title cover

title cover

Thursday, July 26, 2012

Headline News 26.07.12


US & GLOBAL
Euro menguat terhadap dolar untuk pertama kalinya dalam 6‐sesi sebelumnya ditopang kemungkinan bahwa pemangku  kebijakan  Eropa  akan  mempertimbangkan  cara‐cara  baru  untuk  mengatasi  krisis  utang  di  kawasan  tersebut,  sementara  laporan keuangan AS mendukung kinerja saham‐saham blue‐chip Amerika. Perkiraan kenaikan keuntungan korporasi untuk  2012  dari  produsen  Caterpillar  <CAT.N>  dan  Boeing  <BA.N>  dan  prospek  pertumbuhan  pendapatan  kuartalan  dari  produsen chip Broadcom <BRCM.O> membantu mengimbangi berita penurunan tak terduga pada penjualan rumah baru  Amerika. 

Indeks  Dow  Jones  berhasi  lmengakhiri  pelemahan  beruntun  dalam  3‐sesi  sebelumnya,  namun  indeks  S&P  dan  Nasdaq  tercatat  masih  turun  tipis  meskipun  saham  Apple  Inc  <AAPL.O>  turun  4,3  persen  pasca  merilis  laporan  keuangan  yang  dibawah perkiraan. Indeks Dow Jones Industrial Average <DJI.> naik 58,73 poin atau 0,47 persen, ke 12,676.05. Indeks S&P  500 <SPX.>  turun 0,42 poin, atau  0,03  persen,  ke  1,337.89.  Nasdaq Composite  Index <. IXIC>  turun  8,75  poin  atau 0,31  persen, ke 2,854.24. Sementara itu indeks bursa saham global MSCI <.MIWD00000PUS> stagnan, meskipun masih tercatat  turun 2,4 persen dalam sepekan terakhir  karena kekhawatiran tentang dampak dari masalah di Eropa pada pertumbuhan  ekonomi global.  

Salah  seorang  anggota  ECB,  Ewald  Nowotny,  mengatakan  ada  argumen  untuk  memberikan  lisensi  perbankan  untuk  mendapatkan dana penyelamatan permanen baru Eropa, memungkinkan untuk meminjam uang dari bank sentral tanpa  batasan dan meningkatkan kapasitas untuk mencegah krisis utang zona euro menyebar. Namun para analis mengatakan  pelaku pasar cukup banyak berharap pada komentar tersebut, namun investor kemungkinan akan kembali menjual euro  dalam penguatannya. 

Euro <EUR=> naik 0,8 persen ke 1,2156, meski prospek masih tetap lemah dan itu tidak begitu jauh dari level terendahnya  dalam  2‐tahun  terakhir  di  1,2042  yang  sempat  tercapai  pada  sesi  Selasa.  Turut  mendukung  kinerja  euro,  Spanyol  dan  Perancis  mengatakan  bahwa  mekanisme  pengawasan  bank  tunggal  untuk  zona  eropa  harus  disahkan  pada  akhir  tahun.  Euro  menguat  meskipun  adanya  rilis  data  ekonomi  yang  lemah  dari  Jerman  dan  Inggris,  yang  memperkuat  pandangan  bahwa bahkan ekonomi terbesar di Eropa terganggu oleh krisis utang. 

Sentimen bisnis Jerman turun pada periode Juli ke level terendah dalam lebih dari dua tahun, demikian menurut survei  terbaru oleh Ifo. Sementara itu PDB triwulan kedua Inggris juga  terkontraksi  lebih  dari yang  diperkirakan,  terpukul oleh  krisis utang zona euro dan penghematan pemerintah. 

Pemberitaan  tentang  Yunani  kembali  mencuat  ke  permukaan  setelah  inspektur  dari  Uni  Eropa,  ECB  dan  Dana  Moneter  Internasional  berada  di  Athena  untuk  memutuskan  apakah  akan  tetap  menyalurkan  dana  penyelamat  senilai  130  miliar  atau membiarkan negara etrsebut bangkrut. Tiga pejabat Uni Eropa mengatakan tim ini cenderung menyimpulkan Yunani  tidak  dapat  membayar  kembali  hutangnya,  sehingga  diperlukan  restrukturisasi  utang  lebih  lanjut,  namun  belum  ada   keputusan setidaknya hingga September. 

Obligasi pemerintah Amerika tenor 10‐tahun harganya turun 3/32, dengan imbal hasil berada pada kisaran 1,4008 persen  setelah sebelumnya naik hingga 1,44 persen. Harga emas berjangka naik lebih dari 2 persen menyusul ekspektasi stimulus  moneter  Amerika  dan  Eropa  yang  memperkuat  daya  tariknya  sebagai  aset  lindung  nilai  terhadap  inflasi.  Harga  emas  berjangka <GCc1> naik 2 persen ke 1.608 USD per troy ounce. 
  

GOLD & COMMODITIES
Emas naik 1.5 persen Rabu lalu karena dollar sempat anjlok ke level terendah hariannya terhadap euro dan pasar saham  juga  memperluas  kenaikannya,  setelah  Spanyol  dan  Perancis  mengatakan  strategi  umum  untuk  stabilitas  area  euro  termasuk mengadopsi mekanisme pengawasan untuk perbankan.  

Euro <EUR=> secara cepat me‐recover pelemahan pada awalnya terhadap dollar, yang membawa emas kembali bergerak  diatas level $1,600 per ons untuk pertama kalinya sejak 10 Juli, sementara itu terjadi kenaikan saham‐saham di Eropa dan  dibuka menguatnya bursa Wall Street.  

Euro telah diuntungkan pada awal perdagangan dari komentar pengambil kebijakan European Central Bank Ewald Nowotny  yang mana dapat melihat alasan untuk memberikan Eropa rescue fund pada bank yang diizinkan, yang akan memungkinkan  mengeruk dana murah dari ECB.  




OIL & COMMODITIES
Oil naik Rabu lalu karena kekhawatiran mengenai Suriah yang mengancam menggunakan senjata kimia.  

"The geopolitical risk is out there, with worries about Syria and chemical weapons if they got into the wrong hands, and  there is positive sentiment about the Fed and (potential) stimulus," kata Gene McGillian, analis pada Tradition Energy di  Stamford, Connecticut.  

Dengan  harga  sempat  turun  juga  dengan  adanya  kenaikan  tajam  pada  cadangan  oil  AS  dan  kekhawatiran  mengenai  permintaan oil di zona euro yang menekan harga.  

Crude  yang  tersimpan  di  negara  dengan  konsumsi  oil  terbesar  didunia  naik  mendekati  3  juta  barrel,  menurut  Energy  Information Administration AS – yang mengejutkan analis yang mengekspektasi terjadi penurunan.  

Industry group American Petroleum Institute membukukan cadangan yang besar pada crude oil sehari sebelumnya. Dalam  laporan mingguan, menunjukkan persediaan yang naik 1.3 juta barrel, mengejutkan analis yang memperkirakan turun.  

Pelemahan data ekonomi di Eropa dan regionalnya yang memperluas krisis juga sempat ikut menekan pasar. 



EURO ZONE
Euro menguat terhadap sejumlah rival utamanya, rebound dari level terendah 2 tahun terhadap dolar setelah seorang anggota dewan kebijakan bank sentral Eropa  (ECB) mengatakan dirinya melihat alasan untuk memberikan lisensi perbankan terhadap fasilitas bailout permanen Eropa, sebuah ide yang sebelumnya selalu ditolak ECB. Pernyataan tersebut langsung memicu rebound euro dan saham‐saham Spanyol serta Italia yang telah anjlok sekitar 10% dalam 3 sesi terakhir. 

