title cover

title cover

Thursday, October 4, 2012

Headline News 04.10.12

US & GLOBAL
• Harga  minyak  turun  tajam  pada  hari  Rabu  menyusul  indikasi  melambatnya  perekonomian  di  Cina  dan  Eropa  telah  menambah  kekhawatiran  menurunnya  permintaan  bahan  bakar,  sementara  dolar  menguat  setelah  rilis  data  ekonomi  AS  yang  lebih  baik  dari  perkiraan. Wall Street berakhir menguat tipis dipicu rilis data pekerjaan sektor swasta dan aktifitas di sektor jasa yang lebih baik dari  perkiraan, sementara indeks Dow tertekan oleh menurunnya saham Hewlett‐Packard <HPQ.N>.  

• memburuknya  perekonomian  zona  euro  dan  pelambatan  ekonomi  Cina  yang  kemungkinan  akan  berlanjut  ke  kuartal  ketujuh,  mengisyaratkan  aksi  berani  sejumlah  bank  sentral  dunia  belum  cukup  meyakinkan  investor  untuk  melakukan  belanja  kembali.  keprihatinan terhadap perekonomian Cina dan Eropa telah mengimbangi rilis optimis data dari U.S. Energy Information Administration's  (EIA), yang menunjukkan penurunan diluar dugaan untuk stok minyak mingguan AS di pekan lalu. 

• Brent November crude <LCOc1> turun $3.40 di $108.17 per barel, setelah mencatat intraday low di $107.67, level terendahnya sejak 20  September.  Sedangkan U.S. November crude merosot $3.75 di $88.14 per barel, di bawah level MA‐100 di $89.99, setelah mencatat intraday low di  $87.70 per barel, level terendahnya sejak harga turun ke $87.23 pada 3 Agustus lalu. 

• di Wall Street, Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 12.25 poin atau 0.09% ke 13,494.61. Sementara Standard & Poor's 500  Index  <.SPX>  berakhir  menguat  5.24 poin  atau  0.36%,  ke  1,450.99.  Sedangkan  Nasdaq  Composite  Index  <.IXIC>  naik  15.19  poin,  atau  0.49% ke 3,135.23.  

• Ekspansi yang terjadi di sektor jasa AS, yang mendominasi ekonomi negara tersebut, meningkat di bulan September, sementara sektor  swasta menambah pekerjaan melampaui perkiraan di periode bulan lalu. Data tersebut muncul menjelang hari pertama dari 3 hari debat  presiden di Denver dan menjelang rilis data non‐farm payrolls pada hari Jumat. 

• S&P's consumer discretionary sector index <.GSPD> naik 0.8%. Ini adalah kinerja terbaik untuk S&P 500 sector, ditopang oleh sejumlah  saham  seperti  Amazon  <AMZN.O>,  yang  naik  2.1%  di  $255.92,  dan  developer  rumah  seperti  PulteGroup  <PHM.N>,  yang  naik  6%  di  $16.50.   

• Saham Hewlett‐Packard <HPQ.N> turun tajam setelah perusahaan mengingatkan untuk kemungkinan laporan laba yang buruk di tahun  2013, mengindikasikan lemahnya kemajuan yang dibangun oleh CEO Meg Whitman. Akibatnya saham tersebut jatuh ke level terendah 9  tahun. 

• MSCI global stock index <.MIWD00000PUS> melemah 0.1% ke 333.19. Sedangkan FTSEurofirst‐300 index turun 0.1% untuk ditutup di  1,100.84 poin.  

• Dolar menguat ke level tertinggi 2 pekan terhadap yen. Dolar sebelumnya mendapat dukungan dari laporan yang mengatakan Menteri  Keuangan  Jepang  Koriki  Jojima  yang  berjanji  untuk  melakukan  langkah  guna  membatasi  penguatan  yen  yang  telah  memukul  sektor  ekspor. terhadap yen, dolar menguat ke level tertinggi 78.58, level tertingginya sejak 19 September. Dolar terakhir bergerak di sekitar  78.51 yen, atau naik 0.5%. Sementara euro turun 0.1% ke $1.2900. 

• Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy, Selasa kemarin menggugurkan spekulasi bahwa negara tersebut bisa mengajukan permohonan  bailout segera setelah akhir pekan ini, meskipun demikian ekspektasi tetap tinggi bahwa Spanyol akhirnya akan meminta bantuan. 

• Sinyal melambatnya perekonomian Cina telah menekan harga logam, dengan harga tembaga turun setelah mengalami rally selama  4  hari. China menyumbang 40 persen dari permintaan tembaga murni tahun lalu. Harga tembaga dalam London Metal Exchange <CMCU3>  di $8,290 per ton, turun dari level hari Selasa di $8,325.50. Harga tembaga ini tercatat telah menguat lebih dari 2% dalam 4 sesi terakhir. 

• Emas  berhasil  menguat,  mengabaikan  penurunan  pada  harga  minyak  dan  menguatnya  dolar,  menyusul  rilis  data  ekonomi  AS  telah  mendorong  minat  beli  pada  logam  mulia  sebagai  lindung  nilai  terhadap  inflasi.  harga  emas  spot  naik  tipis  di  $1,777.39.  Harga  emas  sempat menguat di $1,791.20 sebelumnya dalam pekan ini, level tertingginya sejak November lalu. Sementara untuk Treasury AS tenor  10 tahun naik 1/32, dengan yield di level 1.6146%.   


GOLD & COMMODITIES
• Emas  sedikit  menguat  Rabu  lalu,  mengabaikan  penurunan  oil  dan  penguatan  dollar  AS,  sempat  mendekati  level  tertinggi  dalam  11‐ bulannya, dengan para investor masih berkeinginan untuk memperluas penyerapan pada metal setelah laporan menunjukkan lapangan  kerja sektor swasta AS bertumbuh secara lambat.  

• U.S. private employers bertambah 162.000 lapangan kerja pada bulan September, diatas ekspektasi para ekonom, sebuah laporan oleh  payrolls processor menunjukkannya Rabu lalu, meskipun revisi pada gambaran bulan sebelumnya mengurangi hasil positif tersebut.  

• Survei para ekonom oleh Reuters telah memperkirakan laporan ADP National Employment akan menunjukkan kenaikan 143.000 jobs,  tetapi private payrolls Agustus di revisi turun untuk kenaikan 189.000 dari laporan sebelumnya yang dilaporkan 201.000.  

• "Gold held up because QE3 is attracting new investors into the market. People are exiting risk currencies such as the Australian dollar and  looking for a safe haven in the gold market," kata Phillip Streible, senior commodities broker pada futures brokerage R.J. O'Brien.  


OIL & COMMODITIES
• Harga  minyak  turun  tajam  pada  hari  Rabu  dipicu  data  mengecewakan  dari  Cina  dan  Eropa  yang  telah  menambah  keprihatinan  mengenai  melambatnya pertumbuhan ekonomi dan juga menurunnya permintaan bahan bakar, meskipun rilis optimis data ekonomi AS men‐support dolar. 

• U.S.  November RBOB  gasoline  futures  <RBc1>  melemah  dalam  2  sesi  berturut‐turut,  mencatat  penurunan  2.5%,  memicu  tertekannya  minyak  mentah AS ke level terendah 2 bulan.  

• Dengan  buruknya  data  ekonomi,  investor  mengabaikan  sentimen  positif  seperti  data  stok  minyak  mingguan  dari  Energy  Information  Administration (EIA). Laporan tersebut menunjukkan stok minyak mentah turun 482.000 barel di pekan lalu, kontras dengan ekspektasi stok naik  1.5 juta barel. 

• Brent  November  crude  <LCOc1>  turun  $3.40  di  $108.17  per  barel,  setelah  mencatat  intraday  low  di  $107.67,  level  terendahnya  sejak  20  September.  Sedangkan U.S. November crude merosot $3.75 di $88.14 per barel, di bawah level MA‐100 di $89.99, setelah mencatat intraday low di $87.70  per barel, level terendahnya sejak harga turun ke $87.23 pada 3 Agustus lalu. 

• EIA  melaporkan  stok  bensin  naik  tipis  sebesar  114.000  barel  pekan  lalu  sementara  stok  minyak  suling  turun  3.69  juta  barel,  lebih  tajam  dari  perkiraan. 

