title cover

title cover

Monday, July 16, 2012

Headline News 16.07.12


US & GLOBAL
• Bursa saham global dan harga minyak melonjak pada sesi Jumat ditunjang data ekonomi Cina yang meredam kekhawatiran  akan  hard  landing  pada    ekonomi  No  2  di  dunia  dan  dampaknya  pada  pertumbuhan  ekonomi  dunia  lebih  lanjut.  Bursa  saham  AS  menguat  pasca  pelemahan  6‐sesi  beruntun,  dan  euro  menguat  terhadap  dolar  untuk  pertama  kalinya  dalam  empat sesi terakhir ditunjang oleh naiknya minat terhadap aset beresiko. 

• Bursa Wall Street menguat pada akhir sesi perdagangan, mendorong indeks Dow dan S&P 500 ke wilayah positif dalam  basis  mingguan.  Nasdaq  juga  naik  tapi  tetap  di  wilayah  negatif  dalam  basis  mingguan.  GDP  Cina  yang  bertumbuh  7,6  persen,  mengungguli  ekspektasi  pemerintah,  memperkuat  sentimen  secara  luas  pada  komoditas  dan  menunjang  rally  ekuitas. 

• JPMorgan Chase & Co <JPM.N> membukukan kerugian senilai 4,4 miliar USD pada perdagangan yang dilakukan oleh trader  yang  disebut  sebagai  “Paus  London”  dan  menyatakan  kemungkinan  akan  menangguk  kerugian  lebih  lanjut  hingga  1,7  milyar USD. Tapi saham perbankan tersebut naik 6 persen karena kerugian perdagangan tersebut hanya memotong laba  kuartal  kedua  sebesar  471  juta  USD  dibanding  tahun  sebelumnya,  yang  mencapai  4.96  miliar  USD.  Lonjakan  saham  JPMorgan mendukung kinerja S&P 500, dan mengangkat sektor perbankan <BKX.> hingga 3,26 persen. 

• Kekhawatiran  tentang  perlambatan  pertumbuhan  ekonomi  telah  menekan  aset  berisiko  pada  awal  pekan  lalu.  Investor  mengabaikan survei yang menunjukkan sentimen konsumen AS kembali melemah pada awal Juli ke terendah dalam tujuh  bulan, karena masyarakat Amerika melihat prospek yang suram berkaitan sektor ketenagakerjaan dan pendapatan. Data  yang dilansir  Thomson  Reuters  / Universitas Michigan  untuk  keseluruhan indeks  sentimen  konsumen jatuh ke 72,0 dari  73,2 pada bulan Juni. 

• Secara  terpisah,  inflasi  di  tataran  produsen  meningkat  tipis  pada  bulan  Juni  menyusul  penurunan  biaya  energi,  menunjukkan bahwa tekanan inflasi tetap dapat diredam. Departemen Tenaga Kerja Ameirka menyatakan harga produsen  yang disesuaikan secara musiman naik 0,1 persen, sebuah kondisi yang membuka pintu bagi upaya lebih lanjut dari The  Federal Reserve untuk menstimulasi pertumbuhan ekonomi. 

• Indeks Dow Jones Industrial Average <DJI.> ditutup naik 203,82 poin atau 1,62 persen, ke 12,777.09. Indeks Standard &  Poor 500 <. SPX> naik 22,02 poin atau 1,65 persen, ke 1,356.78. Indeks Nasdaq Composite <. IXIC> naik 42,28 poin atau  1,48  persen,  ke  2,908.47.  Untuk  minggu  lalu,  Dow  tercatat  naik  0,04  persen,  S&P  500  naik  0,15  persen  namun  Nasdaq  turun 0,98 persen.  

• Bursa  saham  Eropa  memperpanjang  kenaikan,  para  investor  mengikuti  spekulasi  pergeseran  alokasi  aset  menyusul  lonjakan saham AS yang membantu euro untuk bangkit dari pelemahan ke level dua tahun terendah terhadap dolar AS.  FTSEurofirst 300 <FTEU3.> naik 1,3 persen menjadi ditutup pada 1,042.63. 

• Obligasi tenor 10‐tahun AS <US10YT=RR> harganya turun 4/32 dengan imbal hasil berkisar pada 1,4893 persen. 

• Euro terakhir diperdagangkan di 1,2242 <EUR=>, naik 0,4 persen, rebound dari level terendah sejak pertengahan 2010 di  1,2160  pada  awal  sesi.  Rebound  euro  juga  mengubah  sentimen  atas  utang  pemerintah  Italia.  Imbal  hasil  obligasi  Italia  melonjak  setelah  pemangkasan  peringkat  kredit  oleh  Moody’s  yang  menyoroti  risiko  bahwa  krisis  utang  kawasan  berpotensi menelan ekonomi terbesar ketiga zona euro. Moody `s memperingatkan hal itu bisa melanjutkan downgrade  peringkat kredit Italia, yang saat ini hanya dua tingkat di atas status junk, jika akses negara ke pasar utang mengering. 

• Komoditas dunia menguat didukung oleh  data PDB Cina yang tidak seburuk yang ditakutkan sebelumnya. Harga minyak  Brent crude <LCOc1> ditutup naik 1,33 USD ke 102,40 USD per barel. Minyak mentah AS <CLc1> ditutup naik  1,02 USD ke  87,10 USD per barel, dan mencatat penguatan 3,1 persen dalam sepekan terakhir. Emas naik, terangkat oleh rally tajam  bursa  ekuitas dan komoditas, terpengaruh data Cina. Harga spot emas <XAU=> naik 1,04 persen menjadi 1,588.00 USD per  troy ounce.   

GOLD & COMMODITIES
• Emas naik lebih dari 1.5 persen Jumat lalu karena tanda‐tanda perlambatan pertumbuhan (ekonomi) Cina yang menaikkan  harapan  untuk  monetary  easing  disana  dan  memicu  rally  pada  aset‐aset  beresiko  disemua  lini,  yang  mendorong  ketertarikan pada investasi emas, ditambah dukungan pada kenaikan pada saham‐saham dan komoditas.  

• Logam mulia mencatatkan kenaikan mingguan mengikuti rally Jumat lalu, setelah data Cina menunjukkan pertumbuhan ke  dalam rangkaian enam kuartalnya kefase terlemahnya yang lebih dalam tiga tahun.   

• Cina mengatakan pada pertumbuhan (ekonomi) basis tahunannya pada 7.6 persen dalam kuartal kedua, dibawah level 8  persen dari penurunan sebelumnya yang dipicu respon yang kuat dari pengambil kebijakan.




OIL & COMMODITIES
• Harga oil naik 1 persen Jumat lalu karena laporan data GDP Cina yang bersamaan dengan ekspektasi dan sedikit diatas target pemerintah,  menenangkan permasalahan mengenai perlambatan (ekonomi) dalam ekonomi negara terbesar kedua didunia tersebut.  

