title cover

title cover

Wednesday, April 24, 2013

Headline News 24.04.13


US & GLOBAL
• Pasar  ekuitas  global  menguat  pada  hari  Selasa,  rebound  dari  koreksi  tajamnya  yang  sebelumnya  disebabkan  oleh  laporan  palsu  mengenai  terjadinya ledakan di Gedung Putih, sementara euro terkreksi seiring buruknya data ekonomi dari Jerman yang memperbesar kemungkinan ECB  melanjutkan kebijakan moneter longgar. 

• Sesaat setelah  lewat tengah malam, pasar saham, obligasi, minyak, emas dan komoditas bergejolak setelah Associated Press tweet,  kemudian  dinyatakan palsu, menyusul laporannya mengenai terjadinya 2 ledakan di Gedung Putih yang melukai Presiden Barack Obama. 

• Harga obligasi pemerintah AS melonjak tajam, sementara indeks S&P 500 jatuh 14,6 poin atau 0,93%, sekitar selama 3 menit ketika rumor soal  ledakan tersebut menyebar di pasar. 

• Kemudian  seorang  juru  bicara  Associated  Press  mengatakan  kepada  Reuters  bahwa  pesan  AP  Twitter  adalah  “palsu”  dan  Gedung  Putih  menyatakan bahwa Obama baik‐baik saja. 

• The U.S. Securities and Exchange Commision is looking into the issue, demikian kata SEC Commissioner Daniel Gallagher.  

• Dengan nilai S&P 500 sekitar $14,6 trilyun saat berita palsu terjadi, maka kejatuhannya selama 3 menit telah menghapus nilai indeks senilai $136,5  milyar. 

• Pergerakan semalam mengulang peristiwa kejatuhan pasar yang terjadi pada 6 Mei 2010 yang dikenal dengan istilah "flash crash", ketika indeks  Dow anjlok lebih dari 600 poin, akhirnya menumpuk kerugian sekitar 1000 poin, dalam beberapa menit sebelum kembali pulih. 

• Yen terlihat bergerak fluktuatif menyusul AP tweet. Namun setelah dinyatakan palsu, yen kembali bergerak normal. Pasar ekuitas juga kembali  melanjutkan uptrend‐nya. 

• Euro terkoreksi ke level terendah 2 pekan terhadap dolar seiring buruknya data ekonomi Jerman kian menambah kekhawatiran soal kesehatan  ekonomi zona euro dan membangun spekulasi bahwa ECB berpotensi memangkas suku bunganya. 

• Di pasar Wall Street, Dow Jones industrial average <.DJI> naik 152,29 poin atau 1,05% di 14719,46. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX>  naik 16,28 poin atau 1,04% di 1578,78. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> naik 35,78 poin atau 1,11% di 3269,33.  

• Pasca pembukaan Wall Street, saham Apple <AAPL.O> naik 3,8% setelah perusahaan melaporkan laba kuartal kedua yang lebih baik dari perkiraan  senilai $43,6 milyar, menyusul penjualan yang laris untuk iPad dan iPhone.  

• Indeks saham Eropa mencatat kenaikan harian terbesarnya dalam 7 bulan. 

• Euro jatuh 0,3% ke 129,22 yen, masih turun dari posisi tertinggi 3 tahun di sekitar 131,10 yang dicapai pada 11 April. Yen, yang diburu investor  ketika kondisi ekonomi global tidak menentu, berhasil rebound secara luas. Namun demikian, dolar akhirnya berhasil menguat 0,3% di 99,45 yen.  

• Sementara  itu,  indeks  ekuitas global  dalam  MSCI  tercatat  naik  1%.  Sedangkan  Treasury  AS  tenor  10  tahun  turun  4/32  dengan  yield  di  1,7065  persen. 

• Harga minyak mentah sempat anjlok 70 sen selama 3 menit usai muncul laporan ledakan di Gedung Putih, namun kemudian kembali naik setelah  laporan dinyatakan palsu. Harga emas berjangka juga sempat melonjak lebih dari $5 per ons atau 0,4% setelah muncul laporan ledakan namun 5  menit kemudian kembali melemah. Di akhir sesi, minyak Brent melemah seiring rilis buruk data manufaktur di Cina dan Eropa namun ditutup di  atas $100 per barel untuk kedua kalinya secara berturutan. 

• June Brent crude <LCOc1> berakhir melemah 8 sen di $100.31 per barel, setelah anjlok lebih dari $1,50 di awal sesi. U.S. crude for June delivery  <CLc1> ditutup turun 1 sen di $89,18 per barel pasca merosot lebih dari $1.  

• Data awal HSBC Purchasing Managers' Index untuk bulan April turun ke 50,5 dari 51,6 di bulan Maret menyusul order baru untuk ekspor di Cina  mengalami penurunan. Data tersebut memperburuk wajah ekonomi Cina pasca rilis data PDB‐Q1 yang lebih buruk dari perkiraan di pekan lalu.   


GOLD & COMMODITIES
• Emas melemah lebih dari 1 persen Selasa lalu karena penguatan dollar yang membawa tekanan pada harga dan karena arus dari gold  exchange‐traded fund (ETF) terbesar didunia mengalami akselerasi dan ditekan investor bergeser kearah ekuitas dan dan aset lainnya.  

• Pada pertengahan hariannya, emas bersamaan dengan pasar saham, obligasi, minyak/oil dan komoditas lainnya, mengalami bergejolak  secara singkat dari laporan palsu Gedung Putih/White House. Emas tertekan ke level terendahnya dari laporan palsu tersebut.   

• Pada awal penurunannya yang membawa emas rally 1,6 persen pada awal hariannya, yang mana didorong oleh penguatan pembelian  fisik.   

• "I  think  the  whole  commodities  space  came  off  because  of  the  weak  PMI  out  of  China  and  the  weak  PMI  out  of  Europe,  especially  Germany," kata Heraeus Precious Metals Management metals trader David Lee. "That combination is dragging everything from copper to  silver to platinum and palladium down. And gold is going down in sympathy because it's part of the basket."   


OIL & COMMODITIES
• Perekonomian utama dunia, yakni di AS, Eropa dan Asia, kehilangan momentumnya di bulan April, demikian beberapa hasil survey bisnis menunjukkan  Selasa kemarin, sehingga meningkatkan kekhawatiran mengenai prospek pemulihannya. 

• Cina dan Jerman, yang merupakan 2 eksportir terbesar dunia, kehilangan momentumnya di bulan April. Pertumbuhan manufaktur Cina semakin melamban  karena  merosotnya  permintaan  ekspor,  sementara  pertumbuhan  manufaktur  negara  ekonomi  terbesar  di  Eropa,  untuk  periode  April,  dirilis  di  level  terendahnya  selama  5  bulan.  Di  AS,  kondisi  manufakturnya,  mengalami  pertumbuhan  terlambannya  selama  6  bulan  karena  turunnya  demand  lokal  –  mengindikasikan bahwa perekonomian terbesar dunia tersebut mulai kehilangan pijakannya di kuartal kedua tahun ini. 

• Semakin lambannya perekonomian global dibarengi dengan tekanan harga‐harga komoditas akan meredam kekhawatiran inflasi dan spekulasi bahwa The  Fed AS akan menghentikan dalam waktu dekat QE‐nya yang berkelanjutan – berupa program pembelian aset bulanan senilai $85 milyar. 

• Sementara kontraksi data manufaktur April Jerman untuk pertama kalinya sejak November 2012 akan memberikan dimensi baru lainnya bagi pertemuan  moneter ECB Kamis pekan depan – meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga. 

• Lemahnya  kondisi  ekonomi  AS  dan  Cina,  yang  merupakan  2  konsumen  minyak  terbesar  dunia,  diikuti  Jerman,  perekonomian  terbesar  Eropa,  yang  juga  meningkatkan  ekspektasi  pemangkasan  suku  bunga  Eropa,  menjadi  faktor  utama  yang  menekan  harga  minyak  Brent  <LCOc1>  kembali  ke  bawah  level  $100/barel Selasa kemarin. Sementara harga crude oil <CLc1> sempat terkoreksi menembus ke bawah $88 sebelum kemudian bangkit kembali ke atas areal  $89 di sesi NY semalam. 

• Senin  sebelumnya,  untuk  pertama  kali  dalam  5  hari  perdagangan,  Brent  crude  berhasil  settle  di  atas  areal  $100/barel,  mengingat  para  investor  mulai  mencermati potensi keberatan dari negara‐negara anggota OPEC saat harga berada di bawah $100 dan menjadikannya level untuk bargain hunting (beli di  level yang sudah dianggap rendah, atau sudah dianggap turun tajam). 

