title cover

title cover

Tuesday, June 25, 2013

Headline News 25.06.13



US & GLOBAL
• Treasury AS dan ekuitas global berhasil merangkak naik dari koreksi tajamnya pada hari Senin, dengan Treasury tenor 30 tahun berbalik menguat  di  akhir  sesi,  meskipun  bursa  Wall  Street  masih  ditutup  melemah  karena  investor  masih  khawatir  bahwa  The  Fed  akan  segera  mengurangi/menhapus program pembelian obligasi. 

• Yield Treasury AS, yang bergerak berlawanan arah dengan harganya, anjlok dari posisi tertinggi mendekati 2 tahun di akhir sesi sementara Wall  Street rebound dari koreksinya di awal sesi menyusul investor melakukan bargain‐hunting setelah S&P 500 jatuh lebih dari 2%. 

• Komentar dari Presiden Fed Dallas Richard Fisher, bahwa bank sentral AS akan mengadopsi kebijakan yang pro pertumbuhan meskipun dilakukan  pengurangan  stimulus,  nampaknya  telah  menambah  minat  pembelian  pada  obligasi.  Namun  pasar  masih  khawatir  bahwa  The  Fed  akan  mengurangi pembelian obligasinya dalam tahun ini dan akan menaikkan suku bunganya tidak lama lagi. Yield Treasury AS tenor 10 tahun sempat  melejit  ke  level  tertinggi  2  tahun  di  2,67%  akibat  investor  menjauhi  pasar  obligasi.  Yield  Treasury  tenor  10  tahun  telah  meningkat  1%  selama  kurang lebih 1 bulan.  

• Penurunan  harga  obligasi  AS  diperkuat  oleh  komentar  The  Fed  yang  mengisyaratkan  bahwa  era  kebijakan  uang  murah,  yang  selama  ini  telah  mendorong naiknya harga aset ke level tertingginya, akan segera berakhir. Kondisi ini telah diperburuk oleh transisi pada ekonomi China yang  mengarah  pada  pelambatan.  Kedua  kondisi  ini  yang  sebelumnya  tidak  pernah  terjadi,  telah  mendorong  investor  untuk  menghindari  aset‐aset  beresiko. Bursa saham China menderita kerugian harian terbesarnya sejak Agustus 2009 dipicu kekhawatiran bank sentral negara tersebut akan  memberlakukan kebijakan uang ketat. 

• Pasar obligasi AS menghapus sekitar $390,8 milyar dalam 5 hari yang berakhir per 21 Juni, berdasarkan barometer nilai pasar oleh BofA/Merrill  Lynch Broad Market Index.  

• Selama periode yang sama, pasar ekuitas global kehilangan lebih dari $1 trilyun, berdasarkan ukuran dari MSCI World Index <.MIWD00000PUS>.  pasar  AS  sendiri  kehilangan  sekitar  $354,4  milyar  selama  periode  5  hari.  Di  hari  Senin,  indeks  MSCI  untuk  saham‐saham  di  pasar  negara  berkembang  anjlok  1,4%,  mempertajam  kerugiannya  dalam  5  hari  berturut‐turut  ke  level  terendah  1  tahun.  Sedangkan  indeks  MSCI  global,  barometer pasar saham di 45 negara, turun lebih dari 1,7%, setelah merosot 3,2% di pekan lalu dalam sebuah kejatuhan mingguan terburuknya  sejak Mei 2012. 

• Treasury tenor 10 tahun terakhir tercatat bergerak stabil dengan yield 2,54% sementara untuk tenor 30 tahun naik 20/32 dengan yield 3,56%.  Untuk yield obligasi jangka panjang naik 3,65% di awal sesi, yang tertinggi sejak September 2011. 

• Sedangkan  kondisi  yang  kontras  terlihat  pada  dolar  yang  terapresiasi  ke  level  tertinggi  hampir  3  pekan  terhadap  sejumlah  rivalnya  menyusul  meningkatnya ekspektasi bahwa stimulus moneter AS akan segera dicabut dalam waktu dekat. 

• "The optimism by the Fed fell in sharp contrast to other prominent central banks, such as the Bank of Japan, Bank of England, European Central  Bank, and Reserve Bank of Australia,  which are seeking measures to thwart a further economic slowdown to their respective jurisdictions," kata  Ravi Bharadwaj, analis pasar pada Western Union Business Solutions di Washington.  

• Di akhir sesi perdagangan, indeks dolar naik 0,1% di 82,405 setelah naik ke 82,841, level tertinggi sejak 5 Juni. Kenaikan ini telah menambah rally  2,2% pekan laly, kenaikan mingguan terbesarnya sejak November 2011. 

• Bursa AS jatuh lebih dari 1% dipicu kekhawatiran terhadap pengurangan stimulus The Fed dan koreksi pada pasar saham China. S&P 500 sempat  anjlok lebih dari 2%, menghapus seluruh kenaikan kuartalannya setelah Wall Street terseret anjloknya bursa global karena kekhawatiran terhadap  kegentingan yang terjadi di China yang menyeret bursa saham Shanghai terkoreksi lebih dari 5%. 

• Dow Jones industrial average <.DJI> merosot 139,61 poin atau 0,94% di 14659,56. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index  <.SPX> turun 19,34  poin atau 1,21% di 1573,09. Sementara Nasdaq Composite Index  <.IXIC> melemah 36,49 poin atau 1,09% di 3320,76.   

• Kekhawatiran terhadap kesehatan ekonomi China telah memukul saham‐saham pertambangan Eropa ditambah pula oleh kekhawatiran langkah  pengurangan stimulus The Fed sehingga mendorong FTSEurofirst 300 <.FTEU3> index anjlok 1,6%. Euro STOXX 50 Volatility index <.V2TX>, atau  dikenal dengan VSTOXX, melonjak ke level tertinggi 9 bulan, mengisyaratkan sebuah kenaikan tajam pada risk aversion dikalangan investor.  

• Namun harga minyak Brent dan U.S. crude naik di hari Senin, rebound dari level terendah 3 pekan karena banjir terparah di provinsi utama Kanada  yang memproduksi minyak mengancam ekspor ke Amerika Serikat. Minyak Brent untuk pengiriman Agustus berakhir naik 25 sen di $101,16 per  barel, setelah mencatat day’s low di $99,67. Sedangkan untuk harga minyak mentah AS tercatat naik $1,22 ke $94,91 per barel. 


GOLD & COMMODITIES
• Emas melemah sekitar 1 persen Senin lalu, memperluas penurunan 7 persen minggu lalu karena kekhawatiran berkenaan dengan cash  crunch/krisis  uang  tunai  di  Cina  yang  menekan  para  investor,  dan  penurunan  dalam  ekuitas  AS  yang  mendorong  likuidasi  emas  untuk  menunutup margin calls. 

• Logam mulia lainnya termasuk perak dan platinum juga anjlok dari kekhawatiran perekonomian global. 

• Emas berada sekitar $15 diatas level terendahnya dalam tiga tahun yang dicapai minggu lalu. Indeks S&P dari ekuitas AS, anjlok sekitar 1  persen dari kekhawatiran mengenai rencana the Fed AS untuk mengakhiri stimulus ekonomi, dan mengenai cash squeeze di CIna yang  dapat memukul perekonomian terbesar kedua dunia tersebut. 

• Para analis mengatakan pembelian fisik emas tidaklah cukup untuk mengimbangi fund selling dari gold exchange‐traded products (ETP).  

• "Physical demand had previously absorbed the excess supply from disinvestment but ETP outflows could gain momentum from here. Much  of the physical buying seen in April is unlikely to materialise again," kata Suki Cooper, precious metals strategist pada Barclays Capital.  

OIL & COMMODITIES
• Pergerakan harga Brent dan U.S. crude naik pada hari Senin, rebound untuk tiga pekan level penutupan perdagangan terendah seiring meningkatnya produksi di Kanada utama penghasil minyak utama kanada mengancam ekspor ke Amerika Serikat.
• Ancaman terhadap ekspor Kanada dibayangi kekhawatiran bahwa krisis kredit di China bisa memukul permintaan di konsumen minyak nomor 2 di dunia, yang berdampak terhadap Brent di bawah 100 dollar/barel di awal perdagangan, memperpanjang penurunan hampir 5 persen pada pekan lalu.
• Indeks AS West Texas Intermediate (WTI) meningkat signifikan ‐ lebih dari 3 dollar/barel dan sempat melemah di level 92,67 dollar/barel, terendah sejak 4 Juni. Jarak WTI terhadap Brent menyempit dengan jarak terendah sejak November 2011, menyentuh 5,91 dollar/barel.
• "Imports from Canada should be down," ucap Phil Flynn, analyst Price Futures Group in Chicago. "That's supporting U.S. crude futures versus Brent."
• U.S crude untuk bulan Agustus ditutup menguat 1,49 dollar dengan nilai 95,18 dollar/barel. Keluar dari rally pelemahan selama tiga pekan terakhir dengan nilai 92,67 dollar.
• Harga minyak juga terkena dampak oleh kekhawatiran perang saudara Suriah yang menyeret negara‐negara lain, dengan serangan bom mematikan di Irak dan pertempuran di Lebanon.



