title cover

title cover

Friday, September 16, 2011

Headline News 16.09.11


US & GLOBAL
  • Bursa  saham  global  menguat  dalam  rangkaian  tiga  harinya  dan  euro  meningkat  tajam  Kamis  lalu  setelah  bank  sentral  utama  dunia  melangkah  pada kemudahan pendanaan untuk perbankan Eropa dalam upaya terkoordinasi untuk mengatasi krisis utang Eropa. 


  • Bursa saham AS naik ke dalam rangkaian empat harinya Kamis lalu karena tindakan terkoordinasi bank sentral untuk menenangkan kekhawatiran bahwa sektor finansial Eropa menghadapi pembekuan kredit berkenaan dengan krisis regional sovereign debt.   


  • Pada bursa Wall Street, indeks Dow Jones industrial average <.DJI> menguat 186.45 poin, atau 1.66 persen, ke level 11,433.18. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> bertambah 20.43 poin, atau 1.72 persen, ke level 1,209.11. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> melejit 34.52 poin, atau 1.34 persen, ke level 2,607.07. 


  • Indeks  FTSEurofirst  300  <.FTEU3>  indeks  utama  sahamsaham  Eropa  bertambah  2.1  persen,  dan  saat  ini  telah  naik  6.2  persen  sejak  menyentuh  level terendah dua tahunnya Selasa lalu. Indeks perbankan zona Euro <.SX7E> naik 6.3 persen, dengan BNP Paribas <BNPP.PA>, meningkat 13.4 persen. 


  • Euro naik terhadap dollar AS Kamis lalu setelah bank sentral utama bergerak untuk mengurangi pembatasan pendanaan pada perbankan Eropa, meskipun beberapa investor mengekspektasi rally pada akhirnya.   


  • European Central Bank mengatakan akan bekerjasama dengan the Fed AS, Bank of England, Bank of Japan dan Swiss National Bank untuk menyediakan pinjaman dollar pada bankbank komersial dalam usaha untuk mencegah pasar uang dari pembekuan dana. 


  • Euro terakhir diperdagangkan naik 0.9 persen ke level $1.38795 <EUR=EBS>, kenaikan persentase terbesar satu harinya sejak 15 Agustus. Pada awalnya sempat mencapai level tertingginya $1.39370 pada trading platform EBS, menghentikan level terendahnya dibawah $1.35 yang terjadi Senin lalu.   


  • Harga obligasi pemerintah AS melemah Kamis lalu karena rencana bank sentral untuk memberikan pinjaman (tiga bulanan) dollar AS pada sektor finansial Eropa yang mendorong investor untuk beralih pada riskier assets seperti sahamsaham.   


  • Harga  emas  merosot  2  persen  ke  level  terendah  tiga  minggunya  Kamis  lalu,  karena  usaha  dari  bank  sentral  global  dan  penguasa  utama  Eropa  untuk mengakhiri krisis utang regional yang mendorong investor untuk melepas safe havens. Spot emas <XAU=> anjlok 2.1 persen ke level $1,781.90 per ons pada siang waktu setempat EDT (1600 GMT), yang telah merosot ke level terendahnya $1,772.04.


  • U.S. crude futures menguat Kamis lalu karena bank sentral utama bertindak untuk mendorong pendanaan pada perbankan Eropa dan para pemimpin utama  menyuarakan  untuk  mendukung  Yunani,  menenangkan  kekhawatiran  mengenai  utang  zona  euro.  New  York  yang  memperdagangkan  crude  oil <CLc1> meningkat tipis 49 sen ke level $89.40 per barrel, memperlebar premi antar brent dan oil AS yang mendekati $26 setelah kontraksi tajam pada awal minggu ini.


GOLD & COMMODITIES
  • Emas anjlok 1,6% ke 1788.64 USD per troy ounce setelah sempat mencapai level terendah sepanjang 3pekan terakhir di 1772.04 USD per troy ounce akibat aksi gabungan bank sentral untuk menjamin likuiditas di pasar keuangan dan komitmen JermanPerancis untuk mempertahankan Yunani dalam kerangka UniEropa. 


  • Kombinasi hal tersebut kemudian meredakan kekhawatiran investor akan krisis finansial zona eropa yang selama ini dominan dan mengangkat minat pada aset  beresiko,  sebaliknya  menekan  minat  pada  aset  safe  haven  terutama  emas.  Pasar  saham  global  menyambut  positif  langkah  bank  sentral  negaranegara maju yang menyatakan akan melakukan upaya gabungan guna menjamin pinjaman jangka pendek 3bulan dalam denominasi dollar AS kepada bankbank komersial untuk menghindari menyusutnya likuiditas. 


  • Dengan demikian, emas tercatat anjlok 7% sejak berhasil membukukan level tertinggi sepanjang sejarah 1920.30 USD per troy ounce. Sementara itu harga perak juga anjlok 1,9% ke 39.83 USD per troy ounce.Volatilitas perdagangan emas dalam 5sesi perdagangan terakhir sangat tinggi, tercatat kisarannya berada diantara; bahkan sering melebihi 50 USD per sesinya. 


  • Mayoritas analis berpendapat bahwa secara umum trend emas masih sangat bullish, dan berbaliknya kepercayaan investor ini hanya bersifat temporer saja. Meskipun saat ini mulai dipertanyakan kekuatan untuk menembus level 2000 USD per troy ounce dalam waktu dekat. 


  • Namun  demikian,  berdasarkan  laporan  dari  konsultan  logam  mulia    GFMS,  harga  emas  diperkirakan  akan  dapat  menembus  level  2000  USD  per  troy ounce hingga akhir tahun seiirng tingginya minat beli investor pada emas batangan, koin dan perhiasan serta maraknya pembelian oleh institusi negara dan bank sentral.

Thursday, September 15, 2011

Headline News 15.09.11



US & GLOBAL
  • Bursa saham global mengalami rally dan euro meningkat Rabu lalu karena optimisme mengenai langkahlangkah sementara untuk menyelesaikan kembali krisis utang Eropa dalam mengatasi kekhawatiran bahwa Yunani pada akhirnya akan default pada utangnya. 