• Sebagai respon dari pertumbuhan ekonomi Cina yang moderat, yang menekan harga minyak, Arab Saudi diproyeksikan akan mempertahankan produksi  minyaknya  di  kuartal  kedua  ini,  menyusul  pemangkasan  sebesar  700  ribu  barel/hari  di  2  bulan  terakhir  tahun  2012.  Sementara  ketegangan  konflik  di  negara‐negara produsen minyak belakangan ini juga turut menghambat penurunan harga – seperti penyerbuan pasukan Irak ke demonstran Sunni yang  menyebabkan korban jiwa. Selain itu juga bom mobil di kedutaan Perancis di Libya yang melukai 2 pengawal. 

• Masih perlu diperhatikan data persediaan minyak AS pekan ini sebagai tolak ukur demand  konsumen minyak terbesar dunia tersebut. 


EURO ZONE
• China  dan  Jerman,  dua  eksportir  terbesar  didunia,  menunjukkan  tanda‐tanda  terbaru  pelemahan  dalam  survei  bisnis  utama  Selasa  lalu,  meningkatkan  keraguan  mengenai  penguatan permintaan global dan recovery ekonomi.  

• Suatu survei yang sama untuk manufaktur AS berkenaan dengan hari berikutnya, diekspektasi untuk menunjukkan pertumbuhan diantara factories yang sedikit melambat bulan ini.  

• Survei berasal dari pemikiran kembali oleh para pemimpin Eropa pada pemangkasan bujet mereka yang menambah momentum ‐ bahwa, dalam kata‐kata Presiden Komisi Eropa  Jose Manuel Barroso, langkah austerity telah mencapai batas sebagai kebijakan. 

• Consumer confidence Italia tidak seperti ekspektasi naik pada bulan April ke level tertingginya dalam sembilan bulan, data menunjukkannya sebagaimana survei mengatakan situasi  ekonomi membaik.  

• Para responden terlihat mengabaikan permasalahan berkenaan dengan kebuntuan politik yang diikuti pemilihan parlemen bulan Februari, yang mana telah mendorong pada lebih  banyak dari satu bulannya ketika survei dilakukan selama dua minggu pertama pada bulan April.  

• Perancis  dan  Spanyol    menekan  sedikit  penurunan  tujuan  defisit  bujet  mereka  tahun  lalu  dan  level  utang  membenkak  diseluruh  zona  euro  tetapi  menekan  kemungkinan  pelonggaran pada Paris dan Madrid karena Komisi Eropa menandai pada akhir dari pemangkasan pembelanjaan yang tajam.  


U.K.
• Sterling  merosot  terhadap  dolar  pada  perdagangan  hari  Selasa,  setelah  rilis  lebih  buruk  dari  perkiraan  untuk  data  ekonomi  di  sejumlah  negara  maju  telah  meningkatkan minat investor pada mata uang yang lebih liquid seperti dolar dan yen. 

• Data estimasi awal untuk PDB‐Q1 Inggris yang akan dirilis hari Kamis berpotensi menunjukkan terjadinya resesi di Inggris, dan hal ini akan memicu tekanan jual pada  sterling. 

• Sebuah  survey  bisnis  pada  hari  Selasa  kemarin  mengisyaratkan  adanya  hambatan  pada  proses  pemulihan  ekonomi  global  di  Eropa  dan  Cina,  yang  mana  telah  mendorong investor untuk memburu mata uang yang lebih aman resiko seperti dolar dan juga yen. 

• Sementara, di Inggris, data utang publik yang dirilis sedikit lebih baik dari perkiraan menawarkan sejumlah dukungan bagi investor jangka panjang untuk membeli  sterling di level bawah, namun demikian data factory orders diluar dugaan melemah di bulan April berdasarkan survey tren order CBI. Order dilaporkan turun ke ‐25 di  bulan April dari ‐15 di bulan Maret, kontras dengan ekspektasi untuk naik ke ‐14. Data April adalah yang terendah sejak Oktober 2010. 

• Sterling turun 0,3% ke $1,5239 setelah terkoreksi ke level intraday low di $1,5196 terhadap dolar, yang merupakan level terendahnya sejak 4 April. 

• Namun demikian, sterling masih berhasil menguat terhadap euro. Mata uang tunggal Eropa tercatat melemah 0,2% di 0,8520 pound. Euro tertekan oleh data yang  menunjukkan sektor swasta Jerman mengalami kontraksi untuk pertama kalinya dalam 5 bulan di periode April. Hal ini kian memperbesar prospek untuk terjadinya  pemangkasan suku bunga oleh ECB dalam waktu dekat ini. 


JAPAN
• Perekonomian utama dunia, yakni di AS, Eropa dan Asia, kehilangan momentumnya di bulan April, demikian beberapa hasil survey bisnis menunjukkan Selasa kemarin, sehingga meningkatkan  kekhawatiran mengenai prospek pemulihannya. 

• Cina dan Jerman, yang merupakan 2 eksportir terbesar dunia, kehilangan momentumnya di bulan April. Pertumbuhan manufaktur Cina semakin melamban karena merosotnya permintaan  ekspor, sementara pertumbuhan manufaktur negara ekonomi terbesar di Eropa, untuk periode April, dirilis di level terendahnya selama 5 bulan. Di AS, kondisi manufakturnya, mengalami  pertumbuhan terlambannya selama 6 bulan karena turunnya demand  lokal – mengindikasikan bahwa perekonomian terbesar dunia tersebut mulai kehilangan pijakannya di kuartal kedua  tahun ini. 

• Semakin lambannya perekonomian global dibarengi dengan tekanan harga‐harga komoditas akan meredam kekhawatiran inflasi dan spekulasi bahwa The Fed AS akan menghentikan dalam  waktu dekat QE‐nya yang berkelanjutan – berupa program pembelian aset bulanan senilai $85 milyar. 

• Sementara kontraksi data manufaktur April Jerman untuk pertama kalinya sejak November 2012 akan memberikan dimensi baru lainnya bagi pertemuan moneter ECB Kamis pekan depan –  meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga. 

• Lemahnya kondisi ekonomi AS dan Cina diikuti Jerman, perekonomian terbesar Eropa, yang juga meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga Eropa, menjadi pemicu bagi rebound yen  dari pelemahannya yang mencoba memecahkan level psikologis 100 terhadap dolar AS. 

• Yen, yang biasanya menguat sebagai safe haven bagi investor saat kekhawatiran ekonomi global, rebound dari tekanannya. Akibatnya USDJPY pun terkoreksi cukup tajam hingga ke 98.49  kemarin dari upayanya mencoba menembus level 100 – dengan intraday high di 99.88 Senin sebelumnya.  

• Di bulan April ini, USDJPY berhasil mencetak level tertinggi 4 tahun di 99.95 (11/Apr) dari level terendah sementara April ini, di 92.54 (02/Apr), dan kemudian terkoreksi cukup besar ke 95.93  (16/Apr) pekan lalu. Apakah USDJPY akan mengatasi level psikologis 100 atau justru tertekan terlebih dahulu ke areal support 95.93‐92.54 pada sisa kuartal kedua ini. 

• Dalam jangka pendek ini sangat menarik untuk memperhatikan data arus modal di Jepang yang akan dirilis Kamis. Fokusnya adalah apakah pelonggaran/stimulus BoJ yang sangat agresif dapat  mendorong para investor Jepang meningkatkan pembelian aset‐aset di mancanegara (foreign bond investment)…? Sementara pada hari Jumatnya akan diamati kembali sidang moneter BoJ. 

• Banyak analis/pengamat pasar optimis bahwa yen akan menuju level psikologis 100 per dolar AS, hanya tinggal soal waktu saja menurut mereka. 



AUSTRALIA
• Australia dan New Zealand dollars merosot secara meluas Selasa lalu karena kekecewaan data manufaktur dari Cina yang memberikan bearish investors  lebih banyak alasan untuk melakukan aksi jual pada mata uang yang berhubungan dengan pertumbuhan (ekonomi).  

• Aussie anjlok ke level terendah dalam mingguannya terhadap dollar AS, pound dan euro, sementara itu meluncur hampir satu persen pada satu harinya  terhadap yen.  

• Telah  merosot  ke  level  $1.0221  <AUD=D4>,  level  terendahnya  sejak  awal  Maret,  dari  level  $1.0268  pada  permulaan  harian  pada  perdagangan  lokal  di  Sydney. Terakhir telah berada pada 
level $1.0265 dengan para investor mengetes penurunan pada kisaran yang telah tertahan sejak bulan Agustus tahun  lalu.  

• Harga obligasi Australia menguat mengikuti rilis pelemahan dari ekspektasinya gambaran manufaktur Cina. 


SWISS
• Euro melonjak ke level tertinggi 1 bulan terhadap franc Swiss pada perdagangan hari Selasa, menyusul berkembangnya spekulasi bahwa bank sentral Swiss (SNB) akan  menaikkan batas minimum nilai tukar EUR/CHF. 

