title cover

title cover

Monday, May 14, 2012

Headline News 14.05.12


US & GLOBAL
• Bursa saham global melemah Jumat lalu karena ketidakpastian mengenai suramnya krisis utang Eropa yang dapat diatasi pada awalnya  dengan  membaik  dari  ekspektasinya  consumer  sentiment  AS,  sementara  itu  harga  oil  anjlok  setelah  pelemahan  data  dari  Cina  yang  mengurangi ekspektasi permintaan.     

• Obligasi  safe‐haven  pemerintah  naik,  dengan  yield  pada  obligasi  bertenor  10‐tahun/U.S.  Treasury  mencatatkan  penurunan  dalam  rangkaian  delapan  minggunya.  Apakah  Yunani  bisa  tetap  bertahan  dalam  zona  euro  dan  permasalahan  mengenai  tingkat  kesehatan  perbankan Spanyol mendorong aksi beli.   

• Data menunjukkan consumer sentiment AS naik ke level tertinggi yang lebih dari empat tahun pada awal Mei yang mendorong saham‐ saham pada awal hariannya, tetapi permasalahan mengenai Eropa dan JPMorgan Chase & Co's <JPM.N> dari kerugian perdagangan $2  milyar membawa pasar saham untuk melemah. Saham JPMorgan's turun 9.3 persen ke level $36.96, penekan terbesar pada indeks S&P  500. Penekan terbesar lainnya adalah Citibank <C.N>, anjlok 4.2 persen ke level $29.35.   

• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> melemah 34.44 poin, atau 0.27 persen, untuk ditutup ke level 12,820.60. Indeks Standard &  Poor's 500 <.SPX> berkurang 4.60 poin,atau 0.34 persen, ke level 1,353.39. Tetapi indeks Nasdaq Composite <.IXIC> hanya naik 0.18 poin,  atau 0.01 persen, untuk ditutup ke level 2,933.82.   

• Indeks FTSEurofirst <.FTEU3> dari saham‐saham utama Eropa naik 0.3 persen untuk ditutup dilevel 1,022.52. Indeks MSCI world equity  <.MIWD00000PUS> berbalik melemah, turun 0.3 persen ke level 314.99.   

• Euro anjlok ke level terendah 3‐1/2‐bulan pada perdagangan yang volatile. Euro telah merosot terhadap dollar sekitar delapan dari 10  harinya dengan secara kumulatif turun 2.4 persen, dipangkas oleh gejolak Yunani. Euro <EUR=> berkurang 0.12 persen ke level $1.2919,  sementara itu dollar index AS <.DXY> meningkat 0.21 persen ke level 80.283. Terhadap Japanese yen, dollar <JPY=> melemah 0.03 persen  ke level 79.90.   

• Obligasi AS bertenor 10‐tahun/U.S. Treasury note <US10YT=RR> naik 9/32 pada harganya dengan yield 1.84 persen.   

• Emas merosot hampir 1 persen  Jumat lalu karena kekhawatiran memburuknya krisis utang Eropa dan penurunan tajam pada ekuitas  serta komoditas membawa logam mulia mencapai penurunan terbesar mingguannya tahun ini. Spot emas <XAU=> turun 0.8 persen ke  level $1,5780.25 per ons pada pukul 2:37 p.m. EDT (1837 GMT), yang pada awalnya mencapai level terendahnya $1,574.29, terendah  sejak 3 Jan.   

• Industrial output Cina mengalami ekspansi pada bulan April ke fase terlambat tahunannya yang mendekati tiga tahun. Ketika ditambah  dengan kurangnya gambaran perdagangan dari Kamis sebelumnya, data memperkirakan perekonomian Cina berlanjut melambat setelah  pelemahan kinerja kuartal pertamanya.   

• Brent crude futures untuk pengiriman bulan Juni <LCOc1> melemah 47 sen untuk di settle ke level $112.26 per barrel. U.S. June light  sweet crude contract <CLc1> anjlok 95 sen untuk di settle ke level $96.13 per barrel. 


GOLD & COMMODITIES
• Emas merosot 1% pada sesi Jumat dipicu kekhawatiran memburuknya krisis utang Eropa dan koreksi tajam pada ekuitas dan komoditas  telah menyebabkan emas mengalami penurunan mingguan terbesarnya tahun ini. 

• Emas mengalami tekanan terberatnya setelah pengumuman kerugian perdagangan dari JPMorgan Chase & Co <JPM.N>, sebagai trader  utama  emas,  yang  membuat  sentimen  negatif  di  kalangan  investor.  Penurunan  tajam  pada  harga  minyak  dan  tembaga  juga  telah  mengimbangi rilis positif data kepercayaan konsumen AS. 

• Ketidakpastian politik di Yunani dan pergantian kepemimpinan di Perancis pekan kemarin telah memicu keraguan dikalangan investor  mengenai  apakah  Eropa  akan  benar‐benar  keluar  dari  krisis  setelah  diberi  bailout  milyaran  euro.  Kekhawatiran  terhadap  kondisi  perbankan Spanyol juga turut memberi tekanan. 

• Emas spot turun 0.8% ke $1,5780.25 per ounce, setelah sempat tersungkur ke level intraday low $1,574.29, level terendahnya sejak 3  Januari.  Dalam  sepekan  terakhir,  emas  mencatat  kerugian  3.7%,  kinerja  terburuknya  sejak  pekan  per  18  Desember  tahun  lalu  ketika  terkoreksi hampir 7%. Sedangkan untuk emas berjangka AS pengiriman Juni turun $11.50 di $1,584 per ounce. 

• Meskipun  tahun  lalu  emas  cenderung  diuntungkan  oleh  kekhawatiran  terhadap  performa  ekonomi  Eropa,  namun  tahun  ini  emas  cenderung bergerak searah dengan aset beresiko, setelah dolar dan obligasi pemerintah AS dianggap sebagai pilihan yang lebih aman. 

• Aksi beli fisik emas dari India juga terlihat lemah dalam beberapa pekan terakhir, akibat melemahnya rupee, dan menambah pesimisme  pada emas. 

• Sedangkan sejumlah aksi beli emas terlihat di AS, dimana penjualan koin emas American Eagle menembus 31500 ounce dalam bulan ini,  naik sekitar 50% dibandingkan penjualan bulan April secara keseluruhan. 
OIL & COMMODITIES
• Harga  minyak  turun  di  hari  Jumat  dan  mencatat  penurunan  mingguan  keduanya  secara  berturut‐turut,  tertekan  oleh  lemahnya  pertumbuhan industri di Cina yang meng‐counter laporan positif data kepercayaan konsumen AS yang menembus level tertinggi 4 tahun. 

• Penurunan minyak mentah jenis Brent sebesar 6.2% dalam 2 pekan terakhir adalah merupakan prosentase kerugian 2 pekan terbesarnya  sejak 16 Desember. Sedangkan minyak mentah AS turun 8.4% dalam 2 pekan terakhir, mencatat koreksi terbesarnya sejak 30 September. 

• Minyak mentah telah mengalami tekanan sejak sesi awal ketika data menunjukkan produksi industri Cina di bulan April tumbuh pada  level  terlemahnya  selama  hampir  3  tahun  terakhir.  Laporan  tersebut  menambah  gambaran  buruk  pada  ekonomi  Cina  pasca  rilis  mengecewakan data perdagangan di hari sebelumnya. Cina, sebagai negara konsumen minyak terbesar kedua setelah AS, melaporkan  ekspor dan impor di bulan April tumbuh pada tingkat yang lebih rendah dari perkiraan. Kinerja perdagangan di bulan tersebut juga secara  mengejutkan  melemah,  sehingga  pemerintah  nampaknya  perlu  untuk  melonggarkan  kembali  kebijakan  moneternya  untuk  memacu  ekspansi ekonomi tahunannya. 

• Minyak  kemudian  memangkas  kerugiannya  setelah  dirilisnya  data  kepercayaan  konsumen  AS  yang  naik  di  bulan  ini  ke  level  tertinggi  selama  lebih  dari  4  tahun,  berdasarkan  laporan  data  awal  Mei  dari  Thomson  Reuters/University  of  Michigan.  Data  tersebut  telah  memberi  dukungan  positif  pada  ekuitas  AS,  sebelum  akhirnya  berakhir  melemah.  Bursa  saham  juga  sempat  menguat  bahkan  disaat  muncul laporan kerugian dari JPMorgan Chase & Co's sekitar $2 milyar dan telah membantu mengurangi kerugian pada minyak. 

• Minyak juga telah mendapat tekanan dari laporan kenaikan produksi minyak OPEC yang membantu mendorong naiknya stok minyak AS  dan juga ketidakpastian kondisi ekonomi dan politik di Eropa akibat krisis utang. 

• Brent June crude <LCOc1> turun 47 sen di $112.26 per barel, setelah jatuh ke $111.40, dan mencatat kerugiannya dalam pekan kemarin  mencapai 0.81%.   

