title cover

title cover

Thursday, August 16, 2012

Headline News 16.08.12


US & GLOBAL
Bursa saham Amerika tetap stabil pada sesi Rabu, belum menjauhi level tertingginya sejak Mei, di tengah harapan stimulus bank  sentral untuk menopang ekonomi, meskipun ketidakpastian tentang tingkat dan waktu stimulus kemudian menekan kinerja euro  dan obligasi Amerika dan Jerman. Harga minyak di London mendekati level tertinggi dalam 3‐bulan, didorong oleh kekhawatiran  tentang  gangguan  pasokan  karena  ketegangan  Timur  Tengah,  sementara  fokus  rilis  data  ekonomi  Amerika  yang  melemah  mendorong emas kembali di atas level 1.600 USD per troy ounce. 

Kinerja positif bursa saham global dalam beberapa pekan terakhir ditunjang harapan bahwa ECB akan mengumumkan stimulus  keuangan  pada  September  untuk  menekan  imbal  hasil  obligasi  Spanyol  dan  Italia  dan  mencegah  pecahnya  zona  euro.  Para  investor juga meningkatkan ekspektasi bahwa The Federal Reserve akan memulai QE3, pada pertemuan September. Sementara  itu data ekonomi yang rilis akhir‐akhir ini baik dari Eropa dan Asia mendukung pandangan bahwa stimulus moneter diperlukan  untuk mencegah resesi ekonomi global, meskipun rilis data ketenagakerjaan dan penjualan ritel Amerika yang membaik sempat  menurunkan  ekspektasi  QE3.  Data  pada  sesi  Rabu  menambah  bukti  bahwa  ekonomi  Amerika  tidak  seburuk  seperti  yang  sebelumnya  ditakutkan.  The  Federal Reserve  melaporkan  peningkatan  0,6  persen dalam  produksi industri  pada  bulan  Juli,  dan  sebuah laporan sektor swasta terpisah menunjukkan bahwa pembangun rumah mencapai tingkat tertinggi dalam lebih dari lima tahun pada Agustus. 

Indeks Standard & Poor 500 <SPX.> bertahan pada kisaran level 1.400, mendekati level tertinggi dalam empat tahun. Para analis  mengatakan  bursa  Wall  Street  kemungkinan  akan  bertahan  di  sekitar  level  hingga  akhir  pekan.  Indeks  Dow  Jones  Industrial  Average <DJI.> berakhir turun 7,43 poin atau 0,06 persen, ke 13,164.71. Indeks S&P 500 <SPX.> ditutup naik 1,57 poin atau 0,11  persen,  ke  1,405.50.  Indeks  Nasdaq  Composite  <IXIC.>  naik  13,95  poin  atau  0,46  persen,  ke  3,030.93.  Indeks  saham  Eropa  <FTEU3.>  ditutup  melemah  0,11  persen  ke  1,100.74  poin,  sementara  indeks  bursa  saham  global  MSCI  <.  MIWD00000PUS>  berakhir melemah 0,09 persen ke 322,73. 

Ketidakpastian atas penentuan waktu stimulus bank sentral memacu penjualan obligasi Amerika dan Jerman. Obligasi Amerika  tenor  10‐tahun<US10YT=RR>  imbal  hasilnya  naik  menjadi  1,8103  persen,  level  tertinggi  sejak  16  Mei  menurut  data  Reuters.  Sedangkan harga Jerman Bund futures <FGBLc1> turun 95 basis poin menjadi 141,48, level terendah sejak 3 Juli. 

Tingginya imbal hasil obligasi Amerika membantu meningkatkan kinerja dolar AS terhadap yen <JPY=>. Hingga akhir sesi New York  dolar AS naik 0,19 persen ke ¥ 78,87  setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam 1‐bulan di ¥ 79,04. Sejalan dengan aksi jual  di  bursa  saham  dan  berlanjutnya  kekhawatiran  tentang  ekonomi  Eropa,  euro  <EUR=>  turun  0,28  persen  ke  1,2286  setelah  mencapai level terendah 1,2262 terhadap dolar AS. 

Ketegangan di Timur Tengah dan kekhawatiran ketatnya pasokan mendorong harga minyak ke tingkat tertinggi dalam tiga bulan,  dimana  mencuat  kekhawatiran  bahwa  Israel  akan  melancarkan  serangan  terhadap  Iran  dalam  beberapa  bulan  mendatang.  Persediaan minyak mentah Amerika berdasarkan data dari EIA turun 3,7 juta barel, lebih besar dari perkiraan penurunan sebesar  1,7 juta. 

Minyak  mentah  Brent  berjangka  <LCOU2>  naik  2,19  USD,  atau  1,92  persen,  ke  116,22  USD  per  barel,  sementara  minyak  AS  berjangka  <CLc1>  ditutup  naik  90  sen  atau  0,96  persen,  ke  94,33  USD  per  barel.  Emas  <XAU=>  naik  hampir  6  USD,  atau  0,36  persen, ke 1,603.80 USD per troy ounce. 


GOLD & COMMODITIES
Harga emas berbalik rebound pada penutupan Rabu lalu, menghapus penurunan awalnya, setelah data menunjukkan penurunan  yang tidak diekspektasi pada manufaktur di New York dan teredamnya inflasi konsumen, mendorong perhitungan dari putaran  berikutnya pada monetary easing AS yang mendukung emas.  

The New York Federal Reserve mengatakan laporan bahwa manufaktur di New York tidak diekspektasi mengalami kontraksi pada  bulan Agustus untuk pertama kalinya sejak bulan Oktober 2011 karena anjloknya new orders.  

Laporan terpisah menunjukkan consumer prices AS flat pada bulan Juli untuk bulan keduanya dan basis tahunan naik pada fase  terkecilnya  sejak  November  2010,  memberikan  the  Fed  ruang  untuk  stimulus  terkini  dalam  menangani  tingginya  tingkat  pengangguran.  

Hedge fund besar John Paulson menaikkan kepemilikannya dalam gold exchange‐traded fund nomor 1, SPDR Gold Trust, pada  kuartal kedua, suatu pertanda bahwa manajer keuangan menyukai logam mulia sebagai mata uang jangka panjang dan lindung  nilai dari inflasi.  

"We are stuck in a range and the investors have been very cautious on both ends of the $1,600 pivot point. Still, the market could  react in a moment's notice because the volume is that thin," ungkap Anthony Neglia, Presiden pada Tower Trading dan COMEX  gold options floor trader di New York.


OIL & COMMODITIES
Brent crude oil futures naik ke level tertinggi dalam tiga bulannya diatas level $116 per barrel Rabu lalu karena lebih besar  dari ekspektasinya penurunan pada cadangan crude AS dikombinasikan dengan ekspektasi turunnya produksi oil North Sea  untuk menunjukkan gambaran pengetatan pasokan pada kedua sisi dari Samudera Atlantik.  

Harapan  kedepannya  dari  stimulus  oleh  bank  sentral  utama  untuk  mendukung  pertumbuhan  dari  pelemahan  ekonomi  global  dan  kekhawatiran  dari  terhambatnya  pasokan  karena  naiknya  tensi  di  Timur  Tengah  yang  memberikan  dorongan  kedepannya pada (harga) oil futures.  

Persediaan crude oil AS anjlok 3.7 juta barrel minggu lalu, penurunan dalam rangkaian tiga minggunya, data dari Energy  Information Administration AS menunjukkannya. Penurunan yang jauh lebih besar dari perkiraan dengan merosotnya 1.7  juta barrel pada polling Reuters dari para analis. 

While the crude stock draw was larger than expected, "more importantly, we see the large dip in gasoline stocks ready to  push us higher into the second half of summer," kata Carl Larry, Presiden pada Oil Outlooks di New York.  

EURO ZONE
Dolar menguat terhadap sejumlah rival utamanya pada hari Rabu, dipicu oleh naiknya yield Treasury dan meredanya ekspektasi akan adanya kelanjutan pelonggaran kebijakan  moneter dari The Federal Reserve. Namun dolar terkoreksi dari level tertinggi 1 bulan terhadap yen Jepang setelah data menunjukkan inflasi dirilis flat dan indeks manufaktur  wilayah New York yang diluar dugaan mengalami kontraksi. 

