title cover

title cover

Friday, December 7, 2012

Headline News 07.12.12


US & GLOBAL
• Harga  minyak  turun  dan  euro  jatuh  ke  level  terendah  1  bulan  pada  hari  Kamis  setelah  bank  sentral  Eropa  (ECB)  mengatakan  pertumbuhan ekonomi di zona euro kemungkinan akan melambat di tahun depan, memicu spekulasi akan terjadinya pemangkasan suku  bunga. Namun bursa saham global berhasil menguat, dengan indeks saham AS naik tipis dan investor terus memonitor perkembangan  pembahasan  mengenai  “tebing  fiskal”  dan  saham  Apple  rebound  sehari  setelah  mencatat  prosentase  kerugian  harian  terburuknya  selama  hampir  4  tahun.  Tiga  indeks  saham  utama  AS  naik  0.3%  atau  lebih,  sementara  indeks  saham  Eropa,  FTSEurofirst‐300  index,  ditutup pada level tertinggi 18 bulan. 

• Harga  obligasi  Jerman  naik  dan  harga  minyak  mentah  Brent  turun  mendekati  $107  per  barel  setelah  Presiden  ECB  Mario  Draghi  mengatakan dewan kebijakan tengah membahas masalah suku bunga, membuka peluang untuk terjadinya pemangkasan suku bunga di  tahun depan. 

• Dalam sidangnya kemarin, ECB mempertahankan suku bunganya namun staf baru ECB memproyeksikan PDB akan berkisar antara      ‐ 0.9%  hingga  0.3%  di  tahun  depan,  menunjukkan  kontraksi  jauh  lebih  mungkin  daripada  tidak.  ECB  memprediksi  inflasi  akan  berkisar  antara 1.1% hingga 2.1% di tahun depan. 

• Euro tekreksi 0.77% ke $1.2966, sementara indeks dolar naik 0.59% ke 80.241. 

• Sementara untuk obligasi berjangka Jerman, Bund futures, untuk kontrak Maret 2013, naik lebih dari 0.5 poin ke level intraday high di  145.74. Yield untuk obligasi Jerman tenor 10 tahun turun ke 1.29%, level terendahnya sejak akhir Agustus. 

• Bursa saham AS menguat ditengah kondisi perdagangan yang masih labil, dimana pelaku pasar masih terus memonitor perkembangan  dari pembicaraan negosiasi untuk pencapaian kesepakatan guna menghindari terjadinya “tebing fiskal”. 

• Sementara itu Kantor Senator AS Jim DeMint, seorang Republikan konservatif dari South Carolina, mengatakan ia akan mengundurkan  diri pada bulan Januari untuk menjalankan Heritage Foundation. 

• Rebound pada Broadcom dan Apple telah membantu mengangkat saham teknologi. Apple memangkas kerugian awalnya sebesar 3.7% di  sesi pembukaan, dan menguat 1.57% ke $547.2445. 

• Jumlah  warga  AS  yang  mengisi  klaim  pengangguran  mingguan  di  pekan  lalu  turun  ke  kisaran  level  sebelum  terjadinya  Badai  Sandy,  mengindikasikan  meningkatnya  kembali  pertumbuhan  tenaga  kerja.  Klaim  telah  mencatat  penurunan  mingguan  ketiganya  secara  berturut‐turut. 

• Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 39.55 poin atau 0.30% di 13,074.04. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik 4.66 poin  atau 0.33% di 1,413.94. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> naik 15.57 poin atau 0.52% di 2,989.27.   

• Indeks ekuitas global MSCI naik 0.29% ke 334.04, sementara bursa Eropa menembus level tertinggi 2012 yang baru dan diprediksi akan  melanjutkan penguatannya setelah menembus level resistance kunci.  FTSEurofirst 300 index <.FTEU3> untuk saham utama Eropa, menembus level penutupan teringgi 18 bulan di 1,131.85, naik 0.9%. 

• Yield  reasury  AS  turun  mendekati  level  terendahnya  dalam  3  pekan,  didukung  oleh  ekspektasi  bahwa  The  Fed  akan  mengumumkan  program baru pembelian obligasi ketika mengadakan pertemuan pekan depan. Treasury tenor 10 tahun naik 1/32 dengan yield 1.5857%. 

• Harga minyak jatuh pada hari Kamis seiring adanya resiko melemah pada ekonomi zona euro sehingga memperkuat  kekhawatiran akan  menurunnya  permintaan  untuk  kebutuhan  bahan  bakar,  sementara  ketidakpastian  seputar  negosiasi  anggaran  pemerintah  AS  terus  memaksa investor untuk bertindak hati‐hati. Harga minyak berjangka Brent untuk pengiriman Januari turun $1.78 di $107.03 per barel,  setelah terkoreksi ke intraday low di $106.80. Sedangkan harga minyak mentah AS untuk pengiriman Januari turun $1.62 di $86.26 per  barel, setelah terkoreksi ke intraday low di $85.77.  Sedangkan harga emas berjangka COMEX untuk pengiriman Februari berakhir menguat $8 per ons di $1,701.80. 


GOLD & COMMODITIES
• Harga  emas  naik  Kamis  lalu  dalam  aksi  short  covering  sebelum  laporan  employment  AS  dan  setelah  komentar  dari  Ketua  ECB  yang  mendorong ekspektasi pada pemangkasan tingkat suku bunga. 

• Aksi  beli  terhenti  setelah  Presiden  ECB  Mario  Draghi  mengatakan  perekonomina  zona  euro  kemungkinan  untuk  anjlok  tahun  depan  sebagaimana tahun 2012, resiko penurunan lebih kuat untuk wilayah ini dalam krisis utangnya yang panjang.  

• Confidence  pada  emas  telah  tertahan  pada  bulan  ini  setelah  gagal  untuk  mendorong  diatas  level  $1.730  pada  bulan  November.  Pelemahan pada gambaran teknikal membantu mendorong harga diatas level terendah satu bulannya Rabu lalu, membawanya dibawah  level 100‐hari moving average untuk pertama kalinya sejak bulan Agustus.  

• "The loss of all of this open interest signals the institutions are moving to the sidelines until after an announcement on the 'fiscal cliff',"  kata George Gero, vice president pada RBC Capital Markets, mengacu pada tujuan pembicaraan untuk menyelesaikan kembali potensi  dari krisis bujet AS pada akhir tahun. 


OIL & COMMODITIES
• Harga minyak jatuh pada hari Kamis seiring adanya resiko melemah pada ekonomi zona euro sehingga memperkuat  kekhawatiran akan  menurunnya  permintaan  untuk  kebutuhan  bahan  bakar,  sementara  ketidakpastian  seputar  negosiasi  anggaran  pemerintah  AS  terus  memaksa investor untuk bertindak hati‐hati. 

• Bank sentral Eropa (ECB) mempertahankan suku bunga di level 0.75% pada sidangnya Kamis kemarin dan pernyataan Presiden ECB Mario  Draghi kian memperkuat indikasi akan melemahnya kondisi ekonomi dan inflasi. Draghi memproyeksikan bahwa ekonomi akan kembali  melemah di tahun 2013 dan memangkas tajam proyeksi pertumbuhan ekonomi dan inflasinya. PDB diprediksi akan berada di kisaran ‐ 0.9% hingga 0.3% tahun depan, dan inflasi antara 1.1% hingga 2.1%. 

