title cover

title cover

Tuesday, September 4, 2012

Headline News 04.09.12

US & GLOBAL
• Bursa  saham  Eropa  menguat  pada  sesi  Senin  setelah  lemahnya  rilis  data  aktifitas  manufaktur  kawasan  Uni  Eropa  menyoroti  buruknya  prospek  pertumbuhan  ekonomi global, mempertahankan ekspektasi akan stimulus keuangan dari bank sentral. Namun demikian, pasar keuangan berada dalam  kisaran yang sempit, seiring libur nasional Amerika Labour Day. 

• Harapan investor bahwa bank sentral akan segera mengambil langkah‐langkah untuk mendorong pertumbuhan, semakin meningkat setelah sebuah survei  terpisah menunjukkan aktivitas manufaktur di Cina dan Eropa untuk periode Agustus mengalami perlambatan lebih dari yang diperkirakan sebelumnya.  Ekspektasi  tersebut  membantu  mengangkat  indeks  FTSEurofirst  300  <FTEU3.>  yang  naik  0,5  persen  ke  1,088.80  poin.  Indeks  ekuitas  dunia  The  MSCI  <MIWD00000PUS.> hampir tidak berubah pada kisaran 322,40 poin. 

• Pasca pernyataan Ketua The Fed  Ben Bernanke di Jackson Hole, Wyoming, euro telah mencapai level tertinggi dalam 8‐pekan terakhir di 1,2638. Euro  relatif stabil di kisaran 1.2590 <EUR=> pada sesi Senin. The Fed diperikan baru akan menetapkan langkahnya pada sidang 12‐13  September, dan akan  sangat tergantung pada hasil laporan non‐farm payrolls Agustus pada sesi Jumat. 

• Sementara itu, fokus utama pasar pekan ini adalah pada sidang ECB Kamis ini, di mana ekspektasi meningkat bahwa abnk sentral potensial menurunkan  suku bunga  utamanya.  Kemungkinan penurunan suku  bunga menguat setelah data PMI sektor manufaktur menunjukkan kontraksi aktivitas di seluruh  wilayah kawasan. Indeks untuk kawasan euro jatuh ke 45,1 lebih rendah dari perkiraan 45,3.  

• ECB akan merilis proyeksi terbaru ekonomi zona euro pada sidangnya hari Kamis, pada hari yang sama badan statistik Eurostat kemungkinan juga akan  mengumumkan kontraksi sebesar 0,2 persen pada triwulan kedua‐2012 untuk zona euro. Pelaku pasar juga mengharapkan ECB akan merilis rincian baru  rencana  pembelian  obligasi  untuk  mengatasi  krisis  utang  di  kawasan  itu.  Mayoritas  bank  sentral  dunia  mengatakan  bahwa  krisis  zona  euro  adalah  penyebab utama dari perlambatan ekonomi global. 

• Prospek pembelian obligasi ECB membantu imbal hasil obligasi Spanyol tenor 10‐tahun <ES10YT=TWEB> jatuh 1,5 basis poin ke 6,9 persen, sementara  tenor 2‐tahun <ES2YT=TWEB> imbal hasilnya turun 21 basis poin menjadi 52 persen. 

• Di pasar minyak, survei terbaru tentang aktivitas pabrik, khususnya pelemahan aktifitas manufaktur di China, yang merupakan konsumen minyak No.2  dunia, sempat menekan harga pada sesi awal, namun kemudian ekspektasi stimulus keuangan mengangkat kinerja minyak. Harga minyak Brent berjangka  Oktober <LCOc1> naik 40 sen menjadi 114,97 USD per barel. Minyak mentah AS berjangka <CLc1> relatif stagnan di 96,48 USD per barel. 

• Emas bertahan di kisaran level tertinggi dalam 5‐bulan terakhir di 1,690.00 USD per troy ounce <XAU=> seiring ekspektasi pelonggaran moneter oleh bank  sentral yang meningkatkan minat investor terhadap logam mulia tersebut sebagai mekanismelindung nilai terhadap potensi inflasi. Spekulasi bahwa the  Fed mungkin akan melakukan pelonggaran moneter mengangkat harga emas sebesar 4,8 persen pada Agustus. 



GOLD & COMMODITIES
• Emas bertahan disekitar level tertingginya dalam lima bulan Senin lalu, menggambarkan penguatan dari indikasi minggu  lalu oleh kepala the Fed AS bahwa bank sentral dapat bertindak untuk menaikkan pertumbuhan (ekonomi) dan dari bukti  penguatan pada permintaan investor.  

• Harga emas naik untuk rangkaian tiga bulannya pada Agustus, dengan naik 4.8 persen, kenaikan terbesar satu bulannya  sejak  bulan  Januari,  yang  didorong  oleh  besarnya  ekspektasi  untuk  the  Fed  dalam  menandai  bahwa  dapat  dmulainya  program multi‐trilliunan dari pembelian obligasi untuk menjaga tingkat suku bunga rendah.  

• Kepemilikan  dalam  emas  pada  exchange‐traded  funds  mencapai  level  tertingginya  Jumat  lalu,  sementara  itu  data  U.S.  exchange  menunjukkan  kepemilikan  spekulatif  dari  gold  futures  menyaksikan  kenaikan  terbesar  mingguannya  sejak  dimulainya awal tahun.  

• Ketua the Fed Ben Bernanke, berbicara pada konferensi tahunan bank sentral di resort pegunungan Jackson Hole minggu  lalu, membiarkan terbukanya pintu intuk kedepannya kebijakan monetary easing tetapi memberikan beberapa petunjuk  dari beberapa tindakan yang segera terjadi.  

• "Gold has really got to have full‐blown (quantitative easing) to really trigger a rally ... that would be the start of the big push  through $1,700 ... but where it goes from there is a bit more difficult," analis Societe Generale Robin Bhar mengatakannya.  


OIL & COMMODITIES
• Harga oil naik Senin lalu, meskipun data Cina menunjukkan perlambatan yang mendalam pada negara konsumen terbesar  didunia  tersebut  karena  investor  memfokuskan  pada  kemungkinan  langkah  stimulus  berikutnya  dan  pergerakan  lainnya  untuk mencoba bertahannya pertumbuhan ekonomi.  

• Factories/aktivitas  pabrik  di  Cina  telah  terpukul  dengan  melambatnya  permintaan,  dua  survei  utama  Senin  lalu  menunjukkannya, memperkirakan perlambatan dari negara pengguna terbesar kedua didunia yang dapat memburuk.  

• Gambaran  yang  mendorong  putaran  berikutnya  dari  spekulasi  bahwa  pemerintah  akan  bertindak  segera  daripada  terlambat untuk menaikkan likuiditas uang dalam pasar uang untuk mendorong bank lending, suatu pergerakan yang akan  hampir pasti meningkatkan harga komoditas dan oil.  

• Volume perdagangan yang terbatas, dengan pasar keuangan AS ditutup dari liburan Labor Day. 

• "The Chinese data is very gloomy and suggests that the world economy is slowing," ungkap Carsten Fritsch, seorang analis  oil pada Commerzbank di Frankfurt.  

• "But  the  market  impact  is  rather  limited  as  it  raises  hopes  of  more  economic  stimulus  measures,"  katanya.  "Hopeful  of  central bank measures, speculative financial investors are increasingly betting on rising prices."  


