title cover

title cover

Thursday, August 30, 2012

Headline News 30.08.12


US & GLOBAL
• Harga  minyak  mentah  Amerika  melemah  pada  sesi  Rabu,  kilang  minyak  dan  rig  di  kawasan  Teluk  Meksiko  nampaknya  berhasil  terhindar  dari  kerusakan  besar  sehubungan  Badai  Isaac,  sementara  bursa  saham  global  ditutup  relatif  stagnan  seiring aksi wait and see para pelaku pasar menjelang pidato Ketua The Federal Reserve Ben Bernanke pada hari Jumat.  Bursa  saham  Amerika  naik  tipis  dalam  sesi  dengan  volume  perdagangan  terendah  selama  2012  ini  menjelang  pidato  Bernanke  di  Jackson  Hole,  Wyoming,  dimana  para  pelaku  pasar  berharap  The  Fed  akan  memberikan  petunjuk  tentang  kemungkinan stimulus ekonomi lebih lanjut. 

• Indeks bursa saham global MSCI <. WORLD> turun tipis 0,07 persen sementara bursa Eropa <FTEU3.> ditutup turun 0,22  persen.  

• Data produk domestik bruto Amerika menunjukkan bahwa ekonomi terbesar dunia tumbuh sebesar 1,7 dalam basis antar  tahun pada triwulan  kedua 2012, lebih baik dari perkiraan awal sebesar 1,5 persen. Namun, kinerja tersebut dipandang  masih terlalu lambat untuk dapat menghindarkan dari kemungkinan program stimulus keuangan oleh The Fed. Sementara  itu laporan Beige Book memperlihatkan bahwa sektor manufaktur mengalami pelemahan yang cukup memprihatinkan di  berbagai penjuru Amerika. 

• Kinerja bursa saham Amerika selama ini telah didukung oleh ekspektasi bahwa The Fed akan menyuntikkan lebih banyak  dana  segar  ke  perekonomian.  Namun  membaiknya  rilis  data  sektor  ketenagakerjaan  dan  penjualan  ritel  pada  bulan  Juli  telah teredam spekulasi pada pelonggaran lebih lanjut. Indeks Dow Jones industrial average <DJI.> naik tipis 4,49 poin, atau  0,03 persen, ke 13,107.48. The S & P 500 Index <SPX.> naik 1,19 poin, atau 0,08 persen, ke 1,410.49. Nasdaq Composite  <IXIC.> menguat 4,04 poin, atau 0,13 persen, ke 3,081.19. 

• Minyal mentah berjangka Amerika <CLc1> turun 1,4 persen ke 95,01 USD per barel seiring ekspektasi bahwa kerusakan  akibat badai Isaac di kawasan produksi Teluk Meksiko tidak seburuk yang diperkirakan. Penurunan minyak juga ditukung  oleh data yang menunjukkan stok minyak mentah Amerika naik tajam pekan lalu. Minyak mentah Brent berjangka <LCOc1>  turun 2 sen ke 112,56 USD per barel. 

• Euro  melemah  terhadap  dolar  AS,  membalikkan  penguatan  pada  beberapa  sesi  sebelumnya,  meskipun  penurunan  lebih  lanjut  dibatasi  oleh  optimisme  bahwa  ECB  akan  bertindak  untuk  mengatasi  krisis  utang  kawasan  Uni  Eropa.  ECB  akan  menggelar sidang pada 6 September dan diperkirakan akan melakukan pembelian obligasi Spanyol dan Italia. Presiden ECB  Mario Draghi mengatakan pada sebuah surat kabar pada hari Rabu bahwa bank sentral perlu menempuh "langkah‐langkah  yang  luar  biasa,"  komentar  mana  memperkuat  spekulasi  adanya  tindakan  dalam  waktu  dekat.Euro  <EUR=>  turun  0,28  persen ke 1,2529. 

• Harga pada obligasi jangka menengah – panjang Amerika melemah setelah data memperlihatkan pending home sales di  Amerika  naik  ke  level  terpesarnya  sejak  lebih  dari  2‐tahun  terakhir,  meningkatkan  pandangan  bahwa  pemulihan  sektor  perumahan mulai nampak secara nyata. Obligasi Amerika tenor 10‐tahun <US10YT=RR> harganya turun 6/32, dengan imbal  hasil pada 1,6557 persen. 



GOLD & COMMODITIES
• Emas merosot Rabu lalu karena membaik dari ekspektasinya pertumbuhan ekonomi  AS yang memicu aksi ambil untung  pada logam mulia setelah rally naiknya baru‐baru ini dari spekulasi pada langkah stimulus terkini dari the Fed.  

• Logam mulia mendapat tekanan setelah data menunjukkan perekonomian AS sedikit lebih baik daripada sebelumnya dalam  kuartal  kedua.  Langkah  pertumbuhan  walaupun  begitu  masih  terlalu  lambat  untuk  menuntup  pintu  pada  kemungkinan  putaran ketiga dari pembelian kembali obligasi AS, yang diketahui sebagai quantitative easing (QE3), kata para analis.  

• Meskipun  penurunan  Rabu lalu,  emas  telah naik  3  persen dalam rangkaian tujuh  harinya,  karena  pasar mengekspektasi  Ketua the Fed Ben Bernanke akan menggunakan pidato Jumat ini dalam simposium tahunan pada bankir bank sentral dan  menteri keuangan di Jackson Hole, Wyoming untuk membawa pesan yang kuat terhadap pasar. 

• "A Jackson Hole premium may certainly be priced in gold," kata Carlos Perez‐Santalla, precious metals trader pada PVM  Futures.  


OIL & COMMODITIES
• Badai Isaac turun ke level badai tropis lagi Rabu lalu karena berlanjut untuk menerjang Gulf Coast AS, yang menyebabkan  banjir dan memadamkan listrik sejauh ini tidak terlihat merusak pada penyulingan atau oil lepas pantai dan penyangga gas.  

• Harga crude oil AS melemah Rabu lalu karena badai topan Isaac menjauhi Gulf Coast dari produksi oil terbesar tersebut  tanpa  kerusakan,  sementara  itu  bursa  saham  global  berada  dalam  kisaran  yang  terbatas  karena  para  trader  menunggu  kedepannya meeting dari para bankir bank sentral Jumat ini.  

• Data gross domestic product menunjukkan negara dengan perekonomian terbesar didunia tersebut bertumbuh 1.7 persen  dalam tahunan pada kuartal keduanya, sedikit lebih cepat daripada 1.5 persen dalam laporan sebelumnya.  

• Oleh  karena  itu  langkah  pertumbuhan  masih  terlalu  lambat  untuk  untuk  mengesampingkan  kedepannya  dari  monetary  easing dari the Fed. 

• Cadangan  crude  AS  naik  3.78  juta  barrel  menjadi  364.52  juta  dalam  mingguan  hingga  24  Agust.  yang  membalikkan  perkiraan  para  analis  yang  menggambarkan  1.5  juta  barrel,  Energy  Information  Administration  (EIA)  AS  mengatakannya  Rabu lalu. 


EURO ZONE
• Euro melemah terhadap dolar, membalik sejumlah kenaikan yang dicapai sebelumnya, meskipun koreksinya masih terbatas dengan sejumlah investor menantikan  langkah ECB berikutnya untuk mengatasi krisis utang yang melanda kawasan. 

• Sejumlah  mata  uang  utama  dunia  bergerak  terbatas  karena  pasar  menantikan  testimoni  Kepala  The  Fed  Ben  Bernanke  pada  hari  Jumat  besok  pada  sebuah  simposium  tahunan  The  Fed  di  Jackson  Hole,  Wyoming.  Jika  terindikasi  adanya  upaya  untuk  melanjutkan  kebijakan  moneter  longgar  oleh  The  Fed,  maka  akan  berpotensi menekan dolar lebih lanjut. 

