US & GLOBAL
• Bursa saham global mengalami tekanan untuk 4 sesi berturut‐turut Senin kemarin masih dipengaruhi oleh kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan ekonomi global, sementara euro tergelincir setelah seorang pejabat Jerman memberikan indikasi bahwa bailout lanjutan untuk Yunani belum bisa dipastikan.
• Namun tekanan di bursa AS dan Eropa tidak se‐signifikan apa yang terjadi di pasar saham Peru yang tertekan lebih dari 10% setelah kemenangan pemilihan presiden oleh mantan komandan militer sayap kiri, Ollanta Humala, yang memicu kekhawatiran kembali terhadap reformasi pasar bebas yang pernah menjadi isu besar di sana.
• Investor ‘membuang’ aset‐aset keuangan Peru, memicu pembekuan di perdagangan bursa sahamnya serta terjadinya intervensi mata uang oleh bank sentralnya karena investor meragukan kepemimpinan Humala untuk perbaikan ekonomi. Indeks pasar saham Peru <.IGRA> merosot lebih dari 12%, sedangkan mata uang sol peru jatuh 1,5%, mendorong bank sentral menawarkan untuk menjual sertifikat deposito senilai $215 juta ditujukan untuk membatasi kejatuhan mata uang itu. Sementara analis mengatakan pasar bereaksi berlebihan dan merekomendasikan investor untuk mencari peluang buy on dips pada pasar obligasi Peru.
• Harga minyak mentah terkoreksi lebih rendah dari akhir minggu lalu, menjelang pertemuan OPEC akhir pekan ini, di tengah isu dan indikasi bahwa harga tinggi minyak belakangan ini telah menghancurkan permintaan energi di negara‐negara Barat.
• Di bursa Wall Street, indeks S&P500 berlanjut tertekan ke level terendah selama 2 bulan masih dipengaruhi oleh rilis pesimis data tenaga kerja dan manufaktur AS periode Mei – yang per penutupan minggu kemarin sekaligus membuat S&P500 mengalami tekanan selama 5 minggu berturut‐turut. Indeks tersebut turun lebih dari 5% dari level high bulan Mei, tetapi masih terakumulasi naik sekitar 3,0% sepanjang tahun 2011 ini.
• Di Eropa, indeks saham FTSEurofirst 300 <.FTEU3> turun 0,6% ke level 1104.97, level penutupan terendahnya selama 11 minggu. Indeks saham dunia yang diukur oleh MSCI, turun 0,8%, sementara indeks saham untuk emerging market <.MSCIEF> merosot 0,6%.
• EURUSD diperdagangkan lebih rendah Senin kemarin disbanding penutupan akhr minggu lalu – tertekan kembali ke bawah areal 1,4600 setelah juru bicara Departemen Keuangan Jerman mengatakan program bantuan kedua untuk Yunani itu belum bisa dipastikan. EURUSD berlanjut tertekan setelah Jean‐Claude Juncker, ketua para menteri keuangan zona euro, mengatakan euro dalam level yang "overvalued."
• Para pembuat kebijakan telah beringsut menuju sebuah paket bailout baru, seperti yang dikatakan media di Jerman bisa bernilai lebih dari 100 miliar euro. Hal tersebut menjadi pemicu kenaikan EURUSD ke level tertinggi 1 bulan di 1,4658. Para trader mengatakan bahwa pasar berasumsi kesepakatan yang akan dicapai akan memberikan Yunani lebih banyak waktu untuk membayar hutangnya, sementara pandangan optimis
terhadap kelanjutan suku bunga ECB, yang akan melangsungkan pertemuan moneternya Kamis minggu ini, masih dominan di pasar. Kedua pandangan di pasar tersebut menjadi pemicu bangkitnya EURUSD dari tekanannya akibat concern krisis utang Yunani beberapa waktu lalu.
• Fokus masih akan tertuju kepada perbedaan suku bunga, utamanya dengan estimasi bahwa The Fed AS belum akan menormalisasi kebijakan moneternya tahun ini, sebuah kenaikan lanjutan suku bunga ECB akan memberikan benefit untuk euro.
• Harga minyak mentah di bursa berjangka AS <CLc1> ditutup di bawah $100/barel, atau turun lebih dari 1,5%. Sementara harga minyak mentah brent di pasar berjangka London <LCOc1> diperdagangkan di $114,48/barel, atau turun 1,18% ‐ sekaligus penutupan terendah sejak tanggal 24 Mei. Pertemuan OPEC pekan ini diproyeksikan akan menghasilkan target untuk meningkatkan produksi minyak, meskipun usulan target yang senantiasa dilakukan oleh anggota terkemuka Arab Saudi tersebut akan menghadapi tentangan keras dari produsen minyak Venezuela dan Iran.
• Kekhawatiran tentang ekonomi memicu kenaikan untuk aset safe‐haven emas, dengan harga spot emas <XAU=> ditutup di areal $1,543.50/ons atau naik sekitar 0,1%, setelah sempat mencapai day high Senin kemarin di $1,553.30. Harga obligasi di pasar Treasury AS jatuh menjelang auction obligasi minggu ini, yang bernilai $66 milyar.
GOLD & COMMODITIES
• Emas naik ke level tertingginya yang lebih dari sebulan Senin lalu, karena kekhawatiran dari melambatnya ekonomi dan ekspektasi dari melonggarnya kebijakan U.S. money yang mendorong permintaan safe‐haven.
• Harga emas telah naik mendekati 6 persen dalam tiga minggu terakhir, didorong dari rangkaian kekecewaan dari indikator ekonomi AS termasuk pelemahan data job Jumat lalu.
• "A lot of people are taking their risk off by getting out of the S&P 500 and other riskier assets. There is too much uncertainty with the U.S. currency and the euro. So, people think the safest place is the gold market at the moment," ungkap Phillip Streible, senior market strategist pada Lind Waldock, sebuah unit dari futures broker MF Global.
• Spot gold <XAU=> menguat 0.7 persen ke level $1553,50 per ons pada pukul 12:22 p.m. EDT (1622 GMT), menguatkan rangkaian kenaikan tiga minggunya dan penguatan ke level tertingginya sejak awal Mei. Emas mencapai rekor tertingginya $1575,79 per ons tanggal 2 Mei lalu.
• U.S. August gold futures <GCQ1> naik $10.40 ke level $1552,20.
• Spot silver <XAG=> meingkat 2.4 persen ke level $37.055, mengalami rebound dari level terendahnya dalam dua minggu dari sehari sebelumnya, yang membawa rasio gold/silver menjadi 42.1, level terendahnya sejak Kamis lalu, menandakan outperformance pada emas dalam beberapa hari terakhir.
title cover
Tuesday, June 7, 2011
Monday, June 6, 2011
Headline News 06.06.11
US & GLOBAL
• Bursa Wall Street mengalami penurunan dalam 5 minggu berturut‐turut hingga penutupan perdagangan Jumat lalu, dan harga di pasar obligasi AS naik karena rilis pesimis di luar perkiraan pertumbuhan lapangan kerja di sana yang meningkatkan kekhawatiran bahwa ekonomi terbesar dunia tersebut kian merosot dalam perlambatannya.
• EURUSD ke level tertinggi 1 bulan Jumat tersebut karena mulai berkembangnya titik terang untuk solusi krisis utang Eropa, setelah berita menyebutkan paket bantuan untuk Yunani akan bergulir di bulan Juli – di sisi lain lemahnya data tenaga kerja AS menekan USDJPY.
• Harga minyak bangkit dari tekanannya akibat lemahnya dolar AS atas euro yang diikuti dengan pelemahannya atas mata uang utama dunia lainnya, serta dipicu oleh rilis positif data indeks sektor jasa Mei AS dari Institute for Supply Management (ISM).
• Tapi itu tidak cukup untuk menghilangkan kegelisahan yang akhir minggu tersebut hampir sepenuhnya muncul dari laporan tenaga kerja AS (nonfarm payroll) – yang dirilis 54k (dari ekspektasi 150k) yang merupakan ekspansi terendahnya sejak September. Selain itu tingkat pengangguran naik menjadi 9,1% pada bulan Mei akibat naiknya harga energy dan dampak dari gempa bumi Jepang yang melesukan bisnis serta perekonomian.
Laporan tenaga kerja AS tersebut menambah kontribusi bahwa langkah pemulihan ekonomi AS sedang mendapat hambatan. Yang menjadi kejutan pasar bukan hanya bahwa perlambatan ekonomi AS datang tidak terduga, tetapi juga terjadi secara meluas mulai dari pasar perumahan, tenaga kerja, manufaktur dan data consumer spending.
• Indeks utama bursa saham Wall Street, S&P500 <SPX.>, mengalami akumulasi tekanan lebih dari 2% sepanjang minggu lalu – penurunan terbesar sejak Agustus dan mengakumulasi tekanannya selama 5 minggu berturut‐turut. Indeks tersebut turun sekitar 5% dari level tertingginya April lalu, mengindikasikan bahwa trend sedang melemah. Sementara indeks saham dunia, yang diukur dengan indeks saham dunia MSCI, berhasil menghambat tekanannya di sesi awal Jumat tersebut. Indeks saham Eropa <.FTEU3> turun 0,4%.
• Kekhawatiran terhadap prospek ekonomi AS mendorong harga obligasi AS bertenor 10‐tahun di pasar Treasury‐nya naik 11/32 dan menekan yield kembali ke bawah 3% ‐ pertama kalinya terjadi minggu lalu sejak Desember 2010 karena kecemasan investor terhadap ekonomi.
• Tekanan pada data ekonomi AS belakangan ini memunculkan pertanyaan apakah The Fed AS akan kembali melanjutkan kebijakan cheap‐money yang merupakan cara mereka untuk membantu perekonomian sejak krisis keuangan memuncak di sana. Untuk reaksi pasar saat ini nampaknya tidak akan terlalu memperdulikan kenyataannya bagaimana, melainkan hanya melihat persepsi yang berkembang saat ini yakni peluang bahwa program QE3 (di tengah masa akhir QE2 Juni ini) ‘setidaknya’ akan dibahas kembali. Program penyelamatan ekonomi lanjutan (QE2) yang bernilai $600 milyar melalui pembelian obligasi akan berakhir Juni ini. Program ini telah membanjiri pasar keuangan dengan dolar sejak Oktober,
mendorong sebagian besar keuntungan di saham dan komoditas.
• Sementara harga minyak mentah di bursa berjangka AS <CLc1> masih bertahan di atas level $100/barel meskipun tercatat turun sekitar 0,3% dari Kamis sebelumnya. Sebelumnya, di sesi awal Jumat kemarin, harga minyak mentah tersebut merosot 2% karena tekanan di pasar tenaga kerja dikhawatirkan akan berimbas pada tekanan consumer spending dan mengurangi permintaan terhadap bahan bakar.
• EURUSD melonjak ke level tertinggi 1 bulan Uni Eropa, ECB dan IMF menegaskan bagian berikutnya bantuan untuk Yunani harus tersedia pada bulan Juli. Mata uang tunggal Eropa tersebut naik setinggi $1,4642, terkuat sejak Mei 6. Dollar jatuh ke satu bulan rendah <JPY=> 80,06 yen.
GOLD & COMMODITIES
• Emas mencapai level tertingginya Jumat lalu karena dollar AS anjlok setelah laporan bulanan jobs AS menunjukkan ekonomi membuat jauh lebih sedikit lapangan kerja dari ekspektasi.
• Spot gold <XAU=> menyentuh level puncaknya $1546,39 per troi ons. Telah diperdagangkan pada level $1542,15 pada pukul 1326 GMT dari level $1532,55 per ons pada penutupan New York Kamis sebelumnya. Logam mulia mencapai level tertinggi/puncaknya $1575,79 pada 2 Mei.
• Harga emas dalam sterling <XAUGBP=R> mencapai level tertingginya 946.79 pounds ($1548) per ons karena melemahnya dollar AS terhadap basket of currencies yang memicu rush pada precious metal.
• "This is gold‐friendly data ... (it) points to a slacking U.S. economy. In the worst case scenario, we could have a double‐dip in the U.S. economy and possibly deflation, which would also help gold," kata Robin Bhar, seorang analis pada Credit Agricole.
• "The weaker dollar is also helping gold. We should see gold moving to recent highs or even to new highs if we see more risk‐averse news."
• Spot silver <XAG=> sempat menyentuh level $35.34 per ons, level terendahnya sejak 24 Mei. Terakhir diperdagangkan apada level $35.58 dari $36.17 pada penutupan Kamis lalu.
• Platinum <XPT=> ke level $1806,99 dari level $1809,60 dan palladium <XPD=> pada level $769.22 dari level $767.05.
• Bursa Wall Street mengalami penurunan dalam 5 minggu berturut‐turut hingga penutupan perdagangan Jumat lalu, dan harga di pasar obligasi AS naik karena rilis pesimis di luar perkiraan pertumbuhan lapangan kerja di sana yang meningkatkan kekhawatiran bahwa ekonomi terbesar dunia tersebut kian merosot dalam perlambatannya.
• EURUSD ke level tertinggi 1 bulan Jumat tersebut karena mulai berkembangnya titik terang untuk solusi krisis utang Eropa, setelah berita menyebutkan paket bantuan untuk Yunani akan bergulir di bulan Juli – di sisi lain lemahnya data tenaga kerja AS menekan USDJPY.
• Harga minyak bangkit dari tekanannya akibat lemahnya dolar AS atas euro yang diikuti dengan pelemahannya atas mata uang utama dunia lainnya, serta dipicu oleh rilis positif data indeks sektor jasa Mei AS dari Institute for Supply Management (ISM).
• Tapi itu tidak cukup untuk menghilangkan kegelisahan yang akhir minggu tersebut hampir sepenuhnya muncul dari laporan tenaga kerja AS (nonfarm payroll) – yang dirilis 54k (dari ekspektasi 150k) yang merupakan ekspansi terendahnya sejak September. Selain itu tingkat pengangguran naik menjadi 9,1% pada bulan Mei akibat naiknya harga energy dan dampak dari gempa bumi Jepang yang melesukan bisnis serta perekonomian.
Laporan tenaga kerja AS tersebut menambah kontribusi bahwa langkah pemulihan ekonomi AS sedang mendapat hambatan. Yang menjadi kejutan pasar bukan hanya bahwa perlambatan ekonomi AS datang tidak terduga, tetapi juga terjadi secara meluas mulai dari pasar perumahan, tenaga kerja, manufaktur dan data consumer spending.
• Indeks utama bursa saham Wall Street, S&P500 <SPX.>, mengalami akumulasi tekanan lebih dari 2% sepanjang minggu lalu – penurunan terbesar sejak Agustus dan mengakumulasi tekanannya selama 5 minggu berturut‐turut. Indeks tersebut turun sekitar 5% dari level tertingginya April lalu, mengindikasikan bahwa trend sedang melemah. Sementara indeks saham dunia, yang diukur dengan indeks saham dunia MSCI, berhasil menghambat tekanannya di sesi awal Jumat tersebut. Indeks saham Eropa <.FTEU3> turun 0,4%.
• Kekhawatiran terhadap prospek ekonomi AS mendorong harga obligasi AS bertenor 10‐tahun di pasar Treasury‐nya naik 11/32 dan menekan yield kembali ke bawah 3% ‐ pertama kalinya terjadi minggu lalu sejak Desember 2010 karena kecemasan investor terhadap ekonomi.
• Tekanan pada data ekonomi AS belakangan ini memunculkan pertanyaan apakah The Fed AS akan kembali melanjutkan kebijakan cheap‐money yang merupakan cara mereka untuk membantu perekonomian sejak krisis keuangan memuncak di sana. Untuk reaksi pasar saat ini nampaknya tidak akan terlalu memperdulikan kenyataannya bagaimana, melainkan hanya melihat persepsi yang berkembang saat ini yakni peluang bahwa program QE3 (di tengah masa akhir QE2 Juni ini) ‘setidaknya’ akan dibahas kembali. Program penyelamatan ekonomi lanjutan (QE2) yang bernilai $600 milyar melalui pembelian obligasi akan berakhir Juni ini. Program ini telah membanjiri pasar keuangan dengan dolar sejak Oktober,
mendorong sebagian besar keuntungan di saham dan komoditas.
• Sementara harga minyak mentah di bursa berjangka AS <CLc1> masih bertahan di atas level $100/barel meskipun tercatat turun sekitar 0,3% dari Kamis sebelumnya. Sebelumnya, di sesi awal Jumat kemarin, harga minyak mentah tersebut merosot 2% karena tekanan di pasar tenaga kerja dikhawatirkan akan berimbas pada tekanan consumer spending dan mengurangi permintaan terhadap bahan bakar.
• EURUSD melonjak ke level tertinggi 1 bulan Uni Eropa, ECB dan IMF menegaskan bagian berikutnya bantuan untuk Yunani harus tersedia pada bulan Juli. Mata uang tunggal Eropa tersebut naik setinggi $1,4642, terkuat sejak Mei 6. Dollar jatuh ke satu bulan rendah <JPY=> 80,06 yen.
GOLD & COMMODITIES
• Emas mencapai level tertingginya Jumat lalu karena dollar AS anjlok setelah laporan bulanan jobs AS menunjukkan ekonomi membuat jauh lebih sedikit lapangan kerja dari ekspektasi.
• Spot gold <XAU=> menyentuh level puncaknya $1546,39 per troi ons. Telah diperdagangkan pada level $1542,15 pada pukul 1326 GMT dari level $1532,55 per ons pada penutupan New York Kamis sebelumnya. Logam mulia mencapai level tertinggi/puncaknya $1575,79 pada 2 Mei.
• Harga emas dalam sterling <XAUGBP=R> mencapai level tertingginya 946.79 pounds ($1548) per ons karena melemahnya dollar AS terhadap basket of currencies yang memicu rush pada precious metal.
• "This is gold‐friendly data ... (it) points to a slacking U.S. economy. In the worst case scenario, we could have a double‐dip in the U.S. economy and possibly deflation, which would also help gold," kata Robin Bhar, seorang analis pada Credit Agricole.
• "The weaker dollar is also helping gold. We should see gold moving to recent highs or even to new highs if we see more risk‐averse news."
• Spot silver <XAG=> sempat menyentuh level $35.34 per ons, level terendahnya sejak 24 Mei. Terakhir diperdagangkan apada level $35.58 dari $36.17 pada penutupan Kamis lalu.
• Platinum <XPT=> ke level $1806,99 dari level $1809,60 dan palladium <XPD=> pada level $769.22 dari level $767.05.
Friday, June 3, 2011
Headline News 03.06.11
US & GLOBAL
• Kekhawatiran tentang laju pemulihan ekonomi AS membebani pasar ekuitas pada hari Kamis, menjelang rilis non‐farm payroll AS yang menjadi fokus utama pasar minggu ini, sementara euro rally didorong oleh berita terkait perkembangan langkah finansial untuk mengatasi utang Eropa.
• Rencana pengucuran paket pinjaman lanjutan ke Yunani juga berhasil meredam tekanan di bursa Wall Street, namun masih adanya kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi AS membuat investor enggan untuk melakukan aksi beli yang besar – terutama menjelang data penting non‐farm payrolls Mei AS dirilis nanti malam, yang diperkirakan akan menunjukkan pertumbuhan yang melambat setelah ekspansinya di bulan April.
• Sejumlah indikasi dari rilis data‐data ekonomi AS sebelumnya menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja AS kembali melemah. Sementara lemahnya perekonomian AS kembali terindikasi semalam dari rilis laporan factory orders April yang turun 1,2% dari kenaikan 3,8% pada bulan Maret.
• Departemen Tenaga Kerja AS semalam juga melaporkan bahwa klaim pengangguran minggu lalu turun sebesar 6.000 ke level 422.000, namun belum memenuhi ekspektasi di level 415.000. Rilis non farm payroll Mei AS nanti malam diperkirakan sebesar 150.000 (Reuters), dari bulan April sebelumnya yang berada di level 244.000.
