title cover

title cover

Tuesday, January 24, 2012

Headline News 24.01.12

US & GLOBAL
· Euro  menguat  ke  level  tertinggi  3  pekan  terhadap  dolar  dan  bursa  dunia  juga  menguat  dipicu  optimisme  pada perkembangan upaya restrukturisasi utang Yunani untuk mencegah meluasnya krisis utang Eropa.
· Harga minyak dunia naik setelah menteri keuangan Uni Eropa sepakat untuk melarang impor minyak Iran mulai Juli untuk menekan  Iran  akibat  ambisi  program  nuklirnya,  sebuah  keputusan  yang  dapat  menyebabkan  Iran  untuk  menutup  jalur ekspor minyak. Investor menjual obligasi AS sementara bursa Wall Street berakhir flat.
· Di Eropa, Jerman dan Peranic mendesak kesepakatan antara Yunani dan kreditor swasta dan mereka menegaskan dedikasi mereka untuk new bailout yang diperlukan pada bulan Maret untuk mencegah default. Menteri keuangan zona euro telah bertemu di Brussels untuk membahas masalah restrukturisasi utang Yunani. Yunani membutuhkan tambahan dana untuk menstabilkan  kembali  kondisi  utangnya.  Jika  tidak  diberikan  tambahan  dana  talangan,  maka  Yunani  tidak  akan  sanggup untuk membayar utang sebesar 14,5 milyar euro yang jatuh tempo di bulan Maret, yang berpotensi memicu default yang akan menggoyahkan ketahanan negara zona euro.
· Optimisme  terhadap  pencapaian  kesepakatan  restrukturisasi  utang  Yunani  tersebut  telah  mendorong  investor  untuk kembali memburu euro, meskipun kebanyakan dari mereka masih memandang pesimis. Euro naik 1,3% di level $1.3033 dan mencapai level terkuatnya sejak awal Januari. Aksi ambil untung investor juga turut mendorong penguatan euro, yang telah bergerak pada level tertingginya dalam 4 pekan.
· Sedangkan  indeks  saham  dunia  yang  tercatat  dalam  MSCI  world  equity  index  <.MIWD00000PUS>,  telah  naik  5,6% depanjang tahun ini, dan pada perdagangan kemarin mencatat kenaikan 0,5%, sementara bursa saham AS berakhir flat. Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 11,66 poin, atau 0,09% di level 12708,82. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik 0,62 poin atau 0,05% di level 1316,00. Nasdaq Composite Index <.IXIC> turun 2,53 poin atau 0,09% di level 2784,17.   
· Investor juga tengah menantikan laporan earnings dari sejumlah perusahaan AS seperti Apple <AAPL.O>, pada hari Selasa ini. Bursa saham Eropa, indeks European FTSEurofirst 300 <.FTEU3>, ditutup naik 0,5%.
· Harga minyak dunia ditutup naik, dengan ICE Brent crude for March delivery <LCOH2> berakhir pada $110.58 per barel, naik 72 sen atau 0,66%. Uni Eropa juga memberlakukan sejumlah sanksi ekonomi lainnya terhadap Iran, bergabung dengan Amerika Serikat dalam tindakan yang bertujuan memperlambat program pengembangan nuklir Teheran. Larangan minyak Iran oleh menteri Uni Eropa menimbulkan ancaman lebih lanjut dari Teheran untuk menutup Selat Hormuz. Langkah ini bisa menyakiti Yunani, Italia dan negara lain yang bergantung pada minyak Iran.

GOLD & COMMODITIES
· Emas naik 1% pada hari Senin ke level tertinggi 6 pekan, dipicu technical buying dan penguatan euro menjelang akhir dari pertemuan zona euro yang membahas masalah restrukturisasi utang Yunani.
· Melemahnya dolar telah mendorong naiknya harga emas dan juga minyak, setelah Jerman dan Perancis mendesak untuk segera dicapainya kesepakatan antara Yunani dan kreditor swasta untuk memangkas utang Yunani guna mencegah default.
· Emas  spot  naik  1,1%  di  level  $1676.76  per  ounce,  dan  mencatat  intraday  high  di  $1681.16  yang  merupakan  level tertingginya sejak 12 Desember. Emas mencatat koreksi hanya 2 kali dalam 10 sesi terakhir dan telah mencatat naik 7% di bulan Januari.
· Harga  emas  berjangka  untuk  pengiriman  Februari  ditutup  naik  $14.30  per  ounce  di  level  $1678.30.  Volume  transaksi terbilang tipis seiring libur pasar Cina, sebagai negara konsumen emas utama dunia, dan juga pasar Asia lainnya berkenaan dengan hari libur Tahun Baru Imlek. Adapaun areal resistance emas berikutnya berada di sekitar MA‐100 di $1688 per ounce.
· Rendahnya suku bunga akan menopang minat beli investor pada emas. Sebuah jajak pendapat Reuters menunjukkan The Fed    nampaknya  akan  memberikan  indikasi  bahwa suku  bunga  baru  akan  dinaikkan  pada  semester  pertama  2014 mendatang.

Monday, January 9, 2012

Headline news 09.01.12


US & GLOBAL

• Dolar mendapat sokongan dari rilis data AS yang menunjukkan pertumbuhan kuat pada pasar tenaga kerja ditambah tingkat pengangguran yang mencatat level terendah hampir 3 tahun, tetapi harga minyak dan saham jatuh menyusul angka optimis gagal mendorong antusiasme investor. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan tingkat pengangguran turun menjadi 8,5 persen pada Desember, dari 8,7 persen pada November yang merupakan level revisi naik dari 8,6 persen, menawarkan bukti terkuat dari percepatan ekonomi AS.


• Euro menembus level terendah hampir 16 bulan terhadap dolar setelah data yang dirilis menegaskan meningkatnya perbedaan yang terjadi antara perekonomin AS dan Eropa. Kuatnya data ekonomi sebelumnya telah membantu mengangkat euro setelah investor menjadi lebih toleran terhadap resiko buruk yang dihadapi Eropa, namun investor saat ini lebih optimis pada pemulihan ekonomi AS sementara perekonomian Eropa menghadapi resiko resesi.


• Bursa saham AS jatuh dan obligasi AS memangkas kerugiannya setelah para petinggi he Fed mengusulkan penambahan stimulus moneter. Minyak berjangka juga memangkas penguatan sebelumnya seiring menguatnya dolar.


• The Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 55,78 poin atau 0,45% di level 12359.92. Standard & Poor's 500 Index  <.SPX> turun 3,25 poin, atau 0,25% di 1277.81, dan Nasdaq Composite Index  <.IXIC> turun 4,36 poin atau 0,16% di 2674.22.


• Ekuitas Eropa berakhir relatif stabil, setelah investor cukup puas dengan penguatan dalam 3 pekan menjelang mulainya musim laporan earnings untuk kuartal keempat pada hari Senin. FTSEurofirst 300 index <.FTEU3> berakhir naik 0,03% di 1013.73 poin, dan mencatat kenaikan 1,2% dalam sepekan.


• Dolar menguat terhadap euro dan yen berkat rilis optimis data pekerjaan AS. Indeks dolar naik 0,40% di 81,258, sementara euro turun 0,48% di $1.2719.


• Penjualan ritel Eropa turun dan sentimen ekonomi melemah di akhir 2011, mempertegas akan terjadinya resesi. Penjualan ritel Eropa turun 0,8% di bulan November, lebih buruk dari perkiraan. Pasar masih melihat kemungkinan euro mengalami tekanan menjelang lelang obligasi Italia dan Spanyol pekan ini.


