title cover

title cover

Thursday, June 7, 2012

Headline News 07.06.12

US & GLOBAL
Bursa saham dunia naik lebih dari 2 persen, recovery dari penurunannya baru‐baru ini, dan euro rally Rabu lalu dari harapan bahwa bank  sentral utama kemungkinan bertindak untuk mendorong perlambatan perekonomian global.   

Pejabat  the  Fed  menyuarakan  lebih  cenderung  untuk  mempertimbangkan  membantu  kedepannya  perekonomian  AS,  sementara  itu  European Central Bank membuat keputusan pada tingkat suku bunga unchanged dan Presidennya Mario Draghi, menyarankan tindakan  jangka  pendek  adalah  tidak  mungkin.  Tetapi  beberapa  investor  menginterpretasikan  komentarnya  bahwa  resiko  ekonomi  telah  bertumbuh karena tanda‐tanda kemungkinan tindakan kedepanya dari ECB.   

Kepala  the  Fed  Ben  Bernanke  memberikan  testimoni  sebelum  U.S.  congressional  Joint  Economic  Committee  Kamis  ini  dan  dapat  memberikan petunjuk kedepannya dari monetary easing (QE3). Group of 20 dijadwalkan untuk bertemu akhir bulan ini.   

Bursa  saham  AS  melonjak  Rabu  lalu,  memberikan  indeks  S&P  500  pada  kinerja  harian  terbaiknya  sejak  bulan  Desember,  karena  pembicaraan  pada  penyelamatan  perbankan  Spanyol  dan  harapan  untuk  besarnya  stimulus  moneter  memicu  rebound  dari  aksi  jual  sebelumnya.     

Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> meningkat 286.84 poin, atau 2.37 persen, ke level 12,414.79. Indeks Standard & Poor's 500  <.SPX> menguat 29.63 poin, atau 2.30 persen, ke level 1,315.13. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> melejit 66.61 poin, atau 2.40 persen,  ke level 2,844.72.             

Indeks MSCI World Equity <.MIWD00000PUS> melonjak 2.3 persen yang merupakan kenaikan terbesar hariannya sejak bulan Desember.  Indeks  MSCI  Emerging  Equity  <.MSCIEF>  menguat  2  persen,  rebound  dari  level  terendahnya  dalam  enam  bulan  yang  terjadi  Senin  sebelumnya.   

Harga Treasuries AS turun ke dalam rangkaian tiga harinya setelah yield obligasi bertenor 10‐tahun menembus level terendah historisnya  minggu lalu. Obligasi bertenor 10‐tahun/U.S. Treasury note <US10YT=RR> turun 26/32, dengan yield 1.6609 persen.   

Euro <EUR=> naik 0.9 persen ke level $1.2570, yang mendekati level terendah dua tahunnya $1.2286 Jumat sebelumnya, karena rally  yang meluas pada aset‐aset beresiko yang membawa investor melakukan aksi beli terhadap mata uang tersebut.   

Emas naik 1 persen Rabu lalu ke level tertingginya dalam satu bulan dari bertumbuhnya harapan dari rencana penyelamatan Eropa untuk  beban utang perbankan Spanyol, dan karena tanda–tanda perlambatan ekonomi AS yang mendorong spekulasi  dari monetary easing  kedepannya  (QE3).  Spot  emas  <XAU=>  naik  1.2  persen  ke  level  $1,636.75  per  ons  pada  pukul  11:29  a.m.  EDT  (1529  GMT),  setelah  mencapai level tertingginya $1,640.50 per ons, yang mana menandai penguatan harga sejak 7 Mei.     

Brent crude <LCOc1> menguat dalam dalam level tertinggi intra‐day $101.39 per barrel sebelum turun untuk di settle ke level $100.64,  naik $1.80. U.S. crude <CLc1> melonjak 73 sen untuk ditutup ke level $85.02.   



GOLD & COMMODITIES
Emas  berhasil  ditutup  menguat  setelah  bergerak  cukup  fluktuatif  di  sesi  Rabu,  menyusul  pandangan  positif  mengenai  kondisi  perekonomian AS oleh Federal Reserve (The Fed) telah memicu retracement dari posisi puncak 1 bulan yang dicapai di awal sesi yang  dipicu spekulasi dilanjutkannya kebijakan moneter longgar oleh bank sentral. 

Emas terkoreksi lebih dari $20 per ounce atau 1% dari posisi tertinggi bulan ini yang dicapai di awal sesi, setelah The Fed dalam “Beige  Book”  mengatakan  ekonomi  mencatat  pertumbuhan  dalam  2  bulan  terakhir  dan  aktifitas  perekrutan  tenaa  kerja  meningkat,  sebuah  indikasi yang menunjukkan adanya peningkatan ekonomi. 

Perak  berhasil  mencatat  performa  lebih  baik  dari  emas  setelah  ditutup  naik  3%  seiring  rally  pada  ekuitas  dan  komoditas  industri  AS  berkat sentimen ekonomi yang membaik ditengah tumbuhnya harapan adanya bailout untuk menolong perbankan Spanyol. 

Investor  nampaknya  memandang  emas  secara  bullish  setelah  mencatat  rally  4.3%  di  hari  Jumat  usai  rilis  data  payrolls  yang  mengecewakan  yang  sempat  memicu  spekulasi  akan  dilanjutkannya  kebijakan  moneter  longgar  oleh  The  Fed.  Emas  berpotensi  melanjutkan penguatannya jika bank sentral terindikasi akan melakukan stimulus lanjutan. 

Emas  spot  naik  0.1%  di  level  $1,618.40  per  ounce  setelah  mencatat  intraday  high  di  $1,640.50  per  ounce  yang  merupakan  level  terkuatnya sejak 7 Mei.  Sedangkan untuk emas berjangka COMEX untuk pengiriman Agustus berakhir naik $17.30 per ounce di level $1,634.20. 

Logam mulia juga di bawah tekanan karena para investor mencerna berita bahwa Bank Sentral Eropa menempatkan tanggung jawab  dengan kuat pada pemerintah zona euro untuk memecahkan krisis utang blok, memupus harapan akan dilakukan tindakan dalam waktu  dekat. 




OIL & COMMODITIES
Harga minyak berjangka mengalami rally pada hari Rabu, dengan Brent kembali berada di atas $100 per barel menyusul harapan akan  adanya langkah penyelamatan pada perbankan Spanyol yang tengah dililit masalah untuk mengurangi krisis utang zona euro, dan juga  adanya indikasi bahwa The Fed akan melanjutkan kebijakan moneter longgar. 

Minyak  mencatat  penguatan  seiring  naiknya  komoditas,  yang  secara  keseluruhan mencatat  kenaikan  harian terbesarnya  selama lebih  dari 3 bulan dipicu berita mengenai Eropa dan AS mendorong investor untuk kembali memburu aset beresiko. 