• Sebagaimana telah dijelaskan dalam sejumlah laporan kami sebelumnya, bahwa Juni ini adalah periode akhir dari paket bantuan ekonomi The Fed AS senilai $600 milyar, yang dikenal dengan program Quantitative Easing 2 (QE‐2). Hal ini semakin meningkatkan kekhawatiran investor terhadap lemahnya kinerja ekonomi AS, menyusul rilis‐rilis pesimis indikator ekonominya belakangan ini. Sehingga menjelang akhir kuartal ke‐2
isu ini akan menjadi halangan bagi investor yang akan menanam dananya di aset‐aset beresiko tinggi, seperti saham, obligasi yield tinggi dan pasar negara berkembang. Indeks bursa dunia dari MSCI turun 1,01% kemarin, indeks saham Eropa <.FTEU3> jatuh ke penutupan terendah selama seminggu menyusul data AS menyuarakan keprihatinan tentang laju pemulihan.
• Sikap defensif menjelang laporan non farm payroll juga menarik turun harga‐harga di pasar Treasury AS. Pasar kredit (obligasi) AS tersebut juga mendapat tekanan dari isu bahwa lembaga rating Moody's Investors Service berkemungkinan, meskipun kecil, memangkas peringkat kredit AS jika tidak menetapkan ketentuan mengenai batas pinjaman. Harga obligasi AS bertenor 10‐tahun <US10YT=RR> turun 26/32 dan yield‐nya berada di 3,04%, naik dari 2,95% Rabu sebelumnya. Harga obligasi AS bertenor 30 tahun <US30YT=RR> turun 1‐23/32 dengan yield 4,25%, naik dari 4,15% Rabu sebelumnya.
• EURUSD naik ke level tertinggi 1 bulan di atas areal 1,4500an setelah petinggi senior Uni Eropa pada prinsipnya setuju untuk rencana penyesuaian baru 3 tahun untuk pelunasan utang Yunani yang tengah menumpuk tersebut. Selain berita di Yunani, penguatan euro juga didorong oleh potensi pemangkasan peringkat kredit AS oleh Moody's Investors Service.
• Potensi rally euro dalam jangka pendek ini terbuka lebar di tengah sambutan positif pasar terhadap perkembangan isu krisis kredit Yunani serta semakin meningkatnya kekhawatiran terhadap pemulihan ekonomi AS menjelang rilis non farm payroll AS dan menjelang akhir program QE‐2.
• Lemahnya dollar membantu mendorong harga minyak. Harga minyak mentah berjangka AS <CLc1> naik hingga $100,80an/barel. Minyak mentah Brent di London <LCOc1> naik hingga $115,80an/barel. Di awal sesi NY harga minyak sempat jatuh setelah data menunjukkan lonjakan yang mengejutkan pada stok (persediaan) minyak mentah AS serta isu bahwa produksi OPEC akan ditingkatkan untuk meredam harga minyak yang tinggi yang menurut ekonomi merupakan salah satu penghambat pertumbuhan global.
GOLD & COMMODITIES
• Emas melemah tetapi bertahan terlihat dalam level tertingginya dalam empat minggu Kamis lalu, didukung oleh permasalahan mengenai outlook dari pertumbuhan (ekonomi) AS dan krisis utang Eropa.
• Data minggu ini dihiasi gambaran ekonomi AS yang kemungkinan mendapatkan tekanan karena perusahaan‐perusahaan mengangkat lebih sedikit pekerja daripada ekspektasi, factory activity tertekan ke level terendahnya dalam dua tahun, auto sales melambat dan harga gasoline menekan pada penjualan ritel.
• Dollar AS telah anjlok ke level terendahnya dalam bulanan terhadap basket of currencies <.DXY> dan meskipun terdapat jeda dari permasalahan mengenai keuangan zona euro, emas telah naik lebih dari 2 persen dalam dua minggunya.
• Spot gold <XAU=> merosot 0.2 persen ke level $1536,85 per ons pada pukul 1418 GMT, yang telah mencapai level $1550,14 Rabu sebelumnya, level tertingginya sejak 3 Mei.
• U.S. gold <GCcv1> anjlok 0.3 persen ke level $1537,70, sementara euro‐priced gold <XAUEUR=R> merosot hingga 1.1 persen dalam hariannya ke level 1063,82 euro per ons.
• Palladium <XPD=> terakhir naik 1 persen ke level $773.72 per ons, yang telah berkurang mendekati 1 persen Rabu lalu, sementara itu platinum <XPT=> flat ke level $1814,74, yang telah turun 0.7 persen hari sebelumnya.
• Silver <XAG=> naik 0.3 persen ke level $36.86 per ons, sebagian membalikkan penurunan 4.3 persen Rabu lalu.
• Kekhawatiran tentang laju pemulihan ekonomi AS membebani pasar ekuitas pada hari Kamis, menjelang rilis non‐farm payroll AS yang menjadi fokus utama pasar minggu ini, sementara euro rally didorong oleh berita terkait perkembangan langkah finansial untuk mengatasi utang Eropa.
• Rencana pengucuran paket pinjaman lanjutan ke Yunani juga berhasil meredam tekanan di bursa Wall Street, namun masih adanya kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi AS membuat investor enggan untuk melakukan aksi beli yang besar – terutama menjelang data penting non‐farm payrolls Mei AS dirilis nanti malam, yang diperkirakan akan menunjukkan pertumbuhan yang melambat setelah ekspansinya di bulan April.
• Sejumlah indikasi dari rilis data‐data ekonomi AS sebelumnya menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja AS kembali melemah. Sementara lemahnya perekonomian AS kembali terindikasi semalam dari rilis laporan factory orders April yang turun 1,2% dari kenaikan 3,8% pada bulan Maret.
• Departemen Tenaga Kerja AS semalam juga melaporkan bahwa klaim pengangguran minggu lalu turun sebesar 6.000 ke level 422.000, namun belum memenuhi ekspektasi di level 415.000. Rilis non farm payroll Mei AS nanti malam diperkirakan sebesar 150.000 (Reuters), dari bulan April sebelumnya yang berada di level 244.000.
• Sebagaimana telah dijelaskan dalam sejumlah laporan kami sebelumnya, bahwa Juni ini adalah periode akhir dari paket bantuan ekonomi The Fed AS senilai $600 milyar, yang dikenal dengan program Quantitative Easing 2 (QE‐2). Hal ini semakin meningkatkan kekhawatiran investor terhadap lemahnya kinerja ekonomi AS, menyusul rilis‐rilis pesimis indikator ekonominya belakangan ini. Sehingga menjelang akhir kuartal ke‐2
isu ini akan menjadi halangan bagi investor yang akan menanam dananya di aset‐aset beresiko tinggi, seperti saham, obligasi yield tinggi dan pasar negara berkembang. Indeks bursa dunia dari MSCI turun 1,01% kemarin, indeks saham Eropa <.FTEU3> jatuh ke penutupan terendah selama seminggu menyusul data AS menyuarakan keprihatinan tentang laju pemulihan.
• Sikap defensif menjelang laporan non farm payroll juga menarik turun harga‐harga di pasar Treasury AS. Pasar kredit (obligasi) AS tersebut juga mendapat tekanan dari isu bahwa lembaga rating Moody's Investors Service berkemungkinan, meskipun kecil, memangkas peringkat kredit AS jika tidak menetapkan ketentuan mengenai batas pinjaman. Harga obligasi AS bertenor 10‐tahun <US10YT=RR> turun 26/32 dan yield‐nya berada di 3,04%, naik dari 2,95% Rabu sebelumnya. Harga obligasi AS bertenor 30 tahun <US30YT=RR> turun 1‐23/32 dengan yield 4,25%, naik dari 4,15% Rabu sebelumnya.
• EURUSD naik ke level tertinggi 1 bulan di atas areal 1,4500an setelah petinggi senior Uni Eropa pada prinsipnya setuju untuk rencana penyesuaian baru 3 tahun untuk pelunasan utang Yunani yang tengah menumpuk tersebut. Selain berita di Yunani, penguatan euro juga didorong oleh potensi pemangkasan peringkat kredit AS oleh Moody's Investors Service.
• Potensi rally euro dalam jangka pendek ini terbuka lebar di tengah sambutan positif pasar terhadap perkembangan isu krisis kredit Yunani serta semakin meningkatnya kekhawatiran terhadap pemulihan ekonomi AS menjelang rilis non farm payroll AS dan menjelang akhir program QE‐2.
• Lemahnya dollar membantu mendorong harga minyak. Harga minyak mentah berjangka AS <CLc1> naik hingga $100,80an/barel. Minyak mentah Brent di London <LCOc1> naik hingga $115,80an/barel. Di awal sesi NY harga minyak sempat jatuh setelah data menunjukkan lonjakan yang mengejutkan pada stok (persediaan) minyak mentah AS serta isu bahwa produksi OPEC akan ditingkatkan untuk meredam harga minyak yang tinggi yang menurut ekonomi merupakan salah satu penghambat pertumbuhan global.
GOLD & COMMODITIES
• Emas melemah tetapi bertahan terlihat dalam level tertingginya dalam empat minggu Kamis lalu, didukung oleh permasalahan mengenai outlook dari pertumbuhan (ekonomi) AS dan krisis utang Eropa.
• Data minggu ini dihiasi gambaran ekonomi AS yang kemungkinan mendapatkan tekanan karena perusahaan‐perusahaan mengangkat lebih sedikit pekerja daripada ekspektasi, factory activity tertekan ke level terendahnya dalam dua tahun, auto sales melambat dan harga gasoline menekan pada penjualan ritel.
• Dollar AS telah anjlok ke level terendahnya dalam bulanan terhadap basket of currencies <.DXY> dan meskipun terdapat jeda dari permasalahan mengenai keuangan zona euro, emas telah naik lebih dari 2 persen dalam dua minggunya.
• Spot gold <XAU=> merosot 0.2 persen ke level $1536,85 per ons pada pukul 1418 GMT, yang telah mencapai level $1550,14 Rabu sebelumnya, level tertingginya sejak 3 Mei.
• U.S. gold <GCcv1> anjlok 0.3 persen ke level $1537,70, sementara euro‐priced gold <XAUEUR=R> merosot hingga 1.1 persen dalam hariannya ke level 1063,82 euro per ons.
• Palladium <XPD=> terakhir naik 1 persen ke level $773.72 per ons, yang telah berkurang mendekati 1 persen Rabu lalu, sementara itu platinum <XPT=> flat ke level $1814,74, yang telah turun 0.7 persen hari sebelumnya.
• Silver <XAG=> naik 0.3 persen ke level $36.86 per ons, sebagian membalikkan penurunan 4.3 persen Rabu lalu.
Thursday, June 2, 2011
Headline News 02.06.11
US & GLOBAL
• Para investor menarik dananya dari saham dan masuk ke pasar obligasi Rabu kemarin, ditengarai oleh berlanjut pesimisnya rilis data ekonomi AS semalam yang memicu tekanan S&P500 dalam kapasitas terbesarnya selama 10 bulan dan menekan yield obligasi AS bertenor 10 tahun di bawah 3,0% untuk pertama kalinya sejak Desember 2010. Daya serap tenaga kerja AS di sektor swasta periode Mei (dari ADP) lebih rendah hingga 4 kali lipat dari ekspektasi pasar, sementara kinerja manufaktur merosot ke level terendah sejak September 2009 – kian meningkatkan kekhawatiran bahwa langkah pemulihan ekonomi AS tertahan.
• Pesimisme rilis data ekonomi AS semalam juga memicu pemangkasan estimasi (downgrade) dari lembaga keuangan terkemuka di Wall Street untuk data non‐farm payrolls Mei AS yang dijadwalkan rilis hari Jumat besok. Laporan ADP memperlihatkan majikan menambahkan 38.000 pekerjaan kurang, hampir empat kali di bawah ini yang diharapkan oleh pasar. Departemen Tenaga Kerja AS akan merilis angka gaji untuk bulan
Mei pada hari Jumat. Sebuah jajak pendapat Reuters Rabu lalu menunjukkan ekspektasi non‐farm payrolls Mei AS sebesar 150.000, turun dibandingkan perkiraan sebelumnya 180.000. Beberapa analis mengatakan bahwa para trader ‘berbisik‐bisik’ di antara mereka bahwa data nonfarm payroll Mei AS akan dirilis 100.000. Jika data tenaga kerja AS tersebut dirilis di bawah estimasi, maka di beberapa bulan ke depan
nampaknya tekanan akan membayangi aset‐aset beresiko.
• Yield obligasi AS bertenor 10 tahun, aset favorit investor mencari tempat yang aman untuk menyimpan uang tunai di masa‐masa tak menentu, tertekan ke posisi terendah sejak Desember, sekitar 2,95%. Indeks saham Standard & Poor's 500, bersama indeks saham utama bursa Wall Street lainnya, tertekan lebih dari 2% ‐ sebuah penurunan terbesar sejak 11 Agustus 2010.
• Harga minyak mentah di New York <CLc1> dan London <LCOc1> juga turun lebih dari 2%, terbesar sejak 12 Mei. Pada perdagangan mata uang, EURUSD melonjak ke level tertinggi 4 minggu 1,4458 sebelum terkoreksi kembali karena profit taking. EURUSD saat ini dianggap sebagai ‘tanah tak bertuan’ – tidak ada yang ingin memilikinya hingga bergerak lebih tinggi, namun masih banyak pembeli yang menginginkannya di bawah areal 1,4400. Meskipun optimisme atas bailout kedua untuk utang yang melanda Yunani telah membantu euro bangkit dari titik terendahnya di bulan Mei (1.3968‐23/Mei), beberapa investor tetap khawatir tentang gambaran global, termasuk akhir dari program stimulus The Fed AS senilai $600 miliar, yang dikenal sebagai quantitative easing ke‐2 (QE2). Di sisi lain, data ekonomi kemarin juga menunjukkan survei manufaktur di Eropa dan Asia mengalami penurunan di bulan Mei – hal ini juga menjadi catatan peringatan bagi investor.
GOLD & COMMODITIES
• Emas sempat melemah Rabu lalu setelah data private‐sector jobs AS meragukan tingkat kesehatan dari negara dengan ekonomi terbesar didunia tersebut dan menekan dollar AS.
• Awalnya emas melemah setelah anggota dewan Eropa bertemu untuk mengerjakan paket bantuan bailout kedua untuk Yunani, yang mana mendorong euro, tetapi juga merangsang risk appetite investor, mengimbangi banyaknya dorongan potensi harga emas dari hasil pelemahan dollar AS.
• Laporan terpisah menunjukkan pertumbuhan pada private‐sector payrolls AS melemah tajam pada bulan Mei, anjlok ke level terendahnya dalam delapan bulan, hanya dua hari sebelum laporan utama pemerintah pada employment.
• Emas dalam euro <XAUEUR=R> anjlok pada awalnya ke level terendahnya sejak 20 Mei sebelum recovery yang ditunjukkan kenaikan 0.1 persen dalam hariannya.
• Sementara itu emas dalam dollar AS <XAU=> ke level $1532,20 per ons pada pukul 1401 GMT dari level $1534,65 pada penutupan New York Selasa sebelumnya.
• Spot silver <XAG=> turun 1.98 persen ke level $37.69 pe ons.
• U.S. July silver futures <SIcv1> merosot 1.5 persen ke level $37.72, yang telah turun lebih dari 20 persen pada bulan Mei.
• Palladium <XPD=> naik 0.5 persen ke level $778.22 per ons dari level $774.10 per ons Selasa lalu dan platinum ke level $1822,00 per ons dibandingkan dengan level $1828,10 sehari sebelumnya.
• Para investor menarik dananya dari saham dan masuk ke pasar obligasi Rabu kemarin, ditengarai oleh berlanjut pesimisnya rilis data ekonomi AS semalam yang memicu tekanan S&P500 dalam kapasitas terbesarnya selama 10 bulan dan menekan yield obligasi AS bertenor 10 tahun di bawah 3,0% untuk pertama kalinya sejak Desember 2010. Daya serap tenaga kerja AS di sektor swasta periode Mei (dari ADP) lebih rendah hingga 4 kali lipat dari ekspektasi pasar, sementara kinerja manufaktur merosot ke level terendah sejak September 2009 – kian meningkatkan kekhawatiran bahwa langkah pemulihan ekonomi AS tertahan.
• Pesimisme rilis data ekonomi AS semalam juga memicu pemangkasan estimasi (downgrade) dari lembaga keuangan terkemuka di Wall Street untuk data non‐farm payrolls Mei AS yang dijadwalkan rilis hari Jumat besok. Laporan ADP memperlihatkan majikan menambahkan 38.000 pekerjaan kurang, hampir empat kali di bawah ini yang diharapkan oleh pasar. Departemen Tenaga Kerja AS akan merilis angka gaji untuk bulan
Mei pada hari Jumat. Sebuah jajak pendapat Reuters Rabu lalu menunjukkan ekspektasi non‐farm payrolls Mei AS sebesar 150.000, turun dibandingkan perkiraan sebelumnya 180.000. Beberapa analis mengatakan bahwa para trader ‘berbisik‐bisik’ di antara mereka bahwa data nonfarm payroll Mei AS akan dirilis 100.000. Jika data tenaga kerja AS tersebut dirilis di bawah estimasi, maka di beberapa bulan ke depan
nampaknya tekanan akan membayangi aset‐aset beresiko.
• Yield obligasi AS bertenor 10 tahun, aset favorit investor mencari tempat yang aman untuk menyimpan uang tunai di masa‐masa tak menentu, tertekan ke posisi terendah sejak Desember, sekitar 2,95%. Indeks saham Standard & Poor's 500, bersama indeks saham utama bursa Wall Street lainnya, tertekan lebih dari 2% ‐ sebuah penurunan terbesar sejak 11 Agustus 2010.
• Harga minyak mentah di New York <CLc1> dan London <LCOc1> juga turun lebih dari 2%, terbesar sejak 12 Mei. Pada perdagangan mata uang, EURUSD melonjak ke level tertinggi 4 minggu 1,4458 sebelum terkoreksi kembali karena profit taking. EURUSD saat ini dianggap sebagai ‘tanah tak bertuan’ – tidak ada yang ingin memilikinya hingga bergerak lebih tinggi, namun masih banyak pembeli yang menginginkannya di bawah areal 1,4400. Meskipun optimisme atas bailout kedua untuk utang yang melanda Yunani telah membantu euro bangkit dari titik terendahnya di bulan Mei (1.3968‐23/Mei), beberapa investor tetap khawatir tentang gambaran global, termasuk akhir dari program stimulus The Fed AS senilai $600 miliar, yang dikenal sebagai quantitative easing ke‐2 (QE2). Di sisi lain, data ekonomi kemarin juga menunjukkan survei manufaktur di Eropa dan Asia mengalami penurunan di bulan Mei – hal ini juga menjadi catatan peringatan bagi investor.
GOLD & COMMODITIES
• Emas sempat melemah Rabu lalu setelah data private‐sector jobs AS meragukan tingkat kesehatan dari negara dengan ekonomi terbesar didunia tersebut dan menekan dollar AS.
• Awalnya emas melemah setelah anggota dewan Eropa bertemu untuk mengerjakan paket bantuan bailout kedua untuk Yunani, yang mana mendorong euro, tetapi juga merangsang risk appetite investor, mengimbangi banyaknya dorongan potensi harga emas dari hasil pelemahan dollar AS.
• Laporan terpisah menunjukkan pertumbuhan pada private‐sector payrolls AS melemah tajam pada bulan Mei, anjlok ke level terendahnya dalam delapan bulan, hanya dua hari sebelum laporan utama pemerintah pada employment.
• Emas dalam euro <XAUEUR=R> anjlok pada awalnya ke level terendahnya sejak 20 Mei sebelum recovery yang ditunjukkan kenaikan 0.1 persen dalam hariannya.
• Sementara itu emas dalam dollar AS <XAU=> ke level $1532,20 per ons pada pukul 1401 GMT dari level $1534,65 pada penutupan New York Selasa sebelumnya.
• Spot silver <XAG=> turun 1.98 persen ke level $37.69 pe ons.
• U.S. July silver futures <SIcv1> merosot 1.5 persen ke level $37.72, yang telah turun lebih dari 20 persen pada bulan Mei.
• Palladium <XPD=> naik 0.5 persen ke level $778.22 per ons dari level $774.10 per ons Selasa lalu dan platinum ke level $1822,00 per ons dibandingkan dengan level $1828,10 sehari sebelumnya.
Wednesday, June 1, 2011
Headline News 01.06.11
US & GLOBAL
• Terbukanya harapan pengucuran paket bantuan keuangan lanjutan bagi Yunani meredam kekhawatiran krisis utang Zona Eropa dan memicu kenaikan EURUSD ke level tertinggi 3 minggu, mendorong penguatan saham global serta naiknya harga minyak mentah Selasa kemarin.