• Sejumlah petinggi The Fed pada Jumat kemarin mengusulkan untuk dilakukan penambahan stimulus moneter guna mambantu sektor perumahan, sebuah upaya untuk mendorong perbaikan pada ekonomi dan sektor perbankan. Harga obligasi tenor 30 tahun naik 30/32, mendorong yield‐nya turun ke 3,02%. Sedangkan obligasi tenor 10 tahun naik 10/32, dan mendorong yield‐nya turun di bawah 2%
menjadi 1,96%. Kalangan analis memperkirakan kuatnya penawaran pada lelang obligasi AS mendatang, dimulai dengan penjualan obligasi tenor 3 tahun yang baru sebesar $32 milyar pada hari Selasa.


• Kuatnya nilai tukar dolar telah menekan harga minyak dan mengurangi kekhawatiran mengenai kemungkinan berkurangnya suplai minyak akibat ketegangan antara Iran dan pihak Barat. Harga minyak masih berpotensi naik lebih dari 4% di pekan pertama 2012 setelah Iran mengancam akan menutup Selat Hormuz, sebagai jalur vital perdagangan minyak dunia, dan kemungkinan larangan ekspor ke Eropa.
Brent crude futures <LCOc1> naik 32 sen di $113.06 per barel. . U.S. light sweet crude oil <CLc1> turun 25 sen di $101.56 per barel.


• Emas juga terkoreksi, mengakhiri kenaikannya selama 5 hari terakhir, namun perdagangan masih terlihat belum stabil. Harga emas berjangka pengiriman Februari turun $3,30 di $1616.80.  .  


GOLD & COMMODITIES 


• Emas anjlok Jumat lalu karena penguatan dollar dan kekhawatiran mengenai krisis utang Eropa yang menekan hasrat pada emas, dibayangi membaiknya data jobs AS yang mencatatkan pertumbuhan terbaiknya.   


• Spot emas <XAU=> merosot 0.62 persen ke level $1,612.69 per ons pada pukul 1521 GMT tetapi masih pada posisi kenaikan mingguannya yang mendekati 3 persen, level terkuatnya dalam sebulan.     


• U.S. gold <GCcv1> melemah 0.38 persen ke level $1,614.10.     


• "Towards the latter part of last year, gold's correlation with other commodities and other risk assets increased substantially, so it's not surprising that's continued into the beginning of this year," ungkap analis Natixis Nic Brown.   


• "Payrolls (data) was good for risk sentiment. It should help gold, but against that it also helped the dollar," tambah Brown.   


• Labor Department AS mengatakan 200.000 pekerja bertambah dalam non‐farm payrolls bulan Desember, menandai kenaikan bulanan terbesarnya sejak September 2011 dan memperluas ekspektasi pada 150.000, sementara itu tingkat pengangguran melemah menjadi 8.5 persen.    


• Emas terlihat naik turun mengikuti rilis data untuk benar‐benar di settle melemah karena euro tertekan mendekati level terendahnya dalam 16‐bulan terhadap dollar.     


• Dollar‐yang dihargai dengan emas biasanya bergerak berlawanan terhadap mata uang AS karena penguatan dollar yang membuat emas lebih mahal untuk investor non‐AS. Meskipun hubungan keduanya telah pecah/berbalik kebanyakan dalam minggu ini, telah menjadi tidak mengejutkan kembali, analis mengatakannya. 

Wednesday, January 4, 2012


US & GLOBAL 

• Bursa dan euro mengawali tahun ini dengan menguat tajam pada hari Selasa, didukung oleh rilis data ekonomi AS dan Eropa yang lebihbaik dari perkiraan dan harapan bahwa The Fed akan melonggarkan kebijakan moneternya lebih lanjut, meskipun harga minyak melonjakdisebabkan meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran.


• Sejumlah pejabat The Fed optimis kondisi ekonomi akan lebih baik dengan dilanjutkannya pelonggaran moneter, berdasarkan minutesdari sidang FOMC 13 Desember. Bulan ini The Fed akan menggelar sidangnya (24 Januari) dimana diperkirakan akan menaikkan suku bunganya untuk pertama kalinya.


• Euro menembus intraday high setelah minutes dirilis, naik ke $1.3076 sebelum memangkas keuntungannya menjadi 0,93%, atau $1.3048, di atas level level terendah 2011 di $1.2858 yang dicapai pekan lalu.


• The Fed minutes muncul setelah rilis data ekonomi AS yang menunjukkan pertumbuhan sektor manufaktur yang mengalami akselerasi di bulan Desember ke level terpesatnya sejak Juni, sementara terjadi penurunan tajam pada data pengangguran Jerman ke level terendah selama 2 dekade terakhir. Kondisi tersebut telah memicu minat beli terhadap aset‐aset beresiko.


• Pasar Asia menguat setelah data manufaktur Cina terhindar dari kontraksi di bulan Desember, meskipun resiko melemah masih mungkin terjadi.
Sedangkan pasar Eropa ditutup di level tertinggi dalam 5 bulan terakhir. Indeks FTSEurofirst 300 <.FTEU3> untuk saham‐saham ternama Eropa ditutup naik 1,59%. Data dari Jerman menunjukkan pengangguran turun lebih tajam dari perkiraan di bulan Desember, dengan tingkat pengangguran turun ke level terendah sejak penggabungan Jerman.


• Indeks saham AS juga mencatat rally tajam, menembus level tertinggi multi‐bulanannya. Indeks Dow Jones naik sebanyak 2,15%, menembus level tertinggi sejak Juli, sebelum akhirnya memangkas keuntungannya untuk ditutup menguat 1,47%. Nasdaq Composite Index <.IXIC> naik 1,67% dan Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik 1,55% pasca mencatat intraday high tertinggi sejak Oktober lalu.


• Data lain menunjukkan construction spending AS naik mendekati level tertinggi 1,5 tahun di bulan November. Data tersebut turut menambah optimisme akan meningkatnya pemulihan ekonomi AS. Harga obligasi pemerintah AS turun di tengah tipisnya perdagangan menyusul investor membutuhkan dana cash di akhir tahun.


• Bursa global berdasarkan MSCI world equity index <.MIWD00000PUS> naik 1,8% dan mendekati level tertinggi 1 bulan. Reuters‐Jefferies commodities index <.CRB> melonjak 2,64%, mencatat performa 1 hari terbaiknya sejak September.


• Brent February crude <LCOG2> naik $4,75, atau 4,42% di $112.13 per barrel, level settlement tertinggi sejak 15 November mendekati $112.39.   


• Latihan militer di Teluk oleh Iran dan pergerakan kapal‐kapal AS di daerah tersebut telah meningkatkan kekhawatiran konfrontasi antara Teheran dan Washington yang bisa memotong ekspor minyak dari wilayah itu. Iran mengatakan hal itu bisa menutup Selat Hormuz di mulut Teluk, dimana 40 persen dari minyak dunia dikirim, jika sanksi dikenakan pada ekspor minyak mentah.


GOLD & COMMODITIES 


• Emas naik mendekati 2 persen Selasa lalu, didorong oleh recovery pada euro terhadap dollar, setelah harga emas mendekati level terendahnya dalam enam bulan pada minggu lalu dari aksi jual yang marak akhir tahun lalu.   


• Meingkatnya tensi antara Iran dan AS berkenaan dengan kemungkinan kekacauan pada pasokan minyak mentah yang mendorong crude oil futures tetapi membuat sedikit dari aksi beli emas sebagai safe‐haven, yang mana masih tergantung pada fluktuasi pada euro.   


• Korelasi emas dengan euro/dollar exchange rate pada kebanyakan sisi positifnya yang mendekati dua tahun, yang berarti harga emas lebih mungkin untuk bergerak dengan euro dari pada pergerakan lainnya sejak Januari 2010.   


