title cover

title cover

Tuesday, November 20, 2012

Headline News 20.11.12



US & GLOBAL
• Bursa saham global dan komoditi menguat di hari Senin kemarin, rebound dari koreksi tajamnya di pekan lalu, menyusul pelaku pasar 
mencermati berbagai komentar politisi yang mengindikasikan kesiapan untuk menghindari “tebing fiskal”. Saham Wall Street naik hampir 
2%, mempertajam penguatannya yang telah dimulai sejak Jumat lalu, sementara harga minyak naik hampir 3%. Indeks S&P 500 ditutup 
di atas level MA‐200 untuk pertama kalinya selama 8 sesi terakhir. 

• Dewan kebijakan AS nampaknya akan mencapai kompromi untuk menghindarkan kenaikan pajak dan pemangkasan anggaran yang akan 
mencapai  $600  milyar  yang  akan  mulai  diberlakukan  pada  Januari  tahun  depan  ‐‐‐  yang  disebut  dengan  “tebing  fiskal”  yang  akan 
mengancam  perekonomian  AS  terseret  kedalam  resesi.  Legislatif  dari  kedua  partai  mengindikasikan  akan  mencapai  kesepakatan 
mengenai kenaikan pajak untuk orang terkaya AS yang sebelumnya nampaknya akan sulit diterapkan. 

• Indeks ekuitas dunia MSCI melonjak 2%, menghapus kerugian 1.8% di pekan lalu. Kenaikan hari Senin adalah yang terbaik untuk indeks 
sejak 27 Juli. 

• Dow Jones industrial average <.DJI> naik 207.65 poin atau 1.65% di 12,795.96. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik 27.01 
poin atau 1.99% di 1,386.89. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> naik 62.94 poin atau 2.21% di 2,916.07.  

• Optimisme di Eropa mengenai prospek kesepakatan pekan ini untuk merilis bantuan untuk Yunani juga turut memberikan dukungan. 
Para petinggi Eropa diperkirakan akan membahas masalah rencana pinjaman 2 tahun untuk Athena pada sidangnya hari Selasa ini, yang 
akan  menunda  solusi  jangka  panjang  sampai  setelah  pemilihan  umum  Jerman  pada  September  2013.  Dewan  kebijakan  ECB  Joerg 
Asmussen  mengatakan  di  akhir  pekan  kemarin  bahwa  para  menteri  cenderung  untuk  menyetujui  kesepakatan  itu  dan  meninggalkan 
resolusi rencana stabilisasi utang jangka panjang untuk Yunani, yang merupakan jantung dari perselisihan dengan IMF, hingga kini. 

• Euro  menguat  0.5%  ke  $1.28,  jauh  di  atas  level  terendah  2  bulan  di  $1.2661  yang  dicapai  pekan  lalu,  mengisyaratkan  pelaku  pasar 
optimis akan tercapainya kesepakatan untuk penyelesaian Yunani. 

• Bursa  saham  Eropa  rebound  seiring  tumbuhnya  optimisme  terhadap  negosiasi  politik  AS.  FTSE  Eurofirst  300  index  <.FTEU3>  ditutup 
menguat  2.3%,  dipimpin  saham  yang  erat  hubungannya  dengan  pertumbuhan  ekonomi.  Saham  perbankan  naik  3.6%,  dengan  saham 
Barclays <BCS.N> melejit 5.8% ke $15.85. Sementara untuk London's FTSE 100 <.FTSE> mendaki 2.4%, dengan Frankfurt's DAX <.GDAXI> 
naik 2.5% dan Paris' CAC‐40 <.FCHI> naik 2.9%. 

• Pasar  obligasi  merefleksikan  meningkatnya  minat  pada  aset  beresiko,  dengan  Treasury  AS  tenor  10  tahun  turun  8/32  dengan  yield 
1.6114%. Sedangkan obligasi pemerintah Jerman tenor 10 tahun juga turun dengan yield di 1.358% dari 1.326% pada hari Jumat. Yield 
obligasi berpeluang naik jika tercapai kesepakatan antara politisi Eropa pada hari Selasa ini. 

• Dolar  melanjutkan  apresiasinya  terhadap  yen  menyusul  ekspektasi  pemerintahaan  Jepang  yang  baru  akan  mendorong  BOJ  untuk 
melakukan langkah stimulus yang agresif guna mendorong pertumbuhan ekonomi usai pemilu bulan depan. Dolar tercatat menguat tipis 
terhadap yen di 81.38 yen setelah menguat ke elvel tertinggi sejak 25 April. 

• BOJ telah memulai sidang 2 hari sejak Senin kemarin namun hungga kini belum terlihat akan mengambil langkah kebijakan baru sebelum 
pemilu 16 Desember mendatang. 
• Sementara  harapan  akan  tercapainya  kompromi  untuk  mengatasi  defisit  keuangan  AS  telah  berdampak  positif  pada  pasar  komoditi, 
mengangkat harga minyak, tembaga dan emas. Tembaga terapresiasi 2.3% ke $7,803.75 per ton dan emas naik $18.11 ke $1,731.6 per 
ounce.    Minyak  mentah  Brent  naik  di  atas  $  111  per  barel  karena  meningkatnya  kekerasan  antara  Israel  dan  Palestina,  memicu 
kekhawatiran tentang pasokan dari Timur Tengah. Investor khawatir konflik dapat menarik negara‐negara lain dan mungkin mengganggu 
ekspor energi dari kawasan yang memasok lebih dari sepertiga minyak mentah dunia. Minyak mentah Brent untuk pengiriman Januari 
naik 2.5% dan minyak mentah berjangka AS bertambah 2.6%.   


GOLD & COMMODITIES
• Emas naik 1 persen Senin lalu karena kombinasi dari optimisme pembicaraan untuk menyelesaikan krisis fiskal AS dan harapan bahwa 
Yunani akan menerima pendanaan yang lebih untuk mendorong pembelian logam mulia serta ekuitas dan komoditas lainnya.  

• Logam mulia telah recovery dari semua penurunan minggu lalu yang dikhawatirkan pada resesi global.   

• Tanda‐tanda bahwa anggota parlemen utama Demokrat dan Republik meyakini mereka dapat mencapai kesepakatan untuk mencegah 
kenaikan pajak dan pemangkasan pembelanjaan mendorong ketertarikan pada emas sebagai lindung nilai dari inflasi.  

• Para  ekonom  mengatakan  kegagalan  dalam  mencapai  kesepakatan  dapat  mengancam  ekonomi  AS  kembali  pada  resesi  ketika  secara 
otomatis pajak dan pembelanjaan bergerak mengarah untuk mempengaruhi tahun baru. 


OIL & COMMODITIES
• Harapan akan tercapainya kompromi untuk mengatasi defisit keuangan AS telah berdampak positif pada pasar komoditi dan berhasil  mengangkat harga minyak. 

• Minyak mentah Brent naik di atas $ 111 per barel karena meningkatnya kekerasan antara Israel dan Palestina, memicu kekhawatiran 
tentang pasokan dari Timur Tengah. Investor khawatir konflik dapat menarik negara‐negara lain dan mungkin mengganggu ekspor energi 
dari kawasan yang memasok lebih dari sepertiga minyak mentah dunia. Minyak mentah Brent untuk pengiriman Januari naik 2.5% dan 
minyak mentah berjangka AS bertambah 2.6%.   

• Sebuah  jajak  pendapat  Reuters  terhadap  para  analis  menjelang  data  persediaan  mingguan  AS  menunjukkan  stok  minyak  mentah 
diperkirakan akan meningkat sebesar 900.000 barel dalam pekan hingga 16 November. Persediaan bensin terlihat meningkat sebesar 1.3 
juta barel, sementara stok destillate diperkirakan telah turun sebesar 1 juta barel. 

EURO ZONE
• Perbankan pusat Eropa dan Jerman kemungkinan kehilangan momentum kedepannya pada akhir tahun karena perekonomian saat ini merasakan beban dari krisis 
utang zona euro dan perlambatan global, Bundesbank mengatakannya Senin lalu.  

• European Central Bank mengatakan bahwa seharusnya memiliki kekuatan untuk mengawasi semua lenders pada banking union, permintaan Presiden Jerman yang 
mempengaruhi pihak Bundesbank untuk cepat emosi.  

