title cover

title cover

Tuesday, July 3, 2012

Headline News 03.07.12


US & GLOBAL
Bursa  saham  AS  ditutup  menguat  pada  sesi  Senin  disebabkan  rilis  data  aktifitas  manufaktur  AS  yang  lemah  justru  mengangkat  spekulasi  The  Federal  Reserve  akan  kembali  mengambil  langkah  pelonggaran  untuk  meningkatkan  perekonomian, meski kekhawatiran ekonomi global memburuk kemudian menekan kinerja euro dan minyak. 

Aktifitas sektor manufaktur di Amerika Serikat, zona euro, Cina dan Brasil semua mengalami penurunan pada periode Juni,  dimana pabrik‐pabrik di hampir semua kawasan merasakan dampak dari krisis utang Eropa. 

Data dari Institute for Supply Management awalnya menekan kinerja bursa Wall Street. Namun kemudian indeks S&P 500  dan  Nasdaq  berakhir  menguat,  analis  menyatakan  dengan  lemahnya  data  aktifitas  sektor  manufaktur,  meningkatkan  kemungkinan  The  Federal  Reserve  akan  melakukan  pembelian  obligasi  lanjutan,  yang  dikenal  sebagai  pelonggaran  kuantitatif, atau QE3, untuk menopang perekonomian. 

Indeks Dow Jones Industrial Average <DJI.> turun 8,70 poin atau 0,07 persen ke 12,871.39. Indeks Standard & Poor  500 <.  SPX> menguat 3,35 poin atau 0,25 persen ke 1,365.51. Sedangkan Nasdaq Composite Index <IXIC.> naik 16,18 poin atau  0,55 persen ke 2,951.23. 

Bursa ekuitas Eropa berakhir menguat ke penutupan tertinggi dalam dua bulan terakhir menyusul antisipasi investor akan  kemungkinan tindakan lebih lanjut setelah Uni Eropa menyepakati langkah‐langkah untuk mengurangi melonjaknya biaya  pinjaman di Italia dan Spanyol, yang juga secara langsung merekapitalisasi bank regional. Indeks Pan‐Eropa FTSEurofirst 300  <FTEU3.> ditutup naik 1,4 persen ke 1,035.32. 

Data‐data ekonomi juga turun menekan kinerja euro terhadap dolar, sementara dolar AS justru turun terhadap yen. 

Harga  minyak  turun  lebih  dari  1  persen  di  tengah  kekhawatiran  pelemahan  ekonomi  dunia  lebih  cepat  dari  yang  telah  diantisipasi, sementara disisi lain obligasi naik.. 

Euro  tertekan  setelah  pemerintah  Finlandia  dan  Belanda  menentang  rencana  dana  bailout  permanen  zona  euro  untuk  membeli  obligasi  pemerintah  di  pasar  sekunder,  kondisi  mana  meningkatkan  keraguan  tentang  kesepakatan  yang  diumumkan Jumat pekan untuk menjaga Spanyol dan Italia jatuh lebih dalam hutang dan krisis perbankan. 

Euro <EUR=> ditutup melemah ke kisaran 1,2585 terhadap dolar AS. 

Imbal hasil obligasi Spanyol naik menyusul meredanya euforia atas kesepakatan zona euro untuk menstabilkan pasar utang  seiring kekhawatiran atas potensi rintangan implementasi langkah tersebut dan prospek pertumbuhan global yang tidak  menentu. Imbal hasil obligasi Spanyol tenor 10‐tahun <ES10YT=TWEB> ditutup menguat. 

Sedangkan harga obligasi Amerika naik seiring meningkatnya aksi safe haven buying, meskipun volume perdagangan relatif  tipis menjelang liburan 04 Juli.  

Rilis data manufaktur global turut menekan harga minyak dunia seiring kekhawatiran bahwa pertumbuhan ekonomi yang  melambat berarti menurunkan permintaan akan komoditas. Harga minyak mentah berjangka AS <CLc1> ditutup melemah  1.21 USD ke 83,75 USD per barel.  
GOLD & COMMODITIES
Harga emas sempat melorot Senin lalu setelah rally tajamnya hari sebelumnya, menekan kenaikannya terhadap euro dan  komoditas  lainnya  karena  adanya  pantulan  yang  membawa  pasar  finansial  yang  ditandai  oleh  rencana  Uni  Eropa  untuk  meredakan krisis utang.  

Emas naik 3 persen Jumat lalu, kenaikan terbesar dalam satu hari sejak 1 Juni, setelah para pemimpin zona euro menyetujui  pada  summit  dari  langkah  memangkas  borrowing  costs  di  Italia  dan  Spanyol  dan  menopang  perbankan  regional,  yang  membawa penguatan dari meluasnya rally pasar uang.




OIL & COMMODITIES
Harga  oil  melorot  kembali  Senin  lalu  karena  penurunan  data  manufaktur  dari  AS,  Eropa  dan  Cina  yang  menekankan  mengenai  permasalahan  perlambatan  pertumbuhan  ekonomi  dan  menghasilkan  tekanan  pada  permintaan  dari  bahan  bakar.  

Dalam  perdagangan  yang  choppy,  penurunan  sempat  melemah  dari  berita  bahwa  Iran's  National  Security  and  Foreign  Policy Committee telah menyusun rancangan untuk Iran dalam mencoba menghentikan oil tankers dari pengapalan crude  melalui Selat Hormuz.  

Berlanjutnya permasalahan mengenai krisis zona euro juga menekan oil karena kegairahan untuk perjanjian bank bailout  Uni Eropa memudar setelah perjanjian membantu untuk mendorong harga crude Jumat lalu ke tingkat kenaikan terbesar  empat harinya yang pernah tercatat.  

Tetapi  crude  mendapat  dukungan  dari  pemogokan  pekerja  minyak  di  Norwegian  offshore  oil  saat  ini  dalam  minggu  keduanya.
EURO ZONE
Euro terkoreksi terhadap dolar, sementara dolar melemah terhadap yen seiring meningkatnya risk aversion setelah sebuah laporan menunjukkan sektor  manufaktur AS diluar dugaan terkontraksi di bulan Juni untuk pertama kalinya sejak Juli 2009. 

Data  tersebut  merupakan  indikasi  berikutnya  yang  menunjukkan  pemulihan  ekonomi  AS  tengah  melambat  dan  menambah  ketidakpastian  diantara  investor mengenai kesepakatan untuk menstabilkan pasar obligasi zona euro. 

Sementara  yang  meresahkan  investor  adalah  oposisi  dari  Finlandia  dan  Belanda  untuk  penggunaan  dana  bailout  permanen  zona  euro  untuk  membeli  obligasi pemerintah di pasar sekunder. Sikap kedua negara melenyapkan sentimen positif dari kesepakatan pertemuan puncak pekan lalu di mana para  pemimpin Eropa memutuskan bahwa dana penyelamatan akan tersedia untuk menstabilkan pasar obligasi.   

Kondisi  Eropa  masih  akan  menjadi  sorotan  untuk  melihat  apakah  ECB  akan  melonggarkan  kebijakan  ekonominya  lebih  lanjut.  ECB  diprediksi  akan  memangkas suku bunganya sebesar 25 basis poin menjadi 0.75% pada hari Kamis. Pelaku pasar berharap ECB akan mengumumkan langkah‐langkah untuk  mendongkrak pertumbuhan ekonominya. Pasar akan kecewa jika ECB tidak menggulirkan langkah‐langkah kebijakan yang diharapkan.  

