title cover

title cover

Monday, June 25, 2012

Headline News 25.06.12

US & GLOBAL
Harga  oil  menguat  dari  level  terendahnya  dalam  18‐bulan  Jumat  lalu  karena  investor  mengubah  fokus  mereka  untuk  usaha  menyelesaikan kembali krisis utang Eropa, sementara itu bursa saham AS rebound dari kinerja terburuk keduanya dalam tahunan.  

Euro menguat terhadap dollar setelah European Central Bank mengatakan akan menerima aset‐aset berkualitas rendah sebagai jaminan  dalam gerakan untuk membantu goyahnya perbankan regional mereka.  

Investor  mengkhawatirkan  bahwa  krisis  utang  Eropa  bertambah  untuk  melambat  terhadap  pertumbuhan  perekonomian  global  khususnya setelah serentetan data Kamis sebelumnya yang menunjukkan penurunan pada sektor manufaktur global. Bursa saham Eropa  ditutup melemah dalam hariannya setelah data menunjukkan anjloknya sentimen bisnis Jerman.  

Para  pemimpin  Jerman,  Perancis,  Italia  dan  Spanyol  menyetujui  Jumat  lalu  paket  sebesar  130  milyar  euro  ($156  milyar)  untuk  menghidupkan kembali pertumbuhan ekonomi di Eropa tetapi terbagi atas penerbitan obligasi bersama untuk menggempur krisis utang  zona euro. 

Setelah  para  pemimpin  bertemu  di  Roma,  Perdana  menteri  Italia  Mario  Monti  mengatakan  Uni  Eropa  seharusnya  mengadopsi  suatu  rangkaian langkah pertumbuhan yang setara dengan 1 persen dalam gross domestic product (GDP) regional pada summit minggu depan.  

Agenda minggu depan adalah 28‐29 Juni untuk summit Uni Eropa.  

Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> bertambah 67.21 poin, atau 0.53 persen, ke level 12,640.78. Indeks Standard & Poor's 500  <.SPX> naik 9.51 points, atau 0.72 persen, ke level 1,335.02. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> menguat 33.33 poin, atau 1.17 persen, ke  level 2,892.42.   

Bursa  saham  dunia  yang  diukur  pada  indeks  MSCI's  global  equity  <.MIWD00000PUS>,  merosot  0.3  persen  dan  saham‐saham  Eropa  <.FTEU3> ditutup anjlok 0.7 persen. 

Euro  sedikit  meningkat  terhadap  dollar  Jumat  lalu  setelah  aksi  jual  terburuknya  yang  lebih  dari  enam  bulan,  yang  didorong  oleh  pergerakan  European  Central  Bank  untuk  membuat  pendanaan  yang  mudah  untuk  memperjuangkan  perbankan.  Euro  naik  ke  level  tertingginya  $1.2583  <EUR=>  dan  terakhir  diperdagangkan  pada  level  $1.2561,  meningkat  0.2  persen,  yang  mencatatkan  penurunan  mingguan sebesar 1.1 persen.  

Harga obligasi pemerintah AS turun karena investor terpecah dalam kepemilikan obligasi sebelum suntikan senilai  $99 milyar  minggu  depan. Obligasi bertenor 10‐tahun <US10YT=RR> turun 13/32 pada harga menjadi 100‐24/32 dengan yield 1.67 persen, sekitar 5 basis  poin diatas penutupan Kamis sebelumnya.  

Kenaikan pada euro membantu penguatan harga emas. Spot emas <XAU=> menguat 0.2 persen ke level $1,568.70 per ons, tetapi logam  mulia mencatatkan penurunan 3.5 persen dalam mingguan, rangkaian penurunan terburuk minggu keduanya dalam tahunan. 

Brent oil futures rebound setelah mencapai level terendah dalam 18‐bulan Kamis sebelumnya. Brent crude <LCQ2> naik $1.75 untuk di  settle ke level $90.98 per barrel, meskipun anjlok 6.8 persen dalam mingguannya. NYMEX August crude <2CLc1> di settled ke level $79.76  per barrel, bertambah $1.56 dalam seminggu, front‐month U.S. crude turun 5.1 persen. Potensi badai mengancam produksi oil di Teluk  Meksiko yang membantu mendorong harga oil
GOLD & COMMODITIES
Emas menguat pada hari Jumat, sehari setelah mengalami koreksi tajam, namun logam mulia secara virtual flat tahun ini dan mencatat  koreksi mingguan 4% akibat meningkatnya kekhawatiran mengenai prospek ekonomi global. 

Pada awal perdagangan, emas sebenarnya bertengger di wilayah negatif untuk 2012. Pada hari Kamis, emas turun 2,5%, sehari setelah  The Federal Reserve AS hanya butuh langkah sederhana untuk merangsang ekonomi terbesar dunia tersebut. The Fed memilih untuk  memperpanjang program "Operation Twist" dengan menjual obligasi jangka pendek dan membeli obligasi jangka panjang. Sementara  banyak  investor  berharap  untuk  dilakukannya  putaran  ketiga  pelonggaran  kuantitatif  (QE3)  di  mana  The  Fed  melakukan  pembelian  langsung surat utang pemerintah AS. 

Kekhawatiran terhadap inflasi telah membantu menopang penguatan emas, namun saat ini investor dicemaskan oleh masalah deflasi  setelah laporan belakangan ini menunjukkan memburuknya kondisi ekonomi global. 

Harga  emas  spot  naik  0.1%  di  $1,566.40 per  ounce,  hanya  $3  di  atas  level  penutupan  tahun 2011.  Sedangkan  emas  berjangka  untuk  pengiriman Agustus naik $1.80 di $1,567.30. 

Emas menarik minat investor sehari setelah Moody’s memangkas peringkat 15 terbesar bank dunia karena melihat prospek laba jangka  panjang serta turunnya pertumbuhan. Kekhawatiran terhadap krisis utang zona euro juga turut menopang penguatan emas.




OIL & COMMODITIES
Harga minyak berjangka Brent naik di atas $91 per barel pada hari Jumat, rebound dari level terendah 18 bulan, namun masih mencatat  penurunan mingguan sekitar 7% menyusul investor mengkhawatirkan sinyal melambatnya ekonomi global. 

Minyak berhasil rebound setelah jatuh sekitar 4% di hari Kamis karena kondisi oversold telah mendorong investor untuk kembali membeli  minyak. Namun dengan data ekonomi yang belakangan ini dirilis buruk dan berlimpahnya suplai telah memicu investor untuk menahan  diri untuk mendorong penguatan minyak lebih lanjut. 

Keputusan bank sentral Eropa (ECB) yang akan menjamin aset‐aset dengan kualitas buruk untuk mengurangi tekanan di sektor perbankan  juga turut memberi dukungan pada mata uang berimbal hasil lebih tinggi seperti euro dan juga mendorong naiknya minyak berjangka. Namun euro kemudian melemah setelah investor ragu dengan efektifitas langkah ECB tersebut. 

Di bursa London, Brent berjangka untuk pengiriman Agustus naik $1.81 di $91.04, setelah rebound dari level intraday low $88.49, level  terendahnya sejak Desember 2010. 

Sedangkan  untuk  minyak  berjangka  AS  pengiriman  Agustus  naik  $1.48  ke  $79.25  setelah  mencatat  intraday  low  di  $77.56,  level  terendahnya sejak 5 Oktober 2011, setelah tersungkur 4% di hari Kamis. Kontrak minyak ini mencatat penurunan 6% dalam sepekan. 



EURO ZONE
Euro  menguat  terhadap  yen  dan  dolar  AS  pada  sesi  Jumat  akhir  pekan  lalu  ditunjang  oleh  langkah  bank  sentral  –  ECB  yang  memberikan  keleluasaan  jaminan untuk mendapatkan pendanaan dari perbankan kawasan tersebut. Termasuk didalamnya adalah jaminan dengan kualitas rendah (hingga level  BBB) untuk menurunkan keteganan sektor keuangan kawasan.  

Namun  demikian  para  analis  mengingatkan  bahwa  euro  masih  potensial  mengalami  tekanan  sehubungan  rilis  data  fundamental  ekonomi  yang  kian  melemah,  meningkatkan  tekanan  bagi  ECB  untuk  segera  melakukan  pemangkasan  suku  bunga  untuk  membantu  memulihkan  krisis  hutang  yang  kian  menyebar. Sebagai contohnya adalah data business sentiment Jerman untuk periode Juni yang mencatat pelemahan ke level terendahnya sejak 2‐tahun  terakhir.  

