title cover

title cover

Wednesday, December 5, 2012

Headline News 05.12.12


US & GLOBAL
Bursa  saham  AS  terkoreksi  pada  hari  Selasa  menyusul  investor  khawatir  terhadap  kemampuan  Washington  untuk  menghindari  krisis  anggaran  akhir  tahun,  namun  rencana  Yunani  untuk  membeli  kembali  obligasinya  telah  mendorong  penguatan euro mendekati level tertinggi 7 pekan. 

Pasar  komoditas  tertekan  setelah  rilis  buruk  data  manufaktur  AS  dan  kekhawatiran  terhadap  pencapaian  kesepakatan  anggaran AS. 

Pasar  khawatir  ekonomi  AS  akan  tergelincir  kedalam  resesi  jika  kenaikan  pajak  yang  tinggi  dan  pemangkasan  anggaran  pemerintah yang menyerap dana $600 milyar akan diberlakukan di awal tahun depan. Pihak Gedung Putih dan Kongres  belum mencapai kesepakatan untuk rencana pengurangan defsit jangka panjang. Optimisme untuk tercapainya kesepatan  tersebut  telah  terganjal  oleh  pernyataan  President  Barack  Obama  yang  menolak  usulan  Partai  Republik  untuk  menyelesaikan krisis sebagai "tidak seimbang" dan mengatakan kesepakatan apa pun harus mencakup kenaikan tarif pajak  penghasilan atas orang terkaya Amerika. Perdebatan a lot mengenai proposal kesepakatan telah memonopoli perhatian  pelaku pasar Wall Street, meskipun investor meyakini bahwa kesepakatan akan tercapai sebelum akhir tahun ini. 

Dalam kondisi perdagangan yang tipis, Dow Jones industrial average <.DJI> berakhir melemah 13.82 poin atau 0.11% di  12,951.78.  Standard  &  Poor's  500  Index  <.SPX>  turun  2.41  poin  atau  0.17%  ke  1,407.05.  Sedangkan  Nasdaq  Composite  Index <.IXIC> turun 5.51 poin atau 0.18% ke 2,996.69. 

Indeks ekuitas global MSCI melemah 0.02%. 

Euro menembus level tertinggi 7 pekan di atas $1.31, terdorong oleh perkiraan lebih baik untuk rencana pembelian obligasi  Yunani.  Rencana  tersebut  adalah  bagian  penting  dari  kesepakatan  yang  tercapai  minggu  lalu  oleh  pemberi  pinjaman  internasional untuk memotong utang negara dan harus selesai sebelum IMF dapat menggelontorkan bantuan darurat. Euro  menguat 0.3% ke $1.3098, setelah mencatat intraday high di $1.3107, level terkuatnya sejak 18 Oktober. Sedangkan areal  resistance berikutnya berada di level tertinggi Oktober di sekitar $1.3140 dan level tertinggi September di sekitar $1.3170. 

Harga  obligasi  pemerintah  AS  menguat  tipis,  namun  investor  secara  umum  bersikap  menunggu  ditengah  absennya  perkembangan dari hasil negosiasi anggaran AS. Treasury AS tenor 10 tahun naik 3/32 dengan yield 1.6066%. 

Berkembangnya kkhawatiran mengenai kondisi ekonomi  global  telah memicu  pelemahan pada  harga  minyak dan  emas.  U.S. crude oil <CLc1> berakhir turun 59 sen di $88.50 per barel. Kekhawatiran terhadap lemahnya permintaan untuk bahan  bakar telah berkembang setelah data menunjukkan pada hari Senin bahwa sektor manufaktur AS mengalami kontraksi di  bulan November, kinerja terburuknya selama lebih dari 3 tahun. 

Harga emas terkoreksi sekitar 1% ke level terendahnya selama hampir 1 bulan setelah harga menembus di bawah level  support kunci.  


GOLD & COMMODITIES
Emas melemah lebih dari 1 persen Selasa lalu, dengan ekuitas merosot dan juga komoditas lainnya, karena likuidasi dari  heavy  fund  dan  penjualan  yang  berhubungan  dengan  options‐yang  membawa  harga  emas  dibawah  level  utama  dari  technical support.  

Logam mulia mencapai level terendah yang mendekati bulanannya setelah memecahkan dibawah level 100‐hari moving  average  pada level $1,698 per ons,  level  emas yang  bertahan sejak  pertengahan  Agustus. Ketidakpastian ekonomi  yang  berhubungan dengan pembicatraan bujet AS dan mengenai heavy selling setelah option expirations minggu lalu yang juga  menekan emas, kata para trader.  

"You  cannot  attribute  this  kind  of  volatility  to  any  sudden,  new  fundamentals.  There  are  obviously  some  large  fund‐,  algorithmic‐type players moving the market around," ungkap Bill O'Neill, mitra pada perusahaan commodities investment  LOGIC Advisors.   


OIL & COMMODITIES
Harga  minyak  terkoreksi  pada  hari  Selasa,  menyusul  kekhawatiran  terhadap  pencapaian  kesepakatan  anggaran  AS  dan  prospek  permintaan  bahan  bakar  telah  mengimbangi  sentimen  positif  akibat  ketidakstabilan  di  kawasan  Timur  Tengah.  Pasar masih dihantui oleh kekhawatiran apakah dewan kebijakan AS akan mencapai kesepakatan sebelum terjadinya apa  yang disebut dengan “tebing fiskal” di tahun depan. 

Pasar  minyak  juga  telah  tertekan  oleh  masalah  krisis  utang  zona  euro  dalam  tahun  ini.  Bahkan,  meskipun  tercapai  kesepakatan antara Gedung Putih dan Kongres soal anggaran pemerintah, harga minyak masih berpotensi tertekan oleh  prospek lemahnya permintaan minyak di tahun depan dari sejumlah negara berkembang. 

Protes  di  Mesir,  eskalasi  kekerasan  di  Suriah  dan  kebuntuan  Barat  dengan  Iran  atas  program  nuklirnya  yang  dipersengketakan  telah  memicu  kekhawatiran  tentang  pasokan  minyak  dari  wilayah  Timur  Tengah,  yang  memasok  sepertiga dari minyak mentah dunia. 

Harga  minyak  berjangka  Brent  turun  $1.08  ke  $109.84  per  barel  sedangkan  harga  minyak  mentah  AS  turun  59  sen  ke  $88.50 per barel. 

Data yang dirilis semalam dari American Petroleum Institute (API) menunjukkan stok minyak mentah AS turun 2.2 juta barel  pekan lalu, sementara stok bensin naik tajam 5.7 juta barel dan stok distillate (minyak suling) naik 1.1 juta barel. 

Sedangkan  data  stok  minyak  AS  dari  U.S.  Energy  Information  Administration  (EIA)  akan  dirilis  nanti  malam,  yang  diperkirakan akan menunjukkan stok minyak suling (distillate) naik 800.000 barel di pekan per 30 November, sedangkan  stok bensin diprediksi naik 1.8 juta barel dan stok minyak mentah diprediksi turun 300.000 barel. 

EURO ZONE
Factory prices zona euro hampir tidak naik pada bulan Oktober, menyuarakan langkah yang melambat pada inflasi konsumen, meskipun European  Central Bank mengekspektasi untuk menunggu sedikit lebih lama sebelum memotong tingkat suku bunga untuk membantu perekonomian yang  anjlok. 

