title cover

title cover

Tuesday, May 8, 2012

Headline News 08.05.12

US & GLOBAL
Bursa saham dunia terpengaruh sebagian besar pergolakan politik di Eropa Senin lalu, sehari setelah para pemilih di Yunani dan Perancis memberikan mandat kuat untuk melawan langkah austerity, dengan euro mengalami recovery dari penurunan tajamnya  dan bursa saham lokal meningkat.    

Hasil dari pemilu akhir pekan di dua negara Eropa meningkatkan ketidakpastian pada pola kedepannya pada krisis utang zona  euro. Tetapi kebanyakan bursa saham Eropa meningkat, dengan mencatatkan pengecualian pada Yunani, dan bursa saham AS naik secara marjinal, sementara itu euro melemah tipis.   

Di Perancis, Sosialis Francois Holland mengalahkan incumbent konservatif Nicolas Sarkozy pada pemilu presiden. Hollande telah  mengkritisi  Jerman  yang  mendorong  pada  austerity,  yang  menyebut  kebijakan  untuk  meningkatkan  kembali  pertumbuhan  perekonomian. 

Pada penutupan di New York, indeks Dow Jones industrial average <.DJI> turun 29.44 poin, atau 0.23 persen, ke level 13,008.83.  Indeks S&P 500 <.SPX> sedikit naik 0.51 poin, atau 0.04 persen, ke level 1,369.61. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> bertambah  1.42 poin, atau 0.05 persen, ke level 2,957.76.   

Bursa saham dunia yang dinilai oleh indeks MSCI <.MIWD00000PUS> merosot 0.4 persen ke level 320.47.   

Euro anjlok secara meluas Senin lalu setelah hasil pemilu di Yunani dan Perancis yang meragukan keinginan politik dan komitmen  pada rencana austerity yang dianggap sebagai kunci untuk menanggulangi krisis utang zona euro. Euro <EUR=> mencapai level  terendahnya ke level $1.2955, memecahkan level kisaran $1.30 hingga $1.35 yang tercapai sejak akhir Januari, sebelum menekan  pelemahan dengan terakhir diperdagangkan hanya turun 0.2 persen ke level $1.3054, menutup level puncaknya $1.3065.   

Harga obligasi pemerintah AS/Treasury debt unchanged dengan obligasi bertenor 10‐tahun yield‐nya 1.8768 persen.   

Emas  merosot  Senin  lalu  dalam  perdagangan  yang  sangat  tipis,  ditekan  oleh  pelemahan  harga  crude  oil  dan  kurangnya  permintaan pada safe‐haven karena investor memantau pemilu di Eropa yang akan berarti melemahkan krisis utang. Spot emas  <XAU=> turun 0.3 persen ke level $1,636.80 per ons pada pukul 1813 GMT, menekan pelemahan awalnya setelah mencapai level  terendah hariannya $1,632.98.     

Brent crude futures <LCOc1> menyentuh level terendah mendekati level $110 per barel, terendah sejak Januari, tetapi di settled  turun hanya 2 sen ke level $113.28. U.S. crude futures <CLc1> mencapai level terendah $95.34 per barel, terendah tahun ini, dan  terakhir diperdagangkan anjlok 0.6 persen ke level $97.92 per barel, level terendah tiga bulannya. 
GOLD & COMMODITIES
Emas melemah ditengah tipisnya volume transaksi, tertekan oleh turunnya harga minyak dan minimnya minat terhadap aset‐aset aman  karena investor tengah menganalisa apakah hasil pemilu di Eropa akan semakin memperburuk krisis utang kawasan. 

Emas tertekan oleh najloknya harga minyak dan euro setelah hasil pemilu di Perancis dan Yunani merfleksikan kuatnya sentimen anti  penghematan, sehingga menimbulkan kembali kekhawatiran atas memburuknya krisis utang dan melemabatnya pertumbuhan ekonomi  dan menurunnya permintaan minyak. 

Namun demikian, logam mulia yang belakangan ini bergerak mengikuti aset‐aset beresiko, tetap melemah meskipun euro, minyak dan  ekuitas berhasil rebound dari level intraday low

Volume transaksi sangat rendah pada emas berjangka AS setelah serangkaian data ekonomi AS yang dirilis membaik telah mengurangi  peluang untuk The Fed melanjutkan kebijakan moneter longgar, sehingga mendorong investor untuk mengurangi posisi bullish mereka. 

Harga emas spot turun 0.3% di sekitar $1,636.80 per ounce, rebound tipis dari level intraday low di $1,632.98.  Sedangkan harga emas  berjangka AS untuk pengiriman Juni turun $6.10 per ounce di $1,639.10, dengan volume transaksi sekitar 40% di bawah level rata‐rata 30  hari. 
U.K.
Stg/dlr <GBP=>  mencapai level tertingginya 1.6197, dengan level terendahnya memecahkan 1.6116, yang terjadi Senin lalu.      

Euro  <EURGBP=D4>  merosot  ke  level  80.37  pence  terhadap  pound,  level  yang  terakhir  terlihat  pada  November  2008  setelah  hancurnya Lehman Brothers.  

Mata uang <EURJPY=> tertekan ke level 103.23 yen, level terendahnya sejak pertengahan Februari.   
OIL & COMMODITIES
Harga minyak turun pada hari Senin, namun kemudian rebound dan bertengger jauh di atas level intraday low setelah hasil pemilu Eropa  menghidupkan  kembali  kekhawatiran  tentang  krisis  utang  zona  euro,  menambah  kecemasan  mengenai  melemahnya  pertumbuhan  ekonomi dan permintaan bahan bakar setelah data non‐farm payrolls AS pekan lalu dirilis buruk. 

Minyak berjangka mencatat kerugian untuk keempat kalinya secara berturut‐turut  setelah pemenang dari partai Sosialis pada pemilu di  Perancis dan hasil pemilu yang terpecah di Yunani kian menambah keraguan atas konsistensi negara‐negara Eropa dalam menjalankan  langkah penghematan guna menyelesaikan krisis utang kawasan dan menghindarkan negara mengalami kontraksi ekonomi. 

Namun harga minyak kemudian berhasil rebound dipicu aksi ambil untung. Euro dan ekuitas juga rebound seiring meredanya kejutan atas  hasil pemilu. 

Brent June crude <LCOc1> turun 2 sen dan bergerak di sekitar $113.16 per barel. Harga pada awalnya sempat anjlok ke $110.34, level  intraday terendahnya sejak 30 Januari dan mencatat koreksinya sebesar 14% dari posisi puncak 2012 di $128.40 yang dicapai pada bulan  Maret.   

Sedangkan U.S. June crude <CLc1> turun 55 sen di level $97.94 per barel, setelah rebound dari $95.34, level intraday terendahnya sejak  20 Desember.  Minyak mentah AS telah anjlok 6.1% pekan lalu, dan mencatat kerugian mingguan terbesarnya sejak akhir September. 

