title cover

title cover

Thursday, June 23, 2011

Headline News 23.06.11



US & GLOBAL

Indeks saham AS merosot dari kenaikannya, harga obligasi pemerintah flat (tidak berubah) dari Rabu sebelumnya, setelah pertemuan FOMC The Fed AS semalam memutuskan kembali mempertahankan suku bunga sambil memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi AS, akan tetapi belum diperoleh tanda‐tanda rencana stimulus (Quantitative Easing) akan dilanjutkan.

The Fed AS mengatakan perekonomian AS akan tumbuh antara 2,7%‐2,9% tahun ini, turun dari proyeksi bulan April sebelumnya, antara 3,1%‐ 3,3%. Janji Putusan The Fed untuk melanjutkan suku bunga pada tingkat yang sangat rendah untuk jangka waktu yang panjang merupakan ruang bagi pelemahan dolar lebih lanjut – dan ini akan membuat pelaku pasar yang masih memiliki sentimen bullish akan mengurangi investasi mereka.

Harga minyak pun naik, minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus <LCOc1> ditutup naik $3,26 di $114,21/barel. Harga minyak mentah di bursa berjangka AS <CLc1> naik $1,25 hingga $94.95 usai penutupan pasar NY.

Bursa saham Wall Street turun rata‐rata sekitar 0,6% setelah The Fed menegaskan lambannya langkah pemulihan ekonomi. Sementara EURUSD juga turut merosot dari penguatannya setelah Ben Bernanke, dalam konferensi pers usai FOMC‐Meeting, menyatakan krisis utang Eropa yang mengarah pada default (gagal bayar) akan mengacaukan pasar keuangan dan dampaknya ke AS akan "cukup signifikan”. EURUSD bergerak di areal 1,4312 per pukul 05.45 WIB pagi ini, dibandingkan dengan penguatannya yang mencapai 1,4441 sebelum FOMC Meeting & konferensi pers Bernanke. Indeks dolar AS terhadap mata uang utama dunia, naik sekitar 0,4%, karena menjadi target safe‐haven kembali. Sementara indeks obligasi AS bertenor 10 tahun <US10YT=RR> diperdagangkan tidak berubah dari Kamis sebelumnya, dengan yield masih di bawah 3%.

Emas berhasil memecahkan kisaran perdagangannya belakangan ini, mempertahankan kenaikan dalam 6 dari 7 hari terakhir, setelah FOMC Meeting semalam cenderung mempertahankan kebijakan moneter yang ultra‐longgar dalam waktu yang lebih panjang. Harga emas di pasar spot naik hingga $1557.75/ons.

Di Eropa, yield obligasi Yunani bertenor 2 tahun jatuh setelah pemerintah memenangkan voting untuk austerity measure baru, namun yield obligasi negara‐negara Eropa kecil lainnya masih tertekan dan obligasi Jerman masih mantap dengan kenaikannya di tengah masih tingginya kekhawatiran terhadap restrukturisasi utang. Perdana Menteri Yunani George Papandreou dan kabinet barunya memenangkan mosi percaya di parlemen Yunani Rabu lalu, namun ini hanya merupakan langkah awal, dan Yunani masih harus membuktikan pelaksanaan langkah‐langkah penghematan (austerity measure) drastis sebelum mendapat dana segar dari Uni Eropa dan IMF. Pasar telah mengantisipasi dan bereaksi positif terhadap hasil voting di Yunani, namun para pengamat mengkhawatirkan ini hanya fase mengambil nafas dari besarnya tekanan di Eropa terkait krisis utang di wilayah tersebut. Indeks saham Eropa, FTSEurofirst 300 <FTEU3.> pun kembali merosot, ditutup turun 0,5%, sementara indeks saham London FTSE 100 <.FTSE> turun 0,1%. 

Emas naik ke level tertingginya yang mendekati dua bulannya Rabu lalu, didorong oleh safe‐haven buying ditengah kekhawatiran mengenai krisis utang Yunani dan ekspektasi dari pelonggaran kebijakan moneter dari bank sentral diseluruh dunia.

Emas juga mendapat tekanan karena dollar AS naik pada awalnya dan karena harga crude oil naik kedepannya dari pernyataan the Fed Rabu lalu. Logam mulia telah naik 3 persen dalam sembilan hari terakhir karena kekhwatiran utang Eropa yang mendorong investor untuk membeli emas. 

