title cover

title cover

Monday, November 14, 2011

Headline News 14.11.11


US & GLOBAL
  • Bursa  ekuitas  global  menguat  sekitar  2%  diiringi  kenaikan  euro  terhadap  dollar  AS  setelah  hasil  voting  di  Italia  mengenai  reformasi ekonomi sedikit meredakan kekhawatiran akan kemungkinan gagal bayar negara ekonomi terbesar ketiga UniEropa itu. Dalam beberapa sesi terakhir Italia menjadi fokus seiring meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah hingga level 7%. Hal tersebut kemudian memicu kekhawatiran investor bahwa Italia akan menjadi negara berikutnya yang terpaksa meminta bailout. 


  • Senat  Italia  menyetujui  paket  pemangkasan  anggaran  progresif  yang  disyaratkan  oleh  UniEropa,  paket  tersebut  kemudian  akan diteruskan ke parlemen rendah yang diharapkan akan dapat disetujui pada Sabtu 12 November ini. Persetujuan pada parlemen rendah akan menjadi salah satu pemicu dari pengunduran diri Perdana Menteri Silvio Berlusconi.


  • Mantan Komisioner UniEropa – Mario Monti luas diprediksi akan menjadi pemimpin pemerintahan koalisi, langkah yang nampaknya akan diterima oleh pelaku pasar. Turut mendukung optimisme pelaku pasar adalah perkembangan di Yunani dengan diangkatnya Lucas Papademos sebagai Perdana Menteri, Papademos juga diterima oleh pelaku pasar secara luas, dan dipercaya akan dapat melancarkan bailout untuk Yunani.


  • Akhir  pekan  lalu  euro  menguat  1,1%  ke  1.3750,  sementara  itu  dalam  sepekan  terakhir  euro  masih  tercatat  melemah  0,5%  terhadap dollar AS dalam pelemahan mingguan berturutturut dalam 2minggu terakhir. Sementara itu dollar AS melemah 1,4% terhadap yen yang merupakan pelemahan mingguan terbesar sejak pertengahan Agustus silam. 


  • Namun demikian ekonom mengingatkan meskipun minat terhadap aset beresiko mulai menguat, namun pesimisme dan dan beberapa kekhawatiran  yang  mendasar  masih  akan  terus  mempengaruhi  volatilitas  pergerakan  harga.  Salah  satu  yang  akan  menjadi  ujian  bagi sentimen  pelaku  pasar  adalah  lelang  obligasi  Italia  bertenor  5tahun  senilai  3  milar  euro,  apabila  berhasil  diterima  dengan  baik  oleh pelaku pasar maka risk appetite potensial terus melaju.


  • Indeks bursa eropa The FTSEurofirst 300 <.FTEU3> berakhir menguat 2,1% ke 984.62, ditunjang oleh kenaikan sahamsaham perbankan Italia. Sedangkan indeks Dow Jones <.DJI> ditutup menguat 259.89 poin atau 2.19% ke 12,153.68, indeks S&P500 <.SPX> naik 24.16 poin atau 1.95% ke 1,263.85 dan Nasdaq <.IXIC> naik  53.60 poin atau 2.04% ke 2,678.75. 


  • Sahamsaham  sektor  keuangan  yang  sebenarnya  masih  sangat  rentan  terhadap  eksposur  pada  surat  utang  asal  UniEropa,  menguat ditunjang oleh kenaikan saham Bank of America Corp dan JPMorgan Chase & Co, secara khusus indeks perbankan the KBW Bank index <.BKX> naik 2.1%. Sementara itu bursa saham global yang terangkum dalam MSCI's allcountry stock index <.MIWD00000PUS> naik 2.2%.


  • Harga minyak menguat mengikuti sentimen positif di pasar lainnya, minyak jenis Brent crude untuk kontrak Desember <LCOc1> naik 45 cents ke 114.16 USD per barrel, sedangkan minyak jenis U.S. December crude <CLc1> naik 1.21 USD ke 98.99 USD per barrel. 


