title cover

title cover

Friday, August 16, 2013

Headline News 16.08.13

US & GLOBAL
• Pasar ekuitas global melemah signifikan dan harga obligasi turun pada hari Kamis setelah perlahan‐lahan membaiknya data pekerjaan AS dan kenaikan harga konsumen, ditambahkan spekulasi akan kebijakan Federal Reserve dimana akan segera mulai mengurangi dukungannya terhadap perekonomian dan harga aset.

• Jumlah masyarakat Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran melemah hampir menyentuh di angka enam tahun terendah pekan lalu, sementara kenaikan harga konsumen menunjukkan bahwa terdapat potensi penurunan yang mampu memberikan dampak ketidakstabilan perekonomian yang sudah mulai membaik.

• Ketiga indeks saham utama AS membukukan penurunan persentase terbesar mereka dalam hampir dua bulan, melemah 1,4 persen atau lebih. Hasil Treasuries AS naik ke level tertinggi dalam dua tahun, dimana obligasi dengan jatuh tempo 10‐tahun catatan meningkat sebesar 2,8 persen untuk pertama kalinya sejak Agustus 2011.

• Indeks bursa saham utama Eropa melemah lebih dari 1 persen, seiring indeks pasar utama ekuitas global,mengalami beberapa kerugian. indeks FTSE 100 Inggris <. FTSE> turun 1,6 persen, meskipun indeks negara regional lainnya di Eropa menunjukkan penurunan yang lebih kecil.

• "It's a set of data that will add to the September tapering conversation," Tom Porcelli, chief U.S. economist di RBC Capital Markets, New York, berbicara tentang kemungkinan dimulainya pengurangan pembelian obligasi oleh the Fed.

• "The bottom line is that the tapering will probably happen either in September or October, but it will be a gradual one."

• Pertemuan kebijakan Fed berikutnya akan diselenggarakan pada tanggal 17‐18 September, pertemuan ini kemungkinan akan membuahkan keputusan tentang pembelian obligasi bulanan bank sentral sebesar 85 miliar dollar.

• Bicara tentang timing penghentian pembelian obligasi Fed, telah mendominasi pasar, seiring kemungkinan memberikan dampak pada meningkatkan hasil US Treasury dan permintaan terhadap dolar. Penurunan stimulus juga bisa memberikan dampak negative terhadap saham dan komoditas, yang telah memberikan dampak positif selama ini terhadap bursa saham seiring bank sentral dunia dimana telah cukup prima akan likuiditasnya.

• Indeks Dow Jones industrial average <. DJI> ditutup turun 225,47 poin, atau 1,47 persen, pada level 15,112.19. The Standard & Poor 500 Index <. SPX> turun 24,07 poin, atau 1,43 persen, pada level 1,661.32. Nasdaq Composite Index <. IXIC> merosot 63.16 poin, atau 1,72 persen, ke level 3,606.12.

• Indeks global MSCI, indeks utama seluruh negara di dunia <. MIWD00000PUS> turun 0,9 persen, sementara FTSEurofirst 300 <. FTEU3> dari saham terkemuka Eropa melemah 1,01 persen ditutup di level 1,227.79.

• Pasar keuangan sebagian besar telah mengambil posisi untuk menghadapi dampak dari keputusan the Fed untuk mulai mengurangi pembelian obligasi pada bulan September. namun indikasi dimana cukup bertentangan dan mempengaruhi para pembuat kebijakan seperti melemahnya data inflasi telah cukup melemahkan keyakinan untuk mengurangi pembelian pbligasi bank sentral.

• Pada hari Rabu, Presiden Fed St Louis James Bullard mengutip prospek inflasi ketika ia mengatakan bahwa ia belum memutuskan apakah pertemuan kebijakan bulan depan akan terlalu cepat untuk keputasan akan pengurangan pembelian aset, yang dikenal sebagai pelonggaran kuantitatif.

• "The data continues to improve and impress the marketplace, and I think the data will continue in this direction," ucap Charles Comiskey, head of Treasuries trading di Bank of Nova Scotia, New York. "Then the question becomes not whether they are going to taper in September, but how much they will taper."

• Poin utama Corporate news terhadap perekonomian Amerika masih tetap lemah.

• Wal‐Mart Stores Inc <WMT.N> merilis data akan pengurangan pendapatan dan perkiraan keuntungan untuk tahun ini seiring pembeli AS terkena dampak oleh pajak gaji yang lebih tinggi dan bensin pricier. Saham Wal‐Mart turun 2,6 persen ditutup pada level 74,41.

• Cisco Systems <CSCO.O> mengatakan pada hari Rabu itu akan melakukan pengurangan karyawan sebesar 4.000 pekerjaan, atau 5 persen dari angkatan kerja, untuk mengurangi biaya. Sahamnya melemah 7,2 persen di level 24,485 seiring para broker memangkas target harga mereka terhadap saham ini.

• Sebuah prospek ekonomi yang membaik untuk zona euro mendorong investor melakukan aksi jual obligasi jerman, mendorong yield ke level tertinggi sejak bulan Maret 2012.

• Rilis data pada hari Rabu memberikan konfirmasi untuk zona euro yang telah keluar dari resesi panjang pada kuartal kedua, dan survei bisnis awal pekan ini meningkatkan harapan pemulihan perekonomian yang cepat di paruh kedua tahun ini.

• Pada hari Kamis, yield obligasi Jerman dengan jatuh tempo 10 tahun meningkat setinggi 1,906 persen, sedangkan obligasi AS untuk jatuh tempo 10 tahun turun 15/32 dengan yield sebesar 2,7645 persen setelah sebelumnya yield menyentuh level 2,823 persen.

• Dolar ditutup menguat mendekati level tertinggi satu pekan terhadap euro dan meningkat di atas level tertinggi satu pekan terhadap yen, sebelum dollar kembali melemah.

• EURUSD terakhir naik 0,73 persen di level 1,3352, sementara dolar terhadap yen melemah sebesar 0,96 persen di level 97,19 yen.
  • Pergerakan harga emas menguat mendekati level tertinggi dua bulan seiring melemahnya dolar AS memicu aksi short‐covering dan breakout teknis setelah harga menembus resistance utama di level 1.350 dollar/ounce. 



GOLD & COMMODITIES
• Pergerakan emas menguat mendekati level tertinggi dua bulan perdagangan pada hari Kamis, naik hampir 2,5 persen seiring penurunan dolar AS dipicu aksi short‐covering dan breakout teknis setelah harga menembus resistance utama di level1.350 dollar/ounce.

• Perak naik hampir 6 persen untuk memperpanjang kemenangan beruntun ke sesi ketujuh. Platinum dan paladium juga mengalami kenaikan signifikan.

• Setelah diperdagangkan lebih rendah di awal sesi, emas melancarkan menguat signifikan sebear 50 dollar seiring dolar membalikkan keuntungan setelah rilis data memberikan gambaran yang bertentangan dengan kekuatan pemulihan ekonomi AS,memberikan indikasi yang kurang jelas akan keputusan Federal Reserve AS untuk mulai langkah‐langkah stimulus pemangkasan pembelian obligasi.

• "Today's move was mostly driven by technicals, and that spooked the bearish bets out of the gold market," ucap Axel Merk, chief investment officer di California‐based Merk Funds.

• Spot emas <XAU=> menguat 2,3 persen di level 1,365.60 dollar/ounce, setelah mencapai level tertinggi dengan nilai 1,369.40 dollar/ounce sejak tanggal 19 Juni.

• U.S. Comex gold futures untuk periode Desember <GCZ3> ditutup naik 27,50 dollar di level 1,360.90 dollar/ounce, dengan volume perdagangan kurang dari 20 persen di atas rata‐rata 30‐hari.


OIL & COMMODITIES
• Harga oil naik dalam kedua sisi dari Atlantik Kamis lalu dan Brent mencapai level tertinggi dalam empat bulannya dari kekhawatiran bahwa meningkatnya kekerasan di Mesir yang dapat berpengaruh ke Terusan Suez atau menyebar ke Timur Tengah, yang mana pasokan siap menghadapi gangguan.

• Sementara itu Mesir yang tidak merupakan pemasok utama crude oil, tapi adalah pusat dari pentingnya Terusan Suez dan jalur pipa Sumed.

• "Disruptions at the Suez Canal are unlikely, but markets never move on what's likely. They move on fear," kata Michael Hewson, seorang analis pada CMC Markets.

EURO ZONE
• Kamar dagang Jerman mengatakan pada hari Kamis bahwa Jerman dapat mengambil alih posisi Amerika Serikat menjadi eksportir terbesar kedua di dunia tahun ini, namun pangsa perdagangan global kemungkinan akan kembali melemah seiring ekspor mengalami penurunan dibandingkan dengan ekspansi global.