Pihak Jerman tetap bertahan untuk terus menekan Yunani dalam rangka pemangkasan anggaran untuk mendapatkan bailout, dan menolak ide peluncuran  obligasi bersama Uni Eropa. Namun, pemimpin Italia, Spanyol, Jerman dan Perancis menyetujui paket dana senilai 130 miliar euro (156 miliar USD) yang  akan digunakan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi kawasan tersebut.  

Dalam  sepekan  terakhir  euro  tercatat  mengalami  pelemahan  mingguan  sebesar  0,59  persen  terhadap  dolar  AS  ke  1.2562,  sementara  itu  euro  justru  tercatat menguat 1.57  persen terhadap  yen di  101.03, euro juga mencatat penguatan  0,20 persen terhadap sterling ke 0.8064 dan turun  0,03  persen  terhadap Swiss franc di 1.2004.




U.K.
Aktivitas  Merger  dan  akuisisi  melorot  25  persen  diseluruh  dunia  dalam  semester  pertama  tahun  2012  karena  ketidakpastian  perekonomian  global mengekang rencana ekspansi perusahaan‐perusahaan ‐‐ dan para bankir tidak mengekspektasi besarnya perbaikan dalam waktu tahunan  yang tersisa.  

Total pengumuman kesepakatan sedikit lebih dari $1 triliun secara global hingga 19 Juni, turun dari $1.33 triliun pada waktu yang sama tahun  lalu, menurut laporan data awal dari Thomson Reuters.  

Penurunan  dalam  pembuatan  perjanjian  adalah  berita  buruk  untuk  perbankan  yang  siap  menantang  terhadap  krisis  keuangan  di  Eropa,  mengkhawatirkan mengenai pertumbuhan di Asia dan perekonomian AS yang telah berbalik memburuk pada bulan‐bulan ini.   

Pengawas  resiko  dari  Bank  of  England  terlihat  mengatur  untuk  memungkinkan  kreditur  minggu  depan  membebaskan  milyaran  pound  dari  penyangga cash dan membantu mengangkat perekonomian keluar dari resesi.  

The Financial Policy  Committee (FPC)  bertemu Jumat lalu dan mempublikasikan rekomendasi untuk tindakan regulasi pada 29 Juni. Beberapa  anggota telah menurunkan petunjuk utama pada apakah mengekspektasi bagian dari melebarnya usaha Inggris untuk mendapatkan kredit yang  lebih mengalir ke dalam perusahaan.  




JAPAN
Pemerintah Jepang meningkatkan proyeksi ekonominya pada akhir pekan lalu, ditunjang oleh membaiknya consumer spending dan stabilnya permintaan  barang  pasca  rekonstruksi  beberapa  kawasan  yang  terkena  tsunami  tahun  2011  silam.  Namun  demikian  tetap  mengingatkan  akan  kemungkinan  penurunan aktifitas ekonomi sehubungan dengan penyebaran krisis hutang Uni Eropa dan perlambatan ekonomi Cina sebagai salah satu tujuan utama  ekspor produk asal Jepang. Kantor Kabinet Jepang untuk pertama kalinya dalam 3‐bulan terakhir meningkatkan proyeksi capital spending ditunjang oleh  membaiknya keuntungan korporasi dan dukungan permintaan barang dari upaya rekontruksi.  

Penilaian ini juga menunjang dinaikkannya perkiraan pertumbuhan ekonomi Jepang oleh BOJ pertengahan pekan lalu. Sementara itu berdasarkan jajak  pendapat  yang  dilansir  Reuters,  memperlihatkan  bahwa  ekonomi  Jepang  diprediksi  akan  mengungguli  pertumbuhan  ekonomi  negara  maju  lainnya.  “Penjualan  otomotif  meningkat  ditunjang  oleh  subsidi  dari  pemerintah  sejak  Agustus  2011  lalu,  dan  aktifitas  konstruksi  perumahan  juga  naik  untuk  pertama kalinya sejak 2‐bulan terakhir”, demikian berdasarkan pernyataan resmi dari Kantor Kabinet Jepang.  

Dalam sepekan terakhir dolar AS tercatat menguat tajam 2,21 persen terhadap yen ke 80.43, sementara itu euro juga emlonjak 1,57 persen terhadap yen  di 101.03. Sedangkan Aussie dolar tercatat melonjak 2,05 persen terhadap yen 80.98 dan sterling juga naik 1,33 persen terhadap yen ke 125.30. 




AUSTRALIA
Aussie bergerak relatif stabil setelah berhasil bertahan di atas paritasnya terhadap dolar, usai mengalami tekanan akibat buruknya rilis  data ekonomi global di hari Kamis sebelumnya. Rilis pesimis data manufaktur dari AS, Eropa dan CIna hari Kamis lalu telah menekan Aussie  dan mata uang berimbal hasil lebih tinggi lainnya. 

Keputusan bank sentral Eropa (ECB) yang akan menjamin aset‐aset dengan kualitas buruk untuk mengurangi tekanan di sektor perbankan  juga turut memberi dukungan pada mata uang berimbal hasil lebih tinggi termasuk Aussie. 

Aussie terakhir tercatat bergerak di sekitar $1.0060, naik 0.1% dari posisi penutupan New York hari Kamis. 

Pekan ini hanya data private sector credit dan housing credit periode Mei Australia yang akan dirilis pada hari Jumat. Adapun perhatian  pasar masih tertuju pada perkembangan ekonomi dan politik yang berlangsung di Eropa dan juga Amerika Serikat. 




SWISS
Swiss franc melanjutkan koreksinya terhadap dolar pada hari Jumat, setelah mengalami tekanan di hari Kamis sebelumnya ketika data ekonomi global  dirilis buruk yang menyebabkan investor menjauhi aset beresiko, dan mendorong naiknya dolar AS. 

Namun Swiss franc relatif stabil terhadap euro, bergerak di sekitar level patokannya 1.20 franc per euro yang ditetapkan pada 6 September tahun lalu  guna mencegah ekonomi Swiss terjatuh kedalam resesi ataupun deflasi. 

Penurunan peringkat 15 bank dunia oleh lembaga pemeringkat Moody’s juga turut menjaga berlanjutnya risk aversion (keengganan untuk mengoleksi aset  beresiko). Lembaga pemeringkat internasional, Moody’s Investor Services, kembali memangkas rating 15 bank‐bank besar, seperti Bank of America, JP  Morgan Chase, serta Goldman Sachs, karena melihat prospek laba jangka panjang serta turunnya pertumbuhan.  Moody’s  juga  mengatakan  sangat  prihatin  terhadap  bisnis  perbankan  karena  pasar  sangat  bergejolak.  Beberapa  bank  besar  Eropa  juga  diturunkan  peringkatnya, termasuk Barclays, Deutsche Bank, serta HSBC. 

Swiss franc terlihat bergerak relatif stabil terhadap dolar dan terakhir tercatat bergerak di sekitar 0.9560 franc. Swiss franc juga bergerak stabil terhadap  euro di sekitar 1.2005 franc. 

Sementara itu, lembaga ekonomi KOF Swiss Jumat kemarin menaikkan proyeksi pertumbuhan untuki tahun 2012 menjadi 1.20% menyusul kuatnya tingkat  konsumsi telah mendorong pertumbuhan ekonomi Swiss di awal tahun ini, namun dikatannya bahwa dimasa mendatang ekonomi Swiss akan menghadapi  tantangan  akibat  krisis  utang  zona  euro.  KOF  juga  memprediksi  ekspansi  ekonomi  akan  meningkat  menjadi  1.7%  di  tahun  2013,  turun  dari  proyeksi  sebelumnya di 1.9%.

Friday, June 22, 2012

Headline News 22.06.12




US & GLOBAL
Bursa  saham  global  melorot  2.0  persen  dan  Brent  crude  oil  ditutup  ke  level  terendahnya  dalam  18  bulan  Kamis  lalu  karena  data  menunjukkan  aktivitas  manufaktur  Cina,  Eropa  dan  AS  telah  melambat  kedepannya  yang  menandai  kekhawatiran  mengenai  melambatnya pertumbuhan (ekonomi) global.  

Data  yang  mengecewakan  berasal  sehari  setelah  the  Fed  memperluas  program  stimulus  moneter  yang  bertujuan  untuk  mendorong  perekonomian AS.  

Aktivitas  bisnis  diseantero  zona  euro  merosot  kedalam  rangkaian  lima  bulannya  pada  bulan  Juni  dan  manufaktur  Cina  mengalami  kontraksi, sementara itu melemahnya permintaan luar negeri memperlambat pertumbuhan sektor factory AS, survei menunjukkannya.  

