title cover

title cover

Thursday, February 7, 2013

Headline News 07.02.13


US & GLOBAL
Bursa  saham  AS  menguat  tipis  pada  hari  Rabu  sementara  ekuitas  Eropa  terkoreksi  dipicu  aksi  ambil  untung  investor,  sementara  euro  jatuh  menjelang  sidang  ECB  yang berpotensi menumbuhkan  kembali  kekhawatiran  mengenai  penguatan  mata uang. Trader menunggu adanya dorongan pada pasar saham setelah indeks S&P 500 menembus level tertinggi 5 tahun  dan ekuitas zona euro ke level tertinggi 1‐1/2 tahun. 

Ktidakcocokan pandangan antara Jerman dan Perancis mengenai kondisi nilai tukar euro telah menimbulkan kekhawatiran  mengenai stabilitas  di zona  euro,  dimana telah  menambah ketidakpastian mengenai  pemilu  Italia  dan skandal  korupsi di  Spanyol.  ECB  diprediksi  akan  mempertahankan  suku  bunga  di  level  0,75%,  namun  dewan  kebijakan  kemungkinan  akan  meneliti apakah penguatan mata uang telah merusak proses pemulihan ekonomi yang sedang berlangsung. 

Dow  Jones  industrial  average  <.DJI>  ditutup  naik  7,22  poin  atau  0,05%  dit  13.986,52.  Sementara  Standard  &  Poor's  500  Index <.SPX> ditutup naik 0,83 poin atau 0,05% di 1.512,12. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> turun 3,010 poin  atau 0,10% ke 3.168,48.  

Saham sektor transportasi memberi kinerja terburuknya kemarin. Saham CH Robinson Worldwide <CHRW.O> jatuh 9,7% ke  $60,50  dan  mencatat  prosentase  kerugian  terbesarnya  pada  Nasdaq  100  setelah  melaporkan  laba  kuartalan  yang  lebih  rendah dari perkiraan. 

Indeks  S&P  500  telah  naik  6%  sepanjang  tahun  ini,  mengangkat  indeks  ekuitas  ke  level  tertinggi  sejak  Desember  2007.  Sedangkan indeks Dow dengan cepat menembus di atas 14.000 untuk pertama kalinya selama lebih dari 5 tahun terakhir  selama rally berlangsung. 

EuroSTOXX 50, barometer untuk saham blue chip Eropa, turun 1,3% ke 2.617,35, level penutupan terendahnya sejak awal  Desember  dan  terus  merosot  dari  level  puncak  1‐1/2  tahun  di  2.754,80  yang  dicapai  pekan  lalu.  Sedangkan  indeks  FTSEurofirst turun 0,2% ke 1.152,12.  Untuk indeks ekuitas global MSCI tercatat naik 0,1% ke 355,45. 

Setelah Perancis terlihat keberatan dengan nilai tukar euro, juru bicara Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan nilai  tukar belum berada pada kondisi overvlued dan persaiangan tidak dapat dicapai melalui nilai tukar. Euro tercatat melemah  0,5% terhadap dolar ke sekitar $1,3517 dan kehilangan 0,6% terhadap yen di sekitar 136,47 yen. 

Yen  Jepang  awalnya  sempat  terkoreksi  mendekati  level  terendah  3  tahun  ditengah  asumsi  bahwa  gubernur  BOJ  akan  melonggarkan kebijakan moneter secara agresif. Yen jatuh 0,1% ke 93,54. Pelemahan yen telah mendorong indeks Nikkei  naik ke level tertinggi lebih dari 4 tahun. 

Di  pasar  minyak,  harga  minyak  Brent  naik  21  sen  di  $116,73  per  barel,  meskipun  masih  di  bawah  level  previous  high.  Sedangkan harga minyak berjangka AS turun 2 sen di $96.62. 

Harga obligasi pemerintah naik ditengah melemahnya harga saham, sementara kekhawatiran mengenai ketegangan politik  di Perancis dan Jerman juga turut memicu minat beli pada obligasi. Treasury AS tenor 10 tahun naik 12/32 dengan yield  1,9621%. 


GOLD & COMMODITIES
Emas sedikit menguat Rabu lalu, dengan volume perdagangan yang tipis, diperdagangkan dalam kisaran yang sempit karena  investor memfokuskan pada meeting ECB hari ini dan dengan harga‐harga ekuitas yang mendukung terhadap membaiknya  outlook ekonomi. 

Platinum naik 1,5 pesen dari permasalahan mengenai outlook pasokan dalam negara utama produsen didunia, Afrika Selatan  dan  karena  membaiknya  outlook  pertumbuhan  global  yang  mendorong  hasrat  investor  pada  logam  ini  yang  mana  kebanyakan digunakan sebagai autocatalyst

"Certainly the stronger performance of more conventional assets, certainly equity markets, has taken the shine off gold,"  analis Deutsche Bank Daniel Brebner mengatakannya.  


OIL & COMMODITIES
Harga minyak berjangka Brent mencatat kenaikan tipis pada perdagangan hari rabu dipicu optimisme pada kondisi ekonomi,  sedangkan harga minyak mentah AS turun setelah data menunjukkan kenaikan stok minyak mingguan yang diluar perkiraan. 

Harga minyak Brent naik 21 sen di $116,73 per barel, meskipun masih di bawah level previous high. Sedangkan harga minyak  berjangka AS turun 2 sen di $96.62. 

Stok  minyak  mentah  AS  naik  2,62  juta  barel  di  pekan  lalu,  berdasarkan  laporan  dari  Energy  Information  Administration's  (EIA). Sedangkan stok bensin naik 1,74 juta barel dan stok distillate turun 1,04 juta barel. 

Arab Saudi, sebagai eksportir minyak terbesar dunia, mempertahankan produksi minyaknya di 9,05 juta barel per hari (bph)  di bulan Januari, dari 9,025 juta bph di bulan Desember. 

Data ekonomi yang dirilis pekan ini mengindikasikan ekonomi Eropa mulai bangkit, dengan data Markit Eurozone Composite  PMI dirilis naik tajam. Namun kekhawatiran masih menyelimuti pasar seiring konflik politik di Italia dan Spanyol. 

Investor  akan  mencermati  hasil  sidang  ECB  nanti  malam  dan  data  perdagangan  Cina  pada  hari  Jumat  untuk  melihat  perkembangan ekonomi global dan indikasinya untuk tingkat permintaan pada minyak. 

EURO ZONE
Industrial  orders  Jerman  naik  pada  bulan  Desember  karena  permintaan  dari  zona  euro  mengalami  rebound,  mencatatkan  membaiknya  kondisi pada blok mata uang dan ketahanan ekonomi terbesar di Eropa tersebut. 

Euro tidak overvalued pada masa jika perkiraan tren jangka panjang yang diambil, juru bicara Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakanya  Rabu lalu, ditambah bahwa pesaingan jangka panjang tidak dapat dicapai via nilai tukar.  

"If you look at the historic context, the German government is of the view that the euro is not overvalued at the moment," Steffen Seibert  mengatakan pada konferensi berita pemerintah.   


