title cover

title cover

Monday, August 27, 2012

Headline News 27.08.12


US & GLOBAL
• Bursa saham Amerika dan Eropa menguat dan euro berhasil menjauhi level terendah hariannya terhadap dolar pada sesi  Jumat terdorong berita yang menyatakan ECB sedang mempertimbangkan penetapan target di pasar obligasi dalam upaya  untuk  mengendalikan  biaya  pinjaman  beberapa  negara  zona  euro.  Bursa  saham  sebelumnya  berada  dibawah  tekanan  menyusul  kekhawatiran  tentang  Yunani  dan  ketidakpastian  atas  bagaimana  Eropa  akan  mengatasi  krisis  utang  Spanyol.  Telah berkembang spekulasi dalam beberapa pekan terakhir bahwa ECB akan segera memulai pembelian obligasi Spanyol  dan Italia.Namun keputusan itu tidak akan dilakukan sebelum sidang ECB tanggal 6 September dan belum jelas seberapa  lebar target yang akan ditetapkan ECB atau bagaimana caranya ECB melakukan intervensi di pasar obligasi. 

• Turut menopang sentimen investor, adalah pernyataan Ketua The Federal Reserve Ben Bernanke yang mengatakan The Fed  memiliki  ruang  untuk  memberlakukan  stimulus  moneter  tambahan  untuk  menopang  ekonomi  Amerika.  Pernyataan  Bernanke tersebut disampaikan dalam sebuah surat kepada panel pengawasan Kongres Amerika. 

• The Dow Jones industrial average <DJI.> berakhir naik 100.51 poin, atau 0,77 persen, ke 13,157.97. Indeks Standard & Poor  500 <SPX.> ditutup naik 9,04 poin, atau 0,64 persen, ke 1,411.12. The Nasdaq Composite Index <IXIC.> ditutup naik 16.39  poin,  atau  0,54  persen,  ke  3,069.79.  The  FTSEurofirst  300  <FTSE.>  naik  0,11  persen  ke  1,090.38  poin.  The  MSCI  saham  global index <. MIWD00000PUS> turun 0,1 persen ke 324,34. 

• Rilis  data  Amerika  yang  beragam,  menambah  ketidakpastian  mengenai  apakah  The  Fed  akan  segera  bertindak  untuk  memberlakukan stimulus. Durable Goods Orders untuk periode Juli melonjak, tetapi non‐defense capital goods ex‐aircraft  yang  merupakan  tolak  ukur  business  spending  menurun  dalam  2‐bulan  terakhir  secara  berturut‐turut,  menunjuk  ke  perlambatan pertumbuhan di bidang manufaktur. 

• Ben Bernanke dan para pemimpin bank sentral akan bertemu di Jackson Hole, Wyoming, pekan depan pertemuan tahunan  yang diharapkan akan memberikan kejelasan mengenai prospek kebijakan moneter. Bernanke menggunakan acara ini dua  tahun sebelumnya untuk menetapkan pemberlakuan pelonggaran moneter lanjutan The Fed. 

• Sentimen investor masih rapuh dan kekhawatiran tentang Yunani mendukung permintaan akan obligasi Jerman <FGBLc1>,  yang mencatat penguatan mingguan terpesat sejak awal Juli. Jerman dan Perancis menegaskan keinginannya agar Yunani  tetap berada di zona euro, namun Athena harus memenuhi komitmennya, Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan hal  tersebut setelah bertemu dengan Perdana Menteri Yunani Antonis Samaras. 

• Euro  <EUR=>  turun  0,4  persen  ke  setelah  sempat  mencapai  session  low  di  1,2511.  Euro  sempat  turun  ke  level  1.2511  setelah Market News International melaporkan bahwa Kementerian Keuangan Jerman tengah mempertimbangkan secara  serius rencana kemungkinan keluarnya Yunani dari Uni Eropa. Terhadap yen, dolar AS naik 0,3 persen ke 78,69 yen <JPY=>. 

• Obligasi Amerika tenor 10‐tahun <US10YT=RR> harganya turun 2/32, dengan imbal hasil berada pada 1,6814 persen. 

• Minyak  mentah  berjangka  Brent  turun  1  persen  terdesak  sebuah  laporan  jurnal  perdagangan  bahwa  Badan  Energi  Internasional dapat memanfaatkan cadangan minyak strategis pada awal September. Di London, Brent crude pengiriman  Oktober <LCOc1> turun 1,42 USD ke 113,59 USD per barel. Minyak mentah AS <CLc1> turun 12 sen ke 96,15 USD per barel. 

• Harga  emas  mencatat  kenaikan  terbesar  mingguan  mereka  sejak  Januari,  menyusul  penguatan  beruntun  dalam  7‐sesi  terakhir  mencapai level  tertinggi dalam 4‐1/2  bulan  terakhirditunjang  ekspektasi stimulus moneter  Amerika. Harga spot  emas <XAU=> berakhir menguat di 1.670 USD per troy ounce.   


GOLD & COMMODITIES
• Harga emas ditutup flat Jumat lalu karena pasar mengambil nafas dulu setelah rally dalam rangkaian tujuh harinya ke level  tertinggi dalam 4‐1/2 bulan Kamis sebelumnya dari harapan terkini dari putaran berikutnya dari stimulus moneter AS/QE3 . 

• Platinum juga mencatatkan penguatan dalam kenaikan dua minggunya, naik 5 persen dan mendekati 9 persen bulan ini,  setelah pecahnya kekerasan pada tambang platinum di Afrika Selatan, dengan sumber sekitar 80 persen dalam pasokan  platinum, yang menewaskan sekitar 44 orang.  

• Spot emas telah naik lebih dari 3.4 persen minggu, kenaikan terbesar mingguannya sejak minggu terakhir bulan Januari,  didorong setelah minutes the Fed untuk policy meeting Agustus dengan bank kemungkinan untuk mengarah pada stimulus  moneter "fairly soon" kecuali jika perekonomian AS membaik secara signifikan.  

• Putaran  terbaru  dari  QE3/quantitative easing  – cetak  uang  untuk membeli obligasi  pemerintah  dengan menjaga tingkat  suku bunga rendah dalam jangka panjang‐mendorong kekhawatiran inflasi kedepannya. Putaran pertama kedua dari QE AS  telah mendorong harga emas naik dua kali lipat dalam empat tahun terakhir. 


OIL & COMMODITIES
• Harga  oil  merosot  Jumat  lalu  setelah  laporan  bahwa  International  Energy  Agency  kemungkinan  merilis  persediaan  oil  secepatnya pada bulan September, setelah anjlok dari hambatan rencana yang dipimpin AS. 

• Crude AS turun terbatas karena ancaman produksi Teluk Meksiko dari Badai tropis Isaac dan potensi gangguan pasokan  yang mendorong aksi jual Brent crude oil futures dan aksi beli pada crude AS, kata broker. 

• "Oil prices declined on word of a change of heart at the IEA on a coordinated release of global SPR barrels. The market has  been very sensitive to speculation over a release, which, if it were to occur, would work to lower prices for a time," kata John  Kilduff, mitra pada Again Capital LLC di New York.     

• Badai tropis Isaac mengarahkan tujuan pada daerah rawan banjir di Haiti Jumat lalu dan diekspektasi untuk menjadi badai  besar/topan ketika bergolak ke dalam Teluk Meksiko awal minggu depan, pada jalur yang dapat dilihat dari New Orleans  hingga mengarah ke Florida. 