• Jerman sebagai negara dengan perekonomian terbesar di Eropa, saat ini menjadi eksportir terbesar ketiga di dunia setelah China dan Amerika Serikat, para eksportir asal Jerman pernah mengalami kemunduran akan perdagangan global sebesar 7,5 persen pada tahun lalu, dan 11 persen pada tahun 1991‐92, menurut DIHK Chambers of Commerce.

• DIHK melihat para pelaku ekspor Jerman melemah 7 persen tahun ini dan pada tahun 2014.

• Perekonomian Jerman rebound setelah sempat melambat. Rilis data pada hari Rabu menunjukkan pertumbuhan sebesar 0,7 persen pada kuartal kedua, ekspansi tercepat triwulanan lebih dari satu tahun dan membantu keluar dari resesi zona euro yang telah melanda selama 18 bulan.

• Ekspansi kuartal kedua, terdorong oleh konsumsi swasta dan konsumsi publik domestik.
  • DIHK meramalkan bahwa pertumbuhan ekspor Jerman akan melambat tahun ini menjadi 2 persen, dari 3,4 persen pada 2012,proyeksi kenaikan tertinggi sebesar 3,8 persen dalam perdagangan global.


U.K.
• Penjualan ritel periode Juli naik 1,1 persen dari bulan sebelumnya, dengan mudah mengalahkan ekspektasi kenaikan sebesar 0,6 persen. Yang dirilis setelah serangkaian data baru, mulai dari kenaikan harga rumah untuk lonjakan aktivitas jasa dan prospek yang cerah untuk job market.

• Sterling naik 0,5 persen di level 1,5585, setelah mencapai level tertinggi sejak pertengahan Juni di level 1,5591,. Euro turun di 85,23 pence, menyentuh level terendah 1‐1/2 bulan , sementara terhadap trade‐weighted basket, sterling berada pada nilai tertinggi tujuh pekan di level di 81,40, tujuh minggu tinggi.

• "Consecutive data surprises have pushed sterling higher with the SONIA rates rising and the back‐end of the gilt curve steepening," ucap Adam Myers, head of European FX strategy di Credit Agricole. "Markets are wondering if the BoE forward guidance is backfiring.".


JAPAN
• Pengambil kebijakan Jepang mengindikasikan mereka mendukung insentif pajak untuk mengangkat investasi bisnis yang melemah daripada memangkas pajak corporate, karena pemerintah menunjukkan keyakinan pada kebijakan stimulus yang telah membawa ekonomi dalam jalurnya menjauh dari deflasi.

• Dalam kebanyakan pandangan yang optimis dalam prices selama empat tahun, pemerintah mengatakan Kamis lalu bahwa Jepang mendekati akhir dari deflasi karena bertahannya kenaikan ekonomi yang membawa lebih banyak perusahaan untuk melewati naiknya biaya‐biaya terhadap konsumen.

• Pasar saham dan valuta telah sedikit volatile baru‐baru ini berkenaan dengan bagian dari volume perdagangan yang tipis di musim panas tetapi pasar keuangan akan menggambarkan pergerakan yang positif dalam perekonomian, deputi gubernur Bank of Japan dikutip pernyataannya dari seorang pejabat pemerintah Kamis lalu.
  • Bank sentral akan melanjutkan mendukung usaha fundraising/ penggalangan dana oleh sektor corporate dan rumah tangga, Deputi Gubernur BOJ Kikuo Iwata dikutip pernyataannya.


AUSTRALIA
• Banyak yang bertanya mengapa pertumbuhan perekonomian terasa sedikit melemah disaat ini, dengan kondisi saat ini dibutuhkan konfirmasi nilai indeks yang lebih baik dari nilai dua set data ekonomi Asutralia yang dirilis pada hari Kamis.

• Salah satunya adalah Westpac‐Melbourne Institute Consumer unemployment expectations index.

• Tingkat indikator ini, berdasarkan survei yang sama dimana menghasilkan indeks profil sentiment konsumen yang lebih tinggi, menunjukkan ketakuatan akan tingkat pengangguran yang meningkat pesat.

• Terlihat jelas, risiko kehilangan pekerjaan , atau tidak mendapat pekerjaan, indikasi pekerjaan ini lah yang membebani pikiran banyak orang.

• Dan apabila mereka memiliki pekerjaan tetap, mereka yang bekerja akan menghadapi tingkat pertumbuhan upah yang lambat.

• Survei Australian Bureau of Statistics (ABS) akan rata‐rata pendapatan mingguan sejak saat hanya diterbitkan hanya untuk enam bulan, daripada triwulan.

• Namun data ini menunjukkan bahwa rata‐rata pendapatan biasa mingguan untuk orang dewasa yang kerja full time naik sebesar 1,8 persen dalam enam bulan hingga Mei, dibandingkan dengan peningkatan sebesar 3,5 persen selama enam bulan sebelumnya.
  • Data ini akan menjadi gambaran konsisten akan pasar tenaga kerja yang kembali melemah secara perlahan, menurunnya tingkat lapangan pekerjaan, pertumbuhan lapangan kerja yang lambat.


SWISS
• Pendapatan meningkat lebih tinggi dari investasi langsung luar negeri, meningkatkan Surplus neraca berjalan Swiss pada tahun 2012.

• Surplus transaksi berjalan meningkat sebesar 14 miliar franc Swiss ($ 15 milyar) menjadi 66 miliar franc, atau 11 persen dari produk domestik bruto, Swiss National Bank mengatakan pada hari Kamis.

• Pendapatan dari investasi langsung luar Swiss naik 23 milyar hingga 66 milyar franc, ucap SNB.

• SNB merilis nilai tukar terhadap euro sebesar 1,20 franc/euro, hampir dua tahun yang lalu untuk menangkal deflasi dan resesi, setelah investor melarikan diri dari krisis zona euro dan bahkan menyentuh level perdagangan tertinggi.


• Pada bulan Februari, Ketua SNB Thomas Jordan membantah kritik bahwa intervensi bank untuk melemahkan franc yang mendorong surplus transaksi berjalan negara dan dengan demikian, terdapat kontribusi terhadap ketidakseimbangan global yang menyebabkan ketidakstabilan dan menghambat pertumbuhan global.

Friday, August 9, 2013

Headline News 09.08.13



Minyak melanjutkan pemulihan di awal sesi Asia seiring merebaknya optimisme akan mulai stabilnya perekonomian Cina, konsumen energi utama dunia. Data kemarin menunjukan kenaikan ekspor dan impor Cina yang memberikan harapan akan membaiknya situasi perekonomian terbesar No. 2 di dunia tersebut. Stabilnya inflasi Cina di level 2,7% juga meredakan kekhawatiran akan berlanjutnya pengetatan moneter. Investor kini menantikan data investasi, produksi industri, dan penjualan ritel pada jam 12.30 WIB untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut akan kondisi perekonomian Cina. Minyak Nymex kini diperdagangkan $104.20; menjauhi level rendah satu minggu $102.20 yang ditorehkan kemarin.

Euro menguat tajam setelah melalui fase konsolidasi sejak awal pekan, momentum pelemahan Dollar terhadap berbagai mata uang utama bulan ini juga turut menopang reli Euro.

Ketidakpastian pengurangan stimulus The Fed menyebabkan para investor enggan menyimpan mata uang Dollar AS dan mengalihkan portfolio ke mata uang lainnya pada fase ini. Selain itu para investor mengantisipasi data makroekonomi dari AS yang cukup lemah hingga bulan September karena efek program sequester/ pengetatan anggaran pemerintah kemungkinan akan mulai tampak pada data Q3 2013.

Terpantau sejauh ini pairing EURUSD menguat 0.39% di level 1.3388, setelah meraih titik tertinggi intraday di 1.3394 dan level terendah hariannya di 1.3329.

Secara teknikal, area konsolidasi 1.3190 – 1.3345 sebelumnya yang telah ditembus secara meyakinkan mengindikasikan potensi uptrend menuju 1.3500. Bagaimanapun masih dibutuhkan penembusan konsisten diatas area 1.3415 untuk menambah momentum bullish. Di sisi bawahnya, support terdekat tampak di area 1.3325 & 1.3345.

Wall Street mengakhiri penurunan beruntun selama 3 hari pada hari Kamis, dengan S&P 500 ditutup tipis di bawah level 1,700, didukung oleh data Chinayang lebih baik dari perkiraan dan menyusul data klaim pengangguran yang positif.Dow Jones Industrial Average ditutup di area positif, terangkat oleh saham Microsoft dan Caterpillar. S&P 500 dan Nasdaq juga ditutup menguat.