Kenaikan  minyak  terganjal  oleh  laporan  stok  minyak  mingguan  AS  yang  turun  lebih  tipis  dari  perkiraan  setelah  10  pekan  mengalami  kenaikan. Stok minyak mentah AS turun untuk pertama kalinya dalam 11 pekan, sementara stok untuk produk minyak meningkat seiring  meningkatnya  proses  pengilangan  ke  level  tertinggi  selama  hampir  2  tahun  terakhir,  demikian  data  dari  U.S.  Energy  Information  Administration  (EIA)  menunjukkan.  Stok  minyak  mentah  domestik,  diluar  Cadangan  Minyak  Strategis,  turun  111,000  barel  menjadi  384.63 juta barel di pekan per 1 Juni. Sedangkan ekonom sebelumnya memprediksi terjadi penurunan 500,000 barel.  

Di bursa London, Brent crude  untuk pengiriman Juli berakhir di level $100.64 per barel, naik $1.80 setelah mencatat intraday high di  $101.39. Ini merupakan kenaikan Brent untuk kedua kalinya dalam 3 hari terakhir. Pada hari Jumat, Brent turun di bawah $100 untuk  pertama kalinya sejak Oktober, yang menandai 25% penurunannya dari level puncak 2012 di $128.40 yang dicapai di bulan Maret lalu. 

Sementara  untuk  U.S.  July  crude  naik  untuk  ketiga  kalinya  dan  ditutup  di  $85.02,  menguat  73  sen  setelah  mencatat  intraday  high  di  $86.27. Harga tercatat telah naik dari $81.21 pada hari Senin, level intraday terendah sejak 6 Oktober. Harga minyak mentah AS sekitar  24% di bawah level puncak 2012 di $110.55 yang juga dicapai pada bulan Maret. 

Setelah ECB kembali mempertahankan suku bunganya dalam sidangnya kemarin, investor saat ini tengah menantikan sinyal ECB akan  melanjutkan stimulus moneternya untuk memacu pertumbuhan ekonominya dan memperkuat kepercayaan pada perekonomian zona  euro. 

Investor juga akan mencermati testimoni Kepala The Fed Ben Bernanke di depan U.S. congressional Joint Economic Committee pada hari  kamis ini dan pasar tengah menantikan apakah Bernanke akan menggulirkan  indikasi kemungkinan dilanjutkannya kebijakan moneter  longgar. 

Pasar juga menantikan perundingan lanjutan antara Iran dan pihak barat di Moskow pada 18 Juni terkait masalah program nuklir Iran. 



EURO ZONE
Euro menguat tajam terhadap dolar AS maupun yen ditunjang langkah bank sentral eropa – ECB yang mempertahankan suku bunga pada level 1 persen  dan  mempertahankan  proyeksi  pertumbuhan  ekonomi.  Presiden  ECB  –  Mario  Draghi  menampik  ekspektasi  para  pelaku  pasar  sebelumnya  yang  mengharapkan  bank  sentral  akan  melakukan  pelonggaran  moneter,  diantaranya  dengan  meningkatkan  operasi  penggantian  struktur  keuangan  untuk  meningkatkan likuiditas di pasar keuangan Eropa.  

Namun demikian para ekonom tetap mengingatkan bahwa penguatan euro belum menyurutkan minat jual para investor , dimana pada pasar opsi euro  para  investor  memperkirakan  euro  akan  anjlok  hingga  level  1.1750  sebelum  expire  pada  06  Juli  mendatang.  Diantara  pertimbangan  pada  pandangan  tersebut adalah problem sektor perbankan Spanyol yang semakin meruncing dan kemungkinan keluarnya Yunani dari keanggotaan Uni Eropa.  

Hingga akhir sesi New York, euro tercatat menguat tajam 0,93 persen terhadap dolar AS ke 1.2569, euro juga kembali menguat 1,55 persen terhadap yen  ke 99.58 yen, dan naik 0,23 persen terhadap sterling ke 0.8114. Sedangkan terhadap Swiss franc, euro tercatat mengalami penurunan tipis 0,02 ke level  1.2007.




U.K.
Sektor jasa Irlandia melemah untuk pertama kalinya dalam empat bulan pada bulan Mei karena berkurangnya confidence disebabkan new orders  turun dan perusahaan‐perusahaan menggunakan jaminan simpanannya, survei menunjukkan Rabu lalu.  

The NCB Purchasing Managers' Index (PMI), yang menilai aktivitas sektor jasa merosot menjadi 48.9 pada bulan Mei dari 52.2 di bulan April,  anjlok dibawah level 50 yang memisahkan antara pertumbuhan dan dari kontraksi.  

Bahwa ini masih diatas services PMI zona euro yang berada pada level 46.7, level terendahnya sejak akhir Oktober.  

Pertumbuhan  sektor  manufaktur  Irlandia  mengalami  akselerasi  pada  bulan  Mei  setelah  anjlok  pada  April,  survei  terpisah  menampilkannya  minggu lalu.  

"Irish economic activity continues to fluctuate between expansion and contraction as the open nature of the Irish economy leaves it exposed to  the economic climate abroad, which has once again weakened," ungkap Brian Devine ekonom pada NCB Stockbrokers. 




JAPAN
Menteri Keuangan Jun Azumi kembali menegaskan bahwa negara‐negara Eropa harus bisa mengelola krisis hutang yang terjadi sekarang dengan lebih  “bertanggungjawab”,  guna  meredam  ketidakpastian  yang  melanda  pasar  keuangan  global.  Azumi  menandaskan  bahwa  otoritas  eropa  seharusnya  melakukan tindakan lebih agresif guna mengatasi eskalasi krisis hutang yang menyebabkan resesi. 

Sementara itu menanggapi mencuatnya spekulasi kemungkinan intervensi dari otoritas Jepang, kepala riset mata uang asing di HSBC untuk kawasan Asia‐ Pasifik – Paul Mackel menyatakan bahwa sangat sulit bagi otoritas Jepang untuk bisa mengalihkan pandangan para investor mengenai posisi safe haven  yen ditengah krisis hutang kawasan Uni Eropa. Jikapun pemerintah melakukan intervensi maka dampaknya hanya bersifat periodis dan temporer.  

Hal  tersebut  disebabkan minimnya dukungan pihak asing seperti Amerika dan  eropa, sebagaimana nampak  dalam intervensi unilateral yang dilakukan  tahun  2011  lalu  yang  kurang  efektif.  Sepanjang  2011  otoritas  Jepang  melakukan  penjualan  yen  senilai  14.3  triliun  yen,  sebagai  upaya  sistematis  guna  menahan laju penguatan yen terhadap dolar AS dan euro. Namun upaya tersebut tak berarti banyak, yen terus menguat. 

