  Spanyol.  Bundestag  mendukung  bailout  dengan  473  suara,  97  suara  menentang  dan  13  abstain  ‐  jauh  lebih  banyak  daripada  suara  mayoritas  yang  dibutuhkan Kanselir Angela Merkel. Hasil ini mengisyaratkan partai oposisi akan kembali mendukung paket bantuan. Keputusan tersebut berhasil mengangkat euro  meskipun tidak terlalu signifikan. Euro masih tercatat melemah tipis terhadap dolar di sekitar $1.2275 dibandingkan posisi penutupan New York hari Rabu. 




U.K.
• Berdasarkan jajak pendapat terakhir yang dilansir Reuters memperlihatkan bahwa mayoritas ekonom percaya Inggris akan berada dalam kondisi resesi 1‐triwulan  lebih lama daripada  yang diperkirakan  sebelumnya.  Namun demikian dengan peranan Inggris sebagai  penyelenggara Olimpiade diperkirakan akan mendongkrak  pertumbuhan pada triwulan‐ketiga. Sementara itu rata‐rata ekonom juga memprediksi bahwa BoE akan menambah jumlah dana dalam pembelian aset senilai 25  milyar poundsterling lagi, terutama dengan tekanan inflasi yang semakin mengendurpada periode Juni (turun ke level terendah sejak 2‐1/2 tahun terakhir).  

• Sterling berhasil melanjutkan penguatan baik terhadap euro maupun terhadap dolar AS mengesampingkan rilis data retail sales Inggris untuk periode Juni yang dirilis  dibawah  perkiraan.  Euro  bahkan  kembali  mencetak  rekor  harga  terendah  sejak  3‐1/2  tahun  terakhir  terhadap  sterling  setelah  sempat  anjlok  ke  level  0.7790.  Penguatan sterling terhadap euro ini ditunjang oleh maraknya pengalihan aset dari kawasan Uni Eropa kepada instrument investasi yang dapat digolongkan sebagai  safe haven termasuk obligasi Inggris.  

• Dalam  krisis  hutang  yang  berkepanjangan  kawasan  Uni  Eropa,  dimana  belum  ada  terobosan  berarti  dalam  penanganannya  yang  kemudian  memperluas  kekhawatiran akan penyebaran krisis hutang ke negara dengan ekonomi lebih besar seperti Spanyol dan Italia, hal tersebut memicu naiknya minat terhadap sterling  sebagai mata uang alternatif. 




JAPAN
• Dolar terkoreksi ke level terendah 6 pekan di bawah level 78.50 yen setelah investor melepas dolar dan memburu aset berimbal hasil lebih tinggi didorong oleh  naiknya bursa saham di New York. Yen bergerak di kisaran 78.46 yen, level terendah sejak 5 Juni, dan 78.82 yen. 

• Downgrade terhadap ekonomi regional AS dalam laporan teranyar Beige Book Rabu lalu nampaknya telah mendorong pelaku pasar untuk melepas dolar menyusul  kekhawatiran mereka terhadap prospek ekonomi AS. Euro juga masih tertekan terhadap yen menyusul meningkatnya kekhawatiran memburuknya krisis Eropa yang  diperparah oleh naiknya imbal hasil obligasi pemerintah Spanyol. 

• Sebuah jajak pendapat Reuter menunjukkan pandangan positif pabrikan besar Jepang sedikit terangkat di bulan Juli meskipun secara umum masih menunjukkan  pesimisme dalam 2 bulan terakhir, akibat keprihatinan pada perlambatan ekonomi global dan menguatnya nilai tukar yen yang telah menekan sektor ekspor Jepang. 

• Ekonomi Jepang diprediksi masih akan jauh lebih baik dibanding negara maju lainnya dalam tahun ini, berkat kuatnya permintaan domestik, namun kalangan analis  pasar memangkas proyeksi mereka untuk factory output akibat melambatnya pertumbuhan ekonomi global. Ekonomi Jepang diprediksi tumbuh 2.2% di tahun ini  hingga Maret mendatang, sedikit lebih rendah dari 2.3% prediksinya di bulan Juni. 

• Kalangan  analis  juga  memangkas  prosentase  kemungkinan  Jepang  terjatuh  kedalam  resesi  dalam  12  bulan  kedepan  menjadi  25%,  dibanding  dengan  30%  kemungkinannya dalam jajak pendapat di bulan Mei dan Juni. Namun demikian, mendinginnya pertumbuhan ekonomi di Cina dan AS, dan masalah krisis utang  Eropa, telah mendorong kalangan analis untuk memangkas secara tajam proyeksi mereka pada factory output Jepang. 




AUSTRALIA
• Australian  dollar menguat ke  level  tertingginya terhadap euro dan level puncak 10‐minggunya terhadap  the  greenback  Kamis  lalu karena  mendapatkan  keuntungan dengan investor mencari yield dan safety, dan mendorong New Zealand dollar menguat lebih tinggi dari sebelumnya.      

• Aussie <AUD=D4> menunjukkan kenaikan 0.4 persen dalam hariannya untuk mencapai level $1.0445, level tertingginya sejak 1 Mei, sebelum menuju level  resistance.  

• Penguatan dalam bursa saham Asia, dengan Cina, Hong Kong dan Korea meningkat lebih dari satu persen, memberikan dukungan dari membaiknya aset‐ aset beresiko.   

• Pembicaraan dari Bundesbank Jerman yang menambah Australian dollar menjadi cadangan foreign exchange dan spekulasi bank sentral Cina kemungkinan  mengurangi reserve requirements juga mendorong sentimen, para trader mengatakannya.  

• Harga  Australian  bond  futures  sedikit  turun  setelah  komentar  dari  kepala  bank  sentral  AS  memberikan  pasar  saham  alasan  untuk  optimistik  mengenai  negara dengan perekonomian terbesar didunia tersebut.




SWISS
• Swiss franc sedikit berubah Kamis lalu terhadap keduanya dollar dan euro karena mata uang tunggal stabil setelah anjlok ke level terendah dalam dua  tahunnya terhadap the greenback minggu lalu.  

• Ekspor Swiss naik untuk pertama kalinya dalam empat bulan pada bulan Juni karena permintaan dari negara‐negara utama zona euro yang rebound dan  penjualan kepada AS naik karena the franc melorot terhadap dollar.  

• The franc secara meluas diperdagangkan bersamaan dengan pergerakan euro sejak Swiss National Bank membatasi pada level 1.20 per euro terhadap  safe‐haven  currency  akhir  September.  Dengan  euro  berada  dalam  tekanan  karena  krisis  utang  disana  yang  telah  mengemuka  kembali,  the  franc  telah  melorot terhadap dollar.  

