title cover

title cover

Wednesday, July 18, 2012

Headline News 18.07.12



US & GLOBAL
Bursa  saham  global  dan  harga  minyak  naik  dalam  sesi  perdagangan  yang  volatile  pada  Selasa  17  Juli  pasca  pernyataan  Ketua The Fed mengenai prospek ekonomi yang suram mendukung ekspektasi bahwa bank sentral AS dapat mengambil  langkah lebih lanjut untuk merangsang pertumbuhan. Bursa saham  dan minyak sempat mendapat tekanan di awal sesi,  sementara  dolar  AS  sempat  menguat  pasca  pernyataan  Bernanke  yang  meredam  harapan  bahwa  The  Fed  akan  segera  menerapkan  putaran ketiga pembelian obligasi untuk membantu pertumbuhan ekonomi yang lesu. 

Tetapi kemudian pasar berbalik arah sebagai perubahan reaksi terhadap kesaksian Bernanke di depan Kongres. Para analis  mengatakan komentar pemimpin Fed terhadap perekonomian, terutama pada pasar pekerjaan, menunjukkan bahwa bank  sentral tetap membuka pintu untuk menempuh stimulus moneter lebih lanjut. Bernanke mengatakan pembuat kebijakan  akan  mempertimbangkan  berbagai  piranti  untuk  lebih  merangsang  pertumbuhan  jika  pasar  tenaga  kerja  tidak  menunjukkan perbaikan atau jika risiko deflasi menguat. Bernanke juga mengatakan kepada Komite Perbankan Senat AS  bahwa pemulihan ekonomi tertahan oleh kekhawatiran atas krisis utang Eropa dan kebijakan fiskal AS. 

Bursa  saham  AS  ditutup  menguat.  Indeks  Dow  Jones  Industrial  Average  <DJI.>  naik  78,33  poin  atau  0,62  persen,  ke  12,805.54.  Indeks  S&P500  <SPX.>  naik  10,03  poin  atau  0,74  persen  ke  1,363.67  dan  Nasdaq  Composite  Index  <IXIC.>  ditutup naik 13,10 poin atau 0,45 persen, ke 2,910.04. Saham Coca‐Cola <KO.N> dan Goldman Sachs <GS.N> menguat dan  menopang kinerja indeks, setelah merilis laporan keuangan yang mengungguli ekspektasi sebelumnya. 

Indeks bursa saham global <. MIWD00000PUS> naik 0,5 persen ke 311,06. Bursa saham Eropa <FTEU3.> turun 0,2 persen  menjadi ditutup pada 1,041.53. 

Euro  pulih  dari  pelemahan  terhadap  dolar  pada  akhir  perdagangan  karena  investor  mengambil  posisi  untuk  testimony  berikutnya dari Bernanke, pada Rabu 18 Juli. Bernanke akan menghadap Komite Jasa Keuangan DPR Amerika pada Rabu,  hari kedua testimoy setengah tahunannya kepada Kongres. Euro naik 0,2 persen ke 1,2295. Euro sempat mencapai level  tertinggi  dalam  satu  pekan  terakhir  terhadap  dolar  AS  di  1,2315  pasca  rilis  survei  ZEW  Jerman,  yang  lebih  baik  dari  perkiraan. 

Spanyol menjual surat utang jangka pendek senilai 3,56 miliar euro, tepat di atas kisaran target, dengan biaya utang lebih  dari  bulan  lalu,  meskipun  demikian  imbal  hasil  masih  terbilang  cukup  tinggi  karena  investor  berspekulasi  Madrid  pada  akhirnya  akan  membutuhkan  bailout.  Spanyol  akan  menghadapi  ujian  yang  lebih  besar  pada  Kamis  saat  akan  melelang  obligasi menengah hingga jangka panjang senilai 3 miliar euro, dengan imbal hasil tenor 10‐tahun yang mendekati level 7  persen. 

Indeks  dolar,  yang  melacak  perfoma  dolar  AS  terhadap  sekelompok  mata  uang  utama  dunia,  turun  0,1  persen  menjadi  82,993  <Indeks  dolar.>,  setelah  sempat  mencapai  titik  tertinggi  di  83,555.  Dolar  naik  0,3  persen  terhadap  yen  ke  79,10  <JPY=>, sehari setelah jatuh ke posisi terendah dalam satu bulan, setelah menteri keuangan Jepang mengatakan kenaikan  yen  tidak  mencerminkan  fundamental  Jepang  dan  mengisyaratkan  bahwa  pemerintah  siap  untuk  melakukan  intervensi  untuk membendung gerakan yang berlebihan. 

Dalam  perdagangan  komoditas,  minyak  mentah  Brent  <LCOc1>  naik  63  sen  per  barel  menjadi  104,00  USD  per  barel,  mencatat kenaikan dalam empat sesi berturut. Minyak mentah AS <CLc1> berakhir naik 79 sen ke 89,22 USD per barel.  Sedangkan harga spot emas <XAU=> turun menjadi sekitar 1.585 USD per ounce. Harga surat utang pemerintah AS turun.  Obligasi tenor 10‐tahun Treasury <US10YT=RR> turun 11/32, dengan imbal hasil sebesar 1,5061 persen. 




GOLD & COMMODITIES
Emas melorot pada awal perdagangan sekitar 1 persen Selasa lalu untuk kemudian melemah tipis dari kekecewaan bahwa  ketua  the  Fed  Ben  Bernanke,  dalam  testimoni  pada  Kongres,  hanya  mengulangi  janji  the  Fed  untuk  bertindak  jika  dibutuhkan dan tidak melakukan pengungkapan stimulus terbaru untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.  

Dalam pernyataannya terhadap Senate Banking Committee, Bernanke menyerukan beberapa petunjuk terhadap kebijakan  moneter  bank  sentral,  meskipun  dia  mengakui  bahwa  perekonomian  AS  telah  melambat  secara  signifikan  dalam  bulan‐ bulan ini berkenaan dengan krisis utang Eropa dan ketidakpastian mengenai kebijakan fiskal AS.  

Logam  mulia  khususnya  sensitif  terhadap  tanda‐tanda  monetary  easing  AS,  dan  pasar  telah  melakukan  aksi  jual  dalam  beberapa  waktu  yang  lalu  dari  frustasi  bahwa  Bernanke  tidak  berkomitmen  terhadap  putaran  ketiga  dari  pembelian  kembali aset‐aset yang dikenal dengan quantitative easing. 




OIL & COMMODITIES
Harga oil naik ke rangkaian lima harinya Selasa lalu pada perdagangan yang choppy setelah Ketua the Fed Ben Bernanke  tidak mengindikasikan bank sentral mendekati untuk putaran terbaru pada stimulus moneter.   

Investor  mengharapkan  tanda‐tanda  bahwa  the  Fed  mendekati  putaran  ketiga  dari  pembelian  obligasi  yang  dikenal  dengan QE3, untuk mendorong perekonomiannya. 