EURO ZONE
• Business  morale  Jerman  sedikit  naik  pada  bulan  Juni  karena  para  eksportir  mengantisipasi  kemajuan  dalam  kesejahteraan,  menambah  harapan  bahwa  negara  dengan  ekonomi  terbesar  di  Eropa  itu  menunjukkan pelemahan sebelumnya baru‐baru ini – meskipun rapuhnya penurunan global memperkirakan mood yang dapat suram.  

• The Munich‐based Ifo think‐tank mengatakan Senin lalu pada indeks iklim bisnis, berdasarkan survei bulanan dari sejumlah 7.000 perusahaan, naik untuk rangkaian dua bulannya dengan mencapai 105.9 dari  105.7 pada bulan Mei, bersamaan dengan perkiraan konsensus dalam pooling Reuters.  

• Menteri Perekonomian Spanyol mengatakan dia tidak akan menekan hingga menjual dua bank nasional dengan terlalu cepat atau terlalu murah karena para bankir menekan pemerintah untuk bertindak dalam  menyelesaikan permasalahan yang berlama‐lama seputar berada dalam sistem keuangan.  

• Para bankir mengatakan bahwa Spanyol harus memompa lebih banyak dana pada beberapa lenders dalam bailed out tahun lalu yang menggunakan bantuan Uni Eropa dan dananya sendiri jika harapan untuk  menjualnya segera, dengan pilihan pemerintah untuk recovery dari beberapa penyempitan investasi.   

• Consumer confidence Italia naik lebih dari ekspektasi pada bulan Juni ke level tertinggi dalam 15 bulan, dengan sentimen pada negara dari menekan pelemahan ekonomi, dari data yang menunjukkannya.  

• Indeks consumer morale National statistics bureau ISTAT's naik menjadi 95.7 pada bulan Juni dari revisi 86.4 pada bulan Mei (revisi naik dari 85.9).  

• Sementara sentimen naik bulan Juni, seorang jurubicara ISTAT mewaspadai bahwa bagian dari membaiknya berkenaan dengan revisi pada pooling yang diseurvei "to reflect better the reality of the country".  



U.K.
• Meningkatnya  spekulasi  mengenai  akan  segera  dihentikannya  program  stimulus  The  Fed  telah  mendongkrak  dolar  pada  perdagangan  hari  Senin  terhadap  sejumlah  rival  utamanya  serta  memicu naiknya yield obligasi pemerintah AS. 

• Pernyataan Ketua The Fed Ben Bernanke pekan lalu bahwa The Fed berpotensi memlai pengurangan program pembelian aset per bulannya yang senilai $85 milyar telah memicu naiknya yield  Treasury AS tenor 10 tahun melampaui 2,6% yang untuk pertama kalinya selama hampir 2 tahun terakhir. Kondisi tersebut juga memicu apresiasi indeks dolar sebesar 2,2% yang merupakan  kenaikan mingguan terbesarnya dalam 19 bulan. 

• Data sentimen bisnis Jerman yang dirilis meningkat tipis telah membatasi koreksi euro terhadap dolar dan juga sterling, dan pasar akan mencermati sejumlah data ekonomi AS seperti durable  goods orders dan new home sales untuk melihat tingkat pemulihan ekonomi global. 

• Di sesi New York, sterling berhasil rebound terhadap dolar dan juga euro menyusul bursa AS mampu mengurangi kerugiannya dan terjadi kenaikan tajam pada komoditas. Menurunnya sell‐off  pada aset beresiko nampaknya telah memicu profit‐taking terhadap dolar. 

• Sterling terakhir tercatat bergerak di sekitar $1,5460 atau naik 0,3% dibandingkan posisi penutupan New York hari Jumat. Sedangkan euro bergerak relatif stabil terhadap sterling di sekitar  0,8500  pound.Namun  demikian,  potensi  untuk  terjadi  tekanan  jual  pada  sterling  masih  terbuka  jika  gubernur  BoE  yang  baru,  Mark  Carney,  yang  akan  mulai  bertugas  pada  bulan  Juli,  mengadopsi kebijakan moneter longgar yang agresif.



JAPAN
• Deputi Gubernur BoJ Kikuo Iwata mengesampingkan menggunakan kebijakan untuk menghadapi gejolak pasar yang sementara, menandakan bahwa Kikuo akan mengambil penurunan jangka panjang dalam menilai ekspektasi harga dan mempertimbangkan pelonggaran moneter tambahan.
• Iwata, seorang advokat yang vocal terhadap kebijakan reflationary, juga mengatakan bahwa jika bank sentral meningkatkan pembelian aset di masa depan ia akan memilih obligasi pemerintah atas aset berisiko, mengingat besarnya ukuran dari pasar obligasi pemerintah Jepang (JGB).
• BoJ terdiam oleh pasar keuangan pada tanggal 4 April akibat gerakan sebuah ledakan intens stimulus moneter, menjanjikan untuk melipatgandakan kepemilikan obligasi dalam dua tahun dan meningkatkan pembelian aset berisiko dalam upaya untuk sentakan ekonomi keluar dari deflasi.
• Beberapa pelaku pasar berspekulasi bahwa bank sentral dapat meningkatkan pembelian aset berisiko, seperti trust funds investasi di saham dan properti, jika gejolak pasar baru‐baru ini terus berlanjut akan mengancam prospek pemulihan ekonomi.
• "We still have policy options. Still, I wouldn't say that downside risks have increased unless price expectations showed long‐term declines," Iwata mengatakan kepada Reuters pada hari Senin.
• "I'm focusing on whether Japan can achieve 2 percent inflation in a very stable and long‐term manner. The economy can temporarily undershoot. This happens all the time. It could also temporarily overshoot. We have to look at the long‐term."


AUSTRALIA
• Melambatnya booming pertambangan dan sektor publik memangkas utamanya penurunan yang dramatis dalam jumlah rumah‐rumah baru yang dibangun dalam bagian Australia, menurut  laporan terbaru.  

• Populasi lokal meningkat berarti sejumlah dana dipesiapkan untuk booming pembangunan, dalam sebuah laporan.  

• Tresuri Federal Wayne Swan mengatakan anjloknya Australian dollar harus membantu transisi dari investasi pertambangan untuk memperluas pertumbuhan dalam ekonomi.  

• Tetapi mengakui bahwa bahkan setelah penurunan yang dramatis mata uang dibawah paritas terhadap dollar AS, hal ini masih menempatkan sebuah handbrake dalam aktivitas pada beberapa  sektor pada ekonomi.  

• Mata uang diperdagangkan mendekati level terendahnya dalam tiga tahun dibawah 92 sen AS Senin lalu.  

• Mr Swan akan berbicara dalam suatu konferensi di Canberra Selasa ini bahwa depresiasi Australian dollar adalah baik untuk melihat yang diberikan bangsa dalam hal perdagangan yang telah  melemah dan AS mulai "very long journey back to normal monetary policy settings".  

• Federal Labor dapat kehilangan 35 dari 71 kursi pada pemilu federal mendatang, termasuk sembilan yang ditangani oleh kementerian, sebuah polling terbaru menunjukkan. 

• Obligasi pemerintah Australia melemah karena hedge funds berekasi terhadap ekspektasi petimbangan kembali pada langkah stimulus AS.  



SWISS
• Meningkatnya  spekulasi  mengenai  akan  segera  dihentikannya  program  stimulus  The  Fed  telah  mendongkrak  dolar  pada  perdagangan  hari  Senin  terhadap  sejumlah  rival  utamanya serta memicu naiknya yield obligasi pemerintah AS. 