Euro mendapat tambahan dukungan saat Spanyol dan Prancis, Rabu kemarin dalam pernyataan bersama mengatakan bahwa stabilitas zona euro perlu penerapan  mekanisme pengawasan tunggal untuk perbankan kawasan tersebut pada akhir tahun ini. 

Sementara  seorang  anggota  ECB,  Christian  Noyer  menambah  sentment  positif  ketika  ia  mengatakan  pada  Rabu  kemarin  bahwa  Eropa  perlu  menerapkan  pengawasan perbankan terpadu, skema penjaminan simpanan dan dana resolusi perbankan. 

Sebuah  lisensi perbankan akan memberikan Mekanisme Stabilitas Eropa  sebuah senjata baru  yang  lebih kuat untuk melawan krisis utang tetapi kalangan analis  mengatakan pasar mungkin telah menempatkan terlalu banyak penekanan pada komentar‐komentar tersebut, dan investor kemungkinan akan menjual euro disaat  mengalami rally

Euro  mencatat  intraday  high  di  $1.2169,  dan  terakhir  tercatat  naik  0.7%  di  sekitar  $1.2150.  Sedangkan  terhadap  yen  Jepang,  euro  juga  berhasil  rebound  dan  mencatat  intraday  high  di  95.20  yen  sebelum  akhirnya  bergerak  di  sekitar  94.85  atau  naik  0.6%  dari  posisi  penutupan  New  York  hari  Selasa.  Dolar  berhasil  mengurangi kerugiannya terhadap euro setelah data penjualan rumah AS di bulan Juni mencatat penurunan tertajamnya selama lebih dari 1 tahun terakhir dan  harga kembali mengalami tren penurunannya, mengisyaratkan kemunduran dalam prosese pemulihannya. Namun pengaruhnya tersebut hanya bersifat sementara. 

Sementara itu, sebuah  jajak pendapat  oleh  Reuters menunjukkan kemungkinan ECB akan memangkas suku bunga ke  level  rekor terendahnya di akhir tahun ini  akibat memburuknya kondisi ekonomi zona euro. 




U.K.
Sterling melemah terhadap dolar AS pasca rilis data yang menunjukkan bahwa ekonomi Inggris kembali terkontraksi pada triwulan kedua 2012, bahkan kontraksi  yang  lebih  dalam  sebesar  ‐0,7 persen  jauh  dibawah  perkiraan  para analis  sebesar  ‐0.2  persen.  Kondisi  ini  meningkatkan  spekulasi  bahwa  Bank  of  England akan  menerapkan pelonggaran moneter lebih lanjut baik itu dengan program pelonggaran kuantitatif ataupun dengan memangkas suku bunga. Namun hingga akhir sesi  New York, sterling ditutup melemah tipis terhadap dolar AS ke kisaran 1.5495 ditunjang oleh penguatan aset beresiko, seperti bursa saham dan euro yang ditunjang  oleh komentar positif dari beberapa pejabat ECB mengenai penanganan krisis hutang.  

Memburuknya situasi di Uni Eropa terbukti berdampak besar pada perekonomian Inggris, karena hampir separuh ekspor Inggris ditujukan ke Uni Eropa. Sementara  belum  adanya  terobosan  baru  pada  penanganan  krisis  hutang  Uni  Eropa  tersebut,  prospek  pertumbuhan  ekonomi  Inggris  masih  terbayangi  lesunya  aktifitas  ekonomi. Data  

Namun demikian, terdapat potensi pengungkit pada keterpurukan ekonomi Inggris yang berasal dari liburan ekstra dalam perayaan peringatan berkuasanya Ratu  Elizabeth pada Juni lalu, serta dari penjualan tiket dan pengeluaran penonton dan pengunjung Olimpiade London. Kedua hal tersebut diharapkan akan mendongkrak  pertumbuhan ekonomi, meskipun dampaknya hanya sementara, karena secara umum outlook ekonomi baik domestik maupun partner dagang utama Inggris yaitu  Uni Eropa masih memprihatinkan. 




JAPAN
Ekspor Jepang turun di bulan Juni dari tahun sebelumnya, merupakan penurunan pertamanya dalam 4 bulan terakhir, menyusul menurunnya permintaan  dari Eropa dan Cina dan juga pasar berkembang lainnya. Penurunan tahunan 2.3% pada ekspor masih lebih kecil dibandingkan dengan perkiraan turun 3%,  memberikan gambarab terkendalanya pemuihan Jepang dari bencana gempa bumi, tsunami dan nuklir di tahun lalu. 

Bank  sentral  Jepang  akan  melonggarkan  kebijakan  moneternya  lebih  lanjut  jika  kenaikan  yen  mengancam  proses  pemulihan  ekonomi,  demikian  penegasan dari deputi gubernur BOJ, seiring kekhawatiran terhadap memburuknya krisis utang Eropa.  Hirohide  Yamaguchi  juga  mengatakan  bank  sentral  kemungkinan  akan  mempertimbangkan  langkah  kebijakan  baru  yang  akan  memberikan  dukungan  lebih baik pada ekonominya, meskipun dirinya tidak merinci langkah kebijakan yang dimaksud. 




AUSTRALIA
Australian dollar mendapatkan kembali tekanannya Rabu lalu setelah laporan inflasi dibawah ekspektasi dari pemangkasan tingkat suku bunga  bulan depan, tetapi masih tingginya tekanan dari minggu lalu ditengah naiknya kekhawatiran zona euro.   

Aussie berada pada level $1.0320 <AUD=D4>, yang sempat melorot ke level terendahnya $1.0170, versus $1.0227 pada penutupan di New York.  Masih turun 1.3 persen dalam mingguannya.  

Harga  Australian  bond  futures  meningkat  meskipun  inflasi  kuartalan  bulan  Juni  menunjukkan  terdapat  kurangnya  kesempatan  pemangkasan  tingkat suku bunga pada bulan Agustus oleh Reserve Bank of Australia (RBA).  

Consumer price index (CPI) naik 0.5 persen di Australia pada kuartalan bulan Juni, untuk inflasi tahunan dilevel 1.2 persen, Australian Bureau of  Statistics mengatakannya Rabu lalu. 




SWISS
The franc telah mencatatkan mendekati euro sejak Swiss National Bank yang membatasi 1.20 per euro akhir September karena investor melepas  mata uang tunggal yang mendorong safe‐haven unit naik 20 persen dalam beberapa bulan.  

Euro juga menguat terhadap dollar setelah mencatatkan level terendahnya dua tahun sehari sebelumnya.   

"The  downtrend in  the  euro continues  albeit interrupted  by  small  short‐lived moments  of  relief,"  ungkap  analis  Credit Agricole  dalam laporan  risetnya. "Still, any upside in EUR has proven more and more difficult to maintain as peripheral bond yields face renewed pressure." 

Wednesday, July 25, 2012

Headline News 25.07.12


US & GLOBAL
Bursa saham global kembali melemah dan euro anjlok ke level terendah dalam dua tahun terakhir terhadap dolar AS karena  meningkatnya  biaya  pinjaman  Spanyol,  sementara  keanggotaan  Yunani  di  zona  euro  mulai  terancam  seiring  kondisi  keuangannya yang memburuk. Bursa ekuitas AS, tertekan lebih lanjut seiring pemangkasan perkiraan keuntungan korporasi  untuk 2012. Pejabat teras The Fed baru‐baru ini mengungkapkan berbagai langkah yang mungkin mereka tempuh untuk  meningkatkan  pertumbuhan  ekonomi  dan  sektor  ketenagakerjaan,  termasuk  oleh  Ketua  The  Fed  Ben  Bernanke  dalam  pidatonya pekan lalu. Turunnya minat investor pada aset beresiko kembali mendorong imbal hasil obligasi Amerika tenor  10‐tahun ke level terendahnya, 1,3892 persen. 