EURO ZONE
• Euro menguat terhadap dolar AS pada awal pekan ini ditunjang ekpektasi bahwa ECB akan membahas rencana detil mengenai penanganan krisis hutang  Uni  Eropa,  namun  demikian  kondisi  tersebut  potensial  berbalik  jika  pada  akhirnya  langkah  ECB  tidak  sesuai  dengan  harapan  para  pelaku  pasar.  Euro  menguat tipis terhadap dolar AS ditengah sesi perdagangan Amerika yang tutup berkaitan dengan libur nasional Labour Day. Penguatan euro sejak akhir  pekan  lalu  ditunjang  potensi  QE3  oleh  The  Fed  yang  kemudian  melemahkan  dolar  AS  terhadap  mata  uang  utama  dunia  lainnya,  disamping  itu  juga  terdongkrak  kemungkinan  langkah  taktis  ECB  untuk  melakukan  pembelian  obligasi  Spanyol  dan  Italia  untuk  membantu  menekan  tingginya  imbal  hasil  obligasi kedua negara tersebut.  

• ECB  dalam  sidangnya  pekan  ini  diperkirakan  akan  memangkas  perkiraan  pertumbuhan  ekonomi,  sebuah  langkah  yang  diharapkan  akan  memuluskan  rencana  pemangkasan  suku  bunga  kedepannya.  Disamping  itu,  perhatian  pelaku  pasar  akan  tertuju  pada  kemungkinan  diumumkannya  program  pembelian obligasi oleh ECB dengan tujuan untuk meningkatkan ongkos surat utang Italia dan Spanyol.  

• Sementara  itu  data  awal  pekan  ini  dari  Jerman  dan  Perancis  memperlihatkan  kontraksi  aktifitas  sektor  manufaktur  pada  periode  Agustus.  Kontraksi  tersebut merupakan penurunan berturut‐turut sepanjang 6‐bulan terakhir. Sementara kontraksi aktifitas sektor manufaktur di Spanyol telah berlangsung  sejak Mei 2011 silam dan belum berakhir hingga kini. 

U.K.
• Sterling  menguat  ke  level  tertinggi  sejak  hampir  2‐pekan  terakhir  terhadap  dolar  AS  pada  awal  pekan  ini  ditunjang  oleh  rilis  data  aktifitas  sektor  manufaktur  Inggris  yang  membaik.  Data  tersebut  meningkatkan  harapan  bahwa  Inggris  akan  dapat  keluar  dari  kondisi  resesi  yang  tengah  melanda,  meskipun para pelaku pasar akan menantikan rilis aktifitas sektor jasa yang yang akan dirilis pada sesi Rabu, mengingat sektor jasa mencakup 70 persen  dari total ekonomi Inggris. Hingga akhir sesi Eropa, sterling tercatat menguat 0.17 persen terhadap dolar AS ke 1.5892.  

• Penurunan aktifitas sektor manufaktur di Inggris sedikit berkurang, dimana pada periode Agustus PMI manufaktur dirilis 49.5 (masih berada dibawah level  ekspansi)  dibanding  data  periode  Juli  yang  direvisi  turun  menjadi  45.2,  level  terendah  sejak  Mei  2009.  Perbaikan  aktifitas  tersebut  meningkatkan  ekspektasi bahwa BoE tidak akan meningkatkan jumlah dana dalam program stimulusnya pada sidang Kamis ini, dan baru akan meningkatkan sekitar 50  miliar poundsterling pada sidangnya November mendatang. 


JAPAN
• Yen berlanjut menguat terhadap mata uang dengan imbal hasil tinggi lainnya seperti New Zealand dolar dan Aussie dolar seiring menguatnya ekspektasi  perlambatan ekonomi global yang meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven terutama dalam hal ini adalah yen Jepang. Yen menguat ke level  tertinggi sepanjang 5‐pekan terakhir terhadap Aussie dolar dan Kiwi Dolar setelah rilis data aktifitas sektor manufaktur di eropa dan Cina untuk periode  Agustus  yang  mengalami  kontraksi.  Sementara  itu  terhadap  dolar  AS,  yen  masih  melanjutkan  penguatannya,  seiring  pelemahan  dolar  AS  secara  luas  terhadap mata uang utama dunia lainnya berkaitan kemungkinan QE3 oleh The Fed dalam waktu dekat.  

• Perusahaan‐perusahaan di Jepang meningkatkan capital spening pada periode April – Juni dibanding setahun sebelumnya, data business capex naik 7,7  persen  dibandingkan  periode  Januari  –  Maret  yang  hanya  3,3  persen.  Namun  demikian  capital  expenditure  turun  0,5  persen  dibandingkan  kuartal  sebelumnya, akibat anjloknya permintaan ekspor produk asal Jepang yang diperkirakan akan merevisi turun GDP triwulan kedua Jepang saat rilis data  tersebut 10 September mendatang. 


AUSTRALIA
• Australian dollar melemah ke level terendahnya dalam enam minggu Senin lalu setelah kekecewaan pada data  penjualan ritel domestik yang  menambah kekhawatiran mengenai perlambatan perekonomian Cina dan mempersempit peluang dari pemangkasan tingkat suku bunga lainnya.  

• Aussie  anjlok  0.5  persen  dalam  hariannya  ke  level  $1.0268  <AUD=D4>,  yang  secara  singkat  menyentuh  level  terendahnya  $1.0239,  level  terendahnya sejak akhir Juli, setelah serangkaian data yang mengecewakan.  

• Reserve  Bank  of  Australia  (RBA)  bertahan  pada  policy  meeting  September  pada  hari  Selasa  dan  ekonom  masih  mengekspektasi  untuk  masih  bertahan pada tingkat 3.5 persen utuk rangkaian tiga bulannya. Pejabat bank telah menyuarakan isi untuk menunggu pemangkasan yang dibuat  pada bulan Mei  dan Juni untuk dirasakan pengaruh sepenuhnya.  

• Harga Australian  bond futures telah  naik  ke  level tertinggi  satu  bulannya,  ditengah naiknya tanda‐tanda  bahwa  outlook  perekonomian  global  terlihat suram.


SWISS
• Sektor manufaktur Swiss mengalami kontraksi lebih tajam pada bulan Agustus karena tekanan pada zona euro, data menunjukkannya Senin lalu,  berlawanan dengan lebih optmisinya outlook dari indikator KOF minggu lalu.  

• Bank  sentral  Swiss  menentukan  untuk  membatasi  kenaikan  mata  uangnya  dalam  the  franc  yang  akan  menimbulkan  ancaman  besar  pada  perekonomian,  kepala  bank  tersebut  mengatakannya  Senin  lalu,  karena  data  menunjukkan  sektor  manufaktur  negara  tersebut  mengalami  kontraksi lebih tajam pada Agustus.  

• Bank  membatasi  pada  level 1.20  per  euro  pada the  franc  yang  hampir  setahun  yang  lalu, menandai resiko  deflasi dan  resesi karena  investor  melihat berlindung dari krisis utang zona euro yang dapat mendorong mata uang Swiss naik tajam.  

• "In the current situation, a further appreciation of the Swiss franc would constitute a very substantial threat to the Swiss economy, and would  carry with it the risk of deflationary developments," Kepala Swiss National Bank Thomas Jordan mengatakan dalam pidatonya.  

• "With this in mind, we will continue to enforce the minimum exchange rate with the utmost determination, in line with our mandate."

Monday, September 3, 2012

Headline News 03.09.12


US & GLOBAL
• Bursa  saham  dan  euro  naik  pada  sesi  Jumat  setelah  Ketua  The  Federal  Reserve  Ben  Bernanke  membuka  pintu  untuk  pelonggaran  moneter  selanjutnya,  meskipun  ia  tidak  memberikan  sinyal  yang  jelas  akan  tindakan  segera  sebagaimana  harapan  pelaku  pasar.  Euro  dan  saham‐saham  Eropa  naik  didorong  munculnya  tanda‐tanda  dari  kemajuan  kesepakatan  untuk mengatasi krisis utang zona euro. 