• Brent dan U.S. crude futures menghadapi kenaikan mingguannya diatas 50‐hari moving average untuk pertama kalinya sejak bulan April.   

• Gambaran  pertumbuhan  (ekonomi)  kuartal  kedua  Cina  membantu  mendorong  indeks  saham‐saham  AS  lebih  dari  1  persen  dan  juga  mendukung  saham‐saham  Eropa,  sementara  itu  euro  naik  turun  terhadap  dollar  dan  dollar  index  <.DXY>  yang  juga  berada  dalam  perdagangan yang choppy.  

• Embargo  Uni  Eropa  terhadap  minyak  mentah  Iran,  ketidakpastian  mengenai  perselisihan  program  nuklir  Iran  dan  pengaruh  dari  pemogokan di Norwegia dan lainnya gangguan pasokan North Sea yang juga mendukung pada crude, khususnya Brent, yang menguat  dalam front‐month. 




EURO ZONE
• Euro menguat terhadap dolar untuk pertama kalinya dalam 4 hari terakhir di hari Jumat kemarin, rebound dari level terendah 2 tahun, setelah data ekonomi Cina  mengurangi kekhawatiran seputar prospek pertumbuhan ekonomi global, sehingga mendorong investor untuk kembali memburu aset‐aset beresiko dan juga mata  uang tunggal Eropa. Euro awalnya sempat tertekan setelah lembaga pemeringkat Moodys’ memangkas peringkat kredit Italia, setelah lembaga tersebut melihat  potensi ekonomi Italia akan tertelan oleh krisis utang yang melanda kawasan. Italia merupakan negara dengan perekonomian terbesar ketiga di zona euro. 

• Namun sentimen pasar kemudian terangkat setelah data menunjukkan ekonomi Cina tumbuh 7.6% di kuartal kedua, merupakan tingkat pertumbuhan terlemahnya 
selama lebih dari 3 tahun terakhir tetapi masih lebih baik dari sejumlah ekspektasi pasar. 

• Euro terakhir bergerak di sekitar $1.2234, naik 0.3% setelah terkoreksi ke level intraday low $1.2160, level terendahnya sejak medio 2010.  Euro juga menguat terhadap yen, bergerak naik 0.3% di 96.94 yen. Sementara itu data producer prices AS hanya naik tipis di bulan lalu, mengisyaratkan tekanan  inflasi relatif stabil dan membuka peluang bagi The Fed untuk melanjutkan kebijakan moneter longgar. Terhadap yen, dolar tercatat turun 0.1% di 79.18 yen. 

• Pekan ini pasar akan mencermati testimoni dari Kepala The Fed Ben Bernanke mengenai kebijakan moneter yang telah dijalankan, dimana akan dilihat kemungkinan  bank sentral AS tersebut menggulirkan program quantitative easing (QE) jilid 3. Bernanke dijadwalkan akan memberikan testimoni untuk anggota parlemen pada  hari  Selasa  dan  Rabu,  dimulai  sehari  setelah  Dana  Moneter  Internasional  diperkirakan  akan  memangkas  proyeksi  pertumbuhan  global  ketika  pihaknya  merilis  Outlook Ekonomi Dunia yang terbaru.




U.K.
• Akhir pekan lalu sterling menguat ke level tertinggi sepanjang 3‐1/2 tahun terakhir terhadap euro, setelah lembaga pemeringkat Moody’s memangkas peringkat  hutang Italia, yang kemudian meningkatkan minat terhadap sterling sebagai alternative currency ditengah krisis hutang Uni Eropa. Euro anjlok ke level 78.63 pence  terhadap pound, level terendah sejak November 2008. Investor terus menekan euro terhadap sterling menyusul belum adanya terobosan berarti dalam penanganan  krisis hutang Uni Eropa.  

• Sterling juga menguat terhadap dolar AS ditunjang oleh penguatan bursa saham global yang terdorong rilis data PDB Cina yang mengungguli ekspektasi. Penguatan  bursa saham juga menopang minat terhadap aset beresiko termasuk sterling. Hingga akhir sesi New York, sterling tercatat menguat hingga 0,8 persen terhadap  dolar AS setelah sempat mencapai session high di 1.5580. Meskipun demikian, analis mengingatkan bahwa prospek ekonomi Inggris juga tidak terlalu bagus, data  pada sesi Jumat memperlihatkan bahwa construction output turun 6,3 persen dalam basis antar tahun pada periode Mei. 

• Pekan  ini  pelaku  pasar  akan  mengamati  sejumlah  rilis  data  diantaranya  data  inflasi,  sektor  ketenagakerjaan  dan  retail  sales  Inggris.  Para  investor  juga  akan  mengamati  pernyataan  Kepala  The  Fed  Ben  Bernanke  yang  akan  menyampaikan  semiannual  monetary  policy  report  yang  diharapkan  akan  memberikan  sinyal  apakah bank sentral Amerika tersebut akan menempuh program QE3 tahun ini. 




JAPAN
• Menteri  Keuangan  Jepang  Jun  Azumi  pada  hari  Jumat  kemarin  mengatakan  bahwa  Jepang  akan  mengambil  tindakan  di  pasar  uang  jika  diperlukan,  menyusul  kenaikan tajam yen berpotensi memukul perekonomian negeri itu. 

• Ia menegaskan bahwa kenaikan tajam yen akan menekan ekonomi dan stabilitas keuangan. Pergerakan yen akan terus diawasi secara ketat dan pemerintah akan  mengambil tindakan tegas jika memang diperlukan. 

• Sementara  itu  sebuah  data  revisi  ekonomi  Jepang  menunjukkan  industrial  output  turun  3.4%  
di  bulan  Mei,  sebagian  mencerminkan  penyesuaian  persediaan  sementara, meskipun pandangan ini tidak pasti karena perlambatan pertumbuhan global. Data tersebut merupakan revisi turun dari laporan awalnya turun 3.1%,  setelah mencatat turun 0.2% di bulan April sebelumnya.  Sedangkan  capacity utilisation index turun 2.2% di bulan Mei dari bulan sebelumnya menjadi 89.8. 

• Pekan ini pasar akan mencermati testimoni dari Kepala The Fed Ben Bernanke mengenai kebijakan moneter yang telah dijalankan, dimana akan dilihat kemungkinan  bank sentral AS tersebut menggulirkan program quantitative easing (QE) jilid 3.   Bernanke  dijadwalkan  akan  memberikan  testimoni  untuk  anggota  parlemen  pada  hari  Selasa  dan  Rabu,  dimulai  sehari  setelah  Dana  Moneter  Internasional  diperkirakan akan memangkas proyeksi pertumbuhan global ketika pihaknya merilis Outlook Ekonomi Dunia yang terbaru.




