title cover

title cover

Tuesday, August 27, 2013

Headline News 27.08.13

US & GLOBAL
• Obligasi pemerintah AS menguat pada hari Senin setelah durable goods orders periode Juli dirilis lebih rendah dari perkiraan, sementara Wall Street melemah dipicu kekhawatiran di Suriah.

• Pasar ekuitas global, termasuk bursa saham AS bergerak relatif tenang sepanjang perdagangan kemarin. Namun indeks saham kemudian melemah setelah Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengatakan semua negara harus mengedepankan untuk akuntabilitas atas penggunaan senjata kimia di Suriah, menambahkan elemen ketidakpastian geopolitik ke pasar.

• Investor juga mengkhawatirkan kondisi di Italia, dimana resiko terjadinya krisis pemerintahan baru telah memicu jatuhnya saham dan obligasi.

• Di AS, order untuk produk barang tahan lama (durable goods orders) mencatat penurunan tertajam selama hampir setahun terakhir, dan barometer untuk belanja bisnis juga anjlok. Buruknya data telah mendorong naiknya harga obligasi AS tenor 10 tahun 8/32 dengan yield 2,7871 persen.

• Meskipun data dirilis buruk, namun sebagian besar ekonom masih memprediksi bahwa The Fed akan mulai mengurangi program pembelian obligasi yang saat ini senilai $85 milyar per bulan pada bulan September mendatang.

• "If there is anything that is driving the markets today, it is that the durable goods numbers were weaker than expected and that raises the question whether the Federal Reserve might not begin to taper," kata Hugh Johnson, chief investment officer pada Hugh Johnson Advisors LLC di Albany, New York.

• Perdebatan mengenai rencana The Fed dan dampaknya terhadap ekonomi negara berkembang telah mendominasi pasar dalam beberapa pekan terakhir.

• Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 64,05 poin atau 0,43% di 14946,46. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX> terkoreksi 6,72 poin atau 0,40% di 1656,78. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> turun 0,22 poin atau 0,01% di 3657,57.

• Di Italia, para anggota dari partai sayap kanan Berlusconi, People of Freedom, mengatakan pada hari Minggu mereka akan memaksa pemilihan awal jika sekutu koalisi kiri‐tengah mereka memilih bulan depan untuk mengusir mantan perdana menteri Italia atas keyakinan penggelapan pajak.

• Saham Italia berakhir melemah 2,1%, namun indeks saham Eropa hanya turun tipis 0,2%. Obligasi Italia jatuh, dan menyeret jatuhnya obligasi Spanyol dan Portugis.

• Investor khawatir bahwa rencana Italia untuk memperbaiki keuangannya akan berantakan jika koalisi runtuh dan jika Italia berjalan tanpa pemerintahan yang solid bisa membuat sulit bagi Bank Sentral Eropa untuk melindunginya dari tekanan pasar.

• "If you have new elections now there is a high risk you would not have a majority government, so that is why we are seeing a widening of spreads in the periphery," kata ING rate strategist Alessandro Giansanti. He noted the timing is poor, given Italy is set to sell bonds this week.

• Setelah mengalami gejolak pekan lalu, indeks saham di India menguat, meskipun ada sedikit penurunan di Indonesia dan mata uang kedua negara kembali melemah terhadap dolar.

• Rupee India melemah pada hari Senin, sementara permintaan dolar akhir bulan dari importir juga menyeret mata uang lebih rendah. Bank sentral negara itu melakukan intervensi dengan menjual dolar untuk mencoba menahan penurunan, yang telah memukul rupee ke rekor terendah.

• Terhadap yen, dolar bergerak di sekitar 98,42 yen, turun dari level puncak hari Jumat di 99,15 yen, sementara euro bergerak di $1,3369, setelah mendaki setinggi $1,3410.

• Harga emas terus membumbung tinggi hingga di atas $1400 per ons untuk pertama kalinya sejak awal Juni, melanjutkan rally 1,5% di hari Jumat. Emas terakhir bergerak naik 0,4%.
  • U.S. crude <CLc1> turun 0,1% ke $106,28 per barel, sementara Brent <LCOc1> naik tipis di $111,13. 



GOLD & COMMODITIES
• Harga emas naik ke level tertinggi 11 pekan pada hari Senin setelah laporan mengejutkan akan data U.S. durable goods yang melemah mendorong harapan bahwa Federal Reserve akan memperpanjang kebijakan stimulus tentang pembelian obligasi.

• Indeks metal menembus level 1.400 dollar untuk pertama kalinya sejak 7 Juni setelah rilis data long‐lasting U.S. manufactured goods menunjukkan penurunan terbesar mereka dalam hampir satu tahun 
pada bulan Juli, sementara data business spending atas barang modal juga ikut melemah.

• Rally pergerakan harga emas kini telah meningkat lebih dari 200 dollar sejak akhir bulan Juni ketika harga mencapai level perdagangan terendahuntuk tiga tahun. Dan data ekonomi AS yang baru saja dirilis cukup mengecewakan ditambah masalah kepastian keputusan The Fed guna mengekang stimulus pembelian obligasi, yang telah mempertahankan suku bunga AS mendekati rekor terendah dan meningkatkan daya tarik real aset.

• "The gains were mainly from short covering. If gold can't convincingly break above $1,400, we may see profit taking," ucap Howard Wen, metals analyst di HSBC.

• Spot pergerakan harga emas <XAU=> menguat tipis sebesar 0,3 persen di level 1,400.61 dollar/ounce, setelah sebelumnya mencapai puncaknya di level 1,406.10 dollar/ounce.
  • U.S. COMEX gold futures periode Desember <GCZ3> ditutup melemah 2,70 dollar di level 1,393.10 dollar/ounce.


OIL & COMMODITIES
• Harga Brent crude oil mencapai level tertinggi lima bulannya diatas level $111 per barrel Senin lalu karena AS menandai pergerakan kearah kemungkinan respon militer untuk dugaan serangan kimia di Siria, tetapi harga sedikit melemah dalam perdagangan yang choppy karena pelemahan data ekonomi AS yang menekan.

• Dalam kebanyakan reaksi AS yang kuat sejak dugaan serangan kimia Rabu sebelumnya, Sekretaris Negara AS John Kerry menuduh pemerintah Siria dalam usaha menutupi dan mengatakan Presiden Barrack Obama "believes there must be accountability for those who would use the world's most heinous weapons against the world's most vulnerable people."

• Analis oil pada Barclays mengatakan kemungkinan tumbuhnya beberapa bentukan respon militer AS menaikkan tensi di Timur Tengah "compounding concerns about the stability of the world's key oil producing region and will likely exert upward pressure on prices."

• "The fear that the situation in the Middle East could spiral out of control is keeping sellers from coming out of woodwork," kata Gene McGillian, seorang analis pada Tradition Energy di Stamford, Connecticut.

EURO ZONE
• Anggota European Central Bank Governing Council Jens Weidmann mendesak pemerintah untuk tidak bergantung pada guna ECB untuk memecahkan masalah mereka, mengatakan bank sentral akan melakukan yang terbaik dengan tetap berpegang pada mandatnya.

• Weidmann, yang juga presiden Bundesbank, juga menyerukan batas atas pada kepemilikan obligasi bank negara dan dukungan modal yang cukup untuk membantu mengurai hubungan dekat antara negara dan bank.

• Berbicara pada pertemuan dengan duta besar 'di Berlin, Weidmann mengatakan krisis tidak bisa diselesaikan dengan kebijakan moneter, mengulangi oposisinya terhadap obligasi pemerintah program pembelian ECB ‐ Transaksi Moneter Outright (OMT) ‐ yang belum digunakan

• "It is not a secret that I see specifically the government bond purchase programmes in a critical fashion," ucap Weidmann dalam sebuah pidato.

