title cover

title cover

Wednesday, August 22, 2012

Headline News 22.08.12


US & GLOBAL
Bursa saham Amerika melemah pada sesi Selasa karena aksi ambil untung pelaku pasar setelah sebelumnya sempat mendorong indeks  S&P 500 menuju level tertinggi dalam kurun 4‐tahun terakhir, namun euro menguat terhadap dolar di tengah harapan ECB akan segera  mulai membeli obligasi Spanyol dan Italia untuk mengatasi krisis utang. Biaya pinjaman Spanyol tenor 10‐tahun <ES10YT=TWEB> turun  10 basis poin menjadi 6,24 persen, sedangkan imbal hasil obligasi pemerintah Portugis merosot ke level terendah sejak April 2010. 

Persepsi investor mengenai menurunnya ancaman krisis Uni Eropa menjadi katalis penguatan bursa saham akhir‐akhir ini. Pada awal sesi,  indeks S&P500  <.  SPX> naik  ke  level  intraday  terkuat  sejak  Mei  2008,  sebelum  pada  akhirnya  memangkas  keuntungan  sebelum  level  resistance teknisnya. 

Tingginya ketidakpastian dan kekhawatiran investor mengenai persyaratan ECB untuk negara‐negara bermasalah yang meminta bantuan  dari dana penyelamatan zona euro sebelum beralih ke bank sentral, berarti bahwa krisis di Spanyol bisa lebih buruk dari sebelumnya.  Namun,  optimisme  atas  kemungkinan  tindakan  ECB  akhirnya  mendukung  sentimen  pelaku  pasar.  Surat  kabar  asal  Inggris,  The  Daily  Telegraph, mendukung laporan selama akhir pekan dari sebuah majalah Jerman bahwa ECB berencana akan menetapkan acuan pada  imbal  hasil  obligasi  Spanyol  dan  Italia.  Meskipun  hal  tersebut  dibantah  oleh  salah  seorang  juru  bicara  ECB,  yang  menyatakan  bahwa  belum ada keputusan yang diambil. 

Bursa  saham  Amerika  ditutup  melemah,  The  Dow  Jones  industrial  average  <DJI.>  berakhir  turun  68.06  poin,  atau  0,51  persen,  ke  13,203.58. The S & P 500 Index <SPX.> ditutup turun 4,96 poin, atau 0,35 persen, ke 1,413.17 dan The Nasdaq Composite Index <. IXIC>  turun 8,95 poin, atau 0,29 persen, ke 3,067.26. 

Indeks  saham  global  MSCI  <.  MIWD00000PUS>  justru  naik  0,3  persen  ke  326,34  setelah  mencapai  level  tertinggi  sejak  awal  Mei  di   328,21. Indeks The FTSEurofirst 300 <FTEU3.> juga naik 0,4 persen ke 1,109.55.  

Penguatan pasar keuangan dalam beberapa waktu terakhir ditunjang ekspektasi bahwa ECB akan membantu mengakhiri krisis hutang  Uni Eropa yang telah berlangsung sepanjang 2‐1/2‐tahun terakhir. 

Perdana Menteri Yunani Antonis Samaras akan bertemu Kanselir Jerman Angela Merkel, Presiden Perancis Francois Hollande dan Kepala  Eurogroup Jean‐Claude Juncker dalam beberapa hari kedepan untuk mencoba untuk mengamankan bantuan tambahan dari Uni Eropa,  IMF dan ECB, meskipun Yunani gagal memenuhi pemangkasan hutangnya. Samaras diharapkan akan melakukan lobi untuk perpanjangan  pemangkasan anggaran dalam 2‐tahun untuk mengurangi dampaknya. 

Euro <EUR=> tercatat naik 1 persen ke 1,2462 terhadap dolar AS, sementara dolar tergelincir 0,2 persen ke 79,24 yen <JPY=>. 

Harga  obligasi  Amerika  menghapus  kerugiannya  pada  awal  sesi,  bersamaan  dengan  bursa  saham  Amerika  yang  menghapus  kenaikan  pada awal sesi perdagangan. Obligasi Amerika tenor 10‐tahun <US10YT=RR> harganya naik 2/32 dengan imbal hasil pada 1,8036 persen. 

Harga minyak mentah Brent <LCOc1> naik 94 sen ke 114,64 USD per barel. Minyak menguat diatas 90 USD per barel pada akhir Juni lalu,  ditunjang oleh perawatan mesin produksi di kawasan North Sea dan meningkatnya kemungkinan konflik militer natara Iran dan Israel.  Minyak US crude <CLc1> naik 71 sen ke 96,68 USD per barel. 

Harga emas <XAU=> naik ke level tertinggi sejak 3‐1/2 bulan terakhir seiring pelemahan dolar AS, sementara platinum <XPT=> mendekati  level tertinggi sepanjang 2‐bulan terakhir yang sempat tercapai pada sesi awal pekan ini karena kekhawatiran atas hambatan pasokan  dari produsen terbesar yairu Afrika Selatan. Harga spot emas <XAU=> mencapai level tertinggi di 1,641.20 USD per troy ounce.   


GOLD & COMMODITIES
Emas naik ke level tertingginya sejak bulan Mei Selasa lalu, naik 1.2 persen, dari spekulasi European Central Bank akan bertindak untuk  membantu Spanyol dan Italia, sementara itu platinum juga naik ke level tertingginya dalam 3‐1/2 bulan karena kekerasan pada tambang  di Afrika Selatan menaikkan permasalahan mengenai pasokan.  

Logam mulia mencatatkan kenaikan terbesar dalam hariannya yang hampir dalam waktu sebulan, memperluas rally‐nya dalam rangkaian  lima harinya pada laporan ECB bergerak untuk menekan harga borrowing costs Spanyol dan Italia.  
Technical support membantu emas naik diatas 100‐day moving average, tetapi analis mengatakan 200 DMA dapat membentuk resistance  berikutnya. Aksi beli dari logam mulia juga terdorong oleh kenaikan ke level tertinggi empat tahunnya pada bursa Wall Street pada awal  harian dan naik tajamnya komoditas lainnya yang dipimpin oleh crude oil dan gandum.   

"There is still an overriding fear that the equities markets have appreciated beyond the point of sustainability so there is a level of fear  and desire for diversification into gold," kata Jeffrey Sica, chief investment officer pada SICA Wealth Management.   


OIL & COMMODITIES
Oil naik Selasa lalu dari harapan bahwa European Central Bank akan bertindak untuk mengatasi krisis utang regional yang mendorong crude futures dan membawa ekuitas AS ke level tertinggi empat tahunnya dan euro ke level puncak tujuh minggunya versus dollar.  

Optimisme  investor  bahwa  ECB  akan  mengambil  tindakan  untuk  menurunkan  borrowing  costs  Spanyol  dan  Italia,  meskipun  Senin  sebelumnya  bank  sentral  berusaha  untuk  meredam  spekulasi  yang  terkandung  dalam  laporan  yang  menyarankan  untuk  pembelian  obligasi pada negara zona euro jika borrowing costs mencapai level tertentu.  

U.S. front‐month September crude futures mencapai level tertinggi tiga bulannya diatas level $97 per barrel, dengan kontrak expire pada  akhir hariannya.  

Suatu perawatan yang berhubungan dengan produksi oil North Sea yang turun dan tingginya tensi di Timur Tengah karena kekerasan di  Suriah dan gejolak Iran dengan Barat berkenaan dengan program nuklir yang menambah dorongan pada harga oil.  

Persediaan crude AS melemah 6 juta barrel minggu lalu, grup industri American Petroleum Institute (API) mengatakan dalam laporan  mingguannya Selasa lalu, jauh lebih besar dari ekpektasi.  


