title cover

title cover

Thursday, July 7, 2011

Headline News 07.07.11



U.S. & GLOBAL

• Saham‐saham transportasi diantara yang menonjol pada sesi flat dari bursa saham AS Rabu lalu. Perluasan kenaikan dibatasi karena penurunan peringkat utang Portugal yang menekan saham‐saham perbankan, sementara itu kenaikan tingkat suku bunga Cina tampak sebagai suatu kekhawatiran bagi para investor.    


• Data penutupan, dengan indeks Dow Jones industrial average <.DJI> naik 56.15 poin, atau 0.45 persen, untuk ditutup level 12,626.02. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> meningkat 1.34 poin, atau 0.10 persen, untuk berada pada level 1,339.22. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> bertambah 8.25 poin, atau 0.29 persen, menuju level 2,834.02.   


• Kenaikan indeks FTSE 100 dalam rangkaian delapan harinya terhenti Rabu lalu karena kekhawatiran berkenaan penyebaran efek utang di Eropa dan outlook permintaan di Cina yang menekan saham perbankan dan komoditas.     


• Euro merosot terhadap dollar AS dalam rangkaian dua harinya Rabu lalu karena kenaikan tingkat suku bunga Cina menambah permasalahan pertumbuhan global dengan pasar telah terkesima dari penurunan peringkat utang Portugal menuju junk (sampah). Pada perdagangan terakhir New York, euro <EUR=> anjlok 0.8 persen ke level $1.4311, level terendahnya sejak 28 Juni. Mata uang tunggal tersebut telah turun 1.5 persen dalam dua hari terakhirnya dari harga penutupan.    


• Harga obligasi AS naik Rabu lalu karena penurunan peringkat obligasi Portugal menjadi junk status (sampah) yang menghidupkan kembali permasalahan utang Eropa yang dapat bergejolak, mendorong permintaan safe‐haven untuk obligasi pemerintah yang rendah resiko.


• Harga emas menguat dalam tiga harinya, naik ke level tertinggi dua minggunya setelah kenaikan tingkat suku bunga Cina yang membawa permasalahan inflasi mengemuka dan kekhawatiran utang zona euro yang mendorong permintaan safe‐haven buying. Spot gold <XAU=> menguat $1,529.94 per ons pada pukul 2:50 p.m. EDT (1850 GMT) dari $1,515.70 pada penutupan New York Selasa lalu. Awalnya telah mencapai level puncaknya dalam dua minggu $1,533.45.    


• Harga minyak mentah AS (crude oil futures) melemah dalam penutupannya setelah data dari American Petroleum Institute menunjukkan persediaan domestik crude turun 3.2 juga barrel minggu lalu, lebih besar dari ekspektasi. U.S. crude <CLc1> berkurang 24 sen untuk berada pada level $96.65 per barrel, yang telah melewati level terendahnya $95.90 untuk ditutup diatas kontrak bulan Agustus pada level $96.26 dalam 200‐ day moving average.

• Sterling melemah terhadap meluasnya penguatan dollar AS Rabu lalu, mencatatkan penurunan pada euro versus mata uang AS karena kenaikan tingkat suku bunga Cina dan kekhawatiran krisis utang zona euro membawa investor untuk melepas mata uang beresiko dan mencari safety pada the greenback/dollar AS.   


• Pada perdagangan terakhir di London, sterling <GBP=D4> anjlok lebih dari setengah persen dalam hariannya ke level terendahnya $1.5947. Akselerasi penurunan karena euro turun sekitar 1 persen terhadap dollar AS <EUR=>, sebelum memangkas beberapa penurunannya.   


• Perekrutan pada lowongan permanen Inggris berada dalam level terendahnya yang hampir dalam dua tahun pada bulan Juni, sebuah survei menunjukkannya Rabu lalu, menambah kekhawatiran mengenai kekuatan dari recovery ekonomi.   


• Hari ini data penting yang dirilis seperti industrial dan manufacturing production basis bulanan juga tahunannya. Ditambah tingkat suku bunga yang diprediksi unchanged.  

Wednesday, July 6, 2011

Headline News 06.07.11

U.S. & GLOBAL 


• Bursa saham dunia anjlok dari level tertingginya dalam lima minggu Selasa lalu dan euro merosot dari meluasnya permasalahan mengenai outlook ekonomi global dan lembaga pemeringkat besar menurunkan peringkat obligasi Portugal menjadi junk status (sampah).


• Bursa saham AS ditutup dalam volume perdagangan yang tipis yang kebanyakan flat dalam pergerakan Selasa lalu karena investor menekan harga setelah kenaikan minggu lalu, meskipun berlanjutnya volume perdagangan yang tipis dapat melanjutkan perdagangan yang choppy.    


• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> turun 12.90 poin, atau 0.10 persen, ke level 12,569.87. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> anjlok 1.79 poin, atau 0.13 persen, ke level 1,337.88. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> naik 9.74 poin, atau 0.35 persen, ke level 2,825.77.    


• Bursa saham Eropa <.FTEU3> ditutup sedikit menguat ke level 1,122.23 poin. Emerging market stocks <.MSCIEF> berkurang 0.3 persen.  


• Euro melemah 0.8 persen ke level $1.4419 <EUR=EBS>, setelah mencapai level terendah hariannya $1.4395 pada data Reuters, menekan kenaikan dalam enam harinya berturut‐turut. Swiss francs telah anjlok juga 1.6 persen ke level 1.2128 <EURCHF=EBS>.  


• Kekhawatiran terkini bahwa kebanyakan eleman paling parah dari krisis utang Eropa adalah menyebarnya pengaruh tersebut, termasuk penurunan peringkat obligasi Portugal menjadi junk (sampah), menyalakan kembali ketertarikan pada Treasuri AS sebagai safe‐haven dan berakhirnya aksi jual dalam lima harinya. Obligasi bertenor 10‐tahun AS <US10YT=RR> naik 12/32 dengan yield sebesar 3.14 persen, turun dari 3.18 persen pada penutupan Jumat lalu.    


• Harga emas naik mendekati 2 persen Selasa lalu, karena risk‐averse investors yang melakukan aksi beli emas berkenaan dengan outlook ekonomi Cina dan mengemukanya kembali kekhawatiran mengenai krisis utang Yunani. Spot gold <XAU=> diperdagangkan pada level $1511,05 per ons pada pukul 1:23 p.m. EDT (1723 GMT), terhadap $1495,54 pada penutupan New York Senin lalu. U.S. gold futures untuk pengiriman bulan Agustus <GCv1> menguat $29.50 per ons ke level $1512,10, terjadi kenaikan 1.99 persen.   