• Bank sentral zona euro akan mendistribusikan risiko yang berasal dari kebijakan anggaran tidak sehat pada semua negara euro jika mereka membeli obligasi pemerintah masing‐masing negara dengan kelayakan kredit miskin, katanya.
  • "That way monetary policy weakens the principle of individual responsibility and engages in a kind of redistribution that should be decided by governments," ucapnya.


U.K.
• Wakil  Gubernur  BoE  Charlie  Bean  menjelaskan  bahwa  BoE  sedang  memberikan  “sinyal  jelas”  bahwa  suku  bunga  belum  akan  dinaikkan  dalam  waktu  dekat  dengan  forward  guidance plan baru mereka. Keputusan BoE untuk memberikan forward guidance lebih dimaksudkan untuk memberikan kepercayaan kepada konsumen dan perusahaan untuk  melakukan belanja, demikian penjelasan Bean. 

• Penjelasan Bean tersebut sebagai tindak‐lanjut atas keputusan Gubernur BoE Mark Carney yang mengumumkan bahwa bank sentral belum akan menaikkan suku bunga hingga  tingkat pengangguran turun menjadi 7%. 

• Sterling bergerak relatif stabil terhadap dolar di sekitar $1,5575 pada hari Senin ditengah minimnya data ekonomi yang dirilis. Rilis data durable goods orders AS yang lebih buruk  dari  perkiraan  untuk  periode  Juli  turut  menekan  dolar  dan  menambah  keraguan  terhadap  peluang  pengurangan  stimulus  The  Fed.  Data  menunjukkan  order  untuk  produk  manufaktur tahan lama AS turun 7,3% di bulan Juli, penurunan tertajamnya selama hampir setahun terakhir, sementara barometer untuk melihat rencana belanja bisnis juga  anjlok. 

• Dolar telah mengalami tekanan di pekan lalu setelah data penjualan rumah baru (new home sales) AS merosot ke level terendah selama 9 bulan , menambah ketidakpastian  mengenai kepan kiranya The Fed akan mengurangi program pembelian obligasinya dan menyeret turunnya yield Treasury AS tenor 10 tahun. 

• Sementara sebagian besar pelaku pasar optimis bahwa The Fed akan mengurangi program stimulusnya di bulan September, meskipun hal itu banyak bergantung pada hasil data  non‐farm payrolls periode Agustus yang akan dilaporkan pada 6 September mendatang. Data kemungkinan akan dirilis buruk yang berpotensi mengurangi peluang The Fed untuk  mengurangi program stimulusnya. 


JAPAN
• Pemerintah Jepang membuka hari Senin lalu dengar pendapat dengan para ekonom, pemimpin bisnis dan pengacara konsumen yang kemungkinan dapat membantu keputusan Perdana Menteri Shinzo Abe dari bagaimana rencana untuk meningkatkan pajak penjualan.

• Selama enam hari dengar pendapat hingga Sabtu, pemerintah mengumpulkan opini dari 60 orang pada reformasi fiskal yang signifikan dalam tahunannya – suatu perubahan yang tidak populer tetapi sama seperti yang diperlukan untuk mengurangi utang publik, yang mana baru‐baru ini telah mencapai 1.000 trilyun yen ($10 trilyun).

• Ini mengambil bagian termasuk dari para akademisi, konsumen dan kepala serikat pekerja dan para eksekutif dari bisnis yang kecil hingga raksasa otomotif Toyota Motor Corp <7203.T>.

• Pada hari Senin, kebanyakan dari tujuh partisipan, termasuk kepala pelobi bisnis, menyerukan pada pemerintah untuk melanjutkan pada jadwal tahap kedua kenaikan pajak untuk tahun depan.


AUSTRALIA
• Sektor ketenagakerjaan telah berjanji untuk membangun high speed rail antara Sydney hingga Melbourne pada tahun 2035, dengan Perdana Menteri Kevin Rudd menjanjikan sebuah multi‐billion dollar project dengan nilai 52 juta dollar segera akan dimulai.

• Rudd pada hari Senin mengatakan Labor government akan memperkenalkan undang‐undang untuk mempertahankan rel sepanjang 1.748 kilometer antara Melbourne dan Brisbane, dan mendirikan sebuah otoritas baru untuk mengawasi pembangunan proyek.

• Rudd mengatakan mengenai sebuah rencana tantang transportasi kereta api, dimana sektor ketenagakerjaan lihat hal penting untuk mendukung pekerjaan jauh di atas booming sektor pertambangan.

• Janji pendanaan dalam menanggapi laporan akhir dari Kecepatan Tinggi Rail Advisory Group, yang telah merekomendasikan penyelesaian tahap pertama antara Sydney dan Melbourne, melalui Canberra, di tahun 2035.


SWISS
• Franc  Swiss  melemah  tipis  terhadap  dolar  pada  hari  Senin,  dengan  analis  berekspektasi  dolar  cenderung  akan  rebound  terhadap  sejumlah  rivalnya  setelah  beberapa  pekan  mengalami pelemahan. 

• Dolar mengalami tekanan di pekan lalu setelah data penjualan rumah baru (new home sales) AS merosot ke level terendah selama 9 bulan , menambah ketidakpastian mengenai  kepan kiranya The Fed akan mengurangi program pembelian obligasinya dan menyeret turunnya yield Treasury AS tenor 10 tahun. 

• Rilis data durable goods orders AS yang lebih buruk dari perkiraan untuk periode Juli juga turut menekan dolar dan menambah keraguan terhadap peluang pengurangan stimulus  The  Fed.  Data  menunjukkan  order  untuk  produk  manufaktur  tahan  lama  AS  turun  7,3%  di  bulan  Juli,  penurunan  tertajamnya  selama  hampir  setahun  terakhir,  sementara  barometer untuk melihat rencana belanja bisnis juga anjlok. 

• Sementara sebagian besar pelaku pasar optimis bahwa The Fed akan mengurangi program stimulusnya di bulan September, meskipun hal itu banyak bergantung pada hasil data  non‐farm payrolls periode Agustus yang akan dilaporkan pada 6 September mendatang. Data kemungkinan akan dirilis buruk yang berpotensi mengurangi peluang The Fed untuk  mengurangi program stimulusnya. 

• Adapun dari dalam negeri Swiss, pekan ini akan dirilis data UBS consumption indicator pada hari rabu dan KOF barometer pada hari Jumat. KOF diperkirakan akan naik ke 1,33 di  bulan Agustus dari 1,23 di bulan Juli. 


• Dolar bergerak di sekitar 0,9230 franc, atau naik 0,2% dari posisi penutupan New York hari Jumat.  

Monday, August 26, 2013

Headline News 26.08.13

US & GLOBAL
• Indeks saham global berakhir menguat pada hari Jumat, sementara dolar terkoreksi setelah sebuah laporan pemerintah AS menunjukkan penjualan rumah baru mengalami penurunan tajam dan menambah keraguan terhadap waktu pelaksanaan pengurangan program stimulus oleh The Fed.

• New home sales turun 13,4% di bulan juli ke level tahunan 394.000, jauh di bawah ekspektasi pasar, demikian dilaporkan Departemen Tenaga Kerja AS, menyuramkan sejumlah indikasi positif yang mendukung pemulihan ekonomi AS.

• Sedangkan pasar saham Eropa berlanjut menguat, tapi perhatian tetap kuat pada Asia setelah terjadi fluktuasi cukup tajam sepekan kemarin telah menggerus miliaran dolar dari pasar negara berkembang untuk kedua kalinya dalam dua bulan.

• Yield Treasury AS melemah namun masih bergerak di sekitar level tertinggi 2 tahun, dengan investor enggan untuk menembus kisaran perdagangan saat ini, menyusul ketidakpastian mengenai waktu pemangkasan stimulus The Fed. Treasury AS tenor 10 tahun naik 18/32, dengan yield di 2,818 persen.