• Spekulator menempatkan perkiraan mereka terhadap mata uang tunggal Eropa minggu lalu, pada kurangnya solusi terhadap krisis utang zona euro dan pukulan terhadap pengaruhnya pada ekonomi regional.   


• Spot gold <XAU=> terakhir naik 2.05 persen ke level $1,597.29 per ons pada pukul 1511 GMT, merupakan kenaikan harian terbesarnya sejak pertengahan Desember setelah data menunjukkan sektor factory AS mengalami ekspansi pada fase tercepatnya dalam enam bulan pada Desember, yang mana memberikan investor hasrat terhadap riskier assets seperti euro.  


• "Other than events in the euro zone, I think it is going to be quite key to see what happens with the situation in Iran over the next few days," analis Credit Suisse Tom Kendall mengatakannya.   


• "If the situation there deteriorates and there are perceived to be significant risks to oil supply from Iran, then you would expect to see a significant move in crude prices and for that to spill into gold," katanya, menambah kenaikan tajam pada harga energi yan dapat memicu beberapa permasalahan mengenai inflasi masa mendatang diantara investor, demikian juga emas.   


• "The first levels for gold are the round number, $1,600, and above that the resistance is provided by what was formerly the support, which is the 200‐day moving average which is around $1,630," kata Kendall. 

Tuesday, January 3, 2012

Headline News 03.01.12

US & GLOBAL 

• Performa obligasi pemerintah Amerika sepanjang 2011 terbukti mengungguli kinerja minyak, emas dan bahkan bursa saham global. Kecemerlangan performa obligasi pemerintah itu tidak terpengaruh pemangkasan peringkat kredit Amerika dan terus bergulirnya defisit anggaran negara Paman Sam
tersebut.  

• Obligasi pemerintah Amerika dengan tenor 10‐tahun memberikan return 17% sepanjang 2011, yang merupakan kenaikan terpesat sejak 2008. Sementara itu emas dan minyak masing‐masing hanya mencatatkan penguatan 10% dan 8% sepanjang 2011. Imbal hasil obligasi pemerintah Amerika dengan tenor 10‐tahun <US10YT=RR> pada sesi Jumat 30 Desember 2011 lalu berada pada kisaran 1.876%, masih berada di bawah level psikologis penting 2%.   

• Sementara itu bursa saham global mencatat pelemahan lebih dari 9% sepanjang 2011. Namun demikian indeks S&P 500 berhasil ditutup stagnan, didukung oleh membaiknya sinyal ekonomi dari rilis data fundamental ekonomi akhir‐akhir ini.   

• Berlanjutnya kekhawatiran mengenai krisis hutang Uni‐Eropa yang berkombinasi dengan akan dipertahankannya suku bunga The Fed di level terendahnya hingga 2013 mendatang, kemudian membuat obligasi Amerika menjadi lebih menguntungkan bagi investor.    

• Diantara aset‐aset berperforma terbaik lainnya, emas <XAU=> ditutup menguat 10,2% sepanjang 2011 di 1563.79 USD per troy ounce, yang merupakan performa tahunan positif secara beruntun dalam 11‐tahun berturut‐turut. Dalam beberapa bulan belakangan ini, emas kehilangan statusnya sebagai instrumen investasi safe haven yang biasanya merupakan tambatan bagi investor ditengah kondisi ketidakpastian ekonomi dan krisis global. Investor cenderung melakukan likuidasi investasi pada emas dan lebih memilih menyimpan dolar AS seiring bergulirnya krisis hutang Uni‐Eropa yang mengancam
ketatnya likuiditas di pasar keuangan.  

• Sedangkan harga minyak jenis U.S. crude oil prices <CLc1> mengakhiri perdagangan 2011 dengan kenaikan sebesar 8.2% di kisaran 98.83 USD per barrel, seiring destabilitas produsen minyak seperti Libia yang menutupi kekhawatiran akan berkembangnya krisis Uni‐Eropa.   

• Indeks bursa saham global The MSCI All‐Country World index <.MIWD00000PUS> ditutup melemah 9,5% sepanjang 2011, meskipun mencatat penguatan 0,3% pada sesi terakhir tahun 2011 silam.Di bursa keuangan Wall Street, Dow Jones mencatat penguatan 5.5% sepanjang 2011, sementara S&P 500 ditutup stagnan.   

• Pada sesi jumat 30 Desember 2011 silam, indeks Dow Jones <.DJI> tercatat melemah 69.48 poin atau 0.57% ke 12,217.56, sementara Standard & Poor's 500 <.SPX> turun 5.41 poin atau 0.43% ke 1,257.61 dan Nasdaq <.IXIC> ditutup melemah 8.59 poin atau 0.33% ke 2,605.15. Indeks FTSEurofirst 300 <.FTEU3> tercatat menguat 0.87% pada sesi akhir tahun lalu, namun tercatat melemah 10,8% sepanjang 2011.

• Fokus investor akan terus bergulirnya krisis hutang Uni‐Eropa telah memperberat kinerja pasar keuangan sepanjang 2011. Kondisi ini diperkirakan masih akan berlanjut hingga kuartal kedua 2012 jika belum ada perbaikan mendasar dan menyeluruh dari petinggi Uni‐Eropa.   

• Euro yang terus mendapat tekanan dari berlanjutnya krisis keuangan Uni‐Eropa sempat mencapai level terendah sepanjang 10‐tahun terakhir terhadap yen dan mencatat pelemahan 3,3% terhadap dolar AS sepanjang 2011.

• Meskipun terjadi penguatan pada minyak dan emas, namun secara umum komoditas dunia lainnya mengalami pelemahan. Kondisi tersebut dapat terlihat pada indeks Thomson Reuters‐Jefferies CRB <.CRB> yang melemah 8.3% sepanjang 2011 atau merupakan pelemahan tahunan pertama kalinya sejak 3‐tahun belakangan ini.

EURO ZONE 

• Euro membatasi pelemahannya dari kebanyakan kekisruhan tahunannya Jumat lalu, melemah ke level terendah 10‐tahunnya dibawah 100 yen dan berjuang untuk menahan kenaikannya terhadap dollar, suatu tren yang diekspektasi traders untuk berlanjut tahun 2012.   

• Euro melemah 0.9 persen ke level 99.77 yen dan terlihat untuk mengakhiri pelemahan tahunannya yang lebih dari 8 persen terhadap mata uang Jepang.    

• Jumat lalu euro diperdagangkan pada level $1.2940 <EUR=>, sedikit diatas level terendahnya tahun 2011 yang tercapai pada awalnya minggu ini.  

• Inflasi Spanyol sedikit banyak melemah dari ekspektasi pada Desember ke level terendahnya dalam 13 bulan, sementara itu gambaran current account memberikan tnada‐tanda yang jarang dari harapan untuk memperjuangkan perekonomian, bergerak menuju surplus untuk pertama kalinya dalam 13
tahun.   

• Pemerintahn baru Spanyol mengatakan Juamt lalu defisit publik untuk tahun 2011 akan berada pada 8 persen dari gross domestic product (GDP), membaik diatas target 6 persen, dan mengumumkan kenaikan income dan pajak properti dan pembekuan gaji pegawai negeri sebagai tanggapannya.   

• Menteri keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble mengatakan dia mengekspektasi zona euro akan stabil dalam 12 bulan dan mengenyampingkan kenaikan dari mata uang tunggal dalam wawancara yang dipublikasikan Jumat lalu.   

• "I believe that in the next 12 months we will be so far that we will have the risk of contagion under control and will have stabilised the euro zone," Schaeuble mengatakan pada surat kabar Handelsblatt dalam wawancaranya. 