• Ekspor Swiss naik hingga 1.8 persen pada bulan Juni menjadi 16.886 milyar francs ($17.24 milyar), the Federal Customs Office mengatakannya Kamis lalu,  untuk pertama kalinya naik dalam basis tahunan sejak Februari dan hanya dua kali naik dalam tahun ini. 

Thursday, July 19, 2012

Headline News 19.07.12


US & GLOBAL
• Euro  kembali  mencatat  pelemahan  pada  sesi  Rabu,  setelah  komentar  oleh  Kanselir  Jerman  Angela  Merkel  menyulut  kembali kekhawatiran tentang krisis utang zona euro dan mendongkrak harga obligasi pemerintah karena kekhawatiran  akan perlambatan pertumbuhan ekonomi. Bursa saham Amerika dan Eropa menguat terangkat oleh earning korporasi yang  solid pada kedua bursa tersebut. Indeks acuan S & P 500 bahkan menyentuh level tertinggi sejak awal Mei.  

• Keuntungan  perusahaan  Honeywell  Inc  <HON.N>  mengungguli  ekspektasi  ditengah  kondisi  yang  disebut  sebagai  "lingkungan ekonomi makro yang sulit," dan produsen chip terkemuka Intel Corp <INTC.O> melaporkan margin kotor yang  lebih sehat setelah penurunan proyeksi pertumbuhan. Di Eropa, produsen pembuat peralatan chip terbesar di dunia, ASML  <ASML.AS>,  serta  bank  paling  terkemuka  di  Skandinavia  ‐  Bank  Nordea  <NDA.ST>  dan  perusahaan  pembuat  pupuk  Norwegia Yara International <YAR.OL> berhasil merilis laporan keuangan yang mengalahkan ekspektasi. 

• Harga obligasi  Amerika kembali  naik  karena  aksi investor  yang cenderung defensive  menghadapi  kekhawatiran  ekonomi  dan  menularnya  krisis  dari  Uni  Eropa,  kondisi  mana  menekan  imbal  hasil  obligasi  mendekati  level  terendah  sepanjang  sejarah. 

• Euro  melemah  ke  level  terendah  dalam  3‐1/2  tahun  terhadap  poundsterling  dan  memperpanjang  penurunan  terhadap  mata  uang  utama  dunia  lainnya  setelah  komentar  Merkel.  Mata  uang  tunggal  eropa  tersebut  mencapai  rekor  terendah  terhadap dolar Australia dan terendah 11‐1/2‐tahun terhadap Krona Swedia. Namun Kanselir Jerman Angela Merkel juga  menegaskan  keyakinannya  bahwa  euro  akan  bertahan,  dan  ia  mengatakan  "optimis  bahwa  kita  akan  berhasil."  Euro  <EUR=>  jatuh  0,1  persen  ke  1,2279  terhadap  dolar  AS,  dan  indeks  dolar  AS  <Indeks  dolar.>  juga  turun  0,06  persen  di  82,985. 

• Penjualan  kupon obligasi Jerman tenor 2‐tahun senilai 4,17 miliar euro mencapai permintaan tertinggi sejak Januari, ini  untuk pertama kalinya investor justru harus membayar ongkos kepada pemerintah Berlin untuk dapat me”markir” dananya  dalam  obligasi  tenor‐2  tahun.  Imbal  hasil  obligasi  tenor  10‐tahun  Jerman  <DE10YT=TWEB>  turun  menjadi  1,20  persen,  mendekati  rekor  terendah  1,13  persen  yang  tercapai  pada  Januari.  Sedangkan  obligasi  Amerika  tenor  10‐tahun  <US10YT=RR> harganya naik 5/32 dengan imbal hasil berkisar 1,4908 persen. 

• Rebound saham‐saham teknologi mengangkat kinerja Wall Street. Pada sesi Selasa Intel memangkas prospek pendapatan  tahunannya, menjadi perusahaan teknologi terakhir yang menegaskan peringatan akan melambatnya permintaan, namun  saham Intel menguat 3,66 persen dan mengangkat saham‐saham teknologi. Indeks semikonduktor PHLX <. SOX> melonjak  3,6  persen  sehari  setelah  mencapai  level  terendah  tahun  ini.  Indeks  Dow  Jones  Industrial  Average  <DJI.>  ditutup  naik  103,16  poin  atau  0,81  persen,  ke  12,908.70.  Indeks  Standard  &  Poor  500  <.  SPX>  naik  9,11  poin  atau  0,67  persen,  ke  1,372.78. Nasdaq Composite Index <. IXIC> naik 32,56 poin atau 1,12 persen, ke 2,942.60. 

• Indeks FTSEurofirst 300 <FTEU3.> ditutup naik 1,2 persen di 1,053.70 poin. 

• Harga  minyak  mentah  Brent  naik    berturut‐turut  dalam  6‐sesi  terakhir  menyusul  ketegangan  di  Timur  Tengah  dan  komentar lebih positif Ketua Federal Reserve Ben Bernanke tentang prospek ekonomi Amerika dibanding dari testimony  hari  sebelumnya.  Minyak  mentah  Brent  berjangka  <LCOc1>  naik  1.16  USD  ke  105,16  USD  per  barel.  Sementara  minyak  mentah AS untuk pengiriman Agustus <CLc1> naik 65 sen ke 89,87 USD per barel.  

• Emas kembali melemah dalam 2‐sesi terakhir terdorong  kekhawatiran baru atas krisis utang Eropa dan surutnya spekulasi  akan  pemberlakuan  stimulus  lanjutan  dari  The  Fed.  Harga  emas  berjangka  COMEX  untuk  pengiriman  Agustus  <GCQ2>  tercatat melemah 18,70 USD di 1,570.80 USD per tory ounce. 



GOLD & COMMODITIES
• Harga emas melorot Rabu lalu karena turunnya spekulasi bahwa langkah pada stimulasi perekonomian AS segera terjadi  dan karena euro merosot setelah media melaporkan komentar dari Kanselir Jerman Angela Merkel terhadap ketidakpastian  mata uang pada masa yang akan datang.  

• Harga  sempat  naik  ke  level  $1,600  per  ons  Selasa  lalu  untuk  mengantisipasi  ketua  the  Fed  Ben  Bernanke  yang  akan  mengisyaratkan  sebelum  Senate  Banking  Committee  pada  putaran  berikutnya  dari  aksi  pembelian  obligasi,  atau  quantitative easing (QE).  

• Kegagalannya  untuk  melakukan  hal  tersebut  membuat  aksi  jual  terjadi,  sebelum  rebound  pada  pasar  saham  setelah  membaik dari ekspektasinya laporan earning (perusahaan) yang sempat membantu logam mulia mengalami recover. 




OIL & COMMODITIES
• Brent  crude  oil  naik  Rabu  lalu,  menguat  dalam  rangkaian  enam  harinya,  dengan  pertumpahan  darah  di  Suriah  menggambarkan  kekhawatiran mengenai pasokan Timur Tengah sementara itu komentar dari ketua the Fed Ben Bernanke mengarahkan pada turunnya  resiko untuk resesi berikutnya.  