• Adapun sidang The Fed berikutnya akan digelar pada 17‐18 September mendatang.

• Dow Jones industrial average <.DJI> naik 46,77 poin atau 0,31% ke 15010,51, sedangkan S&P 500 <.SPX> naik 6,54 poin atau 0,39% ke 1663,50 dan Nasdaq Composite <.IXIC> bertambah 19,085 poin atau 0,52% ke 3657,792.

• Resiko terbesar yang akan dihadapi ekonomi AS adalah sebuah langkah pengetatan kebijakan yang prematur oleh The Fed, demikian pendapat dari ekonom Stanford University, Robert Hall, yang dilontarkannya dalam konferensi tahunan Kansas City Federal Reserve Bank di Jackson Hole, Wyoming.

• Indeks saham pasar negara berkembang MSCI mencatat kenaikan pertamanya setelah dalam 6 sesi berada di zona merah, sementara tekanan jual pada rupee India mereda setelah mengalami minggu terburuknya terhadap dolar dalam dekade terakhir.

• Dolar menyerahkan keuntungannya terhadap sejumlah rival utamanya setelah awalnya menguat ke level puncak 3 pekan terhadap yen, ditopang oleh kenaikan yield obligasi AS ditengah ekspektasi The Fed akan mengurangi pembelian obligasi bulan depan.

• Turbulansi yang terjadi sepekan kemarin dipicu oleh keyakinan bahwa The Fed akan mengurangi program stimulusnya, sebuah optimisme yang kemudian didukung oleh membaiknya rilis data ekonomi global.

• Jerman malaporkan ekonomi tumbuh 0,7% di kuartal kedua, sementara Inggris merevisi tingkat pertumbuhan ekonominya.

• Sementara data PMI sepekan kemarin menunjukkan terjadi ekspansi yang lebih baik dari perkiraan di zona euro, rebound pada sektor manufaktur Cina dan aktifitas manufaktur AS pada level tertinggi 5 bulan.

• Indeks saham Eropa, FTSEurofirst 300 <.FTEU3>, terapresiasi 0,4%. Rebound pada pasar saham Asia dan Eropa telah membantu indeks saham global MSCI naik 0,8%, meskipun masih belum cukup kuat untuk menghindarkannya dari pelemahan selama 3 pekan berturutturut.

• Brent dan US crude mendapat support dari terganggunya ekspor minyak Libya. Brent crude <LCOc1> naik 1% ke $111,01 per barel, dan U.S. crude <CLc1> naik 1,3% ke $106,43 per barel.



GOLD & COMMODITIES
• Pergerakan harga emas menguat hampir 2 persen pada hari Jumat, menyentuh level tertinggi penutupan perdagangan dalam lebih dari dua bulan terakhir mendekati level 1.400 dollar/ounce, seiring penurunan besar dalam data U.S. new home sales, di tengah harapan baru bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan stimulus ekonomi.

• Untuk minggu ini, emas naik 1,6 persen menyentuh level kenaikan mingguan ketiga secara beruntun. Emas telah menguat selama enam dari tujuh pekan terakhir sejak emas jatuh ke level terendah tiga tahun di level 1.180 dollar/ounce pada tanggal 28 Juni.

• Sales of new single‐family homes di Amerika Serikat melemah lebih dari 13 persen pada bulan Juli ke level terendah dalam sembilan bulan. Data Departemen Perdagangan jauh lebih lemah dari yang diekspektasikan, bahkan ketika stimulus Fed tetap menerapkan kebijakan stimulusnya.

• "The new home sales number is terrible, so the fear is clearly that higher interest rate (are) going to topple this housing recovery, which means the Fed has to ease and not tighten," ucap Axel Merk, portfolio manager of Merk Funds yang mengelola sekitar 500 juta dollar dalam bentuk currency mutual‐fund assets.

• Bullion ikut menyoroti ketika tiga pejabat Fed mengungkapkan pandangan yang berbeda tentang kapan harus mengurangi pembelian obligasi bulanan bank sentral sebesar 85 milyar dollar. Investor telah mencoba untuk memprediksi apa yang akan terjadi pada pertemuan kebijakan Fed bulan depan.

• Harga spot emas spot naik 1,6 persen di level 1,396.56 dollar/ounce, setelah mencapai level 1,398.20, dollar, level tertinggi perdagangan sejak tanggal 7 Juni.

• US Comex emas berjangka untuk periode Desember <GCZ3> ditutup menguat 25 dollar di level 1,395.80 dollar/ounce, dengan volume perdagangan Comex sekitar 20 persen di bawah rata‐rata 30‐hari.


OIL & COMMODITIES
• Kenaikan dalam gasoline futures membantu harga oil menguat Jumat lalu mengikuti berita penghentian unit pada refinery East Coast Kanada.

• Sementara itu volume perdagangan untuk kontrak Brent crude menguat, naik dari kontrak futures AS melampaui terhadap international benchmark. Brent premium terhadap WTI dipersempit menjadi $4.16 per barrel selama dalam hariannya, setelah melonjak $3 per barrel pada awalnya minggu ini yang membawa rentang menjadi $6 untuk pertama kalinya sejak akhir bulan Juni.

• Pengamat pasar mengaitkan pergerakan tiba‐tiba dari pelemahan pada dollar setelah Departemen Perdagangan AS melaporkan penurunan lebih besar dari ekspektasinya dalam new home sales AS ke level terendah dalam sembilan bulannya.

• Volume perdagangan Brent 8 persen dibawah rata‐rata moving average harian yang hanya dibawah kontrak 500.000, sementara itu crude AS mendekati 40 persen dibawah rata‐rata dari 370.000 kontraknya.

• Terminal ekspor crude oil terbesar di Libia, Es Sider dan pelabuhan minyak Zuetina masih ditutup, Deputi Kementerian Oil Omar Shakmak mengatakan meskipun beberapa perbaikan terlihat pada pelabuhan minyak lainnya.


EURO ZONE
• Permintaan domestik menguat secara signifikan dengan ekspansi kuartalan Jerman yang sangat kuat dalam lebih dari satu tahun antara bulan April hingga Juni, memicu optimisme di negara Jerman sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Eropa akan mengalami kinerja yang sangat bagus di tahun 2013 dan mendukung pemulihan zona euro .

• Detail akan data dirilis pada hari Jumat menunjukkan sebuah keraguan akan sektor konstruksi setelah musim dingin yang keras, keinginan perusahaan 'yang kuat untuk mesin dan peralatan dan konsumsi swasta yang sehat, semua didukung kenaikan kuartalan produk domestik bruto sebesar 0,7 persen.

• Para analis mengatakan bangkit kembalinya Jerman meningkatkan revisi perkiraan pertumbuhan 2013 dan mendukung pemulihan tentatif di ekonomi zona euro.

• "The composition of the growth is very good. It is being driven more strongly from within, which is good for Germany and the euro zone," ucap economist Holger Sandte di Nordea. "It is also positive that firms are investing more in equipment and are not so hesitant anymore."

• Permintaan domestik naik 0,5 poin terhadap PDB di kuartal 2 dan perdagangan 0,2 poin persentase asing.

• "Growth is broadly supported ‐ two‐thirds comes from domestic demand, a third from trade... This could be the start of a long upturn for investment. Low interest rates and returning confidence provide a sound basis for this," ucap Christian Schulz di Berenberg Bank.


U.K.
• Sterling  menyerahkan  keuntungan  pada  hari  Jumat  dipicu  kekhawatiran  Kepala  Bank  of  England  (BoE)  Mark  Carney  akan  menghentikan  pembicaraan  mengenai kenaikan tajam tingkat suku bunga pasar Inggris, yang mungkin akan dilakukan pada awal pekan ini, dan menegaskan kembali janjinya untuk  mempertahankan suku bunga rendah hingga akhir 2016 seperti yang tercantum dalam rencana arahan kedepan (forward guidance) bank. Kondisi ini telah  menekan sterling yang pada awalnya sempat menguat pasca rilis data pertumbuhan ekonomi Inggris yang melampaui perkiraan. 