Spot gold <XAU=> naik 0.6 persen ke level $1556,20 per ons pada pukul 10:49 a.m. EDT (1449 GMT), setelah naik ke level $1557,67, level tertingginya sejak 2 Mei. Emas mencapai level puncaknya disekitar level $1575 pada awal Mei. U.S. August gold futures <GCQ1> naik $11.10 ke
level $1557,40 per ons. 

Emas dalam sterling <XAUGBP=R> mencapai level tertingginya setelah minutes dari meeting Bank of England yang menunjukkan beberapa
policymakers mengangkat permasalahan quantitative easing untuk mendukung menguatnya ekonomi Inggris.

Silver <XAG=> juga naik 0.9 persen ke level $36.61 per ons.

Wednesday, June 22, 2011

Headline News 22.06.11



US & GLOBAL

Bursa saham global dan euro rebound signifikan Selasa kemarin didukung oleh optimisme antisipasi menjelang voting (mosi percaya) parlemen Yunani terhadap pemerintahnya dalam rangka mengatasi persoalan krisis utang dan mencegah default (gagal bayar) utang‐utangnya.

Dankemudian pemerintah Yunanipun  berhasil memenangkan mosi percaya dari parlemennya, setelah lebih dari setengah dari total 300 anggota parlemennya mendukung pemerintahan sosialis Yunani di bawah pimpinan PM Papandreou tersebut – sehingga membuka jalan bagi langkah‐ langkah penghematan baru (new austerity measures) – berupa pemangkasan spending besar‐besaran dan kenaikan pajak – sebagai syarat untuk memperoleh paket bantuan lanjutan senilai 12 milyar euro. Hasil voting ini baru selesai sekitar pukul 05.00 WIB pagi tadi.

Ketidakpastian krisis utang di Eropa belakangan ini telah menjadi salah satu pemicu utama tekanan di bursa saham dunia – tercatat mengalami tekanan hampir 8% dari level tertingginya selama 3 tahun yang dicapai awal Mei lalu. Sementara di bursa Wall Street, indeks S&P500 meraih peningkatan harian terbesar selama 2 bulan untuk skala persentase di hari Selasa kemarin. Hal ini pun mendorong kenaikan indeks Nasdaq yang kembali berada di territorial positif untuk kinerja sepanjang 2011 ini.

Bursa saham Tokyo berpotensi dibuka kembali menguat setelah indeks Nikkei di bursa berjangka Chicago berlanjut naik hingga ke areal 9550, atau naik lebih dari 100 poin.

Sementara EURUSD naik menembus MA‐55 hari, hingga 1.4432, sebelum kemudian terkoreksi signifikan hingga 1.4366 sebelum stabil di areal 1.4380an di pukul 05.45 WIB pagi hari tadi usai voting parlemen Yunani. Nampaknya pasar cenderung melakukan aksi: buy on rumor sell on news, membeli euro karena antisipasi positif menjelang voting parlemen Yunani dan kemudian menjualnya ketika hasil voting memenuhi ekspektasi. Sebaliknya, indeks dolar AS terhadap mata uang utama dunia terkoreksi sekitar 0,5%.

Hasil diskusi menteri‐menteri keuangan Eropa mengatakan bahwa Yunani memiliki waktu sampai 3 Juli untuk memutuskan setuju/tidak setuju terhadap syarat reformasi finansial untuk memperoleh paket bantuan lanjutan senilai total 120 milyar euro dari Uni Eropa dan IMF untuk menghindari bankruptcy, atau gagal bayar (default) utang‐utangnya.

IndekssahamEropa(FTSEEurofirst300)naikdenganakselerasitercepatselama2bulansebesar1,5%,bangkitdarilevelpenutupanterendahnya selama 3 bulan (sejak 20 April). Harga komoditas dunia, yang tergabung dalam indeks Reuters‐Jefferies CRB index <CRB.> berhasil naik sekitar 0,6% setelah sempat memangkas perolehan kenaikannya di sesi awal. Indeks saham dunia dalam MSCI naik 1,6% dan indeks saham di bursa negara berkembang <.MSCIEF) naik 1,5%.

Sementara itu fokus pasar hari ini nampaknya akan beralih ke AS, karena nanti malam merupakan hari terakhir dari 2 hari pertemuan regular dewan moneter bank sentral AS (FOMC‐The Fed AS) – dimana para pengamat akan menilai bagaimana kebijakan moneter AS terkait dengan gerak ekonomi yang saat ini cenderung melamban sementara inflasi mulai meningkat.