Jerman  dan  Perancis  terjadi  bentrok  publik  Selasa  lalu  berkenaan  dengan  rencana  untuk  menempatkan  European  Central  Bank  bertugas  mengawasi  bank‐bank,  memperdalam  sengketa  berkenaan  dengan  kekuasaan  ECB  yang  mengancam  untuk  menggelincirkan  salah  satu  negara  Eropa yang paling berani untuk reformasi.  

Dengan berjalannya waktu untuk bertemu dalam kesepakatan menyelesaikan kerangka hukum untuk UNI Eropa‐pelebaran banking union hingga  akhir tahun, Wolfgang Schaeuble berbicara pada meeting dari para menteri keuangan dari Uni Eropa yang dia tidak dapat mendukung rencana  yang akan memberikan ECB suatu bentuk pengawasan.  

Jumlah tingkat pengangguran Spanyol naik hingga 1.5 persen pada bulan November dari awal bulan, atau sebesar 74.296 orang, membuat 4.9 juta  orang keluar dari pekerjaan, data dari Labour Ministry Selasa lalu. 

Bulan November ditandai dalam rangkaian kenaikan empat bulannya dari jumlah orang‐orang yang terdaftar karena menganggur di Spanyol. 


U.K.
Sterling mencatat level tertinggi 1 bulan terhadap dolar menyusul laporan adanya aksi beli investor yang mengimbangi pengaruh negatif  akibat rilis survey aktifitas sektor konstruksi Inggris yang lebih buruk dari perkiraan. 

Data construction PMI menunjukkan aktifitas menurun tipis di bulan November dan kepercayaan untuk 12 bulan kedepan turun ke level  terendahnya  selama  hampir  4  tahun.  Data  tersebut  menjadi  perhatian  pemerintah  Inggris  sebelum  dirilisnya  statement  anggaran  semesteran dari menteri keuangan George Osborne pada hari Rabu ini. Namun sterling tidak banyak terpengaruh oleh laporan tersebut  dan kemudian menembus level tertinggi 1 bulan di $1.6131, level tertingginya sejak 2 November, dipicu maraknya aksi beli oleh investor.  Sterling terakhir bergerak menguat 0.07% di sekitar $1.6100. 

Sementara itu data PMI sektor jasa akan dirilis hari Rabu ini yang diprediksi akan mengalami ekspansi ke 51.1 di bulan November. Jika data  dirilis sesuai ekspektasi atau bahkan lebih baik dari ekspektasi, maka akan berpotensi mendorong penguatan sterling lebih lanjut. 


JAPAN
Perekonomian  Jepang  kemungkinan  merosot  ke  fase  terendahnya  dalam  kuartal  ketiga  daripada  perkiraan  pemerintah  pada  awalnya  karena penurunan pada pembelanjaan modal oleh perusahaan‐perusahaan kemungkinan kurang dari data awal, menurut polling Reuters.  

Tetapi  keseluruhan  gambaran  negara  dengan  ekonomi  terbesar  ketiga  tersebut  masih  parah,  dengan  analis  mengatakan  bahwa  kemungkinan telah siap untuk anjlok kepada resesi karena pelemahan permintaan  global sebagai eksportir terkemuka.   

Gross domestic produce (GDP) kemungkinan anjlok 0.8 persen pada kuartalan bulan Juli‐September dari periode sebelumnya, dengan akan 
diterjemahkan dalam kontraksi tahunan 3.3 persen, suatu perkiraan konsensus dari 24 ekonom menunjukkannya.  


AUSTRALIA
Treasuri Wayne Swan telah mengakui pertumbuhan ekonomi yang moderat, membawa beberapa dorongan dari pemangkasan tingkat suku bunga  resmi oleh pemerintah sebagai tahap awal Natal untuk sektor rumah tangga.  

Reserve Bank  of Australia (RBA) Selasa  lalu memangkas tingkat suku bunga 25 basis poin menjadi tiga persen pada meeting akhir tahun, yang  membawa 175 basis poin dari total penurunan pada suku bunga sejak November tahun lalu.  

Bank‐bank utama berada dibawah tekanan untuk membawa beberapa hiburan Natal dalam bentuk mortgages yang lebih rendah setelah Reserve  Bank membuat tingkat suku bunga ke level terendahnya.  

Reserve Bank of Australia (RBA) memangkas tingkat suku bunga 25 basis poin ke level tiga persen, level terendah sejak dalamnya krisis ekonomi  keuangan tahun 2008‐2009.  


SWISS
Franc Swiss jatuh ke level terendah 11 pekan terhadap euro pada hari Selasa setelah pelaku pasar memprediksi bank‐bank lain akan bergabung  dengan  Credit  Suisse  Group  AG  (CS)  dan  membebankan  bunga  pada  pemegang  deposito  franc.  Untuk  pertama  kalinya  sejak  9  Oktober,  euro  kembali naik di atas 1.21 franc  dan mencatat intraday high di 1.2145 franc. 

Credit  Suisse  mengatakan  pada  hari  Senin  kemarin  bahwa  oihaknya  akan  memberlakukan  suku  bunga  negatif  dalam  rangka  untuk  mengatasi  permintaan untuk franc. Pemberi pinjaman terbesar kedua di Swiss berdasarkan nilai pasar ini mengatakan akan menetapkan tarif negatif pada  rekening kas, namun tidak menjelaskan bagaimana suku bunga ini akan diterapkan ketika kebijakan ini mulai berlaku 10 Desember. Kebijakan ini  hanya  berlaku  untuk  deposito  antar  bank,  bukan  ke  rekening  yang  dimiliki  oleh  individu.  Laporan  tersebut  telah  memicu  melemahnya  franc,  sebuah langkah yang akan didukung oleh pemerintah Swiss yang berupaya menekan penguatan mata uangnya. 

Pasar  melihat indikasi  untuk  bank‐bank  Swiss  besar  lainnya  bisa  mengikuti  jejak  Credit Suisse.  Namun,  UBS AG (UBS) menegaskan hanya  akan  mengenakan undefined excess balance fee ketika arus masuk modal berlebihan, seperti yang diumumkan sebelumnya pada bulan Agustus 2011. 

Sedangkan terhadap dolar, franc melemah 0.1% di sekitar 0.9265 franc dibandingkan dengan penutupan New York hari Senin. 

Tuesday, December 4, 2012

Headline News 04.12.12


US & GLOBAL
Bursa global dan harga minyak memangkas keuntungan yang telah dibuat di awal sesi dan kemudian diperdagangkan melemah pada hari  Senin setelah data manufaktur AS menembus level terendah selama 3 tahun di periode November, mengimbangi sentimen positif dari  rilis data manufaktur Cina. Ditengah indikasi upaya sektor manufaktur AS untuk bangkit dari keterpurukan, data semalam menunjukkan  indeks manufaktur dari Institute for Supply Management mencatat level terendahnya sejak Juli 2009, ketika ekonomi AS berupaya pulih  dari krisis keuangan. Namun pasar melihat buruknya data November kemungkinan banyak disebabkan oleh adanya Badai Sandy, yang  telah menyapu kawasan Pantai Timur AS di akhir Oktober, sejalan dengan ketidakpastian mengenai negosiasi anggaran di Washington. 