• Meskipun data perumahan AS dirilis buruk,  namun  sterling gagal memanfaatkan momentum  tersebut,  tidak seperti halnya euro yang berhasil menguat  0,3% terhadap dolar. Sterling terakhir tercatat bergerak di sekitar $1,5570, atau turun 0,1% dari posisi penutupan New York hari Kamis, setelah menembus  level terendah 1 pekan di $1,5538. 

• Meskipun BoE  berjanji  untuk mempertahankan suku bunga rendah hingga tingkat pengangguran turun  menjadi 7%, yang nampaknya  akan  sulit  dicapai  dalam kurun waktu 3 tahun, namun membaiknya data ekonomi telah menimbulkan keraguan pada asumsi tersebut dan mendukung sterling di akhir sesi. 

• Sterling pada awalnya menguat terhadap dolar dan juga euro setelah data PDB‐Q2 Inggris mencatat ekspansi 0,7%, melampaui ekspektasi pasar 0,6%. Hal  ini memperkuat prospek untuk terjadinya kenaikan suku bunga lebih cepat dari yang diperkirakan BoE. 

• Sementara itu, tumbuhnya ekspektasi bahwa The Fed akan menjadi bank sentral pertama dunia yang mengurangi stimulusnya, yang kemungkinan akan  dilakukan bulan depan, berpotensi mendorong apresiasi dolar terhadap sterling. 

• Euro berhasil menguat terhadap sterling setelah data kepercayaan konsumen di zona euro melonjak ke level tertinggi dalam 2 tahun, menambah sinyal  positif terhadap proses pemulihan ekonomi kawasan. 

• Sejumlah data ekonomi AS akan dirilis pekan ini diantaranya data revisi PDB‐Q2, durable goods orders dan consumer confidence. Jika data dirilis optimis,  maka akan memperkuat kembali ekspektasi pengurangan stimulus The Fed dan berpotensi memicu apresiasi dolar. 

JAPAN
• Kebanyakan perusahaan Jepang tidak akan menambah pengangkatan (pekerja) untuk tahun 2014 dan lebih dari satu dari enam akan mengambil langkah tambahan dalam pemangkasan biaya karena rencana kenaikan pajak penjualan tahun depan dari memburuknya kondisi ekonomi, menurut polling Reuters yang menggarisbawahi skeptisnya kebijakan Perdana Menteri Shinzo Abe.

• Hasil dari Survei Reuters Corporate menawarkan catatan laporan jangka menengah yang membawa ketenangan dari "Abenomics" karena memfokuskan perubahan dari awal untuk stimulus moneter dan fiskal terhadap kekhawatiran mengenai deregulasi dan usaha untuk mengatasi utang publik Jepang yang besar.

• Abe telah berjanji memutuskan pada apakah untuk bergerak kedepannya dengan mengusulkan kenaikan pajak penjualan setelah rangkaian pemeriksaan pemerintah yang diatur mulai minggu depan dengan para ekonom dan pemimpin bisnis seperti Presiden Toyota Motor Corp's <7203.T> Akio Toyoda.

• Keberhasilan kebijakan Abe akan bergantung apakah Japan Inc dapat meyakinkan untuk mengangkat lebih banyak pekerja, mendorong penggajian dan investasi lebih dari operasi mereka untuk menggerakan perekonomian hingga pertumbuhan yang berkelanjutan dan target inflasi 2 persen oleh bank sentral. Tetapi survei Reuters dilakukan antara 2 Agust. dan 19 Agust. yang menunjukkan lebih banyak kehati‐hatian daripada optimisme dikalangan bisnis.


AUSTRALIA
• Kontrak obligasi berjangka Australia telah mengakhiri dua hari sesi pelemahan perdagangan secara beruntun, yang dipicu oleh ekspektasi kebijakan stimulus ekonomi di AS.

• Antisipasi bahwa Federal Reserve AS akan meredakan program pembelian obligasi bulanan sebesar 85 miliar dollar dimana telah menyebabkan melemahnya obligasi AS dan Australia selama dua pekan terakhir.

• Commonwealth Bank interest rate strategist Philip Brown tidak terkejut dengan koreksi di pasar Australia pada hari Jumat.

• "We had a fair bit of a sell off in the last few days, so it's probably enough to calm down a little bit," ucapnya.

• "The first day after a big move normally does go the other way."

• Kontrak obligasi berjangka Australia dengan jatuh tempo 10 tahun untuk periode September diperdagangkan di level 95,945 naik dari level 95,915 pada hari Kamis.


SWISS
• Dolar gagal melanjutkan apresiasinya terhadap franc Swiss dipicu rilis buruk data perumahan AS. Data new home sales periode Juli mencatat turun 13,4% ke  level tahunan 394.000 unit, lebih rendah dari perkiraan 490.000. Sedangkan data bulan Juni juga mengalami revisi turun menjadi 455.000 dari laporan awal  497.000. Data mencatat penurunanke level terendah dalam 9 bulan. 

• Kondisi ini mengisyaratkan kenaikan suku bunga KPR nampaknya tengah membebani proses pemulihan ekonomi AS. Data tersebut berpotensi mengurangi  peluang The Fed untuk memangkas program stimulusnya di akhir tahun ini. Kondisi ini juga memberikan keraguan atas ekspektasi Wall Street bahwa The  Fed akan mengurangi pembelian obligasinya di bulan September mendatang. 

• Suku bunga hipotek (KPR) telah meningkat tajam sejak Mei dipicu ekspektasi bahwa The Fed akan mengurangi pembelian obligasi dengan segera. Pasar  perumahan, yang telah memberi tekanan besar pada ekonomi AS sejak resesi 2007‐09, terlihat mulai bangkit di awal tahun lalu ketika harga rumah mulai  mengalami kenaikan. 

• Hingga berita ini ditulis, pasar tengah menantikan pernyataan dari Wakli Kepala The Fed Janet Yellen yang dijadwalkan memberikan pernyataan pada hari  Sabtu (24/8) untuk melihat kejelasan mengenai peluang The Fed untuk mengurangi pembelian obligasi. 

• Sejumlah data ekonomi AS akan dirilis pekan ini diantaranya data revisi PDB‐Q2, durable goods orders dan consumer confidence. Jika data dirilis optimis,  maka akan memperkuat kembali ekspektasi pengurangan stimulus The Fed dan berpotensi memicu apresiasi dolar. 

• Sementara dari dalam negeri Swiss data yang akan dirilis pekan ini adalah UBS indicator, non‐farm payrolls dan KOF leading indicator. 


• Dolar terakhir tercatat di sekitar 0,9215 franc, atau melemah 0,2% dari posisi penutupan New York hari Kamis. 

Friday, August 23, 2013

Headline News 23.08.13

US & GLOBAL
• Pasar ekuitas global menguat pada hari Kamis, bahkan disaat lebih dari 3000 saham yang listing di Nasdaq terhenti transaksinya selama lebih dari 3 jam, dan harga obligasi turun setelah sebuah survey bisnis menunjukkan terjadinya ekspansi ekonomi global.

• Data ekonomi telah memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan mengurangi program stimulus pembelian obligasi di bulan September. Survey PMI menunjukkan terjadinya ekspansi yang lebih baik dari perkiraan di zona euro, rebound di sektor manufaktur besar Cina dan aktifitas manufaktur AS meningkat ke level tertinggi 5 bulan di periode Agustus.