• Setelah tiga tahun menghadapi krisis, negara‐negara Eropa berusaha untuk menyetujui banking union untuk meletakkan landasan integrasi ekonomi yang luas dan 
melindungi euro. Itu menandai upaya pertama untuk menyatukan blok dalam menangani permasalahan lenders.  

• Spanyol  kemungkinan  akan  menekan  sekurang‐kurangnya  40  milyar  euro  ($51  milyar)  dari  bantuan  dari  dana  penyelamatan  zona  euro  untuk  membantu 
merekapitalisasi bank‐banknya, Deputi Menteri Ekonomi  Miguel Temboury mengatakannya.  

• Spanyol telah menyetujui batasan kredit yang dapat memberikan hingga 100 milyar euro pada dana penyelamatan zona euro untuk bank‐banknya.  

• Perdana menteri Italia Mario Monti mengatakan pemerintahan berikutnya akan melanjutkan tanggung jawab dengan reformasi ekonomi setelah pemilu pada musim 
semi. "We are confident that governments in Italy will continue on the reform path," Monti mengatakannya pada konferensi pers di Doha, Qatar.  


U.K.
• Sterling menguat terhadap dolar pada hari Senin setelah para petinggi Eropa mengatakan zona euro kemungkinan akan memberikan bantuan sementara 
senilai 44 milyar euro kepada Yunani untuk mengatasi utangnya. Sterling bergerak searah dengan euro yang menguat terhadap dolar setelah para petinggi 
Eropa menegaskan tidak akan membekukan pinjaman darurat ke Yunani pada hari Selasa.  

• Sterling menguat 0.2% terhadap dolar ke $1.5910, setelah rebound dari level terendah 2 bulan di $1.5828 yang dicapai pekan lalu. Namun penguatan sterling 
ini berpotensi hanya sementara saja menyusul kondisi ekonomi Inggris yang masih suram. 

• Tanda‐tanda bahwa politisi AS akan bersedia berkompromi untuk mencegah "tebing fiskal" dari kenaikan pajak dan pemotongan belanja senilai $ 600 miliar 
yang akan diberlakukan awal tahun depan juga mengangkat permintaan untuk mata uang berisiko terhadap safe haven dolar. 

• Dengan  minimnya  data  ekonomi  Inggris  yang  akan  dirilis  pekan  ini,  maka  pandangan  investor  akan  tertuju  pada  rilis  minutes  dari  sidang  BoE  bulan 
November. Investor akan menantikan kemungkinan adanya indikasi berlanjutnya kebijakan moneter longgar (QE). 

• Inggris keluar dari resesi pada kuartal ketiga namun rilis data ekonomi belakangan ini menunjukkan lemah dan data public sector borrowing (PSNB) yang akan 
dirilis pada hari Rabu diharapkan akan memberikan indikasi apakah pemerintah akan semakin dekat untuk memenuhi tujuan pengurangan defisit. 


JAPAN
• Menteri  perekonomian  Jepang  Seiji  Maehara  menghadiri  meeting  kebijakan  moneter  Bank  of  Japan  minggu  ini,  Jiji  news  agency  melaporkannya,  suatu 
tanda pemerintah memberikan lebih banyak tekanan pada bank sentral untuk membangkitkan pelemahan ekonomi.  

• Maehara telah menghadiri meeting sebelumnya sebanyak dua kali. Dibawah undang‐undang yang mengatur mengenai BOJ, perwakilan dari pemerintah 
dapat menghadiri BOJ meetings tetapi tidak dapat  untuk voting pada monetary policy.  

• Maehara  telah  mengulangi  ucapannya  akan  mengekspektasi  BOJ  untuk  melanjutkan  pelonggaran  kebijakan  moneter  dalam  mencapai  tujuannya  dari 
kenaikan 1 persen pada consumer inflation, dan dia mendukung kemungkinan BOJ untuk membeli obligasi asing.  


AUSTRALIA
• Australian dollar naik terhadap dollar AS dan mencapai level tertinggi tujuh bulannya terhadap yen Senin lalu, karena ekspektasi pada besarnya stimulus 
oleh otoritas Jepang untuk menjaga low‐yielding currency terhadap tekanan luar negeri.  

• Aussie <AUD=D4> naik ke level $1.0417, dari level $1.0346 pada awalnya, mendekati penguatan satu sen dari level terendah tiga minggunya Jumat lalu.   

• Obligasi bertenor 10‐tahun Australia sedikit menguat tetapi diekspektasi untuk diperdagangkan dalam kisaran sempit pada sentimen positif dari negosiasi 
defisit AS.  


SWISS
• Swiss National Bank dapat mempertahankan nilai patokan 1.20 franc per euro selama dibutuhkan, demikian wakil kepala SNB Jean‐Pierre Danthine menegaskan di 
Zurich, hari Senin kemarin. SNB telah menerapkan batasan penguatan franc terhadap euro di level 1.20 franc sejak September 2011 untuk mencegah perekonomian 
terseret kedalam resesi dan deflasi setelah investor dikhawatirkan dengan krisis utang Eropa yang mendorong mereka memburu franc Swiss. 

• Franc Swiss bergerak searah dengan euro yang menguat terhadap dolar Senin kemarin, menyusul pelaku pasar memangkas posisi dolar mereka ditengah harapan para 
pemimpin Kongres AS dapat menghindari pemangkasan anggaran secara otomatis yang akan menyebabkan terjadinya apa yang disebut dengan “tebing fiskal”. 

• Sementara  di  Eropa,  para  menteri  keuangan  akan  melanjutkan  pertemuannya  hari  Selasa  ini  untuk  membahas  bantuan  untuk  Yunani,  disamping  juga  masalah 
permintaan bailout Spanyol nampaknya akan menjadi agenda pembahasan. 

• Melemahnya  fundamental  ekonomi  di  Swiss,  seperti  kontraksi  tipis  ekonomi  di  kuartal  kedua,  telah  mendasari  tekad  SNB  untuk  mempertahankan  batasan  pada 
penguatan nilai tukar mata uangnya. 

• Franc terakhir tercatat bergerak menguat 0.5% terhadap dolar di sekitar 0.9405 franc, dibandingkan dengan posisi penutupan New York hari Jumat lalu. Sedangkan 
terhadap euro, franc bergerak relatif stabil di sekitar 1.2045 franc. 

Monday, November 19, 2012

Headline News 19.11.12


US & GLOBAL
• Bursa saham AS berakhir menguat pada hari Jumat di tengah harapan bahwa politisi akan menemukan landasan bersama untuk menghindari 
"tebing  fiskal"  yang  akan  merugikan  ekonomi  AS,  sementara  eskalasi  ketegangan  di  Timur  Tengah  telah  mendorong  naiknya  harga  minyak. 
Namun saham‐saham di bursa utama masih mencatat kerugian mingguan kedua kalinya secara berturut dipicu kekhawatiran mengenai masalah 
fiskal  pemerintah  AS    dan  suramnya  pertumbuhan  ekonomi  global  yang  mana  telah  menekan  sentimen.  Demokrat  mengatakan  mereka 
menyadari kebutuhan untuk mengekang pengeluaran dan Republik mengatakan mereka telah setuju untuk menempatkan "pendapatan di atas 
meja" setelah pertemuan dengan Presiden Barack Obama. 

• "These are very small steps in the right direction," said Kate Warne, investment strategist at Edward Jones in St Louis.   "The more evidence there 
is that Congress will make a decision sooner, the more likely we are to see stocks rebound."  

• Investor masih khawatir bahwa jika tidak tercapai kesepakatan untuk memodifikasi pemangkasan belanja dan kenaikan pajak otomatis, maka 
perkeonomian AS berpotensi tergelincir kedalam resesi. Indeks S&P 500 terkoreksi sekitar 4% selama lebih dari 2 pekan terakhir, sebagian karena 
kekhawatiran tersebut. 

• Dow Jones industrial average <.DJI> bertambah 45.93 poin atau 0.37% ke 12,588.31. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik 6.55 poin atau 
0.48%, ke 1,359.88. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> naik 16.19 poin atau 0.57% ke 2,853.13. Dalam sepekan, S&P turun 1.5%, berada 
di zona negatif dalam 2 pekan berturut‐turut. Indeks Dow kehilangan 1.8%, melemah untuk empat minggu berturut‐turut, sementara Nasdaq 
terkoreksi untuk 6 pekan berturut‐turut, juga turun 1.8%.    