• Dolar jatuh ke level terendah dalam 8‐pekan terakhir terhadap euro dan mencapai level terendah dalam 2‐pekan terakhir  terhadap  yen  setelah  Bernanke  mengatakan  tingginya  pengangguran  Amerika  merupakan  "keprihatinan  serius,"  pernyataan yang memperkuat harapan untuk stimulus lebih lanjut guna menghidupkan kembali pertumbuhan. 

• Bernanke mengatakan kepada para pejabat bank sentral di Jackson Hole, Wyoming, bahwa kemajuan dalam menurunkan  pengangguran  terlalu  lambat  dan  bahwa  bank  sentral  akan  bertindak  jika  diperlukan  untuk  memperkuat  pemulihan  ekonomi.  Bernanke  juga  mengatakan  The  Fed  harus  mempertimbangkan  biaya  dan  manfaat  dari  stimulus  lebih  lanjut.  Menurut Bernanke pembelian aset oleh The Fed, yang dikenal sebagai pelonggaran kuantitatif, sudah cukup efektif untuk  meningkatkan pertumbuhan dan mendorong penciptaan lapangan kerja. 

• The Dow Jones industrial average <DJI.> ditutup naik 90.13 poin, atau 0,69 persen, di 13,090.84. 500 Indeks The Standard &  Poor <. SPX> naik 7,10 poin, atau 0,51 persen, ke 1,406.58. The Nasdaq Composite Index <. IXIC> naik 18,25 poin, atau 0,60  persen, ke 3,066.96. 

• Dalam sepekan terakhir, ketiga indeks Amerika tersebut tercatat menurun, namun sepanjang Agustus Dow naik 0,6 persen,  S&P 2 persen dan Nasdaq 4,3 persen. 

• Indeks  FTSEurofirst  <FTEU3.>  ditutup  naik  0,5  persen  ke  1,082.93  dalam  perdagangan  tipis,  menghapus  kerugian  sesi  sebelumnya. Indeks ekuitas dunia MSCI <. MIWD00000PUS> naik 0,5 persen ke 322.10. 

• Bernanke mengatakan The Fed akan menyediakan akomodasi kebijakan tambahan yang diperlukan, ucapan tersebut dilihat  sebagai  petunjuk  yang  tidak  terlalu  kuat  mengenai  kemungkinan  QE3  dibanding  dengan  minutes  sidang  The  Fed  untuk  Agustus lalu. Rilis data non‐farm payrolls untuk periode Agustus akan rilis Jumat akhir pekan nanti, sebelum sidang FOMC  pada 12‐13 September mendatang. Mayoritas analis  mengatakan kemungkinan kuat The Fed akan mengumumkan QE3  pada pertemuan tersebut. 

• Euro <EUR=> naik 0,6 persen ke 1,2581, sementara indeks dolar AS <DXY.> turun 0,6 persen di 81,207. 

• Investor  mengharapkan  bahwa  pelonggaran  moneter  akan  mendongkrak  kembali  pertumbuhan  ekonomi  dan  meningkatkan  permintaan  minyak.  Harga  minyak  Brent  crude  <LCOc1>  ditutup  naik  1,92  USD  ke  114,57  USD  per  barel,  sementara minyak mentah AS <CLc1> naik 1,85 USD ke 96,47 USD per barel. 

• Imbal hasil obligasi pemerintah Amerika jatuh ke tingkat terendah dalam 3‐minggu terakhir karena pernyataan Bernanke  tentang ekonomi meningkatkan harapan di kalangan investor obligasi untuk adanya stimulus lebih lanjut. Obligasi tenor 10‐ tahun Amerika <US10YT=RR> harganya naik 23/32 dengan imbal hasil berada pada 1,5501 persen. 

• Emas melonjak ke level tertinggi dalam 5‐bulan terakhir setelah pidato Bernanke. Harga spot emas <XAU=> naik 1,8 persen  ke 1,685.89 USD per troy ounce membukukan kenaikan harian terbesar dalam 2‐bulan terakhir. 



GOLD & COMMODITIES
• Emas  naik  2  persen  ke  level  tertingginya  sejak  bulan  April/lima  bulan  dalam  perdagangan  yang  volatile  dan  volume  perdagangan  yang  besar  Jumat  lalu  dari  spekulasi  pada  stimulus  terbaru  AS  setelah  kepala  the  Fed  Ben  Bernanke  mengatakan dalam pidato pentingnya menaikkan harapan dari putaran terbatu dari stimulus moneter dari perekonomian  AS. 

• Setelah  perdagangan  dalam  kisaran  empat  bulannya,  emas  berada  dekat  level  $  1700  per  ons  pada  level  yang  terakhir  terlihat sejak bulan Maret lalu. Terlihat  siap untuk mencoba level tertinggi tahunannya dari perbaikan sentimen investor  dan aksi beli secara teknikal. 

• Emas mencatatkan kenaikan harian terbesarnya dalam dua bulan, naik tajam mengungguli ekuitas AS yang mana naik pada  akhir  perdagangannya.  Metal  mencatatkan  kenaikan  4.5  persen  dalam  bulan  Agustus,  kenaikan  dalam  rangkaian  tiga  bulannya dan kenaikan terbesarnya sejak bulan Januari. 

• "The main catalyst for the reversal in gold has been that Bernanke used the words 'grave concern' and the interpretation is  that there's going to be more QE if he's using such a dire projection for the economy," kata Jeffrey Sica, chief investment  officer pada SICA Wealth Management, yang mana memiliki aset sekitar $1 milyar. 


OIL & COMMODITIES
• Harga oil naik diatas level $114 per barrel dalam perdagangan yang volatile Jumat lalu, telah naik pada bulan Agustus diatas  9 persen, setelah ketua the Fed menghentikan sinyal jangka pendek dalam monetary easing tambahan yang segera terjadi  tetapi tetap membuka pintu untuk terjadinya hal tersebut. 

• Crude  pada  awalnya  terdorong  naik  setelah  pidato  Bernanke  pada  simposium  bank  sentral  di  Jackson  Hole,  Wyoming.  Karena  para  trader  menguraikan  detilnya,  harga  secara  cepat  bergerak  naik,  didukung  dari  didorong  penguatan  dari  ekspektasinya data ekonomi AS.  

• "There was no announcement about if more stimulus was coming immediately, but he (Bernanke) said the Fed was ready to  act if necessary so that was supportive," kata Gene McGillian, analis pada Tradition Energy di Stamford, Connecticut.   

• "Along with the factory orders and consumer sentiment data,  the (market) longs are in control."  


EURO ZONE
• Dolar  jatuh  ke  level  terendah  3  bulan  terhadap  sejumlah  rival  utamanya  pada  hari  Jumat  setelah  Kepala  The  Fed  Ben  Bernanke  mengatakan  tingginya  tingkat  pengangguran menjadi perhatian utama, memperkuat ekspektasiakan dilanjutkannya kebijakan moneter longgar untuk mendorong pemulihan ekonomi. 

• Dalam pembicaraannya dalam sebuah simposium tahunan Kansas City Fed di Jackson Hole, Wyoming, Bernanke mengatakan ekonomi AS menghadapi tantangan  yang “menakutkan” dan bank sentral akan melakukan segala upaya untuk memperkuat pemulihan ekonomi. Namun Bernanke tidak secara eksplisit memberikan  sinyal akan segera menggulirkan quantitative easing jilid 3 (QE3). 

• Dolar awalnya sempat memangkas kerugiannya usai testimoni Bernanke yang telah mengecewakan investor yang berharap adanya sinyal akan segera diberlakukan  QE3, sebelum akhirnya kembali melemah dan melanjutkan koreksinya menembus level intraday low. 