Ketiga indeks utama terkikis pekan ini di tengah ketidakpastian mengenai kapan the Fed akan mulai mengurangi program stimulusnya. Dow dan S&P 500 telah melemah lebih dari 1%masing-masing pekan ini. "Untuk pergerakan yagn signifikan, kita harus memiliki kejelasan mengenai apa yang akan dilakukan oleh the Fed— kita harus mencapai titik dimana kita mengetahui kapan the Fed akan melakukan tapering dan melihat hal itu baik-baik saja secara ekonomi," ucap Paul Hogan, manajer pada FAM Equity-Income Fund. "Untuk sementara waktu ini, pasar jadi lebih memilih."

Dalam waktu dekat ini, Presiden Fed bagian Dallas Richard Fisher mengatakan pada surat kabar bisnis Jerman Handelsblatt bahwa bank sentral seharusnya mulai memangkas program pembelian obligasinya di bulan September, kecuali jika perekonomian memburuk secara signifikan, kembali menegaskan komentar darinya sebelumnya pekan ini. Komentar Fisher juga memiliki sentimen yang serupa dari petinggi Fed lainnya. Pada hari Selasa, presiden Federal Reserve bagian Chicago Charles Evans dan presiden Fed bagian Atlanta Dennis Lockhart keduanya mengatakan pemangkasan program pembelian aset dapat dimulai sesegera pada bulan September nanti.



Thursday, August 8, 2013

Headline News 08.08.13

US & GLOBAL
• Dolar jatuh ke level terendah 7 pekan terhadap yen pada hari Rabu sementara bursa saham AS dan Eropa terkoreksi setelah investor mempertimbangkan kembali perkiraan mereka mengenai kapan The Fed akan mulai mengurangi/menghapus kebijakan stimulusnya.

• Dolar juga terkoreksi tajam terhadap sterling setelah Bank of England mengatakan pihaknya tidak akan menaikkan suku bunga hingga tingkat pengangguran Inggris turun menjadi 7%, sebuah angka pengangguran yang nampaknya sulit dicapai dalam kurun waktu 3 tahun kedapan. Namun sejumlah investor berpendapat bahwa target tersebut akan tercapai lebih cepat dari perkiraan, yang mana akan berpotensi membuka peluang untuk terjadinya kenaikan suku bunga yang akan berdampak positif bagi sterling.

• "Market participants are currently observing a situation where the data suggests a better economic outcome than they expected just a month or two ago. In a data‐dependent world, markets will not be complacent and accepting of central bank forecasts when current data suggests otherwise," kata Bob Lynch, head of G10 FX strategy untuk Amerika pada HSBC di New York.

• Yen menguat karena ekspektasi bahwa investor Jepang akan mengkonversi pendapatan luar negeri mereka sebelum liburan Obon pertengahan Agustus. BOJ juga akan mengadakan sidang 2 hari yang berakhir pada hari Kamis (8/Agustus) yang diperkirakan akan melanjutkan program pembelian asetnya.

• Bursa Wall Street ditutup melemah, mencatat koreksi dalam 3 hari terakhir, meskipun indeks masih tidak jauh dari level tertingginya. Program pembelian obligasi senilai $85 milyar per bulan oleh The Fed telah menjadi pendorong utama untuk kenaikan bursa saham tahun ini, yang mana telah mendorong kenaikan indeks S&P 500 sebesar 18% dalam tahun ini.

• "People were concerned about the extent of the rally in the short term and some people are talking about equities being too expensive relative to the underlying fundamentals. And of course, the big story, the next big piece of news, one would think, is the taper tantrum," kata Stephen Massocca, direktur pada Wedbush Equity Management LLC di San Francisco.

• Investor saat ini terus memperhatikan indikasi mengenai kapan kiranya The Fed akan memulai mengurangi program pembelian obligasinya.

• Presiden Fed Chicago Charles Evans pada Selasa lalu mengatakan The Fed kemungkinan akan mulai mengurangi stimulusnya di akhir tahun ini, atau secepatnya di bulan depan, bergantung pada perkembangan data ekonomi.

• Sedangkan Presiden Fed Cleveland Sandra Pianalto pada Rabu kemarin mengatakan bank sentral akan segera mengurangi stimulusnya jika peningkatan pada pasar tenaga kerja terus berkelanjutan.

• Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 48,07 poin atau 0,31% ke 15470,67. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX> melemah 6,46 poin atau 0,38% ke 1690,91. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> turun 11,76 poin atau 0,32% ke 3654,01.

• Ketidakpastian mengenai kapan kiranya pengurangan stimulus akan dilakukan The Fed juga telah menekan bursa saham Eropa, dengan FTSE Eurofirst 300 index <.FTEU3> berakhir melemah 0,3% dan indeks ekuitas global MSCI turun 0,6%.

• Sterling mendaki ke level tertinggi 1‐1/2 bulan terhadap dolar, menyusul investor memandang pernyataan Gubernur BoE Mark Carney kurang mendukung. Sterling naik 0,9% di $1.55.

• Dolar terkoreksi 1,4% terhadap yen di 96,42 yen. Kegiatan bisnis di Jepang akan tutup beberapa pekan sekitar pertengahan Agustus berkenaan dengan hari libur Obon dan pasar memprediksi permintaan terhadap yen dari investor Jepang akan meningkat menjelang arus masuk modal besar sekitar waktu yang sama dari pembayaran bunga atas kepemilikan Treasury AS negara yang besar.

• Indeks dolar turun 0,4% di 81,26.

• "Dollar sentiment hasn't been the same since last week's tepid U.S. jobs report, which suggested the Fed would move more patiently to slow a stimulus program that has long been a thorn in the dollar's side. A slower U.S. data calendar this week also has not offered a fresh impetus for investors to bid the dollar higher," kata Joe Manimbo, analis senior pasar pada Western Union Business Solutions.

• Harga Treasury AS meningkat, dengan Treasury tenos 10 tahun naik 12/32 dengan yield 2,599 persen.
  • Harga minyak anjlok dipicu ekspektasi meningkatnya produksi minyak Laut Utara di bulan depan. Brent crude <LCOc1> turun 74 sen ke $107,44 per barel, sementara U.S. oil <CLc1> turun 93 sen di $104,37 per barel. 



GOLD & COMMODITIES
• Pergerakan harga emas menguat pada hari Rabu setelah dua hari sesi perdagangan melemah secara beruntun, seiring dolar jatuh akibat ketidakpastian tentang ruang lingkup dan waktu akan keputusan Federal Reserve tentang program pembelian obligasi.

• Setelah sebelumnya mencapai level terendah perdagangan untuk tiga pekan, logam meningkat 13 dollar, atau 1 persen, rebound akibat dampak dari penurunan mata uang AS, imbal hasil obligasi US Treasury yang lebih rendah dan melemahnya pasar ekuitas AS.

• Para analis mengatakan bahwa harga emas bisa kembali jatuh karena adanya indikasi The Fed yang akan memulai program pembelian obligasi bulanan pada awal September sebesar 85 milyar dolar jika pemulihan ekonomi AS tertahan oleh momentum.

• "We anticipate improving economic data, especially from the United States and Europe in coming months, may renew pressure on gold prices," ucap Robert Haworth, senior investment strategist di U.S. Bank Wealth Management.

• Awal pekan ini, akibat rilis data yang menunjukkan pertumbuhan di sektor jasa AS dan bisnis sedang meningkat di zona euro dan Inggris, meningkatkan daya tarik emas sebagai lindung nilai investasi.

• Pergerakan Spot emas <XAU=> menguat 0,5 persen di level 1,287.47 dollar/ounce, setelah sebelumnya mencapai level terendah sejak 17 Juli di level 1,272.64.

• Data Reuters menunjukkan bahwa emas berjangka AS untuk periode Desember <GCZ3> ditutup naik 2,80 dollar di level 1,285.30 dollar/ounce, dengan volume perdagangan sekitar 45 persen di bawah rata‐rata 30‐hari.

• Bank sentral AS bisa segera mulai mengurangi laju stimulus untuk pembelian obligasi jika perbaikan terbaru dalam pasar kerja AS terus berlanjut, presiden Cleveland Fed, Sandra Pianalto, mengatakan pada hari Rabu.


OIL & COMMODITIES
• Oil melemah untuk rangkaian empat harinya Rabu lalu, ditekan merosot oleh ekspektasi naiknya output di North Sea bulan depan dan oleh kekhawatiran mengenai bagaimana the Fed AS segera akan mengakhiri stimulus ekonomi AS.

• Pejabat the Fed mengisyaratkan bank sentral AS kemungkinan memulai untuk mengurangi program pembelian obligasi bulan September, menambah kekhawatiran mengenai outlook permintaan oil. Ini diimbangi dukungan berita dari gangguan pasokan di Libia dan gambaran inventori yang besar minggu lalu pada pengiriman untuk crude oil futures AS.

• "The market is choppy, it looks like we are still trying to consolidate between $103 and $108 a barrel after last month's rally" kata Gene McGillian, seorang analis pada Tradition Energy di Stamford, Connecticut.