• Pernyataan Draghi tersebut telah mendorong menguatnya indeks dolar dan jatuhnya euro atas dolar dan juga yen. Menguatnya dolar  seringkali menekan harga komoditas yang berdenominasi dolar, seperti minyak. 

• Harga minyak berjangka Brent untuk pengiriman Januari turun $1.78 di $107.03 per barel, setelah terkoreksi ke intraday low di $106.80.  Sedangkan harga  minyak  mentah AS  untuk  pengiriman  Januari  turun  $1.62  di  $86.26 per  barel,  setelah  terkoreksi  ke  intraday low di  $85.77. 

• Penurunan harga minyak mungkin dibatasi oleh perjuangan Mesir atas masa depannya. Rencana Israel untuk membangun permukiman  di Tepi Barat mendorong Uni Eropa untuk memanggil utusan Israel pada hari Rabu dan membantu memperkuat kekhawatiran tentang  potensi konflik wilayah itu untuk mengganggu pasokan minyak. Perang sipil Suriah dan perselisihan antara Iran dan Israel dan Barat atas  program nuklir Teheran tetap menjadi faktor yang menambah risiko geopolitik minyak.

EURO ZONE
• Ekspor menyelamatkan zona euro dari makin dalamnya resesi dalam kuartal ketiga tahun ini sementara itu perusahaan‐perusahaan mengosongkan gudangnya dan  memangkas investasi, menempatkan beban perdagangan pada dorongan untuk suatu recovery.  

• Keseluruhan penurunan pada output ekonomi untuk periode bulan Juli‐hingga‐September dikonfirmasi pada level 0.1 persen dari kuartal sebelumnya, kantor statistik  Uni Eropa mengatakannya Kamis lalu.  

• Perekonomian zona euro kemungkinan untuk anjlok tahun depan karena telah tertekan pada tahun 2012, prediksi European Central Bank, turun tajam pada outlook  setelah membawa tingkat suku bunga pada level terendahnya 0.75 persen. 

• Industrial orders Jerman naik sejauh ini daripada ekspektasi pada bulan Oktober berkenaan dengan kuatnya permintaan dari luar negeri, khususnya dari luar zona  euro, data Menteri Ekonomi menunjukkannya, menawarkan beberapa harapan bahwa negara dengan ekonomi terbesar di Eropa yang dapat menghindari resesi. 


U.K.
• Sterling menguat  atas  euro setelah muncul komentar dari kepala ECB dan downgrade  untuk proyeksi pertumbuhan  ekonomi dan  inflasi kawasan yang  semakin memperkuat  dugaan akan terjadinya pemangkasan suku bunga dalam sidang ECB berikutnya. Usai mempertahankan suku bunga di 0.75% dalam sidangnya Kamis kemarin, Kepala ECB, Mario  Draghi memproyeksikan bahwa ekonomi akan kembali melemah di tahun 2013 dan memangkas tajam proyeksi pertumbuhan ekonomi dan inflasinya. PDB diprediksi akan berada  di kisaran ‐0.9% hingga 0.3% tahun depan, dan inflasi antara 1.1% hingga 2.1%. 

• Euro terkoreksi ke level intraday low di 0.8063 pound usai komentar Draghi, merupakan koreksi harian tertajamnya terhadap sterling dalam 6 pekan terakhir. Euro berpotensi  melanjutkan pelemahannya menuju target koreksi jangka pendek di sekitar areal MA‐200 di 0.8060 pound. 

• Prosek  ekonomi  Inggris  juga  masih  suram,  namun  BoE  tetap  mempertahankan  suku  bunganya  di  0.5%  pada  sidangnya  Kamis  kemarin  dan  juga  mempertahankan  progran  pelonggaran kuantitatif (QE) seuai dengan ekspektasi pasar sebelumnya. Pelemahan euro berlanjut setelah Draghi mengatakan bank sentral telah membahas soal suku bunga  negatif deposito, meskipun belum memberikan rincian dari hasil pembahasan ECB tersebut. 

• Sterling terkoreksi hingga mencatat intraday low di $1.6041 dan terakhir tercatat melemah 0.3% di sekitar $1.6050, menjauhi level tertinggi 1 bulan di $1.6131 yang dicapai pada  hari Selasa. Sementara itu data Inggris yang dirilis sebelumnya menunjukkan defisit perdagangan melebar melampaui ekspektasi di bulan Oktober. 

• Pelemahan sterling berpotensi berlanjut terhadap dolar menyusul kemungkinan adanya pemangkasan peringkat kredit Inggris dari levelnya saat ini AAA. Lembaga pemeringkat  Fitch akan menkaji kembali proyeksinya setelah statement anggaran 2013 dari menteri keuangan Inggris George Osborne yang akan dirilis awal tahun depan.  


JAPAN
• Sentimen diantara manufaktur Jepang telah sedikit naik untuk pertama kalinya sejak bulan Juli, polling Reuters menunjukkannya Kamis lalu, dalam tanda‐ tanda bahwa ekonomi kemungkinan telah mencapai level dasarnya meskipun anjloknya permintaan global untuk menekan pada business confidence.  

• Kurangnya data pendukung pada Reuters' tankan, yang mana berhubungan dekat dengan survei tankan Bank of Japan, dapat menjaga bank sentral berada  dibawah tekanan untuk melonggarkan kebijakan moneternya terhadap untuk mendorong perekonomian negara terbesar ketiga tersebut. 

• Partai Demokratik Liberal Jepang, yang mana diklaim mengawasi pemerintah, kemungkinan untuk mengajukan undang‐undang sebelum bulan Juli untuk  memberikan  Bank  of  Japan  target  yang  mengikat  harga  dan  mandat  untuk  memaksimalkan  employment,  seorang  penasehat  untuk  ketua  partai  mengatakannya.


AUSTRALIA
• Australian dan New Zealand dollars diekspektasi untuk menguat dalam bulan kedepannya, kebanyakan berkenaan dengan kurangnya alternatif high yielding, polling  Reuters menunjukkannya, meskipun setelah Reserve Bank of Australia memangkas tingkat suku bunga minggu ini.  

• Perkiraan rata‐rata  Aussie <AUD=D4> pada level $1.0400 dalam tiga bulan sebelum berada sedikit lebih rendah di level $1.025 pada saat ini hingga tahun depan. Ini  dibandingkan dengan level $1.0470 ketika terjadi saat ini.   

• Tingkat pengangguran tidak diekspektasi merosot dalam level terendah tiga bulannya pada November, didukung oleh tren besarnya kekecewaan pada data ekonomi  pada mingu lalu.  

• Harga obligasi Australia menguat ke level tertingginya diikuti lebih baik dari ekspektasinya data employment dan indikasi tingkat suku bunga masih dapat turun untuk  periode yang panjang.  