EURO ZONE
Euro  melemah  ke  level  terendah  sejak  akhir  Januari  silam  terhadap  dolar  AS  dan  anjlok  ke  level  terendah  sejak  3‐1/2  tahun  terakhir  terhadap  poundsterling. Euro juga turun ke level terendah sejak 2‐1/2 bulan terakhir terhadap yen, meskipun pelemahan lebih lanjut tertahan oleh penguatan bursa  saham Eropa dan masih cukup sepinya sesi perdagangan berkaitan dengan libur nasional di Inggris.  

Pelemahan euro tersebut dipengaruhi oleh hasil pemilu di Perancis dan Yunani yang meningkatkan kekhawatiran para pelaku pasar akan komitmen kedua  negara  tersebut  dalam  mempertahankan  pemangkasan  anggaran  guna  menangani  krisis  hutang  kawasan  Uni‐Eropa.  Stabilitas  dan  keberlangsungan  penanganan  krisisi  hutang  Uni‐Eropa  menjadi  perhatian  para  pelaku  pasar  dalam  beberapa  sesi  terakhir.  Pemilu  di  Yunani  memberikan  tekanan  yang  cukup dalam bagi sentimen para investor, setelah kedua partai yang selama ini berkuasa gagal mempertahankan mayoritas di parlemen.  

Pemilu  Presiden  di  Perancis  diperkirakan  akan  menghasilkan  kandidat  dari  partai  Sosialis,  Francois  Hollande  sebagai  pengganti  dari  Nicolas  Sarkozy.  Hollande masih belum jelas akan sikapnya terhadap pakta yang selama ini diusung oleh Jerman. Dalam beberapa pandangannya selama masa kampanye,  Hollande  bejanji  akan  menyeimbangkan  neraca  keuangan  negara,  namun  upaya  tersebut  akan  ditempuh  tidak  dengan  cara  yang  drastis  seperti  yang  dilakukan oleh Presiden Sarkozy. 

Hingga akhir sesi New York, euro tercatat melemah 0,21 persen terhadap dolar AS ke 1.3055, sementara itu euro juga turun 0,16 persen terhadap yen ke  104.28, euro juga melemah 0,49% terhadap sterling ke 0.8061 dan stagnan terhadap Swiss franc di 1.2013. 
AUSTRALIA
Retail sales Australia mencatat lonjakan terbesarnya selama hampir setahun terakhir di bulan Maret, setelah data menunjukkan kenaikan 0.9%  menjadi  A$21.2  milyar,  jauh  melampaui  ekspektasi  terjadi  kenaikan  0.2%,  setelah  konsumen  giat  melakukan  belanja  pakaian  dan  alas  kaki  (sepatu). Sedangkan untuk kuartal pertama, penjualan ritel tercatat naik 1.8%, jauh di atas proyeksi terjadi kenaikan 0.5%. 

Sementara data dari ANZ Bank menunjukkan terjadi penurunan 3.1% pada iklan lowongan kerja di bulan April, meskipun penurunan ini terjadi  setelah dalam 3 bulan terakhir mengalami kenaikan. 

Aussie menguat ke $1.0137 dari $1.0113 sebagai respon atas data tersebut. Namun di sesi New York Aussie melanjutkan apresiasinya hingga  mencatat intraday high di $1.0219 sebelum akhirnya bergerak di sekitar $1.0193. Aussie sempat terkoreksi ke level terendah 4 bulan di $1.0111  di awal sesi akibat kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi global setelah rilis buruk data non‐farm payrolls AS Jumat lalu dan juga pelaksanaan  pemilu  di  Yunani  dan  Perancis.  Pemilihan  umum  di  Yunani  dan  Perancis  meragukan  komitmen  politisi  untuk  rencana    penghematan  yang  bertujuan untuk menanggulangi krisis utang zona euro, sehingga memicu kembali kekhawatiran  pasar terhadap prospek membaiknya kondisi  ekonomi global. 

Pekan  lalu,  Reserve  Bank  of  Australia  (RBA)  secara  mengejutkan  memangkas  suku  bunga  sebesar  50  basis  poin  menjadi  3.75%,  ketika  pasar  sebelumnya memprediksi terjadi pemangkasan sebesar 25 basis poin. RBA juga merevisi turun proyeksi inflasi dan ekonomi, dengan memprediksi  ekonomi akan tumbuh hanya 3.0% tahun ini, di bawah tren pertumbuhannya antara 3.25% ‐ 3.5%. 

JAPAN
Menteri Keuangan Jun Azumi menyatakan bahwa pihaknya tengah menyiapkan langkah responsif dalam kaitan apabila terjadi pergerakan kurs mata uang  yang  sangat  fluktuatif  dan  bernuansa  spekulatif.  Komentar  tersebut  menanggapi  perkembangan  terakhir  dimana  nilai  tukar  yen  terus  mengalami  penguatan baik terhadap dolar AS maupun terhadap euro. Kondisi mana memberikan tekanan bagi para eksportir Jepang karena penguatan kurs yen akan  menurunkan keuntungan terhadap produk yang mereka kirim ke luar negeri.  

Sementara itu berdasarkan hasil minutes dari BoJ untuk sidang April lalu, memperlihatkan adanya tekanan dari perwakilan pemerintah kepada BoJ untuk  menggelontorkan  dana  stimulus  keuangan  sebagai  respon  dari  penguatan  harga  minyak  dunia  dan  penguatan  kurs  yen.  Namun  demikian  pihak  BoJ  menganggap belum perlu untuk menempuh pelonggaran moneter lanjutan untuk periode tersebut.  

Hingga akhir sesi New York, dolar AS tercatat menguat 0.09% terhadap yen di 79.89, sementara itu euro turun 0,16% terhadap yen ke 104.28. Sedangkan  Aussie dolar tercatat menguat 0,30% terhadap yen 81.46 dan sterling juga menguat 0,35% terhadap yen ke 129.34. 

SWISS
Inflasi  Swiss  hampir  tidak  mengalami  kenaikan  di  bulan  April,  sedangkan  dalam  basis  tahunan  mengalami  penurunan  dan  menggarisbawahi  alasan di balik keputusan Swiss National Bank (SNB) untuk mematok nilai tukar mata uangnya guna melindungi ekonomi dari deflasi. 

Arus investasi yang besar ke Swiss, yang dipandang sebagai tempat yang aman untuk melindungi investasi dari krisis keuangan zona euro, telah  memicu melonjaknya franc, menekan harga domestik dan mendorong bank sentral untuk berupaya mempertahankan ekonomi agar tidak jatuh  kedalam fase deflasi. 

Data yang dirilis Senin kemarin menunjukkan inflasi hanya naik 0.1% di bulan April dari bulan Maret sebelumnya, dipicu naiknya harga bahan  bakar,  penjualan  baju  musim  panas,  dan  paket  transportasi  dan  liburan.  Namun  dalam  basis  tahunan  inflasi  turun  1.0%,  yang  merupakan  ketujuhkalinya secara berturut‐turut indeks inflasi tahunan mengalami penurunan sejak Oktober 2011. 

