title cover

title cover

Wednesday, February 15, 2012

Headline News 15.02.12



US & GLOBAL

· Euro dan bursa dunia melemah pada perdagangan Selasa kemarin menyusul perkembangan terkini pemberian bailout Yunani, namun bursa saham AS berhasil  rebound  dan  berakhir  flat  di  tengah  berita  rencana  Athena  untuk  segera  memberikan  surat  komitmen  kepada  para  pemberi  pinjaman internasional.  Bursa  saham  AS  rebound  dari  teritorial  negatif,  dengan  Dow  dan  Nasdaq berakhir  menguat  tipis  setelah  sumber  di  pemerintah  Yunani mengatakan pemimpin partai konservatif Antonis Samaras diprediksi akan memberikan surat komitmen tersebut pada Rabu pagi ini (waktu setempat).  Bursa  tertekan  di  awal  perdagangan  dipicu  rilis  pesimis  data  retail  sales  AS  yang  membuat investor  menahan  rally  ekuitas  yang  sebelumnya  sempat  mendorong indeks S&P mendekati level tertinggi 7 bulan pada hari Senin.
· Berita bahwa para menteri keuangan zona euro telah menggulirkan rencana untuk pertemuan tatap muka khusus pada hari Rabu untuk menyelesaikan  bailout senilai 130 milyar euro untuk Yunani dan memilih bukan untuk mengadakan conference call telah menekan pasar. S&P 500 telah naik lebih dari 25% dari level low awal Oktober, dimana membuat investor ragu terhadap prospek penguatan indeks lebih lanjut, utamanya karena masalah krisis utang  Eropa masih berlangsung. Saham perbankan, yang menjadi barometer untuk melihat sentimen investor terhadap perkembangan krisis utang Yunani dan Eropa, mengalami pelemahan. KBW index of banking shares <.BKX> turun hampir 0.5%.  
· Data penjualan ritel AS periode Januari telah menekan minat terhadap aset‐aset beresiko ditambah pula oleh adanya downgrade Moody’s terhadap 6 negara zona euro dan credit warning untuk Perancis, Inggris dan Austria. Penjualan ritel (retail sales) AS tercatat naik 0,4% bulan lalu, lebih rendah dari perkiraan naik 0,7%. Sementara untuk core retail sales, diluar bensin dan bahan bangunan, naik 0,7%. S&P retail index <.RLX> naik ke level rekor tertinggi dan ditutup naik 0,3%, sedikit di bawah intraday high. euro mempertajam koreksinya terhadap dolar pasca rilis data, sedangkan obligasi pemerintah naik tipis. Euro turun 0,6% ke $1.3117. Dolar menembus level tertinggi multi bulanan terhadap yen setelah BOJ melanjutkan program pembelian aset. Dolar mencatat intraday high di 78.50 yen, menguat lebih dari 1% ke level terkuatnya sejak 1 November.
· Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 4.24 poin atau 0.03% di 12,878.28. Standard & Poor's 500 Index  <.SPX> turun 1.27 poin, atau 0.09% ke 1,350.50. Sedangkan Nasdaq Composite Index  <.IXIC> bertambah 0.44 point, atau 0.02% di 2,931.83.  MSCI all‐country world equity index <.MIWD00000PUS> turun 0.6% ke 325.09, sementara FTSEurofirst 300 index <.FTEU3> berakhir melemah 0.2% di 1,069.75.Di  awal  sesi,  bursa  Eropa  sempat  tertekan  akibat  downgrade  Moody’s.  Namun  kemudian  berhasil  rebound  setelah  data  sentimen  ekonomi Jerman  memberikan  harapan  akan  adanya  pertumbuhan  pada  ekonomi  negara  tersebut.  Namun  masalah  krisis  utang  kawasan  masih  membebani pasar.Treasury AS tenor 10 tahun naik 11/32, dengan yield berada di 1.94%.   
· Brent crude oil ditutup naik 23 sen di $118.16 setelah awalnya sempat melemah, sementara U.S. crude futures turun 17 sen di $100.74. U.S. gold futures <GCJ2> untuk pengiriman April ditutup melemah $7.20 di $1,717.70

GOLD & COMMODITIES
· Emas melemah pada sesi Selasa mengikuti pelemahan euro terhadap dolar AS terdesak sentimen negatif dari pemangkasan peringkat hutang beberapa negara  Uni‐Eropa  oleh  lembaga  pemeringkat  Moody’s.  Emas  semakin  tertekan  setelah  kembali  menyeruaknya  kekhawatiran  investor  mengenai kemungkinan gagalnya dana talangan bagi Yunani, seiring pembatalan pertemuan antara menteri‐menteri keuangan Uni‐Eropa.  
· Kinerja  emas  masih  cukup  sensitif  dari  pengaruh  pergerakan  euro  terhadap  dolar  AS  dalam  jangka  pendek  kedepan,  dimana  masih  terdapat  potensi downside  seiring  terus  berkembangnya  kekhawatiran  pada  kondisi  keuangan  kawasan  Uni‐Erpoa.  Sebagai  gambarannya  adalah,  korelasi  antara
pergerakan emas dengan pergerakan euro berada pada tataran korelasi positif mencapai 50%. 
· Sementara itu permintaan fisik dari India mulai melambat, antara lain disebabkan oleh perkiraan bahwa harga emas masih akan melemah. Sedangkan debut perdagangan emas berdenominasi yuan di bursa saham Hong Kong dilaporkan cukup sepi. Namun analis meyakinkan bahwa permintaan pada emas berdenominasi yuan akan meningkat bila para investor mulai familiar dengan produk tersebut. 
· Hingga akhir sesi New York, emas tercatat melemah 0,15% ke 1719.24 USD per troy ounce. Sedangkan harga perak tercatat turun 0,4% ke 33.55 USD per ounce.

Thursday, February 9, 2012

Headline News 09.02.12


US & GLOBAL 


• Bursa saham dunia ditutup menguat dan euro berakhir flat pada perdagangan Rabu menyusul pasar fokus pada hasil sidang politik Yunani, apakah pada akhirnya akan mencapai suatu hasil reformasi untuk membantu negara tersebut terhindar dari default. Euro menguat di awal sesi ke $1.3290, level tertingginya sejak 12 Desember, sebelum akhirnya memangkas keuntungannya. Euro terakhir tercatat unchanged terhadap dolar.


• Reformasi, sebagai subyek dari diskusi maraton antara Yunani dan kreditor swasta, bertujuan untuk mengamankan paket bailout senilai 130 milyar euro yang berasal dari IMF dan Uni Eropa untuk menghindari default. Ini akan menjadi pemberian bailout yang kedua buat Yunani. Prospek kesepakatan meningkat ketika menteri keuangan zona euro dipanggil untuk pembicaraan di Brussels, bahkan para pemimpin dari tiga partai koalisi Yunani masih membahas dengan Perdana Menteri Lucas Papademos ketentuan dari paket penyelamatan. Penundaan berulang dalam pembicaraan atas rencana untuk Yunani telah mendorong peringatan bahwa euro bisa hidup tanpa Athena, sementara jika terjadi default pada Yunani bisa meletakkan beban lebih lanjut pada zona euro serta ekonomi global.


• Indeks untuk ekuitas dunia yang tergabung kedalam MSCI, ditutup naik 0.3%, setelah memangkas sebagian besar keuntungan mereka selama perdagangan kemarin. Bursa AS berakhir menguat dengan indeks Dow Jones bergerak di sekitar level tertinggi selama hampir 4 tahun.