• Data dari Departemen Tenaga Kerja AS juga menunjukkan jumlah klaim untuk dana kesejahteraan bagi kaum pengangguran mendekati level terendah 6 tahun di pekan lalu, menambah indikasi akan positifnya pemulihan ekonomi AS. Sementara jobless claims menunjukkan kenaikan 13000 menjadi 336000, sedikit di atas ekspektasi pasar, namun data four‐week moving average turun ke level terendah sejak November 2007. Data 4‐week average dipandang sebagai barometer yang lebih baik untuk melihat tren pasar tenaga kerja AS, yang
mengisyaratkan ekonomi AS sedang mengalami pemulihan yang cukup untuk menopang pertumbuhan pekerjaan. Rilis data tersebut tidak mengubah ekspektasi bahwa The Fed akan mengurangi stimulusnya di bulan depan.

• "The Fed tapering theme continues. Yesterday's Fed minutes reinforced expectations that the Fed will taper its quantitative easing program in September and today's jobless claims didn't really change that. The jobless claims rose, but they were not really that far off from the consensus forecast," kata Greg Moore, seorang strategist mata uang di TD Securities di Toronto.

• Pasar ekuitas global menguat, dengan saham‐saham Eropa mencatat sesi terbaiknya sejak awal Agustus. Sedangkan MSCI's all‐country world index naik 0,44%. FTSEurofirst 300 <.FTEU3> index naik 0,94% dan ditutup di 1219,03.

• Dow Jones industrial average <.DJI> naik 66,19 poin atau 0,44% di 14963,74. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik 14,16 poin atau 0,86% di 1656,96. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> naik 38,92 poin atau 1,08% di 3638,71.

• Perdagangan dilanjutkan pada efek yang tercatat di unit Nasdaq OMX <NDAQ.O>, operator bursa terbesar kedua AS, setelah kesalahan dalam penyebaran saham kutipan menghentikan semua lalu lintas sahamnya. Saham Nasdaq ditutup turun 3,4 persen pada $30,46.]

• Bursa saham Eropa mengakhiri serangkaian koreksinya selama 3 sesi berturut‐turut setelah data survey manufaktur untuk bulan Agustus menunjukkan terjadinya ekspansi di Eropa. Markit's Flash Composite Purchasing Managers' Index menunjukkan aktifitas bisnis di zona euro meningkat lebih pesat dari perkiraan, naik ke 51,7 dari posisi bulan sebelumnya di 50,5.

• "If you want to understand whether there is a positive or a negative outlook for equities, then PMIs are quite a good measure. We've seen a gradual improvement in PMIs since last July and now we're in growth territory," kata James Butterfill, global equity strategist pada Coutts.

• Yield obligasi pemerintah Jerman menembus level tertingginya sejak Maret 2012 setelah investor melepas Bunds pasca rilis data PMI dan ekspektasi bahwa The Fed akan segera mengurangi stimulusnya. Yield obligasi Jerman tenos 10 tahun naik setinggi 1,943 persen dan ditutup naik 4 basis poin di 1,92 persen. German Bund futures <FGBLc1> jatuh serendah 139,46, level terendahnya sejak Oktober 2012. Bunds ditutup melemah 41 poin di 139,73.

• Harga Treasury AS juga jatuh, dan mendorong naiknya yield. Treasury tenor 10 tahun naik 1/32 dengan yield 2,8881 persen.

• Dolar menembus level tertinggi lebih dari 2 pekan terhadap yen di 98,80 yen, menembus level puncak 15 Agustus di 98,66 yen. Dolar terakhir ergerak di 98,72 yen, atau naik 1,09%. Euro memangkas kerugiannya dan diperdagangkan mendekati titik impas (break‐even). Euro terakhir tercatat di $1,3355, atau turun 0,01%.

• Harga minyak Brent mendekati $110 per abrel dipicu rilis optimis data ekonomi Cina dan Eropa yang memperkuat optimisme terhadap meningkatnya permintaan minyak dari kedua negara, sementara ekspor minyak dari Libya masih tetap dibatasi oleh pemogokan dan kerusuhan. October Brent crude <LCOc1> ditutup di $109,90 per barel, atau naik 9 sen. Sedangkan U.S. crude <CLc1> naik $1,18 ke $105,03. 



GOLD & COMMODITIES
• Pergerakan Emas menguat pada sesi perdagangan Kamis seiring data manufaktur China mengalami peningkatan, memberikan dampak positif terhadap aksi lindung nilai negara China, tetapi keuntungan bullion tampak rentan seiring ekonomi global yang lebih baik dan Federal Reserve AS yang direncanakan kembali stimulus ekonomi yang dapat memberikan dampak negative berupa penurunan harga.

• Sesi perdagangan bullion cukup berfluktuatif dimana volume perdagangan berada di bawah rata‐rata, rilis data juga menunjukkan bahwa klaim pengangguran AS minggu lalu mendekati level posisi terendah enam tahun dan aktivitas manufaktur AS naik, menunjukkan ekonomi mulai menemukan pijakan yang lebih kuat.

• China's Purchasing Managers' Index (PMI), sebuah indicator penting mengenai sektor manufaktur, menunjukkan bahwa upaya oleh para pejabat ekonomi di negara terbesar kedua di dunia untuk menghentikan slide pertumbuhan mungkin akan terlunasi.

• "China's PMI came in positive. And all the data around the world, not just in the United States, is pointing toward improvement," ucap Carlos Sanchez, director of commodities and asset management di CPM Group.

• "I am a bit surprised gold holds up so well, with the Fed set to begin to taper later this year. Tapering would not be supportive of commodities and gold."

• Harga spot emas menguat 0,5 persen di level 1,372.06 dollar/ounce setelah naik sebanyak 1 persen.

• Emas berjangka AS untuk periode Desember <GCZ3> ditutup naik 70 sen/ounce di level 1,370.80 dollar/ounce, dengan volume perdagangan sekitar 30 persen di bawah rata‐rata 30‐hari.


OIL & COMMODITIES
• Crude oil AS naik lebih dari $1 Kamis lalu, sementara itu Brent crude menguat kurang dibawahnya dan premi berkenaan dengan crude AS dipersempit daripada $1 dalam perdagangan yang tipis dihariannya.

• Minggu ini telah terlihat perdagangan yang volatile dalam pasar oil, dengan crude AS memangkas pelebarannya kurang dari $3 hingga $6, kemudian menyempit kembali untuk ditutup Kamis lalu dibawah $5.

• Dalam minggu baru‐baru ini, tensi politik dalam Timur Tengah dan Afrika Utara telah mendorong harga Brent, tetapi laporan dari beberapa pelabuhan Libia siap untuk melakukan ekspor yang melonggarkan permasalahan pasokan.

• "If Libyan production comes back on line, that's going to drive the spread more narrow. But if Libya's back online, and there's still geopolitical risk, that's a tug of war," kata Rich Ilczyszyn, pendiri dari iitrader.com di Chicago, Illinois.

EURO ZONE
• Data kementerian keuangan menunjukkan pada hari Kamis bahwa Germany's tax melonjak hingga 1,9 persen di tahun ini pada bulan Juli menjadi 44 miliar euro.

• Laporan bulanan kementerian keuangan menunjukkan bahwa penghasilan pajak Jerman meningkat 3,2 persen lebih tinggi pada tahun ini antara bulan Januari hingga Juli, peningkatan ini berdasarkan dari tingginya pendapatan pajak penghasilan Jerman, pasar tenaga kerja yang stabil dan kenaikan upah yang kuat.

• Data awal yang dirilis pekan lalu menunjukkan output ekonomi Jerman naik sebesar 0,7 persen pada kuartal kedua, rebound dari stagnasi antara bulan Januari hingga Maret.

• Kementerian itu mengatakan bahwa pemulihan ekonomi ini akan terus berlanjut hingga semester kedua tahun ini dan menunjuk ke peningkatan permintaan untuk produk industri, dimana ordernya naik sebesar 3,8 persen pada bulan Juni, dan membaiknya sentiment indicators.