  • Sahamsaham pada bursa Wall Street menguat hingga hampir 2 persen setelah para pejabat utama Eropa mengatakan rencana pada obligasi zona zona euro, yang kelihatan sebagai kunci utama untuk menenangkan memburuknya krisis utang mereka, yang segera akan dilakukan.



  • Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup meningkat 140.88 poin, atau 1.27 persen, ke level 11,246.73. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> menguat 15.81 poin, atau 1.35 persen, ke level 1,188.68. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> bertambah 40.40 poin, atau 1.60 persen, ke level 2,572.55 



  • Indeks MSCI's allcountry world <.MIWD00000PUS> melejit 0.8 persen. 



  • Sahamsaham  dan  euro  mengalami  rally  setelah  para  pemimpin  Perancis  dan  Jerman  mengatakan  masa  depan  Yunani  dalam  zona  euro,  menekan kekhawatiran  pada  penyimpangan  yang  dapat  memicu  kehancuran  secara  sistemik.  Pemimpin  Perancis  dan  Jerman  juga  mengatakan  pada  Perdana  Menteri Yunani George Papandreou adalah penting untuk melaksanakan reformasi dan memenuhi tujuan fiskal yang telah ditetapkan pada 21 Juli pada bailout plan

  • Dollar anjlok ke level terendahnya terhadap yen sejak 2 September sementara itu euro menguat dalam rangkaian level puncak tiga harinya terhadap dollar Rabu lalu dari optimisme bahwa Yunani akan tetap menjadi bagian dari zona euro dan akan memenuhi semua kewajibannya.  



  • Euro terakhir  meningkat 0.6 persen  ke level  $1.37514 <EUR=EBS> pada electronic trading platform EBS setelah  mencapai level tertingginya  $1.37720. Dollar  AS  anjlok  ke  level  terendahnya  76.64  yen  pada  EBS  <EUR=EBS>  dan  terakhir  diperdagangkan  ke  level  76.662,  telah  merosot  0.3  persen.  Euro terakhir melejit 0.2 persen terhadap yen <EURJPY=EBS>.   



  • Kebanyakan harga Tresuri AS melorot Rabu lalu karena langkahlangkah untuk menyelesaikan kembali krisis utang Eropa yang mendorong investor pada  asetaset beresiko (riskier assets) seperti saham – yang menekan pada safehaven obligasi pemerintah AS.    



  • Emas anjlok Rabu lalu karena pengambil kebijakan tertinggi Eropa menawarkan rencana yang meredakan krisis utang regional, dan harga yang bergejolak menekan ketertarikan pada logam mulia. Spot emas terakhir merosot 0.7 persen ke level $1,821.10 per ons pada pukul 2.49 p.m. EDT (1849 GMT). U.S. gold futures untuk pengiriman bulan Desember melemah $3.60 ke level $1,826.50 per ons.  



  • Harga  brent  crude  naik  Rabu  lalu  dari  harapan  krisis  utang  zona  euro  dapat  melemah,  sementara  itu  U.S.  oil  futures  anjlok  mengikuti  data  yang mengejutkan pada kenaikan cadangan AS. U.S. October crude <CLc1> di settled ke level $88.91 per barrel, turun $1.30, setelah sempat naik diatas level $90 Selasa lalu.



GOLD & COMMODITIES
  • Harga emas ditutup melemah 0,7% ke 1819.20 USD per troy ounce menyusul beberapa upaya dari petinggi UniEropa untuk menangani krisis keuangan sedikit mengangkat kepercayaan pelaku pasar dan mendukung minat pada aset beresiko. Sementara itu perak turun 1% ke 40.63 USD per troy ounce. 



  • Meningkatnya volatilitas dalam perdagangan emas dalam beberapa bulan terakhir saat ini dilaporkan meredam minat beberapa investor pada aset safe haven tersebut, meskipun outlook emas masih sangat bullish seiring pelemahan ekonomi Amerika dan kemungkinan pemberlakuan stimulus keuangan yang akan merontokkan nilai tukar dollar AS. 



  • “Beberapa investor mungkin menarik diri dari emas karena tingginya volatilitas, hal tersebut sedikit mulai menurunkan status emas sebagai safe haven”, demikian  menurut  James  Steel  dari  HSBC.  Namun  demikian,  dengan  masih  bergulirnya  krisis  ekonomi  kawasan  UniEropa  dan  pelemahan  ekonomi Amerika tetap akan menjadikan emas sebagai pilihan investor ditengah kondisi ketidakpastian global. 



  • Saat  ini  investor  pasar  emas  akan  menantikan  sidang  The  Fed  yang  akan  berlangsung  20  September  mendatang  untuk  menangkap  sinyal  kebijakan moneter Amerika selanjutnya. Sebelumnya, program quantitative easing The Fed senilai 600 miliar USD telah mendorong penguatan emas sebanyak 40% sejak dimulainya akhir tahun lalu hingga berakhirnya program tersebut Juni silam.

Wednesday, September 14, 2011

Headline News 14.09.11


U.S. & GLOBAL

• Bursa saham global dan euro menguat Selasa lalu dari harapan pada penguasa tertinggi Eropa akan memberikan dukungan terkini pada Yunani, meskipun ketidakpastian ditekan oleh ketakutan pada default utang Yunani.  


• Bursa saham AS melejit Selasa lalu karena investor melakukan aksi beli saham‐saham yang merosot pada minggu‐minggu ini, didukung pada para pemimpin Eropa yang akan melakukan suatu tindakan segera untuk menenangkan krisis utang Yunani.   


• Indeks MSCI's all‐country world equity <.MIWD00000PUS> meningkat 0.9 persen dan bursa Wall Street mengalami rebound.  


• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 44.73 poin, atau 0.40 persen, ke level 11,105.85. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> menguat 10.60 poin, atau 0.91 persen, ke level 1,172.87. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> bertambah 37.06 poin, atau 1.49 persen, ke level 2,532.15.  