Untuk mencegah penguatan franc terus berlanjut yang akan mendorong ekonomi Swiss kedalam fase resesi dan deflasi, maka SNB memutuskan  untuk mematok atau membatasi penguatan franc pada level 1.20 franc per euro pada September lalu. 

Meskipun SNB memprediksi inflasi akan turun tahun ini, namun ekonomi sejauh ini terhindar dari kontraksi dan SNB memprediksi pertumbuhan  ekonomi sekitar 1% di tahun 2012. 

Adapun data lainnya yang dirilis Senin kemarin menunjukkan tingkat pengangguran stabil di level 3.1% di bulan April. 

Euro terkoreksi secara umum setelah pemilihan umum di Yunani dan Perancis meragukan komitmen politisi untuk rencana  penghematan yang  bertujuan untuk menanggulangi krisis utang zona euro, sehingga memicu kembali kekhawatiran  pasar terhadap prospek membaiknya kondisi  ekonomi global. Pelemahan euro telah memicu melemahnya Swiss franc terhadap dolar. Swiss franc sempat jatuh ke level 0.9269 per dolar, level  terendahnya sejak 15 Maret, namun kemudian berhasil rebound ke 0.9191 franc sebelum akhirnya bergerak di sekitar 0.9203 franc.  

Monday, May 7, 2012

Headline News 07.05.12


US & GLOBAL
Saham‐saham  global  anjlok  dan  crude  oil  merosot  Jumat  lalu  setelah  pelemahan  data  jobs  AS  dan  data  yang  diperkirakan  makin  mendalamnya resesi diseantero zona euro daripada perkiraan sebelumnya yang mendorong sentimen.   

Indeks saham‐saham AS dan Eropa melemah lebih dari 1 persen, U.S. crude oil anjlok sekitar 4 persen dan harga obligasi pemerintah  melonjak setelah Labor Department mengatakan employer Amerika mengurangi perekrutan lebih daripada ekspektasi bulan April.   

Hanya 115,000 pekerja yang bertambah pada payrolls bulan lalu, atau 55,000 lebih sedikit daripada perkiraan ekonom. Sementara itu  tingkat  pengangguran  melemah  menjadi  8.1  persen,  level  terendah  tiga  tahunnya,  yang  hanya  dikarenakan  turunnya  angkatan  kerja  karena orang‐orang yang pensiun atau berhenti mencari pekerjaan. 

Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 168.32 poin, atau 1.27 persen, ke level 13,038.27. Indeks Standard & Poor's  500 <.SPX>  turun 22.47 poin, atau 1.61 persen, ke level 1,369.10. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> berkurang 67.96 poin, atau 2.25  persen, ke level 2,956.34.    

Di Eropa, indeks pan‐European FTSEurofirst 300 <.FTEU3> ditutup merosot 1.7 persen ke level 1,027.15, dan indeks Euro STOXX 50 turun  1.7 persen ke level 2,248.34 <.STOXX50E>, meskipun penguatan earning dari Royal Bank of Scotland <RBS.L>, BNP Paribas <BNPP.PA>  dan Lafarge <LAFP.PA>. Indeks MSCI's all‐country world equity <.MIWD00000PUS> anjlok 1.5 persen ke level 321.72.    

Dollar merosot terhadap yen dalam perdagangan yang volatile setelah data payrolls, dengan <JPY=> turun 0.45 persen ke level 79.83  yen.   

Indeks U.S. dollar <.DXY> naik 0.33 persen ke level 79.481. Euro <EUR=> melemah 0.47 persen ke level $1.3088.   

Obligasi bertenor 10‐tahun/U.S. Treasury note <US10YT=RR> naik 16/32 pada harganya dengan yield 1.88 persen, dan bertenor 30‐tahun  <US30YT=RR> naik dalam harga dengan yield 3.07 persen.    

Emas  naik  karena  pelemahan  data  yang  mendorong ketertarikan  pada  investasi  emas  pada  pembicaraan  bahwa  pelemahan  ekonomi  kemungkinan mendorong monetary easing berikutnya (QE3) dari the Fed. U.S. gold futures <GCM2> untuk pengiriman Juni di settled naik  $10.40 per ons ke level $1,645.20.   

Brent futures <LCOc1> di settled merosot $2.90 ke level $113.18 per barrel, level terendah yang terlihat sejak awal bulan Februari. U.S.  crude <CLc1> di settled melemah 4.05 ke level $98.49 per barrel.  


GOLD & COMMODITIES
Emas menguat pada hari Jumat menyusul investor menjual minyak mentah dan ekuitas untuk membeli emas setelah data menunjukkan  non‐farm  payrolls  dirilis  lebih  rendah  dari  perkiraan,  sehingga  mendorong  minat  investor  untuk  berinvestasi  kedalam  emas,  karena  semakin terbuka peluang bagi The Fed untuk melanjutkan program quantitative easing (QE) putaran ketiga. 

Logam mulia masih ditutup melemah 0.6% dalam sepekan terakhir. Emas telah turun $150 dari posisi puncaknya akhir Februari setelah  serangkaian rilis optimis data ekonomi AS telah memudarkan harapan akan bergulirnya QE3.  

Emas  rebound  pasca  mengalami  koreksi  di  awal  sesi,  setelah  data  menunjukkan  jumlah  pekerjaan  yang  tersedia  di  bulan  April  hanya  bertambah  115.000,  jauh  di  bawah  ekspektasi  pasar  170.000.  Rilis  buruk  data  tersebut  ditambah  dengan  rilis  yang  lebih  rendah  dari  perkiraan untuk data sektor jasa dan juga data pertumbuhan ekonomi kuartal pertama, kian memperkuat pandangan akan bergulirnya  program  quantitative  easing  (QE)  jilid  ketiga  oleh  The  Fed.  Namun  sejumlah  pelaku  pasar  beranggapan  bahwa  The  Fed  masih  akan  mempertahankan kebijakan moneternya untuk sementara waktu ini. 

Rilis data pekerjaan ini juga telah memicu anjloknya harga minyak dunia sebesar 4% dan memukul indeks Dow Jones dengan mencatat  penurunan lebih dari 100 poin. 

Harga  emas  spot  naik  0.4%  di  $1,643.20  per  ounce.  Sedangkan  untuk  emas  berjangka  pengiriman  Juni  naik  $10.40  per  ounce  di  $1,645.20. 

Pasar melihat aksi beli pada aset‐aset aman akan menguntungkan emas di pekan ini. Masalah krisis utang Eropa berpotensi mengganggu  pasar global dan melemahkan sentimen investor, namun emas dapat memetik keuntungan dari kondisi tersebut akibat tekanan pada  euro. 

• Sementara aksi beli emas fisik dari India masih rendah sebagai akibat dari tingginya harga emas karena melemahnya nilai tukar rupee. 
US – Non-farm payrolls/unemployment/average earnings
• Non-farm payrolls AS (April) dirilis +115k dari 154k (revisi bulan sebelumnya) dengan perkiraan 170k. Terjadi penurunan dalam rangkaian dua bulannya pada bulan April.

