title cover

title cover

Thursday, August 9, 2012

Headline News 09.08.12



US & GLOBAL
• Bursa saham global ditutup relatif stagnan, kehilangan dukungan dari penguatan dalam sesi sebelumnya, sementara euro turun karena  kurangnya rincian yang menurunkan optimisme investor pada langkah bank sentral untuk mengatasi krisis utang zona euro. Aset‐aset  berisiko  mulai  menguat  pada  hari  Jumat  setelah  data  sektor  ketenagakerjaan  Amerika  meredam  kekhawatiran  tentang  pertumbuhan  global, walaupun pada saat sama masih mendukung pelonggaran kebijakan lebih lanjut oleh The Fed.  

• Tapi keyakinan akan langkah bank sentral mulai menyusut pada Rabu setelah Bank of England tidak memberikan gambaran akan langkah  kedepan  meskipun  memangkas  proyeksi  pertumbuhan.  Para  investor  berharap  BoE  akan  memberikan  sinyal  pelonggaran  moneter  lanjutan  sebelum  akhir  tahun  sehubungan  suramnya  ekonomi  Inggris.  Dengan  belum  adanya  arah  yang  pasti  mengenai  kebijakan  moneter meningkatkan kekhawatiran investor, sehingga bursa saham Wall Street hanya menguat tipis karena investor cenderung hanya  membeli saham di sektor defensif.  

• Harga  minyak  ditutup  beragam  setelah  minyak  mentah  Brent  mencapai  level  tertinggi  dalam  kurun  tiga  bulan  ditunjang  data  yang  menunjukkan penurunan tajam stok minyak mentah Amerika pekan lalu dan kekhawatiran mendalam atas prospek produksi minyak di  kawasan North Sea. Minyak mentah Brent untuk pengiriman September <LCOc1> ditutup naik 14 sen ke 112,14 USD per barel setelah  sebelumnya menyentuh level di atas 113 USD per barel. Minyak mentah Crude Amerika <CLc1> merosot 32 sen ke 93,35 USD per barel. 

• Indeks FTSEurofirst 300 <FTEU3.> ditutup naik 0,2 persen.  

• Indeks Dow Jones Industrial Average <DJI.> naik tipis 7,04 poin atau 0,05 persen, ke 13,175.64. Index Standard & Poor 500 <SPX.> naik  0,87  poin,  atau  0,06  persen,  ke  1,402.22.  Nasdaq  Composite  Index  <IXIC.>  turun  4,61  poin  atau  0,15  persen,  ke  3,011.25.  Volume  perdagangan relatif tipis, dengan sekitar 5,72 miliar saham yang berpindah tangan di New York Stock Exchange, American Stock Exchange  dan Nasdaq, jauh di bawah rata‐rata perdagangan harian tahun lalu yang mencapai 7,84 miliar. 

• Standard  Chartered  Bank  <STAN.L>,  berada  dibawah  tekanan  karena  adanya  tuduhan  melanggar  hukum  Amerika  dengan  menyembunyikan transaksi terkait dengan Iran senilai 250 miliar USD. Namun saham perusahaan tersebut berhasil menguat 7 persen  setelah anjlok tajam 16,4 persen pada sesi Selasa.  

• Indeks ekuitas dunia MSCI <MIWD00000PUS.> relatif stagnan, dengan hanya mencatat kenaikan tipis sebesar 0,02 persen. 

• Euro <EUR=> turun 0,3 persen ke kisaran 1,2360 setelah sempat mencapai level tertinggi sejak 1‐bulan terakhir di 1,2443 pada sesi Senin.  Presiden  ECB  –  Mario  Draghi  mengatakan  bank  sentral  dapat  membeli  obligasi  jangka  pendek  dari  negara‐negara  yang  terancam  bangkrut  di  zona  euro,  tetapi  menegaskan  bahwa  tindakan  apapun  harus  berada  dalam  kerangka  dana  talangan  zona  euro  dan  diterapkan dengan syarat yang ketat. 

• Di pasar utang, penjualan obligasi Jerman tenor 10‐tahun mencapai 3,4 miliar euro, berhasil menarik minat lebih besar dari lelang bulan  sebelumnya. Hal tersebut mengindikasikan minat investor pada aset safe‐haven tidak berkurang karena pernyataan Draghi. 

• Imbal hasil obligasi Spanyol tenor 10‐tahun <ES10YT=TWEB> sempat menyentuh level 7 persen. Sementara harga obligasi pemerintah  Amerika menurun, dimana imbal hasilnya mencapai level tertinggi dalam kurun 1‐bulan terakhir setelah lelang obligasi tenor 10‐tahun  senilai 24 miliar USD dengan permintaan yang tidak terlalu besar. Imbal hasil obligasi Amerika tenor 10‐tahun<US10YT=RR> berada pada  kisaran 1,651 persen.  



GOLD & COMMODITIES
• Harga emas naik pada penutupan Rabu lalu, tetapi berada dalam kisaran yang sempit karena perdagangan dengan volume perdagangan  yang tipis berkenaan dengan investor tidak pasti mengenai apakah bank sentral akan bertindak untuk menstimulasi rapuhnya ekonomi. 

• Komentar  dari  Gubernur  Bank  of  England  Mervyn  King  mengatakan  tidak  kebutuhan  yang  penting  untuk  mencetak  uang  yang  mengecewakan investor logam mulia yang mengharapkan tindakan stimulus dari bank sentral.   

• "There appears to be little investor enthusiasm to push gold prices in any clear direction. A dearth of important economic releases this  week and thin summer turnover may leave gold trading in a near‐term no‐man's land," kata James Steel, kepala analis komoditas HSBC.  

• Spekulasi bahwa the Fed kemungkinan memperkenalkan putaran berikutnya dari stimulus dan bahwa European Central Bank mengambil  tindakan terhadap krisis utang zona euro yang telah menjaga logam mulia bertahan diatas level $1,600 per ons minggu ini, meskipun  dollar menguat. 

• Membaiknya  outlook  untuk  zona  euro  akan  mendukung  euro  dan  berakibat  pada  emas,  sementara  itu  putaran  berikutnya  pada  quantitative  easing  (QE)  untuk  mendorong  perekonomian  AS  kemungkinan  menekan  dollar  sementara  itu  meningkatkan  likuiditas,  menjaga tingkat suku bunga rendah dan memicu kekhawatiran inflasi.  


OIL & COMMODITIES
• Oil futures berbalik untuk mixed pada penutupan perdagangan Rabu lalu setelah melonjak ke level tertingginya dalam tiga bulan pada  data pemerintah AS yang menunjukkan cadangan yang anjlok pada domestik dan karena kekhawatiran mengenai merosotnya produksi di  North Sea.  

• Perdagangan yang choppy dan mengalami akselerasi pada akhir hariannya, dengan crude AS ditutup turun untuk pertama kalinya dalam  empat harinya. Setelah sempat berbalik negatif, brent crude mengalami recovery dan mencatatkan kenaikan tipis dalam hariannya.     

• Cadangan  crude  oil  AS  melemah  3.73  juta  barrel  menjadi  369.86  juta  dalam  mingguan  hingga  3  Agustus,  Energy  Information  Administration (EIA) mengatakannya, membaik diatas ekspektasi yang tergambar 0.3 juta barrels.   

• Data mengikuti gambaran industri yang dipublikasinya Selasa sebelumnya yang menunjukkan kenaikan yang lebih besar pada persediaan  crude dan memaksa pandangan pasar bahwa pasokan bahan bakar diperketat dalam negara dengan konsumsi terbesar di dunia.  

• Berita anjloknya dari jadwal produksi oil North Sea crude oil pada bulan September juga membantu dukungan pada pasar, ungkap para  trader.  