Bursa saham AS mencatatkan kinerja harian terburuknya dalam tiga minggu, ditambah setelah Goldman Sachs menekan pada indeks S&P  500. Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> anjlok 250.82 poin, atau 1.96 persen, untuk ditutup ke level 12,573.57. Indeks Standard  & Poor's 500 <.SPX> merosot 30.18 poin, atau 2.23 persen, ke level 1,325.51. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> melorot 71.36 poin, atau  2.44 persen, ke level 2,859.09.   

Bursa saham dunia yang diukur oleh indeks MSCI's global equity <.MIWD00000PUS>, turun 1.8 persen dan bursa saham Eropa <.FTEU3>  ditutup anjlok 0.5 persen.  

Harga Treasuries AS naik Kamis lalu karena data mencatatkan perlambatan pada perekonomian AS, sehari setelah the Fed mengatakan  bahwa siap untuk melakukan usaha yang lebih dalam membantu meningkatkan recovery yang rapuh.  

Euro anjlok ke level terendahnya $1.2529 <EUR=> pada data Reuters, jauh dibawah level tertinggi Rabu sebelumnya $1.2743. Terakhir  berada pada level $1.2541, turun 1.3 persen, level harian terburuknya sejak pertengahan Desember.   

Emas anjlok 2.5 persen Kamis lalu, diambang menghapus kenaikannya tahun ini karena mengemukanya kembali ketakutan perlambatan  ekonomi global dan kekecewaan berkenaan dengan kurang agresifnya stimulus the Fed yang menekan ketertarikan pada logam mulia  sebagai lindung nilai dibandingkan dengan inflasi. Spot emas <XAU=> merosot 2.5 persen ke level $1,566 per ons pada pukul 1905 GMT,  yang pada awalnya tertekan ke level terendahnya $1,563.88 per ons.   

Pada  pasar  oil,  Brent  crude  <LCOc1>  anjlok  ke  dalam  rangkaian  empat  harinya  untuk  ditutup  ke  level  terendahnya  dalam  18  bulan.  August Brent crude <LCOQ2> ditutup ke level $89.23 per barrel, turun $3.46, atau 3.7 persen, dan mencatatkan settlement terendahnya  pada  front‐month  Brent  sejak  1  Des.,  2010.  NYMEX  crude  untuk  pengiriman  bulan  Agustus  <CLQ2>  ditutup  ke  level  $78.20,  melorot  $3.25, atau 4 persen, yang mencatatkan settlement terendahnya pada front‐month U.S. crude sejak 4 Okt., 2011. 

GOLD & COMMODITIES
Emas  merosot  2.5%  pada  hari  Kamis  dipicu  tumbuhnya  kekhawatiran  perlambatan  ekonomi  global  dan  kekcewaan  terhadap  langkah  stimulus The Fed yang kurang agresif sehingga menyurutkan minat pada emas sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi. 

Emas mencatat koreksi harian tertajamnya tahun ini. Emas telah mengalami tekanan jual sejak Rabu kemarin setelah The Fed mengakhiri  sidangnya  tanpa  menggulirkan  program  quantitative  easing  jilid  3  namun  menggantinya  dengan  memperpanjang  prgram  pembelian  obligasi jangka panjang untuk menurunkan suku bunga jangka panjang yang dikenal dengan istilah "Operation Twist."   

Perak turun lebih dari 4%, menyusul Brent crude oil yang anjlok lebih dari 3% ke level terendah 18 bulan dan juga melemahnya bursa  Wall Street. Tekanan jual di hari Kamis pada aset global telah mengurangi minat beli emas sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi. 

Kekhawatiran terhadap deflasi telah menyuramkan prospek emassetelah beberapa laporan menunjukkan kondisi sektor manufaktur AS  yang  mengecewakan,  menurunnya  sektor  manufaktur  Cina  dan  melambatnya  aktifitas  bisnis  di  zona  euro.  Data  terasebut  telah  menambah  kekhawatiran bahwa  krisis  Eropa  dan  melemabtnya  pertumbuhan ekonomi AS  dan Asia berpotensi  memperburuk  kondisi  ekonomi global. 

Emas spot turun 2.6% ke $1,564.40 per ounce, setelah mencatat intraday low di $1,563.88 per ounce. Sedangkan emas berjangka COMEX  pengiriman Agustus turun $50.20 per ounce di $1,565.60. Sementara perak turun 4.4% di $26.85 per ounce. 

Lemahnya permintaan emas fisik dari India juga turut menekan harga emas. Anjloknya nilai tukar rupee ke level terendahnya terhadap  dolar telah membuat harga emas menjadi lebih mahal, sehingga mengurangi minat beli investor. 




OIL & COMMODITIES
Brent crude oil turun hampir 4% ditengah perdagangan yang ramai di hari Kamis, turun di bawah $90 per barel untuk pertama kalinya  dalam 18 bulan dipicu buruknya data ekonomi Cina, AS dan Eropa, yang mengisyartakan prospek melemahnya permintaan.  Brent telah terkoreksi hampir $40 per barel sejak menemus $128.40 di awal Mei, menyusul naiknya kuota produksi minyak Arab Saudi  yang memicu naiknya stok minyak. 

Adapun komoditas lainnya juga jatuh seiring suramnya kondisi ekonomi global telah menurunkan minat untuk bahan mentah. 

Di bursa London, Brent untuk pengiriman Agustus berakhir melemah $3.46 di $89.23 per barel, level penutupan terendahnya untuk Brent  sejak Desember 2010. Brent mencatat intraday low $88.90, juga merupakan level intraday terendahnya sejak Desember 2010.  Sementara untuk U.S. August crude turun $3.25 ke $78.20 per barel, level penutupan terendahnya sejak 4 Oktober 2011. 

Dolar secara umum menguat pada perdagangan hari Kamis menyusul rilis pesimis data ekonomi AS, Eropa dan Cina telah mendorong  investor untuk menjauhi mata uang berimbal hasil lebih tinggi dan beralih memburu dolar yang dianggap sebagai mata uang yang lebih  aman.  

Jobless claims mengindikasikan pasar tenaga kerja AS masih tertekan, sementara melambatnya sektor manufaktur AS dan melemahnya  manufaktur global telah meningkatkan keengganan untuk mengoleksi aset beresiko.


EURO ZONE
Euro melemah tehadap dolar AS dan mencetak performa harian terburuknya sejak lebih dari 3‐bulan terakhir, disebabkan buruknya rilis data ekonomi  global yang meningkatkan kekecewaan para pelaku pasar terhadap keputusan The Fed yang dinilai kurang signifikan. Kondisi ini kemudian menurunkan  minat investor terhadap aset beresiko dan sebaliknya mengalihkannya kepada aset berstatus safe haven terutama dolar AS. Yang menopang kinerja dolar  AS  adalah  diantaranya  rilis  data  jobless  claims  Amerika  yang  memburuk,  menguatkan  indikasi  bahwa  pasar  ketenagakerjaan  di  negara  tersebut masih  belum sepenuhnya bangkit, serta data sektor manufaktur yang juga melemah.  

Turut menekan kinerja euro secara khusus, adalah buruknya data sektor jasa Jerman untuk periode Juni yang mengalami pelemahan dalam dua bulan  beruntun, diwarnai aktifitas sektor manufaktur ekonomi terbesar Eropa tersebut yang mencapai level terendahnya sejak 3‐bulan terakhir. Buruknya data  Uni Eropa tersebut meningkatkan spekulasi bahwa ECB pada akhirnya akan memangkas suku bunga acuan. 

Pejabat ofisial pemerintah Spanyol menegaskan bahwa permintaan resmi untuk bantuan bagi sektor perbankan Spanyol akan diajukan dalam beberapa  hari kedepan, dan detail mengenai segala sesuatunya akan diselesaikan pada akhir Juli. 

  Hingga akhir sesi New York, euro tercatat melemah tajam 1,28 persen terhadap dolar AS ke 1.2541,  euro juga anjlok 0,32 persen terhadap yen ke 100.63  yen,  dan  melemah  0,49  persen  terhadap  sterling  ke  0.8043.  Sedangkan  terhadap  Swiss  franc,  euro  tercatat  mengalami  penguatan  tipis  0,02  ke  level  1.2010.




U.K.
Penjualan  ritel  Inggris  menguat  kembali  pada  bulan  Mei  setelah  anjlok  pada  April  karena  cuaca  panas  mendorong  para  pembelanja  untuk  membeli pakaian dan sepatu, menaikkan harapan bahwa negara kemungkinan belum menghindari kemerosotan jangka panjang.  

Inggris  yang  anjlok  ke  dalam  resesi  keduanya  dalam  empat  tahun  antara  bulan  Oktober  dan  Maret,  sangat  membutuhkan  dorongan,  dan  pengambil kebijakan  memberikan harapan pada consumer spending karena  ekspor dan business morale telah tertekan oleh krisis utang zona  euro.  

