title cover

title cover

Tuesday, November 6, 2012

Headline News 06.11.12


US & GLOBAL
• Bursa  Wall  Street  dan  dolar  menguat  pada  perdagangan  hari  Senin  setelah  investor  memilih  “bermain  aman”    sebelum  pelaksanaan  pemilu presiden AS dan juga menantikan nasib Yunani yang harus menghadapi 2 suara kunci untuk mengamankan paket bailout lebih  lanjut. Sejumlah investor melihat pemilu AS sebagai sebuah rintangan yang harus dilewati dan pasar dapat mengalihkan perhatiannya ke  masalah “anggaran fiskal”. AS menghadapi kemungkinan pemangkasan belanja dan kenaikan pajak secara otomatis senilai $600 milyar,  dan berpotensi membuat Kongres tidak mencapai kesepakatan untuk mengurangi dampaknya. 

• Jajak  pendapat  menunjukkan  perlombaan  antara  Presiden  Barack  Obama  dan  penantangnya  dari  Partai  Republik  Mitt  Romney  tetap  ketat pada hari terakhir kampanye, dan ketidakpastian hasilnya telah membuat pasar keuangan gelisah. Ada kemungkinan bahwa pemilu  akan  berlansung  alot  dan  sebuah  hasil  yang  tertunda  bisa  mengacaukan  pasar  seperti  yang  terjadi  dalam  pemilu  tahun  2000  yang  berlarut‐larut.  

• Sementara itu delegasi pada sidang G20 pekan ini di Mexico City telah menekan AS untuk bertindak secara tegas terhadap masalah pajak  dan anggaran belanja. 

• Permintaan terhadap aset aman telah mendorong naiknya dolar sekitar 0.2% ke level tertinggi 2 bulan terhadap sejumlah rival utamanya  dan yield obligasi pemerintah Jerman turun di bawah 0 untuk pertama kalinya dalam 2 bulan terakhir. 

• Maraknya permintaan untuk aset aman juga telah mendorong harga Treasury AS tenor 10 tahun naik 10/32 dengan yield 1.688%, turun 3  basis poin dari posisi Jumat. 

• Pandangan umum di Wall Street mengatakan jika Obama memenangkan pemilu, maka pertumbuhan ekonomi AS dan suku bunga akan  tetap rendah, yang mana akan mendorong naiknya harga obligasi dan menekan saham. Disisi lain, jika Romney terpilih menjadi Presiden  AS ke‐45, maka Wall Street memprediksi kebijakannya akan mendorong profit korporasi dan mengangkat pasar saham ke level tertinggi  yang baru. 

• Indeks saham AS bergerak relatif stabil. Dow Jones industrial average <.DJI> berakhir naik 19.28 poin atau 0.15% di 13,112.44.  Standard  & Poor's 500 Index <.SPX> ditutup naik 3.06 poin atau 0.22% di 1,417.26. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> ditutup naik 17.53  poin atau 0.59% di 2,999.66.  

• Indeks  FTSEurofirst  300  <.FTEU3>  jatuh  0.59%  untuk  ditutup  di  1,108.58.  Sedangkan  indeks  saham  global  MSCI  <.MIWD00000PUS>  tersungkur 0.25% dan indeks Nikkei Tokyo <.N225> turun 0.48% setelah terjadi tekanan jual pada  Wall Street di hari Jumat.  

• Di pasar komoditi, Brent crude oil <LCOZ2> menguat, menghapus kerugian sebelumnya. December Brent futures naik $2.05 atau 1.94%  di  $107.73  per  barel,  sedangkan  untuk  U.S.  December  crude  oil  futures  <CLc1>  berakhir  naik  79  di  $84.34  per  barel  dan  kemudian  melanjutkan  penguatannya  usai  tutup  pasar  –  melonjak  lebih  dari  $1  ke  $85.88  dalam  post‐settlement  trading.  Badai  Sandy  telah  mengganggu pasokan bensin dan telah mematikan pembangkit listrik di wilayah pesisir timur AS. 

• Seiring dengan langkah hati‐hati pelaku pasar, telah mendorong naiknya harga emas sekitar 0.4% ke $1,683.51 per ounce setelah terjadi  penurunan 2% di hari Jumat lalu. 

• Sementara pasar memantau hasil perlombaan ketat untuk Gedung Putih, investor juga mengantisipasi adanya transisi kepemimpinan di  Cina  dan  pemungutan  suara  di  Yunani  untuk  mengamankan  dana  penyelamatan.  Diharapkan  bahwa  koalisi  Perdana  Menteri  Yunani  Antonis  Samaras  akan  mengumpulkan  dukungan  yang  cukup  pada  hari  Rabu  untuk  memenangkan  pemungutan  suara  mengenai  reformasi  struktural  dan  dilanjtkan  pada  hari  Minggu  untuk  masalah  penghematan  anggaran  untuk  2013.  Reformasi  fiskal  ini  dinilai  sangat  penting  bagi  Yunani  sebagai  syarat  untuk  bisa  menerima  lebih  banyak  bantuan  keuangan  dari  kreditur  dari  Dana  Moneter  Internasional dan bailout Uni Eropa yang telah ditahan sejak musim panas. 

• Pada hari Kamis, Partai Komunis China akan mulai kongres ke‐18 dalam sejarah dengan puncaknya seminggu kemudian dalam pemilihan  Xi Jinping untuk menggantikan Presiden Hu Jintao.    

GOLD & COMMODITIES
• Harga emas menguat Senin lalu setelah mencatatkan penurunan terbesar hariannya yang turun ke level terendah pertengahan bulan Juni  pada hari sebelumnya, tetapi potensi kenaikan pada dollar AS dari melemahnya ekspektasi pada stimulus moneter the Fed AS yang dapat  menekan logam mulia. 

• Juga karena investor mengambil posisi disela‐sela kedepannya pemilu presiden AS Selasa ini.  

• Kenaikan pada logam mulia terbatas oleh pelemahan pada pasar saham dan naiknya dollar, sebagaimana dengan naiknya low‐risk assets  yang dimulai sepekan yang mana AS akan voting untuk pemilu presiden.   

• Pemilu  AS akan  sangat  dipantau  oleh  pasar  keuangan,  dengan  incumbent  Barack  Obama  terlihat lebih  mendukung pada berlanjutnya  langkah stimulus, sementara itu penantang dari partai Republik Mitt Romney diekspektasi tidak mendukung easing tambahan.  


OIL & COMMODITIES
• Stok minyak mentah AS diprediksi naik sementara stok produk minyak turun pekan lalu setelah gangguap pada pemipaan, impor dan  penyulingan yang disebabkan oleh Badai Sandy, demikian hasil jajak pendapat awal Reuters hari Senin kemarin. 

• Stok  minyak  mentah  diprediksi  naik  0.9  juta  barel  untuk  pekan  per  2  November.  Di  pekan  per  26  Oktober  sebelumnya,  stok  minyak  mentah domestik turun 2 juta barel menjadi 373.1 juta barel, demikian data dari Energy Information Administration (EIA) menunjukkan.  Stok  bensin  diprediksi  turun  1.6  juta  barel  setelah  di  pekan  sebelumnya  mencatat  naik  900.000  barel.  Sedangkan  untuk  stok  minyak  suling diprediksi turun 1.6 juta barel setelah dipekan sebelumnya turun sekitar 100.000 barel menjadi 117.9 juta barel. 

