title cover

title cover

Wednesday, June 6, 2012

Headline News 06.06.12


US & GLOBAL
• Euro merosot dan harga obligasi Jerman naik Selasa lalu karena krisis utang zona euro menunjukkan tanda‐tanda eskalasi setelah Spanyol  mengatakan menjadi tertutup untuk pasar kredit.   

• Bursa saham dunia meningkat, dengan indeks saham utama AS terdorong dari data yang menunjukkan sektor jasa AS bertumbuh sedikit  lebih cepat pada bulan Mei karena membaiknya new orders.   

• Menteri  keuangan  Spanyol  mengatakan  tingginya  borrowing  costs  berarti  pasar  kredit  tertutup  untuk  negaranya,  dan  dia  membuat  seruan pada Uni Eropa untuk membantu rekapitalisasi beban utang perbankannya. 

• Para menteri keuangan dari Group of Seven mendiskusikan kemajuan kearaah penyatuan finansial dan fiskal di Eropa setelah emergency  call tetapi tidak membuat pernyataan bersama.   

• Meskipun  permasalahan  mengenai  Eropa,  bursa  saham  dunia  dan  AS  recovered  dari  penurunan  tajamnya  baru‐baru  ini.  Indeks  MSCI  world equity <.MIWD00000PUS> naik 0.6 persen ke level 292.91. Indeks blue‐chip Euro STOXX 50 <.STOXX50E> ditutup meningkat 0.4  persen, dengan volume perdagangan tipis dari libur publik hari kedua di Inggris.   

• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> naik 26.49 poin, atau 0.22 persen ke level 12,127.95. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX>  bertambah 7.32 poin, atau 0.57 persen, ke level 1,285.50. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> menguat 18.10 poin, atau 0.66 persen, ke  level 2,778.11.    

• Mata uang tunggal <EUR=> terakhir anjlok 0.4 persen ke level $1.2442 setelah penurunan ke level harian terendahnya $1.2409, lebih dari  satu sen dibawah level tertinggi awal mingguannya.    

• Dollar  naik  0.5  persen  ke  level  78.73  yen  <JPY=>,  mencapai  level  tertinggi  hariannya  setelah  Menteri  keuangan  Jepang  Jun  Azumi,  mengatakan penguatan yen memperburuk perekonomian Jepang.   

• Harga emas sedikit melemah pada volume perdagangan yang tipis Selasa lalu, karena pasar mengalami koreksi setelah rally minggu lalu  dan investor mengalihkan perhatian mereka dengan kesibukan kejadian ekonomi penting di Eropa dan jadwal meeting bank sentral pada  akhir bulan ini. Spot emas <XAU=> sedikit melemah 0.1 persen ke level $1,616.81 per ons pada pukul 2:36 p.m. EDT (1836 GMT). U.S.  COMEX  gold  futures  <GCQ2>  untuk  pengiriman  Agustus  terdorong  menguat  pada  perdagangan  tipis  untuk  di  settle  naik  $3  ke  level  $1,616.90. 

• Harga  Brent  crude  pmelemah  pada  perdagangan  yang  choppy  Selasa  lalu,  sementara  itu  crude  AS  naik  pada  hari  keduanya  karena  dukungan data AS menekan tekanan dari gambaran pelemahan zona euro yang memperkuat mengenai permintaan kedepannya pada  petroleum.  Harga  Brent  July  crude  <LCOc1>  di  settled  mendekati  flat  ke  level  $98.84  per  barrel,  naik  kembali  dari  level  terendahnya  dalam 16‐bulan ke level $95.63 Senin sebelumnya. U.S. July crude <CLc1> naik 31 sen untuk di settle ke level $84.29 per barrel.  




GOLD & COMMODITIES
• Harga emas turun ditengah tipisnya volume transaksi pada hari Selasa, menyusul pelaku pasar “rehat” sejenak pasca rally pekan lalu dan  investor mengubah perhatian mereka pada data ekonomi Eropa dan sidang bank sentral dalam bulan ini. 

• Emas melanjutkan konsolidasinya pasca kenaikan 3.5% pekan lalu setelah survey bisnis menunjukkan seluruh indikator ekonomi Eropa  saat ini dalam kondisi melemah. 

• Tidak adanya pernyataan resmi bersama setelah teleconference yang diselenggarakan oleh menteri keuangan G7 untuk membahas krisis  zona euro telah memupus harapan bahwa pembicaraan tersebut akan menghasilkan inisiatif yang dramatis. 

• Logam  mulia  melejit  4.3%  pada  Jumat  lalu  setelah  rilis  mengecewakan  data  pekerjaan  AS  yang  telah  memperkuat  ekspektasi  akan  dilanjutkannya program quantitative easing. Investor sekarang ini lebih memikirkan respon emas untuk bulan Juni menjelang pemilu di  Yunani yang bisa mempercepat negara tersebut keluar dari zona euro, dan sidang sejumlah bank sentral dalam bulan ini. 

• Harga emas spot turun 0.2% di $1,615.66 per ounce, sedangkan untuk emas berjangka COMEX AS pengiriman Agustus naik $3.30 di level  $1,617.20.   

• Keyakinan terhadap emas, yang telah tersingkir oleh lemahnya konsumsi dari pembeli emas terbesar dunia, India, dalam beberapa bulan  terakhir, telah ditopang oleh data pada hari Senin yang menunjukkan impor logam yang sangat tinggi dari Cina.  HSBC melaporkan minat Cina untuk terus melakukan impor emas fisik, terutama koin emas, diharapkan dapat mendongkrak harga logam  mulia. 

• Pelaku pasar akan menantikan testimoni Kepala The Fed Ben Bernanke pada hari Kamis untuk kemungkinan akan dilakukan kebijakan  quantitative easing putaran ketiga. 




OIL & COMMODITIES
• Harga minyak mentah jenis Brent turun tipis pada hari Selasa, sementara harga minyak mentah AS naik untuk kedua kalinya didukung oleh rilis  optimis  data  sektor  jasa  AS  yang  berhasil  mengimbangi  tekanan  akibat  kekhawatiran  krisis  utang  Eropa.  Konslidasi  harga  nampaknya  terjadi,  dengan Brent crude turun di bawah $100 per barel pada hari Jumat setelah mencapai level puncak 2012 di atas $128 per barel di bulan Maret. 

• Minyak berjangka dan ekuitas mendapat dukungan positif setelah rilis data menunjukkan adanya peningkatan tipis pada pertumbuhan sektor  jasa AS di bulan Mei. 

• Brent July crude <LCOc1> turun 1 sen di $98.84 per barel, setelah terkoreksi ke level intraday low $97.68, jauh dari level terendah 16 bulan di  $95.63 pada hari Senin. Sedangkan untuk U.S. July crude <CLc1> naik 31 sen ke level $84.29 per barel, setelah mencatat intraday low di $83.31,  jauh di atas level low hari Senin di $81.21. 