• Kepala ECB Mario Draghi mengatakan dalam sebuah opini surat kabar pada hari Rabu bahwa bank perlu untuk melakukan "langkah‐langkah yang luar biasa," sebuah  pernyataan yang memperkuat spekulasi pada sebuah rencana untuk membeli obligasi untuk menurunkan biaya pinjaman zona euro. 

• Pergerakan pasar juga dipengaruhi oleh perdagangan tipis pada minggu terakhir musim panas di Amerika Utara. 

• Euro terkoreksi 0.3% dan bergerak di sekitar $1.2530 setelah mencatat intraday high di $1.2573 pasca komentar Draghi. Euro terlihat masih mendekati level puncak  pekan lalu di $1.2589, level tertinggi sejak awal Juli. 

• ECB akan melakukan pertemuan pada 6 September dan investor nampaknya akan menunggu detil dari langkah pembelian obligasi bank sentral sebelum memborong  euro. Meskipun Bundesbank Jerman menentang pembelian obligasi, namun pembuat kebijakan ECB bekerja lembur untuk meredakan kekhawatiran tersebut. 

• Sementara  dalam  laporan  Beige  Book  semalam,  The  Fed  mengatakan  bahwa  ekonomi  AS  melanjutkan  pertumbuhannya  secara  gradual  di  bulan  Juli  dan  awal  Agustus,  namun  kegiatan  manufaktur  masih  melemah  di  sejumlah  wilayah.  Bank  sentral  AS  mengatakan  kegiatan  ritel,  termasuk  pembelian  otomotif,  telah  mencapai puncaknya sejak laporan terakhir diirilis. 

U.K.
• Sterling berhasil menguat terhadap dolar AS, dan berhasil bangkit dari level terendahnya sejak 3‐pekan terakhir terhadap euro, para analis memperkirakan  salah  satu  dukungan  kinerja  sterling  berasal  dari  maraknya  pembelian  dari  bank  sentral.  Meskipun  demikian,  ekspektasi  bahwa  ECB  akan  segera  menempuh  langkah  untuk  menangani  krisis  hutang  kawasan  Uni  Eropa,  diperkirakan  akan  membatasi  penguatan  sterling.  Euro  tercatat  melemah  0,3  persen terhadap sterling ke 0.7915, sementara itu sterling  tercatat menguat tipis 0,05 persen ke 1.5830. 

• ECB  juga  diprediksi  melakukan  diversifikasi  cadangan  devisa  dalam  bentuk  euro  ke  mata  uang  alternative  lainnya,  termasuk  sterling.  Namun  analis  memperkirakan  euro  akan  berpotensi  menguat  tajam  apabila  spekulasi  mengenai  kemungkinan  langkah  ECB  pada  akhirnya  terbukti,  dan  hal  tersebut  potensial melemahkan sterling lebih lanjut terhadap euro yang diperkirakan akan mencapai diatas level 0.80 terhadap sterling dalam waktu dekat.  

• Para  pelaku  pasar  diperkirakan  akan  mengambil  posisi  wait  and  see  menjelang  pertemuan  bank  sentral  di  Jackson  Hall,  Wyoming,  dimana  The  Fed  diharapkan akan menguatkan sinyal peluncuran QE3 untuk menopang ekonomi Amerika. Bila The Fed kembali meluncurkan QE3, maka akan berpotensi  menekan dolar AS terhadap mata uang utama dunia lainnya.


JAPAN
• Wakil menteri keuangan Jepang, Takehiko Nakao, mengatakan bahwa pelambatan pertumbuhan ekonomi terjadi akibat penguatan yen, sebuah sinyal  bahwa Tokyo akan melakukan intervensi untuk meredam penguatan yen lebih lanjut. Ekspor telah terhambat oleh masalah di Eropa, dan juga Cina, dan  juga apresiasi yen yang cukup tajam. Jika diperlukan, kami akan mangambil langkah yang sangat tegas di pasar. 

• Otoritas moneter Jepang telah absen dari aksi intervensi sejak terakhir kali melakukannya di bulan November tahun lalu. Namun belakangan ini mereka  kembali  melancarkan  ancaman  verbal  untuk  melakukan  intervensi  akibat  penguatan  tajam  yen  yang  telah  memukul  sektor  ekspor  dan  menghambat  pemulihan ekonomi dari gempa bumi dan tsunami yang terjadi tahun lalu. 

• Tingkat  pertumbuhan  ekonomi  Jepang  melambat  menjadi  0.3%  di  periode  April‐Juni  akibat  krisis  Eropa  telah  menurunkan  tingkat  permintaan  ekspor  global, dan kalangan ekonom telah memangkas proyeksi mereka untuk pertumbuhan ekonomi Jepang di semester kedua tahun ini. 

• Dolar mempertahankan penguatannya terhadap euro dan yen setelah data menunjukkan ekonomi AS tumbuh lebih baik dari estimasi awalnya di kuartal  kedua tahun ini. Euro bergerak di sekitar $1.2530 atau melemah 0.2% dari penutupan Selasa. Sedangkan terhadap yen, dolar menguat 0.2% di sekitar  78.70 yen setelah mencatat intraday high di 78.78 yen. 

• Sementara dalam laporan Beige Book semalam, The Fed mengatakan bahwa ekonomi AS melanjutkan pertumbuhannya secara gradual di bulan Juli dan  awal Agustus, namun kegiatan manufaktur masih melemah di sejumlah wilayah. Bank sentral AS mengatakan kegiatan ritel, termasuk pembelian otomotif,  telah mencapai puncaknya sejak laporan terakhir diirilis.  


AUSTRALIA
• Euro bertahan mendekati level puncaknya dalam tujuh minggu Rabu lalu, setelah mendapat dorongan pada level terkuatnya dalam overnight,  sementara itu Australian dollar merosot ke level terendah satu bulannya dari kekhawatiran mengenai pertumbuhan (ekonomi) Cina.    

• Para trader mengatakan berita bahwa Presiden European Central Bank Mario Draghi terlalu sibuk untuk menghadiri meeting para bankir bank  sentral Jumat ini di Jackson Hole dari harapan terbaru dia dapat mengumumkan rencana jangka panjang yang telah ditunggu untuk menghadapi  krisis utang pada policy meeting ECB 6 Sept.   

• Mata uang tunggal bertahan dilevel $1.2557 <EUR=>, setelah naik lebih dari setengah persen untuk mencapai level tertinggi $1.2577 Selasa lalu,  berada mendekati level puncak tujuh minggunya $1.2590 yang terjadi minggu lalu.   

• Harga Australian bond futures menguat karena pasar menunggu meeting penting dari para bankir bank sentral global di AS akhir minggu ini.  


SWISS
• Swiss franc bertahan terhadap dollar Rabu lalu, yang mengalami konsolidasi dari sehari sebelumnya yang naik bersamaan dengan euro, dimana  terdorong oleh harapan untuk tindakan yang menentukan dari European Central Bank untuk menangani krisis utang.  

• The franc dibayangi pergerakan pada mata uang tunggal yang beriringan sejak akhir bulan September, ketika Swiss National Bank menetapkan  batasan level 1.20 per euro untuk menangani resesi dan deflasi setelah safe haven investor mengarahkan mata uangnya untuk mendekati paritas. 

• Prospek  perekonomian  Swiss  cerah,  data  menunjukkannya  Rabu  lalu,  ditandai  dari  pertumbuhan  cepat  daripada  mitranya  dan  menambah  pertanyaan mengenai berapa lama bank sentral dapat mempertahankan pembatasan the safe‐haven franc.  