• "Despite  the  big  drawdown  in  crude  stocks,  U.S.  inventories  are  still  above  their  five‐year  average,"  kata  Gene  McGillian,  analis  pada  Tradition Energy di Stamford, Connecticut.   


EURO ZONE
• Euro  melemah  terhadap  dolar  pada  hari  Rabu,  dipicu  rilis  data  ekonomi  Jerman  yang  mengecewakan  dan  adanya  aksi  profit‐taking  setelah  3  hari  mengalami rally, namun optimisme bahwa bank sentral Eropa (ECB) akan melakukan tindakan untuk menurunkan biaya pinjaman Spanyol dan Italia telah  membatasi koreksi euro.  Euro juga mengalami tekanan jual terhadap sterling setelah bank sentral Inggris (BoE) tidak memberikan indikasi akan memberikan stimulus lanjutan. 

• Data ekonomi Jerman yang dirilis telah menghambat rally euro. Industrial output Jerman turun sedikit lebih rendah dari ekspektasi di bulan Juni. Jerman  juga melaporkan impor turun di bulan Juni untuk kedua kalinya dalam 3 bulan terakhir, demikian pula dengan ekspor yang juga mengalami penurunan. 

• Investor saat ini memprediksi ECB akan memulai pembelian obligasi Spanyol dan Italia untuk mencegah yield obligasi mereka terus naik. 

• Euro tercatat turun 0.3% di sekitar $1.2367 setelah menembus level tertinggi 1 bulan di $1.2443 pada hari Senin. 

• Meskipun euro berpeluang mengalami rebound, namun nampaknya masih rentan tekanan karena krisis utang yang melanda kawasan belum kunjung usai.  Italia  pada  hari  Selasa  kemarin  melaporkan  ekonominya kembali  terpuruk  kedalam resesi  di  kuartal  kedua,  sementara  Jerman  melaporkan  penurunan  pada order industri di bulan Juni yang lebih buruk dari perkiraan.


U.K.
• Sterling  berhasil  menguat  terhadap  euro  terdorong  pernyataan  Gubernur  BoE  –  Mervyn  King  yang  menyatakan  kekhawatirannya  akan  dampak  dari  kemungkinan pemangkasan suku bunga. Pernyataan King tersebut cukup mengejutkan pelaku pasar, dan menepis ekspektasi pemangkasan suku bunga  Inggris. Dengan kemungkinan masih akan bertahannya level suku bunga Inggris, maka diperkirakan akan semakin meningkatkan minat investor terhadap  pound terutama dibandingkan euro yang prospeknya lebih suram. 

• Terhadap  dolar  AS,  sterling  juga  berhasil  memangkas  pelemahan  di  awal  sesi,  dan  berhasil  ditutup  menguat  0.22  persen  pada  kisaran  1.5655.  Dalam  beberapa sesi sebelumnya para investor dilaporkan marak melakukan aksi jual terhadap sterling seiring pandangan bahwa BoE akan memangkas proyeksi  pertumbuhan ekonomi Inggris yang diprediksi akan meningkatkan kemungkinan peluncuran kembali program pelonggaran kuantitatif. 

• Sementara itu BoE dalam quarterly inflation report memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Inggris seiring berkembangnya krisis Uni Eropa. Namun  demikian,  BoE  menyatakan  tidak  akan  terburu‐buru  untuk  meluncurkan  kembali  program  pelonggaran  kuantitatif.  Penryataan  tersebut  mendongkrak  minat terhadap sterling karena dengan program QE, maka akan meningkatkan suplai poundsterling di pasar keuangan dan menekan kinerjanya terhadap  mata uang lain. 

• Ekonomi Inggris oleh BoE diperkirakan akan berada mendekati kisaran nol persen pada tahun ini dan hanya bertumbuh sekitar 2 persen dalam 2‐tahun  mendatang,  jauh lebih rendah  dari proyeksi  pada QIR  kuartal sebelumnya yang memperkirakan pertumbuhan sebesar 2,67 persen.  Sedangkan tingkat  inflasi Inggris diperkirakan tidak mengalami perubahan sebesar 1,7 persen pada periode dua tahun kedepan. 


JAPAN
• Peluang  untuk  dilakukannya  intervensi  guna  mencegah  penguatan  yen  lebih  lanjut  terlihat  semakin  meningkat,  meskipun  baik  Bank  sentral  Jepang  maupun pemerintah Jepang tampaknya belum siap untuk mengambil langkah‐langkah guna meningkatkan pemulihan ekonomi yang masih sangat rapuh. 

• Ada 2 alasan mengapa yen terus menguat. Yang pertama adalah meningkatnya minat pada mata uang safe‐haven sejak krisis keuangan global dimulai 5  tahun lalu, dimana krisis utang zona euro terus memburuk dan menyebar.  Sentimen global dan kepercayaan investor pada kemampuan politisi Eropa dan Bank Sentral Eropa untuk menyelesaikan masalah dan mengakhiri krisis  zona euro telah mengalami pasang‐surut selama beberapa bulan. Harapan terbesar belakangan ini bahwa ECB memiliki "big bazooka" untuk mengatsi  krisis juga telah pudar.  

• Sedangkan alasan lainnya adalah yen telah menemukan support, khususnya terhadap dolar terkait masalah kebijakan moneter AS. Ditengah pemulihan  ekonomi  AS  yang  masih  rapuh,  ekspektasi  akan  dilanjutkannya  quantitative  easing  jilid  3  terus  berkembang,  mendorong  yield  dolar  melemah  dan  membuat yen lebih menarik dibanding dolar AS. 

• Meskipun  Bank  of  Japan  sedang  menggelar  pertemuan  kebijakan  moneter  selama  dua  hari  dan  meskipun  negara  itu  tetap  menghadapi  risiko  deflasi  mengingat  bahwa  CPI  turun  0,1%  dibandingkan  tahun  lalu,  bank  sentral  diperkirakan  tidak  akan  melonggarkan  kebijakan  moneternya  pada  tahap  ini  karena tetap berhati‐hati tentang risiko inflasi di masa depan. 


AUSTRALIA
• Australian  dan  New  Zealand  dollars  berjuang  untuk  membuat  kenaikan  Rabu  lalu,  tetapi  bertahan  dalam  jarak  yang  jauh  dari  kenaikan  level  tertingginya baru‐baru ini dari bertahannya harapan European Central Bank dan the Fed akan menambah lebih banyak stimulus segera.      

• Aussie  dollar  melorot  ke  level  $1.0545  <AUD=D4>,  dari  level  $1.0576  pada  penutupan  lokal  waktu  setempat  Selasa  sebelumnya,  yang  telah  mengalami aksi ambil untung mengikuti kenaikannya baru‐baru ini. Support terlihat kuat pada level  $1.0527, level terendah mingguannya, dengan  resistance pada level terkuat pertengahan Maret $1.0637.  

• Mata  uang  dollar  lokal  mencapai puncaknya  $1.0604  overnight,  level  tertinggi  dalam  empat  bulannya  setelah Reserve  Bank  of Australia (RBA)  terlihat tidak terburu‐buru untuk memangkas borrowing costs.  

• RBA  mempertahankan  tingkat  suku  bunga  bertahan  di  level  3.5  persen  Selasa  lalu,  mengatakan  terlalu  dini  untuk  melihat  pengaruh  dari  pemangkasan masa lampau yang sementara itu mencatatkan tanda‐tanda awal stimulus telah bekerja.  

• Harga Australian bond futures turun dengan kedepannya data tenaga kerja domestik dan Cina.  


SWISS
• Swiss franc menguat terhadap dollar ke level tertingginya dalam tiga hari di level 0.9745.  