• Di Wall Street, indeks saham utama AS masing‐masing naik lebih dari 1%, itu pun sudah terpangkas oleh sentimen negatif dari rilis pesimis datadata ekonominya semalam – indeks consumer confidence, indeks manufaktur regional dan data sektor perumahan. Sementara saham Eropa mencapai penutupan tertinggi 2,5 minggu, dipimpin oleh saham perbankan, ditandai dengan kenaikan saham‐saham perbankan Yunani sekitar
10%. Indeks bursa saham dunia yang dihitung dalam indeks MSCI juga naik lebih dari 1%, sedangkan indeks saham negara‐negara berkembang <.MSCIEF> naik 1,7%. Memang optimisme Selasa kemarin terlihat meningkat – karena bangkitnya aset‐aset beresiko – namun selama bulan Mei indeks Dow Jones mencatat akumulasi penurunan, ini menandakan kendurnya optimisme pasar. Harapan positif di Yunani masih dibayangi oleh pesimisme kondisi perekonomian, yang data‐datanya dirilis di bawah estimasi.
• Lemahnya rilis data‐data ekonomi AS akan menjadi rintangan bagi kelanjutan kenaikan bursa Wall Street, serta menyebabkan indeks S&P500 menutup perdagangan bulan Mei di level terendahnya selama 10 bulan.
• Para petinggi Uni Eropa bertemu di Wina‐Austria untuk membahas paket bailout ke‐2 bagi Yinani, namun partisipasi sektor swasta masih berada dalam topik diskusi untuk membantu meringankan beban utang negara tersebut. Jerman sedang mempertimbangkan menjatuhkan push untuk penjadwalan awal obligasi Yunani dalam rangka memfasilitasi kredit paket baru bantuan untuk Yunani, demikian The Wall Street Journal melaporkan, mengutip orang‐orang yang mengetahui akan masalah tersebut. Sementara kalangan pesimis mengatakan bahwa opsi bantuan untuk Yunani tidak akan memecahkan masalah, melainkan hanya mengulur waktu dan membatasi resiko penularan ke Irlandia, salah satu negara Eropa lain yang akan membutuhkan bantuan pinjaman pada tahun 2012 nanti.
• EURUSD naik hingga 1,4424 karena harapan dikucurkannya paket bantuan pinjaman ke‐2 untuk Yunani, namun masih diragukan kelanjutan kenaikan EURUSD tersebut. Investor masih akan menantikan resolusi yang paling akhir terhadap masalah utang Yunani dan ekonom saat ini masih melihat kemungkinan restrukturisasi sukarela yang melibatkan pemegang obligasi swasta. Laju penguatan EURUSD kemarin sempat tertahan setelah seorang anggota parlemen Jerman mengatakan kepada harian bisnis Handelsblatt bahwa Yunani harus keluar dari Zona Eropa.
EURUSD mengalami tekanan terburuknya di bulan Mei, terhitung sejak November 2010. Kekhawatiran muncul kembali bahwa paket bantuan baru pada Yunani tidak lebih hanya akan memberikan bantuan sementara, dibandingkan operasi intensif yang dibutuhkan untuk menyembuhkan penyakit keuangan negara. Indeks dolar AS, terhadap mata uang utama dunia, turun hampir 0.5%, akibat bangkitnya aset‐aset beresiko kemarin.
• Sementara lemahnya dollar menyebabkan rebound kembali pada harga‐harga di pasar komoditas, menaikkan harga minyak 2% di pasar New York, yang merupakan kenaikan terbesarnya hampir selama 2 minggu. Sedangkan harga komoditas logam tembaga ditutup di level tertinggi 4 minggu di pasar London. Harga minyak mentah di bursa berjangka AS <CLc1> ditutup naik di atas level $102/barel, sementara harga minyak mentah brent di bursa berjangka London <LCOc1> naik ke atas level $116. Indeks komoditas global dari Reuters/Jefferies CRB <.CRB> ‐ yang terdiri dari 19 komoditas – naik 1% kemarin. Rally harga minyak di akhir bulan Mei membatasi tekanannya menjadi sekitar 6% dari sebelumnya yang mencapai 10%.
• Harga obligasi AS awalnya sempat jatuh karena rebound euro dan aset‐aset beresiko, namun kemudian kembali naik setelah rilis pesimis data ekonomi AS. Obligasi AS dengan tenor 10 tahun <US10YT=RR> naik di harga 3/32 dengan yield sebesar 3,05%.
GOLD & COMMODITIES
• Emas bertahan disekitar level tertingginya yang mendekati empat minggu Selasa lalu, tetapi melemah sebelum kenaikannya setelah laporan bahwa Jerman dapat memperlancar jalan pada Yunani untuk mendapatkan bailout, yang mana mendorong investor untuk mencari aset‐aset beresiko.
• Wall Street Journal melaporkan Jerman mempertimbangkan mendesak penjadwalan awal pada obligasi Yunani untuk mengizinkan paket baru pada bantuan pinjaman untuk menjaga Yunani dari defaulting utangnya.
• Penurunan dollar AS terhadap euro membuat sedikit rangsangan permintaan pada emas, yang mana bergerak berbalikan terhadap mata uang AS, karena hasil membaiknya risk appetite ikut mengenyampingkan emas.
• Spot gold <XAU=> naik ke level tertingginya $1540,36, level tertingginya sejak 4 Mei, sebelum tertekan ke level $1538,10 per ons pada pukul 1430 GMT, flat dalam hariannya. June gold futures <GCM1> meningkat 0.1 persen ke level $1538,10.
• "At least to some degree, the sovereign debt issues with Greece and the other peripheral EU countries has been pretty well documented, so it's not necessarily a surprise for the market," kata analis HSBC James Steel.
• "Gold has been rallying since the middle of May and is actually some sixty‐odd dollars higher from the recent low, so it hasn't done too badly."
• Silver <XAG=> menguat 1.1 persen ke level $38.48 per ons, telah anjlok lebih dari 20 persen pada bulan Mei – penurunan terbesarnya sejak Agustus 2008 – yang telah mencatatkan ke level tertingginya $49.51 pada bulan April.
• Platinum <XPT=> dan palladium <XPD=> keduanya naik dalam hariannya, diuntungkan dari kenaikan investor appetite pada growth‐linked assets.
• Platinum naik 1.7 persen dalam hariannya ke level $1826,74 per ons, sementara itu palladium meningkat 3 persen ke level $777.47.
• Terbukanya harapan pengucuran paket bantuan keuangan lanjutan bagi Yunani meredam kekhawatiran krisis utang Zona Eropa dan memicu kenaikan EURUSD ke level tertinggi 3 minggu, mendorong penguatan saham global serta naiknya harga minyak mentah Selasa kemarin.
• Di Wall Street, indeks saham utama AS masing‐masing naik lebih dari 1%, itu pun sudah terpangkas oleh sentimen negatif dari rilis pesimis datadata ekonominya semalam – indeks consumer confidence, indeks manufaktur regional dan data sektor perumahan. Sementara saham Eropa mencapai penutupan tertinggi 2,5 minggu, dipimpin oleh saham perbankan, ditandai dengan kenaikan saham‐saham perbankan Yunani sekitar
10%. Indeks bursa saham dunia yang dihitung dalam indeks MSCI juga naik lebih dari 1%, sedangkan indeks saham negara‐negara berkembang <.MSCIEF> naik 1,7%. Memang optimisme Selasa kemarin terlihat meningkat – karena bangkitnya aset‐aset beresiko – namun selama bulan Mei indeks Dow Jones mencatat akumulasi penurunan, ini menandakan kendurnya optimisme pasar. Harapan positif di Yunani masih dibayangi oleh pesimisme kondisi perekonomian, yang data‐datanya dirilis di bawah estimasi.
• Lemahnya rilis data‐data ekonomi AS akan menjadi rintangan bagi kelanjutan kenaikan bursa Wall Street, serta menyebabkan indeks S&P500 menutup perdagangan bulan Mei di level terendahnya selama 10 bulan.
• Para petinggi Uni Eropa bertemu di Wina‐Austria untuk membahas paket bailout ke‐2 bagi Yinani, namun partisipasi sektor swasta masih berada dalam topik diskusi untuk membantu meringankan beban utang negara tersebut. Jerman sedang mempertimbangkan menjatuhkan push untuk penjadwalan awal obligasi Yunani dalam rangka memfasilitasi kredit paket baru bantuan untuk Yunani, demikian The Wall Street Journal melaporkan, mengutip orang‐orang yang mengetahui akan masalah tersebut. Sementara kalangan pesimis mengatakan bahwa opsi bantuan untuk Yunani tidak akan memecahkan masalah, melainkan hanya mengulur waktu dan membatasi resiko penularan ke Irlandia, salah satu negara Eropa lain yang akan membutuhkan bantuan pinjaman pada tahun 2012 nanti.
• EURUSD naik hingga 1,4424 karena harapan dikucurkannya paket bantuan pinjaman ke‐2 untuk Yunani, namun masih diragukan kelanjutan kenaikan EURUSD tersebut. Investor masih akan menantikan resolusi yang paling akhir terhadap masalah utang Yunani dan ekonom saat ini masih melihat kemungkinan restrukturisasi sukarela yang melibatkan pemegang obligasi swasta. Laju penguatan EURUSD kemarin sempat tertahan setelah seorang anggota parlemen Jerman mengatakan kepada harian bisnis Handelsblatt bahwa Yunani harus keluar dari Zona Eropa.
EURUSD mengalami tekanan terburuknya di bulan Mei, terhitung sejak November 2010. Kekhawatiran muncul kembali bahwa paket bantuan baru pada Yunani tidak lebih hanya akan memberikan bantuan sementara, dibandingkan operasi intensif yang dibutuhkan untuk menyembuhkan penyakit keuangan negara. Indeks dolar AS, terhadap mata uang utama dunia, turun hampir 0.5%, akibat bangkitnya aset‐aset beresiko kemarin.
• Sementara lemahnya dollar menyebabkan rebound kembali pada harga‐harga di pasar komoditas, menaikkan harga minyak 2% di pasar New York, yang merupakan kenaikan terbesarnya hampir selama 2 minggu. Sedangkan harga komoditas logam tembaga ditutup di level tertinggi 4 minggu di pasar London. Harga minyak mentah di bursa berjangka AS <CLc1> ditutup naik di atas level $102/barel, sementara harga minyak mentah brent di bursa berjangka London <LCOc1> naik ke atas level $116. Indeks komoditas global dari Reuters/Jefferies CRB <.CRB> ‐ yang terdiri dari 19 komoditas – naik 1% kemarin. Rally harga minyak di akhir bulan Mei membatasi tekanannya menjadi sekitar 6% dari sebelumnya yang mencapai 10%.
• Harga obligasi AS awalnya sempat jatuh karena rebound euro dan aset‐aset beresiko, namun kemudian kembali naik setelah rilis pesimis data ekonomi AS. Obligasi AS dengan tenor 10 tahun <US10YT=RR> naik di harga 3/32 dengan yield sebesar 3,05%.
GOLD & COMMODITIES
• Emas bertahan disekitar level tertingginya yang mendekati empat minggu Selasa lalu, tetapi melemah sebelum kenaikannya setelah laporan bahwa Jerman dapat memperlancar jalan pada Yunani untuk mendapatkan bailout, yang mana mendorong investor untuk mencari aset‐aset beresiko.
• Wall Street Journal melaporkan Jerman mempertimbangkan mendesak penjadwalan awal pada obligasi Yunani untuk mengizinkan paket baru pada bantuan pinjaman untuk menjaga Yunani dari defaulting utangnya.
• Penurunan dollar AS terhadap euro membuat sedikit rangsangan permintaan pada emas, yang mana bergerak berbalikan terhadap mata uang AS, karena hasil membaiknya risk appetite ikut mengenyampingkan emas.
• Spot gold <XAU=> naik ke level tertingginya $1540,36, level tertingginya sejak 4 Mei, sebelum tertekan ke level $1538,10 per ons pada pukul 1430 GMT, flat dalam hariannya. June gold futures <GCM1> meningkat 0.1 persen ke level $1538,10.
• "At least to some degree, the sovereign debt issues with Greece and the other peripheral EU countries has been pretty well documented, so it's not necessarily a surprise for the market," kata analis HSBC James Steel.
• "Gold has been rallying since the middle of May and is actually some sixty‐odd dollars higher from the recent low, so it hasn't done too badly."
• Silver <XAG=> menguat 1.1 persen ke level $38.48 per ons, telah anjlok lebih dari 20 persen pada bulan Mei – penurunan terbesarnya sejak Agustus 2008 – yang telah mencatatkan ke level tertingginya $49.51 pada bulan April.
• Platinum <XPT=> dan palladium <XPD=> keduanya naik dalam hariannya, diuntungkan dari kenaikan investor appetite pada growth‐linked assets.
• Platinum naik 1.7 persen dalam hariannya ke level $1826,74 per ons, sementara itu palladium meningkat 3 persen ke level $777.47.
Tuesday, May 31, 2011
Headline News 31.05.11
US & GLOBAL
• Euro melemah dan bursa saham dunia gagal melanjutkan rebound pada hari Senin karena masih adanya kekhawatiran gagal bayar utang Yunani serta minimnya aktifitas transaksi karena tutupnya pasar AS dan London memperingati libur nasionalnya masing‐masing. Mata uang tunggal Eropa turun sekitar 0,4% dan indeks saham Eropa dan Asia cenderung bergerak flat. Isu penting di bursa saham Eropa Senin kemarin adalah keputusan pemerintah Jerman untuk menutup semua reaktor nuklirnya pada tahun 2022 pasca krisis nuklir Fukushima Jepang – hal ini menekan saham‐saham utility Jerman, seperti RWE dan E.ON, rata‐rata 2%, sedangkan saham‐saham energi alternatif berhasil mengalami kenaikan.
• Krisis utang Yunani masih menghalangi minat investor untuk menanam dananya ke aset‐aset beresiko tinggi. Uni Eropa dan IMF akan memberikan putusan mereka minggu ini pada Yunani untuk mengatasi defisit anggarannya. Sementara itu, Perdana Menteri Yunani, George Papandreou, telah gagal memenangkan dukungan dari partai oposisi untuk mengadopsi langkah‐langkah penghematan (austerity) lebih lanjut, seperti yang dihendaki oleh Uni Eropa dan IMF – hal tersebut meningkatkan keraguan apakah Yunani akan menerima tahap berikutnya pinjaman bailout.
• Hal lain yang memicu kekhawatiran pada isu krisis utang Eropa adalah berita bahwa seorang menteri di Irlandia yang mengatakan mungkin harus meminta lagi pinjaman dari Uni Eropa dan IMF karena kesulitan mengembalikan dana ke pasar obligasi yang digunakan untuk mencukupi anggaran tahun depan. EURUSD jatuh hingga ke 1,4257 Senin kemarin, level resistance yang berkembang di antara para trader saat ini adalah sekitar 1,4350. Para investor enggan mengakumulasi aksi beli EURUSD lebih lanjut karena ketidakpastian apakah Yunani akan menerima tahap berikutnya dari bantuan Uni Eropa/IMF.
• Sementara kekhawatiran tentang risiko dari restrukturisasi utang Yunani mengancam tekanan untuk euro, di sisi lain lemahnya data ekonomi AS dan turunnya imbal hasil (yield) obligasi di pasar Treasury AS juga membebani dolar – yang Jumat lalu mencapai rekor terendah terhadap franc Swiss di 0,8463 dan merosot hingga level terendah 26 tahun terhadap dolar Selandia Baru pada hari Senin. Indeks dolar, terhadap mata uang utama dunia, bergerak flat di sekitar level $75, tidak jauh dari level terendah 2 minggunya di 74,752. Data AS menunjukkan pertumbuhan ekonomi kehilangan momentum dan memperkuat ekspektasi bahwa The Fed AS belum akan menaikkan suku bunganya tahun ini – sehingga menekan minat investasi pada aset‐aset dalam denominasi dolar AS. Selama isu perubahan suku bunga belum terjadi maka sulit bagi dolar AS untuk merubah arah pergerakan (trend) utamanya saat ini.
• Indeks bursa saham dunia yang dihitung dalam indeks MSCI naik 0,1% Senin kemarin, indeks Nikkei Jepang <.N225> berakhir turun 0,2%, sedangkan indeks saham MSCI Asia Pasifik di luar Jepang menemukan pijakan setelah jatuh selama lima minggu berturut‐turut.
• Minyak mentah Brent turun di bawah $115/barel, terbebani oleh harapan bahwa produksi minyak OPEC pada bulan Mei akan lebih tinggi dari April, sementara investor juga terus mengawasi permintaan dari Amerika Serikat menjelang musim panas. Emas tetap stabil, didukung oleh krisis utang di Zona Eropa.
• Data tenaga kerja AS dan Jerman minggu ini beserta inflasi Eropa akan menjadi fokus perdagangan dan sekaligus akan menjadi kunci dalam menentukan apakah risk‐aversion (sikap menjauhi diri dari aset beresiko) investor akan terus meningkat menjelang akhir program QE‐2 The Fed AS.
Setelah Yunani, investor akan melihat Portugal sebagai fokus selanjutnya dari krisis utang Eropa, karena sedang mempersiapkan pemilihan umum pada 5 Juni akhir minggu ini. IMF akan berada di Lisbon pada 30‐31 Mei untuk membahas pelaksanaan rencana bailout 78‐miliar euro yang sudah disepakati bulan lalu. Krisis utang Zona Eropa nampaknya akan menjadi isu terdepan yang mengakibatkan perubahan alokasi aset jika ternyata bisa mempengaruhi ekspektasi kenaikan suku bunga ECB – yang saat ini diperkirakan masih akan menaikkan suku bunga sebesar 25 bps pada akhir 2011 setelah bulan lalu menaikkannya menjadi 1,25%.
GOLD & COMMODITIES
• Emas bertahan menguat ke level tertingginya dalam tiga minggu dan silver naik dalam perdagangan yang tipis Senin lalu, didorong oleh ekspektasi dari kekhawatiran utang kedepannya pada zona euro.
• Dengan libur nasional di AS dan Inggris melemahkan likuiditas, volume perdagangan pada U.S. futures kurang dari sepersepuluh dari keadaan normal. Di Asia, trader mengatakan kenaikan marjin pada Shanghai Gold Exchange ikut menjaga sentimen.
• Fokus saat ini pada Eropa, dimana pemasalahan berkenaan dengan utang Yunani yang telah membantu menyalakan kembali gold's rally setelah kejatuhan tiba‐tiba pada pasar komoditas yang dimulai bulan Mei. Dalam sebulan emas masih turun sekitar 1.6 persen, ditekan oleh penurunan bulan pertamanya.
• Spot gold <XAU=> meningkat $2 atau 0.1 persen ke level $1538,39 per ons pada pukul 1725 GMT setelah melonjak lebih dari 1 persen Jumat lalu.
• U.S. gold <GCcv1> naik $2.70 atau $1539.
• Spot silver <XAG=> menguat 0.5 persen ke level $38.07 per ons, memperluas kenaikannya minggu lalu sebesar 8.1 persen. U.S. silver <SIcv1> naik 0.6 persen ke level $38.09. Silver masih turun lebih dari 20 pesen pada bulan Mei, kinerja terburuknya sejak pertengahan pada krisis finansial pada bulan Agustus 2008.
• Euro melemah dan bursa saham dunia gagal melanjutkan rebound pada hari Senin karena masih adanya kekhawatiran gagal bayar utang Yunani serta minimnya aktifitas transaksi karena tutupnya pasar AS dan London memperingati libur nasionalnya masing‐masing. Mata uang tunggal Eropa turun sekitar 0,4% dan indeks saham Eropa dan Asia cenderung bergerak flat. Isu penting di bursa saham Eropa Senin kemarin adalah keputusan pemerintah Jerman untuk menutup semua reaktor nuklirnya pada tahun 2022 pasca krisis nuklir Fukushima Jepang – hal ini menekan saham‐saham utility Jerman, seperti RWE dan E.ON, rata‐rata 2%, sedangkan saham‐saham energi alternatif berhasil mengalami kenaikan.