• Penguatan dolar telah membatasi kenaikan harga minyak seiring melemahnya euro, setelah menembus level tertinggi 1 pekan terhadap dolar,  ketika Spanyol mengatakan biaya pinjaman tinggi berarti negara ini secara efektif tertutup dari pasar obligasi dan Uni Eropa harus membantu  rekapitalisasi bank Spanyol. 

• Tidak adanya pernyataan resmi bersama setelah teleconference yang diselenggarakan oleh menteri keuangan G7 untuk membahas krisis zona  euro telah memupus harapan bahwa pembicaraan tersebut akan menghasilkan inisiatif yang dramatis. 

• Stok minyak mentah AS diprediksi turun di pekan lalu. Penurunan tersebut akan mengakhiri kenaikan stok sebanyak 10 kali yang telah dilaporkan  pemerintah AS. Serangkaian kenaikan stok minyak yang terjadi belakangan ini telah menempatkan stok minyak AS pada level tertingginya sejak  1990, berdasarkan laporan Energy Information Administration (EIA).   

• Sementara itu dilaporkan bahwa menjelang perundingan putaran kedua antara Badan Energi Atom Internasional PBB (IAEA) dan Iran pada hari  Jumat di kota Wina Austria, seorang pejabat senior AS mengatakan Selasa kemarin bahwa Iran secara jelas melakukan upaya pembersihan di  lokasi militer, Parchin, tempat dimana IAEA akan melakukan pemeriksaan. 

• Iran dan enam negara ‐ Amerika Serikat, Perancis, Rusia, Cina, Jerman dan Inggris ‐ akan bertemu untuk ketiga kalinya tahun ini di Moskow pada  18‐19 Juni setelah hanya membuat sedikit kemajuan dalam upaya penyelesaian perselisihan tersebut pada pertemuan mereka yang terakhir di  Baghdad bulan lalu. 

• Pelaku  pasar  juga  akan  menantikan  testimoni  Kepala  The  Fed  Ben  Bernanke  pada  hari  Kamis  untuk  kemungkinan  akan  dilakukan  kebijakan  quantitative easing putaran ketiga. 
EURO ZONE
• Euro melemah pada  sesi Selasa  05  Juni akibat  pernyataan Menteri  Keuangan Spanyol –  Cristobal Montoro yang menegaskan bahwa  dengan tingginya  tingkat borrowing cost di negaranya maka sektor kredit mengalami hambatan dari pendanaan. Sementara itu investor juga tidak memperoleh kejelasan  dari hasil konferensi telewicara antara para pemimpin negara‐negara G7 berkaitan dengan penanganan krisis terutama yang melanda Spanyol dan Yunani. 

• Para analis juga memandang hasil dari konferensi tersebut tidak cukup berarti bagi penangan krisis, dan tidak ada substansi yang akan diimplementasikan  guna  meringangkan  beban  Yunani  dan  Spanyol.  Euro  diperkirakan  masih  akan  cenderung  tertekan  dengan  kisaran  level  1.25  menjadi  level  jual  bagi  sebagian analis yang menganggap krisis eropa masih akan berlanjut.  

• Pasca konferensi pemimpin‐pemimpin negara G7 ini, pelaku pasar akan mengamati sidang ECB dan pernyataan Ketua The Fed – Ben Bernanke pada sesi  Kamis 07 Juni. Saat ini muncul spekulasi bahwa ECB akan menurunkan suku bunga pada sidangnya Juni ini ditopang oleh inflasi yang mengendur. Direktur  IMF – Christine Lagarde menyatakan bahwa ECB saat ini memiliki ruang untuk melakukan pemangkasan suku bunga.  

• Hingga akhir sesi New York, euro tercatat melemah 0,32 persen terhadap dolar AS ke 1.2453, namun euro kembali menguat 0,15 persen terhadap yen ke  98.05 yen, dan turun 0,31 persen terhadap sterling ke 0.8095.




U.K.
• Stg/dlr <GBP=> terakhir berada pada posisi level 1.5364  dari level 1.5380 dengan terjadi penurunan 0.1 persen.   

• Terhadap  sterling,  euro  merosot  0.3  persen  ke  level  81.02  pence  <EURGBP=>,  menghentikan  kenaikan  ke  level  tertinggi  satu  bulannya  81.41  pence.   

• Rilis data hari ini dari perubahan Halifax (Mei) yang seharusnya dirilis kemarin juga terdapat data construction PMI bulan Mei sore harinya. 




JAPAN
• Dalam  konferensi  telewicara  dengan  pemipim  negara‐negara  G7  lainnya,  Menteri  Keuangan  Jun  Azumi  menyatakan  bahwa  penguatan  kurs  yen  dan  anjloknya  bursa  saham  Jepang  akan  menimbulkan  resiko  pada  ekonomi  Jepang.  Pernyataan  tersebut  dipandang  para  analis  sebagai  sinyal  bahwa  pemerintah Tokyo tengah menyiapkan langkah antisipatif guna melemahkan kurs yen secara sistematis, atau yang biasa disebut dengan upaya intervensi  mata uang. Namun saat ini langkah intervensi tersebut nampaknya tidak memperoleh dukubungan langsung dari neagra G7 lainnya, mengingat masing‐ masing masih memiliki masalah dalam perekonomiannya sendiri. 

• Berdasarkan  sumber  yang  dekat  dengan  kementrian  keuangan  Jepang,  pemerintah  Jepang  nampaknya  belum  mengantongi  “izin”  dari  pemerintah  G7  lainnya untuk melakukan intervensi yang dilakukan secara tunggal, hanya oleh pemerintah Jepang sendiri. Otoritas Jepang juga diperkirakan masih belum  akan melakukan aksi secara langsung, karena kinerja yen saat ini lebih dipengaruhi oleh krisis eropa dan ekspektasi pelonggaran moneter Amerika, dua hal  yang berada di luar kendali pemerintah Jepang.  

• Hingga akhir sesi New York, dolar AS tercatat menguat 0,47 persen terhadap yen di 78.73, sementara itu euro naik 0,15 persen terhadap yen ke 98.05 yen.  Sedangkan Aussie dolar tercatat menguat 0,67 persen terhadap yen di 76.68 dan sterling juga naik 0,46 persen terhadap yen ke 121.09.




AUSTRALIA
• Bank sentral Australia memangkas suku bunga untuk kedua kalinya pada sidangnya hari Selasa untuk mendongkrak kepercayaan pada ekonomi domestik.  Langkah  tersebut dilakukan menjelang pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank  sentral  dari negara  G‐7  untuk membahas masalah krisis  utang Eropa. 

• Mengutip  suramnya  prospek  ekonomi  global  dan  pertumbuhan  ekonomi  dalam  negeri  yang  lemah  telah  mendorong  RBA  mengambil  keputusan  memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3.5%. 

• Aussie  tidak  banyak  terpengaruh  oleh  keputusan  RBA  tersebut  karena  sudah  banyak  diperkirakan  pasar,  meskipun  sebagian  pelaku  pasar  mengharap  dilakukan pemangkasan lebih besar lagi.  Aussie  awalnya  sempat  terapresiasi  di  atas  $0.9800  untuk  pertama  kalinya  sejak  30  Mei,  sebelum  akhirnya  bergerak  naik  0.2%  di  sekitar  $0.9740  dibandingkan dengan penutupan New York hari Senin. 