• Dow Jones industrial average <.DJI> naik 5.75 poin atau 0.04% di 12,883.95. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik 2.91 poin atau 0.22% di 1,349.96. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> naik 11.78 poin atau 0.41% di 2,915.86.   


• Para pejabat zona euro mengatakan paket bailout secara utuh harus disetujui oleh Yunani, zona euro, ECB dan IMF sebelum 15 Februari.


• Pasar saat ini tengah menantikan sidang reguler bank sentral Eropa dan Inggris nanti malam. BoE diprediksi akan memberikan stimulus tambahan sebesar 50 milyar pound melalui pembelian obligasi.


• Bursa Eropa berakhir melemah, dengan FTSEurofirst 300 index ditutup turun 0.2%.


• Sementara sebuah sumber di pemerintahan Italia menyebutkan, PDB negara tersebut diprediksi turun di kuartal keempat tahun lalu, yang nampaknya akan lebih rendah dari kontraksi 0.2% yang tercatat di kuartal ketiga. Hal ini juga turut memberi tekanan pada euro.
Disamping itu, rilis mengecewakan sejumlah data ekonomi dari kawasan Eropa juga ikut membebani euro. Jerman melaporkan penurunan ekspor tertajamnya selama hampir 3 tahun di periode Desember, dan bank sentral Perancis mengatakan ekonomi kemungkinan tidak akan tumbuh di kuartal pertama 2012. Data Jerman mengindikasikan ekonomi negara tersebut berpotensi mengalami kontraksi di kuartal keempat tahun lalu.   


• Brent crude berakhir naik seiring harapan posisitf dari sidang Yunani dan ketegangan antara Iran dan Barat, yang mengimbangi tekanan akibat naiknya stok minyak. Brent March crude <LCOc1> naik 97 sen di $117.20 per barel sedangkan U.S. March crude <CLc1> ditutup di $98.71, atau naik 30 sen. Sementara emas terkoreksi akibat aksi ambil untung investor. Harga emas spot turun 0.7% di $1,732.49 per ounce. Emas masih tercatat naik 11% tahun ini, terdorong oleh komitmen The Fed ayang akan mempertahankan suku bunga rendah disekitar 0%.  


GOLD & COMMODITIES 


• Emas bertahan mendekati level tertingginya dalam 11‐minggu Rabu lalu, didukung oleh kenaikan euro ke level puncaknya dalam dua bulan karena investor memperkirakan Yunani pada akhirnya mengamankan bailout keduanya yang dibutuhkan untuk menghindari default.   


• Para pemimpin politik Yunani bertemu di Athena Rabu sore lalu untuk mendiskusikan kondisi paket pembiayaan keduanya, pejabat kantor Perdana menteri mengatakannya.    


• Mereka mencoba untuk menyetujui perjanjian reformasi sebagai hasil untuk dana penyelamatan berikutnya dari kemelut default, setelah menunda lagi yang mendorong peringatan bahwa euro dapat bertahan tanpa Yunani.    


• Spot emas <XAU=> berada pada level $1,745.70 per ons pada pukul 1523 GMT, sedikit berubah dari level $1,744.90 per ons pada penutupan New York Selasa lalu. U.S. gold futures <GCv1> untuk pengiriman Februari melemah $3.50 per ons ke level $1,742.90.   


• Spot perak <XAG=> meningkat 0.2 persen ke level $34.19 per ons, memimpin kenaikan pada logam mulia dengan kenaikan mendekati 24 persen tahun ini

Wednesday, February 8, 2012

Headline News 08.02.12


US & GLOBAL 


• Euro menembus level tertinggi 8 pekan terhadap dolar, mengangkat saham dan komoditas menyusul indikasi bahwa kesepakatan restrukturisasi utang Yunani mendekati penyelesaian, namun rally terhambat setelah pertemuan utama Yunani ditunda sehari. Euro menguat setelah Yunani ditengarai akan segera mencapai kesepakatan untuk menerima dana bailout senilai 130 milyar euro.  


• Pejabat Yunani mengatakan pemerintah sedang menyusun kesepakatan untuk mendapat pengesahan oleh para pemimpin politik, meningkatkan harapan bahwa partai politik akan setuju untuk melakukan tindakan penghematan yang diminta sebagai syarat untuk memperoleh paket penyelamatan senilai 130 miliar euro. Namun sidang tersebut ditunda hingga Rabu ini karena draft perjanjian yang dimaksud belum tersedia.


• Euro sempat melonjak lebih dari 1% ke level intraday high $1.3270, menembus level tertinggi sejak 12 Desember. Setelah memangkas sejumlah keuntungan, euro kemudian bergerak di sekitar level intraday high, dan tercatat naik 1%.


• Pemimpin politik Yunani telah menolak keras rencana penghematan, dimana pertemuan sudah ditunda dari Senin‐Selasa, karena sudah pasti berarti penurunan besar dalam standar hidup bagi banyak orang Yunani.


• Standard & Poor's 500 Index telah naik hampir 7% sepanjang tahun ini dipicu rilis data ekonomi yang lebih baik dari perkiraan.   Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 33.07 poin atau 0.26% di level 12,878.20. Sedangkan S&P <.SPX> naik 2.72 poin atau 0.20% di level 1,347.05. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> bertambah 2.09 poin atau 0.07% di level 2,904.08.   


• Pernyataan Kepala The Fed Ben Bernanki di depan Kongres, yang mencerminkan pernyataannya pekan lalu, juga kembali menegaskan tekadnya untuk mencegah krisis Eropa agar tidak merusak perekonomian AS. Testimoni tersebut juga membantu meningkatkan minat beli terhadap aset‐aset beresiko.


• Bursa Eropa, yang tercatat naik lebih dari 6% tahun ini, terkoreksi karena rilis buruk laporan laba dari Swiss bank UBS AG yang mengindikasikan bahwa krisis utang kemungkinan menyebar ke sektor perbankan. Saham UBS turun 1.4% di Zurich dan 0.7% di New York. Sementara FTSEurofirst 300 <.FTEU3> index untuk saham‐saham ternama Eropa memangkas kerugian menyusul rally euro. Indeks ditutup melemah 0.22% di 1,072.79. Sedangkan indeks ekuitas dunia yang terangkum kedalam MSCI <.MIWD00000PUS> bertambah 0.3%, setelah melonjak hampir 9% tahun ini.


• Harga emas memangkas kerugian awalnya dan berhasil rebound ke teritorial positif, dipicu rally euro. Harga emas spot naik $25.54 ke $1,745.30 per ounce.   Harga minyak juga naik, dengan Brent crude <LCOc1> ditutup naik 30 sen di $116.23 per barel, sementara U.S. crude <CLc1> ditutup naik $1.50 di $98.41.


GOLD & COMMODITIES 


• Harga emas berbalik kembali ke daerah positifnya Selasa lalu, menekan penurunan awalnya bersamaan dengan rally euro setelah pejabat resmi Yunani mengatakan pemerintah menyusun kesepakatan pada bailout berikutnya.   


• Spot emas <XAU=> meningkat 0.3 persen ke level $1,723.89 per ons pada pukul 1502 GMT, yang pada awalnya telah anjlok ke level terendahnya $1,709.29 per ons, sementara itu U.S. gold futures <GCv1> untuk pengiriman Februari menguat $1.70 ke level $1,726.60.   