Imbal  hasil  obligasi  Spanyol  tenor  10‐tahun  naik  di  atas  7,6  persen  <ES10YT=TWEB>,  mencerminkan  keyakinan  yang  berkembang bahwa negara itu akan membutuhkan bailout skala penuh. Peninjau dari kreditur internasional untuk Yunani  kembali  ke  Athena  untuk  memutuskan  apakah  akan  mempertahankan  bantuan  senilai  130‐miliar  euro  tetap  aktif,  tiga  pejabat Uni Eropa menyimpulkan negara itu tidak akan dapat membayar kembali hutang‐hutangnya. 

Indeks Dow Jones Industrial Average<DJI.>  jatuh 104,14 poin atau 0,82 persen, ke 12,617.32. Indeks S&P 500 <SPX.> turun  12,21  poin  atau  0,90  persen,  ke  1,338.31.  Nasdaq  Composite  <IXIC.>  turun  27,16  poin  atau  0,94  persen,  ke  2,862.99.  Laporan  keuangan  triwulan‐an  dari  Apple  <AAPL.O>,  yang  tidak  sesuai  dengan  perkiraan  para  ekonom,  kemungkinan  menghambat upaya rebound di Wall Street pada sesi Rabu. Saham Apple turun lebih dari 5 persen setelah penutupan. S&P  futures  <SPc1>  turun  6  poin,  atau  0,5  persen  setelah  laporan  pendapatan  Apple  yang  melaporkan  knaikan  keuntungan  triwulan ketiga 2011 sebesar 35 miliar USD atau lebih rendah dari estimasi analis 37.22 miliar USD. 

Indeks  bursa  saham  global  MSCI  index  <.  MIWD00000PUS>  jatuh  0,7  persen.  Indeks  FTSEurofirst  300  <FTEU3.>  ditutup  turun 0,55 persen. Indeks Italia FTSE MIB <FTMIB.> jatuh 2,7 persen, ditutup pada titik terendah sejak peluncuran 1999. 

Turut membebani kinerja Wall Street adalah pemangkasan perkiraan penjualan dan keuntungan para produsen manufaktur  Amerika. Saham UPS, dilihat sebagai salah satu acuan bagi perekonomian secara keseluruhan, turun 4,6 persen, dan FedEx  <FDX.N> turun hampir 2 persen. 

Euro  <EUR=>  menyentuh  level  1,2040,  terendah  sejak  Juni  2010  terhadap  dolar  AS,  dan  berakhir  turun  0,4  persen,  menandai  hari  kelima  penurunannya  dengan  penurunan  total  1,9  persen.  Lembaga  pemeringkat  Moody  `s  pada  Senin  mengubah  prospek  ekonomi  Jerman  menjadi  negatif,  menghitung  besarnya  biaya  potensial  yang  diberikan  pemerintah  Berlin jika Spanyol membutuhkan bantuan keuangan lebih lanjut. Moody `s juga memotong prospek ekonomi Belanda dan  Luksemburg masing‐masing menjadi negatif dari stabil. 

Sektor manufaktur Amerika dan Eropa menunjukkan tanda‐tanda kelemahan. Data manufaktur Cina yang menguat sempat  memberikan  dukungan  pada  kinerja    komoditas,  tetapi  penurunan  tajam  euro  membalikkan  keuntungan  tembaga  dan  menghambat penguatan harga minyak. Data menunjukkan masalah ekonomi Eropa menyebabkan penurunan tajam dalam  aktivitas pabrik Jerman. Zona euro secara keseluruhan mendekati resesi.  

Harga minyak berfluktuasi dalam perdagangan yang fluktuatif. Minyak jenis Brent <LCOc1> naik 4 sen menjadi 103,30 USD  per barel dan US <CLc1> mentah naik 7 sen diperdagangkan pada 88,21 USD per barel.  



GOLD & COMMODITIES
Harga emas sedikit naik ke area positif Selasa lalu karena investor membeli logam mulia sebagai safe haven setelah Uni Eropa memprediksi Yunani akan membutuhkan lebih besar lagi utang untuk restrukturisasi. 

Dengan bertumbuhnya investors' confidence pada logam mulia setelah bertahan pada level terendahnya selama aksi jual pasar keuangan sehari sebelumnya.  

Pelemahan pada mata uang tunggal menekan emas pada awal hariannya, dengan euro tertekan oleh melambatnya data ekonomi Jerman dan perubahan Moody's pada outlook untuk negara dengan perekonomian terbesar di Eropa.  

Tetapi menekan penurunannya terhadap dollar kedepannya dari pembukaan pasar keuangan AS setelah data menunjukkan manufaktur AS mengalami ekspansi penurunan dalam 19 bulannya, yang membawa emas untuk naik.  




OIL & COMMODITIES
Oil sedikit menguat pada perdagangan yang choppy Selasa lalu karena tanda‐tanda dari membaiknya sektor manufaktur di Cina memberikan dorongan, sementara itu pelemahan data zona euro membatasi kenaikannya. 

Cadangan  crude  AS  naik  1.3  juta  barrel  minggu  lalu,  dengan  grup  industri  API  (American  Petroleum  Institute) melaporkannya Selasa lalu, yang mengejutkan analis yang mengekspektasi terjadi penurunan. Gasoline naik 2.3 juta barrel dan hasil penyulingan meningkat 2.6 juta barrel.  

Manufacturing output Cina pada bulan Juli bertumbuh ke fase tercepatnya dalam sembilan bulan, yang membawa indeks HSBC Flash China manufacturing purchasing managers (PMI) naik ke level 49.5 pada bulan Juli, ditutup mendekati level 50 yang membedakan antara ekspansi dari kontraksi.  

Kenaikan ke level tertingginya bulan Februari, sementara itu mengindikasikan membaiknya sektor, membawanya dibawah level  lima  puluh  dan  mendukung  kemungkinan  dari  tindakan  pemerintah  untuk  mendorong  momentum  perekonomian pada negara konsumen oil terbesar kedua di dunia tersebut.  




EURO ZONE
Euro  terkoreksi  ke  level  terendah  lebih  dari  2  tahun  terhadap  dolar  dan  level  terendah  11‐1/2  tahun  yang  baru  terhadap  yen  Jepang  menyusul  buruknya  data ekonomi zona euro dan prospek suram ekonomi terbesar kawasan tersebut (Jerman) berdasarkan survey lembaga  pemeringkat Moody’s telah berlanjut menekan mata  uang  tunggal  Eropa.  Komentar  sejumlah  petinggi  Eropa  yang  menekankan  agar  Yunani  bisa  mencapai  target  pengurangan  utang  yang  digariskan  dalam kesepakatan bailout juga turut menambah tekanan jual pada mata uang tunggal Eropa. Sejumlah pejabat dari Uni Eropa, IMF dan ECB saat ini berada di Athena untuk menilai kemajuan negara dalam mematuhi ketentuan kesepakatan bailout

Indeks PMI Jerman menunjukkan kedua sektor yaitu manufaktur dan jasa mengalami penurunan lebih tajam dari perkiraan di bulan Juli. Data serupa untuk Perancis juga  menunjukkan  penurunan  di  bawah  perkiraan.  Sementara  di  AS,  manufaktur  mengalami  ekspansi  pada  level  terlemahnya  sejak  akhir  2010,  tertekan  oleh minimnya permintaan global. Data‐data tersebut dirilis sehari setelah Moody’s merevisi outlook untuk ekonomi Jerman, Belanda dan Luxembourg menjadi negatif, dan memperingatkan bahwa negara‐negara Eropa peringkat teratas mungkin harus meningkatkan dukungan bagi negara‐negara yang dililit utang seperti Spanyol dan Italia. Euro hanya mendapat dukungan positif yang minim usai rilis data manufaktur Cina yang menunjukkan kenaikan terpesatnya dalam 9 bulan. Namun tren pergerakan mata uang secara umum masih negatif dan kekhawatiran terhadap pertumbuhan global masih berlanjut. 