• Sedangkan U.S. June crude <CLc1> jatuh 95 sen di $96.13, di bawah MA‐200 di $96.27, dan mencatat penurunan 2.4% sepekan kemarin. 

• Berdasarkan  laporan  dari  International  Energy  Agency  (IEA)  bahwa  permintaan  minyak  global  tahun  ini  masih  relatif  tetap,  hanya  mencatat naik 20.000 barel per hari dari laporan sebelumnya 790.000 barel per hari. EIA memprediksi harga minyak masih akan tinggi  akibat tekanan masalah program nuklir Iran bahkan disaat meniingkatnya suplai minyak dunia dan naiknya stok minyak. 

EURO ZONE
• Pada sesi Jumat akhir pekan lalu euro sempat menguat terhadap dolar AS, rebound tipis setelah sempat anjlok ke level terendah sejak 3‐1/2 bulan terakhir  menyusul  ketidakpastian  politik  Yunani  dan  Perancis  serta  kondisi  perbankan  Spanyol  yang  meningkatkan  kekhawatiran  pelaku  pasar.  Turut  menekan  minat  investor  terhadap  aset  beresiko  adalah  pernyataan  institusi  keuangan  terkemuka  JP  Morgan  Chase  yang  merugi  hingga  2  miliar  USD  dalam  perdagangan beberapa mata uang asingnya.  

• Pimpinan Partai Sosialis – Evangelos Venizelos pesimis bahwa masih terdapatnya harapan bahwa pemerintahan baru akan bisa terbentuk, menyusul tidak  ada pihak yang meraih suara mayoritas. Pemimpin Demokrat Kiri menegaskan bahwa Yunani kemungkinan besar akan terpaksa menjalani pemilu ulang  untuk dapat menentukan pihak mana yang bisa membentuk pemerintahan baru.  

• Awal  pekan  ini  para  menteri  keuangan  Uni‐Eropa  akan  bertemu  di  Brussels  –  Belgia  untuk  membicarakan  agenda  perkembangan  ekonomi  global  dan  diperkirakan akan berfokus pada krisis di Yunanidan problem anggaran di Spanyol. Pertemuan tersebut kemudian akan dilanjutkan dengan pertemuan  menteri‐menteri keuangan dari ke 27‐anggota Uni‐Eropa. Dan yang akan menjadi perhatian adalah pertemuan pertama kalinya antara Presiden Francois  Hollande dengan Kanselir Angela Merkel untuk melihat pendekatan apa yang akan digunakan kedua pemimpin tersebut dalam menyelaraskan langkah  penanganan krisis Uni‐Eropa. 

• Dalam sepekan  terakhir  euro tercatat  pelemahan  tajam  1,25  persen  terhadap  dolar  AS ke  1.2920,  sementara  itu  euro  juga  mencatat  pelemahan  1,15  persen terhadap yen ke 103.25, dan euro juga mencatat pelemahan 0,78 persen terhadap sterling ke 0.8038 dan melemah tipis 0,02 persen terhadap  Swiss franc di 1.2010. 

U.K.
• Consumer  morale  di  Inggris  memburuk  pada  bulan  April  karena  orang  menjadi  khawatir  mengenai  ketersediaan  jobs  dan  menjauhi  untuk  membeli barang‐barang mahal seperti kendaraan/mobil, sebuah survei dari lender Nationwide menunjukkannya Jumat lalu. 

• Gambaran  terpadu  dengan  survei  yang  dirilis  Rabu  sebelumnya  yang  menunjukkan  penjualan  ritel  Inggris  anjlok  menuju  penurunan  terbesar  tahunannya yang lebih dari satu tahun pada bulan April sementara itu jumlah orang yang bekerja tetap menjadi melambat pertumbuhannya. 

• Inggris berbalik suram pada bulan lalu karena anjloknya sektor konstruksi yang manandai makin dalamnya resesi dan para produser menaikkan  harga, menyoroti panjang dan sulitnya untuk kembali pada sehatnya perekonomian.  

AUSTRALIA
• Aussie terkoreksi ke level terendah selama hampir 5 bulan pada hari Jumat setelah sentimen terhadap aset beresiko kembali mendapat tekanan pasca  serangkaian data Cina yang mengecewakan serta JPMorgan Chase & Co's yang melaporkan kerugian perdagangan senilai $2 milyar. 

• Aussie terkoreksi ke level intraday low di $1.0018, level terendahnya sejak akhir Desember. Aussie berhasil rebound dan bergerak di sekitar $1.0065 di sesi  New York setelah rilis data ekonomi AS memberikan peluang untuk The Fed melonggarkan kebijakan moneternya. Namun koreksi kembali terjadi di akhir  sesi dan terakhir bergerak di sekitar $1.0025. 

• PPI AS diluar dugaan turun di bulan April menyusul biaya energi turun ke level tertajamnya dalam 6 bulan terakhir, sinyal bahwa inflasi melemah, dan  memberikan tambahan peluang bagi The Fed untuk melonggarkan kebijakan moneternya untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi. 

• Sebelumnya,  Aussie  mengalami  tekanan  setelah  data  industrial  production  Cina  turun  tajam  di  bulan  April  menyusul  investasi  melemah  ke  level  terendahnya selama hampir 1 dekade terakhir, dan dirilis jauh di bawah ekspektasi pasar. Aussie sangat rentan tekanan oleh berita buruk dari Cina, karena  negara tersebut adalah pasar ekspor terbesar Australia. Jika ekonomi Cina memburuk, maka dipastikan nilai ekspor Australia akan turun dan berpotensi  membebani ekonomi Australia, sehingga nilai tukar Aussie pun cenderung melemah. 

• Kondisi politik di zona euro masih akan menjadi sorotan pasar, khususnya di Yunani, setelah hasil pemilu yang kurang meyakinkan pekan lalu berpotensi  membawa  negara  tersebut  mengalami  kekacauan  politik  sehingga  menaikkan resiko  Yunani  akan  terdepak  dari  zona  euro. Selama  sentimen  terhadap  kondisi zona euro masih negatif, maka akan berpeluang menekan aset‐aset beresiko, termasuk mata uang berimbal hasil lebih tinggi, seperti Aussie. 

JAPAN
• Pada  sesi  Jumat  akhir  pekan  lalu  rilis  data  kepercayaan  konsumen  Amerika  –  University  of  Michigan  surveys  untuk  periode  Mei  memperlihatkan  peningkatkan ke level tertinggi sejak 4‐tahun terakhir. Kondisi mana kemudian meningkatkan minat terhadap aset beresiko dan menaikkan performa dolar  AS terhadap yen Jepang.  

• Bank of Japan menyatakan bahwa pihaknya akan terus berfokus untuk mempertahankan aset investasi asingnya dalam bentuk instrument yang likuid dan  aman  ditengah  volatilitas  pada  pasar  keuangan  global.  Hal  ini  dilakukan  untuk  memastikan  dukungan  bagi  perbankan  domestik  dalam  kemungkinan  kesulitan perbankan domestik mendapatkan dana tunai di luar negeri. BOJ diperkirakan me‐manage sekitar 4,35 triliun yen (54 miliar USD) dalam bentuk  aset asing. 

• Dalam sepekan terakhir dolar AS tercatat menguat 0,11 persen terhadap yen ke 79.91, sementara itu euro melemah 1,15 persen terhadap yen ke 103.25.  Sedangkan Aussie dolar tercatat anjlok 1,38 persen terhadap yen 80.10 dan sterling turun 0,35 persen terhadap yen ke 128.45. 

SWISS
• Swiss franc sempat terkoreksi terhadap dolar setelah mencatat intraday low di 0.9306 franc per dolar akibat tekanan atas kebuntuan  politik di Yunani yang meningkatkan kekhawatiran terhadap kemungkinan negeri para dewa tersebut tersingkir dari zona euro. Namun di  sesi New York, Swiss franc berhasil memangkas kerugiannya dan bergerak relatif datar terhadap dolar di sekitar 0.9290 franc per dolar. 

• Kondisi politik di zona euro masih akan menjadi sorotan pasar, khususnya di Yunani, setelah hasil pemilu yang kurang meyakinkan pekan  lalu  berpotensi  membawa  negara  tersebut  mengalami  kekacauan  politik  sehingga  menaikkan  resiko  Yunani  akan  terdepak  dari  zona  euro. Selama sentimen terhadap kondisi zona euro masih negatif, maka akan berpeluang menekan aset‐aset beresiko, termasuk mata  uang berimbal hasil lebih tinggi dan akan menguntungkan dolar. 

• Data import and producer price index Swiss diprediksi turun 2% dalam basis tahunan di periode April, sedangkan dalam basis bulanan  indeks diprediksi naik 0.2%. data akan dirilis pada hari Senin pukul 14.15 wib.   