• SNB di bulan September 2011 lalu menetapkan batasan minimum untuk nilai tukar EUR/CHF di 1,20 franc per euro, sementara spekulasi yang berkembang saat ini  menyebutkan SNB kemungkinan akan menaikkan batasan minimum tersebut menjadi 1,25 franc per euro. Adapun SNB tidak memberikan komentarnya atas spekulasi  ini. 

• Euro melejit ke level intraday high di 1,2271 franc, level tertingginya sejak 18 Maret, dan terakhir bergerak di sekitar 1,2265 franc atau menguat 0,5%. Sedangkan dolar  juga menguat ke 0,9456 franc, level tertinggi sejak 4 April, sebelum akhirnya ditutup di sekitar 0,9453, atau naik sekitar 1,2% dari posisi penutupan New York hari Senin. 

• Adapun data semalam menunjukkan ekspor Swiss turun di bulan Maret, dipicu berkurangnya hari kerja selama 2 hari, dan juga menurunnya momentum di sektor  mesin dan arloji. Ekspor tercatat turun 2% di buolan Maret menjadi 16,95 milyar franc Swiss, demikian dilaporkan Federal Customs Office. Ekspor dari sektor mesin dan  elektronik,  kategori  ekspor  terbesar  kedua  Swiss,  anjlok  9,3%,  sementara  ekspor  arloji  turun  5,4%.  Kondisi  ini  mengisyaratkan  pemulihan  ekonomi  Swiss  tengah  melambat. 

• Pekan ini pasar akan mencermati data KOF Swiss, yang merupakan barometer untuk mengukur kinerja ekonomi Swiss dalam 6 bulan kedepan. Data diprediksi melemah  di bulan April, setelah di bulan Maret sebelumnya dirilis turun di bawah ekspektasi.

Tuesday, April 23, 2013

Headline News 23.04.13


US & GLOBAL
• Pasar ekuitas global menguat pada hari Senin, menghapus kerugian awalnya menyusul rebound Wall Street pasca koreksi tajamnya pekan  lalu, sementara dolar terkoreksi terhadap yen meskipun masih sedikit di bawah level 100 yen. Bursa saham AS ditutup menguat pasca  koreksi tajam pekan lalu memicu aksi beli investor dan saham Microsoft <MSFT.O> melonjak setelah seorang aktifis investor mengambil  saham  di  perusahaan  tersebut.  Namun  pemicu  utama  rebound  bursa  saham  adalah  saham  untuk  sektor  yang  erat  kaitannya  dengan  pertumbuhan ekonomi. 

• Di pasar uang, dolar melonjak ke 99,88 yen, mendekati level tertinggi 4 tahun di 99,94 yang dicapai 11 April dan level 100. Dolar terakhir  bergerak melemah 0,2% di sekitar 99,28 yen. Para petinggi Jepang mengatakan megara‐negara G20 menerima program stimulus Jepang  senilai $1,4 trilyun yang ditujukan untuk mengatasi deflasi selama 15 tahun dan bukannya untuk melemahkan yen. 

• "The lack of pushback by the G20 effectively gives the BOJ room to ease further if needed and should keep the yen biased broadly lower,"  kata Omer Esiner, kepala anlis pasar pada Commonwealth Foreign Exchange Inc. di Washington, DC.  

• Sikap G20 telah memuluskan kelanjutan pelemahan yen dan mendorong dolar semakin mendekati level kritis 100 yen dan mendorong  minat beli pada saham‐saham Jepang. 

• Bank‐bank sentral telah mempertahankan suku bunga rendah sejak 2008, sementara menyuntikkan lebih dari $6 trilyun kedalam sistem  perbankan melalui pinjaman dan pembelian aset, dan sejauh ini keberhasilannya tidaklah begitu menggembirakan. 

• Euro  masih  bergerak  fluktuatif  dan  rentan  tekanan  terhadap  dolar  seiring  ekspektasi  langkah  bank  sentral  yang  kemungkinan  akan  memangkas suku bunganya. Euro terakhir bergerak di sekitar $1,3058 atau naik 0,1%. 

• Di  Wall  Street,  Caterpillar  Inc  dan  Halliburton  menjadi  saham  dengan  kinerja  terbaik  di  S&P  500  setelah  memberikan  laporan  keuangannya. Saham Caterpillar naik 3% di $82,82 dan saham Halliburton naik 6% ke $39,35. 

• Bursa saham eropa juga berhasil menguat setelah adanya perkembangan kemajuan untuk berakhirnya kebuntuan politik di Italia. Indeks  FTSE MIB Milan naik 1,7% 

• Kesepakatan  luas  di  antara  berbagai  kelompok  politik  telah  mengangkat  prospek  untuk  mengakhiri  dua  bulan  kebuntuan  setelah  pemilihan umum yang tak meyakinkan di Italia. Indeks FTSEurofirst 300 naik 0,2%. 

• Dow Jones industrial average <.DJI> naik 19,66 poin atau 0,14% di 14567,17. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index  <.SPX> naik 7,25  poin atau 0,47% di 1562,50. Sementara Nasdaq Composite Index  <.IXIC> naik 27,50 poin aatau 0,86% di 3233,55.   

• MSCI's world equity index <.MIWD00000PUS> bertambah 0,3%.  

• Di pasar komoditas, emas ditutup naik 1,5%, meskipun sempat memangkas keuntungannya di akhir sesi, didukung oleh kuatnya aksi beli,  setelah harga menembus level terendah 2 tahun pekan lalu. Harga emas naik 2,48% ke level intraday high di $1438,66 per ons. Harga  telah naik lebih  dari  $100  sejak  menyentuh level terendah 2  tahun di $1321 pada Selasa pekan lalu. Emas kemudian terakhir tercatat  bergerak di sekitar $1424,30 per ons atau naik 1,47% dari posisi penutupan Jumat. 

• Brent crude futures <LCOc1> naik untuk ketiga kalinya secara berturutan, naik 74 sen untuk ditutup di $100,39 per barel, turun dari posisi  intraday high di $101,04. Sementara untuk harga kontrak Mei, yang berakhir hari Senin, naik 75 sen ke $88,76 setelah mencatat intraday  high di $89,13. 

• Harga obligasi pemerintah AS naik berkat laporan data existing home sales AS yang turun lebih tajam dari perkiraan di bulan Maret dan  implikasi melemahnya inflasi. Treasury tenor 10 tahun naik 4/32 di 102‐23/32 di bawah volume rata‐rata, dengan yield 1,699%. 


GOLD & COMMODITIES
• Emas naik untuk ditutup naik 1,5 persen Senin lalu, memangkas kenaikan pada akhir hariannya tetapi masih didukung oleh penguatan  pembelian fisik, setelah harganya mencapai level terendah dalam dua tahunnya minggu lalu. 

• Pada saat yang sama, investor mengurangi untuk memegang logam mulia dalam top exchanged‐traded fund ke level terendahnya yang  mendekati tiga tahun.  

• Masih mendekati outlook teknikal yang positif untuk emas, yang mana telah merosot lebih dari 15 persen tahun ini. Dalam jangka panjang,  masih menunjukkan tren pelemahan meskipun terjadi aksi pembelian fisik di Asia dan dimanapun juga. 

• "The continued technical bounce off the recent lows is being prompted by the bargain hunting and strong physical demand that we've seen  in  the  market  from  this  recent  sell  off,"  kata  David  Meger,  vice  president  dan  direktur  dari  perdagangan  metals,  pada  Vision  Financial  Markets di Chicago, Illinois.    

• "Physical demand is giving the price a psychological boost, but don't think that could make up for the 65‐tonne outflows from ETFs last  week," manajer senior Saxo Bank Ole Hansen mengungkapkannya.   


OIL & COMMODITIES
• Brent  crude  masih  bertahan  di  atas  $100/barel  selama  3  hari  perdagangan  berturut‐turut  Senin  kemarin,  menyusul  tekanan  besarnya  yang  telah  berlangsung dalam 6 hari perdagangan beruntun sebelumnya. Kondisi technical yang sudah jenuh jual (oversold) memicu aksi bargain‐hunting – aksi beli di  harga yang sudah dianggap rendah. 

• Namun sepanjang April 2013 berjalan ini, harga Brent crude masih terakumulasi turun hingga lebih dari 8% akibat kekhawatiran penurunan demand pada 2  negara konsumen minyak terbesar dunia, AS dan Cina, menyusul lemahnya data‐data ekonomi masing‐masing. 

• Harga Brent crude <LCOc1> tertekan tajam ke level terendah sejak Juli 2012, di $96.75/barel di awal pekan lalu, dari level $103 Jumat 2 pekan sebelumnya.  Sementara crude oil AS <CLc1>, yang juga cenderung rebound dari tekanannya di level terendah sejak Desember 2012, di $85.67/barel yang dicapai Kamis  pekan lalu dari level $90 pada 2 pekan sebelumnya, masih berjuang untuk mengatasi level $89/barel. 