• Data ini tetap mengkhawatirkan dari perekonomian AS yang kehilangan momentum dan menekan harapan bahwa penguatan perekrutan pada musim dingin menandai titik balik dari recovery.

• Unemployment/tingkat pengangguran dirilis turun 8.1% dari 8.2% dengan perkiraan 8.2%. Tingkat pengangguran sedikit turun ke level terendah tiga tahunnya. Tingkat pengangguran berasal dari survei yang terpisah dari rumah tangga/households, yang menunjukkan penurunan dalam jumlah pekerjaan pada bulan April.
Average earnings dirilis 0.0% dari 0.2%.
• Laporan juga menunjukkan sektor swasta menambah pekerjaan pada bulan April sebesar 130.000 posisi baru. Manufaktur menandai penguatan bulannya lagi dengan menambah 16.000 pekerja.

Eurozone – Retail Sales.
• Tingkat penjualan ritel di kawasan Uni-Eropa untuk periode Maret mengalami kenaikan 0.3 persen dalam basis antar bulan, mengungguli ekspektasi 0.0 persen, sementara data periode Februari direvisi turun menjadi -0.2 persen. Penguatan ini merupakan dampak positif naiknya penjualan ritel di Perancis dan Jerman, dimana penjualan ritel di kedua negara tersebut mengalami kenaikan masing- masing 0,9 persen dan 0,8 persen pada periode Maret.
• Namun demikian dalam basis antar tahun retail sales mengalami penurunan 0.2 persen, meskipun masih mengungguli ekspektasi para analis yang memperkirakan turun -1.1 persen.
• Euro tidak banyak bereaksi pasca rilis data tersebut. Pelaku pasar masih lebih terfokus pada rilis data non-farm payrolls Amerika yang akan rilis 19.30 WIB. Pasca rilis data retail sales euro berada pada kisaran 1.3130 terhadap USD, dan berada pada kisaran 105.27 terhadap yen.

Friday, May 4, 2012

Headline News 04.05.12


US & GLOBAL
Bursa  saham  global  dan  crude  oil  merosot  Kamis  lalu  setelah  data  menunjukkan  anjloknya  pertumbuhan  pada  sektor  jasa  AS  yang  menaikkan permasalahan mengenai recovery ekonomi sehari sebelum tingginya antisipasi pada laporan pasar tenaga kerja bulan April.   

Saham‐saham  berbalik  melemah,  obligasi  pemerintah  membagi  pelemahannya  dan  dollar  AS  memangkas  kenaikannya  terhadap  yen  setelah Institute for Supply Management mengatakan indeks sektor jasa turun menjadi 53.5 pada April dari 56.0 bulan sebelumnya.   

Kekhawatiran bahwa pasar tenaga kerja mengalami recovery sedikit berkurang Kamis lalu setelah data menunjukkan jumlah dari orang‐ orang Amerika yang mengklaim untuk jobless aid turun lebih dari ekspektasi minggu lalu. Labor Department mengatakan initial claims  untuk state unemployment benefits anjlok 27,000 pada seasonally adjusted menjadi 365,000. 

Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 61.98 poin, atau 0.47 persen, ke level 13,206.59. Indeks Standard & Poor's  500  <.SPX>  turun  10.74  poin,  atau  0.77  persen,  ke  level  1,391.57.  Indeks  Nasdaq Composite  <.IXIC>  berkurang 35.55  poin,  atau  1.16  persen, ke level 3,024.30.        

Di Eropa, saham‐saham menghapus kenaikan awalnya untuk ditutup hampir flat setelah pelemahan data AS dan tekanan ekspektasi dari  langkah  terkini  bank  sentral  untuk  menstimulasi  pertumbuhan  (ekonomi)  memudarkan  penguatan  earning  perusahaan.  Indeks  FTSEurofirst 300 <FTEU3> ditutup naik 0.1 persen ke level 1,044.39 setelah perdagangan yang choppy. Indeks MSCI's all‐country world  equity <.MIWD00000PUS> melemah 0.6 persen ke level 326.49.   

Euro naik terhadap yen dan rally dari pelemahan dalam level terendah dua minggunya versus dollar AS untuk diperdagangkan sedikit  berubah  setelah  Kepala  European  Central  Bank  Mario  Draghi  memberikan  penilaian  optimis  dari  zona  euro  lebih  dari  ekspektasi,  mengurangi  ekspektasi  kedepannya  pada  monetary  easing.  Euro  mencapai  level  tertingginya  ke  level  $1.3180  <EUR=>  setelah  pada  awalnya  anjlok  ke  level  terendah  dua  minggunya  $1.3097.  Terakhir  diperdagangkan  pada  level  $1.3146,  turun  0.1  persen  dalam  hariannya.   

Obligasi  pemerintah  membagi  penurunan  awalnya  untuk  diperdagangkan  mendekati  break‐even.  Obligasi  bertenor  10‐tahun/U.S.  Treasury  note  <US10YT=RR>  unchanged  pada  harga  dengan  yield  1.93  persen.  Obligasi  bertenor  30‐tahun  juga  naik  2/32  pada  harga  dengan yield 3.11 persen.   

Emas melemah 1 persen sebagaimana turunnya harga minyak dan pelemahan data sektor jasa AS yang membawa harga logam mulia  mencapai level penurunan terbesar satu harinya dalam sebulan. U.S. gold futures <GCM2> untuk pengiriman Juni di settled turun $19.20  per ons ke level $1,634.80.    

Oil anjlok dibawah level $117 per barrel setelah OPEC mengatakan telah membuka peluang untuk melemahkan harga. OPEC mengatakan  tidak senang dengan kemungkinan pengaruh permintaan pada tingginya harga, sementara data yang mengecewakan menggambarkan  outlook yang suram pada perekonomian dunia, menghidupkan kembali mengenai anjloknya permintaan. Brent crude untuk pengiriman  Juni <LCOc1> di settled turun $2.12 ke level $116.08 per barrel. U.S. crude futures <CLc1> di settled melemah $2.68 ke level $102.54 per  barrel.  

GOLD & COMMODITIES
Emas terkoreksi 1% pada hari Kamis dipicu anjloknya harga minyak dan rilis mengecewakan data sektor jasa AS, yang mendorong harga  emas mengalami pelemahan 1 hari tertajamnya dalam sebulan menjelang rilis data non‐farm payrolls AS. 

Logam  mulia  yang  belakangan  ini  bergerak  mengikuti  aset  beresiko,  melanjutkan  koreksinya  setelah  data  menunjukkan  ISM  services  index turun ke 53.5 bulan lalu dari 56.0 di bulan Maret sebelumnya, sementara indikator untuk pengangguran turun ke level terendahnya  sejak Desember. 

Namun demikian, pasar melihat buruknya data ISM belum cukup untuk mengubah pandangan bahwa The Fed akan menunda kelanjutan  program Quantitative Easing (QE) atau program pembelian obligasi pemerintah, setelah rilis optimis data ekonomi AS belakangan ini. 