U.K.
Sterling melemah mendekati level terendah 6 bulan terhadap dolar pada hari Rabu, dimana investor bertaruh untuk pelemahan sterling lebih lanjut jika  calon gubernur BoE yang baru Mark Carney mengadopsi kebijakan moneter longgar yang lebih agresif untuk mendorong pemuihan ekonomi. Carney, yang  akan segera menggantikan Mervyn King sebagai gubernur BoE pada bulan Juli mendatang, akan memberikan testimoni di depan komite parlemen Inggris  pada hari Kamis ini, ketika BoE juga mengumumkan hasil sidang regulernya.  

Pada bulan Januari, Carney mengatakan bahwa kebijakan moneter "tidak dimaksimalkan" dalam ekonomi utama dan bahwa ada ruang untuk berbuat lebih  banyak. Carney yang  saat ini menjabat  sebagai  Gubernur Bank  Sentral Kanada juga  telah  menargetkan pertumbuhan ekonomi nominal daripada inflasi,  seperti halnya bank sentral Inggris lakukan saat ini. 

Setelah  koreksi  tertahan  di  sekitar  level  low  hari  sebelumnya,  sterling  bergerak  relative  stabil  terhadap  dolar  di  akhir  sesi  New  York.  Sterling  tercatat  vergerak di $1.5655. Sedangkan terhadap euro, sterling rebound tipis di sekitar 0.8630 pound. Pelemahan euro sebagian disebabkan oleh meningkatnya  retorika mengenai penguatan mata uang tunggal oleh para anggota dewan kehormatan ECB. 

Investor sedang menunggu untuk melihat apakah kepala ECB Mario Draghi akan mengekspresikan ketidaknyamanan dengan euro setelah sidang reguler  ECB. ECB adalah satu‐satunya bank sentral utama dunia yang menarik beberapa stimulus moneter yang tidak konvensional pada saat Federal Reserve AS,  Bank of Japan dan bahkan Bank of England yang mencetak lebih banyak uang dan memperluas neraca mereka atau cenderung melakukan hal tersebut pada bulan‐bulan mendatang. 

Sterling telah jatuh tajam dalam beberapa pekan terakhir setelah data menunjukkan ekonomi mengalami kontraksi pada kuartal akhir 2012. Sementara BOE  nampaknya  tidak  akan  melonggarkan  kebijakannya  pada  hari  Kamis,  para  investor  khawatir  bahwa  Inggris  masih  bisa  tergelincir  ke  dalam  resesi  ketiga  dalam empat tahun terakhir yang akan mendorong pelonggaran moneter lebih lanjut. Sebuah jajak pendapat Reuters dari lebih dari 60 analis menunjukkan  koreksi sterling kemungkinan tidak akan berkepanjangan namun nampaknya tidak akan mampu menutup kerugiannya baru‐baru ini. 


JAPAN
Juru bicara utama pemerintah Jepang menolak untuk mengomentari pada level pelemahan yen yang sesuai dipikirkan oleh pemerintah.  

Kepala Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga, berbicara pada para reporter, yang juga mengatakan bahwa dia mengawasi pergerakan harian  pada mata uang baru‐baru ini.  

Pada awal Rabu, yen <JPY=> melorot ke level terendahnya dalam 33‐bulan terhadap dollar pada ekspektasi bahwa Bank of Japan akan  membawa kebijakan pelonggaran moneter yang agresif kedepannya.  


AUSTRALIA
Australian  dollar  melemah  ke  level  terendahnya  dalam  satu  bulan  terhadap  mitra  AS  Rabu  lalu  setelah  merosotnya  data  penjualan  ritel  yang  mendorong kedepannya pemangkasan tingkat suku bunga tahun ini, tetapi masih bertahan mendekati level tertinggi dalam 4‐1/2 tahun terhadap  pergerakan yen.  

Aussie dollar melemah sebesar 0.4 persen ke level terendahnya $1.0345 <AUD=D4> setelah penjualan ritel dibawah  ekspektasi. Pencapaian level  tersebut yang membawa ke level yang tidak terlihat sejak 21 Nov. Terakhir  mencapai level $1.0356.  

"Today's  retail  sales  data  was  surprisingly  weak  and  reinforces  our  view  that  the  RBA  will  cut  interest  rates  again  in  Q2  this  year,"  kata  Jo  Heffernan, senior economist pada St George Bank.  

Pasar  tenaga  kerja  Australia  diekspektasi  untuk  memulai  pelemahan  tahunannya,  dengan  tidak  cukupnya  mengimbangi  pertumbuhan  dari  populasi. 


SWISS
Menjelang  sidang  reguler  ECB  hari  ini,  euro  melemah  terhadap  franc  Swiss  pada  perdagangan  hari  Rabu  setelah  sehari  sebelumnya  mengalami  rebound  yang  dipicu  optimisme  pada  pemulihan  ekonomi  kawasan.  Pernyataan  dari  Presiden  Perancis    Francois  Hollande  untuk melindungi mata uang dari “pergerakan yang irasional” nampaknya turut mengekang penguatan euro. 

Sementara  anggota  dewan  Swiss  National  Bank  Fritz  Zurbruegg  pada  Selasa  kemarin  mengatakan  ia  memprediksi  suku  bunga  mulai  bergerak naik lagi setelah pertumbuhan ekonomi pulih, mengesampingkan langkah ke tingkat kebijakan negatif.  

Setelah bergerak di sekitar nilai batasan minimum EUR/CHF di 1.20 franc per euro, franc kemudian melemah hingga menembus 1.25 franc  per  euro  di  bulan  Januari  untuk  pertama  kalinya  sejak  Mei  2011  seiring  memulihnya  ekonomi  zona  euro.  Namun  franc  terlihat  sudah  overvalued  (dinilai  terlalu  tinggi)  dan  ekspor  Swiss  turun  di  bulan  Desember  (data  menunjukkan  hari  Selasa),  dipicu  oleh  menurunnya  permintaan dari Eropa. 

Suku bunga SNB masih pada level terendahnya, dengan target SNB untuk three‐month Libor rate paa 0.00‐0.25 persen. 

Dolar menguat 0.1% terhadap franc Swiss di sekitar 0.9095 franc. Sedangkan euro melemah 0.3% terhadap franc Swiss ke 1.2300 franc. 

Wednesday, February 6, 2013

Headline News 06.02.13


US & GLOBAL
Pasar ekuitas global dan harga minyak rebound pada hari Selasa setelah data menunjukkan sektor jasa AS melanjutkan ekspansinya dalam  3 tahun terakhir di periode Januari, sementara aktifitas bisnis di zona euro menunjukkan indikasi pemulihan. Bursa saham AS dan Eropa  menguat dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq naik lebih dari 1%, menebus kerugiannya setelah terkoreksi tajam di sesi sebelumnya akibat  tumbuhnya kembali kekhawatiran pada krisis utang zona euro. 

Barometer  untuk  pasar  ekuitas  global  juga  menunjukkan  menguat,  meskipun  masih  tipis,  akibat  melemahnya  pasar  saham  di  negara‐ negara berkembang. Laporan laba kuartal keempat yang kuat dan sinyal adanya peningkatan pada pertumbuhan ekonomi mengisyaratkan  tren ekuitas masih menguat. Indeks ekuitas global MSCI naik 0,28% ke 354,97, sementara indeks FTSEurofirst 300 <.FTEU3> ditutup naik  0,3% di 1.154,47. 