U.S. crude sempat berbalik melemah setelah Bernanke mengulangi janji the Fed untuk bertindak jika dibutuhkan tetapi  tidak memberikan petunjuk terbaru pada kapan dan bagaimana bank sentral kemungkinan menawarkan dukungan ekstra  terhadap perekonomian AS. Tapi kemudian keduanya brent dan U.S. crude naik kembali dalam hariannya.  

Bertahannya ketidakpastian dan tensi yang melibatkan perselisihan Iran dengan Barat berkenaan dengan program nuklir  Iran, bersamaan dengan gangguan pasokan North Sea, yang membantu membatasi penurunan harga oil, khususnya untuk  Brent futures.




EURO ZONE
Dolar berhasil rally di hari Selasa setelah Kepala The Federal Reserve (The Fed) Ben Bernanke mengatakan bank sentral telah siap untuk mendongkrak  kelesuan ekonomi, namun tidak banyak rincian yang dijelaskan. Investor awalnya mengharapkan adanya penjelasan lebih rinci dari Bernanke mengenai  kelanjutan langkah stimulus moneter, dan ketika hal tersebut tidak terjadi, maka mereka membatasi tekanan jualnya pada dolar. 

Komentar mengenai  kelanjutan quantitative easing  (QE) berpotensi  menekan dolar, karena langkah tersebut akan membanjiri  sistem finansial  dengan  dolar, dimana akan berakibat turunnya nilai dolar. 

Dalam testimoninya semalam, Bernanke mengatakan The Fed tetap siap menawarkan dukungan tambahan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi,  namun tidak memberikan penjelasan lebih rinci mengenai langkah‐langkah kongkrit yang akan ditempuh bank sentral AS tersebut.  Ia menambahkan bahwa upaya pemulihan ekonomi AS masih terhambat oleh krisis Eropa dan ketidakpastian seputar kebijakan fiskal AS. 

Euro menembus level intraday low terhadap dolar di $1.2187 pasca testimoni Bernanke. Namun euro kemudian kembali bangkit di akhir sesi New York  dan terakhir tercatat bergerak di sekitar 1.2294, atau naik 0.2% dari posisi penutupan New York hari Senin. Euro juga menembus level terendah 3‐1/2  tahun terhadap sterling di level 78.27 pence, dan terkoreksi ke level rekor terendahnya terhadap Aussie di A$1.18988. 

The Fed bulan lalu memperluas upayanya untuk mempertahankan suku bunga tetap rendah dengan mengumumkan akan menambah pembelian obligasi  jangka panjang senilai $267 milyar sementara disisi lain menjual sekuritas jangka pendek. 




U.K.
Sterling  kembali  menguat  terhadap  euro  ke  level  tertinggi  sepanjang  3‐1/2  tahun  terakhir  setelah  euro  sempat  anjlok  hingga  level  0.7827  per  stetling,  yang  merupakan level terendah sejak akhir 2008 silam. Penguatan sterling ini dipengaruhi oleh masih berkembangnya kekhawatiran pelaku pasar akan krisis hutang Uni  Eropa yang memicu investor mengalihkan investasinya dari euro ke sterling sebagai alternative currency yang dinilai lebih aman.  

Sterling  berhasil  bangkit  setelah  sempat  anjlok  ke  level  1.5572  terhadap  dolar  AS  tertekan  pernyataan  Ben  Bernanke  yang  belum  memberikan  sinyal  kejelasan  mengenai kapan akan menerapkan program QE3. Sterling juga sempat tertekan pasca rilis data inflasi Inggris yang turun ke level terendahnya sejak lebih dari 2‐ tahun  terakhir,  mengindikasikan  bahwa  kondisi  ekonomi  mendukung  langkah  pelonggaran  moneter  BoE  untuk  sementara  waktu.  Hingga  akhir  sesi  New  York,  sterling ditutup pada kisaran 1.5650 terhadap dolar AS, setelah sempat menguat hingga 1.5677. 

Data yang dilansir oleh The Office for National Statistics menjelaskan bahwa inflasi ditataran konsumen (CPI) dalam basis antar tahun turun menjadi 2,4 persen pada  periode Juni, level terendah sejak November 2009 silam, jauh dibawah perkiraan analis yang memprediksi kenaikan 2,8 persen. Para analis berpandangan bahwa  data tersebut cukup positif untuk menopang pemulihan ekonomi Inggris, meningkatkan kemampuan belanja konsumen dan diharapkan akan membantu bangkit  dari resesi.



JAPAN
Dolar berhasil rally di hari Selasa setelah Kepala The Federal Reserve (The Fed) Ben Bernanke mengatakan bank sentral telah siap untuk mendongkrak kelesuan  ekonomi, namun tidak banyak rincian yang dijelaskan. Investor awalnya mengharapkan adanya penjelasan lebih rinci dari Bernanke mengenai kelanjutan langkah  stimulus moneter, dan ketika hal tersebut tidak terjadi, maka mereka membatasi tekanan jualnya pada dolar. Komentar mengenai kelanjutan quantitative easing  (QE) berpotensi menekan dolar, karena langkah tersebut akan membanjiri sistem finansial dengan dolar, dimana akan berakibat turunnya nilai dolar. 

Dalam  testimoninya  semalam,  Bernanke  mengatakan The  Fed  tetap  siap  menawarkan  dukungan tambahan untuk  mendongkrak  pertumbuhan ekonomi,  namun  tidak memberikan penjelasan lebih rinci mengenai langkah‐langkah kongkrit yang akan ditempuh bank sentral AS tersebut. 

Ia menambahkan bahwa upaya pemulihan ekonomi AS masih terhambat oleh krisis Eropa dan ketidakpastian seputar kebijakan fiskal AS. 

Dolar menguat 0.3% terhadap yen ke 79.06 yen, sehari setelah terkoreksi ke level terendah 1 bulan. 

Ekspektasi  bahwa  bank  sentral  Jepang  (BOJ)  akan  melakukan  intervensi  ke  pasar  untuk  meredam  penguatan  yen  telah  membuat  investor  berhati‐hati  dalam  bertransaksi menggunakan mata uang Jepang tersebut.  

Menteri Keuangan Jepang Jun Azumi mengecam spekulan yang mencari keuntungan dari penguatan yen karena data ekonomi AS yang lemah, dan mengisyaratkan  pemerintah bersedia melakukan intervensi untuk meredam penguatan yen lebih lanjut. 

The Fed bulan lalu memperluas upayanya untuk mempertahankan suku bunga tetap rendah dengan mengumumkan akan menambah pembelian obligasi jangka  panjang senilai $267 milyar sementara menjual sekuritas jangka pendek.




AUSTRALIA
Australian dollar menguat mendekati level tertinggi dua minggunya versus the greenback Selasa lalu, dan outperformed terhadap mata uang New Zealand,  setelah minutes dari Reserve Bank of Australia's July meeting diperkirakan tidak akan terburu‐buru untuk melonggarkan kebijakan (moneternya).  

Aussie terakhir berada pada level $1.0292 <AUD=D4>, yang telah naik ke level tertingginya $1.0310 yang terjadi setelah minutes, yang mengungkapkan  pengambil kebijakan melihat "no need" (tidak dibutuhkannya) untuk pemangkasan tingkat suku bunga awal bulan ini. 