EURO ZONE
• Akhir pekan lalu euro melemah terhadap dolar AS dalam sesi perdagangan yang cukup volatile setelah sempat mencapai level tertinggi sejak 7‐pekan terakhir pada  sesi Kamis. Investor cenderung masih bimbang akan kemungkinan prospek euro dan langkah apa yang akan diambil oleh para pemangku kebijakan untuk menangani  krisis hutang Uni Eropa. Hingga akhir sesi New York, euro tercatat melemah 0,52 persen terhadap dolar AS ke 1.2510. 

• Tekanan terhadap euro antara lain berasal dari adanya laporan bahwa Kementrian Keuangan Jerman tengah mempertimbangkan rancangan apabila Yunani pada  akhirnya harus terpaksa meninggalkan Uni Eropa. Sementara itu meskipun menegaskan bahwa pemerintahannya masih mendukung Yunani tetap berada dalam Uni  Eropa,  namun Kanselir  Jerman Angela  Merkel  menekankan  masih perlunya  penilaian  dari “troika” pada  September  mendatang  mengenai kondisi  perekonomian  Yunani sebelum memberikan bantuan keuangan lebih lanjut.  

• Dalam pertemuannya dengan Kanselir Merkel, Perdana Menteri Yunani Antonis Samaras menegaskan bahwa pihaknya tidak menginginkan tambahan dana bantuan,  namun meminta tambahan waktu pemangkasan anggaran agar bisa memenuhi target perbaikan fiskalnya. Sementara itu Deputi Perdana Menteri Spanyol – Soraya  Saenz de Santamaria menampik anggapan yang beredar bahwa pemerintahannya tengah melakukan pembicaraan dengan pemangku kebijakan Uni Eropa mengenai  kemungkinan bantuan keuangan yang akan ditujukan untuk menekan tingginya imbal hasil obligasi Spanyol. 

• Pekan  ini pelaku pasar akan mengamati  sejumlah  rilis  data diantaranya  survey  IFO  Jerman untuk periode Agustus  yang diperkirakan  turun menjadi 102.6  (lebih  rendah dari periode sebelumnya103.3), disusul data Consumer Confidence Jerman untuk periode September. Kemudian pada sesi Rabu akan rilis data CPI Jerman  untuk periode Agustus yang diperkirakan turun. Sesi Kamis akan rilis data Unemployment Jerman untuk Agustus dan sentiment  di Uni Eropa secara keseluruhan  untuk periode Agustus yang diperkirakan memburuk. Pada sesi Jumat akan rilis data CPI dan Unemployment Uni Eropa untuk periode Juli yang diperkirakan naik  menjadi 11,3 persen. 

U.K.
• Akhir pekan lalu sterling melemah terhadap dolar AS setelah revisi terbaru GDP Inggris untuk triwulan keduan 2012 merujuk pada kontraksi yang masih  dalam, yaitu sebesar ‐0,5 persen. Walaupun lebih baik dari perkiraan analis, yang memprediksi kontraksi sebesar ‐0,7 persen, namun analis menyatakan  laporan tersebut secara umum memberikan gambaran bahwa ekspor masih lemah, investasi turun dan tingkat belanja masyarakat terus merosot.  

• Kondisi  tersebut  akan  meningkatkan  ekspektasi  pemberlakuan  quantitative  easing  lanjutan  dari  BoE.  Dimana  dengan  pelonggaran  kuantitatif  akan  cenderung  menekan  kinerja  sterling  karena  meningkatnya  suplai  mata  uang  tersebut  di  pasar  finansial.  Hingga  akhir  sesi  New  York,  sterling  tercatat  melemah  0,51  persen  terhadap  dolar  AS  ke  1.5806.  Meski  demikian,  sterling  tetap  mencatat  kinerja  mingguan  terbaik  sejak  pertengahan  Juni  silam,  ditunjang oleh ekspektasi QE3 pasca minutes sidang The Fed periode Agustus.   

• Anggota BoE – Martin Weale menyatakan bahwa dirinya lebih memilih untuk memangkas suku bunga acuan daripada meningkatkan jumlah dana dalam  program quantitative  easing. Meski demikian Weale juga  menegaskan bahwa memangkas suku bunga  acuan  menjadi 0 persen atau 0,25  persen akan  menimbulkan  dampak  buruk,  diantaranya  melemahkan  posisi  keuangan  beberapa  bank  di  Inggris  karena  menurunkan  tingkat  bunga  dalam  deposit  mereka.  

• Pekan ini pelaku pasar akan mengamati sejumlah rilis data diantaranya data perkembangan harga rumah periode Agustus berdasarkan Nationwide . Pada  sesi Kamis akan rilis data Consumer Credit  dan Mortgage Approvals untuk periode Juli. Sesi Jumat akan rilis data Consumer Confidence untuk  periode  Agustus.


JAPAN
• Yen menguat terhadap 16‐mata uang utama dunia lainnya (naik 6,5 persen) seiring pelemahan bursa saham Asia dan lemahnya rilis data ekonomi global  yang mengangkat minat investor pada aset safe haven, pada khususnya yen. Yen mencatat penguatan 5‐harian terpesatnya terhadap dolar AS dalam 12‐ pekan terakhir menyusul buruknya rilis jobless claims Amerika dan redupnya aktifitas manufaktur di Eropa dan Cina. 

• Ketua BOJ ‐ Masaaki Shirakawa akhir pekan lalu menyatakan bahwa bank sentral telah menempuh pelonggaran moneter skala besar namun penguatan  yen akhir‐akhir ini meningkatkan tekanan pada ekonomi Jepang. Shirakawa menekankan pentingnya pergerakan yen sesuai dengan kondisi fundamental  ekonomi Jepang. Perkembangan di Eropa masih menjadi perhatian utama untuk Jepang, sementara CPI diperkirakan akan bertahan di level 1 persen untuk  jangka waktu lama. Lebih lanjut, Shirakawa memerkirakan perlambatan permintaan global masih akan berlanjut.  

• Pekan ini pelaku pasar akan mengamati sejumlah rilis data diantaranya retail sales untuk periode Juli. Pada sesi Selasa akan rilis Cabinet Office Monthly  Economic Report yang akan memberikan gambaran mengenai kondisi ekonomi Jepang berdasarkan pandangan pemerintah. Sedangkan pada akhir pekan  akan rilis data PMI manufaktur untuk periode Agustus, data sektor ketenagakerjaan dan CPI untuk periode Juli. 


AUSTRALIA
• Australian dan New Zealand dollar mencatatkan pelemahan mendekati level terendahnya dalam enam minggu terhadap euro Jumat lalu karena  investor  berlanjut  untuk  melanjutkan  posisi  beli  pada  euro,  yang  membawa  kedua  mata  uang  tersebut  mencatatkan  untuk  ditutup  dalam  penurunan mingguannya.  

• Euro melejit naik ke level A$1.2047 <EURAUD=R> dan NZ$1.5470 <EURNZD=R>, level tertingginya sejak 12 Juli, yang secara luas terjadi aksi jual.  Investor telah mengabaikan posisi bearish pada euro, meskipun tidak terdapat perkembangan yang nyata pada rencana utang Eropa.  

• "Given how oversold it was and with everyone positioned short, it was only natural that you'd see a savage correction to the upside," kata David  Scutt, seorang trader pada Arab Bank Australia.  


SWISS
• Swiss  franc  Jumat  lalu  diperdagangkan  hanya  dibawah  level  tertinggi  sebelumnya  dalam  7‐minggu  terhadap  the  greenback,  yang  mana  telah  mendapat dorongan berkenaan dengan ekspektasi dari policy easing/QE3 di AS.   