• Pejabat pemerintah Yunani mengatakan pemerintahnya mempersiapkan teks perjanjian bailout senilai 130 milyar yang akan menempatkan pemimpin politik untuk menyetujuinya, memperkirakan Yunani sangat berminat melakukan pembicaraan dengan pemilik dana pada dana penyelamatan.  


• Suatu kesimpulan terhadap diskusi kemungkinan akan mendukung emas, meskipun telah berjuang untuk menjaga momentum kenaikannya karena pasar menunggu lebih banyak informasi.   


• "If we do get a resolution of the current standoff, then gold will likely benefit," kata Anne‐Laure Tremblay, seorang analis pada BNP Paribas.   


• "The main downside risk lies with failure to reach an agreement between the Greek government and its creditors, which would open the door to a default. Such an event  ‐ or market perception that this event will occur  ‐ would likely trigger liquidation across asset classes, including gold."

Tuesday, February 7, 2012

Headline News 07.02.12


US & GLOBAL 


• Kekhawatiran bahwa Yunani kemungkinan tidak dapat menerima persyaratan dari kesepakatan new bailout yang diusulkan telah menghentikan rally saham global pada hari Senin dan memicu koreksi euro lebih rendah, tetapi aset berisiko tetap bertahan meskipun telah terjadi kenaikan yang kuat baru‐baru ini.


• Sepanjang tahun ini, indeks S&P telah naik 6.9% dan saham global yang terangkum dalam MSCI naik 8.6%. Kondisi ini memperlihatkan meingkatnya keyakinan ditengah kenaikannya tahun ini, yang sebagian disokong oleh rilis positif data ekonomi periode Januari dari AS, Cina dan Jerman.


• Krisis Yunani masih menjadi perhatian pasar, menyusul para pemimpin politik masih belum setuju untuk menerima sejumlah persyaratan seperti pemotongan upah publik yang tidak populer dan persyaratan lainnya yang ditetapkan agar dapat memperoleh paket bailout kedua dari Uni Eropa dan IMF. Yunani membutuhkan dana cash hingga Maret guna memenuhi kewajiban pembayaran utangnya yang jatuh tempo dan untuk menghindari negara tersebut mengalami default.


• Dow Jones industrial average <.DJI> turun 17.10 poin atau 0.13% ke 12,845.13. S&P 500 Index <.INX> turun 0.57 poin atau 0.04% menjadi 1,344.33. Nasdaq Composite <.IXIC> turun 3.67 poin atau 0.13% menjadi 2,901.99.   


• FTSEurofirst 300 <.FTEU3> index untuk saham ternama Eropa ditutup melemah 0.14%. Sedangkan bursa global yang tergabung kedalam
MSCI <.MIWD00000PUS> tidak mengalami perubahan pada perdagangan kemarin.


• Euro memangkas kerugiannya setelah mencapai level‐level teknikalnya, dan mendorong investor untuk meng‐cover posisi jual mereka. Mata uang tunggal Eropa tersebut turun ke level low $1.3026 dan terakhir tercatat melemah 0.1% di $1.3125.


• Sementara harga Treasury AS mengalami kenaikan, seiring meningkatnya minat pada aset‐aset aman resiko. Dalam perdagangan kemarin Treasury tenor 10 tahun naik 6/32 dengan yield pada 1.9031%.


• Di pasar komoditas, Brent oil naik untuk kelima kalinya secara berturut‐turut dan ditutup di level tertinggi 6 bulan menyusul musim dingin di Eropa telah mendorong meningkatnya permintaan untuk heating fuel (minyak panas). Harga minyak mentah AS terteka oleh kekhawatiran akan menurunnya tingkat konsumsi dan naiknya stok, yang mendorong naiknya diskon untuk kontrak Brent sekitar $19 per barel dari $2 per barel, mencatat diskon terbesarnya sejak November. Brent March crude <LCOc1> naik $1.35 ke $115.93 per barel, level penutupan tertinggi sejak Agustus. Sedangkan U.S. March crude <CLc1> turun 93 sen ke level $96.91 per barel.


GOLD & COMMODITIES 


• Harga emas melemah Senin lalu, memperluas pelemahan harga sebelumnya menjadi 2 persen, karena permasalahan berkenaan dengan kemajuan pembicaraan bailout Yunani yang menekan euro dan aset‐aset yang beresiko seperti saham dan komoditas.   


• Spot emas <XAU=> melemah 0.5 persen ke level $1,716.44 per ons pada pukul 1442 GMT, sementara itu U.S. gold futures <GCv1> untuk pengiriman Februari anjlok $21.10 per ons ke level $1,719.20.   


• Logam mulia mencatatkan kinerja harian terburuknya dalam tahunan pada Jumat (sebelumnya) setelah membaik dari ekspektasinya data jobs yang menekan ekspektasi diseputar monetary easing AS.   


• Emas masih naik mendekati 10 persen tahun ini, tetapi jika lebih banyak tanda‐tanda yang muncul bahwa perekonomian AS mengalami recovery yang lebih cepat dari pada zona euro, mencatatkan untuk lebih awal dari ekspektasi kenaikan tingkat suku bunga AS dan penguatan dollar, emas kemungkinan berjuang lagi untuk mencapai level tertingginya.   


• "As long as the United States maintains its modest growth and the EU continues to disappoint, you would expect the dollar would continue to strengthen, and that wouldn't be positive for gold," ungkap Carl Firman, seorang analis pada VM Group.   

Monday, February 6, 2012

Headline News 06.02.12


US & GLOBAL 


• Indeks saham utama ditutup di level tertinggi dalam beberapa bulan di hari Jumat, dengan Nasdaq mencapai level tertinggi 11 tahun, sementara dolar menguat terhadap yen menyusul melonjaknya pertumbuhan pekerjaan dimana telah mendorong optimisme investor.
Namun demikian, ketidakpastian seputar kesepakatan restrukturisasi utang Yunani membuat euro sulit untuk melanjutkan apresiasinya.
Laporan data pekerjaan AS di periode Januari tersebut juga telah mendorong naiknya saham Eropa ke level penutupan tertinggi selama lebih dari 6 bulan. Data tersebut juga telah menurunkan ekspektasi mengenai kelanjutan kebijakan moneter longgar The Fed, dimana jika kondisi ekonomi membaik maka akan mengurangi desakan seputar pemberian stimulus. Jumlah pekerjaan yang mampu diciptakan di
bulan Januari berhasil melampaui ekspektasi pasar, dengan tingkat pengangguran turun mendekati level terendah 3 tahun di 8.3%. Data pertumbuhan sektor jasa AS juga menunjukkan ekspansi terpesatnya selama hampir setahun terakhir.


• Dow Jones industrial average <.DJI> naik 156.82 poin atau 1.23% menjadi 12,862.23. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> bertambah 19.36 poin atau 1.46% menjadi 1,344.90. Nasdaq Composite Index <.IXIC> naik 45.98 poin atau 1.61% menjadi 2,905.66.    
Lebih dari 450 saham menembus level tertinggi 52 pekan di bursa New York, termasuk saham Apple <AAPL.O>, United Parcel Service <UPS.N>, Yum Brands <YUM.N> dan MasterCard <MA.N>.   