• Saham‐saham utama sektor konsumen mencatatkan penurunan terbesarnya, ditekan oleh Best Buy Co Inc <BBY.N>, yang anjlok ke level terendah dalam 52‐minggunya mengikuti earning kuartalan yang merosot. Oracle Corp <ORCL.O>, Intel Corp <INTC.O> dan Apple Inc <AAPL.O> diantara yang mendorong indeks Nasdaq.  


• Sebuah laporan dari Reuters mencatatkan staf pemerintah Yunani mengatakan bahwa para pemimpin Yunani, Jerman dan Perancis akan mengadakan conference call Rabu ini untuk mendorong euro dan menyokong optimisme pada pasar ekuitas. Dua sumber terpercaya pemerintah Jerman mengkonfirmasi rencana tersebut.  


• Harga Tresuri AS merosot dengan kenaikan pada saham‐saham dan melemahnya permintaan pada safe‐haven obligasi pemerintah AS. Pada awalnya di Eropa, yields dari benchmark German Bunds <DE10YT=TWEB> mencatatkan level historis terendahnya yang anjlok 1.68 persen.


• Euro sedikit menguat dari level terendahnya tujuh bulan terhadap dollar AS Selasa lalu, dengan rebound pada harga ekuitas, tetapi pelemahan tren masih tersisa pada memburuknya krisis utang Eropa.    


• Euro <EUR=> meningkat 0.2 persen ke level $1.3691 terhadap dollar AS. Terhadap yen, euro anjlok ke level terendahnya 104.37 <EURJPY=EBS> sebelum naik kembali ke level 105.18, yang telah turun 0.3 persen.  


• Harga emas naik mendekati 1 persen Selasa lalu, dengan menguatnya pasar ekuitas dan rebound pada euro yang membalikkan penurunan tajam pada hari sebelumnya dari margin‐call selling. Spot emas <XAU=> menguat 0.8 persen ke level $1,826.90 per ons pada pukul 12:22 p.m. EDT (1622 GMT), yang pada awalnya telah anjlok ke level terendahnya $1,798.75.   


• Harga brent crude merosot Selasa lalu, ditekan turun oleh spread selling dan revisi turun dari perkiraan International Energy Agency's pada pertumbuhan konsumsi minyak global berkenaan dengan gejolak ekonomi. U.S. October crude <CLc1> menguat $2.02 untuk di settle ke level $90.21 per barrel, level penutupan tertingginya sejak 3 Agust., naik dari dukungan laporan ekspektasi yang menunjukkan penurunan pada cadangan minyak AS.


• Sterling ditutup ke level terendahnya dalam tujuh setengah bulan terhadap dollar AS Selasa lalu, setelah gambaran inflasi gagal untuk mengatasi spekulasi bahwa Bank of England dapat menentukan kedepannya quantitative easing (QE) dan defisit perdagangan Inggris yang melembar tidak seperti ekspektasi.   


• Sterling anjlok 0.4 persen ke level $1.5789 terhadap dollar AS <GBP=D4>, tidak jauh dari pelemahan ke level terendahnya $1.5762, level terlemahnya sejak 25 Jan. Trader mengatakan stop loss orders dipicu sekitar level $1.5780, level terendahnya yang terjadi 12 Juli, yang menekan hingga ke level terendahnya $1.5762.   


• Komentar dari pengambil kebijakan BoE Adam Posen, yang mengatakan bank sentral seharusnya segera menambah stimulus moneter berikutnya, yang menekan pound, meskipun trader mengatakan pengaruh terbatas pada Posen yang hanya sendiri diantara sembilan pelaku kebijakan BoE dengan dukungannya pada QE


• Harga perumahan di Inggris dan Wales anjlok pada bulan Agustus dan transaksinya anjlok ke level terendah yang pernah dilihat selama resesi tahun 2009, sebuah survei menunjukkannya Selasa lalu.  


• Hari ini data penting Inggris yang dapat dipantau adalah pada sore harinya yaitu claimant count, ILO unemployment, average weekly earning.

Tuesday, September 13, 2011

Headline News 13.09.11


U.S. & GLOBAL 


• Bursa saham AS mengalami rally pada akhir hariannya dan euro menguat Senin lalu, mengalami rebound dari gejolak global, setelah berita bahwa Cina kemungkinan mendukung Italia dengan bantuan finansial yang menekan kekhawatiran pada debt default Yunani dan efek penyebarannya.  


• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 68.99 poin, atau 0.63 persen, ke level 11,061.12. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> melejit 8.04 poin, atau 0.70 persen, ke level 1,162.27. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> meningkat 27.10 poin, atau 1.10 persen, ke level 2,495.09.  


• Indeks MSCI's all‐country world equity <.MIWD00000PUS> merosot 1.2 persen, yang menekan penurunan sekitar 2.2 persen pada awalnya.  


• Melonjaknya kekhawatiran mengenai debt default Yunani dan permasalahan setelah kenaikan yields obligasi Italia pada awalnya mendorong para investor untuk melepas saham‐sahamnya di negara Eropa. Indeks pan‐European FTSEurofirst 300 <.FTEU3> dari saham‐saham utama anjlok 2.7 persen untuk ditutup pada level 890.98, setelah pada awalnya merosot ke level 883.04, level terendahnya sejak Juli 2009. Indeks telah anjlok sekitar 20 persen pada tahun 2011.  


• Euro mengalami recovered dari pelemahannya terhadap dollar AS Senin lalu dan diperdagangkan pada wilayah positif karena Financial Times memberitakan bahwa Italia dalam pembicaraan dengan Chinese fund untuk membeli obligasi Italia. Euro terakhir diperdagangkan pada level $1.3678, meningkat 0.2 persen dalam hariannya, menghentikan level terendah hariannya $1.34949 <EUR=EBS>, level terendahnya sejak bulan Februari, pada trading platform EBS.  


• Harga Tresuri pemerintah AS melemah Senin lalu setelah U.S. Treasury melakukan aksi jual obligasi bertenor tiga tahun yang mencatatkan yield ke level terendahnya yang pernah ada.   