Wall Sreet terkoreksi, menyusul melemahnya pasar Eropa dan juga harga minyak Brent, meskipun rilis optimis data manufaktur Cina dan  kontraksi yang tipis pada sektor manufaktur Eropa. 

Tawar‐menawar politik di Washington mengenai “tebing fiskal” masih menjadi fokus utama investor. Jika kesepakatan tidak tercapai di  Kongres, maka pemangkasan anggaran dan kenaikan tajam pajak yang berpotensi menyerap dana hingga $600 milyar akan mulai berlaku  pada Januari 2013, yang berpotensi mendorong perekonomian AS kedalam zona resesi. 

Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 59.98 poin atau 0.46% di 12,965.60. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> jatuh 6.72  poin atau 0.47% di 1,409.46. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> turun 8.04 poin atau 0.27% di 3,002.20.  

Bursa saham Eropa menyerahkan keuntungan yang didapat di awal sesi akibat maraknya sell‐off, merosot dari level tertinggi 17 bulan  usai rilis data manufaktur AS dan kekhawatiran mengenai krisis anggaran pemerintah AS. FTSEurofirst 300 index <.FTEU3> untuk saham‐ saham utama Eropa naik 0.16% dan ditutup di 1,121.15, setelah sempat menguat ke 1,128.65.  

Indeks ekuitas global MSCI turun 0.11% ke 332.26.  

Euro berhasil melonjak ke level tertinggi terhadap dolar dalam 6 pekan seiring meredanya kekhawatiran seputar masalah krisis utang  Yunani dan Spanyol, sementara data manufaktur Cina memberi dukungan positif. Euro menguat 0.50% di  $1.3049, sementara indeks  dolar jatuh 0.30% ke 79.914. 

Tembaga  mencatat  level  tertinggi  6  pekan  pasca  rilis  data  manufaktur  Cina,  sebagai  negara  konsumen  logam  utama  dunia.  Namun  kekhawatiran  terhadap  masih  suramnya  kondisi  ekonomi  global  telah  membatasi  penguatannya.  Harga  tembaga  pada  London  Metal  Exchange <CMCU3> menembus $8,045 per ton, level tertinggi  sejak  19 Oktober, sebelum akhirnya ditutup di $8,005, naik dari posisi  penutupan Jumat di $7,994. 

Emas juga menguat dipicu melemahnya dolar dan rilis optimis data manufaktur Cina. Harga emas naik 0.1% di $1,716.71 per ons. 

Harga  Treasury  AS  jatuh  dipicu  laporan  bahwa  Spanyol  akan  mencari  bantuan  untuk  mengatasi  sektor  perbankannya  yang  sedang  bermasalah,  sementara  data  manufaktir  Cina  juga  telah  mengurangi  permintaan  pada  obligasi  pemerintah.  Treasury  untuk  tenor  10  tahun turun 3/32 dengan yield 1.6233%. 

Harga minyak naik di atas $112 per barel, dipicu rilis optimis data ekonomi Cina sebelum akhirnya terjadi retracement, dengan North Sea  Brent kembali ke zona negatif. Harga minyak berjangka Brent turun 31 sen di $110.92 per barel, namun harga minyak mentah AS naik 18  sen di $89.09 per barel.    


GOLD & COMMODITIES
Harga emas naik pada Senin lalu dalam perdagangan yang sepi Senin lalu dari penurunan dollar dan data AS dan manufaktur Cina yang  beragam, sementara itu investor masih berhati—hati pada ketidakpastian berkenaan dengan hasil pembicaraan bujet AS. 

Dollar melemah terhadap euro, memperluas penurunan setelah data menunjukkan manufaktur AS tidak seperti ekspektasi mengalami  kontraksi  pada  November.  Suatu  pelemahan  dollar  membuat  harga‐harga  aset‐aset  dalam  U.S.  unit  lebih  murah  terhadap  pemegang  mata uang utama lainnya. 

"New contract month and new positions are helping gold. We have some bargain hunting on an improvement from China's PMI and after  last Wednesday's heavy selling," kata George Gero, vice president pada RBC Capital Markets.      


OIL & COMMODITIES
Harga  minyak  Brent  melemah  di  hari  Senin  setelah  data  aktifitas  manufaktur  AS  dirilis  melemah  ke  level  terendah  3  tahun,  mengimbangi sentimen positif dari rilis optimis data manufaktur Cina. 

Manufaktur  di  AS,  sebagai  negara  importir  minyak  No.  1  di  dunia,  diluar  dugaan  mengalami  kontraksi  di  bulan  November  berdasrkan laporan dari Institute for Supply Management (ISM)

Data ISM muncul setelah rilis data manufaktur CIna, sebagai konsumen minyak terbesar No. 2 di dunia, yang mengalami ekspansi  di bulan November, dimana menambah optimisme tentang prospek pertumbuhannya di Cina setelah selama 7 kuartal berturut‐ turut ekspansinya melemah. 

Data Cina, ditambah dengan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah ‐ di mana PBB menghentikan operasi bantuan Suriah,  menyusul kondisi yang tidak aman ‐ telah membantu meningkatkan harga minyak pada awal sesi. 

Harga minyak berjangka Brent turun 31 sen di $110.92 per barel, sedangkan harga minyak mentah AS naik 18 sen di $89.09 per 
barel. 

EURO ZONE
Kontraksi terjadi pada aktivitas manufaktur zona euro yang melemah ke level terendahnya dalam delapan bulan pada bulan November, meskipun  berarti recovery masih terlihat jauh, sebuah survei menunjukkannya Senin lalu. 

Berkat  ekonomi  Jerman  yang  kuat  akan  mencapai  keseimbangan  pembiayaan  nasional  tahun  ini,  lebih  awal  daripada  rencananya,  seorang  jurubicara untuk Kementerian Keuangan mengatakan Senin lalu, mengkonfirmasi laporan dalam majalah berita Spiegel. 

Anggota dewan gubernur European Central Bank Christian Noyer mengatakan bahwa dia melihat tidak ada alasan saat ini untuk mengkhawatirkan  bahwa kenaikan tajam pada pasokan/arus uang ke dalam pasar oleh bank sentral utama terhadap inflasi, memperingatkan bahwa pertumbuhan  ekonomi global masih suram dan rapuh.  

Spanyol Senin lalu meminta secara formal pembayaran 39.5 milyar euro ($51.4 milyar) dari dana Eropa untuk merekapitalisasi sektor perbankan  yang sakit, Menteri Perekonomian mengatakannya.  


U.K.
Sterling  menembus  level  tertinggi  1  bulan  terhadap  dolar  pada  perdagangan  hari  Senin  dipicu  maraknya  permintaan  dari  korporasi  dan  pemerintah,  meskipun kemungkinan adanya statement semesteranyang pesimis mengancam untuk tertekannya kembali sterling. 

Sterling  mencatat  intraday  high  di  $1.6115,  level  tertingginya  sejak  2  November,  sebelum  akhirnya  bergerak  di  sekitar  $1.6090,  atau  naik  0.5%  dibandingkan penutupan New York hari Jumat. 

Menteri  Keuangan Inggris George  Osborne akan memberikan  "autumn  statement" ke  parlemen pada  hari Rabu, setelah mengatakan  pada hari Minggu  bahwa Inggris akan membutuhkan waktu lebih lama untuk menangani tumpukan utang dan bahwa pemulihan akan berjalan lamban. 