• Kementerian mengatakan bahwa Konsumsi swasta, menjadi salah satu pendorong pertumbuhan pada kuartal kedua, dan akan terus meningkat, menjadi salah satu pilar utama yang mendukung sektor perekonomian Jerman tahun ini.

• Sementara Jerman secara tradisional menjadi bangsa yang gemar menabung, namun suku bunga rendah yang ditawarkan oleh bank memberikan dampak negative terhadap kegiatan menabung. Upah lebih tinggi dan pasar pekerjaan yang stabil telah mendorong semangat konsumen ke level tertinggi dalam hampir enam tahun. 


U.K.
• Sebuah pemulihan ekonomi yang mulus belum terjamin dan Bank of England tidak mengesampingkan langkah‐langkah stimulus baru, demikian pernyataan salah satu pembuat  kebijakan utama dari bank sentral Inggris mengatakan pada hari Rabu. Martin Weale mengatakan kepada surat kabar Telegraph bahwa dia cenderung setuju dengan langkah  pembelian aset lebih lanjut di samping langkah bank baru‐baru ini untuk memberikan arahan ke depan (forward gudance) pada tingkat suku bunga. Komentar ini menunjukkan  sisi dovish Weale yang jarang sekali terjadi dimana ia mendukung kenaikan suku bunga pada tahun 2011 dan satu‐satunya dari 9 anggota di Komite Kebijakan Moneter yang  menentang rencana arahan (guidance plan) yang diajukan awal bulan ini oleh Kepala BoE Mark Carney. Keadaan yang mungkin menjamin pelonggaran lebih lanjut diantaranya  guncangan lebih lanjut dari zona euro, gejolak baru di pasar negara berkembang atau pemulihan ekonomi domestik yang masih rapuh, katanya. 

• Sterling melemah pada hari Kamis dari level tertinggi 2 bulan terhadap dolar, dipicu hasil minutes The Fed yang mendukung ekspektasi bank sentral akan mengurangi program  stimulusnya dengan segera. Kenaikan yield obligasi Inggris sedikit tertinggal terhadap yield obligasi AS dengan investor optimis bahwa The Fed akan menjadi bank sentral pertama  yang mengurangi program pembelian obligasi, yang kemungkinan akan dilakukan di bulan September. 

• Sebaliknya, mereka memperkirakan Kepala Bank of England (BoE)  Mark Carney  akan menghentikan pembicaraan mengenai  kenaikan tajam  tingkat suku  bunga pasar  Inggris,  mungkin pada awal pekan depan, dan menegaskan kembali janjinya untuk mempertahankan suku bunga rendah hingga akhir 2016 seperti yang tercantum dalam rencana arahan  kedepan (forward guidance) bank. Kondisi ini memicu investor untuk berhati‐hati, meskipun sterling mampu memangkas kerugiannya setelah data jobless claims AS semalam  menunjukkan kenaikan. Sterling terakhir tercatat melemah 0,4% di $1,5595, turun dari posisi teratas 2 bulan di $1,5718 yang dicapai hari sebelumnya. Sterling juga melemah  terhadap euro setelah mata uang tunggal Eropa mendapat sokongan dari rilis optimis data PMI, utamanya dari Jerman. Euro tercatat menguat 0,3% terhadap sterling di sekitar  0,8555, jauh di atas level terendah 1‐1/2 bulan di 0,8505 yang tercatat pekan lalu


JAPAN
• Optimisme manufaktur Jepang membaik ke level tertingginya dalam tiga tahun, sebuah polling Reuters menunjukkannya, karena pelemahan yen mendorong earning untuk para eksportir dari tekstil, kimia, baja dan logam lainnya.

• Indeks dari sentimen yang berasal dari survei bulanan Reuters pada manufaktur yang naik 3 poin menjadi plus 16 bulan Agustus, yang mana yang menyamai level bulan November 2010. Laporan positif menunjukkan optimisme yang melebihi jumlah dari pesimisme.

• Indeks di ekspektasi untuk naik kembali pada plus 18 dibulan November pada survei Reuters, yang mana menguat berhubungan dengan mendekati survei tankan kuartalan dari Bank of Japan.

• Para pembuat mobil dan elektronik, kurang optimis berkenaan dengan kekhawatiran dari melambatnya pertumbuhan pada pasar negara berkembang, menyoroti resiko dari perekonomian luar negeri yang ditimbulkan oleh kebijakan reflationary Perdana Menteri Shinzo Abe.
  • "Sales are doing much better than we initially anticipated," salah satu pembuat kimiawi mengatakan dalam polling 2‐9 Agustus dari 400 perusahaan menengah dan besar, yang mana terdiri dari 276 respon.


AUSTRALIA
• Berdasarkan rencana pemerintah, menjelang pelaporan tahunan saat ini yang tercatat sebesar 2 juta dolar dalam bentuk omset tahunan, dimana akan ditingkatkan menjadi 20 juta dollar, yang dimana rencana ini akan mengizinkan sebanyak 1,35 juta bisnis untuk laporan laporan keuangannya hanya sekali setahun.

• Rudd mengatakan hal ini akan memberikan operator bisnis lebih banyak waktu untuk fokus menjalankan bisnis mereka.

• Pengumuman rencana ini dampak dari kelanjutan pengumuman lainnya guna memperpendek bisnis administrasi termasuk free Small Business Superannuation Clearing House dan perampingan persyaratan untuk usaha kecil.

• Rudd mengatakan pemerintah memahami bahwa sektor perekonomian berada dalam masa transisi seiring akhir cerita dari boomingnya sektor invests pertambangan China dari China pertambangan booming investasi.

• "To create jobs beyond the boom, we need to promote economic growth across a range of sectors rather than having all our eggs in one basket," ucapnya.

• Rudd mengatakan usaha kecil dan menengah dari Australia adalah kunci utama untuk peningkatan sektor tenaga kerja.

• "We must reduce red tape and compliance costs so small business owners and operators can focus on running their businesses which will allow them to grow and create new jobs," ucapnya.
  • "Reducing the GST compliance burden on small businesses is another way Labor is building jobs for the future."


SWISS
• Franc Swiss melemah terhadap dolar pada hari Kamis setelah minutes dari hasil sidang The Fed bulan Juli menunjukkan dukungan untuk terjadinya pemangkasan stimulus tahun  ini, mendorong naiknya yield Treasury AS dan juga dolar. 

• Naiknya yield obligasi AS telah memicu naiknya biaya pinjaman secara global, menekan pasar ekuitas akibat melemahnya minat pada aset beresiko meskipun data menunjukkan  aktifitas di sektor manufaktur Cina, sebagai negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia, menembus level tertinggi 4 bulan di periode Agustus seiring meningkatnya  kembali order baru. 

• Sedangkan  euro  berhasil  memangkas  kerugiannya  atas  dolar  dan  menguat  secara  umum  terhadap  mata  uang  lainnya  (termasuk  franc  Swiss)  setelah  data  PMI  menunjukkan  aktifitas bisnis di zona euro meningkat melebihi perkiraan, utamanya dari Jerman. 

• Sementara dari dalam negeri Swiss dilaporkan data surplus perdagangan menipis menjadi 2,4 milyar franc di bulan Juli dari 2,8 milyar franc di bulan sebelumnya. 

• Kondisi ini membuat salah seorang anggota dewan kebijakan Swiss National Bank (SNB), Fritz Zurbruegg, mengatakan bahwa kebijakan pambatasan nilai tukar minimum EUR/CHF  di 1,20 franc per euro akan terus dipertahankan selama dibutuhkan meskipun nilai tukar franc Swiss belakangan ini terlihat melemah. SNB akan menggelar sidang berikutnya pada  19 September mendatang. 