Pemerintah  telah  mengumumkan  sejumlah  skema  yang  bertujuan  untuk  mendukung  lending  dan  infrastruktur  pembelanjaan,  sementara  itu  bank sentral telah mengindikasikan bahwa injeksi cash lainnya untuk mendukung perekonomian berada pada jalurnya.  

Anjloknya  kinerja  oleh  peritel  dan  menguatnya  manufaktur  pada  barang‐barang  konsumen  yang  diungkapkan  oleh  survei  industri,  dimana  menunjukkan  perbaikan  yang  tidak  diekspektasi  pada  factory  orders  Inggris  bulan  Juni,  yang  memberikan  beberapa  berita  baik  pada  perekonomian.  

Inggris  hanya  satu  kuartal  mencapai  rencananya  untuk  mengurangi  defisit  bujet  dan  memangkas  pembelanjaan  yang  kemungkinan  berlanjut  hingga 2020, pejabat setempat mengatakannya pada media lokal Kamis lalu.  




JAPAN
Dolar AS mencapai level tertingginya dalam kurun 5‐pekan terakhir terhadap yen, ditunjang oleh buruknya rilis data ekonomi di berbagai negara maju dan  kekecewaan pelaku pasar akan insignifikansi langkah The Fed dalam sidangnya tempo hari. Salah satu faktor yang turut mendukung pelemahan yen adalah  disetujuinya pengangkatan dua nominasi anggota dewan BOJ yang mendukung kebijakan pelonggaran moneter. Hal ini meningkatkan ekspektasi bahwa  BOJ akan melakukan ekspansi dalam program pembelian aset setidaknya pada sidangnya 12 Juli mendatang.  

Tingkat  mood  korporasi  Jepang  untuk  periode  Juni  menjadi  lebih  pesimis  untuk  pertama  kalinya  dalam  4‐bulan  terakhir,  demikian  berdasarkan  jajak  pendapat  yang  dilansir  Reuters.  Turunnya  kepercayaan  diri  dan  proyeksi  bisnis  tersebut  antara  lain  dipengaruhi  oleh  memburuknya  kondisi  Eropa,  penguatan  yen  dan  kemungkinan  perlambatan  ekonomi  Cina  sebagai  salah  satu  konsumen  utama  produk  asal  Jepang.  Survey  bulanan  yang  dilansir  Reuters ini memiliki korelasi cukup tinggi dengan survey Tankan. 

BOJ  diperkirakan  tengah  menyiapkan  langkah  tambahan  guna  mendukung  pemulihan  ekonomi  Jepang  terutama  jika  kondisi  menghendaki,  demikian  berdasarkan pemaparan salah satu anggota BOJ – Koji Ishida. Ishida memang menyatakan bahwa ekonomi Jepang nampaknya akan memenuhi target dan  proyeksi BOJ sebelumnya dengan pemulihan yang moderat, namun hal tersebut masih mungkin berbalik jika kondisi keuangan global memburuk. Untuk  itu Ishida menambahkan bahwa BOJ akan menerapkan langkah tambahan untuk menopang pemulihan ekonomi Jepang.  

Hingga akhir sesi New York, dolar AS tercatat menguat 0,96 persen terhadap yen di 80.21, sementara itu euro anjlok 0,32 persen terhadap yen ke 100.63  yen.  Sedangkan  Aussie  dolar  tercatat  melemah  0,54  persen  terhadap  yen  di  80.51  dan  sterling  justru  menguat  0,18  persen  terhadap  yen  ke  125.05. 




AUSTRALIA
Sektor  industri  Australia  nampaknya  akan  menghadapi  kendala  di  kuartal  saat  ini  akibat  tingginya  nilai  tukar  dan  semakin  suramnya  prospek  ekonomi  global, demikian sebuah survey menunjukkan. 

Sebuah survey kuartalan dari Westpac and the Australian Chamber of Commerce and Industry (ACCI) menemukan aktifitas secara umum masih mengalami  kontraksi di kuartal kedua. 

Survey untuk Actual Composite index of conditions tercatat 47.9 di kuartal kedua, level kontraksi selama 5 kali berturut‐turut. Sedangkan untuk Expected  Composite index untuk melihat kondisi mendatang terlihat lebih baik di 51.7 dari 51.5, sesuai dengan ekspektasi terjadi pertumbuhan yang moderat dalam  3 bulan kedepan. 

Dolar  secara  umum  menguat  pada  perdagangan  hari  Kamis  menyusul  rilis  pesimis  data  ekonomi  AS,  Eropa  dan  Cina  telah  mendorong  investor  untuk  menjauhi mata uang berimbal hasil lebih tinggi dan beralih memburu dolar yang dianggap sebagai mata uang yang lebih aman.  

Jobless claims mengindikasikan pasar tenaga kerja AS masih tertekan, sementara melambatnya sektor manufaktur AS dan melemahnya manufaktur global  telah meningkatkan keengganan untuk mengoleksi aset beresiko. 

Mata uang berimbal hasil lebih tinggi mengalami tekanan setelah investor mencerna keputusan The Fed dan juga data manufaktur Cina yang melemah. 

Aussie turun 1.5% ke $1.0042, mundur dari level tertinggi 7 pekan di $1.0225 yang dicapai pada hari Rabu. Aussie mencatat intraday low setelah sebuah  survey menunjukkan sektor manufaktur Cina mengalami kontraksi dalam 8 bulan berturut‐turut di periode Juni, dengan order ekspor berada pada level  terlemahnya sejak awal 2009. 




SWISS
Swiss franc terkoreksi terhadap dolar setelah investor mengabaikan kemungkinan The Fed menggulirkan quantitative easing (QE) jlid 3  dan data perdagangan Swiss menunjukkan masih rendahnya minat global yang menyebabkan tertekannya ekspor. 

The Fed mengatakan pihaknya akan melanjutkan program Operation Twist dengan membeli $267 milyar obligasi jangka lebih panjang  hingga akhir 2012, dimana  langkah The Fed tersebut sebelumnya telah diantisipasi pasar. 

Rendahnya minat global juga telah memukul sektor ekspor Swiss yang turun 3.7% di bulan Mei, dengan nilai penjualan ke Eropa dan Asia  turun masing‐masing 10% dan 4%. 

Buruknya data telah menekan sentimen investor Swiss, dengan kalangan analis memprediksi perlambatan ekonomi global akan menekan  pertumbuhan ekonomi Swiss di semester kedua tahun ini, setelah menunjukkan pertumbuhan yang menakjubkan di kuartal pertama. 

Di  sesi  New  York,  dolar  terus  menguat  dengan  mencatat  intraday  high  di  0.9583  franc  dan  kemudian  bergerak  di  sekitar  0.9569.  Sedangkan terhadap euro, Swiss franc bergerak stabil di sekitar 1.2009 franc.

Thursday, June 21, 2012

Headline News 21.06.12



US & GLOBAL
Indeks  bursa  saham  utama  ditutup  pada  perdagangan  yang  choppy  pada  harian  yang  flat  untuk  sedikit  melemah  pada  Rabu  lalu  sementara itu Treasuries memangkas penurunannya setelah the Fed memperluas stimulus moneter untuk menjaga recovery ekonomi AS  dari perlambatan.   

Para  analis  mengatakan  investor  telah  mengekspektasi  bank  sentral  AS  untuk  memperluas  program  pembelian  obligasinya  –  yang  disebut  "Operation  Twist"  ‐    tetapi  mencatatkan  beberapa  kekecewaan  yang  menghentikan  sejumlah  langkah‐langkah  agresif  untuk  mendorong  pertumbuhan  (ekonomi)  yang  dihadapi  dari  perlambatan  perekrutan  tenaga  kerja  di  AS  dan  memburuknya  krisis  utang  Eropa.  

Dalam Operation Twist, yang mana diakhiri bulan ini, the Fed menjual obligasi bertenor jangka pendek untuk membeli obligasi jangka  panjang dalam harapan turunnya borrowing costs (obligasi) jangka panjang. Ketua the Fed Ben Bernanke mengatakan bahwa pengambil  kebijakan siap dan dapat melakukan usaha yang lebih jika dibutuhkan, tetapi menawarkan beberapa spesifikasi.  

Indeks  Dow  Jones  industrial  average  <.DJI>  melemah  12.94  poin,  atau  0.10  persen,  ke  level  12,824.39  pada  penutupannya.  Indeks  Standard  &  Poor's  500  <.SPX>  sedikit  turun  2.29  poin,  atau  0.17  persen,  ke  level  1,355.69.  Tetapi  indeks  Nasdaq  Composite  <.IXIC>  meningkat 0.69 poin, atau 0.02 persen, ke level 2,930.45.  