EURO ZONE
Euro ditutup menguat terhadpa dolar AS setelah sempat mencapai level tertinggi sepanjang 7‐pekan terakhir, ditunjang oleh maraknya ekspektasi akan tindakan dari  ECB  untuk  menekan  tingginya  imbal  hasil  obligasi  Spanyol  dan  Italia.  Majalah  asal  Jerman  –  Der  Spiegel  melaporkan  pada  akhir  pekan  lalu  bahwa  ECB  akan  menetapkan target  spesifik  level  imbal  hasil dalam  program  pembelian  obligasi  yang  nantinya  akan  mereka tempuh.  Namun demikian  ketidakpastian  mengenai  efektifitas langkah ECB tersebut diperkirakan masih akan membatasi penguatan euro kedepannya.  

Hingga  akhir  sesi  New  York,  euro  tercatat  menguat  1  persen  terhadap  dolar  AS  ke  level  1.2462  setelah  sempat  naik  hingga  level  1.2488.  Euro  juga  mencatat  penguatan terhadap yen hingga mencapai level 99.18 yang merupakan level tertinggi sejak awal Juli silam. Terhadap sterling, euro juga tercatat menguat ke level  harian tertinggi 0.7907, yang merupakan level tertingginya sejak 2‐pekan terakhir. 

Harian The Daily Telegraph asal Inggris juga meluncurkan laporan senada yang mendukung kemungkinan rencana ECB untuk menekan imbal hasil obligasi Spanyol  dan Italia. Meski demikian, juru bicara ECB menegaskan laporan tersebut belum sepenuhnya benar, karena tidak ada keputusan yang telah diambil ECB.  

Imbal hasil obligasi Spanyol tenor 10‐tahun turun 11 basis poin ke 6,22 persen. Penurunan imbal hasil obligasi Spanyol tersebut juga diiringi penurunan imbal hasil  obligasi Italia dan Portugis. Imbal hasil obligasi Portugis untuk tenor 10‐tahun bahkan turun 21 poin ke level 9,48 persen, yang merupakan level terendahnya sejak  April 2010. 


U.K.
Sterling menguat terhadap dolar AS ke  level tertinggi  sejak akhir Mei silam,  setelah sempat mencapai level  harian tertinggi  di 1.5803,  berhasil menembus  level  resistance penting 1.5777, yang hampir setara dengan 50 persen retracement dari downward move antara 1.6301 – 1.5265. Hingga akhir sesi New York, sterling tercatat menguat 0,7 persen terhadap dolar AS ke 1.5780. Namun demikian sterling tercatat melemah 0,46 persen terhadap euro ke level terendahnya sejak 2‐pekan terakhir.  

Penguatan sterling disokong kinerja positif euro terhadap mata uang utama dunia lainnya, ditunjang oleh ekspektasi bahwa ECB akan segera meluncurkan program  pembelian obligasi untuk menekan tingginya imbal hasil obligasi Italia dan Spanyol. Harian The Daily Telegraph melaporkan bahwa terdapat kemungkinan ECB akan  menetapkan target spesifik level imbal hasil dalam program pembelian obligasi yang nantinya akan mereka tempuh. Ekspektasi tersebut mendongkrak sentimen  positif investor terhadap aset beresiko, yang turut menopang kinerja sterling. 

Sementara  itu  dari  sisi  fundamental  ekonomi,  kondisi  keuangan  publik  Inggris  untuk  periode  Juli  memburuk  setelah  adanya  penurunan  pendapatan  pajak  dari  korporasi,  hal  mana  memberikan  keraguan  bahwa  pemerintah  akan  bisa  menepati  target  pemangkasan  defisit  keuangan.  Kondisi  tersebut  juga  meningkatkan  prospek pemangkasan anggaran lebih lanjut melebihi yang sebelumnya direncanakan.


JAPAN
Dolar AS melemah dalam dua sesi beruntun terhadap yen setelah gagal menembus level resistance penting 79.66 (previous high 20 Agustus).  Pelemahan dolar AS terhadap yen ini ditunjang oleh meningkatnya minat investor terhadap aset beresiko setelah naiknya ekspektasi bahwa ECB  akan melakukan tindakan untuk menekan imbal hasil obligasi Spanyol dan Italia. Euro menguat terhadap yen ke level tertingginya sejak awal Juli  silam di 99.18.  

Sementara  itu  deputi  Gubernur  BOJ  –  Kiyohiko  Nishimura  menyatakan  bahwa  BOJ  mengkhawatirkan  kondisi  ekonomi  Cina  yang  disebutnya  memasuki  “zona  berbahaya”.  Pandangan  Nishimura  berlandaskan  pada  kemungkinan  gelembung  pada  harga  properti  Cina,  perubahan  demografik dan meningkatnya pinjaman di negara tersebut, yang memperbesar kemungkinan krisis keuangan yang akan melanda Cina. Penilaian  tersebut merupakan salah satu peringatan untuk ekonomi Jepang sendiri, karena Cina merupakan salah satu partner dagang terbesar Jepang,  sehingga kondisi ekonomi Cina akan berdampak pada permintaan produk asal Jepang. 


AUSTRALIA
Australian dan New Zealand dollar mendapat sedikit dorongan Selasa lalu setelah Reserve Bank of Australia (RBA) menyatakan isi dari kebijakan mereka, sementara  itu pembicaraan dari langkah stimulus pada wilayah Cina mendukung pada risk sentiment.  

Aussie <AUD=D4> naik dalam hariannya ke level tertinggi $1.0520, mendapat kenaikan setelah penurunannya yang mencapai level terendah tiga minggunya minggu  lalu.    

Bank sentral Australia tetap mempertahankan tingkat suku bunganya unchanged bulan ini karena pengaruh utama dari pemangkasan sebelumnya belum dirasakan  dan terdapat tanda‐tanda membaiknya aktivitas sebagai bagian dari perekonomian yang tidak menguntungkan dari booming pertambangan.  

Dalam minutes pada meeting kebijakan bulan Agustus yang dirilis Selasa lalu, Reserve Bank of Australia (RBA) tidak memberikan petunjuk apakah mungkin untuk  mempertimbangkan melonggarkan kebijakan moneternya kembali, meskipun tidak menutup pintu dalam pilihannya.  

"With inflation expected to be consistent with the target and growth close to trend, but with a more 
subdued international outlook than was the case a few months  ago, the Board judged that the stance of monetary policy remained appropriate," minutes mengungkapkannya.  


SWISS
Swiss  franc  anjlok  versus  dollar  Selasa  lalu,  dengan  investor  bertanya‐tanya  apakah  pengambil  kebijakan  zona  euro  akan  memutuskan  untuk  mengambil tindakan dalam memutuskan membawa turun borrowing costs dibeberapa anggota blok tersebut yang dilanda utang.  

The franc secara luas bergerak bersamaan dengan euro terhadap dollar untuk tahun lalu, berkenaan dengan pembatasan 1.20 per euro yang  dilakukan oleh Swiss National Bank pada the safe‐haven franc akhir 6. Sept. untuk menangkal deflasi dan resesi.  

Euro sempat meningkat 0.2 persen terhadap the greenback Selasal lalu, menghentikan level puncaknya 6 Agust., tetapi kenaikan terlihat rapuh  untuk terjadi kebalikannya, yang memberikan keraguan mengenai rencana pembelian obligasi European Central Bank senilai milyaran euro untuk  pemerintah Spanyol dan Italia dalam mengurangi kenaikan borrowing costs.  