• Menjelang rilis data non‐farm payrolls AS hari Jumat, data ekonomi AS semalam telah dirilis positif dn melampaui ekspektasi sehingga menambah  harapan bahwa ekonomi AS akan tumbuh lebih stabil dimana hal ini telah mendorong menguatnya dolar, meskipun penguatan dolar berpotensi  menekan komoditi yang didenominasikan kedalam dolar, seperti minyak.  


EURO ZONE
• Penjualan ritel di zona euro hampir tidak naik pada Agustus karena pengendara motor memangkas pembelanjaannya pada bahan bakar dalam bulanan dari musim panas di  Eropa, mengkhawatirkan mengenai penurunan ekonomi berkenaan dengan resesi.  

• Tingginya  harga  oil  memaksa  konsumen  dalam  17‐negara  pada  blok  mata  uang  tersebut  untuk  menghemat  pada  pemakaian  diesel  dan  gasoline,  yang  menahan  kembali  perdagangan ritel yang hanya naik 0.1 persen dalam bulanan dibandingkan Juli, kantor statistik Uni Eropa Eurostat mengatakannya Rabu lalu.  

• Pengawas perbankan Uni Eropa memasang target untuk bank‐bank menaikkan lebih besar modal untuk membantu mereka terlindungi dari krisis utang zona euro, meskipun  tekanan mulai melemah.  

• Harapan Dousing banks' bahwa European Banking Authority akan mengurangi permintaannya, dengan London‐based regulator mengatakan Rabu lalu bahwa bank‐bank untuk  menjaga capital buffer/modal penyangganya sama dengan 9 persen dari aset beban resiko mereka secara tidak terbatas.  

• Penerimaan pajak perusahaan di Spanyol telah anjlok hingga hampir dua pertiga dari level pra‐krisis karena bisnis‐bisnis kecil gagal dan jumlah pertumbuhan dari perusahaan‐ perusahaan besar mencari keuntungan luar negeri untuk dikompensasi pada penurunan jangka panjang domestik. 


U.K.
• Sterling  terkoreksi  ke  level  terendah  3  pekan  terhadap  dolar  dan  mendekati  level  terendah  2  pekan  terhadap  euro,  dipicu  rilis  lemah  data  ekonomi  telah  meruntuhkan  kepercayaan  pada  prospek  berlanjutnya  pemulihan  ekonomi  Inggris.Sebuah  laporan  Rabu  kemarin  menunjukkan  pertumbuhan  sektor  jasa  Inggris  melemah di bulan September dan penyedia layanan jasa memangkas pekerjaan untuk pertama kalinya dalam 10 bulan. Data yang buruk ini dirilis sehari setelah data  aktifitas sektor konstruksi Inggris juga melemah , sehingga memperkuat posisi jual sterling dalam jangka pendek kedepan. 

• Sterling  terkoreksi  0.3%  terhadap  dolar  di  sekitar  $1.6082,  setelah  mencatat  intraday  low  di  $1.6070.  Tren  pergerakan  sterling  terlihat  masih  melemah  sejak  menembus level tertinggi 13 bulan di $1.6310 pada 21 September. Euro juga terlihat menguat terhadap sterling di 0.8022 pound, dimana mencatat intraday high di  0.8033 pound, level tertingginya sejak 20 September.  

• Sterling mengalami tekanan terhadap euro akibat rilis mengecewakan data eknomi Inggris, yang mengindikasikan ekonomi Inggris masih rentan tekanan, sementara  spekulasi  bahwa  Spanyol akan  segera meminta  bantuan  dana  bailout telah membantu  mengangkat euro.  Data‐data ekonomi  Inggris  yang  telah  dirilis pekan ini  mengisyaratkan ekonomi akan tumbuh secara perlahan di kuartal ketiga. 

• Komite kebijakan moneter dari BoE memulai pertemuan dua hari pada hari Rabu, di mana diperkirakan akan memutuskan untuk menunda perpanjangan program  pembelian obligasi pemerintah untuk setidaknya sebulan lagi. Sementara perekonomian Inggris diperkirakan akan tetap dalam resesi pada Q4, maka diperkirakan  putaran lain pelonggaran kuantitatif (QE) sebesar 50 miliar pound akan diumumkan pada pertemuan November, meskipun faktanya bahwa beberapa anggota MPC  (Spencer Dale dan Ben Broadbent) sebelumnya meragukan atas efektivitas QE. 


JAPAN
• Zona euro telah membuat banyak kemajuan dalam menangani krisis utang dalam tiga tahunnya dengan reformasi ketat yang diambil oleh negara‐negara  utama yang terdorong dan membutuhkan untuk menjaga momentum, diplomat keuangan Jepang mengatakannya Rabu lalu.  

• Dia juga membuat komentar yang mendamaikan berkenaan dengan Cina berkenaan sengketa antara dua negara berkenaan dengan grup kepulauan yang  telah menaikkan tensi antara kedua negara.  

• Takehiko Nakao, wakil menteri keuangan untuk urusan internasional, mengatakan pada Reuters dalam suatu wawancara bahwa Jepang akan mendesak  Eropa untuk mempertahankan pergerakannya pada meeting ketua keuangan Group of Seven dan tahunan IMF dan World Bank bersama‐sama di Tokyo  minggu depan.  


AUSTRALIA
• Australian dollar merosot dalam level terendah dalam empat minggu setelah Australia mencatatkan defisit perdagangan terbesarnya dalam 3‐1/2 tahun.   

• Aussie juga tertekan turun dari ekspektasi bahwa tingkat suku bunga domestik akan dipangkas kedepannya, setelah pemangkasan Selasa lalu.   

• Anjloknya harga dari bijih besi dan batu bara dalam pada export earnings Australia, merupakan tanda terbaru bagaimana negara kaya tersebut menjadi tertekan dari  perlambatan ekonomi Cina, pelanggan utamanya.    

• Investor juga melepas Aussie dollar setelah Reserve Bank of Australia (RBA) Selasa lalu memangkas tingkat suku bunga hingga 25 basis poin menjadi 3.25 persen,  level terendahnya dalam tiga tahun, dan membiarkan pintu terbuka untuk pelemahan berikutnya.    

• Untuk membenarkan pemangkasannya, RBA mengatakan perlambatan ekonomi Cina, anjloknya export prices dan tingginya mata uang lokal semuanya melemahkan  outlook ekonomi mereka. 

• Harga Australian bond futures mengalami rally ke level poin tertinggi yang lebih dalam dua bulan mengikuti rilis pelemahan dari ekspektasinya data perdagangan  domestik.  


SWISS
• Swiss franc melemah tipis terhadap euro dan juga dolar pada hari Rabu menyusul defisit perdagangan Australia menembus level tertinggi 3 tahun dan  aktifitas  industri manufaktur Cina mencatat pertumbuhan yang tipis, dimana telah mengurangi minat investor terhadap aset beresiko. 

• Rilis data yang buruk dan ketidakpastian kapan Spanyol akan mengajukan permintaan bailout telah mendorong investor untuk menjual euro dan franc dan beralih  untuk memburu dolar. 

• Dolar juga terangkat semalam berkat rilis optimis data ekonomi AS, seperti data ADP National Employment dan ISM non‐manufacturing dimana keduanya dirilis naik  di atas perkiraan pasar. 

• Dolar menguat 0.2% terhadap Swiss franc di sekitar 0.9382 franc, sementara euro menguat tipis 0.1% terhadap franc di sekitar 1.2110 franc dibandingkan penutupan  New York hari Selasa sebelumnya. 

• Untuk mempertahankan perekonomian zona euro, ECB telah membentuk Outright Monetary Transactions, sebuah rencana untuk membeli obligasi dalam jumlah  tak terbatas untuk negara‐negara zona euro yang dilanda krisis guna menurunkan biaya pinjaman mereka.