Indeks MSCI dari saham global <.MIWD00000PUS > sedikit naik 0.2 persen, sementara itu euro sempat naik 0.1 persen ke level $1.27,  dibantu sebagian dari laporan bahwa Konservatif Yunani telah berhasil dalam membentuk koalisi pemerintahan. 

Dollar AS menghapus penurunannya terhadap euro untuk diperdagangkan sedikit menguat pada sore harinya Rabu lalu karena investor  mendalami komentar dari ketua the Fed Ben Bernanke. Euro terakhir diperdagangkan pada level $1.2682 <EUR=>, sedikit merosot dalam  hariannya. Telah diperdagangkan sekitar level $1.2710 sebelum dimulainya konferensi pers Bernanke.   

Kebanyakan  Treasuries  AS  merosot  Rabu  lalu,  kecuali  obligasi  bertenor  30‐tahun,  yang  mana  naik  dari  berita  the  Fed  merencanakan  untuk  membeli  lebih  banyak  (obligasi  jangka  panjang)  sebagaimana  memperluas  stimulus  moneter  terhadap  perekonomian  AS  yang  terlihat beresiko untuk melambat.  

Emas  merosot  sekitar  0.5  persen  pada  perdagangan  yang  choppy  Rabu  lalu  karena  investor  melakukan  aksi  jual  setelah  the  Fed  mengakhiri policy meeting tanpa meluncurkan quantitative easing berikutnya (QE3) untuk menstimulasi perekonomian AS. Spot emas  XAU= turun 0.5 persen ke level $1,608.09 per ons pada pukul 2:45 p.m. EDT (1845 GMT), yang pada awalnya sempat berada pada level  terendahnya $1,590.29.  

Brent  crude  oil  futures  di  settled  ke  level  terendahnya  dalam  18  bulan  Rabu  lalu  setelah  menunjukkan  data  kenaikan  yang  tidak  diperkirakan dari cadangan crude AS minggu lalu dan karena the Fed memperluas program stimulus yang mengecewakan investor. Di  London, ICE Brent crude untuk pengiriman bulan Agustus <LCOQ2> ditutup ke level $92.69 per barrel, turun $3.07, atau 3.21 persen,  level  terendah  settlement  untuk  front‐month  Brent  sejak  17  Des.,  2010.  NYMEX  crude  untuk  pengiriman  Juli  <CLN2>  expired  pada  penutupannya dan di settled ke level $81.80, melorot $2.23, atau 2.65 persen.  





GOLD & COMMODITIES
Emas terkoreksi sekitar 0.5% ditengah kondisi perdagangan yang cukup fluktuatif pada hari Rabu menyusul investor menjual emas pasca  The Fed mengakhiri sidang regulernya tanpa meluncurkan QE‐3 untuk merangsang pertumbuhan ekonominya. 

Emas  secara  cepat  terkoreksi  1.5%  setelah The  Fed  tidak  menggulirkan  program  pembelian  obligasi  putaran  ketiga atau  yang  dikenal  dengan istilah quantitative easing (QE).  

The  Federal  Reserve  memutuskan  untuk  memperpanjang  stimulus  moneter  untuk  mendorong  pemulihan  ekonomi  AS  yang  terlihat  beresiko melemah, dengan memperbarui upaya untuk menekan biaya pinjaman dengan menjual obligasi jangka pendek untuk membeli  obligasi dengan jangka yang lebih panjang, atau dikenal dengan nama program Operation Twist.  Sebagai ekspresi atas ketegangan di pasar finansial yang berasal dari masalah Eropa, The Fed mengatakan pihaknya akan melanjutkan  program Operation Twist dengan membeli $267 milyar obligasi jangka lebih panjang hingga akhir 2012. Adapun program Operation Twist  jilid pertama dijadwalkan berakhir pada akhir bulan ini. 

Emas  memangkas  kerugiannya  setelah  pasar  fokus  pada  penurunan  proyeksi  pertumbuhan  ekonomi  AS  oleh  The  Fed,  dengan  mengatakan  bank  sentral  siap  untuk  mengambil  langkah‐langkah  lanjutan  untuk  membantu  percepatan  pertumbuhan  ekonomi  jika  memang diperlukan. 

Emas spot turun 0.5% di level $1,608.09 per ounce setelah sempat terkoreksi ke level intraday low di $1,590.29. Sedangkan untuk emas  berjangka pengiriman Agustus turun $7.40 per ounce di $1,615.80. 

Rilis data ekonomi AS belakangan ini yang buruk telah memicu spekulasi bahwa The Fed akan menggulirkan program QE‐3 yang telah  mendorong rally emas dalam 7 sesi terakhir. Namun rally emas akhirnya terhambat setelah keputusan The Fed semalam dan Bernanke  tidak memberikan pernyataan yang spesifik mengenai rencana bank sentral selanjutnya dalam konferensi pers usai sidang. 



AS – The Fed kembali melanjutkan program Operation Twist
The Federal Reserve pada Rabu malam tadi memperpanjang stimulus moneter untuk mendorong pemulihan ekonomi AS yang terlihat beresiko melemah, memperbarui upaya untuk menekan biaya pinjaman dengan menjual obligasi jangka pendek untuk membeli obligasi dengan jangka yang lebih panjang, atau dikenal dengan nama program Operation Twist.


Sebagai ekspresi atas ketegangan di pasar finansial yang berasal dari masalah Eropa, The Fed
mengatakan pihaknya akan melanjutkan program Operation Twist dengan membeli $267 milyar
obligasi jangka lebih panjang hingga akhir 2012. 


Adapun program Operation Twist jilid pertama
dijadwalkan berakhir pada akhir bulan ini.
The Fed menambahkan bahwa selama program baru tersebut, pihaknya akan berhenti
menginvestasikan kembali hasil dari obligasi yang jatuh tempo dalam portofolionya.


Presiden Fed Richmond Jeffrey Lacker, yang telah berbeda pendapat dalam pertemuan setiap tahun ini, memilih menentang aksi tersebut, mengatakan ia menentang perpanjangan Twist.
Bank sentral mempertahankan kebijakannya bahwa tingkat suku bunga masih akan berada di sekitar 0% paling tidak hingga 2014 mendatang.


The Fed melihat ekonomi masih akan mengalami ekspansi secara moderat, tetapi mengatakan
pertumbuhan lapangan kerja melambat dalam beberapa bulan terakhir. The Fed juga khawatir
mengenai melemahnya belanja konsumen. 


Pertumbuhan ekonomi AS nampaknya masih akan
tersendat akibat pertumbuhan di negara berkembang melambat dan Eropa terpuruk ke dalam
perdebatan politik atas utang.
Produk domestik bruto AS kuartal pertama baru-baru ini direvisi turun ke tingkat tahunan 1,9 persen dari 2,2 persen. Pada saat yang sama, data pekerjaan periode Mei menegaskan bahwa pasar tenaga kerja kembali memburuk, dengan hanya 69.000 lapangan kerja baru diciptakan dan tingkat pengangguran naik menjadi 8,2 persen.
Euro secara cepat memangkas kerugiannya atas dolar setelah awalnya sempat terkoreksi pasca keputusan The Fed. Euro terakhir bergerak di sekitar $1.2684, setelah sempat terkoreksi ke level intraday low $1.2636.




OIL & COMMODITIES
Brent crude anjlog ke level terendah 17 bulan menyusul meningkatnya persediaan minyak mentah AS dan usai keputusan The Federal  Reserve yang memperpanjang program Operation Twist untuk merangsang ekonomi. 

Masih  berlanjutnya  kekhawatiran  seputar  krisis  utang  Eropa  dan  dampaknya  pada  tingkat  permintaan  minyak  telah  menekan  harga  minyak di awal sesi. Harga kemudian melanjutkan koreksinya setelah data stok minyak mentah AS secara mengejutkan naik di pekan lalu.  Data dari Energy Information Administration (EIA) menunjukkan stok minyak naik 2.86 juta barel di pekan per 15 Juni, kontras dengan  ekspektasi terjadi penurunan 1.1 juta barel. 

Koreksi  pada  harga  minyak  terus  berlanjut  (meskipun  kemudian  mengalami  rebound)  setelah  muncul  keputusan  The  Federal  Reserve  yang memperpanjang stimulus moneter untuk mendorong pemulihan ekonomi AS yang terlihat beresiko melemah, memperbarui upaya  untuk menekan biaya pinjaman dengan menjual obligasi jangka pendek untuk membeli obligasi dengan jangka yang lebih panjang, atau  dikenal dengan nama program Operation Twist. 