Sejumlah investor mengurangi pandangan bullish mereka terhadap emas, menyusul harapan untuk kebijakan moneter longgar AS kian  mereda.  Emas  telah  terkoreksi  $150  dari  level  puncaknya  pada  29  Februari  ketika  Kepala  The  Fed  Ben  Bernanke  tidak  memberikan  indikasi akan melanjutkan program QE putaran ketiga.  

Harga emas spot turun 1.1% di $1,635.20 per ounce dan mencatat koreksi harian terbesarnya sejak 4 April, setelah sempat mencatat  level terendah 1 pekan di $1,630.70 di awal sesi. Sedangkan untuk emas berjangka pengiriman Juni turun $19.20 per ounce di $1,634.80. 

Pasar akan menantikan rilis data non‐fam payrolls AS  malam nanti. Jika data dirilis lebih baik dari perkiraan, maka akan menggugurkan  pandangan  mengenai  kemungkinan  berlanjutnya  Quantitative  Easing  (QE)  putaran  ketiga  oleh  The  Fed,  dimana  hal  ini  berpotensi  mengangkat kembali nilai tukar dolar.

Thursday, May 3, 2012

Headline News 03.05.12


US & GLOBAL
Bursa  saham global dan  euro merosot Rabu lalu setelah  data menunjukkan perusahaan‐perusahaan  AS  mempekerjakan  lebih sedikit orang dalam tujuh bulannya pada bulan April dan sektor factory zona euro anjlok kedepannya.   

Indeks S&P 500 dan Dow turun karena investor berbalik khawatir dari kedepannya laporan nonfarm payrolls AS Jumat ini  untuk bulan April, sementara  itu harga obligasi pemerintah naik sebagai permintaan pada safe‐haven.   

Perusahaan‐perusahaan AS menambah pekerja hanya 119,000 bulan lalu, sedikit membaik dari ekspektasi 177,000, tanda‐tanda kekhawatiran pada pasar tenaga kerja yang telah berjuang untuk naik. 

Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup turun 10.75 poin, atau 0.08 persen, ke level 13,268.57. Indeks Standard  & Poor's 500 <.SPX> melemah 3.51 poin, atau 0.25 persen, ke level 1,402.31. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> bertambah  9.41 poin, atau 0.31 persen, ke level 3,059.85.    

Indeks MSCI world equity <.MIWD00000PUS> merosot 0.3 persen ke level 328.35. Saham‐saham utama Eropa menghapus  kenaikan pada awal hariannya, dengan indeks FTSEurofirst 300 <.FTEU3> ditutup turun 0.4 persen.   

Euro  melemah  dalam  rangkaian  tiga  harinya  terhadap  dollar  Rabu  lalu  setelah  suramnya  data  manufaktur  Eropa  yang  menambah  kekhawatiran  mengenai  meluasnya  perlambatan  pada  wilayah  tersebut  dari  didepannya  meeting  European  Central Bank dan pemilu di Perancis dan Yunani. Euro <EUR=> turun ke level $1.3121, level terendahnya yang lebih dari  satu minggu, dengan volume perdagangan yang tipis setelah May Day holiday di Eropa. Euro terakhir diperdagangkan ke  level $1.3154, turun 0.6 persen.   

Harga Treasury AS naik Rabu lalu karena pelemahan manufaktur Eropa dan melambatnya perekrutan sektor swasta di AS  yang mendorong ekspektasi pada perlambatan (ekonomi) global dan mendorong permintaan pada low‐risk investments.   

Emas melemah ke level $1,653 per ons <XAU=> tetapi masih menyisakan sinyal yang bervariasi pada pertumbuhan global  yang dikesampingkan oleh investor. 

Harga minyak mentah anjlok, ditekan oleh data yang menunjukkan naiknya cadangan karena pelemahan data ekonomi AS  dan  Eropa  yang  menekan  outlook  permintaan.  Brent  crude  untuk  Juni  <LCOc1>  melemah  $1.46  untuk  di  settle  ke  level  $118.20 per barrel dan U.S. crude untuk Juni <CLc1> merosot 94 sen untuk di settle ke level $105.22.     

GOLD & COMMODITIES
Harga  emas  jatuh  bersamaan  dengan  euro  pada  hari  Rabu  setelah  data  factory  orders  AS  telah  membantu  dolar  untuk  mempertajam  penguatannya  seiring  meredanya  spekulasi  mengenai  kemungkinan  The  Fed  menggulirkan  program  quantitative easing (QE) putaran ketiga. 

Komentar  sejumlah  petinggi  The  Fed  Selasa  kemarin  juga  memperkuat  indikasi  bahwa  bank  sentral  AS  masih  akan  mempertahankan kebijakan moneternya. 

Emas sebelumnya terangkat oleh isu mengenai kemungkinan The Fed menggulirkan kembali program QE jilid tiga, yang jika  memang terjadi maka akan menekan dolar dan membuat suku bunga tetap rendah. 

Emas  spot  sempat  terkoreksi  0.8%  di  sekitar  $1,648.15  per  ounce  sedangkan  emas  berjangka  AS  pengiriman  Juni  turun  $13.50 per ounce di $1,648.90.  Namun emas kemudian rebound dengan cepat dan bergerak di sekitar $1,652.76 per ounce  setelah  data  menunjukkan  sektor  swasta  menambah  pekerjaan  paling  sedikit  sejak  September  2011  di  periode  April,  dimana telah memukul dolar. Pasar melihat data ini sebagai pandangan awal untuk menaksir kemungkinan rilis data non‐ farm payrolls hari Jumat besok. 

Masih rendahnya permintaan fisik emas dari India akibat tingginya harga emas dan melemahnya rupee (mata uang India)  juga turut memicu melemahnya emas.


EURO ZONE

• Tingkat pengangguran zona euro naik menjadi 10.9 persen pada bulan Maret, sama dengan level tertinggi dalam 15 tahun lalu, data Rabu lalu yang didorong kenaikan pada Italia dan Spanyol.

• Tingkat pengangguran dalam 17 negara yang menggunakan mata uang tunggal naik 0.1 poin persentase dari Februari, sebagaimana ekspektasi oleh polling ekonom dari Reuters.

• Sektor manufaktur zona euro merosot kedepannya dari penurunan bulan lalu karena pelemahan yang dimulai disekelilingnya yang terlihat ditekan oleh anggotanya Perancis dan Jerman, survei menunjukkannya.

• Sementara mitra Eropa menderita akibat resesi, austerity dan naiknya pengangguran, Jerman mengubah perhatiannya menjadi sangat berbeda, dan belum lazim, yaitu sumber dari kecemasan – pada inflasi.

• Meskipun data baru‐baru ini menunjukkan consumer prices Jerman naik hanya 2 persen pada April, level terlambatnya dalam setahun, beberapa ekonom melihat dimulainya bahaya price bubble yang dapat menghantui negara tesebut dalam tahun‐tahun mendatang.

Sektor manufaktur Jerman melemah pada tingkat tercepatnya yang mendekati tiga tahun pada April, karena export orders anjlok, menambah pertanyaan mengenai apakah negara dengan ekonomi terbesar di Eropa tersebut dapat melanjutkan mendorong pertumbuhannya dalam zona euro.