Friday, December 23, 2011

Headline News 23.12.11





US & GLOBAL 


• Bursa saham global menguat ditunjang oleh mulai cerahnya prospek ekonomi Amerika dan menguatnya saham‐saham perbankan. Sementara itu euro melemah terhadap dolar AS seiring
berlanjutnya kekhawatiran investor pada semakin meningkatnya krisis hutang kawasan tersebut. Bursa saham Amerika mendapat dukungan dari data pemerintah yang memperlihatkan penurunan jobless claims ke level terendahnya sejak 3‐1/2 tahun terakhir, sementara pada saat yang sama business investment menguat dan consumer sentiment untuk Desember juga naik ke level tertinggi sejak 6‐bulan terakhir.


• Saham‐saham sektor perbankan masih memimpin penguatan pada bursa ekuitas eropa dan juga Amerika. Para analis memandang pinjaman yang diberikan ECB kepada perbankan turut membantu bank dalam mengatasi masalah pendanaan. Indeks perbankan bursa eropa  ‐  The STOXX Europe 600 Banks <.SX7P> naik 2.0%, sementara indeks FTSEurofirst 300 <.FTEU3> menguat 1%. Indeks sektor keuangan S&P <.GSPF> naik 2%.  


• Indeks Dow Jones   <.DJI> naik 61.91 poin atau 0.51% ke 12,169.65 dan S&P 500 <.INX> menguat 10.28 poin atau 0.835 ke 1,254, sementara Nasdaq <.IXIC> naik 21.48 poin atau 0.83% ke 2,599.45. Bursa saham global yang terangkum dalam MSCI <.MIWD00000PUS> naik 0.7%.   


• Para analis mengatakan bahwa pinjaman berbiaya rendah yang ditawarkan ECB kepada perbankan pada sesi Rabu 21 Desember tidak memberikan dukungan yang cukup kuat bagi euro. Pelaku pasar ragu bahwa dana tersebut nantinya akan digunakan perbankan untuk membeli obligasi negara‐negara Uni‐Eropa.  


• Euro kembali melemah, investor masih pesimis bahwa pemimpin‐pemimpin Uni‐Eropa akan segera menghadirkan solusi bagi krisis hutang kawasan tersebut. Hal ini kemudian mendorong aksi jual investor terhadap euro ketika euro mengalami rebound. Euro ditutup relatif stagnan di kisaran 1.3045 setelah sempat menguat hingga 1.3120. Sementara itu dolar AS tercatat menguat 0,1% terhadap yen ke 78.16 yen.


• Harga minyak jenis U.S. crude futures <CLc1> ditutup menguat 0.9% ke 99.53 USD per barrel, menguat dalam 4‐sesi berturut‐turut menyusul meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Iran
dan Iraq. Harga minyak juga mendapat sokongan dari data ekonomi Amerika yang dirilis lebih baik dari perkiraan. Sementara itu harga tembga <CMCU3> naik 1.1%.   


• Emas ditutup melemah, mengikuti penurunan euro seiring berlanjutnya kekhawatiran investor akan minimnya penanganan krisis hutang Uni‐Eropa. Harga spot emas <XAU=> ditutup melemah 0,6% ke 1,604.64 USD per troy ounce.


EURO ZONE 


• Euro melemah terhadap dollar AS Kamis lalu dari perdagangan yang volatil karena memuncaknya permasalahan bahwa krisis utang zona euro (hanya) akan meningkat tahun depan, mendorong investor untuk melakukan aksi jual dari banyaknya rebound pada mata uang tunggal tersebut.  


• Euro <EUR=> terakhir melemah 0.1 persen ke level $1.3037, menghentikan level tertingginya $1.3119, menurut data Reuters, tetapi recover dari level terendahnya $1.3017.   


• Italia akan dapat bertahan kembali di dalam Eropa setelah bagian dari ketatnya austerity budget dalam confidence vote berikutnya Kamis lalu, Perdana menteri Mario Monti mengatakannya. Paket pemangkasan pembelanjaan, kenaikan pajak dan reformasi pensiun bermaksud untuk membalikkan turunnya kepercayaan pasar yang mana mendorong borrowing costs pada negara dengan ekonomi terbesar ketiga di zona euro ke level yang tidak dapat dipertahankan. Monti mengekspektasi untuk memenangkan voting dengan mudah.    


• Jerman optimistis konsumen akan berlanjut untuk mendukung perekonomian dan memberikan dasar pertumbuhan, yang mana seharusnya memuncak pada musim panas berikutnya setelah perlambatan dalam bulan‐bulan kedepannya, menteri keuangan mengatakan Kamis lalu dalam laporan bulanannya. Gambaran peningkatan dalam laporan yang mencatatkan consumer morale, yang mana bertahan mantap yang berlanjut hingga Januari dan tertahannya ekspektasi pelemahan karena ekspektasi pendapatan dan gambaran dari membaiknya perekonomian meskipun melambatnya keinginan rumah tangga untuk membuat besaran pembelanjaan.   


• Upah riil Jerman hanya naik 0.6 persen dalam tahunan pada kuartal ketiga, melambatnya pertumbuhan yang hampir dua tahun, karena gagalnya pembayaran untuk menjaga pertumbuhan
inflasi, kantor statistik melaporkannya Kamis lalu. Gambarannya dapat memberikan tekanan pada trade unions Jerman untuk menyebutnya kenaikan upah, dan mengikuti permohonan dari mitra Eropa Jerman untuk melakukan lebih banyak dalam mendukung konsumsi domestik sebagai cara untuk menggempur ketidakseimbangan global.   


• Langkah utama untuk pendanaan dollar meradang untuk perbankan zona euro Kamis lalu, karena pasokan dari greenbacks terhadap pasar uang masih relatif jarang utuk dorongan besar‐besaran terhadap likiuditas euro dari ECB. Trader mengatakan perbankan biasanya meningkatkan kebutuhan cash sebelum akhir tahun yang mana tertunda oleh banyaknya perbaikan pada interbank markets setelah European Central Bank memompa hampir setengah trilyun euro dalam pinjaman tiga tahunannya Rabu lalu.

Wednesday, December 21, 2011

Headline News 21.12.11


US & GLOBAL 


• Bursa saham global mencatat penguatan terpesat sejak 3‐minggu terakhir, sementara itu euro melanjutkan penguatannya seiring rilis data ekonomi Amerika dan Jerman yang melebihi perkiraan. Sentimen positif juga ditunjang oleh lelang obligasi Spanyol yang sesuai harapan. Bursa saham Amerika menguat tajam, ditopang oleh saham‐saham material dan komoditas. Kinerja bursa Wall Street juga mendapat dukungan dari rilis data housing starts Amerika yang memperlihatkan kenaikan ke level tertinggi sejak 1‐1/2 tahun terakhir sementara itu izin mendirikan rumah juga naik, sebagai indikator pengembangan properti di beberapa bulan kedepan.  


• Saham‐saham perbankan mendapat dukungan tambahan dari langkah The Fed yang mengajukan aturan likuiditas dan permodalan baru untuk bank‐bank besar yang nampaknya akan sepadan dengan standar internasional. Namun demikian para pelaku pasar masih memperhatikan dengan seksama perkembangan dari krisis hutang Uni‐Eropa, ditengah sesi perdagangan dengan volume tipis menjelang libur akhir tahun.  


• Bursa saham global yang terangkum dalam MSCI <.MIWD00000PUS> ditutup menguat 2.%, membukukan performa terbaik sejak 30 November silam, sementara itu bursa saham eropa FTSEurofirst 300 <.FTEU3> ditutup menguat 2%. Sedangkan indeks Dow Jones <.DJI> naik 337.32 poin atau 2.87% ke 12,103.58, indeks S&P 500 <.INX> menguat 35.95 poin atau 2.98% ke 1,241.30. Nasdaq <.IXIC> 80.59, 3.19% ke 2,603.73.   