Data hari Selasa sebelumnya menunjukkan retail sales AS naik di bulan Juli untuk pertama kalinya dalam 4 bulan terakhir, mendorong kalangan analis untuk menyimpulkan  bahwa perlambatan ekonomi di AS selama kuartal kedua nampaknya hanya akan sementara saja. 

Indeks dolar yang merupakan barometer untuk melihat nilai tukar dolar dengan sejumlah rival utamanya, naik 0.2% ke 82.667. 

Dolar telah mengalami tekanan jual seiring tumbuhnya ekspektasi bahwa The Fed akan melakukan pembelian obligasi atau quantitative easing lanjutan paling cepat di bulan  September.  Namun  kalangan  analis  mengatakan  jika  data  menunjukkan  ekonomi  AS  mengalami  peningkatan,  maka  kebutuhan  untuk  melanjutkan  stimulus  akan  mereda,  membantu mengangkat kembali dolar. 

Euro turun 0.3% terhadap dolar ke $1.2282. Euro juga melemah terhadap yen ke 96.90 yen.  Sementara dolar menguat sekitar 0.2% terhadap yen di 78.88 yen, setelah menguat ke level tertinggi 1 bulan di 79.04 yen sebelum rilis data AS. Dollar/yen sangat sensitif  terhadap pergerakan Treasury AS, dengan naiknya yield obligasi akan menaikkan daya tarik terhadap aset‐aset berdenominasi dolar. 

Perdana  Menteri  Yunani  Antonis  Samaras  akan  mengadakan  pertemuan  pertamanya  minggu  depan  dengan  para  pemimpin  zona  euro  sejak  menjabat,  berusaha  untuk  meyakinkan mereka bahwa pemerintahannya akan menghormati janji untuk melakukan penghematan lebih besar lagi dan menaksir apakah mereka bisa memberinya lebih  banyak waktu untuk mewujudkan semuanya. 


U.K.
Euro kembali melemah terhadap sterling, setelah sempat mencapai day low di 0.7821 yang merupakan level terendahnya sejak 2‐pekan terakhir. Pelemahan euro ini  dipengaruhi oleh penguatan dolar AS ditunjang oleh naiknya imbal hasil obligasi Amerika dan menurunnya ekspektasi akan pelonggaran moneter dari The Federal  Reserves.  

Sementara itu sterling menguat tipis terhadap dolar AS, meskipun gagal menembus level 1.5726 (previous low 14 Agustus) yang saat ini berfungsi sebagai resistance  yang efektif. Sterling bergerak dalam kisaran relatif sempit dalam sepekan terakhir, penguatan sterling sepekan ini dipengaruhi oleh rilis data ekonomi yang lebih  baik dari perkiraan para analis sebelumnya. Hingga akhir sesi New York, sterling tercatat mengalami penguatan tipis terhadap dolar AS ke kisaran level 1.5685. 

Diantaranya adalah rilis data sektor ketenagakerjaan Inggris untuk periode Juni dan Juli, dimana unemployment mengalami penurunan ke level terendahnya sejak  Juli 2011, menjadi 8 persen dari total angkatan kerja Inggris. Dimana secara detail terdapat penurunan pengangguran sebesar 46.000 menjadi total 2.564 juta jiwa.  Sedangkan  jobless  claims  untuk  periode  Juli  turun  ‐5900,  berdasarkan  data  dari The  Office  for  National  Statistics,  yang  mana  dipengaruhi  oleh  kenaikan  jumlah  penerimaan tenaga kerja dipengaruhi oleh adanya penyelenggaraan Olimpiade London 2012. Analis menyebut, perbaikan di sektor ketenagakerjaan ini lebih bersifat  temporer, dan tidak bisa diandalkan sebagai panduan prospek perbaikan kedepannya.


JAPAN
Pemerintah Jepang dilaporkan akan mempertahankan belanja umumnya sebesar 71 trilyun yen untuk tahun fiskal yang dimulai April 2013. Non‐debt servicing spending sebesar  71  trilyun  yen  adalah  level  yang  sama  dengan  tahun  fiskal  saat  ini,  dan  pemerintah  akan mengalokasikan  dana hingga 2 trilyun  yen  untuk  strategi  pertumbuhan  ekonomi.  Adapun jumlah total anggaran untuk tahun fiskal mendatang diperkirakan lebih dari 90 trilyun yen. 

Sementara itu, Conference Board Leading Economic Index(LEI) untuk Jepang turun 1.3% di bulan Juni menjadi 95.1, setelah turun 1.1% di bulan Mei dan turun 0.2% di bulan  April. Disaat yang sama, Conference Board Coincident Economic Index(CEI) untuk Jepang, sebuah barometer untuk melihat aktifitas ekonomi saat ini, naik 0.3% di bulan Juni  menjadi 98.6, setelah tidak mengalami perubahan di bulan Mei dan turun 0.3% di bulan April.  Conference Board LEI untuk Jepang telah turun untuk ketiga kalinya secara berturut‐turut, setelah naik tajam di kuartal pertama tahun ini. Akibatnya, perubahan enam bulan  pada indeks menjadi negatif ‐ pertama kalinya sejak September 2011.  

Dolar menguat terhadap sejumlah rival utamanya pada hari Rabu, dipicu oleh naiknya yield Treasury dan meredanya ekspektasi akan adanya kelanjutan pelonggaran kebijakan  moneter dari The Federal Reserve. Namun dolar terkoreksi dari level tertinggi 1 bulan terhadap yen Jepang setelah data menunjukkan inflasi dirilis flat dan indeks manufaktur  wilayah New York yang diluar dugaan mengalami kontraksi.  Dolar  menguat  sekitar  0.2%  terhadap  yen  di  78.88  yen,  setelah  menguat  ke  level  tertinggi  1  bulan  di  79.04  yen  sebelum  rilis  data  AS.  Dollar/yen  sangat  sensitif  terhadap  pergerakan Treasury AS, dengan naiknya yield obligasi akan menaikkan daya tarik terhadap aset‐aset berdenominasi dolar. 


AUSTRALIA
Australian  dan  New  Zealand  dollars  turun  tipis  yang  sempat  bersimpati  dengan  bursa  Asia  Rabu  lalu,  dengan  investor  menggunakan  permasalahan  pertumbuhan (ekonomi) di Cina dan besarnya aksi jual pada euro sebagai alasan untuk aksi ambil untung.  

Aussie <AUD=D4> turun ke level $1.0455, dengan level $1.0490 pada awal perdagangan, sementara itu New Zealand dollar <NZD=DD4> tertekan ke level  terendahnya dalam tiga minggu disekitar level $0.8040 menyusul kenaikannya baru‐baru ini.  

Harga Australian bond futures turun setelah data overnight menunjukkan penguatan pada penjualan ritel AS bulan Juli, kenaikan pertama kalinya dalam tiga  bulannya.  

Interest rate strategist JP Morgan Sally Auld mengatakan gambaran AS mendorong para trader Rabu lalu untuk beralih pada aset‐aset safe‐haven seperti  obligasi.  


SWISS
Harapan European Central Bank dapat dengan segera melangkah dengan stimulus terbaru untuk mendorong tidak sehatnya perekonomian zona euro ikut  mendorong euro dan Swiss franc menguat terhadap dollar Rabu lalu.  

Pemerintah  federal  Swiss  memperkirakan  untuk  menyelesaikan  surplus  bujet  tahun  2012  yang  tidak  diekspektasi,  didukung  sebagian  pada  penurunan  borrowing costs dari usaha resmi untuk mencegah investor dari membeli Swiss francs.      

Pemerintah mengatakan Rabu lalu bahwa ekspektasi surplus sekitar 1.5 milyar Swiss francs ($1.5 milyar), dibandingkan dengan proyeksi pada awalnya  untuk neraca keseimbangan.  

Swiss National telah menaikkan jumlah uang cash ke dalam pasar uang sebagai bagian dari kampanye untuk menghindari investor pada krisis utang zona  euro dan membatasi kenaikan nilai the franc 1.20 per euro.  