• Dengan level terendahnya di level 0.9681. 

• Dengan data sebelumnya consumer confidence Swiss melorot hingga ‐17 pada kuartal ke tiga. 

Wednesday, August 8, 2012

Headline News 08.08.12




US & GLOBAL
• Bursa saham global menguat ke level tertinggi sejak 3‐bulan terakhir diiringi penguatan harga minyak ditunjang meningkatnya ekspektasi  dikalangan investor bahwa para pengambil kebijakan akan menempuh langkah tambahan guna menangani krisis hutang Uni Eropa dan  perlambatan ekonomi Amerika. Kinerja bursa saham global telah mendapat dukungan sejak awal pekan ini seiring indikasi bahwa ECB  akan melakukan pembelian obligasi beberapa negara bangkrut di eropa untuk menekan imbal hasil Spanyol dan Italia. 

• Sementara  itu  beberapa  analis  memprediksi  The  Fed  akan  mulai  meluncurkan  program  pelonggaran  kuantitatif  ketika  melakukan  sidangnya untuk periode September. Presiden The Fed Dallas – Richard Fisher menyatakan bahwa merupakan suatu kesalahan jika The  Fed baru akan meluncurkan program QE3‐nya mendekati pemilu Presidensial November mendatang.  

• Harga minyak melesat ke level tertinggi sepanjang 12‐pekan terakhir seiring ekspektasi akan adanya stimulus untuk menopang ekonomi.  Penguatan minyak juga didukung oleh meningkatnya kekhawatiran akan terhambatnya pasokan di kawasan Nort Sea pada September,  serta memanasnya tensi Timur Tengah dan musim badai di Teluk Meksiko. Harga minyak Brent untuk pengiriman September naik 2.45  USD ke 112 USD per barel, menguat diatas level 110 USD per barel sejak pertengahan Mei silam. Harga minyak jenis US Crude melonjak  1.47 USD ke 93.67 USD per barel.  

• Bursa saham Amerika ditutup menguat, dimana indeks S&P500 ditutup diatas level psikologis penting 1400 untuk pertama kalinya sejak  awal Mei. Sedangkan indeks MSCInaik 0,6 persen ke level tertinggi sejak awal Mei. 

• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> naik 51.09 poin, atau 0.39 persen ke 13,168.60. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> naik  7.12 poin, atau 0.51 persen ke 1,401.35. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> menguat 25.95 poin atau 0.87 persen ke 3,015.86. Namun  demikian volume perdagangan masih relatif tipis, dimana hanya sekitar 6.39 miliar lembar saham yang diperdagangan di New York Stock  Exchange, the American Stock Exchange and Nasdaq, dibawah rata‐rata perdagangan harian sebesar 7.84 miliar lembar.  

• Ekspektasi  akan  adanya  stimulus  lanjutan  dari  bank  sentral  menekan  harga  obligasi  Amerika.  Obligasi  pemerintah  Amerika  tenor  10‐ tahun harganya diperdagangkan turun 18/32 dengan imbal hasil 1,627 persen.  

• Bursa saham eropa mengalami perdagangan yang cukup bergejolak, pasca rilis data ekonomi Jerman yang mengecewakan, sementara  resesi  Italia  berlanjut  hingga  4  kuartal  berturut‐turut.  Saham‐saham  minyak  menguat  ditunjang  oleh  tingginya  harga  minyak  dunia,  mendukung indeks FTSEurofirst300 ditutup naik 0,8 persen ke level tertinggi sejak 4‐bulan terakhir.  

• Euro mendapat dukungan dari ekspektasi akan bantuan untuk Spanyol an Italia, hingga akhir sesi New York, euro diperdagangkan relatif  stagnan di 1.2399 setelah sempat mencapai day high di 1.2441. Investor masih menyimpan kekhawatiran akan langkah selanjutnya dari  ECB,  dimana  langkah  ECB  baru  akan  bisa  efektif  tatkala  sebuah  negara  memutuskan  permohonan  bailout  karena  ekonominya  yang  memburuk, hal mana akan meningkatkan kekhawatiran baru mengenai kondisi keseluruhan kawasan Uni Eropa.  

• ECB  sendiri  diperkirakan  akan  mulai  meneruskan  program  pembelian  obligasi  setidaknya  pada  September  mendatang,  yang  akan  ditargetkan pada obligasi maturitas pendek dengan memberikan tekanan pada pemerintah yang berkaitan untuk melakukan reformasi  keuangan. Namun demikian dana bailout permanen Uni Eropa haruslah disetujui oleh penyandang dana utama yaitu pemerintah Jerman,  dimana justru hingga saat ini belum memberikan sinyal persetujuan pada program pembelian obligasi tersebut.  


GOLD & COMMODITIES
• Harga  emas  mendekati flat  Selasa  lalu,  dengan  volume  perdagangan  yang  tipis  dari  rata‐ratanya  untuk  rangkaian  dua harinya karena  investor tidak pasti mengenai apakah bank sentral akan bertindak untuk menstimulasi gejolak ekonomi. 

• Logam mulia diperdagangkan pada kisaran yang sempit yang kurang dari $10 per ons, mengarah antara kenaikan tipis atau penurunan,  dengan menguatnya ekuitas AS, crude oil dan euro gagal untuk menarik kebanyakan aksi beli atau jual pada logam mulia. 

• Safe‐haven Bund futures (obligasi) Jerman memperluas penurunannya karena hasrat untuk aset‐aset yang beresiko diambil. Euro naik  kembali diatas level tertingginya dalam satu bulan terhadap dollar,  sementara itu saham‐saham  Eropa membagi penurunan awalnya  untuk beranjak menguat. 

• "Nobody really wants to step in front of the market and be a seller yet as the Fed seemingly just kicks the QE can down the road," David  Meger, direktur metals trading pada futures brokerage Vision Financial Markets.  

• "We still haven't received the positive news that everybody believed we would see at some point down the road. That's why we are in this  no man's land," tambahnya. 


OIL & COMMODITIES
• Harga oil naik ke level tertinggi 12 minggunya dalam rangkaian tiga harinya Selasa lalu dalam reaksi anjloknya pasokan pada North Sea,  mendukung untuk lebih besarnya pembelian obligasi oleh the Fed AS dan tensi di Timur Tengah.  

• Mencatatkan  kenaikan  tertinggi  settlement  sejak  15  Mei,  Brent,  crude  AS  dan  produk  futures  penyulingan  AS  bergerak  diatas  atau  mendekati moving averages utama untuk menambah dukungan pada sentimen bullish.  

• Badai kedua dari musim badai Atlantik mengancam Meksiko dan kerusakan kebakaran dari penyulingan terbesar di California, membawa  dukungan pada oil futures. 

• Presiden Boston Federal Reserve Bank Eric Rosengren mengatakan dalam wawancaranya dengan New York Times dan CNBC bahwa the  Fed  harus  mulai  membeli  Treasury/obligasi  dan  sekuritas  berjaminan  hipotek  dan  berlanjut  dilakukan  hingga  perekonomian  kembali  untuk menguat lagi.  

• Rosengren menandai dukungan ekspektasi investor bahwa the Fed kemungkinan belum dapat bertindak untuk memberikan lebih banyak  stimulus, meskipun dia bukanlah anggota pemungutan suara tahun ini pada komite pengatur kebijakan Fed's.  

• Produksi North Sea anjlok ke level terendahnya pada 720,000 bpd bulan September, berkenaan dengan pemeliharaan lapangan oil dan  penurunan alami, ditambah pengetatan pasokan dengan embargo Uni Eropa pada minyak Iran saat ini dalam rangkaian dua bulannya. 