• Indeks yang disusun oleh KOF research institute, pengukuran ekspektasi dari kinerja perekonomian dalam enam bulan, yang naik menjadi 1.57  poin  pada  bulan  Agustus  dari  revisi  1.41  poin  pada  Juli  –  rangkaian  kenaikan  tujuh  bulannya  dan  melewati  analisa  rata‐rata  perkiraan  analis  sebesar 1.50 poin. 

Wednesday, August 29, 2012

Headline News 29.08.12


US & GLOBAL
• Euro menguat terhadap dolar AS pada sesi Selasa ditunjang ekspektasi bahwa ECB akan segera bertindak untuk mengatasi  krisis  utang  kawasan tersebut, sementara  harga  minyak  mentah  Amerika  menguat tajam  karena  Badai Isaac  yang mulai  mendekati kawasan Teluk Meksiko. 

• Sementara itu bursa saham Wall Street ditutup relatif stagnan menyusul rilis data yang beragam belum cukup memberikan  indikasi apakah Ketua The Federal Reserve ‐ Ben Bernanke akan mengumumkan stimulus ekonomi ketika ia berpidato pada  hari  Jumat  di  Jackson  Hall,  Wyoming.  Volume  perdagangan  tercatat  sangat  tipis,  merupakan  sesi  dengan  volume  ketiga  terendah sepanjang tahun ini. 

• Harga minyak mentah Amerika <CLc1> naik 0,9 persen ditunjang berita bahwa Badai Isaac tengah menjuju Teluk Meksiko,  memaksa beberapa perusahaan untuk menutup rig minyak dan kilangnya. 

• Investor tetap berfokus pada pidato Ben Bernanke pada sesi Jumat dalam pertemuan tahunan para gubernur bank sentral  di Jackson Hole, Wyoming, di mana pengumuman akan stimulus lanjutan akan berdampak pada pelemahan kurs dolar AS  terhadap mata uang utama dunia lainnya. 

• Sementara itu pihak ECB menyatakan bahwa Presiden ECB, Mario Draghi, tidak akan menghadiri konferensi tersebut karena  tengah  menghadapi  beban  kerja  yang  berat,  berita  tersebut  memberikan  dukungan  lebih  lanjut  terhadap  kinerja  euro.  Ketidakhadiran Draghi pada pertemuan tersebut dipandang sebagai isyarat bahwa Draghi akan mempersiapkan finalisasi  proposal kebijakan yang akan diumumkan dalam beberapa pekan mendatang. ECB sendiri dijadwalkan akan bertemu pada  6 September. 

• Euro tercatat menguat 0,55 persen terhadap dolar AS ke 1,2568. 

• Membaiknya  data  perumahan  Amerika  akhir‐akhir  ini  menyulitkan  investor  untuk  menentukan  apakah  The  Fed  akan  mengumumkan QE3 lebih lanjut untuk ekonomi AS, spekulasi mana yang sebelumnya telah mendukung penguatan aset  beresiko dan ekuitas akhir‐akhir ini. 

• The Dow  Jones  industrial  average <DJI.>  turun 21,68 poin,  atau 0,17 persen,  ke  13,102.99.  The S & P  500 Index  <SPX.>  melemah 1,14 poin, atau 0,08 persen, ke 1,409.30. Indeks Nasdaq Composite <IXIC.> naik 3,95 poin, atau 0,13 persen, ke  3,077.14. 

• Indeks  bursa  saham  global  MSCI  <.WORLD>  turun  0,2  persen  dan  indeks  FTSEurofirst  300  <.  FTEU3>  ditutup  turun  0,7  persen.  

• Kekhawatiran  akan  prospek  pertumbuhan  global  muncul  kembali  setelah  Jepang  memangkas  penilaian  pada  kondisi  ekonominya, mengikuti perlambatan yang terjadi di Amerika Serikat dan Cina seiring krisis utang Eropa. 

• Turut menambah tanda‐tanda pelemahan adalah, pemerintah Spanyol yang mengatakan resesi semakin mendalam pada  triwulan kedua 2012 menyusul merosotnya  pengeluaran domestik di tengah langkah‐langkah penghematan anggaran yang  bertujuan untuk mengatasi masalah fiskal pemerintah. 

• Harga obligasi pemerintah Amerika naik tipis para investor mengantisipasi petunjuk dari Ben Bernanke mengenai QE3, yang  kemungkinan  akan  merupakan  pembelian  obligasi  lebih  banyak  lagi.  Obligasi  Amerika  tenor  10‐tahun  <US10YT=RR>  harganya naik 5/32, dengan imbal hasil berada pada kisaran 1,6352 persen.  


GOLD & COMMODITIES
• Emas sedikit naik Selasa lalu karena pelemahan consumer confidence AS yang mendorong spekulasi pada stimulus terbaru  dari the Fed, tetapi beberapa analis memperingatkan kemungkinan aksi jual jika bank sentral tidak berkeinginan melakukan  monetary easing. 

• "Gold prices could correct, possibly abruptly and steeply, should Bernanke's speech again hint of distancing the Fed from  further monetary policy easing," kata James Steel, analis pada HSBC.   

• Emas  telah  naik  3.1  persen  sejauh  ini  pada  bulan  Agustus  dan  mencatatkan  kenaikan  terbesar  bulanannya  sejak  bulan  Januari,  didorong  meluas  oleh  ekspektasi  the  Fed  dan  European  Central  Bank  yang  akan  mengambil  langkah  tambahan  untuk menjaga borrowing costs rendah.   

• Para bankir bank sentral dan menteri keuangan dari seluruh dunia ditetapkan bertemu di Jackson Hole, Wyoming pada 31  Agust. dan 1 Sept. Para investor mengharapkan petunjuk dari ketua the Fed Ben Bernanke pada langkah bank sentral yang  mungkin diambil, dan secara spesifik apakah akan membeli obligasi untuk memperlancar sistem finansial.  


OIL & COMMODITIES
• Harga oil naik  Selasa lalu karena badai Isaac mendekati Gulf Coast AS, memaksa perusahaan‐perusahaan dalam wilayah  tersebut untuk menghentikan produksi oil dan penyulingannya.  

• Badai Isaac menguat mendekati level topan kategori 1 dan diekspektasi untuk mencapai pantai Lousiana Selasa akhir ini. 

• "The statement from the G7 suggests, in part, that they are also sensitive to price, but if you have to focus on a supply  disruption to authorize a release, we have one in the Gulf of Mexico called Isaac that has had a real impact on production,"  kata Jan Stuart, kepala riset energi pada Credit Suisse. 

• Lebih  dari  90  persen  produksi  oil  Teluk  Meksiko  terhenti  Selasa  lalu,  dengan  936.000  barrel  perhari  pada  kapasitas  penyulingan Gulf Coast. 

• Presiden  AS  Barack Obama  memperingatkan  daerah  Gulf  Coast  yang  dapat  menjadi  banjir yang  sangat  besar  dari  badai  Isaac, tetapi yang terlihat di tv tidak berarti banyaknya rilis potensi dari Strategic Petroleum Reserves.  

• Brent dan crude futures AS sempat berada dibawah tekanan dari kedepannya pernyataan Obama yang mengkhawatirkan  mengenai apakah pengumuman mengenai rilis persediaan akan dibuat dan secara terpisah yang menunjukkan pelemahan  consumer confidence AS.  


EURO ZONE
• Euro menguat terhadap dolar untuk pertama kalinya dalam 3 sesi terakhir pada hari Selasa, dipicu harapan adanya pembelian obligasi oleh bank  sentral Eropa (ECB) untuk mengatasi krisis utang dan ekspektasi dilanjutkannya langkah quantitative easing oleh The Fed. 