Data PMI menunjukkan aktifitas sektor swasta zona euro secara umum terkontraksi dalam 6 bulan berturut‐turut, yang konsisten dengan data kuartalan GDP yang turun 0.6%. Sementara data manufaktur AS mencatat ekspansi terlemahnya sejak akhir 2010, tertekan oleh lemahnya permintaan global terhadap produk ekspor Amerika. 

Euro terkoreksi ke $1.2043, level terendahnya sejak Juni 2010, dan terakhir tercatat bergerak di sekitar $1.2056, turun 0.5%.  Sementara itu euro menembus level terendah 11‐1/2 tahun yang baru terhadap yen Jepang. Euro turun ke 94.16 yen, level terendah 11‐1/2 tahun yang baru. Euro terakhir tercatat bergerak di sekitar 94.28 yen, turun 0.7%.




U.K.
Sterling tercatat menguat baik terhadap euro maupun terhadap dolar AS setelah data aktifitas manufaktur di Uni Eropa dan Amerika lebih lemah dari perkiraan sebelumnya. Terhadap euro, performa sterling ditunjang oleh kekhawatiran bahwa Spanyol pada akhirnya akan membutuhkan bailout dalam skala  penuh.  Dengan  berlanjutnya  kekhawatiran  investor  pada  penanganan  krisis  hutang  Uni  Eropa,  analis  memperkirakan  sterling  masih  berpeluang untuk melanjutkan penguatan terhadap euro untuk mencapai level tertinggi sejak 3‐1/2 tahun terakhir.  

Para eksportir asal Inggris dilaporkan semakin khawatir menanggapi lanjutan penguatan kurs mata uang sterling terutama terhadap euro akhir‐akhir ini, meskipun beberapa perusahaan optimis akan adanya kenaikan order ekspor produk asal Inggris. Berdasarkan jajak pendapat yang dilansir oleh the British Chambers of Commerce terhadap lebih dari 2000 perusahaan, memperlihatkan 40 persen mengaku kurs sterling memberatkan ekspektasi pendapatan mereka. Dilaporkan bahwa lebih dari setengah ekspor Inggris hingga periode Mei ditujukan pada negara diluar Uni Eropa, namun kondisi tersebut belum menggeser besarnya peranan Uni Eropa pada permintaan barang asal Inggris.  

Pelaku pasar pada sesi ini akan mengamati rilis data PDB Inggris untuk triwulan kedua yang diperkirakan masih akan terkontraksi ‐0,2 persen. Jika dirilis sesuai perkiraan, maka akan menggenapkan posisi resesi ekonomi yang melanda Inggris telah berlangsung selama 3 triwulan. Namun demikian beberapa analis  mengatakan  bahwa  data  tersebut  telah  diantisipasi  oleh  pelaku  pasar  dan  telah  tercermin  dalam  pelemahan  sterling  akhir‐akhir  ini,  sehingga dampaknya diperkirakan tidak akan terlalu besar jika dirilis sesuai perkiraan.




JAPAN
Euro menembus level terendah 11‐1/2 tahun yang baru terhadap yen Jepang setelah muncul komentar sejumlah petinggi Eropa yang menekankan agar Yunani bisa mencapai target pengurangan utang yang digariskan dalam kesepakatan bailout. Sejumlah pejabat dari Uni Eropa, IMF dan ECB saat ini berada di Athena untuk menilai kemajuan negara dalam mematuhi ketentuan kesepakatan bailout

Euro turun ke 94.16 yen, level terendah 11‐1/2 tahun yang baru. Euro terakhir tercatat bergerak di sekitar 94.28 yen, turun 0.7%. Sedangkan terhadap dolar, yen bergerak relatif terbatas, dan terakhir bergerak di sekitar 78.18 yen, atau naik 0.2% dari posisi penutupan New York hari Senin. 

Gubernur Bank of Japan Masaaki Shirakawa mengatakan krisis utang Eropa masih menjadi resiko terbesar bagi ekonomi Jepang, yang saat ini sedang menjalani  pemulihan  secara  gradual.  Jika  krisis  Eropa  semakin  memburuk,  maka  akan  berdampak  pada  ekonomi  Jepang  dengan  terpukulnya  sektor perdagangan dan bisnis, dan mendorong penguatan pada nilai tukar yen. 

Sementara Menteri Keuangan Jepang Jun Azumi kembali menegaskan pihaknya tidak  menutup kemungkinan untuk mengambil langkah‐langkah untuk meredam lonjakan tajam yen, sebuah sikap yang menegaskan kesiapan BOJ untuk melakukan intervensi ke pasar jika lonjakan tajam yen berpengaruh buruk pada ekspor Jepang. 

Ekonomi  Jepang  diprediksi  masih  jauh  lebih  baik  dibandingkan  sejumlah  rival  utamanya  dalam  tahun ini  berkat kuatnya  permintaan  domestik,  namun pihak otoritas moneter khawatir penguatan yen dapat menyulitkan proses pemulihan ekonomi karena akan membuat produk ekspor Jepang menjadi lebih mahal di pasar dan menekan keuntungan perusahaan.




AUSTRALIA
Australian dan New Zealand dollar sempat meningkat Selasa lalu, karena pasar terangkat dari tanda‐tanda setelah laporan manufaktur Cina yang menguat daripada ekspektasi. Tapi kemudian mengalami tekanan untuk merosot dalam hariannya. 

The HSBC Flash China manufacturing purchasing managers index (PMI) naik ke level 49.5 pada bulan Juli ke level tertingginya sejak bulan Februari, diperkirakan kebijakan Cina yang pro pertumbuhan bertujuan menghadapi perlambatan global dengan mendapatkan traksi.  

Laporan optimis membantu mengimbangi meningkatnya kekhawatiran berkenaan dengan Eropa dan tekanan saham‐saham Asia dan tembaga.  

Cina adalah pasar utama ekspor keduanya dari Australia dan Selandia Baru dan banyaknya tanda‐tanda bertahan yang mendukung Aussie.  

Aussie <AUD=D4> berada pada level $1.0245, setelah level puncaknya $1.0316, tertekan ke level terendah satu minggunya $1.0210.   

Harga Australian bond futures sedikit melemah setelah rilis data ekonomi Cina yang menunjukkan perlambatan pada aktivitas manufaktur Cina bisa berakhir.  




SWISS
Swiss franc sempat tertekan ke level terendahnya dalam 19‐bulan terhadap dollar pada sesi sebelumnya, karena mencatatkan pelemahan euro berkenaan dengan kekhawatiran Spanyol yang akan membutuhkan full‐scale bailout.  

The  franc  telah  secara  meluas  diperdagangkan  bersamaan  dengan  euro  sejak  Swiss  National  Bank  membatasi  pada  level  1.20  per  euro  akhir September karena investor melepas mata uang tunggal yang mendorong safe‐haven unit naik 20 persen hanya dalam beberapa minggu.   

Senin sebelumnya, yield obligasi Spanyol bertenor 10‐tahun <ES10YT=TWEB> melonjak ke level tertingginya 7.596 persen, level tertingginya sejak euro diberlakukan tahun 1999. Telah terlihat penurunan euro dalam rangkaian empat harinya terhadap dollar ke elvel $1.2067, terendah sejak bulan Juni 2010.   