• American Petroleum Institute (API) melaporkan Selasa lalu cadangan crude AS melemah 5.4 juta barrel minggu lalu, penurunan terbesar  daripada ekspektasinya. 

• Energy  Information  Administration  (EIA)  AS  Selasa  lalu  menaikkan  perkiraan  pertumbuhan  permintaan  oil  tahun  2012  hingga  90.000  barrel perhari menjadi 0.76 juta barrel perhari. 

• Dalam perkiraan bulan ini, badan tersebut menaikkan pertumbuhan permintaan oil untuk tahun 2013 hingga 140.000 bpd menjadi 0.87  juta bpd.

EURO ZONE
• Oder industri (industrial orders) Jerman turun melampaui ekspektasi di bulan Juni menyusul turunnya permintaan domestik dan zona euro, mengindikasikan dampak dari krisis  utang kawasan telah menerpa ekonomi negara terbesar perekonomiannya di zona euro tersebut. Data dari Kementerian Ekonomi menunjukkan order turun 1.7% di bulan Juni,  jauh di bawah ekspektasi turun 1%. Permintaan dari zona euro turun 4.9% sementara permintaan domestik turun 2.1%. Sedangkan satu‐satunya indikasi positif adalah order  dari negara‐negara di luar zona euro yang menunjukkan naik 0.6%. 

• Industrial output Jerman masih relatif lebih maju dibandingkan dengan produksi di negara zona euro lainnya seperti Italia, yang mencatat turun 1.4% di bulan Juni. Namun data  order industri Jerman ini telah memperkuat indikasi akan suramnya kondisi ekonomi di negara tersebut, dimana sektor manufaktur turun pada level terpesatnya selama lebih  dari 3 tahun di bulan Juli sementara new orders di sektor jasa turun ke level terburuknya selama lebih dari 3 tahun terakhir. 

• Survey sentimen juga menunjukkan penurunan, dengan indeks Ifo business Jerman menembus level terendahnya selama lebih dari 2 tahun di bulan Juli. Penjualan ritel juga  turun dan jumlah pengangguran meningkat. 

• Data lain menunjukkan ekonomi Italia melanjutkan resesinya di kuartal kedua dengan mencatat kontraksi 2.5% y/y, memberi tekanan bagi pemerintahan Mario Monti untuk  mengontrol krisis utang yang kian mengancam kelangsungan negara‐negara zona euro. Penurunan 0.7% PDB, hanya sedikit lebih baik dibanding penurunan 0.8% PDB di kuartal  pertama, yang berarti bahwa ekonomi negara G7 saat ini tengah mengalami kontraksi selama paling tidak setahun terakhir, berdasarkan laporan dari ISTAT. 

• Euro menguat untuk ketigakalinya terhadap dolar secara berturut‐turut pada hari Selasa, ditopang oleh ekspektasi bank sentral Eropa (ECB) telah mempersiapkan diri untuk  segera  melakukan  langkah  menurunkan  biaya  pinjaman  untuk  Spanyol  dan  Italia.  Meningkatnya  ekspektasi  bahwa  ECB  akan  melakukannya  di  awal  bulan  depan  untuk  mengurangi tingginya biaya pinjaman Spanyol dan Italia dengan membeli obligasi mereka telah memicu rally pada aset‐aset beresiko sejak Jumat lalu, dimana telah mengangkat  euro dan juga Aussie.  Setelah mencatat intraday high di $1.2441, euro kemudian bergerak di sekitar $1.2410 di sesi New York, atau naik 0.1%.  pada hari Senin, euro mencatat level tertinggi 1 bulan  di $1.2443. Sementara dolar naik 0.6% ke 78.72 yen, bertahan di atas level terendah 2 bulan di 77.90 yen yang dicapai pekan lalu. 


U.K.
• Sterling berbalik menguat terhadap euro setelah sempat mencapai level terendah sejak 1‐bulan terakhir, terdongkrak rilsia data manufaktur dan  industrial output Inggris untuk periode Juni yang mengungguli ekspektasi. Namun demikian para analis berpandangan data‐data tersebut belum  serta merta meredam tingginya ekspektasi pelonggaran kuantitatif lanjutan dari BoE yang akan berdampak negatif pada kinerja pound.  

• Sementara itu terhadap dolar AS, sterling berhasil menguat ke level tertinggi sejak sepekan terakhir. Hingga akhir sesi New York, sterling tercatat  menguat 0,12 persen ke kisaran 1.5620.  

• Perhatian pelaku pasar pada sesi ini akan tertuju pada rilis quarterly inflation report dari BoE yang akan memberikan gambaran penilaian bank  sentral  mengenai  perkembangan  harga  dan  ekonomi  Inggris.  Sementara  ini  terdapat  spekulasi  bahwa  BoE  akan  memangkas  proyeksi  pertumbuhan ekonomi, dan hal tersebut akan meningkatkan ekspektasi pelonggaran kuantitatif yang akan ditempuh sekiranya pada akhir tahun  2012  ini.  Jika  bank  sentral  menempuh  pelonggaran  kuantitatif  lanjutan,  maka  akan  menekan  kinerja  mata  uang  karena  meningkatkan  suplai  poundsterling dalam sistem keuangan Inggris.


JAPAN
• Menteri  Keuangan  Jepang  Jun  Azumi,  Selasa  kemarin  mengatakan  pemerintah  akan  memperpanjang  fasilitas  kredit  dolar  yang  bertujuan  membantu  perusahaan  yang  berinvestasi  di  luar  negeri  dengan  masa  enam  bulan  sebagai  bagian  dari  upaya  untuk  mengatasi  penguatan  yen.  Pemerintah  akan  memperpanjang program, yang dapat menyalurkan dana hingga 10 triliun yen ($127.81 milyar), sampai akhir tahun fiskal pada Maret 2013. 

• Skema ini pertama kali diluncurkan pada Agustus 2011 untuk jangka waktu satu tahun dalam menanggapi kenaikan yen yang cepat.  Menteri mengatakan keputusan itu dibuat mengingat peningkatan permintaan untuk fasilitas, sementara mempertimbangkan kebutuhan untuk melihat  risiko penguatan yen terhadap ekonomi Jepang. 

• Dolar sempat mengalami tekanan di sesi pagi terhadap yen di tengah ekspektasi pasar yang berkembang bahwa bank sentral Jepang akan melupakan  langkah‐langkah  pelonggaran  moneter  tambahan  selama  pertemuan  sidang  BOJ  pekan  ini.  Sebuah  keputusan  BOJ  untuk  menunda  pelonggaran  kredit  tambahan akan membantu mengangkat yen terhadap dolar. 

• Namun di sesi New York, dolar berangsur menguat hingga hit day high di 78.73 yen sebelum akhirnya bergerak di sekitar 78.66 yen. Penguatan ini terjadi  setelah pasar masih melihat kemungkinan BOJ melakukan intervensi untuk meredam penguatan yen lebih lanjut. 


AUSTRALIA
• Australian  dollar  naik  ke  level  tertinggi  empat  setengah  bulannya  terhadap  dollar  AS  Selasa  lalu  setelah  Reserve  Bank  of  Australia  mempertahankan tingkat suku bunga dan terlihat tidak terburu‐buru untuk memangkas borrowing costs.  

• Australian  dollar  <AUD=D4>,  yang  juga  naik  bersamaan  dengan  saham‐saham  di  Eropa  dan  aset‐aset  beresiko,  bertambah  0.3  persen  dalam  hariannya ke level $1.0604, level terkuatnya sejak 20 Maret.   

• Harga Australian bond futures turun setelah Reserve Bank of Australia mempertahankan tingkat suku bunga pada meeting bulan Agustus.  