Rebound EURUSD dari reaksi positif pasar terhadap voting parlemen Yunani, oleh beberapa kalangan dikatakan hanya akan bersifat sementara karena itu tidak menjamin sepenuhnya Yunani akan melakukan new austerity measures pada 28 Juni mendatang. Dengan demikian voting Yunani belum mengakhiri uncertainty terhadap krisis utang di sejumlah wilayah zona eropa, dan ini masih akan menghambat investor besar masuk ke aset‐aset beresiko tinggi.

Harga minyak mentah di bursa berjangka AS </CLc1> ditutup naik 0,4% ke level $93.70/barel. Sementara harga obligasi AS bertenor 10 tahun <US10YT=RR> turun dan memicu kenaikan yield‐nya ke 2,98%. Emas berlanjut naik dalam 3 hari berturut‐turut, hingga ke areal $1547.90/ons sebelum diperdagangkan di areal $1545 usai penutupan NY, akibat melemahnya dolar AS dan masih adanya uncertainty di Eropa.

Emas naik dalam tiga harinya Selasa lalu, didorong oleh pelemahan dollar AS dan ketidakpastian berkenaan dengan hasil dari confidence vote di Yunani yang kemungkinan menentukan apakah negara dapat menghindari default pada sovereign debt‐nya.

Emas juga mendapat dorongan dari mengemukanya kembali risk appetite investor terhadap lainnya (mata uang), karena gandum, komoditas dan pasar ekuitas semuanya naik.

Pada pilhan kedepannya, volatilitas emas telah anjlok mendekati seperrlima dari level puncaknya pada pertengahan bulan Mei, karena harga bergantung pada gold futures sebagian besar setelah rally yang mencatatkan level $1575,79 2 Mei lalu.

Spot gold <XAU=> naik 0.4 persen ke level $1546,04 per ons pada pukul 11:41 a.m. EDT (1541 GMT). U.S. August gold futures <GCQ1> naik $5.10 ke level $1547,20 per ons.

Silver <XAG=> menyentuh level $36.52 per ons, level tertingginya sejak 10 Juni, dan terakhir naik 1.3 persen ke level $36.46. Emas dalam euro <XAUEUR=R>, yang berkurang dari 1.5 persen dibawah level 1088,11 euro per ons, diperdagangkan melemah 0.5 persen dalam
hariannya, menggambarkan kenaikan mata uang tunggal Eropa terhadap dollar AS.

Tuesday, June 21, 2011

Headline News 21.06.11

US & GLOBAL

Euro dan harga minyak masih goyah Senin kemarin karena investor masih menghindari aset‐aset berisiko tinggi setelah menteri keuangan Eropa menunda program lanjutan pinjaman darurat ke Yunani hingga negara yang sedang dililit utang tersebut menyetujui langkah‐langkah penghematan baru (new austerity measures). Hasil pertemuan menterui‐menteri keuangan Zona Euro di Luksemburg kemarin memutuskan untuk memberikan waktu 2 minggu kepada Yunani untuk menyetujui langkah‐langkah penghematan ketat untuk memperoleh bantuan pinjaman lanjutan senilai €120 milyar ($17 miliar) – sebuah tekanan terhadap pemerintah Yunani untuk memperbaiki kondisi keuangannya yang morat‐marit.

Namun, investor masih bergulat dengan kekhawatiran apakah krisis utang Yunani ini akan beresiko sistemik. Berita dari Eropa tersebut awalnya dianggap negatif, namun mayoritas trader akhirnya menyimpulkan Yunani akan mendapatkan bantuan yang memadai di akhir tahun untuk mencegah default.

Sementara itu, Swiss franc yang masih cenderung menguat mengindikasikan bahwa kecemasan masih menghantui pasar meskipun bursa saham Wall Street mulai rebound dan harga‐harga di pasar Treasury AS mulai stabil. Euro melemah terhadap Swiss franc, berhasil mengatasi tekanannya atas dolar AS dan yen. Sementara indeks dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia tidak banyak berubah dari Jumat sebelumnya, di areal $75.

EURUSD naik sekitar 0,2% ke atas areal 1.4300an, sementara EURCHF melemah sekitar 0,1% di sekitar 1.2100an. Sementara indeks utama bursa saham Tokyo berpotensi melanjutkan kenaikan di pembukaan hari ini setelah indeks Nikkei tipe kontrak September di pasar Chicago naik 65 poin ke 9.445.

Indeks volatilitas CBOE <VIX.>, yang mengukur tingkat kekhawatiran pasar di bursa Wall Street, turun 8,2% ‐ sebuah persentase penurunan dalam basis harian terbesar dalam tiga bulan. Sebelumnya indeks volatilitas Euro‐STOXX50 <.V2TX>, yang mengukur tingkat kekhawatiran investor di bursa Eropa, ditutup naik 5,3%.