Institute for Supply Management melaporkan indeks sektor jasa melemah tipis ke 55,2 di bulan Januari dari 55,7 di bulan Desember. Data  dirilis sesuai dengan ekspektasi pasar. 

Di Eropa, Markit's Eurozone Composite PMI, barometer untuk melihat aktifitas bisnis pada ribuan perusahaan dan juga sebagai barometer  untuk pertumbuhan ekonomi, naik di bulan Januari ke level tertinggi 10 bulan di 48,6 dari 47,2 di bulan sebelumnya. 

Data  yang  dirilis  kemarin  menambah  optimisme  pandangan  bahwa  ekonomi  dunia  tengah  memulih,  sebuah  sentimen  yang  telah  mengangkat bursa saham global dan mendorong indeks saham AS S&P 500 ke level intraday high 5 tahun yang baru pada hari Selasa  kemarin. 

Michael  Dell  mencapai  kesepakatan  untuk  mengakuisisi  produsen  komputer  Dell  Inc  <DELL.O>  senilai  $  24,4  miliar.  Langkah  ini  akan  memungkinkan kepala eksekutif miliarder tersebut untuk mencoba menghidupkan kembali nasib perusahaannya tanpa pengawasan Wall  Street. Saham Dell ditutup naik 1,1% pada $ 13,42. 

Laporan laba perusahaan juga turut mendukung rally saham. Dengan 56% laporan dari perusahaan yang tergabung kedalam indeks  S&P  500, 68.7% membukukan laba yang melampaui ekspektasi, atau lebih baik dari 65% levelnya dalam 4 kuartal terakhir atau 62% sejak 1994. 

Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 99,22 poin atau 0,71% di 13.979,30. Standard & Poor's 500 Index  <.SPX> naik 15,58 poin,  atau 1,04%, di 1.511,29. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> bertambah 40,41 poin atau 1,29% di 3.171,58.   

Harga Treasury jatuh. Treasury AS tenor 10 tahun turun 17/32 dengan yield 2,016%. 

Brent crude oil <LCOc1> naik 92 sen per barel dan ditutup di $116,52, sementara U.S. crude futures <CLc1> berakhir naik 47 sen di $96,64. 

Euro menguat terhadap dolar dan yen, kembali ke tren apresiasi bulanan terpanjangnya, dipicu rilis lebih baik untuk data ekonomi Eropa,  yang  memperkuat  dugaan  bahwa  ECB  akan  mempertahankan  kebijakan  moneternya  dalam  sidangnya  besok.  Euro  menguat  0,49%  terhadap dolar untuk diperdagangkan di sekitar $1,3579. 


GOLD & COMMODITIES
Emas  merosot  Selasa  lalu,  merosot  dari  rally  awalnya,  dengan  penguatan  pada  ekuitas  AS  dan  membaiknya  outlook  ekonomi  yang  menekan ketertarikan pada logam mulia. 

Palladium dan platinum naik dari membaiknya ekspektasi permintaan setelah data menunjukkan sektor jasa AS mengalami ekspansi pada  bulan Januari, sementara itu optimisme bisnis Eropa mencapai level terkuat delapan bulannya. 

"Central banks have been buying gold for months now, and we (gold futures) really haven't moved. To me it's bearish, as I would think that  we should be much higher," ungkap COMEX gold options floor trader Jonathan Jossen.  


OIL & COMMODITIES
Harga minyak Brent menguat di hari Selasa, menembus level tertinggi 20 pekan menyusul laporan data ekonomi yang positif dan  laporan laba perusahaan yang kuat telah mengangkat bursa Wall Street dan pasar finansial lainnya. Minyak mentah AS naik tipis,  dibatasi oleh kekhawatiran tentang surplus pasokan minyak di Cushing, Oklahoma. 

Pasar finansial mendapat support dari laporan indeks PMI Eropa dan data sektor jasa AS. Laporan perolehan laba yang lebih tinggi  dari  ekspektasi  juga  turut  mendongkrak  indeks  Dow  Jones di  atas  14.000,  sehari  setelah  koreksi  terbesar  di  pasar  saham  sejak  November. Indeks S&P 500 dan Nasdaq masing‐masing naik lebih dari 1%. 

Brent crude oil <LCOc1> naik 92 sen per barel dan ditutup di $116,52, sementara U.S. crude futures <CLc1> berakhir naik 47 sen di  $96,64. 

Pasokan  dari  level  empat  minyak  mentah  Laut  Utara  yang  mendukung  kontrak  berjangka  Brent  diperkirakan  jatuh  pada  bulan  Maret, menurut jadwal loading, dan mendukung naiknya harga Brent. 

Stok minyak mentah AS naik 3,6 juta barel pekan lalu, berdasarkan laporan dari American Petroleum Institute (API). Stok minyak  mentah di Cushing turun 24.000 barel, sementara stok bensin naik 1,6 juta barel dan stok distillate turun 1,4 juta barel. 

Sementara menurut jajak pendapat Reuters menjelang rislis stok minyak dari API dan EIA menunjukkan bahwa stok minyak mentah  AS diprediksi akan naik 2,8 juta barel, stok bensin diprediksi tidak akan berubah dan stok distillate akan turun 1,0 juta barel.  U.S.  Energy Information Administration (EIA) akan merilis laporannya nanti malam sekitar pukul 22.30 wib. 

EURO ZONE
Zona euro terpukul ekonominya yang kemungkinan recovery tetapi jurang antara kedua anggota terbesar (Jerman dan Perancis) makin melebar, menurut  survei yang menunjukkan optimisme bisnis dalam blok tersebut pada level tertinggi dalam delapan bulannya. 

European Central Bank tidak mungkin untuk memikirkan pada pemangkasan tingkat suku bunga pada policy meeting Kamis ini meskipun euro naik tajam,  tetapi ketuanya hampir pasti menghadapi tekanan setelah skandal perbankan Italia.  

Penguatan euro akan dibutuhkan untuk menunjukkan tekanan ekonomi yang merugikan secara signifikan sebelum Dewan Gubernur membalikkannya, dan  ada kesempatan berikutnya untuk tidak terjadi pada pertemuan bulanan.  

Presiden Perancis Francois Hollande mendesak zona euro untuk menetapkan target jangka menengah untuk nilai tukar mata uangnya dan untuk membentuk  kebijakan jobs untuk melawan pemilih yang kecewa.  

Tetapi Hollande mengatakan, dalam pidato penting terhadap Parlemen Eropa, yang mengarah pada oposisi langsung dari Jerman yang menentang intervensi  pada pasar mata uang dan mengatakan blok tersebut harus fokus pada membuat ekonomi yang lebih kompetitif.  


U.K.
Sterling menembus level terendah 5‐1/2 bulan terhadap dolar pada hari Selasa menjelang sidang reguler Bank Sentral Inggris (BoE) dan  juga testimoni dari calon gubernur BoE yang baru Mark Carney. Koreksi sterling terjadi meskipun data PMI sektor jasa Inggris dirilis lebih  baik dari perkiraan. 

Sterling melemah 0,7% terhadap dolar di $1,5650. Pelemahan ini terjadi sebagian disebabkan oleh melemahnya sterling atas euro. Mata  uang tunggal Eropa tercatat menguat 1,2% terhadap sterling di 0.8678 pound 

Kenaikan tajam data retail sales Inggris di periode Januari awalnya sempat mengangkat sterling hingga mencatat intraday high di $1,5805,  namun investor secara umum masih prihatin dengan kondisi ekonomi Inggris yang masih suram. 