• Pernyataan Ketua The Fed Ben Bernanke pekan lalu bahwa The Fed berpotensi memlai pengurangan program pembelian aset per bulannya yang senilai $85 milyar telah memicu  naiknya yield Treasury AS tenor 10 tahun melampaui 2,6% yang untuk pertama kalinya selama hampir 2 tahun terakhir. Kondisi tersebut juga memicu apresiasi indeks dolar  sebesar 2,2% yang merupakan kenaikan mingguan terbesarnya dalam 19 bulan. 

• Data sentimen bisnis Jerman yang dirilis meningkat tipis telah membatasi koreksi euro terhadap dolar dan juga franc Swiss, dan pasar akan mencermati sejumlah data ekonomi AS  seperti durable goods orders dan new home sales untuk melihat tingkat pemulihan ekonomi global. 


• Dolar mengalami konsolidasi setelah mencatat intraday high di 0,9380 franc dan terakhir tercatat bergerak di sekitar 0,9330 atau melemah 0,15% sedangkan euro melemah 0,2%  di sekitar 1,2240 franc.

Monday, June 24, 2013

Headline News 24.06.13

US & GLOBAL
• Bursa saham AS bergerak cukup stabil pada hari Jumat, sementara imbal hasil (yield) Treasury mencatat lonjakan mingguan terbesarnya  dalam 1 dekade terakhir setelah investor meninjau kembali posisi mereka di tengah rencana Federal Reserve menarik stimulus ekonomi. 

• Pasar menyesuaikan diri dengan rencana The Fed untuk mengurangi program pembelian asetnya akhir tahun ini jika ekonomi AS terus  membaik seperti yang diharapkan. Ben Bernanke mengguncang pasar dunia ketika ia memberikan isyarat tegas untuk mengakhiri program  stimulusnya pada hari Rabu. 

• Meredanya  kekhawatiran  terhadap  krisis  perbankan  di  China  telah  membantu  menenangkan  pasar,  namun  tingkat  pendanaan  jangka  pendek masih tetap tinggi, terutama untuk nasabah‐nasabah kecil. 

• Setelah bergerak dalam kondisi yang cukup fluktuatif, bursa saham AS berhasil ditutup naik setelah mengalami pelemahan dalam 2 sesi  terakhir. Yield Treasury tenor  10 tahun naik di atas 2,50 persen, level intraday  tertingginya sejak Agustus  2011. Dalam sepekan, yield  obligasi  tenor  10  tahun  naik  40  basis  poin  yang  mana  merupakan  lonjakan  mingguan  tunggal  terbesarnya  sejak  Maret  2003.  Dolar  menguat dan mencatat kenaikan mingguan terbesarnya sejak Juli 2012. 

• Indeks saham utama AS mencatat minggu terburuknya sejak April. Indeks S&P 500 masih di bawah MA50, setelah menembus di bawah  area tersebut pada hari Kamis. 

• "A lot of investors thought the sell‐off was overdone after we broke through those technical levels, but all the existential things that drove  us down are still in place. People aren't sure what's going to happen with Fed policy or rates or anything else. It is too soon to say we hit a  bottom," kata Nicholas Colas, chief market strategist pada The ConvergEx Group di New York.  

• Indeks saham dunia dalam MSCI turun 0,3%, dan FTSE Eurofirst 300 index <.FTEU3> berakhir melemah 1% 

• Dow Jones industrial average <.DJI> naik 41,08 poin atau 0,28% ke 14799,40. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik 4,24 poin atau  0,27% ke 1592,43. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> turun 7,39 poin atau 0,22% ke 3357,25.   

• The Fed saat ini melakukan pembelian obligasi senilai $85 milyar per bulan, bagian dari stimulus besarnya yang telah mendorong investor  untuk  memburu  aset  beresiko  dan  memicu  naiknya  bursa  AS  sekitar  15%  tahun  ini.  Investor  kini  menghadapi  tugas  pembalikan  perdagangan  tersebut,  yang  diperkirakan  akan  terus  mengacaukan  pasar  global  di  seluruh  kelas  aset.  Pemulihan  saham  di  sore  hari  bertepatan dengan artikel Wall Street Journal yang menunjukkan bahwa pasar "salah membaca" The Fed. 

• Treasury tenor 10 tahun terkoreksi lebih dari 1 poin dengan yield 2,54%, sementara untuk tenor 30 tahun merosot 1‐9/32 dengan yield  3,59%. 

• Dolar melanjutkan penguatannya menyusul pandangan Bernanke bahwa ekonomi AS tengah memulih yang memicu pelaku pasar untuk  mengantisipasi kemungkinan suku bunga dinaikkan di akhir tahun 2014. Dolar naik 0,5% terhadap sejumlah rivalnya, mencatat kenaikan  mingguan 2%, kenaikan terbesarnya sejak awal Juli 2012. Sementara euro merosot 0,7% ke $1,3126 dan dolar bertambah 0,4% terhadap  yen ke 97,70 yen. 

• Permintaan  investor  terhadap  emas  terlihat  meningkat  seiring  anjloknya  harga  obligasi  dan  ekuitas,  meskipun  kekhawatiran  terhadap  pertumbuhan ekonomi China masih membebani sentimen. Emas berhasil rebound dari posisi terendah 3 tahun dan terakhir tercatat naik  1,2% di $1293,65 per ons, sementara emas berjangka naik 0,6% ke $1293,40 per ons. 

• Kekhawatiran terhadap permintaan dari China dan AS telah menekan harga minyak. Brent crude <LCOc1> terkoreksi $1,24 ke $100,91,  sementara U.S. oil <CLc1> anjlok $1,45 ke $93,69.   


GOLD & COMMODITIES
• Emas naik 1,3 persen Jumat lalu, rebound dari level terendah yang mendekati tiga tahunnya pada awal harian, tetapi dalam mingguan  masih  anjlok  kebanyakan  mendekati  dua  tahunnya  setelah  the  Fed  mengindikasikan  lebih  eksplisit  untuk  mengakhiri  stimulus  yang  memicu pelemahan global.  

• Meskipun kenaikan Jumat lalu, spot gold masih melemah diatas 7 persen dalam mingguan, penurunan terbesar mingguannya sejak anjlok  dari level tertinggi dalam bulan September 2011. 

• Aksi  bargain  hunting  oleh  investor  dan  pembelian  fisik  membantu  mengimbangi  kenaikan  dalam  marjin  gold  futures  AS.  Bertahannya  pasar ekuitas dan tresuri juga membawa investor emas melakukan aksi beli mengikuti pelemahan 5,5 persen Kamis sebelumnya. 

• "We've had some forced selling in gold as a result of margin calls in the equity markets. That had exacerbated selling yesterday and allow  the gold market to consolidate higher today," kata Bill O'Neill, mitra dari commodities investment firm LOGIC Advisors.  


OIL & COMMODITIES
• Minyak turun untuk hari kedua di tengah sesi perdagangan yang cukup berfluktuatif pada hari Jumat, dengan Brent mengalami penurunan terbesar dua hari sesi perdagangan untuk satu tahun seiring dolar AS menguat dan para trader khawatir terhadap melambatnya permintaan minyak di China dan permintaan investor berkurang di Amerika Serikat.

• Crude melemah untuk sesi ketiga perdagangan setelah Ketua Federal Reserve Ben Bernanke pada hari Rabu kembali menyusun strategi untuk meminimalisir kebijakan stimulus moneter. Kontrak berjangka Crude melemah menyentuh dikisaran MA‐50 hari hingga MA‐100 hari, bahkan seiring pasar ekuitas AS stabil setelah dua hari mengalami penurunan tajam. Brent mengalami penurunan signifikan hampir mendekati 5 persen.

• "Without quantitative easing and strong China demand, the oil bull story evaporates," ucap Phil Flynn, energy analyst Price Futures Group di Chicago, Illinois.

• Brent melemah hingga lebih dari 2 dollar tepat di atas 100 dollar/barel, kemudi melemah hingga ditutup turun 1,24 dollar dengan nilai 100,91 dollar/barel.

• Kontrak berjangka U.S. crude untuk bulan depan atau West Texas Intermediate, melemah lebih dari 2 dollar pada sesi awal perdagangan, kemudian ditutup melemah 1,45 dollar dengan nilai kontrak 93,69 dollar/barel. Bulan kedua WTI diperdagangkan turun 1,52 dollar dengan nilai 93,63 dollar/barel. Volume perdagangan Brent dan WTI berada sedikit di atas rata‐rata 30‐hari.

• Spread antara Brent dan U.S. crude menyempit menjadi 7,22 dollar, setelah mencapai spread sesi rendah 6,54 dollar , jarak terdekat sejak November 2011.