Friday, May 11, 2012

Headline News 11.05.12


US & GLOBAL
• Bursa saham global meningkat untuk pertama kali dalam tujuh harinya Kamis lalu yang secara relatif didorong oleh data  jobs AS dan membaiknya sentimen investor mengenai krisis utang Eropa.      

• Pasar saham AS dan Eropa naik setelah data menunjukkan klaim AS untuk unemployment benefits sedikit turun minggu  lalu, ditandai perbaikan setelah pelemahan pertumbuhan employment bulan April yang menunjukkan memburuknya pasar  tenaga kerja AS. 

• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 19.98 poin, atau 0.16 persen, ke level 12,855.04. Indeks Standard &  Poor's 500 <.SPX> meningkat 3.41 poin, atau 0.25 persen, ke level 1,357.99. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> berkurang  1.07 poin, atau 0.04 persen, ke level 2,933.64.    

• Indeks FTSE Eurofirst <.FTEU3> dari saham‐saham utama Eropa ditutup meningkat 0.45 persen ke level 1,019.05. Indeks  MSCI's all‐country world equity <.MIWD00000PUS> bertambah 0.3 persen ke level 315.97, kenaikan pertama kali dalam  rangkaian penurunan enam harinya. Indeks emerging market <.MSCIEF> bertambah 0.3 persen ke level 980.69.   

• Euro  menguat  terhadap  dollar  Kamis  lalu,  menekan  rangkaian  penurunan  delapan  harinya  dan  memantul  dari  level  terendah 3‐1/2‐bulannya baru‐baru ini karena tekanan pasar obligasi Spanyol mulai tenang dan penjaminan dana Yunani  untuk  membayar  kembali  bondholders‐nya.  Euro  <EUR=>  terakhir  diperdagangkan  pada  level  $1.2958,  naik  0.2  persen  setelah tertekan ke level terendah sejak akhir Januari Rabu lalu ke level $1.2910.     

• Terhadap Japanese yen, dollar <JPY=> naik 0.46 persen ke level 80.00 yen. U.S. dollar index <.DXY> meningkat 0.08 persen  ke level 80.143.   

• Harga  Treasury  AS  anjlok  Kamis  lalu  karena  membaiknya  jobless  claims  AS  dan  terhenti  dari  bertahannya  berita  kekhawatiran Eropa yang mendorong hasrat pada safe‐haven obligasi pemerintah.   

• Emas naik Kamis lalu, mengakhiri rangkaian penurunan tiga harinya, karena aksi bargain hunters dalam pasar setelah turun  tajamnya harga minggu ini dari kekhawatiran mengenai memburuknya krisis utang Eropa. Spot emas <XAU=> meningkat  0.3 persen ke level $1,594.90 per ons pada pukul 1902 GMT, rebound dari pelemahan level terendah empat bulannya Rabu  lalu. U.S. gold futures <GCM2> untuk pengiriman Juni di settled naik $1.30 per ons ke level $1,595.50, dengan besarnya  volume perdagangan yang bersamaan dengan rata‐rata 30‐harinya, sejalan dengan penguatan trennya baru‐baru ini.     

• Harga minyak mentah ditutup beragam dalam perdagangan yang choppy Kamis lalu karena pelemahan dari ekspektasinya  data perdagangan Cina, naiknya produksi OPEC dan pembuktian penguatan data pasar tenaga kerja AS yang memperkeruh  outlook  permintaan  minyak  mentah.  Brent  crude  <LCOc1>  melemah  untuk  di  settle  turun  47  sen  ke  level  $112.73.  U.S.  crude <CLc1> bertambah 27 sen untuk di settle ke level $97.08 per barrel.


GOLD & COMMODITIES
• Emas  naik  pada  hari  Kamis  seiring  berkembangnya  bargain  hunter  setelah  harga  turun  tajam  minggu  ini  di  tengah  kekhawatiran tentang memburuknya krisis utang Eropa. 

• Emas bergerak mengikuti kenaikan harga ekuitas AS, menyusul tekanan pada pasar obligasi Spanyol sedikit mereda, dan  setelah Yunani mengamankan dananya untuk membayar para pemegang obligasinya. 

• Setelah mengalami koreksi dalam 3 hari, emas masih mencatat kerugian lebih dari 3% dalam pekan ini. 

• Meredanya harapan terhadap berlanjutnya pelonggaran moneter oleh The Fed setelah serangkaian rilis data ekonomi AS  yang  positif,  telah  mendorong  investor  untuk  menjauhi  emas.  Sedangkan  data  AS  semalam  menunjukkan  klaim  pengangguran  mingguan  AS  turun  di pekan lalu,  sebuah indikasi membaiknya  pasar  tenaga  kerja setelah  data non‐fram  payrolls AS pekan lalu dirilis mengecewakan. 

• Masih rendahnya minat beli emas dari negara konsumen emas India dan Cina juga gagal untuk mendorong penguatan emas  lebih lanjut. 

• Harga  emas  spot  naik  0.3%  di  $1,594.90  per  ounce,  rebound  dari  level  terendah  4  bulan  di  hari  Rabu  sebelumnya.  Sedangkan emas berjangka AS untuk pengiriman Juni juga naik $1.30 per ounce ke level $1,595.50.   

• Sementara  investor  membeli  emas  sebagai  aset  aman  dari  resiko  selama  krisis  utang  tahun  lalu,  maka  saat  ini  emas  bergerak searah dengan pergerakan komoditas, dimana pergerakannya berlawanan arah dengan pergerakan dolar. 
OIL & COMMODITIES
• Harga  minyak  bergerak  fluktuatif  pada  perdagangan  Kamis  kemarin  menyusul  data  perdagangan  Cina  yang  dirilis  lebih  lemah  dari  perkiraan,  naiknya  produksi  minyak  OPEC  dan  membaiknya  gambaran  kondisi  pasar  tenaga  kerja  AS,  sehingga  menyulitkan  untuk  membuat gambaran mengenai prospek permintaan minyak kedepannya. 

• Cina, sebaga negara konsumen minyak terbesar kedua setelah AS, melaporkan ekspor dan impor di bulan April tumbuh pada tingkat yang  lebih rendah dari perkiraan. Kinerja perdagangan di bulan tersebut juga secara mengejutkan melemah, sehingga pemerintah nampaknya  perlu untuk melonggarkan kembali kebijakan moneternya untuk memacu ekspansi ekonomi tahunannya. 

• Sementara itu, Organisasi Negara‐negara Pengekspor Minyak (OPEC) melaporkan pihaknya telah memproduksi 1.62 juta barel minyak  per hari, menjadi 31.62 juta bpd bulan lalu menyusul Irak menggenjot produksinya dan industri minyak Libya pulih. 

• Sedangkan data  AS  semalam  menunjukkan  klaim  pengangguran  mingguan AS turun  di  pekan  lalu,  sebuah  indikasi  membaiknya pasar  tenaga kerja setelah data non‐fram payrolls AS pekan lalu dirilis mengecewakan. 

• Bursa saham AS menguat semalam setelah mencatat serangkaian koreksinya, mendorong investor untuk memburu komoditas seperti  minyak  dan  tembaga,  meskipun  buruknya  data  ekonomi  Cina  dan  tingginya  produksi  minyak  OPEC  masih  menyebabkan  terbatasnya  kenaikan harga minyak mentah AS. 

• Meredanya  kekhawatiran  terhadap  krisis  utang  Eropa  juga  telah  membantu  menaikkan  harga  minyak  mentah  AS  dan  membatasi  kerugian pada minyak jenis Brent. European Financial Stability Facility pada akhir perdagangan Rabu kemarin telah menyetujui untuk  merilis jadwal pembayaran bailout untuk Yunani, sehingga berpeluang menghindarkan negara tersebut dari gagal bayar. 
• Di bursa London, ICE Brent crude for June <LCOc1> berakhir turun 47 sen di $112.73 per barel, kembali melemah setelah rebound hari  Rabu yang juga mengakhiri nkoreksinya selama 5 hari terakhir. Sedangkan U.S. crude <CLc1> naik 27 sen di level $97.08.
EURO ZONE
• Euro menguat terhadap dolar AS untuk pertama kalinya sejak 9‐sesi terakhir, berhasil bangkit dari pelemahan ke level terendah sejak 3‐1/2 blan terakhir  akibat mencuatnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap kondisi Spanyol dan prospek penyelesaian krisis hutang Uni‐Eropa. Turut mendukung performa  euro  adalah  penurunan  imbal  hasil  obligasi  Spanyol  dan  keberhasilan  Yunani  mendapatkan  dana  yang  diperlukan  guna  pembayaran  kembali  obligasi.  Dewan European Financial Stability Facility menyetujui pembayaran yang memungkinkan Yunani memenuhi pembayaran kembali obligasi jangka pendek.  