• Krisis utang Yunani masih menghalangi minat investor untuk menanam dananya ke aset‐aset beresiko tinggi. Uni Eropa dan IMF akan memberikan putusan mereka minggu ini pada Yunani untuk mengatasi defisit anggarannya. Sementara itu, Perdana Menteri Yunani, George Papandreou, telah gagal memenangkan dukungan dari partai oposisi untuk mengadopsi langkah‐langkah penghematan (austerity) lebih lanjut, seperti yang dihendaki oleh Uni Eropa dan IMF – hal tersebut meningkatkan keraguan apakah Yunani akan menerima tahap berikutnya pinjaman bailout.
• Hal lain yang memicu kekhawatiran pada isu krisis utang Eropa adalah berita bahwa seorang menteri di Irlandia yang mengatakan mungkin harus meminta lagi pinjaman dari Uni Eropa dan IMF karena kesulitan mengembalikan dana ke pasar obligasi yang digunakan untuk mencukupi anggaran tahun depan. EURUSD jatuh hingga ke 1,4257 Senin kemarin, level resistance yang berkembang di antara para trader saat ini adalah sekitar 1,4350. Para investor enggan mengakumulasi aksi beli EURUSD lebih lanjut karena ketidakpastian apakah Yunani akan menerima tahap berikutnya dari bantuan Uni Eropa/IMF.
• Sementara kekhawatiran tentang risiko dari restrukturisasi utang Yunani mengancam tekanan untuk euro, di sisi lain lemahnya data ekonomi AS dan turunnya imbal hasil (yield) obligasi di pasar Treasury AS juga membebani dolar – yang Jumat lalu mencapai rekor terendah terhadap franc Swiss di 0,8463 dan merosot hingga level terendah 26 tahun terhadap dolar Selandia Baru pada hari Senin. Indeks dolar, terhadap mata uang utama dunia, bergerak flat di sekitar level $75, tidak jauh dari level terendah 2 minggunya di 74,752. Data AS menunjukkan pertumbuhan ekonomi kehilangan momentum dan memperkuat ekspektasi bahwa The Fed AS belum akan menaikkan suku bunganya tahun ini – sehingga menekan minat investasi pada aset‐aset dalam denominasi dolar AS. Selama isu perubahan suku bunga belum terjadi maka sulit bagi dolar AS untuk merubah arah pergerakan (trend) utamanya saat ini.
• Indeks bursa saham dunia yang dihitung dalam indeks MSCI naik 0,1% Senin kemarin, indeks Nikkei Jepang <.N225> berakhir turun 0,2%, sedangkan indeks saham MSCI Asia Pasifik di luar Jepang menemukan pijakan setelah jatuh selama lima minggu berturut‐turut.
• Minyak mentah Brent turun di bawah $115/barel, terbebani oleh harapan bahwa produksi minyak OPEC pada bulan Mei akan lebih tinggi dari April, sementara investor juga terus mengawasi permintaan dari Amerika Serikat menjelang musim panas. Emas tetap stabil, didukung oleh krisis utang di Zona Eropa.
• Data tenaga kerja AS dan Jerman minggu ini beserta inflasi Eropa akan menjadi fokus perdagangan dan sekaligus akan menjadi kunci dalam menentukan apakah risk‐aversion (sikap menjauhi diri dari aset beresiko) investor akan terus meningkat menjelang akhir program QE‐2 The Fed AS.
Setelah Yunani, investor akan melihat Portugal sebagai fokus selanjutnya dari krisis utang Eropa, karena sedang mempersiapkan pemilihan umum pada 5 Juni akhir minggu ini. IMF akan berada di Lisbon pada 30‐31 Mei untuk membahas pelaksanaan rencana bailout 78‐miliar euro yang sudah disepakati bulan lalu. Krisis utang Zona Eropa nampaknya akan menjadi isu terdepan yang mengakibatkan perubahan alokasi aset jika ternyata bisa mempengaruhi ekspektasi kenaikan suku bunga ECB – yang saat ini diperkirakan masih akan menaikkan suku bunga sebesar 25 bps pada akhir 2011 setelah bulan lalu menaikkannya menjadi 1,25%.
GOLD & COMMODITIES
• Emas bertahan menguat ke level tertingginya dalam tiga minggu dan silver naik dalam perdagangan yang tipis Senin lalu, didorong oleh ekspektasi dari kekhawatiran utang kedepannya pada zona euro.
• Dengan libur nasional di AS dan Inggris melemahkan likuiditas, volume perdagangan pada U.S. futures kurang dari sepersepuluh dari keadaan normal. Di Asia, trader mengatakan kenaikan marjin pada Shanghai Gold Exchange ikut menjaga sentimen.
• Fokus saat ini pada Eropa, dimana pemasalahan berkenaan dengan utang Yunani yang telah membantu menyalakan kembali gold's rally setelah kejatuhan tiba‐tiba pada pasar komoditas yang dimulai bulan Mei. Dalam sebulan emas masih turun sekitar 1.6 persen, ditekan oleh penurunan bulan pertamanya.
• Spot gold <XAU=> meningkat $2 atau 0.1 persen ke level $1538,39 per ons pada pukul 1725 GMT setelah melonjak lebih dari 1 persen Jumat lalu.
• U.S. gold <GCcv1> naik $2.70 atau $1539.
• Spot silver <XAG=> menguat 0.5 persen ke level $38.07 per ons, memperluas kenaikannya minggu lalu sebesar 8.1 persen. U.S. silver <SIcv1> naik 0.6 persen ke level $38.09. Silver masih turun lebih dari 20 pesen pada bulan Mei, kinerja terburuknya sejak pertengahan pada krisis finansial pada bulan Agustus 2008.
Monday, May 30, 2011
Headline News 30.05.11
US & GLOBAL
• Dolar AS turun secara luas pada hari Jumat setelah data perumahan dan consumer spending AS dirilis lebih lemah dari perkiraan yang memicu kekhawatiran pemulihan sedang kehilangan momentum, sementara komoditas membukukan kenaikan 3 minggu berturut‐turut. Bursa saham Wall Street berlanjut rebound dalam kapasitas tipis, dipimpin oleh saham energi dan material, namun volume transaksi terbilang rendah menjelang long‐weekend pasar AS – memperingati libur Memorial Day Senin.
• Korelasi invers dari dolar terhadap ekuitas tampaknya menjadi tren yang dapat menjadi fokus para investor untuk sementara waktu. Logikanya adalah bahwa melemahnya dolar AS membantu peningkatan ekspor, penjualan dan keuntungan bagi perusahaan‐perusahaan multinasional di Amerika Serikat.
• EURUSD naik seketika ke atas areal 1,4300‐an setelah sejumlah komentar dari petinggi Eropa perlahan meredam kekhawatiran default utang Yunani dalam jangka pendek, namun demikian euro terus tertekan ke rekor terendahnya atas Swiss franc karena krisis utang di Eropa dipandang masih jauh dari terselesaikan.
• Pending home sales April AS turun jauh lebih dari yang diperkirakan dan bahkan menyentuh level terendah 7 bulan, mengacaukan harapan pemulihan di pasar perumahan yang sudah mulai bangkit sebelumnya. Sementara data terpisah menunjukkan kenaikan belanja konsumen April AS masih di bawah harapan. Selain memicu kekhawatiran pemulihan ekonomi, lemahnya data ekonomi AS juga menyebabkan kebijakan moneter yang ultra‐rendah masih berpeluang besar dipertahankan, sehingga likuiditas masih akan mengarah pada aset pasar yang lebih meresponnya.
• Indeks saham dunia dari MSCI naik hampir 1,0% Jumat lalu, namun secara akumulatif masih mengalami tekanan terbesarnya untuk basis bulanan dalam setahun terakhir ini. Indeks Eropa FTSEurofirst 300 <.FTEU3> juga naik 0,7% Jumat kemarin, serta indeks saham di emerging market <.MSCIEF> yang naik
1,2%.
• Indeks dolar AS melemah hampir 1% terhadap mata uang utama dunia, dan tertekan ke rekor terendahnya atas Swiss franc di 0,8513. Estimasi bahwa The Fed akan tetap mempertahankan kebijakan moneter yang longgar di saat bank‐bank sentral lain (di emerging market seperti Cina dan serta Eropa) mulai memperketat kebijakan masing‐masing menyebabkan tingkat diferensiasi yang menekan indeks dollar AS dalam beberapa bulan terakhir.
• Sementara PM Yunani gagal meyakinkan para pemimpin oposisi pada hari Jumat untuk mendukung langkah‐langkah penghematan (austerity) untuk membebaskan diri dari bantuan Uni Eropa/bantuan IMF dalam rangka mencegah default (gagal bayar). Tetapi euro mendapatkan momentum di sesi New
York setelah anggota dewan Bank Sentral Eropa asal Yunani, George Provopoulos, menegaskan bahwa Yunani akan mampu membayar hutangnya secara penuh tanpa restrukturisasi jika konsisten dengan rencana penghematan (austerity). Komentar‐komentar seperti ini meredam kekhawatiran pasar terhadap krisis utang Yunani dan Eropa, sehingga mengendurkan tekanan terhadap mata uang euro. EURUSD naik 1,1% ke level $1,4302 meskipun tergelincir lebih lanjut ke rekor terendah 1,2159 terhadap franc Swiss. USDJPY turun 0,6% hingga 80,85. Lembaga Fitch memangkas outlook peringkat utang Jepang, dengan penjelasan bahwa total biaya pemulihan gempa dan tsunami Maret masih tidak diketahui terutama setelah dampaknya menjadi
krisis nuklir menimbulkan gangguan pada keuangan publik di negara matahari terbit tersebut.
• Lemahnya dolar yang terus dibayangi oleh masih adanya ketegangan Timur Tengah, memicu kembali kenaikan harga minyak. Ditandai dengan kenaikan harga minyak mentah di pasar berjangka AS <CLc1> yang berada di $ 100.75/barel setelah penutupan Wall Street, menyusul sebelumnya sempat naik hingga $ 101,24. Harga minyak mentah brent <LCOc1> menyentuh $ 115,68 sebelum ditutup di $115,03/barel. Komoditas lainnya, yakni harga emas di pasar spot <XAU=> ke level tertingginya sejak 4 Mei, di $1,538.10/ons. Minat pasar terhadap aset emas meningkat di beberapa pekan terakhir akibat meningkatnya krisis utang Eropa. Indeks komoditas dari Reuters‐Jefferies CRB <.CRB> naik 0,9%, melanjutkan kenaikan selama 3 minggu berturut‐turut, meskipun secara akumulatif di bulan Mei ini telah merosot 7,0% akibat koreksi signifikan di awal bulan.
• Krisis utang Eropa dan rilis data pesimis yang mengejutkan menjelang berakhirnya program quantitative easing ke‐2 (QE‐2) The Fed AS Juni nampaknya masih akan mempengaruhi putusan transaksi investor minggu ini. Sementara data tenaga kerja AS dan Jerman minggu ini beserta inflasi Eropa akan menjadi fokus perdagangan dan sekaligus akan menjadi kunci dalam menentukan apakah risk‐aversion (menjauhi diri dari aset beresiko) investor akan terus meningkat menjelang akhir program QE‐2 The Fed AS.
Setelah Yunani, investor akan melihat Portugal sebagai fokus selanjutnya dari krisis utang Eropa, karena sedang mempersiapkan pemilihan umum pada 5 Juni akhir minggu ini. IMF akan berada di Lisbon pada 30‐31 Mei untuk membahas pelaksanaan rencana bailout 78‐miliar euro yang sudah disepakati bulan lalu. Krisis utang Zona Eropa nampaknya akan menjadi isu terdepan yang mengakibatkan perubahan alokasi aset jika ternyata bisa mempengaruhi ekspektasi kenaikan suku bunga ECB – yang saat ini diperkirakan masih akan menaikkan suku bunga sebesar 25 bps pada akhir 2011 setelah bulan lalu menaikkannya menjadi 1,25%.
GOLD & COMMODITIES
• Emas mencapai level tertingginya yang lebih dari tiga minggu Jumat lalu karena kekhawatiran mengenai krisis utang Yunani yang memicu aksi beli dari investor yang mencari untuk safe place dalam menempatkan aset‐asetnya, sementara itu pelemahan dollar AS juga ikut mendorong sentimen.
• Spot gold <XAU=> ke level $1534,80 per troi ons, level tertingginya sejak 4 Mei. Telah diperdagangkan pada level $1527,90 per ons pada pukul 1351 GMT dari level $1518,10 pada penutupan New York Kamis sebelumnya.
• Ketertarikan pada emas telah didorong pada kekhawatiran minggu‐minggu ini pada menyebarnya masalah dari Yunani ke Irlandia, Portugal dan Spanyol.
• Dollar turun ke posisi terendahnya terhadap euro setelah anggota dewan Gubernur European Central Bank George Provopoulos mengatakan Yunani dapat menangani utangnya jika didukung pada program bantuan.
• Spot silver <XAG=> diperdagangkan pada level $38.04 per ons dari level $37.24 pada penutupan Kamis sebelumnya, platinum <XPT=> pada level $1785,49 dari $1764,85 dan palladium <XPD=> level $755.72 dari $751.45.
• "We believe that the cash cost of the marginal producer is still the relevant benchmark to judge whether platinum and palladium provide value or not," Standard Bank mengatakannya dalam suatu catatan.
• "Therefore, the market could trade lower, fundamentally growing value in platinum and palladium on approach of $1,700 and $700 respectively."
• Dolar AS turun secara luas pada hari Jumat setelah data perumahan dan consumer spending AS dirilis lebih lemah dari perkiraan yang memicu kekhawatiran pemulihan sedang kehilangan momentum, sementara komoditas membukukan kenaikan 3 minggu berturut‐turut. Bursa saham Wall Street berlanjut rebound dalam kapasitas tipis, dipimpin oleh saham energi dan material, namun volume transaksi terbilang rendah menjelang long‐weekend pasar AS – memperingati libur Memorial Day Senin.
• Korelasi invers dari dolar terhadap ekuitas tampaknya menjadi tren yang dapat menjadi fokus para investor untuk sementara waktu. Logikanya adalah bahwa melemahnya dolar AS membantu peningkatan ekspor, penjualan dan keuntungan bagi perusahaan‐perusahaan multinasional di Amerika Serikat.
• EURUSD naik seketika ke atas areal 1,4300‐an setelah sejumlah komentar dari petinggi Eropa perlahan meredam kekhawatiran default utang Yunani dalam jangka pendek, namun demikian euro terus tertekan ke rekor terendahnya atas Swiss franc karena krisis utang di Eropa dipandang masih jauh dari terselesaikan.
• Pending home sales April AS turun jauh lebih dari yang diperkirakan dan bahkan menyentuh level terendah 7 bulan, mengacaukan harapan pemulihan di pasar perumahan yang sudah mulai bangkit sebelumnya. Sementara data terpisah menunjukkan kenaikan belanja konsumen April AS masih di bawah harapan. Selain memicu kekhawatiran pemulihan ekonomi, lemahnya data ekonomi AS juga menyebabkan kebijakan moneter yang ultra‐rendah masih berpeluang besar dipertahankan, sehingga likuiditas masih akan mengarah pada aset pasar yang lebih meresponnya.
• Indeks saham dunia dari MSCI naik hampir 1,0% Jumat lalu, namun secara akumulatif masih mengalami tekanan terbesarnya untuk basis bulanan dalam setahun terakhir ini. Indeks Eropa FTSEurofirst 300 <.FTEU3> juga naik 0,7% Jumat kemarin, serta indeks saham di emerging market <.MSCIEF> yang naik
1,2%.
• Indeks dolar AS melemah hampir 1% terhadap mata uang utama dunia, dan tertekan ke rekor terendahnya atas Swiss franc di 0,8513. Estimasi bahwa The Fed akan tetap mempertahankan kebijakan moneter yang longgar di saat bank‐bank sentral lain (di emerging market seperti Cina dan serta Eropa) mulai memperketat kebijakan masing‐masing menyebabkan tingkat diferensiasi yang menekan indeks dollar AS dalam beberapa bulan terakhir.
• Sementara PM Yunani gagal meyakinkan para pemimpin oposisi pada hari Jumat untuk mendukung langkah‐langkah penghematan (austerity) untuk membebaskan diri dari bantuan Uni Eropa/bantuan IMF dalam rangka mencegah default (gagal bayar). Tetapi euro mendapatkan momentum di sesi New
York setelah anggota dewan Bank Sentral Eropa asal Yunani, George Provopoulos, menegaskan bahwa Yunani akan mampu membayar hutangnya secara penuh tanpa restrukturisasi jika konsisten dengan rencana penghematan (austerity). Komentar‐komentar seperti ini meredam kekhawatiran pasar terhadap krisis utang Yunani dan Eropa, sehingga mengendurkan tekanan terhadap mata uang euro. EURUSD naik 1,1% ke level $1,4302 meskipun tergelincir lebih lanjut ke rekor terendah 1,2159 terhadap franc Swiss. USDJPY turun 0,6% hingga 80,85. Lembaga Fitch memangkas outlook peringkat utang Jepang, dengan penjelasan bahwa total biaya pemulihan gempa dan tsunami Maret masih tidak diketahui terutama setelah dampaknya menjadi
krisis nuklir menimbulkan gangguan pada keuangan publik di negara matahari terbit tersebut.
• Lemahnya dolar yang terus dibayangi oleh masih adanya ketegangan Timur Tengah, memicu kembali kenaikan harga minyak. Ditandai dengan kenaikan harga minyak mentah di pasar berjangka AS <CLc1> yang berada di $ 100.75/barel setelah penutupan Wall Street, menyusul sebelumnya sempat naik hingga $ 101,24. Harga minyak mentah brent <LCOc1> menyentuh $ 115,68 sebelum ditutup di $115,03/barel. Komoditas lainnya, yakni harga emas di pasar spot <XAU=> ke level tertingginya sejak 4 Mei, di $1,538.10/ons. Minat pasar terhadap aset emas meningkat di beberapa pekan terakhir akibat meningkatnya krisis utang Eropa. Indeks komoditas dari Reuters‐Jefferies CRB <.CRB> naik 0,9%, melanjutkan kenaikan selama 3 minggu berturut‐turut, meskipun secara akumulatif di bulan Mei ini telah merosot 7,0% akibat koreksi signifikan di awal bulan.
• Krisis utang Eropa dan rilis data pesimis yang mengejutkan menjelang berakhirnya program quantitative easing ke‐2 (QE‐2) The Fed AS Juni nampaknya masih akan mempengaruhi putusan transaksi investor minggu ini. Sementara data tenaga kerja AS dan Jerman minggu ini beserta inflasi Eropa akan menjadi fokus perdagangan dan sekaligus akan menjadi kunci dalam menentukan apakah risk‐aversion (menjauhi diri dari aset beresiko) investor akan terus meningkat menjelang akhir program QE‐2 The Fed AS.
Setelah Yunani, investor akan melihat Portugal sebagai fokus selanjutnya dari krisis utang Eropa, karena sedang mempersiapkan pemilihan umum pada 5 Juni akhir minggu ini. IMF akan berada di Lisbon pada 30‐31 Mei untuk membahas pelaksanaan rencana bailout 78‐miliar euro yang sudah disepakati bulan lalu. Krisis utang Zona Eropa nampaknya akan menjadi isu terdepan yang mengakibatkan perubahan alokasi aset jika ternyata bisa mempengaruhi ekspektasi kenaikan suku bunga ECB – yang saat ini diperkirakan masih akan menaikkan suku bunga sebesar 25 bps pada akhir 2011 setelah bulan lalu menaikkannya menjadi 1,25%.
GOLD & COMMODITIES
• Emas mencapai level tertingginya yang lebih dari tiga minggu Jumat lalu karena kekhawatiran mengenai krisis utang Yunani yang memicu aksi beli dari investor yang mencari untuk safe place dalam menempatkan aset‐asetnya, sementara itu pelemahan dollar AS juga ikut mendorong sentimen.
• Spot gold <XAU=> ke level $1534,80 per troi ons, level tertingginya sejak 4 Mei. Telah diperdagangkan pada level $1527,90 per ons pada pukul 1351 GMT dari level $1518,10 pada penutupan New York Kamis sebelumnya.
• Ketertarikan pada emas telah didorong pada kekhawatiran minggu‐minggu ini pada menyebarnya masalah dari Yunani ke Irlandia, Portugal dan Spanyol.
• Dollar turun ke posisi terendahnya terhadap euro setelah anggota dewan Gubernur European Central Bank George Provopoulos mengatakan Yunani dapat menangani utangnya jika didukung pada program bantuan.