AUSTRALIA
• Australian dollar merosot dalam level penutupan perdagangannya Jumat lalu, tidak dapat menahan penguatan pada awalnya yang dibuat untuk merespon  gambaran pertumbuhan ekonomi terakhir dari Cina.  

• Pada pukul 1700 AEST Jumat lalu Australian dollar diperdagangkan pada level 101.58 sen AS, turun dari level 101.64 sen AS pada penutupan perdagangan  Kamis sebelumnya.  

• Mata uang lokal empat menguat setelah Cina mengatakan pertumbuhan perekonomiannya pada 7.6 persen dalam kuartal keduanya tahun 2012.  

• Australian dollar naik hampir seperlima sen AS segera setelah data Cina yang dirilis sebelum berada dalam kisaran yang sempit pada sore harinya.  

• Sementara  itu  perkembangan  gross  domestic  product  (GDP)  melambat  ke  level  terendahnya  di  Cina  yang  lebih  dari  tiga  tahun,  yang  sejalan  dengan  ekspektasi pasar. 




SWISS
• Swiss  franc  melonjak  mendekati  level  terendahnya  dalam  19‐bulan  terhadap  dollar  Jumat  lalu,  setelah  lembaga  pemeringkat  Moody's  memangkas  peringkat kredit Italia, meningkatkan prospek kedepannya pada gejolak pasar zona euro.      

• Sejak Swiss National Bank membatasi pergerakan pada level 1.20 per euro akhir September, the franc secara luas diperdagangkan bersamaan dengan  euro.  

• Moody's  memperingatkan  kedepannya  dapat  menurunkan  peringkat  terbaru  Italia  Baa2,  yang  mana  hanya  berada  diatas  dua  poin  diatas  junk  status  (obligasi sampah), jika akses ke pasar obligasi menurun.  

• Pemangkasan peringkat menekan pada mata uang versus dollar, dan begitu juga pada the franc.   

• Harga  producer  and  import  Swiss  mencatatkan  penurunan  dalam  tiga  bulannya  pada  bulan  Juni,  ditekan  merosot  oleh  anjloknya  harga  oil  dan  menggarisbawahi kebutuhan Swiss National Bank yang membatasi the franc untuk menjaga tekanan deflasi.  

Friday, July 13, 2012

Headline News 13.07.12


US & GLOBAL
• Kekhawatiran  tentang  prospek  ekonomi  dunia  kembali  menekan  kinerja  bursa  saham  global  pada  sesi  Kamis,  diiringi  penurunan euro ke level terendah dalam kurun 2‐tahun terahadap dolar AS yang mendorong naiknya minat pada aset safe  haven  seperti  obligasi  Amerika.  Imbal  hasil  obligasi  Amerika  mendekati  level  terendah  dalam  sejarah  pasca  penjualan  obligasi senilai 13 miliar USD untuk tenor 30‐tahun mengalami kesuksesan.  

• Kegelisahan tentang krisis ekonomi zona euro akan berdampak pada keuntungan korporasi melemahkan bursa Wall Street,  meskipun  saham‐saham  berhasil  keluar  dari  posisi  terendah  mereka  pasca  kenaikan  saham  Procter  &  Gamble.Terdapat  beberapa dukungan pada pasar, diantaranya data jobless claims Amerika yang turun ke posisi terendah empat tahun. Para  analis mengatakan bahwa data tersebut belum mengubah pandangan akan prospek ekonomi Amerika yang masih redup. 

• Jika  rilis  laporan  keuangan  triwulan  kedua  AS  lebih  rendah  dari  perkiraan,  dan  dikombinasikan  dengan  ekspektasi  perlambatan  pertumbuhan  ekonomi  di  beberapa  negara  maju  dunia,  akan  meningkatkan  harapan  bahwa  The  Federal  Reserve akan melanjutkan kebijakan QE3. 

• Pemangkasan  suku  bunga oleh Korea  Selatan pada sesi  Kamis yang  diikuti  pemangkasan  suku  bunga  50‐basis  poin oleh  Brazil pada Rabu malam juga menggarisbawahi dampak perlambatan pertumbuhan yang melanda dunia. Tetapi kurangnya  pelonggaran moneter oleh Bank of Japan pada hari Kamis dan terbatasnya petunjuk dari minutes The Fed untuk periode  Juni, menunjukkan bank sentral masih berhati‐hati tentang perlunya pelonggaran lebih lanjut. 

• Euro <EUR=> turun 0,3 persen menjadi 1,2205, setelah sempat anjlok hingga level terendah sejak Juni 2010 di 1,2165. Dolar  AS menguat, terlihat pada kenaikan indeks dolar, yang naik ke 83.829 yang merupakan level tertinggi sejak Juli 2010. Indeks   FTSE 300 EUROFIRST<FTEU3.> berakhir turun 1 persen, sedangkan indeks MSCI <MIWD00000PUS.> turun 1,1 persen. 

• Indeks Dow Jones Industrial Average <DJI.> turun 31,26 poin atau 0,25 persen, ke 12,573.27. Indeks Standard & Poor 500 <. SPX>  turun  6,69  poin  atau  0,50  persen,  ke  1,334.76.  Nasdaq  Composite  Index  <IXIC.>  melemah  21,79  poin  atau  0,75  persen, ke 2,866.19. Saham teknologi tercatat sebagai sektor dengan kinerja terburuk, terpukul oleh profit warning dari  perusahaan seperti Advanced Micro Devices Inc dan Applied Materials Inc. Untuk bulan ini, sektor teknologi S&P <GSPT.>  turun 3,5 persen dan sektor semikonduktor PHLX < SOX> merosot 8,2 persen. 

• Harga minyak berbalik dalam akhir perdagangan Amerika, dimana minyak mentah Brent naik di  atas 101 USD per barel  setelah  Amerika  Serikat  mengumumkan  pengetatan  sanksi  terhadap  Iran.  Minyak  mentah  Brent  <LCOc1>  melonjak  ke  session high 101,36 USD. Sedangkan minyak mentah AS <CLc1> berakhir naik 27 sen ke 86,08 USD per barel. 

• Tapi  emas  gagal  mendapatkan  keuntungan  dari  maraknya  aksi  beli  investor  terhadap  aset  safe  haven,  terpengaruh  pesatnya penguatan dolar AS. Spot emas <XAU=> turun 0,6 persen ke 1,567.02 USD per troy ounce.   


GOLD & COMMODITIES
• Emas  melemah  hampir  1  persen  Kamis  lalu  setelah  minutes  the  Fed  dari  meeting  baru‐baru  ini  tidak  mengindikasikan  bahwa  pengambil  kebijakan  AS  menaikkan  tindakan  tambahan  untuk  menstimulasi  pertumbuhan,  mengurangi  peluang  untuk mendorong harga logam mulia.  