Penguatan kurs yen begitu signifikan dampaknya terhadap para eksportir Jepang. Ekspor Jepang menyumbang 15 persen dari total GDP negara tersebut.  Setiap kenaikan satu yen terhadap dolar diperkirakan akan menurunkan keuntungan Nissan Motor sebesar 2,4 persen  3,3 persen bagi Toyota dan 2,9  persen terhadap Honda Motor, demikian berdasarkan estimasi analis dari Goldman Sachs Group. 

Hingga akhir sesi New York, dolar AS tercatat menguat 0,61 persen terhadap yen di 79.23, sementara itu euro juga naik 1,55 persen terhadap yen ke 99.58  yen. Sedangkan Aussie dolar tercatat menguat tajam 2,45 persen terhadap yen di 78.56 dan sterling juga naik 1,32 persen terhadap yen ke 122.70. 




AUSTRALIA
Ekonomi  Australia  dirilis  melampaui  ekspektasi  di  kuartal  pertama  menyusul  meningkatnya  aktifitas  belanja  dari  konsumen  rumah  tangga  dan  pebisnis, mendorong naiknya Aussie dan mengurangi urgensi untuk pemotongan agresif suku bunga lebih lanjut. 

Produk Domestik Bruto (PDB) Australia naik 1.3% di kuartal pertama, lebih dari 2 kali lipat perkiraan pasar sebesar 0.5%. Sedangkan dalam basis  tahunan tercatat mengalami ekspansi 4.3%, level terpesatnya selama lebih dari 4 tahun terakhir. 

Namun  demikian,  kekhawatiran  seputar  prospek  pertumbuhan  ekonomi  global  khususnya  di  Cina,  berpotensi  terus  menghantui  prospek  pemulihan ekonomi Australia, namun data PDB Q1 cukup memberikan kegembiraan bahwa ekonomi mencapai momentum yang lebih baik dari  perkiraan. 

PDB tahunan Australia tercatat 4.3% dibandingkan dengan 1.7% di AS, 0% di Uni Eropa dan ‐0.1% di Inggris. 

Aussie,  yang  telah  terkoreksi  lebih  dari  6%  terhadap  dolar  di  bulan  lalu,  berhasil  menguat  di  atas  0.9900  setelah  data  menunjukkan  PDB  Q1  Australia dirilis lebih dari ekspektasi pasar. Aussie terakhir bergerak di sekitar $0.9923, naik 1.8% dari posisi penutupan New York hari Selasa di  $0.9740. 

Hari Kamis ini pasar akan mencermati data ketenagakerjaan Australia, dimana tingkat pengangguran diprediksi naik menjadi 5.1% di bulan Mei  dari 4.9% di bulan April sebelumnya, setelah terjadi pemangkasan pekerjaan yang diprediksi sebanyak 5000 pekerjaan. 




SWISS
Lembaga ekonomi KOF merevisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi Swiss menjadi 1% di tahun 2012, ditopang oleh besarnya investasi pada peralatan  dan  konstruksi  bangunan.  Di  bulan  Maret  lalu,  KOF  memprediksi  ekonomi  akan  tumbuh  0.4%  tahun  ini.  Untuk  tahun  mendatang,  ekonomi  diprediksi  tumbuh 1.5%. 

Pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama telah mengejutkan banyak  pihak setelah tumbuh di atas  perkiraan berkat  kuatnya konsumsi domestik yang  berhasil mengatasi tekanan akibat lemahnya permintaan ekspor asing yang disebabkan kuatnya nilai tukar Swiss franc. 

Namun demikian, dengan meningkatnya keprihatinan terhadap krisis utang zona euro, maka turut menambah kekhawatiran mengenai kesanggupan bank  sentral Swiss (SNB) dalam mempertahankan nilai batas penguatan Swiss franc di 1.20 franc per euro, seiring meningkatnya arus masuk safe‐haven yang  akan memicu penguatan Swiss franc lebih lanjut. 
Swiss  National  Bank  dijadwalkan  akan  me‐review  kebijakan  moneternya  pada  14  Juni  mendatang,  dan  juga  akan  memberikan  proyeksi  pertumbuhan  ekonominya yang saat ini  diprediksi akan tumbuh sebesar 1% dalam tahun ini. 

Swiss franc menguat terhadap dolar pada hari Rabu, menyusul penguatan euro oleh harapan bahwa pembuat kebijakan zona euro bisa menyulap langkah  stimulus moneter segar untuk membendung berkembangnya krisis di Spanyol. 

Seiring akses Spanyol untuk pasar kredit tumbuh semakin ketat, menteri keuangan Spanyol Cristobal Montoro meminta mitra Eropa untuk membantu  membangkitkan kondisi perbankan Spanyol yang lesu, dimana memacu harapan untuk dilakukan tindakan yang kuat dari mitra Eropa. 

Hal ini membantu euro untuk mempertahankan uptrend‐nya selama 5 hari terakhir terhadap dolar setelah mata uang tunggal Eropa tersebut anjlok di  bulan Mei. 

Menguatnya euro telah memicu penguatan Swiss franc terhadap dolar. Mata uang AS tersungkur ke level intraday low 0.9542 franc sebelum akhirnya  bergerak di sekitar 0.9555 franc, atau turun 0.9% dari penutupan New York hari Selasa di 0.9641 franc.  Sedangkan terhadap euro, Swiss franc bergerak stabil di sekitar 1.2008 franc.  

Wednesday, June 6, 2012

Headline News 06.06.12


US & GLOBAL
Euro merosot dan harga obligasi Jerman naik Selasa lalu karena krisis utang zona euro menunjukkan tanda‐tanda eskalasi setelah Spanyol  mengatakan menjadi tertutup untuk pasar kredit.   

Bursa saham dunia meningkat, dengan indeks saham utama AS terdorong dari data yang menunjukkan sektor jasa AS bertumbuh sedikit  lebih cepat pada bulan Mei karena membaiknya new orders.   

Menteri  keuangan  Spanyol  mengatakan  tingginya  borrowing  costs  berarti  pasar  kredit  tertutup  untuk  negaranya,  dan  dia  membuat  seruan pada Uni Eropa untuk membantu rekapitalisasi beban utang perbankannya. 

Para menteri keuangan dari Group of Seven mendiskusikan kemajuan kearaah penyatuan finansial dan fiskal di Eropa setelah emergency  call tetapi tidak membuat pernyataan bersama.   