  • Harga emas menguat 1,5% pada sesi Jumat mengikuti penguatan bursa Wall Street seiring meredanya kekhawatiran akan kondisi Italia dan pembentukan pemerintahan baru Yunani. Dalam sepekan terakhir emas tercatat menguat 1,9% terhadap dollar AS ke 1787.75 USD per troy ounce.


GOLD & COMMODITIES
  • Emas  menguat  1,5%  pada  Jumat  kemarin,  mendorong  naiknya  bursa  Wall  Street,  menyusul  perkembangan  positif  di  Italia  dan terbentuknya pemerintahan baru di Yunani, sebuah kondisi yang memberi harapan akan membaiknya situasi di zona euro.


  • Emas mencatat kenaikan mingguan ketiga kalinya secara berturutturut, kenaikan berturutturut terlamanya sejak Agustus, setelah Senat Italia menyetujui langkahlangkah penghematan yang diminta oleh Uni Eropa yang saat ini akan dibawa ke majelis rendah (diperkirakan disahkan hari Sabtu, 12 November 2011 kemarin). Persetujuan di majelis rendah akan memicu pengunduran diri Perdana Menteri Silvio Berlusconi.


  • Menambah optimisme tentang upaya Eropa untuk mengatasi krisis utang pada hari Jumat adalah mantan pejabat Bank Sentral Eropa Lucas  Papademos  dilantik  sebagai  perdana  menteri  Yunani,  dan  bertugas  memenuhi  ketentuan  rencana  bailout  untuk  mencegah kebangkrutan.


  • Pekan ini banyak sekali data ekonomi AS yang akan dirilis dan investor akan mencermati data retail sales pada hari Selasa. Jika data dirilis positif maka berpotensi menambah minat terhadap asetaset beresiko (termasuk mata uang berimbal hasil lebih tinggi seperti Aussie) dan akan menekan dolar.


  • Emas  spot  naik  1,6%  ke  $1787.04  per  ons,  mengakhiri  koreksinya  yang  terjadi  selama  3  hari  terakhir.  Sedangkan  emas  berjangka pengiriman Desember ditutup naik $28.50 di $1788.10 per ons. Perak naik 1,7% ke $34.65 per ons.


  • Kemungkinan digulirkannya program likuiditas yang baru oleh ECB dapat memperburuk tekanan harga, membuat emas lebih menarik sebagai aset yang bernilai lebih baik ketimbang mata uang kertas selama masa inflasi tinggi.


  • Harga emas diperkirakan naik ke $ 2.000 per ons, karena ECB akan harus membuat lebih banyak uang untuk membantu mengatasi beban utang di Eropa, dimana hal ini akan mednorong naiknya harga emas.


Jepang – GDP Q3 dalam basis kuartalan mengalami ekspansi pertama kali tahun ini
  • GDP Q3 Jepang dirilis relatif sesuai ekspektasi, yakni 1,5% (Q/Q) dan 6,0% (Y/Y) – sementara ekspektasinya masing-masing adalah 1,5% dan 6,1%.


  • Untuk basis kuartalan, kenaikan GDP Q3 Jepang merupakan pertama kalinya sepanjang tahun ini yang merefleksikan aktifitas ekonomi pasca rekonstruksi gempa dan tsunami Maret 2011 lalu, serta kebangkitan wajar perekonomian pasca tekanan besarnya ditengarai oleh mulai        menggeliatnya    kembali      produksi     di mayoritas        pabrik-pabrik        Jepang       pasca gempa/tsunami tersebut.


  • Namun, di tengah tekanan ekonomi global karena ancaman krisis kredit Eropa dan kembali terganggunya rantai supply produksi Jepang karena bencana banjir di Thailand, membuat para pelaku pasar cenderung mengabaikan rilis positif data GDP Q3 Jepang tersebut dan akan lebih fokus melihat di Q4 nanti.


  • USDJPY pagi ini masih diperdagangkan dalam kisaran sempit antara 77.10-77.27, setelah tertekan di mingu lalu hingga ke level terendah sejak intervensi besar 31 Oktober 2011 lalu, di 77.03 (Jumat 11 November 2011).