• Spot silver <XAG=> diperdagangkan pada level $38.04 per ons dari level $37.24 pada penutupan Kamis sebelumnya, platinum <XPT=> pada level $1785,49 dari $1764,85 dan palladium <XPD=> level $755.72 dari $751.45.
• "We believe that the cash cost of the marginal producer is still the relevant benchmark to judge whether platinum and palladium provide value or not," Standard Bank mengatakannya dalam suatu catatan.
• "Therefore, the market could trade lower, fundamentally growing value in platinum and palladium on approach of $1,700 and $700 respectively."
Friday, May 27, 2011
Headline News 27.05.11
US & GLOBAL
• Krisis utang zona euro masih menjadi isu yang mengkhawatirkan di antara investor, komentar maupun perkembangan seputar Uni Eropa dan ECB perihal potensi bantuan IMF ke Yunani tidak banyak memberikan support bagi bangkitnya euro.
• EURCHF berlanjut merosot ke rekor rendah Kamis kemarin, di 1.2200, karena kekhawatiran bahwa Yunani kembali tertatih‐tatih di ambang krisis keuangan, sehingga mendorong minat investasi pada aset‐aset safe‐haven – dalam hal ini obligasi pemerintah AS. Komentar dari presiden Eurogroup, Jean‐Claude Juncker, mengguncang pasar dan membangkitkan keraguan apakah IMF akan mengucurkan bantuan keuangan tahap berikutnya ke Yunani pada akhir Juni. Harga obligasi AS dengan tenor 10 tahun <US10YT=RR> di pasar Treasuri naik 20/32, sehingga menekan yield‐nya ke level terendah sejak
7 Desember 2010 lalu, 3.06%.
• Setelah awalnya bergoyang‐goyang di tengah kekhawatiran Yunani, burs saham AS akhirnya mampu ditutup menguat tipis. Tetapi minyak mentah AS turun lebih dari 1% karena rilis mengecewakan data ekonomi AS semalam, yang menitikberatkan pandangan bahwa pemulihan ekonomi sedang berada dalam jalan yang bergelombang. Data GDP Ekonomi AS tumbuh pada tingkat 1,8% di Q1 2011, tidak berubah dari perkiraan sebelumnya namun lebih lemah dari proyeksi. Sebuah laporan terpisah dari Departemen Tenaga Kerja menunjukkan jumlah orang Amerika yang mengklaim tunjangan pengangguran di luar dugaan naik minggu lalu sebesar 10.000 ke level 424.000.
• EURCHF selama 5 hari perdagangan berturut‐turut tertekan hingga menembus rekor terendahnya, di areal 1.2200, EURUSD naik ke areal 1.4206 namun kemudian sedikit terkoreksi di penutupan, di areal 1.4135. Bangkitnya EURUSD dipengaruhi oleh isu yang berkembang di pasar terkait sebuah artikel di Financial Times yang mengutip kepala Stabilitas Keuangan Eropa yang mengatakan Cina "jelas tertarik" untuk membeli obligasi untuk bailout Portugal pada pertengahan Juni nanti. Sementara indeks dolar AS terkoreksi 0,5% terhadap sejumlah mata uang utama dunia.
• Untuk ekonomi AS, nampak berkemungkinan terulang kejadian AS tahun lalu, ketika perekonomian melemah setelah akhir program pelonggaran pertama (Quantitative Easing ke‐1).
• Namun bursa saham menepis kekhawatiran tersebut, dan terfokus hanya pada optimisme laba dari perusahaan seperti Tiffany & Co, yang sahamnya naik 8,6%, serta saham NetApp Inc yang naik juga didukung oleh hasil pendapatan yang kuat. Bursa Wall Street sedang berjuang melawan tekanan dalam
beberapa pekan terakhir ini untuk memperpanjang fase rally‐nya yang dimulai bulan September lalu. Indeks S&P500 sejak Agustus terhitung masih mengalami akumulasi kenaikan 27%.
• Sementara indeks saham Amerika Latin dalam indeks MSCI naik 1,8%, melanjutkan kenaikan dari tekanannya di level terendah 8 bulan pada Senin lalu.
Indeks saham Eropa FTSEurofirst 300 <FTEU3.> turun 0,07%.
• Di pasar New York Mercantile Exchange, harga minyak mentah berjangka AS <CLc1> tipe kontrak Juli turun $1,09, atau 1,08%, ke sekitar areal $100.10/barel, sementara minyak mentah Brent naik 12 sen pada level $115.05/barrel. Harga emas dalam denominasi euro masih turun karena masih tingginya sentimen negatif yang menekan EURCHF ke rekor terendahnya. Namun daya beli aset safe‐haven mulai melemah, harga emas di pasar spot <XAU=> turun ke $1,520.30/ons. Pada hari Rabu, harga emas naik hingga $1,532.10, level terkuatnya sejak Mei 4.
GOLD & COMMODITIES
• Emas melemah Kamis lalu, ditekan oleh penurunan pada euro‐priced bullion dan setelah mata uang tunggal Eropa mendapatkan tekanan tiba‐tiba, tetapi permasalahan berkenaan dengan utang zona euro diekspektasi untuk menjaga dukungan pada harga metal.
• Euro merosot kembali dari dari level tertinggi hariannya setelah trader mengutip laporan the Euro Group's Jean‐Claude Juncker karena mengatakan International Monetary Fund kemungkinan tidak merilis bantuan Yunani berikutnya bulan depan.
• Meskipun euro melemah karena peluang Eropa dalam mencegah debt default Yunani kelihatan berkurang, yang selanjutnya menaikkan dollar AS yang menekan pada harga emas, yang mana anjlok hingga setengah persen dalam dollar AS dan 1 persen dalam euro.
• Spot gold <XAU=> turun 0.4 persen ke level $1517,84 per ons, setelah mencapai level $1532,00 Rabu sebelumnya, yang merupakan level terkuatnya sejak 4 Mei, tetapi analis mengatakan kenaikan tren terjadi sejak aksi jual komoditas sebelumnya bulan ini yang masih terjadi.
• "Market sentiment towards gold has become more positive over the past few days, as illustrated by the resumption of net inflows into ETFs," kata analis BNP Paribas Anne‐Laure Tremblay.
• "I believe that the gold price will trend higher from its current levels in 2011," katanya, menambah dorongan utama pada harga emas tahun ini yang masih ada.
• Emas telah naik lebih dari 7 persen pada tahun ini, dalam dollar AS, didorong oleh investor berkenaan dengan beban utang zona euro, kekerasan di Timur Tengah dan rapuhnya recovery ekonomi AS.
• Spot silver <XAG=> merosot ke level terendahnya $36.30 per ons sebelum recover untuk diperdagangkan turun 2.3 persen menuju level $37.02.
• Di antara precious metals lainnya, platinum <XPT=> anjlok 0.5 persen ke level $1769,74 per ons, sementara itu palladium <XPD=> naik 0.3 persen ke level $747.47.
• Krisis utang zona euro masih menjadi isu yang mengkhawatirkan di antara investor, komentar maupun perkembangan seputar Uni Eropa dan ECB perihal potensi bantuan IMF ke Yunani tidak banyak memberikan support bagi bangkitnya euro.
• EURCHF berlanjut merosot ke rekor rendah Kamis kemarin, di 1.2200, karena kekhawatiran bahwa Yunani kembali tertatih‐tatih di ambang krisis keuangan, sehingga mendorong minat investasi pada aset‐aset safe‐haven – dalam hal ini obligasi pemerintah AS. Komentar dari presiden Eurogroup, Jean‐Claude Juncker, mengguncang pasar dan membangkitkan keraguan apakah IMF akan mengucurkan bantuan keuangan tahap berikutnya ke Yunani pada akhir Juni. Harga obligasi AS dengan tenor 10 tahun <US10YT=RR> di pasar Treasuri naik 20/32, sehingga menekan yield‐nya ke level terendah sejak
7 Desember 2010 lalu, 3.06%.
• Setelah awalnya bergoyang‐goyang di tengah kekhawatiran Yunani, burs saham AS akhirnya mampu ditutup menguat tipis. Tetapi minyak mentah AS turun lebih dari 1% karena rilis mengecewakan data ekonomi AS semalam, yang menitikberatkan pandangan bahwa pemulihan ekonomi sedang berada dalam jalan yang bergelombang. Data GDP Ekonomi AS tumbuh pada tingkat 1,8% di Q1 2011, tidak berubah dari perkiraan sebelumnya namun lebih lemah dari proyeksi. Sebuah laporan terpisah dari Departemen Tenaga Kerja menunjukkan jumlah orang Amerika yang mengklaim tunjangan pengangguran di luar dugaan naik minggu lalu sebesar 10.000 ke level 424.000.
• EURCHF selama 5 hari perdagangan berturut‐turut tertekan hingga menembus rekor terendahnya, di areal 1.2200, EURUSD naik ke areal 1.4206 namun kemudian sedikit terkoreksi di penutupan, di areal 1.4135. Bangkitnya EURUSD dipengaruhi oleh isu yang berkembang di pasar terkait sebuah artikel di Financial Times yang mengutip kepala Stabilitas Keuangan Eropa yang mengatakan Cina "jelas tertarik" untuk membeli obligasi untuk bailout Portugal pada pertengahan Juni nanti. Sementara indeks dolar AS terkoreksi 0,5% terhadap sejumlah mata uang utama dunia.
• Untuk ekonomi AS, nampak berkemungkinan terulang kejadian AS tahun lalu, ketika perekonomian melemah setelah akhir program pelonggaran pertama (Quantitative Easing ke‐1).
• Namun bursa saham menepis kekhawatiran tersebut, dan terfokus hanya pada optimisme laba dari perusahaan seperti Tiffany & Co, yang sahamnya naik 8,6%, serta saham NetApp Inc yang naik juga didukung oleh hasil pendapatan yang kuat. Bursa Wall Street sedang berjuang melawan tekanan dalam
beberapa pekan terakhir ini untuk memperpanjang fase rally‐nya yang dimulai bulan September lalu. Indeks S&P500 sejak Agustus terhitung masih mengalami akumulasi kenaikan 27%.
• Sementara indeks saham Amerika Latin dalam indeks MSCI naik 1,8%, melanjutkan kenaikan dari tekanannya di level terendah 8 bulan pada Senin lalu.
Indeks saham Eropa FTSEurofirst 300 <FTEU3.> turun 0,07%.
• Di pasar New York Mercantile Exchange, harga minyak mentah berjangka AS <CLc1> tipe kontrak Juli turun $1,09, atau 1,08%, ke sekitar areal $100.10/barel, sementara minyak mentah Brent naik 12 sen pada level $115.05/barrel. Harga emas dalam denominasi euro masih turun karena masih tingginya sentimen negatif yang menekan EURCHF ke rekor terendahnya. Namun daya beli aset safe‐haven mulai melemah, harga emas di pasar spot <XAU=> turun ke $1,520.30/ons. Pada hari Rabu, harga emas naik hingga $1,532.10, level terkuatnya sejak Mei 4.
GOLD & COMMODITIES
• Emas melemah Kamis lalu, ditekan oleh penurunan pada euro‐priced bullion dan setelah mata uang tunggal Eropa mendapatkan tekanan tiba‐tiba, tetapi permasalahan berkenaan dengan utang zona euro diekspektasi untuk menjaga dukungan pada harga metal.
• Euro merosot kembali dari dari level tertinggi hariannya setelah trader mengutip laporan the Euro Group's Jean‐Claude Juncker karena mengatakan International Monetary Fund kemungkinan tidak merilis bantuan Yunani berikutnya bulan depan.
• Meskipun euro melemah karena peluang Eropa dalam mencegah debt default Yunani kelihatan berkurang, yang selanjutnya menaikkan dollar AS yang menekan pada harga emas, yang mana anjlok hingga setengah persen dalam dollar AS dan 1 persen dalam euro.
• Spot gold <XAU=> turun 0.4 persen ke level $1517,84 per ons, setelah mencapai level $1532,00 Rabu sebelumnya, yang merupakan level terkuatnya sejak 4 Mei, tetapi analis mengatakan kenaikan tren terjadi sejak aksi jual komoditas sebelumnya bulan ini yang masih terjadi.
• "Market sentiment towards gold has become more positive over the past few days, as illustrated by the resumption of net inflows into ETFs," kata analis BNP Paribas Anne‐Laure Tremblay.
• "I believe that the gold price will trend higher from its current levels in 2011," katanya, menambah dorongan utama pada harga emas tahun ini yang masih ada.
• Emas telah naik lebih dari 7 persen pada tahun ini, dalam dollar AS, didorong oleh investor berkenaan dengan beban utang zona euro, kekerasan di Timur Tengah dan rapuhnya recovery ekonomi AS.
• Spot silver <XAG=> merosot ke level terendahnya $36.30 per ons sebelum recover untuk diperdagangkan turun 2.3 persen menuju level $37.02.
• Di antara precious metals lainnya, platinum <XPT=> anjlok 0.5 persen ke level $1769,74 per ons, sementara itu palladium <XPD=> naik 0.3 persen ke level $747.47.
Thursday, May 26, 2011
Headline News 26.05.11
US & GLOBAL
• Bursa saham AS naik pada hari Rabu, menghentikan penurunan 3 hari beruntun sebelumnya, setelah harga minyak bertahan di atas level $100/barel yang mengangkat saham‐saham energi dan mengundang aksi beli investor terhadap saham‐saham yang sebelumnya tertekan.
Namun kecemasan terhadap krisis utang Yunani masih membatasi kenaikan di bursa saham dan menekan euro ke rekor terendahnya terhadap Swiss franc. Euro juga masih berlanjut tertekan terhadap dollar dan yen.
• Naiknya komoditas minyak secara signifikan mampu meredam tekanan jual di bursa saham. Di sisi lain concern terhadap krisis utang Eropa masih menghidupkan peran safe‐haven emas, yang mendorongnya naik ke level tertinggi 3 minggu.
• Di Wall Street, rebound hari Rabu kemarin dilihat tidak cukup kuat untuk mengatasi surutnya permintaan global terhadap aset‐aset beresiko di tengah masih adanya sejumlah kekhawatiran. Sementara penguatan saham energi AS juga diperoleh akibat turunnya persediaan bahan bakar, sehingga mendongkrak harga komoditas minyak. Sub indeks saham energi S&P naik 1,5%, merupakan sektor dengan persentase kenaikan
terbesar di antara sub indeks S&P500. Menurut pelaku pasar indeks S&P500 sedang berada dalam zona oversold yang signifikan sehingga mengundang kesempatan investor untuk melakukan aksi beli (bargain hunting) pada sejumlah saham yang terpukul – terakhir zona oversold seperti ini dialami S&P500 pada akhir Maret. Namun demikian, potensi kenaikan saat ini dikhawatirkan akan terbatas, karena masih meningkatnya kekhawatiran krisis utang Eropa dan di tengah momentum berakhirnya dukungan ekonomi dari The Fed AS (quantitative easing ke‐2 yang akan berakhir Juni nanti).
• Indeks saham dunia yang diukur oleh MSCI naik 0,3%, sementara indeks saham Eropa FTSEurofirst <.FTEU3> naik 0,7% persen, namun masih dibayangi kecemasan tentang potensi penularan krisis utang Yunani ke Eropa lebih luas yang membatasi kenaikan. Indeks Jepang Nikkei ditutup 0,6%, sedangkan Nikkei berjangka di Chicago <2NKc1> berakhir pada 9485, dibandingkan dengan Nikkei berjangka Osaka <JNIc1> yang kemarin ditutup di 9470.
• Kenaikan saham‐saham Eropa dipimpin oleh saham perbankan, tetapi masalah utang Yunani dan negara‐negara Eropa lainnya masih membayangi pergerakan pasar. Opsi kebijakan Eropa untuk mencegah default utang Yunani tampaknya mulai berkurang drastis, memicu kekhawatiran reaksi berantai di 17‐negara zona eropa lain yang sedang dililit utang. Investor mengatakan bahwa pemerintah Yunani, yang sedang dibebani oleh utang besar, akan mengalami kesulitan melaksanakan langkah‐langkah penghematan (austerity) karena ditentang oleh partai oposisi utama pemerintah.
• Untuk saat ini, ada potensi buy on dips EURUSD di sekitar 1,4000, tapi itu hanya masalah waktu sebelum terakselerasi signifikan ke bawah level tersebut. Apa yang terjadi di Eropa adalah merupakan awal dari krisis utang yang dikhawatirkan akan berkepanjangan yang diproyeksikan akan terlihat musim panas nanti. Jajak pendapat menunjukkan 80% masyarakat Yunani menentang langkah austerity, jadi jika pemerintah memaksa
untuk melakukannya maka akan kehilangan popularitas di mata masyarakatnya, ini akan semakin meningkatkan risiko gagal bayar.
• EURUSD turun sekitar 0,1% ke areal 1,4080‐an di sesi penutupan Rabu, rebound dari tekanannya kemarin yang mencapai level 1,4011. EURCHF tertekan ke rekor terendahnya di 1,2270, atau turun sekitar 1%.
• Di pasar komiditas, data AS yang menunjukkan penurunan dalam persediaan bahan bakar meredam kekhawatiran merosotnya permintaan.
Akibatnya harga minyak mentah di bursa berjangka AS <CLc1> naik lebih dari 1,7% ke atas areal $101/barel. Sementara harga minyak mentah Brent <LCON1> tipe kontrak Juli naik 2% ke level $114,88. Fundamental inti dalam minyak mentah tidak memburuk. Mereka masih cukup baik.
Emas menyentuh level tertinggi terbaru dalam 3 minggu. Bahkan harga emas dalam denominasi euro menyentuh rekor tertinggi di tengah kekhawatiran tentang dampak dari utang Yunani yang kemungkinan mengalami gagal bayar (default) akan berdampak pada anggota zona eropa lainnya. Harga emas di pasar spot <XAU> emas diperdagangkan di areal $1,525/ons, masih di areal penguatannya yang dicapai pada penutupan Selasa sebelumnya, dan sempat melonjak ke level $1,532.10, tertinggi terbarunya selama 3 minggu. Namun mulai adanya minat beli di pasar saham dan komoditas beresiko menghambat kenaikan aset‐aset safe‐haven di jangka pendek ini.
GOLD & COMMODITIES
• Emas mencapai level tertingginya dalam tiga minggu Rabu lalu, didorong oleh permasalahan berkenaan dengan krisis utang zona euro seperti Yunani dan melemahnya dollar AS setelah data ekonomi AS yang juga membantu menaikkan harga.
• Spot gold <XAU=> mencapai level $1528,90 per troi ons, level tertingginya sejak tanggal 4 Mei. Terakhir diperdagangkan pada level $1528,40 per ons pada pukul 1355 GMT dari $1525,75 per ons pada penutupan New York Selasa lalu.
• Euro‐priced gold <XAUEUR=R> mencapai level 1087,84 euro per ons, menurut data Reuters. Gold priced pada sterling <XAUGPB=R> ke level 942.60 pounds per ons, mendekati level tertingginya sepanjang masa 944.87 yang tercapai Selasa lalu.
• Meningkatnya kekhawatiran mengenai keuangan Yunani dan potensi efek penyebaran pada negara lainnya termasuk Portugal dan Irlandia yang memicu kebingungan pada investor buying.
• Krisis utang zona euro telah juga menekan euro terhadap dollar AS.
• "It's balancing debt problems against the impact it's having on the euro versus the dollar," kata Daniel Major, analis pada RBS. "Underlying physical demand in Asia is relatively resilient."
• Dollar AS anjlok setelah new orders pada barang‐barang manufaktur tahan lama AS melemah lebih dari ekspektasi pada bulan April untuk mencatatkan penurunan terbesarnya dalam enam bulan pada pesanan aircraft dan kendaraaan bermotor yang anjlok.
• Spot silver <XAG=> berada pada level $37.48 per ons, level tertingginya sejak tanggal 11 Mei. Terakhir diperdagangkan pada level $37.45 per ons dari level $36.53 pada penutupan Selasa lalu. The industrial precious metal anjlok 35 persen sejak menyentuh level puncaknya $49.51 per ons pada 28 April. Spot platinum <XPT=> berada pada level $1775,24 per ons dari level $1761,55 Selasa lalu, palladium <XPD=> pada level $742.47 dari level $732.53. Pada awalnya palladium berada pada level tertingginya dalam 3‐minggu pada level $744.00 per ons.