• Inventori crude oil AS turun hingga 1,32 juta barrel minggu lalu, Energy Information Adminsitration (EIA) AS mengatakan Rabu lalu, besarnya bersamaan dengan pengurangan 1,2 juta barrel dari perkiraan sebelumnya dari para analis pada datanya.

EURO ZONE
• Rilis data resmi menunjukkan pada hari Rabu bahwa output industri Jerman rebound pada bulan Juni, melonjak secara signifikan dalam hampir dua tahun, pertumbuhan sektor manufaktur menjadi penggerakan pertumbuhan ekonomi terbesar di Eropa.

• Peningkatan data yang baru rilis, bangkit dari nilai terendah, menunjukkan kenaikan terkuat pada data industrial orders sejak Oktober, angka Departemen Ekonomi menunjukkan lompatan 2,4 persen dalam output pada bulan ini, bahkan melampaui perkiraan tertinggi dalam jajak pendapat Reuters dari 39 ekonom. Perkiraan konsensus sebesar 0,3 persen.

• Kementerian ekonomi mengatakan bahwa ini adalah bagian teknikal rebound setelah output direvisi turun 0,8 persen pada bulan Mei karena banyak pekerja mengambil cuti menjelang hari libur.

• "It looks as if the German economy is again walking on two feet: solid private consumption and strengthening industrial activity," ucap ING analyst Carsten Brzeski adi ING.

• "The German economy is on a good way towards an impressive growth comeback in the second quarter."

• Perancis akan merilis data pertumbuhan yang minim pada kuartal ketiga, Bank of France memperkirakan pada hari Rabu, seiring data perdagangan permintaan domestik yang diperkirakan tanpa banyak perubahan dan bertahan untuk negara dengan perekonomian terbesar kedua zona euro.

• Dalam estimasi pertama untuk Juli sampai September, bank sentral memperkirakan pertumbuhan kuartal per kuartal hanya 0,1 persen, sebuah harapan bahwa perekonomian mungkin mendapatkan momentum.

• Bank sentral sebelumnya memperkirakan ekonomi tumbuh 0,2 persen pada kuartal kedua, yang akan berakhir dalam kurun waktu singkat, akan mengalami resesi dangkal setelah dibandingka oleh data lembaga statistik pada hari Rabu mendatang.

• Estimasi kuartal ketiga bank sentral didasarkan pada survei bisnis iklim bulanan, yang menunjukkan sentimen di sektor manufaktur turun menjadi 95 di bulan Juli dari 96 di bulan Juni. Sentimen di sektor jasa sedikit meningkat ke level terbaik sejak bulan November 2012, bagaimanapun, naik menjadi 91 dari 90.


U.K.
• Dolar jatuh ke level terendah  tujuh pekan pada hari Rabu, terbebani oleh penurunan tajam terhadap yen dan sterling,  di tengah kekhawatiran  tentang  peluang dan waktu dari Federal Reserve mengakhiri program pembelian obligasi. 

• Yen, sementara ini, naik ke level tertinggi tujuh minggu terhadap dolar dipicu ekspektasi bahwa investor Jepang akan mengkonversi pendapatan luar negeri  menjelang liburan pertengahan Agustus. 

• Sterling juga menguat terhadap dolar, naik ke level tertinggi dalam 1‐1/2 bulan, setelah investor lebih optimis terhadap peluang kenaikan suku bunga dari  rekor terendah setelah konferensi pers oleh kepala Bank of England. 

• Indeks dolar melemah 0,3% di 81,345 setelah sebelumnya turun ke 81,297, level terendah 7 pekan. Indeks telah mencatat koreksi dalam 4 sesi berturut‐ turut. 

• Namun demikian, koreksi dolar berpotensi terbatas, khususnya setelah muncul komentar dari Presiden Fed Chicago, Charles Evans, yang paling vokal dalam  memberikan pernyataan yang dovish (pro stimulus) pada hari Selasa sebelumnya, yang mengatakan bahwa bank sentral AS kemungkinan akan mengurangi  pembelian obligasi di akhir tahun ini, dan tidak tertutup kemungkinan paling cepat bulan depan.  

• Berkurangnya pembelian obligasi oleh The Fed akan memicu kenaikan suku bunga, yang akan berdampak positif bagi dolar. 

• Sterling terakhir tercatat menguat 1,1% di $1,5509, setelah rebound dari level intraday low di $1,5205, sesaat setelah muncul Laporan Inflasi BoE, yang  bertalian erat antara kenaikan suku bunga dengan penurunan tingkat pengangguran. 

• Dalam  konferensi  persnya  Gubernur  BoE  Mark  Carney  mengatakan  kenaikan  suku  bunga  masa  depan  di  Inggris  tidak  akan  terjadi  hingga  tingkat  pengangguran turun menjadi 7%, sesuatu yang nampaknya tidak mudah dicapai paling tidak dalam 3 tahun kedepan. Namun pasar menyimpulkan bahwa  dengan sejumlah data ekonomi Inggris yang dirilis optimis belakangan ini, maka tingkat pengangguran dapat turun lebih cepat dari 3 tahun perkiraan waktu  BoE. 

• Usai laporan BoE tersebut, overnight indexed swap memberikan perkiraan 90% untuk peluang kenaikan suku bunga dari levelnya saat ini 0,5% dalam  3  tahun  kedepan,  dan  perkiraan  lain  menunjukkan  akan  terjadi  di  awal  2015.  Sedangkan  dalam  kurun  waktu  4  tahun  terdapat  peluang  untuk  terjadinya  kenaikan suku bunga sebanyak 2 kali, masing‐masing sebesar 25 basis poin. 

• Perkembangan  data  ekonomi  AS  akan  terus  dicermati,  khususnya  di  minggu  kedua  Agustus  ini,  diantaranya  data  retail  sales,  CPI,  jobless  claims  dan  University of Michigan consumer sentiment, untuk melihat prospek pengurangan stimulus The Fed. 


JAPAN
• Jepang tidak dapat memenuhi target budget‐balancing/keseimbangan bujet yang hanya direncanakan dari menggandakan pajak penjualan hingga dua tahun kedepannya, perkiraan rancangan pemerintah yang dikutip oleh Reuters menunjukkannya, mengindikasikan bahwa langkah fiskal yang lebih longgar akan dibutuhkan untuk mengekang efek bola salju dari utang publik.

• Perdana Menteri Shinzo Abe berjuang untuk menyeimbangkan kebutuhan dalam menstimulasi pertumbuhan dalam negara terbesar ketiga ekonomi didunia tersebut‐ via kebijakan "Abenomics" dan mengekang beban utang publik terbesar didunia industri tersebut.

• Perkiraan rancangan, untuk diserahkan pada pemerintah atas panel ekonomi dan fiskal, yang menempatkan anggaran negara utama – yang mana tidak termasuk pembelian obligasi terkini dan debt servicing – pada defisit 2 persen dari gross domestic product (GDP) dalam tahun fiskal hingga Maret 2021, hilangnya tujuan dari surplus.

• Bank of Japan memulai meeting dua harinya hari Rabu, dengan mendiskusikan kemungkinan untuk melibatkan apakah akan mencabut penilaian ekonominya yang telah dibelakangnya meningkatkan data ekonomi sambil tetap menjaga kebijakan moneter yang ultra longgar dengan utuh.

• Untuk diperhatikan juga pergerakan data ekonomi Jepang dari bank lending, BOJ rate, current account (hari Kamis) dan laporan ekonomi bulanan dari BOJ (hari Jumat). Juga ditambah GDP dan industrial production hari Seninnya.


AUSTRALIA
• Tingkat pengangguran diperkirakan naik ke level tertinggi dalam empat tahun terakhir, tercatat pada bulan Juli seiring laju penerimaan karyawan di sektor pertambangan melambat.

• The Australian Bureau of Statistics (ABS) akan merilis angka tenaga kerja bulanan pada hari Kamis pagi.

• Perkiraan median dari survei AAP dari 11 ekonom untuk tingkat pengangguran naik menjadi 5,8 persen, dari 5,7 persen pada bulan Juni.

• Tingkat pengangguran Australia tidak pernah menyentuh angka 5,8 persen sejak Agustus 2009.

• Kepala ekonom Stephen Walters dari JP Morgan Australia mengatakan pertumbuhan lapangan kerja tidak sebanding dengan pertumbuhan penduduk dan perluasan tenaga kerja.

• "We forecast a 15,000 net gain in aggregate employment for last month, but a larger expansion of the labour force," ucap MR Walters. "The jobless rate, then, has to rise."

• Indeks Home loan approvals terus meningkat, menunjukkan bahwa tingkat suku bunga terendah yang membuat rekor baru cukup efektif terhadap sektor perumahan.