Meskipun  permasalahan  mengenai  Eropa,  bursa  saham  dunia  dan  AS  recovered  dari  penurunan  tajamnya  baru‐baru  ini.  Indeks  MSCI  world equity <.MIWD00000PUS> naik 0.6 persen ke level 292.91. Indeks blue‐chip Euro STOXX 50 <.STOXX50E> ditutup meningkat 0.4  persen, dengan volume perdagangan tipis dari libur publik hari kedua di Inggris.   

Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> naik 26.49 poin, atau 0.22 persen ke level 12,127.95. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX>  bertambah 7.32 poin, atau 0.57 persen, ke level 1,285.50. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> menguat 18.10 poin, atau 0.66 persen, ke  level 2,778.11.    

Mata uang tunggal <EUR=> terakhir anjlok 0.4 persen ke level $1.2442 setelah penurunan ke level harian terendahnya $1.2409, lebih dari  satu sen dibawah level tertinggi awal mingguannya.    

Dollar  naik  0.5  persen  ke  level  78.73  yen  <JPY=>,  mencapai  level  tertinggi  hariannya  setelah  Menteri  keuangan  Jepang  Jun  Azumi,  mengatakan penguatan yen memperburuk perekonomian Jepang.   

Harga emas sedikit melemah pada volume perdagangan yang tipis Selasa lalu, karena pasar mengalami koreksi setelah rally minggu lalu  dan investor mengalihkan perhatian mereka dengan kesibukan kejadian ekonomi penting di Eropa dan jadwal meeting bank sentral pada  akhir bulan ini. Spot emas <XAU=> sedikit melemah 0.1 persen ke level $1,616.81 per ons pada pukul 2:36 p.m. EDT (1836 GMT). U.S.  COMEX  gold  futures  <GCQ2>  untuk  pengiriman  Agustus  terdorong  menguat  pada  perdagangan  tipis  untuk  di  settle  naik  $3  ke  level  $1,616.90. 

Harga  Brent  crude  pmelemah  pada  perdagangan  yang  choppy  Selasa  lalu,  sementara  itu  crude  AS  naik  pada  hari  keduanya  karena  dukungan data AS menekan tekanan dari gambaran pelemahan zona euro yang memperkuat mengenai permintaan kedepannya pada  petroleum.  Harga  Brent  July  crude  <LCOc1>  di  settled  mendekati  flat  ke  level  $98.84  per  barrel,  naik  kembali  dari  level  terendahnya  dalam 16‐bulan ke level $95.63 Senin sebelumnya. U.S. July crude <CLc1> naik 31 sen untuk di settle ke level $84.29 per barrel.  




GOLD & COMMODITIES
Harga emas turun ditengah tipisnya volume transaksi pada hari Selasa, menyusul pelaku pasar “rehat” sejenak pasca rally pekan lalu dan  investor mengubah perhatian mereka pada data ekonomi Eropa dan sidang bank sentral dalam bulan ini. 

Emas melanjutkan konsolidasinya pasca kenaikan 3.5% pekan lalu setelah survey bisnis menunjukkan seluruh indikator ekonomi Eropa  saat ini dalam kondisi melemah. 

Tidak adanya pernyataan resmi bersama setelah teleconference yang diselenggarakan oleh menteri keuangan G7 untuk membahas krisis  zona euro telah memupus harapan bahwa pembicaraan tersebut akan menghasilkan inisiatif yang dramatis. 

Logam  mulia  melejit  4.3%  pada  Jumat  lalu  setelah  rilis  mengecewakan  data  pekerjaan  AS  yang  telah  memperkuat  ekspektasi  akan  dilanjutkannya program quantitative easing. Investor sekarang ini lebih memikirkan respon emas untuk bulan Juni menjelang pemilu di  Yunani yang bisa mempercepat negara tersebut keluar dari zona euro, dan sidang sejumlah bank sentral dalam bulan ini. 

Harga emas spot turun 0.2% di $1,615.66 per ounce, sedangkan untuk emas berjangka COMEX AS pengiriman Agustus naik $3.30 di level  $1,617.20.   

Keyakinan terhadap emas, yang telah tersingkir oleh lemahnya konsumsi dari pembeli emas terbesar dunia, India, dalam beberapa bulan  terakhir, telah ditopang oleh data pada hari Senin yang menunjukkan impor logam yang sangat tinggi dari Cina.  HSBC melaporkan minat Cina untuk terus melakukan impor emas fisik, terutama koin emas, diharapkan dapat mendongkrak harga logam  mulia. 

Pelaku pasar akan menantikan testimoni Kepala The Fed Ben Bernanke pada hari Kamis untuk kemungkinan akan dilakukan kebijakan  quantitative easing putaran ketiga. 




OIL & COMMODITIES
Harga minyak mentah jenis Brent turun tipis pada hari Selasa, sementara harga minyak mentah AS naik untuk kedua kalinya didukung oleh rilis  optimis  data  sektor  jasa  AS  yang  berhasil  mengimbangi  tekanan  akibat  kekhawatiran  krisis  utang  Eropa.  Konslidasi  harga  nampaknya  terjadi,  dengan Brent crude turun di bawah $100 per barel pada hari Jumat setelah mencapai level puncak 2012 di atas $128 per barel di bulan Maret. 

Minyak berjangka dan ekuitas mendapat dukungan positif setelah rilis data menunjukkan adanya peningkatan tipis pada pertumbuhan sektor  jasa AS di bulan Mei. 

Brent July crude <LCOc1> turun 1 sen di $98.84 per barel, setelah terkoreksi ke level intraday low $97.68, jauh dari level terendah 16 bulan di  $95.63 pada hari Senin. Sedangkan untuk U.S. July crude <CLc1> naik 31 sen ke level $84.29 per barel, setelah mencatat intraday low di $83.31,  jauh di atas level low hari Senin di $81.21. 

Penguatan dolar telah membatasi kenaikan harga minyak seiring melemahnya euro, setelah menembus level tertinggi 1 pekan terhadap dolar,  ketika Spanyol mengatakan biaya pinjaman tinggi berarti negara ini secara efektif tertutup dari pasar obligasi dan Uni Eropa harus membantu  rekapitalisasi bank Spanyol. 

Tidak adanya pernyataan resmi bersama setelah teleconference yang diselenggarakan oleh menteri keuangan G7 untuk membahas krisis zona  euro telah memupus harapan bahwa pembicaraan tersebut akan menghasilkan inisiatif yang dramatis. 

Stok minyak mentah AS diprediksi turun di pekan lalu. Penurunan tersebut akan mengakhiri kenaikan stok sebanyak 10 kali yang telah dilaporkan  pemerintah AS. Serangkaian kenaikan stok minyak yang terjadi belakangan ini telah menempatkan stok minyak AS pada level tertingginya sejak  1990, berdasarkan laporan Energy Information Administration (EIA).   