• Bursa saham AS naik pada hari Rabu, menghentikan penurunan 3 hari beruntun sebelumnya, setelah harga minyak bertahan di atas level $100/barel yang mengangkat saham‐saham energi dan mengundang aksi beli investor terhadap saham‐saham yang sebelumnya tertekan.
Namun kecemasan terhadap krisis utang Yunani masih membatasi kenaikan di bursa saham dan menekan euro ke rekor terendahnya terhadap Swiss franc. Euro juga masih berlanjut tertekan terhadap dollar dan yen.
• Naiknya komoditas minyak secara signifikan mampu meredam tekanan jual di bursa saham. Di sisi lain concern terhadap krisis utang Eropa masih menghidupkan peran safe‐haven emas, yang mendorongnya naik ke level tertinggi 3 minggu.
• Di Wall Street, rebound hari Rabu kemarin dilihat tidak cukup kuat untuk mengatasi surutnya permintaan global terhadap aset‐aset beresiko di tengah masih adanya sejumlah kekhawatiran. Sementara penguatan saham energi AS juga diperoleh akibat turunnya persediaan bahan bakar, sehingga mendongkrak harga komoditas minyak. Sub indeks saham energi S&P naik 1,5%, merupakan sektor dengan persentase kenaikan
terbesar di antara sub indeks S&P500. Menurut pelaku pasar indeks S&P500 sedang berada dalam zona oversold yang signifikan sehingga mengundang kesempatan investor untuk melakukan aksi beli (bargain hunting) pada sejumlah saham yang terpukul – terakhir zona oversold seperti ini dialami S&P500 pada akhir Maret. Namun demikian, potensi kenaikan saat ini dikhawatirkan akan terbatas, karena masih meningkatnya kekhawatiran krisis utang Eropa dan di tengah momentum berakhirnya dukungan ekonomi dari The Fed AS (quantitative easing ke‐2 yang akan berakhir Juni nanti).
• Indeks saham dunia yang diukur oleh MSCI naik 0,3%, sementara indeks saham Eropa FTSEurofirst <.FTEU3> naik 0,7% persen, namun masih dibayangi kecemasan tentang potensi penularan krisis utang Yunani ke Eropa lebih luas yang membatasi kenaikan. Indeks Jepang Nikkei ditutup 0,6%, sedangkan Nikkei berjangka di Chicago <2NKc1> berakhir pada 9485, dibandingkan dengan Nikkei berjangka Osaka <JNIc1> yang kemarin ditutup di 9470.
• Kenaikan saham‐saham Eropa dipimpin oleh saham perbankan, tetapi masalah utang Yunani dan negara‐negara Eropa lainnya masih membayangi pergerakan pasar. Opsi kebijakan Eropa untuk mencegah default utang Yunani tampaknya mulai berkurang drastis, memicu kekhawatiran reaksi berantai di 17‐negara zona eropa lain yang sedang dililit utang. Investor mengatakan bahwa pemerintah Yunani, yang sedang dibebani oleh utang besar, akan mengalami kesulitan melaksanakan langkah‐langkah penghematan (austerity) karena ditentang oleh partai oposisi utama pemerintah.
• Untuk saat ini, ada potensi buy on dips EURUSD di sekitar 1,4000, tapi itu hanya masalah waktu sebelum terakselerasi signifikan ke bawah level tersebut. Apa yang terjadi di Eropa adalah merupakan awal dari krisis utang yang dikhawatirkan akan berkepanjangan yang diproyeksikan akan terlihat musim panas nanti. Jajak pendapat menunjukkan 80% masyarakat Yunani menentang langkah austerity, jadi jika pemerintah memaksa
untuk melakukannya maka akan kehilangan popularitas di mata masyarakatnya, ini akan semakin meningkatkan risiko gagal bayar.
• EURUSD turun sekitar 0,1% ke areal 1,4080‐an di sesi penutupan Rabu, rebound dari tekanannya kemarin yang mencapai level 1,4011. EURCHF tertekan ke rekor terendahnya di 1,2270, atau turun sekitar 1%.
• Di pasar komiditas, data AS yang menunjukkan penurunan dalam persediaan bahan bakar meredam kekhawatiran merosotnya permintaan.
Akibatnya harga minyak mentah di bursa berjangka AS <CLc1> naik lebih dari 1,7% ke atas areal $101/barel. Sementara harga minyak mentah Brent <LCON1> tipe kontrak Juli naik 2% ke level $114,88. Fundamental inti dalam minyak mentah tidak memburuk. Mereka masih cukup baik.
Emas menyentuh level tertinggi terbaru dalam 3 minggu. Bahkan harga emas dalam denominasi euro menyentuh rekor tertinggi di tengah kekhawatiran tentang dampak dari utang Yunani yang kemungkinan mengalami gagal bayar (default) akan berdampak pada anggota zona eropa lainnya. Harga emas di pasar spot <XAU> emas diperdagangkan di areal $1,525/ons, masih di areal penguatannya yang dicapai pada penutupan Selasa sebelumnya, dan sempat melonjak ke level $1,532.10, tertinggi terbarunya selama 3 minggu. Namun mulai adanya minat beli di pasar saham dan komoditas beresiko menghambat kenaikan aset‐aset safe‐haven di jangka pendek ini.
GOLD & COMMODITIES
• Emas mencapai level tertingginya dalam tiga minggu Rabu lalu, didorong oleh permasalahan berkenaan dengan krisis utang zona euro seperti Yunani dan melemahnya dollar AS setelah data ekonomi AS yang juga membantu menaikkan harga.
• Spot gold <XAU=> mencapai level $1528,90 per troi ons, level tertingginya sejak tanggal 4 Mei. Terakhir diperdagangkan pada level $1528,40 per ons pada pukul 1355 GMT dari $1525,75 per ons pada penutupan New York Selasa lalu.
• Euro‐priced gold <XAUEUR=R> mencapai level 1087,84 euro per ons, menurut data Reuters. Gold priced pada sterling <XAUGPB=R> ke level 942.60 pounds per ons, mendekati level tertingginya sepanjang masa 944.87 yang tercapai Selasa lalu.
• Meningkatnya kekhawatiran mengenai keuangan Yunani dan potensi efek penyebaran pada negara lainnya termasuk Portugal dan Irlandia yang memicu kebingungan pada investor buying.
• Krisis utang zona euro telah juga menekan euro terhadap dollar AS.
• "It's balancing debt problems against the impact it's having on the euro versus the dollar," kata Daniel Major, analis pada RBS. "Underlying physical demand in Asia is relatively resilient."
• Dollar AS anjlok setelah new orders pada barang‐barang manufaktur tahan lama AS melemah lebih dari ekspektasi pada bulan April untuk mencatatkan penurunan terbesarnya dalam enam bulan pada pesanan aircraft dan kendaraaan bermotor yang anjlok.
• Spot silver <XAG=> berada pada level $37.48 per ons, level tertingginya sejak tanggal 11 Mei. Terakhir diperdagangkan pada level $37.45 per ons dari level $36.53 pada penutupan Selasa lalu. The industrial precious metal anjlok 35 persen sejak menyentuh level puncaknya $49.51 per ons pada 28 April. Spot platinum <XPT=> berada pada level $1775,24 per ons dari level $1761,55 Selasa lalu, palladium <XPD=> pada level $742.47 dari level $732.53. Pada awalnya palladium berada pada level tertingginya dalam 3‐minggu pada level $744.00 per ons.
Wednesday, May 25, 2011
Headline News 25.05.11
US & GLOBAL
• Minyak melonjak sekitar 2% pada Selasa setelah Goldman Sachs memperkirakan pertumbuhan permintaan bahan bakar yang kuat, sementara EURUSD bangkit dari level terendah 2 bulan dipengaruhi oleh rilis data Jerman yang lebih baik dari yang diperkirakan. Namun masih adanya kekhawatiran krisis utang Zona Eropa masih merapuhkan sentimen pasar, dan membatasi kenaikan euro dan memicu penguatan safe‐haven emas ke level tertinggi selama 20 hari.
• Goldman Sachs, salah satu lembaga paling berpengaruh di pasar spot minyak dunia, menaikkan proyeksi harga 12 bulan untuk minyak mentah Brent menjadi US$130/barel, mengutip pertumbuhan ekonomi global dan ketatnya kapasitas cadangan OPEC.
• Harga minyak mentah di pasar berjangka AS <CLc1> naik 1,99% ke level $99.42/barel usai penutupan NY, sedangkan minyak mentah brent <LCOc1> naik 2% menjadi $ 112.53/barel. Saham‐saham energi diperoleh terkait dengan harga minyak dan memberikan dorongan kecil untuk pasar saham global, mendorong indeks bursa saham dunia MSCI naik 0,26%, setelah turun 1,8% di sesi sebelumnya.
• Indeks FTSEurofirst 300 <.FTEU3> Eropa ditutup naik 0,2%, meskipun tetap 0,28% lebih rendah untuk perdagangan sepanjang 2011 ini. Saham saham tambang menjadi saham dengan kenaikan terbesar. Saham energi juga naik di Wall Street, namun indeks saham utama Wall Street masih ditutup melemah karena tekanan saham‐saham teknologi dan saham industri, di tengah dominasi keprihatinan pasar terhadap pemulihan ekonomi AS yang masih menghantui investor. Senin lalu bursa Wall Street ditutup pada titik terendah selama satu bulan.
• Sebuah jajak pendapat Reuters pada lembaga keuangan terkemuka menghasilkan kesimpulan bahwa proyeksi pertumbuhan ekonomi AS tahun ini kembali merosot. Perkiraan rata‐rata pada 18 dari 20 lembaga keuangan terkemuka AS menunjukkan bahwa GDP AS 2011 sebesar 2,85% ‐ turun dari 2,95% dalam jajak pendapat serupa yang dilakukan 1 April sebelumnya.
• Menjelang masuknya musim panas dan berakhirnya program QE2 The Fed AS, isu jajak pendapat tersebut berpotensi menekan bursa saham AS dan global, bahkan dikkhawatirkan akan menekan aset‐aset beresiko secara umum.
• EURUSD naik hingga 1,4132 setelah Senin sebelumnya tertekan signifikan ke level terendah 2 bulan, di 1.3970. Bangkitnya EURUSD dari tekanan dipengaruhi oleh rilis indeks kepercayaan konsumen untuk sektor bisnis Jerman tetap stabil pada bulan Mei. Sebagian besar ekonom yang disurvei oleh Reuters mengkhawatirkan terjadinya penurunan indeks Ifo yang berbasis di Munich‐Jerman tersebut. Namun potensi kenaikan EURUSD akan tertahan oleh masih belum hilangnya kekhawatiran terhadap krisis utang Eropa – seperti dampak dari restrukturisasi utang Yunani
terhadap wilayah regionalnya. Senin lalu, tekanan jual euro dominan akibat penurunan peringkat utang Yunani, peringatan untuk peringkat utang Italia dan protes para pemilih terhadap kebijakan langkah‐langkah penghematan (austerity) yang dirancang untuk mengatasi utang negara.
Menggarisbawahi risiko, Moody's Investors Service mengatakan pada hari Selasa bahwa restrukturisasi (gagal bayar) utang Yunani dapat menekan peringkat utang Portugal dan Irlandia.
• Harga emas naik di pasar spot <XAU=> naik akibat meningkatnya kekhawatiran krisis utang‐zona euro, mencapai level tertinggi sejak 4/Mei, di $1,527.45 /ons. Silver <XAG=> dianggap sebagai pilihan safe haven yang murah, sehingga mendorong lonjakan hingga 4,4% ke level $36,59/ons.
GOLD & COMMODITIES
• Emas naik ke level tertingginya yang mendekati tiga minggu Selasa lalu karena permasalahan mengenai menyebarnya krisis utang EU yang mendorong safe haven buying, sementara itu melemahnya dollar AS juga memberikan dukungan.
• Spot gold <XAU=> mencapai level $1527,45 per troi ons, level tertingginya sejak 4 Mei. Kemudian diperdagangkan pada level $1526,50 per ons pada puku 1408 GMT dari level $1516,05 pada penutupan New York Senin lalu.
• Portugal dan Irlandia akan beresiko mendapatkan penurunan peringkat utang, menekan peringkat mereka kepada junk territory dari kejadian default pada Yunani, Moody's EMEA chief credit officer mengatakan pada Reuters.
• "There is so much uncertainty that the downside risk for gold is low in the short term," ungkap analis VTB Capital Andrey Kryuchenkov.
• "People are still frightened about Portugal and about a possible restructuring of the Greek debt so safe haven flows will continue," katanya lagi.
• Tetapi dalam jangka panjang terdapat kemungkinan tekanan pada precious metal seperti kemungkinan keputusan dari the Fed AS untuk menaikkan tingkat suku bunga, kata Kryuchenkov.
• Spot silver <XAG=> menyentuh level $36.365 per ons, level tertingginya sejak 31 Mei. Kemudian diperdagangkan pada level $36.30 per ons dari level $35.04 Senin lalu dan platinum <XPT=> ke level $1763,24 dari level from $1748,35.
• Minyak melonjak sekitar 2% pada Selasa setelah Goldman Sachs memperkirakan pertumbuhan permintaan bahan bakar yang kuat, sementara EURUSD bangkit dari level terendah 2 bulan dipengaruhi oleh rilis data Jerman yang lebih baik dari yang diperkirakan. Namun masih adanya kekhawatiran krisis utang Zona Eropa masih merapuhkan sentimen pasar, dan membatasi kenaikan euro dan memicu penguatan safe‐haven emas ke level tertinggi selama 20 hari.
• Goldman Sachs, salah satu lembaga paling berpengaruh di pasar spot minyak dunia, menaikkan proyeksi harga 12 bulan untuk minyak mentah Brent menjadi US$130/barel, mengutip pertumbuhan ekonomi global dan ketatnya kapasitas cadangan OPEC.
• Harga minyak mentah di pasar berjangka AS <CLc1> naik 1,99% ke level $99.42/barel usai penutupan NY, sedangkan minyak mentah brent <LCOc1> naik 2% menjadi $ 112.53/barel. Saham‐saham energi diperoleh terkait dengan harga minyak dan memberikan dorongan kecil untuk pasar saham global, mendorong indeks bursa saham dunia MSCI naik 0,26%, setelah turun 1,8% di sesi sebelumnya.
• Indeks FTSEurofirst 300 <.FTEU3> Eropa ditutup naik 0,2%, meskipun tetap 0,28% lebih rendah untuk perdagangan sepanjang 2011 ini. Saham saham tambang menjadi saham dengan kenaikan terbesar. Saham energi juga naik di Wall Street, namun indeks saham utama Wall Street masih ditutup melemah karena tekanan saham‐saham teknologi dan saham industri, di tengah dominasi keprihatinan pasar terhadap pemulihan ekonomi AS yang masih menghantui investor. Senin lalu bursa Wall Street ditutup pada titik terendah selama satu bulan.
• Sebuah jajak pendapat Reuters pada lembaga keuangan terkemuka menghasilkan kesimpulan bahwa proyeksi pertumbuhan ekonomi AS tahun ini kembali merosot. Perkiraan rata‐rata pada 18 dari 20 lembaga keuangan terkemuka AS menunjukkan bahwa GDP AS 2011 sebesar 2,85% ‐ turun dari 2,95% dalam jajak pendapat serupa yang dilakukan 1 April sebelumnya.
• Menjelang masuknya musim panas dan berakhirnya program QE2 The Fed AS, isu jajak pendapat tersebut berpotensi menekan bursa saham AS dan global, bahkan dikkhawatirkan akan menekan aset‐aset beresiko secara umum.
• EURUSD naik hingga 1,4132 setelah Senin sebelumnya tertekan signifikan ke level terendah 2 bulan, di 1.3970. Bangkitnya EURUSD dari tekanan dipengaruhi oleh rilis indeks kepercayaan konsumen untuk sektor bisnis Jerman tetap stabil pada bulan Mei. Sebagian besar ekonom yang disurvei oleh Reuters mengkhawatirkan terjadinya penurunan indeks Ifo yang berbasis di Munich‐Jerman tersebut. Namun potensi kenaikan EURUSD akan tertahan oleh masih belum hilangnya kekhawatiran terhadap krisis utang Eropa – seperti dampak dari restrukturisasi utang Yunaniterhadap wilayah regionalnya. Senin lalu, tekanan jual euro dominan akibat penurunan peringkat utang Yunani, peringatan untuk peringkat utang Italia dan protes para pemilih terhadap kebijakan langkah‐langkah penghematan (austerity) yang dirancang untuk mengatasi utang negara.
Menggarisbawahi risiko, Moody's Investors Service mengatakan pada hari Selasa bahwa restrukturisasi (gagal bayar) utang Yunani dapat menekan peringkat utang Portugal dan Irlandia.
• Harga emas naik di pasar spot <XAU=> naik akibat meningkatnya kekhawatiran krisis utang‐zona euro, mencapai level tertinggi sejak 4/Mei, di $1,527.45 /ons. Silver <XAG=> dianggap sebagai pilihan safe haven yang murah, sehingga mendorong lonjakan hingga 4,4% ke level $36,59/ons.
GOLD & COMMODITIES
• Emas naik ke level tertingginya yang mendekati tiga minggu Selasa lalu karena permasalahan mengenai menyebarnya krisis utang EU yang mendorong safe haven buying, sementara itu melemahnya dollar AS juga memberikan dukungan.
• Spot gold <XAU=> mencapai level $1527,45 per troi ons, level tertingginya sejak 4 Mei. Kemudian diperdagangkan pada level $1526,50 per ons pada puku 1408 GMT dari level $1516,05 pada penutupan New York Senin lalu.
• Portugal dan Irlandia akan beresiko mendapatkan penurunan peringkat utang, menekan peringkat mereka kepada junk territory dari kejadian default pada Yunani, Moody's EMEA chief credit officer mengatakan pada Reuters.
• "There is so much uncertainty that the downside risk for gold is low in the short term," ungkap analis VTB Capital Andrey Kryuchenkov.
• "People are still frightened about Portugal and about a possible restructuring of the Greek debt so safe haven flows will continue," katanya lagi.
• Tetapi dalam jangka panjang terdapat kemungkinan tekanan pada precious metal seperti kemungkinan keputusan dari the Fed AS untuk menaikkan tingkat suku bunga, kata Kryuchenkov.
• Spot silver <XAG=> menyentuh level $36.365 per ons, level tertingginya sejak 31 Mei. Kemudian diperdagangkan pada level $36.30 per ons dari level $35.04 Senin lalu dan platinum <XPT=> ke level $1763,24 dari level from $1748,35.
Tuesday, May 24, 2011
Headline News 24.05.11
US & GLOBAL
• Gelombang kekhawatiran masalah utang Eropa menyebar di pasar finansial global pada hari Senin, menekan euro ke level terendah dalam dua bulan terhadap dolar dan menyeret turun ekuitas di Eropa dan Amerika Serikat. Penurunan peringkat utang terhadap Yunani dan Italia, beserta hasil pemilu Spanyol yang meningkatkan keraguan terhadap langkah solusi defisitnya menyebabkan para investor melepas aset‐aset berisiko mereka.• Pemangkasan peringkat utang Yunani hingga 3‐level oleh lembaga Fitch Jumat lalu, diikuti oleh pemangkasan revisi outlook untuk Italia oleh lembaga Standard & Poor’s pada hari Sabtu.
• Pandangan bullish investor berubah dan mendorong mereka untuk mencari aset‐aset aman resiko, dengan mengalihkan dana mereka ke dalam obligasi pemerintah AS, emas dan dolar.
• Komoditas menderita tekanan karena dolar menguat, ditandai merosotnya harga minyak serta tembaga, biji‐bijian, gula dan kakao. Sementara bursa saham AS ditutup pada level terendah dalam satu bulan.
• Meningkatnya keraguan bahwa pasar modal dapat mengatasi kelemahan baru‐baru ini di manufaktur dan demand global turut memicu tekanan di pasar finansial, terutama setelah Jerman dan China merilis angka manufaktur mengecewakan. Saham‐saham industri, energi dan teknologi mengalami tekanan terbesar Senin kemarin akibat isu ini.
• Indeks FTSEurofirst pan‐Eropa 300 ditutup di level terendah 5 minggu dan berbalik negatif untuk tahun ini, dengan tekanan 1,7 persen. Indeks pasar saham di negara‐negara berkembang merosot 2,3 persen dan indeks saham dunia merosot 1,8%, yang merupakan penurunan harian terbesar selama lebih dari dua bulan.