Harga  Australian  bond  futures  melorot  setelah  komentar  positif  pada  outlook  ekonomi  dari  Reserve  Bank  of  Australia  (RBA)  yang  mendorong  market  confidence.  

Selasa pagi lalu RBA merilis minutes dari meeting 3 Juli, yang mempertahankan tingkat suku bunga pada level 3.5 persen.  

Dikatakan juga sektor non‐pertambangan terhadap perekonomian menunjukkan tanda‐tanda perbaikan mengikuti pemangkasan tingkat suku bunga bulan  Mei dan Juni.




SWISS
Penguatan  dalam  aset‐aset  beresiko  membantu  Swiss  franc  menuju  ke  level  tertinggi  dua  minggunya  terhadap  dollar  Selasa  lalu,  meskipun  kemudian  melorot dari kenaikannya karena investor masih mengkhawatirkan mengenai ketidakpastian mengenai krisis utang zona euro.   

The greenback mencapai level terendahnya dalam tujuh minggu terhadap mata uang utama lainnya pada perdagangan Asia Selasa lalu, sebagian karena  tindakan dari hedge fund yang dipicu oleh aksi dari stop‐loss buying.  

Dengan tanda‐tanda lainnya dari permintaan yang meningkat kembali terhadap aset‐aset beresiko, ekuitas Eropa yang diperkirakan untuk naik.  

Hari ini rilis data penting adalah ZEW index bulan Juli yang terjadi pada sore harinya.  

Tuesday, July 17, 2012

Headline News 17.07.12


US & GLOBAL
Imbal hasil obligasi pemerintah AS mendekati rekor terendahnya, sementara itu harga minyak dunia menguat dan dolar jatuh ke  level terendah dalam 1‐bulan terakhir terhadap yen pada sesi Senin menyusul rilis data penjualan ritel Amerika yang lebih rendah  dari  perkiraan  meningkatkan  ekspektasi  QE3  oleh  The  Fed.  Bursa  saham  Wall  Street  berakhir  melemah,  meskipun  earning  Citigroup  yang  mengungguli  perkiraan  berhasil  membatasi  penurunan.  Indeks  S&P500  telah  mengalami  penurunan  sebanyak  tujuh kali dari delapan sesi terakhir, terbebani oleh kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi. Penjualan ritel AS turun 0,5  persen  pada  bulan  Juni,  penurunan  beruntun  dalam  beberapa  bulan  terakhir,  karena  merosotnya  permintaan  untuk  hampir  semua barang mulai dari mobil dan elektronik hingga bahan bangunan, menandakan lesunya pemulihan ekonomi. 

Pasar menanti testimony Ketua The Federal Reserve ‐ Ben Bernanke dihadapan kongres pada pada sesi Selasa dan Rabu. Investor  akan  mencoba  mengurai  pernyataan  Bernanke  untuk  mendapat  petunjuk  tentang  kemungkinan  dan  waktu  pemberlakuan  stimulus lanjutan. 

Obligasi  Amerika  tenor  10‐tahun  <US10YT=RR>  diperdagangkan  sampai  dengan  harga  6/32  dengan  imbal  hasil  1,469  persen.  Sebelumnya, imbal hasil obligasi tenor 10 tahun sempat menyentuh 1.442 persen, menyamai level terendah akan pada periode  1800‐an,  berdasarkan  data  dari  Reuters.  Imbal  hasil  obligasi  tenor  30‐tahun  <US30YT=RR>  menyentuh  session  low  di  2,520  persen, mendekati level terendahnya yang tercatat pada 01 Juni silam di 2,510. 

Bank‐bank sentral dari Eropa, Cina dan Brasil awal bulan ini menurunkan suku bunga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,  langkah  mana  menggarisbawahi  meningkatnya  kekhawatiran  tentang  perlambatan  ekonomi  global.  Tetapi  beberapa  analis  mengatakan Ketua The Fed Ben Bernanke akan tetap tidak memperlihatkan komitmennya untuk pemberlakuan QE3. 

Bursa saham AS berakhir lebih rendah. Indeks Dow Jones Industrial Average <DJI.> ditutup turun 49,88 poin atau 0,39 persen,  pada 12,727.21. Indeks Standard & Poor 500 <. SPX> turun 3,14 poin atau 0,23 persen, menjadi berakhir pada 1,353.64. Nasdaq  Composite Index <IXIC.> turun 11,53 poin atau 0,40 persen, pada 2,896.94. Indeks bursa saham global MSCI <. MIWD00000PUS>  turun 0,01 persen menjadi 309,38. Indeks saham Eropa naik 0,1 persen menjadi berakhir pada 1,043.71 <FTEU3.>. 

Euro mencapai titik terendah  3‐1/2‐year terhadap sterling karena investor cemas tentang  penundaan bailout yang dibutuhkan  oleh  beberapa  negara  bermasalah  di  kawasan  Uni  Eropa.Mahkamah  Konstitusi  Jerman,  pada  Senin,  mengatakan  belum  akan  mengambil keputusan hingga 12 September mendatang pada apakah dana bailout zona euro – the European Stability Mechanism  ‐ dan perubahan terencana untuk aturan anggaran daerah cukup kompatibel dengan hukum Jerman. 

Euro <EUR=> sempat anjlok hingga kisaran 1,2173, mendekati level terendah dalam 2‐tahun terhadap dolar AS di 1,2160 yang  sempat hit pada pekan lalu, namun euro berhasil menguat 0,2 persen ditutup pada kisaran 1,2279. Namun euro jatuh ke level  78,32 pence terhadap sterling <EURGBP=D4>, titik terendahnya sejak akhir 2008. Euro juga turun menjadi 96.14 yen <EURJPY=>,  level terendah sejak Juni 1, dan mencapai rekor terendah terhadap dolar Kanada <EURCAD=>. Kinerja euro juga terdesak oleh  adanya sebuah laporan yang menunjukkan perubahan sikap Bank Sentral Eropa tentang bagaimana perlakuan terhadap beberapa  pemegang  obligasi  berkaitan  dengan  bailout  untuk  perbankan  Spanyol.  Dolar  menurun  0,5  persen  menjadi  78,81  yen  <JPY=>,  setelah sempat mencapai level 78,67, posisi terendahnya  sejak pertengahan Juni. 

Pada  bursa  komoditas,  harga  minyak  dunia  naik  di  tengah  harapan  akan  pemberlakuan  stimulus  lanjutan,  terutama  setelah  Perdana  Menteri  China  Wen  Jiabao  mengatakan,  Beijing  akan  meningkatkan  upaya  untuk  meningkatkan  perekonomian.  Cina  adalah  konsumen  terbesar  kedua  minyak  dunia.  Adanya  berita  bahwa  kapal  Angkatan  Laut  AS  di  dekat  Uni  Emirat  Arab  menembaki perahu kecil yang tidak mengindahkan peringatan, memicu ketegangan di kawasan tersebut dan juga mengangkat  harga minyak. Minyak mentah Brent <LCOc1> naik 1,15 USD ke level 103,55 USD per barel. Sedangkan minyak AS <CLc1> naik 1,33  USD ke 88,43 USD per barel. Harga spot emas <XAU=> ditutup pada kisaran 1.590 USD per troy ounce. 