• Biro Statistik Australia mengatakan pada hari Rabu bahwa jumlah home loan approvals pada bulan Juni naik 2,7 persen menjadi 51.001, mengalahkan ekspektasi para ekonom yang hanya meningkat 2,0 persen.

• "This is actually the sixth consecutive monthly increase we've seen. We haven't had a negative print yet for 2013," ucap Mr Kennedy.

• "We're starting to get to pretty good numbers with commitments up 13 per cent on year‐ago terms. It's obviously a positive sign that does suggest there is a little bit of activity perhaps picking up in the residential housing market”.


SWISS
• Inflasi  tahunan  Swiss  dirilis  stabil  di  bulan  Juli  dibandingkan  dengan  setahun  lalu,  menghentikan  serangkaian  penurunannya  dalam  basis  tahunan  sejak  September 2011 ketika franc Swiss diperdagangkan mendekati level rekor tertingginya. Sedangkan inflasi dalam basis bulanan tercatat turun 0,4%, sesuai  dengan perkiraan, dipicu oleh izin penjualan di sektor pakaian. Harga minyak dan grosir naik meskipun harga mobil dan biaya transportasi udara menurun. 

• Sebuah survei oleh lembaga riset ekonomi ZEW menunjukkan mereka memperkirakan SNB akan mengubah batasan minimum nilai tukar EUR/CHF yang  saat ini di 1,20 franc dalam dua tahun, dengan 38 persen responden memprediksi level batsan tersebut akan dinaikkan dalam waktu satu tahun. 

• SNB telah menegaskan bahwa kebijakan pembatasan nilai tukar adalah instrumen penting kebijakan moneter yang diperlukan untuk menjaga franc tetap  stabil terhadap euro jika ketidakpastian lebih lanjut terus melanda ekonomi zona euro. 

• Dolar jatuh ke level terendah tujuh pekan pada hari Rabu di tengah kekhawatiran tentang peluang dan waktu dari Federal Reserve mengakhiri program  pembelian  obligasi.  Indeks  dolar  melemah  0,3%  di  81,345  setelah  sebelumnya  turun  ke  81,297,  level  terendah  7  pekan.  Indeks  telah  mencatat  koreksi  dalam 4 sesi berturut‐turut. 

• Namun demikian, koreksi dolar berpotensi terbatas, khususnya setelah muncul komentar dari Presiden Fed Chicago, Charles Evans, yang paling vokal dalam  memberikan pernyataan yang dovish (pro stimulus) pada hari Selasa sebelumnya, yang mengatakan bahwa bank sentral AS kemungkinan akan mengurangi  pembelian obligasi di akhir tahun ini, dan tidak tertutup kemungkinan paling cepat bulan depan.  

• Berkurangnya pembelian obligasi oleh The Fed akan memicu kenaikan suku bunga, yang akan berdampak positif bagi dolar. 

• Dolar melemah 0,5% terhadap franc Swiss di sekitar 0,9215 franc dari posisi penutupan New York hari Selasa, setelah mencatat intraday low di 0,9204  franc, level terendahnya sejak 19 Juni. 


• Perkembangan  data  ekonomi  AS  akan  terus  dicermati,  khususnya  di  minggu  kedua  Agustus  ini,  diantaranya  data  retail  sales,  CPI,  jobless  claims  dan  University of Michigan consumer sentiment, untuk melihat prospek pengurangan stimulus The Fed. 

Wednesday, August 7, 2013

Headline News 07.08.13

US & GLOBAL
• Wall Street melemah pada hari Selasa, merosot kembali dari level tertingginya belakangan ini, dan dolar menembus level terendah 6 pekan terhadap yen setelah investor menaksir kembali kemungkinan The Fed akan mulai mengurangi program stimulusnya.

• Dengan berkurangnya musim laporan earnings, minimnya data ekonomi AS pekan ini dan fokus pada kebijakan The Fed, maka perdagangan di bursa saham AS terlihat sepi. Tipisnya perdagangan hari Selasa terjadi sehari setelah perdagangan mencatat volume transaksi tertingginya tahun ini.

• Sejumlah komentar dari para petinggi The Fed telah membuat pasar ragu terhadap perkiraan waktu untuk kemungkinan The Fed mengurangi program pembelian obligasi, yang sebelumnya telah memicu penguatan pada pasar saham.

• Fed officials "are all hedging themselves, which is why the market continues to just be a little bit confused and why it is going to churn. There is really no reason at the moment for the market to go higher because it is still too unclear," kata Ken Polcari, director of the NYSE floor division pada O'Neil Securities di New York.

• Dennis Lockhart, president of the Federal Reserve Bank of Atlanta, mengatakan kepada Market News International bahwa The Fed dapat mulai mengurangi program stimulusnya secepatnya di bulan September, namun bisa jadi akan menunggu lebih lama jika ekspektasi pertumbuhan ekonomi di semester kedua tahun ini ternyata tidak memenuhi harapan.

• Sedangkan Kepala Fed Chicago, Charles Evans, yang paling vokal dalam memberikan pernyataan yang dovish (pro stimulus), mengatakan bank sentral AS kemungkinan akan mengurangi pembelian obligasi di akhir tahun ini, dan tidak tertutup kemungkinan paling cepat bulan depan.

• Data semalam menunjukkan defisit perdagangan AS menyusut tajam di bulan Juni ke level terendahnya selama lebih dari 3‐1/2 tahun seiring berkurangnya impor, mengisyaratkan adanya revisi naik untuk PDB‐Q2 AS.

• Dow Jones industrial average <.DJI> merosot 93,39 poin atau 0,6% ke 15518,74, sedangkan S&P 500 <.SPX> turun 9,77 poin atau 0,57% ke 1697,37 dan Nasdaq Composite <.IXIC> terkoreksi 27,182 poin atau 0,74% ke 3665,77.

• Indeks FTSEurofirst 300 mengakhiri rally‐nya selama 6 hari terakhir, setelah ditutup melemah 0,4%, meskipun pasar masih mendapat dukungan dari rilis optimis data pertumbuhan sektor manufaktur di Jerman dan Inggris. Sedangkan indeks ekuitas global MSCI tercatat turun 0,3%.

• Dolar terkoreksi terhadap yen untuk ketiga kalinya menyusul investor berspekulasi bahwa The Fed kemungkinan belum akan menarik stimulusnya secepat yang diperkirakan pasca rilis data pekerjaan yang mengecewakan di akhir pekan lalu. Dolar mencatat intraday low di 97,51 yen, level terendahnya sejak 26 Juni. Dolar terakhir bergerak di sekitar 97,73 yen atau turun 0,6%. Ekspektasi bahwa Bank Sentral Jepang (BOJ), dalam sidangnya pekan ini, akan menahan diri dari penambahan stimulus, juga turut mendorong penguatan yen.

• "While the weakness of the dollar is pronounced against the yen, it is a broad sell‐off that has more to do with Fed policy than BoJ policy. This is symptomatic of how trading has been all summer, with so much volatility and people looking to lock in profits whenever they can," kata Charles St‐Arnaud, foreign exchange strategist pada Nomura Securities di New York.

• Harga obligasi pemerintah AS ditutup relatif stabil setelah muncul permintaan yang solid untuk lelang Treasury tenor 3 tahun senilai $32 milyar, merupakan yang pertama untuk lelang kupon obligasi tenor 3 tahun dalam pekan ini. Harga Treasury tenor 10 tahun juga stabil dengan yield 2,643 persen.

• Harga minyak jatuh setelah presiden Iran yang baru terpilih, Hassan Rouhani, mengatakan ia siap untuk memasuki perundingan yang "serius dan substantif" atas program nuklir Teheran, dimana telah mengurangi potensi risiko geopolitik. Brent Crude <LCOc1> ditutup melemah 52 sen ke $108,18 per barel, sementara U.S. crude <CLc1> turun $1,26 ke $105,30. 



GOLD & COMMODITIES
• Pergerakan emas melemah menyentuh titik terendah dalam hampir tiga minggu pada hari Selasa, kehilangan 1,5 persen setelah data ekonomi AS menunjukkan adanya gap perdagangan dan indikasi lebih bahwa Federal Reserve bisa menarik stimulus moneter pada awal bulan depan.

• Kegagalan Bullion untuk bertahan di atas $ 1.300 per ounce pada hari sebelumnya berdampak dengan aksi jual yang dipicu oleh indicator tehnikal.

• Emas berada di bawah tekanan setelah data perdagangan internasional Senin menunjukkan ekonomi AS kemungkinan tumbuh lebih cepat dari yang dilaporkan pada kuartal kedua, berkat penyempitan tajam dalam defisit perdagangan ke posisi terendah dalam lebih dari 3‐1/2 tahun di bulan Juni seiring ekspor menyentuh rekor tinggi dan di atas nilai impor.