Sebagai ekspresi atas ketegangan di pasar finansial yang berasal dari masalah Eropa, The Fed mengatakan pihaknya akan melanjutkan  program Operation Twist dengan membeli $267 milyar obligasi jangka lebih panjang hingga akhir 2012. Adapun program Operation Twist  jilid pertama dijadwalkan berakhir pada akhir bulan ini. 

Brent  crude  untuk  pengiriman  Agustus  turun  $2.08  ke  $93.68  per  barel,  memangkas  kerugiannya  setelah  sempat  terkoreksi  ke  level  intraday low di $92.65 pasca keputusan the Fed, level terendahnya sejak Januari 2011.  Sedangkan U.S. July crude contract yang akan segera berakhir, turun $1.82 ke $82.21 per barel. Sementara untuk kontrak Agustus turun  $1.87 dan bergerak di sekitar $82.48 per barel. 




EURO ZONE
Dolar AS kembali melemah terhadap euro dalam sesi perdagangan yang cukup volatile setelah The Fed memutuskan untuk melanjutkan stimulus moneter  terakhirnya dengan mekanisme yang disebut dengan “Operation Twist”. Turut menopang kinerja euro adalah berhasil terbentuknya pemerintahan yang  dipimpin  oleh  kubu  konservatif  yang  menjanjikan  untuk  menegosiasikan  beberapa  klausul  dalam  penerapan  bailout,  meskipun  bukan  pada  hal  pokok  kesepakatan antara kreditur internaisonal dan pemerintah Yunani sebelumnya.  

Pemerintah Italia mengajukan proposal bagi dana bantuan Zona Eropa untuk mulai melakukan pembelian terhadap obligasi beberapa negara Eropa yang  bermasalah. Proposal tersebut diharapkan akan mulai dibahas para pemimpin Uni Eropa pada pertemuan antara pemimpin‐pemimpin Uni Eropa pada sesi  Kamis 22 Juni mendatang, meskipun akan dibutuhkan dukungan dari Jerman yang selama ini masih bergeming pada program pemangkasan anggaran guna  penyelesaian krisis.  

Hingga akhir sesi New York, euro tercatat menguat 0,14 persen terhadap dolar AS ke 1.2704,  euro juga naik 0,83 persen terhadap yen ke 100.95 yen, dan  menguat 0,20 persen terhadap sterling ke 0.8083. Sedangkan terhadap Swiss franc, euro tercatat mengalami penguatan tipis 0,01 ke level 1.2008.




U.K.
Bank of England mengisyaratkan Rabu lalu bahwa telah mendekati untuk merilis gelombang uang baru ke dalam anjloknya perekonomian Inggris karena  memburuknya krisis utang zona euro.  

Seperti pergerakan yang akan efektif melalui mencetak uang baru untuk membeli obligasi pemerintah, yang pada gilirannya menurunkan borrowing costs  Inggris.  

Berasal dari pengumuman minggu lalu pada langkah pemerintah dan BoE terkini untuk mendorong lending terhadap bisnis, telah menandai dalamnya  permasalahan yang ada pada perekonomian Inggris sebagaimana mitra dagangnya (zona euro) yang merosot.  

Bank of England kemungkinan belum memompa lebih banyak uang ke dalam gejolak perekonomian Inggris karena outlook (ekonomi) telah merosot dalam  beberapa minggu lalu dan krisis zona euro kemungkinan menekan negara untuk beberapa waktu, kata pengambil kebijakan BoE Ben Broadbent.   

Broadbent  memperingatkan  dalam  wawancara  pada  Reuters  bahwa  pengambil  kebijakan  Inggris  sendiri  tidak  mungkin  untuk  mendahului  recovery  ekonomi yang kuat sepanjang krisis zona euro menekan ekspor dan business confidence.  

Putaran berikutnya pada stimulus dari Bank of England tidak mungkin untuk menyebabkan gangguan pada pasar obligasi pemerintah Inggris, kepala debt  issuer Inggris mengatakannya Rabu lalu. 




JAPAN
Ekspor  Jepang  untuk  periode  Mei  mengalami  peningkatan  dibanding  periode  yang  sama  tahun  sebelumnya,  ditunjang  oleh  stabilnya  permintaan  dari  Amerika  Serikat.  Meskipun  demikian  defisit  perdagangan  Jepang  semakin  melebar  ke  level  tertinggi  sejak  Januari,  akibat  naiknya  impor  energi  pasca  penutupan  mayoritas  reaktor  nuklirnya.  Dalam  basis  antar  tahun,  ekspor  naik  10.0  persen,  mengungguli  ekspektasi  9.3  persen.  Sementara  itu  defisit  perdagangan membengkak menjadi 907.3 miliar yen yang merupakan level tertingginya sejak Januri sebesar 1.481 triliun yen.  

Pemerintah  Jepang  telah  memperoleh  persetujuan  dari  parlemen  yang  memperbolehkan  pemerintah  untuk  menyediakan  asuransi  untuk  melindungi  impor minyak dari Iran. Gabungan antara impor Jepang dan Cina terhadap minyak asal Iran diperkirakan mencapai 620.000 barel per hari. Besaran dana  yang digunakan untuk mengasuransikan pengiriman minyak dari Iran ke Jepang tersebut kabarnya akan mencapai 7,6 miliar yen.  

Hingga akhir sesi New York, dolar AS tercatat menguat 0,66 persen terhadap yen di 79.45, sementara itu euro naik 0,83 persen terhadap yen ke 100.95  yen. Sedangkan Aussie  dolar tercatat menguat  0,70  persen terhadap yen di 80.95 dan  sterling juga  naik  0,61 persen terhadap yen ke  124.83. 




AUSTRALIA
Perdana Menteri Australia Julia Gillard mengatakan kemajuan telah dicapai dalam pembicaraan antara para pemimpin dari perekonomian terbesar di dunia  dalam upaya untuk mengatasi krisis utang di kawasan Eropa. Gillard mengatakan para pemimpin Eropa mengakui urgensi krisis utang disana dan sekarang  juga akan bekerja untuk melaksanakan reformasi dalam jangka yang lebih panjang, seperti membentuk sebuah serikat perbankan. 

Aussie awalnya naik ke level tertinggi 6 pekan di $1.0211 setelah investor melihat kelanjutan stimulus The Fed akan mendorong mata uang berimbal hasil  lebih tinggi, sebelum akhirnya bergerak relatif stabil di sekitar $1.0182 dibandingkan penutupan New York hari Selasa.   Namun  harga  kemudian  bergerak  fluktuatif  setelah  muncul  keputusan  The  Federal  Reserve  yang  memperpanjang  stimulus  moneter  untuk  mendorong  pemulihan ekonomi AS yang terlihat beresiko melemah, memperbarui upaya untuk menekan biaya pinjaman dengan menjual obligasi jangka pendek untuk  membeli obligasi dengan jangka yang lebih panjang, atau dikenal dengan nama program Operation Twist. 

Sebagai ekspresi atas ketegangan di pasar finansial yang berasal dari masalah Eropa, The Fed mengatakan pihaknya akan melanjutkan program Operation  Twist dengan membeli $267 milyar obligasi jangka lebih panjang hingga akhir 2012. Adapun program Operation Twist jilid pertama dijadwalkan berakhir  pada akhir bulan ini. 

Aussie sempat terkoreksi ke level intraday low di $1.0129 namun kemudian rebound tajam hingga mencatat intraday high di $1.0223 sebelum akhirnya  bergerak di sekitar $1.0205, menguat 0.2% dari penutupan New York hari Selasa. 




SWISS
Sentimen  investor  Swiss  jatuh  ke  level  terendah  selama  5  bulan  di  periode  Juni,  menambah  indikasi  bahwa  krisis  utang  yang  tengah  melanda  zona  euro  akan  membebani pertumbuhan ekonomi Swiss. Indikator ZEW turun 39.4 poin ke level ‐43.4 poin di bulan Juni, level terendahnya sejak Januari. 

Sebelumnya data menunjukkan pertumbuhan ekonomi  Swiss  yang menakjubkan  di kuartal  pertama tahun ini,  namun  SNB mengingatkan  pada review kebijakan  Kamis lalu bahwa momentum berpotensi melemah secara signifikan dalam beberapa bulan kedepan. 

Zona euro adalah mitra dagang terbesar Swiss dan sektor ekspor ‐‐ yang belakangan ini terpukul oleh menguatnya Swiss franc – terlihat semakin tertekan akibat  menurunnya permintaan dari negara zona euro. 

Optimisme  investor  Jerman  juga  turun  pada  level  terpesatnya  sejak  Oktober  1998  akibat  kekhawatiran  terhadap  kesehatan  sektor  perbankan  Spanyol  dan  ketidakpastian seputar hasil pemilu Yunani. 