SWISS
• Swiss  National  Bank  (SNB)  akan  mempertahankan  batasan  penguatan  nilai  tukar  mata  uang  lokalnya  paling  tidak  hingga  2013  dan  kemungkinan  hingga  2014,  dan  juga  mempertahankan suku bunga mendekati 0%, demikian hasil jajak pendapat Reuters menunjukkan.  SNB memberlakukan batasan penguatan franc terhadap euro pada 1.20 franc per euro di bulan September 2011 dalam upaya untuk mencegah terjadinya deflasi dan resesi,  setelah investor berbondong‐bondong memburu franc akibat krisis utang yang melanda kawasan Eropa.  Bank sentral diperkirakan akan menegaskan kembali komitmennya untuk mempertahankan kebijakannya tersebut ketika mengumumkan keputusan kebijakan moneter kuartalan  melalui pernyataannya pada pukul 15.30 WIB Kamis depan, 13 Desember. 

• Data kemarin menunjukkan inflasi Swiss turun lebih rendah dari perkiraan di bulan November, dipicu turunnya harga minyak, sewa dan makanan, dimana memperkuat indikasi  SNB akan mempertahankan kebijakan patokan nilai tukarnya. Inflasi turun 0.4% year‐on‐year setelah mencatat turun 0.2% di bulan Oktober, dan turun 0.3% month‐on‐month.  

• Franc, yang telah melemah dan menjauhi ambang batas 1.20 franc per euro dalam beberapa bulan terakhir akibat meredanya kekhawatiran terhadap krisis utang zona euro,  kembali melemah setelah rilis data inflasi.  Euro menguat hingga mencatat intraday high di 1.2128 franc usai rilis data inflasi, namun kemudian kembali terkoreksi ke intraday low  di 1.2080 dan terakhir tercatat melemah 0.01% di 1.2095. 

• Sementara franc terkoreksi terhadap dolar, seiring melemahnya euro atas dolar setelah muncul komentar dari kepala ECB dan downgrade untuk proyeksi pertumbuhan ekonomi  dan inflasi kawasan  yang  semakin memperkuat dugaan  akan terjadinya pemangkasan suku  bunga dalam  sidang  ECB berikutnya. Usai mempertahankan suku bunga di 0.75%  dalam sidangnya Kamis kemarin, Kepala ECB, Mario Draghi memproyeksikan bahwa ekonomi akan kembali melemah di tahun 2013 dan memangkas tajam proyeksi pertumbuhan  ekonomi dan inflasinya. PDB diprediksi akan berada di kisaran ‐0.9% hingga 0.3% tahun depan, dan inflasi antara 1.1% hingga 2.1%. 

Thursday, December 6, 2012

Headline News 06.12.12


US & GLOBAL
• Bursa saham AS naik di hari Rabu setelah Presiden Barack Obama mengatakan kesepakatan untuk menghindari terjadinya  jurang fiskal  kemungkinan akan segera tercapai  dalam sepekan  kedepan, sementara euro terkoreksi setelah hasil lelang  obligasi Spanyol yang mengecewakan. 

• Koreksi lebih dari 6% pada saham Apple telah memicu kinerja terburuk saham perusahaan tersebut selama lebih dari 4  tahun  dan  membatasi  penguatan  Wall  Street.  Sementara  Nasdaq  bernasib  lebih  buruk  daripada  indeks  lainnya  sebagai  hasilnya. 

• Investor  terus  memonitor  perkembangan  upaya  mencapai  kesepakatan  antara  Gedung  Putih  dan  Kongres  untuk  menghindari  jurang  fiskal.  Obama  mengatakan  kesepakatan  bisa  dicapai  dalam  seminggu  jika  tercapai  kompromi  Partai  Republik mengenai pajak. 

• Euro  anjlok  setelah  menembus  level  tertinggi  7  pekan  terhadap  dolar  di  awal  sesi,  terimbas  oleh  hasil  lelang  obligasi  pemerintah Spanyol yang mengecewakan dan rilis buruk data ekonomi zona euro. Euro terakhir tercatat turun di $1.3072. 

• Investor  juga  cenderung  menahan  diri  menjelang  sidang  bank  sentral  Eropa  (ECB)  hari  Kamis  ini,  dimana  mereka  akan  mencermati terhadap langkah kebijakan ECB berikutnya di tahun depan. 

• Pasar obligasi juga bereaksi negatif atas hasil lelang, dengan yield obligasi Spanyol naik ke 5.41% setelah permintaan untuk  penjualan berada di bawah ekspektasi. Para ahsli Eropa memprediksi Madrid akan meminta bailout yang akan membuka  peluang bagi ECB untuk membeli obligasinya. 

• Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 82.71 poin atau 0.64% di 13,034.49. Standard & Poor's 500 Index <.SPX>  bertambah 2.23 poin atau 0.16% ke 1,409.28. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> turun 22.99 poin atau 0.77% ke  2,973.70.   

• Apple  <AAPL.O>  memberi  beban  terberat  bagi  Nasdaq,  menyerah  6.4%  menjadi  $  538.79.  Kalangan  analis  mengutip  berbagai  faktor,  termasuk  meningkatnya  persaingan  di  pasar  tablet.  FTSEurofirst  300  index  <.FTEU3>  ditutup  naik  0.3%  dan, MSCI index of world stocks <.MIWD00000PUS> naik 0.2%.  

• Data ritel dan bisnis yang beragam menunjukkan para pembeli mengurangi belanjanya dengan margin terbesarnya selama  6 bulan di periode Oktober, sementara data PMI sektor jasa menunjukkan kontraksi. 

• Sedangkan data ekonomi AS semalam menunjukkan private payrolls processor ADP melaporkan sektor swasta menambah  118.000  pekerjaan  di  bulan  November,  lebih  sedikit  dibandingkan  perkiraan  yang  nampaknya  dipengaruhi  oleh  Badai  Sandy, meskipun aktifitas di sektor jasa melanjutkan ekspansinya. 

• Sementara laporan dari Inggris juga menjadi perhatian utama pasar pada Rabu kemarin, ketika menteri keuangan Inggris  George Osborne memperingatkan ekonomi kemungkinan akan melambat lebih rendah dari perkiraan. Ekonomi Inggris saat  ini diprediksi tumbuh 1.2% di tahun 2013, turun dari 2% prediksinya di bulan Maret. 

• Harga  minyak  turun  lagi  akibat  kekhawatiran  investor  akan  menurunnya  permintaan  global.  Harga  minyak  ditutup  melemah sekitar 1% dan mencatat penurunan dalam 3 hari berturut‐turut setelah data menunjukkan kenaikan stok minyak  di  pekan  lalu.  Harga  bensin  turun  lebih  tajam  dibandingkan  harga  minyak  mentah  akibat  melonjaknya  stok.  Sedangkan  harga emas juga terkoreksi pasca mencatat kenaikan, akibat technical buying.  


GOLD & COMMODITIES
• Emas anjlok ke level terendah satu bulannya dibawah level $1,700 per ons Rabu lalu karena perkiraan pelemahan harga  oleh Goldman Sachs yang dipicu beberapa likuidasi fund, mengimbangi berita terbaru dari aksi beli oleh bank sentral.  