• Charles Evans, presiden Federal Reserve Bank Chicago, Selasa, mengatakan Fed mungkin akan mengurangi program stimulus pada akhir tahun ini, dan tergantung pada data ekonomi dan bisa melakukannya secepatnya pada awal bulan depan.

• "While a pushback in QE withdrawal expectations may provide some relief for the bullion market and help engineer a short term rally, the implications behind this action is ultimately negative for gold," ucap James Steel, chief metals analyst di HSBC.

• Harga spot emas melemah 1,5 persen menjadi 1,283.60 dollar/ounce, setelah sebelumnya turun sebanyak 1,9 persen ke level terendah sejak 18 Juli di 1,279.24 dollar/ounce sebelumnya.

• Rilis data Reuters menunjukkan bahwa emas berjangka AS untuk periode Desember <GCZ3> melemah 19,90 dollar dengan 1,282.50 dollar ounce, dengan volume perdagangan sekitar 30 persen di bawah rata‐rata 30‐hari.


OIL & COMMODITIES
• Oil melemah sekitar $1 barrel Selasa lalu karena presiden terbaru Iran menandai keinginan untuk bernegosiasi dengan Barat berkenaan dengan ketegangan di program nuklir Iran dan karena penurunan harga gasoline AS setelah aksi jual pada ethanol credit (unsur kimia dalam pembuatan minyak).

• Presiden terpilih Iran Hassan Rouhani mengatakan dia siap untuk masuk dalam negosiasi “serious and substantive”, mengurangi resiko geopolitik untuk harga minyak mentah.

• Tanda‐tanda bahwa the Fed AS kemungkinan akan mengurangi program stimulus pembelian obligasi tahun ini juga memiliki pengaruh yang negatif terhadap harga oil.

• The American Petroleum Institute, sebuah grup industri, mengatakan Selasa lalu bahwa cadangan crude oil AS melemah hingga 3,66 juta barrel dalam mingguan hingga 2 Agustus, penurunan tertajam daripada ekspektasinya.

EURO ZONE
• Perekonomian Italia menyusut kurang dari yang diperkirakan pada kuartal kedua, memberikan indikasi keluar dari resesi terpanjang pasca‐perang, tetapi krisis politik yang memanas belum bisa menggagalkan pemulihan tentatif.

• National statistics bureau ISTAT pada hari Selasa mengatakan bahwa Produk domestik bruto kuartal, menurun 0,2 persendan 2,0 persen secara tahunan.

• Kemerosotan triwulanan periode ini adalah yang terkecil sejak awal resesi yang dimulai pada pertengahan tahun 2011, dan penurunan sebesar 0,4 pesen diperkirakan oleh para analis dalam survei yang dilakukan oleh Reuters.

• "Summer data can be volatile and there is political risk in Italy but the picture for the economy still definitely looks more positive than four weeks ago," ucap Deutsche Bank economist Marco Stringa.

• German industry orders dirilis di atas perkiraan pada bulan Juni, dirilis menguat terbesar sejak Oktober, seiring kontrak untuk barang‐barang besar‐tiket melonjak dan permintaan zona euro rebound, menunjukkan manufaktur secara bertahap membaik setelah melemah diawal tahun.

• Nilai kontrak melonjak 3,8 persen pada bulan Juni, data dari Kementerian Ekonomi menunjukkan. Itu jauh lebih baik daripada perkiraan konsensus dalam jajak pendapat Reuters meningkat sebesar 1,0 persen, dan bahkan melampaui estimasi tertinggi 2,5 persen.

• "That's a really strong increase and suggests the euro zone and Germany are on the road to recovery, as has already been suggested by sentiment indicators," ucap Thilo Heidrich, an economist di Postbank.
  • "The economy in the single currency bloc probably exited its recession in the second quarter and we will see a gradual economic recovery in the second half."


U.K.
• Sterling awalnya tertekan, utamanya terhadap euro, pada perdagangan hari Selasa kemarin setelah ada indikasi bahwa dalam Laporan Inflasi yang akan dirilis hari  Rabu ini BoE akan mempertahankan suku bunga rendah untuk jangka waktu yang lama, namun sterling kemudian berhasil rebound dan ditutup menguat setelah rilis  optimis data industrial output Inggris. Sedangkan terhadap dolar, sterling bergerak relatif stabil, setelah dolar mendapat dukungan dari rilis defisit perdagangan AS. 

• Laporan Inflasi BoE yang akan dirilis sekitar pukul 16.30 wib akan menjadi yang pertama untuk Mark Carney sejak menjabat sebagai gubernur BoE yang baru. Pasar  saat ini memprediksi BoE akan mempertahankan kebijakan suku bunga rendah paling tidak hingga tahun 2015/2016. 

• Meredanya ekspektasi The Fed akan segera mengurangi program pembelian obligasi dalam jangka pendek kedepan telah berlanjut menekan dolar. Dolar telah mulai  tertekan  sejak  Jumat  lalu  ketika  data  pekerjaan  AS  dirilis  mengecewakan  dan  mendorong  investor  untuk  menaksir  kembali  kapan  kiranya  The  Fed  akan  mulai  mengurangi program pembelian obligasi per bulannya yang senilai $85 milyar. 

• Namun demikian, koreksi dolar terhadap sterling masih cukup terbatas, dimana dolar mendapat support dari rilis data defisit perdagangan AS yang menyusut tajam di  bulan Juni ke level terendahnya selama lebih dari 3‐1/2 tahun seiring berkurangnya impor, mengisyaratkan adanya revisi naik untuk PDB‐Q2 AS. 
  • Perkembangan pasar tenaga kerja AS akan terus dicermati pelaku pasar, dimana data jobless claims yang dirilis tiap minggu akan terus dipantau. 


JAPAN
• Perekonomian Jepang kemungkinan bertumbuh dalam tahunan 3.6 persen bulan April‐Juni untuk mencatatkan rangkaian tiga kuartalnya mengalami ekspansi, polling Reuters menunjukkannya, ditambah bertumbuhnya tanda‐tanda pengaruh yang positif dari kebijakan reflasionari perdana menteri Shinzo Abe yang meluas.

• Tanda‐tanda akan memberikan pemerintah pembenaran kedepannya dengan rencana kenaikan pajak penjualan tahun depan, meskipun keputusan akan memakan waktu lebih dan melibatkan banyak faktor‐faktor lain yang diberikan kepekaan politik menurut para analis.

• Sementara itu pertumbuhan akan melambat dari 4.1 persen yang terlihat pada kuartal pertama, yang akan berbasis luas dengan kenaikan dalam ekspor dan pembelanjaan modal ditambah penguatan dalam personal consumption, katanya lagi.

• Jepang bermaksud untuk menaikkan pajak penjualan pada bulan April menjadi 8% dari 5% dan hingga 10% di bulan Oktober 2015, sebagai bagian usaha untuk memangkas utang publik, yang mana diantara yang terbesar dalam negara‐negara industri maju.


AUSTRALIA
• The Reserve Bank of Australia telah memangkas suku bunga ke rekor terendah baru 2,5 persen, mengutip bawah rata‐rata pertumbuhan moderat dan harga komoditas.

• Dalam sebuah pernyataan yang menyertai keputusan tersebut, Gubernur RBA Glenn Stevens mengatakan pertumbuhan masih di bawah tren, tapi ada "reasonable prospect" untuk tahun 2014.

• "This is expected to continue in the near term as the economy adjusts to lower levels of mining investment. The unemployment rate has edged higher," ucapnya.

• Mr Stevens mengatakan dalam sebuha laporan bahwa dolar Australia melemah 15 persen sejak April, namun mengatakan pelemahan ini masih cukup tinggi.

• "It is possible that the exchange rate will depreciate further over time, which would help to foster a rebalancing of growth in the economy," ucapnya.
  • "The board has previously noted that the inflation outlook could provide some scope to ease policy further, should that be required to support demand."



SWISS
• Meredanya ekspektasi The Fed akan segera mengurangi program pembelian obligasi dalam jangka pendek kedepan telah berlanjut menekan dolar  pada perdagangan hari Selasa. Dolar telah mulai tertekan sejak Jumat lalu ketika data pekerjaan AS dirilis mengecewakan dan mendorong investor  untuk menaksir kembali kapan kiranya The Fed akan mulai mengurangi program pembelian obligasi per bulannya yang senilai $85 milyar. 

• Namun demikian, koreksi dolar terhadap franc Swiss masih cukup terbatas, dimana dolar mendapat support dari rilis data defisit perdagangan AS  yang menyusut tajam di bulan Juni ke level terendahnya selama lebih dari 3‐1/2 tahun seiring berkurangnya impor, mengisyaratkan adanya revisi  naik untuk PDB‐Q2 AS. 

• Perkembangan pasar tenaga kerja AS akan terus dicermati pelaku pasar, dimana data jobless claims yang dirilis tiap minggu akan terus dipantau. 