Tuesday, July 24, 2012

Headline News 24.07.12


US & GLOBAL
Bursa saham dunia melemah diikuti penurunan euro ke level terendahnya sejak 2‐tahun terakhir terhadap dolar AS setelah  adanya  laporan  bahwa  salah  satu  daerah  lain  di  Spanyol  yang  memiliki  hutang  lebih  besar  membutuhkan  bantuan  keuangan, memicu kekhawatiran bahwa negara tersebut mungkin memerlukan bailout skala penuh. Investor mengalihkan  investasinya  pada  aset  safe  haven  seperti  obligasi  pemerintah  dan  dolar  AS  karena  sentimen  negatif  dari  Spanyol,  dan  mencuatnya kekhawatiran tentang prospek pertumbuhan ekonomi serta kemungkinan keluarnya Yunani dari zona euro. 

Euro <EUR=> merosot ke level 1,2067, level terendah terhadap dolar AS sejak Juni 2010, namun sempat berbalik menguat  untuk kemudian ditutup pada kisaran level 1,2115. Terhadap yen, euro turun mendekati level terendah sejak 12‐tahun di  94,22. 

Harga minyak mentah berjangka jatuh lebih dari 3 persen, dan imbal hasil obligasi AS, Jerman dan Inggris mencapai level  terendah. Sedangkan imbal hasil obligasi Spanyol mencapai level tertingginya, seiring berlanjutnya kekhawatiran investor. 

Indeks Standard & Poor 500 ditutup turun kurang dari 1 persen setelah sempat jatuh hampir 2 persen. Imbal hasil obligasi  pemerintah  Jerman  tenor  5  &  10‐tahun    mencapai  rekor  terendahnya  dan  imbal  hasil  obligasi  Amerika  <US10YT=RR>  mencapai level terendah sejak awal 1800‐an. Imbal hasil obligasi Amerika tenor 10‐tahun turun hingga 1,3977 persen. 

Media Spanyol melaporkan bahwa lebih dari enam daerah di Spanyol kemungkinan akan meminta bantuan dari pemerintah  pusat,  menyusul  langkah  Valencia  akhir  pekan  lalu.  Berita  tersebut  mendongkrak  imbal  hasil  obligasi  Spanyol  ke  level  tertinggi  sejak  pembentukan  euro,  hingga  lebih  dari  7,5  persen.  Menteri  Ekonomi  Spanyol  Luis  de  Guindos  bersikeras  Spanyol tidak membutuhkan bailout skala penuh, seperti yang diterapkan untuk Yunani, Irlandia dan Portugal. 

Dana  Moneter  Internasional  (IMF)  menolak  sebuah  laporan  bahwa  mereka  kemungkinan  akan  menolak  untuk  terus  mendukung Yunani, bahkan mereka justru tengah mempersiapkan diri untuk melakukan pembicaraan dengan pemerintah  Yunani  berkaitan  dengan  bailout  internasional.  Kekhawatiran  atas  Yunani  muncul  kembali    setelah  para  kreditur  internasional dijadwalkan untuk berkumpul di Athena pada hari Selasa 24 Juli untuk membahas pembayaran penyelamatan  lebih lanjut setelah perdana menteri Yunani mengatakan negara itu terperosok dalam "Depresi Besar." 

Rilis laporan keuangan McDonald Corp <MCD.N> yang lebih lemah dari perkiraan turut mendesak penurunan bursa Wall  Street. Saham McDonald turun 2,9 persen dan merupakan penggerak terbesar pada indeks Dow Jones pada sesi awal pekan  ini. 

Indeks Dow Jones Industrial Average <DJI.> ditutup turun 101,11 poin atau 0,79 persen, ke 12,721.46. Indeks Standard &  Poor 500 <. SPX> turun 12,14 poin atau 0,89 persen, ke 1,350.52. Nasdaq Composite Index <. IXIC> turun 35,15 poin atau  1,20 persen, ke 2,890.15. Bursa saham di Eropa berakhir turun lebih dari 2 persen. Indeks FTSE EUROFIRST 300 <FTEU3.>  turun 2,4 persen ditutup ke 1.024,27 poin, sementara indeks blue‐chip zona euro Euro STOXX 50 <. STOXX50E> turun 2,6  persen menjadi 2,179.31 poin. Indeks bursa saham global MSCI index <MSCIEF.> turun 2,7 persen. Sedangkan bursa saham  Spanyol, Ibex <. IBEX>, ditutup turun 1,1 persen, setelah turun lebih dari 4 persen pada awal sesi. 

Minyak mentah Brent, turun dibawah level 103 USD per barel. Brent <LCOc1> ditutup melemah 3,57 USD ke 103,26 USD  per barel. Minyak mentah AS untuk pengiriman September <CLc1> turun 3,69 USD ke 88,14 USD per barel. Harga spot emas  <XAU=> jatuh 6,69 USD ke 1.576 USD per troy ounce.  (Research – Ahim)  

GOLD & COMMODITIES
Harga  emas  turun  lebih  dari  1  persen  Senin  lalu  karena  permasalahan  berkenaan  dengan  tingkat  kesehatan  (ekonomi)  Spanyol  yang  menekan  euro  ke  level  terendahnya  dua  tahun  terhadap  dollar,  ditekan  juga  oleh  pasar  saham  dan  mendorong naiknya borrowing costs Spanyol  dalam level  tertinggi  era euro. Kemudian menghentikan level  terendahnya  untuk sedikit naik kembali. 

Investor bertambah lebih khawatir berkenaan dengan Senin lalu dimana Spanyol kemungkinan membutuhkan full bailout  setelah wilayah kedua, Murcia, mengindikasikan akan membutuhkan bantuan pemerintah, yang kemungkinan mengikuti  Valencia dalam mengikuti program pemerintah untuk menopang keuangannya.  

Emas  sempat  mengalami  recover  dari  level  terendahnya  dengan  euro  setelah  International  Monetary  Fund  mengatakan  akan memulai diskusi dengan otoritas Yunani pada 24 Juli dari bagaimana untuk membawa perekonomian Yunani kembali  pada jalurnya, tetapi masih menyisakan beratnya tekanan dari anjloknya euro dan pasar saham.   
OIL & COMMODITIES
Harga oil melorot 3 persen Senin lalu karena kekhawatiran bahwa Spanyol menghadapi bailout dan krisis utang zona euro  menyebar  yang  membawa  investor  menjauh  dari  aset‐aset  beresiko  untuk  memberikan  pilihan  yang  relatif  aman  pada  dollar dan obligasi AS.  

Dengan brent anjlok lebih dari 3 persen, sementara itu crude AS melorot 4 persen dalam hariannya. 

Crude futures melemah dalam rangkaian dua harinya karena perekonomian Spanyol merosot tajam ke dalam resesi dalam  kuartal keduanya, bank sentral mengatakannya Senin lalu.  

Pengumuman  Jumat  lalu  dari  area  Valencia  yang  akan  membutuhkan  bantuan  dari  Madrid/Spanyol  diikuti  oleh  laporan  resmi dari area Murcia mengatakan juga akan mengikuti program 18‐milyar‐euro ($22 milyar) dan bahwa Catalonia, Castilla  La Mancha, the Balearics, Canary Islands dan Andalucia kemungkinan mengikutinya. 
EURO ZONE
Euro  terkoreksi  ke  level  terendah  2  tahun  terhadap  dolar  dan  mendekati  level  terendah  12  tahun  terhadap  yen  Jepang,  menyusul  kekhawatiran  Spanyol  harus  mencari bantuan bailout internasional. Imbal hasil obligasi pemerintah Spanyol naik ke level tertingginya sejak euro diluncurkan meskipun para menteri keuangan  zona euro telah menyetujui sebuah bantuan pinjaman pada hari Jumat hingga 100 milyar euro untuk rekapitulasi perbankan Spanyol. Kalangan analis mengatakan  hal ini adalah pemicu utama merosotnya euro. Tiny Murcia menjadi wilayah kedua Spanyol yang meminta bantuan dari pemerintah pusat, dan media melaporkan  setengah dari selusin otoritas lokal telah siap untuk mengikuti langkah Valencia. Media Spanyol meyakini 6 wilayah akan meminta bantuan setelah pengumuman  oleh Valencia (wilayah yang paling banyak berhutang) pada hari Jumat lalu, dimana kondisi ini telah menyulitkan upaya Madrid untuk menghindari bailout besar‐ besaran.  Catalonia, wilayah terbesar di Spanyol dengan produk domestik bruto, juga memiliki utang tertinggi. Dikatakan pekan ini belum memutuskan apakah akan  memanfaatkan mekanisme pendanaan, meskipun kemungkinannya sebagai kandidat semakin meningkat. 