  • Sementara Nikkei pagi ini menguat lebih dari 1,5% ke level 8655.31 dipengaruhi oleh kenaikan bursa Wall Street, menyusul redanya kembali kekhawatiran terhadap krisis Eropa.


Friday, November 11, 2011

Headline News 11.11.11



US & GLOBAL


• Bursa saham Amerika, minyak dan euro berhasil rebound, sehari pasca pelemahan tajamnya pada sesi Rabu 09 November. Kekhawatiran investor terhadap kondisi Italia mulai mereda setelah Italia berhasil menjual obligasi jangka pendeknya. Italia berhasil menjual obligasi bertenor 1‐tahun dengan imbal hasil sedikit dibawah 7%. Saat ini yang menjadi perhatian pelaku pasar adalah belum adanya kepastian mengenai siapa calon pemimpin baru Italia.  


• Meskipun demikian,  diperkirakan sudah mulai akan tercapai pemerintahan dari koalisi baru di Italia, mengikuti langkah Yunani yang mengangkat Lucas Papademos yang merupakan mantan wakil presiden ECB sebagai Perdana Menteri menggantikan George Papandreou. Dengan latar belakangnya, Papademos diharapkan akan dapat memuluskan bantuan keuangan untuk Yunani guna menghindarkan dari kondisi gagal bayar hutangnya.  


• Euro dan bursa saham Amerika berhasil bangkit dari pelemahan tajam hingga 3% pada sesi Kamis, penguatan mana ditopang oleh absennya tambahan berita buruk mengenai krisis hutang Uni‐Eropa sementara disisi lain data ekonomi dirilis lebih baik dari ekspektasi. Hal tersebut terlihat dari volatilitas yang tinggi namun volume perdagangan tipis.  


• Euro <EUR=> ditutup menguat 0.4% ke 1.3601. Jobless Claims pekan lalu mengalami penurunan sebesar 10.000 menjadi 390.000, merupakan level terendah sejak April silam, demikian berdasarkan laporan dari Departemen Ketenagakerjaan Amerika. Perkembangan yang tergambar dari data tersebut meningkatkan optimisme bahwa ekonomi mulai membaik dalam kuartal ketiga ini, dengan perbaikan pada sektor tenaga kerja yang vital.  


• Sementara itu defisit perdagangan internasional Amerika pada September menyempit ke level terendahnya sejak Desember 2010 silam. Defisit mencapai 43,1 miliar USD atau turun dari data Agustus yang direvisi menjadi 44,9 miliar USD. Kondisi mana kemudian menurunkan minat investor pada aset safe haven, meskipun dalam jangka lebih panjang nampaknya investor masih akan terfokus pada perkembangan Uni‐Eropa.  


• Indeks bursa saham The FTSEurofirst 300 <.FTEU3> ditutup melemah 0,3% ke 963.58 poin. Sedangkan indeks Dow Jones <.DJI> ditutup menguat 112.92 poin atau 0.96% ke 11,893.86, indeks S&P 500 <.SPX> naik 10.60 poin atau 0.86% ke 1,239.70 dan Nasdaq <.IXIC> naik 3.50 poin atau 0.13% ke 2,625.15.  


• Harga obligasi pemerintah Amerika melanjutkan pelemahannya seiring rilis data jobless claims yang membaik dan defisit perdagangan Amerika untuk bulan September yang semakin menyempit.  


• Sementara itu menguatnya sinyal‐sinyal akan berakhirnya deadlock pada kondisi politik di Italia juga turut menekan harga obligasi. Meskipun demikian aset‐aset safe haven diperkirakan masih akan menguat ditopang oleh berlanjutnya kekhawatiran mengenai kemampuan Italia mengatasi tingginya hutang.  


• Harga minyak jenis Brent crude <LCOc1> naik 1.40 USD ke 113.71 USD per barrel sedangkan minyak jenis U.S. crude oil <CLc1> naik 2.04 USD ke 97.78 USD barrel.  