• Harga emas anjlok 2.5 persen Senin lalu karena meningkatnya ketakutan mengenai krisis utang Eropa yang mendorong bullion investors untuk melakukan aksi jual setelah mencapai level tertingginya minggu lalu dengan mengimbangi penurunan pada pasar ekuitas. Spot emas <XAU=> melemah 2.4 persen ke level $1,812.49 per ons pada pukul 1:41 p.m. EDT (1741 GMT). Telah anjlok lebih dari 1 persen minggu lalu, mencatatkan penurunan mingguan terburuknya sejak akhir bulan Juni.    


• U.S. crude ditutup meningkat karena investor melakukan aksi ambil untung dari perbedaan pencatatan kinerja harga minggu lalu antara Brent dan harga oil AS. US crude <CLc1> di settled ke level 88.85, naik 1.61 poin, atau 1.9% dalam hariannya.   


• Sterling merosot ke level terendahnya dalam 7‐1/2 bulan terhadap dollar AS Senin lalu dengan trader mencatatkan aksi jual dari European investment bank yang memicu pada stop loss orders.   


• Pound anjlok secara singkat ke level terendahnya $1.5774 <GBP=D4>, level terendah sejak akhir Januari, sebelum sedikit naik ke level $1.5816, yang telah turun 0.4 persen dalam hariannya.   


• Sterling telah mendapat tekanan dari dollar pada sesi Eropa karena pemasalahan mengenai efek penyebaran dari zona euro yang mendorong permintaan pada riskier currencies.       


• Perbankan Inggris menghadapi beberapa regulasi terberatnya dari reformasi yang terjadi Senin lalu bahwa mereka memerlukan untuk menjaga aktivitas pinjaman ritel mereka dan menyimpan milyaran dari extra capital. 

Monday, September 12, 2011

Headline News 12.09.11




U.S. & GLOBAL 


• Meningkatnya kekhawatiran mengenai kemampuan Eropa untuk menyelesaikan kembali krisis utangnya menekan euro dan pasar saham dunia Jumat lalu, sementara itu para menteri keuangan G7 bertemu untuk mendiskusikan langkah‐langkah untuk menghidupkan kembali pertumbuhan ekonomi.  


• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup anjlok 303.68 poin, atau 2.69 persen, ke level 10,992.13. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> merosot 31.67 poin, atau 2.67 persen, ke level 1,154.23. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> ditutup turun 61.15 poin, atau 2.42 persen, ke level 2,467.99. Dalam seminggu, indeks Dow anjlok 2.2 persen; indeks S&P 500 berkurang 1.7 persen dan indeks Nasdaq turun 0.5 persen.  


• Indeks FTSEurofirst 300 dari saham‐saham utama Eropa <.FTEU3> berkurang 2.6 persen dalam hariannya dan indeks MSCI world equity <.MIWD00000PUS> melemah 3.2 persen. Kedua indeks tersebut telah turun 3.7 persen dalam mingguannya, pelemahan terbesar ketiganya dalam 12 bulan.  


• Para menteri keuangan dan central bankers dari Group of Seven negara‐negara industri bertemu di Marseille, dimana tuan rumah Perancis menyerukan respon terkoordinasi dari anggota G7 untuk menghadapi krisis utang Eropa dan rapuhnya sektor perbankan. Setelah meeting, para anggota mengatakan telah menyepakati respon terkoordinasi dari perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia dan menyiapkan untuk memasok dana pada perbankan dan untuk mendukung pasar finansial.


• Euro <EUR=EBS> telah anjlok 1.6 persen terhadap dollar AS ke level $1.3668 setelah sempat menyentuh level terendah 6‐1/2 bulan ke level $1.3627. Mata uang tunggal itu telah merosot 5 persen pada bulan September.  


• Kegelisahan mendorong pada aksi beli safe‐haven obligasi Jerman dan pemerintah AS. Obligasi 10‐tahun Bund yield mencapai level terendahnya, sementara itu obligasi 10‐tahun Treasuri AS yields‐nya menyentuh level terendahnya dalam 60‐tahun


• Harga emas merosot setelah melejit mencatatkan level tertingginya diatas $1,900 per ons pada awal minggu ini berkenaan ketertarikan pada safe haven dan lindung nilai dari inflasi. Pada pukul 4:30 p.m. EDT (2030 GMT), spot emas <XAU=> turun setengah persen disekitar level $1,858 per ons, menghentikan level terendah awalnya dibawah $1,825. Dalam seminggu, harga spot telah anjlok 1.4 persen – penurunan tertajam mingguannya sejak 26 Juni.  


• Harga minyak mentah anjlok Jumat lalu dengan euro dan ekuitas merosot dari meningkatnya kesuraman berkenaan dengan pertumbuhan ekonomi dan mengarahkan kekhawatiran mengenai permasalahan utang Eropa. U.S. October crude <CLc1> di settled turun $1.81, 2 persen, ke level $87.24 per barrel, yang  telah merosot ke level terendahnya $85.64. U.S. front‐month crude mencatatkan rangkaian kenaikan mingguannya, naik hanya 79 sen,yang hanya dibawah 1 persen.  


• Sterling melaju ke level tertingginya dalam tiga setengah bulan terhadap euro Jumat lalu, karena mata uang tunggal memperluas penurunannya setelah European Central Bank melepas kebijakannya untuk menaikkan tingkat suku bunga dan melaporkan salah satu tokoh utama ECB berhenti.   


• Euro <EURGBP=D4> merosot ke level 86.22 pence, turun 0.8 persen dalam hariannya, dan level terendahnya sejak 27 Mei. Telah melemah melewati stop dibawah level 86.40 pence dan telah mencapai dibawah 200‐day moving average yang mana berada pada level 86.939 pence, sehingga rentan untuk test level terendahnya 26 Mei pada level 86.11.


• Terhadap dollar, sterling anjlok 0.4 persen ke level $1.5893 <GBP=D4>, yang telah anjlok ke level terendahnya $1.5882, level terendahnya sejak 12 Juli.   