• Investor  mengkhawatirkan  mengenai  prospek  dari  perekonomian  AS,  Bernanke  dalam  testimoninya  pada  Senate  Banking  Committee  mengatakan the Fed siap sedia untuk menawarkan lebih banyak stimulus sebagaimana dibutuhkan tetapi tidak memberikan tanda‐tanda  dari tindakan jangka pendeknya.  

• Tetapi  pernyataan  Bernanke  Rabu  lalu,  selama  sesi  tanya  jawab  pada  House  Financial  Services  Committee,  telah  secara  sementara  meredakan permasalahan investor mengenai tingkat kesehatan negara pembeli terbesar dari crude tersebut.   

• Cadangan AS pada crude oil melorot hingga 809,000 barrel dalam mingguannya hingga 13 Juli, terhadap ekspektasi analis sebesar 1.2  juta‐barrel dalam gambarannya, data dari mingguannya Energy Information Administration melaporkannya.  

• Cadangan  gasoline  anjlok  hingga  1.82  juta  barrel  dalam  mingguannya,  terhadap  perkiraan  sebesar  1.2  juta  barrel,  laporan  EIA  menampilkannya. 

EURO ZONE
• Euro melemah secara luas pada hari Rabu kemarin menyusul komentar dari Kanselir Jerman Angela Merkel telah memperbesar keprihatinan seputar masa depan  zona euro, dimana investor menjadi semakin ragu terhadap prospek dari mata uang tunggal Eropa tersebut. 

• “Kami belum membentuk proyek Eropa dimana kita tetap yakin bahwa semuanya akan berakhir baik, kita masih memiliki pekerjaan yang harus dilakukan", demikian  pernyataan  Merkel.  Namun,  ia  menambahkan  bahwa  ia"  optimis  upayanya  akan  berhasil,  "pengulangan  yang  biasa  dilontarkannya  untuk  mempertahankan  optimisme pada kelangsungan hidup euro. 

• Mata uang tunggal Eropa langsung merosot tajam usai komentarnya tersebut, terkoreksi ke level intraday low terhadap dolar, level terendahnya terhadap Aussie,  level terendah selama 11‐1/2 tahun terhadap crown Swedia, dan level terendah 3‐1/2 tahun yang baru terhadap sterling. Sedangkan yield untuk peripheral bond  zona euro juga naik, menambah sentimen negatif di pasar. Euro turun 0.2% terhadap dolar ke $1.2275, setelah mencatat intraday low di $1.2215, tidak jauh dari  level terendah 2 tahun di $1.2162 yang ditembus pekan lalu. Komentar dari pembuat kebijakan Bank Sentral Eropa Joerg Asmussen atas masa depan dana bailout  permanen zona euro dan terbaginya pertumbuhan di Eropa utara‐selatan juga telah menekan euro. 

• Seperti  yang  telah  diduga  sebelumnya,  dalam  testimoni  keduanya  Rabu  malam  tadi,  Bernanke  kembali  mengulang  pernyataannya  dengan  mengatakan  prospek  ekonomi AS masih suram, namun tidak memberikan indikasi akan melanjutkan pelonggaran moneter. 

• Kredit macet pada perbankan Spanyol menembus level tertinggi 18 tahun di bulan Mei di 8.95% dari outstanding portfolio mereka, naik dari 8.72% di bulan April.  Sementara Jerman menjual obligasi tenor 2 tahun pada yield negatif di sebuah lelang untuk pertama kalinya. 

• Euro juga tercatat melemah 0.6% terhadap yen Jepang di level 96.51, mendekati level terendah 6 pekan di 96.12 yen yang dicapai hari Senin sebelumnya, karena  investor mencari produk investasi yang lebih aman, termasuk obligasi yang menawarkan imbal hasil negatif di negara‐negara seperti Jerman dan Finlandia.   




U.K.
• Sterling terus melanjutkan penguatannya terhadap euro, setelah kembali mencetak rekor harga tertingginya sejak 3‐1/2 tahun terakhir terhadap mata uang tunggal  Uni Eropa tersebut. Euro kembali sempat tertekan ke level 0.7827 terhadap sterling. Pelemahan euro terhadap sterling antara lain dipicu pernyataan Kanselir Jerman  Angela Merkel yang menegaskan bahwa proyek eropa belum terbentuk sehingga para petinggi Uni Eropa belum dapat memastikan segala sesuatunya akan berjalan  sesuai  harapan.  Pernyataan  tersebut  meningkatkan  kekhawatiran  pelaku  pasar  akan  perkembangan  krisis  hutang  Uni  Eropa  dan  meningkatkan  minat  terhadap  sterling sebagai mata uang alternatif ditengah ketidakpastian ekonomi kawasan Uni Eropa.  

• Sementara itu sterling sempat tertekan terhadap dolar AS pasca rilis minutes sidang BoE untuk periode Juli yang memperlihatkan adanya dua anggota yang tidak  menyetujui  kenaikan  ekspansi  program  pelonggaran  kuantitatif  yang  naik  menjadi  375  miliar  poundsterling.  Anggota  BoE  Spencer  Dale  dan  Ben  Broadbent  menyatakan ketidaksetujuannya akan kenaikan QE sebesar 75 miliar pound tersebut, dan menegaskan bahwa penurunan tekanan inflasi akhir‐akhir ini disebabkan  oleh turunnya harga minyak dan belum  bisa dijadikan patokan. Keduanya  juga  menekankan bahwa  program BoE lain  seperti pendanaan  untuk  skema  pinjaman  senilai 80 miliar pound yang menjamin ketersediaan kredit murah di sektor perbankan sudah cukup membantu menstimulasi ekonomi. 

• Pada sesi ini pelaku pasar akan menantikan rilis data retail sales untuk periode Juni yang diprediksi mengalami penurunan (menjadi 0,6 persen) dalam basis antar  bulan disbanding periode Mei sebesar 1,4 persen. Sebelumnya, tingkat pengangguran Inggris sampai dengan periode Mei mengalami penurunan menjadi 8,1 persen,  sedangkan  jobless  claims  meningkat  menjadi  6,100k  mengungguli  perkiraan  5k.  Kenaikan  tersebut  dipengaruhi  perubahan  aturan  untuk  single  parent  yang  meningkatkan jumlah masyarakat yang mengajukan manfaat tunjangan pengangguran. 




JAPAN
• Menteri  ekonomi  Jepang  Rabu  kemarin  mengatakan  bahwa  pemerintah  harus  mencermati  penguatan  yen,  krisis  utang  Eropa  dan  pelambatan  pertumbuhan ekonomi Cina, karena berpotensi mengancam kelangsungan pemulihan ekonomi Jepang. 