Harga obligasi AS bertenor 10 tahun <US10YT=RR> turun ke level 3/32 dengan yield 2,95% ‐ setelah merosot 2,89%, areal support kuat untuk yield obligasi AS tersebut dan sekaligus yield terendahnya sejak awal Desember yang sempat di‐test minggu lalu. Resiko penurunan lebih lanjut pada yield obligasi AS nampaknya akan sangat bergantung pada sentimen investor – dari krisis utang Eropa serta rilis data ekonomi pesimis yang memicu investor ‘lari’ dari aset‐aset beresiko tinggi.

Indeks utama bursa saham Eropa, FTSEurofirst 300 <.FTEU3>, ditutup turun 0,5% akibat meningkatnya kekhawatiran terhadap krisis utang Yunani dan kemungkinan penurunan peringkat utang di Italia. Sementara indeks saham dunia dari MSCI turun 0,1%.
Harga minyak mentah brent <LCOc1> di bursa berjangka juga turun, sebesar 1,3% ke level $111,69/barel. Harga minyak mentah di bursa berjangka AS <CLc1> mentah ringan naik 0,27% ke level $93,32 usai penutupan NY. Sementara harga emas di bursa berjangka AS tipe kontrak Agustus berakhir naik 0,2% ke areal $1,542/ons. 

Masih bergantungnya kekhawatiran pasar terhadap isu krisis utang Eropa membuat pasar cenderung lari dari aset beresiko tinggi dan berlindung pada aset‐aset safe‐haven. Hal ini mendukung kenaikan harga emas belakangan ini, meskipun masih tertahan oleh cenderung menguatnya dolar AS, yang saat ini juga berfungsi sebagai salah satu aset safe‐haven karena rendahnya suku bunga AS.

Pelarian investor dari aset‐aset beresiko tinggi sempat terakumulasi Senin kemarin ketika pertemuan menteri‐menteri keuangan AS memberikan ruang waktu 2 minggu bagi Yunani untuk melakukan langkah penghematan baru (new austerity measure) – berupa pemangkasan spending dan kenaikan pajak – agar bisa memperoleh program bantuan lanjutan berupa pinjaman dana senilai 12 milyar euro.

Selama krisis Yunani dan Eropa masih menimbulkan ketidakpastian – atau belum ada langkah perbaikan kongkrit – maka peran safe‐ haven emas masih akan meningkat. Sementara kondisi perekonomian AS yang terus memburuk, di sisi lain, juga akan memberikan dukungan pada peran safe‐haven dolar AS, ini akan menghambat kenaikan ataupun beresiko memicu fluktuasi harga emas dalam jangka pendek ini.

Minggu ini pasar akan menantikan hasil pertemuan FOMC The Fed AS (Rabu besok) di tengah tahap akhir program bantuan ekonomi quantitative easing ke‐2 (QE2) pada akhir Juni ini. Jika ada kecenderungan The Fed terus mempertahankan kebijakan moneternya yang ultra‐longgar dan/atau ada indikasi program QE masih akan berlanjut, maka ini akan memberikan dukungan bagi akselerasi kenaikan harga emas. Untuk saat ini kami melihat target kenaikan awal di $1550/ons. Emas telah mencapai rekor puncak di areal $1575 di awal Mei lalu.

Monday, June 20, 2011

headline News 20.06.11




US & GLOBAL


Bursa saham global dan euro rebound di akhir pekan kemarin setelah pemimpin Prancis dan Jerman mengisyaratkan kesepakatan bantuan untuk menyelamatkan sesama anggota zona euro, yakni Yunani dari gagal bayar utang dan mencegah krisis global lebih luas. Namun demikian sampai tercipta realisasi, kekhawatiran terhadap isu krisis utang Yunani masih akan membayangi pasar global.

Semakin tinggi spekulasi bahwa Yunani akan menerima bantuan lanjutan senilai €120 milyar sebelum kehabisan uang tunai musim panas ini, akan menenangkan investor yang sebelumnya diguncang volatilitas yang cukup signifikan pekan lalu – menyusul kekhawatiran bahwa kegagalan bayar Yunani bisa menular ke negara‐negara lain di zona Eropa, yang sempat memuncak ketika lembaga rating Moody’s Investors Service menyatakan kemungkinan untuk memangkas peringkat utang Italia.

Namun, risk‐aversion (keengganan terhadap aset‐aset risiko tinggi) masih meningkat ditandai oleh penurunan harga minyak, lonjakan emas dan Swiss franc, yang secara tradisional dipandang sebagai mata uang safe haven.