• Emas  anjlok  sekitar  0.2  persen  pada  tekanan  teknikal  dibawah  100‐hari  moving  average.  Akselerasi  penurunan  setelah  kemudian memecahkan level support level terendah Selasa lalu $1,690.64.  

• Emas tertekan setelah Goldman Sachs memangkas outlook emas tahun 2013 dan mengatakan siklus bull logam mulia saat  ini  kemungkinan  berbalik  tahun  depan  karena  naiknya  tingkat  suku  bunga  real  dan  membaiknya  pertumbuhan  yang  mengimbangi stimulus moneter dari the Fed AS. 

• "There is some heavy selling by fund investors and leveraged money, but physical gold demand should benefit in the long  run from the fiscal cliff after these short‐term fluctuations," kata Miguel Perez‐Santalla, vice president pada dealer physical  gold BullionVault.        


OIL & COMMODITIES
• Harga  minyak  turun  lagi  akibat  kekhawatiran  investor  akan  menurunnya  permintaan  global.  Harga  minyak  ditutup  melemah  sekitar 1% dan mencatat penurunan dalam 3 hari berturut‐turut setelah data menunjukkan kenaikan stok minyak di pekan lalu.  Harga bensin turun lebih tajam dibandingkan harga minyak mentah akibat melonjaknya stok. Sementara rilis mengecewakan data  ekonomi Eropa dan AS juga turut menambah sentimen negatif mengenai prospek permintaan minyak. 

• Meningkatnya  produksi  oleh  pengilangan  AS  telah  memicu  naiknya  stok  bensin  dengan  margin  mingguan  terbesarnya  sejak  September 2001, demikian dilaporkan oleh Energy Information Administration (EIA), dengan stok naik 7.9 juta barel. Sementara  stok minyak mentah turun lebih dari perkiraan, dan stok distillate yang termasuk di dalamnya minyak disel dan minyak panas, naik  lebih dari 3 juta barel. 

• Brent  January  crude  <LCOc1>  lturun  $1.03  di  $108.81  per  barel,  terkoreksi  ke  $108.65.  Sedangkan  U.S.  January  crude  <CLc1>  ditutup melemah 62 sen di $87.88 per barel. 

• Harga  minyak  mendapat  dukungan  positif  dari  Wall  Street  yang  kembali  berada  di  zona  positif,  gejolak  di  Timur  Tengah  dan  pernyataan Obama bahwa kesepakatan akan tercapai dalam seminggu jika Partai Republik menyetujui soal pajak. Namun rilis data  ekonomi yang mengecewakan termasuk data ADP Employment AS yang dirilis di bawah perkiraan dan penurunan tajam pada data  penjualan ritel Eropa terus menyita perhatian investor untuk mencermati perkembangan ekonomi global. 

EURO ZONE
• Perekonomian zona euro mulai sedikit terasa merosot pada bulan November daripada perkiraan sebelumnya, meskipun terdapat beberapa tanda area akan  bangkit dari resesi dalam waktu dekat, survei bisnis menunjukkannya Rabu lalu. 

• Para  pembelanja  zona  euro  memangkas  pembelanjaanya  dengan  marjin  terbesarnya  dalam  enam  bulan  pada  bulan  Oktober,  pengiritan  pada  segala  sesuatunya dari pakaian hingga perlengkapan kesehatan dan menawarkan sedikit harapan pada konsumen yang membawa recovery dari resesi.  

• Volume  dari  perdagangan  ritel  dalam  17  negara  yang  menggunakan  euro  melorot  1.2  persen  pada  bulan  Oktober  dari  bulan  September,  penurunan  terbesarnya sejak April, kantor statistik Uni Eropa mengatakannya Rabu lalu. Ini merupakan yang terburuknya dari perkiraan penurunan 0.1 persen oleh  ekonom pada polling Reuters.  

• Lelang obligasi Spanyol lebih sedikit daripada yang diharapkan Rabu lalu, mendorong pasar untuk menyalurkan obligasi negara karena investor khawatir  berkenaan dengan waktu permintaan bantuan yang diekspektasi oleh pemerintah.  


U.K.
• Sterling rebound dari level terendah 1 bulan terhadap euro pada hari Rabu setelah statement anggaran yang suram dipandang sesuai dengan ekspektasi  pasar. Namun proyeksi dari menteri keuangan George Osborne bahwa Inggris akan gagal mengurangi utangnya dan mencapai target pertumbuhan telah  membuat sterling bergerak fluktuatif. 

• Prospek suram ekonomi Inggris kemungkinan membangkitkan kembali peluang untuk pelonggaran moneter lebih lanjut oleh BoE dan memperbesar resiko  untuk lembaga pemeringkat utang untuk memangkas peringkat utang Inggris, yang mana kedua hal tersebut akan memberi dampak negatif bagi sterling. 

• Euro  melemah  0.2%  terhadap  sterling  di  sekitar  0.8118  pound  setelah  mencatat  level  tertinggi  1  bulan  di  0.8145  pound.  Euro  berpeluang  tes  ke  level  puncak Oktober di 0.8165 pound. Sedangkan terhadap dolar, sterling bergerak melemah 0.1% di sekitar $1.6090. 

• BoE's  Monetary  Policy  Committee  pada  hari  Kamis  ini  diprediksi  akan  mempertahankan  suku  bunga  di  level  0.5%  dan  mempertahankan  pelonggaran  kuantitatif (QE) pada 375 milyar pound, namun terdapat peluang untuk BoE meningkatkan QE‐nya di tahun depan. 

• Review  oleh  lembaga  pemeringkat  Moody’s  untuk  peringkat  utang  Inggris  di  awal  tahun  2013  mendatang  juga  akan  menjadi  sorotan  pasar.  Inggris  diprediksi akan berhasil mempertahankan peringkat utangnya di level AAA. 


JAPAN
• Deputi  Gubernur  Bank  of  Japan  Kiyohiko  Nishimura  mengatakan  Rabu  lalu  bank  sentral  akan  memperdebatkan  apakah  monetary  easing  pada  September dan Oktober cukup untuk mendukung perekonomian, yang mana kemungkinan dibawah sasaran dari proyeksinya.  

• "When you look at which way the economy's momentum is headed compared with the BOJ's forecasts made in October, it is heading downwards  despite some positive signs such as a rise in industrial output," Nishimura mengatakan dalam konferensi berita di Niigata, barat laut Jepang.  

• Pemerintah  Jepang  berikutnya  harus  mengendalikan  target  harga  untuk  Bank  of  Japan  dan  bank  sentral  harus  menaikkan  pembelian  obligasi  pemerintah untuk mengakhiri deflasi, kata Heizo Takenaka, seorang ekonom yang dekat hubungannya dengan Liberal Democratic Party.  


AUSTRALIA
• Australian dollar bertahan untuk berada pada level tertingginya Rabu lalu, didorong oleh data yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi pada fase  terlemahnya dalam satu tahun setengah dan telah mengabaikan pemangkasan tingkat suku bunga pada awal minggu ini.      