• Optimisme pelaku pasar ditunjang oleh data business morale Jerman yang naik tajam pada Desember, menandakan kuatnya stabilitas ekonomi terbesar eropa tersebut. Dalam beberapa bulan terakhir sentimen pelaku pasar dipengaruhi oleh kondisi yang berkembang di Uni‐Eropa menyusul eskalasi krisis hutang yang mengancam keberlangsungan blok ekonomi kawasan tersebut.   


• Euro mencatat penguatan 0,6% terhadap dolar AS ke 1.3077 <EUR=>, setelah sempat menguat ke session high 1.3131. Berkembangnya ekspektasi bahwa perbankan eropa akan mengajukan pinjaman dalam jumlah besar dalam penawaras yang diajukan ECB pada sesi Rabu ini juga turut menopang sentimen pelaku pasar. ECB akan menawarkan pinjaman dengan biaya murah untuk 3‐tahun kedapan bagi institusi keuangan asal Uni‐Eropa.   


• Imbal hasil obligasi Italia dan Spanyol melemah, ditengah ekspektasi bahwa bank‐bank asal eropa akan meminjam dana dari ECB dan akan menggunakan sebagian dari pinjaman itu untuk membeli obligasi. Namnun demikian sebagian bank diperkirakan akan menggunakan dana tersebut untuk membayar hutangnya masing‐masing untuk menyehatkan neraca keuangannya. Imbal hasil obligasi Italia ber tenor 10‐tahun <IT10YT=TWEB> melemah 23 basis poin ke 6.632%, sementara imbal hasil obligasi Spanyol <ES10YT=TWEB> turun 13 bps ke 5.127%.   


• Harga minyak jenis Brent <LCOc1> dan U.S. crude futures <CLc1> menguat lebih dari 3% ke kisaran 97.57 USD per barel menyusul pelemahan dolar AS dan ancaman berkurangnya suplai dari Kazakhstan serta Iran.


• Emas mencatat kenaikan ke level tertinggi sejak 1‐pekan terakhir mengikuti penguatan euro, namun volume perdagangan sangat tipis dan para trader diperlirakan mulai enggan mengambil posisi dalam jumlah besar menjelang libur akhir tahun. Harga spot emas <XAU=> menguat 1,3% ke level 1,613 USD per troy ounce.


EURO ZONE 


• Euro menguat terhadap dollar AS Selasa lalu, dalam gerak kenaikan terbesar hariannya dalam tiga minggu, didorong oleh keberhasilan lelang obligasi Spanyol dan gebrakan data bisnis Jerman.    


• Euro <EUR=EBS> mencapai level tertingginya dalam satu minggu ke level $1.31320 pada trading platform EBS dan terakhir di level $1.31092, yang naik 0.9 persen, yang mencatatkan kenaikan terbaiknya sejak 11 November. Technical resistance utama dari euro di level $1.31450, level terendah Oktober, dan setelahnya adalah $1.32300, terendah 28 November.    


• Sentimen bisnis Jerman naik tajam pada Desember, membalikkan ekspektasi dari penurunan dan menekankan ketahanan perkonomian Eropa yang dominan dalam menghadapi krisis utang yang telah memukul pertumbuhan (ekonomi) zona euro.   


• Yields obligasi Italia dan Spanyol melemah Selasa lalu, dengan investor mengharapkan bank akan meminjamkan sejumlah besar dari pendanaan tiga tahunnya yang berasal dari European Central Bank selanjutnya pada minggu ini dan membelanjakan sejumlah uang pada obligasi sekitarnya.   


• Swedia memangkas tingkat suku bunga untuk pertama kalinya sejak Juli 2009 Selasa lalu karena setelah menguatnya perekonomian untuk menjadi melambat tajam pada tahun 2012 dari melemahnya ekspor, dengan analis mengekspektasi borrowing costs untuk anjlok kedepannya.   


• Mencatatkan pertumbuhan berkenaan yang berawal dari makin mendalamnya krisis zona euro, bank sentral memangkas repo rate‐nya hingga 25 basis poin menjadi 1.75 persen dan mengatakan tingkat suku bunga masih akan melemah.   


• Pergerakan yang mengejutkan 50 basis poin pemangkasan minggu lalu dari tetangganya Norwegia, yang mana disesuaikan pada pelemahan dari European Central Bank.   


• Perancis akan melaporkan kenaikan defisit perdagangannya tahun ini sekitar 70‐75 milyar euro, Menteri perdagangan Pierre Lellouche mengatakannya Selasa lalu, mencatatkan pelemahan yang tajam.

Monday, December 19, 2011

Headline News 19.12.11



US & GLOBAL 


• Akhir pekan lalu bursa saham global ditutup beragam, sementara euro ditutup stagnan pada sesi akhir pekan lalu seiring berkembangnya kekhawatiran akan prospek pemangkasan peringkat kredit beberapa negara Uni‐Eropa yang menurunkan minat terhadap aset beresiko. Pesimisme akan potensi berkembangnya krisis keuangan Uni‐Eropa menutupi rilis data ekonomi Amerika yang membaik. Volume perdagangan berada di bawah rata‐rata perdagangan harian menjelang libur akhir tahun.  


• Sementara itu kegelisahan para investor akan prospek pemangkasan peringkat hutang negara‐negara di kawasan Uni‐Eropa menopang minat pada aset yang dipandang lebih aman yaitu obligasi pemerintah Amerika dan Jerman. Lembaga pemeringkat Fitch Ratings akhir pekan lalu menempatkan Belgia, Siprus, Perancis, Irlandia, Italia, Slovenia dan Spanyol dalam pengawasan untuk kemungkinan pemangkasan. Fitch bahkan memperkirakan bahwa langkah yang komprehensif dalam penanganan krisis nampaknya “secara teknikal dan politis sangat sulit tercapai”.  


• Data pemerintah Amerika yang rilis pada sesi Jumat memperlihatkan bahwa tekanan inflasi Amerika semakin menyusut, data tersebut kemudian menghembuskan ekspektasi di kalangan investor bahwa The Fed dapat menempuh upaya lanjutan guna menopang pemulihan ekonomi.
Sebelumnya, pada sesi Kamis, rilis data sektor ketenagakerjaan memperlihatkan adanya prospek pemulihan. Namun demikian kekhawatiran investor mengenai krisis hutang Uni‐Eropa masih berlanjut seiring belum adanya langkah yang drastis dan menyeluruh serta mendasar pada penanganan krisis pasca hasil KTT Brussels pekan sebelumnya yang kurang meyakinkan.


• Bursa saham global yang terangkum dalam The MSCI world equity index <.MIWD00000PUS> tercatat menguat 0.3% setelah sempat merosot ke level terendah dalam 3‐pekan terakhir pada sesi Kamis 15 Desember, dalam sepekan terakhir tercatat melemah 3,5%. Indeks Dow Jones <.DJI>
ditutup melemah tipis 2.42 poin atau 0.02% ke 11,866.39, indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> ditutup menguat 3.91 poin atau 0.32% ke 1,219.66 dan Nasdaq <.IXIC> ditutup menguat 14.32 poin atau 0.56% ke 2,555.33. Sepanjang pekan lalu, Dow tercatat melemah 2.7%, S&P turun 2.9% dan Nasdaq melemah 3.5%. Bursa saham eropa <.FTEU3> ditutup melemah 0,5%, tercatat merosot 2.9% dalam sepekan terakhir.   
• Euro berhasil bertengger   pada kisaran 1.3 per dolar AS setelah sempat anjlok ke level terendahnya sejak 11‐bulan terakhir pada sesi Rabu 14 Desember lalu. Dalam sepekan terakhir, euro tercatat melemah 2,6% terhadap dolar AS ke 1.3035. Euro tercatat melemah 1,8% terhadap sterling ke 0.8388 setelah sempat anjlok ke level terendah sejak 10‐bulan terakhir di  0.8369.    