• Dolar menguat ke level tertinggi 1 minggu terhadap franc Swiss di 0,9289 franc, sebelum akhirnya mengalami konsolidasi dan ditutup hampir flat di sekitar 0,9227 franc, atau naik  0,1% dari posisi penutupan New York hari Rabu. Sedangkan euro melanjutkan apresiasinya dan terakhir bergerak di sekitar 1,2330 franc atau naik 0,1%. 

Thursday, August 22, 2013

Headline News 22.08.13

US– FOMC minutes

Hanya beberapa dari anggota pembuat kebijakan Federal Reserve berpendapat untuk segera
"memperlambat" laju pembelian obligasi bank sentral pada sidangnya bulan lalu, sementara yang lain menekankan kesabaran dalam memutuskan kapan untuk mulai mengurangi program stimulus.

Minutes dari sidang bank sentral AS 30-31 Juli, yang dirilis malam tadi, menunjukkan bahwa hampir semua dari 12 anggota dewan kebijakan Komite Pasar Terbuka (Federal Open Market Committee) menyetujui perubahan stimulus itu belum tepat.

Investor masih cemas dalam memprediksi kapan The Fed akan mulai untuk memperlambat
pembelian aset bulanannya yang senilai $85 milyar.

Para pembuat kebijakan mencatat bahwa tingkat pengangguran AS - yang sebesar 7,4 persen bulan lalu - telah menurun "jauh" sejak putaran terbaru dari pembelian obligasi diluncurkan pada bulan September, meskipun ada ketidaksepakatan pada peningkatan kumulatif yang diberikan, misalnya, tingginya jumlah warga Amerika yang tidak lagi memburu pekerjaan.

Pada akhirnya, The Fed tidak melakukan perubahan kebijakan formal pada pertemuan bulan lalu, dan mengatakan dalam sebuah pernyataan pada tanggal 31 Juli bahwa ekonomi AS masih terus membutuhkan dukungan.

Dolar melanjutkan apresiasinya pasca rilis minutes tersebut yang mengisyaratkan The Fed masih berpeluang untuk mengurangi program pembelian asetnya di bulan September.
Euro menembus level intraday low di $1,3334 dan terakhir bergerak di sekitar $1,3362, atau turun 0,4%. Sedangkan terhadap yen, dolar menguat ke level intraday high di 97,98 yen dan terakhir bertengger di sekitar 97,90 yen, atau naik 0,6%.


US & GLOBAL
• Pasar ekuitas global dan harga obligasi terkoreksi sementara dolar menguat pada hari Rabu setelah minutes dari sidang terakhir The Fed tidak mengubah ekspektasi untuk terjadinya pengurangan stimulus di bulan September.

• Ekuitas AS turun ke level intraday low, lalu rebound untuk kembali ke zona positif, dan kemudian turun kembali setelah rilis minutes dari sidang The Fed bulan Juli. Hasil minutes menunjukkan adanya perbedaan pandangan diantara anggota dewan kebijakan moneter bank sentral AS (Federal Open Market Committee) mengenai kapan kiranya The Fed akan mulai mengurangi program stimulusnya, meskipun hal tersebut tidak mengubah ekspektasi pasar untuk terjadinya pengurangan stimulus di bulan
September.

• "If investors were looking for strong, clear signals from this month's FOMC minutes, they were disappointed. All is open for a September decision on tapering, but this still depends on the economic data in coming days and weeks pointing to a firm upturn in the economy," kata Andrew Milligan, kepala strategi global pada Standard Life Investments di Edinburgh.

• Yield untuk Treasury AS tenor 10 tahun melejit hampir 2,9%, level tertinggi sejak akhir Juli 2011.

• Investor dan traders telah bertindak hati‐hati belakangan ini, dengan indeks S&P 500 merosot dalam 5 sesi dari 6 sesi terakhir, ditengah ketidakpastian terhadap kapan kiranya The Fed akan mulai mengurangi pembelian obligasi senilai $85 milyar per bulannya.

• Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 105,44 poin atau 0,70% di 14897,55. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX> turun 9,55 poin atau 0,58% di 1642,80. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> melemah 13,80 poin atau 0,38% di 3599,79.

• Indeks MSCI turun 0,85% di 367,09, sementara indeks FTSEurofirst 300 <.FTEU3> ditutup melemah 0,6% di 1207,71.

• Dolar rebound dari posisi terendah 6 bulan terhadap euro dan menguat terhadap yen. Euro terkoreksi 0,43% di $1,3358. Sedangkan indeks dolar, sebagai barometer untuk nilai tukar dolar terhadap sejumlah rival utamanya, naik 0,51% ke 81,315. Terhadap yen, dolar menguat 0,5% ke 97,75 yen.

• Harga Treasury AS turun, demikian juga dengan harga obligasi Jerman sebelum rilis The Fed minutes. Treasury AS tenor 10 tahun turun 21/32 dengan yield 2,8935 persen.

• Yield obligasi Jerman tenor 10 tahun naik setinggi 1,892 persen, sedikit di bawah level hari Senin yang mencatat level tertinggi sejak Maret 2012, dan terakhir yield tercatat 1,87 persen. Bund futures <FGBLc1> Jerman tercatat melemah 47 poin di 140,14.

• Sebelum minutes dirilis, sebuah laporan menunjukkan harga penjualan rumah di AS meningkat di bulan Juli ke level tertinggi selama lebih dari 3 tahun, mengisyaratkan kenaikan tajam pada nilai KPR hanya memberikan dampak yang terbatas pada proses pemulihan pasar perumahan AS. National Association of Realtors melaporkan existing home sales melonjak 6,5%, jauh di atas ekspektasi pasar, dengan level tahunan mencapai 5,39 juta unit.

• Data non‐farm payrolls periode Agustus yang akan dirilis pada 6 September mendatang akan dicermati investor dan juga dewan kebijakan bank sentral AS untuk menilai apakah peningkatan di pasar tenaga kerja telah cukup untuk mendukung langkah pengurangan stimulus. Sebanyak 50% ekonom yang disurvey Reuaters memprediksi Federal Open Market Committee akan mulai mengurangi pembelian obligasi di bulan September.

• Harga minyak Brent turun di bawah $110 per barel dipicu laporan beberapa ekspor minyak Libya mungkin akan segera aktif kembali dan berita bahwa pipa minyak mentah Seaway telah tutup, menghentikan pengiriman dari Midwest AS ke Gulf Coast. Harga minyak Brent berjangka untuk pengiriman Oktober ditutup melemah 34 sen di $109,81 per barel. Sedangkan U.S. October oil
<CLc1> turun $1,26 di $103,85 per barel. 



GOLD & COMMODITIES
• Perdagangan Emas hampir diseluruh sesi perdagangan tidak mengalami perubahan yang berarti di sesi perdagangan Rabu, seiring pada trader mencerna hasil dari minute the latest Federal Reserve policy meeting yang menunjukkan sedikit petunjuk tentang waktu guna menerapkan kembali pembelian stimulus obligasi.

• Investor cemas menunggu kapan The Fed akan mulai memperlambat pembelian nya atas obligasi bulanan sebesar 85 milyar dollar, dengan sebagian besar memprediksi pada bulan September seiring awal dari berakhirnya program quantitative easing.

• Harga emas cukup berfluktuatif setelah menit Fed, perubahan yang cukup besar di bursa ekuitas AS. Kenaikan yield US Treasury, dipandang sebagai ukuran suku bunga, berdampak negative terhadap pergerakan harga logam mulia dan ekuitas di seluruh bursa.

• "The Fed minutes didn't disclose any information about the anticipated tapering. Gold was initially helped by short covering but its rally faded with the bond yields rising," ucap Frank McGhee, head precious metals trader di Integrated Brokerage Services LLC.

• Harga spot emas melemah 25 sen di level 1,370.42 dollar/ounce.

• US Comex emas berjangka untuk periode Desember <GCZ3> ditutup melemah 2,50 dollar/ounce di level 1,370.10 dollar, dengan volume perdagangan sekitar 20 persen di bawah rata‐rata 30‐hari.