• Berita  mengenai  krisis  utang  zona  euro  atau  lesunya  perekonomian  AS  telah  menjadi  kunci  untuk  menentukan  pergerakan  pada  Swiss  franc  meskipun sejak Swiss National Bank membatasi kenaikan pada level 1.20 per euro pada the safe‐haven franc 6 Sept. lalu.    

• Euro  telah  mencapai  level  tertinggi  dalam  7‐minggunya  terhadap  dollar  minggu  ini  dari  ekspektasi  the  Fed  AS  kemungkinan  untuk  memilih  stimulus moneter "fairly soon".  Juga terdorong dari kedepannya setelah suatu sumber mengatakan Spanyol menegosiasikan dengan zona euro  berhubungan dengan kondisi untuk memberikan bantuan. 

Friday, August 24, 2012

Headline News 24.08.12


US & GLOBAL
• Bursa saham global melemah pada sesi Kamis karena mulai meredupnya ekspektasiuntuk stimulus baru dari The Federal Reserve disusul  rilis  data  yang    menunjukkan  perlambatan  ekonomi  di  Eropa  dan  China.  Sementara  euro  naik  setelah  beberapa  sumber  mengatakan  Spanyol tengah dalam pembicaraan mengenai persyaratan bantuan untuk mengurangi tingginya biaya pinjaman negara tersebut. Tiga  sumber  terpercaya  menyatakan  pada  Reuters  mengenai  ekspektasi  bahwa  untuk  menekan  imbal  hasil  obligasi  Spanyol,  salah  satu  pilihannya adalah dengan pembelian obligasi Spanyol pada lelang perdana oleh EFSF, sementara ECB akan melakukan intervensi pada  pasar sekunder untuk menekan imbal hasil. Namun demikian Spanyol belum membuat keputusan akhir untuk meminta bailout, dan tidak  ada angka khusus yang dibahas untuk bantuan tersebut. 

• Euro <EUR=> menguat ke level tertinggi dalam 7‐pekan terakhir terhadap dolar AS, tercatat naik 0,3 persen ke 1,2563, sementara indeks  dolar AS <DXY.> turun 0,2 persen ke 81,366. 

• Keprihatinan atas prospek perekonomian global melemahkan sentimen investor, sebagaimana komentar dari Presiden The Fed St. Louis  James Bullard. Minutes dari pertemuan The Fed mengindikasikan bank sentral Amerika telah siap untuk meluncurkan stimulus moneter,  atau pelonggaran kuantitatif. Namun Bullard, yang bukan termasuk anggota voting FOMC, mengatakan pada televisi CNBC bahwa data  Amerika telah membaik sejak sidang 31 Juli – 01 Agustus, dan Bullard menegaskan bahwa minutes tersebut terkesan "agak basi." 

• The Dow Jones industrial average <DJI.> ditutup turun 115.30 poin, atau 0,88 persen, ke 13,057.46. Indeks The Standard & Poor 500 <. SPX> merosot 11.41 poin, atau 0,81 persen, ke 1,402.08. The Nasdaq Composite Index <. IXIC> turun 20,27 poin, atau 0,66 persen, ke  3,053.40. 

• Di Eropa, FTSEurofirst 300 <FTEU3.> ditutup turun 0,6 persen ke 1,089.13. 

• Data aktifitas sektor bisnis menunjukkan penurunan yang menyebar lebih lanjut ke seluruh zona euro, dengan pelemahan yang dimulai di  antara negara‐negara yang lebih kecil di daerah selatan yang semakin mengakar ke negara inti seperti Jerman. Indeks survei PMI dari  Markit  menunjukkan  bahwa  zona  euro  diperkirakan  akan    kembali  terpuruk  ke  jurang  resesi,  menyusul  kontraksi  PMI  dalam  7‐bulan  berturut‐turut. Selain itu, data PMI untuk sektor manufaktur Cina jatuh ke level terendah sejak November karena ekspor yang merosot  dan naiknya stok barang yang tidak terjual. 

• Data  ekonomi  Amerika  sendiri  dirilis  beragam.  Pertumbuhan  di  sektor  manufaktur  Amerika  sedikit  membaik  pada  periode  Agustus,  sebagai  pertanda  bahwa  eknomi  negara  tersebut  berhasil  bertahan  dari  pelemahan  ekonomi  global,  meskipun  pada  sisi  lain  jobless  claims pekan lalu naik merujuk pada lemahnya perbaikan sektor ketenagakerjaan. 

• Harga obligasi pemerintah Amerika naik seiring ekspektasi stimulus The Federal Reserve. Lemahnya data ekonomi CIna dan kekhawatiran  tentang  keuangan  Yunani  dan  Spanyol  juga  mendorong  naiknya  minat  terhadap  aset  safe‐haven.  Obligasi  Amerika  tenor  10‐tahun  <US10YT=RR> harganya naik 7/32 dengan imbal hasil berada pada 1,6711 persen. 

• Harga  minyak  mentah  berjangka  Amerika  turun  dan  minyak  Brent  memangkas  penguatannya  seiring  mulai  redupnya  harapan  akan  stimulus keuangan  dan  keraguan  tentang kemampuan  Eropa  untuk  mengatasi  krisis  utang.  Minyak  mentah  Brent  berjangka  <LCOc1>  ditutup naik 10 sen ke 115,01 USD per barel. US light crude oil <CLc1> turun 99 sen ke 96,27 USD per barel.  


GOLD & COMMODITIES
• Emas naik 1 persen dalam rangkaian tujuh harinya Kamis lalu setelah minutes dari the Fed AS pada policy meeting yang memberikan  harapan  bahwa  bank  sentral  kemungkinan  mengambil  langkah  (QE3)  untuk  mendorong  perekonomiannya  dan  berita  bahwa  Spanyol  menegosiasikan kondisi untuk kemungkinan paket bantuan.  

• Silver  melejit  2  persen  dan  platinum  naik  berkenaan  dengan  permasalahan  pasokan  dari  kerusuhan  buruh  pada  beberapa  tambang  produsen utama Afrika Selatan, yang telah menewaskan 44 orang dalam bentrokan antara demo pekerja dengan polisi.  

• "This is the first insight we've gotten in the marketplace to think that the Fed is committed to this new stimulus program, and that's the  catalyst you need to break out of the range," kata Jeffrey Sherman, commodities portfolio manager pada DoubleLine Capital LP, yang  telah memiliki lebih $40 milyar pada assets under management.  

• Emas memiliki nilai dua kali lipat sejak the Fed untuk pertama kalinya memilih membeli Treasuries untuk menurunkan tingkat suku bunga  dan  mendorong  pertumbuhan  dari  akhir  tahun  2008.  Tahun  ini  telah  berjuang  untuk  berada  dalam  area  positif  dari  tidak  adanya  komitmen yang jelas dari bank sentral AS untuk berlanjut pada prakteknya.  

• Minutes dari meeting the Federal Open Market Committee's pada akhir Juli menunjukkan bank sentral kemungkinan untuk melakukan  putaran berikutnya pada stimulus "fairly soon", dengan setiap keputusan didasari tergantung pada data ekonomi.  


OIL & COMMODITIES
• Brent crude futures membagi kenaikannya Kamis lalu karena kembali hidupnya harapan untuk stimulus berikutnya dari the  Fed AS yang kemudian meredup  dan keraguan mengenai kemampuan  Eropa untuk  mengatasi krisis utang yang kembali  menjadi fokus perhatian. 