Pengangguran di zona euro naik ke rekor tinggi baru pada bulan Mei, didorong oleh PHK di Perancis, Spanyol dan bahkan Austria yang dipandang stabil,  karena krisis utang selama 2‐1/2 tahun terus menggerogoti ekonomi zona euro yang masih rapuh.  Sekitar 17.56 juta orang kehilangan pekerjaan di 17 negara zona euro pada bulan Mei, atau 11,1% jumlah populasi pekerja, level tertinggi yang baru sejak  tahun 1995, demikian dilaporkan kantor statistik Uni Eropa, Eurostat, hari Senin. 




U.K.
Sterling masih menguat terhadap euro seiring mulai pudarnya optimisme investor pada hasil euro zone summit akhir pekan lalu. Euro mendekati level  psikologis 80 terhadap sterling, dimana para analis memperkirakan penurunan dibawah level tersebut akan memberikan tekanan lebih lanjut menuju level  terendah sejak 3‐1/2 tahun terakhir di 79.505 pence. Sementara itu terhadap dolar AS sterling sempat berhasil mencapai session high di 1.5721 sebelum  akhirnya ditutup pada kisaran 1.5693.   

Aktifitas  sektor  manufaktur  Inggris  pada  periode  Juni  mengalami  kotraksi  sepanjang  dua  bulan  terakhir  akibat  penurunan  factory  orders,  demikian  berdasarkan data dari Markit / CIPS. Kondisi ini menguatkan ekspektasi bahwa BoE akan meningkatkan jumlah dana dalam pelonggaran kuantitatif guna  menopang pemulihan ekonomi.  

Para  analis  memperkirakan  data  manufaktur  ini  akan  semakin  memberati  pertumbuhan  ekonomi  kuartal  kedua  dan  GDP  diperkirakan  akan  kembali  melemah dalam 3 kuartal secara berturut‐turut. Dengan tekanan inflasi yang kian melemah, dan data ekonomi yang juga menurun, BoE dalam sidangnya  pekan  ini  diperkirakan  akan  meningkatkan  dana  yang  digunakan  dalam  program  pelonggaran  kuantitatifnya  hingga  sebesar  50  miliar  poundsterling  (sehingga mencapai total 375 miliar pound). 




JAPAN
Optimisme dikalangan pebisnis manufaktur Jepang meningkat untuk pertama kalinya dalam 3 kuartal dan sentimen sektor jasa menembus level tertinggi 4  tahun, demikian survey BOJ tankan untuk periode Juni menunjukkan. Data tersebut mengisyaratkan ekonomi Jepang tengah memulih. 

Pabrikan besar memprediksi kondisi akan membaik dalam 3 bulan kedepan dan berencana menaikkan belanja modal di tahun fiskal saat ini hingga Maret  2013.  Rilis  optimis  BOJ  tankan  tersebut,  yang  merefleksikan  tren  ekonomi  secara  luas,  nampaknya  akan  mendorong  BOJ  untuk  menunda  kebijakan  pelonggaran moneter di minggu depan. 

Pasar memprediksi BOJ akan menawarkan kelanjutan stimulus moneter pada rivew kuartalannya pekan depan (11‐12 Juli) untuk menunjukkan tekadnya  dalam mengatasi deflasi. 

Deputi Gubernur BOJ Hirohide Yamaguchi Senin kemarin mengatakan bahwa nilai tukar yen yang kuat akan berpotensi menekan sentimen bisnis, sebiah  sinyal bahwa BOJ siap menarik pelatuk intervensi jika resiko terhadap kondisi ekonomi yang rapuh kian meningkat.




AUSTRALIA
Australian dollar berlanjut untuk diperdagangkan diatas level 102 sen AS mengikuti perkembangan yang nyata dari summit penting para pemimpin  Eropa akhir pekan lalu.  

Pada pukul 1700 AEST Senin lalu, Australian dollar diperdagangkan pada level 102.25 sen AS, naik dari level 101.78 sen pada penutupan Jumat lalu. 

Mata  uang  lokal  naik  pada  awalnya  Jumat  sebelumnya,  mengikuti  berita  bawah  para  pemimpin  Eropa  telah  menjembatani  perjanjian  untuk  mendukung perbankan regionalnya.  

Currency strategist RBC Michael Turner mengatakan dollar telah turun tipis kembali sejak Senin pagi, ketika sempat diperdagangkan pada level  102.60 sen AS.  

Harga  Australian  bond  future  telah  anjlok  dari  berita  bahwa  para  pemimpin  Eropa  telah  mencapai  kesepakatan  untuk  memberikan  dukungan  langsung pada perbankan regional yang sakit.  




SWISS
Aktivitas manufaktur Swiss melorot sedikit banyak dari ekspektasi pada bulan Juni, data menunjukkannya Senin lalu, tetapi indeks masih dibawah  tanda‐tanda  pertumbuhan,  menunjukkan  penurunan  pada  negara  tetangganya  zona  euro  yang  tertekan  dalam  semester  keduanya  dalam  tahunan.  

Indeks Swiss purchasing managers disusun oleh Credit Suisse yang naik pada seasonally adjusted 48.1 poin pada bulan Juni dari 45.4 poin dalam  bulan sebelumnya, bahkan melewati level tertinggi perkiraan 45.0 poin pada Reuters poll <ECONCH>  

Tetapi  data  saat  ini  masih  dibawah  level  50  yang  mana  memisahkan  pertumbuhan  dari  kontraksi  untuk  sembilan  dari  sepuluh  bulan,  menunjukkan confidence pada sektor yang masih menguat dihubungkan dengan perkembangan dalam zona euro.  

Swiss National Bank bersiap untuk menahan the franc yang bertekad maksimal dan tidak ada alternatif untuk kebijakan pada masa yang akan  datang, kepala bank sentral mengatakan dalam wawancara yang dipublikasikan hari Minggu.  

Untuk melindungi perekonomian dari ancaman deflasi dan resesi, bank menetapkan batasan 1.20 francs terhadap euro akhir September setelah  investor menghindari gejolak pada zona euro yang menekan safehaven franc untuk ditutup pada paritas terhadap mata uang tunggal.

Monday, July 2, 2012

Headline News 02.07.12


US & GLOBAL
Euro melonjak mendekati 2 persen, harga oil naik dan bursa saham dunia mengalami rally Jumat lalu setelah para pemimpin zona euro menyetujui langkah untuk memangkas tingginya borrowing costs di Italia dan Spanyol, ditambah untuk secara langsung merekapitalisasi  perbankan regional.  

Para  pemimpin  Uni  Eropa  juga  menyetujui  setelah  pembicaraan  yang  sengit  selama  14  jam  yang  membuat  badan  pengawas  tunggal  untuk perbankan zona euro, berada dibawah European Central Bank, akan mendiskusikan hingga akhir tahun‐ suatu langkah kedepannya  pada banking union dalam wilayah tersebut.  

Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 277.83 poin, atau 2.20 persen, ke level 12,880.09. Indeks Standard & Poor's 500  <.SPX> menguat 33.12 poin, atau 2.49 persen, ke level 1,362.16. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> ditutup melejit 85.56 poin, atau 3.00  persen, ke level 2,935.05. 