• Indeks equitas dunia MSCI <.MIWD00000PUS> rebound di akhir sesi dan terakhir tercatat di sekitar 317.64 namun masih melemah 1.7% dalam 
sepekan.  

• FTSEurofirst 300 index <.FTEU3> melemah 1.04% ke 1,067.45 dan mencatat pekan terburuk sejak akhir September.  

• Harga  minyak  Brent  naik  di  atas $109 per  barel menyusul konflik  antara  Israel dan  Palestina di  Gaza  memicu kekhawatiran  tentang  pasokan. 
Investor khawatir bahwa Arab dapat terseret ke setiap potensi konflik, yang dapat mempengaruhi jalur pasokan minyak. Juga turut menambah 
kekhawatiran, kebakaran terjadi pada platform minyak dan gas alam di Teluk Meksiko, demikian US Coast Guard mengatakan. Diaporkan bahwa 
platform tidak aktif memproduksi. Brent crude <LCOc1> naik 94 sen ke $108.95 per barel. Sedangkan U.S. oil <CLc1> bertambah $1.22 ke $86.67.  

• Yen terkoreksi dalam 3 hari berturut‐turut terhadap dolar dan mencatat kerugian mingguan terburuknya sejak medio Februari dipicu ekspektasi 
pelonggaran moneter agresif dari BOJ. Perdana Menteri Jepang Yoshihiko Noda membuka jalan bagi pemilihan sela pada 16 Desember. Majelis 
rendah  parlemen  dibubarkan  pada  hari  Jumat.  Shinzo  Abe,  pemimpin  oposisi  utama  Partai  Demokratik  Liberal  dan  memiliki  peluang  untuk 
menjadi pemimpin Jepang berikutnya, pada Kamis lalu menyerukan bank sentral negara itu untuk mengadopsi suku bunga nol atau di bawahnya 
untuk  memacu  pinjaman.  Dolar  menguat    0.2%  di  81.26  yen.  Euro  melanjutkan  koreksinya  seiring  kekhawatiran  terhadap  nasin  Yunani.  Euro 
tercatat melemah 0.3% di $1.2739. 

• Harga  obligasi  AS  naik,  dengan  yield  mencapai  level  terendahnya  selama  lebih  dari  2  bulan  dipicu  skeptisme  apakah  Washington  akan 
menghasilkan sebuah kesepakatan untuk menghindari krisis keuangan dan kekhawatiran seputar pertikaian antara Israel dan Palestina. Treasury 
tenor 10 tahun naik 4/32 dengan yield di 1.581%. 

• Harga emas melemah dan mencatat koreksi tajam mingguannya disebabkan kekhawatiran perlambatan ekonomi dan kekhawatiran terjadinya 
resesi ekonomi di AS. Dalam sepekan emas tercatat turun 1% dan melemah dalam 5 dari 6 pekan perdagangannya. Harga emas turun 0.2% ke 
$1,712.60 per ounce setelah menembus level terendah 1 pekan di $1,704 pada hari Kamis.


GOLD & COMMODITIES
• Emas melemah Jumat kemarin dan menyebabkan akumulasi tekanan mingguan akibat indikasi penurunan perekonomian global – kekhawatiran 
resesi AS menekan minat terhadap emas sebagai aset untuk hedging terhadap inflasi. 

• Sepanjang pekan kemarin, emas mengalami tekanan sekitar 1% dan sudah mengalami tekanan dalam 5 dari 6 pekan perdagangan terakhir – 
menyusul berkembangnya dinamika pasar setelah data yang mengindikasikan perekonomian Eropa juga sedang memasukii jurang resesi. Selain 
itu pesimisme data‐data ekonomi AS belakangan ini, disinyalir sebagai dampak dari bada Sandy yang menerjang belum lama ini, serta outlook 
negatif sektor perumahan dari Ben Bernanke, juga menyebabkan tekanan emas tersebut. 

• Penurunan emas dikatakan juga sebagai pengaruh tekanan indeks S&P 500 yang mengalami tekanan terbesar dalam basis 2 mingguan selama 6 
bulan –semata juga disebabkan oleh isu fiscal cliff AS, yang akan mendorong ekonomi AS kembali ke jurang resesi jika penurunan anggaran dan 
kenaikan pajak secara otomatis dilakukan awal 2013 tanpa intervensi. 

• Sementara pertemuan pertama presiden Obama dengan anggota Kongres AS, Jumat lalu, dalam rangka membahas langkah untuk menghindari 
fiscal cliff, nampaknya menemukan titik harapan, setelah para pemimpin di Kongres AS berjanji untuk mencari solusi yang pantas dan umum 
untuk masyarakat dalam rangka kenaikan pajak dan pemangkasan anggaran. 

• Memanasnya konflik gepolitik di jalur Gaza dan laporan penurunan demand emas untuk Q3 dari World Gold Council (WGC) juga menjadi hal‐hal 
lain yang menekan emas di pekan kemarin. 

• Namun  fluktuasi  dan  volatilitas  emas  yang  besar  masih  potensial  di  tengah  uncertainty  global  yang  meningkat  belakangan  ini.  Hanya  saja 
pergerakan emas yang harusnya terdorong naik oleh peran safe‐haven‐nya karena kondisi uncertainty, masih terhalang oleh penguatan dolar AS, 
yang terbilang fresh setelah menembus ke atas key‐level 80 usai key‐event pilpres AS awal bulan ini.


OIL & COMMODITIES
• Harga  minyak  Brent  naik  di  atas  $109  per  barel  menyusul  konflik  antara  Israel  dan  Palestina  di  Gaza  memicu  kekhawatiran  tentang 
pasokan. Investor khawatir bahwa Arab dapat terseret ke setiap potensi konflik, yang dapat mempengaruhi jalur pasokan minyak.  

• Juga turut menambah kekhawatiran, kebakaran terjadi pada platform minyak dan gas alam di Teluk Meksiko, demikian US Coast Guard 
mengatakan. Diaporkan bahwa platform tidak aktif memproduksi. Brent crude <LCOc1> naik 94 sen ke $108.95 per barel. Sedangkan U.S. 
oil <CLc1> bertambah $1.22 ke $86.67.  

• Industrial output AS diluar dugaan turun di bulan Oktober dipicu badai raksasa Sandy telah mengganggu produksi.Industrial production 
terkontraksi 0.4% bulan lalu setelah revisi 0.2% kenaikan di bulan September, demikian laporan dari The Federal Reserve. 

• The  Fed  melaporkan  badai  raksasa  Sandy  yang  menghantam  Pantai  Timur  di  akhir  Oktober  diperkirakan  telah  memangkas  tingkat 
produksi  sekitar  1%.  Badai  tersebut  telah  mengurangi  produksi  untuk  utilitas,  kimia,  makanan,  transportasi,  komputer  dan  produk 
elektronik. 


EURO ZONE
• Perselisihan  di  antara  kreditur  internasional  untuk  Yunani  dan  relatif  lemahnya  rilis  data  ekonomi  dari  regional  Eropa  belakangan  ini  menahan  upaya 
rebound EURUSD menjelang akhir pekan kemarin di areal 1.2800, untuk kemudian kembali mencoba menembus ke bawah areal 1.2700. 

• Kemungkinan haircut lanjutan untuk hutang Yunani, yang diperkirakan berpeluang terjadi oleh anggota ECB, Luc Coene, memicu rebound EURUSD. Namun 
koleganya,  Jens  Widmann,  Jumat  lalu  memberikan  komentar  tambahan  untuk  hal  ini,  bahwa  haircut  seharusnya  diberikan  sebagai  ‘hadiah’  jika  Yunani 
sudah melaksanakan reformasi yang direncanakannya. 

• Isu krisis hutang Eropa, terkait rencana bantuan lanjutan ke Yunani, serta isu fiscal cliff AS – dimana presiden Obama dan anggota Kongres AS Jumat lalu 
mulai melakukan pembicaraan untuk mencapai kesepakatan terkait pemberlakuan pemangkasan spending dan kenaikan pajak AS yang bernilai $600 milyar 
dan beresiko mendorong kembali AS ke jurang resesi – menjadi pemicu tekanan EURUSD belakangan ini. 