• Harga brent berbalik melemah sebelum di settled menguat 10 sen, dan ditutup pasca settlement dalam area merah. Crude  AS  melemah  lebih  dari  1  persen  dan  di  settled  dibawah  200‐day  moving  average  setelah  sempat  melonjak  ke  level  tertingginya sejak bulan Mei.  

• Oil  membagi  kenaikan  pada  awalnya  dari  data  yang  menunjukkan  naiknya  jobless  claims  AS  minggu  lalu,  terhadap  ekspektasi untuk turun tipis, tetapi analis dan para trader mencatatkan bahwa pengangguran akan membeli lebih sedikit  pada bahan bakar, tekanan pelemahan data mendorong bank sentral untuk bertindak. 

EURO ZONE
• Euro  menguat  ke  level  tertinggi  sepanjang  7‐pekan  terakhir  terhadap  dolar  AS  pada  sesi  Kamis  setelah  sebuah  sumber  menyatakan  bahwa  Spanyol  tengah  melakukan  negosiasi  dengan  Uni  Eropa  mengenai  syarat  bagi  pemberian  bantuan  internasional.  Meskipun  demikian,  Spanyol  belum  secara  resmi  mengajukan  permintaan untuk bailout. Hingga akhir sesi New York, euro tercatat 0,3 persen menguat terhadap dolar AS ke 1.2564. Euro juga menguat terhadap sterling ke level  tertinggi sejak 2‐pekan terakhir di level 0.7924. 

• Sementara itu, saat ini juga berkembang ekspektasi bahwa untuk menekan imbal hasil obligasi Spanyol, salah satu pilihannya adalah dengan pembelian EFSF bisa  melakukan pembelian  obligasi Spanyol pada  lelang perdana,  sementara ECB  akan  melakukan intervensi  pada pasar sekunder  untuk menekan imbal  hasil.  Berita  tersebut meningkatkan minat investor terhadap aset beresiko, yang sebelumnya telah mendapat sokongan dari hasil minutes The Fed yang membuka peluang QE3,  melemahkan dolar AS terhadap mata uang utama dunia lainnya.  

• Angela  Merkel  dan  Francois  Hollande  menunjukkan  kesepakatannya  mengenai  posisi  Yunani,  keduanya  menyatakan  seharusnya  tidak  ada  kelonggaran  pada  kesepakatan  bailout  kecuali  Yunani  dapat  memenuhi  target  reformasi  fiskalnya.  Kedua  pemimpin  Uni  Eropa  tersebut  mengadakan  pertemuan  di  Berlin  untuk  menyatukan  pandangan  mereka  pada  Perdana  Menteri  Yunani  –  Antonis  Samaras  yang  mengajukan  pelonggaran  untuk  pemangkasan  anggaran  di  negaranya.Antonis  Samaras  sendiri  menyatakan  bahwa  dengan  pemangkasan  anggaran  ini  standar  hidup  masyarakat  Yunani  telah  turun  hingga  35  persen,  dan  diperkirakan apabila keluar dari Uni Eropa maka standar hidup rakyatnya akan anjlok hingga lebih dari 70 persen, sesuatu yang tidak diharapkan. 


U.K.
• Sterling sempat mencapai level tertinggi dalam kurun 3‐bulan terakhir terhadap dolar AS mengikuti penguatan mata uang beresiko lain masih terinspirasi  oleh hasil minutes The Fed. Analis memperkirakan poundsterling masih akan memperoleh dukungan bagi penguatannya seiring masih berkembangnya  spekulasi  bahwa  ECB  akan  melakukan  langkah  untuk  menangani  krisis  hutang  Uni  Eropa  yang  akan  kembali  meningkatkan  minat  investor  pada  aset  beresiko. Hingga akhir sesi New York, sterling tercatat melemah 0,13 persen terhadap dolar AS ke 1.5859. 

• Pelaku pasar akan mengamati dengan seksama rilis GDP triwulan kedua 2012 Inggris yang diperkirakan akan menunjukkan kontraksi ‐0,5 persen, atau  lebih baik dari estimasi awal ‐0,7 persen. Apabil rilis sesuai dengan perkiraan, maka diperkirakan akan kembali mendukung kinerja sterling terhadap mata  uang lainnya, terutama dolar AS.  

• Anggota BoE – Martin Weale menyatakan bahwa dirinya merasa saat ini belum diperlukan penambahan pembelian aset. “Pada tingkatan ini, berdasarkan  pandangan pribadi saya, belum diperlukan peningkatan jumlah dana dalam program pembelian aset. Pemangkasan suku bunga juga akan memberikan  dampak  yang  tidak  diinginkan,  salah  satunya  adalah melemahnya  posisi  finansial  dari  beebrapa  perbankan”,  demikian  tandas  Weale.    


JAPAN
• Dolar  AS  kembali  melemah  terhadap  yen  mendekati  level  terendahnya  sejak  2‐bulan  terakhir  pada  sesi  Rabu  lalu,  pasca  hasil  minutes  The  Fed  yang  membuka peluang pemberlakuan QE3. Dolar AS kembali melemah terhadap yen setelah laporan terbaru menunjukkan new home sales Amerika untuk Juli  mengalami kenaikan, meskipun harganya turun, memberikan sinyal yang beragam mengenai perbaikan pasa perumahan Amerika.  

• Laporan tersebut meningkatkan ekspektasi para pelaku pasar bahwa The Fed akan menerapkan stimulasi keuangan untuk menopang ekonomi dengan  melakukan pembelian surat utang. Kondisi tersebut akan melemahkan dolar AS terhadap mata uang utama dunia lainnya. Hingga akhir sesi New York,  dolar AS tercatat melemah terhadap yen ke. HIngga akhir sesi New York, dolar AS tercatat melemah 0,1 persen terhadap yen ke 78.48. 


AUSTRALIA
• Australian dollar bertahan menguat terhadap  dollar AS dalam perdagangan yang volatile Kamis lalu setelah minutes the Fed menaikkan harapan pasar pada  stimulus moneter.  

• Aussie <AUD=D4>  sedikit naik 0.1 persen  ke level  $1.0516, yang telah menyentuh level  puncak  10‐harinya  $1.0546 pada overnight dari spekulasi  untuk  quantitative easing berikutnya di AS.   

• Minutes dari the Fed pada policy meeting terakhir mengejutkan beberapa trader yang memperkirakan terjadinya stimulus moneter "fairly soon".  

• Pergerakan the Fed mendorong aset‐aset beresiko dari ekuitas hingga komoditas, euro dan high‐beta currencies.   

• Juga membantu menaikkan Aussie dari pelemahannya yang dipicu dari HSBC Flash China purchasing managers index (PMI), yang menunjukkan aktivitas  manufaktur telah melambat ke level terendahnya dalam sembilan bulan.   


SWISS
• Ekspor Swiss naik pada bulan Juli, dengan penjualan dari barang‐barang untuk zona euro yang menunjukkan penguatan meskipun mitra dagang  utama Swiss tersebut merosot berkenaan dengan resesi, sebagian dibantu oleh pembatasan bank sentral yang dkenakan pada tingginya the franc  setahun yang lalu.  

• Ekspor naik 0.8 persen menjadi 17.41 milyar Swiss francs ($17.89 milyar) dari bulan Juli 2011, the Federal Customs Office mengungkapkannya  Kamis lalu. Surplus perdagangan naik menjadi 2.9 milyar – gambaran level tertinggi dua bulannya yang tercatat – dari 2.2 milyar pada bulan Juni.  