• Minutes  Rabu  lalu  menunjukkan  the  Fed  membuka  pembelian  lebih  banyak  obligasi  untuk  menstimulasi  perekonomian  tetapi kemudian bahwa recovery kemungkinan butuh untuk melemah bagi konsensus dalam membangun.  

• Kekecewaan  bahwa  minutes  tidak  menunjukkan  pada  hasrat  yang  kuat  terhadap  QE,  bersamaan  dengan  data  yang  menunjukkan jumlah orang Amerika yang  mengisi klaim terbaru untuk  pengangguran turun ke level terendahnya dalam  empat tahun, mendorong dollar ke level tertingginya dalam dua tahun terhadap euro. 

• Korelasi antara emas dan dollar index disekitar area negatif dalam dua tahunnya. 




OIL & COMMODITIES
• Crude  oil  futures  naik  Kamis  lalu  karena  pemerintah  AS  mengumumkan  bahwa  akan  memperketat  sanksi  terhadap  Iran  yang memicu rally dari penurunan awalnya terhadap kekhawatiran pertumbuhan ekonomi global. 

• Sempat  mengalami  penurunan  yang  dipangkas  setelah  laporan  bahwa  jobless  claims  mingguan  AS  turun  ke  level  terendahnya dalam empat tahun, yang memicu beberapa harapan terhadap perjuangan pasar tenaga kerja AS.   

• Oil mendapat tekanan pada awalnya setelah International Energy Agency mengatakan perlambatan perekonomian global  dapat membawa tekanan pada harga oil meskipun terdapat resiko bahwa "nasty supply surprises" dapat memicu kembali  rally pasar.   

• Pertumbuhan  ekonomi  Cina  kemungkinan  melambat  kedepannya  dalam  kuartal  kedua  menjadi  7.6  persen,  level  terendahnya  sejak  tahun  2008  krisis  keuangan  karena  investasi,  factory  output  dan  penjualan  ritel  melemah  diseluruh  dunia, polling Reuters menunjukkannya. 




U.K.
• Sterling  melemah  ke  level  terendah  sejak  5‐pekan  terakhir  terhadap  dolar  AS  terdesak  laporan  data  jobless  claims  Amerika  yang  mengalami  penurunan ke level terendah sejak 4 tahun terakhir dan meredanya ekspektasi pemberlakuan QE3 dari The Fed pasca minutes sidang The Fed  untuk  periode  Juni.  Sterling  juga  melemah  terhadap  euro,  beranjak  dari  level  tertinggi  sejak  3‐1/2  tahun  yang  sempat  ditorehkan  pada  pertengahan pekan ini di 78.68 euro per sterling. Sementara itu yen Jepang menguat lebih dari 1 persen terhadap sterling setelah Bank of Japan  menahan diri dari pelonggaran moneter lanjutan. 

• Analis dari HSBC – Daragh Maher mengingatkan bahwa sterling bisa saja kehilangan peran sebagai mata uang safe haven ditengah krisis hutang  Uni‐Eropa,  yang  sementara  ini  berkembang.  Dalam  beberapa  bulan  terakhir,  sterling  menguat  terhadap  euro  karena  investor  menilai  kondisi  ekonomi Uni Eropa lebih buruk daripada Inggris. Namun demikian menurut Maher, dengan besarnya peranan Uni Eropa sebagai partner dagang  Inggris, maka pelemahan ekonomi kawasan tersebut akan berdampak langsung pada perekonomian Inggris. 




AUSTRALIA
• Australian dollar telah anjlok kembali dibawah level 102 sen AS yang didukung pelemahan data job.  

• Pada pukul 1700 AEST Kamis lalu Australian dollar diperdagangkan pada level  101.64 sen AS, merosot dari level 102.23 sen AS Rabu sebelumnya.  

• Foreign  exchange  dealer  CMC  Markets  Tim  Waterer  mengatakan Australian  dollar merosot  setelah rilis  data  resmi  yang  menunjukkan  naiknya  tingkat pengangguran menjadi 5.2 persen pada bulan Juni, dari 5.1 persen pada Mei lalu.  

• "We saw movement after traders raised the likelihood of August RBA (Reserve Bank of Australia cash rate) cuts on the basis of those numbers," Mr  Waterer mengatakannya.  

• Cina  akan  mempublikasikan  data  pertumbuhan  ekonomi  Jumat  ini  dan  terdapat  ekspektasi  pasar  bahwa  angkanya  tidaklah  sekuat  yang  diperkirakan.  

•  Harga Australian bond future menguat setelah data resmi yang menunjukkan penurunan pada pasar tenaga kerja. 




SWISS
• Euro memperluas penurunannya untuk anjlok ke level terendahnya dalam dua tahun terhadap dollar Kamis lalu dengan the greenback didukung  oleh the Fed minutes yang mana menekan spekulasi dari kedepannya aksi ambil untung dan investor berhati‐hati terhadap mata uang tunggal  tersebut.  

• Dollar juga naik ke level tertingginya dalam 19‐bulan terhadap Swiss franc <CHF=>.  

• Euro <EUR=> melorot ke level terendahnya dalam dua tahun ke level $1.2208 dalam platform EBS, level terendahnya dalam pertengahan 2010  dan turun 0.2 persen dalam hariannya.  

• Dollar naik ke level 0.98362 francs <CHF=>, level tertingginya sejak awal Desember 2010 dan naik 0.2 persen dalam hariannya.  

• Hari ini rilis data pada siang harinya adalah producer/ import prices untuk bulan Juni. 

Thursday, July 12, 2012

Headline News 12.07.12


US & GLOBAL
• Indeks Dow dan Nasdaq jatuh pada sesi Rabu, sementara dolar mencapai level tertinggi dua tahun terhadap euro setelah  minutes dari pertemuan Juni The Federal Reserve menunjukkan pembelian obligasi tambahan oleh The Fed mungkin terjadi  jika  perekonomian  AS  semakin  lemah.  Risalah  pertemuan  19‐20  Juni  Fed  menunjukkan  bahwa  mayoritas  pembuat  kebijakan belum siap untuk mengambil tindakan lebih berani menghadapi perekonomian yang lesu. 

• Dolar memperpanjang keuntungan terhadap euro, yang mencapai titik terendah dalam 2‐tahun terakhir di 1,2211 setelah  minutes. Sedangkan Emas berakhir hampir datar, keuntungan diawal sesi terpangkas menyusul rilis dari minutes The Fed. 

• Harga  minyak  mentah  berjangka  menguat  tajam,  meskipun  sinyal  dari  The  Fed  tergolong  mixed.  Prospek  menurunnya  pasokan di kawasan Laut Utara dan penurunan stok minyak mentah AS pada sepekan terakhir mengangkat harga minyak.  Harga minyak mentah Brent <LCOc1>, yang jatuh lebih dari 2 persen pada Selasa, naik kembali di atas  100 USD per barelke  100,23  USD  per  barel  setelah  OPEC  mempertahankan  perkiraan  pertumbuhan  permintaan  minyak  dunia  tidak  berubah  pada 0,9 juta barel per hari. OPEC memproduksi sepertiga minyak dunia. Sementara minyak mentah AS <CLc1> naik 1,90  USD ke 85,81 USD per barel. 