Sementara itu dilaporkan bahwa menjelang perundingan putaran kedua antara Badan Energi Atom Internasional PBB (IAEA) dan Iran pada hari  Jumat di kota Wina Austria, seorang pejabat senior AS mengatakan Selasa kemarin bahwa Iran secara jelas melakukan upaya pembersihan di  lokasi militer, Parchin, tempat dimana IAEA akan melakukan pemeriksaan. 

Iran dan enam negara ‐ Amerika Serikat, Perancis, Rusia, Cina, Jerman dan Inggris ‐ akan bertemu untuk ketiga kalinya tahun ini di Moskow pada  18‐19 Juni setelah hanya membuat sedikit kemajuan dalam upaya penyelesaian perselisihan tersebut pada pertemuan mereka yang terakhir di  Baghdad bulan lalu. 

Pelaku  pasar  juga  akan  menantikan  testimoni  Kepala  The  Fed  Ben  Bernanke  pada  hari  Kamis  untuk  kemungkinan  akan  dilakukan  kebijakan  quantitative easing putaran ketiga. 
EURO ZONE
Euro melemah pada  sesi Selasa  05  Juni akibat  pernyataan Menteri  Keuangan Spanyol –  Cristobal Montoro yang menegaskan bahwa  dengan tingginya  tingkat borrowing cost di negaranya maka sektor kredit mengalami hambatan dari pendanaan. Sementara itu investor juga tidak memperoleh kejelasan  dari hasil konferensi telewicara antara para pemimpin negara‐negara G7 berkaitan dengan penanganan krisis terutama yang melanda Spanyol dan Yunani. 

Para analis juga memandang hasil dari konferensi tersebut tidak cukup berarti bagi penangan krisis, dan tidak ada substansi yang akan diimplementasikan  guna  meringangkan  beban  Yunani  dan  Spanyol.  Euro  diperkirakan  masih  akan  cenderung  tertekan  dengan  kisaran  level  1.25  menjadi  level  jual  bagi  sebagian analis yang menganggap krisis eropa masih akan berlanjut.  

Pasca konferensi pemimpin‐pemimpin negara G7 ini, pelaku pasar akan mengamati sidang ECB dan pernyataan Ketua The Fed – Ben Bernanke pada sesi  Kamis 07 Juni. Saat ini muncul spekulasi bahwa ECB akan menurunkan suku bunga pada sidangnya Juni ini ditopang oleh inflasi yang mengendur. Direktur  IMF – Christine Lagarde menyatakan bahwa ECB saat ini memiliki ruang untuk melakukan pemangkasan suku bunga.  

Hingga akhir sesi New York, euro tercatat melemah 0,32 persen terhadap dolar AS ke 1.2453, namun euro kembali menguat 0,15 persen terhadap yen ke  98.05 yen, dan turun 0,31 persen terhadap sterling ke 0.8095.




U.K.
Stg/dlr <GBP=> terakhir berada pada posisi level 1.5364  dari level 1.5380 dengan terjadi penurunan 0.1 persen.   

Terhadap  sterling,  euro  merosot  0.3  persen  ke  level  81.02  pence  <EURGBP=>,  menghentikan  kenaikan  ke  level  tertinggi  satu  bulannya  81.41  pence.   

Rilis data hari ini dari perubahan Halifax (Mei) yang seharusnya dirilis kemarin juga terdapat data construction PMI bulan Mei sore harinya. 




JAPAN
Dalam  konferensi  telewicara  dengan  pemipim  negara‐negara  G7  lainnya,  Menteri  Keuangan  Jun  Azumi  menyatakan  bahwa  penguatan  kurs  yen  dan  anjloknya  bursa  saham  Jepang  akan  menimbulkan  resiko  pada  ekonomi  Jepang.  Pernyataan  tersebut  dipandang  para  analis  sebagai  sinyal  bahwa  pemerintah Tokyo tengah menyiapkan langkah antisipatif guna melemahkan kurs yen secara sistematis, atau yang biasa disebut dengan upaya intervensi  mata uang. Namun saat ini langkah intervensi tersebut nampaknya tidak memperoleh dukubungan langsung dari neagra G7 lainnya, mengingat masing‐ masing masih memiliki masalah dalam perekonomiannya sendiri. 

Berdasarkan  sumber  yang  dekat  dengan  kementrian  keuangan  Jepang,  pemerintah  Jepang  nampaknya  belum  mengantongi  “izin”  dari  pemerintah  G7  lainnya untuk melakukan intervensi yang dilakukan secara tunggal, hanya oleh pemerintah Jepang sendiri. Otoritas Jepang juga diperkirakan masih belum  akan melakukan aksi secara langsung, karena kinerja yen saat ini lebih dipengaruhi oleh krisis eropa dan ekspektasi pelonggaran moneter Amerika, dua hal  yang berada di luar kendali pemerintah Jepang.  

Hingga akhir sesi New York, dolar AS tercatat menguat 0,47 persen terhadap yen di 78.73, sementara itu euro naik 0,15 persen terhadap yen ke 98.05 yen.  Sedangkan Aussie dolar tercatat menguat 0,67 persen terhadap yen di 76.68 dan sterling juga naik 0,46 persen terhadap yen ke 121.09.




AUSTRALIA
Bank sentral Australia memangkas suku bunga untuk kedua kalinya pada sidangnya hari Selasa untuk mendongkrak kepercayaan pada ekonomi domestik.  Langkah  tersebut dilakukan menjelang pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank  sentral  dari negara  G‐7  untuk membahas masalah krisis  utang Eropa. 

Mengutip  suramnya  prospek  ekonomi  global  dan  pertumbuhan  ekonomi  dalam  negeri  yang  lemah  telah  mendorong  RBA  mengambil  keputusan  memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3.5%. 

Aussie  tidak  banyak  terpengaruh  oleh  keputusan  RBA  tersebut  karena  sudah  banyak  diperkirakan  pasar,  meskipun  sebagian  pelaku  pasar  mengharap  dilakukan pemangkasan lebih besar lagi.  Aussie  awalnya  sempat  terapresiasi  di  atas  $0.9800  untuk  pertama  kalinya  sejak  30  Mei,  sebelum  akhirnya  bergerak  naik  0.2%  di  sekitar  $0.9740  dibandingkan dengan penutupan New York hari Senin. 

Buruknya data ekonomi di sejumlah negara industri maju, dari data non‐farm payrolls AS hingga data manufaktur Cina telah memperkuat keputusan RBA,  karena Australia sangat bergantung pada permintaan asing untuk produk sumber daya alamnya, khususnya sektor pertambangan. 

Tingkat suku bunga Australia saat ini yang terendah sejak Desember 2009, namun masih jauh di atas suku bunga AS, Jepang atau Eropa, dimana hal ini  yang menjadi alasan investor untuk menaksir akan terjadi pemangkasan hingga 100 basis poin dalam tahun ini. 