Wednesday, August 15, 2012

Headline News 15.08.12


US & GLOBAL
Bursa saham global dan harga minyak dunia menguat pada sesi Selasa, ditunjang oleh rilis data retail sales Amerika yang  mengungguli ekspektasi menunjang minat investor pada aset beresiko, meskipun buruknya data pertumbuhan ekonomi di  Eropa menguatkan ekspektasi untuk stimulus keuangan terbaru.  

Data retail sales Amerika dirilis menguat pada periode Juli, kenaikan pertama kalinya sejak 4‐bulan terakhir. Hal tersebut  meningkatkan ketidakpastian di pasar obligasi mengenai apakah pertumbuhan ekonomi Amerika telah melambat pada titik  dimana The Fed nampaknya harus meluncurkan stimulus keuangan terbaru pada sidangnya bulan depan. Ketidakpastian  tersebut kemudian berlanjut menekan harga obligasi pemerintah Amerika.  

Sementara  itu  harga  obligasi  pemerintah  Jerman  juga  turun  setelah  data  terakhir  dari  Jerman  dan  Perancis  berhasil  menahan  laju  kontraksi  ekonomi  zona  eropa  pada  triwulan  kedua‐2012.  Ekonomi  dari  17‐negara  anggota  zona  eropa  tercatat mengalami kontraksi 0,2 persen pada triwulan kedua‐2012, meskipun Jerman justru berhasil mencatat kenaikan  GDP sebesar 0,3 persen. Namun demikian prospek performa ekonomi zona eropa berdasarkan indicator ekonomi paling  mutakhir masih cenderung suram. 

Indeks S&P 500 mencapai tingkat tertinggi sejak tanggal 1 Mei lalu. Indeks Dow Jones Industrial Average <DJI.> ditutup naik  2,71 poin, atau 0,02 persen, ke 13,172.14. Indeks S & P 500 <SPX.> berakhir turun 0,18 poin, atau 0,01 persen, ke 1,403.93.  Indeks Nasdaq Composite <IXIC.> berakhir turun 5,54 poin atau 0,18 persen, ke 3,016.98.Indeks saham Eropa <FTEU3.> naik  0,66 persen ke 1,101.97 poin, sedangkan indeks bursa saham global MSCI <MIWD00000PUS.> naik 0,15 persen menjadi  323,01 poin. 

Rilis data retail sales Amerika yang membaik kemudian mendongkrak kinerja dolar AS terhadap yen dan menekan harga  emas. Dolar AS naik 0,55 persen terhadap yen ke 78.74, sedangkan euro turun 0,07 persen ke 1.2323. Harga emas turun  0,65 persen ke level terendahnya sejak lebih  dari 1‐pekan terakhir,  dimana berakhir pada kisaran 1598.49 USD per troy  ounce. Investor cenderung berhati‐hati dalam menunggu kepastian rencana penggelontoran stimulus keuangan oleh bank  sentral. 

Harga  minyak  dunia  menguat  seiring  rilis  data  ekonomi  Eropa  yang  masih  lebih  baik  dari  perkiraan  sebelumnya,  dan  menjelang rilis laporan cadangan minyak Amerika yang diperkirakan akan memperlihatkan penurunan stok minyak. Harga  minyak jenis Brent <LCOc1> ditutup naik 43 sen ke 114.03 USD per barel, sedangkan minyak jenis US Crude <CLc1> naik 70  sen ke 93.43 USD per barel. 

Di  pasar  obligasi,  obligasi  pemerintah  Amerika  dan  Jerman  harganya  mengalami  penurunan  seiring  aksi  investor  yang  memangkas kepemilikan pada aset safe haven terutama obligasi ditunjang oleh data pertumbuhan Jerman dan Perancis  yang tidak seburuk perkiraan. Harga obligasi pemerintah Jerman turun 77 basis poin ke 142.41. Sedangkan harga obligasi  pemerintah Amerika tenor 10‐tahun turun 18/32 dengan imbal hasil berkisar pada 1,727 persen. 



GOLD & COMMODITIES
Harga  emas  turun  Selasa  lalu,  karena  tingkat  kesehatan  dari  data  penjualan  ritel  AS  menekan  investor  emas  untuk  memperhitungkan kembali berdasarkan ekspektasi dari segera terjadinya pada putaran berikutnya monetary easing (QE3)  dari the Fed dan ikut mendorong dollar.  

Harga  platinum  bertahan  untuk  menguat,  setelah  tambang  platinum  terbesar  ketiga  dunia  Lonmin  <LMI.L>  <LONJ.J>  mengatakan  menghentikan  semua  operasinya  di  Afrika  Selatan,  yang  mana  menyimpan  sekitar  12  persen  dari  pasokan  global, setelah kekerasan dalam salah satu fasilitasnya dengan menewaskan sembilan orang. 

Emas kembali mendapat tekanan setelah data menunjukkan penjualan ritel AS naik pada bulan Juli untuk pertama kalinya  dalam empat bulan karena naiknya permintaan secara meluas, dari mobil hingga barang elektronik, yang menandai bahwa  konsumen  dapat  mendorong  pertumbuhan  (ekonomi)  kuartal  ketiga.  Emas  anjlok  sekitar  1  persen  setelah  rilis  data  AS  tersebut. 

"Better  economic  figures  may  make  the  Fed  postpone  or  do  away  with  additional  stimulus,"  kata  George  Gero,  vice  president pada RBC Capital Markets.  

Tanda‐tanda  yang  positif  dari  perekonomian  dapat  memangkas  peluang  dari  putaran  berikutnya  pada  langkah  stimulus  seperti  quantitative  easing  –  mencetak  uang  untuk  membeli  obligasi  ‐  ekspektasi  yang  mendukung  harga  dalam  bulan‐ bulan ini.  


OIL & COMMODITIES
Brent  oil  futures  ditutup  ke  level  tertinggi  dalam  tiga  bulannya  Selasa  lalu  karena  peningkatan  penjualan  ritel  AS,  terbatasnya  pasokan  crude  dari  North  Sea  dan  spekulasi  mengenai  stimulus  ekonomi  yang  menekan  pelemahan  data  pertumbuhan (ekonomi) zona euro. 

Crude AS ditutup naik mendekati 1 persen setelah data menunjukkan penjualan ritel AS untuk pertama kalinya naik dalam  empat bulan dan producer prices meningkat pada fase tercepatnya dalam lima bulan, keduanya mendukung sinyal untuk  oil.   

Penguatan data dari penjualan ritel AS, yang mana naik pada bulan Juli untuk pertama kalinya dalam empat bulan karena  naiknya permintaan secara meluas untuk segala sesuatunya dari mobil hingga barang‐barang elektronik, yang mendorong  kebanyakan dari pasar keuangan. Merupakan kenaikan terbesarnya sejak bulan Februari dan berada diatas ekspektasi para  analis. 

"I think the strength of the retail sales numbers and (gains in the) stock market have pushed up (oil) demand expectations,"  ungkap Carl Larry, Presiden pada Oil Outlooks LLC di New York.  

Pada pasca settlement trading, oil membagi kenaikannya setelah grup industri American Petroleum Institute mengatakan  stok crude domestik naik 2.8 juta barrel minggu lalu, menekan perkiraan penurunan 1.7 juta barrel pada polling Reuters.  

Para pelaku pasar sempat berharap Ketua the Fed AS Ben Bernanke akan mengumumkan putaran ketiga dari quantitative  easing bulan ini dan melihat untuk data bulan‐bulan mendatang untuk indikasi kedepannya sebagai suatu kemungkinan.  


EURO ZONE
Dolar menguat terhadap yen Jepang pada hari Selasa dipicu rilis data retail sales AS yang lebih baik dari perkiraan, dimana telah mendorong investor untuk mempertimbangkan  kembali kemungkinan Fed melancarkan stimulus moneter yang berdampak buruk pada dolar. Euro juga menguat terhadap yen, namun terlihat menguat terbatas terhadap  dolar, menyusul rilis data ekonomi Jerman dan Perancis yang lebih baik dari perkiraan masih tertekan oleh kekhawatiran terhadap melambatnya pemulihan ekonomi di zona  euro.  