• Emas ditutup hampir stagnan, setelah harga spot emas <XAU=> naik 11,89 USD menjadi 1,576.30 USD per troy ounce. 

• Investor berharap minutes akan menguatkan indikasi bahwa The Fed akan segera mengumumkan program QE3. 

• Indeks Dow Jones Industrial Average <DJI.> turun 48,59 poin atau 0,38 persen, ditutup pada 12,604.53. Indeks Standard &  Poor 500 <. SPX> beringsut turun 0,00 persen, ke 1,341.45. Nasdaq Composite Index <. IXIC> turun 14,35 poin atau 0,49  persen, ke 2,887.98. 

• Pasar  obligasi  tidak  bereaksi  terhadap  hasil  minutes.  Tapi  imbal  hasil  obligasi  AS  tenor  10‐tahun  jatuh  mendekati  rekor  terendah  setelah  penjualan  obligasi  senilai  21  miliar  USD  menunjukkan  tingginya  permintaan.  Kondisi  tersebut  meningkatkan  pandangan  bahwa  pasar  mengalihkan  investasinya  pada  aset  safe  haven.  Pemerintah  Jerman  menjual  obligasi tenor 10‐tahun dengan imbal hasil sangat rendah pada hari sebelumnya. 

• Obligasi tenor 10‐tahun AS <US10YT=RR> diperdagangkan sekitar 1,45 persen ‐ hanya 1 basis poin lebih tinggi dari level  terendahnya. 

• Indeks FTSEurofirst 300 <FTEU3.> ditutup datar pada 1,039.12. Indeks MSCI bursa saham global <MIWD00000PUS.> juga  ditutup datar, turun hanya 0,02 persen pada 308,17. 

• Dolar berlanjut menguat terhadap mata uang utama dunia,  dimana indeks Dolar AS <Indeks dolar.> naik 0,10 persen di  83,483.  Sedangkan  euro  jatuh  terhadap  sebagian  besar  mata  uang  utama  dunia  seiring  kekhawatiran  pada  langkah  pembuat kebijakan untuk mengatasi krisis utang dan  belum adanya keputusan yang lebih cepat  dari pengadilan Jerman  mengenai dana bailout zona euro. Euro <EUR=> turun 0,05 persen ke 1,2243.   



GOLD & COMMODITIES
• Emas  ditutup  mendekati  flat  Rabu  lalu,  setelah  emas  membagi  kenaikannya  dari  recovery  perekonomian  AS  yang  kemungkinan merosot dari kedepannya the fed secara bulat menyetujui untuk lebih banyak stimulus. 

• Dollar recover dari level terendah intraday untuk bertahan disekitar level tertingginya yang mendekati dua tahun terhadap  euro,  yang  mana  telah  mengambil  sedikit  ketenangan  minggu  ini  dari  lambatnya  kemajuan  dari  para  pemimpin  Eropa  dalam menyelesaikan krisis utang.  

• Harapan dari keputusan yang cepat dari Germany's Constitutional Court pada apakah the European Stability Mechanism  (ESM) dan rencana perubahan terhadap aturan anggaran zona euro yang sesuai dengan hukum Jerman telah pupus setelah  munculnya keputusan yang dapat diambil dalam beberapa minggu.




OIL & COMMODITIES
• Crude oil futures mengalami rebound Rabu lalu, naik lebih dari 2 persen dari harapan lebih banyaknya sinyal pada stimulus  (jika  perekonomian  melemah  kedepannya)  dari  perekonomian  AS  ketika  minutes  dari  the  Fed  meeting  bulan  Juni  dirilis  akhirnya.  

• Persediaan petroleum pemerintah AS menunjukkan pelemahan minggu lalu menjadi 4.7 juta barrel, hampir empat kali dari  perkiraan  polling  Reuters,  tetapi  dibayangi  oleh  lebih  besar  dari  ekspektasinya  kenaikan  pada  cadangan  gasoline  dan sulingannya.  

• Sejumlah besar dari penurunan dari West Coast AS, sebuah daerah yang tidak secara geografis berhubungan pada daerah  minyak bumi lainnya, data dari U.S. Energy Information Administration menunjukkannya, membatasi pengaruh dari harga  U.S. crude futures.



EURO ZONE
• Perdana Menteri Finlandia Jyrki Katainen mengatakan bahwa zona euro tengah berada dalam situasi paling berbahaya selama lebih dari 2 tahun terakhir.  Terakhir zona euro mengalami masa‐masa paling kritis terjadi di bulan Mei 2010, ketika Yunani hampir bangkrut untuk pertama kalinya. Sangat sulit untuk  membayangkan kegoncangan yang akan terjadi jika zona euro mengalami kebangkrutan. 

• Menteri Keuangan Wolfgang Schaueble mengatakan Rabu kemarin ia berharap Mahkamah Konstitusi (MK) Jerman akan memberikan penilaian mengenai  dana bailout Uni Eropa dan pakta pajak sebelum musim gugur, menunjukkan ia memperkirakan hasil keputusan akan dicapai dalam hitungan bulan, bukan  minggu. 

• MK Jerman pada hari Selasa sebelumnya telah setuju untuk memeriksa keluhan yang diajukan terhadap Mekanisme Stabilitas Eropa (ESM) dan kebijakan  fiskal tapi tidak memberikan tanggal pasti untuk mengambil keputusan. 

• Investor mengamati dengan seksama apapun hasil keputusan sebagai tanda apakah krisis Eropa semakin parah. Schaueble mengatakan keterlambatan  yang  signifikan  dalam  mengambil  keputusan  atas  langkah‐langkah  kebijakan  akan  menyebabkan  turbulensi  pasar  keuangan dan  mengikis  kepercayaan  terhadap euro. 

• Sementara itu, dolar menguat di akhir sesi New York dan menekan euro ke level terendah 2 tahun yang baru, setelah minutes dari sidang The Fed 19‐20  Juni lalu menunjukkan tambahan pembelian aset oleh The Fed nampaknya belum akn dilakukan dalam waktu dekat dan hanya akan terjadi jika kondisi  ekonomi AS memburuk. Euro menembus level terendah 2 tahun di $1.2211 namun kemudian rebound tipis danbergerak di sekitar $1.2240. Adapun target  koreksi berikutnya berada di $1.20 dan kemungkinan mencoba tes ke level terendah Juni 2010 di $1.1875. 