• Brent  crude  oil  <LCOZ2>  menguat,  menghapus  kerugian  sebelumnya.  December  Brent  futures  naik  $2.05  atau  1.94%  di  $107.73  per  barel,  sedangkan  untuk  U.S.  December  crude  oil  futures  <CLc1>  berakhir  naik  79  di  $84.34  per  barel  dan  kemudian  melanjutkan  penguatannya  usai  tutup  pasar  –  melonjak  lebih  dari  $1  ke  $85.88  dalam  post‐settlement  trading.  Badai  Sandy  telah  mengganggu  pasokan bensin dan telah mematikan pembangkit listrik di wilayah pesisir timur AS. 


EURO ZONE
• Pemerintah Yunani akan menghadirkan paket austerity terbaru kepada parlemen pada hari Senin, menghadapi pemogokan mingguan dan protes berkenaan dengan  proposal yang harus memenangkan persetujuan deputi jika negara ingin mengamankan lebih banyak bantuan dan mencegah kebangkrutan.  

• Parlemen mengekspektasi untuk voting pada Perdana Menteri Antonis Samaras untuk paket sebesar 13.5 milyar euro ($17 milyar) dalam pemangkasan biaya dan  menaikkan pajak pada hari Rabu bersama dengan langkah‐langkah yang membuatnya lebih mudah bagi perusahaan untuk mengangkat dan memberhentikan pekerja.  

• Tingkat pengangguran Spanyol naik 2.7 persen pada bulan Oktober dari awal bulan, atau hingga 128.242 orang keluar dari pekerjaan dari 4.8 juta orang yang bekerja,  data dari Labour Ministry menampilkannya. Ini merupakan rangkaian tiga bulannya gambaran pengangguran yang naik setelah jeda selama musim panas pariwisata.  

• Perekonomian Italia, negara dengan ekonomi terbesar ketiga, akan berkontraksi hingga 0.5 persen tahun 2013, lebih dari predikso pemerintah, kantor statistik negara  ISTAT mengungkapkannya. 


U.K.
• Sterling terkoreksi dari  level tertinggi 1 bulan terhadap  euro dan tersungkur terhadap  dolar  setelah dirilisnya  data  PMI sektor  jasa Inggris  yang lebih rendah dari  perkiraan yang mengisyaratkan masih melambatnya perekonmian negara tersebut. 

• Data  menunjukkan  sektor  jasa  Inggris  di  periode  Oktober  mengalami  ekspansi  terlemahnya  selama  hampir  2  tahun,  setelah  tercatat  di  level  50.6  dibandingkan  ekspektasi pasar di angka 52. 

• Sedangkan  kondisi  yang  kontras  diperlihatkan  oleh  data  yang  menunjukkan  memburuknya  aktifitas  sektor  manufaktur  dan  jasa  zona  euro,  sebuah  faktor  yang  memberikan dukungan positif bagi pound terhadap euro. 

• Sebelumnya euro telah terkoreksi secara luas setelah muncul keraguan baru tentang apakah Yunani bisa melakukan reformasi tenaga kerja sebagai hal yang penting  untuk dilakukan sebagai syarat untuk menerima lebih banyak bantuan keuangan. 

• Euro bergerak flat kemarin di sekitar 0.8005 pound, setelah rebound dari 0.7986 pound, level terendah sejak 2 Oktober. Sedangkan terhadap dolar, sterling tercatat  melemah 0.4% ke sekitar $1.5962. 

• Rilis buruk data sektor jasa Inggris berpotensi memperkuat ekspektasi akan berlanjutnya program quantitative easing (QE) oleh bank sentral Inggris (BoE). Sedangkan  data sektor industri Inggris akan dirilis hari ini, dimana jika data juga dirilis buruk, maka akan semakin memperkuat indikasi dilakukannya QE. BoE akan mengumumkan  keputusannya pada hari Kamis dan sebagian besar analis pasar memprediksi BoE akan mempertahankan program pembelian aset hingga awal 2013. Mereka juga  memprediksi BoE akan mempertahankan suku bunganya.  


JAPAN
• Benchmark obligasi pemerintah Jepang naik Senin lalu dari kedepannya persaingan yang ketat pada pemilu presiden AS hari Selasa dan voting  pada parlemen Yunani berkenaan dengan paket austerity terkini berikutnya pada minggu ini.  

• Obligasi bertenor 10‐tahun dengan yield <JP10YTN=JBTC> turun 0.5 basis poin menjadi 0.770 persen.  

• "If (Barack) Obama wins (the U.S. election), then the risk market would be modestly sold off. U.S. Treasury yields, and accordingly JGB yields, may  face bullish pressure," kata Yuya Yamashita, rates strategist pada J.P. Morgan.  

• "If  (Republican  candidate  Mitt)  Romney  wins,  the  risk  market  would  show  a  good  performance.  Our  U.S.  strategist  expects  under  the  Romney  victory scenario, 10‐year U.S. Treasuries would rise to 2 percent. Then JGBs would come under bearish pressure."  

• Hari ini data penting Jepang hariannya adalah coincident dan leading indicator untuk bulan September. 


AUSTRALIA
• Lembaga penilai swasta pada inflasi Australia yang naik hanya sedikit pada bulan Oktober sementara itu langkah dari core inflation bertahan turun, ditambah lagi pada  pemangkasan tingkat suku bunga pada minggu ini dihari Selasa.  

• Penilaian TD  Securities‐Melbourne  Institute's  pada  consumer  prices  naik 0.1  persen  pada bulan  Oktober,  dari  bulan  September  ketika  terjadi  kenaikan  hingga  0.2  persen. Perkembangan inflasi tahunan telah bertahan pada 2.4 persen.  

• Pembelanjaan ritel Australia naik pada bulan September, tetapi naiknya dollar dan merosotnya pasar tenaga kerja dapat membawa perubahan penting pada periode  Hari Natal.  

• Investasi bisnis telah mencapai level tertingginya dalam sembilan tahun, dengan pemangkasan tingkat suku membantu mendorong confidence.  

• Survei terakhir Dun and Bradstreet National Business Expectations menunjukkan bahwa indeks proyeksi investasi modal bisnis untuk kuartalan bulan Maret adalah 20,  lima poin lebih tinggi daripada kuartalan bulan Desember.  

• Harga Australian bond naik karena pasar menunggu keputusan penting dari Reserve Bank of Australia (RBA), dan hasil dari pemilu AS.  


SWISS
• Pasar perumahan Swiss menunjukkan  overheating,  menaikkan  peluang untuk bank sentral memaksa perbankan menyediakan dana  cadangan, demikian  survey menunjukkan.  UBS real estate bubble index telah memasuki zona resiko untuk pertama kalinya sejak terpuruknya pasar perumahan Swiss 2 dekade  lalu. Indeks naik 0.2 poin menjadi 1.02 poin di kuartal ketiga, demikian UBS melaporkan. 

• Franc Swiss melanjutkan koreksinya atas euro seiring meningkatnya harapan ekonomi dan pasar tenaga kerja AS akan membaik. Dolar menembus level  tertinggi 2 bulan terhadap sejumlah rival utamanya pada hari Senin setelah data payrolls pekan lalu menunjukkan terjadi penambahan pekerjaan di bulan  Oktober menjadi 171.000, melampaui ekspektasi. 