• Pasar  akan  menantikan  pertemuan  menteri  keuangan  Eropa  pada  20  November  2012  pekan  ini,  yang  dihimbau  oleh  direktur  IMF,  Christine  Lagarde, 
seharusnya bisa menghasilkan putusan untuk bantuan lanjutan Yunani, yang bernilai 31 milyar euro. 

• Juga  di  pekan  ke  depan,  pasar  akan  melihat  apakah  pembahasan  fiscal  cliff  oleh  presiden  Obama  dan  anggota  Kongres  yang  dimulai  Jumat  lalu  akan 
menunjukkan perkembangan yang signifikan.


U.K.
• Sterling awalnya melemah mendekati level terendah 2 bulan pada perdagangan hari Jumat, setelah berkembang spekulasi mengenai berlanjutnya kebijakan 
moneter longgar oleh BoE. Sterling sempat terkoreksi ke level intraday low di $1.5837, mendekti level terendah 2 bulan di $1.5828 yang dicapai hari Kamis 
sebelumnya. 

• Selama  sepekan  kemarin,  sterling  tertekan  oleh  komentar  dari  bank  sentral  Inggris  (BoE)  yang  mengatakan  Inggris  menghadapi  tahun‐tahun  dengan 
pertumbuhan  ekonomi  yang  sulit  dan  membuka  peluang  untuk  dilanjutkannya  program  stimulus.  Komentar  dari  Gubernur  BoE  Mervyn  King  yang 
mengatakan bahwa akan sulit bagi ekonomi untuk tumbuh pesat tanpa menurunkan nilai tukar mata uang, juga turut menekan sterling. King mengatakan 
ekonomi kemungkinan akan melemah kembali di akhir tahun ini, hanya 1 kuartal setelah perekonomiannya keluar dari resesi, dan mengingatkan bahwa 
kebijakan moneter hanya diperuntukkan untuk kepentingan memulihkan perekonomian. 

• Namun menjelang akhir sesi New York, sterling kembali menguat dan bergerak di sekitar $1.5885, atau naik 0.13% terhadap dolar. 

• Minutes  dari  sidang  terakahir  BoE  akan  dirilis  hari  Rabu  pekan  ini  dan  diharapkan  akan  memberikan  petunjuk  apakah  kebijakan  moneter  longgar  akan 
dilanjutkan.


JAPAN
•  Yen berlanjut melemah atas dolar AS pada Jumat kemarin, sekaligus merupakan pelemahan terdalamnya untuk basis mingguan sejak pertengahan Februari 
2012 lalu.  

•  Dalam 2 hari perdagangan (Kamis dan Jumat) pekan lalu, yen mengalami pelemahan lebih dari 2% ‐ merupakan pelemahan terbesar untuk basis 2 harian 
sejak Oktober 2012. 

•  Sejak Kamis pekan lalu, yen bergerak tajam ke level terlemahnya selama 6,5 bulan ke level 81.45 per dolar AS, dipicu oleh ekspektasi pelonggaran moneter 
lebih agresif oleh BoJ menyusul pembubaran parlemen Jepang Jumat lalu untuk pelaksanaan pemilu dadakan pada 16 Desember.   

•  Pada  dasarnya  faktor  utama  penggerak  USDJPY  adalah  diferensiasi  suku  bunga  AS  dan  Jepang,  yang  saat  ini  sangat  tipis.  Pelaku  pasar  akan  sangat 
menantikan  hasil  pemilu  Jepang  menyusul  calon  kuat  PM  Jepang  dari  partai  oposisi  (LDP)  untuk  pemilu  Desember  tersebut,  menginginkan  pelonggaran 
moneter (dengan suku bunga jika perlu sampai di bawah 0%) dalam rangka upaya keluar dari jurang deflasi dan mencegah penguatan yen lebih lanjut.  

•  Senin‐Selasa pekan ini BoJ akan melangsungkan pertemuan untuk membahas kebijakan moneternya.  


AUSTRALIA
• AUDUSD cenderung rebound setelah menemukan tentative‐footing di areal terendahnya selama sekitar 3 pekan di 1.0283/88 untuk ditutup di areal 1.0340, namun 
untuk basis mingguan AUDUSD ditutup melemah dari penutupan pekan sebelumnya. 

• Para analis pasar melihat potensi tekanan AUDUSD masih akan berkembang, menyusul sudah dimulainya pembahasan isu fiscal cliff oleh presiden Obama dengan 
Kongres AS Jumat kemarin 

• Joe Capurso, analis dari Commonwealth Bank Australia, menyatakan: “If there’s any sign the discussion is going to be protracted, that will worry the market and push 
down the Aussie.” 

• Di tengah gugupnya investor dalam kewaspadaan besar saat ini, maka hal‐hal seperti meningkatnya eskalasi konflik geopolitik di jalur Gaza, dapat mendorong aksi 
likuidasi  long‐position  (beli)  yang  sejak  Mei  2012  meningkat,  dengan  support  (triple  bottom)  yang  bertahan  sejak  Juli  2012  terancam  untuk  ditembus,  jika 
kekhawatiran di kalangan investor terus meningkat. 


SWISS
• Franc Swiss melemah terhadap dolar pada hari Jumat setelah penguatannya selama 2 hari terakhir dan menjelang pembicaraan mengenai tebing 
fiskal anggaran antara Presiden AS Barack Obama dan para pemimpin Kongres yang dimulai hari Jumat (16/11). 

• Minat pada aset beresiko menurun setelah rilis data hari Kamis sebelumnya yang menunjukkan ekonomi zona euro kembali tersungkur kedalam 
resesi di kuartal ketiga, ditambah masalah tebing fiskal AS dan eskalasi ketegangan di Jalur Gaza. 

• Sementara euro menguat tipis terhadap franc Swiss di sekitar 1.2045 franc per euro dibandingkan penutupan New York hari Kamis, menyusul 
Kepala Swiss National Bank Thomas Jordan memberikan penilaian hati‐hati terhadap perekonomian Swiss ditengah kondisi ekonomi zona euro 
yang tengah melemah, sebagai pasar ekspor terbesar, dan menegaskan kembali komitmen SNB untuk mempertahankan nilai patokannya yang 
dikenakan pada franc Swiss sejak tahun lalu.

Friday, November 16, 2012

Headline News 16.11.12


US & GLOBAL
• Bursa global terkoreksi dalam 7 hari berturut‐turut pada hari Kamis setelah data menunjukkan ekonomi zona euro jatuh kedalam resesi di kuartal  ketiga  dan  adanya  kekhawairan  “tebing  fiskal”  AS,  sementara  harga  minyak  turun  meskipun  terjadi  kekerasan  di  Jalur  Gaza.  Rilis  buruk  data  ekonomi  telah  meminimalisasi  pengaruh  dari  kerusuhan  Timur  Tengah,  dimana  eskalasi  ketegangan  di  wilayah  tersebut  dapat  mengancam  terhambatnya pasokan minyak. Hamas menembakkan puluhan roket ke Israel selatan, menewaskan tiga orang, dan Israel meluncurkan banyak   serangan udara di seluruh Jalur Gaza. 

• Harga minyak terkoreksi pada hari Kamis ketika sebuah kenaikan klaim pengangguran dan laporan laba perusahaan yang mengecewakan telah  menimbulkan kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi, dan pasar memusatkan perhatiannya di Timur Tengah. Kontrak Desember Brent yang  sudah  jatuh  tempo  dirilis  naik  $1.36  ke  $110.97  per  barel,  sedangkan  untuk  kontrak  Januari  turun  68  sen  ke  $107.80  per  barel.  Rilis  mengecewakan data ekonomi juga turut menekan saham dan minyak mentah AS yang turun 87 sen ke $85.45 per barel. 

• Bursa saham AS mengalami tekanan dengan indeks S&P 500 terkoreksi untuk ketiga kalinya secara berturut‐turut setelah Wal‐Mart Stores Inc  <WMT.N>,  peritel  terbesar  dunia,  memberikan  laporan  penjualan  kuartalan  yang  mengecewakan.  Saham  juga  tertekan  oleh  kekhawatiran  masalah anggaran pemerintah AS dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi di tahun 2013. 

• Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 28.57 poin atau 0.23% di 12,542.38. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> jatuh 2.16 poin  atau 0.16% ke 1,353.33. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> melemah 9.87 poin atau 0.35% di 2,836.94.  