• Harga minyak mentah meningkat ke level tertingginya dalam dua minggu Selasa lalu, dibantu oleh meluasnya kembali serbuan pada pasar komoditas yang dimulai pada kuartal ketiga dan perkiraan pada pengetatan pasar dalam bulan‐bulan kedepannya. U.S. crude <CLc1> ditutup menguat $1.95, atau 2.05 persen, ke level $96.89 per barrel.  


• Sterling naik terhadap dollar AS dan euro Selasa lalu setelah data sektor jasa Inggris mengejutkan untuk naik dan mendorong aksi beli diantara investor, meskipun kemudian kenaikan terlihat terbatas dari keseluruhan outlook yang suram dari pertumbuhan ekonomi.  


• Sterling melonjak hampir satu sen dalam level tertinggi hariannya $1.6128 terhadap dollar AS <GBP=D4> setelah data karena investor bergegas untuk menutupi posisi jual pound yang diantisipasi dari pelemahan data PMI.   


• Sektor jasa Inggris berkinerja lebih baik dari ekspektasi pada bulan Juni tetapi pertumbuhan tidak cukup kuat untuk menghasilkan banyak pekerjaan,sebuah survei purchasing managers menunjukkannya Selasa lalu.   


• Housebuilders Inggris melaporkan penjualan yang positif pada minggu baru‐baru ini, menambah sinyal pada stabilisasi dalam pasar perumahan dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi.   


• Sektor jasa Irlandia bertumbuh pada jalur tercepatnya dalam empat bulan pada bulan Juni dari kenaikan pemintaan ekspor, tetapi employment turun dan perusahaan‐perusahaan memangkas harga ditengah melemahnya permintaan domestik, survei menunjukkanny

Tuesday, July 5, 2011

Headline News 05.07.11



U.S. & GLOBAL 


• Bursa saham dunia menguat ke level tertingginya dalam 4‐1/2 minggu Senin lalu karena investor bertumbuh kepercayaannya mengenai prospek ekonomi global setelah Yunani terhindar dari debt default (gagal bayar utang pertamanya) dan data mencatatkan perlambatan yang moderat pada pertumbuhan (ekonomi) Cina.   


• Selama akhir pekan, menteri keuangan zona euro menyetujui cicilan 12 milyar euro untuk membantu Yunani dan mengatakan rincian paket bantuan kedua yang akan diputuskan pertengahan September.   


• Tetapi euro menghapus kenaikannya setelah lembaga pemeringkat Standard & Poor's mengatakan rencana debt rollover membuat pertimbangan pada Yunani masih berada pada negara yang masuk dalam "selective default".  


• Indeks MSCI world equity <.MIWD00000PUS> meningkat 0.47 persen untuk mencapai level tertingginya sejak 1 Juni.  Indeks benchmark tersebut telah naik lebih dari 5 persen minggu lalu, kenaikan mingguan terbesarnya sejak Juli 2010.   


• Bursa saham Eropa <.FTEU3> bertambah 0.2 persen sementara itu emerging stocks <.MSCIEF> naik 1 persen, dibantu dari kenaikan bursa saham Shanghai <.SSEC> yang melejit mendekati 2 persen.   


• Pasar saham AS ditutup karena liburan Independence Day.   


• U.S. crude <CLc1> naik 6 sen ke level $95 per barrel, dengan total volume perdagangan kurang dari 5 persen pada 30‐day average. Semua transaksi New York Mercantile Exchange hari Senin akan didaftarkan hari Selasa karena liburan July 4.  


• Euro merosot 0.2 persen ke level $1.4514 <EUR=> setelah S&P menekan rally dari euro, yang mana juga menekan dukungan dari ekspektasi bahwa European Central Bank akan menaikkan tingkat suku bunga pada policy meeting (Kamis) minggu ini.   


• Bund futures <FGBLc1> meningkat 12 ticks.   


• Harga emas naik 0.6 persen Senin lalu karena investor melakukan aksi beli karena pelemahan harga logam mulia ke level terendahnya dalam
enam minggu pekan lalu dan pada ekspektasi euro akan memperluas kenaikannya terhadap dollar AS.     


• Spot gold <XAU=> diperdagangkan pada level $1495,20 per ons pada pukul 1543 GMT, terhadap level $1485,80 pada penutupan New York Jumat lalu. U.S. gold futures untuk pengiriman bulan Agustus naik $13.30 per ons ke level $1495,90.    


• Dollar AS <.DXY> secara luas stabil terhadap basket of major currencies.   


• Membaiknya hasrat pada resiko dan berakhirnya program pembelian obligasi oleh the Fed mengurangi permintaan pada Treasury bonds AS, dengan yields untuk obligasi 10‐tahun <US10YT=RR> menguat 3.18 persen, mendekati level tertingginya yang hampir dua bulan dan menambah kenaikan lebih dari 30 basis poin.  


U.K. 


• Sterling menghapus kenaikannya versus dollar AS Senin lalu, karena gambaran ekonomi Inggris (industri konstruksi) akan melanjutkan tekanan pada pound dari level tertinggi hariannya setelah memudarnya permasalahan mengenai debt default Yunani yang mendorong aksi jual pada mata uang beresiko tinggi sebelumnya.   


• Sterling flat dalam hariannya pada level $1.6065 <GBP=D4>, merosot dari level tertingginya $1.140.   


• Kekurangan uang pemerintah seharusnya dibelanjakan pada perawatan orang tua/lansia menurut proposal Senin lalu yang akan dibatasi pertama
kalinya pada sejumlah orang yang telah dibayar untuk membantu para lansia/orang tua.   


• Biaya untuk individu seharusnya disekitar 35000 pounds ($55,950), komisi pemerintah melaporkannya, dalam proposal bahwa akan membelanjakan pendapatan negara sampai dengan 2.2 milyar pounds.   


• Industri konstruksi Inggris mendapat tekanan pada bulan Juni dan perusahaan‐perusahaan sedikit optimistik mengenai outlook, survei bulanan disekitar purchasing managers yang ditunjukkan Senin lalu. 

Monday, July 4, 2011

Headline News 04.07.11

US & GLOBAL


• Indeks saham dunia berlanjut naik pada hari Jumat didukung oleh rilis positif melempaui ekspektasi data manufaktur AS bulan Juni, namun melemahnya data produksi industri di Asia menyebabkan turunnya harga minyak. Indeks saham Eropa ditutup pada level tertinggi dalam 1 bulan dan ketiga indeks saham utama Wall Street melonjak lebih dari 1% melanjutkan sentimen positif aset beresiko yang terinspirasi dari voting parlemen Yunani untuk langkah penghematan (austerity measures).