Data AS semalam menunjukkan retail sales naik untuk pertama kalinya dlama 4 bulan terakhir di bulan Juli, mengindikasikan belanja konsumen dapat membantu mempercepat  pemulihan ekonomi di kuartal ketiga. Dolar menembus level intraday high di 78.93 yen, level tertingginya sejak 18 Juli. Dolar terakhir bergerak di sekitar 78.84 yen, atau naik  0.7%. Sementara laporan lainnya menunjukkan producer prices AS naik di bulan Juli pada level terpesatnya dalam 5 bulan terakhir. 

Meredanya ekspektasi diluncurkannya quantitative easing jilid 3 oleh The Fed dalam waktu dekat telah membantu mengangkat dolar. Jika The Fed meluncurkan QE3, maka akan  merugikan  dolar,  karena  nilai  mata  uang  akan  melemah  akibat  bank  sentral  mencetak  lebih  banyak  dolar.  Adapun  sidang  The  Fed  berikutnya  akan  digelar  pada  12‐13  September. 

Sementara  ekonomi  AS  menunjukkan  sinyal  pemulihan,  namun  sebaliknya  dengan  kondisi  ekonomi  di  sebagian  besar  zona  euro  yang  masih  mengalami  resesi.  Data  menunjukkan  ekonomi  zona  euro  secara  keseluruhan  mengalami  kontraksi  0.2%  di  kuartal  kedua,  menunjukkan  negara‐negara  sekeliling  zona  euro  bernasib  lebih  buruk  dibandingkan dengan negara‐negara ekonomi inti zona euro. Data sentimen investor dan analis Jerman (ZEW index) juga turun lebih rendah dari perkiraan di bulan Agustus.  Euro terakhir bergerak di sekitar $1.2330, atau naik 0.2% dibanding penutupan New York hari Senin. Euro sedikit terangkat setelah juru bicara mahkamah konstitusi Jerman  mengatakan  tidak  ada  penundaan  untuk  vonis  yang  dijatuhkan  pada  12  September  mengenai  dana  penyelamatan  zona  euro  dan  pakta  fiskal  Uni  Eropa.  Putusan  itu  kemungkinan akan menghapus beberapa ketidakpastian yang telah membuat pergerakan euro terbatas belakangan ini.   


U.K.
Sterling sempat menguat terhadap dolar AS ke level tertingginya sejak 2‐pekan terakhir ditunjang rilis data inflasi Inggris untuk periode Juli yang diluar perkiraan  ternyata mengalami kenaikan. Meskipun demikan analis mengingatkan penguatan sterling tersebut nampaknya akan terbatas seiring ekspektasi bahwa BoE pada  akhirnya akan  menempuh  pelonggaran  moneter  tambahan  dalam  waktu  tidak  lama  lagi.  Hingga akhir  sesi  New  York,  sterling  tercatat  melemah  0,13  persen  ke  kisaran 1.5677. 

Analis memprediksi inflasi Inggris akan melambat pada periode Juli, dalam basis antar tahun, namun kenyataannya inflasi di tataran konsumen / CPI mengalami  kenaikan ke 2,6 persen mengungguli ekspektasi 2,3 persen. Jika tekanan inflasi melambat maka akan mempermudah langkah BoE dalam menggelontorkan stimulus  keuangan  ,  namun  demikian  meskipun  inflasi  justru  naik  tidak  serta  merta  mengubah  pandangan  pelaku  pasar  bahwa  BoE  tetap  akan  menempuh  pelonggaran  kuantitatifnya.  

Inflasi  yang  naik  semakin  menurunkan  harapan  peningkatkan  tingkat  belanja  masyarakat  Inggris.  Resesi  yang  melanda  semakin  memberatkan  kondisi  ekonomi  masyarakat Inggris yang terpaksa menurunkan standar hidupnya untuk pertama kali dalam kurun 30‐tahun terakhir seiring naiknya pajak dan tingginya harga barang  yang  tidak  ditunjang  dengan  kenaikan  pendapatan.  Perdana  Menteri  David  Cameron  bahkan  mengingatkan  bahwa  pengetatan  anggaran  yang  sebelumnya  dtargetkan dalam 5‐tahun, ternyata berdasarkan perkiraan terbaru nampaknya akan berlangsung hingga 2020 mendatang. 

Pada sesi Rabu, pelaku pasar akan menantikan sejumlah rilis data ekonomi, diantaranya data sektor ketanagakerjaan Inggris untuk periode Juni dan minutes dari  sidang BoE awal Agustus lalu. 


JAPAN
Sejumlah  anggota  bank  sentral  Jepang  (BOJ)  mengatakan  bank  sentral  seharusnya  tidak  mengesampingkan  opsi  apapun  dan  siap  untuk  bertindak  jika  resiko  besar  muncul  sebagai akibat dari krisis utang Eropa, demikian minutes dari sidang BOJ bulan Juli menunjukkan, menandakan kekhawatiran bank atas krisis utang kawasan. BOJ juga khawatir  tentang perlambatan pertumbuhan di luar negeri, memperingatkan bahwa pemulihan mungkin agak tertunda sebagai dampak dari penyebaran krisis utang Eropa. Salah satu  anggota juga mengatakan bank sentral harus waspada terhadap risiko kenaikan yen dan harga saham yang jatuh, yang akan memukul ekonomi Jepang. Pada pertemuan Juli, BOJ  mempertahankan kebijakan moneter untuk ketiga kalinya secara berturut‐turut dan mempertahankan pandangannya bahwa perekonomian Jepang sedang menuju pemulihan  yang moderat karena mendapat dukungan dari permintaan domestik yang akan mengimbangi tekanan akibat perlambatan ekonomi global. 

Namun minutes juga mengindikasikan bahwa dewan kebijakan bank sentral menjadi kurang yakin bahwa pertumbuhan di luar negeri akan segera menopang dan mendukung  pemulihan  ekonomi  Jepang.  Sejumlah  anggota  BOJ  mengatakan  kuatnya  ekonomi  AS  dan  CIna  akan  membantu  pertumbuhan  ekonomi  global,  mengindikasikan  BOJ  mengandalkan peningkatan ekonomi di negara‐negara tersebut ketika memproyeksikan pemulihan ekonomi Jepang. Seiring adanya tekanan pada BOJ untuk melonggarakan  kebijakan moneternya, perwakilan pemerintah yang hadir pada pertemuan meminta bank sentral untuk bertindak "keras dan tegas" untuk mencapai target inflasi 1 persen.  

Dolar menguat terhadap yen Jepang pada hari Selasa dipicu rilis data retail sales AS yang lebih baik dari perkiraan, dimana telah mendorong investor untuk mempertimbangkan  kembali kemungkinan Fed melancarkan stimulus moneter yang berdampak buruk pada dolar.  

Data AS semalam menunjukkan retail sales naik untuk pertama kalinya dlama 4 bulan terakhir di bulan Juli, mengindikasikan belanja konsumen dapat membantu mempercepat  pemulihan ekonomi di kuartal ketiga. Dolar menembus level intraday high di 78.93 yen, level tertingginya sejak 18 Juli. Dolar terakhir bergerak di sekitar 78.84 yen, atau naik  0.7%.  Sementara  laporan  lainnya  menunjukkan  producer  prices  AS  naik  di  bulan  Juli  pada  level  terpesatnya  dalam  5  bulan  terakhir.  Meredanya  ekspektasi  diluncurkannya  quantitative easing jilid 3 oleh The Fed dalam waktu dekat telah membantu mengangkat dolar. Jika The Fed meluncurkan QE3, maka akan merugikan dolar, karena nilai mata  uang akan melemah akibat bank sentral mencetak lebih banyak dolar. Adapun sidang The Fed berikutnya akan digelar pada 12‐13 September.  


AUSTRALIA
Australian dan New Zealand dollar mengalami konsolidasi dibawah level tertinggi bulannya Selasa lalu dan rentan terhadap setiap kekecewaan dari data  Eropa dan AS yang dapat menambah permasalahan terhadap pertumbuhan (ekonomi) global.     