Di akhir sesi New York, euro kembali mengalami tekanan setelah lembaga pemeringkat Moody's Investors Service merevisi peringkat utang untuk Jerman menjadi  negatif    dari  stabil.  Lembaga  tersebut  juga  merevisi  proyeksinya  untuk  Belanda  dan  Luxembourg  menjadi  negatif  dari  stabil.  Revisi  tersebut  didasarkan  pada  ketidakpastian pada krisis utang zona euro. 

Euro terkoreksi ke level intraday low di $1.2067, level terendahnya sejak Juni 2010 dan semakin mendekati level terendah 2010 di $1.1875. Euro terakhir bergerak di  sekitar $1.2115, atau turun 0.4% dari posisi penutupan New York hari Jumat. Sedangkan terhadap yen Jepang, euro turun ke 94.22 yen, level terendahnya sejak akhir  2000, sebelum akhirnya bergerak di sekitar 94.92 yen, turun 0.4%. 

Indeks  kepercayaan  bisnis  Jerman  diprediksi  jatuh  ke  level  terendah  28  bulan  pada  bulan  Juli  dan  sektor  manufaktur  dari  ekonomi  terbesar  Eropa  tersebut  kemungkinan akan menyusut lagi disebabkan krisis utang zona euro telah merusak kepercayaan konsumen dan bisnis.  Indeks iklim bisnis Ifo Jerman, barometer yang mengindikasikan kesehatan ekonomi di Jerman, diprediksi turun untuk 3 bulan berturut‐turut ke 104.7 dari 105.3,  menurut jajak pendapat Reuters dari 45 ekonom. Indeks Ifo akan dirilis pada hari Rabu pukul 15.00 WIB.
U.K.
Sterling  kembali  membukukan  rekor  harga  terendahnya  terhadap  euro  dalam  kurun  3‐1/2  tahun  terakhir  di  0.7753,  meskipun  akhirnya  euro  berhasil  bangkit  terhadap  sterling  yang  melemah  terhadap  mata  uang  utama  dunia  lainnya.  Namun  demikian,  euro  berhasil  bangkit  dari  pelemahannya tersebut terhadap sterling, akibat pelemahan luas sterling terhadap mata uang utama dunia lainnya.  

Sementara itu sterling sempat mencapai level terendah dalam sepekan terakhir terhadap dolar AS, terdesak sentimen negatif atas kekhawatiran  pada kondisi hutang Yunani dan Spanyol yang kemudian mengalihkan minat investor pada dolar AS sebagai aset safe haven. Pelemahan sterling  berlanjut  setelah  pemerintah  Spanyol  dan  Italia  mengumumkan  penghentian  mekanisme  short  selling  pada  perdagangan  di  bursa  saham,  Langkah tersebut bertujuan unyuk menekan aksi perdagangan spekulatif, dan meningkatkan beralihnya aliran dana investor pada dolar AS dan  yen.  

Sterling tercatat turun lebih dari 1 persen terhadap yen, mencapai level terendah sejak  7‐pekan terakhir di 121.06 yen. Dalam beberapa sesi  terakhir, sterling memang sempat dilirik sebagai mata uang alternatif ditengah mengerucutnya krisis hutang Uni Eropa. Namun dengan anjloknya  imbal hasil obligasi Amerika tenor 10 & 30‐tahun, para  investor dilaporkan lebih memilih dolar AS dan yen aset yang secara tradisional lebih  aman.
JAPAN
Bank  of  Japan  (BOJ)  akan  mengadopsi  kebijakan  moneter  ultra  longgar,  demikian  dikatakan  Gubernur  BOJ  Masaaki  Shirakawa,  tanpa  menegaskan  apakah  pelonggaran  berikutnya  sudah  direncanakan,  meskipun  pemerintah  mengingatkan  bahwa  kuatnya  nilai  tukar  yen  dan  pelambatan pertumbuhan ekonomi CIna berpotensi menekan pemulihan ekonomi Jepang. 

Menteri Keuangan Jepang  juga kembali mengulangi pernyataannya bahwa Tokyo telah siap untuk mengambil tindakan tegas dalam mengatasi  gerakan liar dan lonjakan tajam yen. 

Dewan  kebijakan  moneter  Jepang  belakangan  ini  telah  dikhawatirkan  oleh  dampak  dari  melambatnya  permintaan  global  atas  produk  ekspor  Jepang dan juga penguatan tajam yen yang melampaui level tertinggi 11 tahun terhadap euro. 

Gubernur BOJ juga menegaskan bahwa BOJ telah memperkuat kebijakan moneter Jepang melalui 
pembelian aset dan kebijakan moneter ultra  longgar harus disertai dengan reformasi struktural dan kebijakan jangka panjang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Jepang dan keluar dari  deflasi yang yang menggerogoti ekonomi lebih dari 1 dekade terakhir. 
AUSTRALIA
Australian  dan  New  Zealand  dollars  mengalami  aksi  ambil  untung  Senin  lalu  karena  kenaikannya  baru‐baru  ini  membuat  mata  uang  lokal  overstretched dan kekhawatiran bahwa Spanyol kemungkinan membutuhkan bailout yang memberikan alasan untuk terjadinya aksi jual.  

Aussie <AUD=D4> melorot lebih dari satu sen dalam hariannya ke level $1.0244, tertekan menjauh dari level puncak minggu lalu $1.0445, tertinggi  sejak akhir bulan April. Telah naik mendekati 8 persen dalam dua bulannya.  

"The  Aussie  will  get  hit  hard  if  Spain  is  forced  to  seek  a  full  bailout.  It  will  be  stumped,"  ungkap  David  Scutt,  seorang  trader  pada  Arab  Bank  Australia. 

Harga Australian bond futures telah mencapai level puncak terbarunya karena kekhawatiran mengenai krisis utang zona euro yang berkembang  kembali.
SWISS
Euro memperluas penurunannya ke level terendahnya dalam dua tahun terhadap penguatan dollar Senin lalu berkenaan dengan permasalahan  Spanyol kemungkinan membutuhkan full sovereign bailout yang membawa yield obligasi naik tajam dan mendorong investor untuk melakukan  aksi jual mata uang tunggal tersebut.  

Euro <EUR=> anjlok sekitar 0.6 persen dalam hariannya terhadap dollar ke level $1.20821 pada trading platform EBS, level terendahnya sejak Juni  2010.  

Permintaan untuk mata uang safe haven mendorong dollar ke level tertingginya 19‐bulan versus Swiss franc <CHF=> ke level 0.9951 francs.  

The dollar index <.DXY> mencapai level tertingginya dalam dua tahun ke level 83.835. 