Sterling telah melemah dalam beberapa pekan terakhir setelah data menunjukkan ekonomi mengalami kontraksi di kuartal keempat 2012.  Meskipun  data  PMI  sektor  jasa  Inggris  berhasil  mengalami  ekspansi  di  periode  Januari,  namun  sebagian  besar  investor  masih  mengkhawatirkan mengenai kemungkinan ekonomi Inggris kembali mengalami resesi untuk ketiga kalinya dalam 4 tahun terakhir. 

Pasar masih menunggu testimoni dari Carney pada hari Kamis besok, hari yang sama pada saat dilakukan sidang BoE. 

Keprihatinan terhadap lemahnya perekonomian Inggris dapat membuka peluang untuk BoE melanjutkan kebijakan pelonggran kuantitatif  (QE)  untuk  mendongkrak pemulihan  ekonomi,  meskipun  sebagian  besar  investor  berspekulasi  bahwa BoE akan  mempertahankan  suku  bunga dan kebijakan QE. 


JAPAN
Perekonomian Jepang kemungkinan untuk bertumbuh tipis pada bulan Oktober‐Desember, ekspansi pertama kalinya dalam tiga kuartalan,  polling Reuters menunjukkan Selasa lalu, dengan kuatnya private consumption dan permintaan rekonstruksi pasca gempa yang membantu  untuk mendorong negara keluar dari resesi ringan.  

Laju kejatuhan pada pembelanjaan modal negara kemungkinan menurun dan berkontribusi negatif pada ekspor terhadap perekonomian  yang diekspektasi untuk melambat pada kuartal terakhir, menurut polling.   

Gubernur Bank of Japan Masaaki Shirakawa mengatakan tidak terdapat tekanan padanya dari pemerintah untuk resign lebih awal, setelah  dia mengumumkan akan mundur sekitar tiga minggu sebelum masa jabatannya sebagai kepala bank sentral berakhir.      


AUSTRALIA
Aussie  dollar  melemah  Selasa  lalu  setelah  Reserve  Bank  of  Australia  (RBA)  mempertahankan  tingkat  suku  bunga  unchanged,  tetapi  membiarkan  pintu  terbuka  pada  kedepannya  pada  pelonggaran  kebijakan  moneter  jika  dibutuhkan  untuk  mendukung  perekonomian  dalam menekan penguatan mata uang.  

Australian  dollar  <AUD=D4>  merosot  setengah  sen  ke  level  $1.0372,  yang  menunjukkan  penurunan  0.3  persen  dalam  harian.  Support  terdekat terlihat pada level $1.0361, level terendah Jumat lalu, dengan resistance dilevel $1.0459, harian tertingginya.  

Bank sentral siap untuk memangkas tingkat suku bunga berikutnya jika dibutuhkan tetapi membuat banyaknya konsumen dan pebisnis  kecewa setelah meeting dewan gubernur pertama kali dalam tahunannya.  


SWISS
Ekspor  Swiss  jatuh  di  bulan  Desember,  akibat  minimnya  permintaan  dari  negara  mitra  dagang  terbesarnya,  Eropa.  Ekspor  turun  4,2%  menjadi 14,05 milyar franc Swiss, demikian dilaporkan oleh Federal Customs Office. Ekspor barang ke Eropa turun 10,2%, sementara ekspor ke Asia turun  8,6%. 

Ekspor  Swiss  ke  Cina  anjlok  24,9%  dengan  penjualan  arloji  turun  9%menjadi  1,767  milyar  franc,  penurunan  kedua  di  tahun  2012  lalu  setelah  mengalami penurunan di bulan September sebelumnya. 

Meskipun ekspor secara umum menurun di bulan Desember, namun sejumlah data ekonomi lainnya mengisyaratkan ekonomi Swiss kemungkinan  telah bangkit dari keterpurukannya sejak awal tahun ini. Aktifitas manufaktur Swiss mengalami ekspansi untuk pertama kalinya dalam 17 bulan di  periode Januari, sementara sentimen investor menunjukkan kelanjutan peningkatan di bulan lalu. 

Franc Swiss tertekan terhadap euro pasca penguatannya belakangan ini, setelah investor memusatkan perhatian pada perkembangan ekonomi di  zona euro. Data tingkat pengangguran Spanyol yang buruk, peningkatan yang masih di bawah perkiraan untuk indeks sentimen zona euro dan  ketidakpastian politik di Italia dan Spanyol, kesemuanya telah memberi tekanan pada euro. Namun euro berhasil rebound dari tekanannya setelah  sejumlah  data  ekonomi  zona  euro  kembali  dirilis  optimis,  yang  memperkuat  dugaan  bahwa  ECB  akan  tetap  mempertahankan  kebijakan  moneternya dalam sidangnya Kamis besok. 

Euro menguat 0,4% terhadap franc Swiss ke 1,2330 franc, sedangkan terhadap dolar, franc Swiss bergerak relatif stabil di sekitar 0,9080 franc. 

Tuesday, February 5, 2013

Headline News 05.02.13


US & GLOBAL
Bursa  saham  global  jatuh  pada  hari  Senin  dan  euro  anjlok  dari  level  tertinggi  multi  bulanannya  terhadap  dolar  dan  yen  menyusul  ketidakpastian  politik  di  Spanyol  dan  Italia  telah  menumbuhkan  kembali  kekhawatiran  bahwa  langkah‐langkah  yang  diambil  untuk  mengendalikan krisis utang zona euro akan terhambat. 

MSCI's world equity index <.MIWD00000PUS> turun 1.1% dan mencatat hari terburuknya sejak November. Bursa saham Eropa mencatat  penutupan terendahnya tahun ini, seiring anjloknya indeks saham Italia dan Spanyol. 

Yield obligasi Spanyol tenor 10 tahun naik ke level tertinggi 6 pekan setelah Perdana Menteri Mariano Rajoy menghadapi tuntutan untuk  mundur  atas  skandal  korupsi  yang  melibatkan  tuduhan  di  media  bahwa  ia  menerima  pembayaran  dari  dana  lumpur  salju.  Rajoy  membantah melakukan kesalahan. 

Di  Italia,  mantan  Perdana  Menteri  Silvio  Berlusconi,  salah  satu  kandidat  teratas  dalam  pemilihan  umum  bulan  ini,  menunjukkan  kebangkitan dalam popularitas, yang mana mengancam reformasi yang telah diterapkan oleh pemerintah teknokrat. 

Bursa saham AS melemah dipicu rilis mengecewakan data factory orders, setelah mengalami rally di hari Jumat yang mendorong S&P 500  ke level tertinggi 5 tahun dan Dow ditutup di atas 14000 poin untuk pertama kalinya sejak Oktober 2007. 

Dow Jones industrial average <.DJI> berakhir melemah 129.71 poin atau 0.93% di 13,880.08. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> ditutup  turun 17.46 poin, atau 1.15% di 1,495.71. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> merosot 47.93 poin atau 1.51% ke 3,131.17.   