• Harga emas turun lebih dari 1% ke 1759.60 USD per troy ounce menyusul naiknya kekhawatiran akan kondisi gagal bayar Yunani dan belum adanya penanganan hutang Italia, sebuah kondisi yang kemudian memicu likuidasi investor terhadap aset‐aset komoditas.  


EURO ZONE 


• Euro memantul dari level terendahnya dalam satu bulan versus dollar AS Kamis lalu karena melemahnya permasalahan mengenai pemerintah Italia yang dibantu bertahannya yield obligasi negara tersebut, menurunkan kekhawatiran mengenai financial bailout.  


• Euro <EUR=> terakhir diperdagangkan naik 0.3 persen ke level $1.3586, yang pada awalnya mencapai level tertingginya $1.3652, menurut data Reuters.  


• European Central Bank tidak dapat mengintervensi lebih banyak secara agresif untuk menangani krisis utang zona euro, tiga pengambil kebijakan ECB dari blok utama mengatakannya, menekan pemerintah untuk bertindak.   


• ECB dibawah tekanan yang meningkat dari para pemimpin dunia untuk melakukan sesuatu yang lebih dalam menangani krisis yang mana saat ini menelan Italia, diperburuk oleh prospek dari kekosongan secara politik setelah Perdana menteri Silvio Berlusconi mengundurkan diri.   


• Italia bergerak mendekati pemerintah persatuan nasional Kamis lalu, mengikuti Yunani memimpin dalam mencari veteran teknokrat Eropa untuk memimpin reformasi ekonomi yang bergejolak dalam usaha untuk menghindari zona euro dalam krisis pasar obligasi.    


• Setelah empat harinya tawar‐menawar yang kacau, mantan wakil European Central Bank Lucas Papademos telah ditunjuk untuk mengepalai kabinet krisis untuk menyelamatkan Yunani dari default (utang), kebangkrutan dan keluar dari zona euro.   


• Industrial output Italia anjlok 4.8 persen pada bulan September, pelemahan terbesarnya sejak Desember 2008, sepenuhnya membalikkan kenaikan 3.9 persen pada bulan sebelumnya, data menunjukkannya Kamis lalu.  


• Tingkat pengangguran Yunani mencapai level tertingginya 18.4 persen pada bulan Agustus, karena negara berjuang melalui langkah austerity yang menyakitkan oleh para pemberi pinjaman asing dan tahun keempat dalam resesinya.   


• Portugal akan menekankan pada tujuan bujetnya dibawah bailout 78‐milyar‐euro tidak masalah seberapa besar peningkatan krisis utang zona euro, Perdana menteri Pedro Passos Coelho mengatakannya.

Thursday, November 10, 2011

Headline News 10.11.11


US & GLOBAL 


• Bursa saham dan euro anjlok tajam menyusul naiknya borrowing cost Italia, meningkatkan kekhawatiran bahwa negara tersebut nantinya akan terpaksa meminta bailout yang dapat menyeret Uni‐Erop ke kondisi resesi. Euro mencetak performa harian terburuk sejak 15‐bulan terakhir seiring pengalihan aset para investor menuju obligasi Amerika yang dianggap lebih aman.  


• Pelaku pasar pesimis Uni‐Eropa dan lembaga terkait lainnya akan dapat mengusung bailout yang diperlukan untuk Italia nantinya, mengingat negara tersebut adalah ekonomi terbesar ketiga Uni‐Eropa. Imbal hasil obligasi Italia untuk tenor 2‐tahun dan 10‐tahun melesat diatas level 7%, sebuah level dimana biaya pendanaan obligasi menjadi tidak seimbang.  


• Bursa saham anjlok tajam, indeks Dow Jones turun hampir 400 poin dengan saham‐saham perbankan yang memimpin penurunan seiring kekhawatiran akan besarnya kerugian yang mereka tanggung berkaitan dengan kepemilikan pada obligasi asal Uni‐Eropa. Saat ini dua clearing houses terkemuka di Amerika meningkatkan level jaminan yang diperlukan untuk pihak‐pihak yang memiliki obligasi Italia. Kebijakan tersebut membuat pemegang obligasi Italia membayar lebih mahal dan diperkirakan akan semakin memicu penjualan obligasi tersebut.  