• Dalam jangka pendek ini, para pelaku pasar akan menanti data‐data ekonomi (AS dan Cina) sebagai indikasi terhadap arah pergerakan harga minyak ke  depannya. Data‐data tersebut adalah HSBC PMI manufaktur April Cina Selasa ini dan GDP Q3 AS pada Jumat akhir pekan nanti. 

• Beberapa waktu lalu, data‐data seperti GDP Q1 Cina yang rilis di level 7.7%, turun dari 7.9% periode sebelumnya, dan peningkatan claim pengangguran  mingguan AS memperkuat kekhawatiran lemahnya data ekonomi 2 negara konsumen minyak terbesar dunia tersebut. 

• Selain  itu,  di  saat  tekanan  harga  minyak  April  ini,  perlu  diwaspadai  reaksi  dari  anggota  OPEC  karena  Harga  Brent  crude  oil  di  bawah  $100/barel  dirasa  menyulitkan  sejumlah  anggota  OPEC  untuk  membiayai  pengeluaran  masing‐masing  yang  didanai  dari  pendapatan  dari  minyak.  Hal  ini  potensial  mengundang langkah pengurangan pasokan maupun produksi minyak dari anggota OPEC yang akan membatasi tekanan lebih lanjut, atau mungkin bisa  mendukung rebound. 

• OPEC akan bersidang pada 31 Mei 2013 mendatang, namun sikap mayoritas para anggota OPEC akhir‐akhir ini terhadap penurunan harga minyak dunia  nampaknya  tidak  akan  memicu  pertemuan  darurat  menjelang  jadwal  pertemuan  Mei  tersebut.  Pekan  lalu  pihak  Venezuela,  salah  satu  anggota  OPEC,  mengatakan bahwa para menteri‐menteri OPEC tengah berkonsultasi mengenai perlunya pertemuan darurat sebagai reaksi dari penurunan harga minyak  akhir‐akhir ini. 

• Perlu  diikuti  pula  perkembangan  pembicaraan  mengenai  program  nuklir  Iran  (antara  Badan  Energi  Atom  Internasional/IAEA)  yang  masih  buntu,  yang  beresiko menjadi pemicu kenaikan harga minyak lebih lanjut. 


EURO ZONE
• Perjuangan ekonomi dari Yunani, Portugal dan Spanyol kemungkinan tidak akan bertumbuh lagi hingga tahun depan dan mantan macan/Celtic tiger Irlandia kemungkinan untuk  mendengkur daripada mengaum, sebuah polling Reuters menyatakannya Senin lalu.  

• Polling sekitar 40 ekonom, diambil seminggu terakhir, menunjukkan ketatnya langkah austerity yang masih menghambat empat ekonomi zona euro. Dengan tingkat pengangguran  diekspektasi untuk naik kedepannya, terdapat sedikit harapan untuk pertumbuhan jangka pendek yang mendasar.  

• Perkiraan  median  sebagian  besar  dipotong  dari  sebuah  jajak  pendapat  yang  sama  diambil  pada  bulan  Januari.  Outlook  telah  memburuk  hampir  setiap  polling  kuartalan  sejak  pertama kali dikenalkan pada bulan Juni 2011.  

• Pengawas pasar keuangan Jerman Bafin akan meneliti dengan cermat pemberi pinjaman Jerman wealth management businesses dari luar negeri, yang dikatakan Senin lalu karena  perlambatan (ekonomi) global melarang penghindaran pajak yang makin intensif.  

• Regulator bank mengumumkan diikuti kata‐kata kepala sepak bola Bayern Munich Uli Hoeness yang menghadapi penghindaran pajak yang melibatkan sebuah rekening di bank  Swiss.   

• "Our fact‐finding effort is still at the conception stage," seorang jurubicara Bafin mengatakannya, tidak mau memberikan rincian mengenai kemungkinan isi atau timeline untuk  pertanyaan pengawas.  

• Pertumbuhan  ekonomi  dalam  zona  euro  akan  kembali  melambat  dalam  semester  kedua  dari  setahunnya  karena  wilayah  terus  bekerja  kearah  perbaikan  kerusakan  sektor  keuangan, European Union Economic dan Monetary Affairs Commissioner Olli Rehn mengatakannya.  



U.K.
• Sterling bergerak relatif stabil setelah awalnya sempat tertekan terhadap dolar pada perdagangan hari Senin setelah lembaga pemeringkat kedua men‐downgrade  Inggris yang mana kian menambah prospek suram mata uangnya ditengah resiko terjadinya pertumbuhan ekonomi yang buruk di kuartal pertama tahun ini. 

• Fitch Ratings pada hari Jumat lalu memangkas peringkat kredit teratas Inggris menjadi AA‐plus dari AAA, mengutip melemahnya prospek ekonomi dan fiskal. Langkah  Fitch  mengikuti  jejak  Moody’s  yang  merupakan  instansi  pertama  yang  men‐downgrade  Inggris  pada  bulan  Februari,  sementara  Standard  &  Poor's  mengatakan  pihaknya juga berpeluang untuk mengikuti langkah Moody's. 

• Meskipun  langkah  downgrdae  ini  bukanlah  hal  yang  mengejutkan  pasar,  karena  kondisi  ekonomi  Inggris  yang  memang  belakangan  ini  terlihat  buruk,  namun  setidaknya hal ini memperkuat alasan untuk menjual pound. 

• Estimasi awal untuk data PDB‐Q1 Inggris yang akan dirilis hari Kamis berpotensi menekan sterling lebih lanjut, dimana pasar berkeyakinan data akan menunjukkan  terjadinya kontraksi ekonomi di kuartal pertama 2013. 

• Sterling tercatat menguat 0,2% terhadap dolar di sekitar $1,5265, masih di bawah level tertinggi bulan April di $1,5412. 

• Pasar memprediksi ekonomi tercatat tumbuh 0,1% q/q di kuartal pertama, meskipun kisaran proyeksi berada di sekitar 0,3% hingga ‐0,2%. 

• Jika  data  dirilis  buruk  maka  akan  memperbesar  peluang  untuk  BoE  melanjutkan  kebijakan  moneter  longgar  dalam  bulan‐bulan  mendatang  untuk  mendongkrak  pertumbuhan ekonomi. 

• Sementara euro terkoreksi 0,3% ke sekitar 0,8542 pound. Mata uang tunggal telah tertekan oleh sejumlah pembicaraan mengenai penurunan suku bunga oleh Bank  Sentral Eropa, seiring data ekonomi yang lemah dan kekhawatiran situasi politik di Italia. 



JAPAN
• Yen kembali mencoba untuk menembus level 100 per dollar AS Senin kemarin, diikuti oleh kenaikan indeks saham Jepang, Nikkei ke level tertinggi 5 tahun, setelah pertemuan  menteri keuangan dan para pemimpin negara G20 di Washington akhir pekan lalu menerima kebijakan stimulus agresif Jepang, dalam rangka upaya meredam suramnya prospek  pertumbuhan global, membangkitkan kembali perekonomian lokalnya serta menghentikan deflasi akutnya yang sudah berlangsung 15 tahun. 

• Yang perlu diketahui adalah para bank  sentral global  sejak  2008  telah  menetapkan  suku  bunga  masing‐masing di level  rendah,  sambil  memompa  dana  ke  sistem  perbankan  masing‐masing hingga lebih dari $6 trilyun – melalui pinjaman dan program pembelian aset – namun masih sedikit memberikan dorongan bagi perbaikan ekonomi hingga saat ini. 

• Oleh sejumlah pengamat bursa, sikap G20 di Washington akhir pekan lalu pun membuka jalan lebih mulus bagi kelanjutan pelemahan yen, yang sedang mencoba menembus level  100 per dolar, serta mendorong peningkatan demand terhadap saham‐saham Jepang.  

• USDJPY mencapai level tertingginya selama 4 tahun di 99.94 pada 11 April 2013. Sementara Senin kemarin, hingga pertengahan sesi NY, USDJPY baru mencapai intraday high  99.88. EURJPY, yang 11 April lalu, mencapai level tertinggi sejak Januari 2010 di 131.11 dan Senin kemarin, setelah tertekan mencoba menembus ke bawah 125 pada 16 April lalu,  bangkit kembali hingga level 130.66 di pertengahan sesi NY. 

• Kebangkitan EURJPY nampaknya juga didukung oleh kenaikan bursa saham Eropa, menyusul harapan segera berakhirnya kebuntuan politik di Italia yang sudah berlangsung 2  bulan terakhir ini. Terpilihnya kembali presiden Giorgio Napolitano, yang sudah berusia 87 tahun, diharapkan akan membuka jalan bagi terbentuknya pemerintahan baru dalam  waktu dekat.  