Aussie  <AUD=D4>  berada  pada  level  $1.0485,  yang  telah  melemah  0.5  persen  sehari  sebelumnya.  Para  trader  mengatakan  tekanan  dalam  posisi  euro/Aussie dapat terlihat untuk menge‐tes kembali level terendah Senin lalu $1.0497, dimana break untuk berlanjut pada target 20‐day moving average di  level $1.0460. Dengan level terendahnya pada level 1.0481. 

Pasar obligasi Australia turun setelah survei swasta menunjukkan dorongan pada business confidence bulan Juli.  

Survei National Australia Bank (NAB), menemukan bahwa business confidence naik pada bulan Juli, dibantu oleh komentar dari pengambil kebijakan dari  Eropa selama sebulan, yang mana memperkirakan bahwa stimulus ekonomi dapat terjadi.  

Pagi ini data sentimen konsumen Australia bulan Agustus dan berikutnya adalah laporan WPI untuk kuartal kedua.  



SWISS
Swiss franc bersamaan dengan euro naik terhadap dollar Selasa lalu, dengan mata uang tunggal terdorong oleh para pelaku pasar memperkirakan tekanan  dari rilis (data) ekonomi di Eropa dan AS berikutnya dalam harian kemungkinan memperkuat untuk lebih besarnya stimulus moneter untuk mendorong  pertumbuhan (ekonomi) global.   

Swiss producer and import prices mencatatkan penurunan dalam rangkaian empat bulannya pada bulan Juli, data menunjukkannya Selasa lalu, didukung  dengan Swiss National Bank yang menjaga untuk membatasi penguatan the franc untuk menangkal deflasi.   

Kombinasi  indeks  harga  turun  1.8  persen  dari  tahun  lalu,  sedikit  melorot  dari  perkiraan  1.7  persen  pada  polling  Reuters.  <ECONCH>  Indeks  turun  0.3  persen dalam bulanannya, the Federal Statistics office mengatakannya, melemah dari perkiraan para analis yang memperkirakan penurunan 0.2 persen.      

"Since the Swiss National Bank chiefly is keen on preventing deflationary trends, data on preliminary price levels is especially important. The data for July  should confirm the SNB in its policy," analis Commerzbank mengatakannya.   

Tuesday, August 14, 2012

Headline News 14.08.12


US & GLOBAL
Bursa  saham  global  melemah  pada  sesi  Senin  setelah  rilis  data  ekonomi  Jepang  yang  lemah  menunjukkan  perlambatan  ekonomi  global,  sementara  euro  naik  seiring  berkurangnya  posisi  jual  para  investor.  Bursa  saham  Eropa  membukukan  pelemahan harian terburuk sejak lebih dari 1‐pekan terakhir dan bursa saham Amerika meredam penguatan dalam 6‐sesi  terakhir setelah rilis data GDP Jepang hanya berekspansi sebesar 0,3 persen pada kuartal kedua. 

Pertanda lain dari melambatnya potensi permintaan global, data dari Departemen Perpajakan Cina menunjukkan output  untuk  tembaga  turun  6,8  persen  pada  Juli  dibandingkan  produksi  yang  sempat  mencapai  rekor  tertinggi  pada  bulan  sebelumnya. Konsumsi tembaga Cina dianggap sebagai patokan pertumbuhan industri. 

Indeks Dow Jones Industrial Average <DJI.> ditutup turun 38,52 poin atau 0,29 persen, ke 13,169.43. Indeks Standard &  Poor 500 <. SPX> turun 1,76 poin atau 0,13 persen ke 1,404.11. Nasdaq Composite Index <IXIC.> naik 1,66 poin atau 0,05  persen ke 3,022.52. 

Para investor masih mencari arah, dimana indeks S&P 500 bergerak tidak jauh dari level tertinggi dalam kurun lebih dari 4‐ tahun. Kinerja positif bursa ekuitas akhir‐akhir ini didorong oleh harapan akan pelonggaran lebih lanjut dari bank sentral di  tengah  sinyal  melemahnya  ekonomi  global.  Di  Eropa,  indeks  FTSEurofirst  300  <FTEU3.>  ditutup  turun  0,4  persen  pada  1,094.74 – penurunan harian terbesar sejak 02 Agustus lalu. 

Euro  naik  terhadap  dolar  untuk  pertama  kalinya  dalam  4‐sesi  terakhir  menyusul  berkurangnya  posisi  jual  para  investor.  Namun keraguan tentang kemampuan ECB untuk mengendalikan krisis utang di kawasan tersebut diperkirakan masih akan  memberikan tekanan pada euro. Sementara itu, sterling melemah terhadap euro di tengah ekspektasi bahwa data ekonomi  Inggris  pekan  ini  akan  memperkuat  potensi  stimulus  moneter  lanjutan  dari  Bank  of  England  untuk  menopang  perekonomian yang lesu. 

Euro berakhir dibawah level tertinggi dalam kurun 1‐bulan terakhir yang sempat tercapai pada pekan lalu. Euro <EUR=>  berakhir naik 0,39 persen ke 1,2337 dan indeks dolar AS <. DXY> turun 0,18 persen ke 82,406.  

Para analis memperkirakan euro akan bergerak dalam kisaran relatif sempit hingga 12 September, saat dimana Mahkamah  Konstitusi Jerman dijadwalkan akan memberikan putusannya pada dana penyelamatan zona euro dan pakta fiskal untuk  disiplin anggaran. 

Harga minyak naik dalam sesi perdagangan yang cukup volatile dan mencapai level tertinggi dalam kurun 3‐bulan terakhir  di tengah kekhawatiran tentang berkurangnya pasokan dari kawasan North Sea dan ketegangan di kawasan Timur Tengah,  meskipun kekhawatiran akan perlambatan pertumbuhan ekonomi global menahan laju penguatan. Harga minyak mentah  Brent  <LCOc1>  ditutup  naik  65  sen  ke  113,60  USD  per  barel.  Sedangkan  harga  minyak  mentah  AS  untuk  pengiriman  September <CLc1> tercatat turun 14 sen ke 92,73 USD per barel. 

Obligasi  pemerintah  Amerika  berhasil  rebound  pada  akhir  sesi  perdagangan,  ditunjang  oleh  maraknya  aksi  beli  investor  pasca aksi sell‐off yang cukup dramatis pada awal bulan ini. Obligasi tenor 10‐tahun Amerika <US10YT=RR> harganya tuurn  1/32 dengan imbal hasil naik ke 1,6607 persen. 



GOLD & COMMODITIES
Harga  emas  melemah  Senin  lalu  karena  terus  mengancamnya  ketidakpastian  mengenai  apakah  bank  sentral  akan  mengambil  langkah  untuk  mendorong  perekonomian  yang  mendorong  investor  melakukan  aksi  ambil  untung  setelah  kenaikan minggu lalu. 

Logam mulia mendapat dukungan dari hasil pelemahan dollar, dan spekulasi bahwa pelemahan pertumbuhan (ekonomi)  global akan mendorong kedepannya langkah stimulus dari para bank sentral.  

Minggu  lalu  lebih  dari  1  persen  kenaikan  pada  harga  emas  yang  tercapai  secara  meluas  didukung  harapan  ECB  akan  mengambil  langkah  kedepannya  seperti  pembelian  obligasi  untuk  mendukung  mata  uang  tunggal,  yang  mana  telah  tertekan tahun ini dari krisis utang zona euro.  

"Everybody seems to be waiting for this huge money printing that they think is going to happen which hasn't happened yet.  So  nobody  really  wants  to  bet  against  it,  but  at  the same  time  they  don't  want  to  go  long,"  kata  Doug  Roberts,  kepala  investment strategist pada Channel Capital Research.  


OIL & COMMODITIES
Harga  Brent  crude  naik  Senin  lalu  pada  perdagangan  yang  choppy,  mencapai  level  puncak  dalam  tiga  bulannya  dari  permasalahan mengenai pasokan North Sea dan tensi Timur Tengah, sementara itu kekhawatiran mengenai perlambatan  ekonomi global makin bertambah.  

Crude  AS  secara  singkat  sempat  melemah  dan  ekuitas  Wall  Street  anjlok,  ditekan  turun  oleh  data  yang  menunjukkan  perekonomian Jepang mengalami ekspansi dalam kuatal keduanya pada setengah laju dari yang diharapkan.  