• Penguatan  yen  akan  merugikan  ekonomi  Jepang,  karena  berpotensi  mempersulit  sektor  ekspor  Jepang  akibat  harga  produk  ekspor  yang  kurang  kompetitif. 

• Yen terlihat menguat terhadap dolar meskipun masih relatif terbatas, seiring menurunnya minat pada aset‐aset beresiko dan mata uang berimbal hasil  lebih tinggi. Setelah mencatat intraday high di 79.14 yen, koreksi kemudian berkembang hingga ke 78.78 yen sebelum akhirnya bergerak di sekitar 78.82  yen, atau menguat 0.3% dari posisi penutupan New York hari Selasa. 




AUSTRALIA
• Australian dollar mengalami kenaikan Rabu lalu yang terlihat mencapai level tertinggi puncaknya terhadap euro pada overnight yang dibantu oleh carry  trade demand, sementara itu bertahan terhadap dollar AS.  

• Aussie  <AUD=D4>  bertahan  disekitar  level  $1.0300,  terhadap  level  $1.0292  pada  akhir  Selasa  lalu  di  Australia.  Secara  singkat  sempat  menyentuh  level  tertinggi dua minggunya $1.0326, tetapi bertemu resistance dengan stop dilevel $1.0330.  

• Australia bulan ini menandai 21 tahunnya tanpa resesi, mencatatkan periode pertumbuhan dari berbagai negara, sebuah konferensi telah mengatakannya.  

• Dalam penilaian optimis dari tingkat kesehatan Australia direktur dari Deloitte Access Economics, Chris Richardson, mengatakan bulan Juli menandai 21  tahunnya sejak Australia mengalami resesi terakhirnya.  

• "As far as the statistics can tell us, that is a record for any nation at any time," Mr Richardson mengungkapkannya.  

• "It  is  remarkable  and  things  in  Australia  are  better  than  you  think,"  dia  mengatakan  pada  konferensi  Australian  Petroleum  Production  and  Exploration  Association (APPEA) di Darwin Rabu lalu.  




SWISS
• Swiss franc masih overvalued versus euro meskipun bank sentral membatasi pada level 1.20 pada safe‐haven currency, Menteri perekonomian Johann  Schneider Ammann dikutip pernyataannya Rabu lalu.  

• Dalam suatu wawancara dengan Die Volkswirtschaft, Johann Schneider Ammann mengatakan pembatasan, yang dilakukan oleh Swiss National Bank  6  Sept. lalu, membantu rencana perusahaan kedepannya.  

• Swiss franc merosot tipis terhadap dollar Rabu lalu karena euro naik turun terhadap the greenback pada overnight setelah ketua the Fed Ben Bernanke  mengatakan bank sentral siap untuk mendukung perekonomian AS jika dibutuhkan.  

• Beberapa investor mendorong prospek pada perekonomian Swiss pada bulan Juli daripada awal bulan, sebuah survei menunjukkannya Rabu lalu.  

• Indeks Swiss ZEW investor sentiment membaik sedikit pada bulan Jul menjadi ‐42.5 poin dari ‐43.4 poin, Credit Suisse, yang menggambarkan indikator  dalam kerjasama dengan German ZEW economic research institute, mengungkapkannya.  

Wednesday, July 18, 2012

Headline News 18.07.12



US & GLOBAL
• Bursa  saham  global  dan  harga  minyak  naik  dalam  sesi  perdagangan  yang  volatile  pada  Selasa  17  Juli  pasca  pernyataan  Ketua The Fed mengenai prospek ekonomi yang suram mendukung ekspektasi bahwa bank sentral AS dapat mengambil  langkah lebih lanjut untuk merangsang pertumbuhan. Bursa saham  dan minyak sempat mendapat tekanan di awal sesi,  sementara  dolar  AS  sempat  menguat  pasca  pernyataan  Bernanke  yang  meredam  harapan  bahwa  The  Fed  akan  segera  menerapkan  putaran ketiga pembelian obligasi untuk membantu pertumbuhan ekonomi yang lesu. 

• Tetapi kemudian pasar berbalik arah sebagai perubahan reaksi terhadap kesaksian Bernanke di depan Kongres. Para analis  mengatakan komentar pemimpin Fed terhadap perekonomian, terutama pada pasar pekerjaan, menunjukkan bahwa bank  sentral tetap membuka pintu untuk menempuh stimulus moneter lebih lanjut. Bernanke mengatakan pembuat kebijakan  akan  mempertimbangkan  berbagai  piranti  untuk  lebih  merangsang  pertumbuhan  jika  pasar  tenaga  kerja  tidak  menunjukkan perbaikan atau jika risiko deflasi menguat. Bernanke juga mengatakan kepada Komite Perbankan Senat AS  bahwa pemulihan ekonomi tertahan oleh kekhawatiran atas krisis utang Eropa dan kebijakan fiskal AS. 

• Bursa  saham  AS  ditutup  menguat.  Indeks  Dow  Jones  Industrial  Average  <DJI.>  naik  78,33  poin  atau  0,62  persen,  ke  12,805.54.  Indeks  S&P500  <SPX.>  naik  10,03  poin  atau  0,74  persen  ke  1,363.67  dan  Nasdaq  Composite  Index  <IXIC.>  ditutup naik 13,10 poin atau 0,45 persen, ke 2,910.04. Saham Coca‐Cola <KO.N> dan Goldman Sachs <GS.N> menguat dan  menopang kinerja indeks, setelah merilis laporan keuangan yang mengungguli ekspektasi sebelumnya. 

• Indeks bursa saham global <. MIWD00000PUS> naik 0,5 persen ke 311,06. Bursa saham Eropa <FTEU3.> turun 0,2 persen  menjadi ditutup pada 1,041.53. 

• Euro  pulih  dari  pelemahan  terhadap  dolar  pada  akhir  perdagangan  karena  investor  mengambil  posisi  untuk  testimony  berikutnya dari Bernanke, pada Rabu 18 Juli. Bernanke akan menghadap Komite Jasa Keuangan DPR Amerika pada Rabu,  hari kedua testimoy setengah tahunannya kepada Kongres. Euro naik 0,2 persen ke 1,2295. Euro sempat mencapai level  tertinggi  dalam  satu  pekan  terakhir  terhadap  dolar  AS  di  1,2315  pasca  rilis  survei  ZEW  Jerman,  yang  lebih  baik  dari  perkiraan. 

• Spanyol menjual surat utang jangka pendek senilai 3,56 miliar euro, tepat di atas kisaran target, dengan biaya utang lebih  dari  bulan  lalu,  meskipun  demikian  imbal  hasil  masih  terbilang  cukup  tinggi  karena  investor  berspekulasi  Madrid  pada  akhirnya  akan  membutuhkan  bailout.  Spanyol  akan  menghadapi  ujian  yang  lebih  besar  pada  Kamis  saat  akan  melelang  obligasi menengah hingga jangka panjang senilai 3 miliar euro, dengan imbal hasil tenor 10‐tahun yang mendekati level 7  persen. 