U.K.
• Sterling  melemah  terhadap  dolar  AS  pasca  hasil  minutes  dari  sidang  The  Fed  untuk  periode  Juni  mengindikasikan  bahwa  masih  terdapat  kemungkinan The Fed akan melakukan pelonggaran lanjutan jika kondisi ekonomi Amerika memburuk. Dolar menguat lebih lanjut terhadap mata  uang  utama  dunia  lainnya,  termasuk  sterling.  Namun  demikian  sterling  sempat  menguat  terhadap  euro  ke  level  tertinggi  sejak  3‐1/2  tahun  terakhir ditunjang oleh beralihnya investasi dari kawasan Eropa ke Inggris seiring masih kurangnya progres penanganan krisis hutang Uni Eropa. 

• Para analis memprediksi penguatan sterling terhadap euro kemungkinan masih akan berlanjut, pasca pemangkasan suku bunga ECB pekan lalu.  Pandangan  tersebut  dilandasi  oleh  perkiraan  bahwa  Inggris  dilihat  masih  lebih  aman  untuk  para  investor  dibanding  Eropa.  Meskipun  juga  terdapat peringatan akan kemungkinan konsolidasi dari penguatan tajamnya sebesar 1,8 persen dalam 5‐sesi terakhir.  

• Sementara  itu  anggota  BoE  –  Adam  Posen  menyatakan  situasi  ekonomi  Inggris  sebenarnya  tidak  seburuk  yang  dikhawatirkan,  seiring  membaiknya  prospek  pertumbuhan  ketenagakerjaan  di  sector  jasa  dan  menguatnya  ekspor.  Namun  Posen  juga  mengingatkan  bahwa  kondisi  tidak cukup memuaskan. Lebih lanjut Posen memperkirakan pertumbuhan ekonomi Inggris akan mencapai kisaran 2 persen dalam periode 2013  hingga 2014 mendatang.




JAPAN
• Pemerintah Jepang memperingatkan akan melakukan tindakan tegas di pasar forex jika kenaikan tajam yen mengancam kondisi ekonomi Jepang  yang masih rapuh, dimana pemerintah meluncurkan sebuah rencana pertumbuhan jangka panjang untuk delapan tahun ke depan. 

• Sebuah  strategi  pertumbuhan  ekonomi,  dimana  pemerintah  berharap  akan  segera  di  finalisasi  pada  bulan  Juli  atau  Agustus,  juga  bertujuan  menciptakan pasar energi terbarukan yang rendah emisi gas rumah kaca atau dikenal dengan istilah green energy senilai $628 milyar di tahun  2020  dan  mendesak  bank  sentral  Jepang  (BOJ)  untuk  melanjutkan  kebijakan  moneter  ultra  longgar  hingga  negara  benar‐benar  keluar  dari  ancaman deflasi. 

• Pemerintah mengubah pernyataannya dengan lebih tegas dalam mengantisipasi kenaikan tajam yen. Hal ini memberikan indikasi kesiapan BOJ  untuk melakukan intervensi jika memang diperlukan.  

• Sementara itu, ekonomi Jepang diprediksi akan mencatat kinerja pertumbuhan yang paling baik dibandingkan negara anggota G7 lainnya dalam  tahun ini dengan pertumbuhan ditaksir sekitar 2%, ditopang oleh belanja untuk kegiatan rekonstruksi setelah mengalami gempa dahsyat dan  tsunami tahun lalu. 

• Namun kuatnya nilai tukar yen, krisis utang Eropa yang berkelanjutan dan melambatnya pertumbuhan ekonomi di negara berkembang masih  akan menyuramkan prospek ekonomi Jepang.




AUSTRALIA
• Australian dollar mengalami rally Rabu lalu dalam mengantisipasi data utama keduanya dari domestik dan luar negeri dalam dua hari kedepan.  

• Pada pukul 1700 AEST Australian dollar diperdagangkan pada level 102.23 sen AS, naik dari level 101.86 sen AS Selasa lalu.  

• Keputusan para menteri keuangan zona euro untuk memberikan Spanyol 30 milyar euro ($A36.41 milyar) untuk membantu perbankannya, dan  gambaran perdagangan dari Cina Selasa lalu, menyebabkan Australian dollar untuk naik dan turun Rabu lalu.  

• Currency strategist National Australia Bank Emma Lawson mengatakan Australian dollar memulai pembukaannya untuk menguat yang didukung  kenaikan optimisme dari Eropa.  

• Mata uang lokal kemudian diperdagangkan pada kisaran yang sempit sebelum kemudian bertahan pada rally sore harinya.  

• Pemangkasan tingkat suku bunga baru‐baru ini telah mendorong consumer sentiment tetapi pesimisme mengenai perekonomian negara masih  terjadi.  

• Harga Australian bond future bertahan ditengah perdagangan yang melambat, dengan sedikit terpengaruh arah pasar.  




SWISS
• Swiss franc tampak siap untuk menyentuh level terendah dalam 19‐bulannya terhadap dollar Rabu lalu, dengan kekhawatiran investor mengenai  prospek untuk menyelesaikan krisis utang zona euro sambil menunggu keputusan mahkamah tertinggi Jerman dalam dana bailout.  

• The German Constitutional Court telah menyetujui untuk menyelidiki keluhan mengenai bailout fund Uni Eropa dan peraturan bujet terkini tetapi  tidak memberikan tanggal keputusannya, membuat tekanan pada investor.  

• Penundaan  dalam  penyetujuan  dana  dapat  mengakibatkan  kekacauan  pada  pasar,  Menteri  keuangan  Jerman  Wolfgang  Schaeuble 
mengatakannya.  

• The franc tertekan ke level terendahnya dalam 19‐bulan terhadap the greenback setiap hari dalam minggu ini.   

• The franc flat terhadap dollar untuk diperdagangkan pada level 0.9793 pada pukul 0542 GMT dibandingkan penutupan New York.  
• The franc sama‐sama tidak bergerak terhadap euro dilevel 1.2009.  

Wednesday, July 11, 2012

Headline News 11.07.12


US & GLOBAL
• Euro  jatuh  ke  posisi  terendah  dalam  kurun  2‐tahun  terakhir  terhadap  dolar  AS  seiring  kekhawatiran  investor  bahwa  pengadilan Jerman dapat menunda dana bailout baru untuk Eropa, sementara serangkaian peringatan laba dari korporasi  AS menekan kinerja Wall Street. Harga minyak memperpanjang pelemahan, sementara Brent jatuh di bawah 100 USD per  barel setelah data menunjukkan Cina mengimpor minyak mentah lebih sedikit dari perkiraan pada periode Juni, sedangkan  pemerintah Norwegia memerintahkan mengakhiri pemogokan pekerja minyak yang telah mengancam produksi. 