• "We dropped nearly $6 in less than three days, so you're seeing some profit‐taking from shorts covering," ucap Gene McGillian, analyst Tradition Energy di Stamford, Connecticut.

• "The selloff was probably overextended," ucap Gene, tercatat bahwa minyak mentah AS telah diperdagangkan antara 92 dollar hingga 97 dollar untuk dua bulan terakhir.


EURO ZONE
• Uni  Eropa  yang  disorot  Jumat  lalu  untuk  membentuk  aturan  yang  memaksa  kerugian  pada  penabung  besar  dari  kegagalan  bank‐bank,  suatu  yang  terlarang  yang  dipatahkan oleh bailout Untuk Siprus tahun ini.  

• Menteri keuangan di Luxembourg mencoba untuk menyelesaikan satu dari kebanyakan pertanyaan sulit yang diajukan oleh krisis perbankan Eropa – bagaimana untuk  menghentikan bank gagal tanpa menyebar kepanikan atau memberatkan wajib pajak.  

• Perekonomian Italia diekspektasi untuk mengalami kontraksi pada fase terlambatnya dalam kuartal kedua tahun 2013 dan dapat stabil dalam paruh kedua, direktur  umum deputi, dari Bank of Italy, Fabio Panetta, mengatakannya yang mencatatkan recovery dalam aktivitas industri.  

• Italia  dalam  resesi terpanjangnya dalam era  pasca perang dan  perekonomian merosot sekitar 0.6  persen dalam kuartal pertama dibandingkan terhadap tiga bulan  terakhir tahun 2012 berkenaan dengan permintaan domestik dan ekspor.  

• Pengambil kebijakan Slovenia Jumat lalu menyetujui rencana pemerintah untuk menjual 15 perusahaan negara dalam usaha untuk memangkas defisit anggaran dan  menghindari menjadi negara terakhir zona euro yang mencari bailout.  

• Perusahaan termasuk operator telekomunikasi terbesar Slovenia, Telekom Slovenia <TLSG.LJ>, bank terbesar kedua, Nova KBM <NKBM.LJ>, perusahaan penerbangan  nasional Adria Airways dan Ljubljana airport.  

• Obligasi pemerintah Spanyol dan Italia mengalami rebound Jumat lalu setelah aksi jual yang besar dipicu oleh prospek pengurangan stimulus moneter AS, dan German  Bunds melemah tetapi dalam kisaran terbatas.  

• Obligasi pemerintah Yunani anjlok dengan borrowing costs dari obligasi yang dirilis oleh bailed‐out negara meningkat ke level tertinggi sejak bulan April setelah gejolak  politik mendorong sovereign kembali menjadi sorotan. 


U.K.
• Sterling  mencatat  kinerja  mingguan  terburuknya  dalam  4  bulan  terakhir  setelah  The  Fed  memberikan  isyarat  tegas  untuk  segera  mengakhiri  program  stimulus moneternya. 

• Bertolak  belakang  dengan  Mark  Carney,  yang  akan  mulai  menjabat  sebagai  gubernur  BoE  di  bulan  Juli,  yang  nampaknya  akan  mengadopsi  kebijakan  mineter agresif, jika kondisi ekonomi Inggris memburuk. 

• Sterling  terkoreksi  ke  level  intraday  low  $1,5366,  level  terendahnya  selama  2  pekan,  dan  terakhir tercatat  bergerak  di  sekitar  $1,5440  atau  turun  0,4%  dibandingkan penutupan New York hari Kamis. Dalam basis mingguan, sterling tercatat melemah sekitar 2%, kinerja terburuknya sejak akhir Februari lalu. 

• Sementara itu, hasil jajak pendapat Reuters menunjukkan The Fed akan mulai memangkas belanja bulanannya untuk pembelian aset sebelum akhir tahun  ini, dan diprediksi akan dilakukan secepatnya di bulan September. Mayoritas ekonom juga memprediksi The Fed akan menghentikan program pembelian  obligainya pada bulan Juni tahun depan. 

• Dari 60 ekonom yang disurvey, hampir separuhnya, sebanyak 28 ekonom, memprediksi The Fed akan mulai mengurangi jumlah pembelian bulanan obligasi pada bulan September dan hampir keseluruhan responden berkesimpulan langkah pengurangan tersebut dilakukan sebelum akhir tahun. Sementara hanya 5 ekonom yang memprediksi The Fed akan menunggu hingga tahun depan untuk memlai memangkas program pembelian obligasinya. Hampir keseluruhan  ekonom juga memprediksi The Fed akan menaikkan suku bunga di tahun 2015. 


JAPAN
• Sumber yang berasal dari pemerintahan mengatakan pada hari Jumat bahwa Pemerintah Jepang kemungkinan akan menyusun anggaran tambahan untuk tahun fiskal saat ini yang berakhir pada bulan Maret mendatang untuk meredam pukulan ekonomi dari kenaikan pajak penjualan yang direncanakan tahun depan.

• Salah satu pejabat pemerintah mengatakan kepada Reuters bahwa anggaran ekstra adalah "utterly unavoidable", tambahan belanja dapat mempersulit upaya Tokyo untuk memperbaiki keuangan secara luas nya.

• Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda pada hari Jumat menekankan bahwa pasar keuangan kemungkinan akan stabil dari waktu ke waktu, yang mencerminkan perbaikan dalam ekonomi Jepang.

• Tapi Kuroda memperingatkan bahwa ketidakpastian perekonomian negara terbesar ketiga di dunia tetap tinggi, dan bahwa bank sentral akan hati‐hati mengawasi perkembangan pasar.

• "Japan's economy is likely to resume a moderate recovery as overseas growth picks up moderately and domestic demand remains resilient due to the effect of monetary easing and various stimulus measures," ucap Kuroda dalam sebuah konferensi di Tokyo.

• "We will make policy adjustments as needed, examining both upside and downside risks to the economy and prices," ucap Kuroda.


AUSTRALIA
• Australian dollar sempat melemah ke level $A 0.9180, untuk kemudian ditutup ke level $A 0.9215. 

• Harga obligasi Australia melemah karena penurunan Australian dollar mengurangi peluang tingkat suku bunga dipangkas oleh Reserve Bank of Australia.  

• Pemerintah NSW telah memangkas hampir $6 juta dan lebih dari 70 jobs dari program yang didesain untuk memonitor pelaku kekerasan seperti  Terrence Leary, oposisi mengatakannya.  


SWISS
• Franc Swiss melemah terhadap euro pada hari Jumat, menyerahkan sejumlah keuntungannya yang didapat di hari Kamis sebelumnya meskipun meningkatnya risk  aversion (keengganan untuk mengoleksi aset beresiko) nampaknya akan menopang penguatan franc dan dolar dalam jangka menengah kedepan. 

• Pelaku pasar masih tetap cemas dan cenderung menahan diri setelah Ketua Federal Reserve AS Ben Bernanke mengatakan di pertengahan pekan lalu bahwa bank  sentral akan mulai memangkas langkah‐langkah stimulus karena prospek ekonomi AS membaik, sementara China, ekonomi terbesar kedua di dunia, melaporkan data  manufaktur yang lebih lemah dari perkiraan pada hari Kamis. 

• Pada hari Kamis, Swiss National Bank (SNB) mengatakan pihaknya masih mencemaskan soal kekuatan nilai tukar franc dan resikonya terhadap ekonomi Swiss, dan  akan mempertahankan batasan minimum nilai tukar EUR/CHF di 1,20 franc per euro. 

• Franc Swiss melemah sekitar 0,1% terhadap euro di sekitar 1,2270 franc per euro dibandingkan posisi penutupan New York hari Kamis. Sedangkan terhadap dolar,  franc melemah 0,8% di sekitar 0,9350 franc per dolar. 

• Sementara itu, hasil jajak pendapat Reuters menunjukkan The Fed akan mulai memangkas belanja bulanannya untuk pembelian aset sebelum akhir tahun ini, dan  diprediksi akan dilakukan secepatnya di bulan  September. Mayoritas ekonom juga  memprediksi The Fed akan  menghentikan  program pembelian  obligainya  pada  bulan Juni tahun depan. 


• Dari 60 ekonom yang disurvey, hampir separuhnya, sebanyak 28 ekonom, memprediksi The Fed akan mulai mengurangi jumlah pembelian bulanan obligasi pada  bulan September dan hampir keseluruhan responden berkesimpulan langkah pengurangan tersebut dilakukan sebelum akhir tahun. Sementara hanya 5 ekonom yang  memprediksi The Fed akan menunggu hingga tahun depan untuk memlai memangkas program pembelian obligasinya. Hampir keseluruhan ekonom juga memprediksi  The Fed akan menaikkan suku bunga di tahun 2015. 