• Indeks  dolar,  yang  melacak  perfoma  dolar  AS  terhadap  sekelompok  mata  uang  utama  dunia,  turun  0,1  persen  menjadi  82,993  <Indeks  dolar.>,  setelah  sempat  mencapai  titik  tertinggi  di  83,555.  Dolar  naik  0,3  persen  terhadap  yen  ke  79,10  <JPY=>, sehari setelah jatuh ke posisi terendah dalam satu bulan, setelah menteri keuangan Jepang mengatakan kenaikan  yen  tidak  mencerminkan  fundamental  Jepang  dan  mengisyaratkan  bahwa  pemerintah  siap  untuk  melakukan  intervensi  untuk membendung gerakan yang berlebihan. 

• Dalam  perdagangan  komoditas,  minyak  mentah  Brent  <LCOc1>  naik  63  sen  per  barel  menjadi  104,00  USD  per  barel,  mencatat kenaikan dalam empat sesi berturut. Minyak mentah AS <CLc1> berakhir naik 79 sen ke 89,22 USD per barel.  Sedangkan harga spot emas <XAU=> turun menjadi sekitar 1.585 USD per ounce. Harga surat utang pemerintah AS turun.  Obligasi tenor 10‐tahun Treasury <US10YT=RR> turun 11/32, dengan imbal hasil sebesar 1,5061 persen. 




GOLD & COMMODITIES
• Emas melorot pada awal perdagangan sekitar 1 persen Selasa lalu untuk kemudian melemah tipis dari kekecewaan bahwa  ketua  the  Fed  Ben  Bernanke,  dalam  testimoni  pada  Kongres,  hanya  mengulangi  janji  the  Fed  untuk  bertindak  jika  dibutuhkan dan tidak melakukan pengungkapan stimulus terbaru untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.  

• Dalam pernyataannya terhadap Senate Banking Committee, Bernanke menyerukan beberapa petunjuk terhadap kebijakan  moneter  bank  sentral,  meskipun  dia  mengakui  bahwa  perekonomian  AS  telah  melambat  secara  signifikan  dalam  bulan‐ bulan ini berkenaan dengan krisis utang Eropa dan ketidakpastian mengenai kebijakan fiskal AS.  

• Logam  mulia  khususnya  sensitif  terhadap  tanda‐tanda  monetary  easing  AS,  dan  pasar  telah  melakukan  aksi  jual  dalam  beberapa  waktu  yang  lalu  dari  frustasi  bahwa  Bernanke  tidak  berkomitmen  terhadap  putaran  ketiga  dari  pembelian  kembali aset‐aset yang dikenal dengan quantitative easing. 




OIL & COMMODITIES
• Harga oil naik ke rangkaian lima harinya Selasa lalu pada perdagangan yang choppy setelah Ketua the Fed Ben Bernanke  tidak mengindikasikan bank sentral mendekati untuk putaran terbaru pada stimulus moneter.   

• Investor  mengharapkan  tanda‐tanda  bahwa  the  Fed  mendekati  putaran  ketiga  dari  pembelian  obligasi  yang  dikenal  dengan QE3, untuk mendorong perekonomiannya. 

• U.S. crude sempat berbalik melemah setelah Bernanke mengulangi janji the Fed untuk bertindak jika dibutuhkan tetapi  tidak memberikan petunjuk terbaru pada kapan dan bagaimana bank sentral kemungkinan menawarkan dukungan ekstra  terhadap perekonomian AS. Tapi kemudian keduanya brent dan U.S. crude naik kembali dalam hariannya.  

• Bertahannya ketidakpastian dan tensi yang melibatkan perselisihan Iran dengan Barat berkenaan dengan program nuklir  Iran, bersamaan dengan gangguan pasokan North Sea, yang membantu membatasi penurunan harga oil, khususnya untuk  Brent futures.




EURO ZONE
• Dolar berhasil rally di hari Selasa setelah Kepala The Federal Reserve (The Fed) Ben Bernanke mengatakan bank sentral telah siap untuk mendongkrak  kelesuan ekonomi, namun tidak banyak rincian yang dijelaskan. Investor awalnya mengharapkan adanya penjelasan lebih rinci dari Bernanke mengenai  kelanjutan langkah stimulus moneter, dan ketika hal tersebut tidak terjadi, maka mereka membatasi tekanan jualnya pada dolar. 

• Komentar mengenai  kelanjutan quantitative easing  (QE) berpotensi  menekan dolar, karena langkah tersebut akan membanjiri  sistem finansial  dengan  dolar, dimana akan berakibat turunnya nilai dolar. 

• Dalam testimoninya semalam, Bernanke mengatakan The Fed tetap siap menawarkan dukungan tambahan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi,  namun tidak memberikan penjelasan lebih rinci mengenai langkah‐langkah kongkrit yang akan ditempuh bank sentral AS tersebut.  Ia menambahkan bahwa upaya pemulihan ekonomi AS masih terhambat oleh krisis Eropa dan ketidakpastian seputar kebijakan fiskal AS. 

• Euro menembus level intraday low terhadap dolar di $1.2187 pasca testimoni Bernanke. Namun euro kemudian kembali bangkit di akhir sesi New York  dan terakhir tercatat bergerak di sekitar 1.2294, atau naik 0.2% dari posisi penutupan New York hari Senin. Euro juga menembus level terendah 3‐1/2  tahun terhadap sterling di level 78.27 pence, dan terkoreksi ke level rekor terendahnya terhadap Aussie di A$1.18988. 

• The Fed bulan lalu memperluas upayanya untuk mempertahankan suku bunga tetap rendah dengan mengumumkan akan menambah pembelian obligasi  jangka panjang senilai $267 milyar sementara disisi lain menjual sekuritas jangka pendek. 




U.K.
• Sterling  kembali  menguat  terhadap  euro  ke  level  tertinggi  sepanjang  3‐1/2  tahun  terakhir  setelah  euro  sempat  anjlok  hingga  level  0.7827  per  stetling,  yang  merupakan level terendah sejak akhir 2008 silam. Penguatan sterling ini dipengaruhi oleh masih berkembangnya kekhawatiran pelaku pasar akan krisis hutang Uni  Eropa yang memicu investor mengalihkan investasinya dari euro ke sterling sebagai alternative currency yang dinilai lebih aman.  