Monday, August 20, 2012

Headline News 20.08.12



US & GLOBAL
Bursa saham global dan dolar AS menguat pada sesi Jumat akhir pekan lalu masih terinspirasi pernyataan Kanselir Jerman  Angela  Merkel  yang  mendukung  upaya  intervensi  ECB  untuk  menangani  krisis  hutang  zona  eropa.  Pernyataan  Merkel  tersebut merupakan dukungan bagi pernyataan Presiden ECB – Mario Draghi yang sebelumnya menegaskan kemungkinan  akan melakukan pembelian obligasi pada beberapa negara zona eropa yang bermasalah secara finansial. 

Data menunjukkan bahwa consumer sentiment Amerika untuk periode Agustus naik ke level tertingginya sejak Mei. Data  yang  dilansir  oleh  University  of  Michigan  dan  Thomson  Reuters  tersebut  menunjukkan  survey  terhadap  konsumen  memperlihatkan kenaikan 73.6 dari 72.3 pada periode Juli, mengungguli ekspektasi para analis sebesar 72.4. 

Euro melemah terhadap dolar AS dan yen setelah sempat mencapai level tertinggi dalam kurun 6‐pekan terakhir terhadap  yen. Antusiasme investor pasca pernyataan Merkel nampaknya mulai berangsur menurun seiring besarnya kekhawatiran  akan  kemungkinan  masih  adanya  ketidaksepakatan  antara  pemimpin  Uni  Eropa  berkenaan  penanganan  krisis  kawasan  tersebut. Euro berakhir melemah 0,2 persen ke kisaran 1.2334. 

Dolar  AS  menguat  ke  level  tertinggi  dalam  kurun  5‐pekan  terakhir  terhadap  yen  ditunjang  oleh  rilis  data  consumer  sentiment Amerika. Dolar AS sempat naik hingga level 79.57 yang merupakan level tertinggi sejak pertengahan Juli silam,  dan tercatat menguat 0,3 persen dan ditutup pada kisaran 79.55 yen. 

Harga  minyak  dunia  melemah  setelah  Amerika  Serikat  menyatakan  tengah  mempertimbangkan  kemungkinan  merilis  cadangan  minyaknya untuk  menekan  harga minyak  dunia  yang akhir‐akhir  ini  terdongkrak kemungkinan  serangan Israel  terhadap Iran. 

Harga minyak mentah  Brent berjangka untuk pengiriman Oktober <LCOc1> berakhir turun 1.56 USD ke 113.71 USD per  barel, sementara minyak mentah berjangka Amerika <CLc1> naik 76 sen ke 96,01 USD per barel.  

Indeks Dow Jones Industrial Average <DJI.> ditutup naik 25,09 poin atau 0,19 persen, ke 13,275.20. Indeks S & P 500 <SPX.>  berakhir  menguat  2,65  poin  atau  0,19  persen,  ke  1,418.16.  Nasdaq  Composite  Index  <IXIC.>  naik  14,20  poin  atau  0,46  persen,  ke  3,076.59.  Penguatan  saham  Apple  Inc  <AAPL.O>  ke  level  tertingginya  turut  menopang  kinerja  bursa  saham  Amerika. Namun demikian berdasarkan dari The CBOE VIX volatility index <.VIX> yang merupakan acuan dari kekhawatiran  pelaku  pasar  di  Wall  Street,  menurun  ke  level  terendahnya  dalam  kurun  5‐tahun  terakhir,  memberikan  tanda  bahwa  investor mulai melihat beringsutnya resiko pada outlook ekonomi. 

Bursa saham eropa bahkan mencatat kenaikan ke level tertinggi sejak 13‐bulan terakhir, seiring harapan bahwa pemangku  kebijakan akan menempuh langkah penanganan krisis hutang Uni Eropa. Bursa Saham Eropa <FTEU3.> ditutup menguat 0,5  persen ke 1110.16 poin. Indeks saham global MSCI <MIWD00000PUS.> menguat 0,1 persen menjadi 325,59.  

Imbal hasil obligasi Amerika tenor 10‐tahun <US10YT=RR> turun 1.8157 dengan harga yang naik 5/32. 


GOLD & COMMODITIES
Platinum mengalami rally  Jumat  lalu  dari  kekhawatiran  pasokan setelah  kekerasan  yang  mematikan ditambang terbesar  Afrika  Selatan  yang  menghentikan  produksi  pada  tambang  nomor  tiga  platinum  Lonmin,  yang  menekan  spekulasi  pembelian ditengah ekspektasi bahwa pasokan dari produksi terbesar dunia akan menurun kedepannya. 

Platinum  naik  lebihdari  2  persen  dalam  hariannya  dan  ditutup  naik  5.5  persen  dalam  mingguannya,  kenaikan  terbesar  mingguannya sejak akhir Februari. Palladium naik 4 persen untuk rally terbesar hariannya sejak awal Juli. 

Harga emas bergerak flat Jumat lalu dari ketidakpastian apakah the Fed AS dan bank sentral lainnya akan menggunakan  monetary easing untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.    

Polisi  Afrika  Selatan  menewaskan  34  para  demo  penambang  yang  bersenjata  dengan  golok  dan  tongkat  pada  tambang  Lonmin Marikana platinum Kamis lalu, yang menimbulkan perbandingan dengan brutalitas era apartheid.  

Kepala polisi Riah Phiyega mengatakan 78 orang terluka setelah pasukan menggerakkan terhadap 3,000 pendemo operator  bor yang berkumpul pada tanah berbatuan pada pertambangan, 100 km (60 mil) Barat laut dari Johannesburg.  


OIL & COMMODITIES
Brent crude futures untuk pengiriman bulan Oktober turun lebih dari 1 persen Jumat lalu pada pembicaraan kemungkinan  rilis cadangan minyak bumi strategis AS dan ekspektasi bahwa produksi North Sea akan rebound setelah pemeliharaan yang  mengekang produksi bulan September.   

Aksi ambil untung pada perdagangan brent/crude AS yang meluas juga merupakan suatu faktor, sehari setelah berakhirnya  kontrak brent September

"The market moved a long way in quite a short time and we are now seeing some profit‐taking," kata Eugen Weinberg,  global head pada commodities research dalam Commerzbank di Frankfurt. 

Front‐month  U.S. September  crude  menunjukkan  dorongan,  sedikit  naik  pada  perdagangan  yang  choppy, tetapi gasoline  <RBc1> dan heating oil <HOc1> futures turun tajam bersamaan dengan penurunan Brent.  

Setelah  kontrak  Brent  September  expired  Kamis  lalu,  October  Brent  membagi  kenaikannya  dalam  perdagangan  pasca  settlement dari berita White House "dusting off old plans" untuk rilis potensial pada cadangan strategis. 


EURO ZONE
Euro jatuh terhadap yen Jepang setelah sebelumnya menembus level tertinggi 6 pekan, menyusul investor menahan antusias mereka untuk mata uang  tunggal  menjelang  berbagai  even  penting  mendatang  yang  dapat  menguji  minat  terhadap  aset‐aset  beresiko.  Kenaikan  euro  awalnya  berasal  dari  komentar  pada  hari  Kamis  oleh  Kanselir  Jerman  Angela  Merkel  yang  menenangkan  kekhawatiran  pasar  tentang  perbedaan  pendapat  di  antara  para  pemimpin  zona  euro  tentang  bagaimana  mengatasi  krisis.  Merkel  mengatakan  bahwa  pernyataan  bulan  lalu  oleh  Presiden  Bank  Sentral  Eropa  Mario  Draghi bahwa ia akan melakukan apa pun untuk melestarikan euro adalah "sepenuhnya sejalan" dengan pendekatan yang dilakukan oleh para pemimpin  Eropa. Pernyataannya tersebut telah menaikkan ekspektasi bahwa ECB akan membeli obligasi Spanyol dan Italia bulan depan untuk menurunkan biaya  pinjaman di kedua negara tersebut. 