Diantara  penekan  harian  terbesar  adalah  Research  in  Motion  <RIMM.O>,  yang  anjlok  19.1  persen  menjadi  $7.39  setelah  menunda  peluncuran generasi terkini dari BlackBerry phones.  

Di Eropa, indeks FTSE Eurofirst 300 <.FTEU3> ditutup menguat 2.6 persen, telah memangkas penurunan kuartalan menjadi 4.46 persen.   

Harga dari safe‐haven German bonds menghadapi pelemahan – secara singkat mendorong yields diatas (obligasi) AS yang setara untuk  pertama kalinya sejak awal Februari – sementara itu harga emas, oil dan tembaga menguat semuanya.  

Euro <EUR=> meningkat terhadap dollar AS, naik ke level tertingginya $1.2692. Terakhir telah naik ke level $1.2657, menguat 1.8 persen  dari Kamis sebelumnya, yang mana merupakan kenaikan terbesar persentase hariannya sejak Oktober 2011.  

Spot  harga  emas  <XAU=>  naik  3.0  persen  ke  level  $1,598.80  per  ons.  Dimana  telah  merosot  4.2  persen  dalam  kuartal  keduanya,  membagi kenaikannya dalam tahunan menjadi 2.2 persen. 

Brent crude untuk pengiriman bulan Agustus <LCOc1> di settled bertambah $6.44 atau 7.05 persen ke level $97.80 per barrel. U.S. crude  <CLc1>  di  settled  naik  $7.27  atau  9.36  persen  ke  level  $84.96  per  barrel,  meningkat  dari  level  terendahnya  delapan  bulannya  Kamis  sebelumnya. Dalam kuartalan, spot Brent dan U.S. oil futures melorot 20.4 persen dan 17.5 persen yang merupakan penurunan tertajam  kuartalannya sejak kuartal keempat tahun 2008, selama puncak krisis kredit global.  



GOLD & COMMODITIES
Emas naik 3.5% di atas $1,600 per ounce pada hari Jumat dan mengakhiri bulan Juni dengan mencatat kenaikan bulanan untuk pertama  kalinya dalam 5 bulan terakhir, menyusul kesepakatan Eropa untuk menyelamatkan bank‐bank dan memangkas biaya pinjaman untuk  Spanyol dan Italia telah mengangkat daya tarik investasi logam mulia dan komoditas lainnya. 

Pertemuan  para  pemimpin  zona  Euro  untuk  selama  dua  hari  di  Brussels  menghasilkan  kesepakatan  berupa  langkah‐langkah  untuk  memberikan  dukungan  langsung  kepada  bank‐bank  yang  tengah  bergulat  mengatasi  krisis  keuangan,  sehingga  mengurangi  beban  anggaran nasional.  Kesepakatan itu, yang diumumkan pada hari Jumat, menyatakan akan menggunakan dana talangan zona euro sebesar 500‐miliar euro  ($A623.32 miliar) untuk rekapitalisasi bank‐bank yang sakit, terutama di Spanyol dan Italia, secara langsung. 

Kelompok logam  perak  dan  platinum  juga  terangkat  setelah  para  pemimpin Uni  Eropa  setuju  untuk  membiarkan dana penyelamatan  mereka digunakan untuk menyuntikkan bantuan langsung ke bank yang dilanda kesulitan mulai tahun depan dan melakukan intervensi di  pasar obligasi untuk mendukung negara‐negara anggota yang bermasalah. 

Logam mulia, yang bergerak searah dengan aset beresiko di tahun ini, juga menerima dukungan dari short‐covering setelah mengalmi  kerugian sebelumnya selama sepekan terakhir dan membawa eams berada dalam zona oversold

Melonjaknya  harga  minyak  yang  hampir  mencapai  5%,  kenaikan  tajam  pada  hasil  tanaman  biji‐bijian  dan  komoditas  lainnya,  dan  menguatnya  euro  dan  ekuitas  AS  ditengah  prospek  membaiknya  kondisi  ekonomi  pasca  kesepakatan  Uni  Eropa,  telah  berhasil  mendorong penguatan pada harga emas. 

Harga emas spot naik 3.3% di $1,602.90 per ounce, setelah menembus level tertinggi 1 pekan di $1,606 79 per ounce. Sedangkan untuk  emas berjangka pengiriman Agustus naik $45.50 per ounce di $1,595.90. Sementara untuk harga spot perak naik 4.3% ke $27.47 per  ounce. 

Emas  masih  tercatat  turun  4.5%  di  kuartal  yang  berakhir  Juni,  penurunan  kuartalan  terbesarnya  sejak  kuartal  ketiga  2008.  Setelah  mengalami rally 11 tahun, yang membawa emas mencapai level puncaknya di $1,920.30 per ounce pada September tahun lalu, saat ini  emas hanya tercatat naik 2% dalam tahun ini. 

Aksi  beli  emas  fisik  dari  India  tercatat  naik  tipis  di  hari  Jumat.  Lemahnya  minat  beli  dari  India  telah  menekan  harga  emas  tahun  ini,  dengan harga emas di India mendekati rekor tertinggi akibat melemahnya rupee. 

Pekan ini pasar akan menyoroti pertemuan otoritas monter di sejumlah negara seperti Eropa, Inggris, Australia dan Swedia, dan juga data  non‐farm  payrolls  pada  hari  Jumat  dan  sejumlah  laporan  dari  sektor  manufaktur  dan  jasa  yang  diperkirakan  akan  menggambarkan  melambatnya aktifitas ekonomi di kawasan tersebut.




OIL & COMMODITIES
Harga minyak berjangka AS dan Brent melanjutkan penguatannya pada hari Jumat menyusul kesepakatan Eropa untuk menyelamatkan  bank‐bank  dan  memangkas  biaya  pinjaman  untuk  Spanyol  dan  Italia  telah  mengangkat  harga  minyak  dan  komoditas  lainnya,  setelah  mengalami koreksi tajam di hari Kamis sebelumnya. 

Pertemuan  para  pemimpin  zona  Euro  untuk  selama  dua  hari  di  Brussels  menghasilkan  kesepakatan  berupa  langkah‐langkah  untuk  memberikan  dukungan  langsung  kepada  bank‐bank  yang  tengah  bergulat  mengatasi  krisis  keuangan,  sehingga  mengurangi  beban  anggaran nasional.  Kesepakatan itu, yang diumumkan pada hari Jumat, menyatakan akan menggunakan dana talangan zona euro sebesar 500‐miliar euro  ($A623.32 miliar) untuk rekapitalisasi bank‐bank yang sakit, terutama di Spanyol dan Italia, secara langsung. 

Harga  minyak  berjangka  NYMEX  untuk  pengiriman  Agustus  melonjak  ke  level  intraday  high  $84.52  per  barel,  naik  $6.06  atau  7.7%,  kenaikan harian terbesarnya sejak 22 Februari 2011. 

Di pasar London, Brent pengiriman Agustus melonjak ke intraday high $96.62, naik $5.26 atau 5.76%, kenaikan terbesarnya sejak 9 Mei  2011. 