• Ada prospek yang mengatakan bahwa jika berhasil tembus level 100, USDJPY akan mengalami aksi stop‐loss buying yang akan mendukung kenaikan hingga 101.45 (tertinggi sejak  April  2009)  dan  105.51  –  61.8%  Fibonacci  retracement  penurunannya  dari  124.16  (2007)  ke  75.35  (2011).  Sementara  Nikkei  <.N225>  berpotensi  menuju  13981.69,  61.8%  Fibonacci retracement penurunannya dari 18300.39 (2007) ke 6994.90 (2008). 


AUSTRALIA
• Beberapa ekonom  merujuk pada transisi ekonomi dari booming investasi pertambangan karena "rebalancing", tetapi Guy Bruten tidak memikirkan akan  semulus sepeti yang ditunjukkannya.  

• Dia mengekspektasi akan cukup keras untuk menekan satu atau dua kali pemangkasan tingkat suku bunga dari Reserve Bank of Australia (RBA)  

• Mr Bruten, ekonom senior funds manager AllianceBernstein's untuk wilayah Asia/Pasifik, mengatakan Australia pada atau dekat dengan daftar teratas dari  commodity‐producing economies ketika terjadi kenaikan pada harga ekspor dibandingkan dengan harga impor, hasil booming investasi pertambangan dan  kenaikan pada hasil mineral yang diikuti.  

• Dan kenaikan pada exchange rate telah menguat untuk Australia juga.  

• Voting Federal Labor's telah stabil, tetapi partai masih jauh dibelakang oposisi, Newspoll terbaru menunjukkannya.  

• Pemerintah utama menyuarakan kursi 32 persen, sementara itu oposisi anjlok dua poin menjadi 46 persen, menurut  Newspoll yang dilakukan pada akhir  pekan dan dipublikasikan The Australian hari Selasa.  


SWISS
• Franc Swiss bergerak relatif stabil terhadap dolar pada hari Senin menyusul pelaku pasar menahan diri menjelang rilis sejumlah data ekonomi penting Eropa  dalam pekan ini. 

• Sejumlah  data  yang  akan  menjadi  sorotan  investor  diantaranya  data  PMI  Jerman  pada  hari  Selasa  ini  dan  data  survey  bisnis  bulanan  oleh  Munich  IFO  economics institute pada hari Rabu. 

• Ketidakpastian kondisi politik di Italia berpotensi menekan euro, namun pemilu ulang presiden pada hari Sabtu telah memperkuat prospek untuk mengakhiri  dua bulan kebuntuan politik yang dilanjutkan dengan pemilihan umum. 

• Euro juga tertekan oleh indikasi akan dilakukan pemangkasan suku bunga oleh ECB . Anggota Dewan Kebijakan ECB Ewald Nowotny pada hari Sabtu kemarin  mengatakan masih terlalu dini untuk menilai apakah pemangkasan suku bunga memang diperlukan. 

• Dolar menguat tipis 0,1% di sekitar 0,9345 franc dibandingkan penutupan New York akhir pekan. Sedangkan euro juga hanya naik 0,1% di sekitar 1,2200  franc.  

Monday, April 22, 2013

Headline News 22.04.13


US & GLOBAL
• Pasar ekuitas global dan harga minyak rebound pada hari Jumat lalu pasca mengalami tekanan jual dalam sepekan terakhir yang dipicu  oleh indikasi melambatnya pertumbuhan ekonomi global. 

• Upaya  pencarian  dan  penangkapan  tersangka  dalam  pemboman  Marathon  Boston  setelah  tersangka  lainnya  tewas  tampaknya  tidak  berdampak pada harga, meskipun volume perdagangan mungkin telah sedikit tertekan. Boston adalah pusat keuangan utama AS. 

• Harga minyak Brent stabil di atas $99 per barel selama kenaikannya dalam 2 hari perdagangannya, sementara bursa saham Wall Street  dan Eropa terapresiasi menyusul maraknya permintaan global. 

• Di  awal  sesi  selama  perdagangan  pekan  kemarin,  saham  mengalami  koreksi  dipicu  suramnya  data  ekonomi  yang  dirilis  dan  anjloknya  harga komoditas. Indeks saham Eropa dan AS mencatat kinerja mingguan terburuknya tahun ini. S&P 500 ditutup di bawah MA50 pada  hari Kamis yang mengisyaratkan uptrend dalam jangka menengah berpotensi terhambat. Terakhir kali indeks ditutup di bawah MA50 pada  awal  Desember  silam.  Volume  perdagangan  terlihat  menurun  karena  adanya  tekanan  jual  dan  absennya  data  ekonomi  AS  pada  hari  Jumat.  

• Despite the sell‐off, the S&P is still up about 9 percent for the year and the pullback could lead investors to re‐evaluate their positions.  Unless there's a shock to the system, investors will move back into the market as we head through earnings season, but now investors have  an opportunity to study the winners and losers more closely, said Michael Sheldon, chief market strategist at RD Financial in Westport,  Connecticut.  

• Marquee tech telah mendorong pasar dan memicu naiknya Nasdaq lebih dari 1%, sehari setelah Google Inc <Googol> dan Microsoft Corp  <MSFT.O> membukukan perolehan laba yang kuat. Google ditutup di sekitar $800 per saham. 

• Dow Industrials secara umum melemah selama perdagangan akhir pekan kemarin, dipicu perolehan laba yang kurang memuaskan dari  International Business Machines Corp <IBM.N>. Tiga broker memangkas target harga untuk saham perusahaan tersebut, dimana saham  turun 8,3% ke $190,00 dan memberi tekanan kuat pada Dow yang mana Dow akhirnya berhasil ditutup naik di akhir sesi. 

• Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 10,37 poin atau 0,07% di 14547,51. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik  13,64 poin atau 0,88% di 1555,25. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> bertambah 39,69 poin atau 1,25% di 3206,06.   

• MSCI's all‐country world equity index <.MIWD00000PUS>, yang mendata 9000 saham di 45 negara, naik 0,6% ke 355,94. Dalam sepekan  kemarin, indeks membukukan prosentase penurunan terbesarnya sejak Juni.  

• Di Eropa, FTSEurofirst 300 <.FTEU3> naik 0,5% untuk ditutup di 1153,19. Indeks tercatat melemah 2,4% selama sepekan kemarin, dipicu  buruknya data ekonomi Jerman, demikian juga dengan data ekonomi AS. 

• Dolar  melanjutkan  penguatannya  terhadap  yen  setelah  petinggi  Jepang  di  Washington  mengatakan  komunitas  global  memahami  kebijakan moneter yang diterapkan pemerintah Jepang yang semata‐mata ditujukan untuk menstabilkan perekonomian dan bukan untuk  memanipulasi nilai tukar. Euro menguat ke level intraday high terhadap dolar setelah anggota ECB Jensen Weidman mengatakan suku  bunga di Eropa masih sesuai. Euro kemudian memangkas keuntungannya. Dolar naik 1,44% ke 99,54 yen, mendekati level puncak 4 tahun  di 99,95 yen yang dicapai pekan sebelumnya. Sementara terhadap dolar, euro bergerak relatif stabil di sekitar $1,3048. 

• Naiknya bursa saham telah mendorong naiknya harga minyak, dengan Brent naik di atas $100 per barel. Namun kekhawatiran mengenai  permintaan global dan oversupply telah membatasi rebound. Brent crude <LCOc1> naik 52 sen dan ditutup di $99,65 per barel, sedangkan  U.S. crude <CLc1> naik 28 sen ke $88,01 per barel. 

• Treasury AS tenor 10 tahun turun 6/32 dengan yield di 1,7049 persen. 

• Emas naik dipicu oleh maraknya physical buying pada hari Jumat meskipun terlihat masih terhambat setelah dalam sepekan kemarin emas  masih melemah lebih dari 5% pasca mencatat koreksi harian tertajamnya pada hari Senin (15/04). Emas naik 0,6% ke $1398,96 per ons  setelah  mencatat intraday high  di $1424,51. Emas  mendapat  support  setelah  Fitch  Ratings  menjadi lembaga  internasional  kedua  yang  memangkas peringkat kredit teratas Inggris menjadi AA‐plus dari AAA, mengutip melemahnya prospek ekonomi dan fiskal. 


GOLD & COMMODITIES
• Emas  naik  pada  pembelian  fisik  Jumat  lalu,  gagal  untuk  menahan  penurunan  tajam  pada  awalnya,  karena  emas  telah  mencatatkan  penurunan tajamnya untuk rangkaian dua minggunya pada likuidasi investor yang mendorong kekecewaan bulanan berkenaan dengan  kinerjanya 

• Logam mulia merosot lebih dari 5 persen minggu ini setelah mencatatkan penurunan harian terbesarnya yang pernah ada dalam formasi  dollar  Senin  lalu,  anjloknya  emas  ditangkap  oleh  banyaknya  investor  veteran,  yang  mana  melihat  emas  sebagai  proteksi  portofolio  terhadap inflasi dan resiko pasar lainnya, dengan mengejutkan. 