Wednesday, October 3, 2012

Headline News 03.10.12


US & GLOBAL
• Euro  menguat  kembali  terhadap  dolar  pada  hari  Selasa  dipicu  ekspektasi  Spanyol  akan  segera  mengajukan  permintaan  bailout,  namun  bursa  saham  AS  berakhir  relatif  stabil  akibat  ketidakpastian  kapan  Madrid  akan  meminta  bailout  dan  berkembangnya  kekhawatiran  atas  earning  kuartal  ketiga.  Para  pejabat  Eropa  pada  hari  Senin  sebelumnya  mengatakan  Spanyol siap untuk mengajukan permintaan bailout zona euro secepatnya pekan depan. Namun demikian, pada hari Selasa  kemarin,  Perdana  Menteri  Spanyol  Mariano  Rajoy  mengatakan  bahwa  permintaan  untuk  bantuan  Eropa  belum  akan  segera  diajukan.  Permintaan  bailout  dipandang  positif  bagi  Spanyol  dan  juga  euro  karena  akan  mendorong    pembelian  obligasi Spanyol oleh ECB, yang akan menurunkan yield obligasi negara tersebut. Hal ini juga sekaligus akan menghapus  ketidakpastian dalam penyelesaian krisis utang zona euro yang telah berlangsung selama 3 tahun terakhir. 

• The MSCI global stock index <.MIWD00000PUS> berakhir tipis di 333.35.  

• Bursa saham Wall Street menyerahkan keuntungan awalnya dan ditutup relatif stabil ditengah kondisi perdagangan yang  cukup  fluktuatif  menyusul  rally  pada  S&P  500  ke  level  tertinggi  hampir  5  tahun  terhenti.  Dow  Jones  industrial  average  <.DJI> ditutup melemah 32.75 poin atau 0.24% di 13,482.36. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> ditutup naik 1.26 poin  atau 0.09% ke level 1,445.75. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> naik 6.51 poin atau 0.21% ke 3,120.04.  

• Indeks Dow tertekan oleh saham‐saham  yang berkaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi, termasuk  saham  produsen  alat  berat  Caterpillar  Inc  <CAT.N>  dan  produsen  pesawat  Boeing  Co  <BA.N>.  Suramnya  kondisi  ekonomi  global  telah  menurunkan permintaan ekspor dari Eropa, yang saat ini tengah mengalami resesi. 

• Hasil yang lebih buruk dari perkiraan dari produsen pupuk Mosaic <MOS.N> kian menambah kekhawatiran seputar musim  perolehan laba perusahaan di kuartal ketiga, yang akan dimulai di pekan depan. Saham Mosaic turun 3.9% ke $55.76 

• FTSEurofirst‐300  index  of  pan‐European  shares  <.FTEU3>  turun  0.3%  dan  berakhir  di  1,101.89  poin,  juga  tertekan  oleh  kekhawatiran terhadap buruknya laporan laba perusahaan kuartal ketiga dan melemahnya saham‐saham sumber daya. 

• Euro  menguat  0.2%  di  $1.2917,  mencatat  penguatan  dua  hari  berturut‐turut  terhadap  dolar,  sementara  dolar  menguat  0.2% terhadap yen ke 78.16 yen. Ketidakpastian mengenai kapan pastinya Spanyol akan mengajukan permintaan bailout  telah mendorong investor untuk berlaku hati‐hati, dimana mereka melakukan aksi jual euro di saat harga tengah menguat.  Faktor  lain  yang  melemahkan  euro  adalah  review  Moody’s  untuk  peringkat  utang  Spanyol  yang  kemungkinan  akan  mendorongnya kedalam status ‘sampah”. 

• Investor  juga  tengah  menantikan  sejumlah  sidang  reguler  bank  sentral  pekan  ini.  ECB,  BoE  dan  BOJ  akan  menggelar  sidangnya pekan ini, meskipun ketiga bank sentral tersebut tidak terindikasi akan mengubah level suku bunganya. 

• Sementara  kabar  mengejutkan  datang  dari  Australia,  dimana  bank  sentral  negara  tersebut,  RBA,  memangkas  suku  bunganya  sebesar  25  basis  poin  menjadi  3.25%.  Aussie  terkoreksi  ke  level  terendah  1  bulan  di  $1.0291  dan  terakhir  diperdagangkan melemah 1% di $1.0252. 

• Harga  obligasi  pemerintah  AS  me‐reverse  kerugian  awalnya  untuk  kemudian  menguat  menyusul  turunnya  harga  saham  yang telah mendorong minat beli pada aset‐aset aman resiko. Harga obligasi tenor 10 tahun naik 1/32 dengan yield berada  di level 1.6146%. 

• Brent crude <LCOc1> turun 62 sen dan ditutup di $111.57 per barel dipicu prospek suram untuk permintaan minyak dan  melambatnya perekonomian AS. Sedangkan U.S. crude <Clc1> turun 59 sen di $91.89. Sementara untuk harga emas masih  ditutup  di  sekitar  level  tertingginya.  Emas  dipandang  sebagai  aset  aman  resiko.  Harga  emas  spot  terakhir  bergerak  di  sekitar $1,775.20 per ounce. 


GOLD & COMMODITIES
• Emas diperdagangkan mendekati flat Selasa lalu karena pasar mengalami konsolidasi dari kenaikan sehari setelah mencapai  level tertinggi tahun 2012 dan kedepannya data penting bulan September nonfarm payrolls AS yang dirilis minggu ini.  

• Palladium naik 1,5 persen ementara itu platinum group metals juga menguat sebagaimana perusahaan besar otomotif AS  General Motors Co <GM.N> mencatatkan kenaikan tipis pada bulan September dalam penjualan AS dan total penjualan  otomotif AS mencatatkan kenaikan 12 persen.  

• Pasar logam mulia sedikit mengalami koreksi setelah metal naik ke level tertingginya tahun ini Senin lalu setelah Ketua the  Fed  Ben  Bernanke  memperbarui  janji  bank  sentral  yang  dibuat  bulan  September  untuk  menjaga  stimulus  kebijakan  moneter ditempat bahkan setelah ekonomi terlihat rebound untuk mendapatkan traksi.  

• Volume penjualan U.S. gold futures mencatatkan untuk ditutup dibawah rata‐rata karena konsumen utama dunia Cina dan  India tidak ada dalam trading karena libur nasional.  


OIL & COMMODITIES
• Harga minyak turun ditengah kondisi perdagangan yang  cukup fluktuatif pada hari Selasa, tertekan oleh prospek melambatnya pertumbuhan  ekonomi dan menurunnya permintaan untuk bahan bakar, namun adanya resiko terkendalanya suplai minyak telah membatasi kerugian. 

• Pertumbuhan ekonomi global telah melambat tahun ini, menekan pertumbuhan permintaan bahan bakar di Asia, Eropa dan juga AS. Investor  masih  mengkhawatirkan  kemungkinan  terhambatnya  suplai  minyak  akibat  kerusuhan  di  Timur  Tengah  yang  dapat  mendorong  naiknya  harga  minyak dunia. 

• Euro  menguat  kembali  terhadap  dolar  pada  hari Selasa  dipicu  ekspektasi Spanyol  akan  segera mengajukan  permintaan  bailout,  namun bursa  saham AS berakhir relatif stabil akibat ketidakpastian kapan Madrid akan meminta bailout dan berkembangnya kekhawatiran atas earning kuartal  ketiga. 

• Investor masih mencemaskan laporan ketenagakerjaan AS pekan ini. Diawali oleh laporan ADP National Employment pada hari Rabu, dilanjutkan  data jobless claims hari Kamis dan berakhir pada data non‐farm payrolls pada hari Jumat. 

• Brent November crude <LCOc1> turun 62 sen di $111.57 per barel. Sedangkan U.S. November crude <Clc1> turun 59 sen dan berakhir di $91.89  per barel, setelah mencapai intraday high di $92.94.  

• Harga  minyak  mendapat  dukungan  pada  hari  Senin  ketika  dirilisnya  data  manufaktur  AS  yang  diluar  dugaan  mengalami  ekspansi  di  bulan  September untuk pertama kalinya sejak bulan Mei. Namun kondisi positif tersebut dibarengi oleh kondisi buruk pada sektor manufaktur Eropa  yang mencatat kinerja kuartalan terburuknya sejak awal 2009 dan juga Cina. 

• Tertundanya muatan minyak Oktober untuk kargo minyak North Sea Forties akibat output yang lebih rendah dari perkiraan juga turut membatasi  penurunan pada harga minyak. 