• Buruknya data ekonomi di sejumlah negara industri maju, dari data non‐farm payrolls AS hingga data manufaktur Cina telah memperkuat keputusan RBA,  karena Australia sangat bergantung pada permintaan asing untuk produk sumber daya alamnya, khususnya sektor pertambangan. 

• Tingkat suku bunga Australia saat ini yang terendah sejak Desember 2009, namun masih jauh di atas suku bunga AS, Jepang atau Eropa, dimana hal ini  yang menjadi alasan investor untuk menaksir akan terjadi pemangkasan hingga 100 basis poin dalam tahun ini. 

• Pasar keuangan global masih dihantui oleh kekhawatiran krisis perbankan Spanyol dan kemungkinan Yunani keluar dari keanggotaan zona euro setelah  pemilu 17 Juni mendatang. 

• Adapun bank sentral lainnya yang akan disorot pasar pekan ini adalah bank sentral Eropa (ECB) yang akan menggelar sidang regulernya hari Rabu ini dan  bank sentral Inggris (BoE) pada hari Kamis. 

• Pelaku pasar juga akan menantikan testimoni Kepala The Fed Ben Bernanke pada hari Kamis untuk kemungkinan akan dilakukan kebijakan quantitative  easing putaran ketiga.




SWISS
• Inflasi  Swiss  dalam  basis  tahunan  diprediksi  turun  0.9%  di  bulan  Mei,  dibandingkan  dengan  penurunan  1%  di  bulan  April,  sedangkan  dalam basis bulanan, inflasi diprediksi tetap setelah naik 0.1% di bulan April. Data akan dirilis pada hari Kamis besok pukul 14.15 wib. 

• Yield  untuk  obligasi  jangka  pendek  pemerintah  Swiss  kembali  berada  pada  level  negatif  dan  menembus  level  terendahnya  sejak  September pada sebuah lelang hari Selasa menyusul kecemasan tentang krisis utang zona euro mendorong investor untuk membayar  guna memarkir dana mereka di tempat yang aman.  Yield untuk obligasi tenor 3 bulan turun ke ‐0.75% dari 0.62% sepekan lalu. Ini adalah level terendah sejak lelang pada 13 September,  ketika yield mencatat ‐0.801%. 

• Kekhawatiran  terhadap  Yunani  dan  Spanyol  telah  meningkatkan  permintaan  untuk  aset‐aset  berdenominasi  Swiss  franc  dan  memicu  pertanyaan mengenai apakah bank sentral Swiss (SNB) dapat mempertahankan nilai patokan 1.20 franc per euro yang ditetapkan pada 6  September lalu. 

• Pelaku  pasar  juga  akan  menantikan  testimoni  Kepala  The  Fed  Ben  Bernanke  pada  hari  Kamis  untuk  kemungkinan  akan  dilakukan  kebijakan quantitative easing putaran ketiga. 

Tuesday, June 5, 2012

Headline News 05.06.12


US & GLOBAL
• Euro rally dan obligasi melemah dari yield terendahnya minggu lalu pada hari Senin lalu karena gambaran bahwa otoritas berusaha untuk  memperbesar integrasi fiskal pada zona euro.   

• Bursa  saham  AS  merosot,  tetapi  oil,  tembaga  dan  komoditas  lainnya  rebound  karena  investor  berspekulasi  bahwa  tindakan  terkini  kemungkinan berjalan untuk menangani krisis utang dan menjaga Yunani dari meninggalkan zona euro. Bursa saham Wall Street zigzag  antara naik dan turun.   

• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 17.11 poin, atau 0.14 persen, ke level 12,101.46. Indeks Standard & Poor's  500  <.SPX>  naik  0.14  poin,  atau  0.01  persen,  ke  level  1,278.18.  Indeks  Nasdaq  Composite  <.IXIC>  bertambah  12.53  poin,  atau  0.46  persen, ke level 2,760.01.   

• Pada perdagangan yang sepi di pasar Eropa, indeks FTSE Eurofirst 300 <.FTEU3> dari saham‐saham utama Eropa ditutup turun 0.5 persen  ke level 949.94 points. Indeks MSCI world equity <.MIWD00000PUS> melorot 0.3 persen ke level 291.15.   

• Kanselir  Jerman  Angela  Merkel  menekankan  pada  langkah‐langkah  yang  lebih  ambisius,  termasuk  otoritas  sentral  dalam  mengatur  keuangan zona euro dan kekuatan utama baru Eropa untuk berbagai entitas Eropa, pejabat Jerman mengatakannya.  

• Di Spanyol, Perdana menteri Mariano Rajoy menekankan untuk penyelamatan Eropa secara langsung pada permasalahan perbankan.  

• Euro melonjak 1 persen terhadap yen Senin lalu, terdorong diatas level terendahnya 11‐1/2‐tahun yang terjadi sehari sebelumnya. Euro  mencapai level tertinggi 97.96 yen <EURJPY=>, naik diatas level terendah Jumat sebelumnya 95.57. Terakhir diperdagangkan pada level  97.86 yen, naik 0.9 persen dalam hariannya, menurut data Reuters.   

• Harga  Treasuries  AS  merosot  Senin  lalu  karena  para  trader  melakukan  aksi  ambil  untung  dari  rally  baru‐baru  ini  yang  minggu  lalu  membawa yields ke level historis terendahnya.     

• Emas melemah Senin lalu karena investor logam mulia merealisasikan keuntungan dari kenaikan tajam sebelumnya dengan penurunan  pada ekuitas AS, yang mendapat tekanan dari tanda‐tanda perlambatan ekonomi AS dan krisis utang Eropa. Spot emas <XAU=> anjlok 0.7  persen ke level $1,614.89 per ons pada pukul 2:21 p.m. EDT (1821 GMT). U.S. COMEX gold futures untuk pengiriman Agustus <GCQ2> di  settled  turun  $8.20  ke  level  $1,613.90  per  ons,  dengan  volume  perdagangan  anjlok  dibawah  rata‐rata  30‐harinya  dan  perdagangan  sebelumnya.    

• Harga  oil  membalikkan  rangkaian  penurunan  empat  kali  di  level  terendahnya  karena  penurunan  ke  level  bulanannya  menarik  aksi  bargain‐hunters  dan  karena  euro  naik  terhadap  dollar  dari  harapan  para pemimpin  Eropa dapat menjaga keutuhan  zona  euro.  Brent  crude futures <LCOc1> meningkat 42 sen untuk di settle ke level $98.85 per barrel. U.S. July crude <CLc1> bertambah 75 sen untuk di  settle ke level $83.98, setelah pada awalnya melorot ke level $81.21, terendah sejak harga terakhir dibawah level $80 per barrel pada  bulan Oktober.  