• Dengan tingkat pengangguran menjadi perhatian utama The Fed, maka data non‐farm payrolls AS pekan ini akan menjadi agenda penting, sebelum sidang Federal  Open Market Committee berikutnya pada 12‐13 September. Sebagian besar analis pasar memprediksi adanya kemungkinan besar The Fed akan mengumumkan  putaran baru pembelian obligasi di bulan September. 

• Indeks dolar, sebagai barometer untuk melihat nilai dolar terhadap sejumlah rival utamanya, turun 0.6% ke 81.247, setelah menembus 80.964, level terendahnya  sejak 22 Mei. Euro menguat ke level intraday high $1.2636, level terkuatnya sejak awal Juli dan terakhir bergerak menguat 0.6% di sekitar $1.2574. Penguatan euro  juga didukung oleh Middle East buying, dan ekspektasi ECB akan mengumumkan langkah‐langkah yang jelas dalam mengatasi krisis utang zona euro pada sidangnya  pekan  ini.  ECB  akan  bersidang  Kamis  mendatang  dan  harapan  akan  dilakukannya  pembelian  obligasi  semakin  besar,  meskipun  investor  cenderung  akan  menungguapakah ECB memberikan penjelasan rinci sebelum melakukan pembelian euro secara agresif, menyusul ancaman dari kepala bank sentral Jerman Jens  Weidmann yang akan mengundurkan diri terkait penolakannya pada upaya pembelian obligasi baru. 

• Dalam sepekan euro telah menguat 0.5% terhadap dolar, penguatan dalam 3 pekan berturut‐turut. 


U.K.
• Akhir  pekan  lalu  sterling  tercatat  menguat  terhadap  dolar  AS  dalam  sesi  perdagangan  yang  cukup  volatile  didukung  sikap  investor  yang  memandang  pernataan Ketua The Fed Ben Bernanke relatif cukup dovish (secara umum biasanya mendukung kebijakan moneter longgar), meskipun Bernanke belum  memberikan sinyal eksplisit mengenai QE3. Dengan kemungkinan QE3 oleh The Fed, maka bertendensi akan melemahkan kinerja dolar AS terhadap mata  uang utama dunia lainnya karena meningkatnya suplai dolar AS di pasar keuangan global. Hingga akhir sesi New York, sterling tercatat menguat 0,6 persen  terhadap dolar AS ke 1.5880.   

• Sementara  itu  euro  menguat  terhadap  sterling  ke  level  tertinggi  sejak  3‐pekan  terakhir  di  level  0.7956.  Permintaan  terhadap  euro  meningkat  dalam  beberapa  pekan  terakhir  setelah  investor  meningkatkan  ekspektasi  bahwa  ECB  akan  segera  mengumumkan  langkah  pembelian  obligasi  guna  menanggulangi krisis hutang Uni Eropa. ECB sendiri akan menggelar sidangnya pada 06 September mendatang dan apabila ECB mengumumkan langkah  tersebut, maka akan menunjang kinerja euro terhadap sterling lebih lanjut.  

• Pekan ini pelaku pasar akan mengamati sejumlah rilis data diantaranya Markit/CIPS Manufacturing, Service dan Construction PMI untuk periode Agustus  yang  diperkirakan  membaik  dari  periode  sebelumnya.  BoE  juga  akan  menggelar  sidangnya  pada  sesi  Kamis  meskipun  diperkirakan  belum  aka  nada  perubahan  kebijakan  ataupun  penambahan  dana  yang  dipergunakan  dalam  pembelian  surat  utang.  Selanjutnya  akan  rilis  data  industrial  dan  manufacturing output untuk periode Juli yang diperkirakan membaik secara signifikan dari periode sebelumnya. 


JAPAN
• Dolar  jatuh  ke  level  terendah  3  bulan  terhadap  sejumlah  rival  utamanya  pada  hari  Jumat  setelah  Kepala  The  Fed  Ben  Bernanke  mengatakan  tingginya  tingkat  pengangguran menjadi perhatian utama, memperkuat ekspektasiakan dilanjutkannya kebijakan moneter longgar untuk mendorong pemulihan ekonomi. 

• Dalam pembicaraannya dalam sebuah simposium tahunan Kansas City Fed di Jackson Hole, Wyoming, Bernanke mengatakan ekonomi AS menghadapi tantangan  yang “menakutkan” dan bank sentral akan melakukan segala upaya untuk memperkuat pemulihan ekonomi. Namun Bernanke tidak secara eksplisit memberikan  sinyal akan segera menggulirkan quantitative easing jilid 3 (QE3). 

• Dolar awalnya sempat memangkas kerugiannya usai testimoni Bernanke yang telah mengecewakan investor yang berharap adanya sinyal akan segera diberlakukan  QE3, sebelum akhirnya kembali melemah dan melanjutkan koreksinya menembus level intraday low. 

• Dengan tingkat pengangguran menjadi perhatian utama The Fed, maka data non‐farm payrolls AS pekan ini akan menjadi agenda penting, sebelum sidang Federal  Open Market Committee berikutnya pada 12‐13 September. Sebagian besar analis pasar memprediksi adanya kemungkinan besar The Fed akan mengumumkan  putaran baru pembelian obligasi di bulan September. 

• Indeks dolar, sebagai barometer untuk melihat nilai dolar terhadap sejumlah rival utamanya, turun 0.6% ke 81.247, setelah menembus 80.964, level terendahnya  sejak 22 Mei. Dolar terkoreksi ke level intraday low 78.18 yen, level terendahnya selama lebih dari 2 pekan. Dolar terakhir tercatat bergerak di sekitar 78.29 yen,  atau turun 0.4%. Dalam sepekan, dolar terkoreksi sekitar 0.5% terhadap yen, penurunan dalam 2 pekan. 


AUSTRALIA
• Australian dan New Zealand dollar sempat berada disekitar level terendahnya dalam satu bulan Jumat lalu karena komoditas masih dibawah tekanan dan  investor  mengkhawatirkan  mengenai  peluang  kedepannya  dari  stimulus  AS,  yang  membawa  mata  uang  tersebut  sempat  mencatatkan  pelemahannya  pada akhir bulan.       

• Harga obligasi bertenor 10 tahun Australia naik ke level tertingginya dalam satu bulan, karena investor berlanjut untuk berspekulasi mengenai tingkat  kesehatan industri pertambangan Australia.  

• Sektor pertambangan telah kehilangan beberapa kegemilangannya, tetapi perekonomian Australia masih mencoba naik dari perkembangannya di dunia.  

• Para ekonom mengekspektasi data national accounts yang dirilis minggu depan untuk menunjukkan tiga bulan lainnya dari pertumbuhan ekonomi yang  kuat pada kuartalan bulan Juni.


SWISS
• Euro mencapai level tertingginya dalam delapan minggu Jumat lalu dan Bund futures/obligasi memperluas penurunannya setelah komentar dari  anggota dewan eksekutif dari ECB Benoit Coeure yang menambah untuk ekspektasi bank sentral akan membeli peripheral debt untuk menangani  krisis utang zona euro. 

• Swiss franc sempat bertahan terhadap euro dan dollar Jumat lalu, karena pelaku pasar memantau apakah ketua the Fed AS akan mengindikasikan  kemungkinan segera terjadinya stimulus moneter pada akhir hariannya.       

• Berita  mengenai  AS  dan  zona  euro  telah  menjadi  kunci  utama  dalam  perdagangan  Swiss  franc  dari  tahun  lalu  sejak  Swiss  National  Bank  membatasi  kenaikan  1.20  per  euro  pada  6  Sept.,  setelah  investor  safe‐haven  mendorong  kenaikan  tajam  (mata  uangnya)  dalam  beberapa  bulannya, menaikkan resiko pada resesi.    