Pekan ini pasar akan menyoroti data indeks PMI zona euro dan minutes dari sidang terakhir The Fed. Jika data PMI dirilis optimis dan ada indikasi akan  segera dilakukan program quantitative easing (QE) jilid 3 oleh The Fed, maka berpotensi meningkatkan minat pada aset‐aset beresiko, termasuk mata  uang berimbal hasil lebih tinggi seperti euro. 

Euro terakhir bergerak di 97.95 yen atau turun 0.1%, setelah mencatat intraday high di 98.40 yen, level tertingginya sejak awal Juli. Sedangkan terhadap  dolar, euro melemah 0.3% di sekitar $1.2315. 

Adapun hasil jajak pendapat Reuters hari Kamis sebelumnya menunjukkan ECB akan memulai pembelian obligasi Spanyol dan Italia di bulan September,  dan akan memangkas suku bunga ke rekor terendahnya 0.5%. 

U.K.
Akhir  pekan  lalu  poundsterling  ditutup  melemah  terhadap  dolar  AS  seiring  beringsutnya  antusiasme  pelaku  pasar  pada  kemungkinan  pelonggaran  moneter oleh ECB dan juga The Fed. Aksi ambil untung mewarnai perdagangan sesi akhir pekan lalu, pasca penguatan tajam aset beresiko pada sepekan  terakhir. Hingga akhir sesi New York, sterling tercatat melemah 0,4 persen terhadap dolar AS ke kisaran level 1.5695. 

Data ekonomi Inggris dalam sepekan lalu menunjang pandangan bahwa ekonomi Inggris tidak sepenuhnya seburuk yang diperkirakan sebelumnya. Data  sektor ketenagakerjaan membaik, dan penjualan ritel meningkat serta inflasi yang secara diluar perkiraan justru naik, menurunkan kekhawatiran investor  akan kemungkinan berlanjutnya dampak terburuk bagi ekonomi Inggris, terutama yang berasal dari krisis hutang zona eropa.  

Anggota BoE – Paul Fisher mengatakan bahwa BoE kemungkinan akan mempertimbangkan perubahan pada program pelonggaran kuantitatif bergantung  pada  kesuksesan  dari  skema  pendanaan  perbankan  yang  didukung  oleh  pemerintah.  The  Funding  for  Lending  Scheme  tersebut,  menurut  Fisher  diperkirakan  akan  dapat  bekerja  secara  harmonis  dengan  program  pelonggaran  kuantitatis.  Skema  pendanaan  tersebut  menurut  Fisher  tidak  akan  menginjeksi  sistem  keuangan  Inggris  dengan  dana  tunai,  namun  dengan  menyediakan  80  miliar  pound  pinjaman  murah  untuk  perbankan  yang  dapat  disalurkan pada masyarakat dan sektor bisnis. 

Pekan ini pelaku pasar akan mengamati sejumlah rilis data diantaranya PSNB dan PSNCR Inggris untuk periode Juli dimana diperkirakan terjadi penurunan  sangat  signifikan,  dimana  apabila  sesuai  atau  lebih  buruk  dari  ekspektasi  (‐2.55  miliar  pound  untuk  PSNB)  maka  akan  memberikan  gambaran  nyata  anjloknya  tren  investasi  di  Inggris.  Selanjutnya  pelaku  pasar  akan  berfokus  pada  rilis  data  GDP  triwulan  kedua‐2012,  dimana  diperkirakan  masih  akan  terkontraksi sebesar ‐0,5 persen sedangkan dalam basis antar tahun diperkirakan terkontraksi ‐0,6 persen. 


JAPAN
Dolar  menguat  ke  level  tertinggi  5  pekan  terhadap  yen,  dengan  keuntungan  terakselerasi  setelah  sebuah  survey  menunjukkan  sentimen  konsumen AS meningkat di awal Agustus ke level tertingginya dalam 3 bulan. 

Pasar akan mencermati sidang The Fed tanggal 31 Agustus, ketika Kepala The Fed Ben Bernanke memberikan pernyataannya di Jackson Hole,  Wyoming. Jika ada indikasi akan segera dilakukan program quantitative easing (QE) jilid 3 oleh The Fed, maka berpotensi meningkatkan minat  pada aset‐aset beresiko, termasuk mata uang berimbal hasil lebih tinggi. 

Kuatnya  hubungan  antara  performa  dolar  terhadap  yen  dan  yield  spreads  antara  obligasi  pemerintah  AS  dan  Jepang  dapat  berpotensi  mendorong penguatan dolar jika yield AS naik lebih lanjut.  Dolar mencatat intraday high di 79.57 yen, level tertingginya sejak medio Juli. Dolar terakhir bergerak di sekitar 79.54 yen, naik 0.3%. 


AUSTRALIA
Australian dan New Zealand dollar mendekati level tertingginya sejak awal Mei terhadap goyahnya yen tetapi tidak dapat untuk bertahan naik  versus the greenback Jumat lalu (anjlok pada penutupannya), meskipun komentar dari Kanselir Jerman yang berusaha menenangkan investor.  

Kedua mata uang tersebut terlihat untuk naik ke level mingguan tertinggi pada yen, mencatatkan kenaikan mendekati 1 persen untuk kiwi dan 0.6  persen untuk Aussie.   

Euro  Jumat  lalu  mendapatkan  sebagian  besar  kenaikan  dari  sesi  sebeulmnya,  didorong  oleh  ekspektasi  dari  tindakan  yang  akan  datang  untuk  menghambat krisis utang zona euro yang lebih dari dua tahun.  

Kanselir  Jerman  Kamis  lalu  terlihat  mendukung  pada  komentar  oleh  Presiden  European  Central  Bank  President  Mario  Draghi  dan  mengatakan  suaranya untuk melakukan sesuatu yang penting untuk melindungi zona euro yang bersamaan dengan para pemimipnin Eropa. 


SWISS
Swiss franc Jumat lalu mendekat dengan kenaikan sebelumnya versus the greenback, dengan para trader memposisikan untuk langkah terbaru  oleh pengambil kebijakan zona euro untuk menenangkan krisis utang diblok tersebut.   

Kanselir  Jerman  Angela  Merkel  terlihat  untuk  mendukung  komentar  dari  Presiden  European  Central  Bank  President  Mario  Draghi  dan  mengatakan  suaranya  untuk  melakukan  segala  suatunya  yang  penting  dalam  melindungi  zona  euro  yang  bersamaan  dengan  para  pemimpin  Eropa.  

Sebuah polling Reuters pada awal Agustus mengindikasikan ekspektasi pasar untuk ECB dalam memulai pembelian obligasi yang menyebar ke  Italia dan Spanyol bulan September, dan memangkas tingkat refinancing ke level terendahnya 0.5 persen. 

Friday, August 17, 2012

Headline News 17.08.12


US & GLOBAL
Bursa  saham  dunia  naik  mendekati  level  tertinggi  3‐1/2‐bulan  pada  sesi  Kamis  didukung  oleh  pernyataan  pemerintah  Jerman  mengenai  upaya  ECB  untuk  mengatasi  krisis  hutang  kawasan,  sementara  data  ekonomi  Amerika  yang  mengecewakan  menekan  dolar  AS.  Sentimen  investor  terdongkrak  komentar  dari  Kanselir  Jerman  Angela  Merkel,  yang  mengatakan  pernyataan  Presiden  ECB  Mario  Draghi  bulan  lalu  untuk  melakukan  apa  saja  yang  diperlukan  untuk  mempertahankan euro adalah "sepenuhnya sejalan" dengan pendekatan yang dilakukan oleh para pemimpin Eropa.  