• Hari ini rilis data housing finance pada pagi harinya untuk bulan Juni lalu. 


SWISS
• Cadangan foreign exchange Swiss naik lebih lambat pada bulan Juli sementara itu tingkat pengangguran bertahan turun dan harga‐harga turun  kurang  dari  ekspektasi,  memperkirakan  tekanan  pada  pembatasan  mata  uang  yang  mendukung  strategi  ekonomi  negara  yang  kemungkinan  berkurang.  

• Swiss National Bank tidak mengizinkan the franc untuk menguat melampaui 1.20 per euro sejak akhir September, terlihat untuk menjaga batas  kenaikan  lonjakan  safe‐haven  dari  investor  yang  menjauh  dari  krisis  utang  zona  euro,  yang  mana  telah  mengancam  negara  akhirnya  pada  deflationary spiral dan resesi.  

• Swiss National Bank dapat mempertahankan batas 1.20 per euro pada the safe‐haven franc, Menteri 
keuangan Swiss mengatakan Selasa lalu,  menambahkan dukungannya pada kebijakan tersebut.  

• "The  SNB  is  in  a  position  to  continue,  at  the  moment  there  are  no  inflationary  tendencies,"  Eveline  Widmer‐Schlumpf  mengatakan  dalam  konferensi berita pada ibukota Swiss. "Therefore I still think it's the right thing."  

Tuesday, August 7, 2012

Headline News 07.08.12


US & GLOBAL
• Bursa saham global dan euro naik pada sesi Senin ditunjang optimisme bahwa ECB akan memberikan lebih banyak bantuan  untuk negara‐negara yang terancam bangkrut di zona euro yang berada di bawah tekanan dari pasar obligasi.Penguatan  tersebut mengikuti kenaikan tajam akhir pekan lalu setelah rilis data non‐farm payrolls Amerika yang melebihi ekspektasi,  meredam  kekhawatiran  tentang  pertumbuhan  global.  Akhir  pekan  lalu  investor  menangkap  sinyal  bahwa  Yunani  telah  membuat kemajuan dalam program bailout, hal mana turut mendukung sentimen positif pelaku pasar. 

• Kekhawatiran  investor  mulai  mereda  pasca  pernyataan  Presiden  ECB  Mario  Draghi  akhir  pekan  sebelumnya  yang  menyiratkan  rencana  untuk  pembelian  obligasi  yang  bertujuan  untuk  membantu  menenangkan  gejolak  zona  euro,  yang  diperkirakan akan difokuskan pada Spanyol dan Italia. 

• Pengawas  dari  Dana  Moneter  Internasional,  Komisioner  Eropa  dan  Bank  Sentral  Eropa  ‐  yang  dikenal  sebagai  troika  –  memberikan kesimpulan terhadap kunjungan ke Yunani, dengan mengatakan mereka akan kembali lagi pada September  untuk  memberikan  putusan  akhir  mereka.  Mereka  mengatakan  Yunani  telah  membuat  kemajuan  dalam  melaksanakan  pemangkasan anggaran yang dibutuhkan untuk melanjutkan program bailout, tetapi mengingatkan bahwa masih terdapat  lebih banyak pekerjaan yang harus dipenuhi. 

• Bursa Wall Street naik ke level tertinggi dalam 3‐bulan terakhir, sementara bursa saham Eropa ditutup pada level tertinggi  dalam kurun lebih dari empat bulan terakhir dan imbal hasil obligasi Spanyol dan Italia berhasil menurun. Masalah yang  dialami zona euro tetap menjadi fokus utama para investor, meskipun tensi ketegangan sebenarnya masih bertahan karena  rincian  persis  akan  bagaimana  langkah  ECB  dalam  menstabilkan  obligasi  beberapa  negara  di  kawasan  tersebut  belum  menemui titik terang. 

• Indeks bursa saham global MSCI <MIWD00000PUS.> naik 0,7 persen ke level tertinggi sejak awal Mei. Indeks FTSEurofirst  300 <FTEU3.> berakhir naik 0,4 persen ke 1,085.79. Indeks Dow Jones Industrial Average <DJI.> naik 21,34 poin atau 0,16  persen, ke 13,117.51. Indeks Standard & Poor 500 <. SPX> naik 3,24 poin atau 0,23 persen, ke 1,394.23. Nasdaq Composite  Index <IXIC.> menguat 22,01 poin atau 0,74 persen, ke 2,989.91. 

• Obligasi Amerika tenor 10‐tahun <US10YT=RR> harganya menguat 03/32 dengan imbal hasil berkisar pada 1,560 persen. 

• Euro terakhir diperdagangkan menguat 0,1 persen terhadap dolar AS ke 1,2400 <EUR=>, setelah sempat mencapai day high  di 1,2443 pada sesi perdagangan Asia. Euro mencetak penguatan dwi‐harian sebesar hampir 2 persen, merupakan kinerja  dwi‐harian terbaik sejak akhir Oktober. Harga obligasi Spanyol dan Italia meningkat, yang ditunjang oleh prospek pembelian  obligasi oleh ECB. Imbal hasil obligasi Spanyol tenor 10‐tahun turun 14 bps menjadi 6,8 persen <ES10YT=TWEB>, merosot  lebih lanjut dari level tertinggi sepanjang sejarah di 7,78 persen yang sempat tercetak awal pekan lalu, sementara imbal  hasil obligasi Italia tenor 10‐tahun turun 6 bps lebih rendah ke 6,0 persen.  

• Harga  minyak  menguat  dalam  sesi  perdagangan  yang  tipis,  namun  cukup  bergejolak,  didukung  oleh  penguatan  ekuitas  meskipun diterpa gejolak yang sedang berlangsung di Timur Tengah. Minyak mentah NYMEX untuk pengiriman September  <CLU2> naik 80 sen ke 92,20 USD per barel. 



GOLD & COMMODITIES
• Harga emas naik Senin lalu, memperluas recovery dari hari sebelumnya dari penurunan empat harinya berturut‐turut, dari  kenaikan  ekuitas  AS  dan  crude  oil,  tetapi  volume  perdagangan  terlihat  untuk  mencapai  level  terendahnya  tahun  ini,  menggambarkan investor logam mulia mengubah sentimennya berkenaan dengan monetary easing oleh bank sentral AS.  

• Meskipun membaiknya data jobs, kebanyakan ekonom AS masih memperkirakan the Fed untuk melakukan lebih banyak  untuk menstimulasi pertumbuhan tahun ini,  dengan mayoritas melihat tindakan segera pada bulan September, meeting  berikutnya dari the Federal Open Market Committee.   

• Spekulasi  bahwa  the  Fed  kemungkinan  untuk  melancarkan  putaran  berikutnya  dari  quantitative  easing  –  pada  intinya,  mencetak uang – untuk mendorong pertumbuhan (ekonomi) AS telah dengan kuat mendasari harga emas tahun ini.  

• "The market is not committed to this move in gold, which is carried forward from last Friday. Gold has been stuck in the  middle of the range, waiting for a new impetus to push it through to higher levels," kata Frank McGhee, kepala precious  metals trader pada Integrated Brokerage Services LLC. 


OIL & COMMODITIES
• Oil  naik  Senin  lalu  dalam  rangkaian  dua  harinya,  ditutup  dalam  level  tertinggi  11  minggunya  dengan  pasar  saham  AS  melanjutkan  rally  ke  level  tertinggi  tiga  minggunya  dan  karena  para  trader  melanjutkan  untuk  memantau  berlanjutnya  gejolak di Timur Tengah.  

• Brent dan crude futures AS mengalami recovery dari penurunan yang diakibatkan aksi ambil untung setelah rally Jumat lalu  dari dukungan tambahan jobs AS dan harapan bahwa Eropa dapat mengatasi krisis utangnya.  