Friday, August 31, 2012

Headline News 31.08.12


US & GLOBAL
• Bursa  saham  dan  euro  melemah  pada  sesi  Kamis  karena  investor  menurunkan  ekspektasi  bahwa  Kepala  The  Federal  Reserve  Ben  Bernanke  akan  memberikan  sinyal  peluncuran  QE3  dalam  pidatonya  pada  pertemuan  bank  sentral  di  Wyoming. Suksesnya penjualan obligasi Italia menunjukkan tumbuhnya kepercayaan di kalangan investor bahwa ECB akan  mengambil langkah‐langkah segera untuk mengatasi krisis utang yang melanda di kawasan tersebut. 

• The Dow Jones industrial average <DJI.> ditutup turun 106,77 poin, atau 0,81 persen, ke 13,000.71. Indeks The Standard &  Poor 500 <. SPX> turun 11.01 poin, atau 0,78 persen, ke 1,399.48. The Nasdaq Composite Index <. IXIC> merosot 32.47  poin, atau 1,05 persen, ke 3,048.71. 

• Di Eropa, Indeks saham Eropa FTSEurofirst 300 <FTEU3.> ditutup turun 0,8 persen ke 1,077.93. Indeks saham global MSCI  <MIWD00000PUS.> yang telah melemah selama tujuh sesi terakhir, tercatat turun 0,9 persen ke 320.39. 

• Jika Bernanke memberikan sinyal bahwa bank sentral AS akan memulai program pembelian aset lanjutan maka berpotensi  akan  menekan  kinerja  dolar  AS  terhadap  mata  uang  utama  dunia  lainnya.  Euro  <EUR=>  turun  0,2  persen  ke  1,2506,  sementara indeks dolar AS <DXY.> naik 0,2 persen ke 81,686. Penguatan menembus level  1,2590 akan menandai kinerja  terbaik euro dalam 8‐pekan terakhir. 

• Para  investor  dan  ekonom  dalam  2‐pekan  terakhir  nampak  lebih  skeptis  akan  kemungkinan  QE3  dari  The  Fed  pada  sidangnya September mendatang, demikian berdasarkan jajak pendapat Reuters selama seminggu terakhir. Kinerja euro  mendapat dukungan pada awal pekan ini setelah Perdana Menteri Cina Wen Jiabao, yang bertemu Kanselir Jerman Angela  Merkel di Beijing, pada sesi Kamis, mengatakan keyakinannya bahwa zona euro bisa keluar dari krisis utang dan bahwa Cina  akan tetap untuk terus membeli utang pemerintah Uni Eropa. 

• Harga bijih besi jatuh ke level terendah sejak 2009, menyeret turun saham penambang, termasuk Rio Tinto <RIO.L> dan  BHP <BLT.L> Billiton, perlambatan permintaan dari China mengancam permintaan metal dunia. 

• Harga obligasi Amerika menguat, mendiskonto kemungkinan QE3 dari The Fed. Obligasi Amerika tenor 10‐tahun Amerika  <US10YT=RR>harganya naik 7/32 dengan imbal hasil pada 1,6267 persen. Berkembangnya ekspektasi bahwa ECB juga akan  meningkatkan stimulus keuangan juga mendorong naiknya permintaan obligasi Italia tenor 5 dan 10‐tahun yang mencatat  penjualan sebesar 7,3 miliar euro. 

• Harga  minyak  mentah  Brent  naik  dalam  perdagangan  yang  cukup  volatile,  didukung  oleh  kekhawatiran  pasokan  dan  ketegangan geopolitik, sementara minyak mentah AS turun seiring mulai dilakukannya penilaian oleh beberapa perusahaan  akan  dampak  dari  kerusakan  dari  Badai  Isaac  yang  menyapu  kawasan  Teluk  Meksiko.Minyak  mentah  brent  untuk  pengiriman Oktober <LCOc1> ditutup naik 11 sen ke 112,65 USD per barel. Minyak mentah AS <CLc1> turun 94 sen ke 94,55  USD per barel. 


GOLD & COMMODITIES
• Harga  emas  ditutup  flat  Kamis  lalu  karena  pelemahan  pada  pasar  keuangan  yang  mendorong  investor  untuk  menahan  posisinya dari kedepannya yang menunggu pidato dari ketua the Fed Ben Bernanke. 

• Logam mulia sempat mencatatkan penurunan bersamaan dengan bursa Wall Street dan crude futures AS karena investor  melepas  posisinya  dalam  rangka  menunggu  pidato  Bernanke  pada  simposium  para  bankir  bank  sentral  di  Jackson  Hole,  Wyoming, 

• Emas telah naik 3 persen dalam delapan hari terakhirnya dari ekspektasi bahwa Bernanke menggunakan pidatonya untuk  membawa pesan yang kuat pada pasar. 

• "This (rally) may mean that the risk for gold is to the downside if the Fed Chairman does not signal clearly ‐ or loudly ‐  enough that further monetary easing is likely on the way," kata James Steel, analis metal HSBC.   

• Beberapa  trader  mengekspektasi  Bernanke  kemungkinan  mengisyaratkan  pada  putaran  ketiga  dari  pembelian  kembali  obligasi AS yang diketahui sebagai quantitative easing, sementara yang lain mengatakan the Fed dapat menunggu untuk  laporan nonfarm payroll sebelum mencapai keputusan pada stimulus pada policy meeting (12‐13) September.  


OIL & COMMODITIES
• Harga  Brent  crude  naik  pada  perdagangan  yang  choppy  Kamis  lalu,  didukung  oleh  permasalahan  pasokan  dan  tensi  geopolitik, sementara itu crude AS melorot karena perusahaan‐perusahaan energi sejauh ini telah melaporkan tidak adanya  kerusakan yang fatal pada fasilitas produksi Teluk Meksiko yang terkena badai topan Isaac yang melalui wilayah tersebut.  

• Kemungkinan  pemogokan  oleh  pekerja  jasa  oil  Norwegia,  pemeliharaan  (peralatan)  North  Sea  dan  berlanjutnya  perselisihan berkenaan dengan program nuklir Iran yang berlanjut untuk mendukung pasar Brent.  

• Brent  masih  mencatatkan  kenaikan  dalam  rangkaian  tujuh  bulannya  yang  lebih  dari  7  persen,  dengan  crude  AS  juga  mencatatkan kenaikan 7 persen dalam bulan Agustus.  

• "Brent has more geopolitical risk associated with it and it is North Sea maintenance season," kata Gene McGillian, analis  pada Tradition Energy di Stamford, Connecticut. 

• Perusahaan oil dan gas alam yang beroperasi di wilayah Gulf Coast AS sejauh ini melaporkan tidak adanya kerusakan yang  signifikan oleh badai terhadap infrastruktur, yang mana ditutup dari terjadinya badai Topan Isaac, yang saat ini menurun  menjadi badai tropis. 


EURO ZONE
• Euro terkoreksi untuk hari kedua terhadap dolar pada hari Kamis setelah sebagian investor meragukan langkah QE3 The Fed yang kemungkinan akan diumumkan  dalam testimoni Bernanke malam nanti. Pergerakan mata uang terlihat terbatas karena investor menunggu hasil testimoni Kepala The Fed Ben Bernanke yang akan  diumumkan melalui simposium tahunan The Fed di Jackson Hole, Wyoming. Jika terindikasi adanya upaya untuk melanjutkan kebijakan moneter longgar oleh The  Fed, maka akan berpotensi menekan dolar lebih lanjut.  Selain itu, investor juga menunggu hasil sidang ECB hari Kamis pekan depan dan sidang The Fed tanggal 12‐13 September mendatang. 