FTSEurofirst  300  <.FTEU3>  berakhir  melemah  1.47%  di  1,150.91  poin,  level  penutupan  terendahnya  sejak  31  Desember.  Indeks  telah  menembus level yang mendekati level tertinggi 2 tahun di 1,178.55 poin di akhir Januari. Spain's IBEX <.IBEX> anjlok 3.8% dan Italy's FTSE  MIB <.FTMIB> merosot 4.5%.  

Yield  obligasi  pemerintah  Spanyol  tenor  10  tahun  naik  sebanyak  24  basis  poin  ke  5.45%,  level  tertingginya  sejak  medio  Desember,  sementara yield Italia melonjak 15 basis poin ke 4.48%. 

Euro bergerak di sekitar $1.3515, turun 0.9%. Euro naik ke level intraday high di $1.3711 pada hari Jumat, level tertingginya sejak akhir  2011. Namun pelemahan euro ini nampaknya hanya bersifat sementara, dan berpotensi menguat kembali jika ECB dalam sidangnya hari  Kamis mendatang tidak mempermasalahkan mengenai penguatan euro belakangan ini. 

Terhadap  yen,  euro  turun  1.6%  di  124.78  yen,  melemah  dari  level  tertinggi  33  bulan  di  126.96  yen  yang  dicapai  pekan  lalu.  Dolar  terkoreksi 0.4% ke 92.29 yen. 

Di pasar komoditas, Brent oil <LCOc1> turun ke level intraday low $115.32 per barel sebelum akhirnya rebound dan bergerak di sekitar  $115.60, turun $1.16. Brent telah menguat dalam 3 pekan berturut‐turut. Sementara untuk U.S. crude <CLc1> turun $1.60 ke level $96.17  setelah  menguat  dalam  8  pekan  berturut‐turut,  kenaikan  terlamanya  sejak  Juli‐Agustus  2004.  Harga  minyak  telah  naik  belakangan  ini  akibat meningkatnya prospek pemulihan ekonomi global dan tekanan geopolitik di Timur Tengah. 

Sementara untuk harga emas naik 0.4% ke $1,673 per ons. Treasury AS tenor 10 tahun naik 18/32 dengan yield di 1.9601%. 

Bursa  saham  Asia  juga  menguat  ke  level  tertinggi  18  bulan.  Cina  menambah  optimisme  seputar  pemulihan  ekonomi  global  setelah  melaporkan  pada  hari  Minggu  bahwa  sektor  jasa  tumbuh  dalam  4  bulan  berturutan  di  periode  Januari,  meskipun  kenaikan  tipis  yang  terjadi mengisyaratkan bahwa pemulihan global masih terus berjalan dalam kondisi yang masih lemah.  
GOLD & COMMODITIES
Platinum naik Senin lalu setelah besarnya optimisme data AS yang ditandai recovery ekonomi yang menambah traksi, dengan turunnya  earning terbaru dari tambang platinum terbesar didunia dan penguatan penjualan mobil di AS yang dilaporkan menambah dukungan.  

Palladium mencapai level tertinggi dalam 17 bulan dan platinum ke level puncak dalam empat bulannya di level $1.705,25.  

Emas bertahan karena para trader memposisikan kembali investasinya setelah meluasnya data‐data positif AS, sementara itu pasar saham  merosot dan penguatan dollar menambah tekanannya. 

"Futures and options investors are on the retreat, pulling money from the gold market and putting it in more cyclical markets (like platinum  and palladium) which benefit from the stabilisation of growth," Tobias Merath, global head pada commodity research di Credit Suisse,  mengungkapkannya. 


EURO ZONE
Sentimen zona euro membaik untuk rangkaian enam bulannya pada bulan Februari dengan ekspektasi naiknya ke level tertinggi sejak bulan Juni 2007, sebelum krisis  keuangan dan utang, Sentix mengatakanya Senin lalu. 

Factory prices zona euro  merosot untuk  rangkaian bulan keduanya pada bulan Desember, dibayangi tren pada inflasi  konsumen  dan ditinggalkannya  kemungkinan  pemangkasan tingkat suku bunga European Central Bank untuk menghidupkan kembali pelemahan ekonomi.  

Harga  pada  pabrik‐pabrik  di  17  negara  yang  menggunakan  euro  melemah  0.2  persen  pada  bulan  Desember  dari  November,  EU's  statistics  office  Eurostat  mengatakannya, sebagaimana ekspektasi oleh para ekonom pada polling dari Reuters.  

Bank‐bank akan membayar kembali 123 milyar euro ($168 milyar) pada pinjaman ECB kedua dalam tiga tahunnya pada kesempatan pertama 27 Feb., polling Reuters  mendapatkannya, kurang dari jumlah yang dilunasi pertama pada krisis pinjaman. 

Regulator nasional diseluruh Uni Eropa hingga akhir bulan menunjukkan mereka tidak merusak pasar tunggal dengan menjadi terlalu memberatkan bank‐bank dari  tempat lain di blok tersebut, komisi eksekutif Uni Eropa mengatakannya Senin lalu.   


U.K.
Sterling menguat pada hari Senin, menebus sejumlah kerugiannya pekan lalu ketika jath ke level terendah 15 bulan terhadap euro, setelah pelaku pasar melakukan  aksi ambil untung atas penguatan euro belakangan ini. 

Buruknya  data  ekonomi  Spanyol  dan  ketidakpastian  politik  di  Spanyol  dan  Italia  juga  telah  menekan  mata  uang  tunggal.  Kondisi  ini  berpotensi  mendongkrak  penguatan sterling lebih lanjut terhadap euro dalam beberapa pekan kedepan. 

Namun sterling masih rentan tekanan khususnya terhadap dolar menyusul kondisi ekonomi dalam negeri Inggris yang masih rapuh. 

Euro  terkoreksi  1.2%  terhadap  sterling  di  sekitar  0.8590  pound  dibandingkan  penutupan  New York  hari  Jumat. Euro  mencatat  kenaikan  harian  terbesarnya  sejak  Oktober 2009 di akhir pekan kemarin ketika menguat lebih dari 1.5% ke level 0.8717 pound. 

Euro telah berhasil rebound sepanjang 2013 ini menyusul tumbuhnya kepercayaan terhadap membaiknya kondisi ekonomi di zona euro. 

Sementara  data  hari  Senin  menunjukkan  indeks  PMI  sektor  konstruksi  berlanjut  menurun  di  bulan  Januari,  setelah  mencatat  level  yang  sama  dengan  periode  Desember di 48.7, ketika mencatat level terendahnya sejak Juni lalu. 

Sterling menguat 0.4% terhadap dolar di sekitar $1.5757, berada di atas level terendah 5‐1/2 bulan di $1.5674 yang dicapainya awal pekan lalu. 

Adapun fokus pasar pekan ini adalah pada data PMI sektor jasa yang akan dirilis hari Selasa ini untuk melihat prospek ekonomi Inggris kedepannya setelah mengalami  kontraksi di kuartal keempat 2012 lalu, disamping itu sidang BoE juga akan dicermati pada hari Kamis yang diprediksi akan mempertahankan suku bunga dan target  yang tetap untuk quantitative easing

Testimoni dari gubernur BoE yang ditunjuk Mark Carney didepan komite parlemen pekan ini juga berpotensi memberi pengaruh pada sterling, jika mengisyaratkan  untuk melanjutkan langkah pelonggaran moneter. Carney akan menduduki jabatan nomer satu di Bank of England secara resmi pada bulan Juli 2013 mendatang. 