• "With the significant move to the downside, gold is rebounding off its low on a pick‐up in physical demand and short‐covering," kata David  Meger, director of metals trading pada Vision Financial Markets.  


OIL & COMMODITIES
• Brent crude mampu bertahan di areal kunci $100/barel selama 2 hari perdagangan berturut‐turut di akhir pekan – menghentikan tekanan besarnya yang  telah berlangsung dalam 6 hari perdagangan beruntun sebelumnya akibat kondisi technical yang sudah jenuh jual (oversold). Sementara Crude oil AS, yang  tertekan dalam 4 dari 5 hari perdagangan terakhir, juga turut bertahan di atas areal $88an/barel dalam 2 hari perdagangan beruntun. 

• Harga Brent crude <LCOc1> tertekan tajam ke level terendah sejak Juli 2012, di $96.75/barel di awal pekan lalu, dari level $103 Jumat 2 pekan sebelumnya.  sementara crude oil AS kembali menguji ke bawah level $86/barel setelah upaya rebound tertahan di areal $89 kemarin. 

• Harga crude oil <CLc1> tertekan hingga level terendah sejak Desember 2012, di $85.67/barel Kamis pekan lalu, dari level $90 2 pekan sebelumnya. 

• Pemangkasan prospek demand minyak global oleh sejumlah lembaga energi global, menyusul krisis kredit Eropa serta lemahnya data‐data ekonomi AS dan  Cina.  Dan  di  pekan  kemarin  data‐data  seperti  GDP  Q1  Cina  di  level  7.7%  turun  dari  7.9%  periode  sebelumnya  dan  peningkatan  claim  pengangguran  mingguan AS memperkuat kekhawatiran lemahnya data ekonomi 2 negara konsumen minyak terbesar dunia tersebut. 

• Sejumlah pengamat mengatakan bahwa kenaikan harga minyak di akhir pekan kemarin, dari tekanan tajamnya, jangan dulu dianggap sebagai suatu yang  akan  berkelanjutan,  mengingat  kenaikan  tersebut  lebih  dipicu  hanya  pada  kondisi  tekanan  yang  sudah  demikian  besar  hingga  menyebabkan  kondisi  technical yang oversold. 

• Jika  melihat  kondisi/alasan  dari  penurunan  tajam  minyak  tersebut  berasal  dari  kekhawatiran  terhadap  lemahnya  prospek  ekonomi  AS  dan  Cina,  maka  perbaikan data‐data mereka lah yang seharusnya dapat mendorong kembali kebangkitan harga minyak. Selain itu, di saat tekanan minyak saat ini, perlu  diwaspadai  reaksi  dari  anggota  OPEC  karena  Harga  Brent  crude  oil  di  bawah  $100/barel  dirasa  menyulitkan  sejumlah  anggota  OPEC  untuk  membiayai  pengeluaran  masing‐masing  yang  didanai  dari  pendapatan  dari  minyak.  Hal  ini  potensial  mengundang  langkah  pengurangan  pasokan  maupun  produksi  minyak dari anggota OPEC yang akan membatasi tekanan lebih lanjut, atau mungkin bisa mendukung rebound. 

• OPEC akan bersidang pada 31 Mei 2013 mendatang, dan sikap delegasi OPEC akhir‐akhir ini terhadap penurunan harga minyak dunia nampaknya tidak akan  memicu pertemuan darurat menjelang jadwal pertemuan Mei tersebut. Kemarin pihak Venezuela, salah anggota OPEC, mengatakan bahwa para menteri‐ menteri OPEC tengah berkonsultasi mengenai perlunya pertemuan darurat sebagai reaksi dari penurunan harga minyak akhir‐akhir ini. 

EURO ZONE
• Zona euro akan melambat dalam pengetatan anggaran untuk membantu menyegarkan pertumbuhan ekonomi, seorang pejabat Uni Eropa Kamis sebelumnya, yang menyoroti  perubahan kebijakan AS yang telah lama menekan.  

• "They are preaching to the converted," EU Economic and Monetary Affairs Commissioner Olli Rehn mengatakan pada Reuters.  

• Langkah dari pengetatan fiskal diseluruh dunia ditetapkan untuk mendominasi pembicaraan oleh para menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari Group of 20 (G20) negara  maju dan ekonomi berkembang, yang bertemu Kamis sebelumnya dan kemudian Jumatnya di Washington 

• Perwakilan Jerman dari dewan eksekutif European Central Bank memaksa pemerintah Jumat lalu untuk menekan kedepannya dengan rencana Eropa pada banking union untuk  memperkuat sistem keuangan dan menghindari krisis masa yang akan datang.  

• Keberhasilan Spanyol dalam menaikkan dana dari pasar dalam beberapa minggu telah menyebabkan jauh lebih sedikit ekonom yang mengharapkan perlunya sovereign bailout,  sebuah polling Reuters menunjukkannya.  

• Hanya tujuh dari 49 responden yangmengatakan Spanyol akan membutuhkan bantuan, turun tajam dari 16 yang keluar dari 48 yang mengatakan akan dilakukan pada 27 Maret  pada polling.  

• Slovenia, diekspektasi untuk beralih pada Uni Eropa dan International Monetary Fund. Dua puluh enam ekonom mengatakan akan membutuhkan bailout, dibandingkan dengan 16  dalam polling awalnya. 


U.K.
• Sterling jatuh terhadap dolar pada hari Jumat setelah Fitch Ratings menjadi lembaga internasional kedua untuk memangkas peringkat kredit teratas Inggris  menjadi AA‐plus dari AAA, mengutip melemahnya prospek ekonomi dan fiskal. 

• Sterling merosot 0,3% ke $1,5238, dibandingkan sekitar $1,5250 sebelum pengumuman Fitch. 

• Langkah Fitch  ini adalah sebuah tamparan bagi pemerintah  Konservatif  Inggris yang  berjanji  untuk memangkas defisit dan  melindungi peringkat  negara  ketika mengambil alih kekuasaan pada tahun 2010. 

• Moody's adalah instansi pertama yang men‐downgrade Inggris pada bulan Februari, dan Standard & Poor's mengatakan setidaknya satu dari tiga peluang  pihaknya akan mengikuti langkah Moody's. 


JAPAN
• Mata uang global, terutama dollar dan euro, bangkit signifikan terhadap yen Jumat kemarin setelah pertemuan menteri‐menteri keuangan dan petinggi bank sentral  negara G20, bersama IMF dan Bank Dunia, tidak menentang langkah stimulus moneter agresif Jepang yang dilakukan BoJ baru‐baru ini – karena lebih bertujuan untuk  meredam deflasi daripada melemahkan mata uangnya. 

• Para investor institusi dikabarkan kembali melakukan aksi beli USDJPY, sehingga mengembangkan prospek bahwa USDJPY akan menembus level psikologis 100 dalam  beberapa hari ke depan.  

• Pada 11 April 2013 lalu, atau beberapa hari setelah putusan agresif BoJ, USDJPY melonjak hingga 99.94 sebelum kemudian terkoreksi hingga 95.96 pada awal pekan  lalu mengantisipasi pertemuan G20. EURJPY mampu bangkit kembali meskipun masih sulit mengatasi level 130, dari tekanannya di 125.05 pekan lalu. April berjalan  ini EURJPY merosot tajam dari level 131.11 (11/April) mengantisipasi pertemuan G20, yang sebelumnya dikhawatirkan akan mengkritik keras putusan agresif BoJ.   

• Namun potensi pemangkasan suku bunga oleh ECB, sebagaimana dikomentari oleh anggota dewan moneter ECB, Jens Weidmann, pekan lalu, serta berkembangnya  kekhawatiran terhadap prospek ekonomi AS, perlu diwaspadai bisa memicu fluktuatif/volatilitas perdagangan USDJPY serta EURJPY – jika tidak boleh dikatakan akan  menghambat kenaikan mereka. 


SWISS
• Dolar AS dan euro menguat 1,5 persen terhadap yen pada hari Jumat setelah Jepang mengatakan Kelompok 20 negara (G20) tidak menentang pelonggaran  moneter yang agresif yang ditujukan untuk mengatasi deflasi daripada untuk melemahkan mata uangnya. 

• Menteri Keuangan Jepang Taro Aso mengatakan "Jepang menjelaskan bahwa kebijakan moneter diarahkan untuk mencapai stabilitas harga dan pemulihan  ekonomi, dan karena itu sesuai dengan kesepakatan G20 pada bulan Februari." 

• Kondisi ini telah memicu rebound dolar terhadap franc Swiss dan terakhir tercatat bergerak di sekitar 0,9340 franc, atau naik 0,2% dibandingkan penutupan  New York hari Kamis. 