Selera rendah‐risiko memicu kenaikan obligasi pemerintah di tengah masih adanya keragu‐raguan apakah dukungan dari Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy dapat mempercepat bantuan untuk Yunani.

Merkel mengatakan pada hari Jumat bahwa Jerman dan Perancis menginginkan solusi cepat untuk kebuntuan atas paket bantuan lanjutan ke Yunani, sementara Sarkozy mengatakan tidak ada waktu untuk kalah.

Di Yunani, Perdana Menteri George Papandreou menunjuk menteri keuangan baru, Evangelos Venizelos, dalam upaya untuk mendorong melalui reformasi ekonomi yang keras. Venizelos mengatakan ia akan meminta persetujuan dari rekan‐rekan zona euro yang pada hari Minggu (belum dirilis saat laporan ini dibuat) untuk menyetujui beberapa perubahan dari rencana penghematan (austerity measures) jangka menengah agar dapat lolos dari parlemen.

Meskipun dibayangi review Moody’s terhadap peringkat utang Italia, EURUSD berhasil rebound kembali ke areal 1.4300an, membatasi penurunan signifikan minggu lalu. Indeks S&P500 dan Dow Jones menghentikan tekanan dalam 6 minggu berturut‐turut, meskipun S&P500 sudah terkoreksi hampir 7% di bawah level tertinggi 3 tahun yang dicapai 2 Mei lalu. Indeks FTSEurofirst 300 <FTEU3.> Eropa naik 0,2% di hari Jumat namun relatif masih tertekan di sepanjang perdagangan minggu lalu – memperpanjang rangkaian penurunan beruntun selama 7 minggu dengan akumulasi sebesar 4,8%. Indeks saham dunia dalam MSCI naik 0,4%, rebound dari level terendah 3 bulan. Namun masih terhitung melemah di sepanjang perdagangan minggu lalu, dan bahkan indeks MSCI untuk bursa saham dunia telah memasuki wilayah negatif di tahun berjalan ini.

Spot emas naik <XAU=> di $1,537.00/ons, kenaikan terbesar harian dalam 3 minggu. Harga minyak mentah di bursa berjangka AS <CLc1> tertekan lebih dari 2% di bawah areal $93/barel, sementara minyak mentah Brent <LCOc1> Agustus di London turun ke level $113,25.

Obligasi di pasar Treasury AS memangkas tekanan di sesi awal dan kemudian ditutup flat dipengaruhi komentar optimis terhadap kasus Yunani dari petinggi Jerman dan Perancis. Harga obligasi AS bertenor 10‐tahun <US10YT=RR> turun 3/32 denga yield sebesar 2,94% ‐ namun masih belum jauh dari level terendah selama 6 bulan. Prospek saham dan aset‐aset beresiko masih rentan volatilitas, mengingat tanda‐tanda perlambatan ekonomi di seluruh dunia dan masih adanya kekhawatiran atas krisis utang Yunani dan negara‐negara anggota zona‐eropa lainnya. Selain itu, fase terakhir program Quantitative Easing ke‐2 (QE2) The Fed AS yang bernilai $600 milyar, di tengah lemahnya kinerja ekonomi AS juga memberikan kekhawatiran tersendiri di antara para investor. IMF Jumat lalu juga menurunkan perkiraan untuk pertumbuhan ekonomi AS dan menyerukan Washington serta negara‐negara Eropa untuk memecahkan kesengsaraan anggaran mereka. IMF juga mengatakan beberapa negara‐negara berkembang mengalami overheat ekonomi. Data terbaru akhir minggu lalu menunjukkan bahwa sentimen konsumen dan aktivitas ekonomi AS mengindikasikan sedang goyahnya pemulihan ekonomi AS. 

Emas naik mendekati 1 persen Jumat lalu, sempat mencatatkan kenaikan terbesar hariannya dalam tiga minggu, karena penurunan tajam pada dollar AS yang mendorong hasrat investor pada logam mulai ini.

Emas juga mendapat dukungan dari ketidakpastian ekonomi karena kekuatan EU pada Jerman dan Perancis bergegas untuk menyelamatkan Yunani dari default, dan karena Yunani ditekan Perdana menterinya untuk mengganti menteri keuangannya yang memaksa untuk rencana unpopular austerity.

Emas mengalami akselerasi kenaikan setelah data utama berikutnya dari aktivitas ekonomi AS naik lebih dari ekspektasi pada bulan Mei yang mencatatkan level tertingginya, sementara itu consumer sentiment AS memburuk lebih dari perkiraan bulan Juni dari berlanjutnya pesimisme mengenai ekonomi.