• Aussie  <AUD=D4>  naik  ke  level  $1.0484,  dari  level  $1.0454  pada  perdagangan  lokal  Selasa  lalu,  sangat  dekat  dengan  level  tertinggi  bulan  November $1.0491. Break diatasnya dapat melihatnya untuk tes level $1.0520, level puncak 21 Sept.   

• Pertumbuhan ekonomi Australia pada fase terlemahnya dalam satu setengah tahun karena pemerintah mengimbangi pemotongan pada ledakan  bisnis investasi, sementara itu rendahnya pendapatan ekspor dan booming pertambangan kemasa yang sulit kedepannya.  

• The  Australian  Bureau  of  Statistics  melaporkan  gross  domestic  product  (GDP)  naik  0.5  persen  dalam  kuartal  ketiganya,  dibandingkan  kuartal  sebelumnya ketika bertumbuh 0.6 persen. Ini bersamaan dengan perkiraan tetapi kenaikan terkecilnya sejak awal tahun 2011.  


SWISS
• Franc Swiss terkoreksi lebih lanjut terhadap euro  pada hari Rabu, diperdagangkan  pada level terendah 11‐minggu menyusul langkah  dua bank  terbesar  Swiss untuk membayar suku bunga negatif pada deposito franc yang dibuat oleh para pesaingnya sehingga melemahkan minat investor untuk mengoleksi  franc. 

• Sebagai bagian dari langkah‐langkah untuk melindungi franc dari investor yang mencari safe haven‐dari krisis utang zona euro, Swiss National Bank telah  mempertahankan target suku bunga Libor untuk tiga bulan di 0,00‐0,025 persen. Rendahnya suku bunga telah membuat sulit bagi bank untuk menutupi  biaya mereka dalam memegang deposito. 

• Pada hari Senin, Credit Suisse dan UBS mengumumkan mereka akan memungut biaya kredit negatif dan biaya deposito franc tinggi dalam upaya untuk  mendorong pelanggan untuk membatasi kepemilikan mereka atas mata uang franc. 

• Euro  sempat  melejit  ke  level  intraday  high  di  1.2169  franc,  namun  kemudian  terkoreksi  dan  terakhir  bergerak  melemah  0.2%  di  sekitar  1.2110  franc,  dibandingkan penutupan New York hari Rabu. Pelemahan euro tersebut terjadi setelah euro secara umum melemah terhadap dolar usai hasil lelang obligasi  Spanyol yang mengecewakan dan rilis pesimis sejumlah data ekonomi zona euro. Sedangkan terhadap dolar, franc bergerak relatif stabil di sekitar 0.9260‐ an. 

• Pasar  akan  mencermati  data  inflasi  Swiss  pada  hari  Kamis  ini  yang  diprediksi  stabil  untuk  periode  November  setelah  turun  0.2%  year‐on‐year  di  bulan  Oktober.

Wednesday, December 5, 2012

Headline News 05.12.12


US & GLOBAL
• Bursa  saham  AS  terkoreksi  pada  hari  Selasa  menyusul  investor  khawatir  terhadap  kemampuan  Washington  untuk  menghindari  krisis  anggaran  akhir  tahun,  namun  rencana  Yunani  untuk  membeli  kembali  obligasinya  telah  mendorong  penguatan euro mendekati level tertinggi 7 pekan. 

• Pasar  komoditas  tertekan  setelah  rilis  buruk  data  manufaktur  AS  dan  kekhawatiran  terhadap  pencapaian  kesepakatan  anggaran AS. 

• Pasar  khawatir  ekonomi  AS  akan  tergelincir  kedalam  resesi  jika  kenaikan  pajak  yang  tinggi  dan  pemangkasan  anggaran  pemerintah yang menyerap dana $600 milyar akan diberlakukan di awal tahun depan. Pihak Gedung Putih dan Kongres  belum mencapai kesepakatan untuk rencana pengurangan defsit jangka panjang. Optimisme untuk tercapainya kesepatan  tersebut  telah  terganjal  oleh  pernyataan  President  Barack  Obama  yang  menolak  usulan  Partai  Republik  untuk  menyelesaikan krisis sebagai "tidak seimbang" dan mengatakan kesepakatan apa pun harus mencakup kenaikan tarif pajak  penghasilan atas orang terkaya Amerika. Perdebatan a lot mengenai proposal kesepakatan telah memonopoli perhatian  pelaku pasar Wall Street, meskipun investor meyakini bahwa kesepakatan akan tercapai sebelum akhir tahun ini. 

• Dalam kondisi perdagangan yang tipis, Dow Jones industrial average <.DJI> berakhir melemah 13.82 poin atau 0.11% di  12,951.78.  Standard  &  Poor's  500  Index  <.SPX>  turun  2.41  poin  atau  0.17%  ke  1,407.05.  Sedangkan  Nasdaq  Composite  Index <.IXIC> turun 5.51 poin atau 0.18% ke 2,996.69. 

• Indeks ekuitas global MSCI melemah 0.02%. 

• Euro menembus level tertinggi 7 pekan di atas $1.31, terdorong oleh perkiraan lebih baik untuk rencana pembelian obligasi  Yunani.  Rencana  tersebut  adalah  bagian  penting  dari  kesepakatan  yang  tercapai  minggu  lalu  oleh  pemberi  pinjaman  internasional untuk memotong utang negara dan harus selesai sebelum IMF dapat menggelontorkan bantuan darurat. Euro  menguat 0.3% ke $1.3098, setelah mencatat intraday high di $1.3107, level terkuatnya sejak 18 Oktober. Sedangkan areal  resistance berikutnya berada di level tertinggi Oktober di sekitar $1.3140 dan level tertinggi September di sekitar $1.3170. 

• Harga  obligasi  pemerintah  AS  menguat  tipis,  namun  investor  secara  umum  bersikap  menunggu  ditengah  absennya  perkembangan dari hasil negosiasi anggaran AS. Treasury AS tenor 10 tahun naik 3/32 dengan yield 1.6066%. 

• Berkembangnya kkhawatiran mengenai kondisi ekonomi  global  telah memicu  pelemahan pada  harga  minyak dan  emas.  U.S. crude oil <CLc1> berakhir turun 59 sen di $88.50 per barel. Kekhawatiran terhadap lemahnya permintaan untuk bahan  bakar telah berkembang setelah data menunjukkan pada hari Senin bahwa sektor manufaktur AS mengalami kontraksi di  bulan November, kinerja terburuknya selama lebih dari 3 tahun. 

• Harga emas terkoreksi sekitar 1% ke level terendahnya selama hampir 1 bulan setelah harga menembus di bawah level  support kunci.  


GOLD & COMMODITIES
• Emas melemah lebih dari 1 persen Selasa lalu, dengan ekuitas merosot dan juga komoditas lainnya, karena likuidasi dari  heavy  fund  dan  penjualan  yang  berhubungan  dengan  options‐yang  membawa  harga  emas  dibawah  level  utama  dari  technical support.  