• Ketegangan antara Barat dan Iran atas program nuklir Teheran terus memanas setelah pidato para kepala negara pekan lalu di Majelis Umum  PBB. 

• Pelaku pasar juga difokuskan pada keanggotaan OPEC Venezuela menjelang pemilihan hari Minggu menyusul Presiden Hugo Chavez berupaya  untuk kembali menduduki jabatan untuk keenam kalinya. 


EURO ZONE
• Yunani mengadakan putaran terkini dari pembicaraan dengan lender luar negeri untuk menjembatani perbedaan sekitar 2 milyar euro dari pemangkasan  austerity yang diperdebatkan Selasa lalu, dengan waktu yang berjalan singkat untuk membereskan kesepakatan sebelum meeting penting para menteri  keuangan minggu depan.   

• Tingkat pengangguran Spanyol naik pada bulan September karena sektor jasa mengalami akselerasi pemberhentian sementara pada akhir musim panas,  diperkirakan satu dari empat orang dinegara tersebut saat ini menganggur.  

• Data Menteri tenaga kerja menunjukkan tingkat pengangguran naik 1.7 persen untuk membuat 4.7 juta orang keluar dari pekerjaannya.  

• Gambaran tersebut juga naik pada bulan Agustus setelah anjlok selama musim panas.   

• Factory prices zona euro melonjak tidak seperti ekspektasi pada bulan Agustus dan membesarnya marjin sejak bulan Januari karena naiknya harga minyak  yang menambah tekanan inflasi diantara negara blok tersebut, yang membatasi kemampuan European Central Bank untuk memangkas tingkat suku bunga  terhadap dukungan dari anjloknya perekonomian.  


U.K.
• Harga rumah di Inggris diluar dugaan turun di bulan September, demikian data dari mortgage lender Nationwide menunjukkan, menambah serangkaian  rilis data ekonmi Inggris yang mengecewakan. Harga rumah turun 0.4% di bulan September setelah mencatat naik 1.1% di bulan Agustus sebelumnya.  Adapun data Agustus adalah revisi turun dari laporan awal 1.3%. 

• Sedangkan di hari Senin sebelumnya, data menunjukkan pinjaman hipotek (mortgage lending) di bulan Agustus mengalami penurunan dan jumlah  persetujuan hipotek (mortgage approvals) masih rendah meskipun skema baru bank sentral untuk mendapatkan kredit mengalir ke sektor bisnis dan  konsumen. Namun demikian kepala ekonom Nationwide Robert Gardner tetap optimis setelah survey kondisi kredit BoE mengindikasikan bank  menginginkan ketersediaan hipotek yang lebih banyak. 

• Sementara itu sebuah survey luartalan oleh British Chambers of Commerce (BCC) menunjukkan ekonomi Inggris telah kehilangan momentumnya, dimana  perusahaan  mempertimbangkan  kembali  dalam  melakukan  rencana  investasi  dan  penambahan  tenaga  kerja.  Hasil  survey  BCC  juga  menunjukkan  permintaan ekspor dan domestik melemah seiring langkah penghematan pemerintah dan krisis utang zona euro yang berkepanjangan. 

• BCC tetap mempertahankan pandangannya bahwa ekonomi Inggris telah terhindar dari resesi, sebuah pandangan yang bertolak belakang dengan data  dari Office for National Statistics, karena sebanyak 7593 perusahaan yang disurvey melaporkan output mengalami pertumbuhan dibandingkan kontraksi.  BCC saat ini memprediksi ekonomi akan tumbuh 0.5% di kuartal ketiga. 

• Sterling  me‐reverse  keuntungannya  untuk  kemudian  ditutup  relatif  flat  terhadap  dolar  di  sekitar  $1.6130,  setelah  sempat  rebound  hingga  mencatat  intraday high di $1.6187. 


JAPAN
• Bank  of  Japan  mengekspektasi  untuk  menjaga  kebijakan  moneter  unchanged  Jumat  ini  meskipun  melemahnya  aktivitas  manufaktur  di  Asia  berlanjut untuk menekan outlook, lebih memilih untuk mempergunakan waktunya dalam mengecek pelonggaran kebijakannya bulan lalu.  

• Minggu  ini  meeting  akan  mendahuli  pentingnya  gambaran  pada  30  Okt.,  ketika  BOJ  kemungkinan  untuk  memangkas  perkiraan  ekonomi  dan  harga jangka panjang, dan mengakui bahwa Jepang  masih mencapai target inflasi bank 1 persen.  

• Perkembangan  moneter  Jepang  melonjak  ke  level  tertinggi  pada  bulan  September,  data  Bank  of  Japan  menunjukkannya  Selasa  lalu,  karena  kebijakan moneter yang ultra longgar membawa kenaikan pada current account deposits yang dijaga bank komersial pada bank sentral.  

• The monetary base, yang menilai sejumlah sirkulasi mata uang, naik 9.0 persen pada September dari awal tahun yang mencatatkan 124.3 trilyun  yen ($1.59 trilyun), kata bank sentral.  


AUSTRALIA
• Australian dollar merosot ke level terendahnya dalam satu bulan Selasa lalu setelah Reserve Bank of Australia (RBA) memangkas tingkat suku  bunga ke level terendahnya dalam tiga tahun menjadi 3.25 persen dan membuka pintu untuk peluang lebih rendah lagi.  

• Australian dollar <AUD=D4> melorot 0.6 persen ke level $1.0247, level terendahnya sejak 7 Sept, karena pasar tidak benar‐benar sepenuhnya  menginginkan pergerakan tersebut. Kebanyakan ekonom lebih menyukai bulan November terjadinya pemangkasan.   

• RBA mencatatkan latar belakang dari penurunan ekonomi global, turunnya export prices dan tingginya mata uang sebagai faktor utama yang  yang menekan outlook ekonomi negara.  

• Empat bank utama Australia menghadapi besarnya tekanan untuk memangkas tingkat suku bunga setelah bank sentral membuat pemangkasan  kelima kalinya dalam 12 bulan.  

• Harga Australian bond futures menguat  setelah bank sentral memangkas tingkat suku bunganya.  


SWISS
• Swiss  franc  bersamaan  dengan  euro  menguat  terhadap  dolar,  rebound  dari  level  terendah  3  pekan  sesi  sebelumnya,  meskipun  penguatannya  masih  terhambat oleh masalah anggaran Spanyol. 

• Pasar masih menantikan apakah Spanyol akan meminta bantuan internasional, mendorong program pembelian obligasi ECB.  Komentar dari Komisioner  Uni Eropa Olli Rehn bahwa rencana dana Spanyol untuk membantu perbankan yang “sekarat” akan mulai mengalir di bulan November, dimana hal ini  memberikan rasa optimis dikalangan pelaku pasar. 

• Sejak Swiss National Bank menetapkan batasan 1,20 per euro setahun  lalu, franc sebagian besar diperdagangkan sejalan dengan euro terhadap dolar.  Indikasi meredanya ketegangan pasar di zona euro telah menyebabkan franc melemah terhadap euro bulan lalu, meskipun tren pelemahannya tersebut  kini telah berbalik. 

• Ekonomi  Swiss  mengawali  tahun  ini  dengan  mencatat  pertumbuhan  yang  mengesankan,  mengabaikan  tekanannya  akibat  penguatan  franc.  Namun  ekonomi mengalami kontraksi di kuartal kedua dan data manufaktur tersungkur ke level terendahnya sejak Juni 2009, mengisyaratkan ekonomi Swiss akan  mengalami ujian berat. 

• Swiss franc menguat 0.3% terhadap dolar dan diperdagangkan di sekitar 0.9340 franc dibandingkan dengan penutupan New York hari Senin. Sementara  franc terlihat flat terhadap euro di sekitar 1.2096 franc.

Tuesday, October 2, 2012

Headline News 02.10.12


US & GLOBAL
• Bursa saham utama dunia menguat di hari Senin setelah survey menunjukkan sektor manufaktur AS mengalami ekspansi di  bulan September untuk pertama kalinya sejak bulan Mei dan hasil dari stress test perbankan Spanyol mendorong kenaikan  pada saham finansial Eropa. 