• Namun demikian bursa saham Eropa, naik setelah menteri keuangan zona euro sepakat untuk memberikan dana bailout  perdana untuk Spanyol sebesar 30 miliar euro pada akhir Juli. Secara terpisah, pengadilan tinggi Jerman memulai sidang  mengenai  apakah  dana  zona  euro,  yang  dikenal  sebagai  the  European  Stability  Mechanism,  dan  perubahan  yang  direncanakan untuk aturan anggaran kawasan telah sesuai dengan konstitusi Jerman. 

• Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble mengatakan kepada pengadilan bahwa penundaan yang signifikan dalam  menyetujui  kebijakan  akan  memicu  gejolak  pasar  keuangan.  Imbal  hasil  obligasi  pemerintah  Spanyol  dan  Italia  obligasi  menurun,  sementara  bursa  saham  Eropa  berakhir  naik  hampir  1  persen.  Penundaan  terhadap  dana  bailout  lebih  dari  beberapa  minggu  akan  memperlambat  proses  pelaksanaan  dana  talangan  yang  sudah  berlarut‐larut,  dan  berpotensi  menekan kinerja euro dan ekuitas. 

• Euro anjlok ke level 1,2233 <EUR=> terendah sejak 1 Juli 2010. Euro berakhir melemah 0,5 persen ke level 1,2253. Euro  juga  melemah  ke  97,20  <EURJPY=>  dan  terakhir  diperdagangkan  turun  0,7  persen  pada  97,31,  menurut  data  Reuters.  Indeks FTSE 300 EUROFIRST <FTEU3.> ditutup naik 0,9 persen pada 1,039.12. Sedangkan indeks bursa saham global MSCI <. MIWD00000PUS> turun 1,2 persen. 

• Menteri‐menteri  zona  euro  memutuskan  memberi  bantuan  untuk  Spanyol  hingga  2014,  untuk  mencapai  pengurangan  defisit  anggaran.  Tapi  para  petinggi  keuangan  tersebut  tidak  membuat  kemajuan  nyata  tentang  cara  baru  dana  penyelamatan  blok  tersebut,  yaitu  ESM,  yang  akan  digunakan  untuk  membantu  menurunkan  ongkos  penerbitan  surat  utang pemerintah Madrid. 

• Ekonomi  terbesar  kedua  dunia,  China,  membatasi  impor  pada  bulan  Juni  sebagai  bukti  lebih  lanjut  bahwa  tiga  tahun  lamanya krisis utang Eropa membebani kegiatan ekonomi di seluruh dunia. Pertumbuhan impor tahunan hanya 6,3 persen  pada Juni, jauh dari perkiraan 12,7 persen oleh ekonom, dan 12,7 persen yang dicapai pada bulan Mei. Minyak mentah  Brent <LCOc1> turun 2,37 USD ke 97,94 USD per barel, sementara minyak mentah AS <CLc1> tuurn 2,08 USD ke 83,91 USD  per barel. 

• Peringatan  laba  dari  korporasi  di  AS  memperparah  kekhawatiran  lesunya  ekonomi  dunia  dan  berdampak  pada  earning  korporasi, menekan kinerja bursa saham AS. Indeks Dow Jones Industrial Average <DJI.> jatuh 83,17 poin atau 0,65 persen,  ke 12,653.12. Indeks Standard & Poor 500 <. SPX> turun 10,99 poin atau 0,81 persen, ke 1,341.47. Nasdaq Composite Index  <IXIC.> turun 29,44 poin atau 1,00 persen, ke 2,902.33. 

• Saham Advanced Micro Devices jatuh 11,2 persen setelah produsen chip tersebut memangkas prospek untuk pendapatan  triwulan kedua 2012. Applied Materials Inc sahamnya anjlok 2,7 persen setelah mengatakan bahwa perusahaan tersebut  memprediksi  akan  gagal  mencapai  target  tahunannya.  Saham  produsen  mesin,    Cummins  memberikan  kontribusi  ke  pelemahan pasar setelah memangkas perkiraan penjualan tahunan untuk 2012. Saham Cummins berakhir turun 8,9 persen.



GOLD & COMMODITIES
• Emas merosot sekitar 1.5 persen Selasa lalu karena kekhawatiran investor komoditas yang melakukan aksi jual diseputar  berita pialang berjangka AS lainnya menghilangkan dana klien, juga mendorong pengaruh dari recovery pada dollar, dari  kedepannya meeting the Fed AS akhir bulan ini  

• Berita positifnya setelah para menteri  keuangan zona euro memberikan Spanyol  satu tahun berikutnya untuk  mencapai  target fiskalnya. 

• The Fed akan menyelenggarakan dua hari policy meeting pada 31 Juli, yang mana di ekspektasi untuk menghasilkan tidak  ada perubahan pada tingkat suku bunga AS, tetapi pasar akan memantau setiap kata dari komentar minutes komite dari  meeting terakhir, yang mana dirilis hari Rabu ini.  

• Tiga  dari  pejabat  utama  the  Fed  pada  hari  Senin  meletakkan  dasar  dari  bagi  putaran  ketiga  pembelian  obligasi,  yang  mengatakan recovery AS melambat dan tingkat pengangguran terlalu tinggi. 




OIL & COMMODITIES
• Harga  minyak  mentah  merosot  lebih  dari  2  persen  Selasa  lalu  setelah  pemerintah  Norwegia  memerintahkan  untuk  mengakhiri pemogokan para pekerja oil dan data menunjukkan lebih sedikitnya impor oil Cina pada bulan Juni daripada  Mei.  

• Brent  crude  sempat  berada  lagi  dibawah  level  $100  per  barrel  setelah  pemerintah  Norwegia  akhir  Senin  lalu  memerintahkan  pada  menit‐menit  terakhir  settlement  dalam  kekacauan  antara  pemogokan  pekerja  oil  dan  pemiliknya.  Kesepakatan  mencegah  pemotongan  yang  lebih  dari  2  juta  barrel  per  hari  (bpd)  dari  crude  oil,  gas  alam  cair  dan  kondensatnya.  

• Hukum Norwegia mengizinkan pemerintah untuk memaksa pekerja yang mogok untuk kembali bekerja dalam melindungi  industri yang kebanyakan perekonomian negara tergantung padanya. Mengutip potensi konsekuensi ekonomi, Norwegia  mengintervensi  pada  perselisihan  terakhir  dengan  pemogokan  dalam  tiga  minggunya  dan  menjelang  dikenakannya  penghentian pekerjaan pada industri.   




EURO ZONE
• Euro menembus level terendah dua tahun terhadap dolar dan lima minggu terendah terhadap yen pada hari Selasa setelah pertemuan menteri keuangan  zona euro gagal untuk meredakan kekhawatiran tentang krisis di kawasan itu meskipun terus dilakukan upaya untuk membantu utang Spanyol. 

• Menteri keuangan zona Euro sepakat untuk memberi Spanyol tambahan waktu sampai 2014, untuk mencapai target pengurangan defisit, dengan imbalan  penghematan anggaran lebih lanjut dan mengatur parameter dari paket bantuan bagi bank‐bank yang sakit di negara itu. 