• Rilis positif dara manufaktur AS dan hasil voting parlemen Yunani yang sesuai harapan pasar menyebabkan investor kembali ke aset‐aset beresiko dan meninggalkan aset safe‐haven – sehingga menyebabkan turunnya harga obligasi pemerintah AS. Bangkitnya optimisme dari rilis data ekonomi AS akan meningkatkan harapan pasar bahwa ekonomi negara terbesar di dunia tersebut pulih dari tekanannya baru‐baru ini.
Ekonom mengatakan ekonomi telah melewati titik kritis dan pertumbuhan terlihat siap untuk melanjutkan tingkatnya ke atas 3% lebih pada semester kedua tahun ini.


• Tiga indeks (Wall Street) mengalami persentase kenaikan terbesar dalam basis mingguan sejak Juli 2009 – indeks Dow naik 5,4%, S&P500 melonjak 5,6% dan Nasdaq naik 6,2% minggu lalu. Di Eropa, indeks saham FTSEurofirst 300 ditutup naik 0,76% akhir minggu kemarin.


• Sementara harga benchmark obligasi AS yang bertenor 10 tahun <US10YT=RR> turun 9/32 setelah rilis data manufaktur AS, memicu kenaikan yield‐nya hingga 3,1935%.


• Harga emas <XAU=> jatuh hingga $1,478.78/ounce Jumat kemarin, level terlemah sejak 17 Mei, menyusul redanya uncertainty dan kekhawatiran pasar pasca persetujuan paket penghematan oleh parlemen Yunani Kamis minggu lalu.


• Mulai bangkitnya minat investor terhadap aset‐aset beresiko juga terindikasi lewat kenaikan harga obligasi indeks subprime‐mortgage (hipotek‐ ABX index) pada hari Jumat. Kenaikan indeks tersebut dipicu oleh perkembangan positif dalam krisis utang Yunani dan oleh penundaan lelang produk Maiden Lane II dari NY‐Fed, demikian menurut berita yang dilansir Thomson Reuters.


• Portofolio Maiden Lane II dibuat ketika terjadi krisis keuangan yang cukup besar untuk menyerap sekuritas hipotek berisiko – disitilahkan dengan "private‐label" – dari AIG, agar dapat mencegah keruntuhan perusahaan asuransi terbesar di dunia tersebut.


• Namun, perlu dicermati bahwa kekhawatiran investor belum hilang terhadap prospek pemulihan ekonomi global karena data manufaktur dari negara‐negara lain cenderung lebih tertekan. Di Asia dan Eropa saja, indeks manufaktur (PMI) periode Juni mereka masing‐masing turun ke sekitar level terendah beberapa bulan karena merosotnya demand di pasar internasional dan dimulainya siklus kenaikan suku bunga di masing‐ masing wilayah.


• Harga minyak mentah berjangka AS <CLc1> turun hampir 0,4% ke areal $94,75/barel pasca penutupan NY Jumat, setelah terpukul ke level day low $93,45 dipengaruhi oleh pertumbuhan indeks manufaktur Cina yang berada dalam kapasitas terlambannya selama 28 bulan – padahal Cina adalah konsumen terbesar di dunia bahan baku.


• Dolar AS menguat secara global setelah rilis data ISM Manufaktur Juni AS, tetapi kemudian menghapus kenaikannya untuk bergerak relatif stabil terhadap mata uang utama dunia. EURUSD Jumat kemarin terakhir diperdagangkan pada level $1,4520, atau naik sekitar 0,1% pada hari itu.
Namun mata uang tunggal Eropa tersebut telah mencatat penguatan lebih dari 2% sepanjang minggu kemarin, merupakan kinerja terbaiknya terhadap dolar sejak Januari.


• Investor sedang berada pada arus balik untuk kembali secara bertahap ke aset‐aset berisiko. Jajak pendapat Reuters menunjukkan alokasi investor ke aset global terlah mendorong peningkatan holdings untuk ekuitas pada bulan Juni, yang merupakan pertama kalinya sejak Januari.


• Untuk minggu ini, pasar akan fokus pada pertemuan ECB yang diperkirakan akan melanjutkan kenaikan suku bunganya dari levelnya saat ini. Dari AS, akan dinantikan data tenaga kerja periode Juni yang akan menjadi kunci dalam menentukan apakah gelombang negatif data ekonomi AS sudah berakhir atau belum.


• Makin besarnya arus minat investor terhadap aset beresiko akan terindikasi lewat tekanan pada harga obligasi pemerintah AS, terutama benchmark‐nya yang bertenor 10 tahun, bertepatan setelah The Fed baru saja mengakhiri program QE‐2 (berupa program pembelian obligasi)
senilai $600 milyar.


GOLD & COMMODITIES


• Emas melemah lebih dari 1 persen Jumat lalu ke level terendahnya dalam enam minggu, terpukul oleh anjloknya harga minyak mentah, naiknya dollar AS versus currency basket, dan persetujuan Yunani pada paket austerity, yang mana memangkas ketertarikan pada logam mulia sebagai haven from risk/berlindung dari resiko.  


• Spot gold <XAU=> anjlok ke level terendahnya $1481,70 per ons, level terendahnya sejak 17 Mei, dan diperdagangkan pada level $1483,24 per ons pada pukul 1401 GMT, terhadap level $1499,60 pada penutupan New York Kamis sebelumnya. U.S. gold futures untuk pengiriman bulan Agustus <GCv1> turun $19.10 ke level $1483,70.  


• Logam mulia berada dibawah tekanan karena dollar index rebound dan U.S. crude futures <CLc1> melemah lebih dari $2 per barrel Jumat lalu setelah kekecewaan pada data ekonomi dari Cina, dimana factory output bulan Juni tumbuh pada level terlemahnya dalam 28 bulan.  


• Spot platinum <XPT=> diperdagangkan pada level $1709,99 per ons versus $1720,15, sementara itu spot palladium <XPD=> berada pada level $752.47 per ons terhadap $752.25.  


• Silver <XAG=> diperdagangkan pada level $33.69 per ons terhadap level $34.6

Friday, July 1, 2011

Headline News 01.07.11





US & GLOBAL 


• Kekhawatiran terhadap krisis utang Yunani dan Eropa sementara mulai terbenam, mereka yang tadinya memilih posisi sidelined (mengamati pasar tanpa melakukan transaksi) kembali mulai memutar dananya.


• Indeks saham dunia naik ke puncak tertinggi selama 1 bulan dan mata uang euro pun berhasil menutup perdagangan dengan menguat dalam 2 kuartal berturut‐turut terhadap dolar pada hari Kamis setelah Yunani menyetujui langkah‐langkah penghematan tahap akhir diperlukan untuk melancarkan pendanaan internasional dan mencegah kebangkrutan.