GOLD & COMMODITIES
Emas  sedikit  menguat  pada  volume  perdagangan  yang  tipis  Senin  lalu  karena  pelemahan  data  ritel  AS  memangkas  kenaikan  dollar, tetapi investor sebagian besar menunggu kedepannya testimoni kepala the Fed Ben Bernanke pada Kongres.  

Emas menghapus penurunan pada awalnya karena dollar melorot dari data yang menunjukkan penjualan ritel AS turun dalam  rangkaian tiga bulannya pada bulan Juni karena permintaan anjlok secara meluas, suatu tanda recovery ekonomi yang melesu.  

Volume perdagangan melambat daripada biasanya sebelum testimoni dua harinya Bernanke hari Selasa ini. Pelemahan laporan  payrolls bulan Juni dan tanda‐tanda lainnya dari melambatnya perekonomian AS telah menaikkan spekulasi bank sentral AS akan  menggunakan kebijakan moneter untuk mendorong pertumbuhannya.  




OIL & COMMODITIES
Harga oil naik Senin lalu sebagaimana front‐month Brent kontrak Agustus mendekati expiration, didukung oleh harapan bahwa  tanda‐tanda perlambatan ekonomi akan mendorong langkah stimulus, khususnya di Cina.   

Permasalahan  produksi  North  Sea  dan  kesulitan  pembicaraan  dari  Iran  mengenai  penghentian  Selat  Hormuz  juga  membawa  dukungan terhadap oil, khususnya harga Brent.  

Perdana  menteri  Cina  Wen  Jiabao  mengatakan  usaha  untuk  menstabilkan  perekonomian  telah  berjalan  dan  pemerintah  akan  meningkatkan  usaha  dalam  semester  kedua  tahunan  untuk  menaikkan  kebijakan  yang  efektif  dan  memperhatikan  masa  yang  akan datang. 



EURO ZONE
Euro awalnya sempat merosot terhadap sejumlah rival utamanya setelah investor kecewa dengan tertundanya langkah pemberian bailout untuk negara‐negara zona euro yang  terlilit utang. Euro juga terkoreksi terhadap dolar, meskipun koreksinya mampu diredam oleh rilis buruk data retail sales AS untuk periode Juni. Laporan penjualan ritel tersebut  telah membangkitkan ekspektasi akan digulirkannya quantitative easing jilid 3 oleh The Federal Reserve, dimana hal ini juga mendorong terkoreksinya dolar atas yen Jepang. 

Data penjualan ritel AS diluar dugaan mengalami kontraksi di bulan Juni. Retail sales turun 0.5% bulan lalu kontras dengan ekspektasi terjadi kenaikan 0.2%. Sedangkan untuk  penjualan  ritel  diluar  sektor  otomotif  turun  0.4%.  Investor  akan  menantikan  hasil  testimoni  Bernanke  pekan  ini  untuk  melihat  kemungkinan  langkah  kebijakan  The  Fed  berikutnya. Mahkamah Konstitusi Jerman, Senin, mengatakan tidak akan memutuskan sampai 12 September mendatang mengenai apakah dana bailout zona euro ‐ Mekanisme  Stabilitas Eropa ‐ dan perubahan‐perubahan rencana untuk aturan anggaran daerah sudah cocok dengan hukum Jerman. 

Euro sempat terkoreksi ke level intraday low di $1.2173, tidak jauh dari level terendah 2 tahun di sekitar $1.2160 yang dicapai pekan lalu. Namun di sesi New York semalam,  euro berhasil bangkit di atas teritorial positif terhadap dolar dan mencatat intraday high di $1.2274 sebelum akhirnya bergerak di sekitar $1.2265, didukung oleh kenaikan pada  ekuitas  Eropa,  dengan  bursa  Wall  Street  memangkas  kerugiannya.  Sebuah  laporan  dari  Wall  Street  Journal  mengatakan  Presiden  ECB  Mario  Draghi  meminta  agar  para  pemegang obligasi senior dipaksa menerima kerugian atas obligasi yang diterbitkan bank‐bank Spanyol. Namun ECB menolak untuk mengomentari laporan tersebut, dimana  menteri keuangan menolak saran tersebut karena kekhawatiran pasar keuangan akan bereaksi buruk terhadap keputusan seperti itu. Dolar melemah 0.5% terhadap yen ke  78.78 yen, tertekan oleh rilis buruk data retail sales. Investor berpotensi menjual dolar lebih lanjut jika Bernanke dalam testimoninya hari Selasa‐Rabu pekan ini memberikan  peluang untuk digulirkannya quantitative easing jilid 3 untuk mendongkrak pertumbuhan ekonominya.




U.K.
Sterling  kembali  menguat  terhadap  euro  ke  level  tertinggi  sejak  3‐1/2  tahun  terakhir  hingga  1.2768  sterling/euro  atau  0.7829  euro/sterling,  ditunjang  oleh  kekhawatiran investor akan berkembangnya resiko kondisi keuangan Italia dan Spanyol, yang terus meningkatkan minat terhadap sterling sebagai aset yang relatif  lebih aman dibanding euro.   

Sterling juga menguat terhadap dolar AS terdorong rilis data retail sales Amerika untuk periode Juni yang dirilis lebih lemah dari perkiraan analis. Kondisi tersebut  meningkatkan ekspektasi bahwa The Fed akan menempuh pelonggaran kuantitatif guna menopang pelemahan ekonomi.  

Namun demikian, prospek pertumbuhan ekonomi Inggris dalam 2‐tahun kedepan semakin memburuk, dibanding prospek negara ekonomi maju lainnya dalam 3‐ bulan  terakhir,  demikian  berdasarkan  pengamatan  Dana  Moneter  internasional  (IMF).  Awal  pekan  ini  IMF  memangkas  perkiraan  pertumbuhan  ekonomi  Inggris  untuk 2012 dan 2013 masing‐masing sebesar 0,6 persen, menjadi 0,2% pada 2012 dan 1,4 persen pada 2013. Menurut IMF, krisis Uni Eropa menjadi faktor utama  yang memperlambat pemulihan ekonomi Inggris.




JAPAN
Dolar melemah 0.5% terhadap yen ke 78.78 yen, tertekan oleh rilis buruk data retail sales. Data penjualan ritel AS diluar dugaan mengalami kontraksi di bulan Juni.  Retail sales turun 0.5% bulan lalu kontras dengan ekspektasi terjadi kenaikan 0.2%. Sedangkan untuk penjualan ritel diluar sektor otomotif turun 0.4%. 

Laporan penjualan ritel tersebut telah membangkitkan ekspektasi akan digulirkannya quantitative easing jilid 3 oleh The Federal Reserve, dimana hal ini mendorong  terkoreksinya dolar atas yen Jepang. 