• Euro menguat dari level terendah 3 pekan terhadap dolar setelah rilis data manufaktur AS yang mana telah mengurangi  minat pada aset‐aset aman resiko. Namun harga Treasury AS berhasil naik, didukung oleh aksi beli The Federeal Reserve. 

• Institute for Supply Management, sebuah grup industri, melaporkan indeks untuk aktifitas pabrikan AS naik ke 51.5 di bulan  September. Ini adalah kali pertama indeks berhasil berada di atas level 50 yang menunjukkan sektor mengalami ekspansi. 

• Kepala  The  Federal  Reserve  Ben  Bernanke  semalam  mengatakan  bank  sentral  AS  tidak  melihat  adanya  resesi  tapi  pertumbuhan ekonomi yang terjadi masih terlalu lambat untuk menurunkan tingkat pengangguran. Komentarnya tersebut  secara umum tidak berpengaruh di pasar. 

• Di  awal  sesi  Senin,  survey  menunjukkan  sektor  manufaktur  Eropa  dan  Asia  kembali  mengalami  kontraksi  di  bulan  September,  mengindikasikan  zona  euro  akan  kembali  mengalami  resesi  dan  memperkuat  dugaan  ekonomi  Cina  akan  kembali melambat untuk 7 kuartal berturut‐turut. 

• Bursa Wall Street menguat setelah menutup kuartal ketiga terbaiknya sejak 2010 pada Jumat lalu. Dow Jones industrial  average <.DJI> ditutup naik 77.98 poin atau 0.58% ke 13,515.11. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> berakhir naik 3.82  poin  atau  0.27%  ke  level  1,444.49.  Sedangkan  Nasdaq  Composite  Index  <.IXIC>  turun  2.70  poin  atau  0.09%  ke  level  3,113.53.  

• Sejumlah  saham  blue‐chips  menembus  level  tertinggi  52  minggu  dan  membantu  mendorong  penguatan  Dow.  Saham  General  Electric  <GE.N>  menembus  level  tertinggi  52  minggu  di  $22.99  sebelum  akhirnya  ditutup  naik  0.4%  di  $22.81.  Saham IBM <IBM.N> juga menembus level tertinggi 52 minggu di $211.75 dan saham Travelers Co <TRV.N> naik ke level  intraday high di $69.48. Saham IBM ditutup naik 1.5% di $210.47 dan The Travelers naik 1.2% di $69.07. 

• The MSCI global stock index <.MIWD00000PUS> naik 0.5% ke 333.13. The FTSEurofirst‐300 index of pan‐European shares  <.FTEU3> naik 1.42% dan ditutup di 1,104.71 poin.  

• Hasil dari stress test perbankan Spanyol usai tutup bursa Eropa pada hari Jumat lalu menunjukkan masalah yang tengah  dihadapi  perbankan  ternyata  tidak  seburuk  yang  diperkirakan  sebelumnya,  meskipun  ketidakpastian  masih  menyelimuti  pasar mengenai kapan pastinya Madrid akan meminta bailout dari Uni Eropa. Spanyol siap untuk meminta bailout zona  euro secepatnya di pekan depan, namun Jerman telah mengisyaratkan bahwa pemberian bailout harus ditunda. Perbankan  Spanyol akan membutuhkan modal ekstra sebesar 59.3 milyar euro untuk keluar dari krisis ekonomi yang serius, sesuai  dengan ekspektasi pasar. Negara ini diperkirakan akan membutuhkan bantuan internasional untuk memenuhi kebutuhan  pembiayaan utangnya. 

• Investor masih menantikan review untuk penentuan peringkat utang Spanyol dari lembaga pemeringkat Moody’s. Negara  tersebut terancam akan mengalami downgrade ke status “sampah” dan akan memaksa negara untuk segera meminta dana  bailout. 

• Euro menguat 0.3% ke $1.2890. Sedangkan terhadap yen, dolar naik 0.1% di 77.99 yen. Treasury AS tenor 10 tahun naik  5/32. Dengan yield berada di 1.6146%. Brent crude oil <LCOc1> turun 20 sen di $112.19 dan U.S. crude <CLc1> naik 29 sen  di $92.48. Harga emas rally mendekati level tertinggi 1 tahun di sekitar $1,777 per ounce. Harga emas spot menembus di  atas $1,790 per ounce, level tertingginya sejak November 2011.   


GOLD & COMMODITIES
• Emas mengalami rally tajam Senin lalu yang didukung apa yang para trader dan analis katakan suatu gejolak dari hedge  fund yang mulai membeli dalam kuartal baru, mengikuti kenaikan kuartalan yang kuat dalam harga emas yang lebih dari  dua tahun.  

• Minggu  ini  dorongan  sejumlah  kejadian‐kejadian  yang  beresiko  dalam  pasar,  termasuk  laporan  bulanan  dari  tingkat  pengangguran AS, policy meeting ECB dan gambaran Senin pada aktivitas industri global, yang mana menunjukkan aktivitas  factory AS mengalami ekspansi tidak seperti ekspektasi pada bulan lalu.  

• Emas  diekspektasi  untuk  diberi  sinyal  dari  euro,  yang  mana  mengalami  recovery  dari  level  terendah  tiga  minggunya  terhadap  dollar,  tetapi  dengan  permasalahan  yang  tinggi  mengenai  kapan  dan  jika  tidak  Spanyol  akan  meminta  bailout  sebagai imbalan untuk ECB dalam menurunkan borrowing costs‐nya, dan rally dalam mata uang tunggal Eropa yang dapat  gagal.


OIL & COMMODITIES
• Brent crude terkoreksi di sesi Senin kemarin dipicu sinyal melemahnya perekonomian di Asia dan resesi dan krisis utang berkepanjangan  di zona euro telah diimbangi oleh rilis optimis data manufaktur AS. 

• Harga minyak awalnya mengalami tekanan setelah data menunjukkan aktifitas pabrikan Cina (sebagai konsumen minyak No.2 dunia)  mengalami kontraksi, sementara manufaktur zona euro mencatat pelemahan kuartal terburuknya dalam 3 tahun tgerakhir di kuartal  ketiga. 

• Harga minyak sempat mengalami rebound usai dirilisnya data manufaktur AS yang berhasil mencatat ekspansi di bulan September,  mengakhir pelemahannya selama 3 bulan, menyusul naiknya new orders dan lapangan kerja. 

• U.S. crude berakhir di teritorial positif, namun Brent membalik keuntungan awalnya untuk ditutup melemah. 

• Pasar minyak telah mengalami tekanan akibat kerusuhan di Timur Tengah dan potensi gangguan pasokan serta pemeliharaan yang  berhubungan dengan keterlambatan dalam pengiriman minyak mentah Laut Utara terhadap menurunnya permintaan bahan bakar dan  data ekonomi dalam beberapa pekan terakhir. 

• Brent crude turun 20 sen dan ditutup di $112.19 per barel, turun dari intraday high di $113.37 per barel yang dicapai di awal sesi.  Sedangkan untuk   U.S. crude berhasil naik 29 sen untuk ditutup di $92.48 per barel, setelah menembus level intraday high di $93.33. 

• Brent naik 14.9% di kuartal ketiga, setelah turun 20% di kuartal kedua, sementara U.S. crude naik 8.5% di kuartal ketiga, setelah turun  17.5% di kuartal kedua. 


EURO ZONE
• Manufaktur  zona  euro  membawanya  dalam  kinerja  terburuk  dalam  tiga  bulan  pada  bulan  September  sejak  makin  mendalamnya  pada  Great  Recession/resesi  yang  besar,  dengan  pabrik‐pabrik  tertekan  oleh  anjloknya  permintaan  meskipun  telah  memangkas  harga,  survei  binis  menunjukkannya Senin lalu – yang mencatatkan pada resesi terkini. 

• Uni Eropa memperingatkan Senin  lalu pada suatu "economic  and social disaster" jika tingkat  pengangguran diantara pemuda Eropa berlanjut  meningkat, yang menyebutkan usaha bersama untuk menekan tingginya tingkat pengangguran dalam negara‐negara yang tergabung dalam euro. 

• Yunani akan membawa kedepannya pemangkasan bujet yang menyiksa hingga akhir dari dasawarsa defisit utama sementara itu telah bergelut  dalam enam tahun masa resesinya, menurut rancangan bujet tahun 2013 yang bertujuan untuk memuaskan international lenders.  