• Ekspektasi  dari  besarnya  langkah  stimulus  untuk  mendukung  beban  utang  zona  euro  dan  janji  terakhir  Cina,  konsumen  utama energi didunia, untuk mengintensifkan jalan dari kebijakan moneter untuk mendukung pembangunan ekonomi juga  membantu mempertahankan harga dasar dari oil. 

• "Equities moved higher and the dollar is a little lower and that may have been enough to stop the early profit taking after  Friday's big jump," ungkap Gene McGillian, analis pada Tradition Energy di Stamford, Connecticut.  

EURO ZONE
• Euro kembali menguat untuk hari kedua secara berturutan terhadap dolar ditengah sesi perdagangan yang tipis hari Senin, berkat optimisme mengenai  langkah lanjutan ECB untuk membeli obligasi pemerintah guna mengurangi biaya pinjaman di Spanyol dan Italia. Optimisme tersebut telah mendorong  penguatan euro selama 2 hari terbaiknya terhadap dolar selama lebih dari 9 bulan terakhir. 

• Euro  mencatat  intraday  high  terhadap  dolar  di  awal  sesi,  melanjutkan  rally  yang  terjadi  sejak  hari  Jumat.  Perdagangan  euro  menjadi  sedikit  goyah  memasuki sesi London, namun mata uang tunggal kembali mendapat sentimen positif pasar seiring naiknya bursa saham di sesi New York. 

• Euro terakhir tercatat bergerak menguat 0.2% di sekitar $1.2414, di bawah level intraday high di $1.2443 yang dicapai di sesi Asia, namun masih yang  terkuat sejak 5 Juli. Dalam 2 hari terakhir, euro telah mencatat kenaikan hampir 2%, kinerja 2 hari euro terbaiknya sejak akhir Oktober.  Euro tercatat melemah sekitar 0.1% terhadap yen di 97.08 yen, setelah mencatat intraday high di 97.79 yen, level terkuatnya sejak medio Juli. 

• Sebuah data sentimen konsumen Eropa menunjukkan penurunan dalam 5 bulan berturut‐turut di periode Agustus ke level terendahnya selama lebih dari  3 tahun menyusul masih berlangsungnya krisis utang zona euro, demikian dilaporkan oleh grup riset Sentix.  Indeks bulanan dari Sentix menunjukkan  sentimen di 17  negara  zona euro turun ke ‐30.3 di  bulan Agustus, turun dari ‐29.6 di bulan Juli  sebelumnya,  namun masih sedikit lebih baik dibandingkan jajak pendapat Reurters di ‐31.0.  Komentar dari Presiden ECB Mario Draghi pada hari Kamis lalu yang mengisyaratkan ECB akan memulai kembali untuk membeli obligasi pemerintah guna  mengurangi biaya pinjaman di Spanyol dan Italia terlihat telah mengurangi tekanan akibat data Sentix yang kurang memuaskan ini.  Sementara untuk komponen ekspektasi dari indeks tercatat naik tipis untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan terakhir, naik ke ‐23.3 dari ‐24 di bulan  Juli sebelumnya.  


U.K.
• Euro kembali menguat terhadap sterling setelah berhasil naik hingga level  0.7963 yang merupakan level tertinggi sejak awal Juli silam. Penguatan  euro tersebut didasari turunnya sentimen negatif investor terhadap euro seiring berkembangnya ekspektasi bahwa ECB akan bertindak untuk  menurunkan ongkos surat utang Spanyol dan Italia. Sementara pada saat yang sama sterling tertekan dampak dari buruknya rilis data ekonomi  akhir‐akhir ini.  

• Sterling  melemah  terhadap  dolar  AS  dipengaruhi  rilis  data  survey  perumahan  Inggris  yang  semakin  melengkapi  pandangan  akan  lemahnya  ekonomi pasca serangkaian rilis data pekan lalu yang dibawah ekspektasi para ekonom. Harga rumah Inggris untuk periode Juli turun ‐0.6 persen,  berdasarkan data dari Halifax, penurunan tersebut jauh lebih rendah dari perkiraan ekonom sebelumnya. Halifax merupakan bagian dari salah  satu perbankan ritel terbesar Inggris yaitu Lloyds Banking Group.  

• Perhatian  pelaku  pasar  pekan  ini  tetap  akan  tertuju  pada  Quarterly  Inflation  Report  dari  BoE  yang  akan  menyajikan  pandangan  bank  sentral  terhadap perkembangan ekonomi dan harga di Inggris. Saat ini berkembang prediksi dari pelaku pasar bahwa BoE akan memangkas perkiraan  pertumbuhan ekonomi Inggris untuk 2012‐2013. Investor diperkirakan cenderung mengambil langkah wait and see menjelang QIR BoE tersebut,  untuk menanggulangi kemungkinan sinyal pelonggaran kuantitatif ataupun pemangkasan suku bunga.   


JAPAN
• Sebuah  indeks  coincident  economic  indicators  Jepang  menunjukkan  turun  2.0  poin  di  bulan  Juni  dari  bulan  sebelumnya,  demikian  dilaporkan Cabinet Office, mencatat penurunan untuk ketiga kalinya secara berturut‐turut menyusul melambatnya ekonomi global telah  menekan upaya pemulihan ekonomi dalam negeri Jepang.  Sedangkan untuk indeks leading economic indicators, sebagai barometer untuk melihat perkembangan ekonomi dalam beberapa bulan  kedepan, tercatat turun 2.6 poin di bulan Juni. 

• Cabinet  Office  memangkas  ekspektasinya  untuk  coincident  index,  dengan  mengatakan  data  sedang  terhambat,  dibandingkan  pandangannya sebelumnya bahwa indeks menunjukkan peningkatan. 

• Pasar  akan  memfokuskan  pandangannya  pada  sidang  BOJ  pekan  ini  yang  akan  dimulia  pada  hari  Rabu.  Jika  terindikasi  adanya  upaya  intervensi oleh bank sentral, maka yen berpotensi untuk kembali melemah. 


AUSTRALIA
• Australian dan New Zealand dollar berada dalam area level tertinggi bulanannya Senin lalu sementara itu bond mengalami tekanan, karena aset‐ aset beresiko yang terdapat dalam komoditas hingga saham mengalami rally dari membaiknya laporan jobs AS.  

• Australian dollar berada pada level $1.0568 <AUD=D4>, yang telah naik mendekati satu sen dari penutupan Jumat lalu, didorong oleh kenaikan  tajam pada saham‐saham Asia yang dipimpin oleh Jepang, Hong Kong dan Korea.  

• Bank sentral terlihat untuk membuat tingkat suku bunga unchanged dalam rangkaian dua bulannya, meskipun tekanan inflasi masih rendah dan  business confidence berlanjut untuk surut.  

• Harga Australian bond futures berlanjut untuk tren turun setelah rilis dari membaiknya gambaran jobs AS.  


SWISS
• Swiss  franc  merosot  yang  sempat  mencapai  level  tertingginya  dalam  satu  bulan  terhadap  dollar  AS  Senin  lalu,  naik  bersamaan  dengan  euro  karena para trader meninggalkan perkiraan bearish pada mata uang tunggal setelah membaik dari ekspektasinya data jobs AS minggu lalu dari  membaiknya investor's risk appetite.   

• The franc telah diperdagangkan bersamaan dengan euro terhadap dollar sejak akhir September, ketika Swiss National Bank membatasi level 1.20  pada  the  safe‐haven  unit.  Investor  mencari  perlindungan  dari  krisis  utang  zona  euro  yang  telah  menumpuk  pada  the  franc,  yang  membawa  kenaikan tajam terhadap euro dan mengancam pada akhirnya Swiss menuju resesi dan deflasi.  