• Logam mulia mencapai level terendah yang mendekati bulanannya setelah memecahkan dibawah level 100‐hari moving  average  pada level $1,698 per ons,  level  emas yang  bertahan sejak  pertengahan  Agustus. Ketidakpastian ekonomi  yang  berhubungan dengan pembicatraan bujet AS dan mengenai heavy selling setelah option expirations minggu lalu yang juga  menekan emas, kata para trader.  

• "You  cannot  attribute  this  kind  of  volatility  to  any  sudden,  new  fundamentals.  There  are  obviously  some  large  fund‐,  algorithmic‐type players moving the market around," ungkap Bill O'Neill, mitra pada perusahaan commodities investment  LOGIC Advisors.   


OIL & COMMODITIES
• Harga  minyak  terkoreksi  pada  hari  Selasa,  menyusul  kekhawatiran  terhadap  pencapaian  kesepakatan  anggaran  AS  dan  prospek  permintaan  bahan  bakar  telah  mengimbangi  sentimen  positif  akibat  ketidakstabilan  di  kawasan  Timur  Tengah.  Pasar masih dihantui oleh kekhawatiran apakah dewan kebijakan AS akan mencapai kesepakatan sebelum terjadinya apa  yang disebut dengan “tebing fiskal” di tahun depan. 

• Pasar  minyak  juga  telah  tertekan  oleh  masalah  krisis  utang  zona  euro  dalam  tahun  ini.  Bahkan,  meskipun  tercapai  kesepakatan antara Gedung Putih dan Kongres soal anggaran pemerintah, harga minyak masih berpotensi tertekan oleh  prospek lemahnya permintaan minyak di tahun depan dari sejumlah negara berkembang. 

• Protes  di  Mesir,  eskalasi  kekerasan  di  Suriah  dan  kebuntuan  Barat  dengan  Iran  atas  program  nuklirnya  yang  dipersengketakan  telah  memicu  kekhawatiran  tentang  pasokan  minyak  dari  wilayah  Timur  Tengah,  yang  memasok  sepertiga dari minyak mentah dunia. 

• Harga  minyak  berjangka  Brent  turun  $1.08  ke  $109.84  per  barel  sedangkan  harga  minyak  mentah  AS  turun  59  sen  ke  $88.50 per barel. 

• Data yang dirilis semalam dari American Petroleum Institute (API) menunjukkan stok minyak mentah AS turun 2.2 juta barel  pekan lalu, sementara stok bensin naik tajam 5.7 juta barel dan stok distillate (minyak suling) naik 1.1 juta barel. 

• Sedangkan  data  stok  minyak  AS  dari  U.S.  Energy  Information  Administration  (EIA)  akan  dirilis  nanti  malam,  yang  diperkirakan akan menunjukkan stok minyak suling (distillate) naik 800.000 barel di pekan per 30 November, sedangkan  stok bensin diprediksi naik 1.8 juta barel dan stok minyak mentah diprediksi turun 300.000 barel. 

EURO ZONE
• Factory prices zona euro hampir tidak naik pada bulan Oktober, menyuarakan langkah yang melambat pada inflasi konsumen, meskipun European  Central Bank mengekspektasi untuk menunggu sedikit lebih lama sebelum memotong tingkat suku bunga untuk membantu perekonomian yang  anjlok. 

• Jerman  dan  Perancis  terjadi  bentrok  publik  Selasa  lalu  berkenaan  dengan  rencana  untuk  menempatkan  European  Central  Bank  bertugas  mengawasi  bank‐bank,  memperdalam  sengketa  berkenaan  dengan  kekuasaan  ECB  yang  mengancam  untuk  menggelincirkan  salah  satu  negara  Eropa yang paling berani untuk reformasi.  

• Dengan berjalannya waktu untuk bertemu dalam kesepakatan menyelesaikan kerangka hukum untuk UNI Eropa‐pelebaran banking union hingga  akhir tahun, Wolfgang Schaeuble berbicara pada meeting dari para menteri keuangan dari Uni Eropa yang dia tidak dapat mendukung rencana  yang akan memberikan ECB suatu bentuk pengawasan.  

• Jumlah tingkat pengangguran Spanyol naik hingga 1.5 persen pada bulan November dari awal bulan, atau sebesar 74.296 orang, membuat 4.9 juta  orang keluar dari pekerjaan, data dari Labour Ministry Selasa lalu. 

• Bulan November ditandai dalam rangkaian kenaikan empat bulannya dari jumlah orang‐orang yang terdaftar karena menganggur di Spanyol. 


U.K.
• Sterling mencatat level tertinggi 1 bulan terhadap dolar menyusul laporan adanya aksi beli investor yang mengimbangi pengaruh negatif  akibat rilis survey aktifitas sektor konstruksi Inggris yang lebih buruk dari perkiraan. 

• Data construction PMI menunjukkan aktifitas menurun tipis di bulan November dan kepercayaan untuk 12 bulan kedepan turun ke level  terendahnya  selama  hampir  4  tahun.  Data  tersebut  menjadi  perhatian  pemerintah  Inggris  sebelum  dirilisnya  statement  anggaran  semesteran dari menteri keuangan George Osborne pada hari Rabu ini. Namun sterling tidak banyak terpengaruh oleh laporan tersebut  dan kemudian menembus level tertinggi 1 bulan di $1.6131, level tertingginya sejak 2 November, dipicu maraknya aksi beli oleh investor.  Sterling terakhir bergerak menguat 0.07% di sekitar $1.6100. 

• Sementara itu data PMI sektor jasa akan dirilis hari Rabu ini yang diprediksi akan mengalami ekspansi ke 51.1 di bulan November. Jika data  dirilis sesuai ekspektasi atau bahkan lebih baik dari ekspektasi, maka akan berpotensi mendorong penguatan sterling lebih lanjut. 


JAPAN
• Perekonomian  Jepang  kemungkinan  merosot  ke  fase  terendahnya  dalam  kuartal  ketiga  daripada  perkiraan  pemerintah  pada  awalnya  karena penurunan pada pembelanjaan modal oleh perusahaan‐perusahaan kemungkinan kurang dari data awal, menurut polling Reuters.  

• Tetapi  keseluruhan  gambaran  negara  dengan  ekonomi  terbesar  ketiga  tersebut  masih  parah,  dengan  analis  mengatakan  bahwa  kemungkinan telah siap untuk anjlok kepada resesi karena pelemahan permintaan  global sebagai eksportir terkemuka.   

• Gross domestic produce (GDP) kemungkinan anjlok 0.8 persen pada kuartalan bulan Juli‐September dari periode sebelumnya, dengan akan 
diterjemahkan dalam kontraksi tahunan 3.3 persen, suatu perkiraan konsensus dari 24 ekonom menunjukkannya.  


AUSTRALIA
• Treasuri Wayne Swan telah mengakui pertumbuhan ekonomi yang moderat, membawa beberapa dorongan dari pemangkasan tingkat suku bunga  resmi oleh pemerintah sebagai tahap awal Natal untuk sektor rumah tangga.  

• Reserve Bank  of Australia (RBA) Selasa  lalu memangkas tingkat suku bunga 25 basis poin menjadi tiga persen pada meeting akhir tahun, yang  membawa 175 basis poin dari total penurunan pada suku bunga sejak November tahun lalu.  