• Yields obligasi Spanyol turun Senin lalu setelah audit dari perbankan negara menghasilkan suatu penurunan perkiraan yang bersamaan dengan  ekspektasi pasar, meskipun antusiasme terbatas oleh angka yang masih mengancamnya ketidakpastian di Spanyol.  


U.K.
• Sterling  jatuh  ke  level  terendah  1  pekan  terhadap  euro  setelah  data  menunjukkan aktifitas  sektor  manufaktur  Inggris  turun  lebih  tajam  dari  perkiraan  di  bulan  September  dan  juga  dipicu  oleh  rebound    euro  usai  mengalami  tekanan  jual  di  hari  Jumat  lalu.  Indeks  PMI  sektor  manufaktur  Inggris  turun  ke  48.4  di  bulan  September, melanjutkan penurunannya di bawah 50, dipicu melemahnya ekspor dan meningkatnya ongkos/biaya. 

• Meskipun banyak ekonom optimis ekonomi Inggris keluar dari resesi pada kuartal ketiga, namun survei dan data menunjukkan penurunan tajam dalam pinjaman  hipotek Inggris sejak Desember 2010, mengisyaratkan risiko bahwa ekonomi mungkin akan mengalami tekanan kembali. 

• Euro menguat 0.5% di  0.7993 pound setelah mencatat intraday high di 0.8005 pound, memyusul rebound dari level terendah 3 pekan di 0.7923 yang dicapai pekan  lalu. Euro mendapat support dari data PMI manufaktur Spanyol dan Italia yang dirilis lebih baik dari perkiraan, meskipun penguatan euro nampaknya tidak akan jauh  di atas 0.8000 pound. 

• Sedangkan terhadap dolar, sterling berhasil rebound  dari level terendah 2‐1/2 pekan  di sesi Asia setelah bursa Eropa menguat dipicu meningkatnya minat investor  pada aset‐aset beresiko. Kondisi ini juga berlanjut usai rilis data survey manufaktur AS yang mencatat ekspansi pertamanya sejak Mei, dimana telah memicu investor  untuk menjauhi dolar. 

• Setelah mencatat intraday low di $1.6106, sterling kemudian rebound dan hit day high di $1.6174 sebelum akhirnya bergerak di sekitar $1.6135, atau mencatat  menguat 0.2%dari posisi penutupan New York hari Jumat lalu. 

• Data ekonomi Inggris belakangan ini dirilis cukup positif dan outlook ekonominya juga terlihat lebih baik dibandingkan zona euro. Investor akan menggunakan survey  PMI sektor manufaktur dan PMI sektor jasa di hari dalam pekan ini untuk menilai apakah ekonomi Inggris telah keluar dari resesi di kuartal ketiga. Investor juga akan  mencermati hasil keputusan BoE dalam sidangnya hari Kamis, dimana diperkirakan suku bunga masih akan dipertahankan di level 0.5% dan juga mempertahankan  target  quantitative  easing  BoE.  Namun  demikian,  sterling  terlihat  banyak  terpengaruh  oleh  sentimen  pasar  terhadap  euro  dan  juga  dolar  dibandingkan  kondisi  fundamental ekonomi Inggris sendiri.


JAPAN
• Menteri keuangan Jepang terbaru mengatakan Senin lalu ide dari bank sentral membeli foreign bonds butuh untuk dipertimbangkan secara hati‐hati dan  tidak ada perubahan pada kesiapan pemerintah untuk mengambil langkah yang menentukan pada pergerakan foreign exchange yang berlebihan. 

• Perdana Menteri Jepang Yoshihiko Noda menunjuk menteri kuangan Senin lalu dari seorang veteran anggota parlemen yang mengekspektasi mengikuti  reformasi bujetnya dan intervensi currency dalam kabinet baru yang diperkenalkan kedepannya menjelang pemilu bulan mendatang.  

• Dana  pensiun  publik  Jepang,  terbesar  didunia,  telah  menyeleksi  15  external  money  managers  untuk  mengawasi  investasi  obligasi  Jepang  dalam  portfolionya,  public  fund  mengatakannya  Senin  lalu,  dalam  pergerakan  yang  bertujuan  untuk  mendorong  kembali  dalam  mengatasi  cepatnya  jumlah  populasi penduduk yang lebih tua.  


AUSTRALIA
• Australian  dollar  merosot  0.3  persen  ke  level  terendah  tiga  minggunya  terhadap  dollar  AS  Senin  lalu  setelah  sektor  manufaktur  PMI  Cina  mengecewakan pasar yang telah khawatir mengenai pertumbuhan ekonomi global dan utang yang menerpa Eropa.  

• Aussie <AUD=D4> ditutup melemah dalam hariannya di level $1.0338, yang telah anjlok  dalam perdagangan intra‐day ke level $1.0326, level  terendahnya sejak 7 September yang mana mendapatkan beberapa support.   

• Perjuangan peritel dan sakitnya sektor manufaktur diantara yang paling kuat untuk menunjukkan pada Reserve Bank of Australia (RBA) dalam  memangkas tingkat suku bunga, memperdebatkan pekerjaan dan mata pencaharian yang dipertaruhkan.  

• Harga Australian bond futures menguat karena investor bergerak pada aset‐aset safe‐haven setelah rilis data pelemahan manufaktur Cina.  


SWISS
• Outlook  untuk  sektor  industry  Swiss  melemah  lebih  lanjut  di  bulan  September,  menegaskan  adanya  resiko  resesi  akibat  pelambatan  pertumbuhan  ekonomi di zona euro dan AS dan memperkuat kebutuhan bank sentral untuk membatasi penguatan Swiss franc. 

• Swiss purchasing managers' index turun ke 43.6 poin di bulan September, level terendahnya sejak Juni 2009, dari 46.7 di bulan sebelumnya, sekaligus jauh  di bawah ekspektasi pasar 47.5. Ini adalah kali ke‐6 indeks berada di bawah level 50 yang menunjukkan sektor industri mangalami kontraksi. 

• Ekonomi Swiss telah menunjukkan ketahanan dalam menghadapi krisis utang zona euro namun mengalami kontraksi pada kuartal kedua, dan indikator  ekonomi seperti indeks sentimen investor ZEW melukiskan gambaran yang semakin suram. 

• Sementara data lainnya menunjukkan retail sales Swiss naik 5.9% di bulan Agustus. Namun domestic demand nampaknya cenderung melemah, sentimen  konsumen juga melanjutkan penurunannya kedalam teritorial negatif di kuartal ketiga. 

• Meningkatnya  minat  investor  pada  aset‐aset  beresiko  berlanjut  usai  rilis  data  survey  manufaktur  AS  yang  mencatat  ekspansi  pertamanya  sejak  Mei,  dimana telah memicu investor untuk menjauhi dolar.  

• Dolar terkoreksi dari level intraday high di 0.9438 franc ke intraday low di 0.9348 franc dan kemudian bergerak di sekitar 0.9380 franc, atau mencatat  melemah 0.15%. 

Monday, October 1, 2012

Headline News 01.10.12


US & GLOBAL
• Saham‐saham  di  AS  dan  Eropa  merosot  dan  euro  melorot  Jumat  lalu  setelah  optimisme  awal  mengenai  rencana  pemangkasan  utang  Spanyol  yang  memberikan  kekhawatiran  mengenai  permasalahan  perbankan  dan  tekanan  pada  pertumbuhan ekonomi global.  

• Bursa Wall Street ditutup ke dalam kuartal ketiga terbaik sejak tahun 2010 setelah gelombang tindakan bank sentral yang  memicu secara dramatis pembalikan pada pasar ekuitas, tetapi tanda‐tanda pelemahan dalam ekonomi mendorong saham‐ saham melemah Jumat lalu.   

• Tetapi Jumat lalu, investor bergulat dengan banyaknya kekecewaan data ekonomi AS karena aktivitas bisnis di Midwest AS  mengalami  kontraksi  untuk  pertama  kalinya  sejak  tahun  2009.  Berita  yang  berasal  dari  pelemahan  lainnya  dari  laporan  manufaktur regional dan penurunan tajam pada durable goods orders AS bulan lalu.  