• Saham  Wal‐Mart  jatuh  3.6%  ke  $68.72 setelah  melaporkan penjualan kuartalan naik  3.4%,  di bawah  perkiraan  pasar,  menyusul  menurunnya  permintaan dari China dan Jepang, dan juga AS. 

• Badai  Sandy  di  wilayah  Timur  Laut  AS  telah  memicu  naiknya  klaim  pengangguran  mingguan  ke  level  tertinggi  1‐1/2  tahun  di  pekan  lalu.  Menurunnya indeks bisnis The Fed untuk wilayah Mid‐Atlantic juga terimbas oleh Badai Sandy, yang telah menyebabkan padamnya listrik dan  masalah komunikasi. 

• Di  Eropa,  bursa  saham  berakhir  melemah,  dengan  indeks  utama  menembus  level  terendah  2  bulan  pasca  rilis  data  ekonomi  yang  mengecewakan. Indeks FTSEurofirst 300 <.FTEU3> ditutup melemah 0.9% di 1,078.64, level terendahnya sejak awal September. 

• Pertumbuhan  ekonomi  di  Jerman,  sebagai  negara  dengan  perekonomian  terbesar  di  zona  euro,  melambat  menjadi  0.2%  di  kuartal  ketiga  dibandingkan dengan periode kuartal sebelumnya, sementara untuk PDB zona euro menunjukkan kontraksi kedua kalinya secara berturut‐turut  yang  mengindikasikan  ekonomi  jatuh  kedalam  resesi.  PDB‐Q3  zona  euro  terkontraksi  0.1%  setelah  mencatat  kontraksi  0.2%  di  kuartal  kedua  sebelumnya, membuatnya tersungkur kedalam resesi keduanya sejak 2009. 

• Bursa dunia mencatat kerugian dalam 7 hari berturut‐turut. Indeks ekuitas dunia MSCI turun 0.35% ke 317.54 dan saat ini mencatat turun lebih  dari 3% dalam bulan ini. 

• Yen  anjlok  ke  level  terendahnya  terhadap  dolar  sejak  akhir  April  setelah  pemimpin  dari  partai  oposisi  utama  Jepang  meminta  untuk  memberlakukan suku bnga negatif, melemahkan daya tarik mata uangnya meskipun berstatus safe‐haven. Dolar menguat 1.16% ke 81.17 yen.  Euro  terapresiasi  ke  level  tertinggi  2  pekan  terhadap  yen  dan  juga  terhadap  dolar,  meskipun  kondisi  ekonomi  kawasan  terlihat  suram.  Euro  tercatat naik 0.32% di $1.2775. 

• Sementara harga Treasury AS naik tipis dengan Treasury tenor 10 tahun naik 2/32 dengan yield di 1.589%. Sedangkan harga emas turun 0.7% ke  $1,713.99, sebagian karena rebound setelah menembus level terendah 1 pekan di $1,704.69.  

GOLD & COMMODITIES
• Emas di pasar spot <XAU=> merosot lebih dari 1% ke level terendah selama sepekan Kamis kemarin mengikuti penurunan di bursa‐bursa saham,  namun masih dibayangi oleh isu fiscal cliff AS. 

• Data membuktikan bahwa krisis hutang Eropa telah menghambat pertumbuhan ekonomi Eropa pada Q3 – yang Kamis kemarin menjadi faktor  penekan aset finansial global sejak sesi Eropa. 

• Tekanan  emas  kemarin  juga  dipicu  oleh  berakhirnya  aksi  mogok  pekerja  tambang  di  Afrika  Selatan,  setelah  para  buruh  tambang  tersebut  mencapai kesepakatan dengan Anglo American Platinum Ltd – produsen logam mulia terkemuka dunia. 

• Korelasi  searah  antara  bursa  saham  dan  pasar  emas  ini  dikomentari  oleh  Nic  Brown,  seorang  analis  dari  Natixis:  “You  get  periods  of  high  correlation between risky assets, and this seems to be happening now. There are times when gold is just another commodities.” 

• Sementara terkait dengan fiscal cliff AS – pemangkasan anggaran dan kenaikan pajak yang akan efektif awal tahun 2013 jika Kongres AS tidak  mencapai kesepakatan atau proses negosiasi untuk solusinya berlarut‐larut – Nic Brown berpendapat bahwa itu akan mendorong kenaikan harga  emas kembali sebagai aset safe‐haven. 

• Faktor geopolitik, yang saat ini kembali memanas di jalur Gaza menyusul serangan militer Israel ke kelompok militan Hamas Palestina, biasanya  memberikan  dampak  pada  harga  emas,  dipengaruhi  oleh  kenaikan  harga  minyak  yang  akan  mempengaruhi  inflasi  dan  kemudian  mendorong  perekonomian ke arah resesi. Jika isu geoplitik ini terus memburuk, pada gilirannya dapat mempengaruhi emas sebagai aset safe‐haven. Untuk  saat ini pengaruh tersebut, menurut Ole Hansen, VP di Saxo Bank, masih dibatasi karena penguatan dolar AS. 

• Sebagai informasi, sebuah laporan dari World Gold Council (WGC) Kamis kemarin menunjukkan bahwa demand emas global merosot 11% pada  Q3 dari rekor tertingginya yang dicapai di kuartal yang sama tahun 2011 sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh merosotnya permintaan dari Cina  karena  perlambatan  ekonominya,  namun  masih  tingginya  permintaan  dari  India  –  pembeli  emas  terbesar  dunia  –  mampu  menghambat  penurunan lebih besar. 

• Namun WGC memproyeksikan harga emas masih akan bertahan di atas levelnya saat ini karena pelonggaran moneter global (berupa pembelian  aset  pemerintah  di  negara‐negara  besar  dunia  oleh  masing‐masing  bank  sentralnya,  kekhawatiran  fiscal  cliff  AS  serta  peningkatan  demand  musiman emas di India dan Cina dalam beberapa bulan ke depan.


OIL & COMMODITIES
• Harga minyak terkoreksi pada hari Kamis ketika sebuah kenaikan klaim pengangguran dan laporan laba perusahaan yang mengecewakan  telah menimbulkan kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi, dan pasar memusatkan perhatiannya di Timur Tengah. 

• Tekanan muncul setelah data klaim pengangguran mingguan AS mencatat naik pekan lalu, merefelksikan dampak dari Badai Sandy di  bulan Oktober, yang juga melemahkan aktifitas ekonomi di wilayah Mid‐Atlantic. 

• Data yang menunjukkan ekonomi zona euro kembali jatuh kedalam resesi kedua sejak 2009 di kuartal ketiga juga turut memberi tekanan  pada harga minyak. 

• Hasil  mengecewakan  dari  Wal‐Mart  Stores  Inc  dan  kekhawatiran  terjadinya  “tebing  fiskal”  AS  juga  menekan  pasar  ekuitas  dan  pasar  minyak. 

• Perdagangan  terlihat  fluktuatif,  dengan  harga  minyak  sempat  menguat  dengan  cepat  menyusul  kekerasan  antara  Israel  dan  Hamas  menarik perhatian pasar. Hamas menembakkan puluhan roket ke Israel selatan, menewaskan tiga orang, dan Israel meluncurkan banyak   serangan udara di seluruh Jalur Gaza. 

• Sementara kejadian antara Israel dan wilayah Palestina tidak langsung mengancam pasokan, pasar minyak sensitif terhadap kekerasan di  Timur Tengah, yang menghasilkan sepertiga minyak dunia. Pedagang khawatir bahwa produsen Arab dapat terseret ke dalam konflik,  yang dapat mempengaruhi jalur suplai mereka. 

• Kontrak Desember Brent yang sudah jatuh tempo dirilis naik $1.36 ke $110.97 per barel, sedangkan untuk kontrak Januari turun 68 sen  ke $107.80  per barel. Sementara untuk minyak mentah berjangka AS pengiriman Desember  turun 87 sen ke $85.45 per barel.  

EURO ZONE
• EURUSD berlanjut bangkit dari level terendah selama 2 bulan, di sekitar 1.2662 yang dicapai Selasa lalu, menuju kembali ke areal 1.2800 di sesi AS semalam.  Para trader mengatakan kenaikan ini dipicu oleh aksi beli dari sejumlah korporasi Eropa. 

• Rebound  EURUSD  nampaknya  masih  rentan  jika  melihat  lambannya  pertumbuhan  ekonomi  Q3  di  sejumlah  wilayah  Eropa  serta  uncertainty  terhadap  bantuan lanjutan ke Yunani dan Spanyol. 