Laporan terpisah menunjukkan perekonomian Yunani menunjukkan kontraksi hingga 6.2 persen dalam basis kuartalan yang  juga berhembusnya keprihatinan mengenai pertumbuhan ekonomi.  

Brent melonjak lebih dari $2 dan crude AS lebih dari $1 pada awal harian yang didukung dari pengetatan pasokan North Sea  dan  tensi  di  Timur  Tengah,  termasuk  intensifnya  perdebatan  di  Israel  pada  apakah  menyerang  Iran  dari  persengketaan  program nuklir.  

"The  likelihood  of  some  sort  of  intervention  to  stimulate  economies  is  supporting  the  market,"  kata  Christopher  Bellew,  seorang oil broker pada Jefferies Bache in London. "Also the North Sea, Iran and the Middle East are still a factor."  


EURO ZONE
Euro menguat terhadap dolar untuk pertama kalinya dalam 4  sesi terakhir di hari Senin dipicu  aksi  short covering, namun euro  masih  rentan tekanan  menyusul krisis politik dan ekonomi yang masih berkepanjangan. Perdagangan masih tipis dan euro masih berada di bawah level tertinggi 1 bulan yang  dicapai pekan lalu. Investor masih berharap ECB akan melakukan langkah‐langkah untuk menurunkan biaya pinjaman Spanyol dan Italia yang sudah sangat  tinggi dalam beberapa pekan kedepan. 

Presiden  ECB  Mario  Draghi  telah  memicu  penguatan  euro  dalam  bulan  ini  setelah  berjanji  akan  melakukan  segala  upaya  untuk  mengamankan  euro,  namun  investor  masih  berhati‐hati  dalam  menanggapi  pernyataan  Draghi  tersebut  karena  masih  adanya  ketidakjelasan  mengenai  langkah‐langkah  kongkrit apa yang akan dilakukan ECB. 

Banyak  analis  pasar  memprediksi  euro  masih  akan  bergerak  terbatas  hingga  12  September,  ketika  mahkamah  konstitusi  Jerman  menyampaikan  keputusannya mengenai dana penyelamatan zona euro dan pakta fiskal untuk disiplin anggaran. 

Euro menguat sekitar 0.4% di $1.2340, sedangkan terhadap yen, euro menguat 0.5% di sekitar 96.65 yen. 


U.K.
Sterling kembali melemah terhadap euro pada sesi awal pekan ini, terdesak ekspektasi bahwa data‐data fundamental ekonomi Inggris pekan ini  akan meningkatkan dukungan bagi pelonggaran moneter oleh bank sentral untuk menopang ekonomi. Euro tercatat menguat ke session high  0.7874 terhadap sterling setelah pada sesi akhir pekan lalu sempat anjlok ke level terendah sejak kurun 1‐1/2 pekan terakhir.  

Namun demikian sterling justru berhasil mencapai level tertinggi sejak 2‐pekan terakhir terhadap dolar AS menyusul pelemahan dolar AS secara  luas terhadap mata uang utama dunia lainnya. Pelemahan dolar AS tersebut didasari oleh berkembangnya ekspektasi bahwa ECB dalam waktu  dekat  ini  akan  melakukan  langkah  guna  menekan  imbal  hasil  obligasi  Spanyol  dan  Italia  untuk  menahan  penyebaran  krisis  eropa,  pandangan  tersebut menekan mata uang safe haven terutama dolar AS.  

Pada sesi Selasa pelaku pasar akan menantikan rilis data CPI Inggris yang pada basis antar tahun diperkirakan melemah menjadi 2,3 persen pada  periode  Juli.  Analis  memperkirakan  apabila  rilis  CPI  lebih  rendah  dari  perkiraan  maka  pelaku  pasar  diprediksi  akan  melihat  BoE  tidak  boleh  menunda lebih lama lagi untuk meluncurkan stimulus dan harus mengambil langkah cepat paling tidak sebelum November. Langkah pelonggaran  moneter  biasanya  berdampak  negative  pada  mata  uang  karena meningkatkan  money  supply  di  pasar  keuangan.  


JAPAN
Yen Jepang tidak banyak terpengaruh oleh rilis data PDB Jepang kuartal kedua yang lebih rendah dari perkiraan. Namun melambatnya aktifitas  ekonomi meningkatkan ekspektasi bank sentral Jepang (BOJ) dan pemerintah telah siap untuk menambah stimulus, sebuah langkah yang akan  berdampak pada melemahnya yen dalam jangka pendek kedepan. 

Dolar menguat 0.1% di sekitar 78.30 yen, bertahan di atas level terendah 2 bulan di 77.90 yen yang dicapai awal Agustus ini, sementara euro  menguat 0.5% di 96.65 yen. 

Ekonomi  Jepang  mencatat  ekspansi  0.3%  di  periode  April‐Juni,  setengah  dari  ekspektasi  pasar,  meningkatkan  keraguan  mengenai  kuatnya  pemulihan  yang  ditopang  oleh  consumer  spending  yang  nampaknya  telah  kehilangan  momentumnya  dan  krisis  utang  Eropa  telah  menekan  permintaan  global.  Data  PDB  ini  memberikan  indikasi  baru  menegenai  perlambatan  ekonomi  global,  menyusul  melemahnya  pertumbuhan  ekonomi di AS, Eropa dan Cina, telah memperkuat ekspektasi bahwa dewan kebijakan moneter Jepang akan melakukan langkah‐langkah untuk  mendongkrak pemulihan ekonominya. 


AUSTRALIA
Australian dan New Zealand dollars berjuang untuk naik terhadap dollar AS Senin lalu karena investor berbalik hati‐hati mengenai perlambatan  pertumbuhan (ekonomi) global, tetapi mata uang masih mendekati level puncaknya terhadap euro.  

Australian dollar <AUD=D4> sedikit merosot ke level $1.0556, dari level $1.0572 pada awal perdagangan, dengan level puncaknya $1.0615 minggu  lalu, level tertingginya sejak akhir Maret.  

Hasrat  pada  risk  asset  terbatas  dengan  kebanyakan  bursa  Asia  berada  dalam  area  merahnya  dan  kedepannya  bukti  dari  perlambatan  pertumbuhan (ekonomi) global.   

Data  Senin  lalu  menunjukkan  perekonomian  Jepang  bertumbuh  0.3  persen  pada  bulan  April‐Juni,  dibawah  kenaikan  0.6  persen  perkiraannya,  karena pembelanjaan konsumen mulia untuk kehilangan momentum dan ekspor tertekan dari krisis utang Eropa.  

Harga Australian bond futures melemah tipis dalam volume perdagangan yang tipis karena investor menunggu dari pengumuman mendatang dari  bank sentral AS, Eropa dan Cina.  


SWISS
Swiss franc melemah tipis terhadap dollar Senin lalu, ditengah harapan bahwa European Central Bank akan segera mengambil tindakan untuk  menenangkan krisis utang zona euro.     

The franc melemah 0.2 persen terhadap dollar untuk diperdagangkan pada level 0.9784 pada pukul 0630 GMT dibandingkan pada penutupan  New York, dengan level terendahnya 0.9704.  

The franc mengalami unchanged terhadap euro.      

Swiss  National  Bank  tidak  mengizinkan  the  franc  untuk  menguat  diatas  1.20  per  euro  sejak  akhir  September,  terlihat  untuk  menjaga  batas  kenaikan  arus  safe‐haven  dari  investor  yang  menghindar  krisis  zona  euro,  yang  mana  telah  mengancam  negara  pada  akhirnya  kepada  deflationary spiral dan resesi.   

Monday, August 13, 2012

Headline News 13.08.12


US & GLOBAL
Bursa saham Amerika membukukan penguatan beruntun dalam 6‐sesi terakhir pada sesi Jumat, sementara euro melemah  seiring rilis data ekonomi Cina yang dibawah perkiraan meredam ekspektasi stimulus keuangan. Penguatan bursa saham  akhir‐akhir ini terutama ditunjang oleh pernyataan Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi dua pekan lalu bahwa bank  sentral  siap  untuk  melakukan  tindakan  apapun  untuk  mempertahankan  euro,  meningkatkan  harapan  akan  pembelian  obligasi Spanyol dan Italia. 