• Investor tengah menantikan sejumlah even penting dalam beberapa hari dan minggu kedepan, seperti sidang ECB pada 6 September diikuti oleh  putusan  Mahkamah  Konstitusi  Jerman  mengenai  dana  bailout  permanen  zona  euro  pada  12  September  dan  testimoni  Kepala  The  Fed  Ben  Bernanke dalam pertemuannya di Jackson Hole, Wyoming pada hari Jumat ditengah ekspektasi akan digulirkannya paket stimulus The Fed jilid 3  guna menstimulasi pertumbuhan ekonominya. 

• Euro menguat 0.6% ke sekitar $1.2570, setelah mencatat intraday high di $1.2576, tidak jauh dari level tertinggi 7 pekan di $1.2589 yang dicapai  Kamis  pekan  lalu.  Euro juga memperoleh  kekuatan  dari  berita  hari  Selasa  bahwa  Presiden  ECB Mario  Draghi membatalkan  penampilannya  di  Jackson Hole pekan ini, mengutip beban kerja yang berat, saat ia bersiap untuk melakukan pertemuan kebijakan yang penting di minggu depan. 

• Tekanan jual terhadap dolar juga terjadi akibat adanya berita mengenai kemungkinan akan dilakukan penurunan peringkat utang AS. 


U.K.
• Euro kembali menguat terhadap sterling ke level tertingginya sejak 3‐pekan terakhir setelah sempat mencapai level 0.7954. Investor melakukan  aksi  beli  terhadap  euro  menjelang  perdagangan  akhir  bulan,  dan  ditunjang  juga  oleh  lemahnya  rilis  data  ekonomi  Inggris  yang  menurunkan  prospek  mata  uang  tersebut  kedepannya.  Penguatan  euro  juga  ditunjang  oleh  ekspektasi  bahwa  ECB  akan  meluncurkan  stimulus  keuangan  lanjutan guna menopang pemulihan ekonomi kawasan Uni Eropa.  

• Namun demikian, sterling berhasil menguat terhadap dolar AS ditunjang oleh maraknya aksi beli dari investor asing, dan juga dilaporkan marak  aksi beli oleh bank sentral asal Asia. Hingga akhir sesi New York, sterling tercatat menguat 0,18 persen terhadap dolar AS ke 1.5825.  

• Jajak pendapat kuartalan yang dilansir oleh the Confederation of British Industry memperlihatkan bisnis pada sektor jasa Inggris melemah pada  periode  Juni  hingga  Agustus  dan  kepercayaan  korporasi  menurun  seiring  rendahnya  permintaan  barang.  Hal  tersebut  menaikkan  perkiraan  bahwa kebangkitan ekonomi Inggris dari kondisi resesi masih jauh dari harapan dan menemui berbagai rintangan. 


JAPAN
• Kemungkinan akan dilanjutkannya kebijakan moneter longgar oleh The Fed dalam testimoninya pada hari Jumat ini telah memicu tekanan jual  pada dolar. Dolar mencatat intraday low di 78.46 yen dan terakhir tercatat melemah 0.3% di sekitar 78.49 yen. Pergerakan dollar/yen terlihat  tipis diantara 78.77 hingga 78.46. 

• Pemerintah Jepang memangkas penilaiannya untuk prospek ekspor sebagai penopang ekonomi untuk pertama kalinya selama hampir setahun  terakhir menyusul perlambatan pertumbuhan global membebani ekspor, mengaburkan prospek pemulihan dan menambah tekanan pada bank  sentral untuk melakukan stimulus lebih lanjut.  Perlambatan di Amerika Serikat dan China, disamping krisis utang Eropa, menyebabkan downgrade, demikian pemerintah Jepang menegaskan,  dan memperingatkan bahwa perlambatan global lebih lanjut dan perubahan pasar yang tajam menimbulkan risiko terhadap ekonomi terbesar  ketiga di dunia tersebut.  Penurunan  peringkat  yang  pertama  sejak  Oktober  2011  sesuai  dengan  penilaian  dari  analis  sektor  swasta,  namun  agak  suram  daripada  pandangan Bank of Japan (BOJ), yang mengatakan bahwa ekonomi mulai meningkat secara moderat. 


AUSTRALIA
• Australian dan New Zealand dollar turun ke level terendah mingguannya Selasa lalu, ditekan  oleh tertahannya pertumbuhan global  berkenaan  dengan para investor yang menunggu tindakan yang nyata dari pengambil kebijakan dari AS dan Eropa.    

• Aussie dollar <AUD=D4> anjlok ke level terendahnya satu bulan terhadap keduanya dollar AS dan yen, ditekan oleh penjualan di Jepang. Telah  merosot ke level $1.0345, level terendahnya sejak akhir Juli, untuk berada pada level $1.0380 pada penutupan.   

• "The AUD has been trading heavily with an overhang of long speculative positioning," kata Sue Trinh, seorang senior currency strategist pada RBC  Capital Markets di Hong Kong.  

• Harga Australian bond futures menguat ditengah hariannya yang juga berada dalam volume perdagangan yang tipis.  


SWISS
• Swiss franc merosot bersamaan dengan euro terhadap the greenback Selasa lalu, karena investor memangkas posisi sebelumnya dari kedepan  meeting pada para bank sentral global di AS akhir minggu ini.  

• Euro didukung oleh minutes dari policy meeting terakhir the Fed, yang mana menaikkan ekspektasi the Fed kemungkinan memulai putaran terkini  dari stimulus bulan depan.   

• Tetapi  kebanyakan  pelaku  pasar  menunggu  pidato  Jumat  ini  oleh  Ketua  the  Fed  Ben  Bernanke  pada  pertemuan  tahunan  informal  para  bank  sentral di Jackson Hole AS.   

• Ketua SNB Thomas Jordan tidak akan hadir pada meeting di Jackson Hole tahun ini, berkenaan dengan jadwal yang bentrok dengan meeting para  anggota pengawas SNB, juru bicara mengatakannya.   

Tuesday, August 28, 2012

Headline News 28.08.12


US & GLOBAL
• Bursa  saham  global  ditutup  melemah  dan  harga  obligasi  Amerika  meningkat  seiring  ekspektasi  pengumuman  stimulus  keuangan  dari  bank sentral, sedangkan harga minyak berakhir melemah dalam perdagangan yang cukup volatile sehubungan kekhawatiran atas badai  tropis  di  Teluk  Meksiko.  Indeks  S&P  500  ditutup  relatif  stagnan  namum  Nasdaq  Composite  naik  tipis,  dipimpin  oleh  kenaikan  saham  Apple <AAPL.O>, yang mencapai rekor penutupan tertinggi di 675,68 USD per lembar setelah memenangkan tuntutan pada pengadilan  paten Samsung Electronics <005930.KS>. Saham Samsung anjlok 7,45 persen selama sesi perdagangan bursa Seoul. 

• Investor menantikan hasil dari pertemuan para pejabat bank sentral dunia di Jackson Hole, Wyoming, pada hari Jumat untuk kejelasan  tentang kemungkinan pengumuman QE3 oleh The Federal Reserve dan bagaimana ECB akan mengatasi krisis kredit di kawasan tersebut.  Volume  perdagangan  harian  merupakan  yang  terendah  sepanjang  2012  ini  dan  libur  nasional  Inggris  –  Summer  Bank  Holiday  juga  menurunkan volume perdagangan di bursa Eropa. 

• The Dow Jones industrial average <DJI.> turun 33,30 poin, atau 0,25 persen, ke 13,124.67. The S & P 500 Index <SPX.> turun 0,69 poin,  atau 0,05 persen, ke 1,410.44. The Nasdaq Composite <IXIC.> naik tipis 3,40 poin, atau 0,11 persen, ke 3,073.19. Indeks pan‐Eropa FTSE  300 <FTEU3.> ditutup naik 0,5 persen.  