Spot gold <XAU=> naik 0.8 persen ke level $1540,99 per ons pada pukul 11:22 a.m. EDT (1522 GMT). Telah mencapai rally harian terkuatnya sejak 27 Mei ketika naik 1.1 persen.

Friday, June 17, 2011

Headline News 17.06.11

US & GLOBAL

Tekanan saham AS, minyak dan euro berhasil terhadang di tengah masih adanya gelombang sell‐off Kamis kemarin, karena investor kini menunggu tanda‐tanda apakah lembaga internasional dapat mencegah Yunani dari default utangnya. Kegelisahan pasar terhadap krisis utang Yunani saat ini memicu pembelian aset‐aset berisiko rendah, seperti obligasi pemerintah, dalam dua hari berturut‐turut.

Bursa saham Wall Street mampu menghadang gelombang tekanan, dengan didukung rebound di awal sesi Kamis, di tengah masih tingginya ketidakpastian terhadap krisis utang Yunani – yang memicu tekanan jual saham‐saham, terutama di sektor pertambangan, baja dan saham‐ saham material lainnya.

Meningkatnya kecemasan atas Yunani – apakah bisa menerima dana talangan lanjutan senilai 120 milyar euro atau tidak – menyebabkan pasar beralih pada aset‐aset beresiko rendah (safe‐haven) yakni obligasi pemerintah dan menekan saham ke level terendahnya selama 3 bulan.

Pejabat Eropa dan Dana Moneter Internasional sedang mengupayakan paket penyelamatan, sementara suara pemerintah Yunani terpecah terhadap langkah penghematan (austerity measure) penghematan langkah yang diperlukan dan bagaimana membuat investor swasta berbagi beban.

Ada kekhawatiran bahwa "kekacauan" utang Yunani bisa mengacaukan sistem keuangan dunia dan mengeringkan lending, mirip dengan apa yang terjadi pasca runtuhnya Lehman Brothers pada September 2008. Kecemasan terhadap kemungkinan atas gagal bayar utang Yunani memicu kenaikan harga emas dan memberi investor alasan untuk membeli aset‐aset berisiko rendah, yakni obligasi pemerintah untuk dua hari berturut‐ turut.

Dalam sebuah sesi yang sangat volatile, saham dan euro bergerak bolak‐balik di areal positif‐negatif Kamis kemarin di tengah kekhawatiran bahwa masalah utang Yunani mungkin akan menyebar ke krisis global. Beberapa analis khawatir krisis utang di Yunani dan lemahnya ekonomi negara‐negara zona euro dapat memperburuk regionalnya seperti krisis finansial global 2007 yang berasal dari AS (bank investasi Bear Stearns dan Lehman Brothers).

Yang memperbesar kekhawatiran investor saat ini adalah meningkatnya indikasi lemahnya kinerja ekonomi AS, dari rilis data‐data ekonominya belakangan ini.

Indeks MSCI untuk saham dunia turun 1% dan ditutup masih di sekitar level terendah sejak 18 Maret yang dicapai Rabu sebelumnya – ini sekaligus menghapus kenaikan yang sebelumnya diraih sepanjang 2011 berjalan ini. Di Tokyo, indeks Nikkei <.N225> turun 1,7% mengikuti tekanan tajam Wall Street Rabu sebelumnya. Sementara indeks saham Eropa FTSEurofirst 300 <FTEU3> turun 0,42% dan ditutup di level terendah sejak pertengahan Maret.

Di pasar mata uang, EURUSD tertekan ke level terendah 3 pekan di 1.4074 sebelum kemudian bangkit dan tertahan di areal 1.4200‐an. Euro juga melemah ke rekornya terhadap franc Swiss, di 1.1957, karena investor ‘lari’ dari aset‐aset beresiko tinggi.

Harga minyak mentah berjangka AS <CLc1> naik tipis di sekitar $95/barel setelah anjlok 4% Rabu sebelumnya. Harga emas di pasar spot <XAU=> turun tipis dari penutupan Rabu sebelumnya, ke areal $1528/ons.

Kewaspadaan investor memicu peralihan dana ke aset‐aset rendah resiko, yakni obligasi pemerintah – menyebabkan yield obligasi pemerintah ASbertenor10tahunmerosotkeposisiterendah6bulandi2,92persen,turun5basispoinpadaKamistersebut. 