• Sedangkan dari dalam negeri Swiss, data CPI periode Juli juga akan dicermati pasar, dimana diprediksi turun 0,1% year‐on‐year, level yang sama  dengan data periode Juni. Sedangkan dalam basis bulan diprediksi turun 0,4% setelah mencatat naik 0,1% di bulan sebelumnya. 

Tuesday, August 6, 2013

Headline News 06.08.13

US & GLOBAL
• Bursa Wall Street mengalami konsolidasi (kembali melemah) dari level rekor tertingginya selama sesi perdagangan yang sepi pada hari Senin, sementara dolar terkoreksi terhadap yen menyusul investor masih belum jelas kapan kiranya The Fed akan mulai mengurangi program stimulus ekonominya.

• Namun demikian, tanda‐tanda meningkatnya pertumbuhan ekonomi global telah membantu mengangkat dolar dan membatasi koreksi pada ekuitas AS dan Eropa, sementara peningkatan yang lebih baik dari perkiraan untuk data ISM sektor jasa AS telah mendorong yield obligasi mendekati level tertinggi 2 tahun.

• Indeks S&P 500 tercatat naik dalam 5 sesi selama 6 pekan terakhir, terapresiasi lebih dari 7%. Indeks ditutup di level tertinggi sepanjang masa pada hari Jumat meskipun terdapat rilis data pekerjaan AS yang mengecewakan. Setelah mencapai kenaikan tersebut, nampaknya indeks akan kesulitan untuk melanjutkan apresiasinya, khususnya dengan musim laporan earnings yang sebagian besar telah usai.

• "We have had such a strong run, a little bit of retracement could be expected in the markets over the coming weeks," kata Sean Lynch, global investment strategist pada Wells Fargo Private Bank di Omaha, Nebraska.

• Dow Jones industrial average <.DJI> turun 46,23 poin atau 0,3% ke 15612,13, Sedangkan S&P 500 <.SPX> kehilangan 2,53 poin atau 0,15% ke 1707,14 dan Nasdaq Composite <.IXIC> bertambah 3,364 poin atau 0,09% ke 3692,951.

• Indeks saham Eropa <.FTEU3> ditutup naik 0,1% di level tertinggi 2 bulan, sementara ineks ekuitas global MSCI turun 0,1%.

• Sejumlah investor mencermati rilis data pekerjaan AS yang lebih rendah dari perkiraan sebagai sinyal bahwa The Fed masih akan mempertahankan kebijakan moneternya, meskipun data sektor jasa AS yang dirilis semalam mengurangi pandangan seperti itu.

• Bank sentral saat ini membeli $85 milyar obligasi tiap bulannya, sebuah program yang telah berhasil mengangkat indeks saham AS hampir 20% tahun ini. The Fed menjanjikan akan mengurangi program pembelian asetnya akhir tahun ini jika pemulihan ekonomi terus berkelanjutan seperti yang diharapkan. Turunnya tingkat pengangguran di bulan lalu telah memberikan peluang bagi The Fed untuk segera menghentikan program stimulusnya, sebuah komentar dari Presiden Fed Dallas Richard Fisher.

• Dolar melemah 0,6% ke 98,31 yen, dan terkoreksi 0,1% terhadap sejumlah rival utamanya.

• Prospek pemulihan ekonomi global sedikit terangkat menyusul rilis optimis data PMI sektor jasa. Data PMI sektor jasa Cina melanjutkan ekspansinya di bulan Juli, sedangkan di zona euro mencatat ekspansi untuk pertama kalinya dalam 18 bulan, meskipun masih relatif tipis. Namun demikian, masih belum jelas apakah resesi yang melanda kawasan Eropa telah berangsur surut. Sedangkan data PMI sektor jasa Inggris mencatat ekspansi terpesatnya selama lebih dari 6 tahun dan memperkuat indikasi membaiknya pemulihan ekonomi di negara tersebut. Pertumbuhan sektor jasa AS juga terakselerasi, meningkat dari level terendah 3 tahun menyusul new orders menigkat ke level tertinggi dalam 5 bulan.

• Treasury AS tenor 10 tahun turun 11/32 dengan yield 2,6381 persen, tidak jauh dari posisi teratas 2 tahun.
  • Harga minyak tertekan seiring meningkatnya produksi minyak Libya dan tekanan harga minyak Laut Utara, meskipun rilis optimis data ekonomi telah mengurangi tekanan. Brent crude <LCOc1> turun 25 sen di $108,70 per barel dan U.S. crude <CLc1> turun 38 sen di $106,56.



GOLD & COMMODITIES
• Pergerakan harga emas melemah di tengah sepinya sesi perdagangan Senin setelah tanda‐tanda perbaikan sektor bisnis Inggris dan lebih baik kegiatan manufaktur AS yang membaik dimana daya tarik emas sebagai lindung nilai investasi.

• Pergerakan harga logam kembali melemah setelah rilis data pertumbuhan di sektor jasa AS mengalami rebound dari level terendah tiga tahun, sementara bisnis Inggris mengalami perbaikan signifikan dan ekspansi aktivitas perusahaan zona euro pada bulan Juli untuk pertama kalinya dalam 18 bulan.

• Rilis data pada hari Senin menyusul peningkatan kegiatan pabrik AS pada hari minggu lalu dan gabungan laporan nonfarm payrolls AS yang berdampak negative untuk emas menyebabkan kerugian mingguan terbesar dalam lima minggu.

• "In the absence of weaker‐than‐expected macro data, short covering activity is likely to subside, leaving gold to search for support from the physical market," ucap Suki Cooper, precious metals strategist di Barclays Capital.

• U.S. gold futures <GCZ3> for December delivery settled down $8.10 at $1,302.40 an ounce, with trading volume at less than 98,000 lots, about 55 percent below its 30‐day average, preliminary Reuters data showed.

• Harga spot emas spot turun 0,6 persen di level 1,304.06 dollar/ounce.

• Data Reuters menunjukkan bahwa kontrak berjangka Emas AS untuk periode Desember <GCZ3> ditutup melemah 8,10 dollar dengan nilai 1,302.40 dollar/ounce, dengan volume perdagangan kurang dari 98.000 lot, sekitar 55 persen di bawah rata‐rata 30‐hari.


OIL & COMMODITIES
• Oil ditutup ke level terendahnya Senin lalu setelah menyentuh level tertinggi empat bulannya minggu lalu, karena data menunjukkan pertumbuhan dalam sektor jasa AS membantu menutup penurunan sebelumnya.

• Brent dan crude AS masing‐masing anjlok lebih dari $1 pada awalnya dalam harian dari berita usaha Iran melakukan pemilu presiden untuk mencairkan hubungan dengan Barat, sebagaimana rebound produksi di Libia dan North Sea ke level ketersediaan yang memadai.

• Tetapi keduanya rebound setelah Institute for Supply Management (ISM) melaporkan langkah pertumbuhan di sektor jasa AS yang naik ke level tertinggi dalam lima bulannya di bulan Juli.

• "The market turned after the services number came out," kata Gene McGillian, seorang analis energi pada Tradition Energy di Stamford, Connecticut.

• "Our little selloff was a continuation of profit‐taking generated from last week's disappointing employment report and the Libyan export terminal coming back online, but it didn't really attract a lot of sellers."

EURO ZONE
• Retail sales di zona euro melemah cukup besar untuk pertama kalinya dalam tiga bulan terakhir pada bulan Juni, menyoroti tekanan dan hambatan pada pengeluaran rumah tangga untuk pemulihan perekonomian zona euro yang cukup rapuh.

• Bank Sentral Eropa berharap untuk perbaikan secara bertahap hingga akhir tahun ini diseluruh zona euro, yang kemungkinan akan didorong oleh ekspor dan suku bunga rendah.

• EU's statistics office Eurostat mengatkan bahwa Perancis mengalami tren peningkatan pada data retail trade, tapi untuk zona euro secara keseluruhan volume turun 0,5 persen pada bulan itu, sesuai dengan 
harapan. Retail trademengalami peningkatan 1,1 persen pada bulan Mei setelha mengalami revisi.

• Zona euro berada dalam resesi terpanjang sejak terbentuknya zona euro pada tahun 1999, yang telah berdampak pada tingkat pengangguran yang tinggi dan indeks pengeluaran rumah tangga yang melemah dan sedikitnya uang untuk dibelanjakan.

• Penjualan ritel turun 0,9 persen pada tahun ini, terhadap ekspektasi penurunan 1,2 persen oleh para ekonom yang disurvei oleh Reuters, setelah direvisi naik 0,3 persen pada Mei.

• "The negative retail sales growth figure in June is probably just a correction after the strong increase in May and not the start of a renewed downward trend," ucap Peter Vanden Houte, chief euro zone economist di ING.