• Rilis positif di luar dugaan indeks manufaktur regional AS periode Juni juga turut meredam kekhawatiran pasar terhadap perlambatan ekonomi akhir‐akhir ini, memicu kenaikan saham AS dalam rally terbesarnya untuk 4 harian sejak September dan mengurangi minat investor untuk aset‐aset safe haven seperti obligasi pemerintah AS di hari terakhir kuartal kedua tersebut.


• Harga obligasi negara AS turun dalam 4 hari berturut‐turut saat The Fed mengakhiri program stimulus ekonomi (quantitative easing 2/QE‐2) berupa pembelian obligasi bernilai $600 milyar.


• Di Asia, bursa saham berpotensi dibuka menguat hari ini setelah indeks Nikkei di bursa berjangka pasar Chicago naik 0,3% <NKU1>.


• Indeks saham dunia dari MSCI kemarin naik 1,3% ke level tertinggi sejak 2 Juni. Indeks utama Wall Street naik di tengah rally bursa di akhir kuartal kedua, dan ada harapan rally tersebut akan berlanjut di bulan Juli.


• Untuk kuartal kedua sejumlah indeks saham utama global ditutup beragam. Indeks S&P500 dan nasdaq masing‐masing ditutup melemah 0,4% dan 0,3%. Sementara indeks Dow Jones menutup perdagangan kuartal ke‐2 dengan kenaikan 0,8%, demikian dengan indeks saham Eropa, FTSEurofirst 300 <FTEU3.>, yang ditutup naik 1,1%. Indeks saham perbankan Eropa, Stoxx 600 <SX7P.>, pun mampu menutup perdagangan kuartal ke‐2 dengan positif, naik 2%.


• Kamis kemarin, EURUSD mengalami kenaikan hingga 1,4538 dan menutup perdagangan kuartal ke‐2 dengan kenaikan 2,3%  ‐  merupakan kenaikan kuartalannya berturut‐turut sepanjang 2011. Sepanjang 2011 ini, EURUSD pun masih mencatat kenaikan 8,4%, meskipun sempat mengalami penurunan demand signifikan belakangan ini karena meningkatnya ketidakpastian di Eropa. Namun penguatan dalam 2 kuartal ini merupakan bukti masih kuatnya pijakan euro untuk jangka waktu yang lebih panjang, setidaknya dalam tahun ini hingga memasuki tahun depan kami perkirakan euro masih akan berpotensi mengalami akselerasi rally.


• Harga tembaga, yang merupakan komoditas logam industri utama, berakhir naik di level tertingginya 2 bulan kemarin karena mulai bangkitnya minat pasar terhadap aset‐aset beresiko tinggi (risk appetite). Harga tembaga di bursa komoditas logam berjangka London <CMCU3> ditutup pada level $9,430 per ton – harga tertinggi sejak akhir April. Goldman Sachs dalam laporan risetnya memproyeksikan terjadi reversal (pembalikan) dari aksi sell‐off di pasar komoditas belakangan ini, setelah melihat indikasi sejumlah harga bahan mentah menembus areal tertingginya untuk basis bulanan. 


• Melemahnya dolar saat ini juga turut mengangkat harga minyak mentah di bursa berjangka AS <CLc1> yang bertahan di atas areal $95‐an/barel, meskipun untuk perdagangan kuartal ke‐2 tahun ini masih mengalami penurunan sekitar 10%  ‐ kapasitas penurunan terbesarnya sejak kuartal ke‐4 tahun 2008. Brent <LCOc1> mentah ditutup pada level $112,48/barel, dan juga turun hampir 4,9% untuk basis kuartalan. Goldman Sachs memproyeksikan harga minyak mentah brent akan mencapai $130/barel dalam 12 bulan ke depan.  


• Parlemen Yunani telah menyutujui program penghematan besar (austerity measure) Yunani, termasuk segala rincian dari realisasi penghematan tersebut serta langkah privatisasi yang disyaratkan oleh kreditur internasionalnya, Uni Eropa dan IMF, untuk pencairan dana talangan darurat dalam rangka menghindari default (gagal bayar) utang Yunani yang akan jatuh tempo Juli ini. Harapan lain untuk kelanjutan kenaikan suku bunga Eropa pada pertemuan moneter ECB minggu depan, yang didukung oleh komentar dari presiden ECB Jean‐Claude Trichet, akan memicu potensi
penguatan euro lebih lanjut. 


GOLD & COMMODITIES 


• Emas melemah Kamis lalu, meskipun masih berada dalam rangkaian kenaikan 11 kuartalannya, karena bertumbuhnya keyakinan investor bahwa Yunani akan menghindari gagal bayar utangnya yangmenekan safe‐haven assets.   


• Euro menjaga kenaikannya terhadap dollar AS setelah pemerintah Yunani melewati law untuk memaksakan pemangkasan bujet yang mendalam untuk menyelamatkan emergency bailout dan menghindari default/gagal bayar pertama kalinya utang pada zona euro.   


• Emas telah melewati tiga bulan keuntungan besarnya dari kekhawatiran investor pada potensi Yunani yang mempengaruhi ekonomi zona euro, bencana (tiga kali lipat) pada Jepang dan pertumbuhan outlook untuk ekonomi global.   


• Spot gold <XAU=> merosot 0.5 persen ke level $1503,81 per ons pada pukul 1412 GMT setelah naik dalam rangkaian dua harinya berturut‐turut. U.S. gold <GCcv1> anjlok 0.4 persen ke level $1504,30.   


• Spot palladium <XPD=>mengalami outperformed pada kelompok logam mulia, yang naik 1.3 persen ke level $755.97, tetapi masih menyisakan rangkaian penurunan dalam dua bulannya. Palladium masih berkinerja terburuk pada logam mulia tahun ini, anjlok lebih dari 5 persen sejauh ini.  


• Platinum <XPT=> terakhir merosot 0.4 persen ke level $1717,74 per ons, yang telah tertekan ke level terendahnya dalam tiga bulan pada minggu ini dan mengalami penurunan pertama kalinya dalam setahun, berkurang 2.7 persen dalam tiga bulan keduanya pada tahun 2011

Wednesday, June 29, 2011

Headline News 29.06.11



US & GLOBAL 


• Bursa saham dunia berlanjut naik sekitar 1% dan euro juga berlanjut rebound pada hari Selasa di tengah harapan positif menjelang voting parlemen Yunani untuk program penghematan besar (austerity measures) dan rencana perbankan Perancis untuk memperpanjang kepemilikan aset‐aset obligasi Yunani yang telah jatuh tempo dalam rangka menyelamatkan Yunani dari krisis utangnya.