Friday, June 21, 2013

Headline News 21.06.13

US & GLOBAL
• Pasar ekuitas global, harga obligasi dan komoditas turun tajam pada hari Kamis dalam sebuah tekanan jual yang tajam, sehari setelah The  Fed mengatakan ekonomi AS tengah tumbuh cukup kuat untuk memulai mengulangi program stimulusnya. Program pembelian obligasi  The Fed, yang dikenal dengan quantitative easing (QE), telah mengangkat ekonomi AS dan pasar keuangan dunia dengan mendorong suku  bunga ke level rekor terendahnya. Namun, tanggapan Ketua Fed Ben Bernanke pada hari Rabu, ketika ia mengatakan kemungkinan akan  mengakhiri  program  QE  tahun  depan  jika  ekonomi  menguat  lebih  lanjut,  telah  memberikan  sebuah ketegasan  ke  pasar,  yang  memicu  koreksi tajam di pasar ekuitas global. 

• Dolar  melanjutkan  penguatannya  atas  euro  dan  juga  yen  setelah  rilis  data  aktifitas  bisnis  yang  lebih  baik  dari  perkiraan  di  AS  telah  mendukung pandangan The Fed terhadap berkurangnya resiko prospek ekonomi. 

• Data existing homesales melonjak ke level tertingginya selama 3‐1/2 tahun di bulan Mei dan kegiatan pabrikan di wilayah Mid Atlantic AS  mengalami rebound di bulan Juni ke level tertingginya selama lebih dari 2 tahun. Data ekonomi tersebut telah menambah kekhawatiran  investor bahwa era stimulus akan segera berakhir dan memukul pasar kredit AS. 

• Investment‐grade bonds hancur dalam perdagangan sekunder, sedangkan overnight repo rate China ‐ tingkat suku bunga untuk pinjaman  antar  bank  yang  menjaga  likuiditas  pasar  ‐  meningkat  hingga  25  persen.  Level  tersebut  mengingatkan  pada  pembekuan  pasar  kredit  sebelum runtuhnya Lehman Brothers, titik nadir krisis keuangan pada bulan September 2008. 

• Ekuitas di Wall Street merosot 2,5%, sementara saham di pasar Eropa jatuh 3,1%. Harga obligasi pemerintah anjlok, dengan yield pada  Treasury AS tenor 10 tahun mencatat kenaikan stinggi 2,471 persen, level tertinggi selama 2 tahun lalu. 

• Indeks  MSCI  untuk  emerging  equities  merosot  4,37%  dan  saham  di  wilayah  Asia  Pasifik  di  luar  Jepang  mencatat  penurunan  harian  tertajamnya sejak akhir 2011, terkoreksi 3,87%. Sementara indeks MSCI dunia turun 3,5%, koreksi harian tertajamnya dalam 19 bulan.  Indeks saham Eropa, FTSEurofirst 300 index, terkoreksi 3,07% untuk ditutup di 1143,99. 

• Di Wall Street, Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 353,87 poin atau 2,34% di 14758.32. Standard & Poor's 500 Index  <.SPX> turun 40,74 poin 2,50% di 1588,19. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> terkoreksi 78,57 poin atau 2,28% di 3364,64.   

• CBOE  Volatility  Index  <.VIX>,  sebagai  barometer  untuk  melihat  tingkat  kecemasan  Wall  Street,  meningkat  23,1%  menjadi  02,49,  level  penutupan tertingginya sepanjang tahun ini. 

• Komentar Bernanke terlihat lebih tegas diabnding perkiraan dan telah memicu tekanan jual pada pasar obligasi, dengan obligasi tenor 5  dan 7 tahun yang paling menderita. Treasury AS tenor 10 tahun turun 17/32 dengan yield  2,4154 persen.  

• Dolar terapresiasi ke level tertinggi 2 pekan terhadap sejumlah rival utamanya dan berpotensi melanjutkan penguatannya. Euro jatuh ke  level  intraday  low  di  $1,3162,  level  terendah  2  pekan.  Euro  terakhir  tercatat bergerak  di  sekitar  $1,3222,  atau  melemah  0,54%.  Dolar  menguat 1,06% ke 97,48 yen. 

• Harga minyak turun $4 per barel, sementara harga emas anjlok dalam salah satu kekalahan terbesar mereka sejak krisis 2008 dan perak  turun lebih dari 8% sebagai reaksi atas komentar Bernanke dan juga menurunnya kegiatan pabrikan China ke level terendah 9 bulan. 

• Sehari  setelah  Federal  Reserve  mengisyaratkan  adanya  pemulihan  ekonomi  AS  yang  nyata,  ekonomi  China  malah  mengalami  kendala.  Turunnya  permintaan  telah  mendorong  rilis  awal  China  HSBC  Purchasing  Managers  Index  turun  ke  48,3  di  bulan  Juni  dari  49,2,  meningkatkan  spekulasi  bahwa  People's  Bank  of  China  akan  melonggarkan  kebijakan  moneternya.  Ekonomi  China  tumbuh  pada  level  terlemahnya  dalam  13  tahun  di  tahun  2012  dan  data  sepanjang  tahun  ini  menunjukkan  kondisi  yang  melemah  dibanding  perkiraan,  sehingga memberikan keraguan bahwa negara tersebut akan mencapai target pertumbuhan 7,5%. 

• Sementara itu, Markit's Flash Eurozone Composite PMI, sebagai indikator pertumbuhan ekonomi, masih mencatat kontraksinya setelah  mengalami  kenaikan  ke  48,9  di  bulan  Juni  dari  47,7  di  bulan  Mei  sebelumnya.  Angka  di  bawah  50  menunjukkan  sektor  mengalami  kontraksi. 

• Harga  minyak  tertekan  oleh  meningkatnya  stok  minyak  diluar  dugaan.  Stok  minyak  naik  lebih  dari  300.000  barel,  kontras  dengan  ekspektasi terjadi penurunan 500.000 barel. Brent crude <LCOc1> berakhir melemah $3,97 per barel di $102,15. Sedangkan . U.S. crude oil  <CLc1> untuk pengiriman Juli, yang berakhir hari Kamis, turun $2,84 ke $95,40, koreksi harian tertajamnya sejak November. 

• U.S. Comex gold futures <GCQ3> untuk pengiriman Agustus berakhir melemah $87,80 per ons di $1286,20.   


GOLD & COMMODITIES
• Emas anjlok lebih dari 5 persen ke level terendahnya dalam tiga tahun Kamis lalu, membawa pasar global merosot dalam satu harinya  setelah the Fed AS memberikan tanda‐tanda yang lebih eksplisit dari rencana untuk mempertimbangkan kembali masa dari easy money. 

• Penurunan dari efek bola salju dalam hariannya, dipicu aksi penjualan secara teknikal yang dibawah level utama support $1.320 per ons  dan kulminasi dalam kemerosotan terbesar hariannya sejak krisis ekonomi tahun 2008.   

• Analisis teknikal mengatakan harga kemungkinan untuk anjlok lagi sekitar 6 persen sebelum mendapatkan level support terbaru $1.200. 

• "People  had been  going  into gold,  commodities  and  equities  because the  bond  yields  were  so  low. Now, with bond  yield  rising  we are  beginning to see liquidation out of gold and into cash," kata Jeffrey Sica, kepala investment officer pada Sica Wealth yang mana mengawasi  lebih dari $1 milyar dalam aset‐aset klien. 


OIL & COMMODITIES
• Kontrak berjangka Brent crude oil melemah 4 dollar pada hari Kamis, penurunan satu hari terbesar sejak November seiring kekalahan lintas  pasar dipicu oleh rencana Ketua Federal Reserve AS terhadap stimulus moneter. 

• Harga  minyak  mentah  berada  di  bawah  tekanan  sepanjang  sesi  perdagangan,  dengan  sentimen  bearish  tambahan  setelah  China  memperketat kredit, bahkan ketika aktivitas pabrik di negara  No 2 konsumen minyak dunia mencapai titik terendah dalam sembilan bulan. 

• "You simply do not have the physical tightness to limit the downside during periods when investors are running away," ucap Tim Evans,  energy specialist di Citi Future Perspectives.  

• "The oil market had some support from a falling U.S. dollar and a buoyant equity market that had made it seem as though economic growth  would sustain, if not increase, demand for petroleum, but that scenario ended at about 2:45 yesterday afternoon," ucap Tim. 