Investor akan menantikan hasil testimoni Bernanke pekan ini untuk melihat kemungkinan langkah kebijakan The Fed berikutnya. 

Investor berpotensi menjual dolar lebih lanjut jika Bernanke dalam testimoninya hari Selasa‐Rabu pekan ini memberikan peluang untuk digulirkannya quantitative  easing jilid 3 untuk mendongkrak pertumbuhan ekonominya. 




AUSTRALIA
Australian dan New Zealand dollars bertahan menguat Senin lalu, digarisbawahi oleh membaiknya hasrat pada aset‐aset beresiko berkenaan dengan gambaran data  GDP Cina yang dirilis minggu lalu, dengan fokus pasar bergerak pada testimoni kepala the Fed Ben Bernanke pada Kongres Selasa dan Rabu ini.  

Aussie bertahan disekitar $1.0225 <AUD=D4> pada akhir perdagangannya, yang telah naik ke level tertingginya $1.0257 pada awal perdagangan, memperluas rally 1  persen Jumat lalu. Saat ini resistance pada level tertinggi minggu lalu $1.0282, dan support disekitar $1.0210/20.  

Harga  Australian  bond  futures  berlanjut  untuk  turun  karena  pasar  bertahan  positif  setelah  gambaran  pertumbuhan  ekonomi  yang  dirilis  Jumat  sebelumnya  yang  bersamaan dengan ekspektasinya.  

Senior rates strategist ANZ Tony Morriss mengatakan obligasi melemah sebagaimana kebanyakan pasar saham Asia yang merosot dalam harian yang tanpa adanya  data ekonomi penting.  




SWISS
Swiss  franc  melemah  terhadap  the  greenback/dollar  ke  level  terendahnya  19‐bulan  yang  terjadi  minggu  sebelumnya  dan  bergerak  bersamaan  terhadap  euro,  dengan risk aversion ada satu sisi dan pembatasan oleh bank sentral yang juga membatasi rentang perdagangannya.   

Pergerakan juga  tidak banyak perubahan karena pasar Jepang ditutup untuk liburan publik Senin lalu dan investor khawatir menunggu testimoni ketua the Fed  Bernanke sebelum Kongres Selasa dan Rabu ini pada setiap petunjuk dari tambahan stimulus moneter.  

Sejak Swiss National Bank memberlakukan pembatasan level 1.20 per euro pada the franc 6 Sept., the "Swissie" telah diperdagangkan secara meluas bersamaan  dengan pergerakan euro.  

Monday, July 16, 2012

Headline News 16.07.12


US & GLOBAL
Bursa saham global dan harga minyak melonjak pada sesi Jumat ditunjang data ekonomi Cina yang meredam kekhawatiran  akan  hard  landing  pada    ekonomi  No  2  di  dunia  dan  dampaknya  pada  pertumbuhan  ekonomi  dunia  lebih  lanjut.  Bursa  saham  AS  menguat  pasca  pelemahan  6‐sesi  beruntun,  dan  euro  menguat  terhadap  dolar  untuk  pertama  kalinya  dalam  empat sesi terakhir ditunjang oleh naiknya minat terhadap aset beresiko. 

Bursa Wall Street menguat pada akhir sesi perdagangan, mendorong indeks Dow dan S&P 500 ke wilayah positif dalam  basis  mingguan.  Nasdaq  juga  naik  tapi  tetap  di  wilayah  negatif  dalam  basis  mingguan.  GDP  Cina  yang  bertumbuh  7,6  persen,  mengungguli  ekspektasi  pemerintah,  memperkuat  sentimen  secara  luas  pada  komoditas  dan  menunjang  rally  ekuitas. 

JPMorgan Chase & Co <JPM.N> membukukan kerugian senilai 4,4 miliar USD pada perdagangan yang dilakukan oleh trader  yang  disebut  sebagai  “Paus  London”  dan  menyatakan  kemungkinan  akan  menangguk  kerugian  lebih  lanjut  hingga  1,7  milyar USD. Tapi saham perbankan tersebut naik 6 persen karena kerugian perdagangan tersebut hanya memotong laba  kuartal  kedua  sebesar  471  juta  USD  dibanding  tahun  sebelumnya,  yang  mencapai  4.96  miliar  USD.  Lonjakan  saham  JPMorgan mendukung kinerja S&P 500, dan mengangkat sektor perbankan <BKX.> hingga 3,26 persen. 

Kekhawatiran  tentang  perlambatan  pertumbuhan  ekonomi  telah  menekan  aset  berisiko  pada  awal  pekan  lalu.  Investor  mengabaikan survei yang menunjukkan sentimen konsumen AS kembali melemah pada awal Juli ke terendah dalam tujuh  bulan, karena masyarakat Amerika melihat prospek yang suram berkaitan sektor ketenagakerjaan dan pendapatan. Data  yang dilansir  Thomson  Reuters  / Universitas Michigan  untuk  keseluruhan indeks  sentimen  konsumen jatuh ke 72,0 dari  73,2 pada bulan Juni. 

Secara  terpisah,  inflasi  di  tataran  produsen  meningkat  tipis  pada  bulan  Juni  menyusul  penurunan  biaya  energi,  menunjukkan bahwa tekanan inflasi tetap dapat diredam. Departemen Tenaga Kerja Ameirka menyatakan harga produsen  yang disesuaikan secara musiman naik 0,1 persen, sebuah kondisi yang membuka pintu bagi upaya lebih lanjut dari The  Federal Reserve untuk menstimulasi pertumbuhan ekonomi. 

Indeks Dow Jones Industrial Average <DJI.> ditutup naik 203,82 poin atau 1,62 persen, ke 12,777.09. Indeks Standard &  Poor 500 <. SPX> naik 22,02 poin atau 1,65 persen, ke 1,356.78. Indeks Nasdaq Composite <. IXIC> naik 42,28 poin atau  1,48  persen,  ke  2,908.47.  Untuk  minggu  lalu,  Dow  tercatat  naik  0,04  persen,  S&P  500  naik  0,15  persen  namun  Nasdaq  turun 0,98 persen.  

Bursa  saham  Eropa  memperpanjang  kenaikan,  para  investor  mengikuti  spekulasi  pergeseran  alokasi  aset  menyusul  lonjakan saham AS yang membantu euro untuk bangkit dari pelemahan ke level dua tahun terendah terhadap dolar AS.  FTSEurofirst 300 <FTEU3.> naik 1,3 persen menjadi ditutup pada 1,042.63. 

Obligasi tenor 10‐tahun AS <US10YT=RR> harganya turun 4/32 dengan imbal hasil berkisar pada 1,4893 persen. 

Euro terakhir diperdagangkan di 1,2242 <EUR=>, naik 0,4 persen, rebound dari level terendah sejak pertengahan 2010 di  1,2160  pada  awal  sesi.  Rebound  euro  juga  mengubah  sentimen  atas  utang  pemerintah  Italia.  Imbal  hasil  obligasi  Italia  melonjak  setelah  pemangkasan  peringkat  kredit  oleh  Moody’s  yang  menyoroti  risiko  bahwa  krisis  utang  kawasan  berpotensi menelan ekonomi terbesar ketiga zona euro. Moody `s memperingatkan hal itu bisa melanjutkan downgrade  peringkat kredit Italia, yang saat ini hanya dua tingkat di atas status junk, jika akses negara ke pasar utang mengering. 