• Meningkatnya aksi investor ‘kembali ke aset‐aset beresiko tinggi’ seperti ekuitas dan komoditas – yang membuat lelang obligasi AS bertenor 5 tahun terancam mengalami penurunan demand – menyebabkan penurunan harga obligasi AS dan memicu kenaikan saham‐saham, menyusul meningkatnya optimisme bahwa parlemen Yunani akan setuju mengadopsi rencana penghematan fiskal yang dibutuhkan untuk memperoleh bantuan keuangan penting dari dana internasional – meskipun dibayangi oleh terus meningkatnya demonstrasi jalanan di Athena.


• Dalam indikasi sebelum musim rilis laporan keuangan kuartalan perusahaan, saham Nike Inc. naik 10,1%  sehari setelah melaporkan laba kuartal keempat di atas ekspektasi, sambil memberikan indikasi kuatnya pesanan (order) untuk masa depan.


• Indeks MSCI untuk saham dunia naik 1,1%, sementara indeks Nikkei di bursa berjangka AS <NKc1> naik 1,1%.


• Di Athena, aksi demonstrasi mulai mengarah anarkis dengan saling melempar batu dan mulai terlihat aksi pembakaran sejumlah tong sampah dan sebuah truk telekomunikasi di luar Parlemen. Sementara polisi antihuru‐hara mulai menembakkan gas air mata untuk membubarkan mereka seiring dengan semakin dekatnya waktu pelaksanaan voting Parlemen (Rabu & Kamis)    untuk rencana penghematan besar. Serikat buruh memulai pemogokan 48‐jam sebagai bentuk protes terhadap syarat Uni Eropa/IMF untuk mengucurkan dana talangan ke Yunani.


• Program penghematan tersebut meliputi pemangkasan spending, kenaikan pajak serta privatisasi yang diperlukan oleh para pemberi pinjaman internasional sebagai harga untuk bantuan keuangan lebih lanjut. Sementara perbankan dan perusahaan asuransi Zona Eropa sedang mempertimbangkan rencana yang digariskan oleh Presiden Prancis Nicolas Sarkozy pada Senin dimana para pemegang obligasi swasta akan menginvestasikan kembali setengah dari hasil utang Yunani yang jatuh tempo ke obligasi baru bertenor 30 tahun dengan bunga 5,5% ditambah bonus terkait dengan pencapaian tingkat pertumbuhan ekonomi Yunani.


• Kabar terkini dari Eropa mengangkat EURUSD karena maredam kekhawatiran terhadap kemungkinan default (gagal bayar) di Zona Eropa.
Harapan optimis terhadap resolusi Yunani dan melemahnya dolar AS pun memicu kenaikan harga komoditas, termasuk minyak mentah. Harga minyak crude di pasar berjangka AS <CLc1> meningkat hampir 3%.  


• Namun analis mengingatkan bahwa kenaikan aset‐aset beresiko tinggi ini akan terbatas karena suksesnya dana talangan lanjutan ke Yunani saat ini, menurut mereka, hanya akan menunda default saja mengingat beban utangnya begitu besar.  


• Meningkatnya harapan optimis untuk Yunani saat ini pun meredam safety‐bid investor di pasar Treasury AS – yang menyebabkan turunnya harga obligasi AS bertenor 10 tahun yang mendorong yield‐nya kembali di atas 3%. 


GOLD & COMMODITIES 


• Emas naik kembali diatas level $1500 per ons di Eropa Selasa lalu, diikuti oleh penurunan dalam tiga harinya, karena harapan bahwa krisis utang Yunani kemungkinan mengandung tekanan pada risk aversion dan membantu euro untuk mendapatkan kembali kenaikan dari penurunannya.   


• Harga masih dalam kisaran sempit karena trader melihat kejelasan dari utang zona euro dan petunjuk yang akan datang mengenai euro. Emas mendekati hubungannya terhadap fluktuasi pasar mata uang, karena seringkali diperdagangkan sebagai mata uang.   


• Spot gold <XAU=> naik   0.5 persen dalam hariannya ke level $1504,19 per ons pada pukul 1454  GMT, U.S. gold futures untuk pengiriman bulan Agustus <GCv1> meningkat $  9.20 per ons ke level $1505,60  .    


• Euro telah tertekan dalam minggu baru‐baru ini dari kekhawatiran krisis utang Yunani yang dapat 
mengganggu zona euro. Jika permasalahan ini hilang euro dapat mengalami recover, yang menguntungkan emas meskipun kenyataannya bahwa ini akan menekan safe‐haven bid‐nya.


• Di antara logam mulia lainnya, silver <XAG=> meningkat 1.2 persen ke level $33.95 per ons, sementara itu platinum <XPT=> naik 1 persen ke level $1688,74 per ons dan palladium <XPD=> menguat 1 persen ke level $732.47.   


• Emas putih telah mendapat tekanan yang signifikan dari penurunannya baru‐baru ini dalam komoditas industri, dengan platinum menyentuh level terendahnya dalam 3‐1/2 bulan dan palladium mendekati level terendahnya dalam enam minggu Senin lalu. 

Tuesday, June 28, 2011

Headline News 28.06.11



US & GLOBAL 


• Bursa saham AS berhasil menghentikan laju tekanan selama 3 hari berturut‐turut pada Senin kemarin, sementara mata uang tunggal euro menguat kembali atas dollar menyusl bangkitnya kepercayaan di pasar bahwa parlemen Yunani akan menyetujui rencana penghematan besar (austerity measures), dan kemudian confidence tersebut diperkuat oleh isu bahwa sejumlah bank Perancis akan berpartisipasi membantu krisis utang Yunani.


• Hal tersebut mendorong kembali minat pasar terhadap aset‐aset beresiko yang menyebabkan harga aset‐aset safe‐haven seperti obligasi di pasar Treasury. Akibatnya lelang di pasar Treasury AS untuk obligasi bertenor 2 tahun pun kehilangan daya tarik.


• Bursa saham AS naik sekitar 1%, yang ikut menopang kenaikan saham‐saham global, dipimpin oleh kenaikan besar saham‐saham perbankan setelah ada pengumuman bahwa aturan modal global tidak akan sekeras seperti yang dikhawatirkan sebelumnya. Indeks saham finansial S&P
<GSPF.> berakhir naik 1,1% dan indeks saham perbankan besar AS <.BKX> naik 1,4%. Memang dari sesi awal tidak terlihat rally besar dan nampaknya ini akan menjadi dukungan positif untuk pergerakan bursa saham jangka pendek ini.  