• Harapan akan segera dilanjutkannya kebijakan moneter longgar muncul sejak minutes dari sidang The Fed pekan lalu yang menunjukkan dewan kebijakan dapat  bertindak  “dengan  segera”.  Euro  juga  menguat  setelah  Kepala  ECB  Mario  Draghi  menunda  kehadirannya  di  pertemuan  Jackson  Hole  nanti  malam,  dimana  menambah harapan bahwa ECB akan menawarkan bantuan kepada Spanyol dan Italia. 

• Ketidakpastian  masih  marak  terjadi  di  pasar  dimana  investor  dan  ekonom  menjadi  lebih  skeptis  bahwa  The  Fed  akan  mengumumkan  putaran  baru  pembelian  obligasi pada sidangnya September mendatang, demikiann jajak pendapat Reuters menunjukkan. 

• Euro terkoreksi 0.2% di sekitar $1.2496, setelah sempat mencatat intraday high di $1.2563. Sedangkan dolar turun 0.2% ke 78.55 yen, dan euro melemah 0.5% ke  98.15 yen.


U.K.
• Sterling melemah terhadap dolar AS ditengah aksi investor yang cenderung berhati‐hati menjelang pertemuan bank sentral di Jackson Hole, Wyoming,  dimana  Ketua  The  Fed  –  Ben  Bernanke  diharapkan  akan  memberikan  sinyal  pemberlakuan  QE3.  Jika  pada  akhirnya  Bernanke  menguatkan  sinyal  pelonggaran  kuantitatif  lanjutan  untuk  Amerika,  maka  akan  berpotensi  menekan  kinerja  dolar  AS.  Sebaliknya,  apabila  Bernanke  pada  akhirnya  mengecewakan ekspektasi publik, maka dolar potensial akan menguat terhadap mata uang utama dunia lainnya termasuk sterling. Hingga akhir sesi New  York, sterling tercatat melemah 0,28 persen terhadap dolar AS ke 1.5785. 

• Sementara  itu  berdasarkan  jajak  pendapat  terakhir  yang  dilansir  Reuters  memperlihatkan  bahwa  mayoritas  ekonom  percaya  BoE  akan  meningkatkan  jumlah dana yang digunakan dalam pelonggaran kuantitatifnya sebesar 50 miliar pound lagi menjadi total 425 miliar poundsterling. Para ekonom tersebut  memperkirakan sidang BoE pada 06 September belum akan mengumumkan kebijakan ekspansi stimulus tersebut, Sementara itu suku bunga acuan bank  sentral Inggris diperkirakan belum akan mengalami perubahan dari levelnya saat ini setidaknya hingga sidang BoE pada April 2014 mendatang. 

• Data terakhir memperlihatkan bahwa pinjaman kepada sektor bisnis dan konsumen di Inggris pada periode Juli mengalami penurunan menyusul turunnya  angka pinjaman kartu kredit ke level terburuknya sejak hampir 6‐tahun terakhir. Kondisi tersebut semakin memberikan tantangan bagi bank sentral yang  saat ini tengah menggodok rencana skema baru untuk meningkatkan kredit (Funding for Lending Scheme). 


JAPAN
• Penjualan ritel Jepang mencatat penurunan yang lebi tajam dari perkiraan dalam basis tahunan di bulan Juli, mengalami penurunan untuk pertama kalinya dalam 8  bulan, menyusul melemahnya konsumsi dan ekspor yang menambah prospek suram ekonomi terbesar ketiga dunia tersebut. 

• Penurunan 0.8% pada retail sales di bulan Juli tercatat lebih tajam dari perkiraan turun 0.2%, setelah mencatat naik 0.2% di bulan Juni sebelumnya pasca maraknya  penjualan yang terlihat di awal tahun ini. 

• Data tersebut telah menambah keyakinan bahwa konsumsi swasta, yang menyumbang sekitar 60% pada perekonomian, tengah kehilangan momentumnya setelah  sempat rebound dari keterpurukan akibat gempa dan tsunami di tahun lalu. 

• Sejumlah ekonom memprediksi ekonomi akan melambat di akhir tahun ini menyusul subsidi pemerintah pada pembalian mobil beremisi rendah akan berakhir dan  ekspor menurun, dimana menambah tekanan pada BOJ untuk melonggarkan kebijakan moneter lebih lanjut. 

• Pergerakan mata uang terlihat terbatas karena investor menunggu hasil testimoni Kepala The Fed Ben Bernanke yang akan diumumkan melalui simposium tahunan  The Fed di Jackson Hole, Wyoming. Jika terindikasi adanya upaya untuk melanjutkan kebijakan moneter longgar oleh The Fed, maka akan berpotensi menekan dolar  lebih lanjut. Selain itu, investor juga menunggu hasil sidang ECB hari Kamis pekan depan dan sidang The Fed tanggal 12‐13 September mendatang. 

• Ketidakpastian  masih  marak  terjadi  di  pasar  dimana  investor  dan  ekonom  menjadi  lebih  skeptis  bahwa  The  Fed  akan  mengumumkan  putaran  baru  pembelian  obligasi pada sidangnya September mendatang, demikiann jajak pendapat Reuters menunjukkan. Euro terkoreksi 0.2% di sekitar $1.2496, setelah sempat mencatat  intraday high di $1.2563. Sedangkan dolar turun 0.2% ke 78.55 yen, dan euro melemah 0.5% ke 98.15 yen. 


AUSTRALIA
• Australian  dollar  dan  yield  obligasi  pemerintah  turun  ke  level  terendahnya  dalam  satu  bulan  Kamis  lalu  dari  bertahannya  kekhawatiran  pertumbuhan (ekonomi) global dan anjloknya harga komoditas, yang menghadapi investasi pipanisasi dalam sektor sumber daya negara.   

• Obligasi bertenor tiga tahun <YTTc1> melonjak ke level tertinggi 97.520, tertinggi sejak awal Agustus dan terakhir yield sebesar 2.51 persen.   

• Euro mencatatkan penguatan versus dollar Kamis lalu, yang mendapat dukungan kedepannya dari pidato oleh Ketua the Fed Ben Bernanke Jumat  ini, tetapi Australian dollar mencapai level terendahnya satu bulan dari berlanjutnya permasalahan mengenai outlook (ekonomi) Cina.   


SWISS
• Swiss franc naik bersamaan dengan euro terhadap dollar Kamis lalu, mendapat dukungan diantara kegelisahan investor dari kedepannya pidato  Ketua the Fed Ben Bernanke pada Jumat ini.  

• Para investor berharap bahwa pidato Bernanke pada simposium di Jackson Hole, Wyoming akan memberikan petunjuk untuk peluang dari the  Fed  yang  ditandai  program  pembelian  aset,  atau  quantitative  easing,  dan  apakah  atau  tidak  akan  mengambil  tindakan  tersebut  untuk  bulan  depan.   

• "Markets are trading in tight ranges ahead of tomorrow's Jackson Hole symposium," Mitul Kotecha, ketua dari global forex strategy pada Credit  Agricole, mengungkapkannya.   