U.K.
• Aktivitas konstruksi Inggris tumbuh cepat daripada ekspektasi pada bulan April, didorong oleh commercial work dan new orders, survei menunjukkannya Rabu lalu, bertentangan dengan data resmi mengenai sektor tersebut.

The Markit/CIPS Construction Purchasing Managers' Index (PMI) turun menjadi 55.8 dari bulan sebelumnya pada 21‐bulan di level tertingginya 56.7, masih diatas level 50 yang memisahkan antara pertumbuhan dari kontraksi dan menjauhi perkiraan turun 54.0.

• "April saw another generally buoyant survey, with rates of output and new order growth close to March's recent highs. Improved inflows of new work have also helped raise business expectations in the sector from the three‐year low seen last autumn," ungkap Tim Moore, ekonom senior pada Markit, yang mengkompilasi survei.

• Persetujuan untuk home loans di Inggris naik tidak seperti ekspektasi pada bulan Maret, memperkirakan pasar perumahan berlanjut untuk recover meskipun berakhirnya pembebasan pajak untuk pembeli tingkat pertama, data Bank of England menunjukkannya.

• Bank sentral mengatakan mortgage approvals naik menjadi 49,860 pada Maret dari 49,029 di February, membalikkan perkiraan para analis untuk anjlok 48,000.

JAPAN
• Jepang dapat menghadapi "the day of reckoning" (hari perhitungannya) lebih cepat dari ekspektasinya jika pemerintah gagal untuk menaikkan sales tax dan tingginya permintaan investor pada obligasi pemerintah, Moody's Investors Service mengatakannya Rabu lalu, yang menaikkan tekanan pada Jepang untuk memberlakukan undang‐undang reformasi pajak.

• Tom Byrne, Wakil presiden senior dan regional officer, mengakui kenaikan pajak akan menjauhkan Jepang dalam menghadapi pelemahan pertumbuhan ekonomi tetapi mengatakan negara membutuhkan untuk "bite the bullet" dan memulai memperbaiki keuangan publik yang mendorong membengkaknya biaya kesehatan.

• "If you don't increase taxes you'd have to issue more JGBs which moves the day of reckoning closer to the tipping point where markets demand higher risk premiums," Byrne mengatakannya pada meeting Asian Development Bank di Manila.

• Harga obligasi pemerintah Jepang melemah pada Rabu lalu karena investor melakukan aksi ambil untung setelah rally dari mengemukanya pelonggaran kebijakan oleh Bank of Japan minggu lalu yang menekan yield turun ke level terendah dalam 1‐1/2 tahun.



Wednesday, May 2, 2012

Headline News 02.05.12


US & GLOBAL
Bursa saham AS dan dollar mengalami rally Selasa lalu setelah data menunjukkan manufaktur AS bertumbuh pada bulan April pada level  terkuatnya dalam 10 bulan, menenangkan kekhawatiran mengenai gejolak perekonomian.   

Harga safe‐haven Treasuries turun, sementara itu emas melemah dari level tertinggi dua minggunya karena data menekan spekulasi the  Fed akan mengadopsi monetary easing berikutnya (QE3) untuk mendorong pertumbuhan (ekonomi).   

Perdagangan luar negeri terbatas, dengan banyaknya pasar di Asia dan Eropa ditutup untuk peringatan May Day holiday.   

Indeks  Dow  Jones industrial average  ditutup  ke  level  tertinggi yang  lebih  dari  empat tahun  setelah  Institute  for Supply  Management  mengatakan  indeks  untuk aktivitas  national  factory  naik  menjadi  54.8  dari  53.4  pada  bulan  Maret,  memperluas  ekspektasi  dari  53.0.  Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup menguat 65.69 poin, atau 0.50 persen, ke level 13,279.32. Indeks Standard & Poor's  500 <.SPX> ditutup naik 7.91 poin, atau 0.57 persen, ke level 1,405.82. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> bertambah 4.08 poin, atau 0.13  persen, ke level 3,050.44.    

Indeks MSCI world equity <.MIWD00000PUS> meningkat 0.2 persen ke level 329.38. Bursa saham dunia mencatatkan pelemahan sekitar  1.5  persen  bulan  lalu  karena  kekhawatiran  mengenai  pertumbuhan  (ekonomi)  global  yang  bergejolak  setelah  data  menunjukkan  perekonomian AS melambat pada kuartal pertama dan resesi zona euro makin mendalam.   

Pada penutupannya, indeks FTSE 100 <.FTSE> meningkat 74.5 poin, atau 1.3 persen ke level 5,812.23, ditutup diatas level 5,800 untuk  pertama kalinya sejak 3 April.   

Dollar  rebound dari  level  terendahnya 2‐1/2‐bulan  versus  yen  Selasa  lalu  setelah  barometer  dari  sektor  manufaktur  AS  menunjukkan  penguatan yang tidak seperti ekspektasi, menenangkan kekhawatiran dari perlambatan ekonomi. Pada perdagangan sore harinya di New  York, dollar mengalami recovery dari level terendah dua bulannya terhadap yen, naik pada level tertingginya 80.29 yen JPY=. Terakhir  naik ke level 80.12 yen, yang meningkat 0.4 persen.    

Euro sedikit berubah ke level $1.3235 <EUR=>, menghentikan level tertinggi satu bulannya pada awal harian $1.3283.   

Obligasi pemerintah AS bertenor 10‐tahun/U.S. Treasury mencatatkan penurunan 9/32, dengan yield <US10YT=RR> 1.96 persen. 

Emas naik ke level tertinggi dua minggunya <XAU=> dan terakhir diperdagangkan turun 0.1 persen ke level $1,663.11 per ons. Penurunan  logam mulia mengakhiri rally lima harinya yang menaikkan harga hingga 1.6 persen.   

NYMEX June crude <CLM2> ditutup meningkat $1.29, atau 1.23 persen, ke level $106.16 per barrel, settlement tertinggi sejak 27 Maret  <CLc1>. Brent crude <LCOc1> menguat 19 sen untuk ditutup ke level $119.66 per barrel. 

GOLD & COMMODITIES
Emas terkoreksi pada hari Selasa, mengakhiri serangkaian penguatannya selama 5 hari terakhir, menyusul rilis optimis data manufaktur  AS telah mengurangi peluang untuk dilanjutkannya putaran ketiga quantitative easing sehingga mengurangi minat investor pada logam  mulia. 

Dengan  sebagian  besar  pasar  di  Eropa  dan  Asia  tutup  berkenaan  dengan  Hari  Buruh,  investor  memindahkan  perhatiannya  pada  data  indeks manufaktur AS dari Institute for Supply Management (ISM) untuk periode April, yang dirilis naik ke 54.8, level terkuatnya dalam 10  bulan terakhir, dari 53.4 di bulan Maret. 