Pasar keuangan global masih dihantui oleh kekhawatiran krisis perbankan Spanyol dan kemungkinan Yunani keluar dari keanggotaan zona euro setelah  pemilu 17 Juni mendatang. 

Adapun bank sentral lainnya yang akan disorot pasar pekan ini adalah bank sentral Eropa (ECB) yang akan menggelar sidang regulernya hari Rabu ini dan  bank sentral Inggris (BoE) pada hari Kamis. 

Pelaku pasar juga akan menantikan testimoni Kepala The Fed Ben Bernanke pada hari Kamis untuk kemungkinan akan dilakukan kebijakan quantitative  easing putaran ketiga.




SWISS
Inflasi  Swiss  dalam  basis  tahunan  diprediksi  turun  0.9%  di  bulan  Mei,  dibandingkan  dengan  penurunan  1%  di  bulan  April,  sedangkan  dalam basis bulanan, inflasi diprediksi tetap setelah naik 0.1% di bulan April. Data akan dirilis pada hari Kamis besok pukul 14.15 wib. 

Yield  untuk  obligasi  jangka  pendek  pemerintah  Swiss  kembali  berada  pada  level  negatif  dan  menembus  level  terendahnya  sejak  September pada sebuah lelang hari Selasa menyusul kecemasan tentang krisis utang zona euro mendorong investor untuk membayar  guna memarkir dana mereka di tempat yang aman.  Yield untuk obligasi tenor 3 bulan turun ke ‐0.75% dari 0.62% sepekan lalu. Ini adalah level terendah sejak lelang pada 13 September,  ketika yield mencatat ‐0.801%. 

Kekhawatiran  terhadap  Yunani  dan  Spanyol  telah  meningkatkan  permintaan  untuk  aset‐aset  berdenominasi  Swiss  franc  dan  memicu  pertanyaan mengenai apakah bank sentral Swiss (SNB) dapat mempertahankan nilai patokan 1.20 franc per euro yang ditetapkan pada 6  September lalu. 

Pelaku  pasar  juga  akan  menantikan  testimoni  Kepala  The  Fed  Ben  Bernanke  pada  hari  Kamis  untuk  kemungkinan  akan  dilakukan  kebijakan quantitative easing putaran ketiga. 

Tuesday, June 5, 2012

Headline News 05.06.12


US & GLOBAL
Euro rally dan obligasi melemah dari yield terendahnya minggu lalu pada hari Senin lalu karena gambaran bahwa otoritas berusaha untuk  memperbesar integrasi fiskal pada zona euro.   

Bursa  saham  AS  merosot,  tetapi  oil,  tembaga  dan  komoditas  lainnya  rebound  karena  investor  berspekulasi  bahwa  tindakan  terkini  kemungkinan berjalan untuk menangani krisis utang dan menjaga Yunani dari meninggalkan zona euro. Bursa saham Wall Street zigzag  antara naik dan turun.   

Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 17.11 poin, atau 0.14 persen, ke level 12,101.46. Indeks Standard & Poor's  500  <.SPX>  naik  0.14  poin,  atau  0.01  persen,  ke  level  1,278.18.  Indeks  Nasdaq  Composite  <.IXIC>  bertambah  12.53  poin,  atau  0.46  persen, ke level 2,760.01.   

Pada perdagangan yang sepi di pasar Eropa, indeks FTSE Eurofirst 300 <.FTEU3> dari saham‐saham utama Eropa ditutup turun 0.5 persen  ke level 949.94 points. Indeks MSCI world equity <.MIWD00000PUS> melorot 0.3 persen ke level 291.15.   

Kanselir  Jerman  Angela  Merkel  menekankan  pada  langkah‐langkah  yang  lebih  ambisius,  termasuk  otoritas  sentral  dalam  mengatur  keuangan zona euro dan kekuatan utama baru Eropa untuk berbagai entitas Eropa, pejabat Jerman mengatakannya.  

Di Spanyol, Perdana menteri Mariano Rajoy menekankan untuk penyelamatan Eropa secara langsung pada permasalahan perbankan.  

Euro melonjak 1 persen terhadap yen Senin lalu, terdorong diatas level terendahnya 11‐1/2‐tahun yang terjadi sehari sebelumnya. Euro  mencapai level tertinggi 97.96 yen <EURJPY=>, naik diatas level terendah Jumat sebelumnya 95.57. Terakhir diperdagangkan pada level  97.86 yen, naik 0.9 persen dalam hariannya, menurut data Reuters.   

Harga  Treasuries  AS  merosot  Senin  lalu  karena  para  trader  melakukan  aksi  ambil  untung  dari  rally  baru‐baru  ini  yang  minggu  lalu  membawa yields ke level historis terendahnya.     

Emas melemah Senin lalu karena investor logam mulia merealisasikan keuntungan dari kenaikan tajam sebelumnya dengan penurunan  pada ekuitas AS, yang mendapat tekanan dari tanda‐tanda perlambatan ekonomi AS dan krisis utang Eropa. Spot emas <XAU=> anjlok 0.7  persen ke level $1,614.89 per ons pada pukul 2:21 p.m. EDT (1821 GMT). U.S. COMEX gold futures untuk pengiriman Agustus <GCQ2> di  settled  turun  $8.20  ke  level  $1,613.90  per  ons,  dengan  volume  perdagangan  anjlok  dibawah  rata‐rata  30‐harinya  dan  perdagangan  sebelumnya.    

Harga  oil  membalikkan  rangkaian  penurunan  empat  kali  di  level  terendahnya  karena  penurunan  ke  level  bulanannya  menarik  aksi  bargain‐hunters  dan  karena  euro  naik  terhadap  dollar  dari  harapan  para pemimpin  Eropa dapat menjaga keutuhan  zona  euro.  Brent  crude futures <LCOc1> meningkat 42 sen untuk di settle ke level $98.85 per barrel. U.S. July crude <CLc1> bertambah 75 sen untuk di  settle ke level $83.98, setelah pada awalnya melorot ke level $81.21, terendah sejak harga terakhir dibawah level $80 per barrel pada  bulan Oktober.  



GOLD & COMMODITIES
Emas  terkoreksi  pada  hari  Senin  setelah  investor  melakukan  profit‐  taking  pasca  rally  tejamnya  di  sesi  sebelumnya  untuk  menutup  kerugian di ekuitas AS, yang mengalami tekanan akibat indikasi melemahnya ekonomi AS dan krisis utang Eropa. 

Logam  mulia,  yang  mengalami  rally  4.3%  di  hari  Jumat  kemarin,  kembali  terkoreksi  menyusul  melemahnya  bursa  Wall  Street  setelah  pasar memusatkan perhatian pada pembicaraan darurat diantara negara G‐7 untuk membahas masalah krisis Eropa. 