Thursday, August 30, 2012

Headline News 30.08.12


US & GLOBAL
• Harga  minyak  mentah  Amerika  melemah  pada  sesi  Rabu,  kilang  minyak  dan  rig  di  kawasan  Teluk  Meksiko  nampaknya  berhasil  terhindar  dari  kerusakan  besar  sehubungan  Badai  Isaac,  sementara  bursa  saham  global  ditutup  relatif  stagnan  seiring aksi wait and see para pelaku pasar menjelang pidato Ketua The Federal Reserve Ben Bernanke pada hari Jumat.  Bursa  saham  Amerika  naik  tipis  dalam  sesi  dengan  volume  perdagangan  terendah  selama  2012  ini  menjelang  pidato  Bernanke  di  Jackson  Hole,  Wyoming,  dimana  para  pelaku  pasar  berharap  The  Fed  akan  memberikan  petunjuk  tentang  kemungkinan stimulus ekonomi lebih lanjut. 

• Indeks bursa saham global MSCI <. WORLD> turun tipis 0,07 persen sementara bursa Eropa <FTEU3.> ditutup turun 0,22  persen.  

• Data produk domestik bruto Amerika menunjukkan bahwa ekonomi terbesar dunia tumbuh sebesar 1,7 dalam basis antar  tahun pada triwulan  kedua 2012, lebih baik dari perkiraan awal sebesar 1,5 persen. Namun, kinerja tersebut dipandang  masih terlalu lambat untuk dapat menghindarkan dari kemungkinan program stimulus keuangan oleh The Fed. Sementara  itu laporan Beige Book memperlihatkan bahwa sektor manufaktur mengalami pelemahan yang cukup memprihatinkan di  berbagai penjuru Amerika. 

• Kinerja bursa saham Amerika selama ini telah didukung oleh ekspektasi bahwa The Fed akan menyuntikkan lebih banyak  dana  segar  ke  perekonomian.  Namun  membaiknya  rilis  data  sektor  ketenagakerjaan  dan  penjualan  ritel  pada  bulan  Juli  telah teredam spekulasi pada pelonggaran lebih lanjut. Indeks Dow Jones industrial average <DJI.> naik tipis 4,49 poin, atau  0,03 persen, ke 13,107.48. The S & P 500 Index <SPX.> naik 1,19 poin, atau 0,08 persen, ke 1,410.49. Nasdaq Composite  <IXIC.> menguat 4,04 poin, atau 0,13 persen, ke 3,081.19. 

• Minyal mentah berjangka Amerika <CLc1> turun 1,4 persen ke 95,01 USD per barel seiring ekspektasi bahwa kerusakan  akibat badai Isaac di kawasan produksi Teluk Meksiko tidak seburuk yang diperkirakan. Penurunan minyak juga ditukung  oleh data yang menunjukkan stok minyak mentah Amerika naik tajam pekan lalu. Minyak mentah Brent berjangka <LCOc1>  turun 2 sen ke 112,56 USD per barel. 

• Euro  melemah  terhadap  dolar  AS,  membalikkan  penguatan  pada  beberapa  sesi  sebelumnya,  meskipun  penurunan  lebih  lanjut  dibatasi  oleh  optimisme  bahwa  ECB  akan  bertindak  untuk  mengatasi  krisis  utang  kawasan  Uni  Eropa.  ECB  akan  menggelar sidang pada 6 September dan diperkirakan akan melakukan pembelian obligasi Spanyol dan Italia. Presiden ECB  Mario Draghi mengatakan pada sebuah surat kabar pada hari Rabu bahwa bank sentral perlu menempuh "langkah‐langkah  yang  luar  biasa,"  komentar  mana  memperkuat  spekulasi  adanya  tindakan  dalam  waktu  dekat.Euro  <EUR=>  turun  0,28  persen ke 1,2529. 

• Harga pada obligasi jangka menengah – panjang Amerika melemah setelah data memperlihatkan pending home sales di  Amerika  naik  ke  level  terpesarnya  sejak  lebih  dari  2‐tahun  terakhir,  meningkatkan  pandangan  bahwa  pemulihan  sektor  perumahan mulai nampak secara nyata. Obligasi Amerika tenor 10‐tahun <US10YT=RR> harganya turun 6/32, dengan imbal  hasil pada 1,6557 persen. 



GOLD & COMMODITIES
• Emas merosot Rabu lalu karena membaik dari ekspektasinya pertumbuhan ekonomi  AS yang memicu aksi ambil untung  pada logam mulia setelah rally naiknya baru‐baru ini dari spekulasi pada langkah stimulus terkini dari the Fed.  

• Logam mulia mendapat tekanan setelah data menunjukkan perekonomian AS sedikit lebih baik daripada sebelumnya dalam  kuartal  kedua.  Langkah  pertumbuhan  walaupun  begitu  masih  terlalu  lambat  untuk  menuntup  pintu  pada  kemungkinan  putaran ketiga dari pembelian kembali obligasi AS, yang diketahui sebagai quantitative easing (QE3), kata para analis.  

• Meskipun  penurunan  Rabu lalu,  emas  telah naik  3  persen dalam rangkaian tujuh  harinya,  karena  pasar mengekspektasi  Ketua the Fed Ben Bernanke akan menggunakan pidato Jumat ini dalam simposium tahunan pada bankir bank sentral dan  menteri keuangan di Jackson Hole, Wyoming untuk membawa pesan yang kuat terhadap pasar. 

• "A Jackson Hole premium may certainly be priced in gold," kata Carlos Perez‐Santalla, precious metals trader pada PVM  Futures.  


OIL & COMMODITIES
• Badai Isaac turun ke level badai tropis lagi Rabu lalu karena berlanjut untuk menerjang Gulf Coast AS, yang menyebabkan  banjir dan memadamkan listrik sejauh ini tidak terlihat merusak pada penyulingan atau oil lepas pantai dan penyangga gas.  

• Harga crude oil AS melemah Rabu lalu karena badai topan Isaac menjauhi Gulf Coast dari produksi oil terbesar tersebut  tanpa  kerusakan,  sementara  itu  bursa  saham  global  berada  dalam  kisaran  yang  terbatas  karena  para  trader  menunggu  kedepannya meeting dari para bankir bank sentral Jumat ini.  

• Data gross domestic product menunjukkan negara dengan perekonomian terbesar didunia tersebut bertumbuh 1.7 persen  dalam tahunan pada kuartal keduanya, sedikit lebih cepat daripada 1.5 persen dalam laporan sebelumnya.  

• Oleh  karena  itu  langkah  pertumbuhan  masih  terlalu  lambat  untuk  untuk  mengesampingkan  kedepannya  dari  monetary  easing dari the Fed. 

• Cadangan  crude  AS  naik  3.78  juta  barrel  menjadi  364.52  juta  dalam  mingguan  hingga  24  Agust.  yang  membalikkan  perkiraan  para  analis  yang  menggambarkan  1.5  juta  barrel,  Energy  Information  Administration  (EIA)  AS  mengatakannya  Rabu lalu. 


EURO ZONE
• Euro melemah terhadap dolar, membalik sejumlah kenaikan yang dicapai sebelumnya, meskipun koreksinya masih terbatas dengan sejumlah investor menantikan  langkah ECB berikutnya untuk mengatasi krisis utang yang melanda kawasan. 

• Sejumlah  mata  uang  utama  dunia  bergerak  terbatas  karena  pasar  menantikan  testimoni  Kepala  The  Fed  Ben  Bernanke  pada  hari  Jumat  besok  pada  sebuah  simposium  tahunan  The  Fed  di  Jackson  Hole,  Wyoming.  Jika  terindikasi  adanya  upaya  untuk  melanjutkan  kebijakan  moneter  longgar  oleh  The  Fed,  maka  akan  berpotensi menekan dolar lebih lanjut. 

• Kepala ECB Mario Draghi mengatakan dalam sebuah opini surat kabar pada hari Rabu bahwa bank perlu untuk melakukan "langkah‐langkah yang luar biasa," sebuah  pernyataan yang memperkuat spekulasi pada sebuah rencana untuk membeli obligasi untuk menurunkan biaya pinjaman zona euro. 