• Adapun data ekonomi Swiss yang akan dicermati pasar pekan ini adalah data perdagangan periode Maret yang akan dirilis hari Selasa. Ekspor nampaknya  akan menerima tekanan akibat penguatan franc sebesar 0,5% terhadap euro selama bulan Maret. 

Friday, April 19, 2013

Headline News 19.04.13

US & GLOBAL
• Bursa saham global bergerak volatile pada hari Kamis, dengan bursa saham AS ditutup melemah pasca rilis buruk data aktifitas pabrikan  AS,  indikator  terkini  yang  mengisyaratkan  lemahnya  pertumbuhan  ekonomi,  sementara  bursa  saham  Eropa  ditutup  mendekati  level  terendahnya tahun ini. Awalnya, saham AS mengalami rebound setelah mengalami koreksi tajam hari Rabu, namun kemudian berbalik  melemah setelah rilis data AS. Harga minyak mentah rebound, meskipun masih mencatat melemah tajam dalam pekan ini. Koreksi yang  terjadi ini telah membuat bursa saham AS nempertajam koreksinya pekan ini dan S&P menembus di bawah MA‐50 untuk pertama kalinya  dalam tahun ini, sebuah sinyal bahwa uptrend pasar bisa dalam kondisi genting. S&P 500 terancam mengalami pekan terburuknya sejak  Juni 2012, meskipun masih mencatat naik 8,1% selama 2013 ini. 

• Aktifitas pabrikan di wilayah Mid‐Atlantic AS diluar dugaan melemah di bulan April, berdasarkan laporan dari Philadelphia Federal Reserve,  data terkini yang mengindikasikan lemahnya kondisi ekonomi. 

• Investor juga mencermati laporan laba terkini untuk melihat sinyal kekuatan ekonomi, namun hasil yang dilaporkan terlihat mixed. Verizon  Communications <VZ.N> naik 2,8% setelah melaporkan perolehan laba yang lebih baik dari perkiraan sementara Morgan Stanley <MS.N>  merosot  5,4%  menyusul  pendapatan  dari  perdagangan  komoditas  turun  tajam.  UnitedHealth  Group  <UNH.N>  turun  3,8%  setelah  mengalami penurunan laba, menekan saham‐saham asuransi. 

• Dow  Jones  industrial  average  <.DJI>  berakhir  melemah  81,45  poin  atau  0,56%  di  14537,14.  Standard  & Poor's 500  Index  <.SPX>  turun  10,40 poin atau 0,67% di 1541,61. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> turun 38,31 poin atau 1,20% di 3166,36.   

• FTSE Eurofirst 300 index <.FTEU3> berakhir flat mendekati level terendahnya tahun ini. Frankfurt's DAX <.GDAXI> turun 0,4% sementara  Paris CAC‐40 <.FCHI> naik 0,1%.  

• Euro menguat 0,2% namun masih terlihat goyah pasca kejatuhannya di sesi sebelumnya ditengah pembicaraan dilanjutkannya kebijakan  pelonggaran moneter oleh ECB. 

• Sebelumnya, indeks Nikkei Jepang dilaporkan merosot 1,2% dan indeks MSCI untuk saham‐saham Asia Pasifik diluar Jepang turun 0,6%,  menempatkan indeks ekuitas dunia MSCI turun 0,3%. 

• Rilis  buruk  data  ekonomi  Cina  dan  AS  serta  keputusan  Dana  Moneter  Internasional  (IMF)  untuk  memangkas  proyeksi  pertumbuhan  ekonomi global, telah menjadi pemicu anjloknya pasar ekuitas belakangan ini, mengimbangi kebijakan pelonggaran moneter dari sejumlah  bank sentral dunia. 

• Sejumlah  analis  pasar  melihat  koreksi  yang  terjadi  adalah  hal  yang  wajar  setelah  menguat  tajam  di  kuartal  pertama  tahun  ini,  ketika  optimisme terhadap ekonomi AS mengangkat Wall Street ke level puncaknya dan mendorong bursa saham Eropa ke level tertinggi multi  tahunannya. 

• Buruknya data ekonomi dan merosotnya harga saham telah mendorong investor untuk memburu obligasi. Treasury AS untuk tenor 10  tahun naik 2/32 dengan yield 1,6898 persen. 

• Prospek melambatnya pertumbuhan ekonomi global, dan menurunnya permintaan untuk produk yang digunakan dalam industri, telah  memicu tertekannya pasar komoditas, dengan tembaga dan minyak mendekati level terendah multi bulanannya. Tembaga turun di bawah  $7000 per ton untuk pertama kalinya sejak akhir 2011 namun kemudian rebound dan mencatat naik 0,2% ke $7092 per ton. Sementara  investor melakukan bargain hunting dan mendorong Brent crude naik 2,1% setelah belakangan ini menyentuh level terendah sejak Juli  tahun  lalu.  U.S.  crude  <CLc1>  naik  2%,  meskipun  masih  mencatat  koreksi  tajam  pekan  ini.  Emas  naik  0,8%,  merupakan  kenaikan  hari  ketiganya. Setelah mengalami koreksi tajam di hari Senin, emas masih mencatat turun lebih dari 6% dalam pekan ini. 

• Di  pasar  obligasi  Eropa,  investor  mengabaikan  kekhawatiran  mengenai  pertumbuhan  ekonomi  dan  mengganti  fokus  perhatiannya  terhadap  kemungkinan  bank  sentral  memangkas  suku  bunganya.  Kondisi  ini  telah  mendorong  Spanyol  untuk  menjual  4,7  milyar  euro  obligasi baru dengan yield yang lebih rendah dibanding lelang sebelumnya. German Bund futures <FGBLc1> tercatat flat di 146,22 setelah  penjualan obligasi,  namun  didukung  oleh  ekspektasi  pelonggaran  kebijakan  moneter  bank  sentral.  Permintaan meningkat  di  hari  Rabu  setelah  komentar  dari  petinggi  ECB  Jens  Weidmann  memperkuat  indikasi  akan  dipangkasnya  suku  bunga  jika  data  ekonomi  terus  memburuk.  


GOLD & COMMODITIES
• Emas naik Kamis lalu dari membaiknya permintaan emas secara fisik, tetapi para pembeli bertahan mewaspadai mengikuti aksi jual emas  secara historis pada awal minggu ini. 

• Logam mulia rebound tajam setelah anjlok hampir 3 persen dalam perdagangan Asia dari berita bahwa pemegang exchange‐traded fund,  SPDR Gold Trust, telah anjlok 1 persen ke level terendahnya dalam tiga tahun. 

• Tanda‐tanda membaiknya permintaan fisik pada level terendahnya, termasuk serentetan aksi beli emas batangan, koin dan bongkahan  emas di Asia, dan sangat kuatnya penjualan koin emas AS, yang mendorong pasar. 

• "Weakness in the equity market will likely see some longs reenter gold. It may be a long time before the yellow metal gives many the  feeling of safety," kata Carlos Perez‐Santalla pada commodities broker Marex Spectron.  


OIL & COMMODITIES
• Sempat melanjutkan tekanan terlebih dahulu, harga minyak dunia akhirnya mampu bangkit ditandai dengan kembalinya Brent crude menuju areal kunci $100/barel –  menghentikan  tekanannya  yang  telah  berlangsung  dalam  6  hari  perdagangan  beruntun  mengingat  kondisi  technical  yang  sudah  jenuh  jual  (oversold).  Sementara  Crude oil AS, yang tertekan dalam 4 dari 5 hari perdagangan terakhir, bangkit kembali ke atas areal $88an/barel. 

• Harga komoditas minyak relatif tertekan cukup signifikan belakangan ini karena kekhawatiran penurunan demand menyusul relatif lemahnya data ekonomi AS dan  Cina – konsumen minyak terbesar dunia – diikuti dengan meningkatnya pasokan minyak di AS. 

• Harga Brent crude tertekan ke bawah level $98/barel, sementara crude oil AS kembali menguji ke bawah level $86/barel setelah upaya rebound tertahan di areal $89  kemarin.   

• Stephen Schork, pemilik sekaligus sebagai editor pada The Schork Report, mengatakan penurunan harga Brent ke bawah $98, dengan level key support $97.91 akan  memicu aksi sell off – dimana mereka yang bullish akan menghentikan aksi beli dan mereka yang bearish akan meningkatkan akumulasi jual. 

• Dalam 5 hari perdagangan terakhir, harga Brent crude sudah tertekan sekitar 7% mengikuti tekanan komoditas lainnya yang dipicu oleh rilis pesimis di luar dugaan  data pertumbuhan ekonomi Cina di kuartal pertama 2013. 