Pasar  akan  memperhatikan  hasil  conference  call  para  menteri  keuangan  dan  gubernur  bank  sentral  dari  negara  G‐7  hari  ini  untuk  membahas masalah krisis utang Eropa. Sedangkan para pemimpin negara G‐20 akan bertemu di Meksiko pada 18‐19 Juni mendatang,  dengan masalah Eropa nampaknya akan menjadi agenda utama. 

Harga  emas  spot  turun  0.6%  di  $1,616.40  per  ounce,  sedangkan  untuk  emas  berjangka  COMEX  pengiriman  Agustus  turun  $8.20  di  $1,613.90 per ounce, dengan volume transaksi jauh di bawah level rata‐rata 30 hari. 

Rendahnya nilai yield obligasi AS dan Jerman juga turut mendorong minat investor untuk memburu emas. 
OIL & COMMODITIES
Harga minyak berjangka AS rebound pada hari Senin setelah 4 hari mengalami penurunan dan mencatat koreksi pekan kemarin sebesar  8.4%, setelah euro mengalami rally menyusul harapan bahwa otoritas Eropa akan mempu mengatasi krisis utang zona euro. 

Bargain  hunting  juga  mendorong  sejumlah  pembeli  untuk  kembali  beraktifitas    pasca  tekanan  jual  belakangan  ini  mendorong  harga  mendekati level terendah 8 bulan, dan menempatkannya berada pada zona oversold secara teknikal. 

NYMEX crude untuk pengiriman Juli berakhir pada level $83.98 per barel, naik 75 sen atau 0.9%, setelah terkoreksi ke level intraday low  di $81.21, level terendahnya sejak 6 Oktober 2011. 

Sedangkan  harga  minyak  Brent  tertekan  oleh  kekhawatiran  melambatnya  pertumbuhan  ekonomi  AS  dan  Cina  dan  krisis  zona  euro  berpotensi mengurangi minat beli pada bahan bakar, namun kemudian berhasil rebound dari level terendah 16 bulan yang dicatat di  awal sesi, seiring menguatnya euro atas dolar. Harga minyak Brent turun 60 sen di level $97.83 per barel, turun dalam 5 sesi berturut‐ turut dan mencatat intraday low di $95.63, level terendahnya sejak 26 Januari 2011. 

Pasar  akan  memperhatikan  hasil  conference  call  para  menteri  keuangan  dan  gubernur  bank  sentral  dari  negara  G‐7  hari  ini  untuk  membahas masalah krisis utang Eropa. Sedangkan para pemimpin negara G‐20 akan bertemu di Meksiko pada 18‐19 Juni mendatang,  dengan masalah Eropa nampaknya akan menjadi agenda utama.  

Badan Energi Atom Internasional PBB (IAEA) dan Iran dijadwalkan untuk mengadakan perundingan putaran kedua pada hari Jumat di  kota Wina Austria dan Yukiya Amano, direktur jenderal IAEA, mengatakan dia berharap para pihak bisa menyelesaikan perjanjian yang  memungkinkan inspektur PBB untuk melanjutkan investigasi ke dalam program nuklir Teheran. 

Iran  dan  enam  negara  ‐  Amerika  Serikat,  Perancis,  Rusia,  Cina,  Jerman  dan  Inggris  ‐  akan  bertemu  untuk  ketiga  kalinya  tahun  ini  di  Moskow  pada  18‐19  Juni  setelah hanya membuat  sedikit  kemajuan  dalam upaya penyelesaian  perselisihan  tersebut  pada  pertemuan  mereka yang terakhir di Baghdad bulan lalu. 
EURO ZONE
Euro menguat terhadap dolar AS dan yen pada sesi awal pekan ini ditunjang oleh turunnya imbal hasil obligasi beberapa negara kawasan Uni‐Eropa seiring  menguatnya optimisme bahwa otoritas Uni Eropa akan mempertahankan euro . Sementara itu kekhawatiran akan kondisi perbankan Spanyol dan prospek  perlambatan pertumbuhan ekonomi global masih membayangi para investor dan potensial membatasi penguatan. Pemerintah Perancis dan Komisioner  Eropa  memberikan  sinyal  akan  mendukung  rencana  ambisius  untuk  menggunakan  dana  bailout  permanen  untuk  menyelamatkan  perbankan  yang  bermasalah.  

Sementara itu data terakhir memperlihatkan bahwa inflasi di tataran produsen di kawasan Uni Eropa untuk periode April mengalami penurunan. Kondisi  mana diperkirakan akan memberikan legitimasi bagi bank sentral untuk melakukan pemangkasan suku bunga pada sidangnya Rabu pertengahan pekan ini. 

Sabtu 02 Juni akhir pekan lalu, Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy menegaskan pentingnya pembentukan otoritas pusat untuk mengawasi kebijakan  fiskal di kawasan Uni Eropa. Pemerintah Jerman juga menginginkan adanya loncatan signifikan dalam mencapai integrasi eropa, meskipun mayoritas analis  tidak terlalu percaya apakah langkah‐langkah tersebut akan mengembalikan kepercayaan pelaku pasar dalam waktu dekat.  

Pada sesi Selasa 05 Juni ini juga akan digelar konferensi telewicara antara para menteri‐menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara‐negara G7  untuk membahas krisis Uni Eropa.  

Hingga akhir sesi New York, euro tercatat menguat 0,49 persen terhadap dolar AS ke 1.2493, euro juga kembali menguat 0,93 persen terhadap yen ke  97.90 yen, dan menguat 0,33 persen terhadap sterling ke 0.8120 dan turun tipis 0,04 persen Swiss franc di 1.2007. 




U.K.
Ekspektasi untuk lebih besar pelonggaran kebijakan moneter dari Bank of England menjaga pergerakan terbatas pada pound.  

Sterling menguat 0.1 persen ke level $1.5380 <GBP=>, dengan beberapa investor terlihat untuk melakukan aksi jual sebelum keputusan  BoE policy Kamis ini.   

Rilis data hari ini pada siang harinya adalah Halifax house price basis bulanan dan tahunannya untuk bulan Mei. 




JAPAN
Gubernur  BOJ  –  Masaaki  Shirakawa  kembali  menyatakan  keengganannya  untuk  meningkatkan  pembelian  obligasi  pemerintah  dengan  lebih  agresif.  Sebaliknya  Shirakawa  menegaskan  proyeksi  membaiknya  ekonomi  Jepang  ditunjang  oleh  mulai  stabilnya  beberapa  tonggak  ekonomi  Jepang.  Namun  demikian Shirakawa mengingatkan akan dampak dari krisis Uni Eropa dan ketidakpastian berkaitan pemulihan ekonomi Amerika.  