• Langkah pemerintah Spanyol yang melakukan pengambil alihan terhadap bank terbesar negeri tersebut yaitu Bankia juga mendukung sentimen positif  pelaku pasar. Kondisi tersebut kemudian melemahkan imbal hasil obligasi Spanyol tenor 10‐tahun, karena pelaku pasar percaya langkah pengambil alihan  tersebut akan mengembalikan kepercayaan terhadap kondisi perbankan Spanyol. 

• Hingga akhir sesi New York, euro tercatat menguat yipis 0,03 persen terhadap dolar AS ke 1.2934, sementara itu euro juga naik 0,32 persen terhadap yen  ke 103.33, euro masih turun tipis 0,02 persen terhadap sterling ke 0.8014 dan menguat tipis 0,02 persen terhadap Swiss franc di 1.2010. 
U.K.
• Voting Bank of England Kamis lalu tidak memberikan perjuangan ekonomi Inggris injeksi pada cash berikutnya karena permasalahan tingginya  tingkat inflasi yang menekan resiko lamanya resesi dan mengemukanya kembali bahaya dari krisis utang zona euro.   

• Penghentian pada quantitative easing asset purchases atau QE, kemungkinan membuat lebih banyak kesulitan terhadap Konservatif Inggris yang  memimpin koalisi, yang mana babak belur dari pemilu lokal minggu lalu dan bergantung pada pelonggaran kebijakan moneter untuk mengurangi  derita langkah austerity yang bertujuan memangkas besarnya pinjaman publik.   

• Para bank papan atas mengatakan Kamis lalu mereka masih harus mengajukan hingga Juni "living wills" mengatakan bagaimana mereka akan  diselamatkan  atau  terluka  dalam  krisis  tanpa  tergantung  pada  taxpayer  bailout,  enam  bulan  kedepan  dari  saingannya  dimanapun  diseluruh  dunia.

JAPAN
• Anggota  BOJ  –  Sayuri  Shirai  menyatakan  bahwa  keputusan  BOJ  pada  sidang  akhir  April  lalu  untuk  meningkatkan  besaran  dana  dalam  pembelian  aset  mberlandaskan  resiko  yang  mungkin  terjadi  akibat  krisis  hutang  Uni‐Eropa.  Dengan  pernyataan  tersebut  Sayuri  seolah  ingin  menegaskan  bahwa  bank  sentral untuk sementara cenderung akan mempertahankan kebijakan dan mengamati dampak dari kebijakan terakhir yang ditempuh. Namun demikian  Sayuri juga menyatakan bahwa pihaknya tidak menutup kemungkinan akan langkah pelonggaran moneter lanjutan jika memang diperlukan dan kondisi  mendukung. 

• Lebih  lanjut  Sayuri  menyatakan  pihaknya  akan  terus  mengamati  perkembangan  nilai  tukar  yen  terhadap  mata  uang  utama  dunia  lainnya.  Kurs  yen  merupakan salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi laju pemulihan ekonomi Jepang sehubungan dengan tingginya ketergantungan ekonomi  Jepang terhadap ekspor produknya ke luar negeri. 

• Hingga akhir sesi New York, dolar AS tercatat menguat 0.26 persen terhadap yen di 79.87, sementara itu euro naik 0,32 persen terhadap yen ke 103.33.  Sedangkan Aussie dolar tercatat menguat 0,46 persen terhadap yen 80.29 dan sterling juga naik 0,34 persen terhadap yen ke 128.90. 

AUSTRALIA
• Tingkat pengangguran d Australia diluar dugaan turun di bulan April, mendorong menguatnya Aussie seiring meredanya spekulasi terhadap kelanjutan  pemangkasan suku bunga oleh RBA secara agresif.    

• Tingkat  pengangguran  turun  ke  4.9%  dari  5.2%  di  bulan  sebelumnya,  menyusul  penambahan  pekerjaan  lebih  besar  dari  perkiraan  sebanyak  15500  pekerjaan di bulan April, demikian dilaporkan Australian Bureau of  Statistics atau ABS.  

• Jumlah  pencari  kerja  di  Australia  bagian  Barat  turun  3.8%  dari  total  angkatan  kerja,  dari  4.1%  di  bulan  Maret  sebelumnya.  Ini  merupakan  level  terendahnya sejak awall 2009. 

• Laporan tersebut memberikan kontribusi positif bagi pemerintah yang saat ini memprediksi tingkat pengangguran akan naik rata‐rata sekitar 5.5% dalam 2  tahun kedepan. 

• Penurunan pengangguran akan menambah masalah yang dihadapi Reserve Bank of Australia, atau RBA, karena belum lama ini telah memangkas suku  bunganya  setelah melihat  adanya  tanda‐tanda  melambatnya  ekonomi. Pemangkasan sebesar  50 basis poin menjadi  3,75% pekan lalu  sebagian  karena  kekhawatiran bahwa pertumbuhan ekonomi di Australia melambat. Namun dengan membaiknya data pengangguran, maka akan menjadi hambatan atau  kendala untuk pembenaran pemangkasan suku bunga berikutnya. 

• Aussie menguat di atas $1.0100 pasca rilis data dari $1.0050 sebelum laporan pengangguran dirilis. 

SWISS
• Langkah bank sentral Swiss (SNB) yang membatasi penguatan nilai tukar mata uangnya telah sesuai dengan resiko terhadap melambatnya pertumbuhan ekonomi  dan deflasi. Namun otoritas moneter sebaiknya membiarkan nilai tukar franc berfluktuasi mengikuti pergerakan pasar jika pertumbuhan ekonomi dan inflasi relatif  stabil, demikian anjuran yang diutarakan oleh Dana Moneter Internasional (IMF) kemarin. 

• IMF juga mengatakan bahwa pemilihan waktu yang tepat untuk mengakhiri pembatasan penguatan nilai tukar mata uang lokal akan menjadi hal yang penuh resiko.  IMF mendesak agar otoritas moneter melakukan hal tersebut dengan sangat hati‐hati. 

• Meskipun fundamental ekonomi dan kebijakan moneter Swiss terbilang kuat, namun negara tersebut menghadapi resiko dari memburuknya krisis utang zona euro  serta kerentanan pada sektor finansial domestiknya.  

• Secara internal, kebijakan moneter yang longgar dapat memicu kredit hipotek dan gelembung real estate, IMF memperingatkan. Gelembung tersebut menempatkan  bank dalam negeri dan asuransi kedalam sebuah resiko. Penempatan langkah‐langkah regulasi, bukannya pengetatan kebijakan moneter, akan menjadi cara terbaik  untuk mengatasi kekhawatiran terhadap terjadinya gelembung atau bubble real‐estate. 

• SNB telah membatasi penguatan franc atas euro di level 1.20 sejak September lalu, untuk melindungi sektor ekspor dalam negerinya agar tetap dapat bersaing di  pasar global. 

• Kecemasan tentang kebuntuan politik di Yunani awalnya telah menekan euro dan mendorong penguatan franc atas dolar. Euro bergerak mendekati level terendah  3,5 bulan terhadap dolar, menyusul peluang untuk terlaksananya pemilu parlemen yang baru di Yunani semakin besar. 

• Namun  dolar  kemudian  melemah  seiring  meningkatnya  minat  investor  pada  aset‐aset  beresiko,  setelah  data  pekerjaan  AS  menunjukkan  perbaikan.  Klaim  pengangguran mingguan AS turun di pekan lalu, sebuah indikasi membaiknya pasar tenaga kerja setelah data non‐fram payrolls AS pekan lalu dirilis mengecewakan. 

• Setelah  terkoreksi  ke  level  terendah  sejak  15  Maret  terhadap  dolar  pada  Rabu  sebelumnya,  Swiss  franc  kemudian  berhasil  rebound  di  hari  Kamis,  menyusul  melemahnya dolar. Franc menguat 0.1% terhadap dolar di level 0.9274 dibandingkan penutupan New York Rabu. Sementara terhadap euro, franc bergerak datar di  level 1.2010.

Thursday, May 10, 2012

Headline News 10.05.12


US & GLOBAL
• Bursa saham global merosot dalam enam harinya sementara itu obligasi safe‐haven AS dan Jerman naik Rabu lalu karena meningkatnya kekhawatiran mengenai rapuhnya perbankan Spanyol dan kebuntuan politik di Yunani memperburuk ketakutan mengenai krisis utang  zona euro.   

• Permasalahan  mengenai  Eropa  ditambah  AS  dan  ekonomi  global  membuat  pelemahan.  Harga  oil  dan  indeks  Dow  Jones  industrial  average melempem dalam rangkaian enam harinya. Penurunan pasar ekuitas hampir menghapus kenaikan tahun ini pasar saham Eropa.  

• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup turun 97.03 poin, atau 0.75 persen, ke level 12,835.06. Indeks Standard & Poor's 500  <.SPX> berkurang 9.14 poin, atau 0.67 persen, ke level 1,354.58. Indeks Nasdaq Composite  <.IXIC> anjlok 11.56 poin, atau 0.39 persen,  ke level 2,934.71.   

• Spanyol  akan  meminta  bank‐bank  menyisihkan  sekitar  35  milyar  euro  ($45  milyar)  terhadap  pinjaman  untuk  membantu  sektor  pembangunan,  sumber  keuangan  mengatakannya.  Bank  besar  anjlok  setelah  meningkatnya  kekhawatiran  bahwa  negara  tersebut  kemungkinan membutuhkan international bailout.  

• Indeks FTSE Eurofirst <.FTEU3> dari saham‐saham utama Eropa ditutup turun 0.3 persen ke level 1,014.46 poin. Indeks telah melemah  lebih dari 1 persen pada awal hariannya. Indeks MSCI's all‐country world equity <.MIWD00000PUS> anjlok 0.9 persen ke level 314.93,  rangkaian penurunan enam harinya yang terakhir terjadi Februari lalu.   

• Obligasi kemudian membagi kenaikannya. Obligasi bertenor  10‐tahun/U.S. Treasury <US10YT=RR> naik  3/32  pada harga dengan yield  1.83 persen.   

• Euro  anjlok  terhadap  dollar  ke  level terendah  3‐1/2‐bulan  Rabu  lalu, turun  dari  rangkaian delapan  harinya  dari  permasalahan  bahwa  gejolak politik di Yunani mengancam langkah penyelamatan dan karena ketakukan mengenai resiko yang ditimbulkan oleh bank‐bank  Spanyol. Euro merosot ke level terendahnya $1.2910, terendah sejak 23 Jan., sebelum menekan penurunannya untuk diperdagangkan  pada level $1.2936 <EUR=>, berkurang 0.5 persen dalam hariannya.     

• Terhadap yen, euro berada pada level 103.03 yen, anjlok 0.8 persen, setelah mencapai level terendah 102.73, terendah sejak 16 Feb.     

• Emas melemah dibawah level $1,600 per ons pada volume perdagangan yang besar Rabu lalu, mendekati untuk hapus kenaikan tahun  2012 karena ketidakpastian politik di Yunani dan bank Spanyol menambah kekhawatiran investor untuk menjual emas dalam rangkaian  pelemahan tiga harinya. Spot emas <XAU=> sempat berada pada level terendahnya dan turun 1 persen dalam harian ke level $1,589.26  per ons pada pukul 2:50 p.m. (1850 GMT). Emas mencapai level terendah empat bulannya 1,579.30, terendah sejak 3 Jan.     

• Brent  crude  futures  naik  kembali  ke  area  positif  pada  perdagangan  terakhir  Rabu  lalu,  menghapus  pelemahan  lima  harinya  setelah  disetujuinya  pembayaran  bailout  untuk  Yunani  yang  menenangkan  kekhawatiran  mengenai  permasalahan  utang  zona  euro.  ICE  June  Brent crude <LCOc1> di settled di London ke level $113.20 per barrel, naik 47 sen, setelah anjlok ke level terendah $111.31 pada awalnya.  U.S. June crude <CLc1> turun 20 sen untuk ditutup ke level $96.81, anjlok dalam rangkaian enam harinya. Penurunan terbatas dengan  mencapai support pada 200‐hari moving average di level $96.29. 



GOLD & COMMODITIES
• Emas terkoreksi di bawah $1600 per ounce dalam perdagangan yang cukup ramai pada hari Rabu, hampir menghapus keuntungannya  selama  2012  ini  menyusul  ketidakpastian  situasi  politik  di  Yunani  dan  kekhawatiran  bank  Spanyol  telah  mendorong  investor  untuk  menjual emasnya dalam 3 hari perdagangannya secara berturut‐turut. 

• Logam  mulia  telah  turun  lebih  dari  3%  sepanjang  pekan  ini  akibat  kekhawatiran  terhadap  masalah  krisis  utang  Eropa  karena  adanya  pergantian presiden di Perancis, rapuhnya kondisi perbankan Spanyol dan kemacetan politik di Yunani. Huru‐hara yang terjadi di Eropa  sepekan terakhir ini telah menyurutkan minat investor untuk membeli emas. 

• Harga  emas  spot  berhasil  rebound  dari  posisi  terendahnya  dan  mencatat  melemah  1%  di  $1,589.26  per  ounce.  Dalam  perdagangan  kemarin, emas mencatat intraday low di $1,579.30, level terendahnya sejak 3 Januari. Sedangkan emas berjangka AS untuk pengiriman  Juni tercatat turun $10.30 di $1,594.20 per ounce. 

• Harga emas terlihat melemah dalam 2 bulan terakhir, sejak Kepala The Fed Ben Bernanke tidak memberikan indikasi bahwa bank sentral  akan  memulai  putaran  ketiga  pelonggaran  moneternya  (pembelian  obligasi  pemerintah)  atau  yang  lebih  dikenal  dengan  istilah  quantitative easing (QE). 

• Membaiknya  data  ekonomi  AS  belakangan  ini  telah  memperkuat  indikasi  bahwa  langkah  The  Fed  berikutnya  adalah  menaikkan  suku  bunga, kemungkinan dalam 6 hingga 9 bulan kedepan. 

• Kenaikan emas di tahun 2012 mencapai total 14% di akhir Februari, namun saat ini kenaikannya hanya kurang dari 2%. 




OIL & COMMODITIES
• Harga minyak berjangka turun dalam enam sesi berturut‐turut, tertekan oleh data yang menunjukkan stok minyak AS naik untuk 7 pekan  berturut‐turut  dan  juga  oleh  perubahan  peta  politik  di  Eropa  yang  kemungkinan  akan meningkatkan  kembali kekhawatiran  soal  krisis  utang kawasan. 

• Stok  minyak  mentah  AS  naik  melampaui  perkiraan  di  pekan  lalu,  mencatat  kenaikan  3.7  juta  barel  menjadi  379.5  juta  barel,  level  tertingginya sejak Agustus 1990, berdasarkan laporan U.S. Energy Information Administration (EIA) semalam. 

• Stok bensin turun 2.6 juta barel menjadi 207 juta barel, jauh lebih besar dari perkiraan, dan turun 25 juta dari posisi puncak 2012 di 232  juta barel yang tercatat di awal Februari. 

• Sedangkan  untuk  stok  destilate,  termasuk  di  dalamnya  minyak  panas  dan  disel,  turun  3.3  juta  barel  menjadi  120.8  juta,  mencatat  penurunan 7 pekan berturut‐turut. 

• Brent crude futures berhasil menguat kembali kedalam teritorial positif di akhir sesi Rabu, mengakhiri serangkaian kerugiannya dalam 5  sesi  terakhir  setelah  adanya  persetujuan  pembayaran  bailout  kepada  Yunani  telah  mengurangi  kekhawatiran  seputar  krisis  utang  kawasan. Kondisi oversold dalam beberapa hari terakhir akibat tekanan jual yang mengantarkan minyak berjangka turun 8.6% sejak 2 Mei  juga turut memicu bargain hunters. 

• ICE June Brent crude <LCOc1> di pasar London berada di level $113.20 per barel, naik 47 sen setelah turun ke level intraday low $111.31  di awal sesi.  Sedangkan U.S. June crude <CLc1> turun 20 sen untuk ditutup di $96.81, mencatat penurunan 6 sesi berturut‐turut. Kerugian terbatas  setelah menemukan areal support di sekitar SMA‐200 di $96.29. Dalam 6 sesi terakhir minyak mentah AS telah terkoreksi $9.25 atau  8.8%, kerugian 6 hari terbesarnya sejak 23 September tahun lalu. 




EURO ZONE
• Euro  melemah  ke  level  terendah  sejak  3‐bulan  terakhir  terhadap  dolar  AS  seiring  mencuatnya  kekhawatiran  bahwa  gonjang‐ganjing  politik  di  Yunani  akan  membahayakan  kesepakatan  penanganan  krisis  hutang  Uni‐Eropa.  Turut  memberatkan  kinerja  euro  adalah  meningkatnya  resiko  rentannya  kondisi  keuangan  perbankan  Spanyol.  Pemerintah  Spanyol  menuntut  perbankan  untuk  meningkatkan  provisi  dari  portofolio  propertinya  senilai  35  miliar  euro,  kondisi  mana  menaikkan kemungkinan bahwa akan lebih banyak dana publik digunakan dalam penyelamatan perbankan. 

• Euro juga turun ke level terendah sejak Januari terhadap yen setelah imbal hasil obligasi Spanyol naik diatas level 6 persen, merupakan indikasi bahwa investor  memiliki kecemasa akan tingginya biaya yang  dibutuhkan  untuk memperbaiki kondi  perbankan  Spanyol.  Namun demikian  Euro berhasil  bangkit dari pelemahan  terendahnya sejak lebih dari 2‐1/2 bulan terakhir terhadap yen dtopang oleh rebound tipis bursa saham Amerika.  