OIL & COMMODITIES
• Harga minyak global merosot Rabu lalu karena penurunan besar‐besaran dalam crude AS yang melebar pada trans‐Atlantic untuk rangkaian dua harinya ditengah tanda‐tanda ekspor Libia yang kemungkinan berlanjut dan indikasi oil telah mengalir kembali dalam pusat penyimpanan yang telah menipis di Cushing.

• Melebarnya jarak antara Brent dan West Texas Intermediate (WTI), benchmark pengiriman AS pada Cushing, Oklahoma, mencapai lebih dari $6 barrel, yang telah melebar sejak bulan Juni. Telah mengalami ekspansi yang lebih dari $3 sejak Selasa lalu, pergerakan terbesar harian sejak awal Februari, karena para trader memperkirakan pengetatan pasokan Midwest yang telah diperlonggar.

• Data pemerintah Rabu lalu menunjukkan persediaan oil Cushing adalah yang terendah sejak Maret 2012, penurunan 25 persen dalam tujuh minggunya. Tetapi para trader meskipun begitu memfokuskan pada berita bahwa pengiriman melalui kereta api telah memasok kembali pada tangki persediaan lokal untuk pertama kalinya dalam setahun.

U.K.
• Sterling menembus level tertinggi 2 bulan terhadap dolar pada hari Rabu setelah sebuah survey menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan terhadap pemulihan  ekonomi Inggris, dimana telah memperkuat ekspektasi untuk suku bunga dinaikkan lebih cepat dari yang diperkirakan oleh BoE. Namun, apresiasi sterling kemudian  mengendur pasca rilis FOMC minutes. 

• Sebuah survey dari Confederation of British Industry menunjukkan order manufaktur mencatat kondisi terbaiknya dalam 2 tahun di bulan Agustus, memberi dukungan  positif pada ekonomi. 

• Hasil survey ini telah meredakan kekecewaan atas rilis buruk pinjaman publik Inggris yang mencatat defisit 62 juta pound bulan lalu, defisit pertamanya di bulan Juli ‐‐‐  yang biasanya menunjukkan surplus berkat pembayaran pajak ‐‐‐ sejak 2010. Data tersebut kontras dengan ekspektasi terjadi surplus sebesar 2,45 milyar. 

• Dolar melanjutkan apresiasinya pasca rilis FOMC minutes yang mengisyaratkan The Fed masih berpeluang untuk mengurangi program pembelian asetnya di bulan  September. Setelah mencatat intraday high di $1,5714, apresiasi sterling mengendur dan terakhir bergerak di sekitar $1,5695, atau naik 0,2% dibandingkan posisi  penutupan New York hari Selasa. 

• Sedangkan euro melemah terhadap sterling setelah ECB berjanji akan mempertahankan suku bunga rendah untuk mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi.  Euro terkahir bergerak di sekitar 0,8525 pound, atau turun 0,4%.


EURO ZONE
• Bank Sentral Eropa menggunakan sebuah pedomanan kebijakan bertujuan untuk meningkatkan komunikasi dan tidak menandai sebuah era baru dalam kebijakan moneter, Anggota Dewan Pemerintahan ECB Jens Weidmann mengatakan dalam sebuah magazine interview.

• ECB bulan lalu mengatakan akan mempertahankan suku bunga pada rekor terendah untuk "extended period" – kebijakan pertama yang diterapkan, dimana kebijakan itu biasa disebut “forward guidance”.

• "Forward guidance is an instrument to better communicate our monetary policy course in uncertain times," Weidmann mengatakan kepada German magazine Capital dalam sebuah wawancara yang telah dirilis pada hari Rabu.

• "But it is not a change of era, it will not change our monetary policy action," ucap Weidmann, seorang yang juga berprofesi sebagai head of Germany's Bundesbank.


JAPAN
• Jepang kemungkinan untuk bangkit dari tahun lalu pada kontraksi ekonominya yang terpendek dalam 60 tahunnya, temuan dari forum pemerintah menunjukkannya, karena optimisme yang dihasilkan oleh kebijakan reflationary Perdana Menteri Shinzo Abe yang membawa kenaikan dalam konsumsi pribadi.

• Beberapa anggota forum pemerintah, yang ditujukan dengan mengukur siklus perekonomian Jepang, meskipun perekonomian kemungkinan telah terpukul anjlok pada bulan November tahun lalu yang dinilai dari tren indeks coicident indicators, pengukuran dalam kondisi perekonomian saat ini.

• Tetapi forum memutuskan bahwa lebih banyak data dan bukti akan dibutuhkan sebelum kesimpulan, meskipun data GDP yang dirilis pada awal bulan menunjukkan perekonomian mengalami ekspansi 2.6 persen dari basis tahunan dalam kuartal kedua tahun ini, melambat dari pertumbuhan 3.8 persen dalam kuartal pertama.

• Menteri Keuangan Jepang Taro Aso mengatakan Rabu lalu bahwa dia belum mendengar alasan yang meyakinkan kenapa pemerintah harus menunda rencana kenaikan pajak penjualan untuk tahun depan.


AUSTRALIA
• Pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan tetap di bawah tren hingga tahun baru seiring Australia berjuang memasuki masa transisi dengan kebijakan‐kebijakan perekonomian yang terfokus di sektor pertambangan.

• The Westpac / Melbourne Institute Leading Index, yang menunjukkan laju kemungkinan kegiatan ekonomi tiga sampai sembilan bulan ke depan, merilis data perekonomian sebesar 3,6 persen pada bulan Juni, turun dari 4,3 persen pada bulan Januari.

• Westpac chief economist Bill Evans mengkonfirmasi dalam besaran angka bahwa pertumbuhan ekonomi akan sedikit lebih lambat tahun depan.

• "We expect growth in the year to the June quarter 2014 to be only 2.4 per cent, which is below trend growth of around three per cent," ucap Bill Evans.

• "The Reserve Bank of Australia has cut its growth forecast in 2013 from 2.5 per cent to 2.25 per cent, although it has maintained its growth forecast out to June 2014 at 2.5 per cent."

• Selanjutnya pertemuan dewan RBA pada tanggal 3 September, empat hari sebelum pemilihan federal, dimana Westpac tidak mengharapkan akan penurunan suku bunga.

• "The board's minutes for the August meeting stated clearly that rates are likely to be on hold in September but that the board has not closed off the possibility of reducing rates further," ucap Mr Evans.
  • "That is consistent with our own view that more rate cuts can be expected over the course of the next six months.".


SWISS
• Dolar melanjutkan apresiasinya pasca rilis FOMC minutes yang mengisyaratkan The Fed masih berpeluang untuk mengurangi program pembelian asetnya di bulan  September. 

• Hasil minutes semalam menunjukkan hanya beberapa dari anggota pembuat kebijakan Federal Reserve berpendapat untuk segera "memperlambat" laju pembelian  obligasi bank sentral pada sidangnya bulan lalu, sementara yang lain menekankan kesabaran dalam memutuskan kapan untuk mulai mengurangi program stimulus. 

• Minutes dari sidang bank sentral AS 30‐31 Juli, yang dirilis malam tadi, menunjukkan bahwa hampir semua dari 12 anggota dewan kebijakan Komite Pasar Terbuka  (Federal Open Market Committee) menyetujui perubahan stimulus itu belum tepat. 

• Investor masih akan terus mencermati perkembangan data ekonomi AS terutama data PDB, inflasi dan pasar tenaga kerja. Jika kesemua faktor ekonomi tersebut terus  membaik, maka akan memperkuat dugaan The Fed akan mengurangi stimulusnya di bulan September. 


• Dolar berhasil rebound hingga mencatat intraday high di 0,9234 franc sebelum akhirnya bergerak di sekitar 0,9220 franc, atau naik 0,5% dari posisi penutupan New  York hari Selasa.