Pernyataan  Merkel  meningkatkan  prospek  ECB  mungkin  akan  segera  membeli  utang  Spanyol,  Italia.  Komentar  Merkel  menekan imbal hasil obligasi Spanyol tenor 10‐tahun <ES10YT=RR> ke level satu bulan terendah di 6,55 persen. 

Kenaikan  jobless  claims  Amerika  pekan  lalu  dan  penurunan  housing  starts  meningkatkan  ekspektasi  QE3  oleh  The  Fed  untuk membantu perekonomian lesu. Data‐data tersebut pada awalnya mendorong minat investor untuk membeli obligasi  pemerintah Amerika dan Jerman. Namun penguatan minat pada obligasi Amerika dan Jerman kemudian mereda setelah  imbal hasil obligasi Amerika mendekati kisaran moving average 200‐harian.  

Harga  minyak  mendekati  level  tertinggi  sejak  awal  Mei  di  tengah  kekhawatiran  tentang  gangguan  pasokan  akibat  ketegangan di Timur Tengah dan penurunan tajam persediaan Amerika. Dalam perdagangan komoditas, minyak mentah  Brent berjangka untuk pengiriman September <LCOc1> berakhir naik 65 sen atau 0,56 persen  ke 116,90 USD per barel,  sementara minyak mentah berjangka Amerika <CLc1> naik 1,35 persen ke 95,60 USD per barel. Harga emas menguat di  atas  level  1.600  USD  per  troy  ounce  seiring  harapan  stimulus  bank  sentral.Hingga  akhir  sesi  New  York,  emas  tercatat  menguat 0,7 persen ke 1.614.10 USD per troy ounce. 

Di  bursa  Wall  Street,  indeks  S&P  500  berhasil  bertahan  di  atas  level  1.400.  Para  analis  mengatakan  indeks  saham  kemungkinan akan bertahan di sekitar level ini hingga sesi akhir pekan. Indeks Dow Jones Industrial Average <DJI.> ditutup  naik 85,33 poin atau 0,65 persen, ke 13,250.11. Indeks S & P 500 <SPX.> berakhir menguat 9,98 poin atau 0,71 persen, ke  1,415.51. Nasdaq Composite Index <IXIC.> naik 31,46 poin atau 1,04 persen, ke 3,062.39. 

Di  antara  saham  penggerak  indeks,  saham  Cisco  Systems  naik  9,6  persen  <CSCO.O>  setelah  pembuat  piranti  jaringan  terbesar di dunia tersebut melaporkan earning yang lebih baik dari perkiraan dan meningkatkan dividennya. Pasar saham  Amerika secara umum menunjukkan ketahanannya, mengangkat indeks saham global MSCI <MIWD00000PUS.> menguat  0,76 persen menjadi 325,18, level tertinggi sejak 4 Mei. 

Bursa Saham Eropa <FTEU3.> menghapus kerugian di awal sesi, untuk kemudian ditutup naik 0,33 persen ke 1,104.37. 

Di pasar mata uang, dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama dunia setelah data jobless claims dan  sektor  perumahan  Amerika  lebih  buruk  dari  perkiraan.  Indeks  dolar  <.DXY>  menurun  0,32  persen  ke  82,38.  Sementara  pernyataan Merkel mengangkat kinerja euro <EUR=> yang naik 0,57 persen ke 1,2358. 

Akselerai  performa  bursa  saham  dan  euro  menekan  obligasi.  Obligasi  Amerika  tenor  10‐tahun  <US10YT=RR>  harganya  turun 6/32, dengan imbal hasil berkisar 1,838 persen. Obligasi Jerman <FGBLc1> naik 21 basis poin menjadi 141,62 setelah  mencapai level terendah sejak 2 Juli. 


GOLD & COMMODITIES
Harga emas menguat mendekati 1 persen Kamis lalu karena komentar dari Kanselir Jerman Angela Merkel dan kekecewaan  data manufaktur  dan perumahan yang mendorong spekulasi  bahwa para bank sentral kemungkinan untuk meluncurkan  langkah stimulus yang mendukung pada logam mulia yang mendorong pertumbuhan (ekonomi). 

Emas  mencatatkan  kenaikan  terbesar  hariannya  dalam  dua  minggu  setelah  Merkel  menyuarakan  mendukung  strategi  menggempur krisis dari Presiden ECB Mario Draghi. 

"The open interest in gold is indicating rallies are mainly short‐covering now. Also, the upcoming Jackson Hole conference  with (Fed Chairman Ben) Bernanke hopefully discussing a stimulus of some kind moved traders," ungkap George Gero, vice  president pada RBC Capital Markets.  

Harga tembus diatas level $1,600 pada akhir bulan Juli dari pembicaraan bahwa keduanya the Fed dan European Central  Bank  akan  mengambil  langkah  untuk  menstimulasi  perekonomiannya,  tetapi  laporan  sebaliknya  dari  pemerintah  bahwa  perekonomian AS berada dalam kisaran yang sempit.  

Monetary easing kedepannya akan menguntungkan emas yang mendorong likuiditas dan menjaga tekanan pada tingkat  suku bunga jangka panjang, menjaga opportunity cost dari bertahannya logam mulia level terbawahnya, serta mendorong  kekhawatiran inflasi dan menekan pada dollar. 


OIL & COMMODITIES
Oil  mencapai  kenaikan  ke  level  tertingginya  dalam  tiga  bulan  Kamis  lalu  karena  komentar  dari  Kanselir  Jerman  Angela  Merkel yang terlihat untuk mendukung usaha ECB dalam menggempur krisis zona euro yang mendukung ekuitas, menekan  dollar dan memberikan harapan pada stimulus ekonomi. 

"Oil got a pop on the Merkel comments, as did stocks, and the dollar is weaker and U.S. crude got some follow‐through  buying after pushing above yesterday's high," kata Addison Armstrong, senior director pada market research di Tradition  Energy di Stamford, Connecticut.  

Global crude oil benchmark Brent telah naik dari eskalasi kekhawatiran mengenai konflik berkenaan dengan program nuklir  Iran dan karena harapan investor untuk langkah stimulus dari para bank sentral, yang mana mendorong komoditas.  

Anjloknya produksi pada North Sea selama bulan September berkenaan dengan pemeliharaan juga memperketat pasokan  di Eropa dan membantu menaikkan harga dari light, sweet crudes untuk pengiriman segera.  


EURO ZONE
Dolar menembus level tertinggi 1 bulan terhadap yen pada hari Kamis setelah data menunjukkan jobless claims AS naik di pekan lalu, ditengah meredanya ekspektasi  akan kelanjutan pelonggaran moneter oleh The Federal Reserve. 

Dolar memangkas keuntungannya setelah data menunjukkan jobless claims naik di pekan lalu. Namun trennya terlihat menurun mendekati level terendah 4 tahun,  mengindikasikan pasar tenaga kerja terus berbenah diri. 

Peningkatan pada perekrutan tenaga kerja, naiknya retail sales dan manufaktur, telah meredakan ekspektasi The Fed akan segera meningkatkan upayanya untuk  mendongkrak perekonomiannya melalui pembelian obligasi putaran ketiga atau yang lebih dikenal dengan isitilah quantitative easing (QE).  The Fed akan kembali  menggelar sidang regulernya pada 12‐13 September mendatang. 