• Dolar menguat 0.4% ke sekitar 0.9432 franc dibandingkan penutupan New York hari Jumat. Sedangkan terhadap euro, franc bergerak flat di sekitar 1.2070  franc.

Monday, November 5, 2012

Headline News 05.11.12


US & GLOBAL
• Bursa saham global dan minyak kembali terkoreksi pada perdagangan hari Jumat meskipun data ketenagakerjaan AS untuk  bulan Oktober dirilis optimis dan melampaui perkiraan, menyusul investor menantikan hasil pemilu presiden AS hari Selasa  besok untuk melihat prospek pertumbuhan ekonomi global. 

• Dolar melonjak ke level tertinggi lebih dari 6 bulan terhadap yen dan level tertinggi 3 pekan terhadap euro setelah terjadi  peningkatan perekrutan tenaga kerja sementara tingkat pengangguran hanya naik tipis disebabkan lonjakan pekerja yang  kembali ke dalam angkatan kerja, sebuah sinyal positif untuk prospek pemulihan ekonomi. 

• Permintaan  untuk  produk  pabrikan  AS  juga  meningkat  di  bulan  September  dalam  level  terpesatnya  selama  lebih  dari 
setahun  terakhir,  meskipun  barometer  untuk  rencana  investasi  bisnis  kehilangan  momentumnya  ditengah  memulihnya 
ekonomi walaupun mengalami revisi naik. 

• Corporate earnings have been decelerating for months and are expected to be flat in 2013 when compared to this year's 
fourth quarter. Europe is clearly going into a deep recession, Japan is anemic, China is not going to be the growth engine 
next year, so you look around for engines of growth and it's pretty difficult to find on a global basis, demikian dikatakan Ben 
Halliburton, chief investment officer pada Tradition Capital Management di Summit, New Jersey.  

• Laporan ketenagakerjaan AS ini adalah laporan utama terakhir yang dirilis sebelum pelaksanaan pemilu presiden AS pada 
hari Selasa besok yang memberikan peluang positf bagi Obama dalam melawan Mitt Romney dari Partai Republik. 

• Tekanan jual pada ekuitas di akhir sesi telah memicu koreksi pada bursa saham lebih dari 1%. Dow Jones industrial average 
<.DJI> ditutup melemah 139.46 poin atau 1.05% di 13,093.16. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX> jatuh 13.39 
poin  atau  0.94%  di  1,414.20.  Sementara  Nasdaq  Composite  Index  <.IXIC>  melemah  37.93  poin  atau  1.26%  di  2,982.13. 
Dalam sepekan, indeks Dow melemah 0.1% dan indeks Nasdaq berakhir melemah 0.2%, namun indeks S&P 500 berhasil 
naik 0.2%.  

• Meskipun data ketenagakerjaan dirilis  naik melampaui perkiraan,  namun kondisi ekonomi masih relatif suram, sehingga 
membantu  obligasi  untuk  memangkas  kerugiannya  setelah  berhasil  mengalami  rebound.  Treasury  AS  tenor  10  tahun 
menguat 3/32 dengan yield di 1.719%. 

• Di  bursa  Eropa,  indeks  FTSEurofirst  300  <.FTEU3>  ditutup  naik  0.5%  di  1,115.19.  Sedangkan  indeks  ekuitas  global  MSCI 
<.MIWD00000PUS> merosot  0.43% ke 330.40. 

• Harga minyak turun setelah buruknya data ekonomi Eropa telah menambah gambaran suram untuk prospek permintaan 
minyak.  Manufaktur  Eropa  terkoreksi  untuk  ke‐15  kalinya  di  bulan  Oktober  seiring  turunnya  output  dan  order  baru. 
Pertumbuhan  yang  lemah,  harga  tinggi  dan  efisiensi  bahan  bakar  kendaraan  yang  lebih  baik  telah  menekan  konsumsi 
bahan bakar di sebagian besar Eropa Barat selama musim panas. Brent crude for December <LCOc1> berakhir melemah 
$2.49 ke $105.68 per barel, sementara U.S. crude for December delivery <CLc1> turun $2.23 ke $84.86.  

• Rilis optimis data ketenagakerjaan AS telah memicu penguatan dolar, sementara euro terkoreksi ditengah gambaran suram 
ekonominya. Indeks dolar naik 0.66% di 80.577, dan euro turun 0.87% di $1.2829. 

• Harga emas melemah 2%, terkoreksi di bawah $1,690 per ounce untuk pertama kalinya selama sekitar 2 bulan terakhir, 
setelah  laporan  data  non‐farm  payrolls  telah  mengurangi  ekspektasi  meluasnya  stimulus  ekonomi  oleh  The  Fed.  Logam 
mulia menembus level terendah 2 bulan pada perdagangan Jumat dan terkoreksi hampir 2% dalam sepekan dan mencatat 
koreksi  mingguan  keempatnya  secara  berturut‐turut.  Harga  emas  spot  turun  2%  ke  $1,680.04,  setelah  mencatat  level 
terendah 8 pekan di $1,679.04.   


GOLD & COMMODITIES
• Emas melemah 2 persen dalam volume perdagangan yang besar Jumat lalu, mencapai level dibawah $1,690 per ons untuk 
pertama kalinya dalam dua bulan karena didorong laporan nonfarm payrolls AS yang menurunkan ekspektasi pada stimulus 
ekonomi yang diberikan oleh bank sentral global.  

• Emas  tertekan  ke  level  terendah  dua  bulannya  Jumat  lalu  dan  turun  hampir  2  persen  minggu  ini  dalam  rangkaian 
penurunan  empat  minggunya.  Logam  mulia  saat  ini  telah  menghapus  kenaikannya  setelah  the  Fed  AS  mengumumkan 
pembelian kembali obligasi terakhirnya untuk mendorong pasar tenga kerja pada bulan September.   

• "Better‐than‐expected numbers reduced the risk demand for gold, and a drop below $1,700 an ounce triggered sell‐stops 
and momentum selling," ungkap James Steel, metals analyst pada HSBC.  

• "There are also long liquidation ahead of elections triggered by the job number," kata Steel.  


OIL & COMMODITIES
• Minyak mentah berjangka dan bensin turun lebih dari 2 persen pada hari Jumat setelah Washington mengeluarkan surat 
pernyataan yang memungkinkan tanker asing untuk membawa bahan bakar untuk Pantai Timur dari pelabuhan AS, sebuah 
upaya pemerintah untuk mengatasi gangguan pasokan yang disebabkan oleh Badai Sandy. 

• Buruknya  data  ekonomi  Eropa  juga  telah  menambah  gambaran  suram  untuk  prospek  permintaan  minyak.  Manufaktur 
Eropa terkoreksi untuk ke‐15 kalinya di bulan Oktober seiring turunnya output dan order baru. Pertumbuhan yang lemah, 
harga tinggi dan efisiensi bahan bakar kendaraan yang lebih baik telah menekan konsumsi bahan bakar di sebagian besar 
Eropa Barat selama musim panas.  

• Brent  crude  for  December  <LCOc1>  berakhir  melemah  $2.49  ke  $105.68  per  barel,  sementara  U.S.  crude  for  December 
delivery <CLc1> turun $2.23 ke $84.86.  


EURO ZONE
• Likuiditas penyangga Spanyol naik tajam pada bulan September, gambaran Bank of Spain menunjukkannya Kamis lalu, menurunkan tekanan pada negara dengan 
ekonomi terbesar keempat zona euro tersebut karena Perdana Menteri Mariano Rajoy merenungkan apakah akan meminta dana bail‐out. 