Permintaan  minyak  global  diperkirakan  akan  tumbuh  pada  laju  paling  lambat  tahun  ini  sejak  krisis  keuangan  akibat  memburuknya  ekonomi,  demikian  jajak  pendapat  Reuters  menunjukkan,  dengan  melambatnya  pertumbuhan  konsumsi  di  China  diprediksi  nyaris  mengimbangi penurunan permintaan di negara maju. 

Sementara permintaan secara keseluruhan masih akan meningkat, dengan tingkat pertumbuhan untuk tahun ini dan berikutnya telah  diturunkan secara tajam sejak Januari, dan berdasarkan data ekonomi terbaru menunjukan perlambatan yang semakin dalam di sejumlah  negara maju dan sejumlah analis memprediksi akan terjadi revisi turun lebih lanjut. 

Jajak pendapat Reuters dari sebelas analis industri, instansi pemerintah dan bank investasi besar menunjukkan permintaan global masih  akan tumbuh sebesar 900.000 barel per hari (bph) tahun ini menjadi 89,8 juta barel per hari, meskipun perkiraan terbaru ini turun dari  perkiraan rata‐rata 1 juta barel per hari pada Januari. 

Adapun revisi terbesar adalah untuk permintaan pada tahun 2013, dengan perkiraan penurunan sebesar 800.000 barel per hari hanya  dalam waktu enam bulan. 

Pekan ini pasar akan menyoroti pertemuan otoritas monter di sejumlah negara seperti Eropa, Inggris, Australia dan Swedia, dan juga data  non‐farm  payrolls  pada  hari  Jumat  dan  sejumlah  laporan  dari  sektor  manufaktur  dan  jasa  yang  diperkirakan  akan  menggambarkan  melambatnya aktifitas ekonomi di kawasan tersebut. 




EURO ZONE
Inflasi zona euro bertahan menguat pada level terendahnya dalam 16‐bulan dibulan Juni, terkendali oleh penurunan tajam  harga minyak dan didukung pada penguatan jangka pendek untuk pemangkasan tingkat suku bunga oleh European Central  Bank.  

Parlemen Jerman akhirnya akan menyetujui skema bailout permanen zona euro dan peraturan bujet terbaru Jumat lalu  yang  disusun  oleh  Angela  Merkel,  tetapi  hukum  tetap  merintangi  dan  persetujuan  terhadap  mitra  zona  euro  Italia  dan  Spanyol kemungkinan membuat mereka dapat mengatasinya. 
U.K.
Gubernur  Bank  of  England  Mervyn  King  meluncurkan  suatu  serangan  kegusarannya  pada  budaya  perbankan  Inggris  Jumat  lalu,  mengatakan  sesuatu  telah  berjalan  sangat  salah  dengan  industri  yang  mana  dia  tertawakan  untuk  beralih  pada  metode"deceitful"/tipu  daya  untuk  membuat/cetak uang.  

King mengatakan perbaikan fundamental dibutuhkan untuk suatu sektor yang terguncang dari rangkaian skandal keuangan.  

Industri perbankan adalah salah satu penggerak yang terbesar pada perekonomian Inggris dan telah berkembang selama dekade sebelumnya  dalam iklim pasar bebas 

Sektor  jasa  yang  dominan  di  Inggris  stagnan  pada  bulan  April  karena  anjloknya  penjualan  ritel  yang  disebabkan  oleh  tekanan  cuaca,  data  menunjukkannya Jumat lalu, yang memberikan sedikit harapan pada keseluruhan perekonomian untuk meninggalkan resesi pada kuartal kedua.




JAPAN
Jepang gagal untuk membelanjakan 40 persen dari dana yang dialokasikan untuk pertama kalinya dari rekonstruksi pada negara bagian Timur  laut, terpukul oeh gempa bumi dan tsunami besar‐besaran akhir Maret tahun lalu, pemerintah mengatakannya Jumat lalu.  

Penundaan  koordinasi  kebijakan  dengan  bencana  yang  menghantam  area  lokal  dan  lambatnya  pengambilan  keputusan  sebagai  bagian  untuk  menyalahkan pada kegagalan dalam membelanjakan sebagaimana yang direncanakan, Reconstruction Agency mengatakannya.  

Tingkat  pengangguran  Jepang  turun  pada  bulan  Mei  dan  ketersediaan  dari  membaiknya  sektor  pekerjaan,  yang  memperkirakan  recovery  ekonomi  secara  moderat  dan  membangun  kembali  pasca  gempa  bumi  yang  telah  mendorong  perusahaan‐perusahaan  untuk  menaikkan  perekrutannya.  




AUSTRALIA
Setelah  beberapa  kali  memangkas  suku  bunganya,  bank  sentral  Australia  diprediksi  akan  mempertahankan  suku  bunga  pada  sidangnya  bulan  Juli  ini,  khususnya setelah data menunjukkan terjadi pertumbuhan ekonomi pada level terpesatnya selama lebih dari 4 tahun di kuartal pertama. 

Dari 19 ekonom yang disurvey Reuters memprediksi Reserve Bank of Australia (RBA) akan mempertahankan suku bunga di level 3.5% pada sidangnya 3 Juli  besok. Perkiraan ini muncul setelah RBA memangkas suku bunganya di bulan Mei dan Juni dengan total pemangkasan 75 basis poin yang utamanya sebagai  respon atas ancaman krisis utang Eropa. 

Komentar petinggi RBA belakangan ini mengindikasikan bank sentral tidak dalam kondisi mendesak untuk memangkas suku bunganya kembali, kecuali jika  ekonomi global memburuk secara tiba‐tiba. 

Sebagian besar analis pasar memprediksi akan terjadi pemangkasan 1 hingga 2 kali lagi dalam beberapa bulan kedepan dimana RBA pada akhirnya akan  dipaksa untuk menurunkan suku bunganya akibat krisis Eropa yang telah menekan ekonomi global. 

Aussie  berhasil  menguat  ke  level  tertinggi  sejak  4  Mei  2012  setelah  mencatat  intraday  high  di  $1.0256  sebelum  akhirnya  bergerak  di  sekitar  $1.0230,  mencatat  naik  1.9%  dari  posisi  penutupan  New  York  hari  Kamis.  Kenaikan  ini  terjadi  setelah  kesepakatan  Eropa  untuk  menyelamatkan  bank‐bank  dan  memangkas biaya pinjaman untuk Spanyol dan Italia. 

Pertemuan para pemimpin zona Euro untuk selama dua hari di Brussels menghasilkan kesepakatan berupa langkah‐langkah untuk memberikan dukungan  langsung kepada bank‐bank yang tengah bergulat mengatasi krisis keuangan, sehingga mengurangi beban anggaran nasional.  Kesepakatan itu, yang diumumkan pada hari Jumat, menyatakan akan menggunakan dana talangan zona euro sebesar 500‐miliar euro ($A623.32 miliar)  untuk rekapitalisasi bank‐bank yang sakit, terutama di Spanyol dan Italia, secara langsung. 

Pekan ini pasar akan menyoroti pertemuan otoritas monter di sejumlah negara seperti Eropa, Inggris, Australia dan Swedia, dan juga data non‐farm payrolls  pada hari Jumat dan sejumlah laporan dari sektor manufaktur dan jasa yang diperkirakan akan menggambarkan melambatnya aktifitas ekonomi di kawasan  tersebut.