JAPAN
Menteri Keuangan Jepang Taro Aso mengatakan bukanlah tujuan dari Jepang untuk melemahkan yen dan kebijakannya murni ditujukan untuk  menekan deflasi, menghapus kekhawatiran asing mengenai perang mata uang dari kedepannya meeting G20 di Moscow.  

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menyebut tindakan yang agresif oleh Bank of Japan (BOJ), yang mana telah mendorong pelemahan pada yen,  telah  membangkitkan  peringatan  pada  Eropa  yang  dapat  berkontribusi  pada  "currency  war"/perang  mata  uang  karena  bank  sentral  lainnya  mengadopsi kebijakan yang serupa. 

Yen dapat bertahan melemah dalam jangka waktu yang berkelanjutan terhadap dollar <JPY=> setelah pengambil kebijakan utama Jepang secara  efektif menunjukkan penurunannya baru‐baru ini sebagai "payback time" setelah bertahun‐tahun tertekan menguat.  


AUSTRALIA
Australia dan New Zealand dollar menguat  ke level puncak empat tahunnya terhadap yen Senin lalu dan bertahan menekan terhadap mitra AS, sementara  itu harga obligasi turun ke level terendahnya sejak bulan Mei karena level support utama akhirnya tembus.  

Aussie  berada  pada  level  96.78  yen  <AUDJPY=R>  dan  kiwi  naik  ke  level  78.74  yen  <NZDJPY=R>,  level  terkuatnya  sejak  Agust.  2008.  Kedua  mata  uang  tersebut  /Antipodeans  telah  naik  lebih  dari  17  persen  masing‐masingnya  sejak  bulan  November  pada  keyakinan  bahwa  reflation  di  Jepang  akan  membutuhkan banyaknya pelemahan yen.  

Terhadap mitra AS‐nya, Aussie <AUD=D4> naik ke level $1.0425, dari level $1.0404 pada awalnya, yang telah mengalami recovery dari level terendahnya  $1.0362 yang terjadi Jumat lalu.  

Reserve Bank of Australia (RBA) memperluas ekspektasi untuk mempertahankan tingkat suku bunga ketika pertemuan pertama pada board meeting pada  kalendar tahunan yang terjadi Selasa ini. 


SWISS
Franc Swiss awalnya sempat melemah tipis terhadap dolar pada perdagangan hari Senin, kembali turun dari posisi tertinggi 9 bulan selama perdagangan  Jumat lalu, setelah sejumlah data makro ekonomi AS mengindikasikan adanya peningkatan ekonomi di AS. Namun menjelang sesi akhir New York, franc  bergerak stabil di sekitar 0.9077 franc. 

Franc juga menguat terhadap euro, mencatat naik 0.9% di sekitar 1.2267 franc. Buruknya data ekonomi Spanyol dan ketidakpastian politik di Spanyol dan  Italia juga telah menekan mata uang tunggal. Kondisi ini berpotensi mendongkrak penguatan franc Swiss lebih lanjut terhadap euro dalam beberapa pekan  kedepan. 

Sejumlah data ekonomi Swiss yang akan dirilis pekan ini diantaranya trade balance (Des), consumer confidence (Q1), dan unemployment rate (Jan)

Monday, February 4, 2013

Headline News 04.02.13


US & GLOBAL
Bursa  saham  global  menguat  ke  level  tertinggi  selama  hampir  2  tahun  pada  hari  Jumat,  dipicu  rilis  optimis  data  manufaktur  dan  ketenagakerjaan yang mengindikasikan berlanjutnya proses pemulihan ekonomi global. 

Euro  menguat  ke  level  tertinggi  terhadap  dolar  sejak  medio  November  2011  setelah  data  menunjukkan  sektor  manufaktur  zona  euro  mencatat kinerja bulanan terbaiknya di periode Januari selama hampir setahun terakhir. Yen terkoreksi ke level terendah 2‐1/2 tahun  terhadap dolar dan 33 bulan terendah terhadap euro, melanjutkan koreksinya belakangan ini seiring spekulasi bahwa bank sentral Jepang  (BOJ) akan melanjutkan kebijakan moneter longgar. 

MSCI  world  equity  index  <.MIWD00000PUS>  naik  0.7%,  ditopang  oleh  sebuah  survey  yang  mengindikasikan  kegiatan  pabrikan  di  Cina  mengalami  peningkatan,  sementara  produksi  industri  Jerman  mencatat  kinerja  bulanan  terbaiknya  selama  hampir  setahun  terakhir,  meskipun kondisi zona euro secara umum masih suram. 

Data ekonomi AS akhir pekan kemarin menunjukkan terjadi pertumbuhan pekerjaan di bulan Januari dan sektor manufaktur menembus  level tertinggi 9 bulan. Payrolls tercatat bertambah 157.000 di bulan Januari. Sedangkan selama periode November dan Desember, data  jumlah pekerjaan yang tersedia mengalami revisi naik sebesar 127.000 dibandingkan laporan awalnya. Data pekerjaan bulan Desember  direvisi  naik  menjadi  196.000  dari  155.000,  sedangkan  data  November  direvisi  naik  menjadi  247.000  dari  161.000  laporan  awalnya.  Sementara untuk tingkat pengangguran naik tipis menjadi 7.9% dari 7.8%. 

Sedangkan  data  lain  menunjukkan  Institute  for  Supply  Management  melaporkan  indeks  manufaktur  naik  ke  53.1  bulan  lalu,  level  tertingginya  sejak  April  dari  50.2  di  bulan  Desember  sebelumnya.  Data  lain  pada  hari  Jumat  juga  mengindikasikan  bahwa  kontraksi  ekonomi AS di kuartal keempat 2012 lalu adalah bersifat sementara, dan bukan merupakan tren pelemahan. 

Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 149.21 poin atau 1.08% di 14,009.79. Standard & Poor's 500 Index  <.SPX> naik 15.06  poin atau 1.01% di 1,513.17. Sedangkan Nasdaq Composite Index  <.IXIC> berakhir naik 36.97 poin atau 1.18% di 3,179.10.    Indeks Dow industrials naik di atas 14,000 untuk pertama kalinya sejak medio Oktober 2007 dan S&P menembus level tertinggi sejak  Desember 2007. Kenaikan ekuitas di awal tahun tersebut adalah yang terpesat dalam 16 tahun terakhir.  

Bursa  saham  Eropa  berhasil  menguat  akibat  aksi  ambil  untung  investor  setelah  mengalami  koreksi  dalam  2  sesi  terakhir.  Kenaikan  ini  dipicu rilis optimis data manufaktur Cina, Eropa dan AS. Indeks FTSEurofirst 300 <.FTEU3> ditutup naik 0.3% di 1,168.08. 

Euro menguat 0.6% di $1.3657, setelah mencatat intraday high di $1.3711. euro juga menembus level tertinggi terhadap yen sejak April  2010, dipicu rilis optimis data manufaktur Eropa yang mengindikasikan masa terburuk zona euro kemungkinan telah berakhir. 