• AS  dan  Jepang  harus  berbagi  tangung  jawab  dengan  Eropa  untuk  menjamin  stabilitas  ekonomi  global,  Menterki  Keuangan  Jerman  
Wolfgang  Schaeuble 
mengatakannya, menandai bahwa G20 meeting pekan ini tidak harus hanya memfokuskan pada krisis utang zona euro. 

• International  Monetary  Fund  bertemu  dengan  pemerintah  Portugal  kedepannya  dalam  jadwal  untuk  mengidentifikasi  wilayah‐wilayah  yang  dapat  direncanakan 
sebagai tambahan pemangkasan pembelanjaan, kantor berita negara Lusa mengatakannya, mencatatkan sumber dari pemerintah.  

• Menteri keuangan Portugal mengatakan Jumat lalu telah meminta technical support dari IMF, dan juga mengundang Komisi Eropa dan World Bank untuk mengambil 
bagian dalam misi teknikal, tetapi tidak akan mengkonfirmasi atau menolak jika meeting tersebut telah berlangsung.   


U.K.
• Sektor konstruksi Inggris berhasil mencatat ekspansi di bulan Oktober, namun pekerjaan baru melemah dan perusahaan masih berhati‐hati dalam mengantisipasi kondisi bisnis 
kedepannya, demikian sebuah survey menunjukkan. Markit/CIPS Construction Purchasing Managers' Index (PMI) naik ke 50.9 dari 49.5 di bulan September sebelumnya. Namun 
komponen untuk new orders turun dalam 5 bulan berturut‐turut ‐‐‐ periode penurunan terlamanya sejak resesi 2008‐2009 ‐‐‐ dan perusahaan mengurangi jumlah pegawai di 
laju tercepat sejak Agustus 2011. 

• Sebuah lembaga survey mengatakan ekonomi Inggris akan kembali tumbuh di tahun 2013 setelah relatif tidak mengalami pertumbuhan dalam tahun ini, dengan perkembangan 
di zona euro memberikan porsi resiko terbesar. National Institute for Economic and Social Research (NIESR) memproyeksikan PDB akan turun tahun ini sebesar 0.1%, naik dari 
proyeksi Agustus yang memprediksi kontraksi 0.5%, setelah mencatat ekspansi kuat yang mengejutkan di kuartal ketiga. Namun demikian, NIESR merevisi turun untuk proyeksi 
PDB tahun 2013 menjadi 1.1% dari 1.3%, karena suramnya prospek ekonomi global. 

• Sterling menembus level tertinggi 1 bulan terhadap euro, dipicu rilis yang lebih baik dari perkiraan untuk kegiatan konstruksi di Inggris yang telah menambah harapan terhadap 
prospek pertumbuhan ekonomi. Namun sterling melemah terhadap dolar setelah data ketenagakerjaan AS yang dirilis lebih baik dari perkiraan, turut meningkatkan optimisme 
terhadap prospek pemulihan ekonomi di negara tersebut. 

• Euro terkoreksi ke 0.7992 pound, level terendahnya sejak 3 Oktober, sebelum akhirnya memangkas kerugiannya dan terakhir tercatat melemah 0.2% di sekitar 0.8006 pound. 
Sterling  terkoreksi  0.5%  terhadap  dolar  di  $1.6039  setelah  data  non‐farm  payrolls  menunjukkan  terjadi  pertambahan  pekerjaan  sebanyak  171.000  di  bulan  Oktober  lalu, 
melampaui ekspektasi 125.000. 

• Adapun  fokus  pasar  selanjutnya  tertuju  pada  data  PMI  sektor  jasa  Inggris  pada  hari  Senin,  dilanjutkan  sidang  reguler  BoE  pada  hari  Kamis,  ketika  dewan  kebijakan  akan 
memutuskan apakah mereka akan mengekspansi program pembelian aset yang sebesar 375 milyar pound. 



JAPAN
• Beberapa  anggota  dewan  Bank  of  Japan  memperingatkan  bahwa  resesi  pada  negara  dengan  ekonomi  terbesar  ketiga  didunia  tersebut  tidak  dapat 
dihindari  untuk  memberikan  kelemahan  baru‐baru  ini pada  industrial  production,  minutes  dari  BOJ's  Oct.  4‐5  policy  meeting  menunjukkannya –  suatu 
tanda stimulus yang lebih besar kemungkinan dibutuhkan.  

• BOJ mempertahankan kebijakannya pada meeting. Lebih lanjut pada meeting minggu ini, bank sentral menaikkan program pembelian aset dan lending, 
alat  pelonggaran  kebijakan  moneter  utama,  sebesar  11  trilyun  yen  ($137  milyar),  hingga  91  trilyun  yen.  Juga  telah  mengungkapkan  rencana  untuk 
memasok bank‐bank dengan dana murah jangka panjang yang tidak terbatas dibawah skema terkini yang pada awalnya sekitar 15 trilyun yen.  


AUSTRALIA
• Australian dan New Zealand dollar mencapai level tertinggi bulanannya terhadap yen Jumat lalu, dengan didorong ekuitas Asia dan membaiknya data perekonomian AS dan 
Cina, yang membawa kedua mata uang tersebut mencatatkan penguatan level tertinggi mingguannya.  

• Kenaikan pada Aussie terjadi meskipun kesempatan yang riil Reserve Bank of Australia (RBA) akan memangkas tingkat suku bunga berikutnya, sebagai bagian karena sangat 
kuatnya mata uang tersebut.  

• Bank sentral Australia sangat mungkin untuk kedepannya memangkas tingkat suku bunga berikutnya, menurut polling dari analis, kebanyakan berkenaan dengan pertumbuhan 
(ekonomi) global dan terutama pasar ekspor Cina.  

• Lima belas dari 20 ekonom yang disurvei oleh Reuters mengekspektasi Reserve Bank of Australia (RBA) untuk memangkas tingkat suku bunga 25 basis poin menjadi 3.0 persen 
pada meeting tanggal 6 Nov., mencatatkan level terendahnya yang pernah dicapai selama kiris keuangan global.   

• Harga Australian bond futures turun karena para trader mengarah pada aset‐aset beresiko ditengah opimisme mengenai perekonomian AS.  


SWISS
• Franc Swiss jatuh terhadap dolar usai rilis optimis data ketenagakerjaan AS. Dolar melejit hingga mencatat intraday high di 0.9396 franc, level tertingginya 
sejak 11 Oktober, sebelum akhirnya bergerak di sekitar 0.9390 atau mencatat naik 0.8% dibandingkan penutupan New York hari Kamis sebelumnya. 

• Tekanan  jual  franc  juga  dipicu  anjloknya  euro  karena  kekhawatiran  investor  terhadap  nasib  Yunani.  Sebuah  pengadilan  Yunani  mengatakan  langkah‐
langkah yang telah direncanakan untuk meningkatkan usia pensiun dan memangkas dana pensiun bisa melawan konstitusi dan hal ini akan menyulitkan 
Yunani untuk menerapkan program penghematan agar bisa memperoleh dana bailout. 

• Kegiatan  perekrutan  tenaga  kerja  di  AS  meningkat  di  bulan  Oktober  dan  tingkat  pengangguran  naik  seiring  bertambahnya  penduduk  yang  mencari 
lowongan pekerjaan, sebuah kondisi yang memberikan harapan untuk kembali bangkitnya perekonomian AS. 