• Sterling  berhasil  bangkit  setelah  sempat  anjlok  ke  level  1.5572  terhadap  dolar  AS  tertekan  pernyataan  Ben  Bernanke  yang  belum  memberikan  sinyal  kejelasan  mengenai kapan akan menerapkan program QE3. Sterling juga sempat tertekan pasca rilis data inflasi Inggris yang turun ke level terendahnya sejak lebih dari 2‐ tahun  terakhir,  mengindikasikan  bahwa  kondisi  ekonomi  mendukung  langkah  pelonggaran  moneter  BoE  untuk  sementara  waktu.  Hingga  akhir  sesi  New  York,  sterling ditutup pada kisaran 1.5650 terhadap dolar AS, setelah sempat menguat hingga 1.5677. 

• Data yang dilansir oleh The Office for National Statistics menjelaskan bahwa inflasi ditataran konsumen (CPI) dalam basis antar tahun turun menjadi 2,4 persen pada  periode Juni, level terendah sejak November 2009 silam, jauh dibawah perkiraan analis yang memprediksi kenaikan 2,8 persen. Para analis berpandangan bahwa  data tersebut cukup positif untuk menopang pemulihan ekonomi Inggris, meningkatkan kemampuan belanja konsumen dan diharapkan akan membantu bangkit  dari resesi.



JAPAN
• Dolar berhasil rally di hari Selasa setelah Kepala The Federal Reserve (The Fed) Ben Bernanke mengatakan bank sentral telah siap untuk mendongkrak kelesuan  ekonomi, namun tidak banyak rincian yang dijelaskan. Investor awalnya mengharapkan adanya penjelasan lebih rinci dari Bernanke mengenai kelanjutan langkah  stimulus moneter, dan ketika hal tersebut tidak terjadi, maka mereka membatasi tekanan jualnya pada dolar. Komentar mengenai kelanjutan quantitative easing  (QE) berpotensi menekan dolar, karena langkah tersebut akan membanjiri sistem finansial dengan dolar, dimana akan berakibat turunnya nilai dolar. 

• Dalam  testimoninya  semalam,  Bernanke  mengatakan The  Fed  tetap  siap  menawarkan  dukungan tambahan untuk  mendongkrak  pertumbuhan ekonomi,  namun  tidak memberikan penjelasan lebih rinci mengenai langkah‐langkah kongkrit yang akan ditempuh bank sentral AS tersebut. 

• Ia menambahkan bahwa upaya pemulihan ekonomi AS masih terhambat oleh krisis Eropa dan ketidakpastian seputar kebijakan fiskal AS. 

• Dolar menguat 0.3% terhadap yen ke 79.06 yen, sehari setelah terkoreksi ke level terendah 1 bulan. 

• Ekspektasi  bahwa  bank  sentral  Jepang  (BOJ)  akan  melakukan  intervensi  ke  pasar  untuk  meredam  penguatan  yen  telah  membuat  investor  berhati‐hati  dalam  bertransaksi menggunakan mata uang Jepang tersebut.  

• Menteri Keuangan Jepang Jun Azumi mengecam spekulan yang mencari keuntungan dari penguatan yen karena data ekonomi AS yang lemah, dan mengisyaratkan  pemerintah bersedia melakukan intervensi untuk meredam penguatan yen lebih lanjut. 

• The Fed bulan lalu memperluas upayanya untuk mempertahankan suku bunga tetap rendah dengan mengumumkan akan menambah pembelian obligasi jangka  panjang senilai $267 milyar sementara menjual sekuritas jangka pendek.




AUSTRALIA
• Australian dollar menguat mendekati level tertinggi dua minggunya versus the greenback Selasa lalu, dan outperformed terhadap mata uang New Zealand,  setelah minutes dari Reserve Bank of Australia's July meeting diperkirakan tidak akan terburu‐buru untuk melonggarkan kebijakan (moneternya).  

• Aussie terakhir berada pada level $1.0292 <AUD=D4>, yang telah naik ke level tertingginya $1.0310 yang terjadi setelah minutes, yang mengungkapkan  pengambil kebijakan melihat "no need" (tidak dibutuhkannya) untuk pemangkasan tingkat suku bunga awal bulan ini. 

• Harga  Australian  bond  futures  melorot  setelah  komentar  positif  pada  outlook  ekonomi  dari  Reserve  Bank  of  Australia  (RBA)  yang  mendorong  market  confidence.  

• Selasa pagi lalu RBA merilis minutes dari meeting 3 Juli, yang mempertahankan tingkat suku bunga pada level 3.5 persen.  

• Dikatakan juga sektor non‐pertambangan terhadap perekonomian menunjukkan tanda‐tanda perbaikan mengikuti pemangkasan tingkat suku bunga bulan  Mei dan Juni.




SWISS
• Penguatan  dalam  aset‐aset  beresiko  membantu  Swiss  franc  menuju  ke  level  tertinggi  dua  minggunya  terhadap  dollar  Selasa  lalu,  meskipun  kemudian  melorot dari kenaikannya karena investor masih mengkhawatirkan mengenai ketidakpastian mengenai krisis utang zona euro.   

• The greenback mencapai level terendahnya dalam tujuh minggu terhadap mata uang utama lainnya pada perdagangan Asia Selasa lalu, sebagian karena  tindakan dari hedge fund yang dipicu oleh aksi dari stop‐loss buying.  

• Dengan tanda‐tanda lainnya dari permintaan yang meningkat kembali terhadap aset‐aset beresiko, ekuitas Eropa yang diperkirakan untuk naik.  

• Hari ini rilis data penting adalah ZEW index bulan Juli yang terjadi pada sore harinya.  

Tuesday, July 17, 2012

Headline News 17.07.12


US & GLOBAL
• Imbal hasil obligasi pemerintah AS mendekati rekor terendahnya, sementara itu harga minyak dunia menguat dan dolar jatuh ke  level terendah dalam 1‐bulan terakhir terhadap yen pada sesi Senin menyusul rilis data penjualan ritel Amerika yang lebih rendah  dari  perkiraan  meningkatkan  ekspektasi  QE3  oleh  The  Fed.  Bursa  saham  Wall  Street  berakhir  melemah,  meskipun  earning  Citigroup  yang  mengungguli  perkiraan  berhasil  membatasi  penurunan.  Indeks  S&P500  telah  mengalami  penurunan  sebanyak  tujuh kali dari delapan sesi terakhir, terbebani oleh kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi. Penjualan ritel AS turun 0,5  persen  pada  bulan  Juni,  penurunan  beruntun  dalam  beberapa  bulan  terakhir,  karena  merosotnya  permintaan  untuk  hampir  semua barang mulai dari mobil dan elektronik hingga bahan bangunan, menandakan lesunya pemulihan ekonomi. 

• Pasar menanti testimony Ketua The Federal Reserve ‐ Ben Bernanke dihadapan kongres pada pada sesi Selasa dan Rabu. Investor  akan  mencoba  mengurai  pernyataan  Bernanke  untuk  mendapat  petunjuk  tentang  kemungkinan  dan  waktu  pemberlakuan  stimulus lanjutan. 