• Emas <XAU=> berhasil bangkit dari pelemahan tajam sejak awal pekan lalu akibat aksi likuidasi besar‐besaran para investor menyambut akhir tahun. Sementara pada sesi Jumat emas tercatat menguat 1,5% ke kisaran 1597.60 USD per troy ounce setelah sempat mencetak level terendah sejak September pada sesi Kamis 15 Desember. Dalam sepekan terakhir, emas tercatat melemah 6,55%, yang merupakan pelemaham mingguan
terbesar sejak akhir September silam.  


• Sementara itu minyak gagal mempertahankan penguatan awal sesi seiring pesimisme pelaku pasar akan prospek permintaan minyak global terdampak krisis Uni‐Eropa. Minyak jenis February Brent crude futures <LCOG2> ditutup melemah 25 cent ke 103.35 USD per barrel, sementara minyak jenis U.S. oil futures <CLc1> ditutup melemah 34 cent ke 93.53 USD per barel setelah berada dibawah level moving average 300‐harian nya. 


EURO ZONE 


• Euro naik terhadap dollar AS Jumat lalu, rebounding dari pelemahannya baru‐baru ini, tetapi mencatatkan kinerja mingguan terburuknya dalam tiga bulan karena ancaman penurunan peringkat kredit zona euro yang mengkhawatirkan investor pada aksi beli dari mata uang tunggal tersebut.   


• Euro telah anjlok sekitar 2.6 persen dalam mingguannya, kinerja terburuknya sejak seminggu yang berakhir 11 Sept., karena summit Eropa minggu lalu gagal utuk menjamin investor dalam obligasi zona euro.        


• Euro <EUR=> melejit 0.2 persen ke level $1.3036, dengan para trader melaporkan tipisnya likuditas akhir tahun. Telah bertahan diatas level $1.30 dan berada dekat penutupan level tertinggi hariannya $1.3084, yang dicapai pada aksi jual baru‐baru ini setelah membaiknya aksi beli lelang obligasi Spanyol Kamis lalu dan menguatnya data ekonomi AS.       


• Perdana menteri Italia mendesak pengambil kebijakan di Eropa Jumat lalu untuk waspada terhadap membagi benua dengan usahanya dalam memerangi krisis utang dan memperingatkan mereka terhadap "short‐term hunger for rigour" dalam beberapa negara, yang ditekan Jerman.   


• Obligasi pemerintah Spanyol dan Italia mengalami rallied Jumat lalu sehari setelah penguatan lelang obligasi Spanyol yang membantu sentimen untuk sekitarnya meskipun ancaman penurunan peringkat dari Standard & Poor's yang tergantung pada utang zona euro.   


• Pemerintah Italia menghadapi confidence vote di parlemen Jumat lalu, untuk mempercepat persetujuan sebesar 33‐milyar euro ($43 milyar) paket austerity dimaksudkan untuk memulihkan confidence pasar di ekonomi terbesar ketiga dalam zona euro tersebut. 

Friday, December 16, 2011

Headline News 16.12.11

US & GLOBAL 


• Bursa saham Amerika dan euro berhasil menguat pasca pelemahan beruntun dalam 3‐sesi sebelumnya, menyusul rilis data ekonomi Amerika yang cukup menggembirakan dan kesuksesan lelang obligasi Spanyol yang sedikit meredakan kekhawatiran akan krisis hutang kawasan Uni‐Eropa. Jobless claims di Amerika turun ke level terendah sejak 3‐1/2 tahun terakhir pada pekan lalu, yang kemudian meningkatkan optimisme bahwa sektor ketenagakerjaan mulai bangkit. Sementara itu sinyal penguatan dari sektor manufaktur juga turut menopang minat investor pada aset beresiko.


• Sinyal perbaikan ekonomi zona eropa juga mulai terlihat, antara lain dari rilis data manufaktur yang secara tak terduga mengalami kenaikan pada Desember, meskipun masih berada pada level kontraksi dalam 3‐bulan terakhir. Namun demikian, belum adanya rencana yang komprehensif dari para pemimpin Uni‐Eropa dalam penanganan krisis keuangan kawasan tersebut masih cenderung akan membuat investor lebih defensive.


• Hasil KTT Uni‐Eropa pekan lalu gagal meyakinkan investor akan resolusi menyeluruh dan mendasar pada penanganan krisis ekonomi kawasan tersebut. Kondisi ini kemudian menghasilkan tekanan pada ECB untuk melakukan upaya tambahan diantaranya dengan pembelian obligasi dalam jumlah besar. Ide tersebut ditolak oleh Jerman dan juga oleh ECB sendiri. Presiden ECB – Mario Draghi mengatakan bahwa para pemimpin Uni‐Eropa sudah berada dalam lajur yang benar dalam rangka membangkitkan kembali kepercayaan masyarakat, namun Draghi mengingatkan bahwa program pembelian obligasi tidak akan bertahan lama dan akan memakan biaya sangat tinggi.


• Indeks Dow Jones <.DJI> ditutup menguat 45.33 poin atau 0.38% ke 11,868.81, indeks S&P 500 <.SPX> ditutup menguat 3.93 poin atau 0.32% ke 1,215.75 dan Nasdaq <.IXIC> ditutup menguat 1.70 poin atau 0.07% ke 2,541.01. Sedangkan indeks dari saham‐saham terkemuka eropa <.FTEU3> ditutup menguat 1% dan indeks bursa saham global MSCI world equity index <.MIWD00000PUS> ditutup menguat 0.4%.  


• Euro kemudian menguat setelah sempat anjlok ke level terendahnya sejak 11‐bulan terakhir terhadap dolar AS. Hingga akhir sesi New York, euro tercatat menguat 0,2% terhadap dolar AS ke kisaran 1.30 setelah sempat anjlok hingga level 1.2945. Level support untuk euro berada pada level 1.2860 yang merupakan level terendahnya untuk 2011
ini. Sementara itu Swiss franc menguat ditunjang langkah SNB yang mempertahankan level batas terhadap euro yang masih berada di 1.20 per euro <EURCHF=>.  


• Emas melanjutkan pelemahannya, menyusul maraknya aksi likuidasi pada fund manager menjelang akhir tahun. Harga spot emas tercatat melemah 0,5% ke 1569.75, setelah sempat mencapai level terendah sejak September di 1561.13.


• Sementara itu harga minyak dunia melemah, setelah sempat anjlok tajam dan mencetak performa harian terburuk sejak September menyusul kekhawatiran bahwa krisis keuangan Uni‐Eropa akan menurunkan permintaan minyak secara global. Harga minyak jenis U.S. oil futures <CLc1> ditutup melemah 1.08 USD atau 1.1% ke 93.87.


EURO ZONE


• Euro memantul dari level terendahnya 11‐bulan terhadap dollar Kamis lalu karena keberhasilan 
lelang obligasi Spanyol dan kuatnya data AS yang merangsang risk appetite, beberapa tren yang terjadi kemungkinan terbukti sekilas.  


• Euro terakhir diperdagangkan naik 0.2 persen tehadap dollar AS ke level $1.3008   <EUR=>, mengambil nafas dari gejolak aksi jual pada awal minggu ini yang kelihatan anjlok menuju level $1.2945 Rabu sebelumnya, level terendahnya sejak 11 Jan., pada trading platform EBS. Support utama berikutnya pada level terendah tahunannya, $1.2860, yang tercapai pada 10 Jan.    