• Brent crude <LCOc1> ditutup melemah 3,97 dollar atau sebesar 3,74 persen dengan nilai 102.15 dolar/barel. Kerugian meningkat dalam  post settlement activity untuk hampir 4 persen karena pasar saham terus menurun. 

• U.S. crude oil <CLc1> untuk periode Juli, yang berakhir pada hari Kamis, turun 2,84 dollar dengan nilai 95,40 dollar/barel, penurunan harian  terbesar sejak November. U.S. crude oil  untuk periode Agustus <CLc2> juga membukukan kerugian besar, melemah 3,34 dollar dengan  nilai 95,14 dollar/barel.

EURO ZONE
• Sektor swasta zona euro telah anjlok lebih dari yang diharapkan bulan ini, survei bisnis menunjukkannya Kamis lalu, tetapi berlanjutnya penurunan dalam new orders memperkirakan pemulihan sepenuhnya  masih dalam beberapa cara. 

• Data akan datang sebagai berita baik untuk European Central Bank karena penurunan yang berkurang dalam seluruh 17‐negara blok tersebut. 

• Indeks Markit's Flash Eurozone Composite Purchasing Managers, yang membuat kenaikan sekitar 85 persen dari data final dan terlihat sebagai indikator pertumbuhan ekonomi yang handal untuk blok tersebut,  naik 48.9 pda bulan Juni dari bulan Mei 47.7. 

• Para menteri keuangan zona euro akan memutuskkan Kamis ini kapan dan bagaimana dana bailout dapat diinvestasikan dalam bank untuk menyelamatkan dari kegagalan, meletakkan landasan banking union  dilihat penting untuk pemulihan pertumbuhan ekonomi.  

• Upaya pembersihan telah diberikan oleh sistem perbankan Spanyol dalam ketahanan untuk mengatasi setiap kebutuhan pengadaan baru yang akan dihadapi tahun ini dan tahun depannya, Gubernur Bank  Sentral Luis Maria Linde mengatakannya.  

• Spanyol tahun lalu meminta para peminjam menyisihkan lebih dari 80 milyar euro dalam ketentuan untuk menutup kerugian yang besar dari investasi real estate yang dibuat selama satu dekade dalam booming  properti tahun 2008.  

• Borrowing  costs  naik  pada  lelang  obligasi  di  Spanyol  dan  Perancis  setelah  the  Fed  AS  menjelasakan  tanda‐tanda  untuk  mengakhiri  pencetakan  uang  yang  didukung  rally  global  dalam  aset‐aset  beresiko.  



U.K.
• Sterling menguat terhadap euro dan berhasil rebound dari level terendah 2 pekan terhadap dolar pada hari Kamis setelah data penjualan ritel Inggris memperkuat indikasi bahwa  BoE nampaknya tidak akan melonggarkan kebijakan moneternya lebih lanjut. 

• Namun penguatannya terhadap dolar nampaknya hanya sementara saja setelah The Fed mengisyaratkan pihaknya siap untuk memulai pengurangan program pencetakan uang  (stimulus moneter), dimana telah mengangkat yield obligasi AS dan meningkatkan minat pada dolar. 

• Data menunjukkan penjualan ritel Inggris naik 2,1% di bulan Mei dari bulan April. Data tersebut telah membantu memicu euro untuk melemah 0,6% ke 0,8530 pound. 

• Namun  demikian,  pasar  masih  khawatir  dengan  kebijakan  pemimpin  BoE  yang  baru,  Mark  Carney,  yang  akan  mulai  menjalankan  tugasnya  di  bulan  Juli,  yang  nampaknya  cenderung untuk mengadopsi kebijakan moneter longgar, khususnya jika data ekonomi Inggris memburuk. 

• Setelah terkoreksi ke level terendah 2 pekan terhadap dolar di $1,5415, sterling kemudian rebound usai rilis data penjualan ritel Inggris, dan tercatat bergerak stabil di kisaran  $1,5485 di sesi New York. 

• Saat ini pasar akan mencermati data PSNB/PSNCR untuk melihat perkembangan utang pemerintah. 


JAPAN
• Perdana Menteri Shinzo Abe dari partai yang berkuasa berjanji pada hari Kamis untuk memotong tarif pajak korporasi Jepang untuk merevitalisasi negara dengan perekonomian terbesar ketiga di dunia, dengan harapan memenangkan jajak pendapat majelis tinggi pada bulan Juli dan memperkuat cengkeramannya pada kekuasaan.

• Partai Demokrat Liberal (LDP) membuat janji dalam sebuah kampanye pemilu setelah investor kecewa dengan rencana pro‐growth Abe yang menyisakan rencana pemotongan tarif pajak korporasi Jepang.

• "To stimulate foreign direct investment and encourage Japanese firms to invest in Japan, we want to create a situation where we can reduce the effective tax rate," Kepala kebijakan LDP Sanae Takaichi kepada wartawan saat ia meluncurkan platform kebijakan menjelang pemilihan majelis tinggi yang diperkirakan dilaksanakan pada tanggal 21 Juli.

• Sebuah jajak pendapat Reuters menunjukkan, indeks manufaktur Jepang terus meningkat untuk bulan Juni dan mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua tahun, tanda kebijakan reflationary pemerintah terus meningkatkan semangat bisnis meskipun gejolak pasar yang baru‐baru ini terjadi.

• Survei bulanan, menunjukkan bahwa peningkatan beruntun untuk tujuh bulan merupakan cerminan dari harapan yang tinggi terhadap paket kebijakan moneter Perdana Menteri Shinzo Abe yaitu kebijakan moneter ultra‐mudah, stimulus fiskal dan beberapa reformasi pro‐pertumbuhan.

• "Although overseas economies are not performing so well, a positive impact from yen's weakness is bigger than that for Japanese corporations," ucap Yasuo Yamamoto, senior economist di Mizuho Research Institute.

• "Improving outlook sentiment, especially among manufacturers, reflect firms' expectations they will be able to benefit more from a softer yen."


AUSTRALIA
• Manufaktur terlihat sedikit membaik pada kuartalan bulan Juni, bersamaan dengan penurunan tajam pada Australian dollar dalam bulan‐bulan ini, riset terbaru menunjukkannya.  

• Dengan ekonom mengatakan perbaikan ini jarang dalam sektor yang tidak akan bertahan dijalur kedepannya pengurangan tingkat suku bunga oleh Reserve Bank of Australia  (RBA) dalam bulan‐bulan mendatang.  

• Indeks gabungan untuk survei tren industri Australian Chamber of Commerce and Industry (ACCI)‐Westpac yang dirilis pada Kamis naik 51.7 poin dalam kuartalan bulan Juni, naik  dari 46.5 poin dalam tiga bulan sebelumnya.  

• Jika  Perdana  Menteri  Julia  Gillard berharap untuk membawa kepastian  ketika dia tidak mengekspektasi pemilu 14 September  yang  didukung pada bulan  Januari,  grup bisnis  utama mengatakan itu tidak akan berjalan.  

• Ketua ekonom Chamber of Commerce and Industry (ACCI) Australia Greg Evans mengatakan ketidakpastian politik tahun ini telah menambah kekawatiran bisnis.  

• Bisnis non‐pertambangan tidak berinvestasi, borrowing untuk ekspansi, atau perekrutan dalam jumlah besar.  

• "Economic activity is stagnating," Mr Evans mengatakan pada reporter di Canberra Kamis lalu.  

• Harga  obligasi  bertenor  10‐tahun  melemah  dalam  level  terendah  tiga  bulan  setelah  bank  sentral  AS  mengumumkan  akan  mempertimbangkan  kembali  program  pembelian  obligasi bulanan $US85 milyar.



SWISS
• Bank sentral Swiss memprediksi franc Swiss akan melemah lebih lanjut di kuartal mendatang, demikian Kepala SNB Thomas Jordan mengatakan sidang reguler bank sentral hari  Kamis. Jordan mengatakan bahwa secara keseluruhan nilai tukar franc masih tinggi dan diharapkan akan terkoreksi lebih lanjut dalam beberapa kuartal mendatang. 

• Meskipun franc sudah melemah terhadap euro di bulan lalu seiring meredanya kekhawatiran terhadap krisis keuangan zona euro, pelemahan tersebut diperkirakan akan terus  berlanjut. 