• Bursa saham Eropa melampaui level resistance, dengan FTSEurofirst 300 index <.FTEU3> ditutup naik 1.63% di 1,076.70. indeks FTSEurofirst 300 berhasil menembus areal 61.8% Fibonacci retracement level di 1,062.24 dari level tertinggi Februari 2011 ke level low September 2011, yang merupakan resistance mayornya. Indeks berpotensi naik ke 1,113.73, level yang dicapai di akhir Juli 2011 sebelum kembali turun ke level low September 2011.


• Euro memangkas kerugiannya , ketika dolar terdongkrak oleh meredanya ekspektasi mengenai langkah pelonggaran moneter The Fed.
Namun dengan masih terkendalanya pencapaian kesepakatan restrukturisasi utang Yunani, membuat investor enggan untuk memburu euro lebih agresif. Athena didesak untuk menyelesaikan pembicaraan tentang rencana penyelamatan 130‐miliar euro dan kesepakatan pertukaran obligasi sebelum masa pelunasan obligasi besar jatuh tempo pada bulan Maret.


• Euro terakhir bergerak di sekitar $1.3141, atau turun 0.03%. Dolar tercatat di sekitar 76.55 yen, naik 0.49%, setelah mencatat intraday high di 76.74 yen. Menguatnya dolar atas yen juga telah mengurangi ekspektasi Jepang akan melakukan intervensi kedalam pasar untuk meredam penguatan yen.


• Harga obligasi AS turun pasca rilis data pekerjaan AS. Treasury tenor 10 tahun turun 30/32, dengan yield 1.9276%. Berdasarkan laporan Jefferies, dealer membeli Treasury sebesar $91.859 milyar pada 25 Januari, posisi beli tertinggi kedua. Mereka nampaknya akan memangkas posisi belinya setelah data payrolls dirilis lebih baik dari perkiraan, dan menjelang rencana Kementerian Keuangan AS untuk
menerbitkan obligasi baru untuk tenor 3, 10 dan 30 tahun pada pekan ini. Harga minyak berjangka AS, mengakhiri koreksinya selama 5 hari terakhir, menyusul data ekonomi yang dirilis telah menambah harapan akan meningkatnya permintaan minyak. NYMEX crude untuk pengiriman Maret <CLH2> ditutup di $97.84 per barel, naik $1.48, atau 1.54%.  


GOLD & COMMODITIES 


• Harga emas melemah lebih dari 1 persen Jumat lalu, menekan kenaikan yang pada awalnya sempat mencapai level tertingginya dalam 11‐minggu, setelah membaik dari ekspektasinya data payrolls AS yang mendorong dollar dan mempertanyakan prospek kedepannya mengenai quantitative easing AS.   


• Ekspektasi bahwa kebijakan moneter AS akan masih ultra longgar telah mendorong hasrat investor pada logam mulia tahun ini, mendorong harga 11 persen sejak akhir Desember.   


• Spot emas <XAU=> berada pada level $1,736.75 per ons pada pukul 1500 GMT, merosot 1.3 persen, setelah sempat pada awalnya mencapai level puncaknya ke level $1,762.90. U.S. gold futures <GCv1> untuk pengiriman Februari merosot $18.50 per ons ke level $1,740.80.   


• Data dari departemen tenaga kerja AS menunjukkan perekonomian pada Januari dibuat oleh jobs pada perkembangan tercepatnya dalam sembilan bulan, menambah posisi sebesar 243.000, dan tingkat pengangguran turun yang mendekati level terendahnya dalam tiga tahun ke level 8.3 persen.  


• "I think people are asking some questions now with regards to the Fed's view about low interest rates into 2014," kata Ole Hansen, vice president pada Saxo Bank. "If job creation carries on at this pace, that could be revised, thereby removing some of the support for gold."   


• Dorongan laporan itu kedepannya diperkuat dari revisi pada data payrolls November dan Desember, yang mana menunjukkan 60.000 lebih banyak jobs yang dibuat daripada laporan sebelumnya.  

Thursday, February 2, 2012

Headline News 02.02.12


US & GLOBAL 


• Euro menguat dipicu spekulasi bahwa kesepakatan penyelesaian utang Yunani sudah hampir tercapai pada hari Rabu sementara pasar ekuitas global menguat berkat rilis optimis data manufaktur AS, Cina dan Jerman, meskipun antusias pelaku pasar mereda di akhr sesi.
Bursa Wall Street mengalami rally setelah laporan menunjukkan aktifitas manufaktur AS mencatat pertumbuhan pada level terkuatnya dalam 7 bulan di periode Januari, dan berhasil mengalihkan perhatian pasar terkait masalah utang zona euro. Data AS telah membantu mendongkrak bursa Eropa hampir 2%, yang juga mendapat sokongan dari data Cina yang menunjukkan sektor manufaktur Cina tidak lagi mengalami kontraksi. Optimisme telah mendorong kenaikan pada industri, keuangan dan bahan baku AS, yang naik antara 1,1% dan 1,7%. Adapun data lain menunjukkan sektor manufaktur Jerman mengalami ekspansi untuk pertama kalinya dalam 4 bulan terakhir di periode Januari.


• Euro menguat terhadap dolar setelah menteri keuangan Yunani Evangelos Venizelos mengatakan pembicaraan dengan kreditor swasta mengenai kesepakatan swap obligasi, yang akan menghindarkan negara tersebut dari default, “tinggal selangkah lagi”.


• Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 83.55 poin atau 0.66% di 12,716.46. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik 11.67 poin atau 0.89% di 1,324.08. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> naik 34.43 poin atau 1.22% di 2,848.27. Indeks Dow dan S&P 500 memangkas keuntungan lebih dari 1% di akhir sesi.


• Sedangkan indeks saham dunia yang tergabung kedalam MSCI's all‐country world stock index <.MIWD00000PUS> melonjak 1.2%, sementara FTSEurofirst 300 index untuk saham utama Eropa ditutup naik 1.9% di 1,057.08 poin setelah sebelumnya sempat mencatat level tertinggi sejak awal Agustus.


• Indeks PMI manufaktur Cina menunjukkan sektor mengalami ekspansi tipis di bulan Januari, dan indikator serupa dari HSBC menunjukkan kontraksi. Survey manufaktur di seluruh dunia masih relatif suram, menyusul turunnya permintaan dari Eropa, sehingga menekan pertumbuhan ekonomi di Asia.


• Euro menguat berkat optimisme akan segera tercapai kesepakatan restrukturisasi utang Yunani, sementara meningkatnya ketegangan antara Iran dan pihak Barat telah mendorong naiknya Brent oil futures di atas $112 per barel. Namun dolar kemudian berhasil rebound dari level terendahnya di akhir sesi. Euro tercatat menguat 0.6% di $1.3155.


• Optimisme terhadap penyelesaian krisis utang Eropa telah mendorong minat beli pada obligasi pemerintahannya dan mengurangi tekanan pada Portugal, yang hampir dipastikan akan menjadi negara kedua setelah Yunani yang harus mendapatkan dana bailout.