• Factory gate inflation Inggris terbukti melemah pada bulan Agustus, menahan kenaikan bulan Juli yang di revisi ke level 6.1 persen – level tertinggi tahunannya sejak Oktober 2008 – meskipun penurunan tajam pada input prices, data resmi Jumat lalu. Analis telah memperkirakan kenaikan ke level 5.9 persen.   


• Para kepala keuangan G7 bertemu Jumat lalu yang dibawah tekanan untuk mengambil tindakan dari kembali lesunya pertumbuhan ekonomi dan menenangkan krisis confidence terbesarnya pada pasar finansial sejak gejolak kredit global.   


• Irlandia kemungkinan membutuhkan menaikkan pendanaan hingga 15 milyar euro ($21 milyar) hingga akhir tahun 2013, kepala debt management agency mengatakannya Jumat lalu

Friday, September 9, 2011

Headline News 09.09.11


U.S. & GLOBAL 


• Bursa Wall Street merosot Kamis lalu dari kekecewaan bahwa pidato dari Ketua the Fed kurang merinci mengenai rencana untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, sementara itu euro merosot dari kekhawatiran memburuknya krisis utang zona euro dengan Yunani yang gagal untuk mencapai fiscal targets.  


• Setelah perdagangan yang choppy, indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup merosot 119.05 poin, atau 1.04 persen, ke level 11,295.81.
Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> ditutup melemah 12.72 poin, atau 1.06 persen, ke level 1,185.90. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> berkurang 19.80 poin, atau 0.78 persen, ke level 2,529.14.  


• Penurunan pada bursa Wall Street menekan indeks MSCI's world stock <.MIWD00000PUS> anjlok 0.6 persen dalam hariannya.


• Ketua the Fed Ben Bernanke mengatakan bank sentral AS "will do all it can" untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengurangi tingkat pengangguran, tetapi dia tidak menyingkap perangkat moneter apa yang mungkin digunakan the Fed.


• Euro merosot ke level terendahnya dalam dua bulan terhadap dollar AS Kamis lalu setelah European Central Bank memberi tanda untuk menghentikan siklus pengetatan tingkat suku bunga yang dimulai lima bulan yang lalu. Euro anjlok ke level terendahnya $1.38750 <EUR=EBS>
pada trading platform EBS, level terendahnya sejak 12 Juli, dengan pelemahan berakselerasi setelah mencapai support mendekati level $1.3900 ‐‐  50 persen Fibonacci retracement dari level terendah hingga tertingginya tahun ini. Terakhir diperdagangkan pada level $1.3899, turun 1.4 persen dalam hariannya. Euro juga melemah 1.3 persen terhadap pound ke level 86.98 pence <EURGBP=D4>.    


• Harga Tresuri AS mengalami rally Kamis lalu dari kombinasi dorongan yang samar‐samar dari Ketua the Fed Ben Bernanke dan suramnya data pada pasar tenaga kerja yang menaikkan harapan berikutnya dari program pembelian bond oleh the Fed.    


• Harga emas memperluas kenaikannya Kamis lalu dari didepannya pidato Presiden AS Barack Obama, yang mengekspektasi dana rencana sekitar $300 milyar untuk mendorong pasar tenaga kerja. Pada pukul 3:20 p.m. EDT (1920 GMT), spot emas <XAU=> meningkat 2.9 persen ke level $1,870 per ons.    


• Crude oil futures melemah pada perdagangan yang choppy Kamis lalu, mengikuti pelemahan Wall Street setelah Ketua the Fed yang memberikan pidato yang kurang mendorong langkah terbaru pada pertumbuhan ekonomi, dan karena dollar AS meningkat tajam. U.S. October crude <CLc1> di settled ke level $89.05, anjlok 29 sen, merosot dari level tertingginya $90.23, yang mana dibawah level tertingginya Rabu lalu $90.48. Telah sempat anjlok ke level $88.59.   


• Sterling menguat terhadap euro Kamis lalu karena mata uang tunggal mendapat tekanan dari komentar yang kurang mendukung dari European Central Bank, sementara itu pound meningkat terhadap beberapa gambaran bahwa Bank of England menahan kembali dari adanya stimulus moneter berikutnya.   


• Sterling diperdagangkan dengan kenaikan sekitar 0.4 persen terhadap dollar AS ke level $1.6062 <GBP=D4>, membalikkan penurunan awalnya yang membawanya ke level terendahnya dalam 8‐minggu $1.5914 sebelum pengumuman suku bunga dari BoE.   


• Euro anjlok 1 persen dalam hariannya ke level terendahnya dalam dua minggu 87.13 pence pada perdagangan sore harinya <EURGBP=D4>.  


• Bank sentral Inggris menahan tingkat suku bunganya pada level rendah sebelumnya 0.5 persen dalam rangkaian 30 bulannya Kamis lalu, membiarkan kemungkinan terbukanya untuk dimulai kembali program quantitative easing dari pelemahan ekonomi kedepannya.   


• Rilis PPI pada sore harinya dapat dipantau untuk bulan Agustus.




Presiden Barrack Obama

  • Presiden Obama memaparkan proposal paket stimulus yang akan ditujukan pada penguatan sector ketenagakerjaan senilai 447 miliar USD. Obama menyakinkan Kongres AS untuk menyetujui undang-undang tersebut yang disebut sebagai “American Jobs Act”, dimana salah satu poinnya adalah dengan pemangkasan anggaran pemerintah dan pemotongan pajak besar-besaran pada pekerja dan pelaku bisnis Amerika.


  • Presiden Obama mengusulkan pemangkasan pajak dari 2% menjadi 3,1%. Langkah Obama ini sebagai salah satu dari reaksi setelah data non-farm payrolls untuk Juli memperlihatkan kosongnya rekruitmen tenaga kerja, meningkatkan kembali kekhawatiran bahwa ekonomi akan jatuh kepada resesi berikutnya.


  • Beberapa analis memperkirakan langkah Obama ini akan berdampak positif pada dollar AS karena jumlahnya paket stimulus tersebut melebihi ekspektasi sebelumnya, 300 miliar USD.