• Kekhawatiran pelaku pasar terhadap penanganan krisis hutang Uni‐Eropa diperkirakan masih akan membayangi sentimen dalam jangka menengah kedepan, karena  belum ada kejelasan baik dari Presiden Perancis dan partai berkuasa di Yunani mengenai keberlangsungan kesepakatan penanganan krisis hutang.   

• Dari sisi fundamental ekonomi, data memperlihatkan bahwa ekspor Jerman untuk periode Maret melampaui perkiraan, hal tersebut menguatkan harapan bahwa  ekonomi terbesar Uni‐Eropa tersebut akan dapat menghindarkan diri dari potensi resesi. Data tersebut juga menegaskan posisi Jerman sebagai salah satu negara  yang dapat bertahan menghadapi krisis Uni‐Eropa.  

• Hingga akhir sesi New York, euro tercatat melemah 0,52 persen terhadap dolar AS ke 1.2930, sementara itu euro juga turun 0,79 persen terhadap yen ke 103.00,  euro juga melemah 0,36 persen terhadap sterling ke 0.8016 dan melemah tipis 0,02 persen terhadap Swiss franc di 1.2007




U.K.
• Penjualan  ritel  Inggris  anjlok  dalam  fase  tercepatnya  yang  lebih  dari  satu  tahun  pada  April  dan  pertumbuhan  jobs  melambat,  membawa  perekonomian mendekati kontraksi  pada kuartal ketiga dan menaikkan peluang untuk  dorongan cash/stimulus moneter berikutnya dari bank  sentral.   

• Gambaran yang suram juga membawa perhatian pemerintah pada janji untuk melihat melalui langkah tidak populer pada austerity setelah dua  koalisi  berkuasa  menunjukkan  kinerja  yang  rendah  dari  pemilu  lokal,  menggambarkan  keprihatinan  pemilih  mengenai  kenaikan  harga,  pertumbuhan gaji yang rendah dan ketidakpastian mengenai pekerjaan.   

• Bank of England akan menekan tanda‐tanda pelemahan ekonomi terakhir – sebagaimana gejolak yang muncul kembali di zona euro – melawan  tingginya tingkat inflasi ketika keputusan Kamis ini mengenai tingkat suku bunga yang  memberikan Inggris dosis lain stimulus moneter  untuk  melawan resesi.




JAPAN
• Yen menguat terhadap mata uang utama dunia lainnya, ditopang oleh maraknya aksi beli terhadap aset berstatus safe haven ditengah mengerucutnya  kekhawatiran pelaku pasar akan perkembangan penanganan krisis hutang Uni‐Eropa. Terhadap dolar AS dan euro, yen menguat ke level tertinggi sejak  akhir Februari silam, dan sterling turun ke level terendahnya terhadap yen sejak pertengahan April. Sedangkan Aussie dolar juga mencatat pelemahan  tajam terhadap yen pasca merosot ke level terendah sejak awal Januari silam. 

• Anggota senior  partai berkuasa Jepang (Democratic  Party of  Japan) – Seiji Maehara menyatakan bahwa BOJ  dapat lebih melebarkan durasi  dari tenor  obligasi pemerintah yang berada dalam skema pembelian aset mereka kedepannya, kondisi mana diperlukan jika bank sentral memerlukan pelonggaran  moneter lanjutan dalam rangka memerangi kondisi deflasi yang saat ini menggerogoti perekonomian Jepang. Lebih lanjut, Maehara menegaskan pihaknya  menyambut baik langkah pelonggaran moneter BOJ pada sidangnya akhir April lalu yang menaikkan pembelian aset pemerintah hingga 10 triliun yen.  

• Hingga akhir sesi New York, dolar AS tercatat melemah 0.26 persen terhadap yen di 79.66, sementara itu euro turun 0,79 persen terhadap yen ke 103.00.  Sedangkan Aussie dolar tercatat melemah 1,1 persen terhadap yen 79.92 dan sterling juga turun 0,42 persen terhadap yen ke 128.46. 




SWISS
• Swiss  franc  relatif  stabil  terhadap  euro  dan  melanjutkan  tekanannya  terhadap  dolar,  ditengah  kekhawatiran  ketidakpastian  politik  di  Yunani akan menghambat rencana penghematan yang ditujukan untuk mengatasi krisis utang kawasan. 

• Investor  menimbang  ketidakpastian  langkah  selanjutnya  di  Yunani  setelah  pemimpin  partai  Koalisi  Kiri  negara  itu,  pada  hari  Selasa  mengatakan komitmen negara untuk kesepakatan penyelamatan Uni Eropa /  Dana Moneter Internasional menjadi batal demi hukum. 

• Dua  partai  utama  Yunani  pro‐bailout  telah  gagal  memenangkan  suara  mayoritas  dalam  pemilihan  umum  akhir  pekan  kemarin,  meninggalkan pertanyaan atas kemampuan negara tersebut untuk mencegah kebangkrutan dan tetap menjadi bagian dari zona euro. 

• Franc  turun  0.5%  terhadap  dolar  dan  bergerak  di  sekitar  0.9284  franc  dibandingkan  penutupan  New  York  hari  Selasa.  Sedangkan  terhadap euro, Swiss franc bergerak stabil di sekitar 1.2009 franc.





AUSTRALIA
• Menteri Keuangan Australia Wayne Swan mengatakan perbaikan fiskal terbesar dalam tiga dekade yang diumumkan oleh pemerintah pada Selasa lalu  meningkatkan peluang bagi bank sentral negara itu untuk menurunkan suku bunga untuk memacu pertumbuhan ekonomi. 

• Paket  anggaran  Swan  termasuk  pemotongan  besar‐besaran  untuk  anggaran  pertahanan,  ditujukan  untuk  mencapai  target  surplus  oleh  partai  Buruh  menjelang pelaksanaan pemilu yang diperkirakan akhir tahun depan. Program militer dan bantuan luar negeri yang akan paling terpukul oleh 33.6 miliar  dolar Australia langkah penghematan yang direncanakan. 

• Pemerintah  bermaksud  untuk  mengubah  defisit  anggaran  sebesar  A$44.4  milyar  di  tahun  fiskal  yang  berakhir  30  Juni,  menjadi  surplus  sebesar  A$1.5  milyar di tahun depan. 

• Pemerintah  bermaksud  untuk  mengubah  defisit  anggaran  sebesar  A$44.4  milyar  di  tahun  fiskal  yang  berakhir  30  Juni,  menjadi  surplus  sebesar  A$1.5  milyar di tahun depan. 

• Reserve  Bank  of  Australia  telah  memangkas  suku  bunganya  sebesar  50  basis  poin  menjadi  3.75%  di  pekan  lalu  untuk  mendongkrak  pertumbuhan  ekonominya. Pasar memprediksi RBA akan memangkas suku bunga sebesar 100 bps di tahun depan. 

• Aussie melanjutkan koreksinya di hari Rabu menyusul ketidakpastian kondisi politik di Yunani telah mendorong investor untuk menjauhi aset‐aset beresiko  dan memburu aset‐aset aman seperti obligasi Australia.  Aussie melemah 0.8% ke sekitar $1.0037 setelah terkoreksi ke level intraday low $1.0022, level terendahnya sejak akhir Desember. 

• Hari  ini  pasar  akan  mencermati  data  ketenagakerjaan  Australia,  dimana  tingkat  pengangguran  diprediksi  naik  ke  5.3%  di  bulan  April  dengan  jumlah  pekerjaan berkurang sebanyak 5500.
Australia – Data tenaga kerja lebih optimis, AUDUSD rebound
Di luar dugaan, data tenaga kerja Australia periode April dirilis lebih optimis dari ekspektasinya. Daya serap
tenaga kerja Australia di bulan April melonjak 15.5k dari ekspektasi penurunan -5.5k, meskipun masih di bawah
periode Maret sebelumnya yang mencapai 44k.
Yang cukup mengejutkan adalah unemployment rate April yang merosot di luar dugaan menjadi 4.9% dari
ekspektasi peningkatan hingga 5.3% dibanding Maret sebelumnya 5.2%.
Namun jika dilihat lebih jauh, rilis data tenaga kerja Australia tersebut tidak terlalu menggembirakan, karena
ternyata data full-time employment April masih turun -10.5k dari periode sebelumnya 15.8k. Sehingga
disimpulkan bahwa peningkatan daya serap tenaga kerja Australia April tersebut banyak terdapat di tenaga
kerja kontrak paruh waktu (part-time).
Namun untuk jangka pendek ini, dapat dipahami bahwa data tenaga kerja Australia tidaklah seburuk yang
diperkirakan, yang artinya dapat meredam pesimisme pasar, serta meredam prospek kelanjutan pemangkasan
suku bunga RBA – yang diperkirakan akan terjadi pada pertemuan regulernya Juni mendatang.
AUDUSD rebound dari tekanannya untuk test-break ke atas level 1.0100an usai rilis data tenaga kerja Australia
tersebut. Kemarin AUDUSD merosot hampir menuju level parity-nya (1.0000) ke level terendahnya sejak akhir
Desember 2011, di 1.0017. Ini merupakan rangkaian penurunannya dari puncak Q2 di 1.0474 (27 Apr) yang
dipicu oleh pemangkasan suku bunga di luar dugaan sebesar 50 bps oleh RBA ke level 3.75% pada
pertemuannya 1 Mei pekan lalu.
Pada grafik intraday (4 jam) berikut menunjukkan bahwa rebound AUDUSD tidak hanya didukung oleh faktor
fundamental (rilis data tenaga kerja April Australia), namun juga oleh faktor technical, berupa pola reversal