Namun demikian rilis data ekspor Cina untuk periode Juli yang lebih rendah dari perkiraan, menurunkan mood pelaku pasar  dan  menekan  bursa  saham  Amerika  pada  sesi  Jumat.  Selain  itu,  data  juga  memperlihatkan  bahwa  pinjaman  baru  di  perbankan Cina mencapai level terendahnya sejak 10‐bulan terakhir, menunjukkan kebijakan yang pro pertumbuhan belum  cukup memadai dan nampaknya diperlukan tindakan lebih lanjut. Pelemahan ekspor Cina diantaranya termasuk penurunan  ekspor ke Eropa sebesar 16 persen dibanding periode tahun lalu. Beberapa ekonom mengatakan bank sentral Cina bisa saja  menempuh pelonggaran moneter pada pekan ini untuk menopang ekonomi. 

Euro  melemah  terhadap  dolar  karena  investor  cenderung  mengambil  sikap  hati‐hati.  Hingga  akhir  sesi  New  York,  euro  <EUR=> turun 0,1 persen ke 1,2290, setelah dalam sepekan terakhir sempat menguat hingga level 1,2443 pada awal pekan  lalu  dan  juga  sempat  turun  hingga  level  terendah  mingguan  di  1,2239.  Euro  mencatat  penurunan  mingguan  pertama  terhadap dolar dan yen dalam tiga pekan terakhir. 

Bursa saham Eropa ditutup melemah tetapi bursa Wall Street berhasil bangkit di akhir sesi dalam perdagangan tipis. Pasar  ekuitas  masih  relatif  stagnan  seiring  ketidakpastian  prospek  ekonomi  zona  euro.  Indeks  saham  Eropa  FTSEurofirst  300  <FTEU3.> berakhir turun 0,1 persen, sementara indeks ekuitas dunia MSCI <MIWD00000PUS.> turun 0,01  persen. 

Pekan  depan,  pelaku  pasar  akan  mengamati  rilis  data  PDB  triwulan  kedua  zona  euro  yang  diperkirakan  kontraksi  pada  ekonomi zona euro. Ekspektasi akan langkah tambahan dari ECB untuk menekan tingginya imbal hasil obligasi Spanyol dan  Italia. Namun sampai dengan belum adanya rincian dan kepastian mengenai hal tersebut, investor diperkirakan masih akan  berhati‐hati. 

Indeks Dow Jones Industrial Average <DJI.> naik 42,76 poin atau 0,32 persen, ke 13,207.95. Index Standard & Poor 500  <SPX.> naik 3,07 poin atau 0,22 persen, ke 1,405.87. Nasdaq Composite Index <. IXIC> menguat 2,22 poin atau 0,07 persen,  ke  3,020.86.  Di  bursa  New  York,  saham  klub  sepak  bola  Manchester  United  <MANU.N>  itu  berakhir  stagnan  pada  hari  pertama perdagangannya, berkutat di 14 USD per lembar. 

Harga obligasi Amerika menguat seiring maraknya pembelian aset safe haven oleh para investor, dimana obligasi tenor 10‐ tahun <US10YT=RR> harganya naik 11/32 dengan imbal hasil berada pada kisaran 1,657 persen. 

Harga minyak menurun setelah data memperlihatkan impor minyak mentah Cina turun pada bulan Juli dan juga tertekan  laporan dari International Energy Agency yang menunjukkan turunnya permintaan minyak global. Minyak mentah Brent  <LCOc1> turun 27 sen ke 112,95 USD per barel, sementara minyak mentah AS <CLc1> melemah 49 sen ke 92,87 USD per  barel. 


GOLD & COMMODITIES
Emas naik Jumat lalu, dan mencatatkan kenaikan dalam mingguannya, karena kekecewaan data perdagangan Cina dan data bank  lending  terbaru  yang  memperkirakan  pengambil  kebijakan  disana  kemungkinan  membutuhkan  tindakan  untuk  mendorong pertumbuhan (ekonomi) pada ekonomi terbesar kedua didunia tersebut. 

Logam  mulia  mencatatkan  kenaikan  mingguannya  1  persen  setelah  naik  Kamis  sebelumnya  dari  harapan  untuk  langkah  stimulus oleh data Cina yang menunjukkan aktivitas factory yang telah melambat tidak seperti ekspektasi.  

"Gold is up mainly because of the weak manufacturing numbers in China, suggesting that there is a pretty strong indication  we  are  going  to  see  more  quantitative  easing  there,"  kata  Jeffrey  Sica,  kepala  investment  officer  pada  SICA  Wealth  Management, yang mana telah lebih dari $1 milyar dalam aset‐asetnya.  

Departemen Pertanian AS Jumat lalu memangkas perkiraan dari produksi jagung di AS tahun ini karena kekeringan yang  memburuk dalam 56 tahun yang menghancurkan tanaman, yang mendorong harga naik ke level tertingginya. 

Emas mencatatkan penurunan pada awalnya bersamaan dengan saham‐saham Asia dan pasar keuangan lainnya setelah  data perdagangan Cina turun jauh dari ekspektasinya.  


OIL & COMMODITIES
Oil  melemah  Jumat  lalu  dari  data  yang  menunjukkan  impor  crude  oil  Cina  anjlok  dan  turunnya  dari  perkiraannya  permintaan dari International Energy Agency yang menambah permasalahan 

Data ditambah permasalahan mengenai permintaan untuk oil kedepannya dan mengimbangi harapan atau ekspektasi dari  langkah stimulus dari bank sentral yang bertujuan untuk mengangkat pertumbuhan (ekonomi) global.   

Brent dan crude AS mencatatkan kenaikan dalam rangkaian dua minggunya, dengan brent naik 3.68 persen dan crude AS  bertambah 1.6 persen.  

Data dari konsumen terbesar kedua dunia, Cina, menunjukkan ekspor bulan Juli naik hanya 1 persen dari tahun lalu, yang  memperkirakan  kebijakan  pro‐pertumbuhan  yang  telah  melambat  untuk  mendapatkan  traksi  dan  bahwa  banyaknya  tindakan penting yang mungkin dibutuhkan.  

Oil masih naik dalam dua minggunya, didukung oleh membaiknya data jobs pada pengguna terbesar didunia AS, mendapat  kekhawatiran dan optimisme mengenai prospek untuk langkah pelonggaran kebijakan moneter pada zona euro dan Cina.   


EURO ZONE
Ekonomi Jerman diprediksi akan tumbuh secara moderat di kuartal kedua namun beresiko menghadapi “resiko yang signifikan” terkait krisis zona euro, demikian  pernyataan kementrian ekonomi Jerman mengatakan. Setelah mencatat pertumbuhan yang kuat di kuartal pertama, momentum terlihat melemah akibat  melambatnya pertumbuhan ekonomi global. 

Hari Selasa besok, data produk domestik bruto (PDB) kuartal kedua Jerman akan dirilis yang diprediksi akan mencatat pertumbuhan yang tipis sebesar 0.2%. Namun  bahaya resesi di semester kedua tahun ini tengah meningkat, disaat blok mata uang tunggal Eropa sangat membutuhkan adanya pertumbuhan yang solid dari  negara terbesar ekonominya di zona euro. 

Euro terkoreksi terhadap dolar dan juga yen akibat meningkatnya risk aversion setelah data ekonomi Cina dirilis buruk. Data perdagangan CIna, digabung dengan  data ekonomi Eropa dan AS yang belakangan ini dirilis buruk telah meningkatkan kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi global, sehingga mendorong pelaku  pasar untuk menjauhi mata uang berimbal hasil lebih tinggi, seperti euro, Aussie dan dolar Kanada. 

Euro melemah sekitar 0.1% di $1.2297, turun dari level tertinggi 1 bulan di $1.2443 yang dicapai Senin lalu dan terkoreksi ke level terendah 1 pekan di $1.2239.  Sedangkan terhadap yen, euro jatuh 0.6% di sekitar 96.11 yen. 