• Sementara itu biaya untuk mengasuransikan obligasi Italia dari kemungkinan gagal bayar meningkat ke level tertingginya menjadi 571 basis poin, bedasarkan data dari Markit.
Hal tersebut berarti diperlukan 571.000 euro per tahun untuk mengasuransikan obligasi Italia senilai 10 juta euro untuk 5‐tahun kedepan. Data dari Markit juga memperlihatkan bahwa CDS untuk Spanyol meningkat menjadi 429 basis poin, tertinggi sejak September, sementara CDS untuk Perancis naik menjadi 196 basis poin, yang merupakan level tertinggi dalam sebulan terakhir.  


• Perbankan Perancis memiliki eksposur paling besar terhadap obligasi asal Italia dengan 416 miliar USD berdasarkan data yang dimiliki oleh Bank for International Settlements.
Sebagai perbandingan, perbankan asal Amerika hanya memiliki sekitar 47 miliar USD dalam obligasi pemerintah Italia.  


• Investor menjauhi aset beresiko dan memburu obligasi Amerika ditengah ketidakpastian krisis hutang Italia. Kondisi risk aversion yang ada pada sat ini diperkirakan mencapai level tertinggi sejak akhir musim panas lalu dimana investor mulai dibebani oleh krisis hutang Uni‐Eropa. Akibat maraknya aksi beli tersebut, harga obligasi Amerika, U.S. Treasury note <US10YT=RR> untuk tenor 10‐tahun naik 1‐1/32 sementara imbal hasilnya turun menjadi 1.97%.  


• Indeks Dow Jones <.DJI> turun 389.24 poin atau 3.2% di 11,780.94, indeks S&P500 <.SPX> turun 46.82 poin atau 3.67% ke 1,229.10 dan Nasdaq <.IXIC> melemah 105.84 poin atau 3.88% ke 2,621.65. Sub‐indeks perbankan atau The KBW bank index <.BKX> anjlok 5.9%, diiringi penurunan saham Morgan Stanley sebesar 9% dan Goldman Sachs yang melemah 8.2%. Indeks bursa saham global, MSCI <.MIWD00000PUS> turun 2.7%.  


• Pada akhir sesi New York, terdapat rumor yang berkembang bahwa ECB melakukan pembelian obligasi Italia secara agresif sebagai salah satu upaya untuk menekan kenaikan imbal hasil. Euro <EUR=> anjlok lebih dari 2% terhadap dollar AS ke 1.3547, tercatat sebagai penurunan harian terburuk sejak pertengahan Agustus 2010 silam. Euro juga tercatat melemah 1,9% terhadap yen dan turun 0,5% terhadap Swiss franc.  


• Emas melemah menyusul aksi ambil untung pelaku pasar untuk menutupi kerugian pada investasi lainnya, meskipun pelemahan tersebut sedikit tertahan karena aksi safe haven buying ditengah ketidakpastian kondisi Italia dan kekhawatiran akan penanganan krisis hutang Uni‐Eropa. Harga spot emas <XAU=> ditutup melemah 0,6% ke 1,773.99 USd per troy ounce setelah pada sesi Selasa lalu mencapai level tertinggi sejak September di 1802.60 USd per tory ounce. 


EURO ZONE 


• Euro anjlok ke level terendahnya dalam satu bulan terhadap dollar AS Rabu lalu karena borrowing costs Italia melebihi 7 persen, menaikkan kekhawatiran pada negara dengan ekonomi terbesar ketiga (Eropa) yang akan membutuhkan bantuan darurat untuk membiayai utangnya. 


• Mata uang tunggal tersebut melemah dibawah level $1.36 merupakan level terendahnya sejak 11 Okt. dan merosot 1.8 persen ke level $1.3585 <EUR=>.  