• Dalam sidangnya Kamis kemarin, SNB memutuskan untuk mempertahankan suku bunganya di kisaran 0‐0,25 persen, sesuai dengan ekspektasi pasar. 

• SNB  mempertahankan  proyeksinya  untuk  pertumbuhan  ekonomi  Swiss  tahun  ini  sebesar  1‐1,5  persen,  dan  mengatakan  ekonomi  akan  melemah  di  kuartal  kedua  setelah  mencatat pertumbuhan yang lebih baik dari perkiraan di kuartal pertama. 

• SNB memprediksi inflasi masih akan tetap rendah dan menurunkan proyeksi inflasi untuk tahun 2013 menjadi ‐0,3% dari sebelumnya ‐0,2%, namun memprediksi inflasi akan naik  0,2% di tahun 2014 dan 0,7% di tahun 2015. 


• Data keamarin menunjukkan ekspor Swiss turun di bulan Mei, dipicu khususnya koreksi tajam pada ekspor arloji, farmasi dan kimia, demikian laporan dari Federal Customs Office  menyebutkan. Ekspor Swiss tercatat turun 5,2% di bulan Mei menjadi 17,434 milyar franc Swiss, namun meningkat 1,7% jika didasarkan faktor musiman. Surplus perdagangan  melebar menjadi 2,224 milyar franc di bulan Mei dari 1,698 milyar di bulan sebelumnya.

Thursday, June 20, 2013

Headline News 20.06.13

US & GLOBAL
• Bursa saham anjlok dan yield Treasury naik ke level tertinggi sejak Maret 2012 pada hari Rabu setelah Ben Bernanke mengatakan akan mulai mengurangi program pembelian obligasi jika ekonomi tumbuh seperti yang diharapkan, dengan tujuan akhirnya untuk mengakhiri  program  pada  pertengahan  2014.  Namun  jika  perekonomian  cenderung  memburuk,  maka  The  Fed  dapat  menunda  pengurangan  pembelian obligasi yang saat ini senilai $85 milyar per bulan. 

• Harga obligasi yang mengalami pukulan terberat, dengan Treasury tenor 10 tahun dan 30 tahun merosot lebih dari 1 poin. Yield Treasury  tenor 10 tahun naik ke 2,33%, level tertingginya sejak Maret 2012. Pasar ekuitas terkoreksi lebih dari 1%, sementara dolar terapresiasi  pasca testimoni Bernane. 

• Dolar melonjak tajam terhadap euro dan juga yen. Dolar naik 1,2% di 96,44 yen. Euro terakhir bergerak di $1,3280, turun 0,8%. Sedangkan  emas juga melemah. Indeks ekuitas global MSCI kehilangan 1,1%. 

• Program quantitative easing The Fed, atau lebih dikenal dengan QE, telah menjadi kunci utama yang mendorong rally ekuitas tahun ini,  membantu S&P 500 untuk naik sekitar 15%. 

• Dow Jones industrial average <.DJI> merosot 206,04 poin atau 1,35% dan ditutup di 15112,19. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index  <.SPX> jatuh 22,88 poin atau 1,39% ke 1628,93. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> turun 38,98 poin atau 1,12% di 3443,20.   

• Treasury tenor 10 tahun turun 1‐6/32 dengan yield 2,33 persen. Sedangkan untuk tenor 30 tahun melemah 31/32 dan menjadikan yield  3,398 persen.  

• Proyeksi optimis pada ekonomi oleh The Fed juga diartikan investor bahwa suku bunga akan segera dinaikkan.  

• "The forecasts suggested that the unemployment rate will fall to 6.5 percent in 2014, which means that the Fed could hike rates sooner  than expected, possibly as early as the first quarter of 2015," kata Camilla Sutton, chief currency strategist pada Scotia Capital di Toronto.  "And that's positive for the U.S. dollar."  

• The Fed menegaskan pihaknya akan mempertahankian suku bunga tetap rendah hingga tingkat pengangguran turun ke level sekitar 6,5%  sepanjang inflasi tetap bertahan mendekati target 2% The Fed. 

• Emas terkoreksi ke level terendah 1 bulan setelah mencatat turun 1,3% ke $1349,86 per ons, level terendahnya sejak 20 Mei. 

• Harga minyak juga turun etelah konferensi pers Bernanke. Harga minyak mentah Brent turun 43 sen ke $105,59, sementara harga minyak  mentah AS merosot 51 sen ke $97,93. 


GOLD & COMMODITIES
• Emas  merosot  ke  level  terendah  dalam  satu  bulannya  Rabu  lalu  setelah  ketua  the  Fed  AS  mengatakan  dia  mengekspektasi  untuk  menurunkan  langkah  pembelian  obligasi  oleh  bank  sentral  hingga  akhir  tahun  ini  dan  membuatnya  untuk  menghentikannya  pada  pertengahan tahun 2014. 

• Setelah perdagangan yang menguat dalam kebanyakan hariannya, harga emas anjlok setelah the Fed menurunkan secara tajam perkiraan  inflasi dari rilis pernyataan pada akhir meeting kebijakan dua harinya. 

• Logam mulia melemah kedepannya setelah ketua the Fed Ben Bernanke mengatakan pada konferensi pers berikutnya dalam keputusan  the Fed "The committee currently anticipates that it will be appropriate to moderate the monthly pace of purchases later this year."  

• "Bernanke is talking about pulling away stimulus, and that's not really what the market wants to hear. The more stimulus there is, the  more  powerful  the  inflationary  case  for  gold,"  kata  Sean  McGillivray,  kepada  dalam  asset  allocation  pada  Great  Pacific  Wealth  Management.   


OIL & COMMODITIES
• Harga minyak tertekan pada hari Rabu, setelah Ketua Federal Reserve AS Ben Bernanke mengatakan Fed mungkin mengurangi jumlah uang guna memompa ke dalam perekonomian akhir tahun ini, sementara stok minyak mentah lebih tinggi di Amerika Serikat juga berdampak negative terhadap pergerakan harga.

• Brent crude diperdagangkan cukup berfluktuatif diseluruh sesi perdagangan seiring para pedagang tampak memperhatikan apakah hal itu bisa mengatasi permasalahan ekonomi yang luas guna meneruskan peningkatan sebesar 6 pada bulan Juni.

• Kontrak berjangka untuk periode Agustus <LCOc1> ditutup meningkat10 sen/barel dengan nilai 106,12 dollar/barel, tetapi harga berbalik melemah dalam post‐settlement trading, dengan nilai 105,55 dollar/barel.

• US crude <CLc1> mencapai level tertinggi perdagangan baru untuk sembilan bulan pada hari Rabu pagi dengan nilai 99,02 dollar/barel dan melihat diskon untuk Brent kurang dari 7 dollar/barel untuk pertama kalinya sejak November 2011. Tapi dengan penyelesaian hari itu, harga telah berbalik lebih rendah melemah sebesar 20 sen dengan nilai 98,24 dollar/barel, dan sempat tergelincir di bawah 98 dollar/barel setelah sesi perdagangan ditutup

• "Although the FOMC headlines failed to offer much of a surprise, the stock market's response to the Q and A session provided a bearish element to the energy complex," ucap Jim Ritterbusch, president of Chicago‐based Ritterbusch & Associates.

EURO ZONE
• Setengah jalan menuju satu dekade hilang pada perekonomian Eropa, pesimisme bertahan mengenai political will untuk menghentikan kekhawatiran anjloknya dalam potensi pertumbuhan.  

• Tanpa menghapus reformasi untuk mendorong produktivitas, output Eropa akan tetap dibawah, yang membuat lebih sulit untuk pemerintah dalam mengurangi beban  utang yang tidak berkelanjutan secara finansial dan tingkat pengangguran yang tidak bertahan lama secara sosial. 

• Zona euro tidak bermaksud untuk mengubah syarat‐syarat bailout Siprus seperti yang diinginkan oleh Presiden Siprus Nicos Anastasiades dalam surat yang disampaikan  kepada para pemimpin zona euro dan para pemberi pinjamannya, tiga pejabat senior zona euro mengatakannya.  

• Siprus dijamin 10 milyar euro dalam pinjaman darurat untuk dana bailout zona euro bulan April untuk menghindari kebangkrutan. Perjanjian melibatkan penutupan  dari bank terbesar kedua pulau tersebut, Laiki, dan restrukturisasi fundamental dari Bank of Cyprus.  

• Perekonomian Slovenia dapat terus menyusut tahun depan, pejabat bank sentral mengatakannya, yang membuat sulitnya untuk negara dalam menghindari menjadi  anggota zona euro berikutnya dengan menyerah pada bailout.    