Euro melemah terhadap yen dan juga dolar setelah ECB pada hari Kamis menurunkan penilainnya atas prospek pertumbuhan ekonomi zona euro. Eksportir Jepang  juga menjual euro untuk yen menjelang sesi libur “Bon”. 

Euro diprediksi masih akan melemah pekan ini menjelang rilis data PDB‐Q2 zona euro pada hari Selasa besok. PDB‐Q2 diprediksi turun 0.2% q/q dan turun 0.4% y/y.  Yen berpeluang melanjutkan apresiasinya setelah berlalunya undang‐undang untuk melipatgandakan tarif pajak konsumsi, dan rilis berikutnya untuk PDB‐Q2 Jepang  pada hari Senin.


U.K.
Sterling menguat tajam pada akhir sesi perdagangan Amerika, setelah sempat mencapai level day high di 1.5701, tertinggi sejak akhir Juli. Hampir tidak  ada  penjelasan  mengenai  penguatan  tajam  tersebut,  kecuali  sebagai  aksi  spekulasi  para  pelaku  pasar.  Hingga  akhir  sesi  New  York,  sterling  tercatat  menguat  0,2  persen  ke  1.5670.  Sementara  itu  euro  melemah  terhadap  sterling  ke  0.7826,  yang  merupakan  level  terendah  sejak  lebih  dari  1‐pekan  terakhir.  

Data pekan lalu memperlihatkan bahwa inflasi di tataran produsen Inggris untuk periode Juli mencapai level terendahnya dalam kurun 3‐tahun terakhir,  data  tersebut  mendukung  proyeksi  inflasi  BoE  yang  memperkirakan  penurunan  tekanan  inflasi.  Data  lain  memperlihatkan  bahwa  construction  output  mengalami penurunan 3,9 persen pada triwulan kedua 2012.  

Dalam  sepekan  ini  pelaku  pasar  akan  disuguhi  beberapa  rilis  data  ekonomi,  diantaranya  data  inflasi  (CPI  dan  RPI)  untuk  periode  Juli  yang  diperkirakan mengalami pelemahan sebesar ‐0.1 persen pada periode Juli sementara CPI pada basis antar tahun diperkirakan turun 2,3 persen.  Selanjutnya akan rilis data sektor ketenagakerjaan (Rabu 15 Agustus) dimana unemployment untuk periode Juni diperkirakan masih stabil di 8,1  persen.  Minutes  sidang  BoE  untuk  periode  Agustus  akan  menjadi  salah  satu  fokus  pelaku  pasar,  untuk  menangkap  sinyal  lebih  lanjut  dari  kemungkinan langkah BoE kedepannya. Yang  terakhir adalah rilis data retail sales Inggris untuk  periode Juli yang diperkirakan unchanged 0,0  persen dan dalam basis antar tahun turun menjadi 1,5 persen dibanding periode sebelumnya 1,6 persen. 


JAPAN
Melambatnya ekonomi global kemungkinan menunda pemulihan pada sektor ekspor Jepang, menyusul tidak adanya indikasi jelas mengenai peningkatan  pada permintaan global, demikian pernyataan BOJ, merupakan penegasan terhadap meningkatnya resiko terhadap pemulihan ekonomi dalam negeri.  

Dewan kebijakan berharap ekspor akan meningkat sebelum berakhirnya dukungan dari sektor belanja untuk pembangunan kembali sarana dan prasarana  yang hancur akibat gempa tahun lalu, yang nampaknya akan mencapai puncaknya di akhir tahun. 

Dalam  laporan  bulanannya,  BOJ  mempertahankan  penilaiannya  bahwa  pertumbuhan  ekonomi  global  akan  meningkat  secara  gradual  dan  mendorong  ekspor,  namun  mengingatkan  bahwa  ketidakpastian  soal  outlook  ekonomi  masih  tinggi.  Pernyataan  ini  terlihat  lebih  buruk  dari  sebelumnya,  ketika  mengatakan ekspor menunjukkan indikasi akan meningkat. 

Output pabrikan juga melemah dan nampaknya hanya akan mengalami kenaikan tipis untuk sementara waktu ini, demikian laporan Agustus, memberikan  peringatan bahwa perusahaan masih berhati‐hati untuk menaikkan produksinya karena permintaan global belum mengalami peningkatan. 

Dolar kembali melemah terhadap yen mendekati 78.00 pada perdagangan hari Jumat kemarin dipicu aksi jual eksporter Jepang menjelang libur musim  panas yang dimulai pekan ini. Dolar yang awalnya menguat terhadap yen berkat rilis optimis data ekonomi AS seperti jobless calims dan  trade balance,  namun kemudian kembali melemah mendekati 78.00 akibat tekanan jual eksporetr Jepang menjelang the "Bon" holiday season

Euro  melemah  terhadap  yen  dan  juga  dolar  setelah  ECB  pada  hari  Kamis  menurunkan  penilainnya  atas  prospek  pertumbuhan  ekonomi  zona  euro.  Eksportir Jepang juga menjual euro untuk yen menjelang sesi libur “Bon”. 

Euro diprediksi masih akan melemah pekan ini menjelang rilis data PDB‐Q2 zona euro pada hari Selasa besok. PDB‐Q2 diprediksi turun 0.2% q/q dan turun  0.4% y/y. Yen berpeluang melanjutkan apresiasinya setelah berlalunya undang‐undang untuk melipatgandakan tarif pajak konsumsi, dan rilis berikutnya  untuk PDB‐Q2 Jepang pada hari Senin. 

AUSTRALIA
Euro masih dibawah tekanan di Asia Jumat lalu dan Australian dollar tergelincir setelah melemah dari ekspektasinya data perdagangan Cina yang  meningkatkan kekhawatiran mengenai perlambatan (ekonomi).  

Pertumbuhan ekspor Cina bertumbuh hanya 1.0 persen pada Juli dari awal tahunnya, secara signifikan dibawah perkiraan pasar untuk naik 8.6  persen, sementara itu impor bertumbuh 4.7 persen, dibandingkan pada ekspektasi 7.2 persen.    

Australian  dollar  <AUD=D4>  melorot  0.5  persen  ke  level  $1.0518,  yang  menyentuh  level  terendah  dalam  mingguannya  hanya  sehari  setelah  mencapai level puncaknya $1.0615, level terkuatnya sejak 20 Maret.           

Kedepannya setelah data Cina, Aussie anjlok setelah rilis dari pernyataan kuartalan Reserve Bank of Australia pada kebijakan moneter, yang mana  mendorong  outlook  pertumbuhan  ekonomi  tahun  2012  tetapi  memperingatkan  penguatan  mata  uang  dapat  membatasi  pertumbuhan  untuk  tingkat yang lebih besar dari masa lalu. 

Federal Treasurer Wayne Swan mengatakan bank sentral penilaian optimis terbaru dari perekonomian Australia mendorong masa ketidakpastian  global.  

Harga Australian bond naik dari pelemahan data ekspor Cina dan komentar bank sentral menunjukkan pertumbuhan yang menguat dalam jangka  pendek.


SWISS
Swiss franc membukukan kenaikan hariannya ke level tertinggi versus dollar 0.9809 dengan level low juga menguat. 

Swiss  franc  sempat  mencatatkan  pelemahan  bersamaan  dengan  euro  terhadap  dollar  Jumat  lalu  setelah  melemah  dari  ekspektasinya  data  perdagangan Cina yang menghapus harapan ekonomi terbesar kedua didunia tersebut yang dapat membantu mendorong recovery global, yang  menekan risk appetite.  

Investor mencari aman pada the greenback, yang membawa penguatan terhadap mata uang utama dan mengguncang ekuitas global dari berita  bahwa ekspor Cina bertumbuh sangat tipis 1.0 persen pada bulan Juli dari awal tahun, jauh dibawah ekspektasi analis untuk naik 8.6 persen.  

The franc sempat melemah 0.1 persen terhadap dollar dibandingkan pada penutupan New York, yang diperdagangkan pada level 0.9767 francs  per dollar pada pukul 0608 GMT, membayangi pelemahan euro dan memperluas penurunan pada overnight.