• Pergerakan pasar juga dipengaruhi oleh perdagangan tipis pada minggu terakhir musim panas di Amerika Utara. 

• Euro terkoreksi 0.3% dan bergerak di sekitar $1.2530 setelah mencatat intraday high di $1.2573 pasca komentar Draghi. Euro terlihat masih mendekati level puncak  pekan lalu di $1.2589, level tertinggi sejak awal Juli. 

• ECB akan melakukan pertemuan pada 6 September dan investor nampaknya akan menunggu detil dari langkah pembelian obligasi bank sentral sebelum memborong  euro. Meskipun Bundesbank Jerman menentang pembelian obligasi, namun pembuat kebijakan ECB bekerja lembur untuk meredakan kekhawatiran tersebut. 

• Sementara  dalam  laporan  Beige  Book  semalam,  The  Fed  mengatakan  bahwa  ekonomi  AS  melanjutkan  pertumbuhannya  secara  gradual  di  bulan  Juli  dan  awal  Agustus,  namun  kegiatan  manufaktur  masih  melemah  di  sejumlah  wilayah.  Bank  sentral  AS  mengatakan  kegiatan  ritel,  termasuk  pembelian  otomotif,  telah  mencapai puncaknya sejak laporan terakhir diirilis. 

U.K.
• Sterling berhasil menguat terhadap dolar AS, dan berhasil bangkit dari level terendahnya sejak 3‐pekan terakhir terhadap euro, para analis memperkirakan  salah  satu  dukungan  kinerja  sterling  berasal  dari  maraknya  pembelian  dari  bank  sentral.  Meskipun  demikian,  ekspektasi  bahwa  ECB  akan  segera  menempuh  langkah  untuk  menangani  krisis  hutang  kawasan  Uni  Eropa,  diperkirakan  akan  membatasi  penguatan  sterling.  Euro  tercatat  melemah  0,3  persen terhadap sterling ke 0.7915, sementara itu sterling  tercatat menguat tipis 0,05 persen ke 1.5830. 

• ECB  juga  diprediksi  melakukan  diversifikasi  cadangan  devisa  dalam  bentuk  euro  ke  mata  uang  alternative  lainnya,  termasuk  sterling.  Namun  analis  memperkirakan  euro  akan  berpotensi  menguat  tajam  apabila  spekulasi  mengenai  kemungkinan  langkah  ECB  pada  akhirnya  terbukti,  dan  hal  tersebut  potensial melemahkan sterling lebih lanjut terhadap euro yang diperkirakan akan mencapai diatas level 0.80 terhadap sterling dalam waktu dekat.  

• Para  pelaku  pasar  diperkirakan  akan  mengambil  posisi  wait  and  see  menjelang  pertemuan  bank  sentral  di  Jackson  Hall,  Wyoming,  dimana  The  Fed  diharapkan akan menguatkan sinyal peluncuran QE3 untuk menopang ekonomi Amerika. Bila The Fed kembali meluncurkan QE3, maka akan berpotensi  menekan dolar AS terhadap mata uang utama dunia lainnya.


JAPAN
• Wakil menteri keuangan Jepang, Takehiko Nakao, mengatakan bahwa pelambatan pertumbuhan ekonomi terjadi akibat penguatan yen, sebuah sinyal  bahwa Tokyo akan melakukan intervensi untuk meredam penguatan yen lebih lanjut. Ekspor telah terhambat oleh masalah di Eropa, dan juga Cina, dan  juga apresiasi yen yang cukup tajam. Jika diperlukan, kami akan mangambil langkah yang sangat tegas di pasar. 

• Otoritas moneter Jepang telah absen dari aksi intervensi sejak terakhir kali melakukannya di bulan November tahun lalu. Namun belakangan ini mereka  kembali  melancarkan  ancaman  verbal  untuk  melakukan  intervensi  akibat  penguatan  tajam  yen  yang  telah  memukul  sektor  ekspor  dan  menghambat  pemulihan ekonomi dari gempa bumi dan tsunami yang terjadi tahun lalu. 

• Tingkat  pertumbuhan  ekonomi  Jepang  melambat  menjadi  0.3%  di  periode  April‐Juni  akibat  krisis  Eropa  telah  menurunkan  tingkat  permintaan  ekspor  global, dan kalangan ekonom telah memangkas proyeksi mereka untuk pertumbuhan ekonomi Jepang di semester kedua tahun ini. 

• Dolar mempertahankan penguatannya terhadap euro dan yen setelah data menunjukkan ekonomi AS tumbuh lebih baik dari estimasi awalnya di kuartal  kedua tahun ini. Euro bergerak di sekitar $1.2530 atau melemah 0.2% dari penutupan Selasa. Sedangkan terhadap yen, dolar menguat 0.2% di sekitar  78.70 yen setelah mencatat intraday high di 78.78 yen. 

• Sementara dalam laporan Beige Book semalam, The Fed mengatakan bahwa ekonomi AS melanjutkan pertumbuhannya secara gradual di bulan Juli dan  awal Agustus, namun kegiatan manufaktur masih melemah di sejumlah wilayah. Bank sentral AS mengatakan kegiatan ritel, termasuk pembelian otomotif,  telah mencapai puncaknya sejak laporan terakhir diirilis.  


AUSTRALIA
• Euro bertahan mendekati level puncaknya dalam tujuh minggu Rabu lalu, setelah mendapat dorongan pada level terkuatnya dalam overnight,  sementara itu Australian dollar merosot ke level terendah satu bulannya dari kekhawatiran mengenai pertumbuhan (ekonomi) Cina.    

• Para trader mengatakan berita bahwa Presiden European Central Bank Mario Draghi terlalu sibuk untuk menghadiri meeting para bankir bank  sentral Jumat ini di Jackson Hole dari harapan terbaru dia dapat mengumumkan rencana jangka panjang yang telah ditunggu untuk menghadapi  krisis utang pada policy meeting ECB 6 Sept.   

• Mata uang tunggal bertahan dilevel $1.2557 <EUR=>, setelah naik lebih dari setengah persen untuk mencapai level tertinggi $1.2577 Selasa lalu,  berada mendekati level puncak tujuh minggunya $1.2590 yang terjadi minggu lalu.   

• Harga Australian bond futures menguat karena pasar menunggu meeting penting dari para bankir bank sentral global di AS akhir minggu ini.  


SWISS
• Swiss franc bertahan terhadap dollar Rabu lalu, yang mengalami konsolidasi dari sehari sebelumnya yang naik bersamaan dengan euro, dimana  terdorong oleh harapan untuk tindakan yang menentukan dari European Central Bank untuk menangani krisis utang.  

• The franc dibayangi pergerakan pada mata uang tunggal yang beriringan sejak akhir bulan September, ketika Swiss National Bank menetapkan  batasan level 1.20 per euro untuk menangani resesi dan deflasi setelah safe haven investor mengarahkan mata uangnya untuk mendekati paritas. 

• Prospek  perekonomian  Swiss  cerah,  data  menunjukkannya  Rabu  lalu,  ditandai  dari  pertumbuhan  cepat  daripada  mitranya  dan  menambah  pertanyaan mengenai berapa lama bank sentral dapat mempertahankan pembatasan the safe‐haven franc.  

• Indeks yang disusun oleh KOF research institute, pengukuran ekspektasi dari kinerja perekonomian dalam enam bulan, yang naik menjadi 1.57  poin  pada  bulan  Agustus  dari  revisi  1.41  poin  pada  Juli  –  rangkaian  kenaikan  tujuh  bulannya  dan  melewati  analisa  rata‐rata  perkiraan  analis  sebesar 1.50 poin.