• Jumlah pekerjaan yang tersedia bertambah 171.000 di bulan Oktober, melampaui estimasi pasar 125.000, setelah data periode September mengalami 
revisi  naik  menjadi  148.000  dari  114.000  laporan  awalnya.  Pemerintah  juga  melaporkan  terjadi  penambahan  pekerjaan  lebih  dari  84.000  di  periode 
Agustus  dan  September  dibanding  estimasi  awalnya.  Sementara  tingkat  pengangguran  naik  tipis  menjadi  7.9%  di  bulan  Oktober,  dimana  kenaikan  ini 
disebabkan lonjakan pekerja yang kembali ke dalam angkatan kerja.

Friday, November 2, 2012

Headline News 02.11.12


US & GLOBAL
• Bursa global terapresiasi pada hari Kamis seiring membaiknya gambaran kondisi pasar tenaga kerja AS dan juga data yang  menunjukkan  ekonomi  Cina  kembali  memulih,  sementara  minyak  mentah  AS  ter‐support  oleh  laporan  ekonomi  dan  terkendalanya suplai akibat terjangan badai Sandy. 

• Setelah Badai Sandy memporak‐porandakan wilayah pesisir timur AS, masalah logistik dari pemadaman listrik dan bahaya  navigasi terus mengancam pengiriman bahan bakar dan minyak mentah di wilayah New York, termasuk pengiriman New  York Harbor untuk kontrak minyak berjangka New York Mercantile Exchange. 

• Data ADP National Employment menunjukkan sektor swasta menambah pekerjaan di bulan Oktober pada level terpesatnya  dalam  8  bulan  terakhir,  mengisyaratkan  membaiknya  kondisi  pasar  tenaga  kerja  AS.  Data  lain  menunjukkan  adanya  peningkatan pada kepercayaan konsumen. Sedangkan data klaim pengangguran mingguan AS yang mengalami penurunan  berhasil  membantu  mengangkat  sentimen  menjelang  rilis  data  non‐farm  payrolls  AS  malam  nanti,  dan  terdapat  sinyal  beragam mengenai kondisi manufaktur AS. 

• Optimisme terhadap perkembangan ekonomi Cina kian tumbuh setelah data survey manufaktur menunjukkan terjadinya  peningkatan. Indeks PMI manufaktur Cina untuk bulan Oktober menunjukkan adanya peningkatan pada aktifitas pabrikan  Cina untuk pertama kalinya sejak Juli lalu. 

• Bursa saham AS secara umum menguat, dengan 3 indeks utama Wall Street naik lebih dari 1%. Indeks S&P 500 mencatat  kinerja terbaiknya dalam 7 pekan. Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 136.16 poin atau 1.04% di 13,232.62.  Sedangkan  Standard  &  Poor's  500  Index  <.SPX>  naik  15.43  poin  atau  1.09%  di  1,427.59.  Sementara  Nasdaq  Composite  Index <.IXIC> bertambah 42.83 poin atau 1.44% di 3,020.06.  

• Di Eropa, indeks FTSE Eurofirst <.FTEU3> berakhir naik 1.2% di 1,109.99. Meningkatnya aktifitas di Cina telah mendorong  minat pada produk otomotif Eropa. Indeks ekuitas global MSCI <.MIWD0000PUS> naik 0.8% ke 331.85.  

• Harga Treasury AS turun oleh berita survey manufaktur PMI Cina, sementara bank sentral Cina juga memberikan suntikan  dana bersih yang terbesar dalam pekan ini. Langkah bank sentral tersebut mengisyaratkan tekadnya untuk menjaga kondisi  pasar uang realtif longgar dan mendukung pinjaman untuk ekonomi riil sebelum transisi politik dalam 1 dekade, mulai pada  8 November pada Kongres Partai ke‐18. Harga Treasury tenor 10 tahun turun 8/32 dengan yield 1.7207%. 

• Euro  menyerahkan  keuntungannya  terhadap  dolar  setelah  sebuah  pengadilan  Yunani  memutuskan  reformasi  pensiun  negara  itu  yang  diminta  oleh  pemberi  pinjaman  asing  mungkin  tidak  konstitusional,  sehingga  memicu  kekhawatiran  tentang kemampuan Athena untuk menerapkan langkah‐langkah penghematan yang diperlukan guna mengamankan paket  bantuan. Euro turun 0.15% di $1.2939. 

• Laporan U.S. Energy Information Administration (EIA) semalam menyebutkan stok minyak mentah AS turun 2.05 juta barel,  kontras  dengan  ekspektasi  terjadi  kenaikan  1.5  juta  barel.  Sedangkan  stok  minyak  suling  (distillate)  turun  hanya  93000  barel,  jauh  lebih  sedikit  dibanding  perkiraan  turun  1.3  juta  barel  dan  untuk  stok  bensin  naik  935000  barel,  melampaui  ekspektasi.  Brent  December  crude  <LCOc1>  turun  53  sen  ke  $108.17  per  barel,  setelah  turun  ke  level  intraday  low  di  $107.75. Minyak mentah AS untuk pengiriman Desember naik 85 sen di level $87.09 per barel. 

• Harga  emas  turun  seiring  menguatnya  dolar,  namun  pergerakan  relatif  terbatas  karena  investor  menunggu  hasil  data  ketenagakerjaan AS nanti malam. Harga emas spot turun 0.3% di $1,713.89 per ounce. Sedangkan untuk emas berjangka  pengiriman Desember turun 0.2% atau $3.60, di $1,715.50.  

GOLD & COMMODITIES
• Harga emas merosot Kamis lalu karena penguatan dollar, tetapi pergerakan teredam karena investor memfokuskan pada  data employment AS yang dirilis Jumat ini sebagai petunjuk pada kebijakan moneter.  

• Bursa saham AS naik pada pembukaan, sementara itu bursa saham Eropa didukung oleh laporan earning yang membaik  dari  Royal  Dutch  Shell  <RDSa.L>.  Dollar  juga  tertekan  terhadap  mata  uang  utama  lainnya  setelah  data  jobless  claims  menekan ekspektasinya. 

• Harga  emas  rally  untuk  mendekati  level  $1,800  per  ons  pada  awal  Oktober  setelah  the  Fed  mengumumkan  langkah  stimulus  terbaru,  yang  mana  cenderung  untuk  membantu  emas  dari  tekanan  kekhawatiran  dari  inflasi  dan  menjaga  tekanan dari tingkat suku bunga. 

• Juga diuntungkan dari kekhawatiran bahwa AS dapat menghadapi suatu 'fiscal cliff' / tebing fiskal jika pengambil keputusan  gagal untuk mencegah dampak kenaikan pajak dan pemangkasan pada pembelanjaan publik, yang mana dirilis untuk terjadi  awal tahun depan. 


OIL & COMMODITIES
• Harga minyak Brent diperdagangkan melemah pada hari Kamis menyusul dimulainya produksi minyak Laut Utara dan perhatian pada zona euro, sementara harga bensin AS bergerak fluktuatif , mendapat dukungan dari kurangnya suplai setelah badai Sandy mengimbangi  sentimen negatif akibat meningkatnya stok minyak. 

• Minyak berjangka AS mendapat dukungan dari rilis optimis data ekonomi AS dan turunnya stok minyak mentah. 