GOLD & COMMODITIES
• Emas  terkoreksi  pada  hari  Senin  setelah  investor  melakukan  profit‐  taking  pasca  rally  tejamnya  di  sesi  sebelumnya  untuk  menutup  kerugian di ekuitas AS, yang mengalami tekanan akibat indikasi melemahnya ekonomi AS dan krisis utang Eropa. 

• Logam  mulia,  yang  mengalami  rally  4.3%  di  hari  Jumat  kemarin,  kembali  terkoreksi  menyusul  melemahnya  bursa  Wall  Street  setelah  pasar memusatkan perhatian pada pembicaraan darurat diantara negara G‐7 untuk membahas masalah krisis Eropa. 

• Pasar  akan  memperhatikan  hasil  conference  call  para  menteri  keuangan  dan  gubernur  bank  sentral  dari  negara  G‐7  hari  ini  untuk  membahas masalah krisis utang Eropa. Sedangkan para pemimpin negara G‐20 akan bertemu di Meksiko pada 18‐19 Juni mendatang,  dengan masalah Eropa nampaknya akan menjadi agenda utama. 

• Harga  emas  spot  turun  0.6%  di  $1,616.40  per  ounce,  sedangkan  untuk  emas  berjangka  COMEX  pengiriman  Agustus  turun  $8.20  di  $1,613.90 per ounce, dengan volume transaksi jauh di bawah level rata‐rata 30 hari. 

• Rendahnya nilai yield obligasi AS dan Jerman juga turut mendorong minat investor untuk memburu emas. 
OIL & COMMODITIES
• Harga minyak berjangka AS rebound pada hari Senin setelah 4 hari mengalami penurunan dan mencatat koreksi pekan kemarin sebesar  8.4%, setelah euro mengalami rally menyusul harapan bahwa otoritas Eropa akan mempu mengatasi krisis utang zona euro. 

• Bargain  hunting  juga  mendorong  sejumlah  pembeli  untuk  kembali  beraktifitas    pasca  tekanan  jual  belakangan  ini  mendorong  harga  mendekati level terendah 8 bulan, dan menempatkannya berada pada zona oversold secara teknikal. 

• NYMEX crude untuk pengiriman Juli berakhir pada level $83.98 per barel, naik 75 sen atau 0.9%, setelah terkoreksi ke level intraday low  di $81.21, level terendahnya sejak 6 Oktober 2011. 

• Sedangkan  harga  minyak  Brent  tertekan  oleh  kekhawatiran  melambatnya  pertumbuhan  ekonomi  AS  dan  Cina  dan  krisis  zona  euro  berpotensi mengurangi minat beli pada bahan bakar, namun kemudian berhasil rebound dari level terendah 16 bulan yang dicatat di  awal sesi, seiring menguatnya euro atas dolar. Harga minyak Brent turun 60 sen di level $97.83 per barel, turun dalam 5 sesi berturut‐ turut dan mencatat intraday low di $95.63, level terendahnya sejak 26 Januari 2011. 

• Pasar  akan  memperhatikan  hasil  conference  call  para  menteri  keuangan  dan  gubernur  bank  sentral  dari  negara  G‐7  hari  ini  untuk  membahas masalah krisis utang Eropa. Sedangkan para pemimpin negara G‐20 akan bertemu di Meksiko pada 18‐19 Juni mendatang,  dengan masalah Eropa nampaknya akan menjadi agenda utama.  

• Badan Energi Atom Internasional PBB (IAEA) dan Iran dijadwalkan untuk mengadakan perundingan putaran kedua pada hari Jumat di  kota Wina Austria dan Yukiya Amano, direktur jenderal IAEA, mengatakan dia berharap para pihak bisa menyelesaikan perjanjian yang  memungkinkan inspektur PBB untuk melanjutkan investigasi ke dalam program nuklir Teheran. 

• Iran  dan  enam  negara  ‐  Amerika  Serikat,  Perancis,  Rusia,  Cina,  Jerman  dan  Inggris  ‐  akan  bertemu  untuk  ketiga  kalinya  tahun  ini  di  Moskow  pada  18‐19  Juni  setelah hanya membuat  sedikit  kemajuan  dalam upaya penyelesaian  perselisihan  tersebut  pada  pertemuan  mereka yang terakhir di Baghdad bulan lalu. 
EURO ZONE
• Euro menguat terhadap dolar AS dan yen pada sesi awal pekan ini ditunjang oleh turunnya imbal hasil obligasi beberapa negara kawasan Uni‐Eropa seiring  menguatnya optimisme bahwa otoritas Uni Eropa akan mempertahankan euro . Sementara itu kekhawatiran akan kondisi perbankan Spanyol dan prospek  perlambatan pertumbuhan ekonomi global masih membayangi para investor dan potensial membatasi penguatan. Pemerintah Perancis dan Komisioner  Eropa  memberikan  sinyal  akan  mendukung  rencana  ambisius  untuk  menggunakan  dana  bailout  permanen  untuk  menyelamatkan  perbankan  yang  bermasalah.  

• Sementara itu data terakhir memperlihatkan bahwa inflasi di tataran produsen di kawasan Uni Eropa untuk periode April mengalami penurunan. Kondisi  mana diperkirakan akan memberikan legitimasi bagi bank sentral untuk melakukan pemangkasan suku bunga pada sidangnya Rabu pertengahan pekan ini. 

• Sabtu 02 Juni akhir pekan lalu, Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy menegaskan pentingnya pembentukan otoritas pusat untuk mengawasi kebijakan  fiskal di kawasan Uni Eropa. Pemerintah Jerman juga menginginkan adanya loncatan signifikan dalam mencapai integrasi eropa, meskipun mayoritas analis  tidak terlalu percaya apakah langkah‐langkah tersebut akan mengembalikan kepercayaan pelaku pasar dalam waktu dekat.  

• Pada sesi Selasa 05 Juni ini juga akan digelar konferensi telewicara antara para menteri‐menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara‐negara G7  untuk membahas krisis Uni Eropa.  

• Hingga akhir sesi New York, euro tercatat menguat 0,49 persen terhadap dolar AS ke 1.2493, euro juga kembali menguat 0,93 persen terhadap yen ke  97.90 yen, dan menguat 0,33 persen terhadap sterling ke 0.8120 dan turun tipis 0,04 persen Swiss franc di 1.2007. 




U.K.
• Ekspektasi untuk lebih besar pelonggaran kebijakan moneter dari Bank of England menjaga pergerakan terbatas pada pound.  

• Sterling menguat 0.1 persen ke level $1.5380 <GBP=>, dengan beberapa investor terlihat untuk melakukan aksi jual sebelum keputusan  BoE policy Kamis ini.   

• Rilis data hari ini pada siang harinya adalah Halifax house price basis bulanan dan tahunannya untuk bulan Mei. 