• Minyak mentah AS <CLc1> melemah 0,7 persen ke 95,47 USD per barel, sementara Brent <LCOc1> turun 1,2 persen ke 112,26. Badai  tropis Isaac mendekati Teluk Meksiko dan para investor telah memperkirakan penutupan perusahaan kilang minyak Amerika 

• Euro merosot terhadap dolar AS pada akhir perdagangan New York terdesak rilis data sentimen bisnis Jerman, meskipun survey tersebut  meningkatkan harapan bahwa ekonomi tersebut Eropa tersebut akan melakukan langkah tambahan guna menopang pemulihan ekonomi  Uni Eropa. Euro <EUR=>turun 0,1 persen ke 1,2496, menjauhi level tertinggi sepanjang 7‐pekan terakhir yang tercetak pada Kamis pekan  lalu di 1,2589. 

• Pandangan tersebut mendapat sokongan dari sikap Presiden The Fed Chicago ‐ Charles Evans, yang mengatakan dalam sebuah pidato di  Hong Kong bahwa The Fed harus segera memulai babak baru dari stimulus moneter, dengan membeli obligasi yang dibutuhkan untuk  menghasilkan penurunan tingkat pengangguran. 

• Kemungkinan program QE3 dari Fed mengangkat harga obligasi Amerika. Obligasi Amerika tenor 10‐tahun <US10YT=RR> harganya naik  10/32, dengan imbal hasil pada 1,6506 persen. 

• Kepala ECB ‐ Eropa Mario Draghi pada awal Agustus mengisyaratkan bahwa bank sentral akan mulai membeli utang pemerintah untuk  mengurangi biaya pinjaman Spanyol dan Italia, komentar yang terus memicu bangkitnya sentimen di pasar global. Namun, selama akhir  pekan  Kepala  Bundesbank  ‐  Jens  Weidmann    menyebut  rencana  pembelian  obligasi  ECB  sebagai  obat  yang  berbahaya,  menunjukkan  meningkatknya kegelisahan atas kebijakan tersebut. 

• Harga emas <XAU=> mencapai level tertinggi sejak pertengahan April seiring ekspektasi QE3 The Fed, namun kemudian ditutup melemah seiring  aksi  jaga‐jaga  para  investor  menjelang  pertemuan  Jackson  Hole.  Emas  terakhir  diperdagangkan  di  sekitar  1.664  USD  per  troy  ounce.


GOLD & COMMODITIES
• Harga  emas  sempat  mencapai  level  tertingginya  sejak  pertengahan  April  silam  pada  sesi  awal  pekan  ini,  setelah  sempat  naik  hingga  1676.45  USD  per  troy  ounce.  Penguatan  in  ditunjang  spekulasi  yang  berkembang  bahwa  The  Fed  akan  menerapkan  pelonggaran  kuantitatif  untuk  menopang  pemulihan  ekonomi,  meningkatkan  resiko  inflasi  yang  membuat  investor  akan  mengalihkan  investasinya  pada instrument seperti emas yang tidak beresiko terpapar tekanan inflasi.  

• Namun  demikian,  emas  kemudian  tercatat  ditutup  melemah  0,37  persen  pada  level  1663.60  USD  per  troy  ounce.  Hal  tersebut  dipengaruhi  oleh  bertahannya  kekhawatiran  investor  menjelang  pertemuan  para  petinggi  bank  sentral  akhir  pekan  ini.  Para  investor  menantikan hasil dari pertemuan para petinggi bank sentral di Jackson Hole, Wyoming, dimana pada pertemuan sebelumnya digunakan  sebagai momen oleh The Fed untuk mengumumkan rencana QE2.  

• Sementara itu  berdasarkan  jajak  pendapat  terakhir yang  dilansir  oleh  Bloomberg,  memperlihatkan  bahwa  mayoritas  ekonom  percaya  harga emas akan melonjak mencapai diatas level 1800 USD per troy ounce hingga akhir tahun 2012 ini. Penguatan tersebut dipengaruhi  oleh  stimulus  ekonomi  tambahan  oleh  pemerintah  Amerika  dan  pemerintah  Cina  yang  meningkatkan  minat  investor  terhadap  emas  sebagai mekanisme lindung nilai terhadap inflasi. 


OIL & COMMODITIES
• Harga  minyak  berjangka Brent  berbalik  melemah  pada  sesi awal pekan  ini,  setelah  diturun  di  bawah  level  112  USD  per  barel  setelah  sempat menguat ditunjang kekhawatiran bahwa badai tropis akan berpotensi menutup sebagian kilang Amerika. Sementar itu tekanan  pada  harga  minyak  dipengaruhi  oleh  kemungkinan  dirilisnya  cadangan  minyak  strategis  negara  barat  untuk  menekan  kenaikan  harga  minyak dunia akhir‐akhi rini.  

• Harga minyak Brent crude ditutup melemah 1,33  USD ke 112.26 USD, sedangkan minyak US crude turun 68 sen ke 95.47 USD per barel.  Volume perdagangan tipis, sehubungan libur nasional Inggris – Summer Bank Holiday. 

• Badai  Tropis  Isaac  tengah  menuju  teluk  Meksiko  dan  mendekati  jaringan  kilang  Lousiana,  menyebabkan  penutupan  beberapa  kilang  minyak  milik  perusahaan  asal  Amerika  dan  meningkatkan  prospek  lonjakan  harga  minyak.  Faktor  lainnya  yang  berpotensi  akan  mendongkrak kembali harga minyak dunia adalah berita terbakarnya kilang minyak terbesar Benezuela yang meningkatkan kekhawatiran  akan kembali beroperasinya kilang tersebut.  

• Harga minyak dunia tercatat mengalami penguatan hingga 30 persen sejak Juni pasca sanksi internasional yang memukul ekspor minyak  Iran  diiringi  oleh  perawatan  beberapa  kilang  minyak  di  kawasan  North  Sea  yang  menghambat  suplai  minyak  dunia. 


EURO ZONE
• Euro melemah terhadap dolar dalam pergerakannya yang tipis Senin kemarin,setelah penurunan yang lebih tajam dari perkiraan untuk sentimen bisnis  Jerman telah meningkatkan harapan bahwa Jerman akan berbuat lebih banyak lagi untuk memacu pertumbuhan di zona euro. Sentimen terhadap euro  masih  belum  menentu  karena  pasar  masih  menantikan  serangkaian  even  penting  di  bulan  depan  seperti  sidang  ECB  pada  6  September  diikuti  oleh  putusan Mahkamah Konstitusi Jerman mengenai dana bailout permanen zona euro pada 12 September. 

• Sentimen bisnis Jerman turun dalam 4 bulan berturut‐turut di periode Agustus dan mencatat level terendahnya sejak Maret 2010, dimana iklim bisnis  terpukul oleh kekhawatiran mengenai prospek ekspor zona euro, demikian dilaporkan lembaga survey Ifo Jerman. 

• Euro  mencatat  intraday  high  di  $1.2535  usai  rilis  data  Ifo,  dan  terakhir  bergerak  melemah  tipis  di  sekitar  $1.2500.  Euro  masih  berada  di  bawah  level  puncaknya di $1.2589 yang dicapai hari Kamis, level tertinggi sejak 4 Juli. 