Kalangan  ekonom  berspekulasi  bahwa  Independent  Office  for  Budget  Responsibility  akan  menurunkan  proyeksi  pertumbuhan  ekonomi  dan  juga  akan  memprediksi Inggris akan gagal mencapai target pengurangan defisitnya. Kondisi ini bisa membuat Inggris terancam kehilangan peringkat kredit triple A  yang telah menyokong penguatan sterling belakangan ini, ditengah kondisi ekonomi Eropa yang tengah dilanda krisis. 

Bank of England's Monetary Policy Committee (MPC) akan memutuskan pada hari Kamis mengenai apakah akan meningkatkan skema pembelian aset bank,  yang dikenal sebagai pelonggaran kuantitatif (QE), walaupun sebagian besar ekonom memprediksi BoE kemungkinan akan menundanya. 

Sektor  manufaktur  Inggris  tercatat  masih  mengalami  kontraksi  di  bulan  November  meskipun  kondisinya  terlihat  membaik,  demikian  sebuah  survey  menunjukkan.  Markit/CIPS  Purchasing  Managers'  Index  untuk  sektor  manufaktur  melonjak  ke  49.1,  level  tertingginya  sejak  Agustus,  dari  revisi  turun  periode Oktober di 47.3. Data November melampaui ekspektasi di 48.0. 


JAPAN
Perusahaan‐perusahaan  Jepang  menaikkan  pembelanjaan  pada  pabrik  dan  peralatan  pada  bulan  Juli‐September,  naik  dalam  rangkaian  empat  kuartalan, yang merupakan tanda‐tanda terakhir bahwa ekonomi terbesar ketiga dunia tersebut kemungkinan telah memburuk dari pelemahan  permintaan global.  

Kenaikan  2.2  persen  pada  tahunan  dalam  pembelanjaan  modal  mengikuti  7.7  persen  kenaikan  pada  April‐Juni  sementara  itu  memperluas  penurunan dalam penjualan dan keuntungan dipersempit pada kuartal terakhir.  

Pejabat puncak Jepang mengatakan Senin lalu tidak akan menyuarakan kebijakan untuk menunggu ekonomi untuk naik pada kenaikan pajak dan  mengejar konsolidasi fiskal, mengingat apa yang terjadi pada negara‐negara Eropa seperti Yunani.  

"Once interest rates start increasing, it will have a very damaging impact on the economy and on (Japan's) fiscal situation," Takehiro Nakao, vice  finance minister untuk urusan internasional, mengatakan dalam suatu seminar.  


AUSTRALIA
Australian  dollar  merosot  Senin  lalu  setelah  data  menunjukkan  penjualan  ritel  yang  melemah,  anjloknya  permintaan  tenaga  kerja  dan  turunnya  inflasi  menambah ekspektasi pada pemangkasan tingkat suku bunganya minggu ini.  

Aussie <AUD=D4> pada awalnya melorot sepertiga sen  ke level terendah satu minggunya di level $1.0395 setelah penjualan ritel mengalami flat untuk  bulan Oktober versus ekspektasi kenaikan 0.4 persen.   

Ditambah tekanan penurunan pada job advertisements lokal dalam delapan bulannya dan penilaian swasta terhadap inflasi menunjukkan penurunan.   

Tetapi Aussie kemudian mengalami recovery dari beberapa penurunannya dari kedepannya tanda‐tanda stabilisasi pada perekonomian Cina, pasar ekspor  utama Australia, dengan hasil final dari HSBC PMI naik menjadi 50.5 pada bulan November. 

Eksepektasi bisnis menurunkan penjualan tetapi keuntungan yang sangat besar dalam tiga bulan pertamanya tahun 2013.  

Harga Australian bond futures telah rally  dari ekspektasi Reserve Bank of Australia akan memangkas tingkat suku bunga Selasa ini.  


SWISS
Produksi  industri  Swiss  mencatat  pertumbuhan  terpesatnya  sejak  awal  2011  di  bulan  November  menyusul  meningkatnya  permintaan,  sebuah  indikasi  ekonomi  terus  berupaya  bangkit  dari  tekanan  global.  Namun  demikian,  pasar  melihat  masih  terlalu  dini  untuk  bank  sentral  Swiss  (SNB),  yang  akan  menggelar  sidangnya  13  Desember  mendatang,  untuk  menaikkan  plafon  (batas  atas)  untuk  nilai  tukar  Swiss  yang  telah  ditetapkan  setahun  lalu  untuk  mencegah ekonomi jatuh kedalam resesi dan deflasi. 

Indeks, yang dirilis oleh Swiss SVME purchasing managers'  association and Credit Suisse, menunjukkan naik ke 48.5 poin di bulan November dari 46.1 poin  di  bulan  Oktober  sebelumnya,  mencatat  level  tertingginya  sejak  Juli  dan  sekaligus  melampaui  ekspektasi  pasar  di  47.0.  Namun  demikian  indeks  masih  berada di bawah angka 50 sejak Maret yang mengindikasikan sektor manufaktur Swiss masih mengalami kontraksi. 

Data pekan lalu menunjukkan ekonomi Swiss tumbuh lebih pesat dari perkiraan di 0.6% di kuartal ketiga. Namun bukti penguatan ekonomi Swiss belum  begitu kuat setelah rilis data barometer utama ekonomi KOF yang turun ke 1.50 poin di bulan November, yang juga adalah penurunan keduakalinya secara  berturut‐turut dan penurunan yang lebih tajam dari perkiraan. 

Sementara data lain yang dirilis Senin kemarin adalah data retail sales yang mencatat naik 2.7% di bulan Oktober dibandingkan setahun lalu, namun turun  0.4% dibandingkan bulan sebelumnya. 

Organisation  for  Economic  Co‐operation  and  Development  di  pekan  lalu  melaporkan  ekonomi  Swiss  akan  memulih  di  semester  keddua  2013  dan  SNB  sebaiknya tetap mempertahankan suku bunga untuk sementara waktu ini. 

Franc Swiss menembus level tertinggi 6 pekan terhadap dolar di awal sesi Senin, seiring menguatnya euro setelah rilis optimis data manufaktur Cina yang  mana telah menaikkan minat investor pada aset‐aset beresiko, dan mendorong menguatnya euro atas dolar. Namun franc kemudian bergerak relatif stabil  terhadap  dolar  di  sekitar  0.9260  franc.  Sedangkan  euro  melanjutkan  penguatannya  dan  naik  mendekati  level  tertinggi  1  bulan  terhadap  franc  Swiss  ke  1.2095 franc, level tertinggi sejak 7 November, dan mencatat nai 0.3% dalam perdagangan Senin. 

Monday, December 3, 2012

Headline News 03.12.12


US & GLOBAL
Indeks  saham  utama  berakhir  tipis    dan  yield  Treasury  turun  pada  hari  Jumat  menyusul  kemungkinan  adanya  kebuntuan  dalam  pembicaraan  penting  anggaran  AS  kian  menambah  kekhawatiran  tentang  perlambatan  pertumbuhan  ekonomi  di  negara  tersebut,  meskipun euro naik didukung oleh perkembangan positif yang terjadi Eropa. Turut menambah kekhawatiran global adalah data ekonomi  yang lemah dari Brazil dan Kanada. 