• Bank‐bank utama berada dibawah tekanan untuk membawa beberapa hiburan Natal dalam bentuk mortgages yang lebih rendah setelah Reserve  Bank membuat tingkat suku bunga ke level terendahnya.  

• Reserve Bank of Australia (RBA) memangkas tingkat suku bunga 25 basis poin ke level tiga persen, level terendah sejak dalamnya krisis ekonomi  keuangan tahun 2008‐2009.  


SWISS
• Franc Swiss jatuh ke level terendah 11 pekan terhadap euro pada hari Selasa setelah pelaku pasar memprediksi bank‐bank lain akan bergabung  dengan  Credit  Suisse  Group  AG  (CS)  dan  membebankan  bunga  pada  pemegang  deposito  franc.  Untuk  pertama  kalinya  sejak  9  Oktober,  euro  kembali naik di atas 1.21 franc  dan mencatat intraday high di 1.2145 franc. 

• Credit  Suisse  mengatakan  pada  hari  Senin  kemarin  bahwa  oihaknya  akan  memberlakukan  suku  bunga  negatif  dalam  rangka  untuk  mengatasi  permintaan untuk franc. Pemberi pinjaman terbesar kedua di Swiss berdasarkan nilai pasar ini mengatakan akan menetapkan tarif negatif pada  rekening kas, namun tidak menjelaskan bagaimana suku bunga ini akan diterapkan ketika kebijakan ini mulai berlaku 10 Desember. Kebijakan ini  hanya  berlaku  untuk  deposito  antar  bank,  bukan  ke  rekening  yang  dimiliki  oleh  individu.  Laporan  tersebut  telah  memicu  melemahnya  franc,  sebuah langkah yang akan didukung oleh pemerintah Swiss yang berupaya menekan penguatan mata uangnya. 

• Pasar  melihat indikasi  untuk  bank‐bank  Swiss  besar  lainnya  bisa  mengikuti  jejak  Credit Suisse.  Namun,  UBS AG (UBS) menegaskan hanya  akan  mengenakan undefined excess balance fee ketika arus masuk modal berlebihan, seperti yang diumumkan sebelumnya pada bulan Agustus 2011. 

• Sedangkan terhadap dolar, franc melemah 0.1% di sekitar 0.9265 franc dibandingkan dengan penutupan New York hari Senin. 

Tuesday, December 4, 2012

Headline News 04.12.12


US & GLOBAL
• Bursa global dan harga minyak memangkas keuntungan yang telah dibuat di awal sesi dan kemudian diperdagangkan melemah pada hari  Senin setelah data manufaktur AS menembus level terendah selama 3 tahun di periode November, mengimbangi sentimen positif dari  rilis data manufaktur Cina. Ditengah indikasi upaya sektor manufaktur AS untuk bangkit dari keterpurukan, data semalam menunjukkan  indeks manufaktur dari Institute for Supply Management mencatat level terendahnya sejak Juli 2009, ketika ekonomi AS berupaya pulih  dari krisis keuangan. Namun pasar melihat buruknya data November kemungkinan banyak disebabkan oleh adanya Badai Sandy, yang  telah menyapu kawasan Pantai Timur AS di akhir Oktober, sejalan dengan ketidakpastian mengenai negosiasi anggaran di Washington. 

• Wall Sreet terkoreksi, menyusul melemahnya pasar Eropa dan juga harga minyak Brent, meskipun rilis optimis data manufaktur Cina dan  kontraksi yang tipis pada sektor manufaktur Eropa. 

• Tawar‐menawar politik di Washington mengenai “tebing fiskal” masih menjadi fokus utama investor. Jika kesepakatan tidak tercapai di  Kongres, maka pemangkasan anggaran dan kenaikan tajam pajak yang berpotensi menyerap dana hingga $600 milyar akan mulai berlaku  pada Januari 2013, yang berpotensi mendorong perekonomian AS kedalam zona resesi. 

• Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 59.98 poin atau 0.46% di 12,965.60. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> jatuh 6.72  poin atau 0.47% di 1,409.46. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> turun 8.04 poin atau 0.27% di 3,002.20.  

• Bursa saham Eropa menyerahkan keuntungan yang didapat di awal sesi akibat maraknya sell‐off, merosot dari level tertinggi 17 bulan  usai rilis data manufaktur AS dan kekhawatiran mengenai krisis anggaran pemerintah AS. FTSEurofirst 300 index <.FTEU3> untuk saham‐ saham utama Eropa naik 0.16% dan ditutup di 1,121.15, setelah sempat menguat ke 1,128.65.  

• Indeks ekuitas global MSCI turun 0.11% ke 332.26.  

• Euro berhasil melonjak ke level tertinggi terhadap dolar dalam 6 pekan seiring meredanya kekhawatiran seputar masalah krisis utang  Yunani dan Spanyol, sementara data manufaktur Cina memberi dukungan positif. Euro menguat 0.50% di  $1.3049, sementara indeks  dolar jatuh 0.30% ke 79.914. 

• Tembaga  mencatat  level  tertinggi  6  pekan  pasca  rilis  data  manufaktur  Cina,  sebagai  negara  konsumen  logam  utama  dunia.  Namun  kekhawatiran  terhadap  masih  suramnya  kondisi  ekonomi  global  telah  membatasi  penguatannya.  Harga  tembaga  pada  London  Metal  Exchange <CMCU3> menembus $8,045 per ton, level tertinggi  sejak  19 Oktober, sebelum akhirnya ditutup di $8,005, naik dari posisi  penutupan Jumat di $7,994. 

• Emas juga menguat dipicu melemahnya dolar dan rilis optimis data manufaktur Cina. Harga emas naik 0.1% di $1,716.71 per ons. 

• Harga  Treasury  AS  jatuh  dipicu  laporan  bahwa  Spanyol  akan  mencari  bantuan  untuk  mengatasi  sektor  perbankannya  yang  sedang  bermasalah,  sementara  data  manufaktir  Cina  juga  telah  mengurangi  permintaan  pada  obligasi  pemerintah.  Treasury  untuk  tenor  10  tahun turun 3/32 dengan yield 1.6233%. 

• Harga minyak naik di atas $112 per barel, dipicu rilis optimis data ekonomi Cina sebelum akhirnya terjadi retracement, dengan North Sea  Brent kembali ke zona negatif. Harga minyak berjangka Brent turun 31 sen di $110.92 per barel, namun harga minyak mentah AS naik 18  sen di $89.09 per barel.    


GOLD & COMMODITIES
• Harga emas naik pada Senin lalu dalam perdagangan yang sepi Senin lalu dari penurunan dollar dan data AS dan manufaktur Cina yang  beragam, sementara itu investor masih berhati—hati pada ketidakpastian berkenaan dengan hasil pembicaraan bujet AS. 

• Dollar melemah terhadap euro, memperluas penurunan setelah data menunjukkan manufaktur AS tidak seperti ekspektasi mengalami  kontraksi  pada  November.  Suatu  pelemahan  dollar  membuat  harga‐harga  aset‐aset  dalam  U.S.  unit  lebih  murah  terhadap  pemegang  mata uang utama lainnya. 