Monday, July 23, 2012

Headline News 23.07.12


US & GLOBAL
Bursa saham AS dan Eropa melemah pada Jumat akhir pekan lalu dan euro mencapai rekor terendah terhadap serangkaian  mata  uang setelah  salah  satu  daerah  di Spanyol yaitu  Valencia  meminta  bantuan  keuangan.  Hal tersebut  meningkatkan  kekhawatiran investor bahwa pemerintah Spanyol terpaksa akan meminta bailout dalam skala penuh. Valencia meminta  bantuan keuangan sekitar 18 miliar euro ditujukan untuk meningkatkan keuangan daerah. 

Indeks  saham  Spanyol  IBEX  <.  IBEX>  jatuh  5,8  persen,  penurunan  harian  terbesar  dalam  dua  tahun  terakhir,  dan  premi  risiko  pada  utang  pemerintah  mencapai  level  tertinggi  sepanjang  sejarah  dan  imbal  hasil  obligasinya  naik  menjadi  7,32  persen.  

Euro tumbang ke rekor terendah terhadap mata Aussie dolar, dolar Kanada dan dolar Selandia Baru, serta merosot ke level  terendah multi‐bulanan terhadap krona Swedia dan Norwegia. Terhadap yen, euro bahkan mencapai level terendah dalam  lebih  dari  11  tahun.  Euro  <EUR=>  anjlok  hingga  level  1,2143,  yang  merupakan  level  terendah  terhadap  dolar  sejak  pertengahan Juni 2010. Hingga akhir sesi New York, euro tercatat melemah 1 persen di 1,2160, turun 1,0 persen. 

Bursa  saham  AS  menghapus  penguatan  dalam  3‐sesi  sebelumnya,  sedangkan  bursa  saham  Eropa  memperpanjang  penurunannya setelah Bank Sentral Eropa – ECB  mengatakan akan berhenti menerima obligasi Yunani sebagai jaminan, hal  mana menambah kekhawatiran tentang krisis utang zona euro. Indeks FTSEurofirst 300 <FTEU3.> ditutup turun 1,5 persen  ke 1,048.98. 

Sektor perbankan <SX7P.> dan asuransi <. SXIP>, yang potensial akan kehilangan nilai kepemilikan obligasi pemerintah jika  krisi zona euro berlanjut, menjadi sektor berperforma terburuk. Sektor perbankan jatuh 3,7 persen dan asuransi turun 1,9  persen. 

Krisis  Spanyol  membayangi  putaran  selanjutnya  dari  rilis  earning  korporasi  Amerika,  termasuk  rilis  laporan  keuangan  General Electric dan Google yang mengungguli ekspektasi. 

Indeks Dow Jones <DJI.> berakhir turun 120,79 poin atau 0,93 persen, ke 12,822.57. Indeks S&P 500  <SPX.> ditutup turun  13,85 poin atau 1,01 persen ke 1,362.66. Indeks Nasdaq Composite <IXIC.> berakhir turun 40,60 poin atau 1,37 persen ke  2,925.30. 

Harga obligasi Jerman dan obligasi Amerika naik karena investor meningkatkan investasi pada aset safe haven. Imbal hasil  obligasi  Jerman  tenor  10‐tahun  <DE10YT=TWEB>  turun  5  basis  poin  menjadi  1,168  persen,  dan  obligasi  pemerintah  Amerika tenor 10‐tahun <US10YT=RR> turun 1,4584 persen. 

Indeks dolar AS <.DXY> tercatat naik 0,7 persen ke 83,476. 

Harga minyak jatuh di bawah 106 USD per barel sehubungan penguatan dolar yang mendorong koreksi dari penguatan ke  level tertinggi dalam 8‐pekan terakhir. Minyak mentah Brent turun 97 sen <LCOc1> ke 106,83 USD per barel, tapi masih  membukukan kenaikan mingguan 4,33 persen dan telah menguat sekitar 16,5 persen selama empat pekan terakhir. 

Harga spot emas <XAU=> naik tipis 0,2 persen ke 1,584.20 USD per troy ounce, rebound dari level terendah di 1,573.14 USD  per troy ounce di awal sesi.  




GOLD & COMMODITIES
Harga  emas  yang  sempat  melorot  Jumat  lalu,  kemudian  naik  tipis  karena  sentimen  pasar  membaik  setelah  Rusia  mendorong cadangan kepemilikan logam mulianya tetapi penurunan pasar saham dan crude oil ditengah ketidakpastian  berkenaan dengan krisis utang zona euro membatasi kenaikannya. 

Perjuangan  euro  mencapai  level  terendahnya  terhadap  dollar  AS  dan  saham‐saham  Eropa  memperluas  penurunannya  setelah  Spanyol  wilayah  Valencia  mengatakan  akan  mencari  bantuan  pemerintah  pusat  untuk  membayarkan  kembali  utangnya. 

Pasar emas telah menjadi didomimasi oleh investor jangka pendek yang melakukan aksi buy dan sell pada pergerakan harga  yang relatif kecil, analis mengatakannya, yang menjaga logam mulia dipatok dalam kisaran $32 minggu ini, level terdangkal  mingguannya yang tersebar dalam tiga minggunya.




OIL & COMMODITIES
Harga  minyak  melorot  Jumat  lalu,  menekan  kenaikan  dalam  rangkaian  tujuh  harinya,  karena  krisis  utang  zona  euro  membawa permasalahan mengenai ekonomi kembali fokus dan adanya penguatan dollar.  

Brent dan crude AS mecatatkan kenaikan mingguannya lebih dari 4 persen, kedua kontrak tersebut telah menyentuh level  puncaknya dalam delapan minggu. 



EURO ZONE
Euro terkoreksi secara luas di  akhir pekan kemarin, melemah  ke level  terendah 2  tahun terhadap dolar  setelah  wilayah Valencia Spanyol mengatakan  pemerintah pusat akan mencari bantuan untuk membayar kembali utangnya, menambah keprihatinan dan kekhawatiran bahwa negara dengan ekonomi  terbesar ke‐4 zona euro tersebut kemungkinan akan terpaksa meminta bantuan bailout internasional. 

Pemangkasan  proyeksi  pertumbuhan  ekonomi  oleh  pemerintah  Spanyol  untuk  tahun  2012  dan  2013  juga  turut  menekan  euro.  Revisi  untuk  estimasi  pertumbuhan ekonomi Spanyol telah mengindikasikan negara tersebut berpotensi terjungkal kedalam jurang resesi di tahun depan. 

Sebagai  akibatnya,  euro  anjlok  ke  level  rekor  terendahnya  terhadap  dolar  Australia  (Aussie),  Kanada  dan  Selandia  Baru.  Euro  juga  menembus  level  terendah lebih dari 11 tahun terhadap yen Jepang, 3‐1/2 bulan terendahnya terhadap sterling dan level terendah multi bulanan terhadap krown Norwegia  dan Swedia. 

Yield  obligasi  pemerintah  Spanyol  tenor  5  tahun  dan  10  tahun  naik  ke  level  tertinggi  era  euro  setelah  Valencia,  wilayah  Spanyol  yang  paling  banyak  berhutang  bersama  Catalonia,  meminta  bantuan  di  bawah  program  18‐miliar  euro  yang  telah  disetujui  pada  Kamis,  yang  ditujukan  untuk  membantu  keuangan wilayah tersebut. 

Sebuah pernyataan yang mengatakan menteri keuangan zona euro secara resmi menyetujui bailout 
bank Spanyol, telah gagal untuk meredam tekanan  jual euro. 

Investor akan mencari tahu pada minggu ini apakah respon bank sentral dunia untuk mengatasi pelambatan ekonomi global telah tepat sasaran. 

Amerika Serikat dan Inggris akan merilis estimasi pertama mereka untuk pertumbuhan ekonomi kuartal kedua, sementara survei PMI di zona euro juga  akan menyita perhatian pelaku pasar bersama dengan data aliran pendapatan perusahaan (corporate earnings). 