• Sentimen zona euro yang cukup bersinar di bulan Agustus seiring data menunjuk bahwa terdapat pemulihan ekonomi di beberapa negara zona euro.

• Sentix research group mengatakan index tracking investor dalam 17‐negara zona euro meningkat menjadi ‐4,9 pada bulan Agustus, level tertinggi kedua tahun ini, dari ‐12.6 pada bulan Juli. Itu mengalahkan perkiraan konsensus dalam jajak pendapat Reuters dengan ekspektasi ‐10.0.

• "The weakness we saw in forward‐looking indicators in the euro zone in the spring is history now. The dynamic improvement in the economic index for the euro zone shows the old continent is staging a comeback," ucap Sentix research group dalam sebuah wawancara.

• "Signs of economic recovery in France and some southern European countries are convincing investors ... and the improvement was also probably due in part to the Fed rowing back," lembaga Sentix menambahkan.


U.K.
• Sterling menguat setelah  data  sektor  jasa Inggris  mencatat ekspansi terpesatnya selama  lebih dari  6 tahun di bulan Juli, memperkuat indikasi terhadap  berlanjutnya pemulihan ekonomi di negara kerajaan tersebut. 

• Namun penguatan sterling nampaknya masih akan terbatas sebelum rilis Laporan Inflasi Inggris oleh BoE di hari Rabu, yang diharapkan bank sentral akan  memberikan forward guidance dan mengindikasikan suku bunga akan tetap rendah untuk jangka waktu yang lama. 

• Sterling naik 0,4% terhadap dolar di sekitar $1,5350 setelah mencatat intraday high di $1,5380. 

• Sterling awalnya terapresiasi berkat laporan data PMI sektor jasa Inggris yang melonjak ke 60,2 di bulan Juli dari 56,9 di bulan Juni, level tertingginya sejak  Desember 2006 sekaligus melampaui ekspektasi tertinggi pasar. 

• Namun,  sterling  kemudian  memangkas  keuntungannya  terhadap  dolar  setelah  rilis  data  pertumbuhan  sektor  jasa  AS  (ISM  non‐manufacturing)  yang  menunjukkan terjadinya akselerasi di bulan Juli dengan new orders naik ke level tertinggi dalam 5 bulan. 

• Pasca rilis data payrolls, maka fokus pasar pekan ini akan tertuju pada data trade balance AS. Kenaikan ekspor yang sedikit lebih besar dibandingkan impor  nampaknya akan memangkas defisit perdagangan AS di bulan Juni menjadi sekitar $44 milyar dari $45 milyar di bulan mei sebelumnya. Data bulan Mei  adalah yang terbesar untuk defisit AS sejak November dan defisit bulan Juni akan menjadi yang terbesar kedua. 


JAPAN
• Bank of Japan di ekspektasi untuk menjaga kebijakan moneter bertahan pada gambaran minggu ini, karena tidak dapat diprediksinya quantitative easing dan stimulus pemerintah secara bertahap menyebar melalui ekonomi.

• Sejak meeting BOJ minggu lalu terlihat telah membaiknya perekonomian, termasuk kenaikan pertama dalam core consumer prices yang lebih dari setahun, kenaikan pertama pada summer bonuses dalam tiga tahunnya dan penurunan dalam jobless rate/tingkat penggangguran ke level terendahnya 4‐1/2‐tahun.

• Kebanyakan anggota BOJ telah yakin bahwa perekonomian mengalami recovery pada jalurnya, tetapi beberapa pejabat menginginkan untuk melihat lebih banyak data untuk menilai penguatan dalam investasi bisnis, sumber yang dipercaya dengan BOJ mengatakannya.

• BOJ telah memproyeksi bahwa perekonomian Jepang akan menunjukkan recovery yang moderat dan bulan lalu mengatakan pertumbuhan "picking up," dengan menunjukkan rangkaian kenaikan dalam tujuh bulannya.
  • Gambaran dua hari tersebut akan disimpulkan pada hari Kamis.


AUSTRALIA
• Kehati‐hatian para konsumen telah telah berdampak pada retail spending pada bulan Juni dimana tanpa ada perubahan.

• Australian Bureau of Statistics mengatakan pada hari Senin bahwa belanja ritel Australia sebesar 21,819 milyar dollar pada bulan Juni, hampir tidak pada pada bulan Mei sebesar 21,814 milyar dollar.

• Para ekonom mengharapkan belanja ritel naik 0,4 persen pada bulan Juni.

• Commonwealth Bank chief economist Michael Blythe besaran indeks yang telah dirilis akibat dampak dari menurunnya kinerja department stores dan clothing sales sementara ada kenaikan yang layak dalam pengeluaran hospitality dan services.

• Ia mengatakan, ada beberapa alasan mengapa belanja ritel tetap menjadi bagian lemah ekonomi.

• "Lacklustre outcomes sit at odds with sound household balance sheets, rising real wages, positive consumer sentiment readings and interest rates at stimulatory levels," ucap Mr Blythe.

• "We suspect that higher petrol prices and an elevated level of job security concerns are blunting the impact of some of these positives."

• Mr Blythe berpendapat peningkatan keamanan kerja akan memperlihatkan bahwa suku bunga rendah memiliki efek yang lebih dari pada saat ini, sementara dolar Australia lebih rendah juga akan membantu mengarahkan beberapa pengeluaran kembali ke pengecer domestik.

• National Australia Bank senior economist David de Garis melemahnya retail spending di luar ekspektasi membuat probabilitas tinggi dari penurunan suku bunga pada hari Selasa menjadi lebih mungkin.

• "The market is pretty well‐priced for an interest rate cut tomorrow so it's just a little bit more evidence to support that," ucap nya.
  • "We did have that burst of retailing at the start of the year, the January and February results were encouraging, but since then, it's been quite weak."


SWISS
• Resiko terjadinya housing buble di Swiss terlihat mereda di kuartal kedua, namun pinjaman hipotek (KPR) meningkat dan real estate masih tetap mahal,  berdasarkan  indeks  yang  dirilis  hari  Senin.  Momok  meledaknya  gelembung  real  estate  di  Swiss  adalah  kekhawatiran  utama  untuk  Bank  Nasional  Swiss  (SNB),  yang  tidak  dapat  dengan  mudah  mengambil  jalan  kenaikan  suku  bunga  untuk  mengendalikan  pinjaman  karena  akan  berbenturan  dengan  upaya  untuk menahan nilai franc Swiss. 

• Sebaliknya, pemerintah Swiss telah memberlakukan aturan modal tambahan pada pemberi pinjaman hipotek dalam upaya untuk meredam ledakan pasar  perumahan didorong oleh suku bunga ultra‐rendah, imigrasi dan daya tarik Swiss sebagai surga bagi investor keuangan. 

• Swiss  bank  UBS  melaporkan  sebuah  indeks  real  estate  Swiss  meningkat  0,03  poin  di  kuartal  kedua,  jauh  di  bawah  kenaikannya  di  kuartal  pertama,  mengisyaratkan  terjadinya  pendinginan  pada  pasar  perumahan.  Sedangkan  harga  rumah  naik  5,4%  di  kuartal  kedua  dan  volume  hipotek  meningkat  29  milyar franc Swiss atau 4,3%. 

• Dolar secara umum masih tertekan pasca rilis data pekerjaan AS akhir pekan kemarin yang mana telah memangkas peluang untuk The Fed memulai langkah  pengurangan pembelian obligasinya dalam jangka  pendek kedepan.  Namun  demikian, dolar kemudian mendapat dukungan dari rilis data pertumbuhan  sektor jasa AS (ISM non‐manufacturing) yang menunjukkan terjadinya akselerasi di bulan Juli dengan new orders naik ke level tertinggi dalam 5 bulan. 

• Pasca rilis data payrolls, maka fokus pasar pekan ini akan tertuju pada data trade balance AS. Kenaikan ekspor yang sedikit lebih besar dibandingkan impor  nampaknya akan memangkas defisit perdagangan AS di bulan Juni menjadi sekitar $44 milyar dari $45 milyar di bulan mei sebelumnya. Data bulan Mei  adalah yang terbesar untuk defisit AS sejak November dan defisit bulan Juni akan menjadi yang terbesar kedua. 

• Sedangkan dari dalam negeri Swiss, data inflasi dan kepercayaan konsumen akan dirilis hari Rabu, dan data tingkat pengangguran akan dirilis hari Kamis.  Inflasi Swiss masih lemah, dengan indeks harga konsumen diprediksi flat di bulan Juli dalam basis tahunan dan turun 0,4% dalam basis bulanan. 


• SNB, yang telah mematok nilai tukar minimum EUR/CHF di 1,20 franc per euro selama hampir 2 tahun terakhir ini, akan mencermati data hari Rabu ketika  pihaknya akan merilis cadangan devisa untuk bulan Juli.