• Spanyol berencana meminta sekitar 40 milyar euro ($51.46 milyar) dalam bantuan Eropa untuk merekapitalisasi pelemahan  perbankan, Deputi Gubernur Bank of Spain Fernando Restoy mengatakannya Jumat lalu.  

• Indeks  MSCI  <.MIWD00000PUS>  dari  saham‐saham  dunia  merosot  0.6  persen.  Indeks  Madrid's  IBEX  <.IBEX>  yang  memimpin penurunan, turun 1.7 persen karena tekanan awal dari putaran terkini pemangkasan pembelanjaan dari Spanyol  memudar.  

• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> turun 48.96 poin, atau 0.36 persen, ke level 13,437.01. Indeks Standard & Poor's  500 <.SPX> merosot 6.30 poin, atau 0.44 persen, kelevel 1,440.85. Indeks Nasdaq Composite  <.IXIC> berkurang 20.40 poin,  atau 0.65 persen, ke level 3,116.20.  

• Dari laporan earning didepannya, saham‐saham yang tercatat di AS.Research in Motion <RIM.TO> <RIMM.O> melonjak 5  persen menjadi $7.50 sehari setelah lebih kecil dari ekspektasinya kerugian kuartalannya.  

• Janji  dari  European  Central  Bank,  the  Fed  AS  dan  Bank  of  Japan  untuk  membeli  obligasi  pemerintah  membantu  mengimbangi rally musim panas pada saham‐saham dan komoditas.   

• Gambaran tekanan dari saham‐saham defensif Jumat lalu, sembilan dari 10 sektor S&P melorot. Hanya indeks S&P utilities  <.GSPU> mengalami positif, yang naik hanyak 0.5 persen.   

• Euro  <EUR=>  merosot    0.5  persen  ke  level  $1.2847  karena  risk  aversion  naik  setelah  data  A.S.  Dollar  naik  0.6  persen  terhadap yen <JPY=>, sementara itu euro membuat kenaikan 0.1 persen terhadap mata uang Jepang <EURJPY=>.  

• Harga Treasury AS naik. Obligasi bertenor 10‐tahun/U.S. Treasury note <US10YT=RR> menguat 6/32, dengan yield 1.6335  persen  

• Emas merosot Jumat lalu, tetapi metal mencatatkan kenaikan terbaik kuartalan yang lebih dari dua tahun karena stimulus  pasar  dan  pelonggaran  kebijakan  moneter  oleh  para  bank  sentral  diseluruh  dunia  mendorong  ketertarikan  pada  logam  mulia sebagai lindung nilai. Spot emas <XAU=> turun 0.4 persen ke level $1,770 per ons pada pukul 2:33 p.m. EDT (1833  GMT), turun tajam dari kenaikan awalnya di level $1,783.10.  

• Harga crude oil naik Jumat lalu, dengan Brent naik mendekati 15 persen dalalm kuartal ketiga, sementara itu expiring front‐ month U.S. gasoline futures melonjak untuk rally 19 sen per gallon. Jumat lalu, Brent November crude naik 38 sen untuk di  settle ke level $112.39 per barrel. Kenaikan terbesar kuartalan terjadi meskipun Bent mencatatkan penurunan 1.9 persen  untuk September. U.S. November crude <CLc1> naik 34 sen untuk di settle ke level $92.19 per barrel, pada perdagangan  yang choppy direntang harga dari $91.40 hingga $92.71. 


GOLD & COMMODITIES
• Harga  emas  merosot Jumat  lalu  karena  dollar bergerak ke area positif  terhadap mata uang utama  lainnya, tetapi  metal  bertahan  dari  mencatatkan  kenaikan  terbesar  kuartalan  yang  lebih  dari  dua  tahun  yang  didukung  pada  langkah  easing  bulan ini oleh bank sentral.  

• Logam mulia berada dalam rentang $10 pada level tertinggi dalam 6‐1/2 bulan yang tercapai pada awal bulan September  setelah  the  Fed  mengungkapkan  putaran  quantitative  easing  yang  mendukung  pada  emas,  suatu  gerakan  yang  meluas  untuk menaikkan rally kembali diatas level $1,800 per ons.  

• Emas mencatatkan kenaikan sebesar 10.9 persen pada kuartal ini, kinerja kuartalan terbaik sejak dua pertiga bulan pada  tahun 2010, meskipun kenaikan dalam dollar yang didukung pada krisis utang zona euro yang menjaga harga bertahan. 

• "Gold is being utilized as a protest by investors against governments which are failing miserably to solve their deficit and  debt  problems,"  kata  Jeffrey  Sica,  chief  investment  officer  pada  SICA  Wealth  Management,  yang  memiliki  lebih  dari  $1  milyar dalam aset‐asetnya.  


OIL & COMMODITIES
• Harga oil  terlihat  naik  Jumat  lalu  dalam  perdagangan  akhir kuartalan  karena  perhatian kedepannya  dari  hasil stress  test  untuk Spanyol yang menekan euro dan pasar saham setelah oil dan ekuitas rally dari hari sebelumnya pada reformasi bujet  Spanyol.  

• Brent  crude  mencatatkan  kenaikan  15  persen  untuk  kuartal  ketiganya,  mengikuti  penurunan  tajam  20.4  persen  untuk  kuartal kedua. Crude AS kedepannya naik 8 persen pada kuartal ketiga, setelah anjlok 17.5 persen dalam kuartal kedua.  

• Euro  menekan  penurunannya,  tetapi  German  bund  futures  <FGBLc1>  berbalik  negatif  setelah  stress  tests  menunjukkan  perbankan Spanyol akan membutuhkan 59.3 milyar euro ($76.3 milyar) dalam extra capital untuk menjalankan seriusnya  penurunan  ekonomi.  Sebelum  kembali  naik  Jumat  lalu,  Brent  mendapatkan  dorongan  dari  sumber  perdagangan  yang  mengatakan  bahwa  enam  kargo  North  Sea  Forties  telah  ditunda  dari  bulan  October  loading  dates  karena  perawatan  lapangan offshore oil yang memakan waktu lama daripada ekspektasinya. 


EURO ZONE
• Euro jatuh terhadap dolar di akhir pekan kemarin, ditutup melemah untuk 2 pekan berturut‐turut, menyusul ketidakpastian yang berlarut‐larut mengenai prospek bailout Spanyol meskipun  laporan audit secara umum positif untuk sektor perbankan negara tersebut. Sebuah audit independent dari konsultan Oliver Wyman yang dirilis Jumat kemarin menunjukkan bahwa industri  perbankan Spanyol membutuhkan 59.3 milyar euro untuk tambahan modalnya guna mengatasi tekanan pelemahan ekonominya, namun demikian, Spanyol mengatakan hanya akan meminta  bantuan Eropa sebesar 40 milyar euro untuk sektor perbankannya. Pemerintah Eropa telah mengalokasikan dana sebesar 100‐miliar euro untuk kredit sektor perbankan Spanyol. Laporan  audit tersebut dipandang positif karena data terakhir menunjukkan kebutuhan dana perbankan Spanyol secara umum sesuai dengan ekspektasi pasar, sehingga menghapus ketidakpastian  yang sebelumnya melanda para pelaku pasar. Euro berhasil memangkas kerugiannya atas dolar usai rilis laporan audit perbankan tersebut, namun secara umum prospek euro masih penuh  ketidakpastian. 

• Di sesi akhir Jumat kemarin, euro tercatat melemah 0.5% di $1.2846, tidak jauh dari level terendah 2 pekan yang dicapai Kamis sebelumnya di $1.2828. Dalam sepekan, euro telah melemah  1% terhadap dolar, setelah melemah 1.1% di pekan sebelumnya. Hal ini mencatatkan euro mengalami pelemahan 2 pekan terbesarnya sejak medio Juli. 

• Namun euro mencatat performa yang lebih baik dibanding dolar di bulan September dan terapresiasi 1.5% di kuartal saat ini. Penguatan euro mencerminkan berkurangnya kekhawatiran atas  krisis utang kawasan menyusul jaminan yang dibuat selama musim panas oleh Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi bahwa ECB akan melakukan apa pun untuk mempertahankan euro.  Juga turut membantu euro di kuartal ini adalah pengumuman ECB bulan September kemarin bahwa mereka akan membeli obligasi dari negara‐negara yang dililit utang. Namun demikian  prospek  penguatan  euro  nampaknya  akan  terbatas.  Dalam  jangka  panjang,  kekhawatiran  bahwa  Spanyol  tidak  sanggup  mengimplementasikan  rencana  anggarannya  dan  menurunkan  defisitnya dapat kembali menekan euro. 