Treasury AS tenor 10 tahun turun 13/32 dengan yield di 2.0321%, setelah bergerak fluktuatif selama sesi Jumat. 

Harga emas naik 0.3% di $1,667.39 per ons, meskipun memangkas keuntungannya usai rilis data payrolls AS. Perak naik 1.4% di $31.83 per  ons dan harga tembaga naik ke $8,310 per ton, level tertinggi sejak awal Oktober. 

Di pasar minyak, meningkatnya optimisme pada ekonomi global dan tekanan seputar kondisi di wilayah Timur Tengah telah menempatkan  Brent crude <LCOc1> mencatat kenaikan mingguan terbesarnya sejak medio November, sedangkan harga minyak mentah AS naik dalam 8  pekan  berturut‐turut.  Brent  oil  <LCOc1>  naik  0.9%  ke  $116.59  per  barel,  sementara  U.S.  crude  futures  <CLc1>  naik  15  sen  ke  $97.64. 

GOLD & COMMODITIES
Emas rebound dari tekanannya Kamis sebelumnya, untuk kembali test areal 1680, dengan intraday high di 1681.70 Jumat akhir pekan  kemarin. Meskipun kembali terkoreksi ke bawah areal 1670, namun emas relatif masih menguat dari penutupan bulan sebelumnya di  areal 1663 dan penutupan pekan sebelumnya di sekitar 1658. Sebuah indikasi positif di pembukaan perdagangan bulan baru (Februari  2013)   

Kenaikan harga emas Jumat kemarin terjadi setelah para pelakunya menyambut positif peningkatan data non‐farm payroll Januari AS.  

Namun sebenarnya perbaikan ekonomi AS berkorelasi menghambat kelanjutan program stimulus the Fed – pemicu bagi kenaikan emas.  Hal ini terlihat saat terjadi tekanan jual emas dari penguatannya setelah komentar dari Presiden The Fed St. Louis, James Bullard, yang  mengatakan  bahwa  perekonomian  AS  potensial  akan  mengalami  performansi  terbaiknya  tahun  ini  sehingga  dapat  membuat  the  Fed  menahan diri atau bahkan menghentikan program stimulusnya.    

Penguatan emas di awal tahun ini masih cenderung terbatas – masih di bawah level psikologis 1700 – akibat indikasi perbaikan di Eropa  menyebabkan  para  investor  cenderung  kembali  ke  aset‐aset  yang  lebih  beresiko.  Sementara  prospek  pertumbuhan  ekonomi  AS  yang  masih beragam, menyusul kontraksi pertumbuhan ekonominya di kuartal ke‐4 yang merupakan pertama kalinya sejak masa resesi 2007‐ 2009. 

Di tengah berkembangnya minat investor terhadap aset‐aset beresiko pasca stablitas di Eropa, dan masih berlanjutnya program stimulus  the Fed AS, penguatan emas yang terjadi awal Januari masih perlu diamati dengan seksama, apakah akan mampu menembus level $1700  per ons.


OIL & COMMODITIES
Meningkatnya optimisme pada ekonomi global dan tekanan seputar kondisi di wilayah Timur Tengah telah menempatkan  Brent crude <LCOc1> mencatat kenaikan mingguan terbesarnya sejak medio November, sedangkan harga minyak mentah AS  naik dalam 8 pekan berturut‐turut. Brent oil <LCOc1> naik 0.9% ke $116.59 per barel, sementara U.S. crude futures <CLc1>  naik 15 sen ke $97.64. 

Aksi bom bunuh diri telah menewaskan seorang penjaga keamanan Turki di kedutaan besar AS di Ankara pada hari Jumat.  Serangan itu meningkatkan ketegangan lebih lanjut di wilayah tersebut setelah Israel membom sasaran di Suriah awal pekan  ini.


EURO ZONE
Euro berlanjut naik ke level tertinggi terbarunya selama 14 bulan atas dolar AS Jumat kemarin setelah meningkatnya tingkat pengangguran AS Januari memperkuat ekspektasi  bahwa  the Fed masih akan mempertahakan program stimulusnya. Berlanjutnya penguatan euro juga sudah terlihat saat rilis positif data manufaktur Eropa ke level terbaiknya  selama hampir setahun. 

Membaiknya rilis sektor manufaktur periode Januari dari Eropa dan potensi bertahannya program stimulus The Fed AS tersebut memberikan dukungan minat terhadap aset‐aset  beresiko  lebih  lanjut,  dan  mendorong  kenaikan  EURUSD  lebih  lanjut  ke  level  intraday  high  1.3711,  semakin  mendekati  level  tertinggi  yang  dicapai  14  November  2011  lalu,  di  1.3811. 

Euro  juga  melanjutkan  kenaikannya  ke  level  tertinggi  terbarunya  atas  sterling  sejak  Desember  2011  di  0.8716,  menyusul  optimisme  rilis  data  manufaktur  zona  euro  semakin  memperkuat  indikasi  bahwa  hal‐hal  terburuk  di  zona  euro  sudah  lewat,  sementara  rilis  data  manufaktur  Januari  Inggris  yang  lebih  lemah  semakin  memperkuat  kekhawatiran  terhadap perekonomian Inggris.  

Kelanjutan kenaikan euro diproyeksikan masih akan berlanjut menyusul ekspektasi positif lelang obligasi Spanyol pada Kamis mendatang, serta sidang moneter ECB (yang juga hari  Kamis) yang diproyeksikan masih akan mempertahankan suku bunga dan kebijakan moneternya. Selama belum ada indikasi dari ECB untuk pelonggaran moneter lebih lanjut dan  keberatan  dari  pejabat  tinggi  bank  sentral  Eropa  tersebut  terhadap  penguatan  tajam  euro  belakangan  ini,  maka  masih  akan  ada  potensi  kelanjutan  kenaikan  euro  pekan  ini.  Khususnya di saat sejumlah bank sentral global (The Fed AS, BoJ Jepang, BoE Inggris, PBoC Cina dan bahkan RBA Australia) yang diproyeksikan masih akan melakuan pelonggaran  moneter (baik berupa penurunan suku bunga atau kelanjutan program stimulus masing‐masing). 

U.K.
Sterling jatuh ke level terendah 15 bulan terhadap euro pada hari Jumat setelah rilis yang lebih baik untuk data manufaktur zona euro membantu mata uang tunggal untuk  terapresiasi secara umum. Euro melonjak 1.7% ke level intraday high 0.8716 pound, level tertingginya sejak akhir Oktober 2011, setelah data manufaktur menunjukkan ekonomi  zona euro kemungkinan telah melewati masa terburuknya. 

Sementara untuk data manufaktur Inggris menunjukkan ekspansi yang wajar di bulan Januari, meskipun telah mengurangi ancaman untuk ekonomi kembali tersungkur kedalam  resesi, namun rilis yang lebih rendah dari perkiraan telah memicu tekanan jual pada sterling. 

Kekehawatiran mengenai kemungkinan Inggris kehilangan peringkat kredit tertingginya triple‐A akibat lemahnya kondisi ekonomi juga turut memberi tekanan pada sterling. 

Sterling juga terkoreksi terhadap dolar, dan terakhir tercatat melemah 0.9% di sekitar $1.5705, semakin mendekati level terendah 5 bulan di $1.5674 yang dicapai hari Senin  sebelumnya. 