  • Namun demikian, usulan Obama tersebut akan mendapat tantangan keras dari kubu oposisi – Partai Republik.


Thursday, September 8, 2011

Headline News 08.09.11



U.S. & GLOBAL 


• Bursa saham dunia dan euro rally Rabu lalu dan emas merosot dari level tertingginya dari keputusan yang mendukung usaha pemerintah Jerman untuk mem‐bail out krisis yang melanda zona euro. Indeks MSCI world equity <.MIWD00000PUS> meningkat 2.7 persen dalam hariannya setelah mencapai level terendahnya sejak 22 Agustus. Indeks masih melemah sekitar 9 persen dalam tahunannya.


• Bursa Wall Street menguat lebih dari 2 persen Rabu lalu, membalikkan penurunan tiga harinya setelah Germany's top court melancarkan jalan untuk partisipasi Jerman dalam bailouts yang dapat menenangkan krisis utang Eropa.  


• Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> naik 33.38 poin, atau 2.86 persen, ke level 1,198.62. Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup menguat 275.56 poin, atau 2.47 persen, ke level 11,414.86, dan indeks Nasdaq Composite <.IXIC> melonjak 75.11 poin, atau 3.04 persen, ke level 2,548.94.


• Euro rally Rabu lalu karena kekhawatiran sovereign debt mereda sementara setelah German court mendukung peran negaranya dalam mem‐bailouts zona euro, meskipun kenaikan kemungkinan terbatas kedepannya dari adanya European Central Bank meeting. Pada akhir perdagangan, euro meningkat 0.7 persen dalam hariannya ke level $1.40990 <EUR=EBS> pada electronic trading platform EBS, menghentikan level tertingginya $1.41504 yang sempat terjadi setelah keputusan dari German Constitutional Court's. Euro walaupun demikian masih merosot 2.0 persen pada bulan ini.  


• Swiss franc, yang bersamaan dengan emas telah menjadi pilihan safe‐haven bagi investor, bertahan untuk ditutup ke level 1.20 per euro <EURCHF=R> pada target Selasa lalu dari Swiss central bank yang melemahkan the franc dan menghindari resesi.


• Harga Tresuri AS melemah Rabu lalu karena investor keluar dari pasar Tresuri, dengan tingginya harga saham dan laporan ringan dari perekonomian AS yang mengarah pada ultra‐safe, yang menghasilkan kekurang tertarikan pada low‐yielding securities.  


• Emas ditutup merosot 3 persen Rabu lalu karena investor melakukan aksi jual logam mulia dan membeli saham‐saham setelah German court menurunkan hambatan pada partisipasi Jerman dalam mem‐bailouts zona euro. Pada pukul 4.00 p.m. EDT (2000 GMT), spot emas berada disekitar level $1,815 per ons, anjlok $57 dari level yang terlihat pada penutupan New York Selasa lalu. Telah tertekan ke level teredahnya $1,793.19 Rabu kemarin.  


• Crude oil futures AS memperluas kenaikannya Rabu lalu setelah American Petroleum Institute melaporkan bahwa persediaan crude domestik merosot 3 juta barrel minggu lalu, jauh dari perkiraannya. Harga minyak mentah naik lebih dari $3 ke level tertingginya dalam lima minggu Rabu lalu, didorong oleh turunnya produksi pada Teluk Meksiko. U.S. crude <CLc1> melejit $3.32 untuk di settle ke level $89.34 per barrel dan juga meningkat pada perdagangan post‐settlement untuk mencatatkan level tertingginya dalam lima minggu $90.48.


• Sterling anjlok secara meluas terhadap penguatan euro Rabu lalu, dan berada dekat level terendahnya dalam tujuh minggu terhadap dollar AS dari spekulasi bahwa pelemahan data Inggris baru‐baru ini akhirnya mungkin menyebabkan Bank of England mengarah pada stimulus moneter berikutnya.  


• BoE di ekspektasi untuk menahan tingkat suku bunga pada level terendahnya 0.5 persen dan menahan diri dari program penambahan pembelian obligasi ketika berakhirnya policy meeting Kamis ini.  


• Sebuah polling Reuters menunjukkan ekspektasi para ekonom bahwa bank sentral Inggris akan menahan tingkat suku bunga hingga akhir tahun 2012, sementara itu 35 persen peluang BoE akan mengarah pada pembelian aset untuk mendukung kelesuan ekonominya.  


• Sterling <GBP=D4> flat ke level $1.5936 setelah pada awalnya naik ke level $1.6040 dengan kuatnya aksi jual yang mengarah pada level $1.6020,
dan menekan pound melalui level terendah tujuh minggunya $1.5921 yang tercapai Selasa lalu.  


• Euro <EURGBP=D4> naik ke 0.4 persen dalam hariannya ke level 88.28 pence sebelum merosot disekitar level 88.17 pence. Kenaikannya terbatas oleh technical resistance disekitar level 88.15‐20
pence, kisaran yang termasuk dalam 100‐ dan 55‐harian moving averages.  


• Perekonomian Inggris membuat pelemahan awalnya pada kuartal ketiga pada bulan Juli, dengan industrial production melemah tidak seperti yang diharapkan berkenaan dengan penurunan yang tajam pada ekstraksi minyak dan gas yang menekan kenaikan pada manufaktur.  


• Menteri keuangan Irlandia memperingatkan bahwa dana bailout zona euro terlalu kecil dan mendesak pemerintah Eropa untuk secepatnya mengimplementasikan semua kesepakatan yang dibuat pada summit bulan Juli lalu.

Wednesday, September 7, 2011

Headline News 07.09.11


U.S. & GLOBAL 


• Bursa saham global merosot Selasa lalu dari kekhawatiran mengenai memburuknya krisis utang Eropa, sementara itu bank sentral Swiss membatasi gerak dari mata uangnya yang menyebabkan penurunan 10 persen pada the franc terhadap euro.  


• Bursa saham dunia yang diukur pada indeks MSCI <.MIWO00000PUS> anjlok 1 persen.