• Euro berpotensi menguat lebih lanjut menjelang testimoni Kepala The Fed Ben Bernanke dalam pertemuannya di Jackson Hole, Wyoming pada hari Jumat  ditengah  ekspektasi  akan  digulirkannya  paket  stimulus  The  Fed  jilid  3  guna  menstimulasi  pertumbuhan  ekonominya.  Harapan  akan  digulirkannya  quantitative  easing  jilid  3  tersebut  diperkuat  oleh  pernyataan  Presiden  Fed  Chicago  Charles  Evans  yang  mengatakan  bank  sentral  sebaiknya  segera  meluncurkan stimulus berikutnya dan membeli obligasi untuk menekan tingkat pengangguran. 

• Euro menguat 1.4% di pekan lalu dipicu optimisme ECB akan segera membeli obligasi Spanyol dan Italia untuk menekan biaya pinjaman di kedua negara  tersebut. 


U.K.
• Sterling ditutup melemah terhadap dolar AS, volume perdagangan sangat tipis berkaitan dengan libur Nasional Summer Bank Holiday. Hingga akhir sesi  New York, sterling tercatat melemah 0,23 persen ke level 1.5786. 

• Berdasarkan data dari Hometrack, harga rumah di Inggris pada periode Agustus kembali melemah dalam dua bulan terakhir secara berturut‐turut seiring  penurunan  permintaan  rumah  ditengah  pasar  perumahan  yang masih “rentan”. Harga  rumah dilaporkan turun 0,1 persen dibandingkan Juli, demikian  berdasarkan  perusahaan  riset  properti  asal  London  tersebut.  Harga  rumah  di  London  sendiri  mengalami  stagnansi,  merupakan  untuk  pertama  kalinya  sepanjang 2012 dimana harga rumah di ibu kota gagal meningkat.  

• Pasar properti Inggris masih berada dalam tekanan seiring gagalnya ekonomi Inggris bangkit dari kondisi resesi ditambah memburuknya krisis Uni Eropa,  menurunkan  kepercayaan  dan  meningkatkan  biaya  peminjaman.  Ofisial  Bank  of  England  memberikan  penilaian  dari  dampak  rencana  mereka  untuk  meningkatkan  kredit  seiring  tengah  dipertimbangkannya  langkah  ekspansi  stimulus  untuk  ekonomi  melalui  program  pelonggaran  kuantitatif.


JAPAN
• Sekitar satu dari lima perusahaan besar Jepang ingin melihat porsi pasokan listrik tenaga nuklir dikurangi menjadi nol pada tahun 2030, sebuah  jajak  pendapat  Reuters  menunjukkan,  di  tengah  keributan  anti‐nuklir  yang  tumbuh  setelah  bencana  atom  Fukushima  tahun  lalu.  Namun  menggarisbawahi kekhawatiran tentang kenaikan biaya energi tanpa listrik atom, sisa responden mendukung peran lanjutan untuk energi nuklir,  dengan  kelompok  terbesar  memilih  untuk  porsi  15  persen.  Jajak  pendapat  itu  datang  setelah  Perdana  Menteri  Yoshihiko  Noda  mempertimbangkan  pilihan  untuk  rencana  energi  jangka  menengah  sambil  bersumpah  untuk  mengurangi  ketergantungan  pada  energi  atom  tanpa mengatakan berapa banyak atau kapan. 

• Rilis  data  Ifo  Jerman  telah  memicu  penguatan  euro,  meskipun  kemudian  bergerak  relatif  flat  terhadap  yen  di  sekitar  98.52  yen.  Dolar  juga  bergerak flat terhadap yen Jepang di sekitar 78.68 yen. 

• Dolar berpotensi melemah lebih lanjut menjelang testimoni Kepala The Fed Ben Bernanke dalam pertemuannya di Jackson Hole, Wyoming pada  hari Jumat ditengah ekspektasi akan digulirkannya paket stimulus The Fed jilid 3 guna menstimulasi pertumbuhan ekonominya. Harapan akan  digulirkannya quantitative easing jilid 3 tersebut diperkuat oleh pernyataan Presiden Fed Chicago Charles Evans yang mengatakan bank sentral  sebaiknya segera meluncurkan stimulus berikutnya dan membeli obligasi untuk menekan tingkat pengangguran. 


AUSTRALIA
• Dolar Australia (Aussie) tergelincir ke satu bulan terendah di $1.0368 dan tampaknya rentan terhadap tekanan lebih lanjut di tengah kekhawatiran  baru  tentang  ekonomi  China.  Aussie  sering  digunakan  untuk  mengekspresikan  pandangan  tentang  kondisi  ekonomi  terbesar  kedua  di  dunia  tersebut. 

• Pada hari Senin kemarin, Perdana Menteri Cina Wen Jiabao mendesak untuk dilakukan langkah tambahan untuk mendorong kenaikan ekspor dan  membantu mencapai target ekonomi setelah data terbaru menunjukkan keuntungan perusahaan industri turun 5.4% dalam 12 bulan hingga Juli  lalu. 

• Sementara itu, dolar juga berpotensi melemah lebih lanjut menjelang testimoni Kepala The Fed Ben Bernanke dalam pertemuannya di Jackson  Hole,  Wyoming  pada  hari  Jumat  ditengah  ekspektasi  akan  digulirkannya  paket  stimulus  The  Fed  jilid  3  guna  menstimulasi  pertumbuhan  ekonominya. Harapan akan digulirkannya quantitative easing jilid 3 tersebut diperkuat oleh pernyataan Presiden Fed Chicago Charles Evans yang  mengatakan bank sentral sebaiknya segera meluncurkan stimulus berikutnya dan membeli obligasi untuk menekan tingkat pengangguran.  


SWISS
• Pembatasan pada harga Swiss franc yang ditetapkan tahun lalu oleh Bank Nasional Swiss adalah langkah ekstrim yang diambil dalam keadaan  ekstrim dan tetap menjadi kebijakan yang tepat untuk tantangan ekonomi saat ini, demikian Kepala SNB Thomas Jordan mengatakan.  SNB menetapkan batasan untuk franc pada 1.20 per euro pada tanggal 6 September, untuk mengurangi risiko Swiss tergelincir ke dalam resesi.  Dalam menanggapi pertanyaan oleh SF televisi Swiss apakah SNB memiliki skenario untuk mengakhiri kebijakan moneternya tersebut, Jordan  mengatakan: "pembatasan nilai tukar adalah sebuah langkah yang ekstrim untuk situasi yang ekstrim meskipun hal ini tidak untuk selamanya.  Tapi  sekarang  ini  bukan  saatnya  untuk  mengajukan  pertanyaan  tersebut.  Kebijakan  moneter  yang  diterapkan  saat  ini  masih  tepat  untuk  menjawab tantangan yang kita hadapi saat ini." 

• Dolar berpotensi melemah lebih lanjut menjelang testimoni Kepala The Fed Ben Bernanke dalam pertemuannya di Jackson Hole, Wyoming pada  hari Jumat ditengah ekspektasi akan digulirkannya paket stimulus The Fed jilid 3 guna menstimulasi pertumbuhan ekonominya. Harapan akan  digulirkannya quantitative easing jilid 3 tersebut diperkuat oleh pernyataan Presiden Fed Chicago Charles Evans yang mengatakan bank sentral  sebaiknya segera meluncurkan stimulus berikutnya dan membeli obligasi untuk menekan tingkat pengangguran. 