Komoditas dunia menguat didukung oleh  data PDB Cina yang tidak seburuk yang ditakutkan sebelumnya. Harga minyak  Brent crude <LCOc1> ditutup naik 1,33 USD ke 102,40 USD per barel. Minyak mentah AS <CLc1> ditutup naik  1,02 USD ke  87,10 USD per barel, dan mencatat penguatan 3,1 persen dalam sepekan terakhir. Emas naik, terangkat oleh rally tajam  bursa  ekuitas dan komoditas, terpengaruh data Cina. Harga spot emas <XAU=> naik 1,04 persen menjadi 1,588.00 USD per  troy ounce.   

GOLD & COMMODITIES
Emas naik lebih dari 1.5 persen Jumat lalu karena tanda‐tanda perlambatan pertumbuhan (ekonomi) Cina yang menaikkan  harapan  untuk  monetary  easing  disana  dan  memicu  rally  pada  aset‐aset  beresiko  disemua  lini,  yang  mendorong  ketertarikan pada investasi emas, ditambah dukungan pada kenaikan pada saham‐saham dan komoditas.  

Logam mulia mencatatkan kenaikan mingguan mengikuti rally Jumat lalu, setelah data Cina menunjukkan pertumbuhan ke  dalam rangkaian enam kuartalnya kefase terlemahnya yang lebih dalam tiga tahun.   

Cina mengatakan pada pertumbuhan (ekonomi) basis tahunannya pada 7.6 persen dalam kuartal kedua, dibawah level 8  persen dari penurunan sebelumnya yang dipicu respon yang kuat dari pengambil kebijakan.




OIL & COMMODITIES
Harga oil naik 1 persen Jumat lalu karena laporan data GDP Cina yang bersamaan dengan ekspektasi dan sedikit diatas target pemerintah,  menenangkan permasalahan mengenai perlambatan (ekonomi) dalam ekonomi negara terbesar kedua didunia tersebut.  

Brent dan U.S. crude futures menghadapi kenaikan mingguannya diatas 50‐hari moving average untuk pertama kalinya sejak bulan April.   

Gambaran  pertumbuhan  (ekonomi)  kuartal  kedua  Cina  membantu  mendorong  indeks  saham‐saham  AS  lebih  dari  1  persen  dan  juga  mendukung  saham‐saham  Eropa,  sementara  itu  euro  naik  turun  terhadap  dollar  dan  dollar  index  <.DXY>  yang  juga  berada  dalam  perdagangan yang choppy.  

Embargo  Uni  Eropa  terhadap  minyak  mentah  Iran,  ketidakpastian  mengenai  perselisihan  program  nuklir  Iran  dan  pengaruh  dari  pemogokan di Norwegia dan lainnya gangguan pasokan North Sea yang juga mendukung pada crude, khususnya Brent, yang menguat  dalam front‐month




EURO ZONE
Euro menguat terhadap dolar untuk pertama kalinya dalam 4 hari terakhir di hari Jumat kemarin, rebound dari level terendah 2 tahun, setelah data ekonomi Cina  mengurangi kekhawatiran seputar prospek pertumbuhan ekonomi global, sehingga mendorong investor untuk kembali memburu aset‐aset beresiko dan juga mata  uang tunggal Eropa. Euro awalnya sempat tertekan setelah lembaga pemeringkat Moodys’ memangkas peringkat kredit Italia, setelah lembaga tersebut melihat  potensi ekonomi Italia akan tertelan oleh krisis utang yang melanda kawasan. Italia merupakan negara dengan perekonomian terbesar ketiga di zona euro. 

Namun sentimen pasar kemudian terangkat setelah data menunjukkan ekonomi Cina tumbuh 7.6% di kuartal kedua, merupakan tingkat pertumbuhan terlemahnya 
selama lebih dari 3 tahun terakhir tetapi masih lebih baik dari sejumlah ekspektasi pasar. 

Euro terakhir bergerak di sekitar $1.2234, naik 0.3% setelah terkoreksi ke level intraday low $1.2160, level terendahnya sejak medio 2010.  Euro juga menguat terhadap yen, bergerak naik 0.3% di 96.94 yen. Sementara itu data producer prices AS hanya naik tipis di bulan lalu, mengisyaratkan tekanan  inflasi relatif stabil dan membuka peluang bagi The Fed untuk melanjutkan kebijakan moneter longgar. Terhadap yen, dolar tercatat turun 0.1% di 79.18 yen. 

Pekan ini pasar akan mencermati testimoni dari Kepala The Fed Ben Bernanke mengenai kebijakan moneter yang telah dijalankan, dimana akan dilihat kemungkinan  bank sentral AS tersebut menggulirkan program quantitative easing (QE) jilid 3. Bernanke dijadwalkan akan memberikan testimoni untuk anggota parlemen pada  hari  Selasa  dan  Rabu,  dimulai  sehari  setelah  Dana  Moneter  Internasional  diperkirakan  akan  memangkas  proyeksi  pertumbuhan  global  ketika  pihaknya  merilis  Outlook Ekonomi Dunia yang terbaru.




U.K.
Akhir pekan lalu sterling menguat ke level tertinggi sepanjang 3‐1/2 tahun terakhir terhadap euro, setelah lembaga pemeringkat Moody’s memangkas peringkat  hutang Italia, yang kemudian meningkatkan minat terhadap sterling sebagai alternative currency ditengah krisis hutang Uni Eropa. Euro anjlok ke level 78.63 pence  terhadap pound, level terendah sejak November 2008. Investor terus menekan euro terhadap sterling menyusul belum adanya terobosan berarti dalam penanganan  krisis hutang Uni Eropa.  

Sterling juga menguat terhadap dolar AS ditunjang oleh penguatan bursa saham global yang terdorong rilis data PDB Cina yang mengungguli ekspektasi. Penguatan  bursa saham juga menopang minat terhadap aset beresiko termasuk sterling. Hingga akhir sesi New York, sterling tercatat menguat hingga 0,8 persen terhadap  dolar AS setelah sempat mencapai session high di 1.5580. Meskipun demikian, analis mengingatkan bahwa prospek ekonomi Inggris juga tidak terlalu bagus, data  pada sesi Jumat memperlihatkan bahwa construction output turun 6,3 persen dalam basis antar tahun pada periode Mei. 

Pekan  ini  pelaku  pasar  akan  mengamati  sejumlah  rilis  data  diantaranya  data  inflasi,  sektor  ketenagakerjaan  dan  retail  sales  Inggris.  Para  investor  juga  akan  mengamati  pernyataan  Kepala  The  Fed  Ben  Bernanke  yang  akan  menyampaikan  semiannual  monetary  policy  report  yang  diharapkan  akan  memberikan  sinyal  apakah bank sentral Amerika tersebut akan menempuh program QE3 tahun ini. 