JAPAN
• Gubernur  BOJ  –  Masaaki  Shirakawa  kembali  menyatakan  keengganannya  untuk  meningkatkan  pembelian  obligasi  pemerintah  dengan  lebih  agresif.  Sebaliknya  Shirakawa  menegaskan  proyeksi  membaiknya  ekonomi  Jepang  ditunjang  oleh  mulai  stabilnya  beberapa  tonggak  ekonomi  Jepang.  Namun  demikian Shirakawa mengingatkan akan dampak dari krisis Uni Eropa dan ketidakpastian berkaitan pemulihan ekonomi Amerika.  

• Berkaitan  dengan  perkembangan  kurs  yen,  Shirakawa  menekankan  bahwa  pihaknya  masih  akan  terus  mengamati  perkembangan  kurs  yen.  Karena  menurutnya kurs yen saat ini tidak mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Jepang saat ini. Sebaliknya penguatan yen menurunkan keuntungan dan  daya kompetitif eksportir Jepang yang merupakan penyangga utama ekonomi Jepang.  

• Pada sesi Selasa 05 Juni ini juga akan digelar konferensi telewicara antara para menteri‐menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara‐negara G7  untuk membahas krisis Uni Eropa.  

• Hingga akhir sesi New York, dolar AS tercatat menguat tipis 0,47 persen terhadap yen di 78.36, sementara itu euro naik 0,93 persen terhadap yen ke 97.90  yen. Sedangkan Aussie dolar tercatat menguat 0,71 persen terhadap yen di 76.17 dan sterling juga naik 0,63 persen terhadap yen ke 120.53. 




AUSTRALIA
• Menurunnya iklan lowongan kerja dan keuntungan perusahaan, ditambah kondisi inflasi yang stabil telah memperkuat keyakinan akan lemahnya ekonomi  Australia di awal 2012, sehingga membuka peluang lebih besar untuk RBA memangkas suku bunganya lebih lanjut. 

• Mayoritas ekonom yang disurvey oleh Dow Jones Newswires pasca rilis data mengatakan RBA akan memangkas suku bunganya pada sidangnya hari Selasa  minggu ini. Sebanyak 6 dari 20 responden memprediksi terjadi pemangkasan 50 basis poin sedangkan 10 lainnya memprediksi pemangkasan 25 basis poin.  Sedangkan  hanya  4  responden  yang  memprediksi  suku  bunga  akan  dipertahankan  di  levelnya  saat  ini  3.75%  setelah  mengejutkan  pasar  dengan  pemangkasan 50 basis poin pada sidangnya 1 Mei lalu. 

• Biro Statistik Australia hari Senin kemarin melaporkan keuntungan perusahaan turun 4% di kuartal pertama, lebih rendah dari ekspektasi pasar terjadi  penurunan 2.5%, dipicu oleh penurunan 13% pada keuntungan sektor pertambangan dan  penurunan 10% pada keuntungan sektor manufaktur.  

• Sementara data lainnya menunjukkan jumlah iklan lowongan kerja di surat kabar Australia dan internet turun untuk kedua kalinya secara berturut‐turut di  bulan Mei. Survey menunjukkan iklan lowongan kerja turun 2.4%, sedangkan di kawasan sektor pertambangan di Australia bagian Barat, iklan lowongan  kerja turun 5%, mencatat penurunan 5 bulan berturut‐turut. 

• Aussie awalnya sempat terkoreksi ke level intraday low di $0.9629 setelah data menunjukkan penurunan pada bursa saham lokal ke level terendah hampir  7 bulan dan kemungkinan dilanjutkannya pemangkasan suku bunga oleh RBA. Namun Aussie kemudian berhasil rebound dan mencatat intraday high di  $0.9747 seiring melemahnya dolar setelah data ekonomi AS dirilis buruk dan adanya perkembangan positif di Eropa menyusul indikasi bahwa keanggotaan  zona euro akan tetap dipertahankan. Aussie terakhir tercatat bergerak menguat 0.2% di sekitar $0.9722 dibandingakn penutupan New York hari Jumat. 

• Pasar akan mencermati hasil sidang RBA hari Selasa ini, dimana jika RBA kembali memangkas suku bunganya maka akan memicu koreksi pada Aussie.  Pasar juga akan memperhatikan hasil conference call para menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari negara G‐7 hari ini untuk membahas masalah  krisis utang Eropa. Sedangkan para pemimpin negara G‐20 akan bertemu di Meksiko pada 18‐19 Juni mendatang, dengan masalah Eropa nampaknya akan  menjadi agenda utama.




SWISS
• Swiss  franc  awalnya  sempat  melemah  terhadap  dolar  seiring  meningkatnya  kekhawatiran  akan  krisis  Eropa  dan  melambatnya  pertumbuhan  ekonomi  global, yang telah mendorong perdebatan mengenai apakah bank sentral Swiss (SNB) akan mampu menahan derasnya arus masuk aliran safe‐haven, yang  akan memicu penguatan Swiss franc lebih lanjut. 

• SNB telah mematok atau membatasi penguatan Swiss franc di level 1.20 franc per euro pada bulan September tahun lalu guna melindungi ekonominya  dari resiko deflasi dan resesi, setelah adanya safe‐haven buying dari zona euro yang telah memicu penguatan tajam Swiss franc. SNB telah berulangkali  menegaskan akan tetap mempertahankan plafon atas mata uangnya dengan cara melakukan aksi beli tak terbatas (melakukan intervensi) kedalam pasar  uang. 

• Namun dengan meningkatnya eskalasi krisis zona euro, maka kekhawatiran semakin besar bahwa nilai plafon atas (patokan) bakal mengalami tekanan  seiring derasnya arus masuk modal, sehingga memicu perdebatan apakah langkah SNB selanjutnya untuk menahan laju penguatan Swiss franc jika euro  benar‐benar jatuh. 

• Meskipun  ada  kekhawatiran  ekonomi  Swiss  akan  terjatuh  kedalam  resesi,  namun  ada  setitik  harapan  roda  perekonomian  akan  terus  berjalan  seiring  kuatnya tingkat konsumsi domestik. 

• Data CPI Swiss akan dirilis pekan ini dan pasar akan mencermatinya untuk melihat apakah ekonomi Swiss akan tersungkur kedalam deflasi. Inflasi tahunan  Swiss diprediksi turun 0.9%. 

• Di sesi New York semalam, Swiss franc berhasil rebound seiring melemahnya dolar setelah data ekonomi AS dirilis buruk dan adanya perkembangan positif  di  Eropa  menyusul  indikasi  bahwa  keanggotaan  zona  euro  akan  tetap  dipertahankan.  Swiss  franc  terakhir  tercatat  bergerak  di  sekitar  0.9612  franc  terhadap dolar, menguat 0.5% dari posisi penutupan New York hari Jumat. Sedangkan terhadap euro, Swiss franc bergerak relatif stabil di sekitar 1.2006  franc.  

• Pasar akan memperhatikan hasil conference call para menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari negara G‐7 hari ini untuk membahas masalah krisis  utang  Eropa.  Sedangkan  para  pemimpin  negara  G‐20  akan  bertemu  di  Meksiko  pada  18‐19  Juni  mendatang,  dengan  masalah  Eropa  nampaknya  akan  menjadi agenda utama.