• Perekonomian zona euro turun 0.2 persen dalam tiga bulannya hingga Juni dan terlihat menuju resesi keduanya dalam tiga tahun, survei bisnis  yang menunjukkannya Kamis lalu.

Wednesday, August 22, 2012

Headline News 22.08.12


US & GLOBAL
• Bursa saham Amerika melemah pada sesi Selasa karena aksi ambil untung pelaku pasar setelah sebelumnya sempat mendorong indeks  S&P 500 menuju level tertinggi dalam kurun 4‐tahun terakhir, namun euro menguat terhadap dolar di tengah harapan ECB akan segera  mulai membeli obligasi Spanyol dan Italia untuk mengatasi krisis utang. Biaya pinjaman Spanyol tenor 10‐tahun <ES10YT=TWEB> turun  10 basis poin menjadi 6,24 persen, sedangkan imbal hasil obligasi pemerintah Portugis merosot ke level terendah sejak April 2010. 

• Persepsi investor mengenai menurunnya ancaman krisis Uni Eropa menjadi katalis penguatan bursa saham akhir‐akhir ini. Pada awal sesi,  indeks S&P500  <.  SPX> naik  ke  level  intraday  terkuat  sejak  Mei  2008,  sebelum  pada  akhirnya  memangkas  keuntungan  sebelum  level  resistance teknisnya. 

• Tingginya ketidakpastian dan kekhawatiran investor mengenai persyaratan ECB untuk negara‐negara bermasalah yang meminta bantuan  dari dana penyelamatan zona euro sebelum beralih ke bank sentral, berarti bahwa krisis di Spanyol bisa lebih buruk dari sebelumnya.  Namun,  optimisme  atas  kemungkinan  tindakan  ECB  akhirnya  mendukung  sentimen  pelaku  pasar.  Surat  kabar  asal  Inggris,  The  Daily  Telegraph, mendukung laporan selama akhir pekan dari sebuah majalah Jerman bahwa ECB berencana akan menetapkan acuan pada  imbal  hasil  obligasi  Spanyol  dan  Italia.  Meskipun  hal  tersebut  dibantah  oleh  salah  seorang  juru  bicara  ECB,  yang  menyatakan  bahwa  belum ada keputusan yang diambil. 

• Bursa  saham  Amerika  ditutup  melemah,  The  Dow  Jones  industrial  average  <DJI.>  berakhir  turun  68.06  poin,  atau  0,51  persen,  ke  13,203.58. The S & P 500 Index <SPX.> ditutup turun 4,96 poin, atau 0,35 persen, ke 1,413.17 dan The Nasdaq Composite Index <. IXIC>  turun 8,95 poin, atau 0,29 persen, ke 3,067.26. 

• Indeks  saham  global  MSCI  <.  MIWD00000PUS>  justru  naik  0,3  persen  ke  326,34  setelah  mencapai  level  tertinggi  sejak  awal  Mei  di   328,21. Indeks The FTSEurofirst 300 <FTEU3.> juga naik 0,4 persen ke 1,109.55.  

• Penguatan pasar keuangan dalam beberapa waktu terakhir ditunjang ekspektasi bahwa ECB akan membantu mengakhiri krisis hutang  Uni Eropa yang telah berlangsung sepanjang 2‐1/2‐tahun terakhir. 

• Perdana Menteri Yunani Antonis Samaras akan bertemu Kanselir Jerman Angela Merkel, Presiden Perancis Francois Hollande dan Kepala  Eurogroup Jean‐Claude Juncker dalam beberapa hari kedepan untuk mencoba untuk mengamankan bantuan tambahan dari Uni Eropa,  IMF dan ECB, meskipun Yunani gagal memenuhi pemangkasan hutangnya. Samaras diharapkan akan melakukan lobi untuk perpanjangan  pemangkasan anggaran dalam 2‐tahun untuk mengurangi dampaknya. 

• Euro <EUR=> tercatat naik 1 persen ke 1,2462 terhadap dolar AS, sementara dolar tergelincir 0,2 persen ke 79,24 yen <JPY=>. 

• Harga  obligasi  Amerika  menghapus  kerugiannya  pada  awal  sesi,  bersamaan  dengan  bursa  saham  Amerika  yang  menghapus  kenaikan  pada awal sesi perdagangan. Obligasi Amerika tenor 10‐tahun <US10YT=RR> harganya naik 2/32 dengan imbal hasil pada 1,8036 persen. 

• Harga minyak mentah Brent <LCOc1> naik 94 sen ke 114,64 USD per barel. Minyak menguat diatas 90 USD per barel pada akhir Juni lalu,  ditunjang oleh perawatan mesin produksi di kawasan North Sea dan meningkatnya kemungkinan konflik militer natara Iran dan Israel.  Minyak US crude <CLc1> naik 71 sen ke 96,68 USD per barel. 

• Harga emas <XAU=> naik ke level tertinggi sejak 3‐1/2 bulan terakhir seiring pelemahan dolar AS, sementara platinum <XPT=> mendekati  level tertinggi sepanjang 2‐bulan terakhir yang sempat tercapai pada sesi awal pekan ini karena kekhawatiran atas hambatan pasokan  dari produsen terbesar yairu Afrika Selatan. Harga spot emas <XAU=> mencapai level tertinggi di 1,641.20 USD per troy ounce.   


GOLD & COMMODITIES
• Emas naik ke level tertingginya sejak bulan Mei Selasa lalu, naik 1.2 persen, dari spekulasi European Central Bank akan bertindak untuk  membantu Spanyol dan Italia, sementara itu platinum juga naik ke level tertingginya dalam 3‐1/2 bulan karena kekerasan pada tambang  di Afrika Selatan menaikkan permasalahan mengenai pasokan.  

• Logam mulia mencatatkan kenaikan terbesar dalam hariannya yang hampir dalam waktu sebulan, memperluas rally‐nya dalam rangkaian  lima harinya pada laporan ECB bergerak untuk menekan harga borrowing costs Spanyol dan Italia.  
• Technical support membantu emas naik diatas 100‐day moving average, tetapi analis mengatakan 200 DMA dapat membentuk resistance  berikutnya. Aksi beli dari logam mulia juga terdorong oleh kenaikan ke level tertinggi empat tahunnya pada bursa Wall Street pada awal  harian dan naik tajamnya komoditas lainnya yang dipimpin oleh crude oil dan gandum.   

• "There is still an overriding fear that the equities markets have appreciated beyond the point of sustainability so there is a level of fear  and desire for diversification into gold," kata Jeffrey Sica, chief investment officer pada SICA Wealth Management.   


OIL & COMMODITIES
• Oil naik Selasa lalu dari harapan bahwa European Central Bank akan bertindak untuk mengatasi krisis utang regional yang mendorong crude futures dan membawa ekuitas AS ke level tertinggi empat tahunnya dan euro ke level puncak tujuh minggunya versus dollar.  

• Optimisme  investor  bahwa  ECB  akan  mengambil  tindakan  untuk  menurunkan  borrowing  costs  Spanyol  dan  Italia,  meskipun  Senin  sebelumnya  bank  sentral  berusaha  untuk  meredam  spekulasi  yang  terkandung  dalam  laporan  yang  menyarankan  untuk  pembelian  obligasi pada negara zona euro jika borrowing costs mencapai level tertentu.  

• U.S. front‐month September crude futures mencapai level tertinggi tiga bulannya diatas level $97 per barrel, dengan kontrak expire pada  akhir hariannya.  

• Suatu perawatan yang berhubungan dengan produksi oil North Sea yang turun dan tingginya tensi di Timur Tengah karena kekerasan di  Suriah dan gejolak Iran dengan Barat berkenaan dengan program nuklir yang menambah dorongan pada harga oil.  