• Euro jatuh ke rekor terendah terhadap safe‐haven franc Swiss <EURCHF=>. Sementara EURUSD merosot hingga $1,3970, level terendah sejak pertengahan Maret, setelah menembus ke bawah $ 1,4000, level psikologis MA‐200. Sementara USDJPY naik sekitar 0,40 persen ke areal 82.
Indeks dolar naik hampir 1 persen, yang menekan harga komoditas dan saham‐saham komoditas. Alcoa Inc turun 1,8%. Saham Freeport‐McMoRan Copper & Gold turun 2 persen.
• Harga minyak mentah di pasar berjangka AS <CLc1> turun lebih dari $2, atau di atas 2 persen, ke areal $97,48/barel, dan emas <XAU=> naik $4,20 menjadi sekitar $1517/ounce setelah penutupan pasar NY. Penguatan dolar menyebabkan tekanan harga.
• Isu krisis Eropa kian meningkat ketika partai yang sebelumnya berkuasa di Spanyol, Partai Sosialis, kalah dalam pemilu lokal dan kini berada dalam menghadapi tuntutan keras dari para pemilihnya perihal tingginya tingkat pengangguran serta tuntutan investor untuk langkah‐langkah penghematan ketat (austerity). Investor semakin khawatir bahwa para pemilih yang tidak menyetujui rencana penghematan dapat menyebabkan bailout. Spekulasi yang sama juga beredar di Yunani – terhadap kemungkinan restrukturisasi utang, yang memicu tekanan euro belakangan ini.
• Perdana Menteri Yunani George Papandreou membahas langkah darurat baru untuk mengurangi defisit Yunani dalam upaya untuk meyakinkan para pemimpin negara itu dapat menghindari restrukturisasi. Kuncinya adalah bahwa krisis tampaknya bisa terjadi dimana saja bahkan negara yang dianggap sebagai perangkat yang solid. Sentimen negatif terhadap krisis utang Eropa nampaknya akan berlanjut berkembang setelah
akhirnya sekarang Italia sedang dalam pengawasan badan‐badan peringkat. Juga pada Senin kemarin, Fitch menjadi perusahaan peringkat kedua mengancam Belgia dengan penurunan peringkat utangnya.
GOLD & COMMODITIES
• Harga emas naik ke level tertingginya yang mendekati dua minggu Senin lalu setelah berita dari utang pada zona euro seperti Yunani dan Italia yang menekan investor confidence.
• Bullion memantul setelah lembaga pemeringkat Fitch Jumat lalu memutuskan untuk memangkas peringkat utang Yunani hingga tiga derajat. Aksi beli pada safe‐haven pada precious metal meningkat karena keraguan tumbuhnya mengenai austerity measures Spanyol dan Italia yang menekan pada credit outlook downgrade.
• "The driving factor is obviously concerns about Greece and whether there will be a debt restructuring," ungkap Robin Bhar, analis pada Credit Agricole.
• "Greece is important in terms of the implications it will have for other weak euro zone economies such as Ireland and Portugal. Markets have started the week in risk‐off mode."
• Spot gold <XAU=> naik hingga 0.67 persen dalam hariannya ke level $1517,49 per ons, level tertingginya sejak 11 Mei sebelum turun lagi ke level $1513,04 pada pukul 1405 GMT.
• Gold priced pada euro <XAUEUR=R> menguat ke level tertingginya 1080,04 euro per ons.
• Tetapi bullish momentum kelihatan untuk berkurang pada sesi yang terjadi, dengan gold futures pada New York anjlok pada area negatif, ditekan antara makin mendalamnya krisis utang Eropa dan menguatnya dollar AS.
• Di New York, June gold futures <GCM1> meningkat $3.70 ke level $1512,60 per ons, menjauhi level terendahnya yang mendekati level puncaknya $1519. U.S. silver futures turun 14.70 sen ke level $34.94 per ons.
• Spot silver <XAG=> anjlok $34.96 ons dan platinum <XPT=> merosot 1.2 persen ke level $1747,24 dari level $1768,50. Palladium <XPD=> melemah lebih 1 persen ke level $723.22.
Monday, May 23, 2011
Headline News 23.05.11
US & GLOBAL
• Tema di pasar finansial global Jumat lalu adalah tentang euro, menggeser dominasi tema komoditas yang dominan sebelumnya. Bursa saham Wall Street kembali turun dipicu oleh tekanan saham perbankan dan juga retail akibat penguatan dolar AS – memainkan peran AS dari sentimen negatif di Eropa.
• EURUSD melemah signifikan menghapus upaya kenaikannya sejak Senin akibat meningkatnya kekhawatiran baru dari krisis utang Yunani. Isu tersebut juga menekan aset‐aset beresiko lainnya, ditandai oleh penurunan bursa saham global. Indeks bursa saham global yang diukur dalam MSCI turun 0,57%.
• Sebuah laporan mengatakan bahwa Norwegia menunda pembayaran hibah $42 juta kepada Yunani karena kegagalan untuk memenuhi komitmen bailout dengan Uni Eropa‐IMF – aksi sell‐off euro pun terjadi. Spekulasi lain berkembang bahwa Finlandia, salah satu anggota Uni Eropa, juga akan menangguhkan pembayaran. Sementara sebuah harian di Yunani menulis bahwa IMF menangguhkan review mereka untuk Yunani sampai pemerintah menjalankan program penghematan (austerity) lebih lanjut. Isu‐isu tersebut bisa berarti keterlambatan dalam pencairan dana IMF yang sangat dibutuhkan untuk Yunani. Yang tak kalah penting juga adalah penurunan peringkat utang (credit‐rating) Yunani oleh lembaga pemeringkat Fitch, semakin menenggelamkan euro dalam tekanan di hari Jumat tersebut.
• EURUSD merosot lebih dari 1% hingga $1,4150an pasca penutupan Wall Street Jumat – menghampus upaya kenaikan 4 hari berturutturut sebelumnya. Investor akan focus pada level pychological‐support $1,4150‐an sebagai target penurunan jangka pendek.
• Berita tentang rencana bailout Uni Eropa‐IMF terhadap Yunani pun menghantui Spanyol yang pada akhir minggu lalu melangsungkan pemilu regionalnya. Yield obligasi Spanyol pun naik akibat kekhawatiran hasil suara dapat mengganggu upaya Perdana Menteri Rodriguez Zapatero untuk mengekang defisit fiskalnya.
• Isu‐isu tersebutlah yang dominan di pasar dan menghantui aset‐aset dalam denominasi euro Jumat lalu. Sebelumnya aksi beli euro berkembang, namun kemudian terjadi likuidasi karena munculnya isu‐isu perihal krisis kredit Yunani tersebut.
• Meskipun dolar menguat terhadap euro, harga komoditas melonjak. Seperti harga tembaga melonjak
karena juga dipengaruhi oleh turunnya persediaan Cina, sedangkan harga minyak naik setelah mengalami volatilitas. Harga komoditas emas juga ikut naik seiring dengan mulai masuknya aksi beli pasar untuk lindung nilai (safe‐haven buying) di tengah kondisi tak menentu.
• Indeks dolar AS terhadap mata uang uama dunia naik 0,75%. Harga komoditas tembaga melonjak, ditandai dengan naiknya harga tembaga di bursa berjangka 3‐bulanan <CMCU3> sebesar 1,5 persen karena investor terfokus pada data yang menunjukkan persediaan di gudang yang diawasi oleh Bursa Berjangka Shanghai turun 14,6 persen dari Jumat lalu. Cina adalah konsumen terbesar di dunia industri logam. Harga emas naik dalam kapasitas terbesarnya untuk basis harian selama 2 minggu dipengaruhi oleh gelombang safehaven
buying akibat kekhawatiran investor terhadap krisis utang Eropa. Di pasar spot, emas <XAU=> naik sekitar 1,5 persen ke areal $1,512/13 per ons.
• Harga minyak bangkit kembali dari penurunan tajamnya yang mencapai lebih dari 2 persen pada akhir minggu. Harga minyak di bursa berjangka AS <CLc1> naik lebih dari 1 persen. Harga minyak Brent berjangka <LCOc1> naik 0,7 persen, di atas $ 112 per barel.
GOLD & COMMODITIES
• Emas naik lebih dari 1 persen Jumat lalu, didorong oleh safe‐haven buying karena investor mengkhawatirkan mengenai utang zona euro setelah Fitch memangkas peringkat utang Yunani.
• Bullion melemah pada awalnya, kemudian berbalik menguat setelah Fitch menurunkan peringkat utang Yunani dan karena International Monetary Fund memaksa Eropa untuk menyetujui lebih komprehensif dalam menghadapi krisis utang.
• Euro anjlok terhadap dollar AS dari peringatan sebelum hasil dari pemilu Spanyol mendatang akhir pekan ini dan ketidakpastian mengenai situasi utang Yunani. Harga minyak dan saham melemah karena dollar AS naik, tetapi kekhawatiran pada zona euro mendorong harga emas.
• "A lot of the move this morning is prompted by the move of the dollar. That dollar strength is probably short‐lived...It has largely run its course and may soon begin to reverse," kata Jeffrey Kleintop, chief market strategist pada LPL Financial, yang memiliki $100 milyar aset dibawah manajemen.
• Spot gold <XAU=> naik 1.3 persen ke level $1510,77 pada pukul 12:00 p.m. EDT (1600 GMT). U.S. June gold futures <GCM1> menguat $18.60 ke level $1511 per ons.
• Silver <XAG=> melejit 0.2 persen ke level $35.03.
• Tema di pasar finansial global Jumat lalu adalah tentang euro, menggeser dominasi tema komoditas yang dominan sebelumnya. Bursa saham Wall Street kembali turun dipicu oleh tekanan saham perbankan dan juga retail akibat penguatan dolar AS – memainkan peran AS dari sentimen negatif di Eropa.
• EURUSD melemah signifikan menghapus upaya kenaikannya sejak Senin akibat meningkatnya kekhawatiran baru dari krisis utang Yunani. Isu tersebut juga menekan aset‐aset beresiko lainnya, ditandai oleh penurunan bursa saham global. Indeks bursa saham global yang diukur dalam MSCI turun 0,57%.• Sebuah laporan mengatakan bahwa Norwegia menunda pembayaran hibah $42 juta kepada Yunani karena kegagalan untuk memenuhi komitmen bailout dengan Uni Eropa‐IMF – aksi sell‐off euro pun terjadi. Spekulasi lain berkembang bahwa Finlandia, salah satu anggota Uni Eropa, juga akan menangguhkan pembayaran. Sementara sebuah harian di Yunani menulis bahwa IMF menangguhkan review mereka untuk Yunani sampai pemerintah menjalankan program penghematan (austerity) lebih lanjut. Isu‐isu tersebut bisa berarti keterlambatan dalam pencairan dana IMF yang sangat dibutuhkan untuk Yunani. Yang tak kalah penting juga adalah penurunan peringkat utang (credit‐rating) Yunani oleh lembaga pemeringkat Fitch, semakin menenggelamkan euro dalam tekanan di hari Jumat tersebut.
• EURUSD merosot lebih dari 1% hingga $1,4150an pasca penutupan Wall Street Jumat – menghampus upaya kenaikan 4 hari berturutturut sebelumnya. Investor akan focus pada level pychological‐support $1,4150‐an sebagai target penurunan jangka pendek.
• Berita tentang rencana bailout Uni Eropa‐IMF terhadap Yunani pun menghantui Spanyol yang pada akhir minggu lalu melangsungkan pemilu regionalnya. Yield obligasi Spanyol pun naik akibat kekhawatiran hasil suara dapat mengganggu upaya Perdana Menteri Rodriguez Zapatero untuk mengekang defisit fiskalnya.
• Isu‐isu tersebutlah yang dominan di pasar dan menghantui aset‐aset dalam denominasi euro Jumat lalu. Sebelumnya aksi beli euro berkembang, namun kemudian terjadi likuidasi karena munculnya isu‐isu perihal krisis kredit Yunani tersebut.
• Meskipun dolar menguat terhadap euro, harga komoditas melonjak. Seperti harga tembaga melonjak
karena juga dipengaruhi oleh turunnya persediaan Cina, sedangkan harga minyak naik setelah mengalami volatilitas. Harga komoditas emas juga ikut naik seiring dengan mulai masuknya aksi beli pasar untuk lindung nilai (safe‐haven buying) di tengah kondisi tak menentu.
• Indeks dolar AS terhadap mata uang uama dunia naik 0,75%. Harga komoditas tembaga melonjak, ditandai dengan naiknya harga tembaga di bursa berjangka 3‐bulanan <CMCU3> sebesar 1,5 persen karena investor terfokus pada data yang menunjukkan persediaan di gudang yang diawasi oleh Bursa Berjangka Shanghai turun 14,6 persen dari Jumat lalu. Cina adalah konsumen terbesar di dunia industri logam. Harga emas naik dalam kapasitas terbesarnya untuk basis harian selama 2 minggu dipengaruhi oleh gelombang safehaven
buying akibat kekhawatiran investor terhadap krisis utang Eropa. Di pasar spot, emas <XAU=> naik sekitar 1,5 persen ke areal $1,512/13 per ons.
• Harga minyak bangkit kembali dari penurunan tajamnya yang mencapai lebih dari 2 persen pada akhir minggu. Harga minyak di bursa berjangka AS <CLc1> naik lebih dari 1 persen. Harga minyak Brent berjangka <LCOc1> naik 0,7 persen, di atas $ 112 per barel.
GOLD & COMMODITIES
• Emas naik lebih dari 1 persen Jumat lalu, didorong oleh safe‐haven buying karena investor mengkhawatirkan mengenai utang zona euro setelah Fitch memangkas peringkat utang Yunani.
• Bullion melemah pada awalnya, kemudian berbalik menguat setelah Fitch menurunkan peringkat utang Yunani dan karena International Monetary Fund memaksa Eropa untuk menyetujui lebih komprehensif dalam menghadapi krisis utang.
• Euro anjlok terhadap dollar AS dari peringatan sebelum hasil dari pemilu Spanyol mendatang akhir pekan ini dan ketidakpastian mengenai situasi utang Yunani. Harga minyak dan saham melemah karena dollar AS naik, tetapi kekhawatiran pada zona euro mendorong harga emas.
• "A lot of the move this morning is prompted by the move of the dollar. That dollar strength is probably short‐lived...It has largely run its course and may soon begin to reverse," kata Jeffrey Kleintop, chief market strategist pada LPL Financial, yang memiliki $100 milyar aset dibawah manajemen.
• Spot gold <XAU=> naik 1.3 persen ke level $1510,77 pada pukul 12:00 p.m. EDT (1600 GMT). U.S. June gold futures <GCM1> menguat $18.60 ke level $1511 per ons.
• Silver <XAG=> melejit 0.2 persen ke level $35.03.
Friday, May 20, 2011
Headline News 20.05.11
US & GLOBAL
• Lemahnya data perumahan dan manufaktur AS menekan harga minyak dan dolar AS pada hari Kamis. Aktivitas manufaktur regional tumbuh dan berkembang jauh lebih lambat dari yang diharapkan di bulan Mei, demikian pula dengan penjualan existing‐home di bulan April. Penurunan klaim pengangguran mingguan memang mengindikasikan bahwa pasar tenaga kerja AS berada di jalur pemulihan, namun masih harus melihat konfirmasi dari data sektor tenaga kerja lainnya.
• Data suram membuat investor mempertanyakan kekuatan pemulihan ekonomi AS dan masih mempertahankan prospek The Fed AS untuk mempertahankan kebijakan moneternya yang ultra‐longgar. Hal ini membuat diferensiasi suku bunga yang yang tidak menguntungkan untuk mata uang dolar AS. Pasar sekarang sangat prihatin, bahkan mulai mengantisipasi bahwa rebound pasar finansial sedang terancam untuk semester kedua 2011.
• The Fed tidak bisa menaikkan suku bunga saat kondisi ekonomi melambat. Mengingat kementrian keuangan AS menyatakan mata uang seharusnya mencerminkan fundamental ekonomi, maka dolar diproyeksikan akan melemah ke depannya. EURUSD naik 0,4 persen ke areal $1,4305 sementara indeks dolar terhadap mata uang utama dunia, turun 0,5 persen kemarin.
• Harga minyak turun karena data AS memicu kekhawatiran baru tentang kesehatan ekonomi terbesar di dunia tersebut, serta adanya desakan dari Badan Energi Internasional (IEA) kepada produsen minyak untuk meningkatkan pasokan untuk memotong biaya bahan bakar dan melindungi pemulihan ekonomi global dari kerapuhan. Bahkan IEA akan merilis stok darurat untuk mendinginkan harga jika produsen menolak meningkatkan pasokan.
• Harga minyak mentah AS <CLc1> turun 1,2% ke level $98.57/barel, gagal melanjutkan kenaikan 3% Rabu sebelumnya. Sementara harga minyak Brent <LCOc1> tertekan 0,8% ke level $111,38. Harga tembaga <CMCU3> turun 1,4 persen setelah Rabu meningkat lebih dari 3 persen – kenaikan terbesarnya dalam dua bulan.
• Harga komoditas telah merosot tajam dalam beberapa pekan terakhir dari kenaikan tajamnya beberapa bulan terakhir. Di periode koreksi tersebut, harga minyak mentah AS mengalami penurunan lebih dari 13 persen. Para investor pemburu aset beresiko, seperti komoditas dan ekuitas, akan menghadapi akhir dari program quantitative easing tahap kedua (QE2) The Fed Juni mendatang. Program QE2 The Fed merupakan paket penyelamatan ekonomi oleh bank sentral AS dengan membeli obligasi dari pasar Treasury AS yang telah menghasilkan arus kas dan telah memberikan kontribusi kenaikan harga. Oleh karenanya reaksi logis dari selesainya program QE2 adalah terjadinya koreksi pada harga saham, obligasi, emas dan euro – dengan perkiraan akan terjadi dalam 3 bulan setelah berakhirnya QE2, demikian ditunjukkan oleh sebuah jajak pendapat Reuters dari 64 analis dan fund manager di pasar AS.
• Di Wall Street, saham LinkedIn Corp, situs yang populer di kalangan pencari kerja, melonjak sebanyak 171 persen pada hari pertama listing‐nya, mengingatkan pada ‘kisah cinta’ investor dengan saham Internet di akhir 1990‐an. Saham AS ditutup lebih tinggi namun tipis karena mulai mendekati level tahanan teknis (dalam grafik) yang nampaknya akan membatasi kenaikan lebih lanjut dalam waktu dekat.
Beragamnya data ekonomi AS, dengan rilis negatif dan positif, masih menggoyahkan kepercayaan terhadap langkah pemulihan ekonomi. Indeks MSCI dunia ekuitas juga naik tipis 0,39 persen. Bahkan indeks Nikkei dengan denominasi dolar AS turun 0,9 persen.
EURO ZONE
• Belum jelasnya penanganan isu sehubungan restrukturisasi hutang Yunani masih berpotensi menahan laju euro kedepannya. Data dari Reuters memperlihatkan bahwa saat ini bank sentral utama dunia cenderung melakukan aksi buy on dips pada euro dan melepasnya kembali ketika ada rally tipis. Hal tersebut menunjukkan bahwa euro berpotensi diperdagangkan dalam kisaran terbatas sampai dengan Uni-Eropa dan IMF telah menyelesaikan analisis menyeluruh mengenai kondisi dan prospek hutang Yunani.
• Analisis tersebut diperkirakan akan dapat terfinalisasi pada akhir Mei atau awal Juni dan diharapkan akan memberikan gambaran mengenai restrukturisasi hutang Yunani. Namun demikian restrukturisasi hutang Yunanitersebut nampaknya tidak akan dilaksanakan, seiring maraknya tantangan dari berbagai pihak terutama ECB dan negara-negara maju Uni-Eropa seperti Jerman dan Prancis. Restrukturisasi hutang akan berdampak negatif bagi perekonomian Uni-Eropa dan memicu keengganan investor memiliki obligasi asal Uni-Eropa, merusak kredibilitas Uni-Eropa secara keseluruhan.
• Hingga akhir sesi New York, euro tercatat menguat 0,4% ke level 1.4305 setelah sempat menguat hingga 1.4325. Diferensisasi suku bunga telah membantu mengangkat kinerja euro dimana dalam tahun ini tercatat menguat 7% terhadap dollar AS.