• Bursa Wall Street, setelah penurunan lebih dari 2 persen pada awalnya, ditutup merosot kurang dari 1 persen setelah libur tiga harinya, dengan laporan jobs Jumat sebelumnya, yang menunjukkan pertumbuhan jobs pada titik terendahnya, yang juga memukul confidence investor.


• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup merosot 100.96 poin, atau 0.90 persen, ke level 11,139.30. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> anjlok 8.73 poin, atau 0.74 persen, ke level 1,165.24. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> berkurang 6.50 poin, atau 0.26 persen, ke level
2,473.83.  


• Swiss franc anjlok mendekati 10 persen terhadap euro Selasa lalu, menutup kenaikan empat harinya, setelah bank sentral Swiss mengguncang pasar dengan menetapkan batas berapa besar mata uang dapat menguat terhadap mata uang tunggal tersebut.   


• Euro terakhir naik 8.9 persen ke level 1.20700 francs.    


• Dollar AS menguat ke level 0.86250 franc <CHF=EBS> pada data EBS dan terakhir diperdagangkan naik 9.5 persen ke level 0.86180 franc, menghentak penurunan empat harinya terhadap the franc.   


• Harga Tresuri AS dengan tenor jangka panjang naik Selasa lalu karena kebanyakan investor memperkirakan bahwa the Fed akan segera melakukan pembelian obligasi bertenor 30‐tahun, sementara itu kekhawatiran terkini dari Eropa mendorong pada safety bid.   


• Harga emas melonjak ke level tertingginya Selasa lalu setelah Swiss mem‐pegged mata uangnya terhadap euro, sebelum ditutup melemah karena aksi ambil untung investor. Pada pukul 3:35 p.m. EDT (1935 GMT), emas <XAU=> melejit ke level $1,880 per ons, turun 1 persen dari perdagangan sore hari di New York. Juga telah menghentikan level tertinggi $1,920.30 yang terjadi pada awal Selasa lalu.    


• Brent crude naik Selasa lalu, setelah rangkaian penurunan tiga harinya, karena pengetatan pasokan North Sea, berlanjutnya ketidakpastian mengenai Libya's oil dan ancaman iklim topis yang mendorong kenaikan harga. U.S. oil ditutup merosot, tetapi naik dari level terendahnya,
karena National Hurricane Center memonitor dua sistem bertekanan rendah, satu di Teluk Meksiko dan lainnya di Atlantik, yang dapat berbalik pada siklon tropis. U.S. October crude <CLc1> melemah 43 sen untuk di settle ke level $86.02 per barrel, setelah diperdagangkan dari level $83.20
to $86.50. 


• Sterling merosot ke level terendahnya dalam 7‐minggu terhadap dollar AS Selasa lalu, dengan pound berada dibawah tekanan dari rangkaian pelemahan data Inggris dan karena dollar AS didorong dari memburuknya risk sentiment.   


• Sterling anjlok ke level $1.6036 <GBP=D4>, level terendahnya sejak 18 Juli, untuk diperdagangkan melemah sekitar 0.5 persen dalam hariannya.  


• Dollar AS diperdagangkan naik secara luas terhadap currency basket, meningkat 0.7 persen dalam hariannya. <.DXY>    


• Penjualan ritel Inggris melemah bulan lalu karena kekurangan uang tunai pada konsumen yang membeli barang‐barang tidak penting seperti barang‐barang rumah tangga atau furnitur, British Retail Consortium mengatakannya.


• Konsumen Irlandia masih optimis pada bulan Agustus meskipun gelombang pada gejolak global yang menekan sentimen konsumen di AS dan Eropa.    


• Hari ini data Inggris yang bisa dipantau adalah industrial production dan manufacturing production.

Tuesday, September 6, 2011

Headline News 06.09.11

U.S. & GLOBAL

• Bursa saham Eropa anjlok 4 persen Senin lalu, dengan saham‐saham perbankan turun ke level terendahnya yang lebih dalam dua tahun, karena kekhawatiran mengenai masa yang akan datang dari bubbled up zona euro yang dilatarbelakangi terhadap pelemahan pertumbuhan ekonomi dan ancaman pada sektor perbankan.   

• Indeks MSCI all country world equity <.MIWD00000PUS> melemah 2.0 persen dalam hariannya, bersamaan dengan indeks Nikkei Jepang <.N225> yang anjlok 1.9 persen berkenaan dengan data jobs AS Jumat lalu. Bursa saham Eropa <.FTEU3> ditutup merosot 4.06 persen, dengan sektor perbankan <.SX7P> anjlok mendekati 6 persen ke level terendahnya 29‐bulan.   

• Euro merosot secara meluas, dengan permasalahan utang zona euro dan ketidakpastian politik di Jerman yang mendorong kenaikan (keduanya) pada dollar AS dan safe‐haven Swiss franc. Mata uang tunggal tersebut anjlok ke level $1.4065 pada trading platform EBS, level terendahnya sejak 5 Agust. Trader mengatakan option‐related bids pada level $1.4100 telah memberikan arah dan stop yang akan memicu melalui level $1.4080 karena liburan publik di AS yang membuat volume perdagangan tipis.   

• Kekhawatiran mengenai defisit (utang) publik di Yunani dan Italia dan pemilu regional dari kekalahan partai berkuasa di Jerman membuat keraguan pada kemampuan zona euro untuk menangani krisis utangnya.   

• Bursa Wall Street ditutup dengan adanya liburan tetapi adalah tidak mungkin bahwa investor AS akan berada dalam mood positif dari data yang dirilis menjelang akhir pekan panjangnya yang menunjukkan bahwa pertumbuhan employment AS terhenti pada bulan Agustus. Ini mendorong bahwa permasalahan mengenai negara dengan ekonomi terbesar didunia tersebut akan kembali mengalami resesi.