• Setelah Badai Sandy memporak‐porandakan wilayah pesisir timur AS, masalah logistik dari pemadaman listrik dan bahaya navigasi terus  mengancam pengiriman bahan bakar dan minyak mentah di wilayah New York, termasuk pengiriman New York Harbor untuk kontrak minyak berjangka New York Mercantile Exchange. 

• Brent December crude <LCOc1> turun 53 sen ke $108.17 per barel, setelah turun ke level intraday low di $107.75. 

• Perkiraan dimulainya produksi di ladang minyak Laut Utara Buzzard pada hari Kamis, setelah penundaan karena pemeliharaan sejak 4  September,  telah  menekan  harga  Brent  berjangka.  Kekhawatiran  mengenai  kondisi  Yunani  dan  ekonomi  zona  euro,  telah  memicu  melemahnya euro atas dolar, dan hal ini menambah tekanan pada harga minyak. Minyak mentah AS untuk pengiriman Desember naik 85  sen di level $87.09 per barel. 

• Laporan  U.S.  Energy  Information  Administration  (EIA)  semalam  menyebutkan  stok  minyak  mentah  AS  turun  2.05  juta  barel,  kontras  dengan ekspektasi terjadi kenaikan 1.5 juta barel. Sedangkan stok minyak suling (distillate) turun hanya 93000 barel, jauh lebih sedikit  dibanding perkiraan turun 1.3 juta barel dan untuk stok bensin naik 935000 barel, melampaui ekspektasi. 

EURO ZONE
• International Monetary Fund mengatakan Kamis lalu masalah financing masih merupakan halangan utama untuk beban utang Yunani yang menerima lebih banyak  dana bailout dari international lenders.  

• Mendekati  bangkrut  Yunani  harus  mendorong  melalui  langkah  pemangkasan  pembiayaan  dan  pajak  senilai  13.5  milyar  euro  serta  reformasi  ekonomi  untuk  memuaskan IMF dan Uni Eropa dan mengamankan langkah bantuan berikutnya.  

• Jeroen Dijsselbloem tampak disiapkan untuk menjadi Menteri keuangan Belanda setelah Perdana Menteri Mark Rutte, yang diekspektasi untuk mendukung austerity  dan ketatnya target defisit zona euro, pada meeting Kamis lalu. 

• Portugal harus fokus untuk utamanya mengubah pengurangan defisit bujet melalui pemangkasan pembelanjaan struktural, Gubernur Bank of Portugal Carlos Costa  mengatakannya setelah parlemen menyetujui kenaikan pajak terberat dalam sejarah modern. 


U.K.
• Sterling menguat ke level tertinggi dalam sebulan terhadap sejumlah rival utamanya Kamis kemarin setelah data survey manufaktur yang dirilis lebih rendah dari perkiraan tidak  banyak mengurangi optimisme terhadap prospek pemulihan ekonomi Inggris. Sterling juga terangkat oleh permintaan dari perusahaan Inggris untuk tujuan lindung nilai dan  juga investor uang riil Asia. Sterling's trade‐weighted index <=GBP> naik ke level intraday high 84.3, menyusul sterling menembus level tertinggi 2 pekan terhadap dolar dan  mendekatil level tertinggi 1 bulan terhadap euro. 

• Sebelumnya,  data  aktifitas  manufaktur  Inggris  untuk  bulan  Oktober  tercatat  turun  ke  47.5,  di  bawah  ekspektasi  48.0  dan  kembali  berada  di  bawah  angka  50  yang  mengindikasikan sektor manufaktur mengalami kontraksi. Meskipun data tersebut menunjukkan adanya resiko pada prospek pemulihan ekonomi Inggris, namun investor masih  tertarik untuk memburu sterling setelah data PDB‐Q3 Inggris yang dirilis pekan lalu menunjukkan ekonomi telah keluar dari jurang resesi. 

• Sterling  menguat  ke  level  intraday  high  $1.6176  terhadap  dolar,  mencatat  level  tertingginya  sejak  17  Oktober,  sebelum  kembali  melemah  dan  diperdagangkan  di  sekitar  $1.6120‐an. Sedangkan euro tercatat melemah 0.15% di 0.8019 pound, setelah mencatat intraday low di 0.8000 pound, sedikit di atas level low pekan lalu di 0.7997 pound. 

• Komentar dari Deputi Gubernur BoE  Charlie Bean pada hari Rabu lalu juga turut mendukung penguatan sterling. Bean mengatakan bahwa lebih banyak bank‐bank skala kecil  yang sehat akan membuat sistem finansial Inggris menjadi lebih aman. Bean juga menyambut baik rilis data PDB‐Q3 Inggris yang mencatat pertumbuhan 1%. 

• Investor saat ini akan mencermati data PMI sektor konstruksi pada hari Jumat ini dan PMI sektor jasa pada hari Senin depan untuk melihat prospek ekonomi Inggris di kuartal  keempat tahun ini. 


JAPAN
• Regulator keuangan Jepang mengatakan bahwa mereka akan melanjutkan untuk meminta bank dalam mempertahankan dukungan untuk perusahaan kecil yang  berjuang untuk menjalankan bisnisnya, meskipun setelah undang‐undang yang relevan terkait berakhirnya langkah penyelamatan. 

• Pemerintah Jepang  siap untuk  menekan kesepakatan  dengan  oposisi dalam melewati  sebuah undang‐undang penting  untuk mencegah  sebuah pendanaan yang  mendesak dan hingga saat ini sampai kepada oposisi menguraikan kondisi tersebut, Vice Finance Minister Tsutomu Okubo mengatakannya.  

• Okubo mengatakan pada Reuters dalam suatu wawancara yang mengamankan bagian dari undang‐undang tersebut, yang mana dibutuhkan untuk pembiayaan yang  mendekati setengah dari bujet tahunan negara, adalah prioritas utama bagi pemerintah, dan menyadari bahwa kegagalan melakukannya akan menjatuhkan Jepang  kepada versinya sendiri "fiscal cliff".   


AUSTRALIA
• Australian  dan  New  Zealand  dollar  bertahan  menguat  kamis  lalu,  melewati  data  yang  menunjukkan  tanda‐tanda  recovery  pada  ekonomi  Cina  dengan  pasar  memperhatikan kedepannya laporan penting jobs AS yang dirilis akhir pekan ini.  

• Aussie <AUD=D4> berada di level $1.0371, versus $1.0373 pada awal perdagangan, yang telah menghentikan flat untuk bulan Oktober.  

• Data resmi Cina dan sektor swasta pada manufacturing PMIs mengatakan recovery pertumbuhan dari tren, meskipun salah atu tertekan.  

• "The  reaction  was  mild.  The  data  was  pretty  close  to  what  the  market  was  expecting,"  ungkap  Greg  Gibbs,  seorang  strategist  pada  Royal  Bank  of  Scotland  di  Singapura.  

• Harga Australian three‐year bond/obligasi bertenor tiga tahun mencapai level tertingginya karena berita ekonomi yang positif dari Cina dan kurangnya kinerja dari  saham lokal yang membawa pasar dalam arah yang berlawanan. 


SWISS
• Sektor manufaktur Swiss kembali mengalami kontraksi untuk 7 bulan berturut‐turut di periode Oktober disebabkan menurunnya permintaan akibat krisis utang zona  euro, meskipun terdapat indikasi akan adanya perbaikan. Indeks PMI manufkatur naik ke 46.1 di bulan Oktober dari 43.6 di bulan September. Meskipun data dirilis  melampaui ekspektasi pasar di 44.5, namun angkanya masih di bawah 50 yang mengindikasikan sektor manufaktur masih mengalami kontraksi. 