GOLD & COMMODITIES
• Emas melemah Kamis lalu karena euro naik tipis terhadap dollar AS dan harga minyak mentah menguat, tetapi harga masih berada pada daily decline karena investor mengambil kesempatannya dari currency markets.
• Spot gold <XAU=> diperdagangkan pada level $1492,09 per ons pada pukul 1433 GMT, terhadap level $1496,30 pada penutupan New York Rabu lalu. U.S. gold futures untuk pengiriman bulan Juni <GCv1> merosot $4.2 ke level $1491,50.
• Dollar AS melemah terhadap euro dan memangkas kenaikannya terhadap yen setelah data penting dari index of regional business activity tidak seperti ekspektasi tertekan ke level terendahnya dalam tujuh bulan pada bulan Mei, dan setelah data menunjukkan penurunan lainnya pada existing home sales AS.
• Tetapi keseluruhan penguatan pada mata uang AS telah menekan emas dan komoditas lainnya bulan ini.
• "There is probably some consolidation around where we are, perhaps to test $1,500. I think the dollar will continue to play an important role," ungkap analis RBS Daniel Major.
• "We've had some very choppy price action today but we have seen a small turnaround in what has been a strengthening trend in the dollar that we've seen throughout May."
• Silver <XAG=> terakhir naik 0.9 persen pada level $35.31 per ons, sementara itu platinum <XPT=> menguat 0.2 persen ke level $1767,00 per ons dan palladium <XPD=> naik 0.7 persen ke level $733.72.
• Lemahnya data perumahan dan manufaktur AS menekan harga minyak dan dolar AS pada hari Kamis. Aktivitas manufaktur regional tumbuh dan berkembang jauh lebih lambat dari yang diharapkan di bulan Mei, demikian pula dengan penjualan existing‐home di bulan April. Penurunan klaim pengangguran mingguan memang mengindikasikan bahwa pasar tenaga kerja AS berada di jalur pemulihan, namun masih harus melihat konfirmasi dari data sektor tenaga kerja lainnya.
• Data suram membuat investor mempertanyakan kekuatan pemulihan ekonomi AS dan masih mempertahankan prospek The Fed AS untuk mempertahankan kebijakan moneternya yang ultra‐longgar. Hal ini membuat diferensiasi suku bunga yang yang tidak menguntungkan untuk mata uang dolar AS. Pasar sekarang sangat prihatin, bahkan mulai mengantisipasi bahwa rebound pasar finansial sedang terancam untuk semester kedua 2011.
• The Fed tidak bisa menaikkan suku bunga saat kondisi ekonomi melambat. Mengingat kementrian keuangan AS menyatakan mata uang seharusnya mencerminkan fundamental ekonomi, maka dolar diproyeksikan akan melemah ke depannya. EURUSD naik 0,4 persen ke areal $1,4305 sementara indeks dolar terhadap mata uang utama dunia, turun 0,5 persen kemarin.
• Harga minyak turun karena data AS memicu kekhawatiran baru tentang kesehatan ekonomi terbesar di dunia tersebut, serta adanya desakan dari Badan Energi Internasional (IEA) kepada produsen minyak untuk meningkatkan pasokan untuk memotong biaya bahan bakar dan melindungi pemulihan ekonomi global dari kerapuhan. Bahkan IEA akan merilis stok darurat untuk mendinginkan harga jika produsen menolak meningkatkan pasokan.
• Harga minyak mentah AS <CLc1> turun 1,2% ke level $98.57/barel, gagal melanjutkan kenaikan 3% Rabu sebelumnya. Sementara harga minyak Brent <LCOc1> tertekan 0,8% ke level $111,38. Harga tembaga <CMCU3> turun 1,4 persen setelah Rabu meningkat lebih dari 3 persen – kenaikan terbesarnya dalam dua bulan.
• Harga komoditas telah merosot tajam dalam beberapa pekan terakhir dari kenaikan tajamnya beberapa bulan terakhir. Di periode koreksi tersebut, harga minyak mentah AS mengalami penurunan lebih dari 13 persen. Para investor pemburu aset beresiko, seperti komoditas dan ekuitas, akan menghadapi akhir dari program quantitative easing tahap kedua (QE2) The Fed Juni mendatang. Program QE2 The Fed merupakan paket penyelamatan ekonomi oleh bank sentral AS dengan membeli obligasi dari pasar Treasury AS yang telah menghasilkan arus kas dan telah memberikan kontribusi kenaikan harga. Oleh karenanya reaksi logis dari selesainya program QE2 adalah terjadinya koreksi pada harga saham, obligasi, emas dan euro – dengan perkiraan akan terjadi dalam 3 bulan setelah berakhirnya QE2, demikian ditunjukkan oleh sebuah jajak pendapat Reuters dari 64 analis dan fund manager di pasar AS.
• Di Wall Street, saham LinkedIn Corp, situs yang populer di kalangan pencari kerja, melonjak sebanyak 171 persen pada hari pertama listing‐nya, mengingatkan pada ‘kisah cinta’ investor dengan saham Internet di akhir 1990‐an. Saham AS ditutup lebih tinggi namun tipis karena mulai mendekati level tahanan teknis (dalam grafik) yang nampaknya akan membatasi kenaikan lebih lanjut dalam waktu dekat.
Beragamnya data ekonomi AS, dengan rilis negatif dan positif, masih menggoyahkan kepercayaan terhadap langkah pemulihan ekonomi. Indeks MSCI dunia ekuitas juga naik tipis 0,39 persen. Bahkan indeks Nikkei dengan denominasi dolar AS turun 0,9 persen.
EURO ZONE
• Belum jelasnya penanganan isu sehubungan restrukturisasi hutang Yunani masih berpotensi menahan laju euro kedepannya. Data dari Reuters memperlihatkan bahwa saat ini bank sentral utama dunia cenderung melakukan aksi buy on dips pada euro dan melepasnya kembali ketika ada rally tipis. Hal tersebut menunjukkan bahwa euro berpotensi diperdagangkan dalam kisaran terbatas sampai dengan Uni-Eropa dan IMF telah menyelesaikan analisis menyeluruh mengenai kondisi dan prospek hutang Yunani.
• Analisis tersebut diperkirakan akan dapat terfinalisasi pada akhir Mei atau awal Juni dan diharapkan akan memberikan gambaran mengenai restrukturisasi hutang Yunani. Namun demikian restrukturisasi hutang Yunanitersebut nampaknya tidak akan dilaksanakan, seiring maraknya tantangan dari berbagai pihak terutama ECB dan negara-negara maju Uni-Eropa seperti Jerman dan Prancis. Restrukturisasi hutang akan berdampak negatif bagi perekonomian Uni-Eropa dan memicu keengganan investor memiliki obligasi asal Uni-Eropa, merusak kredibilitas Uni-Eropa secara keseluruhan.
• Hingga akhir sesi New York, euro tercatat menguat 0,4% ke level 1.4305 setelah sempat menguat hingga 1.4325. Diferensisasi suku bunga telah membantu mengangkat kinerja euro dimana dalam tahun ini tercatat menguat 7% terhadap dollar AS.
GOLD & COMMODITIES
• Emas melemah Kamis lalu karena euro naik tipis terhadap dollar AS dan harga minyak mentah menguat, tetapi harga masih berada pada daily decline karena investor mengambil kesempatannya dari currency markets.
• Spot gold <XAU=> diperdagangkan pada level $1492,09 per ons pada pukul 1433 GMT, terhadap level $1496,30 pada penutupan New York Rabu lalu. U.S. gold futures untuk pengiriman bulan Juni <GCv1> merosot $4.2 ke level $1491,50.
• Dollar AS melemah terhadap euro dan memangkas kenaikannya terhadap yen setelah data penting dari index of regional business activity tidak seperti ekspektasi tertekan ke level terendahnya dalam tujuh bulan pada bulan Mei, dan setelah data menunjukkan penurunan lainnya pada existing home sales AS.
• Tetapi keseluruhan penguatan pada mata uang AS telah menekan emas dan komoditas lainnya bulan ini.
• "There is probably some consolidation around where we are, perhaps to test $1,500. I think the dollar will continue to play an important role," ungkap analis RBS Daniel Major.
• "We've had some very choppy price action today but we have seen a small turnaround in what has been a strengthening trend in the dollar that we've seen throughout May."
• Silver <XAG=> terakhir naik 0.9 persen pada level $35.31 per ons, sementara itu platinum <XPT=> menguat 0.2 persen ke level $1767,00 per ons dan palladium <XPD=> naik 0.7 persen ke level $733.72.
Thursday, May 19, 2011
Headline News 19.05.11
US & GLOBAL
• Suatu penurunan tak terduga dalam pasokan minyak AS mendorong kenaikan harga minyak mentah pada hari Rabu, turut meramaikan rally di pasar komoditas dari penurunan curamnya beberapa waktu lalu. Hal tersebut turut mendongkrak kenaikan bursa saham global setelah lima hari turun. Bursa saham Wall Street pun mengalami kinerja terbaiknya selama 3 minggu terakhir, dipimpin oleh kenaikan saham energi dan bahan baku dasar. Sedangkan lonjakan lebih dari 5% saham pembuat komputer Dell mendorong kenaikan sektor
teknologi.
• Rally di pasar komoditas dari aksi jual signifikannya belakangan ini, telah memicu aksi jual minyak mentah AS yang menyebabkan penurunan lebih dari 15% bulan ini. Ini diyakini sudah terlalu jauh, sehingga ada pandangan yang mengatakan bahwa tekanan jual tersebut sudah berlebihan.
• Harga minyak naik setelah sebuah laporan pemerintah mingguan menunjukkan penurunan yang mengejutkan, meskipun tidak terlalu besar, dalam stok (persediaan) minyak mentah AS. Harga minyak mentah berjangka AS <CLc1> naik hingga 4% sebelum kemudian ditutup dengan kenaikan hampir 3% hampir mendekati areal $100/barrel, di $99.80. Harga minyak mentah Brent <LCOc1> naik 1,9% sebesar $ 112,05/barel. Namun demikian harga minyak mentah AS masih tercatat mengalami akumulasi turun 12,5% bulan ini.
• Penguatan dolar dan kekhawatiran baru tentang pertumbuhan ekonomi global telah menyebabkan kejatuhan pada harga komoditas dalam 2 minggu pertama bulan Mei. Kemarin harga tembaga kembali melonjak 3,4% ke level tertinggi 2 minggu, namun keraguan fundamental jangka pendek nampaknya akan membatas kenaikan. Indeks komoditas dari Reuters/Jefferies CRB naik 2,3%, kenaikan terbesarnya selama 2 bulan untuk basis harian.
• Penguatan saham‐saham AS dipimpin oleh saham energi dan terdorong pandangan dari 2 pembuat PC dunia No, Dell Inc ‐ yang kuat dan meniupkan nafas kehidupan ke dalam sektor teknologi. Indeks S&P 500 <.SPX> naik dan mencapai persentase kenaikan terbesar harian sejak 26 April.
• Indeks bursa saham dunia yang diukur oleh MSCI naik 0,9%, bangkit dari tekanannya selama 5 hari yang menyebabkan indeks saham tersebut ke level terendah sejak 18 April. Indeks saham Eropa FTSEurofirst 300 <.FTEU3> naik 0,4% dan indeks berjangka Nikkei dalam denominasi USD <NKc1> naik 1%.
• EUR/USD bertahan dalam kisaran perdagangan Selasa sebelumnya di tengah volatilitas pergerakan harganya Rabu kemarin. Kenaikan saham dan komoditas yang signifikan men‐support pasangan mata uang tesebut namun masih masih dibayangi prospek jangka pendek yang pesimis akibat situasi utang Yunani masih belum terpecahkan. EUR/USD diperdagangkan di sekitar 1.4245 di penutupan Rabu,
dibandingkan Selasa sebelumnya $1,4235. Pada hari Senin awal minggu ini EUR/USD merosot ke level terendah 7 minggu di $1,4048.
• Mayoritas anggota FOMC The Fed AS lebih memilih untuk menaikkan suku bunga acuan terlebih dahulu sebelum menjual aset saat tiba waktu untuk memperketat kebijakan moneternya – demikian inti FOMC‐Minutes dari pertemuan bank sentral AS April lalu mengatakan.
• Namun dalam laporan minutes pertemuan FOMC April tersebut digarisbawahi bahwa pembahasan penghapusan stimulus moneter ini jangan dilihat sebagai indikasi bahwa The Fed akan melakukannya dalam waktu dekat. Masih cenderung dipertahankannya kebijakan moneter yang ultra‐longgar untuk waktu yang belum ditentukan oleh The Fed AS saat ini akan merupakan faktor yang positif, karena akan memberikan dukungan (stimulus) bagi langkah pemulihan ekonomi AS – yang beberapa hari ini mulai diragukan pasar. USD dan bursa Wall Street cenderung rebound sesaat setelah rilis hasil FOMC‐Minutes tersebut.
GOLD & COMMODITIES
• Emas naik dan silver menguat 4 persen Rabu lalu, karena rally harga crude oil dan berlanjutnya kekhawatiran mengenai krisis utang Eropa yang mendorong precious metals dari rally harga komoditas.
• Bullion saat ini mengalami kenaikan terbesar satu harinya yang lebih dari seminggu, yang telah mencatatkan rangkaian penurunan dalam tiga harinya, yang didorong oleh inflasi berkenaan dengan menguatnya pertumbuhan (ekonomi) dan kebijakan pelonggaran kebijakan moneter dan turunnya penguatan dollar AS.
• "There has just been a general pick‐up in stocks and other commodities and it looks as though there is a bit of a resumption of the bull trend," ungkap ANZ head of metal sales Peter Hillyard.
• Spot gold <XAU=> meningkat 0.9 persen ke level $1498,70 per ons pada pukul 12:40 p.m. EDT (1640 GMT). U.S. gold futures untuk pengiriman bulan Juni <GCM1> naik $18.40 per ons ke level $1498,40.
• Silver <XAG=> telah naik 4.3 persen dalam hariannya ke level $35.345.
• Silver telah outperformed terhadap gold dalam dua harinya, yang membawa gold/silver ratio – yang menunjukkan berapa ons silver yang dapat dibeli dari ons emas– menjadi 43 Rabu lalu dari level yang mendekati 45 Senin sebelumnya.
• Di antara precious metals lainnya, platinum <XPT=> naik 0.5 persen ke level $1770, sementara itu palladium <XPD=> menguat 2 persen ke level $734.50.
• Suatu penurunan tak terduga dalam pasokan minyak AS mendorong kenaikan harga minyak mentah pada hari Rabu, turut meramaikan rally di pasar komoditas dari penurunan curamnya beberapa waktu lalu. Hal tersebut turut mendongkrak kenaikan bursa saham global setelah lima hari turun. Bursa saham Wall Street pun mengalami kinerja terbaiknya selama 3 minggu terakhir, dipimpin oleh kenaikan saham energi dan bahan baku dasar. Sedangkan lonjakan lebih dari 5% saham pembuat komputer Dell mendorong kenaikan sektor
teknologi.
• Rally di pasar komoditas dari aksi jual signifikannya belakangan ini, telah memicu aksi jual minyak mentah AS yang menyebabkan penurunan lebih dari 15% bulan ini. Ini diyakini sudah terlalu jauh, sehingga ada pandangan yang mengatakan bahwa tekanan jual tersebut sudah berlebihan.
• Harga minyak naik setelah sebuah laporan pemerintah mingguan menunjukkan penurunan yang mengejutkan, meskipun tidak terlalu besar, dalam stok (persediaan) minyak mentah AS. Harga minyak mentah berjangka AS <CLc1> naik hingga 4% sebelum kemudian ditutup dengan kenaikan hampir 3% hampir mendekati areal $100/barrel, di $99.80. Harga minyak mentah Brent <LCOc1> naik 1,9% sebesar $ 112,05/barel. Namun demikian harga minyak mentah AS masih tercatat mengalami akumulasi turun 12,5% bulan ini.
• Penguatan dolar dan kekhawatiran baru tentang pertumbuhan ekonomi global telah menyebabkan kejatuhan pada harga komoditas dalam 2 minggu pertama bulan Mei. Kemarin harga tembaga kembali melonjak 3,4% ke level tertinggi 2 minggu, namun keraguan fundamental jangka pendek nampaknya akan membatas kenaikan. Indeks komoditas dari Reuters/Jefferies CRB naik 2,3%, kenaikan terbesarnya selama 2 bulan untuk basis harian.
• Penguatan saham‐saham AS dipimpin oleh saham energi dan terdorong pandangan dari 2 pembuat PC dunia No, Dell Inc ‐ yang kuat dan meniupkan nafas kehidupan ke dalam sektor teknologi. Indeks S&P 500 <.SPX> naik dan mencapai persentase kenaikan terbesar harian sejak 26 April.
• Indeks bursa saham dunia yang diukur oleh MSCI naik 0,9%, bangkit dari tekanannya selama 5 hari yang menyebabkan indeks saham tersebut ke level terendah sejak 18 April. Indeks saham Eropa FTSEurofirst 300 <.FTEU3> naik 0,4% dan indeks berjangka Nikkei dalam denominasi USD <NKc1> naik 1%.
• EUR/USD bertahan dalam kisaran perdagangan Selasa sebelumnya di tengah volatilitas pergerakan harganya Rabu kemarin. Kenaikan saham dan komoditas yang signifikan men‐support pasangan mata uang tesebut namun masih masih dibayangi prospek jangka pendek yang pesimis akibat situasi utang Yunani masih belum terpecahkan. EUR/USD diperdagangkan di sekitar 1.4245 di penutupan Rabu,dibandingkan Selasa sebelumnya $1,4235. Pada hari Senin awal minggu ini EUR/USD merosot ke level terendah 7 minggu di $1,4048.
• Mayoritas anggota FOMC The Fed AS lebih memilih untuk menaikkan suku bunga acuan terlebih dahulu sebelum menjual aset saat tiba waktu untuk memperketat kebijakan moneternya – demikian inti FOMC‐Minutes dari pertemuan bank sentral AS April lalu mengatakan.
• Namun dalam laporan minutes pertemuan FOMC April tersebut digarisbawahi bahwa pembahasan penghapusan stimulus moneter ini jangan dilihat sebagai indikasi bahwa The Fed akan melakukannya dalam waktu dekat. Masih cenderung dipertahankannya kebijakan moneter yang ultra‐longgar untuk waktu yang belum ditentukan oleh The Fed AS saat ini akan merupakan faktor yang positif, karena akan memberikan dukungan (stimulus) bagi langkah pemulihan ekonomi AS – yang beberapa hari ini mulai diragukan pasar. USD dan bursa Wall Street cenderung rebound sesaat setelah rilis hasil FOMC‐Minutes tersebut.
GOLD & COMMODITIES
• Emas naik dan silver menguat 4 persen Rabu lalu, karena rally harga crude oil dan berlanjutnya kekhawatiran mengenai krisis utang Eropa yang mendorong precious metals dari rally harga komoditas.
• Bullion saat ini mengalami kenaikan terbesar satu harinya yang lebih dari seminggu, yang telah mencatatkan rangkaian penurunan dalam tiga harinya, yang didorong oleh inflasi berkenaan dengan menguatnya pertumbuhan (ekonomi) dan kebijakan pelonggaran kebijakan moneter dan turunnya penguatan dollar AS.
• "There has just been a general pick‐up in stocks and other commodities and it looks as though there is a bit of a resumption of the bull trend," ungkap ANZ head of metal sales Peter Hillyard.
• Spot gold <XAU=> meningkat 0.9 persen ke level $1498,70 per ons pada pukul 12:40 p.m. EDT (1640 GMT). U.S. gold futures untuk pengiriman bulan Juni <GCM1> naik $18.40 per ons ke level $1498,40.
• Silver <XAG=> telah naik 4.3 persen dalam hariannya ke level $35.345.
• Silver telah outperformed terhadap gold dalam dua harinya, yang membawa gold/silver ratio – yang menunjukkan berapa ons silver yang dapat dibeli dari ons emas– menjadi 43 Rabu lalu dari level yang mendekati 45 Senin sebelumnya.
• Di antara precious metals lainnya, platinum <XPT=> naik 0.5 persen ke level $1770, sementara itu palladium <XPD=> menguat 2 persen ke level $734.50.
Subscribe to:
Posts (Atom)