Berkaitan  dengan  perkembangan  kurs  yen,  Shirakawa  menekankan  bahwa  pihaknya  masih  akan  terus  mengamati  perkembangan  kurs  yen.  Karena  menurutnya kurs yen saat ini tidak mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Jepang saat ini. Sebaliknya penguatan yen menurunkan keuntungan dan  daya kompetitif eksportir Jepang yang merupakan penyangga utama ekonomi Jepang.  

Pada sesi Selasa 05 Juni ini juga akan digelar konferensi telewicara antara para menteri‐menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara‐negara G7  untuk membahas krisis Uni Eropa.  

Hingga akhir sesi New York, dolar AS tercatat menguat tipis 0,47 persen terhadap yen di 78.36, sementara itu euro naik 0,93 persen terhadap yen ke 97.90  yen. Sedangkan Aussie dolar tercatat menguat 0,71 persen terhadap yen di 76.17 dan sterling juga naik 0,63 persen terhadap yen ke 120.53. 




AUSTRALIA
Menurunnya iklan lowongan kerja dan keuntungan perusahaan, ditambah kondisi inflasi yang stabil telah memperkuat keyakinan akan lemahnya ekonomi  Australia di awal 2012, sehingga membuka peluang lebih besar untuk RBA memangkas suku bunganya lebih lanjut. 

Mayoritas ekonom yang disurvey oleh Dow Jones Newswires pasca rilis data mengatakan RBA akan memangkas suku bunganya pada sidangnya hari Selasa  minggu ini. Sebanyak 6 dari 20 responden memprediksi terjadi pemangkasan 50 basis poin sedangkan 10 lainnya memprediksi pemangkasan 25 basis poin.  Sedangkan  hanya  4  responden  yang  memprediksi  suku  bunga  akan  dipertahankan  di  levelnya  saat  ini  3.75%  setelah  mengejutkan  pasar  dengan  pemangkasan 50 basis poin pada sidangnya 1 Mei lalu. 

Biro Statistik Australia hari Senin kemarin melaporkan keuntungan perusahaan turun 4% di kuartal pertama, lebih rendah dari ekspektasi pasar terjadi  penurunan 2.5%, dipicu oleh penurunan 13% pada keuntungan sektor pertambangan dan  penurunan 10% pada keuntungan sektor manufaktur.  

Sementara data lainnya menunjukkan jumlah iklan lowongan kerja di surat kabar Australia dan internet turun untuk kedua kalinya secara berturut‐turut di  bulan Mei. Survey menunjukkan iklan lowongan kerja turun 2.4%, sedangkan di kawasan sektor pertambangan di Australia bagian Barat, iklan lowongan  kerja turun 5%, mencatat penurunan 5 bulan berturut‐turut. 

Aussie awalnya sempat terkoreksi ke level intraday low di $0.9629 setelah data menunjukkan penurunan pada bursa saham lokal ke level terendah hampir  7 bulan dan kemungkinan dilanjutkannya pemangkasan suku bunga oleh RBA. Namun Aussie kemudian berhasil rebound dan mencatat intraday high di  $0.9747 seiring melemahnya dolar setelah data ekonomi AS dirilis buruk dan adanya perkembangan positif di Eropa menyusul indikasi bahwa keanggotaan  zona euro akan tetap dipertahankan. Aussie terakhir tercatat bergerak menguat 0.2% di sekitar $0.9722 dibandingakn penutupan New York hari Jumat. 

Pasar akan mencermati hasil sidang RBA hari Selasa ini, dimana jika RBA kembali memangkas suku bunganya maka akan memicu koreksi pada Aussie.  Pasar juga akan memperhatikan hasil conference call para menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari negara G‐7 hari ini untuk membahas masalah  krisis utang Eropa. Sedangkan para pemimpin negara G‐20 akan bertemu di Meksiko pada 18‐19 Juni mendatang, dengan masalah Eropa nampaknya akan  menjadi agenda utama.




SWISS
Swiss  franc  awalnya  sempat  melemah  terhadap  dolar  seiring  meningkatnya  kekhawatiran  akan  krisis  Eropa  dan  melambatnya  pertumbuhan  ekonomi  global, yang telah mendorong perdebatan mengenai apakah bank sentral Swiss (SNB) akan mampu menahan derasnya arus masuk aliran safe‐haven, yang  akan memicu penguatan Swiss franc lebih lanjut. 

SNB telah mematok atau membatasi penguatan Swiss franc di level 1.20 franc per euro pada bulan September tahun lalu guna melindungi ekonominya  dari resiko deflasi dan resesi, setelah adanya safe‐haven buying dari zona euro yang telah memicu penguatan tajam Swiss franc. SNB telah berulangkali  menegaskan akan tetap mempertahankan plafon atas mata uangnya dengan cara melakukan aksi beli tak terbatas (melakukan intervensi) kedalam pasar  uang. 

Namun dengan meningkatnya eskalasi krisis zona euro, maka kekhawatiran semakin besar bahwa nilai plafon atas (patokan) bakal mengalami tekanan  seiring derasnya arus masuk modal, sehingga memicu perdebatan apakah langkah SNB selanjutnya untuk menahan laju penguatan Swiss franc jika euro  benar‐benar jatuh. 

Meskipun  ada  kekhawatiran  ekonomi  Swiss  akan  terjatuh  kedalam  resesi,  namun  ada  setitik  harapan  roda  perekonomian  akan  terus  berjalan  seiring  kuatnya tingkat konsumsi domestik. 

Data CPI Swiss akan dirilis pekan ini dan pasar akan mencermatinya untuk melihat apakah ekonomi Swiss akan tersungkur kedalam deflasi. Inflasi tahunan  Swiss diprediksi turun 0.9%. 

Di sesi New York semalam, Swiss franc berhasil rebound seiring melemahnya dolar setelah data ekonomi AS dirilis buruk dan adanya perkembangan positif  di  Eropa  menyusul  indikasi  bahwa  keanggotaan  zona  euro  akan  tetap  dipertahankan.  Swiss  franc  terakhir  tercatat  bergerak  di  sekitar  0.9612  franc  terhadap dolar, menguat 0.5% dari posisi penutupan New York hari Jumat. Sedangkan terhadap euro, Swiss franc bergerak relatif stabil di sekitar 1.2006  franc.  

Pasar akan memperhatikan hasil conference call para menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari negara G‐7 hari ini untuk membahas masalah krisis  utang  Eropa.  Sedangkan  para  pemimpin  negara  G‐20  akan  bertemu  di  Meksiko  pada  18‐19  Juni  mendatang,  dengan  masalah  Eropa  nampaknya  akan  menjadi agenda utama.