• Sementara  data  lainnya  menunjukkan  penjualan  ritel  Swiss  meningkat  5.4%  di  bulan  September  dari  setahun  lalu,  mengisyaratkan  konsumsi  swasta  akan  terus  mendukung pemulihan ekonomi. 

• Ekonomi Swiss mengalami kontraksi tipis di kuartal kedua namun pemerintah memproyeksikan terjadi pertumbuhan 1% tahun ini. 

• Dolar sempat menguat ke level intraday high 0.9344 franc, namun kemudian terkoreksi ke 0.9397 franc dan akhirnya bergerak stabil di sekitar 0.9320. Investor  nampaknya memilih bersikap menahan diri menjelang rilis data non‐farm payrolls AS malam nanti. 

Thursday, November 1, 2012

Headline News 01.11.12


US & GLOBAL
• Wall Street memulai kembali perdagangannya pada hari Rabu kemarin dengan saham ditutup hampir mendekati break‐even (titik impas)  setelah badai rakasa Sandy memaksa penutupan dua hari karena buruknya cuaca yang untuk pertama kalinya sejak 1888, namun bensin  berjangka AS melonjak dipicu potensi adanya gangguan pasokan dalam jangka panjang di kilang terbesar kedua di Pantai Timur. 

• Badai telah menyebabkan lumpuhnya aktifitas di sejumlah daerah akibat banjir dan listrik padam, menunjukkan konsumsi bahan bakar  yang lebih rendah. Tapi bensin berjangka untuk November mencapai level tertinggi selama lebih dari dua minggu terakhir karena para  pedagang bergegas untuk menutup posisi menjelang berakhirnya kontrak pada Rabu kemarin. 

• Kayu berjangka AS melonjak ditengah harapan meningkatnya permintaan, sedangkan bensin naik ditengah kekhawatiran bahwa kilang  Phillips 66 di Linden, New Jersey, bisa ditutup untuk periode yang lebih panjang setelah Badai Sandy memadamkan listrik ke pabrik yang  memproduksi bahan bakar 238.000 barel per hari. 

• Badai, yang menewaskan sedikitnya 64 orang, dapat menyebabkan kerugian asuransi hingga $ 15 miliar. Spekulan berada di belakang  banyaknya pembelian kayu berjangka dan bensin untuk mengantisipasi meningkatnya permintaan. 

• New York Stock Exchange dibuka kembali, meskipun tidak semuanya kembali normal. Telepon di lantai bursa tidak berfungsi sehingga  pelaku pasar terpaksa keluar area untuk membuat panggilan, e‐mail atau mengirim pesan. Dow Jones industrial average <.DJI> turun  10.75  poin  atau  0.08%  ke  13,096.46.  Sedangkan  Standard  &  Poor's  500  Index  <.SPX>  naik  hanya  0.22  poin  atau  0.02%  di  1,412.16.  Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> terkoreksi 10.72 poin atau 0.36% untuk ditutup di 2,977.23. Selama bulan Oktober, indeks  Dow turun 2.5%,  S&P 500 kehilangan 2% dan Nasdaq merosot 4.5%.  

• Indeks  ekuitas  dunia  MSCI  <.MIWD00000PUS>  naik  0.01%  di  329.16,  mencatat  kerugian  bulanan  pertamanya  sejak  Mei.  Index  telah  menguat lebih dari 10% sepanjang tahun ini.  

• Di  Eropa,  bursa  saham  berakhir  melemah  setelah  laporan  earning  yang  beragam,  tertekan  oleh  perusahaan  minyak  dan  gas  raksasa  Inggris, BG Group <BG.L>, yang memperingatkan tidak adanya pertumbuhan produksi di tahun depan. FTSEurofirst 300 <.FTEU3> ditutup  turun 0.6% di 1,096.38. BG melemah 13.7% ke 1,147.5 pence, kerugian terbesar untuk blue‐chip Inggris di FTSE 100 index <.FTSE>. 

• Harga minyak ditutup beragam, dengan Brent crude ditutup di bawah $109 per barel. Brent untuk pengiriman Desember turun 38 sen ke  $108.70. Sedangkan minyak mentah AS berakhir naik 56 sen di $86.24 per barel. 

• Harga Treasury AS menguat setelah paar ditutup 1‐1/2 hari akibat badai Sandy. Treasury tenor 10 tahun naik 4/32 dengan yield 1.6962%. 

• Euro naik tipis terhadap dolar dan mencatat kenaikan bulanan ketiga kalinya secara berturut‐turut. Namun masalah krisis utang zona  euro yang berkepanjangan telah membatasi penguatan euro. Euro naik 0.01% terhadap dolar ke $1.2957. 

• Emas terapresiasi hampir 1% ke level tertinggi dalam sepekan seiring naiknya harga saham AS, namun emas ditutup melemah dalam  sebulan,  mengakhiri  penguatannya  selama  4  bulan  berturut‐turut.  Harga  emas  spot  naik  0.7%  di  $1,720.90,  sedangkan  untuk  emas  berjangka pengiriman Desember ditutup naik $7 di $1,719.10. Logam mulia tercatat melemah 2.8% selama bulan Oktober, merupakan  penurunan bulanan pertamanya sejak Mei. 


GOLD & COMMODITIES
• Harga  emas  naik  mendekati  1  persen  ke  level  tertinggi  dalam  mingguan  Rabu  lalu  sebagaimana  pasar  saham  menguat  karena  pasar  keuangan New York dibuka kembali, tetapi mencatatkan untuk ditutup dalam kenaikan rangkaian empat bulan karena bulan Oktober  telah berakhir.  

• Harga memecahkan kembali diatas level $1,720 per ons karena para trader AS berbalik memantau setelah dua hari penutupan mengikuti  badai yang telah melanda pantai Timur AS.  

• Emas mencapai level tertinggi dalam 11‐bulan diatas level $1,795 pada 5 Okt. Setelah the Fed mengungkapkan langkah terbaru untuk  mendorong  perekonomian  AS.  Langkah  stimulus  terlihat  mendukung  pada  emas,  karena  itu  memicu  inflasi  sementara  itu  menjaga  tekanan dari tingkat suku bunga.  

• Dengan emas tertekan bersamaan dengan aset‐aset beresiko secara nominal seperti saham‐saham dan komoditas lainnya pada bulanan,  sebagaimana eforia dari pergerakan turun. 

• Gold  "has  been  forming  a  good  base  over  the  last  couple  of  days,"  vice  president  Saxo  Bank  Ole  Hansen  mengatakannya.  "Japan  quantitative easing yesterday returned the focus to monetary stimulus, forward‐looking inflation has been creeping higher as well."  

• "It looks like speculators are dipping their toes in again, but probably only to do a bit of window dressing ahead of month end," he added.  "Do not expect any major fireworks unless we close above 1730 or until after non‐farm payrolls on Friday."  


OIL & COMMODITIES
• Permintaan  minyak  AS  di  bulan  Agustus  sebesar  74.000  barel  per  hari  lebih  banyak  dari  estimasi  sebelumnya,  namun  tercatat  masih  turun  189.000  bpd  dari  setahun  lalu,  demikian  laporan  dari  Energy  Information  Administration  (EIA).  Permintaan minyak Agustus  direvisi naik 0,39% menjadi 19,226 juta bpd dari estimasi sebelumnya 19,152 juta bpd. 