Euro jatuh ke level intraday low terhadap dolar setelah data U.S. consumer spending and income turun di bawah ekspektasi, meskipun  kemudian  mengalami  rebound  setelah  pasar  memandang  positif  terhadap  prospek  ekonomi  Eropa  setelah  tercapai  kesepakatan  pemberian bailout untuk Yunani. 

Presiden  Barack  Obama  menuduh  "beberapa  anggota  Partai  Republik"  di  DPR  pada  Jumat  mempertahankan  undang‐undang  untuk  memperpanjang pemotongan pajak untuk kelas menengah Amerika dalam rangka untuk mencoba melindungi golongan yang kaya. 

Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 3.76 poin atau 0.03% di 13,025.58. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik 0.23 poin  atau 0.02% di 1,416.18. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> turun 1.79 poin atau 0.06% di 3,010.24.   

Treasury AS tenor 10 tahun naik 1/32, dengan yield di 1.6147%.  

Sebuah  laporan  swasta  mengenai  aktifitas  bsnis  di  wilayah  Chicago  di  bulan  November  dirilis  sesuai  dengan  ekspektasi  ekonom,  mengindikasikan pertumbuhan moderat untuk ekonomi AS.  

Pergerakan indeks saham dunia dan Eropa juga dibatasi oleh ketidakpastian yang terjadi di AS. Indeks ekuitas dunia MSCI naik kurang  dari  0.1%  ke  332.58,  meskipun  masih  mendekati  level  tertingginya  untuk  bulan  November,  setelah  naik  hampir  1%  di  hari  Kamis  sebelumnya.  Sedangkan  FTSEurofirst  300  index  <.FTEU3>  untuk  saham‐saham  utama  Eropa  terkoreksi  0.2%  ke  1,119.36,  setelah  mencatat  kanikan  1.1%  di  hari  Kamis,  yang  membawanya  ke  penutupan  tertinggi  4  bulan.  Bursa  Eropa  mencatat  kinerja  bunanan  terbaiknya sejak Agustus dan kenaikan 6 bulan berturut‐turut dipicu meningkatnya optimisme terhadap prospek ekonomi Eropa sejak  tercapainya kesepakatan bailout Yunani. 

Optimisme  tersebut  telah  berhasil  mengangkat  euro,  dan  mencatat  naik  0.2%  terhadap  dolar  ke  $1.3005  setelah  mendaki  ke  level  tertinggi 5 pekan. Euro juga mencatat level tertinggi 7 bulan terhadap yen. 

Kuatnya  permintaan  pada  obligasi  pemerintah  Italia  dalam  sepekan  kemarin,  yang  membuat  turunnya  yield  obligasi  Roma  ke  level  terendah  2  tahun,  dan  turunnya  yield  obligasi  pemerintah  Spanyol  telah  mendorong  investor  untuk  memburu  aset‐aset  Eropa.  Yield  obligasi Spanyol dan Italia stabil masing‐masing  di 5.268% dan 4.484%, jauh di bawah level puncaknya bulan Juli, ketika yield Spanyol  naik di atas 6%. 

Namun  dibelahan  bumi  lainnya  kondisi  ekonomi  tidak  begitu  bagus.  Ekonomi  Brazil  mencatat  pertumbuhan  yang  mengecewakan  di  kuartal  ketiga,  menambah  tekanan  pada  Presiden  Dilma  Rousseff  untuk  memperdalam  reformasi  struktural  dan  menambah  kekhawatiran pasar negara berkembang terseret kedalam stagnasi ekonomi global. Dolar menguat 1.3% terhadap real Brazil. 

Ekonomi Kanada juga melemah pada kuartal ketiga karena ekspor mencatat penurunan terbesar dalam tiga tahun dan pebisnis mengkaji  kembali  investasi  mereka,  meskipun  perlambatan  ini  nampaknya  tidak  akan  mencegah  Bank  of  Canada  dari  langkah  kenaikan  suku  bunganya. Dolar bergerak tipis terhadap dolar Kanada. 

Krisis fiskal AS tetap menjadi fokus di pasar minyak karena potensi dampaknya terhadap permintaan dari konsumen minyak terbesar di  dunia  tersebut.  Minyak  mentah  naik  menjelang  akhir  pekan.  Minyak  mentah  Brent  <LCOc1>  naik  0.3%menjadi  $  111.09  per  barel,  sementara minyak mentah AS <CLc1> naik 0.8% menjadi $88.83 per barel. Emas jatuh ke $ 1,714.14 per ons, diterpa ketidakpastian atas  krisis anggaran AS. 



GOLD & COMMODITIES
Emas merosot hampir 1 persen Jumat lalu dan mencatatkan rangkaian penurunan bulanannya dari kekhawatiran investor bahwa krisis  fiskal AS kemungkinan membawa kepada resesi dan diakhiri aksi ambil untung yang mana mendorong pada aksi jual.   

Emas  berakselerasi  anjlok  setelah Ketua parlemen  John  Boehner  mengatakan  anggota parlemen  dari Partai  Republik  dan  Demokratik  Presiden Barrack Obama menemui jalan buntu berkenaan dengan perjanjian bujet yang membutuhkan untuk menghindari $600 milyar  “fiscal cliff”yang secara otomatis menaikkan pajak dan memangkas pembelanjaan. 

"There is a significant amount of industry selling in anticipation of higher taxes related to the fiscal cliff," kata Frank McGhee, Kepala  precious metals trader pada Integrated Brokerage Services LLC.  


OIL & COMMODITIES
Harga minyak naik pada hari Jumat, mencatat kenaikan bulanan pertamanya sejak Agustus, karena pasar terus menyeimbangkan risiko  permintaan dari kebuntuan anggaran AS terhadap kekhawatiran tentang gangguan pasokan Timur Tengah. 

Harga  minyak  Brent  naik  2.3%    di  bulan  November  ketika  perselisihan  antara  Israel  dan  pejuang  Palestina  dan  kerusuhan  di  Mesir  menambah kekhawatiran tentang pasokan global, yang sudah terpengaruh oleh gangguan ekspor di Laut Utara dan Nigeria. 

Keprihatinan terhadap lemahnya ekonomi global dan dampaknya pada menurunnya permintaan minyaktelah menekan harga minyak di  sepanjang  bulan  November  kemarin.  Namun  di  pekan  terakhir,  pandangan  pasar  beralih  kepada  masalah  upaya  dewan  kebijakan  moneter  AS  mencapai  kesepakatan  anggaran  untuk  menghindari  masalah  tebing  fiskal  AS,  dimana  jika  kesepakatan  tersebut  tidak  tercapai maka ekonomi AS terancam untuk kembali mengalami resesi.   

Brent crude <LCOc1> naik 0.3% ke $111.09 per barel, sementara U.S. crude <CLc1> naik 0.8% ke $88.83 per barel. 

EURO ZONE
Tingkat  pengangguran  zona  euro  telah  mencapai  level  tertinggi  baru  dan  keadaan  buruk  perekonomian  mengurangi  inflasi  untuk  mendekati  level  terendah  dua  tahunnya, menaikkan prospek kedepannya dari pemangkasan tingkat suku bunga oleh European Central Bank.  