Dolar terakhir bergerak di sekitar 79.35 yen, naik 0.5%, namun turun dari level tertinggi 1 bulan di 79.39 yen yang dicapai di awal sesi.  Sedangkan euro mencatat intraday high di $1.2372 sebelum akhirnya bergerak di sekitar 1.2365, atau naik 0.6%. Euro juga mencatat intraday high di 98.17 yen dan  terakhir bergerak di sekitar 98.10, atau naik 1.2% dari posisi penutupan New York hari Rabu. 

Sentimen terhadap euro terlihat masih negatif akibat kekhawatiran terhadap krisis utang kawasan, namun pelemahan euro nampaknya masih akan terbatas karena  investor ingin melihat apakah ECB akan melakukan langkah‐langkah strategis di bulan depan. Euro juga terangkat oleh pernyataan Kanselir Jerman Angela Merkel  yang menyuarakan dukungannya untuk melawan krisis strategi seperti yang telah dijanjikan oleh Presiden ECB Mario Draghi dan menekan mitra Eropa‐nya untuk  bergerak cepat ke arah integrasi kebijakan fiskal.  

Hasil jajak pendapat Reuters di awal Agustus menunjukkan ECB kemungkinan akan mulai melakukan pembelian obligasi Spanyol dan Italia di bulan September dan  akan memangkas suku bunganya ke level terendah 0.5%.


U.K.
Sterling menguat terhadap dolar AS mencapai level tertinggi sejak lebih dari 2‐pekan terakhir ke level 1.5744, ditunjang oleh membaiknya pertumbuhan  retail  sales  Inggris  pada  periode  Juli  yang  mengungguli  ekspektasi.  Retail  sales  untuk  periode  Juli  bertumbuh  lebih  pesat  dari  perkiraan  ekonom,  meningkatkan  pandangan  bahwa  belanja  masyarakat  akan  menopang  ekonomi  keluar  dari  resesi,  dan  menguatkan  harapan  bahwa  prospek  ekonomi  Inggris tidak seburuk yang diperkirakan sebelumnya. 

Penguatan  sterling  juga  ditunjang  oleh  lemahnya  dolar  AS  terhadap  mata  uang  utama  dunia  lain  menyusul  rilis  data  ekonomi  Amerika  yang  kurang  memuaskan. Kinerja sterling disebut‐sebut mendapat dukungan aksi beli dari sebuah bank sentral asal Asia. Namun demikian, para analis memperkirakan  bahwa aksi beli potensial terbatasi oleh baying‐bayang buruknya rilis data aktifitas sektor manufaktur dan jasa Inggris yang masih mengecewakan. 

Euro  ditutup  menguat  terhadap  sterling,  meskipun  sebelumnya  sempat  mencapai  session  low  di  0.7810.  Analis  memperkirakan  penguatan  sterling  terhadap  euro  masih  akan  berlanjut,  mengingat  deposit  pada  sterling  menawarkan  pengembalian  yang  lebih  besar  daripada  dalam  euro.  Suku  bunga  deposit dalam euro untuk kurun 3‐bulan hanya sekitar 0,36 persen, atau hampir separuh saja dari nilai deposit dalam sterling. 

JAPAN
Harga  obligasi  pemerintah  Jepang  turun  di  hari  Kamis,  dengan  yield  obligasi  tenor‐10  tahun  menembus  level  tertinggi  2  bulan,  setelah  data  industrial  production AS dirilis naik melampaui ekspektasi yang mana telah menambah optimisme terhadap perekonomian negara Adi Daya tersebut. 

Yen tertekan ke level terendah 1 bulan terhadap dolar dan indeks Nikkei naik 1.9% untuk ditutup di atas level 9000 untuk pertama kalinya sejak awal Juli 

Yield untuk obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun, setelah menembus level tertinggi 9 tahun di akhir Juli, terus bergerak naik dalam 2 pekan terakhir  akibat rilis lebih baik untuk data ekonomi AS dan ekspektasi bahwa ECB akan meluncurkan langkah‐langkah strategis berikutnya untuk menangkal krisis  utang kawasan. 

Dolar menembus level tertinggi 1 bulan terhadap yen pada hari Kamis setelah data menunjukkan jobless claims AS naik di pekan lalu, ditengah meredanya  ekspektasi akan kelanjutan pelonggaran moneter oleh The Federal Reserve. Dolar memangkas keuntungannya setelah data menunjukkan jobless claims  naik di pekan lalu. Namun trennya terlihat menurun mendekati level terendah 4 tahun, mengindikasikan pasar tenaga kerja terus berbenah diri. 

Peningkatan pada perekrutan tenaga kerja, naiknya retail sales dan manufaktur, telah meredakan ekspektasi The Fed akan segera meningkatkan upayanya  untuk mendongkrak perekonomiannya melalui pembelian obligasi putaran ketiga atau yang lebih dikenal dengan isitilah quantitative easing (QE).  The Fed  akan kembali menggelar sidang regulernya pada 12‐13 September mendatang. 

Dolar terakhir bergerak di sekitar 79.35 yen, naik 0.5%, namun turun dari level tertinggi 1 bulan di 79.39 yen yang dicapai di awal sesi. 


AUSTRALIA
Australian dan New Zealand dollar sedikit menguat Kamis lalu, didasari oleh penguatan saham‐saham Asia, sementara itu harga obligasi melorot  ke level terendahnya sejak awal Mei dari menyusutnya ekspektasi pada segera terjadinya ketenangan secara global.      

Penggerak  terbesar  dari  harian  adalah  Australian  bond  futures,  yang  mana  turun  ke  level  terendah  dalam  tiga  bulannya,  yang  mengikuti  penurunan pada Treasuries AS.  

Harga Australian bond futures anjlok ke level terendahnya dalam tiga bulan mengikuti besarnya aksi ambil untung yang dimulai pada sesi  luar  negeri.  

Currency  strategist  RBC  Michael  Turner  mengatakan  secara  dramatik  pada  harga  bond  futures  mengalami  koreksi,  dengan  para  trader  memutuskan bahwa adalah waktu yang baik untuk melakukan aksi jual dan mengambil untung dari tingginya harga.  


SWISS
Swiss franc melemah terhadap dollar Kamis lalu, turun bersamaan dengan euro karena optimisnya data AS dari mendinginnya ekspektasi pada  monetary easing oleh the Fed AS.   

"In slightly accentuated trading activities a softer euro pushed dollar/Swiss back towards the 98.00 threshold," ekonom UBS Reto Huenerwadel  mengatakannya.   

Industrial output AS naik pada bulan Juli, sementara itu sentimen home‐builder pada bulan Agustus mencapai level tertingginya yang lebih dari  lima tahun.  

Ini terjadi dari penguatan yang mengejutkan dari penjualan ritel AS, menekan ekspektasi pada the Fed untuk meluncurkan putaran berikutnya  dari pembelian obligasi, atau quantitative easing, pada awal September.   

Thursday, August 16, 2012

Headline News 16.08.12


US & GLOBAL
Bursa saham Amerika tetap stabil pada sesi Rabu, belum menjauhi level tertingginya sejak Mei, di tengah harapan stimulus bank  sentral untuk menopang ekonomi, meskipun ketidakpastian tentang tingkat dan waktu stimulus kemudian menekan kinerja euro  dan obligasi Amerika dan Jerman. Harga minyak di London mendekati level tertinggi dalam 3‐bulan, didorong oleh kekhawatiran  tentang  gangguan  pasokan  karena  ketegangan  Timur  Tengah,  sementara  fokus  rilis  data  ekonomi  Amerika  yang  melemah  mendorong emas kembali di atas level 1.600 USD per troy ounce. 