• Program pembelian obligasi European Central Bank adalah "neither eternal nor infinite"(tidaklah kekal dan tidak tak terbatas), kata Presiden Mario Draghi di Berlin Kamis lalu.  


• Dia menambahkan bahwa guna mengurangi risk aversion penuh di pasar, kebanyakan kejelasan kebijakan adalah penting dan dia mendesak politisi untuk "speak unambiguosly" daripada "deliver".  


• Ditanyakan mengenai outlook inflasi, Draghi mengatakan inflasi saat ini berada disekitar 3 persen dalam wilayah euro berkenaan dengan salah satu pengaruh seperti kenaikan harga minyak, atau harga komoditas dan pajak tidak langsung.  


• "We see a profile of inflation which will decline to 2 percent by year‐end 2012, and then it will stay below 2 percent in 2013 and onward," imbuhnya.  


• Industrial goods producers pada zona euro masih kelihatan menaikkan tekanan inflasi meskipun melemahnya perekonomian, European Central Bank mengatakannya Kamis lalu.


• "Available leading indicators for non‐energy industrial goods inflation ... show that there are still upward pipeline pressures at the later stages of the production chain," kata ECB pada bulletin bulanannya.  


• Penurunan pada private sector zona euro sedikit melemah pada bulan ini, tetapi resesi masih kelihatan tidak terelakkan dengan buruknya perjuangan daerah‐daerah pinggiran lainnya, sebuah survei bisnis menunjukkannya Kamis lalu.


• Bank of Finland memangkas perkiraan pertumbuhan ekonominya untuk dua tahun ke depan Kamis lalu, yang mengatakan krisis utang zona euro menekan ekspor danpembelanjaan konsumen pada negara Skandinavia.

Thursday, December 15, 2011

Headline News 15.12.11


US & GLOBAL 


• Bursa saham Amerika, harga minyak dunia, harga emas dan euro semuanya ditutup melemah sebagai dampak dari naiknya borrowing cost Italia yang semakin menaikkan kekhawatiran investor akan krisis hutang kawasan Uni‐Eropa. Langkah The Fed yang belum melanjutkan kembali program pembelian aset juga turut menopang naiknya minat investor pada obligasi Jerman dan Amerika.


• Pasar ekuitas global kembali anjlok dan mencatat pelemahan dalam 3‐sesi berturut‐turut sementara euro mencapai level terendah sejak 11 bulan terakhir. Sementara itu minyak dan emas membukukan performa harian terburuk sejak akhir September silam. Dalam lelang obligasi Italia untuk tenor 5‐tahun, terjadi kenaikan borrowing cost menjadi 6,47%, atau merupakan level tertinggi sejak November silam yang mencapai 6,3%. Sementara di sisi lain lelang obligasi Jerman untuk tenor 2‐tahun mendulang kesuksesan dengan imbal hasil yang sangat rendah di 0,29%.


• Tingginya permintaan terhadap obligasi Jerman dengan tenor 2‐tahun dan obligasi Amerika dengan tenor 30‐tahun memberikan gambaran nyata meningkatnya keputusasaan investor dalam upaya mengamankan asetnya masing‐masing.


• Indeks Dow Jones  <.DJI> turun 131.46 poin atau 1.10% ke 11,823.48, indeks S&P500 <.SPX> tuurn 13.91 poin atau 1.13% ke 1,211.82 dan Nasdaq <.IXIC> melemah  39.96 poin atau 1.55% ke 2,539.31. Sementara itu indeks dari saham‐saham eropa <.FTEU3> ditutup melemah 2,1%.    


• Euro tercatat melemah 0,4% terhadap dolar AS ke 1.2979, setelah anjlok di bawah level 1.3 untuk pertama kalinya sejak Januari. Pelaku pasar saat ini memprediksi euro akan turun lebih dalam lagi jika terjadi pemangkasan peringkat kredit negara‐negara Uni‐Eropa. Sementara itu indeks dolar AS <.DXY>, yang mengukur kinerja dolar AS terhadap mata uang utama dunia naik ke level tertinggi sejak Januari, menguat 0,4% ke 80.555.


• Kanselir Jerman Angela Merkel di hadapan parlemen Jerman mengatakan bahwa pengetatan anggaran sangat diperlukan guna menanggulangi krisis hutang Uni‐Eropa, Merkel memprediksi krisis ini baru akan dapat ditangani dalam hitungan tahun. Pandangan Merkel ini semakin melengkapi kegalauan investor yang tidak kunjung menemui kepastian akan resolusi komplit dan menyeluruh terhadap krisis hutang yang telah menyedot energi sejak 2‐tahun terakhir.


• Investor mengalihkan investasinya pada aset‐aset yang cenderung lebih aman, seperti dolar AS dan obligasi yang kemudian berimbas pada anjloknya minyak, emas dan komoditas industrial seiring ekspektasi bahwa perlambatan ekonomi global masih akan terus berlangsung.   


• Harga tembaga di bursa London <CMCU3> ditutup melemah 5% ke 7,222.75 USD per ton, mencapai level terendahnya sejak 2‐pekan terakhir, sementara minyak jenis Brent crude <LCOF2> ditutup melemah 4,1% ke 105.02 USD per barrel dan minyak jenis US crude untuk pengiriman Januari <CLc1> ditutup melemah 5,2% ke 94.95 USD per barel.  
Emas melemah 3,9% ke 1,566.79 USD per troy ounce, setelah membukukan rekor harga terendahnya sejak September silam, akibat maraknya aksi ambil untung pelaku pasar untuk menutupi kerugian pada instrumen investasi lainnya.


EURO ZONE 


• Euro menembus dibawah level $1.30 untuk mencapai level terendahnya dalam 11‐bulan terhadap dollar AS Rabu lalu karena kekhawatiran mengenai kurangnya solusi terhadap krisis utang zona euro yang membuat mata uang tunggal tetap melemah pada penutupan akhir tahun.    


• Euro <EUR=> melemah ke level $1.2964 pada data Reuters, level terendahnya sejak 12 Jan. karena investor menekan mata uang tunggal melewati hambatan di level $1.3005, $1.3000, dan $1.2990. Terakhir diperdagangkan pada level $1.2970, turun 0.5 persen.  


• Setahun telah berada dalam stagnasi menunggu perekonomian zona euro tahun 2012, menurut polling Reuters  dari ekonom, yang mengatakan resesi telah siap mulai berakhir pada kuartal kedua tahun depan.   


• Dalam polling pertama ekonom yang diambil sejak para pemimpin Uni Eropa mengambil suatu langkah historis berkenaan dengan fiscal union pada summit minggu lalu, ekonom memotong setengah poin persentase dari perkiraan pertumbuhan tahunan pada 2012, menjauh dari nol.   


• Tekanan yang memuncak pada Rabu lalu untuk European Central Bank mengintervensi lebih tegas setelah pasar keuangan menilai summit Uni Eropa telah gagal untuk menyelesaikan krisis utang zona euro.   


• Tetapi kepala bank sentral Jerman yang kuat, Jens Weidmann, seorang yang mempengaruhi suara ECB, membuat kejelasan oposisinya untuk meningkatkan pembelian ECB pada obligasi pemerintah zona euro.   


• Funding costs Italia mencapai level terkini era euro yang tercatat pada lelang Rabu lalu, memberikan tekanan pada pemerintahan Italia yang baru setelah summit minggu lalu Uni Eropa gagal untuk meyakinkan pasar dapat diselesaikannya krisis utang.   