Monday, June 4, 2012

Headline News 04.06.12




US & GLOBAL
• Yields  dari  obligasi  AS  dan  Eropa  turun  ke  level  terendahnya  Jumat  lalu  dan  pasar  saham  anjlok  setelah  laporan  jobs  AS  yang  merosot  memperparah pada ketakutan penurunan (ekonomi) global dan membawa investor bergegas pada safety.   

• Data  yang  menunjukkan  pertumbuhan  job  AS  melemah  dalam  level  terendah  tahunannya,  menggarisbawahi  tumbuhnya  rasa  bahwa  perekonomian  AS  tidaklah  kebal  terhadap  perlambatan  di  Eropa  dimana  Spanyol  berjuang  untuk  mendukung  perbankannya  atau  terhadap  turunnya perekonomian Cina.    

• Indeks  bursa  AS  dan  Eropa  merosot  tajam.  Indeks  blue‐chip  Dow  dan  FTSEurofirst  300  dari  saham‐saham  Eropa  menghapus  kenaikan  tahunannya.   

• Data manufaktur Cina yang melemah dan suramnya laporan aktivitas factory Eropa menambah ketakutan, mendorong safe‐haven emas kepada  kenaikan terbesar hariannya yang lebih dari tiga tahun.  

• Indeks  MSCI's  all‐country  world  equity  <.MIWD00000PUS>  turun  1.9  persen,  sementara  itu  FTSEurofirst  300  <.FTEU3>  ditutup  melemah  1.9  persen ke level 954.874, menghapus kenaikan tahunannya.   

• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup merosot 274.88 poin, atau 2.22 persen, untuk ditutup ke level 12,118.57. Indeks Standard &  Poor's 500 <.SPX> berkurang 32.29 poin, atau 2.46 persen, untuk ditutup 1,278.04. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> melorot 79.86 poin, atau  2.82 persen, ke level 2,747.48.    

• Obligasi  bertenor  10‐tahun  AS/Treasury  notes  <US10YT=RR>  naik  hingga  1‐4/32  pada  harga  dengan  yield  1.442  persen,  terendah  dalam  tahunannya pada awal 1800‐an, menurut data Reuters.   

• Dollar melemah terhadap euro dan yen Jumat lalu setelah suramnya laporan jobs AS yang mendorong pembicaraan the Fed kemungkinan perlu  mengambil langkah kedepannya pada monetary easing untuk menopang rapuhnya perekonomian. Dollar melorot 0.27 persen ke level 78.14 yen,  setelah mecapai level terendahnya 77.65 pada data Reuters, terendah sejak pertengahan Februari. Euro diperdagangkan naik 0.40 persen ke  level  $1.2406  <EUR=>,  rebound  dari  level  terendahnya  $1.2286,  terendah  sejak  1  Juli,  2010.  Telah  naik  hingga  ke  level  $1.2456  pada  data  Reuters, dibantu oleh pembicaraan pasar dari koordinasi monetary easing oleh negara G20 pada akhir pekan.   

• Emas naik lebih dari 4 persen dalam hariannya pada spekulasi otoritas AS dapat meluncurkan putaran berikutnya pada monetary easing (QE3)  untuk mendorong pertumbuhan  ekonomi. Spot emas <XAU=> naik ke level tertingginya $1,629.41, sebelum membagi kenaikannya. U.S.  gold  futures <GCQ2> untuk pengiriman Agustus di settled naik $57.90 ke level $1,620.50 per ons.   

• Brent crude oil futures <LCOc1> turun ke level terendah sejak Februari 2011 ke level intra‐day terendah $97.70, sebelum di settling anjlok $3.44  ke level $98.43. U.S. July crude <CLc1> melorot $3.30 untuk di settle ke level $83.23 per barrel, settlement terendah sejak 7 Okt.   



GOLD & COMMODITIES
• Emas berhasil melonjak 4% pada hari Jumat, mencatat kenaikan harian terbesarnya selama lebih dari 3 tahun terakhir, menyusul rilis buruk data  non‐farm  payrolls  AS  telah  menambah  kekhawatiran  seputar  melambatnya  pemulihan  ekonomi  global  dan  meningkatkan  spekulasi  untuk  kemungkinan The Fed malanjutkan kebijakan moneter longgarnya. 

• Logam mulia awalnya terkoreksi, namun kemudian berhasil rebound $60 per ounce dari level intraday low setelah investor memburu emas untuk  melindungi  asetnya  dari  ketidakpastian  kondisi  ekonomi  global  setelah  tingkat  pengangguran  AS  meningkat  untuk  pertama  kalinya  dalam  11  bulan terakhir. 

• Emas tercatat naik 3.5% dalam sepekan terakhir, merupakan kenaikan terbesarnya sejak akhir Januari, ketika investor sudah resah atas kondisi  keuangan Spanyol yang morat‐marit dan Yunani yang mungkin keluar dari zona euro, yang bisa memicu krisis utang Eropa di luar kendali. 

• Logam mulia terlihat bergerak berlawanan arah dengan aset beresiko, mencatat kenaikan disaat harga minyak Brent jatuh di bawah $100 per  barel dan indeks Dow Jones merosot 2% dan menghapus keuntungannya tahun ini. 

• Aksi beli secara teknikal juga turut membantu menopang kenaikan emas setelah areal tripple bottom di sekitar $1,530 per ounce cukup kuat  menahan koreksi emas lebih lanjut. 

• Harga emas spot terapresiasi mendekati level tertinggi 2 pekan setelah mencatat intraday high di $1,629.41 per ounce dan tercatat naik 3.9% di  $1,624.20 pada akhir sesi New York, rally 1 hari terbesarnya sejak Januari 2009.  Sedangkan emas berjangka untuk pengiriman Agustus naik $57.90 di level $1,620.50, dengan volume transaksi berada sekitar 50% di atas level  rata‐rata 30 hari. 

• Pertumbuhan  lapangan  kerja  di  AS  di  bulan  Mei  mencatat  yang  terlemah  dalam  setahun  terakhir  dan  perusahaan  menambah  lebih  sedikit  lowongan  kerja  dalam  2  bulan  sebelumnya  dibandingkan  laporan  awalnya,  mengindikasikan  pemulihan  ekonomi  tengah  terhambat.  Jumlah  pekerjaan  yang  mampu  disediakan  di  bulan  Mei  sebanyak  69.000,  level  terkecilnya  sejak  Mei  tahun  lalu,  jauh  di  bawah  ekspektasi  sebanyak  150.000 pekerjaan, demikian data dari Departemen Tenaga Kerja menunjukkan. Sementara di bulan Maret dan April, pekerjaan yang disediakan  49.000 lebih sedikit dari laporan awalnya. Adapun tingkat pengangguran naik menjadi 8.2% dari 8.1%. Para ekonom menyalahkan krisis keuangan  yang berkepanjangan di Eropa dan pertumbuhan Cina yang melambat telah menyebabkan lesunya aktivitas pabrikan di AS pada bulan Mei. 