Berdasarkan survey terhadap 46 analis, 78% memperkirakan Swiss franc akan bergerak stabil terhadap euro. Ini adalah prosentase tertinggi sejak SNB mematok  batas atas penguatan Swiss franc di level 1.20 franc per euro pada September tahun lalu. 

Swiss franc awalnya bergerak terbatas dan cenderung stabil menjelang rilis hasil sidang reguler The Fed. Namun harga kemudian bergerak fluktuatif setelah muncul  keputusan The Federal Reserve yang memperpanjang stimulus moneter untuk mendorong pemulihan ekonomi AS yang terlihat beresiko melemah, memperbarui  upaya untuk menekan biaya pinjaman dengan menjual obligasi jangka pendek untuk membeli obligasi dengan jangka yang lebih panjang, atau dikenal dengan nama  program Operation Twist.  Sebagai ekspresi atas ketegangan di pasar finansial yang berasal dari masalah Eropa, The Fed mengatakan pihaknya akan melanjutkan program Operation Twist  dengan membeli $267 milyar obligasi jangka lebih panjang hingga akhir 2012. Adapun program Operation Twist jilid pertama dijadwalkan berakhir pada akhir bulan  ini. Swiss franc awalnya terkoreksi ke 0.9502 franc per dolar namun kemudian berbalik menguat ke 0.9422 franc sebelum akhirnya bergerak di sekitar 0.9450 franc  per dolar. 

Data perdagangan Swiss franc akan dirilis hari Kamis ini pukul 13.00 wib dan akan menunjukkan bagaiaman eksportir berjuang menghadapi kuatnya nilai tukar Swiss  franc dan lemahnya permintaan dari zona euro.

Wednesday, June 20, 2012

Headline News 20.06.12


US & GLOBAL
Bursa  saham  dunia  naik  dan  euro  menguat  Selasa  lalu  ditengah  optimisme  bank  sentral  utama  dunia  yang  akan  memberikan  lebih  banyak stimulus ekonomi karena memburuknya krisis utang zona euro.   

The Fed Selasa lalu memulai meeting dua harinya, dengan investor memfokuskan pada apakah akan memperkenalkan lagi stimulus untuk  mendorong lemahnya recovery (ekonomi).   

Para analis mengekspektasi the Fed untuk memperluas pembelian obligasi jangka panjang melalui "Operation Twist" hingga beberapa  bulan yang direncanakan hingga akhir Juni. Ekspektasi dari stimulus berikutnya dari the Fed menekan dollar AS.  

Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> naik 95.66 poin, atau 0.75 persen, ke level 12,837.48. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX>  melejit 13.22 poin, atau 0.98 persen, ke level 1,358.00. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> bertambah 34.43 poin, atau 1.19 persen, ke  level 2,929.76.    

Indeks  MSCI's  all‐country  world  equity  <.MIWD00000PUS>  melonjak  1.3  persen.  Indeks  pan‐European  FTSEurofirst  300  <.FTEU3>  menguat 1.6 persen sementara itu Spain's IBEX <.IBEX> naik 2.7 persen.  

Euro <EUR=> meningkat 0.9 persen ke level $1.2683 setelah mencapai level tertinggi hariannya $1.2730 pada data Reuters, sebagian  dibantu oleh permintaan dari Timur Tengah.  

Harga  Treasury  AS  turun  Selasa  lalu  karena  naiknya  pasar  saham  yang  meredam  aksi  beli  pada  safe‐haven  obligasi  sehari  sebelum  pernyataan the Fed yang kemungkinan memperkenalkan langkah terkini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.   

Harga emas melorot Selasa lalu untuk pertama kalinya dalam delapan hari karena aksi beli tertahan dari kedepannya policy meeting the  Fed yang akan menandai stimulus moneter terkini, suatu pergerakan yang kemungkinan akan memperkuat rally‐nya baru‐baru ini. Spot emas <XAU=> turun 0.5 persen ke level $1,620.31 per ons pada pukul 3:04 p.m. EDT (1904 GMT). Sebelum hari Selasa, logam mulia telah naik sekitar 3 persen selama rangkaian kenaikan tujuh harinya.  

Brent crude sedikit melorot Selasa lalu dari  gambaran negosiasi meredanya perselisihan program nuklir Iran yang membawa rencana  untuk pembicaraan teknis pada bulan Juli, sementara itu harapan untuk stimulus moneter dari the Fed membuat tekanan pada crude AS.  Di London, ICE Brent crude untuk pengiriman Agustus <LCOQ2> ditutup merosot 29 sen, atau 0.30 persen, ke level $95.76 per barrel,  level terendah settlement untuk front‐month Brent sejak 25 Jan., 2011. U.S. crude futures rebound pada optimisme mengenai stimulus  the Fed berikutnya. NYMEX crude untuk pengiriman Juli <CLN2> di settled ke level $84.03 per barrel, naik 76 sen.  





GOLD & COMMODITIES
Emas bergerak bergerak melemah untuk pertama kalinya dalam 7 sesi terakhir pada hari Selasa menyusil investor menunggu hasil sidang  The Fed yang diprediksi akan memberikan sinyal stimulus moneter yang baru, sebuah langkah yang berpotensi mendorong rally emas  lebih lanjut. 

Logam mulia telah mengalami rally selama 7 hari setelah investor mencari tempat yang aman untuk berlindung dari memburuknya krisis  utang zona euro.  

Spanyol pada Selasa kemarin telah menjual obligasi tenor 12 dan 18 bulan dengan imbal hasil (yield) diatas 5%, dibandingkan dengan  level yield yang sedikit di bawah 3% pada lelang sebelumnya di bulan Mei. Spanyol akan menjual obligasi antara 1 milyar dan 2 milyar  euro pada hari Kamis. 

The  Fed  akan  mengumumkan  keputusan  kebijakan  moneternya  pada  hari  Rabu  malam  nanti  dan  sejumlah  pelaku  pasar  berspekulasi  bank  sentral  akan  menggulirkan  kebijakan  moneter  longgar  putaran  ketiga  atau  dikenal  dengan  istilah  quantitative  easing  jilid  3,  menyusul krisis finansial di Eropa beresiko memperburuk kondisi ekonomi Amerika Serikat. Jika hal ini terjadi, maka akan berpengaruh  buruk pada nilai tukar dolar dan akan mendorong menguatnya emas lebih lanjut. 

Emas spot melemah 0.6% di sekitar $1,617.60 per ounce dibandingkan dengan penutupan New York hari Senin. Sedangkan untuk emas  berjangka untuk pengiriman Agustus turun $3.80 per ounce di sekitar $1,623.20. 




OIL & COMMODITIES
Harga minyak mentah berjangka AS rebound pada hari Selasa setelah investor berspekulasi bahwa The Fed, yang mengadakan sidang 2  harinya sejak Selasa‐Rabu, kemungkinan akan menyetujui untuk memberikan stimulus lanjutan untuk memacu pertumbuhan ekonomi  dan data stok minyak akan menunjukkan kondisi yang stabil. 

Harapan bahwa Yunani akan segera membentuk pemerintahan koalisi dan akan segera dilakukan negosiasi ulang untuk pemberian paket  bailout akan memberikan sentimen positif di pasar. 

Harga minyak berjangka AS untuk pengiriman Juli tercatat di level $84.03 per barel, naik 76 sen atau 0.91%. Sedangkan harga minyak  jenis Brent turun dipicu oleh berlimpahnya suplai minyak Eropa dan masih adanya konflik seputar dana penyelamatan Eropa. 

Sementara  dengan  beredarnya  berita  bahwa  Iran  berharap  untuk  diadakan  putaran  baru  pembicaraan  dengan  kekuatan  dunia  atas  program nuklirnya setelah negosiasi terbaru menemui jalan buntu, juga membantu menarik harga lebih rendah. 

ICE Brent crude untuk pengiriman Agustus ditutup turun 29 sen atau 0.30% di level $95.76 per barel, level penutupan terendahnya sejak  25 Januari 2011.




EURO ZONE
Euro menguat terhadap dolar dan yen pada sesi Selasa ditunjang berita positif bahwa para partai pemenang pemilu tengah mendiskusikan kemungkinan  koalisi. MInat terhadap euro juga ditunjang penguatan bursa saham Amerika yang turut mendukung meningkatnya kinerja aset beresiko.  

Para negosiator dari 3‐partai politik di Yunani masih melakukan pembicaraan untuk pembentukan koalisi pemerintahan baru Yunani guna menghindarkan  negara tersebut dari kebangkrutan. Partai konservatif Demokrasi Baru yang memenangkan pemilu pada Minggu lalu tengah mendiskusikan kemungkinan  pembentukan pemerintah dengan partai PASOK dan partai Demokratik Kiri.  