Monday, August 27, 2012

Headline News 27.08.12


US & GLOBAL
• Bursa saham Amerika dan Eropa menguat dan euro berhasil menjauhi level terendah hariannya terhadap dolar pada sesi  Jumat terdorong berita yang menyatakan ECB sedang mempertimbangkan penetapan target di pasar obligasi dalam upaya  untuk  mengendalikan  biaya  pinjaman  beberapa  negara  zona  euro.  Bursa  saham  sebelumnya  berada  dibawah  tekanan  menyusul  kekhawatiran  tentang  Yunani  dan  ketidakpastian  atas  bagaimana  Eropa  akan  mengatasi  krisis  utang  Spanyol.  Telah berkembang spekulasi dalam beberapa pekan terakhir bahwa ECB akan segera memulai pembelian obligasi Spanyol  dan Italia.Namun keputusan itu tidak akan dilakukan sebelum sidang ECB tanggal 6 September dan belum jelas seberapa  lebar target yang akan ditetapkan ECB atau bagaimana caranya ECB melakukan intervensi di pasar obligasi. 

• Turut menopang sentimen investor, adalah pernyataan Ketua The Federal Reserve Ben Bernanke yang mengatakan The Fed  memiliki  ruang  untuk  memberlakukan  stimulus  moneter  tambahan  untuk  menopang  ekonomi  Amerika.  Pernyataan  Bernanke tersebut disampaikan dalam sebuah surat kepada panel pengawasan Kongres Amerika. 

• The Dow Jones industrial average <DJI.> berakhir naik 100.51 poin, atau 0,77 persen, ke 13,157.97. Indeks Standard & Poor  500 <SPX.> ditutup naik 9,04 poin, atau 0,64 persen, ke 1,411.12. The Nasdaq Composite Index <IXIC.> ditutup naik 16.39  poin,  atau  0,54  persen,  ke  3,069.79.  The  FTSEurofirst  300  <FTSE.>  naik  0,11  persen  ke  1,090.38  poin.  The  MSCI  saham  global index <. MIWD00000PUS> turun 0,1 persen ke 324,34. 

• Rilis  data  Amerika  yang  beragam,  menambah  ketidakpastian  mengenai  apakah  The  Fed  akan  segera  bertindak  untuk  memberlakukan stimulus. Durable Goods Orders untuk periode Juli melonjak, tetapi non‐defense capital goods ex‐aircraft  yang  merupakan  tolak  ukur  business  spending  menurun  dalam  2‐bulan  terakhir  secara  berturut‐turut,  menunjuk  ke  perlambatan pertumbuhan di bidang manufaktur. 

• Ben Bernanke dan para pemimpin bank sentral akan bertemu di Jackson Hole, Wyoming, pekan depan pertemuan tahunan  yang diharapkan akan memberikan kejelasan mengenai prospek kebijakan moneter. Bernanke menggunakan acara ini dua  tahun sebelumnya untuk menetapkan pemberlakuan pelonggaran moneter lanjutan The Fed. 

• Sentimen investor masih rapuh dan kekhawatiran tentang Yunani mendukung permintaan akan obligasi Jerman <FGBLc1>,  yang mencatat penguatan mingguan terpesat sejak awal Juli. Jerman dan Perancis menegaskan keinginannya agar Yunani  tetap berada di zona euro, namun Athena harus memenuhi komitmennya, Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan hal  tersebut setelah bertemu dengan Perdana Menteri Yunani Antonis Samaras. 

• Euro  <EUR=>  turun  0,4  persen  ke  setelah  sempat  mencapai  session  low  di  1,2511.  Euro  sempat  turun  ke  level  1.2511  setelah Market News International melaporkan bahwa Kementerian Keuangan Jerman tengah mempertimbangkan secara  serius rencana kemungkinan keluarnya Yunani dari Uni Eropa. Terhadap yen, dolar AS naik 0,3 persen ke 78,69 yen <JPY=>. 

• Obligasi Amerika tenor 10‐tahun <US10YT=RR> harganya turun 2/32, dengan imbal hasil berada pada 1,6814 persen. 

• Minyak  mentah  berjangka  Brent  turun  1  persen  terdesak  sebuah  laporan  jurnal  perdagangan  bahwa  Badan  Energi  Internasional dapat memanfaatkan cadangan minyak strategis pada awal September. Di London, Brent crude pengiriman  Oktober <LCOc1> turun 1,42 USD ke 113,59 USD per barel. Minyak mentah AS <CLc1> turun 12 sen ke 96,15 USD per barel. 

• Harga  emas  mencatat  kenaikan  terbesar  mingguan  mereka  sejak  Januari,  menyusul  penguatan  beruntun  dalam  7‐sesi  terakhir  mencapai level  tertinggi dalam 4‐1/2  bulan  terakhirditunjang  ekspektasi stimulus moneter  Amerika. Harga spot  emas <XAU=> berakhir menguat di 1.670 USD per troy ounce.   


GOLD & COMMODITIES
• Harga emas ditutup flat Jumat lalu karena pasar mengambil nafas dulu setelah rally dalam rangkaian tujuh harinya ke level  tertinggi dalam 4‐1/2 bulan Kamis sebelumnya dari harapan terkini dari putaran berikutnya dari stimulus moneter AS/QE3 . 

• Platinum juga mencatatkan penguatan dalam kenaikan dua minggunya, naik 5 persen dan mendekati 9 persen bulan ini,  setelah pecahnya kekerasan pada tambang platinum di Afrika Selatan, dengan sumber sekitar 80 persen dalam pasokan  platinum, yang menewaskan sekitar 44 orang.  

• Spot emas telah naik lebih dari 3.4 persen minggu, kenaikan terbesar mingguannya sejak minggu terakhir bulan Januari,  didorong setelah minutes the Fed untuk policy meeting Agustus dengan bank kemungkinan untuk mengarah pada stimulus  moneter "fairly soon" kecuali jika perekonomian AS membaik secara signifikan.  

• Putaran  terbaru  dari  QE3/quantitative easing  – cetak  uang  untuk membeli obligasi  pemerintah  dengan menjaga tingkat  suku bunga rendah dalam jangka panjang‐mendorong kekhawatiran inflasi kedepannya. Putaran pertama kedua dari QE AS  telah mendorong harga emas naik dua kali lipat dalam empat tahun terakhir. 


OIL & COMMODITIES
• Harga  oil  merosot  Jumat  lalu  setelah  laporan  bahwa  International  Energy  Agency  kemungkinan  merilis  persediaan  oil  secepatnya pada bulan September, setelah anjlok dari hambatan rencana yang dipimpin AS. 

• Crude AS turun terbatas karena ancaman produksi Teluk Meksiko dari Badai tropis Isaac dan potensi gangguan pasokan  yang mendorong aksi jual Brent crude oil futures dan aksi beli pada crude AS, kata broker. 

• "Oil prices declined on word of a change of heart at the IEA on a coordinated release of global SPR barrels. The market has  been very sensitive to speculation over a release, which, if it were to occur, would work to lower prices for a time," kata John  Kilduff, mitra pada Again Capital LLC di New York.     

• Badai tropis Isaac mengarahkan tujuan pada daerah rawan banjir di Haiti Jumat lalu dan diekspektasi untuk menjadi badai  besar/topan ketika bergolak ke dalam Teluk Meksiko awal minggu depan, pada jalur yang dapat dilihat dari New Orleans  hingga mengarah ke Florida. 


EURO ZONE
• Akhir pekan lalu euro melemah terhadap dolar AS dalam sesi perdagangan yang cukup volatile setelah sempat mencapai level tertinggi sejak 7‐pekan terakhir pada  sesi Kamis. Investor cenderung masih bimbang akan kemungkinan prospek euro dan langkah apa yang akan diambil oleh para pemangku kebijakan untuk menangani  krisis hutang Uni Eropa. Hingga akhir sesi New York, euro tercatat melemah 0,52 persen terhadap dolar AS ke 1.2510. 