Logam  mulia  telah  kehilangan  sekitar  $125    sejak  28  Februari  setelah  rilis  data  ekonomi  AS  yang  membaik  telah  menggugurkan  pandangan mengenai kemungkinan dilakukan putaran ketiga program quantitative easing oleh The Fed. Emas mencatat penurunan tipis  di bulan April yang sekaligus mencatat penurunan selama 3 bulan berturut‐turut yang untuk pertama kalinya sejak tahun 2000. 

Emas tercatat menguat 6% dalam tahun ini, setelah bank sentral AS di bulan Januari lalu mengatakan akan mempertahankan suku bunga  rendah mendekati 0% hingga paling tidak tahun 2014 untuk merangsang pertumbuhan ekonominya. 

Harga  emas  spot  turun  0.1%  di  $1,663.11  per  ounce.  Pelemahan  emas  di  hari  Selasa  mengakhiri  rally‐nya  selama  5  hari  terakhir.  Sedangkan harga emas berjangka AS untuk pengiriman Juni melemah $1.80 di $1,662.40. 

Rilis ejumlah data ekonomi AS belakangan ini yang cenderung melemah telah menawarkan kembali kemungkina The Fed melakukan QE  putaran ketiga atau membeli kembali obligasi pemerintah. Emas diuntungkan oleh kondisi suku bunga yang rendah karena invetor akan  memburu  logam  mulia.  Pelonggaran  moneter juga  akan  menyulut  naiknya  inflasi, dimana  investor  akan memburu  emas  sebagai  aset  lindung nilai. 

Namun, Presiden Fed Philadelphia Charles Plosser mengatakan The Fed kemungkinan akan mempertimbangkan kembali janjinya untuk  mempertahankan suku bunga rendah mendekati 0% hingga 2014.

U.K. 
• Sektor manufaktur Inggris nyaris tidak bertumbuh pada bulan April karena perlambatan ekonomi zona euro menahan permintaan ekspor, menaikkan peluang dari Bank of England (BoE) akan voting pada dorongan injeksi cash lainnya untuk mencegah panjangnya masa resesi.   

• Pelemahan pada manufaktur juga memanaskan pada koalisi pemerintah Conservative‐Liberal, yang mana bergulat dengan pelemahan ekonomi dan rangkaian political blunders sebagaimana partai‐partai menghadapi tes dari popularitas pada pemilu lokal Kamis ini.   

• Perekonomian tidak benar‐benar recovery dari penurunan tajam tahun 2008‐2009, kembali anjlok menuju resesi yang dimulai tahun 2012, tetapi pejabat bank sentral sejauh ini mengisyaratkan mereka enggan untuk memperpanjang pembelian aset‐aset "quantitative easing" akhir bulan ini yang mengikuti berjalannya survei penguatan bisnis dan alotnya inflasi.   

• Gilt futures Inggris rally pada volume perdagangan yang tipis Selasa lalu setelah membaiknya permintaan yang mengejutkan pada
penjualan sebesar 3.75 milyar pound pada obligasi bertenor 7‐tahun gilts, yang mana investor khawatir kedepannya kemungkinan gejolak berkenaan dengan pasar benua Eropa yang tutup.    

Tuesday, May 1, 2012

Headline News 01.05.12


US & GLOBAL
Bursa  saham  global  ditutup  menguat  Jumat  lalu  dari  laporan  penguatan  earning,  tetapi  dollar  anjlok  terhadap  euro  dan  yen  karena  melemah  dari  ekspektasinya  data  perekonomian  AS  dengan  the  Fed  dapat  melonggarkan  kebijakan  (ekonomi)  lebih  lanjut  untuk  mendorong perekonomiannya (dengan QE3).   

Saham‐saham  AS  meningkat  dalam  rangkaian  empat  harinya,  dibantu  penguatan  dari  ekspektasinya  profit  dari  Amazon.com  Inc  <AMZN.O> dan Expedia Inc <EXPE.O>.    

Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> bertambah 23.69 poin, atau 0.18 persen, untuk ditutup ke level 13,228.31. Indeks Standard &  Poor's 500 <.SPX> meningkat 3.38 poin, atau 0.24 persen, ke level 1,403.36. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> naik 18.59 poin, atau 0.61  persen, ke level 3,069.20.    

Perekonomian AS yang merupakan terbesar didunia mengalami ekspansi 2.2 persen dalam tahunannya untuk pertama kali dalam tiga  bulan pada tahunannya, dibawah ekspektasi ekonom 2.5 persen. 

Kemungkinan lebih besarnya stimulus dari the Fed menekan dollar, yang anjlok terhadap euro dan yen. The greenback turun 0.79 persen  ke level 80.37 yen <JPY=>. Euro menguat 0.24 persen ke level $1.3240 <EUR=> terhadap the greenback – berada dalam kisaran $1.30  hingga $1.34 dalam tahunannya.   

Sementara  itu  Bank  of  Japan  menaikkan  program  pembelian  obligasi  dan  membuat  perubahan  lainnya  pada  program  pembeliannya,  langkah  yang  terlihat  bertahap  daripada  langkah  yang  signifikan  untuk  mencoba  membawa  perekonomian  Jepang  keluar  dari  kelesuannya.          

Indeks FTSEurofirst <.FTEU3> ditutup naik 0.69 persen ke level 1,051.50, dengan mencatatkan membaiknya order kuartal pertama dari  Swedish  engineering  groups  Sandvik  <SAND.ST>  dan  Atlas  Copco <ATCOa.ST>  yang  menekan  penurunan  peringkat  Standard  &  Poor's  pada sovereign debt Spanyol Kamis sebelumnya.  

Obligasi pemerintah AS bertenor 10‐tahun/U.S. Treasury note <US10YT=RR> naik 4/32, dengan yield 1.9313 persen.    

Emas  naik  dari  rangkaian  empat  harinya  Jumat  lalu  dan  mencatatkan  kenaikan  mingguan  terbesarnya  sejak  akhir  Februari,  karena  kekecewaan pertumbuhan (ekonomi) AS dan utang Eropa yang mendorong permintaan investasi dari logam mulai. Spot emas <XAU=>  naik 0.4 persen ke level $1,663.11 per ons pada pukul 2:51 p.m. EDT (1851 GMT). Dalam mingguannya emas mencatatkan kenaikan 1.3  persen, terbesar dalam delapan minggunya. U.S. gold futures <GCM2> untuk pengiriman Juni di settled menguat $4.30 ke level $1,664.80  per  ons.  Volume  perdagangan  dibawah  100,000  lot  pada  pukul  3  p.m.,  data  Reuters  sebelumnya  yang  membuatnya  berada  dalam  volume terendah dalam tahunannya.   

U.S.  crude  oil  futures  berbalik  positif  dalam  volume  perdagangan  yang  tipis  dalam  hariannya,  dibantu  oleh  aksi  short‐covering  kedepannya dari akhir pekan. Crude AS di settled ke level $104.93 per barrel, naik 38 sen, atau 0.36 persen. 