Sementara itu media Inggris melaporkan bahwa Kanslir Jerman Angela Merkel memberikan sinyal akan menyetujui penggunaan dual system bailout yang  biasa disebut dengan EFSF dan ESM, dalam pembelian obligasi pemerintah Italia dan Spanyol.  

Hingga akhir sesi New York, euro tercatat menguat 0,86 persen terhadap dolar AS ke 1.2686,  euro juga naik 0,61 persen terhadap yen ke 100.12 yen, dan  menguat 0,51 persen terhadap sterling ke 0.8067. Sedangkan terhadap Swiss franc, euro tercatat mengalami penurunan tipis 0,02 ke level 1.2009.
U.K.
Inflasi Inggris melemah tidak seperti ekspektasi pada bulan Mei ke level terendahnya dalam dua setengah tahun berkenaan dengan melambatnya  kenaikan  harga  untuk  makanan  dan  bahan  bakar,  memperkuat  peluang  dari  membesarnya  stimulus  Bank  of  England  karena  perekonomian  semakin merasakan panasnya krisis utang zona euro.  

Inggris memasuki resesi keduanya sejak 2007‐2009 krisis keuangan disekitar pergantian tahun, dan tanda‐tanda bahwa krisis utang zona euro  makin  mendalam  yang  mendorong  pengambil  kebijakan  minggu  lalu  untuk  mengumumkan  rencana  membanjiri  sistem  keuangan  dengan  milyaran pound untuk membuat bergeraknya recovery.  

Ditambahkannya    Gubernur    BoE  Mervyn  King  mengisyaratkan  bahwa  quantitative  easing  kemungkinan  terjadi,  dan  peluang  bahwa  program  tersebut akan dimulai bulan depan yang telah didorong oleh gambaran laporan resmi inflasi Selasa lalu.  

Target  defisit  Irlandia  2012  berada  dibawah  target  bailout  IMF/Uni  Eropa  yang  "easily  achievable,"  Menteri  Keuangan  Michael  Noonan  mengatakannya Selasa lalu.   

Irlandia mencapai defisit target 2011 hingga satu poin persentase dan berada pada target defisit 2012 di level 8.6 persen pada GDP, Noonan  mengatakannya dalam konferensi di Dublin. 




JAPAN
Ekonomi Jepang diperkirakan akan mengungguli negara industry maju lainnya pada tahun 2012 ini. Pembangunan pasca gempa dan tsunami tahun lalu  dan membaiknya consumer spending akan menopang ekonomi Jepang lebih lanjut, demikian berdasarkan jajak pendapat terakhir yang dilansir reuters  terhadap  para  analis.  Berdasarkan  polling  tersebut  ekonomi  Jepang  diperkirakan  akan  bertumbuh  sebesar  2,3  persen,  mengungguli  ekspektasi  sebelumnya sebesar 2,0 persen.  

Jajak  pendapat  tersebut  memperlihatkan  ekonomi  Jepang  diprediksi  akan  tumbuh  0,4  persen  pada  triwulan  2‐2012,  namun  masih  terdapat  ancaman  resesi dengan kemungkinan 30 persen, jika perlambatan ekonomi Cina berlanjut dan krisis hutang Uni Eropa terus menyebar. Dari jajak pendapat tersebut  para analis memperkirakan BOJ akan mempertahankan suku bunga hingga setidaknya periode Januri‐Maret 2014.  

Hingga akhir sesi New York, dolar AS tercatat melemah 0,21 persen terhadap yen di 78.93, sementara itu euro naik 0,61 persen terhadap yen ke 100.12  yen. Sedangkan Aussie  dolar tercatat menguat  0,41  persen terhadap yen di 80.40 dan  sterling juga  naik  0,12 persen terhadap yen ke  124.15. 




AUSTRALIA
Bank sentral Australia mengatakan Selasa kemarin bahwa keputusan untuk menurunkan suku bunga pada awal Juni adalah "sangat seimbang,"  dimana hal ini diperlukan karena latar belakang ekonomi global telah memburuk secara signifikan dalam beberapa pekan sebelumnya. 

Reserve Bank of Australia (RBA) mengatakan bahwa sementara berita ekonomi domestik cukup beragam, terdapat "bukti jelas yang menunjukkan  perlambatan pada kondisi ekonomi global, dan meningkatnya ketidakpastian tentang masa depan Eropa. 

Berita  acara  (minutes)  pertemuan  dewan  bank  sentral  pada  tanggal  5  Juni  tidak  banyak  memberikan  komentar  berarti,  tetapi  RBA  memang  mengatakan bahwa mereka memprediksi pengaruh dari penurunan suku bunga akan mengalir kedalam ekonomi domestik pada bulan mendatang.  Komentarnya tersebut mengisyaratkan RBA akan menahan diri dari aksi pemangkasan suku buga lebih lanjut, setelah memangkas sebesar 75 basis  poin dari bulan Mei dan Juni. 

Hasil minutes tersebut telah mendorong menguatnya Aussie terhadap dolar dan hal ini berlanjut hingga sesi New York didukung oleh kekhawatiran  akan dilanjutkannya program quantitative easing jilid 3 oleh The Fed. 

The Fed akan mengumumkan keputusan kebijakan moneternya pada hari Rabu malam nanti dan sejumlah pelaku pasar berspekulasi bank sentral  akan menggulirkan kebijakan moneter longgar putaran ketiga atau dikenal dengan istilah quantitative easing jilid 3, menyusul krisis finansial di  Eropa beresiko memperburuk kondisi ekonomi Amerika Serikat. Jika hal ini terjadi, maka akan berpengaruh buruk pada nilai tukar dolar dan akan  mendorong naiknya nilai tukar mata uang lainnya seperti Aussie. 

Aussie  terapresiasi  hingga  mencatat  intraday  high  di  $1.0201  sebelum  akhirnya  bergerak  di  sekitar  1.0185  atau  menguat  0.6%  dari  posisi  penutupan New York hari Senin di sekitar $1.0120.




SWISS
Swiss franc menguat terhadap dolar pada hari Selasa mendekati level tertinggi 1 bulan, menyusul investor khawatir dengan resiko setelah yield  obligasi Spanyol naik tajam. 

Euro sempat rally pada hari Senin terhadap dolar, setelah pemungutan suara di Yunani menegaskan kembali komitmennya terhadap kesepakatan  bailout  internasional.  Tapi  imbal  hasil  obligasi  Spanyol  mulai  meningkat,  merongrong  kemampuan  Madrid  untuk  mendanai  pemerintahannya  sendiri,  kurang  dari  dua  minggu  setelah  meminta  bantuan  asing  untuk  meringankan  kesulitan  yang  dihadapi  sektor  perbankannya.  Kondisi  tersebut telah memicu koreksi euro hingga akhirnya ditutup melemah. 

Namun  pada  perdagangan  Selasa,  euro  berhasil  rebound  meskipun  belum  berhasil  menembus  level  tertinggi  hari  sebelumnya.  Hal  ini  juga  mendorong Swiss  franc  untuk  menguat  terhadap  dolar  setelah  bergerak  searah  dengan  euro  sejak SNB mematok  nilai  penguatan  maksimum  Swiss franc pada 1.20 franc per euro untuk melindungi ekonomi dari resiko deflasi dan resesi. 

Sementara itu, data menunjukkan pertumbuhan ekonomi Swiss yang menakjubkan di kuartal pertama tahun ini, namun SNB mengingatkan pada  review kebijakan Kamis lalu bahwa momentum berpotensi melemah secara signifikan dalam beberapa bulan kedepan. 

Indeks sentimen investor ZEW untuk bulan Juni akan dirilis pada pukul 16.00 wib hari Rabu ini, sementara data perdagangan untuk periode Mei  akan dirilis pukul 13.00 hari Kamis besok. 

Swiss  franc  menguat  0.9%  terhadap  dolar  ke  sekitar  0.9464  franc  dibandingkan  penutupan  New  York  hari  Senin  di  sekitar  0.9547  franc.  Sedangkan terhadap euro, Swiss franc masih bergerak relatif stabil di sekitar 1.2006 franc. 

Sementara  itu  The  Fed  akan  mengumumkan  keputusan  kebijakan  moneternya  pada  hari  Rabu  malam  nanti  dan  sejumlah  pelaku  pasar  berspekulasi bank sentral akan menggulirkan kebijakan moneter longgar putaran ketiga atau dikenal dengan istilah quantitative easing jilid 3,  menyusul krisis finansial di Eropa beresiko memperburuk kondisi ekonomi Amerika Serikat. Jika hal ini terjadi, maka akan berpengaruh buruk  pada nilai tukar dolar dan akan mendorong naiknya nilai tukar mata uang lainnya seperti Swiss franc.