• Meskipun terjadi penurunan di luar dugaan pada persediaan crude oil inventory dan pasokan bensin pekan lalu, namun untuk persediaan distillate oil (yang terdiri dari  disel  dan  heating  oil)  serta  persediaan  bensin  sendiri  masing‐masing  meningkat  2,36  juta  barel  dan  5,3  juta  barel.  Pelaku  pasar  mengatakan  data  ini  relatif  mix,  sehingga  para  investor  lebih  cenderung  melihat  ke  faktor  luar  –  yakni  potensi  lemahnya  demand  global  (dari  AS  dan  Cina),  yang  kemudian  semakin  meningkat  concern‐nya  setelah  IMF  Selasa  lalu  memproyeksikan  pertumbuhan  ekonomi  global  yang  lebih  rendah  untuk  tahun  2013  dan  2014  –  sebagai  dampak  dari  pemangkasan spending AS dan krisis Eropa.       

• Namun tidak ada salahnya untuk mewaspadai tertahannya penurunan, seperti diproyeksikan Barclay dalam laporan risetnya, yang mengatakan bahwa harga minyak  tidak akan bertahan di bawah level $100 setelah kuartal kedua tahun ini. Harga Brent crude oil di bawah $100/barel dirasa menyulitkan sejumlah anggota OPEC untuk  membiayai pengeluaran masing‐masing yang didanai dari pendapatan dari minyak. Hal ini potensial mengundang langkah pengurangan pasokan maupun produksi  minyak dari anggota OPEC yang akan membatasi tekanan lebih lanjut, atau mungkin bisa mendukung rebound. 

• OPEC akan bersidang pada 31 Mei 2013 mendatang, dan sikap delegasi OPEC akhir‐akhir ini terhadap penurunan harga minyak dunia nampaknya tidak akan memicu  pertemuan  darurat  menjelang  jadwal  pertemuan  Mei  tersebut.  Kemarin  pihak  Venezuela,  salah  anggota  OPEC,  mengatakan  bahwa  para  menteri‐menteri  OPEC  tengah  berkonsultasi  mengenai  perlunya  pertemuan  darurat  sebagai  reaksi  dari  penurunan  harga  minyak  akhir‐akhir  ini. 


EURO ZONE
• Majelis  rendah  Jerman  dalam  parlemen  memilih  sangat  banyak  untuk  membantu  Siprus  bailout  10  milyar  euro  yang  didesain  untuk  menghindari  kebangkrutan  untuk  negara  kepulauan Mediterania itu dan mempertahankannya dalam zona euro.  

• Dari 601 anggota parlemen yang hadir di ruang Bundestag, 487 mendukung penyelamatan, dibawah kerjasama dengan Siprus yang telah menyetujui untuk memperketat kerugian  besar pada depositor, menutup bank terbesar kedua dan meningkatkan pajak korporat.   

• Secara terpisah parlemen Jerman juga didukung pada perluasan pinjaman tujuh tahun untuk korban bailout Portugal dan Irlandia.   

• Pemungutan suara Siprus tidak meragukan untuk memberikan dukungan yang luas dari koalisi kanan tengah dan Kanselir Jerman Angela Merkel dan didukung oleh banyak oposisi  anggota parlemen dari Social Democrats dan Greens.  

• Vice  President  Komisi  Eropa  Commission Antonio  Tajani  mengatakan  dia  menguntungkan  secara  pribadi  untuk  pemberian  pada Perancis lebih banyak  waktu  untuk  membawa  defisit turun 3 persen dari output ekonomi setelah Perancis mengatakan akan melempem dari target tahun ini.  

U.K.
• Sterling rebound dari koreksinya awal sesi terhadap dolar pada perdagangan hari Kamis meskipun kondisinya masih rapuh setelah data yang dirilis masih  membuka peluang untuk berlanjutnya kebijakan moneter longgar oleh BoE. 

• Penjualan  ritel  Inggris  di  bulan  Maret  turun  sesuai  ekspektasi  pasar,  menyisakan  kekhawatiran  apakah  lemahnya  permintaan  domestik  dan  belanja  konsumen telah mendorong perekonomian Inggris kedalam jurang resesi di kuartal pertama. Penjualan ritel tercatat turun 0,7%, yang secara umum sesuai  dengan ekspektasi pasar untuk turun 0,8%. 

• Setelah  koreksi  mencatat  intraday  low  di  $1,5216,  sterling  kemudian  rebound  dan  terakhir  tercatat  bergerak  di  sekitar  $1,5280,  atau  menguat  0,3%  dibandingkan  penutupan  New  York  hari  Rabu.  Sterling  memperoleh  support  setelah  data  aktifitas  manufaktur  AS  menambah  kekhawatiran  bahwa  pemulihan ekonomi di AS nampaknya sedang mengalami hambatan. Data ekonomi AS semalam menunjukkan jobless claims naik di pekan lalu dan kegiatan  pabrikan AS di wilayah Mid‐Atlantic melemah di bulan April. 


JAPAN
• Euro menguat atas dollar Kamis kemarin menyusul tekanan dolar dari sinyal lemahnya pemulihan ekonomi AS lebih lanjut, sehingga kembali mengangkatnya setelah  mengalami tekanan harian terbesar selama 10 bulan Rabu sebelumnya. Di sisi lain mata uang dollar, dan juga euro, rebound atas yen setelah investor memandang  bahwa pertemuan G20 Washington tidak akan mengkritik langkah agresif stimulus bank sentral Jepang yang diambil baru‐baru ini. 

• Di sela pertemuan G20 tersebut, gubernur BoJ, Haruhiko Kuroda, mengatakan bahwa diskusi khusus mengenai langkah stimulus agresif Jepang menurutnya tidak akan  menjadi pembahasan khusus di pertemuan tersebut. Kuroda juga kembali menegaskan bahwa langkah tersebut diambil semata untuk alasan domestik, yakni stabilitas  harga dan ingin mencapai target inflasi 2% dari tekanan deflasi yang berlarut‐larut, dan bukan untuk melemahkan yen. 

• Petinggi keuangan Eropa, Oli Reihn, Direktur IMF, Christine Laggarde, dan gubernur bank sentral Kanada, Mark Carney, relatif mendukung langkah stimulus agresif BoJ  sebagai perbaikan ekonomi dan untuk keluar dari zona deflasinya. 

• USDJPY kembali diperdagangkan ke atas areal 98, setelah tekanan tertahan di 95.90an yang dicapai Selasa lalu, dan EURJPY masih mampu bertahan di atas areal 126  untuk kemudian terdorong hingga ke atas areal 128 hingga awal sesi Asia Jumat ini. EURUSD mampu bertahan di atas level 1.3000an. 


AUSTRALIA
• Treasuri Wayne Swan telah memperingatkan ekonomi utama terhadap bersandar pada "mindless austerity" untuk memperbaiki neraca keuangan mereka, juga Labor  mempersiapkan untuk bujet pilihan sendiri yang sulit.  

• Mr Swan di Washington pada minggu ini untuk negara‐negara industri level Group of 20 dan meeting International Monetary Fund meetings.  

• Dalam catatan ekonomi yang dipublikasikan, dia mengatakan pemerintah di seluruh dunia, termasuk Australia, yang menghadapi sulitnya pilihan berkenaan dengan  pertumbuhan (ekonomi) dunia, mengikuti krisis keuangan gobal  tahun 2008‐2009.  

• Orang‐orang  Australia  merasakan  kenaikan  pada  confident  mengenai  pembelanjaan  uang  mereka,  dengan  pembelanjaan  pada  kartu  kredit  dan  debit  naik  untuk  rangkaian kenaikan dalam tujuh bulannya.  

• Ekonomi diseluruh pengeluaran naik 1.3 persen, seasonally adjusted, pada bulan Maret, menurut Commonwealth Bank's Business Sales Indicator (BSI).  

• Telah terjadi kenaikan dalam tujuh bulannya, dengan pembelanjaan naik 5.8 persen dibandingkan setahun yang lalu.  

• Business confidence telah membaik dalam tiga bulan pertamanya dari tahunan karena kekhawatiran mengenai pelemahan ekonomi global. 


SWISS
• Swiss National Bank melihat franc masih overvalued dan khawatir setiap kenaikan franc akan berdampak buruk pada ekonomi, sebuah indikasi bahwa SNB  komitmen untuk mempertahankan plafon 1,20 franc per euro. Anggota SNB Fritz Zurbruegg, memberikan komentar tersebut dalam sebuah konferensi yang  diselenggarakan oleh lembaga ekonomi BAKBasel. 

• Franc tercatat menguat 0,1% terhadap dolar di sekitar 0,9323 franc dibandingkan penutupan New York hari Rabu. Sedangkan terhadap euro, franc relatif  stabil. 

• Franc memperoleh support setelah data aktifitas manufaktur AS menambah kekhawatiran bahwa pemulihan ekonomi di AS nampaknya sedang mengalami  hambatan. Data ekonomi AS semalam menunjukkan jobless claims naik di pekan lalu dan kegiatan pabrikan AS di wilayah Mid‐Atlantic melemah di bulan  April.