OIL & COMMODITIES
• Harga minyak Brent jatuh dalam 4 hari berturut‐turut pada hari Jumat, terkoreksi di bawah $100 per barel ke level terendah 16 bulan, dipicu  buruknya data ekonomi AS dan Cina sehingga mendorong investor untuk memburu aset‐aset aman resiko. 

• Data  menunjukkan  pertumbuhan  lapangan  kerja  di  AS  di  bulan  Mei  mencatat  yang  terlemah  dan  tingkat  pengangguran  mengalami  kenaikan  untuk pertama kalinya dalam setahun terakhir dan perusahaan menambah lebih sedikit lowongan kerja dalam 2 bulan sebelumnya dibandingkan  laporan  awalnya,  mengindikasikan  pemulihan  ekonomi  tengah  terhambat.  Sementara  laporan  dari  Cina,  sebagai  negara  konsumen  minyak  terbesar kedua di dunia mengindikasikan melambatnya pertumbuhan ekonomi di negara tersebut setelah data manufakturnya dirilis turun, yang  membuat harga minyak tertekan di awal sesi. Kekhawatiran terhadap krisis utang eropa kian manambah sentimen negatif di pasar minyak, dan  membuat Brent terkoreksi lebih dari $128 per barel dari level puncak 2012 yang dicapainya di awal maret.  

• Di bulan Mei, minyak Brent dan dan minyak mentah AS (US crude) mencatat kerugian bulanan terbesarnya sejak akhir 2008, setelah pelaku pasar  fokus pada potensi terhambatnya suplai minyak Iran akibat sanksi yang dijatuhkan pihak Barat terhadap Teheran. 

• Harga  minyak  Brent  untuk  pengiriman  Juli  anjlok  $3.44  ke  $98.43  per  barel,  level  penutupan  terendahnya  sejak  27  Januari  2011,  setelah  tergelincir  di  bawah  $100  untuk  pertama  kalinya  sejak  Oktober.  Adapun  level  intraday  low  Brent  tercatat  di  $97.54,  yang  merupakan  level  terendahnya sejak Februari 2011. 

• Sementara untuk harga minyak mentah AS (US crude) pengiriman Juli juga jatuh untuk keempat kalinya secara berturut‐turut, merosot $3.30 dan  berkahir di level $83.23 per barel, level penutupan terendahnya sejak 7 Oktober. Adapun level intraday low minyak mentah AS tercatat di $82.29,  juga merupakan level terendahnya sejak Okotber. US crude tercatat merosot 8.4% dalam sepekan, merupakan korkesi mingguankelimanya secara  berturut‐turut. Penurunan sebesar 20.68% dalam 5 pekan adalah prosentase penurunan 5 pekan terbesarnya sejak pekan yang berakhir per 18  Januari 2009. 

• Data ekonomi AS yang dirilis Departemen Tenaga Kerja akhir pekan kemarin menunjukkan jumlah pekerjaan yang mampu disediakan di bulan  Mei sebanyak 69.000, level terkecilnya sejak Mei tahun lalu, jauh di bawah ekspektasi sebanyak 150.000 pekerjaan. Sementara di bulan Maret  dan April, pekerjaan yang disediakan 49.000 lebih sedikit dari laporan awalnya. Adapun tingkat pengangguran naik menjadi 8.2% dari 8.1%. Para  ekonom  menyalahkan  krisis  keuangan  yang  berkepanjangan  di  Eropa  dan  pertumbuhan  Cina  yang  melambat  telah  menyebabkan  lesunya  aktivitas pabrikan di AS pada bulan Mei. Laporan buruk payrolls dapat memaksa The Federal Reserve untuk segera meluncurkan putaran ketiga  pembelian obligasi untuk menopang kelanjutan pertumbuhan ekonominya. 
EURO ZONE
• Dollar AS melemah terhadap euro pada sesi Jumat akhir pekan lalu tertekan rilis data sektor ketenagakerjaan Amerika untuk periode Mei yang memburuk, kondisi  mana meningkatkan ekspektasi bahwa The Fed pada akhirnya akan menerapkan program quantitative easing lanjutan guna menopang pemulihan ekonomi Amerika.  Program tersebut berpretensi melemahkan dolar AS karena meningkatkan ketersediaan dolar AS di pasaran.  

• Euro  bangkit  dari  pelemahan  ke  level  terendah  sejak  23‐bulan  terakhir  terhadap  dolar  AS  setelah  mencatat  pelemahan  bulanan  sebesar  7  persen  selama  Mei.  Namun  demikian  para  analis  masih  mempertahankan  pandangan  bearish  terhadap  euro  sehubungan  masih  kuatnya  tekanan  dari  berbagai  ketidakpastian  dan  potensi faktor‐faktor yang dapat memperburuk krisis hutang kawasan tersebut ditengah minimnya upaya signifikan dari para pengambil kebijakan. 

• Pekan depan pelaku pasar akan mengamati hasil dari sidang ECB, yang meskipun berdasarkan ekspektasi para analis dalam jajak pendapat Reuters, ECB masih akan  mempertahankan suku bunga pada level 1 persen. Namun spekulasi bahwa bank sentral akan melakukan pemangkasan suku bunga mulai berkembang.  

• Sementara  itu  berdasarkan  data dari  bank  sentral  Spanyol,  Bank  of  Spain,  memperlihatkan  besaran  dana  yang  ditarik  keluar  dari  perbankan  Spanyol  sepanjang  periode Maret naik menjadi sebesar 66,2 miliar euro (82 miliar USD). Ini merupakan level penarikan dana terbesar sejak 1990 silam, dipicu oleh kekhawatiran akan  kesehatan perbankan Spanyol. 

• Dalam sepekan terakhir euro tercatat mengalami pelemahan 0,66 persen terhadap dolar AS ke 1.2432, sementara itu euro juga mencatat pelemahan 2,73 persen  terhadap yen ke 97.00, sebaliknya euro mencatat penguatan 1,33 persen terhadap sterling ke 0.8093 dan stagnan terhadap Swiss franc di 1.2012.




U.K.
• Aktivitas manufaktur Inggris merosot kefase tercepatnya dalam tiga tahun pada bulan Mei karena meluasnya perlambatan ekonomi global yang menekan  permintaan pada barang‐barang Inggris, menurut survei Jumat lalu. 

• Indeks Markit/CIPS Manufacturing Purchasing Managers' memperkirakan sektor akan berlanjut tertekan dari perekonomian yang mana terperosok dalam  resesi keduanya dalam dua tahun, dan kemungkinan ditambah ekspektasi Bank of England yang akan membutuhkan tindakan  untuk menangkis ancaman  yang berlarut‐larut pada perlambatan zona euro. 

• Gambaran  tersebut  juga  kemungkinan  menambah  permintaan  untuk  Konservatif  Inggris  yang  memimpin  koalisi  pemerintah  untuk  menemukan  cara  terkini untuk mendorong pertumbuhan dengan austerity plans. 