Lebih besar dari perkiraan turun penjualan ritel bulan Oktober Jerman menekan harapan pada Jumat lalu bahwa private consumption dapat mengkompensasi dampak  dari krisis utang zona euro pada aktivitas ekspor negara dengan perekonomian terbesar di Eropa tersebut.   

Anggota parlemen Jerman menyetujui bailout terakhir untuk Yunani Jumat lalu oleh mayoritas utama meksipun bertumbuhnya kegelisahan mengenai biaya untuk  pembayar pajak kurang dari setahun sebelum pemilihan federal.  

Hasil dari voting parlemen rendah adalah tidak ada keraguan tetapi menguji otoritas Angela Merkel atas koalisi kanan‐tengahnya. Dia tidak berhasil menarik mayoritas  mutlak dari kalangan sendiri setelah 23 anggota parlemennya memberontak.  


U.K.
Sterling jatuh ke level terendah 5 pekan terhadap euro pada hari Jumat setelah adanya persetujuan kesepakatan pemberian bailout Yunani oleh dewan  kebijakan Jerman, sementara kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi Inggris masih memicu pergerakan yang rentan tekanan. 

Euro menguat 0.3% terhadap sterling di 0.8115 pound, setelah menembus level tertinggi 5 pekan di 0.8132 pound. Penguatan euro tersebut mendapat  dukungan dari maraknya permintaan akhir bulan dari korporasi dan sejumlah perbankan Eropa. Adapun level resistance berikutnya adalah level tertinggi  Oktober di 0.8165 pound. 

Euro menguat setelah adanya kesepakatan untuk merilis dana bantuan bagi Yunani di awal pekan kemarin, memicu turunnya yield obligasi Spanyol dan  Italia.  Sedangkan  pada  hari  Jumat  kemarin  dewan  kebijakan  Jerman  juga  telah  menyetujui  untuk  pemberian  dana  bailout,  dan  membantu  mengangkat  euro. Sedangkan terhadap dolar, sterling melemah 0.1% di $1.6025, turun jauh di bawah level tertinggi 1 bulan di $1.6062. 

Sejumlah data ekonomi Inggris yang akan dirilis pekan  ini berpotensi  untuk membantu sterling  memecahkan  kisaran pergerakannya di sekitar $1.5880‐ $1.6050.  Sidang  reguler  BoE  dan  ECB  di  pekan  ini  diharapkan  akan  memberikan  indikasi  arah  pergerakan  sterling  selanjutnya,  sementara  statement  anggaran semesteran akan memperjelas posisi fiskal Inggris. Buruknya rilis data ekonomi akan memperbesar peluang untuk pelonggaran moneter BoE atau  quantitative easing (QE), dan hal ini akan menghambat penguatan sterling terhadap dolar.


JAPAN
Factory output Jepang tidak seperti ekspektasi naik pada bulan Oktober untuk pertama kalinya dalam empat bulan, didorong oleh optimisnya permintaan  untuk smartphones di Asia dan naiknya harapan bahwa memburuknya kontraksi pada perekonomian kemungkinan berakhir.  

Pemimpin  oposisi  Jepang  Shinzo  Abe  mengatakan  Jumat  lalu  dia  akan  menyerahkan  kepada  Bank  of  Japan  untuk  memutuskan  pada  bagaimana  untuk  mencapai tujuan kebijakannya, menurunkan tuntutan sebelumnya yang menentukan langkah apa yang harus diambil untuk menekan deflasi.  

Tetapi  dia  mengulangi  pernyataannya  untuk  bank  sentral  2  persen  pada  target  inflasi,  dua  kali  lipat  dari  tujuannya  saat  itu,  dan  menemukan  cara‐cara  unorthodox untuk menstimulasi ekonomi, memperkirakan bahwa pembelian foreign bonds dapat diantara pilihan masa depan.  


AUSTRALIA
Australian dan New Zealand dollar berjuang terhadap the greenback Jumat lalu karena naik tajamnya pasar dari peluang pemangkasan tingkat suku bunga  minggu depan di Australia mengikuti penurunan pada tujuan investasi pertambangan.  

Tetapi  dua  mata  uang  tersebut  naik  0.4  persen  dalam  harian  terhadap  yen,  berada  sangat  dekat  dengan  level  puncak  delapan  bulan  karena  investor  menaikkan posisi untuk akhir bulan.  

Aussie  dan  kiwi  berada  dijalur  untuk  menunjukkan  kenaikannya  yang  mendekati  4  persen  bulan  ini  terhadap  yen  dari  ekspektasi  peloggaran  kebijakan  moneter yang agresif di Jepang.    

Harga Australian bond futures menguat, didorong oleh ekspektasi yang mengemuka kembali pada pemangkasan tingkat suku bunga oleh bank sentral.  


SWISS
Franc Swiss menguat terhadap dolar pada hari Jumat menyusul fokus perhatian investor beralih dari masalah krisis utang Eropa ke masalah “tebing fiskal”  AS. 

Harapan  bahwa  dewan  kebijakan  AS  akan  mencapai  kesepakatan  untuk  menghindari  terjadinya  penyerapan  dana  sebesar  $600  milyar  dari  hasil  pemangkasan  anggaran  belanja  dan  kenaikan  pajak  yang  tinggi  yang  juga  disebut  dengan  “tebing  fiskal”  yang  akan  berlakun  awal  tahun  depan,    telah  memicu minat terhadap aset beresiko, sehingga mendorong naiknya bursa saham dan mengangkat euro. 

Namun pelaku pasar nampaknya masih akan bertindak hati‐hati dan volatilitas cenderung akan terbatas. 

Franc tercatat menguat 0.1% terhadap dolar di 0.9260 franc dibandingkan dengan penutupan New York hari Kamis. Franc juga menguat 0.1% terhadap euro  di sekitar 1.2050 franc. 

Data  kemarin  menunjukkan  momentum  ekonomi  Swiss  melanjutkan  pelemahannya  di  bulan  November  menyusul  eksportir  merasa  tertekan  oleh  berkurangnya  tingkat  belanja  di  negara  zona  euro.  Barometer  KOF  turun  ke  1.50  poin  di  bulan  November  dari  level  revisinya  1.64  di  bulan  Oktober,  demikian laporan dari KOF Swiss Economic Institute. Penurunan tersebut adalah yang kedua kalinya secara berturut‐turut dan lebih tajam dari perkiraan.  Angka penurunan tersebut juga menjadi yang terburuk sejak Juli.

Friday, November 30, 2012

Headline News 30.11.12


US & GLOBAL
Bursa saham AS dan euro menguat pada hari Kamis namun masih tertekan oleh komentar dari petinggi Partai Republik John Boehner,  yang  mengatakan  bahwa  belum  ada  kemajuan  yang  substansial  yang  dicapai  selama  perundingan  2  pekan  terakhir  untuk  mencapai  kesepakatan mengenai anggaran AS. Boehner, Ketua DPR AS, mengatakan dirinya belum tahu kompromi apa yang dipersiapkan Presiden  Barack Obama untuk membuat pemangkasan belanja. 