Kinerja positif bursa saham global dalam beberapa pekan terakhir ditunjang harapan bahwa ECB akan mengumumkan stimulus  keuangan  pada  September  untuk  menekan  imbal  hasil  obligasi  Spanyol  dan  Italia  dan  mencegah  pecahnya  zona  euro.  Para  investor juga meningkatkan ekspektasi bahwa The Federal Reserve akan memulai QE3, pada pertemuan September. Sementara  itu data ekonomi yang rilis akhir‐akhir ini baik dari Eropa dan Asia mendukung pandangan bahwa stimulus moneter diperlukan  untuk mencegah resesi ekonomi global, meskipun rilis data ketenagakerjaan dan penjualan ritel Amerika yang membaik sempat  menurunkan  ekspektasi  QE3.  Data  pada  sesi  Rabu  menambah  bukti  bahwa  ekonomi  Amerika  tidak  seburuk  seperti  yang  sebelumnya  ditakutkan.  The  Federal Reserve  melaporkan  peningkatan  0,6  persen dalam  produksi industri  pada  bulan  Juli,  dan  sebuah laporan sektor swasta terpisah menunjukkan bahwa pembangun rumah mencapai tingkat tertinggi dalam lebih dari lima tahun pada Agustus. 

Indeks Standard & Poor 500 <SPX.> bertahan pada kisaran level 1.400, mendekati level tertinggi dalam empat tahun. Para analis  mengatakan  bursa  Wall  Street  kemungkinan  akan  bertahan  di  sekitar  level  hingga  akhir  pekan.  Indeks  Dow  Jones  Industrial  Average <DJI.> berakhir turun 7,43 poin atau 0,06 persen, ke 13,164.71. Indeks S&P 500 <SPX.> ditutup naik 1,57 poin atau 0,11  persen,  ke  1,405.50.  Indeks  Nasdaq  Composite  <IXIC.>  naik  13,95  poin  atau  0,46  persen,  ke  3,030.93.  Indeks  saham  Eropa  <FTEU3.>  ditutup  melemah  0,11  persen  ke  1,100.74  poin,  sementara  indeks  bursa  saham  global  MSCI  <.  MIWD00000PUS>  berakhir melemah 0,09 persen ke 322,73. 

Ketidakpastian atas penentuan waktu stimulus bank sentral memacu penjualan obligasi Amerika dan Jerman. Obligasi Amerika  tenor  10‐tahun<US10YT=RR>  imbal  hasilnya  naik  menjadi  1,8103  persen,  level  tertinggi  sejak  16  Mei  menurut  data  Reuters.  Sedangkan harga Jerman Bund futures <FGBLc1> turun 95 basis poin menjadi 141,48, level terendah sejak 3 Juli. 

Tingginya imbal hasil obligasi Amerika membantu meningkatkan kinerja dolar AS terhadap yen <JPY=>. Hingga akhir sesi New York  dolar AS naik 0,19 persen ke ¥ 78,87  setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam 1‐bulan di ¥ 79,04. Sejalan dengan aksi jual  di  bursa  saham  dan  berlanjutnya  kekhawatiran  tentang  ekonomi  Eropa,  euro  <EUR=>  turun  0,28  persen  ke  1,2286  setelah  mencapai level terendah 1,2262 terhadap dolar AS. 

Ketegangan di Timur Tengah dan kekhawatiran ketatnya pasokan mendorong harga minyak ke tingkat tertinggi dalam tiga bulan,  dimana  mencuat  kekhawatiran  bahwa  Israel  akan  melancarkan  serangan  terhadap  Iran  dalam  beberapa  bulan  mendatang.  Persediaan minyak mentah Amerika berdasarkan data dari EIA turun 3,7 juta barel, lebih besar dari perkiraan penurunan sebesar  1,7 juta. 

Minyak  mentah  Brent  berjangka  <LCOU2>  naik  2,19  USD,  atau  1,92  persen,  ke  116,22  USD  per  barel,  sementara  minyak  AS  berjangka  <CLc1>  ditutup  naik  90  sen  atau  0,96  persen,  ke  94,33  USD  per  barel.  Emas  <XAU=>  naik  hampir  6  USD,  atau  0,36  persen, ke 1,603.80 USD per troy ounce. 


GOLD & COMMODITIES
Harga emas berbalik rebound pada penutupan Rabu lalu, menghapus penurunan awalnya, setelah data menunjukkan penurunan  yang tidak diekspektasi pada manufaktur di New York dan teredamnya inflasi konsumen, mendorong perhitungan dari putaran  berikutnya pada monetary easing AS yang mendukung emas.  

The New York Federal Reserve mengatakan laporan bahwa manufaktur di New York tidak diekspektasi mengalami kontraksi pada  bulan Agustus untuk pertama kalinya sejak bulan Oktober 2011 karena anjloknya new orders.  

Laporan terpisah menunjukkan consumer prices AS flat pada bulan Juli untuk bulan keduanya dan basis tahunan naik pada fase  terkecilnya  sejak  November  2010,  memberikan  the  Fed  ruang  untuk  stimulus  terkini  dalam  menangani  tingginya  tingkat  pengangguran.  

Hedge fund besar John Paulson menaikkan kepemilikannya dalam gold exchange‐traded fund nomor 1, SPDR Gold Trust, pada  kuartal kedua, suatu pertanda bahwa manajer keuangan menyukai logam mulia sebagai mata uang jangka panjang dan lindung  nilai dari inflasi.  

"We are stuck in a range and the investors have been very cautious on both ends of the $1,600 pivot point. Still, the market could  react in a moment's notice because the volume is that thin," ungkap Anthony Neglia, Presiden pada Tower Trading dan COMEX  gold options floor trader di New York.


OIL & COMMODITIES
Brent crude oil futures naik ke level tertinggi dalam tiga bulannya diatas level $116 per barrel Rabu lalu karena lebih besar  dari ekspektasinya penurunan pada cadangan crude AS dikombinasikan dengan ekspektasi turunnya produksi oil North Sea  untuk menunjukkan gambaran pengetatan pasokan pada kedua sisi dari Samudera Atlantik.  

Harapan  kedepannya  dari  stimulus  oleh  bank  sentral  utama  untuk  mendukung  pertumbuhan  dari  pelemahan  ekonomi  global  dan  kekhawatiran  dari  terhambatnya  pasokan  karena  naiknya  tensi  di  Timur  Tengah  yang  memberikan  dorongan  kedepannya pada (harga) oil futures.  

Persediaan crude oil AS anjlok 3.7 juta barrel minggu lalu, penurunan dalam rangkaian tiga minggunya, data dari Energy  Information Administration AS menunjukkannya. Penurunan yang jauh lebih besar dari perkiraan dengan merosotnya 1.7  juta barrel pada polling Reuters dari para analis. 

While the crude stock draw was larger than expected, "more importantly, we see the large dip in gasoline stocks ready to  push us higher into the second half of summer," kata Carl Larry, Presiden pada Oil Outlooks di New York.  

EURO ZONE
Dolar menguat terhadap sejumlah rival utamanya pada hari Rabu, dipicu oleh naiknya yield Treasury dan meredanya ekspektasi akan adanya kelanjutan pelonggaran kebijakan  moneter dari The Federal Reserve. Namun dolar terkoreksi dari level tertinggi 1 bulan terhadap yen Jepang setelah data menunjukkan inflasi dirilis flat dan indeks manufaktur  wilayah New York yang diluar dugaan mengalami kontraksi. 

Data hari Selasa sebelumnya menunjukkan retail sales AS naik di bulan Juli untuk pertama kalinya dalam 4 bulan terakhir, mendorong kalangan analis untuk menyimpulkan  bahwa perlambatan ekonomi di AS selama kuartal kedua nampaknya hanya akan sementara saja. 