• Panel penasehat ekonomi "wise men" Jerman memperingatkan European Central Bank resiko penurunan kredibilitas oleh pembelian obligasi dari negara‐negara zona euro yang dililit utang, dan bahwa kebijakan moneter dan fiskal dikhawatirkan menjadi kabur.   


• Outlook dari perkembangan ekonomi menyisakan bahaya pada bulan November meskipun peningkatan terbagi antara Eropa, dirusak oleh intensifnya krisis utang, dan sedikit membaiknya kinerja (ekonomi) AS.   


• Polling Reuters yang lebih dari 250 ekonom, diambil setelah para pemimpin G20 meninggalkan summit di Cannes dengan tidak adanya rencana yang nyata untuk menyelesaikan krisis, memberikan beberapa bukti yang kuat bahwa zona euro sudah berada dalam resesi.   


• Perekonomian Perancis akan mandek pada kuartal terakhir tahun ini, Bank of France mengatakannya Rabu lalu, tanda‐tanda terakhir telah kehilangan momentum karena austerity fiscal dan krisis utang Eropa menekan aktivitas sektor swasta.     


• Perdana menteri George Papandreou akan bertemu Presiden Yunani, menaikkan harapan bahwa para pemimpin partai kemungkinan akhirnya telah datang untuk berdamai pada pemerintah persatuan nasional sebagai bangsa yang beradu menuju jurang ekonomi dan politik.   


• Yunani dan pemberi pinjaman internasional telah melihat tumbuhnya kekhawatiran dalam tiga harinya karena para pemimpin partai berseteru atas daftar penyusutan calon yang kredibel untuk memimpin koalisi setelah Papandreou mengatakan dia akan melangkah turun dari jabatannya. 

Tuesday, November 8, 2011

Headline News 08.11.11



US & GLOBAL
  • Euro berakhir melemah dalam sesi perdagangan dengan volatilitas cukup tinggi, penurunan mana dipengaruhi kekhawatiran akan kondisi Italia  dimana  saat  ini  investor  mencemaskan  perkembangan  pada  ekonomi  terbesar  ketiga  UniEropa  tersebut  akan  menyeret  krisis hutang lebih dalam lagi. Bursa saham Amerika ditutup menguat seiring rendahnya volume perdagangan dan disokong oleh menguatnya bursa ekuitas global. Penguatan bursa ditopang oleh naiknya sahamsaham kesehatan, telekomunikasi dan sektor defensif lainnya. 


  • Perdana  Menteri  Italia    Silvio  Berlusconi  menghadapi  tekanan  besar  dari  dalam  partainya  sendiri  untuk  segera  mengundurkan  diri. Namun  demikian  Berlusconi  terus  membantah  bahwa  dirinya  akan  mengundurkan  diri,  komentar  tersebut  kemudian  membalikkan penguatan saham Italia sebelumnya dan berbalik mengangkat imbal hasil obligasi pemerintah Italia. 


  • Fokus pelaku pasar saat ini tertuju pada defisit Italia, dengan meningkatnya borrrowing cost dan tingkat public det yang mencapai 1,9 triliun euro, Italia tentu saja terlalu besar jika harus di bail out nantinya. Krisis hutang UniEropa terus mengangkat imbal hasil obligasi di kawasan tersebut. 


  • Kekhawatiran investor akan berlanjutnya krisis hutang juga menekan kinerja euro terhadap dollar AS. Euro melemah 0.45% ke 1.3773 <EUR=> setelah sempat mencapai session low di 1.3679. 


  • Sementara itu harga emas menguat lebih dari 2% ditunjang oleh kombinasi dari technical buying, meningkatnya ekspektasi pelonggaran moneter oleh negaranegara di dunia dan gonjangganjing politik Italia yang dikhawatirkan akan memperberat krisis hutang UniEropa. Harga spot emas <XAU=> naik 2,3% ke 1794.76 USD per troy ounce setelah sempat menguat diatas level 1795.61 USD per troy ounce, level tertinggi sejak 21 September.