• Tekanan terhadap euro antara lain berasal dari adanya laporan bahwa Kementrian Keuangan Jerman tengah mempertimbangkan rancangan apabila Yunani pada  akhirnya harus terpaksa meninggalkan Uni Eropa. Sementara itu meskipun menegaskan bahwa pemerintahannya masih mendukung Yunani tetap berada dalam Uni  Eropa,  namun Kanselir  Jerman Angela  Merkel  menekankan  masih perlunya  penilaian  dari “troika” pada  September  mendatang  mengenai kondisi  perekonomian  Yunani sebelum memberikan bantuan keuangan lebih lanjut.  

• Dalam pertemuannya dengan Kanselir Merkel, Perdana Menteri Yunani Antonis Samaras menegaskan bahwa pihaknya tidak menginginkan tambahan dana bantuan,  namun meminta tambahan waktu pemangkasan anggaran agar bisa memenuhi target perbaikan fiskalnya. Sementara itu Deputi Perdana Menteri Spanyol – Soraya  Saenz de Santamaria menampik anggapan yang beredar bahwa pemerintahannya tengah melakukan pembicaraan dengan pemangku kebijakan Uni Eropa mengenai  kemungkinan bantuan keuangan yang akan ditujukan untuk menekan tingginya imbal hasil obligasi Spanyol. 

• Pekan  ini pelaku pasar akan mengamati  sejumlah  rilis  data diantaranya  survey  IFO  Jerman untuk periode Agustus  yang diperkirakan  turun menjadi 102.6  (lebih  rendah dari periode sebelumnya103.3), disusul data Consumer Confidence Jerman untuk periode September. Kemudian pada sesi Rabu akan rilis data CPI Jerman  untuk periode Agustus yang diperkirakan turun. Sesi Kamis akan rilis data Unemployment Jerman untuk Agustus dan sentiment  di Uni Eropa secara keseluruhan  untuk periode Agustus yang diperkirakan memburuk. Pada sesi Jumat akan rilis data CPI dan Unemployment Uni Eropa untuk periode Juli yang diperkirakan naik  menjadi 11,3 persen. 

U.K.
• Akhir pekan lalu sterling melemah terhadap dolar AS setelah revisi terbaru GDP Inggris untuk triwulan keduan 2012 merujuk pada kontraksi yang masih  dalam, yaitu sebesar ‐0,5 persen. Walaupun lebih baik dari perkiraan analis, yang memprediksi kontraksi sebesar ‐0,7 persen, namun analis menyatakan  laporan tersebut secara umum memberikan gambaran bahwa ekspor masih lemah, investasi turun dan tingkat belanja masyarakat terus merosot.  

• Kondisi  tersebut  akan  meningkatkan  ekspektasi  pemberlakuan  quantitative  easing  lanjutan  dari  BoE.  Dimana  dengan  pelonggaran  kuantitatif  akan  cenderung  menekan  kinerja  sterling  karena  meningkatnya  suplai  mata  uang  tersebut  di  pasar  finansial.  Hingga  akhir  sesi  New  York,  sterling  tercatat  melemah  0,51  persen  terhadap  dolar  AS  ke  1.5806.  Meski  demikian,  sterling  tetap  mencatat  kinerja  mingguan  terbaik  sejak  pertengahan  Juni  silam,  ditunjang oleh ekspektasi QE3 pasca minutes sidang The Fed periode Agustus.   

• Anggota BoE – Martin Weale menyatakan bahwa dirinya lebih memilih untuk memangkas suku bunga acuan daripada meningkatkan jumlah dana dalam  program quantitative  easing. Meski demikian Weale juga  menegaskan bahwa memangkas suku bunga  acuan  menjadi 0 persen atau 0,25  persen akan  menimbulkan  dampak  buruk,  diantaranya  melemahkan  posisi  keuangan  beberapa  bank  di  Inggris  karena  menurunkan  tingkat  bunga  dalam  deposit  mereka.  

• Pekan ini pelaku pasar akan mengamati sejumlah rilis data diantaranya data perkembangan harga rumah periode Agustus berdasarkan Nationwide . Pada  sesi Kamis akan rilis data Consumer Credit  dan Mortgage Approvals untuk periode Juli. Sesi Jumat akan rilis data Consumer Confidence untuk  periode  Agustus.


JAPAN
• Yen menguat terhadap 16‐mata uang utama dunia lainnya (naik 6,5 persen) seiring pelemahan bursa saham Asia dan lemahnya rilis data ekonomi global  yang mengangkat minat investor pada aset safe haven, pada khususnya yen. Yen mencatat penguatan 5‐harian terpesatnya terhadap dolar AS dalam 12‐ pekan terakhir menyusul buruknya rilis jobless claims Amerika dan redupnya aktifitas manufaktur di Eropa dan Cina. 

• Ketua BOJ ‐ Masaaki Shirakawa akhir pekan lalu menyatakan bahwa bank sentral telah menempuh pelonggaran moneter skala besar namun penguatan  yen akhir‐akhir ini meningkatkan tekanan pada ekonomi Jepang. Shirakawa menekankan pentingnya pergerakan yen sesuai dengan kondisi fundamental  ekonomi Jepang. Perkembangan di Eropa masih menjadi perhatian utama untuk Jepang, sementara CPI diperkirakan akan bertahan di level 1 persen untuk  jangka waktu lama. Lebih lanjut, Shirakawa memerkirakan perlambatan permintaan global masih akan berlanjut.  

• Pekan ini pelaku pasar akan mengamati sejumlah rilis data diantaranya retail sales untuk periode Juli. Pada sesi Selasa akan rilis Cabinet Office Monthly  Economic Report yang akan memberikan gambaran mengenai kondisi ekonomi Jepang berdasarkan pandangan pemerintah. Sedangkan pada akhir pekan  akan rilis data PMI manufaktur untuk periode Agustus, data sektor ketenagakerjaan dan CPI untuk periode Juli. 


AUSTRALIA
• Australian dan New Zealand dollar mencatatkan pelemahan mendekati level terendahnya dalam enam minggu terhadap euro Jumat lalu karena  investor  berlanjut  untuk  melanjutkan  posisi  beli  pada  euro,  yang  membawa  kedua  mata  uang  tersebut  mencatatkan  untuk  ditutup  dalam  penurunan mingguannya.  

• Euro melejit naik ke level A$1.2047 <EURAUD=R> dan NZ$1.5470 <EURNZD=R>, level tertingginya sejak 12 Juli, yang secara luas terjadi aksi jual.  Investor telah mengabaikan posisi bearish pada euro, meskipun tidak terdapat perkembangan yang nyata pada rencana utang Eropa.  

• "Given how oversold it was and with everyone positioned short, it was only natural that you'd see a savage correction to the upside," kata David  Scutt, seorang trader pada Arab Bank Australia.  


SWISS
• Swiss  franc  Jumat  lalu  diperdagangkan  hanya  dibawah  level  tertinggi  sebelumnya  dalam  7‐minggu  terhadap  the  greenback,  yang  mana  telah  mendapat dorongan berkenaan dengan ekspektasi dari policy easing/QE3 di AS.   

• Berita  mengenai  krisis  utang  zona  euro  atau  lesunya  perekonomian  AS  telah  menjadi  kunci  untuk  menentukan  pergerakan  pada  Swiss  franc  meskipun sejak Swiss National Bank membatasi kenaikan pada level 1.20 per euro pada the safe‐haven franc 6 Sept. lalu.    

• Euro  telah  mencapai  level  tertinggi  dalam  7‐minggunya  terhadap  dollar  minggu  ini  dari  ekspektasi  the  Fed  AS  kemungkinan  untuk  memilih  stimulus moneter "fairly soon".  Juga terdorong dari kedepannya setelah suatu sumber mengatakan Spanyol menegosiasikan dengan zona euro  berhubungan dengan kondisi untuk memberikan bantuan.