Indeks dolar yang merupakan barometer untuk melihat nilai tukar dolar dengan sejumlah rival utamanya, naik 0.2% ke 82.667. 

Dolar telah mengalami tekanan jual seiring tumbuhnya ekspektasi bahwa The Fed akan melakukan pembelian obligasi atau quantitative easing lanjutan paling cepat di bulan  September.  Namun  kalangan  analis  mengatakan  jika  data  menunjukkan  ekonomi  AS  mengalami  peningkatan,  maka  kebutuhan  untuk  melanjutkan  stimulus  akan  mereda,  membantu mengangkat kembali dolar. 

Euro turun 0.3% terhadap dolar ke $1.2282. Euro juga melemah terhadap yen ke 96.90 yen.  Sementara dolar menguat sekitar 0.2% terhadap yen di 78.88 yen, setelah menguat ke level tertinggi 1 bulan di 79.04 yen sebelum rilis data AS. Dollar/yen sangat sensitif  terhadap pergerakan Treasury AS, dengan naiknya yield obligasi akan menaikkan daya tarik terhadap aset‐aset berdenominasi dolar. 

Perdana  Menteri  Yunani  Antonis  Samaras  akan  mengadakan  pertemuan  pertamanya  minggu  depan  dengan  para  pemimpin  zona  euro  sejak  menjabat,  berusaha  untuk  meyakinkan mereka bahwa pemerintahannya akan menghormati janji untuk melakukan penghematan lebih besar lagi dan menaksir apakah mereka bisa memberinya lebih  banyak waktu untuk mewujudkan semuanya. 


U.K.
Euro kembali melemah terhadap sterling, setelah sempat mencapai day low di 0.7821 yang merupakan level terendahnya sejak 2‐pekan terakhir. Pelemahan euro ini  dipengaruhi oleh penguatan dolar AS ditunjang oleh naiknya imbal hasil obligasi Amerika dan menurunnya ekspektasi akan pelonggaran moneter dari The Federal  Reserves.  

Sementara itu sterling menguat tipis terhadap dolar AS, meskipun gagal menembus level 1.5726 (previous low 14 Agustus) yang saat ini berfungsi sebagai resistance  yang efektif. Sterling bergerak dalam kisaran relatif sempit dalam sepekan terakhir, penguatan sterling sepekan ini dipengaruhi oleh rilis data ekonomi yang lebih  baik dari perkiraan para analis sebelumnya. Hingga akhir sesi New York, sterling tercatat mengalami penguatan tipis terhadap dolar AS ke kisaran level 1.5685. 

Diantaranya adalah rilis data sektor ketenagakerjaan Inggris untuk periode Juni dan Juli, dimana unemployment mengalami penurunan ke level terendahnya sejak  Juli 2011, menjadi 8 persen dari total angkatan kerja Inggris. Dimana secara detail terdapat penurunan pengangguran sebesar 46.000 menjadi total 2.564 juta jiwa.  Sedangkan  jobless  claims  untuk  periode  Juli  turun  ‐5900,  berdasarkan  data  dari The  Office  for  National  Statistics,  yang  mana  dipengaruhi  oleh  kenaikan  jumlah  penerimaan tenaga kerja dipengaruhi oleh adanya penyelenggaraan Olimpiade London 2012. Analis menyebut, perbaikan di sektor ketenagakerjaan ini lebih bersifat  temporer, dan tidak bisa diandalkan sebagai panduan prospek perbaikan kedepannya.


JAPAN
Pemerintah Jepang dilaporkan akan mempertahankan belanja umumnya sebesar 71 trilyun yen untuk tahun fiskal yang dimulai April 2013. Non‐debt servicing spending sebesar  71  trilyun  yen  adalah  level  yang  sama  dengan  tahun  fiskal  saat  ini,  dan  pemerintah  akan mengalokasikan  dana hingga 2 trilyun  yen  untuk  strategi  pertumbuhan  ekonomi.  Adapun jumlah total anggaran untuk tahun fiskal mendatang diperkirakan lebih dari 90 trilyun yen. 

Sementara itu, Conference Board Leading Economic Index(LEI) untuk Jepang turun 1.3% di bulan Juni menjadi 95.1, setelah turun 1.1% di bulan Mei dan turun 0.2% di bulan  April. Disaat yang sama, Conference Board Coincident Economic Index(CEI) untuk Jepang, sebuah barometer untuk melihat aktifitas ekonomi saat ini, naik 0.3% di bulan Juni  menjadi 98.6, setelah tidak mengalami perubahan di bulan Mei dan turun 0.3% di bulan April.  Conference Board LEI untuk Jepang telah turun untuk ketiga kalinya secara berturut‐turut, setelah naik tajam di kuartal pertama tahun ini. Akibatnya, perubahan enam bulan  pada indeks menjadi negatif ‐ pertama kalinya sejak September 2011.  

Dolar menguat terhadap sejumlah rival utamanya pada hari Rabu, dipicu oleh naiknya yield Treasury dan meredanya ekspektasi akan adanya kelanjutan pelonggaran kebijakan  moneter dari The Federal Reserve. Namun dolar terkoreksi dari level tertinggi 1 bulan terhadap yen Jepang setelah data menunjukkan inflasi dirilis flat dan indeks manufaktur  wilayah New York yang diluar dugaan mengalami kontraksi.  Dolar  menguat  sekitar  0.2%  terhadap  yen  di  78.88  yen,  setelah  menguat  ke  level  tertinggi  1  bulan  di  79.04  yen  sebelum  rilis  data  AS.  Dollar/yen  sangat  sensitif  terhadap  pergerakan Treasury AS, dengan naiknya yield obligasi akan menaikkan daya tarik terhadap aset‐aset berdenominasi dolar. 


AUSTRALIA
Australian  dan  New  Zealand  dollars  turun  tipis  yang  sempat  bersimpati  dengan  bursa  Asia  Rabu  lalu,  dengan  investor  menggunakan  permasalahan  pertumbuhan (ekonomi) di Cina dan besarnya aksi jual pada euro sebagai alasan untuk aksi ambil untung.  

Aussie <AUD=D4> turun ke level $1.0455, dengan level $1.0490 pada awal perdagangan, sementara itu New Zealand dollar <NZD=DD4> tertekan ke level  terendahnya dalam tiga minggu disekitar level $0.8040 menyusul kenaikannya baru‐baru ini.  

Harga Australian bond futures turun setelah data overnight menunjukkan penguatan pada penjualan ritel AS bulan Juli, kenaikan pertama kalinya dalam tiga  bulannya.  

Interest rate strategist JP Morgan Sally Auld mengatakan gambaran AS mendorong para trader Rabu lalu untuk beralih pada aset‐aset safe‐haven seperti  obligasi.  


SWISS
Harapan European Central Bank dapat dengan segera melangkah dengan stimulus terbaru untuk mendorong tidak sehatnya perekonomian zona euro ikut  mendorong euro dan Swiss franc menguat terhadap dollar Rabu lalu.  

Pemerintah  federal  Swiss  memperkirakan  untuk  menyelesaikan  surplus  bujet  tahun  2012  yang  tidak  diekspektasi,  didukung  sebagian  pada  penurunan  borrowing costs dari usaha resmi untuk mencegah investor dari membeli Swiss francs.      

Pemerintah mengatakan Rabu lalu bahwa ekspektasi surplus sekitar 1.5 milyar Swiss francs ($1.5 milyar), dibandingkan dengan proyeksi pada awalnya  untuk neraca keseimbangan.  

Swiss National telah menaikkan jumlah uang cash ke dalam pasar uang sebagai bagian dari kampanye untuk menghindari investor pada krisis utang zona  euro dan membatasi kenaikan nilai the franc 1.20 per euro.