• Persediaan crude AS melemah 6 juta barrel minggu lalu, grup industri American Petroleum Institute (API) mengatakan dalam laporan  mingguannya Selasa lalu, jauh lebih besar dari ekpektasi.  


EURO ZONE
• Euro ditutup menguat terhadpa dolar AS setelah sempat mencapai level tertinggi sepanjang 7‐pekan terakhir, ditunjang oleh maraknya ekspektasi akan tindakan dari  ECB  untuk  menekan  tingginya  imbal  hasil  obligasi  Spanyol  dan  Italia.  Majalah  asal  Jerman  –  Der  Spiegel  melaporkan  pada  akhir  pekan  lalu  bahwa  ECB  akan  menetapkan target  spesifik  level  imbal  hasil dalam  program  pembelian  obligasi  yang  nantinya  akan  mereka tempuh.  Namun demikian  ketidakpastian  mengenai  efektifitas langkah ECB tersebut diperkirakan masih akan membatasi penguatan euro kedepannya.  

• Hingga  akhir  sesi  New  York,  euro  tercatat  menguat  1  persen  terhadap  dolar  AS  ke  level  1.2462  setelah  sempat  naik  hingga  level  1.2488.  Euro  juga  mencatat  penguatan terhadap yen hingga mencapai level 99.18 yang merupakan level tertinggi sejak awal Juli silam. Terhadap sterling, euro juga tercatat menguat ke level  harian tertinggi 0.7907, yang merupakan level tertingginya sejak 2‐pekan terakhir. 

• Harian The Daily Telegraph asal Inggris juga meluncurkan laporan senada yang mendukung kemungkinan rencana ECB untuk menekan imbal hasil obligasi Spanyol  dan Italia. Meski demikian, juru bicara ECB menegaskan laporan tersebut belum sepenuhnya benar, karena tidak ada keputusan yang telah diambil ECB.  

• Imbal hasil obligasi Spanyol tenor 10‐tahun turun 11 basis poin ke 6,22 persen. Penurunan imbal hasil obligasi Spanyol tersebut juga diiringi penurunan imbal hasil  obligasi Italia dan Portugis. Imbal hasil obligasi Portugis untuk tenor 10‐tahun bahkan turun 21 poin ke level 9,48 persen, yang merupakan level terendahnya sejak  April 2010. 


U.K.
• Sterling menguat terhadap dolar AS ke  level tertinggi  sejak akhir Mei silam,  setelah sempat mencapai level  harian tertinggi  di 1.5803,  berhasil menembus  level  resistance penting 1.5777, yang hampir setara dengan 50 persen retracement dari downward move antara 1.6301 – 1.5265. Hingga akhir sesi New York, sterling tercatat menguat 0,7 persen terhadap dolar AS ke 1.5780. Namun demikian sterling tercatat melemah 0,46 persen terhadap euro ke level terendahnya sejak 2‐pekan terakhir.  

• Penguatan sterling disokong kinerja positif euro terhadap mata uang utama dunia lainnya, ditunjang oleh ekspektasi bahwa ECB akan segera meluncurkan program  pembelian obligasi untuk menekan tingginya imbal hasil obligasi Italia dan Spanyol. Harian The Daily Telegraph melaporkan bahwa terdapat kemungkinan ECB akan  menetapkan target spesifik level imbal hasil dalam program pembelian obligasi yang nantinya akan mereka tempuh. Ekspektasi tersebut mendongkrak sentimen  positif investor terhadap aset beresiko, yang turut menopang kinerja sterling. 

• Sementara  itu  dari  sisi  fundamental  ekonomi,  kondisi  keuangan  publik  Inggris  untuk  periode  Juli  memburuk  setelah  adanya  penurunan  pendapatan  pajak  dari  korporasi,  hal  mana  memberikan  keraguan  bahwa  pemerintah  akan  bisa  menepati  target  pemangkasan  defisit  keuangan.  Kondisi  tersebut  juga  meningkatkan  prospek pemangkasan anggaran lebih lanjut melebihi yang sebelumnya direncanakan.


JAPAN
• Dolar AS melemah dalam dua sesi beruntun terhadap yen setelah gagal menembus level resistance penting 79.66 (previous high 20 Agustus).  Pelemahan dolar AS terhadap yen ini ditunjang oleh meningkatnya minat investor terhadap aset beresiko setelah naiknya ekspektasi bahwa ECB  akan melakukan tindakan untuk menekan imbal hasil obligasi Spanyol dan Italia. Euro menguat terhadap yen ke level tertingginya sejak awal Juli  silam di 99.18.  

• Sementara  itu  deputi  Gubernur  BOJ  –  Kiyohiko  Nishimura  menyatakan  bahwa  BOJ  mengkhawatirkan  kondisi  ekonomi  Cina  yang  disebutnya  memasuki  “zona  berbahaya”.  Pandangan  Nishimura  berlandaskan  pada  kemungkinan  gelembung  pada  harga  properti  Cina,  perubahan  demografik dan meningkatnya pinjaman di negara tersebut, yang memperbesar kemungkinan krisis keuangan yang akan melanda Cina. Penilaian  tersebut merupakan salah satu peringatan untuk ekonomi Jepang sendiri, karena Cina merupakan salah satu partner dagang terbesar Jepang,  sehingga kondisi ekonomi Cina akan berdampak pada permintaan produk asal Jepang. 


AUSTRALIA
• Australian dan New Zealand dollar mendapat sedikit dorongan Selasa lalu setelah Reserve Bank of Australia (RBA) menyatakan isi dari kebijakan mereka, sementara  itu pembicaraan dari langkah stimulus pada wilayah Cina mendukung pada risk sentiment.  

• Aussie <AUD=D4> naik dalam hariannya ke level tertinggi $1.0520, mendapat kenaikan setelah penurunannya yang mencapai level terendah tiga minggunya minggu  lalu.    

• Bank sentral Australia tetap mempertahankan tingkat suku bunganya unchanged bulan ini karena pengaruh utama dari pemangkasan sebelumnya belum dirasakan  dan terdapat tanda‐tanda membaiknya aktivitas sebagai bagian dari perekonomian yang tidak menguntungkan dari booming pertambangan.  

• Dalam minutes pada meeting kebijakan bulan Agustus yang dirilis Selasa lalu, Reserve Bank of Australia (RBA) tidak memberikan petunjuk apakah mungkin untuk  mempertimbangkan melonggarkan kebijakan moneternya kembali, meskipun tidak menutup pintu dalam pilihannya.  

• "With inflation expected to be consistent with the target and growth close to trend, but with a more 
subdued international outlook than was the case a few months  ago, the Board judged that the stance of monetary policy remained appropriate," minutes mengungkapkannya.  


SWISS
• Swiss  franc  anjlok  versus  dollar  Selasa  lalu,  dengan  investor  bertanya‐tanya  apakah  pengambil  kebijakan  zona  euro  akan  memutuskan  untuk  mengambil tindakan dalam memutuskan membawa turun borrowing costs dibeberapa anggota blok tersebut yang dilanda utang.  

• The franc secara luas bergerak bersamaan dengan euro terhadap dollar untuk tahun lalu, berkenaan dengan pembatasan 1.20 per euro yang  dilakukan oleh Swiss National Bank pada the safe‐haven franc akhir 6. Sept. untuk menangkal deflasi dan resesi.  