• Parlemen Yunani, Senin malam waktu setempat, mulai membahas program austerity measures bernilai €28 milyar euro ($40 miliar) berupa
kenaikan pajak dan pemangkasan fiscal spending dalam rangka memperoleh dana talangan internasional untuk menghindari default (gagal bayar) pada utang‐utangnya. JIka parlemen Yunani bersuara bulat mengatakan ‘Yes’ untuk voting austerity measures tersebut, maka akan mendukung minat investor yang semakin besar pada aset‐aset beresiko – dalam hal ini bursa saham dan mata uang ber‐yield lebih tinggi.


• Perdana Menteri Yunani, George Papandreou, pada hari Senin menyerukan kepada semua partai politik untuk mendukung rencana lima tahun penghematan besar ini, agar diperoleh bantuan internasional lanjutan untuk Yunani.


• Bank‐bank Perancis, di antara yang paling besar terkena dampak dari krisis utang Yunani, telah mencapai kesepakatan utama untuk me‐roll over kepemilikan obligasi Yunani mereka yang sudah jatuh tempo. Hal ini ditegaskan oleh presiden Perancis Nicolas Sarkozy Senin kemarin, dan para bankir Jerman juga menyambut positif langkah Perancis tersebut.


• Indeks saham dunia dari MSCI naik 0,4% Senin kemarin, sementara indeks Nikkei di bursa berjangka AS naik 0,5% <NKc1>. Indeks bursa saham Eropa FTSEurofirst 300 <FTEU3.> ditutup naik 0,1%.


• Harga obligasi di pasar Treasury merosot karena susutnya kekhawatiran terhadap krisis utang Yunani yang mengurangi minat pada aset‐aset aman resiko (safe‐haven) – yield obligasi AS bertenor 10 tahun kembali naik ke level 2.92% dari 2.87%.


• Euro rally terhadap dollar AS karena investor optimis bahwa voting parlemen Yunani akan menyetujui program penghematan, dan Zona Eropa akan terhindar dari default (gagal bayar) pada utang‐utangnya. Sementara aset safe‐haven lainnya, yakni indeks dolar <DXY.>, terhadap mata
uang utama dunia, turun 0,4%.


• Harga minyak mentah AS juga turun di tengah kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi di Amerika Serikat setelah Cina mengakui akan berjuang untuk menstabilkan inflasinya tahun ini. Sementara harga emas juga melanjutkan penurunannya dalam 3 sesi berturut‐turut menjelang pengumuman voting parlemen Yunani. Harga emas di pasar spot <XAU> kembali test‐break ke bawah areal $1500/ons Senin kemarin, pagi ini usai penutupan NY diperdagangkan di $1497.99/1499.20 per ons. 


GOLD & COMMODITIES 


• Emas bertahan mendekati unchanged Senin lalu, tertekan dari penurunan tajam dua hari sebelumnya karena menguatnya euro terhadap dollar AS dari kedepannya voting penting dari parlemen Yunani pada austerity measures yang mendorong investor risk appetite.  


• Respon emas pada krisis utang Yunani sejauh ini telah tidak menentu. Minggu lalu logam mulia turun 2.5 persen, level terburuknya dalam delapan minggu karena kekhawatiran perlambatan ekonomi yang menekan harga emas bersamaan dengan resiko pasar lainnya seperti ekuitas. Dulu emas cenderung untuk menguntungkan sebagai safe haven berkaitan dengan ketidakpastian ekonomi.  


• Spot gold <XAU=> anjlok 0.1 persen ke level $1497,71 per ons pada pukul 11:45 a.m. EDT (1545 GMT). U.S. gold futures untuk pengiriman bulan Agustus <GCQ1> turun $2.50 per ons ke level $1498,40.  


• Silver <XAG=> berkurang 1.5 persen ke level $33.75 per ons, menggambarkan penurunan pada industri logam lainnya.  


• Emas merosot hingga ke level terendahnya 1490,90 per ons pada awal perdagangan karena minyak mentah dan industri logam memperluas penurunan besar minggu lalunya.  

Monday, June 27, 2011

Headline News 27.06.11



US & GLOBAL 


• Mata uang tunggal euro dan bursa saham global kembali merosot Jumat akhir pekan kemarin akibat kekhawatiran parlemen Yunani tidak akan menyetujui langkah‐langkah penghematan – untuk tujuan memperoleh dana talangan lanjutan – pada voting‐nya beberapa hari mendatang. Isu ini meredam rilis data ekonomi AS dan Jerman yang Jumat tersebut yang optimis di luar dugaan.  


• EURUSD turun dalam 3 hari berturut‐turut, sementara EURCHF kembali memecahkan rekor terendah terbarunya di 1.1804 karena investor lari dari aset‐aset beresiko tinggi dan memburu aset‐aset safe‐haven – dalam hal ini USD dan Swiss franc. Parlemen Yunani dijadwalkan akan melangsungkan voting untuk memutuskan apakah akan dilakukan rencana penghematan baru (new austerity measures) pada hari Rabu dan
Kamis minggu ini.


• Pasar sangat gelisah di akhir pekan kemarin. Rilis positif data ekonomi pun terbelakangi akibat begitu besarnya ketidakpastian yang dilihat investor terhadap isu krisis Yunani dan Zona Eropa. Data durable goods Mei AS dan indeks sentiment bisnis Ifo Juni Jerman yang dirilis di atas perkiraan, gagal meraih simpati pasar di akhir pekan tersebut.


• Indeks saham dunia, yang tergabung dalam indeks MSCI, turun 0,3%. Sementara bursa saham Eropa memperpanjang penurunannya dalam 8 minggu berturut‐turut – penurunan terpanjang sejak tahun 1998 – didominasi oleh merosotnya saham‐saham perbankan Italia.


• Investor pun memburu aset safe‐haven yang menyebabkan harga obligasi AS bertenor 10 tahun <US10YT=RR> melonjak dan yield‐nya ke 2,87%, level terendah sejak November lalu. Sementara harga obligasinya yang bertenor 2 tahun <US2YT=RR> naik selama 11 minggu berturut‐turut – kenaikan terpanjangnya selama lebih dari 30 tahun. Indeks dolar AS terhadap mata uang utama dunia pun naik 0,2%.


• Di bursa Wall Street, terjadi penurunan selama 3 hari berturut‐turut dengan akselerasi menjelang sesi penutupan Jumat lalu yang didominasi oleh tekanan saham‐saham perbankan.


• Harga minyak memperpanjang penurunannya setelah sell‐off tajam Kamis sebelumnya akibat pengumuman mengejutkan dari badan energi internasional (IEA) yang akan mengintervensi supply minyak dunia. Namun tekanan di hari Jumat tersebut tidaklah terlalu tajam.