JAPAN
Menteri  Keuangan  Jepang  Jun  Azumi  pada  hari  Jumat  kemarin  mengatakan  bahwa  Jepang  akan  mengambil  tindakan  di  pasar  uang  jika  diperlukan,  menyusul  kenaikan tajam yen berpotensi memukul perekonomian negeri itu. 

Ia menegaskan bahwa kenaikan tajam yen akan menekan ekonomi dan stabilitas keuangan. Pergerakan yen akan terus diawasi secara ketat dan pemerintah akan  mengambil tindakan tegas jika memang diperlukan. 

Sementara  itu  sebuah  data  revisi  ekonomi  Jepang  menunjukkan  industrial  output  turun  3.4%  
di  bulan  Mei,  sebagian  mencerminkan  penyesuaian  persediaan  sementara, meskipun pandangan ini tidak pasti karena perlambatan pertumbuhan global. Data tersebut merupakan revisi turun dari laporan awalnya turun 3.1%,  setelah mencatat turun 0.2% di bulan April sebelumnya.  Sedangkan  capacity utilisation index turun 2.2% di bulan Mei dari bulan sebelumnya menjadi 89.8. 

Pekan ini pasar akan mencermati testimoni dari Kepala The Fed Ben Bernanke mengenai kebijakan moneter yang telah dijalankan, dimana akan dilihat kemungkinan  bank sentral AS tersebut menggulirkan program quantitative easing (QE) jilid 3.   Bernanke  dijadwalkan  akan  memberikan  testimoni  untuk  anggota  parlemen  pada  hari  Selasa  dan  Rabu,  dimulai  sehari  setelah  Dana  Moneter  Internasional  diperkirakan akan memangkas proyeksi pertumbuhan global ketika pihaknya merilis Outlook Ekonomi Dunia yang terbaru.




AUSTRALIA
Australian dollar merosot dalam level penutupan perdagangannya Jumat lalu, tidak dapat menahan penguatan pada awalnya yang dibuat untuk merespon  gambaran pertumbuhan ekonomi terakhir dari Cina.  

Pada pukul 1700 AEST Jumat lalu Australian dollar diperdagangkan pada level 101.58 sen AS, turun dari level 101.64 sen AS pada penutupan perdagangan  Kamis sebelumnya.  

Mata uang lokal empat menguat setelah Cina mengatakan pertumbuhan perekonomiannya pada 7.6 persen dalam kuartal keduanya tahun 2012.  

Australian dollar naik hampir seperlima sen AS segera setelah data Cina yang dirilis sebelum berada dalam kisaran yang sempit pada sore harinya.  

Sementara  itu  perkembangan  gross  domestic  product  (GDP)  melambat  ke  level  terendahnya  di  Cina  yang  lebih  dari  tiga  tahun,  yang  sejalan  dengan  ekspektasi pasar. 




SWISS
Swiss  franc  melonjak  mendekati  level  terendahnya  dalam  19‐bulan  terhadap  dollar  Jumat  lalu,  setelah  lembaga  pemeringkat  Moody's  memangkas  peringkat kredit Italia, meningkatkan prospek kedepannya pada gejolak pasar zona euro.      

Sejak Swiss National Bank membatasi pergerakan pada level 1.20 per euro akhir September, the franc secara luas diperdagangkan bersamaan dengan  euro.  

Moody's  memperingatkan  kedepannya  dapat  menurunkan  peringkat  terbaru  Italia  Baa2,  yang  mana  hanya  berada  diatas  dua  poin  diatas  junk  status  (obligasi sampah), jika akses ke pasar obligasi menurun.  

Pemangkasan peringkat menekan pada mata uang versus dollar, dan begitu juga pada the franc.   

Harga  producer  and  import  Swiss  mencatatkan  penurunan  dalam  tiga  bulannya  pada  bulan  Juni,  ditekan  merosot  oleh  anjloknya  harga  oil  dan  menggarisbawahi kebutuhan Swiss National Bank yang membatasi the franc untuk menjaga tekanan deflasi.  

Friday, July 13, 2012

Headline News 13.07.12


US & GLOBAL
Kekhawatiran  tentang  prospek  ekonomi  dunia  kembali  menekan  kinerja  bursa  saham  global  pada  sesi  Kamis,  diiringi  penurunan euro ke level terendah dalam kurun 2‐tahun terahadap dolar AS yang mendorong naiknya minat pada aset safe  haven  seperti  obligasi  Amerika.  Imbal  hasil  obligasi  Amerika  mendekati  level  terendah  dalam  sejarah  pasca  penjualan  obligasi senilai 13 miliar USD untuk tenor 30‐tahun mengalami kesuksesan.  

Kegelisahan tentang krisis ekonomi zona euro akan berdampak pada keuntungan korporasi melemahkan bursa Wall Street,  meskipun  saham‐saham  berhasil  keluar  dari  posisi  terendah  mereka  pasca  kenaikan  saham  Procter  &  Gamble.Terdapat  beberapa dukungan pada pasar, diantaranya data jobless claims Amerika yang turun ke posisi terendah empat tahun. Para  analis mengatakan bahwa data tersebut belum mengubah pandangan akan prospek ekonomi Amerika yang masih redup. 

Jika  rilis  laporan  keuangan  triwulan  kedua  AS  lebih  rendah  dari  perkiraan,  dan  dikombinasikan  dengan  ekspektasi  perlambatan  pertumbuhan  ekonomi  di  beberapa  negara  maju  dunia,  akan  meningkatkan  harapan  bahwa  The  Federal  Reserve akan melanjutkan kebijakan QE3. 

Pemangkasan  suku  bunga oleh Korea  Selatan pada sesi  Kamis yang  diikuti  pemangkasan  suku  bunga  50‐basis  poin oleh  Brazil pada Rabu malam juga menggarisbawahi dampak perlambatan pertumbuhan yang melanda dunia. Tetapi kurangnya  pelonggaran moneter oleh Bank of Japan pada hari Kamis dan terbatasnya petunjuk dari minutes The Fed untuk periode  Juni, menunjukkan bank sentral masih berhati‐hati tentang perlunya pelonggaran lebih lanjut. 

Euro <EUR=> turun 0,3 persen menjadi 1,2205, setelah sempat anjlok hingga level terendah sejak Juni 2010 di 1,2165. Dolar  AS menguat, terlihat pada kenaikan indeks dolar, yang naik ke 83.829 yang merupakan level tertinggi sejak Juli 2010. Indeks   FTSE 300 EUROFIRST<FTEU3.> berakhir turun 1 persen, sedangkan indeks MSCI <MIWD00000PUS.> turun 1,1 persen. 