• Spanyol membuat kemajuan penguatan dalam memperbaiki ekonomi tetapi membutuhkan dana lebih dari jutaan untuk kembali bekerja dan melindungi kerapuhan  perbankan dari resesi, International Monetary Fund mengatakannya.  

• Bergemanya  rekomendasi  Komisi  Eropa  yang  dibuat  bulan  lalu,  IMF  mengatakan  pemerintah  kedepannya  harus  mereformasi  hukum  tenaga kerja  untuk  membuat  kemudahan  untuk  perusahaan‐perusahaan  memodifikasi  shifts  atau  mengurangi  upah  daripada  memberhentikan  pekerja  dan  pemangkasan  pajak  untuk  mempromosikan lapangan kerja.  

• Finlandia  Rabu  lalu  memangkas  outlook  untuk  ekonomi,  memprediksi  akan  merosot  dalam  tahunan,  menambah  keraguan  mengenai  reputasi  sebagai  salah  satu  ekonomi paling sehat dalam zona euro.  

• Perkiraan ditambah dari permasalahan mengenai industri tradisional seperti kertas yang kehilangan keunggulan persaingan global. 



U.K.
• Sterling  melemah  setelah  Bank  of  England  minutes  menunjukkan  kembali  bahwa  ketiga  anggota  MPC‐BoE  memilih  untuk  dilanjutkannya  pelonggaran  moneter  meskipun  rilis  data  ekonomi  Inggris  belakangan  ini  membaik.  Minutes    menunjukkan  tiga  anggota  MPC‐BoE,  termasuk  Gubernur  Mervyn  King,  berpendapat  pelonggaran  kuantitatif  masih  diperlukan  karena  masih  lemahnya  pertumbuhan  upah  dan  resiko  memburuknya ekonomi zona euro. Kondisi ini memberikan indikasi bahwa gubernur BoE yang baru, Mark Carney, yang akan memulai jabatannya  di bulan Juli nanti, cenderung untuk mengadopsi stimulus lanjutan, yang akan memicu tekanan jual pada sterling. 

• Koreksi sterling masih terbatas setelah hanya mencatat intraday low di $1,5605 dan kemudian rebound ke sekitar $1,566o, atau naik sekitar 0,1%  sebelum pengumuman keputusan sidang The Fed. 

•  Namun sterling kemudian melanjutkan koreksinya pasca sidang The Fed semalam setelah memutuskan untuk mempertahankan suku bunga di  kisaran 0‐0,25 persen dan mempertahankan program pembelian obligasi senilai $85 milyar per bulan. 

• The Fed melihat ekonomi tengah mengalami ekspansi secara moderat dan terjadi peningkatan berkelanjutan  pada  pasar tenaga kerja, dengan  inflasi  berada  di  bawah  target  2%.  Bank  sentral  juga  melihat  kemungkinan  untuk  mengurangi  pembelian  obligasinya  tahun  ini  jika  proyeksi  ekonomi berkembang seperti yang diharapkan. 

• Sterling anjlok hingga mencatat intraday low di $1,5449, level terendahnya sejak 6 Juni, sebelum akhirnya ditutup di sekitar $1,5487. 


JAPAN
• Ekspor Jepang naik untuk bulan Mei peningkatan tahunan tercepat lebih dari dua tahun dengan bantuan melemahnya yen dan permintaan global meningkat secara moderat, pertanda baik bagi upaya pemerintah untuk mengarahkan ekonomi melalui gejolak permintaan pasara yang positif
pasar.

• Peningkatan yang semakin cepat dari yang diperkirakan menjadi sambutan berita yang baik bagi Perdana Menteri Shinzo Abe setelah baru‐baru ini sebuah aksi jual saham di bursa Jepang, volatilitas obligasi dan lonjakan yen menimbulkan kekhawatiran tentang prospek terhadap perekonomian dimana kebijakan seperti pelonggaran moneter radikal, stimulus fiskal dan kebijakan pro‐pertumbuhan.

• Data kementerian keuangan menunjukkan pada hari Rabu bahwa dilakukan perhitungan dalam mata uang yen, ekspor naik 10,1 persen pada tahun ini hingga bulan Mei, dibandingkan dengan perkiraan 6,5 persen analis dalam jajak pendapat Reuters, naik untuk bulan ketiga berturut‐turut dan pada laju tercepat sejak Desember 2010.

• Pelemahan yen juga mendorong tagihan akan energy‐heavy import, yang naik 10 persen dari tahun sebelumnya, berdampak terhadap Jepang dengan deficit perdagangan sebesar 994 miliar yen.

• "It is obvious (Abe's) policy mix played a big role in weakening the yen, which helped export value, earnings and the stock market," ucap Takeshi Minami, chief economist di Norinchukin Research Institute.



AUSTRALIA
• Data terbaru memperkirakan perekonomian Australia akan bertumbuh diatas fase tercepatnya menuju tahun 2014, berkembang diatas outperformance  dari ekonomi terkemuka.  

• Tresuri Federal Wayne Swan menggunakan pertemuan dari negara terkemuka didunia yang membentuk Group of Eight (G8) untuk menyoroti penguatan  ekonomi Australia sejak tenaga kerja datang sebagai kekuatan.  

• "We have grown substantially faster then every single G8 economy," Mr Swan mengatakan pada parlemen Rabu lalu.  

• Perekonomian Australia bertumbuh 14 persen sejak akhir tahun 2007, sementara itu perekonomian Inggris  sebagai contoh empat persen lebih kecil dari  periode yang sama, katanya.  

• Pemerintah  Australia  kemungkinan  berbagi  informasi  dengan  otoritas  perpajakan  Eropa  dibawah  usaha  global  untuk  memangkas  penghindaran  (pajak),  Treasuri Federal Wayne Swan mengungkapkannya.  

• Mr Swan mengumumkan proposal setelah negara‐negara  utama industri Group  of Eight (G8) yang menyetujui  standar globar  terbaru  untuk pertukaran  informasi perpajakan.  

• "The  Gillard  government  is  currently  looking  into  joining  with  a  number  of  European  countries  in  an  initiative  to  exchange  information  automatically  between tax authorities," Mr Swan mengatakan dalam pernyataan bersama dengan Asisten Treasuri David Bradbury Rabu lalu.  

• Pemerintah federal telah mendukung berlanjutnya dukungan keuangan untuk industri mobil karena Holden bergulat dengan pemotongan $40 juta dalam  biaya tahunan untuk menjaga operasi Australia berjalan.  

• Perdana Menteri Julia Gillard mengatakan pemerintah akan melanjutkan untuk mensubsidi manufaktur mobil untuk mencoba dan melindungi penurunan  tenaga kerja kedepannya.   


SWISS
• Indeks sentimen investor ZEW Swiss dirilis stabil di 2,2 poin di bulan Juni, level yang sama dengan bulan Mei sebelumnya. Data dirilis di bawah  ekspektasi  pasar  yang  sebelumnya  memprediksi  terjadi  kenaikan  ke  angka  10.  Indeks  mencatat  koreksi  tajam  ke  2,2  pada  bulan  Mei  setelah  mencatat angka 20 di bulan April sebelumnya, yang merupakan level tertingginya dalam 3 tahun terakhir. 

• Dolar AS membalikkan  kerugian  sebelumnya  dan  naik  terhadap  sejumlah  rival  utamanya  termasuk  franc Swiss  pada  hari Rabu  setelah  Federal  Open Market Committee (FOMC) dari The Federal Reserve mengatakan melihat risiko penurunan prospek ekonomi dan pasar tenaga kerja terlihat  membaik sejak kejatuhannya. The Fed melihat ekonomi tengah mengalami ekspansi secara moderat dan terjadi peningkatan berkelanjutan pada  pasar tenaga kerja, dengan inflasi berada di bawah target 2%. The Fed juga memutuskan untuk mempertahankan suku bunganya di kisaran 0‐0,25  persen, sesuai dengan ekspektasi pasar. 

• FOMC  juga  mengatakan  akan  mempertahankan  pembelian  obligasinya  senilai  $85  milyar  per  bulan.  Namun  bank  sentral  juga  melihat  kemungkinan untuk mengurangi pembelian obligasinya tahun ini jika proyeksi ekonomi berkembang seperti yang diharapkan. 


• Dolar melejit hingga mencatat intraday high di 0,9320 franc, level tertingginya sejak 11 Juni, dan terakhir ditutup di sekitar 0,9277 franc.