• Investor akan menguatkan diri untuk pasar yang berpotensi dilanda badai seiring dengan mendekatnya akhir semester pertama dan akan masuknya semester kedua tahun 2011 – menyusul kekhawatiran mereka terhadap perlambatan ekonomi global dan krisis utang Yunani. Indeks saham dunia dari MSCI akhir‐akhir ini bergulat di daerah terendah    tahun 2011 menyusul downgrade The Fed AS terhadap pertumbuhan ekonominya tahun ini dan menjelang langkah kongkrit Yunani menjalankan new austerity measures (berupa pengurangan spending dan kenaikan pajak) guna memperoleh dana talangan lanjutan dari Uni Eropa dan IMF. Aksi investor yang lari dari aset‐aset beresiko pun terus berkelanjutan.


• Pasar akan menantikan keputusan menteri keuangan Uni Eropa pada tanggal 3 Juli 2011 untuk paket bailout kedua, yang sangat penting untuk mencegah Yunani dari default (gagal bayar) utang‐utangnya yang akan jatuh tempo di   pertengahan Juli. Badai musim panas dari data ekonomi AS masih akan menarik perhatian investor minggu ini – yakni weekly jobless claim, data perumahan dan data manufaktur. 


GOLD & COMMODITIES 


• Emas melemah tajam dalam rangkaian dua harinya Jumat lalu, terpukul melemah dalam sebulannya, karena kekhawatiran utang Yunani mendorong dollar AS dan menekan pasar ekuitas dan komoditas.  


• Akselerasi teknikal jual mempercepat penurunannya. Harga emas anjlok dibawah 50‐day moving average, level utama support, dan merosot dibawah kisaran konsolidasi antara level $1505 dan $1555 yang bertahan sejak akhir Mei.  


• Emas mengalami penurunan 2 persen dalam seminggu, penurunan terbesarnya sejak minggu pertama bulan Mei dari penurunan tajam komoditas.  


• Spot gold <XAU=> anjlok 0.8 persen ke level $1508,30 per ons pada pukul 10:58 a.m. EDT (1458 GMT), yang pada awalnya terpukul ke level terendahnya dalam satu bulan $1504,91. Emas mengalami penurunan terbesar dalam dua harinya yang mendekati dua bulan.  


• U.S. August gold futures <GCQ1> anjlok $12.10 ke level $1508,30.  


• Silver <XAG=> turun sekitar 1.6 persen ke level $34.68 per ons, mendorong rasio gold/silver – jumlah ons dari silver yang dibutuhkan untuk membeli satu ons emas – mendekati 44, mendekati level tertinggi satu bulannya. Peningkatan rasio emas relatif menyoroti outperformance dari perak. 

Friday, June 24, 2011

Headline News 24.06.11



US & GLOBAL

Pelarian investor dari aset beresiko tinggi semakin kencang Kamis kemarin rilis pesimis data ekonomi dan pengumuman mengejutkan mengenai mengenai intervensi cadangan minyak dunia – yang semakin meningkatkan kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi global. Namun dalam perkembangan akhir Yunani memenangkan persetujuan dari Uni Eropa dan Dana Moneter Internasional untuk program penghematan baru lima tahunan penghematan baru, yang membangkitkan kembali sentimen pasar dan membuat bursa saham Wall Street dan euro memangkas tekanan masing‐masing.

IndekssahamkompositNasdaqditutuplebihtinggi,sementaraDowJonesdanS&P500masihditutupnegatifsetelahbangkitdariposisiterendah mereka masing‐masing di hari Kamis.

Perdana Menteri Yunani berjanji untuk mendorong reformasi ekonomi yang radikal melalui parlemen, yang diperlukan untuk Athena untuk menerima lebih banyak bantuan keuangan.

Harga minyak mentah anjlok 6 persen, saham global jatuh dan euro merosot lebih dari 1% setelah Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan akan menyuntikkan 60 juta barel cadangan minyak dikuasai pemerintah ke pasar global. Intervensi kejutan untuk membantu ekonomi global tersebut yang sedang tertekan mengejutkan para trader karena ini ketiga kalinya IEA melakukan langkah tersebut. Sebelumnya para trader mengira IEA akan memberikan waktu pada Arab Saudi untuk meningkatkan pasokan. Dan yang tak kalah mengejutkan ini terjadi setelah Arab Saudi mengatakan mereka akan meningkatkan produksi – sehingga kekhawatiran pun berkembang bahwa potensi peningkatan produksi Arab Saudi tidak akan cukup menanggulanginya. Harga minyak pun merosot ke level terendah 1 bulan dan usai penutupan NY harga minyak crude berjangka AS <CLc1> berada di areal $92,35/barel, atau turun 2.7%.

IndekssahamEropaditutupdilevelterendahselama3bulan,danEURCHFmerosotkerekorterendahterbarunya,di1.1844,setelahrilispesimis data weekly jobless claims AS dan merosotnya aktifitas manufaktur serta jasa di Eropa maupun Cina di periode Juni. Indeks saham dunia MSCI merosot 1,3% Kamis kemarin, dan menempatkannya dalam teritori negatif untuk perdagangan berjalan tahun ini.

Sementara harga obligasi pemerintah AS dan mata uang dolar menguat karena pesimisme rilis ekonomi global yang memperkuat prospek perlambatan pemulihan ekonomi. Harga obligasi AS bertenor 10 tahun <US10YT=RR> naik 18/32 dengan yield di level 2,91% setelah sempat turun hingga 2,90%. Harga emas jatuh lebih dari 2,0%, yang merupakan kejatuhan terdalam untuk basis perdagangan 1 hari selama lebih dari 1 bulan ini – menyusul bercampur‐aduknya kecemasan di Yunani dengan prospek perlambatan ekonomi global yang memicu penguatan dolar AS sebagai salah satu aset safe‐haven. Selain itu, investor menjual emas untuk menutupi kerugian yang signifikan di pasar lain. Emas telah melemah ke $ 1513.45/ounce sebelum ditutup $ 1.521,30 pada hari Rabu setelah Federal Reserve memangkas proyeksi untuk pertumbuhan ekonomi AS dan belum memberikan indikasi terhadap program bantuan lanjutan (atau quantitive easing lanjutan) untuk mendongkrak perekonomian ke depan.

Kemudian berita tentang kesepakatan Yunani untuk melakukan new austerity measures memangkas penurunan EURCHF untuk kemudian diperdagangkan di sekitar 1.1964 usai penutupan NY. Hal ini juga membatasi penurunan tajam EURUSD di 1.4127 untuk kemudian diperdagangkan di 1.4277 per pukul 06.13 WIB pagi ini.