SWISS
Indikator utama untuk ekonomi Swiss mencatat pertumbuhan untuk keempat kalinya secara berturut‐turut, mengindikasikan ekonomi Swiss cukup kuat  dalam menangkal dampak buruk krisis zona euro untuk saat ini. 

Indeks KOF untuk melihat prospek ekonomi dalam 6 bulan kedepan mencatat naik lebih tinggi dari ekspektasi di 1.16 di bulan Juni, dari level revisinya 0.80  di bulan sebelumnya. 

Kenaikan yang cukup kuat ini menunjukkan langkah SNB dalam membatasi penguatan nilai tukar Swiss franc terhadap euro di level 1.20 franc per euro  telah membantu melindungi perekonomian Swiss dari ancaman deflasi dan resesi. 

Hasil data KOF tersebut mengisyaratkan bahwa dalam 6 bulan kedepan ekspansi Produk Domestik Bruto (PDB) Swiss akan terakselerasi. 

Meskipun demikian, kalangan analis pasar mengingatkan bahwa data KOF tersebut bisa jadi memberikan gambaran yang terlampau bagus, sehingga perlu  bagi investor untuk tetap bertindak hati‐hati. 

Swiss  franc  terapresiasi  ke  level  tertinggi  6  hari  terhadap  dolar  setelah  kesepakatan  Eropa  untuk  menyelamatkan  bank‐bank  dan  memangkas  biaya  pinjaman untuk Spanyol dan Italia. 

Pertemuan para pemimpin zona Euro untuk selama dua hari di Brussels menghasilkan kesepakatan berupa langkah‐langkah untuk memberikan dukungan  langsung kepada bank‐bank yang tengah bergulat mengatasi krisis keuangan, sehingga mengurangi beban anggaran nasional. 

Kesepakatan itu, yang diumumkan pada hari Jumat, menyatakan akan menggunakan dana talangan zona euro sebesar 500‐miliar euro ($A623.32 miliar)  untuk rekapitalisasi bank‐bank yang sakit, terutama di Spanyol dan Italia, secara langsung. 

Dolar terkoreksi ke level intraday low 0.9459 franc, level terendahnya selama 6 hari, sebelum akhirnya bergerak di sekitar 0.9485 franc, atau turun sekitar  1.7% dari posisi penutupan New York hari Kamis.  

Pekan  ini  pasar  akan  menyoroti  pertemuan  otoritas  monter  di  sejumlah  negara  seperti  Eropa,  Inggris,  Australia  dan  Swedia,  dan  juga  data  non‐farm  payrolls pada hari Jumat dan sejumlah laporan dari sektor manufaktur dan jasa yang diperkirakan akan menggambarkan melambatnya aktifitas ekonomi di  kawasan tersebut.

Friday, June 29, 2012

Headline News 29.06.12


US & GLOBAL
Bursa  saham  AS  merosot  Kamis  lalu  setelah  U.S.  Supreme  Court  memperkuat  administrasi  hukum  perbaikan  kesehatan  Obama, sementara itu euro tertekan ke level terendah tiga minggunya karena terpecahnya diantara para pemimpin Eropa  pada meeting di Brussels kedepannya dengan berkurangnya harapan dari langkah mendesak untuk menangani krisis utang  disana.  

Investor berbalik menjadi lebih berhati‐hati setelah data menunjukkan perekonomian AS kehilangan momentum, sementar  itu tingkat pengangguran Jerman naik pada bulan Juni, menunjukkan resiko pada pertumbuhan (ekonomi) global. 

Pada penutupannya, indeks Dow Jones industrial average <.DJI> turun 24.90 poin, atau 0.20 persen, ke level 12,602.11.  Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> melemah 2.84 poin, atau 0.21 persen, ke level 1,329.01. Indeks Nasdaq Composite  <.IXIC> melorot 25.83 poin, atau 0.90 persen, ke level 2,849.49.  

Indeks FTSEurofirst 300 <.FTEU3> dari saham‐saham utama Eropa ditutup turun 0.5 persen ke level 995.14. Indeks STOXX  European banking <.SX7P> ditutup merosot 2.36 persen. Indeks MSCI's world equity <.MIWD00000PUS> turun 0.18 persen  ke level 303.05, yang membawa penurunan kuartalan untuk ditutup menjadi 9.1 persen.    

Euro <EUR=> berkurang 0.21 persen ke level $1.2444 setelah menyentuh level $1.2405, level terendahnya yang lebih dari  tiga minggu terhadap dollar. 

The dollar index <.DXY> naik 0.11 persen ke level 82.715 setelah menyentuh level tertinggi disekitar 1‐1/2 minggunya.  

Harga Treasuries AS naik Kamis lalu dengan aksi beli untuk safe haven terbukti menjadi andalan karena para pemimpin Uni  Eropa mulai terpecah pada summit berkenaan dengan bagaimana untuk menyelesaikan kembali krisis utang zona euro.   

Emas merosot lebih dari 1 persen Kamis lalu, tertekan oleh kekhawatiran dari perlambatan ekonomi setelah U.S. Supreme  Court berkuasa mengakkan hukum healthcare dan dengan merosotnya harapan bahwa European Union summit akan dapat  menyelesaikan krisis utang disana. Spot emas <XAU=> anjlok 1.4 persen ke level $1,553.10 per ons pada pukul 3:16 p.m.  EDT (1916 GMT), yang pada awalnya sempat tertekan ke level terendahnya dalam empat minggu di level $1,547.39.   

Brent crude futures di London <LCOQ2> di settled merosot $2.14, atau 2.29 persen ke level $91.36 per barrel, sementara  itu U.S. oil futures <CLc1> ditutup turun $2.52, atau 3.14 persen, ke level $77.69 per barrel. 




GOLD & COMMODITIES
Harga emas sempat anjlok  dalam level terendah empat minggunya Kamis lalu, tertekan  kemungkinan besar seperti dari  aset‐aset  beresiko  daripada  safe  haven  investment,  dan  terpengaruh  oleh  ekspektasi  pesimistik  untuk  European  Union  summit yang kemungkinan untuk menghasilkan langkah besar yang dibutuhkan untuk menghadang krisis utang.  

Pada summit Uni Eropa diekspektasi untuk menghasilkan roadmap yang luas untuk kebijakan fiskal, finansial dan politik  bersama dan kemungkinan menyetujui paket langkah untuk mendorong pertumbuhan (ekonomi).  

Tetapi Kanselir Jerman Angela Merkel memberikan dukungan pada proposal yang didukung oleh Perancis untuk negara‐negara zona euro yang seharusnya mengasumsikan joint liability untuk masing‐masing utang.  
OIL & COMMODITIES
Crude oil futures memperluas penurunannya untuk menjadi lebih dari 2 persen Kamis lalu, ditekan oleh ekuitas yang mana  turun kedepannya setelah keputusan U.S. Supreme Court menjunjung elemen‐elemen utama dari Presiden Barack Obama  dalam reformasi terhadap hukum healthcare.  

Pesimisme  bahwa  EU  summit  akan  menghasilkan  sedikit  usaha  untuk  menemukan  solusi  jangka  panjang  terhadap  krisis  utang zona euro yang memicu penurunan awalnya pada crude futures.  