• Namun di sisi lain, menurut para analis pasar, investor justru khawatir untuk terus menekan (sell) euro dalam kapasitas besar karena kemungkinan langkah  kejutan dari otoritas Eropa untuk solusi krisis hutang regionalnya. 

• Yang jelas akselerasi rebound EURUSD untuk menguji areal 1.2800 semalam terjadi setelah rilis pesimis data‐data ekonomi AS, seperti weekly jobless claims  dan Philadelphia Fed index, sebagai dampak dari terjangan badai topan Sandy beberapa waktu lalu. 


U.K.
• Sterling melemah terhadap euro dan menguat dari level terendah 2 bulan terhadap dolar pada hari Kamis, namun pergerakannya terlihat rentan tekanan setelah data  ekonomi Inggris dirilis pesimis yang meningkatkan resiko dilanjutkannya stimulus. 

• Sterling terakhir kali tercatat bergerak menguat 0.2%  di $1.5862, setelah tersungkur ke level intraday low di $1.5828, level terendahnya sejak 5 Oktober, setelah rilis  data penjualan ritel Inggris yang mengalami penurunan diluar dugaan. 

• Namun sterling berpotensi kembali menguat terhadap dolar seiring dengan menguatnya euro menyusul minat terhadap aset beresiko meningkat setelah rilis lebih  baik dari perkiraan untuk data ekonomi Perancis dan Jerman. 

• Data ekonomi menunjukkan penjualan ritel Inggris di bulan Oktober turun 0.8%, dibandingkan dengan ekspektasi pasar tidak terjadi perubahan (0.0%). Kondisi ini  telah menghapus kenaikan 0.6% di bulan September sebelumnya dan menggugurkan harapan adanya dukungan dari sektor belanja pada proses pemulihan ekonomi.  Kondisi ini juga menurunkan ekspektasi untuk GDP‐Q4 Inggris setelah di kuartal ketiga mencatat pertumbuhan positif. 

• Prospek sterling terlihat masih suram seiring melemahnya perekonomian Inggris yang diprediksi hampir tidak mengalami pertumbuhan di kuartal keempat tahun ini  dan hanya mengalami ekspansi seidikit di atas 1% untuk tahun depan, berdasarkan jajak pendapat Reuters. 

• Terhadap euro, sterling menembus level terendah 2 pekan. Euro menguat 0.2% di 0.8055 pound setelah mencatat intraday high di 0.8065 pound, yang merupakan  level tertingginya sejak 31 Oktober. Namun demikian, euro juga menghadapi resiko untuk terdepresiasi lebih lanjut jika krisis utang kawasan terus berkelanjutan dan  ekonomi zona euro terancam melemah lebih buruk dari Inggris. 


JAPAN
• Akselerasi pelemahan yen berlanjut Kamis kemarin, ke level terlemahnya sejak April terhadap dolar AS dan  ke level terlemahnya selama 2 pekan atas euro (meskipun  data GDP Q3 Eropa kemarin mengindikasikan resesi kedua yang dialaminya sejak 2009), seiring berkembangnya dinamika politik Jepang sejak pernyataan Yoshihiko  Noda yang akan membubarkan parlemen Jepang Jumat ini dan akan mengadakan pemilu pada 16 Desember mendatang. 

• Kamis kemarin oposisi (LDP) kembali menghimbau BoJ untuk terus melakukan pelonggaran moneter dalam rangka memenuhi target inflasi – sehingga meredam peran  safe‐haven yen di tengah uncertainty global saat ini.    

• Shinzo Abe, ketua partai LDP yang kembali akan dicalonkan menjadi PM Jepang di pemilu darurat yang rencananya akan diselenggarakan Desember mendatang, Kamis  kemarin kembali menghimbau BoJ agar menerapkan kebijakan suku bunga di bawah 0% (sub‐zero) dan melawan penguatan yen. 

• Dinamika politik Jepang, pembubaran parlemen dan pelaksanaan pemilu darurat Desember, yang akan mempengaruhi kebijakan ekonomi dan moneternya, potensial  masih akan memicu akselerasi pelemahan yen. Namun uncertainty pada solusi krisis hutang Eropa dan isu fiscal cliff AS yang masih membayangi pelaku pasar, dapat  menyebabkan rentannya pergerakan yen di sisa November dan di penghujung tahun 2012 ini.


AUSTRALIA
• Aussie dollar tertekan ke level terendahnya untuk beberapa pekan menyusul para investor mulai memangkas posisi long (beli) mereka – namun masih relatif menguat  atas yen didorong oleh spekulasi pelonggaran moneter lebih lanjut di Jepang. 

• AUDUSD tertekan ke level terendah selama 3 pekan di 1.0308 kemarin.  

• Berlanjutnya  penurunan  bursa  saham  global,  lemahnya  data  tenaga  kerja  dan  indeks  sentiment  dari  wilayah  Philadelphia,  serta  data  yang  membuktikan  resesi  ekonomi akibat krisis hutang di wilayah Eropa, mendorong investor untuk melakukan penyesuaian portofolio dan menghindar dari Aussie dollar – sebagai salahsatu  aset high‐risk. 

• Selain itu meningkatnya kekhawatiran terhadap fiscal cliff AS dan memanasnya konflik geopolitik di jalur Gaza antara Israel dan kelompok militan Palestina, menjadi  faktor lainnya yang telah membayangi tekanan AUDUSD belakangan ini. 

• Isu dalam negeri terbilang sedikit sekali yang bisa mempengaruhi pergerakan AUDUSD, dan investor dapat melakukan tekanan lebih besar untuk AUDUSD jika masih  cenderung fokus pada data ataupun peristiwa global yang akhir‐akhir ini menyebabkan aset‐aset beresiko menjadi dihindari kembali. 


SWISS
• Franc  Swiss  bergerak  relatif  stabil  terhadap  euro  namun  berhasil  melanjutkan  penguatannya  terhadap  dolar  setelah  rilis  data  zona  euro  menunjukkan  ekonomi kawasan kembali jatuh kedalam resesi keduanya sejak 2009 di kuartal ketiga tahun ini, sementara kekhawatiran terhadap “tebing fiskal” AS telah  membebani sentimen pasar. 

• Franc diperdagangkan di sekitar 1.2036 franc per euro, mendekati level tertinggi 10 pekan terhadap mata uang tunggal Eropa tersebut dalam pekan ini.  Sedangkan dolar tercatat melemah 0.25% terhadap franc setelah bergerak di sekitar 0.9425 franc dibandingkan penutupan New York hari Rabu. 

• Ekonomi zona euro kembali mengalami resesi meskipun 2 negara kawasan yaitu Jerman dan Perancis menunjukkan pertumbuhan positif. Kedua negara  tersebut  mencatat  ekspansi  ekonomi  sebesar  0.2%  di  kuartal  ketiga.  Ekonomi  zona  euro  mencatat  kontraksi  0.1%  di  kuartal  ketiga  setelah  mencatat  kontraksi 0.2% di kuartal kedua sebelumnya.  

Thursday, November 15, 2012

Headline News 15.11.12


US & GLOBAL
• Bursa saham dunia terkoreksi pada hari Rabu dengan indeks saham AS ditutup pada level terendahnya sejak musim panas karena investor fokus pada  masalah “tebing fiskal” AS sementara harga minyak akibat eskalasi kerusuhan di Timur Tengah. Indeks Dow dan Nasdaq menembus level terendah sejak  akhir Juni, sementara S&P 500 ditutup pada level terendahnya sejak akhir Juli. Tekanan jual pada bursa AS berlanjut setelah pidato pertama Presiden  Barack Obama setelah terpilih kembali menjadi presiden AS, dimana ia menegaskan kembali seruannya bagi orang kaya untuk membayar pajak yang lebih  tinggi. 

• Harga  minyak  Brent  naik  lebih  dari  1%  menuju  $110  per  barel  pada  hari  Rabu,  mengakhiri  penurunan  2  hari  secara  berturut‐turut  menyusul  Israel  melancarkan serangan besar‐besaran terhadap militan Palestina di Gaza, memperkuat kekhawatiran tentang ketegangan di Timur Tengah. Kepala militer  Hamas  tewas  ketika  mobilnya  dihantam  oleh  serangan  udara  Israel,  kelompok  Islam  Palestina  mengatakan,  menyusul  sejumlah  serangan  Israel  telah  mengguncang Jalur Gaza. Seorang pejabat Israel mengatakan serangan terhadap komandan Hamas itu bukan akhir dari serangan di wilayah pesisir dan  serangan berikutnya akan dilanjutkan. Ketegangan sudah tinggi di wilayah itu menyusul konflik Suriah telah memasuki bulan kedua puluh. 