Emas anjlok 2 persen Kamis lalu, mencapai level penurunan terbesar hariannya yang lebih dari satu bulan, setelah kenaikan yang mengejutkan pada jobless claims AS yang memukul risk appetite investor dan mendorong kenaikan dollar, yang menekan komoditas dan pasar saham.

Investor melakukan aksi jual emas untuk menutupi penurunan tajam pada pasar ekuitas, gandum dan crude oil, yang mana anjlok dari berita rilis dari cadangan minyak darurat. Emas telah merosot Rabu lalu setelah the Fed menawarkan tidak ada harapan pada lebih lamanya dukungan moneter.

Emas anjlok dibawah technical support utama pada 50‐day moving average, yang mana bertahan sejak bulan Februari. Logam mulia menekan kenaikannya minggu ini dan saat ini mengimbangi penurunan 1‐persennya, yang mana akan menjadi penurunan terbesar mingguannya sejak dikatakan "flash crash" komoditas pada awal Mei.

Spot gold <XAU=> turun 1.9 persen ke level $1519,44 per ons pada pukul 11:57 a.m. EDT (1557 GMT), dan harga emas terhadap mata uang lainnya seperti euro, sterling dan Swiss francs juga mendapat tekanan. U.S. August gold futures <GCQ1> berkurang $32.90 ke level $1,520.50.

Silver <XAG=> merosot 3.2 persen ke level $35.18 per ons, sementara itu platinum dan palladium merosot mendekati 3 persen.

Thursday, June 23, 2011

Headline News 23.06.11



US & GLOBAL

Indeks saham AS merosot dari kenaikannya, harga obligasi pemerintah flat (tidak berubah) dari Rabu sebelumnya, setelah pertemuan FOMC The Fed AS semalam memutuskan kembali mempertahankan suku bunga sambil memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi AS, akan tetapi belum diperoleh tanda‐tanda rencana stimulus (Quantitative Easing) akan dilanjutkan.

The Fed AS mengatakan perekonomian AS akan tumbuh antara 2,7%‐2,9% tahun ini, turun dari proyeksi bulan April sebelumnya, antara 3,1%‐ 3,3%. Janji Putusan The Fed untuk melanjutkan suku bunga pada tingkat yang sangat rendah untuk jangka waktu yang panjang merupakan ruang bagi pelemahan dolar lebih lanjut – dan ini akan membuat pelaku pasar yang masih memiliki sentimen bullish akan mengurangi investasi mereka.

Harga minyak pun naik, minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus <LCOc1> ditutup naik $3,26 di $114,21/barel. Harga minyak mentah di bursa berjangka AS <CLc1> naik $1,25 hingga $94.95 usai penutupan pasar NY.

Bursa saham Wall Street turun rata‐rata sekitar 0,6% setelah The Fed menegaskan lambannya langkah pemulihan ekonomi. Sementara EURUSD juga turut merosot dari penguatannya setelah Ben Bernanke, dalam konferensi pers usai FOMC‐Meeting, menyatakan krisis utang Eropa yang mengarah pada default (gagal bayar) akan mengacaukan pasar keuangan dan dampaknya ke AS akan "cukup signifikan”. EURUSD bergerak di areal 1,4312 per pukul 05.45 WIB pagi ini, dibandingkan dengan penguatannya yang mencapai 1,4441 sebelum FOMC Meeting & konferensi pers Bernanke. Indeks dolar AS terhadap mata uang utama dunia, naik sekitar 0,4%, karena menjadi target safe‐haven kembali. Sementara indeks obligasi AS bertenor 10 tahun <US10YT=RR> diperdagangkan tidak berubah dari Kamis sebelumnya, dengan yield masih di bawah 3%.

Emas berhasil memecahkan kisaran perdagangannya belakangan ini, mempertahankan kenaikan dalam 6 dari 7 hari terakhir, setelah FOMC Meeting semalam cenderung mempertahankan kebijakan moneter yang ultra‐longgar dalam waktu yang lebih panjang. Harga emas di pasar spot naik hingga $1557.75/ons.

Di Eropa, yield obligasi Yunani bertenor 2 tahun jatuh setelah pemerintah memenangkan voting untuk austerity measure baru, namun yield obligasi negara‐negara Eropa kecil lainnya masih tertekan dan obligasi Jerman masih mantap dengan kenaikannya di tengah masih tingginya kekhawatiran terhadap restrukturisasi utang. Perdana Menteri Yunani George Papandreou dan kabinet barunya memenangkan mosi percaya di parlemen Yunani Rabu lalu, namun ini hanya merupakan langkah awal, dan Yunani masih harus membuktikan pelaksanaan langkah‐langkah penghematan (austerity measure) drastis sebelum mendapat dana segar dari Uni Eropa dan IMF. Pasar telah mengantisipasi dan bereaksi positif terhadap hasil voting di Yunani, namun para pengamat mengkhawatirkan ini hanya fase mengambil nafas dari besarnya tekanan di Eropa terkait krisis utang di wilayah tersebut. Indeks saham Eropa, FTSEurofirst 300 <FTEU3.> pun kembali merosot, ditutup turun 0,5%, sementara indeks saham London FTSE 100 <.FTSE> turun 0,1%. 

Emas naik ke level tertingginya yang mendekati dua bulannya Rabu lalu, didorong oleh safe‐haven buying ditengah kekhawatiran mengenai krisis utang Yunani dan ekspektasi dari pelonggaran kebijakan moneter dari bank sentral diseluruh dunia.

Emas juga mendapat tekanan karena dollar AS naik pada awalnya dan karena harga crude oil naik kedepannya dari pernyataan the Fed Rabu lalu. Logam mulia telah naik 3 persen dalam sembilan hari terakhir karena kekhwatiran utang Eropa yang mendorong investor untuk membeli emas. 

Spot gold <XAU=> naik 0.6 persen ke level $1556,20 per ons pada pukul 10:49 a.m. EDT (1449 GMT), setelah naik ke level $1557,67, level tertingginya sejak 2 Mei. Emas mencapai level puncaknya disekitar level $1575 pada awal Mei. U.S. August gold futures <GCQ1> naik $11.10 ke
level $1557,40 per ons. 

Emas dalam sterling <XAUGBP=R> mencapai level tertingginya setelah minutes dari meeting Bank of England yang menunjukkan beberapa
policymakers mengangkat permasalahan quantitative easing untuk mendukung menguatnya ekonomi Inggris.

Silver <XAG=> juga naik 0.9 persen ke level $36.61 per ons.