• Harga minyak ditutup beragam, dengan Brent crude ditutup di bawah $109 per barel. Brent untuk pengiriman Desember  turun 38 sen ke $108.70. Sedangkan minyak mentah AS berakhir naik 56 sen di $86.24 per barel. 

• Pelaku pasar tengah menantikan rilis data stok minyak mingguan AS untuk pekan per 26 Oktober dari Energy Information  Administration (EIA). Laporan tersebut ditunda 1 hari karena badai dan dijadwalkan akan dirilis Kamis malam nanti sekitar  pukul 22.00 wib. 

EURO ZONE
• Para  menteri  keuangan  zona  euro  mendiskusikan  pada bagaimana  untuk menjaga  Yunani  pada  negosiasi  antara  Yunani  dan  pemberi  pinjaman  luar  negeri  yang  mendekati  kesimpulan berkenaan dengan reformasi negara yang harus mengimplementasikan untuk menerima pinjaman darurat terkini.  

• Yunani membutuhkan dorongan melalui langkah pemangkasan pembelanjaan dan pajak senilai 13.5 milyar euro ($17.5 milyar) serta jalinan reformasi ekonomi untuk menangani  lender Uni Eropa dan IMF dan mengamankan dana bailout untuk menghindari kebangkrutan.  

• European Central Bank harus waspada mengenai resiko pada aset‐aset, anggota Dewan Eksekutif Benoit Coeure mengatakannya Rabu lalu, memperkirakan kemungkinan bank  mengambil pendekatan yang berhati‐hati terhadap skema pembelian obligasi terbaru. 

• Penjualan  ritel  Jerman  naik  ke  fase  tercepatnya  sejak  bulan  Juni  2011  pada  bulan  September  dalam  basis  bulanan,  naik  hingga  1.5  persen,  data  awal  menunjukkannya,  mendorong harapan konsumsi swasta yang akan merupakan pilar dukungan pada perekonomian. 

• Menteri keuangan Pierre Moscovici mengatakan perekonomian Perancis dapat kembali tumbuh positif dalam kuartal ketiga karena data menunjukkan pembelanjaan konsumen  merangkak lebih tinggi pada bulan September, naik kembali dari penurunan bulan sebelumnya. 


U.K.
• Sterling  melanjutkan  penguatannya terhadap  dolar,  didukung  oleh  rilis optimis  data  ekonomi  Inggrisyang telah  mengurangi kemungkinan  pelonggaran  moneter lebih lanjut dan mendorong minat investor asing terhadap poundsterling. 

• Sterling menguat dalam dua hari berturut‐turut, terapresiasi 0.3% di $1.6120 dan mendekati level tertinggi pekan lalu di $1.6144. Sedangkan terhadap  euro, sterling juga menguat. Euro diperdagangkan di sekitar 0.8040 pound, turun 0.2% dibandingkan penutupan New York. 
• Rilis lebih baik dari perkiraan untuk data consumer credit, data mortgage dan data CBI retail sales telah menambah cerahnya prospek pemulihan ekonomi  Inggris. Data‐data tersebut dirilis setelah pekan lalu data PDB‐Q3 Inggris menunjukkan ekonomi telah keluar dari jurang resesi. 

• Pasar akan mencermati data PMI sektor manufaktur Inggris dan juga data aktifitas sektor konstruksi dalam pekan ini untuk melihat apakah momentum  kuat dari kuartal ketiga akan berlanjut di kuartal keempat tahun ini. 

• Hasil  jajak  pendapat  Reuters  pekan  ini  menunjukkan  berkurangnya  ekspektasi  dilanjutkannya  pelonggaran  moneter  oleh  BoE  di  bulan  November,  dan  kemungkinan BoE akan menunggu hingga awal tahun depan untuk mencetak uang lebih banyak lagi. 


JAPAN
• Obligasi pemerintah Jepang merosot Rabu lalu, menggambarkan berlanjutnya kekecewaan berkenaan dengan langkah kebijakan pelonggaran kebijakan  moneter Bank of Japan dan memposisikan kedepannya dari obligasi bertenor 10‐tahun Kamis ini.  

• Menteri keuangan akan menawarkan 2.3 trilyun yen ($29 milyar) senilai obligasi bertenor 10‐tahun pada hari Kamis.  

• Para  fund  manajer  Jepang  mendorong  alokasinya  untuk  obligasi  zona  euro  ke  level  tertingginya  dalam  10  bulan  karena  yields  yang  stabil,  tetapi  memangkas keseluruhan eksposur obligasi dari level tertinggi bulan lalu karena hidupnya kembali risk appetite, polling Reuters menemukannya.   

• Survei  dari  10  fund  manager  yang  berbasis  di  Jepang,  polling  antara  tanggal  17  dan  24  Okt.,  menunjukkan  alokasi  untuk  obligasi  zona  euro  terhadap  lainnya naik 22.2 persen, tingkat tertingginya sejak bulan Desember 2011.  


AUSTRALIA
• Australian dollar sedikit naik Rabu lalu mengikuti optimisnya data perumahan, membawanya pada level flat akhir bulan, berlawanan dengan mitranya  New Zealand, yang terlihat untuk membuat level negatif bulanan terhadap the greenback.  

• Aussie <AUD=D4> naik 0.1 persen dalam harian ke level $1.0373, yang telah naik ke level tertingginya $1.0391 setelah izin untuk membangun rumah baru  di Australia melonjak 7.8 persen pada bulan September, jauh melebihi perkiraan yang naik 1 persen.  
• Data building telah menjadi lebih penting untuk pasar karena Reserve Bank of Australia (RBA) melihat recovery pada pasar perumahan untuk mengimbangi  puncak dalam investasi pertambangan.  

• Selasa  lalu  Deputi  Gubernur  Reserve  Bank  of  Australia  (RBA)  Philip  Lowe  mengatakan  bahwa  puncaknya  terjadi  disekitar  pertengahan  tahun  depan,  mengulangi  gambaran  bank  sentral  bank  untuk  booming  investasi  pertambangan  yang  segera  berakhir  dan  ke  level  terendahnya  berkenaan  dengan  melambatnya pertumbuhan (ekonomi) Cina. 


SWISS
• Swiss National Bank (SNB) menjual sebagian kepemilikan euro dan membeli lebih banyak dolar dan sterling di kuartal ketiga. Langkah diversikiasi  portofolio mata uang telah meningkat sejak SNB membatasi penguatan mata uang lokalnya terhadap euro. SNB melaporkan telah memangkas  kepemilikan euro menjadi 49% di kuartal ketiga dari 60.1% di kuartal kedua sebelumnya, sementara kepemilikan dalam dolar meningkat menjadi  27.6%  dari  21.7%  dan  kepemilikan  dalam  sterling  meningkat  menjadi  6.7%  dari  3.3%.  Secara  keseluruhan,  cadangan  SNB  meningkat  menjadi  429.9 milyar franc Swiss dari 365.1 milyar franc selama periode tersebut. 

• Langkah SNB  tersebut  telah memicu  terkoreksinya  euro  atas franc.  Mata  uang  tunggal  Eropa  tercatat  melemah  0.1% di  sekitar  1.2070  franc.  Sementara dolar melemah 0.2% terhadap franc di sekitar 0.9308 franc.