• Namun  euro  mengalami  tekanan  jual  karena  mereka  tidak  membuat  kemajuan  nyata  untuk  menggunakan  dana  penyelamatan  untuk  melakukan  intervensi ke pasar obligasi guna menurunkan yield obligasi Spanyol dan Italia. 

• China  juga  menekan  pasar  setelah  dirilisnya  data  perdagangan  yang  kurang  menggembirakan  dimana  telah  meningkatkan  kekhawatiran  mengenai  perlambatan  yang  terakselerasi  di  negara  dengan  perekonmian  terbesar  kedua  dunia  tersebut,  sehingga  menambah  kehati‐hatian  pada  investor  menjelang sidang pengadilan Jerman. 

• Mahkamah konstitusi Jerman dijadwalkan akan digelar untuk mendengar keluhan tentang ratifikasi dana penyelamatan zona euro dan pelaksanaan aturan  anggaran baru yang ketat. Dalam beberapa hari atau beberapa pekan kedepan pengadilan Jerman dijadwalkan akan memutuskan apakah dana bailout  dapat  digunakan untuk meredakan krisis utang di kawasan Eropa. Jika perundingan memakan waktu lebih  dari 5 pekan,  maka akan memberi dampak  keraguan yang serius mengenai apakah Eropa akan benar‐benar mendapat tambahan kekuatan yang dibutuhkan untuk mengatasi krisis utang kawasan. 

• Euro terkoreksi ke level intraday low $1.2233, level terendahnya sejak 1 Juli 2010 dan terakhir bergerak di sekitar $1.2254. Euro juga terkoreksi ke level  terendah 5 pekan  di 97.20 yen dan terakhir bergerak di sekitar 97.36 yen. 




U.K.
• Sterling  sempat  anjlok  ke  session  low  1.5475  terhadap  dolar  AS  setelah  Gubernur  BoE  Mervyn  King  mengatakan  bahwa  ekonomi  Inggris  belum  menunjukkan pemulihan dalam waktu dekat. Lebih lanjut King menegaskan bahwa stagnansi ekonomi Inggris belum memberikan sinyal akan pemulihan  dalam  waktu  dekat,  hal  tersebut  disebabkan  oleh  dampak  kerusakan  akibat  krisis  hutang  Uni  Eropa  pada  sektor  investasi  bisnis  dan  ekspor.  King  menyatakan kekhawatirannnya akan prospek penurunan ekspor Inggris karena sterling menguat dalam kurun 2‐tahun terakhir.  

• Namun  demikian  sterling  berhasil  melanjutkan  penguatannya  terhadap  euro  ke  level  tertinggi  sejak  3‐1/2  tahun  terakhir  menyusul  kembalinya  focus  pelaku pasar terhadap krisis hutang Uni Eropa. Kondisi tersebut meningkatkan minat jual investor terhadap euro dan sebaliknya mengalihkannya pada  poundsterling sebagai mata uang alternatif ditengah kondisi ketidakpastian perekonomian global. 

• Sementara itu data memperlihatkan bahwa manufacturing output periode Mei mengalami kenaikan melebihi ekspektasi para analis sebelumnya. Namun  demikian  revisi turun pada industrial output dan manufacturing output  untuk periode sebelumnya meningkatkan resiko bahwa ekonomi akan kembali  melambat pada periode antara April hingga Juni. 
JAPAN
• Jepang akan mencermati pergerakan nilai tukar dan akan melakukan tindakan yang dianggap perlu di pasar guna mencegah terjadinya deflasi.  Pemerintah  mengatakan  fluktuasi  nilai  tukar  yang  tajam,  termasuk  kenaikan  tajam  yen,  akan  berdampak  negatif  bagi  stabilitas  ekonomi  dan  keuangan Jepang. 

• Sementara itu, data menunjukkan kepercayaan konsumen Jepang melemah di bulan Juni, mengindikasikan dampak buruk dari krisis utang Eropa  dan perlambatan ekonomi global. Sebuah survey Cabinet Office untuk indeks sentimen yang meliputi pandangan mengenai prospek pekerjaan  dan pendapatan, tercatat di level 40.4 di bulan Juni, turun dari 40.7 di bulan Mei. Angka di bawah 50 mengindikasikan konsumen cenderung  pesimis. 

• Cabinet  Office  juga  menurunkan  pandangannya  mengenai  kepercayaan  konsumen,  dimana  dikatakan  bahwa  sentimen  saat  ini  terbilang  flat.  Sedangkan dalam pandangan sebelumnya dikatakan sentimen tengah mengalami pemulihan. 




AUSTRALIA
• Australian dollar merosot tipis setelah data perdagangan Cina menunjukkan pelemahan pada impor.  

• Pada pukul 1700 AEST Selasa lalu Australian dollar diperdagangkan pada level 101.86 sen AS, melemah dari level 101.91 sen AS Senin sebelumnya.  

• Kepala riset ForexCT Steven Dooley mengatakan Australian dollar melemah setelah publikasi data perdagangan Cina.  
"On  first  glance,  the  Chinese  data  looked  good  but  after  drilling  down  it  was  disappointing  to  see  the  lack  of  imports  into  China,"  Mr  Dooley mengatakannya.  

• Gambaran resmi menunjukkan surplus perdagangan Cina melebar hingga 42.9 persen dalam 12 bulan pada bulan Juni karena permintaan dari  emerging markets mengimbangi pada zona euro dan Jepang.  

• Harga Australian bond future menguat secara terbatas, ditengah bertumbuhnya permasalahan mengenai naiknya borrowing costs obligasi Spanyol  dan melemahnya kinerja dari pasar saham global




SWISS
• Swiss  franc  diperdagangkan  tidak  jauh  dari  level  terendahnya  sebelumnya  dalam  19‐bulan  terhadap  dollar,  dari  permasalahan  mengenai  kemampuan zona euro untuk menangani krisis utang setelah meeting pada para menteri keuangan yang tidak menghasilkan kejutan positif.  

• Para menteri zona euro menyetujui untuk memberikan satu tahun tambahan pada Spanyol ‐‐ hingga 2014 – untuk mencapai target pengurangan  defisitnya.  Tetapi  mereka  tidak  membuat  kemajuan  yang  berarti  dalam  mengaktifkan  dana  penyelamatan  untuk  menurunkan  melonjaknya  borrowing cost dari Spanyol dan Italia.  

• Sejak Swiss National Bank membatasi batas atas 1.20 per euro pada the safe‐haven franc 6 Sept. tahun lalu, telah diperdagangkan meluas pada  batasan tersebut terhadap mata uang tunggal.      

• Karena krisis zona euro yang memburuk, tekanan pada batas SNB telah naik, memaksa bank sentral untuk menginjeksi puluhan milyar francs  perbulan untuk membuatnya bertahan.