• Obligasi  Amerika  tenor  10‐tahun  <US10YT=RR>  diperdagangkan  sampai  dengan  harga  6/32  dengan  imbal  hasil  1,469  persen.  Sebelumnya, imbal hasil obligasi tenor 10 tahun sempat menyentuh 1.442 persen, menyamai level terendah akan pada periode  1800‐an,  berdasarkan  data  dari  Reuters.  Imbal  hasil  obligasi  tenor  30‐tahun  <US30YT=RR>  menyentuh  session  low  di  2,520  persen, mendekati level terendahnya yang tercatat pada 01 Juni silam di 2,510. 

• Bank‐bank sentral dari Eropa, Cina dan Brasil awal bulan ini menurunkan suku bunga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,  langkah  mana  menggarisbawahi  meningkatnya  kekhawatiran  tentang  perlambatan  ekonomi  global.  Tetapi  beberapa  analis  mengatakan Ketua The Fed Ben Bernanke akan tetap tidak memperlihatkan komitmennya untuk pemberlakuan QE3. 

• Bursa saham AS berakhir lebih rendah. Indeks Dow Jones Industrial Average <DJI.> ditutup turun 49,88 poin atau 0,39 persen,  pada 12,727.21. Indeks Standard & Poor 500 <. SPX> turun 3,14 poin atau 0,23 persen, menjadi berakhir pada 1,353.64. Nasdaq  Composite Index <IXIC.> turun 11,53 poin atau 0,40 persen, pada 2,896.94. Indeks bursa saham global MSCI <. MIWD00000PUS>  turun 0,01 persen menjadi 309,38. Indeks saham Eropa naik 0,1 persen menjadi berakhir pada 1,043.71 <FTEU3.>. 

• Euro mencapai titik terendah  3‐1/2‐year terhadap sterling karena investor cemas tentang  penundaan bailout yang dibutuhkan  oleh  beberapa  negara  bermasalah  di  kawasan  Uni  Eropa.Mahkamah  Konstitusi  Jerman,  pada  Senin,  mengatakan  belum  akan  mengambil keputusan hingga 12 September mendatang pada apakah dana bailout zona euro – the European Stability Mechanism  ‐ dan perubahan terencana untuk aturan anggaran daerah cukup kompatibel dengan hukum Jerman. 

• Euro <EUR=> sempat anjlok hingga kisaran 1,2173, mendekati level terendah dalam 2‐tahun terhadap dolar AS di 1,2160 yang  sempat hit pada pekan lalu, namun euro berhasil menguat 0,2 persen ditutup pada kisaran 1,2279. Namun euro jatuh ke level  78,32 pence terhadap sterling <EURGBP=D4>, titik terendahnya sejak akhir 2008. Euro juga turun menjadi 96.14 yen <EURJPY=>,  level terendah sejak Juni 1, dan mencapai rekor terendah terhadap dolar Kanada <EURCAD=>. Kinerja euro juga terdesak oleh  adanya sebuah laporan yang menunjukkan perubahan sikap Bank Sentral Eropa tentang bagaimana perlakuan terhadap beberapa  pemegang  obligasi  berkaitan  dengan  bailout  untuk  perbankan  Spanyol.  Dolar  menurun  0,5  persen  menjadi  78,81  yen  <JPY=>,  setelah sempat mencapai level 78,67, posisi terendahnya  sejak pertengahan Juni. 

• Pada  bursa  komoditas,  harga  minyak  dunia  naik  di  tengah  harapan  akan  pemberlakuan  stimulus  lanjutan,  terutama  setelah  Perdana  Menteri  China  Wen  Jiabao  mengatakan,  Beijing  akan  meningkatkan  upaya  untuk  meningkatkan  perekonomian.  Cina  adalah  konsumen  terbesar  kedua  minyak  dunia.  Adanya  berita  bahwa  kapal  Angkatan  Laut  AS  di  dekat  Uni  Emirat  Arab  menembaki perahu kecil yang tidak mengindahkan peringatan, memicu ketegangan di kawasan tersebut dan juga mengangkat  harga minyak. Minyak mentah Brent <LCOc1> naik 1,15 USD ke level 103,55 USD per barel. Sedangkan minyak AS <CLc1> naik 1,33  USD ke 88,43 USD per barel. Harga spot emas <XAU=> ditutup pada kisaran 1.590 USD per troy ounce. 


GOLD & COMMODITIES
• Emas  sedikit  menguat  pada  volume  perdagangan  yang  tipis  Senin  lalu  karena  pelemahan  data  ritel  AS  memangkas  kenaikan  dollar, tetapi investor sebagian besar menunggu kedepannya testimoni kepala the Fed Ben Bernanke pada Kongres.  

• Emas menghapus penurunan pada awalnya karena dollar melorot dari data yang menunjukkan penjualan ritel AS turun dalam  rangkaian tiga bulannya pada bulan Juni karena permintaan anjlok secara meluas, suatu tanda recovery ekonomi yang melesu.  

• Volume perdagangan melambat daripada biasanya sebelum testimoni dua harinya Bernanke hari Selasa ini. Pelemahan laporan  payrolls bulan Juni dan tanda‐tanda lainnya dari melambatnya perekonomian AS telah menaikkan spekulasi bank sentral AS akan  menggunakan kebijakan moneter untuk mendorong pertumbuhannya.  




OIL & COMMODITIES
• Harga oil naik Senin lalu sebagaimana front‐month Brent kontrak Agustus mendekati expiration, didukung oleh harapan bahwa  tanda‐tanda perlambatan ekonomi akan mendorong langkah stimulus, khususnya di Cina.   

• Permasalahan  produksi  North  Sea  dan  kesulitan  pembicaraan  dari  Iran  mengenai  penghentian  Selat  Hormuz  juga  membawa  dukungan terhadap oil, khususnya harga Brent.  

• Perdana  menteri  Cina  Wen  Jiabao  mengatakan  usaha  untuk  menstabilkan  perekonomian  telah  berjalan  dan  pemerintah  akan  meningkatkan  usaha  dalam  semester  kedua  tahunan  untuk  menaikkan  kebijakan  yang  efektif  dan  memperhatikan  masa  yang  akan datang. 



EURO ZONE
• Euro awalnya sempat merosot terhadap sejumlah rival utamanya setelah investor kecewa dengan tertundanya langkah pemberian bailout untuk negara‐negara zona euro yang  terlilit utang. Euro juga terkoreksi terhadap dolar, meskipun koreksinya mampu diredam oleh rilis buruk data retail sales AS untuk periode Juni. Laporan penjualan ritel tersebut  telah membangkitkan ekspektasi akan digulirkannya quantitative easing jilid 3 oleh The Federal Reserve, dimana hal ini juga mendorong terkoreksinya dolar atas yen Jepang. 