• Harga minyak berjangka naik seiring membaiknya data ekonomi Cina dan meningkatnya ketegangan antara Iran dan Barat, namun kenaikan pada stok minyak mentah AS  telah membatasi kenaikan harga minyak. Stok minyak mentah AS naik melampaui ekspektasi 4.18 juta barel di pekan lalu, berdasarkan laporan dari Energy Information Administration. Stok minyak bensin juga naik melampaui ekspektasi. Brent crude <LCOc1> ditutup naik 58 sen di $111.56 per barel. U.S. crude <CLc1> turun 87 sen ke $97.61, penurunan keempat kalinya secara berturut‐turut dan level settlement terendahnya dalam 6 pekan. Sementara U.S. gold futures for April delivery <GCJ2> ditutup naik $9.10 di $1,749.50 per ounce. 


GOLD & COMMODITIES 


• Emas menguat dalam rangkaian dua harinya Rabu lalu karena euro rebound mengikuti membaiknya data perekonomian Jerman, membuat kenaikan pada Januari yang ditandai penguatan logam mulia pada awal bulan terkuatnya dalam 32 tahun.   


• Spot emas <XAU=> meningkat 0.4 persen ke level $1,744.66 per ons pada pukul 1317 GMT, pada posisi kenaikan untuk rangkaian lima minggunya.   


• Telah naik 11 persen pada Januari, kenaikan satu bulan terbesarnya sejak Agustus 2011 dan terbesar untuk bulanan pada Januari sejak 1980, berkat kombinasi dari pelemahan dollar dari komitmen the Fed untuk mempertahankan tingkat suku bunga mendekati nol, investor dan permintaan konsumen serta pembelian oleh bank sentral.   


• Bukti dari sehatnya perekonomian Jerman membantu mendorong euro, dan emas. Mata uang tunggal Eropa di ekspektasi untuk masih dibawah tekanan dari permasalahan mengenai Yunani bahkan setelah menteri keuangan mengatakan pembicaraan dengan kreditor swasta pada swap deal penting untuk menghindari kekacauan pada default, yang merupakan "one formal step away".   


• Analis sebagian besar mengekspektasi emas rally tahun ini, meskipun banyak yang mengatakan tertekan dalam jangka pendek.

Wednesday, February 1, 2012

Headline News 01.02.12


US & GLOBAL 


• Ekuitas AS dan euro merosot pada hari Selasa setelah data ekonomi AS dirilis lebih rendah dari perkiraan kian menambah prospek suram segera tercapainya kesepakatan restrukturisasi utang Yunani. Pasar awalnya memulai sesi perdagangan dengan sikap lebih optimis, setelah Perdana Menteri Yunani Lucas Papademos mengatakan di hari Senin kemarin bahwa ia berharap akan mencapai kesepakatan
dengan kreditor swasta mengenai restrukturisasi utang sebesar 200 milyar euro di akhir pekan ini. Namun optimisme tersebut kemudian pudar setelah pasar melihat kemajuan yang tidak berarti dalam menangani krisis utang zona euro setelah KTT Uni Eropa di hari Senin.


• Penurunan harga rumah di AS yang lebih tajam dari perkiraan di bulan November dan melemahnya data kepercayaan konsumen di bulan Januari telah memukul pasar lebih lanjut, mengisyaratkan beratnya proses pemulihan ekonomi di negara tersebut. Dengan prospek laporan laba perusahaan yang nampaknya masih suram dalam beberapa pekan kedepan, investor terlihat menarik diri dari aset beresiko seperti saham dan juga euro.


• Euro turun 0,4% terhadap dolar ke level $1.3073, namun menutup bulan Januari ini dengan naik sekitar 0,9% terhadap dolar, dimana merupakan keuntungan bulanan pertamanya sejak Oktober. Terhadap yen, euro turun ke 99.67 dan mencatat naik 0,14% di bulan Januari. Dolar juga turun terhadap yen, tertekan oleh sikap The Fed yang pekan lalu mengatakan akan tetap mempertahankan suku bunga rendah hingga 2014. Dolar terkoreksi ke level intraday low 76.13 yen, level terendahnya sejak Jepang melakukan intervensi di akhir Oktober, memberikan kekhawatiran kemungkinan BOJ akan kembali melakukan aksi intervensinya. Pelemahan dolar sebesar 0,9% terhadap yen di bulan Januari telah menjadikannya mencatat pelemahan bulanan keduanya secara berturut‐turut.


• Bursa saham Wall Street juga melemah, tertekan oleh rilis mengecewakan data ekonomi AS dan belum jelasnya laporan laba perusahaan. Dow Jones industrial average <.DJI> turun 20.81 poin atau 0.16% ke level 12,632.91. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> turun 0.60 poin atau 0.05% menjadi 1,312.41. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> naik 1.90 poin atau 0.07% ke level 2,813.84.  
Dalam bulan Januari, Dow ditutup naik 3.4%, S&P 500 berakhir menguat 4.4% dan Nasdaq ditutup naik 8%.   


• Laba Exxon Mobil Corp <XOM.N>, perusahaan minyak terbesar dunia, sedikit melampaui ekspektasi, namun produksi turun melampaui estimasi dan sahamnya turun 1,9%. Berdasarkan data Thomson Reuters, hanya 60% perusahaan dalam indeks S&P 500 yang berhasil melaporkan laba melampaui ekspektasi Wall Street, dibawah level kuartalan belakangan ini.


• Obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik 14/32, dengan yield berada pada 1.7953%. Bursa saham Eropa ditutup naik seiring harapan segera tercapai kesepakatan restrukturisasi utang Yunani, meskipun buruknya data ekonomi AS membatasi penguatan saham. Indeks saham Eropa FTSEurofirst 300 <.FTEU3> naik 0.6% dan ditutup di 1,037.05 sekaligus mencatat kenaikan 3.6% di bulan Januari. Indeks saham dunia yang tergabung kedalam MSCI naik 0.27% ke 316.53, dipicu penguatan saham Asia. Emerging markets <.MSCIEF> melanjutkan rally‐nya dengan naik 1.1%.    


• Harga Brent crude dan U.S. crude kehilangan arah siring data ekonomi AS yang dirilis mengecewakan. Harga minyak mentah berjangka AS turun untuk ketiga kalinya secara berturut‐turut dan ditutup di $98.48 per barel. Sedangkan minyak berjangka Brent untuk pengiriman Maret ditutup naik di $110.98 per barel. 


GOLD & COMMODITIES 


• Harga emas berada pada kenaikan terbesar bulanannya sejak Agustus Selasa lalu, didukung oleh pelemahan dollar dan kemungkinan naik mengarah pada level tertinggi tahun lalu yang berada diatas $1,900 per ons.   


• Sentimen untuk emas pada akhir Januari dibandingkan dengan akhir Desember, ketika harga emas anjlok lebih dari 10 persen yang merupakan penurunan bulanan terbesar sejak runtuhnya Lehman Brothers dengan investor mengarah pada uang cash.   


• Penurunan harga $400 pada akhir September dari level $1,920.30 telah membawa pertanyaan pada investor apakah emas telah mengakhiri rally 11‐tahunnya.   


• Emas <XAU=> menguat 0.8 persen ke level $1,743.40 per ons pada pukul 1326 GMT, yang pada awalnya telah menyentuh level $1,744.80– level tertingginya sejak pertengahan Desember dan naik sekitar 11.2 persen pada bulanan.     


• Euro naik terhadap dollar dari harapan untuk restrukturisasi utang Yunani yang akan membantu negara menghindari kekacauan dari default, kemungkinan mengarah naik untuk mengetes level kunci utama.  