• Investor  mengkhawatirkan  dampak  dari  kenaikan  pajak  dan  pemangkasan  anggaran  belanja  pemerintah  terhadap  ekonomi  AS  jika  Obama  dan  Partai  Republik gagal mencapai kompromi untuk menghindari “tebing fiskal”. Obama dijadwalkan akan memulai pembicaraan pekan ini. 

• Laporan laba dari Cisco Systems Inc. <CSCO.O> dan juga dua perusahaan ritel awalnya sempat mendorong naiknya indeks saham, namun di akhir sesi  terjadi tekanan jual. Dow Jones industrial average <.DJI> merosot 185.23 poin atau 1.45% dan ditutup di 12,570.95. Standard & Poor's 500 Index <.SPX>  turun 19.04 poin atau 1.39% dan berakhir di 1,355.49. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> merosot 37.08 poin atau 1.29% di 2,846.81.  

• Brent December crude <LCOc1> berakhir di $109.61, naik $1.35 di atas level MA‐100 di $109.50. Sedangkan U.S. December crude <CLc1> naik 94 sen di  $86.32 per barel, turun dari level intraday high $86.65. Kontrak Desember Brent akan berakhir hari Kamis, diikuti oleh kontrak Desember US crude pada  hari Jumat.  

• Meningkatnya kekhawatiran telah mendorong naiknya harga obligasi pemerintah AS, apalagi setelah rilis FOMC minutes malam tadi yang menunjukkan  sejumlah pejabat The Fed meyakini bahwa bank sentral perlu untuk melanjutkan pembelian obligasi untuk membantu perekonomian.Treasury tenor 10  tahun naik 1/32 dengan yield turun di 1.59% dari 1.60% posisi penutupan Selasa. 

• Euro menguat terhadap dolar, mengakhiri 5 hari penurunannya secara berturut‐turut, menyusul meredanya kekhawatiran mengenai Spanyol dan Yunani  dan adana indikasi akan dilanjutkannya pembelian ob,ligasi oleh The Fed. 

• Sementara  yen  koreksi  tertajamnya  dalam  2  bulan  terhadap  euro  dan  dolar  setelah  Perdana  Menteri  Jepang  Yoshihiko  Noda  mengatakan  siap  untuk  membubarkan parlemen majelis rendah dalam pekan ini dan akan mengadakan pemilu di bulan depan. 

• Indeks ekuitas global MSCI turun 3.32 poin atau 1% ke 318.64. Bursa Eropa jatuh, namun bursa Asia berhasil rebound dari level terendah 7 pekan. 

• European Union Economic and Monetary Affairs Commissioner Olli Rehn mengatakan Spanyol telah mengambil tindakan yang efektif untuk mengatasi  defisit  anggaran  tahun  2012  dan  2013,  meskipun  langkah‐langkah  untuk  anggaran  2014  masih  jauh  dari  harapan.  Komentarnya  tersebut  berhasil  mengangkat euro. Euro menguat 0.3% ke $1.2734. Terhadap yen, euro naik 1.3% ke 102.14 yen. Dolar menguat 1.1% ke 80.30 yen. 

• Sterling menembus level terendah lebih dari 2 bulan terhadap dolar di $1.5839 setelah laporan inflasi BoE menggambarkan prospek suram untuk ekonomi  Inggris dan Gubernur Mervyn King mengatakan quantitative easing akan dimulai kembali. Sterling terakhir tercatat turun 0.2% di $1.5841. 

• Kekhawatiran investor terhadap krisis Eropa masih dominan, sehingga memicu tekanan pada indeks saham Eropa.  FTSEurofirst 300 index <.FTEU3> turun  1% ke 1,088.43 poin. London's FTSE 100 <.FTSE>, Frankfurt's DAX <.GDAXI> and Paris's CAC‐40 <.FHCI> kesemuanya berakhir melemh.  

• Harga  emas  juga  terangkat  seiring  naiknya  harga  minyak  akibat  ketegangan  di  Timur  Tengah.  Harga  emas  spot  turun  43  sen  ke  $1,724.46  per  ounce,  tertekan  oleh  penurunan  Wall  Street  1%  di  akhir  sesi.  Namun  harga  emas  berjangka  COMEX  AS  untuk  pengiriman  Desember  ditutup  naik  $5.30  di  $1,730.10.  Silver juga naik 0.4% ke $32.60 per ounce dan Platinum <XPT=> naik ke $1,597.50, mencatat kinerja terbaiknya sejak 23 Oktober, dan terakhir  tercatat naik 75 sen di $1,581.50. 


GOLD & COMMODITIES
• Harga emas bangkit dari tekanan sebelumnya, mengikuti kenaikan minyak menyusul meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, serta masih 
terfokusnya para trader emas pada perkembangan isu fiscal cliff AS, yang otomatis akan dimulai tahun depan dan beresiko mendorong perekonomian AS 
ke jurang resesi – sebuah kondisi yang membuat emas akan menjadi aset untuk berlindung bagi para investor. 

• Berita  bahwa  pasukan  Israel  telah  menyebabkan  tewasnya  komandan  militer  kelompok  Hamas  Palestina  dalam  sebuah  serangan  rudal  ke  jalur  Gaza, 
memicu demand pada aset‐aset safe‐haven seperti emas. 

• Untuk pelaku emas, perlu dicermati komentar dari Edward Meir, analis logam bada broker berjangka INTL FCStone, yang mengatakan: "Our short‐term 
outlook continues to call for further gains in gold, but we would not be surprised by a rather substantial correction once a fiscal‐cliff agreement is reached,"  

• Selain  itu  mulai  terlihat  rusuhnya  aksi  mogok  menolak  austerity  measures  di  Spanyol  dan  Italia  juga  menjadi  faktor  lain  yang  meningkatkan  demand 
terhadap emas dan aset‐aset safe‐haven lainnya. 

• Harga  emas  sempat  tertekan  ketika  data  retail  sales  Oktober  AS  menunjukkan  penurunan  untuk  pertama  kalinya  selama  3  bulan,  dipengaruhi  oleh 
dampak badai topan Sandy – sebuah indikasi awal bahwa spending masyarakat AS beresiko merosot di kuartal akhir 2012 ini. 

• Menurut Daniel Brebner, analis dari Deutsche Bank bahwa emas masih beresiko tertekan jika logam mulia tersebut ‘kalah saing’ dalam peran safe‐haven 
terhadap  dolar  AS  di  tengah  sejumlah  isu  yang  dapat  memicu  meningkatnya  demand  pada  aset‐aset  safe‐haven  seperti  krisis  fiskal. 


OIL & COMMODITIES
• Harga minyak Brent naik lebih dari 1% menuju $110 per barel pada hari Rabu, mengakhiri penurunan 2 hari secara berturut‐turut menyusul Israel 
melancarkan serangan besar‐besaran terhadap militan Palestina di Gaza, memperkuat kekhawatiran tentang ketegangan di Timur Tengah. 

• Kepala militer Hamas tewas ketika mobilnya dihantam oleh serangan udara Israel, kelompok Islam Palestina mengatakan, menyusul sejumlah 
serangan  Israel telah mengguncang  Jalur  Gaza. Seorang  pejabat  Israel mengatakan  serangan  terhadap  komandan  Hamas  itu  bukan  akhir  dari 
serangan di wilayah pesisir dan serangan berikutnya akan dilanjutkan. 

• Ketegangan sudah tinggi di wilayah itu menyusul konflik Suriah telah memasuki bulan kedua puluh. Pasar energi telah tegang tentang potensi 
gangguan pasokan lebih besar di Timur Tengah tahun ini, terutama karena sanksi Barat terhadap ekspor Iran dari negara OPEC. 

• Kekhawatiran terhadap terhambatanya suplai diimbangi oleh  indikasi melemahnya permintaan dari Barat dan pemulihan ekonomi yang terus 
berlangsung telah memberi tekanan pada harga minyak. 