EURO ZONE
Euro  melemah  terhadap  dolar  AS  dalam  4‐sesi  secara  beruntun  dan  mencapai  level  terendahnya  sejak  3‐pekan  terakhir  menyusul  naiknya  keraguan  dikalangan investor bahwa hasil European Summit akhir pekan ini belum akan menyajikan terobosan pada penanganan krisis hutang Uni Eropa. Namun  demikian para analis memperkirakan tekanan pada euro bisa saja berbalik apabila terdapat perkembangan positif dari penanganan krisis hutang. 

Menteri  Keuangan  Jerman  Wolfgang  Schaeuble  menampik  pemberitaan  yang  menyatakan  bahwa  Jerman  akan  menyetujui  pembagian  tanggungjawab  pada hutang Zona Euro dengan cara antara lain menerbitkan obligasi bersama Uni Eropa. Pernyataan ini menegaskan komitmen Kanselir Angela Merkel  yang menegaskan bahwa pihaknya menolak dengan tegas kemungkinan penerbitan obligasi bersama, atau bersama‐sama menanggung tanggungjawab  hutang Uni Eropa. 

Sementara itu imbal hasil obligasi Spanyol untuk tenor 10‐tahun mencapai diatas level 7 persen, yang merupakan level unsustainable. Kondisi tersebut  diperkirakan meningkatkan kekhawatiran para investor terhadap keuangan Spanyol dan prospek penyebarannya ke negara lain seperti Italia. Pada saat  yang sama Italia berhasil .




U.K.
Perekonomian Inggris tertekan kembali ke dalam resesi yang lebih cepat dari perkiraan dan kelihatan tidak mungkin untuk mengalami recover  untuk beberapa waktu, data  menunjukkannya Kamis sebelumnya, digemakan prediksi yang  suram oleh  bank sentral saat ini  tetapi  dipastikan  untuk hidup kembali dari progam stimulusnya minggu depan.  

Perekonomian melorot hingga 0.3 persen antara Januari dan Maret, Office for National Statistics mengatakannya. Ini mengkonfirmasi perkiraan  awalnya, tetapi revisi gambaran untuk kuartal terakhir tahun 2011 menunjukkan penurunan 0.4 persen, lebih dalam daripada laporan awalnya.  

Harga  perumahan  Inggris  kembali  melemah  pada  bulan  Juni  dengan  fase  tahunan  merosot  yang  mencapai  level  tertinggi  hampir  dalam  tiga  tahunnya karena perekonomian menyisakan pelemahan dengan sedikitnya tanda‐tanda untuk meningkat kembali, mortgage lender Nationwide  mengatakannya.  

House  prices  turun  0.6  persen  pada  bulan  Juni  setelah  kenaikan  0.2  persen  pada  bulan  Mei,  menjauhi  harga  turun  ke  level  terendahnya  1.5  persen daripada tahun lalu, level terendahnya untuk pertumbuhan tahunan sejak Agustus 2009.  




JAPAN
Penjualan ritel di Jepang pada periode Mei meningkat sebsar 3,6 persen, melebihi ekspektasi para analis yang memprediksi kenaikan sebesar 3 persen.  Namun demikian data periode Mei tersebut masih berada dibawah data periode April yang direvisi menjadi 5,7 persen, diperkirakan karena konsumsi  privat pasca bencana tsunami pekan lalu mulai kehilangan momentum. 

Sementara itu dukungan pada pemerintah Perdana Menteri Yoshihiko Noda kembali stabil, atau bisa dikatakan stagnan, setelah Majelis Rendah Jepang  menyetujui  rencana  kenaikan  pajak  penjualan,  meskipun  terdapat  penolakan  dari  internal  Partai  Demokrat  yang  berkuasa  saat  ini.  Dengan  rencana  tersebut, pajak penjualan produk Jepang akan ditingkatkan menjadi 10 persen dalam kurun 3 tahun kedepan untuk membantu mengatasi tingginya biasa  jaminan social seiring tingginya hutang Jepang yang mencapai 200 persen dari total PDB‐nya. 




AUSTRALIA
Penjualan  rumah  baru  di  Australia  naik  sebesar  0,7  persen  pada  periode  Mei  ditunjang  oleh  meningkatnya  penjualan  paad  sektor  apartemen  hunian.  Pemangkasan  suku  bunga  perbankan  turut  menunjang  penjualan  properti,  demikian  berdasarkan  data  dari  The  Housing Industry Association (HIA). Bank sentral – RBA melakukan pemangkasan suku bunga sebesar 50 basis poin menjadi 3,75 persen  pada sidang Mei silam, yang kemudian diikuti pemangkasan suku bunga sebesar 25 bps pada periode Juni menjadi 3,5 persen.  

Sementara itu jumlah ketersediaan lapangan kerja di Australia menurun menjadi 5,3 persen enjadi 172.500 pada periode Mei, demikian  berdasarkan data dari the Australian Bureau of Statistics. Lapangan kerja di sektor jasa menurun menjadi 5,2 persen menjadi 156.700..




SWISS
Anggota  SNB  –  Jean‐Pierre  Danthine  menegaskan  bahwa  kebijakan  SNB  untuk  mematok  kurs  franc  pada  batas  1.2  terhadap  euro  merupakan  strategi  terbaik untuk menopang ekonomi. Danthine juga tidak menampik kemungkinan diberlakukannya kebijakan lanjutan termasuk kontrol permodalan apabila  krisis Uni Eropa terus menyebar.  

Lebih lanjut Danthine juga mengungkapkan bahwa SNB tengah menyiapkan diri untuk melakukan pembelian mata uang asing dalam jumlah besar pasca  kenaikan  cadangan  devisa  Swiss  pada  periode  Mei  setelah  bank  sentral  secara  intensif  melakukan  upaya  intervensi  untuk  menstabilkan  kurs  franc  terutama terhadap euro sebagai partner dagang utama Swiss. Para eksportir Swiss menurut Danthine akan dapat menyesuaikan dengan kurs franc saat ini  terutama apabila kondisi ekonomi dunia membaik, namun apabila krisis memburuk maka pihaknya akan mempertimbangkan pematokan pada batas 1.20  saat ini.

Thursday, June 28, 2012

Headline News 28.06.12


US & GLOBAL
Bursa saham naik pada pasar saham utama dunia Rabu lalu setelah didorong data AS dan rally pada harga crude oil, tetapi  euro melorot dari kedepannya European summit terlihat tidak mungkin untuk menghasilkan solusi yang layak untuk krisis  utang disana.  

Bursa saham Wall Street membukukan kenaikan terbesar dalam mingguannya, dengan indeks S&P 500 naik mendekati 1.0  persen.  Rally  berasal  setelah  data  menunjukkan  permintaan  untuk  barang‐barang  manufaktur  AS  jangka  panjang  naik  tajam melebihi ekspektasi pada bulan Mei dan pending home sales AS mencapai level tertinggi dalam dua tahunnya. 

Pada penutupan, indeks Dow Jones industrial average <.DJI> bertambah 92.34 poin, atau 0.74 persen, ke level 12,627.01.  Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> naik 11.86 poin, atau 0.90 persen, ke level 1,331.85. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC>  menguat 21.26 poin, atau 0.74 persen, ke level 2,875.32.   

Saham‐saham Eropa <.FTEU3> juga mengalami rally dari penguatan data AS, ditutup meningkat 1.4 persen pada kenaikan  terbesarnya sejak 19 Juni. Indeks MSCI world equity <.MIWD00000PUS> bertambah 0.9 persen, meskipun melorot dalam  mingguannya. 