Komentar  Boehner  telah  memicu  kegelisahan  dikalangan  pelaku  pasar,  yang  sebelumnya  merasa  optimis  dan  mendorong  penguatan  bursa  saham  ke  level  tertinggi  3  pekan  bersamaan  dengan  penguatan  euro  dan  komoditas.  Indeks  utama  AS  sempat  tersungkur  ke  teritorial negatif, untuk kemudian ditutup menguat tipis setelah mereka melihat retorika tidak akan mencegah tercapainya kesepakatan. 

Harapan masih tinggi untuk tercapainya kesepakatan antara petinggi AS untuk menghindari pemangkasan belanja dan kenaikan pajak  yang dapat menyerap dana hingga $600 milyar yang bisa mengancam ekonomi AS terseret kembali kedalam resesi. 

“Tebing  fiskal”  adalah  resiko  terbesar  yang  dihadapi  pasar  global  dipekan‐pekan  terakhir  dalam  tahun  ini,  setelah  terciptanya  kesepakatan mengenai pemberian dana bailout yang baru bagi Yunani di pekan ini sebelumnya. 

Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 36.71 poin atau 0.28% di 13,021.82. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index  <.SPX>  naik 6.02 poin atau 0.43% di 1,415.95. Sementara Nasdaq Composite Index  <.IXIC> naik 20.25 poin atau 0.68% di 3,012.03.   

Indeks ekuitas global MSCI naik 0.9% di 332.34, setelah awalnya mencatat level tertingginya sejak 7 November. 

FTSE  Eurofirst  300  index  <.FTEU3>  ditutup  naik  1.1%,  dengan  penutupan  pasar  saham  Eropa  hampir  bertepatan  dengan  komentar  Boehner. Ini adalah penutupan tertinggi untuk indeks Eropa sejak Juli 2011. Saham pertambangan, yang nampaknya akan menjadi saham  yang paling beresiko karena sangat sensitif dengan perubahan ekonomi yang terajdi, berkinerja terbaik. 

Permintaan  yang  baik  pada  penjualan  obligasi  Italia,  dimana  yield  obligasinya  turun  ke  level  terendahnya  dalam  2  tahun,  telah  menambah indikasi bahwa krisis di zona euro telah mulai berkurang dan membantu mengangkat optimisme di pasar. 

Pelaku pasar berasumsi bahwa pasar saham akan bergerak fluktuatif hingga tercapainya kesepakatan anggaran pemerintah AS. 

Harga obligasi pemerintah AS naik akibat maraknya permintaan pada aset aman resiko. Treasury tenor 10 tahun naik 4/32 dengan yield  di  1.6182%.  seangkan  obligasi  Jerman  turun  karena  investor  memburu  aset  beresiko  sebelum  muncul  komentar  Boehner,  sehingga  membuat yield obligasi Jerman sebesar 1.37%. 

Penjualan obligasi Italia yang baru untuk tenor 5 dan 10 tahun meraup sukses hingga mencapai 6 milyar euro, yang nampaknya akan  melengkapi kebutuhan dana untuk tahun ini. Yield untuk obligasi tenor 10 tahun berada di sekitar level terendahnya sejak November  2010. Sementara Spanyol mengumumkan akan menjual obligasi lebih banyak lagi pada lelang 5 Desember mendatang, meskipun telah  melengkapi kebutuhan dana tahun ini. Obligasi Italia dan Spanyol telah diuntungkan dalam beberapa bulan belakangan ini oleh janji ECB  yang akan membeli obligasi jika negara anggota meminta pertolongan pertama. Meskipun hal ini belum terjadi  namun janji ECB tersebut  membuat investor enggan untuk menjual obligasi. 

Turunnya yield obligasi Italia dan Spanyol telah mendorong penguatan euro 0.2% terhadap dolar ke $1.2974 dengan harapan tercapainya  kesepakatan fiskal AS akan menambah dukungan untuk penguatan euro lebih lanjut.  Pasar komoditas juga mendapat dukungan dari meningkatnya harapan tercapainya kesepakatan fiskal AS, sementara meningkatnya  ketegangan di wilayah Timur Tengah mendorong naiknya harga minyak akibat kekhawatiran terhambatnya suplai. U.S. crude oil futures  <CLc1> naik $1.33 ke $87.92 per barel dan Brent <LCOc1> naik $1.04 ke $110.55 per barel. Harga emas naik 0.4% di $1,725.80 per ounce,  setelah anjlok 1.3% di hari Rabu, penurunan harian tertajamnya selama hampir 4 pekan terakhir.  


GOLD & COMMODITIES
Harga  emas  menguat  Kamis  lalu  recovery  dari  penurunan  sebelumnya,  dengan  membaiknya  kinerja  pasar  ekuitas  dan  didorong  ketidakpastian mengenai krisis jurang fiskal AS yang menaikkan ketertarikan pada logam mulia. 

"Gold is getting a boost because of the safety element due to the fiscal cliff. With gold's sell‐off yesterday, it reached an attractive level for  people to move a small amount of capital into gold," kata Phillip Streible, senior commodities broker pada futures brokerage R.J. O'Brien.  


OIL & COMMODITIES
Harga  minyak  pada  hari  Kamis  untuk  pertama  kalinya  dalam  pekan  ini  dipicu  optimisme  dewan  kebijakan  AS  akan  menyelesaikan  perdebatan  mengenai  anggaran  untuk  mencegah  perlambatan  ekonomi  dan  meningkatnya  ketegangan  Timur  Tengah  yang  memicu  ketakutan tentang gangguan pasokan minyak. Kesepakatan mengenai anggaran akan menghindarkan ekonomi AS mengalami apa yang  disebut  dengan  “tebing  fiskal”,  yang  akan  menyebabkan  kenaikan  pajak  yang  tinggi  dan  pemangkasan  anggaran  belanja  pemerintah.  Sejauh ini anggota dewan dari Partai Demokrat dan Republik mengisyaratkan optimisme bahwa kesepakatan akan segera tercapai. 

Menteri Keuangan AS Timothy  Geithner,  kepala negosiator anggaran untuk Presiden Barack Obama, bertemu  dengan para pemimpin  Kongres pada hari Kamis, meskipun Ketua DPR John Boehner, seorang Republikan, mengatakan pembicaraan yang telah dilakukan sejauh  ini "tidak ada kemajuan substantif." 

Kenaikan harga minyak juga mendapat dukungan dari melemahnya dolar terhadap sejumlah rivalnya. Harga ekuitas AS naik dan eskalasi  kerusuhan dan tekanan politik di Suriah dan Mesir terus menghantui pelaku pasar mengenai potensi terhambatnya suplai minyak. 

Brent January crude <LCOc1> naik $1.04 per barel ke $110.55 dan U.S. January crude <CLc1> naik $1.33 di $87.92 per barel. Sedangkan  komoditi lainnya juga naik, dengan harga tembaga mencapai level tertinggi selama lebih dari sebulan. 

Produksi  minyak  dari  negara‐negara  anggota  OPEC  telah  menurun  pada  bulan  November  ke  level  terendah  sejak  Januari  karena  gangguan produksi di Nigeria dan berkurangnya pasokan dari Angola dan Libya, demikian survei Reuters menunjukkan pada hari Kamis.  Pasokan dari 12 negara anggota Organisasi Negara‐Negara Pengekspor Minyak (OPEC) telah mencatat rata‐rata 31.06 juta barel per hari  (bph), turun dari 31.15 juta barel per hari pada bulan Oktober.  OPEC kemungkinan akan mempertahankan target produksi saat ini di 30 juta barel per hari ketika anggotanya melakukan pertemuan  bulan depan.