GOLD & COMMODITIES
Emas menguat dalam 4 sesi berturutan di hari Jumat dan mencatat kenaikan mingguan terbesarnya sejak akhir Februari, menyusul rilis  data  GDP  AS  yang  mengecewakan  dan  keprihatinan  seputar  krisis  utang  Eropa  telah  mendorong  minat  investor  untuk  berinvestasi  kedalam logam mulia. 

Aksi beli emas meningkat setelah laporan menyebutkan pertumbuhan ekonomi AS melambat di kuartal pertama, sedangkan minat pada  aset aman juga mendorong naiknya emas pasca penurunan peringkat utang Spanyol oleh Standard & Poor's (S&P). 

Harga  emas  spot  naik  0.4%  di  $1,663.11  per  ounce.  Dalam  sepekan,  emas  mencatat  kenaikan  1.3%,  kenaikan  yang  terbesar  dalam  8  pekan terakhir.  Sedangkan emas berjangka AS untuk pengiriman Juni berakhir naik $4.30 di $1,664.80 per ounce. 

Logam  mulia  telah  kehilangan  sekitar  $125  per  ounce  sejak  akhir  Februari  setelah  rilis  optimis  sejumlah  data  ekonomi  AS  telah  mengurangi harapan akan kelanjutan program pelonggaran moneter oleh The Fed.  Sementara  berkurangnya  kekhawatiran  pada  krisis  utang  Eropa  telah  mendorong  minat  investor  pada  aset  beresiko,  sehingga  turut  menekan emas. 

Sepanjang tahun ini, emas telah menguat sekitar 6%, masih berada dalam performa yang lebih rendah dibandingkan kenaikan 12% pada  ekuitas AS. 

Monday, April 30, 2012

Headline News 30.04.12


US & GLOBAL
Bursa  saham  global  ditutup  menguat  Jumat  lalu  dari  laporan  penguatan  earning,  tetapi  dollar  anjlok  terhadap  euro  dan  yen  karena  melemah  dari  ekspektasinya  data  perekonomian  AS  dengan  the  Fed  dapat  melonggarkan  kebijakan  (ekonomi)  lebih  lanjut  untuk  mendorong perekonomiannya (dengan QE3).   

Saham‐saham  AS  meningkat  dalam  rangkaian  empat  harinya,  dibantu  penguatan  dari  ekspektasinya  profit  dari  Amazon.com  Inc  <AMZN.O> dan Expedia Inc <EXPE.O>.    

Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> bertambah 23.69 poin, atau 0.18 persen, untuk ditutup ke level 13,228.31. Indeks Standard &  Poor's 500 <.SPX> meningkat 3.38 poin, atau 0.24 persen, ke level 1,403.36. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> naik 18.59 poin, atau 0.61  persen, ke level 3,069.20.    

Perekonomian AS yang merupakan terbesar didunia mengalami ekspansi 2.2 persen dalam tahunannya untuk pertama kali dalam tiga  bulan pada tahunannya, dibawah ekspektasi ekonom 2.5 persen. 

Kemungkinan lebih besarnya stimulus dari the Fed menekan dollar, yang anjlok terhadap euro dan yen. The greenback turun 0.79 persen  ke level 80.37 yen <JPY=>. Euro menguat 0.24 persen ke level $1.3240 <EUR=> terhadap the greenback – berada dalam kisaran $1.30  hingga $1.34 dalam tahunannya.   

Sementara  itu  Bank  of  Japan  menaikkan  program  pembelian  obligasi  dan  membuat  perubahan  lainnya  pada  program  pembeliannya,  langkah  yang  terlihat  bertahap  daripada  langkah  yang  signifikan  untuk  mencoba  membawa  perekonomian  Jepang  keluar  dari  kelesuannya.          

Indeks FTSEurofirst <.FTEU3> ditutup naik 0.69 persen ke level 1,051.50, dengan mencatatkan membaiknya order kuartal pertama dari  Swedish  engineering  groups  Sandvik  <SAND.ST>  dan  Atlas  Copco <ATCOa.ST>  yang  menekan  penurunan  peringkat  Standard  &  Poor's  pada sovereign debt Spanyol Kamis sebelumnya.  

Obligasi pemerintah AS bertenor 10‐tahun/U.S. Treasury note <US10YT=RR> naik 4/32, dengan yield 1.9313 persen.    

Emas  naik  dari  rangkaian  empat  harinya  Jumat  lalu  dan  mencatatkan  kenaikan  mingguan  terbesarnya  sejak  akhir  Februari,  karena  kekecewaan pertumbuhan (ekonomi) AS dan utang Eropa yang mendorong permintaan investasi dari logam mulai. Spot emas <XAU=>  naik 0.4 persen ke level $1,663.11 per ons pada pukul 2:51 p.m. EDT (1851 GMT). Dalam mingguannya emas mencatatkan kenaikan 1.3  persen, terbesar dalam delapan minggunya. U.S. gold futures <GCM2> untuk pengiriman Juni di settled menguat $4.30 ke level $1,664.80  per  ons.  Volume  perdagangan  dibawah  100,000  lot  pada  pukul  3  p.m.,  data  Reuters  sebelumnya  yang  membuatnya  berada  dalam  volume terendah dalam tahunannya.  

• U.S.  crude  oil  futures  berbalik  positif  dalam  volume  perdagangan  yang  tipis  dalam  hariannya,  dibantu  oleh  aksi  short‐covering  kedepannya dari akhir pekan. Crude AS di settled ke level $104.93 per barrel, naik 38 sen, atau 0.36 persen. 


GOLD & COMMODITIES
Emas menguat dalam 4 sesi berturutan di hari Jumat dan mencatat kenaikan mingguan terbesarnya sejak akhir Februari, menyusul rilis  data  GDP  AS  yang  mengecewakan  dan  keprihatinan  seputar  krisis  utang  Eropa  telah  mendorong  minat  investor  untuk  berinvestasi  kedalam logam mulia. 

Aksi beli emas meningkat setelah laporan menyebutkan pertumbuhan ekonomi AS melambat di kuartal pertama, sedangkan minat pada  aset aman juga mendorong naiknya emas pasca penurunan peringkat utang Spanyol oleh Standard & Poor's (S&P). 

Harga  emas  spot  naik  0.4%  di  $1,663.11  per  ounce.  Dalam  sepekan,  emas  mencatat  kenaikan  1.3%,  kenaikan  yang  terbesar  dalam  8  pekan terakhir.  Sedangkan emas berjangka AS untuk pengiriman Juni berakhir naik $4.30 di $1,664.80 per ounce. 

Logam  mulia  telah  kehilangan  sekitar  $125  per  ounce  sejak  akhir  Februari  setelah  rilis  optimis  sejumlah  data  ekonomi  AS  telah  mengurangi harapan akan kelanjutan program pelonggaran moneter oleh The Fed.  Sementara  berkurangnya  kekhawatiran  pada  krisis  utang  Eropa  telah  mendorong  minat  investor  pada  aset  beresiko,  sehingga  turut  menekan emas. 

Sepanjang tahun ini, emas telah menguat sekitar 6%, masih berada dalam performa yang lebih rendah dibandingkan kenaikan 12% pada  ekuitas AS.