• Euro sempat meningkat 0.2 persen terhadap the greenback Selasal lalu, menghentikan level puncaknya 6 Agust., tetapi kenaikan terlihat rapuh  untuk terjadi kebalikannya, yang memberikan keraguan mengenai rencana pembelian obligasi European Central Bank senilai milyaran euro untuk  pemerintah Spanyol dan Italia dalam mengurangi kenaikan borrowing costs.  

Monday, August 20, 2012

Headline News 20.08.12



US & GLOBAL
• Bursa saham global dan dolar AS menguat pada sesi Jumat akhir pekan lalu masih terinspirasi pernyataan Kanselir Jerman  Angela  Merkel  yang  mendukung  upaya  intervensi  ECB  untuk  menangani  krisis  hutang  zona  eropa.  Pernyataan  Merkel  tersebut merupakan dukungan bagi pernyataan Presiden ECB – Mario Draghi yang sebelumnya menegaskan kemungkinan  akan melakukan pembelian obligasi pada beberapa negara zona eropa yang bermasalah secara finansial. 

• Data menunjukkan bahwa consumer sentiment Amerika untuk periode Agustus naik ke level tertingginya sejak Mei. Data  yang  dilansir  oleh  University  of  Michigan  dan  Thomson  Reuters  tersebut  menunjukkan  survey  terhadap  konsumen  memperlihatkan kenaikan 73.6 dari 72.3 pada periode Juli, mengungguli ekspektasi para analis sebesar 72.4. 

• Euro melemah terhadap dolar AS dan yen setelah sempat mencapai level tertinggi dalam kurun 6‐pekan terakhir terhadap  yen. Antusiasme investor pasca pernyataan Merkel nampaknya mulai berangsur menurun seiring besarnya kekhawatiran  akan  kemungkinan  masih  adanya  ketidaksepakatan  antara  pemimpin  Uni  Eropa  berkenaan  penanganan  krisis  kawasan  tersebut. Euro berakhir melemah 0,2 persen ke kisaran 1.2334. 

• Dolar  AS  menguat  ke  level  tertinggi  dalam  kurun  5‐pekan  terakhir  terhadap  yen  ditunjang  oleh  rilis  data  consumer  sentiment Amerika. Dolar AS sempat naik hingga level 79.57 yang merupakan level tertinggi sejak pertengahan Juli silam,  dan tercatat menguat 0,3 persen dan ditutup pada kisaran 79.55 yen. 

• Harga  minyak  dunia  melemah  setelah  Amerika  Serikat  menyatakan  tengah  mempertimbangkan  kemungkinan  merilis  cadangan  minyaknya untuk  menekan  harga minyak  dunia  yang akhir‐akhir  ini  terdongkrak kemungkinan  serangan Israel  terhadap Iran. 

• Harga minyak mentah  Brent berjangka untuk pengiriman Oktober <LCOc1> berakhir turun 1.56 USD ke 113.71 USD per  barel, sementara minyak mentah berjangka Amerika <CLc1> naik 76 sen ke 96,01 USD per barel.  

• Indeks Dow Jones Industrial Average <DJI.> ditutup naik 25,09 poin atau 0,19 persen, ke 13,275.20. Indeks S & P 500 <SPX.>  berakhir  menguat  2,65  poin  atau  0,19  persen,  ke  1,418.16.  Nasdaq  Composite  Index  <IXIC.>  naik  14,20  poin  atau  0,46  persen,  ke  3,076.59.  Penguatan  saham  Apple  Inc  <AAPL.O>  ke  level  tertingginya  turut  menopang  kinerja  bursa  saham  Amerika. Namun demikian berdasarkan dari The CBOE VIX volatility index <.VIX> yang merupakan acuan dari kekhawatiran  pelaku  pasar  di  Wall  Street,  menurun  ke  level  terendahnya  dalam  kurun  5‐tahun  terakhir,  memberikan  tanda  bahwa  investor mulai melihat beringsutnya resiko pada outlook ekonomi. 

• Bursa saham eropa bahkan mencatat kenaikan ke level tertinggi sejak 13‐bulan terakhir, seiring harapan bahwa pemangku  kebijakan akan menempuh langkah penanganan krisis hutang Uni Eropa. Bursa Saham Eropa <FTEU3.> ditutup menguat 0,5  persen ke 1110.16 poin. Indeks saham global MSCI <MIWD00000PUS.> menguat 0,1 persen menjadi 325,59.  

• Imbal hasil obligasi Amerika tenor 10‐tahun <US10YT=RR> turun 1.8157 dengan harga yang naik 5/32. 


GOLD & COMMODITIES
• Platinum mengalami rally  Jumat  lalu  dari  kekhawatiran  pasokan setelah  kekerasan  yang  mematikan ditambang terbesar  Afrika  Selatan  yang  menghentikan  produksi  pada  tambang  nomor  tiga  platinum  Lonmin,  yang  menekan  spekulasi  pembelian ditengah ekspektasi bahwa pasokan dari produksi terbesar dunia akan menurun kedepannya. 

• Platinum  naik  lebihdari  2  persen  dalam  hariannya  dan  ditutup  naik  5.5  persen  dalam  mingguannya,  kenaikan  terbesar  mingguannya sejak akhir Februari. Palladium naik 4 persen untuk rally terbesar hariannya sejak awal Juli. 

• Harga emas bergerak flat Jumat lalu dari ketidakpastian apakah the Fed AS dan bank sentral lainnya akan menggunakan  monetary easing untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.    

• Polisi  Afrika  Selatan  menewaskan  34  para  demo  penambang  yang  bersenjata  dengan  golok  dan  tongkat  pada  tambang  Lonmin Marikana platinum Kamis lalu, yang menimbulkan perbandingan dengan brutalitas era apartheid.  

• Kepala polisi Riah Phiyega mengatakan 78 orang terluka setelah pasukan menggerakkan terhadap 3,000 pendemo operator  bor yang berkumpul pada tanah berbatuan pada pertambangan, 100 km (60 mil) Barat laut dari Johannesburg.  


OIL & COMMODITIES
• Brent crude futures untuk pengiriman bulan Oktober turun lebih dari 1 persen Jumat lalu pada pembicaraan kemungkinan  rilis cadangan minyak bumi strategis AS dan ekspektasi bahwa produksi North Sea akan rebound setelah pemeliharaan yang  mengekang produksi bulan September.   

• Aksi ambil untung pada perdagangan brent/crude AS yang meluas juga merupakan suatu faktor, sehari setelah berakhirnya  kontrak brent September. 

• "The market moved a long way in quite a short time and we are now seeing some profit‐taking," kata Eugen Weinberg,  global head pada commodities research dalam Commerzbank di Frankfurt. 

• Front‐month  U.S. September  crude  menunjukkan  dorongan,  sedikit  naik  pada  perdagangan  yang  choppy, tetapi gasoline  <RBc1> dan heating oil <HOc1> futures turun tajam bersamaan dengan penurunan Brent.  

• Setelah  kontrak  Brent  September  expired  Kamis  lalu,  October  Brent  membagi  kenaikannya  dalam  perdagangan  pasca  settlement dari berita White House "dusting off old plans" untuk rilis potensial pada cadangan strategis. 