Yunani akan kembali menjadi sorotan investor dalam minggu ini ketika para pejabat dari Dana Moneter Internasional, Komisi Eropa dan ECB kembali ke  Athena untuk memutuskan apakah akan mengeluarkan dana lebih lanjut dari paket bailout senilai 130 milyar euro.  




U.K.
Euro  kembali  mencapai  level  terendah  sejak  3‐1/2  tahun  terakhir  terhadap  sterling  setelah  sempat  anjlok  hingga  0.7768  euro  per  sterling.  Lanjutan  penguatan  sterling  terhadap  euro  ditunjang  oleh  kekhawatiran  terbaru  pada  kondisi  Spanyol  yang  terus  mengalihkan  minat  investor  dari  euro  pada  sterling sebagai mata uang alternatif. Para analis memperkirakan dengan belum adanya perkembangan berarti dalam penanganan krisis hutang Uni Eropa,  euro  potensial  berlanjut  tertekan  terhadap  sterling  hingga  kisaran  0.7743  (merupakan  moving  average  basis  100‐bulan)  hingga  level  0.7692  yang  ekuivalen dengan 1.3 euro per poundsterling. 

Namun  demikian  sterling  tertekan  terhadap  dolar  AS  menyusul  berlanjutnya  krisis  hutang  Uni  Eropa  yang  kemudian  meningkatkan  minat  investor  terhadap obligasi Jerman dan Amerika dan aset safe haven lainnya termasuk dolar AS. Disamping itu, data‐data ekonomi Inggris dalam sepekan terakhir  juga dirilis dibawah perkiraan para ekonom, meningkatkan ekspektasi bahwa Inggris masih akan berada dalam kondisi resesi lebih lama dari perkiraan  sebelumnya. Hingga akhir sesi New York, sterling yang sempat melemah hingga level 1.5609 terhadap dolar AS, ditutup pada kisaran 1.5615. 

Akhir pekan lalu, The Office for National Statistics melaporkan bahwa tingkat public sector nett borrowing untuk periode Juni mengalami kenaikan menjadi  14.447 miliar poundsterling, mengungguli ekspektasi 13.400 miliar pound. Kondisi ini meningkatkan total hutang pemerintah menjadi 144,5 persen dari  GDP  Inggris  (dihitung  termasuk  dengan  biaya  dukungan  finansial  untuk  perbankan).  Perdana  Menteri  David  Cameron  menyatakan  bahwa  program  pemangkasan anggaran masih akan berlaku hingga 2020 mendatang. 

Sementara itu dalam sepekan mendatang pelaku pasar akan mengamati rilis data GDP preliminary triwulan‐kedua Inggris yang diperkirakan lebih baik dari  data  triwulan  sebelumnya,  dimana  GDP  diperkirakan  turun  ‐0,2  persen  dibanding  ‐0,3  persen.  Namun  dalam  basis  antar  tahun  GDP  diperkirakan  memburuk menjadi ‐0,3 persen dari ‐0,2 persen.




JAPAN
Krisis  utang  Eropa  memberikan  resiko  pada  ekonomi  Jepang  karena  berpotensi  memicu  penguatan  yen  yang  masih  dipandang  sebagai  aset  aman,  demikian Gubernur BOJ Masaaki Shirakawa mengatakan. Krisis utang Eropa juga dapat menekan ekspor Jepang, dan memicu perusahaan untuk menunda  belanja modal dan menggoyahkan sistem keuangan. 

BOJ merekomendasikan target inflasi 1% dan melonggarkan kebijakan moneter di bulan Februari, dan dilanjutkan dengan penambahan stimulus di bulan  April, untuk menunjukkan tekadnya mencapai tujuan dan mengatasi deflasi yang telah menghambat pemulihan ekonomi dalam 2 dekade terakhir. 

Dalam sidang terakhirnya, BOJ menunda untuk melanjutkan kebijakan moneter longgar Kamis lalu meskipun melambatnya pertumbuhan ekonomi global  telah mendorong sejumlah bank sentral dunia mengekspansi langkah stimulusnya, dimana langkah BOJ tersebut menyiratkan bahwa kuatnya permintaan  domestik akan menjaga pemulihan ekonomi terus berjalan. 

Bank sentral memprediksi indeks harga konsumen, diluar harga makanan, akan naik 0.7% di tahun fiskal dari April 2013. 

Sebanyak  40%  perusahaan  manufaktur  besar  Jepang  memprediksi  penjualan  di  Cina  akan  turun  di  bawah  estimasi  awal  di  periode  Oktober‐Maret  semester kedua dari tahun bisnis, menyusul pelambatan pada ekonomi CIna. Penjualan di dalam negeri juga ditaksir menurun seiring krisis ekonomi di  Eropa dan melambatnya pertumbuhan di pasar berkembang. 

Investor akan mencari tahu pada minggu ini apakah respon bank sentral dunia untuk mengatasi pelambatan ekonomi global telah tepat sasaran. 

Amerika Serikat dan Inggris akan merilis estimasi pertama mereka untuk pertumbuhan ekonomi kuartal kedua, sementara survei PMI di zona euro juga akan menyita  perhatian pelaku pasar bersama dengan data aliran pendapatan perusahaan (corporate earnings). 

Yunani akan kembali menjadi sorotan investor dalam minggu ini ketika para pejabat dari Dana Moneter Internasional, Komisi Eropa dan ECB kembali ke Athena  untuk memutuskan apakah akan mengeluarkan dana lebih lanjut dari paket bailout senilai 130 milyar euro.




AUSTRALIA
Australian  dan  New  Zealand  dollars  mendapatkan  kenaikan  yang  besar  dalam  mingguannya  Jumat  lalu  yang  telah  mencapai  rekor  puncak  terbarunya terhadap euro dan level tertinggi empat tahunnya terhadap Swiss franc karena investor yang haus akan yield mengarahkan pada carry  trades.  

Investor telah meminjam pada tingkat suku bunga yang rendah pada euro, franc dan dollar AS untuk membeli secara relatif tingginya yield mata  uang Aussie dan kiwi. Sovereign funds luar negeri dan bank sentral juga menjadi pembeli terbesar pada Australian government debt.  

Arus uang yang menekan euro turun 1.6 persen dalam mingguan ke level A$1.1777 <EURAUD=R>, setelah menyentuh level terendahnya A$1.1735  Kamis sebelumnya.  

Harga Australian bond futures sedikit menguat kedepannya dari rilis minggu depan gambaran consumer prices index (CPI) kuartalan bulan Juni,  petunjuk utama pada inflasi.  




SWISS
Swiss franc sempat melemah terhadap dollar Jumat lalu, didera oleh permasalahan mengenai krisis zona euro dan dengan beberapa analis yang  memprediksi  the  safe‐haven  unit  kemungkinan  melorot  dibawah  paritas  dengan  the  greenback  dalam  minggu‐minggu  mendatang.  Untuk  kemudian naik kembali ke level tertinggi bulanan dan tahunannya di level 0.9887.  

Turunnya permintaan pada lelang obligasi yang membawa yield obligasi Spanyol bertenor 10‐tahun diatas 7 persen untuk pertama kalinya yang  lebih dari seminggu, mengintensifkan kekhawatiran berkenaan dengan apakah Spanyol dapat menghindari bailout yang penuh dengan tekanan. 

Investor  mengkhawatirkan  mengenai  kemampuan  blok  zona  tersebut  untuk  menangani  pada  gejolak  sovereign  debt  yang  telah  membanjir  kedalam  the franc, menekannya mendekati paritas dengan mata uang tunggal dan mengancam pada akhirnya Swiss ke dalam resesi.  

"The market's main driver is the euro and negative sentiment is really being seen on the crosses right now," kata analis Informa Global Markets  Tony Nyman.