Wednesday, May 9, 2012

Headline News 09.05.12


US & GLOBAL
• Bursa  saham  AS  ditutup  melemah  Selasa  lalu  setelah  perkembangan  politik  di  Yunani  menghembuskan  mengenai  tingkat  kesehatan fiskal Eropa, tetapi rally membantu indeks memangkas penurunan untuk sedikit ditutup diatas level terendahnya.   

• Pemilih  dalam  jajak  pendapat  keduanya  di  Yunani  dan  Perancis  secara  tegas  menolak  keras  langkah  austerity  dimana  pasar  melihatnya sebagai jalan keluar Eropa keluar dari krisis utang, meningkatkan ketidakpastian kedepannya mengenai zona euro.   

• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> melemah 76.44 poin, atau 0.59 persen, ke level 12,932.09. Indeks Standard & Poor's  500 <.SPX> merosot 5.86 poin, atau 0.43 persen, ke level 1,363.72. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> anjlok 11.49 poin, atau 0.39  persen, ke level 2,946.27.   

• Indeks pan‐European FTSEurofirst 300 <.FTEU3> ditutup berkurang 1.66 persen dan indeks saham‐saham blue‐chip Euro STOXX 50  <.STOXX50E> turun 2.06 persen. Saham‐saham global yang dinilai dari indeks MSCI <.MIWD00000PUS> anjlok 0.8 persen.   

• Treasury AS sebagian besar menahan kenaikan pada awalnya Selasa lalu setelah membaiknya lelang obligasi bertenor tiga tahun,  dengan Yunani berjuang untuk membentuk pemerintahan yang mendorong investor mendapatkan tempat sebagai safe haven.  Dengan lelang obligasi bertenor 10 tahun berada diatas rata‐rata volumenya, dengan harga naik 09/32 untuk yield 1.844 persen.   

• Euro merosot kedalam rangkaian tujuh harinya terhadap dollar Selasa lalu berkenaan dengan ketidakpastian politik di Yunani dan  Perancis  pada  perubahan  kepemimpinan  yang  dapat  mengubah  gambaran  rencana  austerity  karena  sebagai  pusat  untuk  menghadapi  krisis  utang  zona  euro.  Euro  terakhir  diperdagangkan  turun  0.3  persen  ke  level  $1.3012  <EUR=>,  menekan  pelemahan dari level $1.2981 dan diatas level terendah $1.2955 yang tercapai Senin sebelumnya, terendah sejak akhir Januari.   

• Emas anjlok sekitar 2 persen pada volume perdagangan yang besar Selasa lalu, secara singkat menyentuh dibawah level $1,600  per ons karena kekhawatiran bahwa krisis utang zona euro dapat memburuk yang memicu aksi jual. Spot emas <XAU=> anjlok 1.9  persen dalam hariannya ke level $1,607.70 per ons pada pukul 3:16 p.m. EDT (1916 GMT), penurunan harian terbesarnya dalam  sebulan. Sempat mencapai level terendah hariannya $1,594.94 per ons, harga terendahnya sejak 4 Jan.   

• Harga minyak mentah anjlok dari rangkaian lima harinya karena ketidakpastian pasca pemilu Yunani yang menambah tanda‐tanda  perlambatan ekonomi dari kedua sisi Samudera Atlantik dan meningkatnya permasalahan mengenai pelemahan permintaan pada  petroleum sebagaimana naiknya cadangan. Brent June crude <LCOc1> melemah 43 sen untuk di settle ke level $112.73 per barrel,  yang telah sempat turun ke level $110.53, dengan support diatas level intraday low Senin lalu $110.34. U.S. June crude <CLc1>  turun  93  sen  di  settle  ke  level  $97.01.  Telah  merosot  ke  level  terendahnya  $95.52,  yang  mendapatkan  support  diatas  level  terendah tahun 2012 Senin lalu $95.34.   


GOLD & COMMODITIES
• Emas turun sekitar 2%, dengan cepat menembus di bawah $1,600 per ounce akibat kekhawatiran memburuknya krisis utang zona euro,  dimana telah memicu sebuah technical selloff. 

• Emas memangkas kerugiannya seiring rebound pada komoditas lainnya dan juga Wall Street. Anjloknya harga emas hari Selasa kemarin  telah memangkas keuntungan emas selama tahun 2012 menjadi hanya kurang dari 3%. Koreksi emas telah menembus sejumlah level  support, dimana mengindikasikan pelemahan emas kemungkinan masih akan berlanjut. 

• Ketidakpastian politik di Yunani dan perubahan kepemimpinan di Perancis telah memicu keraguan investor apakah negara‐negara zona  euro akan mampu mengatasi krisis utang yang tengah melanda dengan milyaran euro melalui paket bailout yang disepakati. 

• Harga emas spot turun 1.9% ke $1,607.70 per ounce, mencatat koreksi harian terbesarnya dalam sebulan. Emas mencatat intraday low di  $1,594.94  per  ounce,  level  terendahnya  sejak  4  Januari.  Sedangkan  untuk  harga  emas  berjangka  pengiriman  Juni  berakhir  melemah  $34.60 di $1,604.50 per ounce.  

• Emas  telah  terkoreksi  $180  dari  posisi  tertinggi  2012  di  $1,790  pada  29  Februari  ketika  Kepala  The  Fed  Ben  Bernanke  tidak  mengisyaratkan akan menggulirkan program quantitative easing (QE) putaran ketiga. Rilis optimis data ekonomi AS telah meredupkan  harapan akan berlanjutnya kebijakan moneter longgar. 

• Treasury AS menguat bersamaan dengan dolar, memberi tekanan pada komoditas seperti minyak dan tembaga. Melemahnya bursa Wall  Street juga turut memberi tekanan pada emas.

• Emas berpotensi melanjutkan koreksinya jika gagal bertahan di atas areal $1,600. 
OIL & COMMODITIES
• Harga minyak kembali jatuh pada hari Selasa, mencatat koreksi kelima kalinya secara berturut‐turut setelah hasil pemilu di Yunani kian  menambah ketidakpastian dan memperkuat indikasi melambatnya pemulihan ekonomi global sehingga menambah kekhawatiran akan  berkurangnya permintaan bahan bakar seiring meningkatnya suplai. 

• Minyak berjangka, euro dan bursa saham tertekan oleh laporan utama yang mengatakan pemimpin partai sayap kiri Alexis Tsipras tidak  akan bekerja sama dengan dua partai utama Yunani, partai Demokrasi Baru konservatif dan sosialis PASOK, kecuali mereka mengingkari  janji untuk mematuhi kesepakatan bailout yang dibuat dengan Uni Eropa dan Dana Moneter Internasional. 

• Harga  minyak  sudah  di  bawah  tekanan  setelah  Menteri  Perminyakan  Arab  Saudi  Ali  al‐Naimi  mengatakan  produksi  minyak  kerajaan  sudah mencapai sekitar 10 juta barel per hari (bph) dan telah menyimpan 80 juta barel untuk mengantisipasi jika terjadi gangguan pada  pasokan minyak. 

• Minyak  juga  kembali  tertekan  setelah  data  dari  grup  industri  American  Petroleum  Institute  (API)  menunjukkan  stok  minyak  mentah  domestik naik 7.8 juta barel di pekan lalu, melampaui ekspektasi pasar terjadi kenaikan 2 juta barel. 

• Brent June crude <LCOc1> melemah 43 sen ke $112.73 per barel setelah tersungkur ke $110.53, mendekati level intraday low Senin di  $110.34.  Sedangkan U.S. June crude <CLc1> ditutup turun 93 sen ke $97.01. Harga juga mencatat intraday low di $95.52, juga mendekati  level intraday low Senin di $95.34, level terendah 2012.   
EURO ZONE
• Euro anjlok terhadap dolar AS dalam 7‐sesi berturut‐turut, terdesak berlanjutnya kekhawatiran pelaku pasar akan ketidakpastian politik di Perancis dan  Yunani  pasca  pemilu.Dengan  kemenangan  pihak‐pihak  yang  selama  ini  bertentangan  dengan  program  pemangkasan  anggaran,  para  investor  khawatir  kondisi tersebut akan mengancam keberlangsungan penanganan krisis hutang Uni‐Eropa. 