• Brent December crude <LCOc1> berakhir di $109.61, naik $1.35 di atas level MA‐100 di $109.50. Sedangkan U.S. December crude <CLc1> naik 94 
sen di $86.32 per barel, turun dari level intraday high $86.65. Kontrak Desember Brent akan berakhir hari Kamis, diikuti oleh kontrak Desember US crude pada hari Jumat.  

EURO ZONE
• Euro cenderung menjauh dari areal crucial support‐nya untuk masing‐masing terhadap dollar (1.2700) dan yen (100.00), untuk rebound mencoba level 1.2757 dolar AS  dan melonjak tajam 
hingga 102.39 yen (per pukul 23.30 WIB semalam). 

• Faktor pemicu rebound EURUSD dan EURJPY tersebut datang dari luar regional Eropa, isu fiscal cliff AS yang otomatis akan berlangsung awal tahun baru 2013 (jika tidak ada intervensi) serta 
perkembangan politik yang mengejutkan di Jepang – setelah PM Yoshihiko Noda menyatakan akan membubarkan parlemen dan segera menjadwalkan pemilu pada 16 Desember 2012.   

• Namun  uncertainty  di  Eropa  yang  masih  berkembang  terkait  krisis  hutang,  diikuti  oleh  sejumlah  gelombang  aksi  mogok  di  sejumlah  wilayah  regionalnya  sebagai  aksi  protes  terhadap 
pemangkasan spending dan kenaikan pajak (austerity measures), masih akan membayangi rebound euro tersebut. Lembaga Moody’s Investor Services juga menyatakan bahwa Irlandia akan 
membutuhkan dana bantuan lebih lanjut seiring dengan akan berakhirnya program bailout di tahun depan.  

• Selain itu kekhawatiran merosotnya kinerja ekonomi Jerman juga potensial menjadi faktor penekan euro lainnya – menyusul anjloknya sentimen dari kalangan analis dan investor yang disurvei 
lembaga ZEW Jerman. Data industrial output zona euro di bulan September pun mengalami penurunan tertajamnya sejak Januari 2009. 

• Data  GDP  Q3  dari  sejumlah  wilayah  Eropa  hari  ini  layak  untuk  diperhatikan  untuk  melihat  pandangan  pasar  terhadap  perekonomian  Eropa  secara  keseluruhan  di  tahun  2012  –  terutama 
perekonomian Jerman yang terbesar di Eropa yang sedang menjadi sorotan akhir‐akhir ini.


U.K.
• Sterling menembus level terendah 2 bulan terhadap dolar pada hari Rabu setelah bank sentral Inggris (BoE) mengatakan Inggris menghadapi tahun‐tahun dengan 
pertumbuhan ekonomi yang sulit dan membuka peluang untuk dilanjutkannya program stimulus. Komentar dari Gubernur BoE Mervyn King yang mengatakan bahwa 
akan sulit bagi ekonomi untuk tumbuh pesat tanpa menurunkan nilai tukar mata uang, juga turut menekan sterling. King mengatakan ekonomi kemungkinan akan 
melemah kembali di akhir tahun ini, hanya 1 kuartal setelah perekonomiannya keluar dari resesi, dan mengingatkan bahwa kebijakan moneter hanya diperuntukkan 
untuk kepentingan memulihkan perekonomian. 

• Sterling terakhir tercatat bergerak di sekitar $1.5850, tidak jauh dari $1.5841, level terendahnya sejak 5 September, dan mencatat turun 0.1%. Data penjualan ritel 
Inggris yang akan dirilis Kamis ini juga berpotensi menekan sterling jika ternyata dirilis lebih buruk dari perkiraan. 


JAPAN
• Yen melemah secara global setelah PM Yoshihiko Noda menyatakan akan membubarkan parlemen pada 16 November dan merencanakan akan menggelar pemilu pada 16 Desember depan. 

• Seperti dilansir AFP, Rabu (14/11/2012), hal ini dibenarkan oleh Wakil Sekjen Partai Demokrat Jepang (DPJ), Jun Azumi, yang hanya menganggukkan kepalanya ketika ditanya oleh wartawan 
dari televisi Jepang, NHK. 

• Konfirmasi dari Azumi ini muncul setelah pertemuan antara PM Noda dan pemimpin oposisi Shinzo Abe (dari Partai Liberal Demokratik Jepang‐LDP) di parlemen. 

• Abe – yang pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Jepang tahun 2006 lalu – pun mengatakan siap bekerja sama terkait dengan usulan PM Noda tersebut. 

• Sebagai informasi bahwa menurut undang‐undang yang berlaku di Jepang, pemilu harus digelar dalam jangka waktu paling lambat 40 hari setelah parlemen Jepang dibubarkan. Pemilu akan 
didahului oleh masa kampanye selama 12 hari. Normalnya pemilu anggota parlemen Jepang ini digelar setiap 4 tahun sekali, kecuali parlemen dibubarkan lebih awal oleh perdana menteri. 

• Peristiwa politik di Jepang ini memicu pelemahan yen tiba‐tiba, menyusul oposisi dari DPJ, yakni LDP, di bawah kepemimpinan Shinzo Abe, adalah merupakan pendukung pelonggaran moneter 
yang dilakukan oleh BoJ. Bahkan Abe, yang nampaknya akan menjadi calon kuat PM Jepang menggantikan Noda jika pembubaran parlemen dan pemilu kembali digelar di Jepang tahun ini, 
kemarin telah menghimbau agar BoJ melakukan pencetakan uang tak terbatas untuk mencapai target inflasi. Dirinya tidak menyebut secara rinci target inflasinya, namun dari indikasi sejumlah 
komentarnya belakangan ini menyebut‐menyebut angka 3% ‐ 3 kali lipat dari target inflasi Jepang saat ini – setelah bertahun‐tahun tenggelam dalam jurang deflasi. 

• Yen pun menjauh dari level‐level krusialnya, terutama terhadap dolar AS (di 79.00) dan terhadap euro (100.00) untuk kemudian melemah hingga kembali menembus areal 80an terhadap dolar 
dank e level 102.39 terhadap euro (per pukul 00.07 WIB semalam).


AUSTRALIA
• Meskipun menguat terhadap yen, Aussie dollar mengalami tekanan atas dolar AS saat ini hingga bertahan di bawah 1.0400, dan per pukul 05.48 WIB pagi ini mencapai intraday 
low 1.0360 dolar AS. 

• Tekanan AUDUSD berpotensi berlanjut terkait perkembangan isu fiscal cliff di AS – concern terhadap apakah parlemen AS akan mencapai kesepakatan untuk menghindar dari 
kenaikan pajak dan pemangkasan spending besar‐besaran di awal tahun 2013 – yang menekan aset‐aset beresiko.  

• Sejumlah analisa di pasar melihat apakah AUDUSD akan mampu breakout ke bawah level 1.0350 – yang merupakan MA‐55 harinya. Sementara kami juga melihat areal tersebut 
(1.0353) sebagai trendline support pada daily chart – yang apabila berhasil ditembus akan membuka peluang penurunan lebih jauh bagi AUDUSD. 

• Semakin  meningkatnya  ketegangan  Timur  Tengah,  menyusul  dimulainya  serangan  besar  Israel  ke  kelompok  militan  Palestina  di  jalur  Gaza,  juga  menjadi  faktor  lain  penekan 
AUDUSD dan juga membuat investor enggan untuk melakukan transaksi pada aset‐aset beresiko. 


SWISS
• Franc  Swiss  bergerak  relatif  stabil  terhadap  euro  pada  hari  Rabu,  setelah  mata  uang  tunggal  Eropa  mengalami  tekanan  akibat  ketidakpastian  nasib  Yunani  dan 
buruknya data sentimen ekonomi dari Jerman. 

• Namun franc berhasil menguat terhadap dolar, setelah berhasil rebound dari level terendah 2 bulan yang dicapainya di hari Selasa sebelumnya. 

• Franc menguat 0.3% di sekitar 0.9450 dibandingkan penutupan New York hari Selasa. Sedangkan terhadap euro, franc bergerak stabil di sekitar 1.2035 franc. 

• Data sentimen investor ZEW Swiss  mencatat naik 1 poin di bulan November menjadi ‐27.9 poin dari ‐28.5 poin di bulan Oktober sebelumnya. Namun demikian, data 
masih dirilis lebih buruk dari ekspektasi naik ke ‐25.