Para pemimpin Uni Eropa tidak biasanya masih terpecah dari dua hari summit yang dimulai Kamis ini berkenaan bagaimana  untuk membendung menyebarnya krisis utang, yang saat ini telah terjadi dalam tiga tahunnya. 

Euro <EUR=> sedikit melemah, turun terhadap dollar AS dalam rangkaian tiga harinya karena diperdagangkan turun 0.2  persen ke level $1.2467.  

Harga Treasuries AS diperdagangkan dalam kisaran sempit, mendekati unchanged, Rabu lalu karena pelemahan berkenaan  dengan  permintaan  yang  moderat  pada  lelang  obligasi  bertenor  lima  tahun  yang  diimbangi  oleh  aksi  beli  safe‐haven  didasarkan permasalahan mengenai hasil akhir pada krisis utang Eropa.   

Emas sedikit naik dalam perdagangan yang tipis Rabu lalu, karena banyaknya investor logam mulia bertahan disela‐sela  menunggu berita dari summit Uni Eropa untuk mengatasi krisis utang regional. Spot emas <XAU=> meningkat 0.2 persen ke  level $1,575.16 per ons pada pukul 3:10 p.m. EDT (1910 GMT).   

Harga  crude  oil  futures  naik  Rabu  lalu  karena  pengetatan  pasokan  Laut  Utara  dan  menguatnya  data  ekonomi  AS  yang  membawa  dukungan  bahwa  European  summit  akan  melakukan  sedikit  usaha  untuk  menyelesaikan  krisis  utangnya.  Di  London,  August  Brent  crude  <LCOc1>  di  settled  naik  48  sen  ke  level  $93.50  per  barrel,  yang  sempat  mencapai  level  tertingginya $93.95 setelah rilis data dari EIA. U.S. August crude <CLc1> di settled meningkat 85 sen ke level $80.21 per  barrel, level tertingginya dalam mingguan, setelah sempat menguat ke level tertingginya $80.92. 





GOLD & COMMODITIES
Emas bergerak relatif flat di hari Rabu setelah investor menahan diri untuk mengantisipasi kemungkinan hasil dari KTT Uni  Eropa ditengah badai krisis yang tengah melanda zona euro. 

Investor logam mulia bertindak hati‐hati menjelang KTT Uni Eropa selama dua hari yang dimulai pada hari Kamis ini karena  para  pemimpin  Uni  Eropa  tampak  lebih  terbuka  dibanding  sebelumnya  sejak  krisis  meletus  tahun  2010  setelah  Yunani  mengungkapkan defisit dan utang yang lebih tinggi dari perkiraan. 

Investor emas yang mengharap adanya tambahan stimulus untuk mendorong pemulihan ekonomi zona euro nampaknya  akan kecewa setelah Kanselir Jerman Angela Merkel menolak permintaan dari Spanyol dan Italia untuk melakukan tindakan  darurat guna memotong biaya pinjaman mereka yang terus melonjak. 

Pasar emas terlihat kehilangan arah yang jelas di pekan ini. Setelah naik 1% di hari Senin akibat meningkatnya permintaan  akan aset‐aset aman resiko menyusul meningkatnya tekanan jual pada ekuitas dan minyak, maka di hari berikutnya emas  menyerahkan keuntungan yang didapat sebelumnya akibat kekhawatiran pada kondisi ekonomi global. 

Emas spot naik 0.1% di $1,573.90 per ounce. Sedangkan emas berjangka pengiriman Agustus turun 10 sen di $1,574.80 per  ounce. 




OIL & COMMODITIES
Harga minyak berjangka naik di hari Rabu menyusul ketatnya suplai minyak Laut Utara dan rilis optimis data ekonomi AS  telah mengimbangi kekhawatiran terhadap hasil KTT Uni Eropa yang nampaknya tidak akan menghasilkan keputusan yang  kongkrit dalam mengatasi krisis utang kawasan. 

Turunnya  stok  minyak  mentah  dan  minyak  suling  di  pekan  lalu  telah  memicu  naiknya  harga  minyak.  Namun  kenaikan  tersebut tertahan setelah terjadi aksi ambil untung oleh investor menjelang berakhirnya kuartal kedua. 

Aksi mogok yang berlangsung di Norwegia tetap mendukung kenaikan Brent, hingga mendekati $94 per barel. Aksi mogok  tersebut  saat  ini  telah  memangkas  produksi  sebesar  240.000  barel  minyak  setiap  harinya,  lebih  besar  dari  estimasi  sebelumnya.  Pemerintah  Norwegia  tidak  berencana  melakukan  intervensi  untuk  menghentikan  pemogokan  namun  sikap  pemerintah  kemungkinan dapat berubah jika aksi mogok terus meningkat, demikian dikatakan Menteri Tenaga Kerja Hanne Bjurstroem.

Sementara  itu  U.S.  Energy  Information  Administration  (EIA)  melaporkan  stok  minyak  mentah  telah  turun  di  pekan  lalu  sebesar 133.000 barel sementara stok di wilayah Pantai Teluk meningkat ke level tertinggi sejak Mei 2009. 

Data ekonomi AS semalam menunjukkan permintaan untuk produk manufaktur mengalami rebound melampaui perkiraan  di bulan Mei dan barometer untuk business spending meningkat. 

Harga minyak Brent untuk pengiriman Agustus naik 50 sen di $93.52 per barel setelah mencatat intraday high di $93.95  pasca rilis data EIA. Di hari Selasa sebelumnya, Brent mencatat kenaikan harian terbesarnya sejak 1 Maret untuk ditutup di  atas $93.  Sedangkan untuk harga minyak mentah AS pengiriman Agustus naik 82 sen di level $80.18 per barel, setelah naik ke level  intraday high di $80.92. 
EURO ZONE
Euro kembali melemah terhadap dolar AS dalam 3‐sesi berturut‐turut menjelang European Summit dimana para investor memprediksi tidak akan ada terobosan  baru yang digunakan untuk meredam krisis hutang Uni Eropa. Penerbitan obligasi bersama Eropa juga ditentang dengan keras oleh Kanselir Jerman Angela Merkel  yang menyatakan bahwa Eropa tidak akan membagi keseluruhan kewajiban hutang “sepanjang saya masih hidup”. 

Namun  demikian,  setidaknya  masih  terdapat  ekspektasi  akan  pembentukan  banking  union  atau  kemungkinan  aktifasi  dana  pengamanan  Zona  Euro  yang  dapat  digunakan  untuk  mulai  melakukan  pembelian  obligasi  Italia  dan  Spanyol  yang  bisa  menurunkan  tingkat  borrowing  cost  kedua  negara  tersebut.  Jika  berhasil  diupayakan, maka langkah ini diperkirakan akan berdampak positif pada euro yang mengalami tekanan dalam beberapa bulan terakhir.  

Sementara  itu  inflasi  basis  antar  tahun  Jerman  untuk  periode  Juni  mengalami  penurunan  ke  level  terendahnya  sejak  18  bulan  terakhir,  kondisi  mana  semakin  memberikan keleluasaan pada ECB untuk melakukan pemangkasan suku bunga acuan. Inflasi di tataran konsumen di Jerman untuk peiode Juni mencapai 1,7 persen  dibanding pada periode Mei sebesar 1,9 persen. Indikator ini juga menunjukkan bahwa ekonomi Jerman mulai kehilangan staminanya, dimana diantaranya aktifitas  sektor jasa turun secara beruntun dalam 2‐bulan terakhir, sedangkan business sentiment anjlok ke level terendah dalam kurun 2‐tahun terakhir.  