Emas bertahan pada perdagangan yang choppy Kamis lalu, dipandu oleh fluktuasi dollar AS, yang mana diuntungkan dari anjloknya euro dari mengemukanya kembali krisis utang Yunani dan dari membaiknya data ekonomi AS.

Krisis utang Yunani makin mendalam setelah rencana Perdana menteri untuk me‐reshuffle pemerintah mengarah pada kekacauan mengikuti rangkaian dari pengunduran diri dari parlemen. Anggota dewan Eropa berlomba untuk bersama‐sama membantu Yunani.

Emas berada dibawah 3.2 persen dari level puncaknya yang pernah ada $1575,79 yang tercapai awal Mei lalu, tetapi masih naik 7.5 persen hingga tahun ini, yang telah menguat mendekati 24 persen tahun lalu dan trader juga analis mengatakan ketidakpastian dipicu oleh permasalahan utang Yunani dan dipertanyakannya mengenai outlook ekonomi AS yang kemungkinan membuat dukungan pada pasar.

Silver <XAG=> terakhir anjlok mendekati 1 persen ke level $35.41 per ons, yang telah melemah mendekati sepertiganya dari level tertingginya yang mencapai $49.51 pada bulan April.
Platinum <XPT=> terakhir turun 1.0 persen dalam hariannya ke level 1750,24 per ons, yang telah berkurang dalam rangkaian lima harinya berturut‐turut, penurunan terpanjangnya sejak Juni tahun lalu.

Palladium <XPD=> anjlok terakhir 2.3 persen ke level $752.74.

Thursday, June 16, 2011

headline News 16.06.11

US & GLOBAL


Indeks saham dunia dan mata uang tunggal Eropa merosot Rabu kemarin, menyusul pergolakan di Yunani akibat krisis utangnya dan belum jelasnya sikap para pemimpin Eropa terhadap program bantuan (pinjaman).

Euro turun 2% atas dolar AS dan obligasi pemerintah AS serta Jerman naik karena investor ‘lebih senang untuk saat ini’ menanam dana mereka pada aset‐ aset aman resiko setelah menteri‐menteri keuangan Eropa gagal mencapai kesepakatan bagaimana melibatkan sektor swasta untuk program pinjaman lanjutan ke Yunani. Dikatakan bahwa kesepakatan tersebut sulit untuk dicapai pada KTT Eropa minggu depan dan nampaknya kan tertunda hingga pertengahan Juli.

Sebelumnya seolah kita menyaksikan bahwa Eropa membuat kemajuan dalam mengatasi persoalan krisis utang Yunani, namun hingga saat ini ternyata belum ada sebuah keputusan yang jelas dari para petinggi Eropa. Investor pun ‘menyerah’ dan cenderung mengambil sikap defensif dengan mengeluarkan dana mereka dari aset‐aset beresiko tinggi.

Dolar AS, sebagai mata uang utama ber‐yield rendah saat ini, menjadi sasaran perlindungan investor, yang membuatnya menguat signifikan terhadap mayoritas mata uang utama dunia . Menguatnya dolar memicu tekanan harga minyak mentah AS yang mencapai sekitar 4% kemarin. Selain itu indikasi lesunya ekonomi juga berpotensi menekan permintaan akan minyak, sehingga juga menjadi faktor penekan lainnya.

Di Amerika Serikat, suramnya data manufaktur dan perumahan meningkatkan kekhawatiran lebih lanjut terhadap langkah pertumbuhan yang melambat. Ini memperbesar rasa kekhawatiran pasar yang kemudian menyebabkan para investor ‘menyerah’ dan membuat sentimen pasar semakin negatif.

Hanya perkembangan isu dalam waktu kurang dari 24 jam telah mampu membuat Investor mundur setelah mencoba kembali ‘masuk’ ke pasar saham dan aset berisiko lainnya. Euro dan bursa saham Wall Street tertekan ke level‐level ‘teknis’ masing‐masing.

Saham perbankan memimpin tekanan bursa global, setelah Moody `s Investors Service mengatakan berkemungkinan me‐review peringkat kredit dari bank‐bank Prancis seperti BNP Paribas, Credit Agricole dan Societe Generale – yang disinyalir memiliki holding‐asset obligasi publik dan swasta Yunani. Dan kemudian Moody’s dikatakan juga akan me‐review peringkat kredit sejumlah unit bank Portugal di Brazil.