• Perak <XAG=> bertambah 0.6 persen untuk diperdagangkan ke level $33.67 per ons setelah naik ke level $33.95 Senin lalu, level terkuatnya sejak pertengahan November. Platinum <XPT=> dan palladium <XPD=> juga meningkat.

Thursday, January 26, 2012

Headline News 26.01.12


US & GLOBAL 


• Dolar melemah dan saham dunia menguat pada hari Rabu setelah The Fed memperpanjang rencananya untuk mempertahankan suku bunga rendah hingga paling tidak akhir 2014, sebuah keputusan yang melampaui ekspektasi pasar.


• Pengumuman The Fed telah mendorong minat terhadap aset‐aset beresiko, termasuk hasil laporan earnings Apple dan rilis data ekonomi Jerman yang positif. Kesemuanya itu telah mengurangi kekhawatiran terhadap masalah utang Yunani.


• Harga emas dan obligasi AS naik berkat keputusan suku bunga The Fed dan pernyataan Ben Bernanke yang telah membuka peluang dilanjutkannya stimulus moneter jika kondisi ekonomi memburuk tahun ini.


• The Fed juga mengumumkan bahwa pihaknya akan mengadopsi target inflasi sebesar 2%. Dan untuk pertama kalinya, pihaknya merilis proyeksi kebijakan untuk federal funds rate, atau suku bunga pinjaman antar bank. Proyeksi menunjukkan sebagian besar anggota The Fed memprediksi suku bunga hanya akan dinaikkan di tahun 2014.


• Euro naik 0,6% terhadap dolar ke level $1.311, merupakan level tertingginya selama hampir 5 pekan. Mata uang tunggal Eropa tersebut juga mendapat dukungan dari data ekonomi Jerman yang menunjukkan sentimen bisnis Jerman meningkat untuk ketiga kalinya secara berturut‐turut di bulan Januari, melampaui ekspektasi pasar. Namun demikian, euro masih berpotensi mengalami tekanan, menyusul kekhawatiran bahwa ECB    kemungkinan terpaksa harus melakukan write down (penghapusan) kepemilikan obligasi Yunani sebagai bagian dari upaya untuk menghindari meluasnya default. Pihak Yunani mengharapkan akan segera menyelesaikan kesepakatannya dengan kreditor swasta secepatnya pekan ini, meskipun menteri keuangan zona euro telah menolak rencana awal mereka.


• Proyeksi terhadap rendahnya suku bunga The Fed, ditambah laporan earnings Apple yang melampaui ekspektasi pasar, telah mendorong penguatan bursa Wall Street yang sebelumnya terhambat akibat keprihatinan nasib negara zona euro. Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 83.10 poin, atau 0.66% di level 12,758.85. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik 11.41 poin atau 0.87% ke level 1,326.06. Nasdaq Composite Index <.IXIC> naik 31.67 poin atau 1.14% ke posisi 2,818.31.   


• Saham Apple <AAPL.O> ditutup naik 6.2% di level $446.66, setelah sebelumnya menembus all‐time high di $454.45. Produsen iPad tersebut mengumumkan laba kuartalannya yang berhasil melampaui ekspektasi pasar.


• Bursa global naik 0.47% yang tergabung kedalam MSCI All‐Country World index <.MIWD00000PUS>. namun di Eropa, FTSEurofirst 300 index <.FTEU3> berakhir melemah 0.5% akibat kekhawatiran masalah utang.


• Harga emas naik 2.5% di atas $1.700 per ounce, seiring janji The Fed yang akan mempertahankan suku bunga rendah, dimana memberikan indikasi bahwa emas akan menjadi alternatif investasi yang menarik, khususnya jika pemulihan ekonomi yang lamban akan menghambat kenaikan saham. Sementara harga minyak mentah AS ditutup naik 0.45% di level $99.40 per barel.


GOLD & COMMODITIES 


• Emas sempat melemah untuk rangkaian dua harinya Rabu lalu, dari kedepannya keputusan kebijakan moneter the Fed dan perkiraan kebijakan jangka panjang untuk pertama kalinya, dan dibawah tekanan dari penguatan dollar terhadap euro.   


• Dengan sedikitnya permintaan konsumen terhadap emas minggu ini dan euro berjuang untuk menekan dollar karena para menteri keuangan Eropa dan kreditor swasta Yunani telah menyetujui untuk restrukturisasi utangnya, harga emas telah anjlok dari level
tertingginya dalam enam minggu.   


• The Fed akan merilis proyeksi kebijakan moneter jangka panjangnya untuk pertama kalinya, yang mana diekspektasi untuk menunjukkan pengambil kebijakan tidak mempercayai tingkat suku bunga akan naik sampai sekurang‐kurangnya tahun 2014.   


• Jika bank sentral dapat menyakinkan pasar finansial bahwa masih menyisakan tingkat suku bunga bertahan untuk jangka panjang, tingkat suku bunga jangka panjang dan dollar dapat anjlok, yang mana dapat memberikan dorongan pada emas.  


• Emas yang cenderung untuk bergerak berkebalikan dari dollar, mengarah pada penurunan minggu pertamanya dalam bulan ini, tetapi bisa mendapat dorongan jika the Fed menandai bahwa kenaikan tingkat suku bunga dapat ditunda.   


• Spot emas <XAU=> terakhir melemah 0.7 persen dalam hariannya ke level $1,653.96 per ons pada pukul 1520 GMT, sementara itu U.S.
February gold futures contract <GCv1> turun 0.6 persen ke level $1,654.50 per ons.   


• "My general sense is if there is going to be a surprise, it is maybe towards the market focussing on a rate hike and although it is a very, very long way off ... it will be interesting to see the impact that has on the gold market," Nic Brown, kepala dari commodities research
pada Natixis said.

Wednesday, January 25, 2012

Headline News 25.01.12


US & GLOBAL 


• Euro turun dari posisi tertingginya 3 pekan pada perdagangan kemarin dan bursa dunia juga jatuh setelah mencatat rally selama 6 hari terakhir menyusul upaya restrukturisasi utang Yunani yang belum kunjung usai telah menambah kekhawatiran investor terhadap kemungkinan default negara tersebut. Harga minyak dan emas juga turun, dipicu turunnya harga emas berdenominasi euro.


• Menteri keuangan zona euro menolak penawaran kreditor bank swasta yang dinilai tidak cukup untuk membantu restrukturisasi utang Yunani, sehingga memaksa perundingan kembali digelar. Tanpa bantuan yang cukup, maka Yunani dipastikan tidak akan mampu untuk membayar kembali utangnya berjumlah 14,5 milyar euro yang jatuh tempo di bulan Maret. Jika ini terjadi maka akan memicu terjadinya default yang akan memukul sistem keuangan zona euro dan berpotensi memperburuk kondisi ekonomi global.


• Euro turun 0,04% terhadap dolar ke posisi $1.302 Selasa kemarin setelah mencatat level tertinggi 3 pekan pada hari Senin sebelumnya.


• Indeks equity dunia yang tergabung kedalam MSCI world equity index <.MIWD00000PUS> turun 0,4% ke level 314,92, mengakhiri rally‐nya selama 6 hari terakhir, sementara indeks S&P 500 ditutup melemah pasca penguatannya selama 5 hari. Indeks equitas dunia tersebut masih mencatat naik 5,2% sejak awal tahun ini.