• Harga emas meningkat Senin lalu, kembali memecahkan level diatas $1,900 per ons, karena bertumbuhnya spekulasi bahwa AS kemungkinan mengimplementasikan kedepannya putaran dari monetary easing (QE3) setelah melemahnya data payrolls Jumat lalu, dan permasalahan mengenai krisis utang zona euro yang mengemuka kembali. Spot emas <XAU=> melejit 0.9 persen ke level $1,900.10 per ons pada pukul 1540 GMT, yang pada awalnya telah mencapai level tertingginya $1,902.70. Ini merupakan komoditas dengan kinerja terbaiknya dalam tahun ini, naik sekitar sepertiganya pada tahun 2011 ini.   

• Brent crude oil merosot menuju level $110 per barrel Senin lalu karena kekhawatiran mengenai resesi AS yang berikutnya dan melambatnya pertumbuhan dimanapun yang menambah prospek merosotnya permintaan akan bahan bakar. U.S. crude futures <CLc1> merosot $2.40 ke level $84.05 per barrel. Volume perdagangan relatif tipis berkenaan dengan pasar AS yang mengalami liburan (Labor Day). 

• Sterling terpukul ke level terendahnya dalam 1‐1/2 bulan  terhadap dollar AS Senin lalu setelah data 
menunjukkan penurunan tajam pada sektor jasa di Inggris, mendorong spekulasi Bank of England kemungkinan berusaha untuk putaran pembelian aset berikutnya untuk mendorong perekonomiannya.   

• Pound juga melemah terhadap mata uang laninnya yang kemungkinan untuk mengarah pada resesi setelah pelemahan data AS dan meningkatnya permasalahan mengenai utang zona euro dan permasalahan sektor perbankan.   

• Pound melemah mendekati 1 persen dalam hariannya ke level $1.6061 <GBP=D4>, level terendahnya sejak 19 Juli. Penutupan dibawah 200‐day moving average ke level $1.6123 akan terlihat sebagai technically bearish dan dapat dilihat targetnya yang bergerak kearah level $1.6000. Terakhir diperdagangkan pada level $1.6098.   

• Aktivitas sektor jasa di Inggris secara dominan melambat dengan cepat yang lebih dari satu dekade bulan lalu, dan peningkatan dalam confidence pada future business mengalami pelemahan dalam level terendahnya satu tahun, menambah bukti pada melambatnya recovery
ekonomi.

Monday, September 5, 2011

Headline News 05.09.11


U.S. & GLOBAL

• Kemelut pada pasar tenaga kerja AS mengarahkan pada kekhawatiran pada terjadinya resesi Jumat lalu, menekan investor melepas saham‐sahamnya dan masuk pada safety dari obligasi, emas dan Swiss franc.  


• Saham‐saham pada bursa Wall Street dan bursa utama lainnya ditutup melemah lebih dari 2 persen setelah Labor Department AS mengatakan para majikan tidak menambah adanya pekerjaan baru bulan lalu secara total untuk bulan Juli mengalami revisi penurunan (tenaga kerja). Pasar ekuitas AS melemah ke dalam penurunan terbesarnya dalam dua minggu.  


• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup anjlok 253.31 poin, atau 2.20 persen, ke level 11,240.26. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> merosot 30.45 poin, atau 2.53 persen, ke level 1,173.97. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> turun 66.71 poin, atau 2.58 persen, ke level 2,480.33.      


• Indeks MSCI world equity <.MIWD00000PUS> merosot 2.3 persen sementara itu bursa saham Eropa <.FTEU3> anjlok 2.5 persen. Emerging stocks <.MSCIEF> turun hingga 1.6 persen.  


• Pada perdagangan pasar mata uang, Swiss franc <CHF=> meningkat mendekati 1 persen ke level 0.7898 terhadap dollar AS setelah mencapai level tertingginya 0.7959.  


• Euro <EUR=> merosot mendekati level $1.419, yang telah mencapai level terendah tiga minggunya $1.418 pada awalnya dari konfirmasi bahwa Yunani akan meleset dari target defisit 2011 sebesar 7.6 persen dan ketidakpastian berkenaan dengan komitmen Italia pada austerity measures.


• Reaksi terbesar berasal dari pasar Tresuri AS, dengan yield dari obligasi bertenor 30‐tahun tertekan pada level terendahnya dalam dua setengah tahun dari meningkatnya perkiraan pada suramnya data akan memaksa the Fed untuk mengambil langkah‐langkah tambahan untuk mendorong perekonomiannya (QE3).  


• U.S. gold futures <GCZ1>di settled meningkat 2.6 persen, hanya berada pada level $1,877 per ons setelah level puncaknya $1,885 dalam harian.


• Harga minyak melemah Jumat lalu karena mandeknya pertumbuhan tingkat pekerjaan di AS pada bulan Agustus yang menyalakan kembali kekhawatiran untuk adanya resesi berikutnya, yang mana akan memperlambat permintaan minyak. Brent <LCOc1> anjlok hingga $1.96 per barrel untuk di settle ke level $112.33. U.S. crude <CLc1> telah merosot $2.90 ke level $86.03. U.S. crude <CLc1> anjlok $2.48 per barrel untuk di settle ke level $86.45 per barrel, pada volume perdagangan sekitar 37 persen dibawah rata‐rata 30‐harinya. 


• Sterling melepaskan keuntungan sebelumnya terhadap dollar AS Jumat lalu karena mata uang AS diuntungkan dari permintaan safe‐haven setelah pertumbuhan jobs AS yang masih diperhatikan untuk mengkonfirmasi pelemahan ekonomi dan meningkatkan kekhawatiran mengenai outlook ekonomi global.   


• Pound <GBP=D4> mencapai level terendahnya $1.6172, mengarah menuju level terendahnya dalam tiga minggu setelah data menunjukkan tidak adanya yang baru pada penciptaaan lapangan kerja AS bulan Agustus. Pound untuk ditutup ke level terendahnya dengan melemah 1 persen terhadap dollar AS.


• Euro <EURGBP=D4> turun 0.4 persen dalam level 87.76 pence, tertekan oleh pelemahan pada mata uang tunggal terhadap dollar AS yang mana naik ke level tertinggi hariannya terhadap currency basket pada akibat payrolls AS.