Indeks Dow Jones Industrial Average <DJI.> turun 31,26 poin atau 0,25 persen, ke 12,573.27. Indeks Standard & Poor 500 <. SPX>  turun  6,69  poin  atau  0,50  persen,  ke  1,334.76.  Nasdaq  Composite  Index  <IXIC.>  melemah  21,79  poin  atau  0,75  persen, ke 2,866.19. Saham teknologi tercatat sebagai sektor dengan kinerja terburuk, terpukul oleh profit warning dari  perusahaan seperti Advanced Micro Devices Inc dan Applied Materials Inc. Untuk bulan ini, sektor teknologi S&P <GSPT.>  turun 3,5 persen dan sektor semikonduktor PHLX < SOX> merosot 8,2 persen. 

Harga minyak berbalik dalam akhir perdagangan Amerika, dimana minyak mentah Brent naik di  atas 101 USD per barel  setelah  Amerika  Serikat  mengumumkan  pengetatan  sanksi  terhadap  Iran.  Minyak  mentah  Brent  <LCOc1>  melonjak  ke  session high 101,36 USD. Sedangkan minyak mentah AS <CLc1> berakhir naik 27 sen ke 86,08 USD per barel. 

Tapi  emas  gagal  mendapatkan  keuntungan  dari  maraknya  aksi  beli  investor  terhadap  aset  safe  haven,  terpengaruh  pesatnya penguatan dolar AS. Spot emas <XAU=> turun 0,6 persen ke 1,567.02 USD per troy ounce.   


GOLD & COMMODITIES
Emas  melemah  hampir  1  persen  Kamis  lalu  setelah  minutes  the  Fed  dari  meeting  baru‐baru  ini  tidak  mengindikasikan  bahwa  pengambil  kebijakan  AS  menaikkan  tindakan  tambahan  untuk  menstimulasi  pertumbuhan,  mengurangi  peluang  untuk mendorong harga logam mulia.  

Minutes  Rabu  lalu  menunjukkan  the  Fed  membuka  pembelian  lebih  banyak  obligasi  untuk  menstimulasi  perekonomian  tetapi kemudian bahwa recovery kemungkinan butuh untuk melemah bagi konsensus dalam membangun.  

Kekecewaan  bahwa  minutes  tidak  menunjukkan  pada  hasrat  yang  kuat  terhadap  QE,  bersamaan  dengan  data  yang  menunjukkan jumlah orang Amerika yang  mengisi klaim terbaru untuk  pengangguran turun ke level terendahnya dalam  empat tahun, mendorong dollar ke level tertingginya dalam dua tahun terhadap euro. 

Korelasi antara emas dan dollar index disekitar area negatif dalam dua tahunnya. 




OIL & COMMODITIES
Crude  oil  futures  naik  Kamis  lalu  karena  pemerintah  AS  mengumumkan  bahwa  akan  memperketat  sanksi  terhadap  Iran  yang memicu rally dari penurunan awalnya terhadap kekhawatiran pertumbuhan ekonomi global. 

Sempat  mengalami  penurunan  yang  dipangkas  setelah  laporan  bahwa  jobless  claims  mingguan  AS  turun  ke  level  terendahnya dalam empat tahun, yang memicu beberapa harapan terhadap perjuangan pasar tenaga kerja AS.   

Oil mendapat tekanan pada awalnya setelah International Energy Agency mengatakan perlambatan perekonomian global  dapat membawa tekanan pada harga oil meskipun terdapat resiko bahwa "nasty supply surprises" dapat memicu kembali  rally pasar.   

Pertumbuhan  ekonomi  Cina  kemungkinan  melambat  kedepannya  dalam  kuartal  kedua  menjadi  7.6  persen,  level  terendahnya  sejak  tahun  2008  krisis  keuangan  karena  investasi,  factory  output  dan  penjualan  ritel  melemah  diseluruh  dunia, polling Reuters menunjukkannya. 




U.K.
Sterling  melemah  ke  level  terendah  sejak  5‐pekan  terakhir  terhadap  dolar  AS  terdesak  laporan  data  jobless  claims  Amerika  yang  mengalami  penurunan ke level terendah sejak 4 tahun terakhir dan meredanya ekspektasi pemberlakuan QE3 dari The Fed pasca minutes sidang The Fed  untuk  periode  Juni.  Sterling  juga  melemah  terhadap  euro,  beranjak  dari  level  tertinggi  sejak  3‐1/2  tahun  yang  sempat  ditorehkan  pada  pertengahan pekan ini di 78.68 euro per sterling. Sementara itu yen Jepang menguat lebih dari 1 persen terhadap sterling setelah Bank of Japan  menahan diri dari pelonggaran moneter lanjutan. 

Analis dari HSBC – Daragh Maher mengingatkan bahwa sterling bisa saja kehilangan peran sebagai mata uang safe haven ditengah krisis hutang  Uni‐Eropa,  yang  sementara  ini  berkembang.  Dalam  beberapa  bulan  terakhir,  sterling  menguat  terhadap  euro  karena  investor  menilai  kondisi  ekonomi Uni Eropa lebih buruk daripada Inggris. Namun demikian menurut Maher, dengan besarnya peranan Uni Eropa sebagai partner dagang  Inggris, maka pelemahan ekonomi kawasan tersebut akan berdampak langsung pada perekonomian Inggris. 




AUSTRALIA
Australian dollar telah anjlok kembali dibawah level 102 sen AS yang didukung pelemahan data job.  

Pada pukul 1700 AEST Kamis lalu Australian dollar diperdagangkan pada level  101.64 sen AS, merosot dari level 102.23 sen AS Rabu sebelumnya.  

Foreign  exchange  dealer  CMC  Markets  Tim  Waterer  mengatakan Australian  dollar merosot  setelah rilis  data  resmi  yang  menunjukkan  naiknya  tingkat pengangguran menjadi 5.2 persen pada bulan Juni, dari 5.1 persen pada Mei lalu.  

"We saw movement after traders raised the likelihood of August RBA (Reserve Bank of Australia cash rate) cuts on the basis of those numbers," Mr  Waterer mengatakannya.  

Cina  akan  mempublikasikan  data  pertumbuhan  ekonomi  Jumat  ini  dan  terdapat  ekspektasi  pasar  bahwa  angkanya  tidaklah  sekuat  yang  diperkirakan.  

  Harga Australian bond future menguat setelah data resmi yang menunjukkan penurunan pada pasar tenaga kerja. 




SWISS
Euro memperluas penurunannya untuk anjlok ke level terendahnya dalam dua tahun terhadap dollar Kamis lalu dengan the greenback didukung  oleh the Fed minutes yang mana menekan spekulasi dari kedepannya aksi ambil untung dan investor berhati‐hati terhadap mata uang tunggal  tersebut.  

Dollar juga naik ke level tertingginya dalam 19‐bulan terhadap Swiss franc <CHF=>.  

Euro <EUR=> melorot ke level terendahnya dalam dua tahun ke level $1.2208 dalam platform EBS, level terendahnya dalam pertengahan 2010  dan turun 0.2 persen dalam hariannya.  

Dollar naik ke level 0.98362 francs <CHF=>, level tertingginya sejak awal Desember 2010 dan naik 0.2 persen dalam hariannya.  

Hari ini rilis data pada siang harinya adalah producer/ import prices untuk bulan Juni.