Berdasarkan jajak pendapat terakhir yang dilansir Reuters memperlihatkan mayoritas ekonom percaya ECB akan melakukan pemangkasan suku bunga acuan pada  sidangnya pekan depan. Para analis juga memprediksi ECB akan mengambil langkah darturat lain dalam waktu dengan untuk menenangkan pasar keuangan global.  Mayoritas ekonom percaya ECB akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 0,75 persen. 

Hingga akhir sesi New York, euro tercatat melemah 0,18 persen terhadap dolar AS ke 1.2469, namun euro menguat tipis 0,10 persen terhadap yen ke 99.37 yen, dan  naik 0,29 persen terhadap sterling ke 0.8008. Sedangkan terhadap Swiss franc, euro tercatat turun tipis 0,02 persen di 1.2008.




U.K.
Penjualan ritel Inggris naik ke fase tercepatnya dalam 1‐1/2 tahun pada bulan Juni karena orang‐orang Inggris ikut bersemarak dalam perayaan  the Queen's Diamond Jubilee, survei dari Confederation of British Industry menunjukkannya Rabu lalu. 

Suvei  CBI  distributive  trades  pada  sales  balance  naik  menjadi  +42  versus  +21  pada  bulan  Mei,  level  tertingginya  sejak  Desember  2010,  yang  meragukan ekspektasi dari penurunan tajam menjadi +10. 

"The Jubilee provided a much needed boost to our high streets with many families and communities making the most of the bank holiday," kata  Judith McKenna, kepala dari panel survei.  

Penjualan  bahan  pangan  mencatatkan  pertumbuhan  terkuatnya  sejak  Februari  2010.  Sepatu  dan  peritel  kulit  melaporkan  pertumbuhan  penjualan tertingginya yang pernah tercatat, CBI mengatakannya. 

Irlandia mengharapkan arah yang relatif lebih tenang dalam krisis utang  zona  euro dalam minggu‐minggu mendatang untuk membuat return  pada pasar obligasi bertenor jangka pendek pada waktunya.




JAPAN
Yen melemah terhadap dolar AS dan euro, dimana para pelaku pasar masih belum memastikan dampak seperti apa yang akan terjadi pada yen berkaitan  dengan ketidakpastian politik di Jepang. Perdana Menteri Yoshihiko Noda menghadapi resiko perpecahan di internal partainya sendiri berkaitan dengan  kenaikan pajak penjualan. Dengan perpecahan tersebut diperkirakan akan memaksa terjadinya pemilu dadakan. 

Kenaikan pajak penjualan tersebut ditujukan untuk meredam tingginya tingkat hutang Jepang yang melebihi 200 persen dari total PDB negara tersebut.  Analis dari Morgan Stanley mengatakan bahwa kenaikan pajak tersebut akan memberikan keleluasaan bagi Bank of Japan untuk melakukan pelonggaran  moneter berikutnya, dan mana langkah tersebut berpotensi memberikan tekanan pada yen terhadap mata uang utama dunia lainnya.  

Menteri Keuangan Jun Azumi  menyatakan bahwa kenaiakn pajak penjualan tersebut merupakan sebuah kemajuan yang membantu Jepang memenuhi  janjinya secara internasional pada anggota G20 lainnya mengenai pemangkasan fiskal. Pajak penjualan naik menjadi 10 persen dalam dua tahap hingga  Oktober 2015.  

Hingga akhir sesi New York, dolar AS tercatat menguat 0,30 persen terhadap yen di 79.69, sementara itu euro juga naik 0,10 persen terhadap yen ke 99.37  yen. Sedangkan Aussie dolar tercatat menguat 0,45 persen terhadap yen di 80.30 dan sterling justru turun 0,19 persen terhadap yen ke 124.02. 




AUSTRALIA
Aussie menguat dipicu optimisme seputar hasil positif dari KTT Uni Eropa yang akan diselenggarakan pada hari Kamis hingga Jumat. Aussie tercatat  bergerak di sekitar $1.0075, naik 0.1% dari posisi penutupan New York hari Selasa. 

Para  pemimpin  Uni  Eropa  akan  bertemu  di  Brussels  pada  hari  Kamis  dan  Jumat  untuk  mencari  solusi  dalam  mengatasi  masalah  krisis  utang  kawasan. 

Namun Aussie berpotensi kembali tersungkur jika pertemuan tersebut ternyata tidak memberikan hasil yang kongkrit. 

John  Edwards , salah seorang anggota RBA mengatakan booming di sektor sumber daya kemungkinan akan memberikan kontribusi pada GDP  Australia hampir 2 kali lipat dari yang ada sekarang ini dalam 5 tahun kedepan. Industri pertambangan diprediksi akan memberikan kontribusi  sekitar 12% dari GDP di tahun 2017, naik dari 7% kontribusinya saat ini. 

Ia juga memprediksi ekspor sektor pertambangan akan mencapai puncaknya di tahun 2019 atau 2020 setelah investasi di sektor ini menembus  level tertingginya selama sekitar 3 tahun.




SWISS
Swiss franc masih bergerak terbatas terhadap dolar menjelang KTT Uni Eropa yang akan dimulai hari Kamis ini dan berakhir pada hari Jumat besok. Para  pemimpin  Uni  Eropa  akan  bertemu  di  Brussels  pada  hari  Kamis  dan  Jumat  untuk  mencari  solusi  dalam  mengatasi  masalah  krisis  utang  kawasan.  Jika  pertemuan tersebut ternyata tidak memberikan hasil yang kongkrit, maka investor cenderung akan memburu aset‐aset aman resiko seperti dolar 

Pada review kebijakan awal bulan ini, SNB menegaskan kembali komitmennya untuk mempertahankan nilai patokan di 1.20 franc per euro. SNB terancam  untuk melakukan langkah‐langkah tambahan untuk mempertahankan nilai patokan Swiss franc jika kondisi memburuk dan kepala bank sentral Thomas  Jordan bahkan mengancam akan melakukan kontrol modal untuk apa yang dia katakan adalah skenario yang tidak mungkin dalam kasus Yunani keluar dari  zona euro. 

Sementara  itu,  data  menunjukkan  pertumbuhan  ekonomi  Swiss  yang  menakjubkan  di  kuartal  pertama  tahun  ini,  namun  SNB  mengingatkan  bahwa  momentum berpotensi melemah secara signifikan dalam beberapa bulan kedepan. 

Barometer utama ekonomi Swiss, KOF, akan dirilis hari Jumat, dimana akan memberikan gambaran apkah rapuhnya kondisi ekonomi zona euro akan mulai  menekan pertumbuhan ekonomi Swiss. 

Dolar  menguat  ke  level  intraday  high  0.9651  franc  sebelum  akhirnya  bergerak  di  sekitar  0.9632,  atau  naik  0.2%  dari  posisi  penutupan  New  York  hari  Selasa. Sedangkan euro bergerak stabil terhadap Swiss franc di sekitar 1.2011 franc.