• Data Jumat lalu menunjukkan employers AS mengangkat lebih banyak pekerja dalam lima bulannya pada bulan Juli, menenangkan ketakutan  investor mengenai outlook perekonomian AS dan mengacaukan permintaan untuk aset‐aset beresiko.  

Monday, August 6, 2012

Headline News 06.08.12


US & GLOBAL
• Bursa  saham  global  menguat  hingga  2  persen,  harga  minyak  melonjak  hampir  5  persen  dan  euro  naik  pada  sesi  Jumat  ditunjang data non‐farm payrolls Amerika untuk periode Juli yang naik paling tajam dalam kurun 5‐bulan terakhir. Lonjakan  kinerja  aset  beresiko  juga  ditunjang  kembalinya  optimisme  bahwa  pembuat  kebijakan  di  Eropa  akan  segera  bertindak  untuk  menangani  krisis  utang.  Investor  menggarisbawahi  pernyataan  Presiden  Bank  Sentral  Eropa  Mario  Draghi  Kamis  pekan lalu dan menyimpulkan bahwa bantuan dari bank sentral tengah disiapkan, meskipun mungkin masih memerlukan  waktu lebih lama untuk menunggu saat itu tiba. 

• Laporan sektor ketenagakerjaan Amerika menunjukkan kenaikan non‐farm payrolls periode Juli meskipun pada saat sama  tingkat pengangguran juga naik menjadi 8,3 persen, yang terus menghidupkan harapan stimulus keuangan dari The Federal  Reserve.  Data  sektor  ketenagakerjaan  Amerika  tersebut  mengakhiri  perdagangan  yang  sangat  volatile  dalam  sepekan  terakhir,  diwarnai  sidang  ECB  dan  The  Fed  yang  keduanya  mengecewakan  pelaku  pasar  yang  berharap  akan  adanya  stimulus lanjutan guna menopang ekonomi Amerika dan menahan penyebaran krisis hutang eropa. 

• Euro <EUR=> naik hingga 1,2392 terhadap dolar AS dan berakhir menguat 1,7 persen ke 1,2385, mengukir performa harian  terbaik sejak akhir  Juni  silam. Dolar AS  menguat 0,5  persen  terhadap  yen, ke 78,58 yen <JPY=>,  setelah  mencapai level  tertinggi  dalam  dua  minggu  di  78,77.  ECB  pada  Kamis  lalu  mengindikasikan  kemungkinan  akan  mulai  membeli  obligasi  pemerintah  untuk  mengurangi  tingginya  biaya  pinjaman  yang  melumpuhkan  Spanyol  dan  Italia,  tetapi  Draghi  mengisyaratkan  bahwa  intervensi  apapun  belum  akan  terjadi  hingga  September.  Pemerintah  Spanyol  mendekati  kemungkinan untuk meminta bailout skala penuh, meskipun Perdana Menteri Mariano Rajoy mengatakan pihaknya masih  perlu mempelajari kondisinya dan bentuk penyelamatan apa yang perlu diambil oleh Uni Eropa. 

• Indeks bursa global MSCI <. MIWD00000PUS> berakhir naik 2,0 persen, sementara indeks saham Eropa <FTEU3.> berakhir  naik 2,5 persen.  

• Di bursa Wall Street, indeks S&P 500 naik ke level tertinggi sejak awal Mei. Indeks Dow Jones Industrial Average <DJI.> naik  217,29  poin  atau  1,69  persen,  ke  13,096.17.  Indeks  Standard  &  Poor  500  <.  SPX>  naik  25,99  poin  atau  1,90  persen,  ke  1,390.99. Nasdaq Composite Index <IXIC.> naik 58,13 poin atau 2,00 persen, ke 2,967.90. 

• The  Federal  Reserve  pada  Rabu  lalu  mengirim  sinyal  lebih  kuat  bahwa  babak  baru  dari  stimulus  keuangan  akan  segera  diterapkan jika pemulihan ekonomi Amerika belum menampakkan peningkatan. 

• Di  pasar  minyak,  minyak  mentah  NYMEX  untuk  kontrak  September  <CLU2>  naik  4,9  persen  ke  91,40  USD  per  barel,  peningkatan harian terbesar sejak 29 Juni. Pertumbuhan sektor ketenagakerjaan Amerik a yang mengungguli ekspektasi  pada periode Juli memicu sentimen optimis pada prospek permintaan minyak. Minyak mentah Brent naik 3,04 USD, atau  2,87 persen, ke 108,94 USD per barel. 

• Emas juga naik, dimana harga spot emas <XAU=> naik 0,9 persen ke 1,604.10 USD per troy ounce.  

• Harga  obligasi  Amerika  melemah  terdesak  laporan  ketenagakerjaan  tersebut.  Obligasi  tenor  10‐tahun  Amerika  <US10YT=RR>  harganya turun 30/32, dengan imbal hasil berada pada kisaran 1,58 persen.  




GOLD & COMMODITIES
• Emas naik kembali diatas 1 persen Jumat lalu karena dollar anjlok dan ekuitas rally pada data AS yang menambahkan lebih  banyak  pekerjaan  daripada  ekspektasi  bulan  lalu  yang  mendorong  hasrat  pada  aset‐aset  beresiko,  meskipun  naiknya  tingkat pengangguran yang membawa harapan investor untuk stimulus moneter dari the Fed. 

• Meskipun naik dalam hariannya, emas mencatatkan penurunan mingguan terbesarnya dalam enam minggu. 

• Logam mulia pada awalnya anjlok setelah, yang mana mengindikasikan bahwa U.S. employers mengangkat 163,000 pekeja  pada bulan Juli, terbanyak dalam lima bulannya, dibatasi ekspektasi bahwa the Fed akan meluncurkan kedepannya stimulus  moneter untuk mendorong perekonomian.  

• "Even though the nonfarm payrolls beat the estimates, the unemployment rate also rose, so the odds for a QE are all the  same," kata Nicolas Berge, seorang hedge fund trader pada Geneva‐based Absolute Capital Group yang menginvestasikan  pada logam mulia, commodities futures dan mata uang.  

• "The  increasing  expectation  of  central‐bank  actions  is  likely  to  help  gold  break  above  its  recent  trading  range,"  ungkap  Berge.




OIL & COMMODITIES
• Harga oil naik tajam Jumat lalu, dengan Brent mencapai level tertinggi 10‐minggunya, yang didorong dari laporan nonfarm  payrolls AS yang menunjukkan bahwa para majikan menambah lebih banyak jobs daripada ekspektasi pada bulan Juli.  

• Keduanya Brent dan crude AS pada fase yang mencatatkan kenaikan tipis mingguannya karena membaik dari ekspektasinya  kenaikan  pada  tambahan  jobs,  meskipun  dengan  kenaikan  tipis  pada  tingkat  pengangguran  menjadi  8.3  persen,  yang  memicu rally pada pasar ekuitas dan mendorong euro naik versus dollar.  

• Pelemahan pada mata uang AS dapat mendukung oil yang berdenominasi dollar dan komoditas lainnya.   
EURO ZONE
• Dolar jatuh pada hari Jumat dipicu data pekerjaan AS periode Juli yang dirilis lebih baik dari perkiraan dan harapan bahwa otoritas Eropa Otoritas Eropa  bisa menahan krisis utang di kawasan itu telah memberi semangat pada investor, menyebabkan keuntungan terbesar satu hari dalam sebulan untuk euro. 