• Hingga  berita  ini  ditulis,  pasar  tengah  menantikan  review  peringkat  kredit  Spanyol  dari  lembaga  pemeringkat  Moody’s  dimana  berpeluang  membawa  negara  tersebut  berada  di  bawah  investment grade dan menambah tekanan pada para pembuat kebijakan. Sedangkan pada Kamis kemarin, lembaga pemeringkat Egan‐Jones menurunkan peringkat kredit Spanyol lebih lanjut  ke status sampah, menjadi CC dari CC+, mengutip sektor perbankan negara yang lemah dan kesulitan yang melanda pemerintah daerah. Dengan kondisi resesi yang melanda sebagian wilayah  Eropa, ECB nampaknya akan mempertahankan kebijakan moneter longgar dan masih membuka peluang untuk dilakukan pemangkasan suku bunga pada sidangnya Kamis pekan ini. 

• Sementara  itu,  Yunani  akan  mengumumkan  rancangan  anggaran  untuk  2013  pada  hari  Senin  ini  yang  akan  memotong  lebih  dalam  belanja  publik  untuk  meyakinkan  pemberi  pinjaman  internasional, tetapi juga berarti memperpanjang penderitaan ekonomi rakyat Yunani. Athena sangat mengharapkan dana bailout tahap berikutnya senilai 31.5 milyar euro dari Uni Eropa  dan IMF. 

• Pekan ini investor akan memusatkan perhatiannya pada data non‐farm payrolls AS. Hasil jajak pendapat Reuters menunjukkan pasar memprediksi terjadi penambahan pekerjaan sebanyak  115.000 di bulan Spetember. Mengingat sifat terbuka dari program pembelian obligasi Federal Reserve dan fokus pada pasar tenaga kerja AS, hasil dari data ini akan sangat penting bagi nasib  dolar.

U.K.
• Sterling <GBP=D4> naik 0.1 persen terhadap dollar ke level $1.6241 tetapi bertahan dibawah level tertinggi dalam 13‐bulan minggu lalu dilevel $1.6310. 

• Euro sedikit menguat terhadap sterling Juamat lalu setelah investor menghargai pada bujet Spanyol tahun 2013, meskipun kenaikan diekspektasi untuk  terbatas dari ketidakpastian berkenaan dengan ketika negara kemungkinan meminta untuk bailout.  

• Consumer confidence Inggris sedikit naik ke level tertinggi sejak bulan Juni tahun lalu karena bertumbuhnya sektor rumah tangga yang kurang pesimistik  mengenai prospek keuangan mereka untuk tahun mendatang, meskipun consumer morale masih benar‐benar rendah.  

• Sektor  jasa  Inggris  tumbuh  menguat  pada  fase  tercepatnya  dalam  setahun  pada  bulan  Juli  sebagai  aktivitas  yang  recovery  setelah  liburan  publik yang  menekan bisnis pada bulan Juni, data resmi menunjukkannya Jumat lalu.  


JAPAN
• Yen secara umum melemah terhadap rival utamanya. Mata uang Jepang tersebut melemah terhadap dolar di hari Jumat kemarin, setelah mencatat rally dalam 7 sesi berturut‐ turut.  Dolar  terakhir  tercatat  di  77.98  yen,  atau  naik  0.5%  selama  perdagangan  akhir  pekan  kemarin,  dan  mencatat  kenaikan  1  hari  terbesarnya  dalam  2  pekan  terakhir.  Sedangkan euro bergerak relatif stabil terhadap yen di level 100.17 yen. 

• Pekan  ini  investor  akan  memusatkan  perhatiannya  pada  data  non‐farm  payrolls  AS.  Hasil  jajak  pendapat  Reuters  menunjukkan  pasar  memprediksi  terjadi  penambahan  pekerjaan sebanyak 115.000 di bulan Spetember. Mengingat sifat terbuka dari program pembelian obligasi Federal Reserve dan fokus pada pasar tenaga kerja AS, hasil dari data  ini akan sangat penting bagi nasib dolar. 

• Pelaku pasar juga akan mencermati data survey BOJ tankan yang kemungkinan akan menunjukkan sentimen pebisnis manufaktur Jepang memburuk di kuartal ketiga hingga  September ini dan akan berlanjut memburuk, karena kondisi ekonomi global yang suram yang telah memukul sektor ekspornya. 

• Sentimen di kalangan pebisnis non manufaktur juga diprediksi sedikit memburuk, ditengah ekspektasi pertumbuhan ekonomi Jepang berpotensi terhenti di sisa waktu 2012,  sebagian disebabkan oleh penguatan yen. Indeks sentimen utama tankan untuk manufaktur besar diprediksi menjadi ‐3. Angka minus berarti pesimisme melampaui optimisme.  Sedangkan untuk periode kuartal keempat hingga Desember, indeks tankan diprediksi turun menjadi ‐5, mengindikasikan pebisnis memprediksi kondisi yang lebih suram dalam  3 bulan kedepan. Data survey BOJ tankan ini akan menjadi pertimbangan utama BOJ dalam merilis keputusan kebijakan moneternya pada sidangnya 1 Oktober mendatang. 


AUSTRALIA
• Aussie dan New Zealand dollar naik juga dibantu oleh bursa Asia Jumat lalu dan mencatatkan untuk membawa kenaikan pada bulan ini meskipun Eropa  masih mengkhawatirkan dan pasar menunggu pemangkasan tingkat suku bunga minggu depan.  

• Aussie <AUD=D4> melonjak ke level tertingginya dalam mingguan $1.0474, yang telah meningkat dari level $1.0328 Rabu sebelumnya, level terendahnya  sejak 11 Sept. Pada penutupan kemudian mengalami tekanan untuk anjlok.  

• Aussie baru‐baru ini telah didukung oleh wave dari aksi beli dan stop‐losses setelah berusaha keluar dar penurunannya. Telah terlihat untuk mengakhiri  level tertinggi bulanan 1.4 persen dan terakhir berada pada level $1.0460.  

• Penguatan bursa saham Asia, khususnya di Cina dimana para trader mencatatkan posisi kuadrat kedepannya dari libur panjang mingguan, mendorong  sentimen resiko.   

• Harga Australian bond futures menguat kedepannya dari meeting dari Reserve Bank of Australia pada awal minggu depan.  


SWISS
• Swiss  franc  sedikit  berubah  terhadap  euro  Jumat  lalu,  mengikuti  pengumuman  dari  bujet  krisis  Spanyol  yang  kebanyakan  melihat  sebagai  langkah  kedepannya bailout untuk menstabilkan keuangan publik.   

• Berita Kamis sebelumnya bahwa ekonomi terbesar keempat zona euro telah memperkenalkan rincian jadwal untuk reformasi ekonomi dan bujet ketat  tahun 2013 yang memfokuskan utamanya pada pemangkasan pembelanjaan yang meredakan beberapa kekhawatiran pasar, membantu mendorong euro  dari level terendah dua minggunya terhadap dollar. 

• Tetapi investor masih khawatir, dengan gambaran Moody's pada peringkat sovereign Spanyol berkenaan dengan akhir bulan. Bujet Spanyol berlanjut ke  parlemen hari Sabtu dan debat yang terjadi minggu lalu.   

• Perekonomian Swiss akan bertumbuh dalam bulan kedepannya meskipun fase terlambatnya daripada awal tahun ini, dibantu oleh penguatan konsumsi  domestik dan beberapa pertumbuhan dalam ekspor untuk Uni Eropa, sebuah survei menunjukkannya Jumat lalu.   

• Barometer ekonomi KOF, indikator sentimen utama, yang mencatatkan rangkaian kenaikan delapan kalinya pada bulan September, yang naik 1.67 poin  dari revisi 1.59 poin pada bulan Agustus, KOF Swiss Economic Institute mengatakannya Jumat lalu.