JAPAN
• Dolar AS melemah terhadap yen pada sesi Jumat akhir pekan lalu tertekan buruknya rilis data sektor ketenagakerjaan Amerika yang meningkatkan ekspektasi bahwa  The Fed pada akhirnya akan mengumumkan program quantitative easing lanjutan guna menopang pemulihan ekonomi yang masih rentan. Yen menguat ke level  tertinggi sejak pertengahan Februari tahun ini. Namun berkaitan dengan penguatan ini, Menteri Keuangan sementara menolak untuk berkomentar. 

• Padahal sepanjang pekan ini spekulasi pasar akan kemungkinan intervensi oleh otoritas Jepang mulai berkembang, dipicu pernyataan Menteri Keuangan Jun Azumi  dan Gubernur BOJ – Masaaki Shirakawa yang menegaskan bahwa penguatan yen saat ini tidak selaras dengan kondisi fundamental ekonomi. Bank of Japan sendiri  dikabarkan telah melakukan pengecekan kurs dan suku bunga di perbankan negara tersebut, sebuah mekanisme yang biasa dilakukan sebelum otoritas melakukan  upaya intervensi guna melemahkan yen secara sistematis.  

• Dalam sepekan terakhir dolar AS tercatat melemah 2,08 persen terhadap yen ke 77.99, sementara itu euro melemah 2,73 persen terhadap yen ke 97.00. Sedangkan  Aussie dolar tercatat melemah 2,70 persen terhadap yen 75.63 dan sterling turun tajam 3,98 persen terhadap yen ke 119.77.



AUSTRALIA
• Aussie sudah terlihat mengalami tekanan jual di awal sesi Jumat setelah rilis data manufaktuur Cina yang melemah. Indeks PMI Cina untuk bulan Mei turun ke 50.4  poin dari 53.3 di bulan April sebelumnya. Cina merupakan pasar ekspor utama Ausralia, dimana jika terlihat adanya indikasi pelemahan pada data ekonominya maka  akan memberi pukulan pada sektor ekspor Australia, dan berdampak buruk pada nilai tukar mata uang lokalnya.  

• Tekanan pada Aussie terus berlanjut di sesi New York, setelah data ketenagakerjaan AS dirilis buruk. Aussie sempat terkoreksi di bawah $0.9600 setelah mencatat  intraday low di $0.9583, sebelum akhirnya bergerak di sekitar $0.9685. 

• Pertumbuhan lapangan kerja di AS di bulan Mei mencatat yang terlemah dalam setahun terakhir dan perusahaan menambah lebih sedikit lowongan kerja dalam 2  bulan sebelumnya dibandingkan laporan awalnya, mengindikasikan pemulihan ekonomi tengah terhambat. Jumlah pekerjaan yang mampu disediakan di bulan Mei  sebanyak  69.000,  level  terkecilnya  sejak  Mei  tahun  lalu,  jauh  di  bawah  ekspektasi  sebanyak  150.000  pekerjaan,  demikian  data  dari  Departemen  Tenaga  Kerja  menunjukkan. Sementara di bulan Maret dan April, pekerjaan yang disediakan 49.000 lebih sedikit dari laporan awalnya. Adapun tingkat pengangguran naik menjadi  8.2%  dari  8.1%.  Para  ekonom  menyalahkan  krisis  keuangan  yang  berkepanjangan  di  Eropa  dan  pertumbuhan  Cina  yang  melambat  telah  menyebabkan  lesunya  aktivitas pabrikan di AS pada bulan Mei. 

• Sebuah jajak pendapat Reuters menunjukkan sebenyak 8 dari 20 kalangan ekonom memprediksi RBA akan mempertahankan suku bunganya di level 3.75% pada  sidangnya hari Selasa besok, setelah secara mengejutkan memangkas 50 basis poin bulan lalu. Beberapa alasan yang mendasari ekspektasi ini adalah bahwa RBA  nampaknya butuh beberapa waktu untuk melihat dampak dari  langkah  pemangkasan suku  bunga  yang telah  dilakukannya  dan  disamping itu indikator ekonomi  dalam negeri juga masih menunjukkan peningkatan. 




SWISS
• Aktifitas manufaktur Swiss turun ke level terendah 3 tahun di bulan Mei dan berpotensi terus melemah seiring minimnya order, menyusul sektor berjuag ditengah  kuatnya  nilai  tukar  dan  lemahnya  permintaan  dari  zona  euro  akibat  krisis  utang  yang  tenag  melanda  kawasan  tersebut,  demikian  sebuah  survey  menunjukkan.  Indeks PMI yang dirilis oleh Credit Suisse turun ke 45.4 di bulan Mei dari 46.9 di bulan sebelumnya. Indeks terus tergelincir di bawah angka 50 yang mengindikasikan  sektor manufaktur tengah mengalami kontraksi untuk kedua kalinya secara berturut‐turut. Data bulan Mei adalah yang terendah sejak Juli 2009 ketika perusahaan‐ perusahaan  pulih  dari  dampak  runtuhnya  Lehman  Brothers.  Zona  euro  adalah  mitra  dagang  terbesar  Swiss.  Sektor  manufaktur  dan  ekspor  adalah  yang  paling  terpukul akibat kuatnya nilai tukar Swiss franc, meskipun pengiatan franc telah dibatasi di level 1.20 franc per euro oleh SNB pada September tahun lalu untuk  mengurangi resiko deflasi dan resesi.  

• Dolar awalnya menguat terhadap Swiss franc hingga  mencatat intraday  high  di 0.9771 franc,  level tertingginya sejak 11 Februari 2011,  namun kemudian anjlok  hingga mencatat intraday low di 0.9641 franc sebelum akhirnya bergerak di sekitar 0.9675 franc setelah rilis data pekerjaan AS yang mengecewakan. 

• Pertumbuhan lapangan kerja di AS di bulan Mei mencatat yang terlemah dalam setahun terakhir dan perusahaan menambah lebih sedikit lowongan kerja dalam 2  bulan sebelumnya dibandingkan laporan awalnya, mengindikasikan pemulihan ekonomi tengah terhambat. Jumlah pekerjaan yang mampu disediakan di bulan Mei  sebanyak  69.000,  level  terkecilnya  sejak  Mei  tahun  lalu,  jauh  di  bawah  ekspektasi  sebanyak  150.000  pekerjaan,  demikian  data  dari  Departemen  Tenaga  Kerja  menunjukkan. Sementara di bulan Maret dan April, pekerjaan yang disediakan 49.000 lebih sedikit dari laporan awalnya. Adapun tingkat pengangguran naik menjadi  8.2%  dari  8.1%.  Para  ekonom  menyalahkan  krisis  keuangan  yang  berkepanjangan  di  Eropa  dan  pertumbuhan  Cina  yang  melambat  telah  menyebabkan  lesunya  aktivitas pabrikan di AS pada bulan Mei.   

• Pekan ini pasar akan mencermati data tingkat pengangguran dan CPI untuk periode Mei, dimana nampaknya masih relatif terkendali.