Indeks MSCI untuk saham dunia merosot 1,9% sehari setelah mencetak kenaikan terbesar harian dalam 2 pekan (secara persentase) hari Selasa akibat data‐data ekonomi Cina dan AS saat itu tidak seburuk yang dikhawatirkan. Di Wall Street, tekanan semalam menghapus kenaikan bursa pada Selasa sebelumnya. Indeks saham Eropa atas <FTEU3.> turun 1,1% semalam, sementara indeks Nikkei Tokyo <.N225> berakhir 0,3% lebih rendah Rabu kemarin. Karena meningkatnya indikasi perlambatan ekonomi, sejumlah analis memproyeksikan penurunan lebih lanjut di bursa saham.

Bahkan jika ternyata tekanan tidak sebesar yang dikhawatirkan, hambatan pemulihan ekonomi AS masih akan mengecewakan. Ini bertepatan dengan berakhirnya program quantitative easing ke2 (QE2) The Fed AS yang bernilai $600 milyar pada Juni ini. Terlebih, di bulan Juli mendatang akan merupakan musim laporan keuangan kuartalan korporasi global – ini akan semakin menambah kekhawatiran dan berpotensi memicu tekanan lebih lanjut pada bursa saham global. Indeks S&P500 diproyeksikan akan jatuh 11‐20% dari puncaknya pada awal Mei lalu.

Sementara itu, puluhan ribu demonstran di Yunani mengamuk menentang program austerity (penghematan) lanjutan setelah menteri‐menteri keuangan zona euro gagal mencapai kesepakatan untuk melibatkan sektor swasta berkontribusi pada bailout kedua Yunani – yang saat ini menginginkan bantuan lanjutan senilai €120 milyar. Kini pasar akan melihat bagaimana kesepakatan pemimpin Jerman dan Perancis (sebagai negara‐negara terbesar Eropa) yang dijadwalkan akan melangsungkan pertemuan di akhir pekan ini.

Perdana Menteri Yunani George Papandreou dihimbau untuk turun dari jabatannya dan ‘membuat jalan’ bagi pemerintah nasional bersatu. Sebuah resolusi harus dicapai dalam waktu dekat. Yunani tidak bisa terus seperti ini. Dan pertanyaannya untuk adalah, "resolusi apa yang akan dicapai?  

Liku terbaru dalam krisis utang Yunani, dibarengi oleh warning dari lembaga Moody’s investor Services terhadap peringkat kredit sejumlah bank Eropa,
menambah akselerasi tekanan untuk mata uang euro. EURUSD jatuh 2% ke 1,4150‐an, tekanan terbesar selama lebih dari sebulan ini. 

Kegelisahan investor menghidupkan kembali pasar obligasi AS dan Jerman, yang berisiko rendah. Penyerbuan ke obligasi mengetuk yield benchmark 10‐ tahun Treasury <US10YT=RR> kembali di bawah 3 persen, sebuah penurunan terbesar harian sejak September – setelah hari Selasa naik ke level tertinggi
selama 2 pekan. 

Pelarian dari aset‐aset beresiko juga mengangkat harga emas di pasar spot yang berakhir di $1,530.50/ons, naik dari 1,523.25 pada hari Selasa. Sementara
harga minyak menghapus kenaikan Selasa sebelumnya, jatuh ke level $95.30an/barel setelah penutupan NY Rabu. Padahal, merosotnya di luar dugaan persediaan minyak mentah AS (yang dilaporkan Rabu) sempat memicu kenaikannya. 

Emas membuat rally hari keduanya Rabu lalu, telah menghapus penurunan awalnya ketika ekuitas AS anjlok pada pembukaan perdagangan mengikuti data ekonomi AS dan karena krisis utang Yunani mengalami eskalasi/meningkat.

Spot gold dalam dollar AS <XAU=> terakhir naik 0.5 persen dalam hariannya ke level $1530,00 per ons pada pukul 1400 GMT, yang telah mengalami recover dari level terendahnya $1513,86 pada awal hariannya.

"The theme of the European sovereign debt crisis just won't go away and on that basis, there is a limit to how much you want sell gold at this moment in time," ungkap manajer senior Saxo Bank Ole Hansen.

"Fundamentally, we are entering into low‐demand season so gold bulls should potentially, unless we have an escalation in Europe, be a little bit patient at the moment, because over the summer months, seasonally, there is a tendency to a bit of weakness."

Spot silver <XAG=> diperdagangkan pada level $35.50 per ons dari level $35.32 pada penutupan Selasa lalu. The precious industrial metal mencapai level tertingginya $49.51 pada 28 April.

Di antara banyaknya industrial precious metals, platinum <XPT=> terakhir merosot 0.3 persen ke level $1784,49 per ons dan palladium <XPD=> anjlok 0.7 persen ke level $787.72 per ons.