EURO ZONE
• Euro jatuh terhadap yen Jepang setelah sebelumnya menembus level tertinggi 6 pekan, menyusul investor menahan antusias mereka untuk mata uang  tunggal  menjelang  berbagai  even  penting  mendatang  yang  dapat  menguji  minat  terhadap  aset‐aset  beresiko.  Kenaikan  euro  awalnya  berasal  dari  komentar  pada  hari  Kamis  oleh  Kanselir  Jerman  Angela  Merkel  yang  menenangkan  kekhawatiran  pasar  tentang  perbedaan  pendapat  di  antara  para  pemimpin  zona  euro  tentang  bagaimana  mengatasi  krisis.  Merkel  mengatakan  bahwa  pernyataan  bulan  lalu  oleh  Presiden  Bank  Sentral  Eropa  Mario  Draghi bahwa ia akan melakukan apa pun untuk melestarikan euro adalah "sepenuhnya sejalan" dengan pendekatan yang dilakukan oleh para pemimpin  Eropa. Pernyataannya tersebut telah menaikkan ekspektasi bahwa ECB akan membeli obligasi Spanyol dan Italia bulan depan untuk menurunkan biaya  pinjaman di kedua negara tersebut. 

• Pekan ini pasar akan menyoroti data indeks PMI zona euro dan minutes dari sidang terakhir The Fed. Jika data PMI dirilis optimis dan ada indikasi akan  segera dilakukan program quantitative easing (QE) jilid 3 oleh The Fed, maka berpotensi meningkatkan minat pada aset‐aset beresiko, termasuk mata  uang berimbal hasil lebih tinggi seperti euro. 

• Euro terakhir bergerak di 97.95 yen atau turun 0.1%, setelah mencatat intraday high di 98.40 yen, level tertingginya sejak awal Juli. Sedangkan terhadap  dolar, euro melemah 0.3% di sekitar $1.2315. 

• Adapun hasil jajak pendapat Reuters hari Kamis sebelumnya menunjukkan ECB akan memulai pembelian obligasi Spanyol dan Italia di bulan September,  dan akan memangkas suku bunga ke rekor terendahnya 0.5%. 

U.K.
• Akhir  pekan  lalu  poundsterling  ditutup  melemah  terhadap  dolar  AS  seiring  beringsutnya  antusiasme  pelaku  pasar  pada  kemungkinan  pelonggaran  moneter oleh ECB dan juga The Fed. Aksi ambil untung mewarnai perdagangan sesi akhir pekan lalu, pasca penguatan tajam aset beresiko pada sepekan  terakhir. Hingga akhir sesi New York, sterling tercatat melemah 0,4 persen terhadap dolar AS ke kisaran level 1.5695. 

• Data ekonomi Inggris dalam sepekan lalu menunjang pandangan bahwa ekonomi Inggris tidak sepenuhnya seburuk yang diperkirakan sebelumnya. Data  sektor ketenagakerjaan membaik, dan penjualan ritel meningkat serta inflasi yang secara diluar perkiraan justru naik, menurunkan kekhawatiran investor  akan kemungkinan berlanjutnya dampak terburuk bagi ekonomi Inggris, terutama yang berasal dari krisis hutang zona eropa.  

• Anggota BoE – Paul Fisher mengatakan bahwa BoE kemungkinan akan mempertimbangkan perubahan pada program pelonggaran kuantitatif bergantung  pada  kesuksesan  dari  skema  pendanaan  perbankan  yang  didukung  oleh  pemerintah.  The  Funding  for  Lending  Scheme  tersebut,  menurut  Fisher  diperkirakan  akan  dapat  bekerja  secara  harmonis  dengan  program  pelonggaran  kuantitatis.  Skema  pendanaan  tersebut  menurut  Fisher  tidak  akan  menginjeksi  sistem  keuangan  Inggris  dengan  dana  tunai,  namun  dengan  menyediakan  80  miliar  pound  pinjaman  murah  untuk  perbankan  yang  dapat  disalurkan pada masyarakat dan sektor bisnis. 

• Pekan ini pelaku pasar akan mengamati sejumlah rilis data diantaranya PSNB dan PSNCR Inggris untuk periode Juli dimana diperkirakan terjadi penurunan  sangat  signifikan,  dimana  apabila  sesuai  atau  lebih  buruk  dari  ekspektasi  (‐2.55  miliar  pound  untuk  PSNB)  maka  akan  memberikan  gambaran  nyata  anjloknya  tren  investasi  di  Inggris.  Selanjutnya  pelaku  pasar  akan  berfokus  pada  rilis  data  GDP  triwulan  kedua‐2012,  dimana  diperkirakan  masih  akan  terkontraksi sebesar ‐0,5 persen sedangkan dalam basis antar tahun diperkirakan terkontraksi ‐0,6 persen. 


JAPAN
• Dolar  menguat  ke  level  tertinggi  5  pekan  terhadap  yen,  dengan  keuntungan  terakselerasi  setelah  sebuah  survey  menunjukkan  sentimen  konsumen AS meningkat di awal Agustus ke level tertingginya dalam 3 bulan. 

• Pasar akan mencermati sidang The Fed tanggal 31 Agustus, ketika Kepala The Fed Ben Bernanke memberikan pernyataannya di Jackson Hole,  Wyoming. Jika ada indikasi akan segera dilakukan program quantitative easing (QE) jilid 3 oleh The Fed, maka berpotensi meningkatkan minat  pada aset‐aset beresiko, termasuk mata uang berimbal hasil lebih tinggi. 

• Kuatnya  hubungan  antara  performa  dolar  terhadap  yen  dan  yield  spreads  antara  obligasi  pemerintah  AS  dan  Jepang  dapat  berpotensi  mendorong penguatan dolar jika yield AS naik lebih lanjut.  Dolar mencatat intraday high di 79.57 yen, level tertingginya sejak medio Juli. Dolar terakhir bergerak di sekitar 79.54 yen, naik 0.3%. 


AUSTRALIA
• Australian dan New Zealand dollar mendekati level tertingginya sejak awal Mei terhadap goyahnya yen tetapi tidak dapat untuk bertahan naik  versus the greenback Jumat lalu (anjlok pada penutupannya), meskipun komentar dari Kanselir Jerman yang berusaha menenangkan investor.  

• Kedua mata uang tersebut terlihat untuk naik ke level mingguan tertinggi pada yen, mencatatkan kenaikan mendekati 1 persen untuk kiwi dan 0.6  persen untuk Aussie.   

• Euro  Jumat  lalu  mendapatkan  sebagian  besar  kenaikan  dari  sesi  sebeulmnya,  didorong  oleh  ekspektasi  dari  tindakan  yang  akan  datang  untuk  menghambat krisis utang zona euro yang lebih dari dua tahun.  

• Kanselir  Jerman  Kamis  lalu  terlihat  mendukung  pada  komentar  oleh  Presiden  European  Central  Bank  President  Mario  Draghi  dan  mengatakan  suaranya untuk melakukan sesuatu yang penting untuk melindungi zona euro yang bersamaan dengan para pemimipnin Eropa. 


SWISS
• Swiss franc Jumat lalu mendekat dengan kenaikan sebelumnya versus the greenback, dengan para trader memposisikan untuk langkah terbaru  oleh pengambil kebijakan zona euro untuk menenangkan krisis utang diblok tersebut.   

• Kanselir  Jerman  Angela  Merkel  terlihat  untuk  mendukung  komentar  dari  Presiden  European  Central  Bank  President  Mario  Draghi  dan  mengatakan  suaranya  untuk  melakukan  segala  suatunya  yang  penting  dalam  melindungi  zona  euro  yang  bersamaan  dengan  para  pemimpin  Eropa.  

• Sebuah polling Reuters pada awal Agustus mengindikasikan ekspektasi pasar untuk ECB dalam memulai pembelian obligasi yang menyebar ke  Italia dan Spanyol bulan September, dan memangkas tingkat refinancing ke level terendahnya 0.5 persen.