• Berita mengenai penyelesaian masalah utang Yunani yang terpaksa kembali ke meja perundingan telah meruntuhkan kepercayaan investor dan membuat mereka mengabaikan rilis optimis data ekonomi Eropa. Markit's Flash Eurozone Purchasing Managers' Composite Index (PMI), indikator untuk melihat kinerja ekonomi Eropa secara keseluruhan, menunjukkan ekonomi Eropa tumbuh di bulan Januari
untuk pertama kalinya sejak Agustus, kontras dengan ekspektasi terjadi kontraksi.


• Sementara di ursa Wall Street, laporan laba dari sejumlah perusahaan AS, seperti McDonald's Corp <MCD.N>, DuPont <DD.N> dan Johnson & Johnson <JNJ.N>, telah mengecewakan investor, dan telah menambah kondisi suram di pasar.  
Dow Jones industrial average <.DJI> tutun 33.07 poin, stsu 0.26% dan ditutup di 12,675.75. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> turun 1.35 poin atau 0.10% ke level 1,314.65. Namun Nasdaq Composite Index <.IXIC> berhasil naik 2.47 poin atau 0.09% ke level 2,786.64.   


• Meskipun prospek ekonomi AS terlihat lebih baik dari Eropa, namun AS memiliki masalah tingginya tingkat pengangguran. Investor akan mencermati testimoni Presiden AS Barack Obama mengenai inisiatif dalam pekerjaan, pajak dan perumahan di depan State of the Union pada Selasa malam waktu setempat atau Rabu pagi ini. Sedangkan indeks saham Eropa <.FTEU3> turun 0,3%.


• Harga Brent crude oil turun setelah investor menaksir kemungkinan akibat yang akan timbul pada ekonomi global jika Yunani mengalami default dan juga perkembangan dari minat terhadap sektor energi. ICE Brent crude for March delivery ditutup di level $110.03 per barel,
turun 55 sen atau 0,50%. Sedangkan emas turun setelah menembus level tertinggi 6 pekan di sesi sebelumnya menyusul rally euro terhambat. Emas spot turun 0,7% ke level $1665.10 per troy ounce.


• The Fed memulai sidang regulernya selama 2 hari pada hari Selasa dan akan berakhir Kamis dini hari nanti. Investor akan mencermati testimoni dari Kepala The Fed Ben Bernanke mengenai proyeksi suku bunga kedepannya. Banyak kalangan pasar juga meyakini bahwa The Fed akan mengumumkan spesifikasi target tingkat inflasi, meskipun mereka belum tau bagimana The Fed akan menyampaikan detil dari testimoninya tersebut.


GOLD & COMMODITIES 


• Emas melemah Selasa lalu setelah euro merosot mengikuti macetnya pembicaraan mengenai restrukturisari utang Yunani, tetapi harga emas masih sedikit diatas level tertingginya dalam enam minggu dan mengarah pada kenaikan tertingginya sejak bulan Agustus.    


• Negosiasi antara menteri keuangan zona euro dan kreditor swasta macet, menekan recovery rally pada euro dan menekan aset‐aset yang berhubungan dengan resiko seperti ekuitas.   


• Libur Chinese Lunar New Year berarti akitivitas terbesar emas kedua didunia tidak terjadi, sementara itu aktivitas teredam pada top consumer India, sementara aktivitas impor dari emas mendekati dua kali lipat pada minggu lalu.     


• Euro pada awalnya mengalami rally ke level tertingginya dalam tiga minggu terhadap dollar yang kemudian ditekan karena investor mengkhawatirkan bahwa langkah pada restrukturisasi utang Yunani kemungkinan tidak menangkal kekacauan default.  


• Spot emas <XAU=> terakhir melemah 0.8 persen dalam hariannya ke level $1,664.26 per ons pada pukul 1530 GMT.    


• "We needed to take a bit of a breather. Gold has come off a bit in this week in the absence of any kind of physical activity ... There really is a lack of direction as people are still cautious after the December sell‐off," kata Andrey Kryuchenkov, seorang analis pada VTB Capital.

Tuesday, January 24, 2012

Headline News 24.01.12

US & GLOBAL
· Euro  menguat  ke  level  tertinggi  3  pekan  terhadap  dolar  dan  bursa  dunia  juga  menguat  dipicu  optimisme  pada perkembangan upaya restrukturisasi utang Yunani untuk mencegah meluasnya krisis utang Eropa.
· Harga minyak dunia naik setelah menteri keuangan Uni Eropa sepakat untuk melarang impor minyak Iran mulai Juli untuk menekan  Iran  akibat  ambisi  program  nuklirnya,  sebuah  keputusan  yang  dapat  menyebabkan  Iran  untuk  menutup  jalur ekspor minyak. Investor menjual obligasi AS sementara bursa Wall Street berakhir flat.
· Di Eropa, Jerman dan Peranic mendesak kesepakatan antara Yunani dan kreditor swasta dan mereka menegaskan dedikasi mereka untuk new bailout yang diperlukan pada bulan Maret untuk mencegah default. Menteri keuangan zona euro telah bertemu di Brussels untuk membahas masalah restrukturisasi utang Yunani. Yunani membutuhkan tambahan dana untuk menstabilkan  kembali  kondisi  utangnya.  Jika  tidak  diberikan  tambahan  dana  talangan,  maka  Yunani  tidak  akan  sanggup untuk membayar utang sebesar 14,5 milyar euro yang jatuh tempo di bulan Maret, yang berpotensi memicu default yang akan menggoyahkan ketahanan negara zona euro.
· Optimisme  terhadap  pencapaian  kesepakatan  restrukturisasi  utang  Yunani  tersebut  telah  mendorong  investor  untuk kembali memburu euro, meskipun kebanyakan dari mereka masih memandang pesimis. Euro naik 1,3% di level $1.3033 dan mencapai level terkuatnya sejak awal Januari. Aksi ambil untung investor juga turut mendorong penguatan euro, yang telah bergerak pada level tertingginya dalam 4 pekan.
· Sedangkan  indeks  saham  dunia  yang  tercatat  dalam  MSCI  world  equity  index  <.MIWD00000PUS>,  telah  naik  5,6% depanjang tahun ini, dan pada perdagangan kemarin mencatat kenaikan 0,5%, sementara bursa saham AS berakhir flat. Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 11,66 poin, atau 0,09% di level 12708,82. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik 0,62 poin atau 0,05% di level 1316,00. Nasdaq Composite Index <.IXIC> turun 2,53 poin atau 0,09% di level 2784,17.   
· Investor juga tengah menantikan laporan earnings dari sejumlah perusahaan AS seperti Apple <AAPL.O>, pada hari Selasa ini. Bursa saham Eropa, indeks European FTSEurofirst 300 <.FTEU3>, ditutup naik 0,5%.
· Harga minyak dunia ditutup naik, dengan ICE Brent crude for March delivery <LCOH2> berakhir pada $110.58 per barel, naik 72 sen atau 0,66%. Uni Eropa juga memberlakukan sejumlah sanksi ekonomi lainnya terhadap Iran, bergabung dengan Amerika Serikat dalam tindakan yang bertujuan memperlambat program pengembangan nuklir Teheran. Larangan minyak Iran oleh menteri Uni Eropa menimbulkan ancaman lebih lanjut dari Teheran untuk menutup Selat Hormuz. Langkah ini bisa menyakiti Yunani, Italia dan negara lain yang bergantung pada minyak Iran.