  • Sementara itu yeils obligasi pemerintah Italia <IT10YT=TWEB> mencapai 6,7% atau level tertinggi sejak 1997 silam, sedangkan borrowing cost mencapai 7% atau dipandang sebagai kondisi yang tidak stabil. 


  • Indeks Dow Jones <.DJI> menguat 85.15 poin atau 0.71% ke 12,068.39, indeks S&P 500 <.SPX> naik 7.89 poin atau 0.63% ke 1,261.12 sedangkan Nasdaq <.IXIC> menguat 9.10 poin atau 0.34% ke 2,695.25. Sebanyak 6,56 miliar lembar saham yang diperdagangkan di bursa New York Stock Exchange, NYSE Amex dan Nasdaq, atau 18% dibawah ratarata perdagangan harian tahun ini sebesar 8,03 miliar lembar saham. 


  • Indeks  The  FTSEurofirst  <.FTEU3>  ditutup  melemah  0.55%,  sedangkan  indeks  saham  global  The  MSCI  world  equity  index <.MIWD00000PUS> naik 0.2%. 


  • Adanya  kabar  bahwa  European  Investment  Bank  tengah  menyiapkan  sebuah  rencana  untuk  membantu  perbankan  Eropa  dalam ketersediaan modal, sebanyak 74 miliar euro turut mendukung performa bursa saham Eropa. Kondisi likuiditas perbankan eropa menjadi salah satu elemen kunci pada krisis hutang UniEropa saat ini.


GOLD & COMMODITIES
  • Emas naik lebih dari 2% Senin kemarin, dipicu technical buying, ekspektasi meluasnya pelonggaran moneter dan kekhawatiran bahwa kisruh politik di Italia akan menyebar dan memperburuk krisis utang di zona euro.


  • Logam  mulia  mencatat  kenaikan  harian  terbesarnya  dalam  2  pekan,  setelah  Kanselir  Jerman  Angela  Merkel  tidak  mengesampingkan penggunaan emas untuk untuk mendukung pendanaan bailout zona euro. Di Italia, Perdana Menteri Silvio Berlusconi menolak desakan untuk mundur, dimana berpotensi memperburuk krisis zona euro yang telah berlangsung selama 2 tahun terakhir.


  • Emas spot naik ke level intraday high $1795.61, level terbaiknya sejak 21 September dan naik 2,3% di $1794.76 pada pukul 03.86 WIB. Sedangkan emas berjangka untuk pengiriman Desember naik $35 ke level $1791.10.


  • Emas,  yang  berstatus  sebagai  safehaven  telah  naik  lebih  dari  4%  dalam  5  sesi,  mencatat  level  tertinggi  1,5  bulan  pada  hari  Senin. Sementara ekuitas AS juga mengalami kenaikan.


  • Pekan  lalu  pasar  dikejutkan  oleh  langkah  pemangkasan  suku  bunga  oleh  ECB,  sementara The  Fed  memangkas  proyeksi  pertumbuhan ekonominya dan memberikan  peluang untuk kemungkinan diberlakukan paket stimulus lanjutan. Emas telah  naik  2% dalam  sepekan, merupakan kenaikan mingguan keduanya secara berturutturut.


  • Emas juga mendapat dukungan dari ketidakpastian menjelang pemungutan suara parlemen Italia mengenai reformasi anggaran, yang akan menguji kepemimpinan Berlusconi. Fokus pasar saat ini tertuju pada membengkaknya defisit Italia.Utang Italia mencapai 1,9 trilyun euro dan terlalu besar untuk di bailout. Yield obligasi Italia mencapai 6,7%, level tertinggi sejak 1997. Yield obligasi sebesar 7% atau lebih dipandang unsustainable.


  • Sebagai refleksi kuatnya permintaan fisik emas adalah laporan impor emas Cina dari Hong Kong yang mencatat kenaikan tajam di bulan September.


  • Kepemilikan SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar didunia, naik 1,513 ton menjadi 1.245,064 ton per 4 November, level tertinggi selama lebih dari sebulan terakhir.