• Mata uang tunggal zona euro telah bergerak menguat sebelum drilisinya data payrolls AS karena pandangan investor lebih optimis terhadap sidang ECB  hari Kamis sebelumnya yang memberikan sinyal untuk terus mendukung memerangi krisis utang Spanyol dan Italia. 

• Jumlah pekerjaan yang tersedia di bulan Juli mencatat peningkatan terbesarnya dalam 5 bulan namun kenaikan tingkat pengangguran menjadi 8.3% tetap  mempertahankan prospek untuk kelanjutan stimulus moneter dari The Fed, sebuah indikasi negatif bagi dolar. 

• Di pekan kemarin, The Fed mengirimkan sinyal kuat bahwa pihaknya akan melanjutkan putaran baru QE jika upaya pemulihan ekonomi tidak mengalami  kemajuan. Meskipun terjadi peningkatan pada perekrutan tenaga kerja di bulan lalu, namun mayoritas ekonom Wall Street memprediksi The Fed akan  meluncurkan putaran baru stimulus moneter tahun ini, paling cepat akan dilakukan pada bulan September. 

• Euro naik ke level intraday day high $1.2392 dan terakhir tercatat naik 1.6% di level $1.2378, kenaikan 1 hari terbaiknya sejak akhir Juni. Minat pada aset  beresiko juga mendorong menguatnya euro atas yen. Mata uang tunggal naik 2.1% ke 97.24 yen. Sementara dolar tercatat naik 0.4% terhadap yen ke level  78.54 yen. 

• Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy semakin dekat pada hari Jumat untuk meminta sebuah bailout Uni Eropa untuk negaranya tetapi mengatakan ia 
pertama perlu tahu kondisi seperti apa yang berhak menerima paket bantuan dan apa bentuk penyelamatan yang akan diterima. 

• Pekan ini mata investor akan tertuju pada serangkaian data ekonomi dari Cina dan juga lelang obligasi AS dan obligasi tenor 10 tahun dari pemerintah  Jerman.  Mereka  juga  akan  mencermati  langkah  ECB  terkait  pembelian  obligasi  dan  akan  meluncurkan  quantitative  easing  di  Eropa  sesuai  dengan  AS,  Inggria dan Jepang. 




U.K.
• Akhir pekan lalu euro menguat terhadap sterling ke level tertinggi sejak 3‐pekan terakhir di 0.7923, berhasil rebound dari pelemahan tajamnya  sejak  mencapai  level  terendah  dalam  kurun  3‐1/2  tahun  terakhir  di  0.7753.  Optimisme  pelaku  pasar  mulai  berkembang  pada  kemungkinan  pembelian obligasi Spanyol dan Italia oleh ECB. Meskipun demikian, para analis mengingatkan kemungkinan berlanjutnya pelemahan euro seiring  prospek penangan krisis yang belum tegas dan jelas.  

• Sterling sendiri berakhir menguat pada sesi Jumat akhir pekan lalu, terdorong penguatan euro dan bursa saham global setelah rilis data sektor  ketenagakerjaan Amerika mengungguli ekspektasi para ekonom. Kinerja sterling tidak terlalu terpengaruh rilis data aktifitas sektor jasa Inggris  untuk periode Juli yang melambat lebih dari perkiraan sebelumnya.  

• Pekan ini pelaku pasar akan mengamati rilis data industrial output untuk periode Juni yang diperkirakan memburuk menjadi ‐3,4 persen dari 1  persen (rilis 07 Agustus). Selanjutnya akan rilis data PPI untuk periode Juli yang diperkirakan naik dalam basis antar bulan menjadi 1,5 persen dari  ‐2.2  persen.  Namun  yang  akan  menjadi  fokus  utama  pelaku  pasar  adalah  rilis  Inflation  report  dari  Bank  of  England  pada  08  Agustus  untuk  mengamati penilaian bank sentral pada perkembangan harga dan ekonomi. 




JAPAN
• Bank  sentral  Jepang  diprediksi  akan  mempertahankan  kebijakan  moneternya  dalam  sidangnya  pekan  ini  namun  kemungkinan  akan  meningkatkan  peringatannya mengenai melemahnya permintaan global dan penguatan yen belakangan ini, sinyal kesiapan BOJ untuk melonggarkan kembali kebijakan  moneternya  jika  pemulihan  ekonomi  terancam  tersendat.  Namun  setelah  dolar  melemah  di  akhir  pekan  kemarin,  nampaknya  tekanan  pada  BOJ  agak  mereda. 

• Sebuah  jajak  pendapat  Reuters  menunjukkan  pertumbuhan  ekonomi  Jepang  nempaknya  akan  melambat  menjadi  0.6%  di  kuartal  kedua,  menyusul  rebound pada consumer spending mulai kehilangan momentumnya dan krisis utang Eropa telah menekan permintaan ekspor. 

• Ekspansi  pada  produk  domestik  bruto  (PDB)  akan  sebesar  separuh  dari  PDB  kuartal  pertama  dan  mencatat  2.5%  dalam  basis  tahunan,  yang  masih  mencatat lebih pesat dari 1.5% kenaikan tahunannya yang terjadi di AS di kuartal kedua. 

• Ekonomi Jepang diperkirakan akan terus tumbuh dan akan mencatat kinerja ekonomi yang lebih baik dibandingkan negara maju lainnya di tahun ini berkat  belanja pemerintah untuk kegiatan rekonstruksi pada kawasan yang terkena bencana gempa bumi tahun lalu di pantai timur laut Jepang. 

• Namun, analis telah memangkas perkiraan untuk output pabrik menyusul perlambatan ekonomi Cina dan keraguan baru tentang prospek ekonomi AS  yang terlihat semakin jelas.  

• Pekan ini mata investor akan tertuju pada serangkaian data ekonomi dari Cina dan juga lelang obligasi AS dan obligasi tenor 10 tahun dari pemerintah  Jerman.  Mereka  juga  akan  mencermati  langkah  ECB  terkait  pembelian  obligasi  dan  akan  meluncurkan  quantitative  easing  di  Eropa  sesuai  dengan  AS,  Inggria dan Jepang. 




AUSTRALIA
• Australian dollar terakhir diperdagangkan pada level $1.0555 <AUD=D4>, kembali dimana sempat berada dalam 24 jam lalu mengikuti sesi yang  bertahan yang terlihat turun satu sen setengah.   

• Australian dan New Zealand dollar bertahan mendekati level puncaknya yang pernah ada terhadap euro Jumat lalu setelah European Central Bank  cukup  mengecewakan  dengan  tidak  diluncurkannya  pembelian  obligasi  secara  langsung,  sementara  itu  permintaan  diluar  negeri  bertahan  terhadap dollar AS.  

• Harga Australian bond futures naik tipis, mengikuti kekecewaan dari meeting European Central Bank (ECB)  




SWISS
• Euro rally terhadap dollar Jumat lalu, naik lebih dari 1 persen, setelah data jobs AS mendorong investor pada hasrat untuk (aset‐aset) resiko.

• Euro <EUR=> mencapai level tertingginya $1.2318 pada data Reuters dan sempat diperdagangkan pada level $1.2315, naik 1.1 persen.

• Telah naik 1.7 persen ke level 96.82 yen <EURJPY=>.

• Dollar merosot secara meluas karena kenaikan pada risk appetite. Telah anjlok 1.1 persen ke level 0.9710 Swiss franc <CHF=> dan melorot 0.9
persen terhadap kenaikan mata uang utama lainnya <.DXY>.

• Harga properti Swiss turun untuk pertama kalinya dalam empat tahun pada kuartal kedua, indeks UBS's real estate menunjukkannya Jumat lalu,
mendapat tekanan pada pasar perumahan yang dapat distabilkan setelah persyaratan lending untuk mortgages dperketat.