• Data penjualan ritel AS diluar dugaan mengalami kontraksi di bulan Juni. Retail sales turun 0.5% bulan lalu kontras dengan ekspektasi terjadi kenaikan 0.2%. Sedangkan untuk  penjualan  ritel  diluar  sektor  otomotif  turun  0.4%.  Investor  akan  menantikan  hasil  testimoni  Bernanke  pekan  ini  untuk  melihat  kemungkinan  langkah  kebijakan  The  Fed  berikutnya. Mahkamah Konstitusi Jerman, Senin, mengatakan tidak akan memutuskan sampai 12 September mendatang mengenai apakah dana bailout zona euro ‐ Mekanisme  Stabilitas Eropa ‐ dan perubahan‐perubahan rencana untuk aturan anggaran daerah sudah cocok dengan hukum Jerman. 

• Euro sempat terkoreksi ke level intraday low di $1.2173, tidak jauh dari level terendah 2 tahun di sekitar $1.2160 yang dicapai pekan lalu. Namun di sesi New York semalam,  euro berhasil bangkit di atas teritorial positif terhadap dolar dan mencatat intraday high di $1.2274 sebelum akhirnya bergerak di sekitar $1.2265, didukung oleh kenaikan pada  ekuitas  Eropa,  dengan  bursa  Wall  Street  memangkas  kerugiannya.  Sebuah  laporan  dari  Wall  Street  Journal  mengatakan  Presiden  ECB  Mario  Draghi  meminta  agar  para  pemegang obligasi senior dipaksa menerima kerugian atas obligasi yang diterbitkan bank‐bank Spanyol. Namun ECB menolak untuk mengomentari laporan tersebut, dimana  menteri keuangan menolak saran tersebut karena kekhawatiran pasar keuangan akan bereaksi buruk terhadap keputusan seperti itu. Dolar melemah 0.5% terhadap yen ke  78.78 yen, tertekan oleh rilis buruk data retail sales. Investor berpotensi menjual dolar lebih lanjut jika Bernanke dalam testimoninya hari Selasa‐Rabu pekan ini memberikan  peluang untuk digulirkannya quantitative easing jilid 3 untuk mendongkrak pertumbuhan ekonominya.




U.K.
• Sterling  kembali  menguat  terhadap  euro  ke  level  tertinggi  sejak  3‐1/2  tahun  terakhir  hingga  1.2768  sterling/euro  atau  0.7829  euro/sterling,  ditunjang  oleh  kekhawatiran investor akan berkembangnya resiko kondisi keuangan Italia dan Spanyol, yang terus meningkatkan minat terhadap sterling sebagai aset yang relatif  lebih aman dibanding euro.   

• Sterling juga menguat terhadap dolar AS terdorong rilis data retail sales Amerika untuk periode Juni yang dirilis lebih lemah dari perkiraan analis. Kondisi tersebut  meningkatkan ekspektasi bahwa The Fed akan menempuh pelonggaran kuantitatif guna menopang pelemahan ekonomi.  

• Namun demikian, prospek pertumbuhan ekonomi Inggris dalam 2‐tahun kedepan semakin memburuk, dibanding prospek negara ekonomi maju lainnya dalam 3‐ bulan  terakhir,  demikian  berdasarkan  pengamatan  Dana  Moneter  internasional  (IMF).  Awal  pekan  ini  IMF  memangkas  perkiraan  pertumbuhan  ekonomi  Inggris  untuk 2012 dan 2013 masing‐masing sebesar 0,6 persen, menjadi 0,2% pada 2012 dan 1,4 persen pada 2013. Menurut IMF, krisis Uni Eropa menjadi faktor utama  yang memperlambat pemulihan ekonomi Inggris.




JAPAN
• Dolar melemah 0.5% terhadap yen ke 78.78 yen, tertekan oleh rilis buruk data retail sales. Data penjualan ritel AS diluar dugaan mengalami kontraksi di bulan Juni.  Retail sales turun 0.5% bulan lalu kontras dengan ekspektasi terjadi kenaikan 0.2%. Sedangkan untuk penjualan ritel diluar sektor otomotif turun 0.4%. 

• Laporan penjualan ritel tersebut telah membangkitkan ekspektasi akan digulirkannya quantitative easing jilid 3 oleh The Federal Reserve, dimana hal ini mendorong  terkoreksinya dolar atas yen Jepang. 

• Investor akan menantikan hasil testimoni Bernanke pekan ini untuk melihat kemungkinan langkah kebijakan The Fed berikutnya. 

• Investor berpotensi menjual dolar lebih lanjut jika Bernanke dalam testimoninya hari Selasa‐Rabu pekan ini memberikan peluang untuk digulirkannya quantitative  easing jilid 3 untuk mendongkrak pertumbuhan ekonominya. 




AUSTRALIA
• Australian dan New Zealand dollars bertahan menguat Senin lalu, digarisbawahi oleh membaiknya hasrat pada aset‐aset beresiko berkenaan dengan gambaran data  GDP Cina yang dirilis minggu lalu, dengan fokus pasar bergerak pada testimoni kepala the Fed Ben Bernanke pada Kongres Selasa dan Rabu ini.  

• Aussie bertahan disekitar $1.0225 <AUD=D4> pada akhir perdagangannya, yang telah naik ke level tertingginya $1.0257 pada awal perdagangan, memperluas rally 1  persen Jumat lalu. Saat ini resistance pada level tertinggi minggu lalu $1.0282, dan support disekitar $1.0210/20.  

• Harga  Australian  bond  futures  berlanjut  untuk  turun  karena  pasar  bertahan  positif  setelah  gambaran  pertumbuhan  ekonomi  yang  dirilis  Jumat  sebelumnya  yang  bersamaan dengan ekspektasinya.  

• Senior rates strategist ANZ Tony Morriss mengatakan obligasi melemah sebagaimana kebanyakan pasar saham Asia yang merosot dalam harian yang tanpa adanya  data ekonomi penting.  




SWISS
• Swiss  franc  melemah  terhadap  the  greenback/dollar  ke  level  terendahnya  19‐bulan  yang  terjadi  minggu  sebelumnya  dan  bergerak  bersamaan  terhadap  euro,  dengan risk aversion ada satu sisi dan pembatasan oleh bank sentral yang juga membatasi rentang perdagangannya.   

• Pergerakan juga  tidak banyak perubahan karena pasar Jepang ditutup untuk liburan publik Senin lalu dan investor khawatir menunggu testimoni ketua the Fed  Bernanke sebelum Kongres Selasa dan Rabu ini pada setiap petunjuk dari tambahan stimulus moneter.  

• Sejak Swiss National Bank memberlakukan pembatasan level 1.20 per euro pada the franc 6 Sept., the "Swissie" telah diperdagangkan secara meluas bersamaan  dengan pergerakan euro.