EURO ZONE
Economic morale pada zona euro membaik untuk pertama kalinya yang hampir setahun pada bulan November, tetapi enggannya industri untuk berinvestasi tahun depan menjadi pertanda  buruk untuk cepatnya pemulihan dari resesi.  

Sentimen berkenaan dengan naiknya ekonomi blok tersebut 1.4 poin menjadi 85.7 yang menekan perkiraan dan mengakhiri penurunan dalam delapan bulannya, survei bisnis bulanan dan  konsumen Komisi Eropa menunjukkannya Kamis lalu, dengan Jerman dan Perancis menguat tajam.  

Tingkat  pengangguran  Jerman  naik  untuk  rangkaian  delapan  bulannya  pada  bulan  November,  memperkirakan  permintaan  domestik  kemungkinan  tidak  dapat  untuk  mengkompensasi  penurunan ekspor dan tumbuhnya kekuatan pada negara dengan ekonomi terbesar di Eropa.  

Kenaikan sebenarnya lebih rendah dari ekspektasi dan tingkat pengangguran masih mendekati level terendah sejak reunifikasi/penggabungan Jerman yang lebih dari dua dekade lalu, berbalik  dengan anjloknya pasar tenaga kerja dalam kebanyakan mitranya juga.  


U.K.
Sterling jatuh terhadap euro pada hari Kamis setelah rilis data pinjaman Inggris yang melemah telah memperkuat ekspektasi dilanjutkannya pelonggaran kuantitatif, yang akan  berakibat terus tertekannya mata uang Inggris tersebut. 

Pasar  melihat  adanya  sejumlah  aksi  beli  euro  dan  jual  sterling  oleh  bank  sentral.  Tekanan  
pada  sterling  juga  muncul  setelah  meningkatnya  sentimen  negatif  akibat  adanya  spekulasi bahwa peringkat utang triple‐A Inggris berpotensi terpangkas awal tahun depan. 

Euro menguat 0.1% ke 0.8091 pound , turun dari level tertinggi 1 bulan di 0.8114 yang dicapai hari Senin sebelumnya. Sementara itu sterling tercatat menguat 0.2% terhadap  dolar di $1.6036. 

Data pinjaman perbankan Inggris untuk ekonomi riil turun pada level terpesatnya selama lebih dari 2 tahun sementara money supply meningkat tipis di Inggris di bulan Oktober.  Data penjualan ritel bulan November mencatat kenaikan terpesatnya sejak Juni, berdasarkan sebuah survey dari Confederation of British Industry (CBI). Hasil survey menunjukkan  indeks naik ke +33 di bulan November dari +30 di bulan Oktober, melampaui ekspektasi pasar +18. Hasil survey kuartalan CBI juga menunjukkan situasi bisnis meningkat ke +7,  level tertinginya dalam 2 tahun terakhir. 

Sementara data harga rumah Inggris di bulan November kembali stagnan, menyusul rendahnya pertumbuhan income telah menghentikan kenaikan harga, sementara nilai suku  bunga yang rendah telah meredam maraknya penjualan rumah, demikian data dari mortgage lender Nationwide menunjukkan. 


JAPAN
Penjualan ritel Jepang melemah 1.2 persen pada bulan Oktober dari awal tahun, data pemerintah menunjukkannya Kamis lalu, menambah bukti bahwa perekonomian telah anjlok kedalam  resesi ringan.  

Anggota dewan Bank of Japan Sayuri Shirai memperingatkan besarnya resiko terhadap outlook ekonomi yang dapat membawa penurunan harga daripada perkiraan bank sentral, menjaga  hidupnya ekspektasi pasar dari kedepannya pelonggaran moneter pada awal bulan depan.  

Shirai, seorang mantan ekonom IMF, mengulang pandangan BOJ bahwa consumer inflation akan bertahan mendekati target bank sentral sebesar 1 persen hingga akhir tahun bulan Maret  2015.  

Tetapi dia mengatakan risk balance untuk pertumbuhan harga "tilted to the downside," memperingatkan bahwa meluasnya kepedihan dari krisis utang Eropa, melambatnya pertumbuhan  (ekonomi) Cina dan suramnya fiscal cliff AS kemungkinan menunda kemajuan Jepang dalam mengatasi deflasi.  



AUSTRALIA
Australian dollar anjlok terhadap the greenback/dollar Kamis lalu karena merosotnya rencana pembelanjaan perusahaan yang membawa penguatan pada pemangkasan tingkat  suku bunga,sementara itu New Zealand dollar bertahan pada level terendahnya dengan membaiknya business confidence.  

Aussie <AUD=D4> terakhir berada pada level $1.0462 dari level $1.0474 pada awal perdagangan, tetapi masih bertahan mendekati level puncaknya dalam dua bulan $1.0491.  

Menguat  dari  ekspektasinya  gambaran  pembelanjaan  bisnis  yang  akan  memberikan  dorongan  kedepannya  untuk  Rabu  berikutnya  pada  national  accounts  tetapi  ekonom  meragukan arah kedepannya pemangkasan tingkat suku bunga oleh bank sentral.  

Treasuri Wayne Swan mengatakan data pembelanjaan modal terakhir (capex) dirilis Kamis lalu adalah pengingat waktu dari kuatnya fundamental ekonomi.  


SWISS
Franc Swiss menguat terhadap dolar pada hari Kamis, seiring dengan menguatnya euro, menyusul optimisme akan tercapainya kesepakatan antara dewan kebijakan AS untuk  menghindari tebing fiskal meskipun penguatan mata uang masih dibatasi oleh kekhawatiran soal dana bailout Yunani. 

Penguatan  euro  juga  mendapat  dukungan  dari  turunnya  yield  obligasi  pemerintah  Italia  untuk  tenor  10  tahun.  Sementara  sebuah  survey  menunjukkan  sentimen  terhadap  ekonomi zona euro meningkat di bulan November. 

Data  ekonomi  AS  yang  dirilis  semalam  juga  menunjukkan  memulihnya  pertumbuhan  ekonomi  meskipun  data  dirilis  sedikit  di  bawah  perkiraan.  PDB‐Q3  untuk  rilis  kedua  menunjukkan ekspansi 2.7%, lebih tinggi dari rilis pertamanya yang hanya mencatat 2%. Sedangkan data jobless claims tercatat turun dalam 2 pekan berturut‐turut, dimana telah  mendorong investor memburu aset beresiko. 

Kepala SNB Thomas Jordan kembali menegaskan komitmen bank sentral untuk mematok nilai tukarnya untuk sementara waktu ini untuk membantu menjaga stabilitas harga dan  pertumbuhan ekonomi. Data hari Kamis juga menunjukkan pertumbuhan ekonomi Swiss di kuartal ketiga sebesar 0.6%, melampaui ekspektasi 0.2% setelah mengalami kontraksi  0.1% di kuartal kedua sebelumnya.  

Dolar awalnya sempat terkoreksi 0.4% ke 0.9255 franc, namun berhasil memangkas kerugiannya di akhir sesi New York dan setelah tercatat turun 0.1% di sekitar 0.9280 franc.  Sedangkan euro bergerak relatif stabil terhadap franc Swiss, di sekitar 1.2035 franc.