• Pimpinan partai koalisi sayap kiri Yunani mengatakan bahwa komitmen Yunani terhadap persetujuan penyelamatan yang digawangi oleh Uni‐Eropa dan  IMF akan menjadi batal dan tidak berlaku lagi. Namun demikian analis menyatakan penurunan euro cukup terbatasi karena sikap dari partai koalisi baru  Yunani tersebut telah diperkirakan sebelumnya.  

• Sementara itu Presiden Perancis Francois Hollande menegaskan pihaknya akan menggunakan pendekatan yang berpusat pada peningkatan pertumbuhan  ekonomi dalam rangka penanganan krisis hutang. Kondisi mana diperkirakan akan emningkatkan tensi ketegangan baru antara Perancis dengan Jerman  yang merupakan penyokong utama pemangkasan fiskal negara‐negara kawasan Uni‐Eropa demi penanganan krisis hutang.  

• Hingga akhir sesi New York, euro tercatat melemah 0,44 persen terhadap dolar AS ke 1.2998, sementara itu euro juga turun 0,44 persen terhadap yen ke  103.82, euro juga melemah 0,20% terhadap sterling ke 0.8045 dan melemah tipis 0,03 persen terhadap Swiss franc di 1.2009. 


U.K.
• House  prices  Inggris  anjlok  mendekati  fase  tercepatnya  dalam  enam  bulan  pada  April  karena  dorongan  sementara  dari  tax  holiday  dan  memudarnya cuaca hangat pada bulan Maret, survei menunjukkannya Selasa lalu. 

• The Royal Institution of Chartered  Surveyors' (RICS) seasonally adjusted house price balance turun menjadi ‐19 dari penurunan tipis revisi ‐11  pada bulan Maret, secara mendasar berada dibawah perkiraan para ekonom ‐10. 

• Hanya London menjadi negara bagian dimana house prices naik, walaupun pada tingkat paling lambat sejak pertengahan 2011. 

• Dan untuk pertama kalinya sejak bulan September, home sales anjlok. 

• House prices pada awalnya telah didukung oleh pembebasan untuk first‐time buyers dari pajak transaksi pada rumah yang nilainya kurang dari  250,000 pound dengan masa berlaku hingga akhir Maret, dengan tidak biasanya cuaca panas meningkatkan pandangannya. 

• "With the recent surge in activity brought on by (the) stamp duty holiday coming to an end, it is unsurprising to see that prices across much of the  country are continuing to fall," kata jurubicara RICS housing Peter Bolton King. 

JAPAN
• Perdana  Menteri  Yoshihiko  Noda  mengatakan  pada  parlemen  Jepang  bahwa  dirinya  tidak  memilki  rencana  cadangan  atau  “plan  B”,  jika  rancangan  kenaikan pajak penjualan yang diajukan pemerintah tidak disetujui oleh parlemen. Jika tidak disetujui, maka dikhawatirkan kondisi tersebut akan semakin  menggelembungkan  hutang  negeri  Sakura  tersebut.  Pemerintah  mengajukan  kenaikan  pajak  penjualan  sebesar  10  persen,  atau  dua  kali  lipat  dari  sebelumnya yaitu 5 persen. Dana tersebut diharapkan akan dapat mendanai pensiun dan biaya kesehatan masyarakat.  

• Hingga akhir sesi New York, dolar AS tercatat melemah tipis 0.03 persen terhadap yen di 79.87, sementara itu euro turun 0,44 persen terhadap yen ke  103.82. Sedangkan Aussie dolar tercatat melemah 0,88 persen terhadap yen 80.74 dan sterling juga turun 0,26 persen terhadap yen ke 129.00. 

AUSTRALIA
• Australia mencatat defisit perdagangan untuk ketiga kalinya secara berturut‐turut di bulan Maret dipicu turunnya ekspor untuk batubara dan bijih besi.  Kondisi defisit ini memperkuat keputusan RBA yang memangkas suku bunganya sebesar 50 basis poin menjadi 3.75% pekan lalu setelah ekonomi terlihat  memburuk di bulan‐bulan awal 2012 ini. 

• Aussie  melanjutkan  koreksinya  setelah  data  menunjukkan  defisit  untuk  barang  dan  jasa  Australia  sebesar  A$1.59  milyar  di  bulan  Maret,  jauh  di  atas  ekspektasi pasar untuk defisit sebesar A$0.9 milyar. Sementara untuk data Februari mengalami revisi defisit menjadi A$754 juta dan A$843 juta untuk  bulan Januari. 

• Hingga  sesi  New York  semalam,  Aussie  mencatat  intraday  low  di  A$1.0090,  level  terendahnya  sejak  29  Desember  2011,  sebelum  akhirnya  mengalami  rebound  dan  bergerak  di  sekitar  A$1.0110.  Hasil  pemilu  di  Yunani  dan  Perancis  yang  memunculkan  keraguan  terhadap  kemampuan  zona  euro  untuk  menjalankan program penghematan sebagai upaya untuk mengatasi krisis utang yang tengah melanda kawasan ternayat memicu investor untuk menjauhi  aset beresiko termasuk mata uang berimbal hasil lebih tinggi seperti Aussie. 

• Para ekonom khawatir bahwa ekspor utama Australia, termasuk bijih besi dan batubara, tidak pulih secepat yang diperkirakan, akibat serentetan cuaca  buruk, perselisihan di sektor industri dan masalah infrastruktur, sehingga meredam prospek pertumbuhan di kuartal pertama. Data hari Selasa kemarin  menunjukkan ekspor batubara turun 19% di kuartal pertama 2012, sementara ekspor bijih besi dan mineral turun 11%.  Namun data penjualan ritel yang dirilis hari Senin sebelumnya mencatat kenaikan bulanan terbesarnya dalam setahun terakhir di periode Maret. 

• Australia menyatakan bahwa mereka berhasil mengakhiri defisit anggaran negara yang telah berlangsung selama empat tahun berturut‐turut. Ini berkat  penghematan atas alokasi pengeluaran rutin dan program militer yang disusun pemerintah Negeri Kanguru itu.   “Kami kembali kepada surplus yang lumayan untuk tahun anggaran 2012/2013, karena tingkat pengangguran yang rendah, pertumbuhan ekonomi yang  solid, dan aliran investasi yang sangat besar sekaligus berhasil menahan inflasi," kata Menteri Keuangan Wayne Swan kemarin seperti yang dikutip kantor  berita Reuters.  Swan mengungkapkan bahwa Australia akan mengalami surplus anggaran sekitar A$1,5 miliar (US$1,53 miliar) untuk tahun fiskal hingga 30 Juni 2013. Di  kalangan  negara  maju,  apalagi  dibandingkan  dengan  situasi  di  AS  dan  Eropa,  pencapaian  Australia  ini  luar  biasa  setelah  bertahun‐tahun  berjuang  mengatasi defisit anggaran sejak ikut menderita resesi global 2008.

SWISS
• Swiss  franc  melemah  terhadap  dolar  setelah  menembus  level  terendah  7  pekan  terhadap  dolar  selama  sesi  sebelumnya,  menyusul  investor prihatin terhadap krisis utang yang melanda Eropa yang telah memukul euro. 

• Euro merosot ke level terendah 3 bulan terhadap dolar pada hari Senin setelah pemilu di Yunani dan Perancis memunculkan keraguan  terhadap  kemampuan zona  euro  untuk  menjalankan  program penghematan  sebagai  upaya  untuk  mengatasi  krisis  utang  yang  tengah  melanda kawasan. 

• Franc secara umum bergerak searah dengan euro terhadap dolar setelah Swiss National bank (SNB) mematok nilai tukar franc sebesar  1.20 per euro pada 6 September lalu. 

• Franc  terkoreksi  sekitar  0.3%  terhadap  dolar  di  level  0.9225  franc  dibandingkan  dengan  level  penutupan  New  York  hari  Senin.  Franc  mencatat  level  intraday  low  di  0.9269  pada  hari  Senin,  level  terendahnya  sejak  pertengahan  Maret,  namun  kemudian  mengalami  rebound. Sedangkan terhadap euro, franc bergerak datar di sekitar 1.2012. 

• Sementara itu data consumer sentiment index periode April yang sedianya dirilis hari Selasa (8 Mei) ternyata ditunda dan baru akan dirilis  pada  tanggal  21  Mei  mendatang.  Kepercayaan  konsumen  Swiss  diprediksi  sedikit  membaik  di  kuartal  kedua  tahun  ini,  meskipun  pesimisme masih mendominasi dibandingkan optimisme.