• Industrial production pada zona euro bertahan pada Oktober setelah anjlok pada September, didukung pada perkiraan bahwa resesi yang mendekat kemungkinan ringan, meskipun perbaikan kemungkinan terbukti secara sementara.   


• Output pada pabrik‐pabrik diantara 17‐negara mata uang tunggal melemah 0.1 persen pada Oktober dari September, European Union statistics agency Eurostat mengatakannya, sedikit dibawah ekspektasi dari polling ekonom oleh Reuters, yang melihat industrial output tidak berubah dari bulan sebelumnya. "The euro zone economy is slowly but surely slipping into a new recession," kata Martin van Vliet, seorang ekonom pada ING.   


• Perekonomian Jerman dapat kehilangan momentum berkenaan dengan musim dingin dan akan bertumbuh hanya 0.4 persen tahun depan, Ifo institute mengatakannya Rabu lalu, karena ketidakpastian berkenaan dengan krisis utang zona euro dan perlambatan perekonomian global menekan perusahaan untuk menginvestasikan sedikit  pada ekspor.

Wednesday, December 14, 2011

Headline News 14.12.11


US & GLOBAL 


• Euro anjlok ke level terendah dalam 11‐bulan terakhir terhadap dolar AS, sementara itu bursa saham Amerika juga mengalami pelemahan seiring berlanjutnya kekhawatiran investor akan krisis hutang Uni‐Eropa. Turut menekan optimisme investor adalah pandangan the Federal Reserve yang menyatakan bahwa gonjang‐ganjing di pasar keuangan berpotensi menimbulkan resiko serius bagi ekonomi Amerika. Hasil KTT Uni‐Eropa pekan lalu belum cukup memberikan keyakinan bagi pelaku pasar akan penanganan krisis ekonomi kawasan tersebut.  


• Kondisi ini diperparah oleh komentar dari Kanselir Jerman Angela Merkel yang menolak ide untuk menaikkan batas pendanaan dari dana talangan Uni‐Eropa kedepannya diatas 500 miliar euro. Pernyataan Merkel semakin menyudutkan harapan investor akan kemajuan resolusi krisis keuangan Uni‐Eropa yang telah menyedot perhatian sepanjang 2‐tahun terakhir.   


• Euro anjlok 1,1% terhadap dolar AS ke 1.3033 setelah sempat merosot hingga level 1.3015 yang merupakan level terendahnya sejak pertengahan Januari silam. Sementara itu terhadap yen, euro juga melemah ke level terendahnya sejak 2‐bulan terakhir di 101.49 sebelum akhirnya ditutup melemah 1,2% ke 101.56. Sedangkan terhadap sterling, euro merosot ke level terendah sejak 9‐bulan terakhir di 0.8398.


• Dengan perkembangan terakhir, saat ini investor mulai berpandangan bahwa pemangkasan peringkat hutang beberapa negara di Uni‐Eropa termasuk Jerman dan Perancis cepat atau lambat akan terjadi. Lembaga pemeringkat Fitch Ratings mengatakan bahwa para pemimpin zona eropa gagal untuk
menghadirkan solusi yang komprehensif terhadap krisis keuangan saat ini, sementara lembaga pemeringkat Standard & Poor's sebelumnya telah memperingatkan kemungkinan pemangkasan peringkat hutang 15 negara dari kawasan Uni‐Eropa.   


• The Federal Reserve dalam sidangnya untuk Desember tidak mengumumkan adanya stimulus keuangan lanjutan guna menopang pemulihan ekonomi.
Kondisi tersebut semakin meningkatkan kewaspadaan investor bahwa resesi zona eropa akan berdampak langsung pada prospek ekonomi Amerika.  


• Indeks The S&P 500 <.SPX>    turun 0,9% ke 1,225.29, sementara Dow Jones ditutup melemah 0,6% ke 11,950.36 <.DJI>, sedangkan Nasdaq <.IXIC> mencatat penurunan 1.2% ke 2579.27. Indeks dari bursa saham global yang etrangkum dalam MSCI global stock index <.MIWO00000PUS> turun 0.4%.   


• Sebaliknya, kekhawatiran akan resesi ekonomi global menaikkan minat beli investor pada obligasi pemerintah Amerika, hal ini kemudian mendorong turunnya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika untuk tenor 10‐tahun <US10YT=RR> ke 1.96%.


• Emas juga merosot tajam, mencatat penurunan 2,1% setelah ditutup di kisaran 1630.44 USD per troy ounce, membukukan performa dwi‐harian terburuk sejak hampir 3‐bulan terakhir. Pelemahan ini dipengaruhi oleh penguatan dolar AS setelah The Fed dalam sidangnya Desember ini tidak memberikan
paket stimulus keuangan terbaru.


• Namun demikian, harga minyak dunia melonjak seiring meningkatnya eskalasi tensi politik antara Iran dan dunia barat. Harga minyak jenis Brent crude <LCOc1> ditutup menguat 2.24 USD ke 109.50 USD per barel, setelah sempat naik hingga 111.10 USD, ini merupakan penguatan harian terbaik sejak 28
November silam. Sedangkan minyak jenis U.S. crude <CLc1> naik 2.37 USD ke 100.14 USD per barrel, penguatan harian terbaik sejak 16 November.


EURO ZONE 


• Euro melemah mendekati level terendahnya yang lebih dari dua tahun terhadap dollar AS Selasa lalu dan kebanyakan penurunan kemungkinan dari kekhawatiran dari banyaknya pemangkasan peringkat kredit dari negara‐negara zona euro.   


• Euro melemah ke level terendahnya $1.3159 pada data Reuters    <EUR=>, level terendahnya sejak 4 Okt. Telah diperdagangkan pada level $1.3175, melemah 0.1 persen dalam hariannya, recover dari beberapa pelemahannya setelah Spanyol menjual obligasi jangka pendek pada yields terendahnya
dan sentimen investor Jerman naik tidak seperti ekspektasi pada Desember.  


• Borrowing costs jangka pendek Spanyol dan Belgia turun tajam pada lelang Treasury bill Selasa lalu, melalui yields yang masih sangat tinggi untuk Spanyol karena kegelisahan pasar bersiap‐siap untuk potensi penurunan peringkat kredit zona euro.   


• Defisit bujet Yunani berlanjut untuk melebar pada November karena austerity yang mendorong pada resesi yang mementahkan banyaknya tambahan pendapatan pemerintah yang mengharapkan untuk menaikkan melalui emergency taxes, data menunjukkannya Selasa lalu.   


• Perekonomian Belanda akan merosot tahun depan dan defisit bujet akan meluas melebihi batas Eropa, suatu pemikiran terkemuka mengatakannya Selasa lalu, mendesak pemerintah untuk mengatasi reformasi struktural seperti pensiun daripada pemotongan pembelanjaan.   


• Tensi antara koalisi minoritas dan sekutu utamanya telah meningkat pada minggu‐minggu ini karena perbedaan berkenaan dengan bailout zona euro dan dimana untuk menerapkan setiap pemotongan 
anggaran baru.   


• Analis Jerman dan sentimen investor naik tidak seperti ekspektasi pada Desember, mengakhiri rangkaian 
penurunan dalam sembilan bulannya, sebuah survei menunjukkannya.        


• Uni Eropa menginginkan untuk bekerja dengan Inggris dalam menjamin perjanjian fiskal terkini dalam kepentingan negara‐negara Eropa meskipun keputusan Inggris tidak untuk bergabung, Presiden European Commission Jose Manuel Barroso mengatakannya Selasa lalu.   


• "I hope that we can work constructively with the UK government to make sure that the fiscal compact now agreed dovetails neatly with the European Union treaties so that the interests of all member states and institutions are respected," Barroso mengungkapkannya pada parlemen Eropa di Strasbourg