Sterling  telah  tertekan  belakangan  ini  akibat  lemahnya  perekonomian  Inggris  dan  resiko  untuk  kembali  mengalami  resesi  setelah  data  pekan  lalu  menunjukkan  ekonomi  mengalami kontraksi di kuartal keempat 2012. 

Sebagian besar analis pasar memprediksi tren pelemahan sterling masih akan berlanjut dalam beberapa pekan kedepan. Namun setelah terkoreksi lebih dari 5% terhadap euro  selama bulan Januari, sterling berpotensi untuk mengalami rebound

Data  Purchasing  Managers'  Index  (PMI)  sektor  manufaktur  Inggris  dirilis  di  50.8  di  bulan  Januari,  di  bawah  ekspektasi  pasar  51.0  namun  masih  berada  di  atas  50  yang  mengindikasikan  sektor  mengalami  ekspansi.  Pasar  saat  ini  akan  mencermati  data  PMI  sektor  konstruksi  Inggris  yang  akan  dirilis  hari  Senin  ini.  Jika  data  dirilis  buruk  maka  berpotensi menekan sterling lebih lanjut. 


JAPAN
Mata uang dollar dan euro kembali menambah keunggulannya atas yen hingga akhir pekan kemarin, dipengaruhi oleh rilis positif data manufaktur periode Januari AS  ke level terbaiknya selama 9 bulan serta Eropa ke level terbaiknya selama hampir setahun. 

Menguatnya  anggapan  bahwa  the  Fed  masih  akan  mempertahankan  program  stimulus  setelah  naiknya  tingkat  pengangguran  AS  periode  Januari,  tidak  banyak  memberikan  tekanan  pada  USDJPY  –  yang  belakangan  ini  mengalami  penguatan  tajam  akibat  sikap  pemerintahan  baru  Jepang  di  bawah  PM  Shinzo  Abe  yang  menginginkan BoJ untuk mengambil langkah stimulus agresif untuk mencapai target inflasi, yang dinaikkan 2 kali lipat menjadi 2%. 

USDJPY  kembali  melanjutkan  kenaikan  ke  level  tertinggi  terbarunya  selama  2,5  tahun  Jumat  lalu,  ke  level  92.64.  EURJPY,  di  saat  yang  hampir  bersamaan,  juga  berlanjut naik ke level tertinggi terbarunya selama 33 bulan di 126.96. 

USDJPY potensial memasuki fase retracement terhadap major downtrend‐nya dari 124.16 (Juni 2007) ke 75.35 (Oktober 2011), yang berada di 94.00 (38,2%) dan  99.76 (50,0%). Sementara EURJPY sudah menembus 38,2% retracement terhadap major downtrend‐nya dari 169.98 (Juli 2008) ke 94.09 (Juli 2012) yang berada di  123.08, sementara level retracement 50%‐nya berada di 132.04.   


AUSTRALIA
Aussie dollar bergerak bolak‐balik di areal negatif dan positif Jumat kemarin setelah data manufaktur resmi Cina (NBS) periode Januari dirilis lebih lemah serta kontraksi data  manufaktur  Australia di periode yang sama. Sementara data manufaktur Cina dari HSBC di periode Januari justru direvisi positif dari rilis awalnya beberapa waktu lalu. 

AUDUSD tertekan terlebih dahulu ke level 1.0358 di sesi Eropa Jumat sebelum kemudian di sesi AS bergerak stabil di atas areal 1.0400an. 

Data manufaktur PMI yang dirilis oleh The Australian Industry Group untuk periode Januari menunjukkan kontraksi berkelanjutan selama 11 bulan beruntun ke level 40.2 akibat lambannya  gerak perekonomian dan nilai tukar Aussie yang dipandang masih kuat oleh para produsen di Australia.  

Sementara sebuah hasil polling dari Reuters menunjukkan bahwa sidang moneter bank sentral Australia (RBA) pada 5 Februari pekan ini masih akan mempertahankan suku bunga di level  3,00%  karena  kondisi  perekonomian  Australia  secara  keseluruhan  lebih  baik  dari  beberapa  bulan  lalu,  serta  mulai  bangkitnya  harga  bijih  besi  dari  tekanannya.  Di  bulan  Januari  ini,  harga  komoditas ekspor terbesar Australia tersebut naik drastis ke level tertingginya selama 15 bulan – yang mencerahkan prospek ekonominya kembali. 

Terakhir RBA memangkas suku bunganya adalah pada Desember 2012 lalu – dimana sepanjang tahun tersebut tercatat telah melakukan pemangkasan suku bunga hingga 125 bps (atau 1,25%)  akibat inflasi yang cenderung turun, lemahnya pasar tenaga kerja dan merosotnya harga bijih besi dan harga sejumlah komoditas ekspor utama Australia. 

Namun hasil polling tersebut juga mengindikasikan peluang pemangkasan suku bunga Australia masih akan terbuka tahun ini, dengan memproyeksikan pemangkasan 25 bps (0,25%) ke level  2,75% pada paruh kedua tahun 2013. Bahkan ekonom dari ANZ Bank bersama dengan Macquarie memproyeksikan pemangkasan suku bunga Australia hingga 100 bps (1,00%) sepanjang tahun  2013 ini ke level 2,00%. 

Dipertahankannya suku bunga Australia pada pertemuannya pekan ini nampaknya paling tidak dapat menghambat langkah penurunan AUDUSD yang belakangan terus mencoba menembus ke  bawah level 1.0400.. 

SWISS
Dolar jatuh ke level terendah 14 bulan terhadap euro setelah data pekerjaan AS menegaskan kembali bahwa The Fed akan mempertahankan kebijakan moneter longgarnya.  Penguatan euro juga berkembang setelah rilis data manufaktur zona euro yang mencatat kinerja bulan terbaiknya, selama hampir setahun terakhir. 

Melemahnya dolar atas euro juga telah memicu melemahnya dolar atas franc Swiss, menembus level terendah 9 bulan di 0.9023 franc. 

Sektor  manufaktur  Swiss  mencatat  pertumbuhan  untuk  pertama  kalinya  dalam  17  bulan  terakhir  di  periode  Januari,  mengindikasikan  perusahaan‐perusahaan  memperoleh  keuntungan dari melemahnya franc Swiss dan juga adanya peningkatan permintaan dari zona euro. 

Swiss purchasing managers' index naik ke 52.5 di bulan Januari dari level revisinya 49.2 di bulan Desember sebelumnya, berhasil melampaui  ekspektasi 50.5. Ini adalah kali  pertama sejak Agustus 2011, untuk indeks menembus di atas angka 50 yang menunjukkan sektor manufaktur mengalami ekspansi. 

Eksportir  Swiss,  yang  terpukul  oleh penguatan  franc  Swiss  sejak  awal  krisis  keuangan,  telah  berangsur  membaik  seiring  melemahnya  franc  Swiss  ke  level  terendah  22 bulan  terhadap euro di pekan lalu menyusul meningkatnya kepercayaan pada pemulihan ekonomi di zona euro. 

Data hari Jumat menunjukkan manufaktur zona euro mencatat bulan terbaiknya selama hampir setahun terakhir selama periode Januari, menambah indikasi bahwa masa tersulit  telah dilewati oleh zona euro.