GOLD & COMMODITIES
· Emas naik 1% pada hari Senin ke level tertinggi 6 pekan, dipicu technical buying dan penguatan euro menjelang akhir dari pertemuan zona euro yang membahas masalah restrukturisasi utang Yunani.
· Melemahnya dolar telah mendorong naiknya harga emas dan juga minyak, setelah Jerman dan Perancis mendesak untuk segera dicapainya kesepakatan antara Yunani dan kreditor swasta untuk memangkas utang Yunani guna mencegah default.
· Emas  spot  naik  1,1%  di  level  $1676.76  per  ounce,  dan  mencatat  intraday  high  di  $1681.16  yang  merupakan  level tertingginya sejak 12 Desember. Emas mencatat koreksi hanya 2 kali dalam 10 sesi terakhir dan telah mencatat naik 7% di bulan Januari.
· Harga  emas  berjangka  untuk  pengiriman  Februari  ditutup  naik  $14.30  per  ounce  di  level  $1678.30.  Volume  transaksi terbilang tipis seiring libur pasar Cina, sebagai negara konsumen emas utama dunia, dan juga pasar Asia lainnya berkenaan dengan hari libur Tahun Baru Imlek. Adapaun areal resistance emas berikutnya berada di sekitar MA‐100 di $1688 per ounce.
· Rendahnya suku bunga akan menopang minat beli investor pada emas. Sebuah jajak pendapat Reuters menunjukkan The Fed    nampaknya  akan  memberikan  indikasi  bahwa suku  bunga  baru  akan  dinaikkan  pada  semester  pertama  2014 mendatang.

Monday, January 9, 2012

Headline news 09.01.12


US & GLOBAL

• Dolar mendapat sokongan dari rilis data AS yang menunjukkan pertumbuhan kuat pada pasar tenaga kerja ditambah tingkat pengangguran yang mencatat level terendah hampir 3 tahun, tetapi harga minyak dan saham jatuh menyusul angka optimis gagal mendorong antusiasme investor. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan tingkat pengangguran turun menjadi 8,5 persen pada Desember, dari 8,7 persen pada November yang merupakan level revisi naik dari 8,6 persen, menawarkan bukti terkuat dari percepatan ekonomi AS.


• Euro menembus level terendah hampir 16 bulan terhadap dolar setelah data yang dirilis menegaskan meningkatnya perbedaan yang terjadi antara perekonomin AS dan Eropa. Kuatnya data ekonomi sebelumnya telah membantu mengangkat euro setelah investor menjadi lebih toleran terhadap resiko buruk yang dihadapi Eropa, namun investor saat ini lebih optimis pada pemulihan ekonomi AS sementara perekonomian Eropa menghadapi resiko resesi.


• Bursa saham AS jatuh dan obligasi AS memangkas kerugiannya setelah para petinggi he Fed mengusulkan penambahan stimulus moneter. Minyak berjangka juga memangkas penguatan sebelumnya seiring menguatnya dolar.


• The Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 55,78 poin atau 0,45% di level 12359.92. Standard & Poor's 500 Index  <.SPX> turun 3,25 poin, atau 0,25% di 1277.81, dan Nasdaq Composite Index  <.IXIC> turun 4,36 poin atau 0,16% di 2674.22.


• Ekuitas Eropa berakhir relatif stabil, setelah investor cukup puas dengan penguatan dalam 3 pekan menjelang mulainya musim laporan earnings untuk kuartal keempat pada hari Senin. FTSEurofirst 300 index <.FTEU3> berakhir naik 0,03% di 1013.73 poin, dan mencatat kenaikan 1,2% dalam sepekan.


• Dolar menguat terhadap euro dan yen berkat rilis optimis data pekerjaan AS. Indeks dolar naik 0,40% di 81,258, sementara euro turun 0,48% di $1.2719.


• Penjualan ritel Eropa turun dan sentimen ekonomi melemah di akhir 2011, mempertegas akan terjadinya resesi. Penjualan ritel Eropa turun 0,8% di bulan November, lebih buruk dari perkiraan. Pasar masih melihat kemungkinan euro mengalami tekanan menjelang lelang obligasi Italia dan Spanyol pekan ini.


• Sejumlah petinggi The Fed pada Jumat kemarin mengusulkan untuk dilakukan penambahan stimulus moneter guna mambantu sektor perumahan, sebuah upaya untuk mendorong perbaikan pada ekonomi dan sektor perbankan. Harga obligasi tenor 30 tahun naik 30/32, mendorong yield‐nya turun ke 3,02%. Sedangkan obligasi tenor 10 tahun naik 10/32, dan mendorong yield‐nya turun di bawah 2%
menjadi 1,96%. Kalangan analis memperkirakan kuatnya penawaran pada lelang obligasi AS mendatang, dimulai dengan penjualan obligasi tenor 3 tahun yang baru sebesar $32 milyar pada hari Selasa.


• Kuatnya nilai tukar dolar telah menekan harga minyak dan mengurangi kekhawatiran mengenai kemungkinan berkurangnya suplai minyak akibat ketegangan antara Iran dan pihak Barat. Harga minyak masih berpotensi naik lebih dari 4% di pekan pertama 2012 setelah Iran mengancam akan menutup Selat Hormuz, sebagai jalur vital perdagangan minyak dunia, dan kemungkinan larangan ekspor ke Eropa.
Brent crude futures <LCOc1> naik 32 sen di $113.06 per barel. . U.S. light sweet crude oil <CLc1> turun 25 sen di $101.56 per barel.


• Emas juga terkoreksi, mengakhiri kenaikannya selama 5 hari terakhir, namun perdagangan masih terlihat belum stabil. Harga emas berjangka pengiriman Februari turun $3,30 di $1616.80.  .  


GOLD & COMMODITIES 


• Emas anjlok Jumat lalu karena penguatan dollar dan kekhawatiran mengenai krisis utang Eropa yang menekan hasrat pada emas, dibayangi membaiknya data jobs AS yang mencatatkan pertumbuhan terbaiknya.   


• Spot emas <XAU=> merosot 0.62 persen ke level $1,612.69 per ons pada pukul 1521 GMT tetapi masih pada posisi kenaikan mingguannya yang mendekati 3 persen, level terkuatnya dalam sebulan.     


• U.S. gold <GCcv1> melemah 0.38 persen ke level $1,614.10.     


• "Towards the latter part of last year, gold's correlation with other commodities and other risk assets increased substantially, so it's not surprising that's continued into the beginning of this year," ungkap analis Natixis Nic Brown.   


• "Payrolls (data) was good for risk sentiment. It should help gold, but against that it also helped the dollar," tambah Brown.   


• Labor Department AS mengatakan 200.000 pekerja bertambah dalam non‐farm payrolls bulan Desember, menandai kenaikan bulanan terbesarnya sejak September 2011 dan memperluas ekspektasi pada 150.000, sementara itu tingkat pengangguran melemah menjadi 8.5 persen.    


• Emas terlihat naik turun mengikuti rilis data untuk benar‐benar di settle melemah karena euro tertekan mendekati level terendahnya dalam 16‐bulan terhadap dollar.     


• Dollar‐yang dihargai dengan emas biasanya bergerak berlawanan terhadap mata uang AS karena penguatan dollar yang membuat emas lebih mahal untuk investor non‐AS. Meskipun hubungan keduanya telah pecah/berbalik kebanyakan dalam minggu ini, telah menjadi tidak mengejutkan kembali, analis mengatakannya.