• "New contract month and new positions are helping gold. We have some bargain hunting on an improvement from China's PMI and after  last Wednesday's heavy selling," kata George Gero, vice president pada RBC Capital Markets.      


OIL & COMMODITIES
• Harga  minyak  Brent  melemah  di  hari  Senin  setelah  data  aktifitas  manufaktur  AS  dirilis  melemah  ke  level  terendah  3  tahun,  mengimbangi sentimen positif dari rilis optimis data manufaktur Cina. 

• Manufaktur  di  AS,  sebagai  negara  importir  minyak  No.  1  di  dunia,  diluar  dugaan  mengalami  kontraksi  di  bulan  November  berdasrkan laporan dari Institute for Supply Management (ISM). 

• Data ISM muncul setelah rilis data manufaktur CIna, sebagai konsumen minyak terbesar No. 2 di dunia, yang mengalami ekspansi  di bulan November, dimana menambah optimisme tentang prospek pertumbuhannya di Cina setelah selama 7 kuartal berturut‐ turut ekspansinya melemah. 

• Data Cina, ditambah dengan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah ‐ di mana PBB menghentikan operasi bantuan Suriah,  menyusul kondisi yang tidak aman ‐ telah membantu meningkatkan harga minyak pada awal sesi. 

• Harga minyak berjangka Brent turun 31 sen di $110.92 per barel, sedangkan harga minyak mentah AS naik 18 sen di $89.09 per 
barel. 

EURO ZONE
• Kontraksi terjadi pada aktivitas manufaktur zona euro yang melemah ke level terendahnya dalam delapan bulan pada bulan November, meskipun  berarti recovery masih terlihat jauh, sebuah survei menunjukkannya Senin lalu. 

• Berkat  ekonomi  Jerman  yang  kuat  akan  mencapai  keseimbangan  pembiayaan  nasional  tahun  ini,  lebih  awal  daripada  rencananya,  seorang  jurubicara untuk Kementerian Keuangan mengatakan Senin lalu, mengkonfirmasi laporan dalam majalah berita Spiegel. 

• Anggota dewan gubernur European Central Bank Christian Noyer mengatakan bahwa dia melihat tidak ada alasan saat ini untuk mengkhawatirkan  bahwa kenaikan tajam pada pasokan/arus uang ke dalam pasar oleh bank sentral utama terhadap inflasi, memperingatkan bahwa pertumbuhan  ekonomi global masih suram dan rapuh.  

• Spanyol Senin lalu meminta secara formal pembayaran 39.5 milyar euro ($51.4 milyar) dari dana Eropa untuk merekapitalisasi sektor perbankan  yang sakit, Menteri Perekonomian mengatakannya.  


U.K.
• Sterling  menembus  level  tertinggi  1  bulan  terhadap  dolar  pada  perdagangan  hari  Senin  dipicu  maraknya  permintaan  dari  korporasi  dan  pemerintah,  meskipun kemungkinan adanya statement semesteranyang pesimis mengancam untuk tertekannya kembali sterling. 

• Sterling  mencatat  intraday  high  di  $1.6115,  level  tertingginya  sejak  2  November,  sebelum  akhirnya  bergerak  di  sekitar  $1.6090,  atau  naik  0.5%  dibandingkan penutupan New York hari Jumat. 

• Menteri  Keuangan Inggris George  Osborne akan memberikan  "autumn  statement" ke  parlemen pada  hari Rabu, setelah mengatakan  pada hari Minggu  bahwa Inggris akan membutuhkan waktu lebih lama untuk menangani tumpukan utang dan bahwa pemulihan akan berjalan lamban. 

• Kalangan  ekonom  berspekulasi  bahwa  Independent  Office  for  Budget  Responsibility  akan  menurunkan  proyeksi  pertumbuhan  ekonomi  dan  juga  akan  memprediksi Inggris akan gagal mencapai target pengurangan defisitnya. Kondisi ini bisa membuat Inggris terancam kehilangan peringkat kredit triple A  yang telah menyokong penguatan sterling belakangan ini, ditengah kondisi ekonomi Eropa yang tengah dilanda krisis. 

• Bank of England's Monetary Policy Committee (MPC) akan memutuskan pada hari Kamis mengenai apakah akan meningkatkan skema pembelian aset bank,  yang dikenal sebagai pelonggaran kuantitatif (QE), walaupun sebagian besar ekonom memprediksi BoE kemungkinan akan menundanya. 

• Sektor  manufaktur  Inggris  tercatat  masih  mengalami  kontraksi  di  bulan  November  meskipun  kondisinya  terlihat  membaik,  demikian  sebuah  survey  menunjukkan.  Markit/CIPS  Purchasing  Managers'  Index  untuk  sektor  manufaktur  melonjak  ke  49.1,  level  tertingginya  sejak  Agustus,  dari  revisi  turun  periode Oktober di 47.3. Data November melampaui ekspektasi di 48.0. 


JAPAN
• Perusahaan‐perusahaan  Jepang  menaikkan  pembelanjaan  pada  pabrik  dan  peralatan  pada  bulan  Juli‐September,  naik  dalam  rangkaian  empat  kuartalan, yang merupakan tanda‐tanda terakhir bahwa ekonomi terbesar ketiga dunia tersebut kemungkinan telah memburuk dari pelemahan  permintaan global.  

• Kenaikan  2.2  persen  pada  tahunan  dalam  pembelanjaan  modal  mengikuti  7.7  persen  kenaikan  pada  April‐Juni  sementara  itu  memperluas  penurunan dalam penjualan dan keuntungan dipersempit pada kuartal terakhir.  

• Pejabat puncak Jepang mengatakan Senin lalu tidak akan menyuarakan kebijakan untuk menunggu ekonomi untuk naik pada kenaikan pajak dan  mengejar konsolidasi fiskal, mengingat apa yang terjadi pada negara‐negara Eropa seperti Yunani.  

• "Once interest rates start increasing, it will have a very damaging impact on the economy and on (Japan's) fiscal situation," Takehiro Nakao, vice  finance minister untuk urusan internasional, mengatakan dalam suatu seminar.  


AUSTRALIA
• Australian  dollar  merosot  Senin  lalu  setelah  data  menunjukkan  penjualan  ritel  yang  melemah,  anjloknya  permintaan  tenaga  kerja  dan  turunnya  inflasi  menambah ekspektasi pada pemangkasan tingkat suku bunganya minggu ini.  

• Aussie <AUD=D4> pada awalnya melorot sepertiga sen  ke level terendah satu minggunya di level $1.0395 setelah penjualan ritel mengalami flat untuk  bulan Oktober versus ekspektasi kenaikan 0.4 persen.   

• Ditambah tekanan penurunan pada job advertisements lokal dalam delapan bulannya dan penilaian swasta terhadap inflasi menunjukkan penurunan.   

• Tetapi Aussie kemudian mengalami recovery dari beberapa penurunannya dari kedepannya tanda‐tanda stabilisasi pada perekonomian Cina, pasar ekspor  utama Australia, dengan hasil final dari HSBC PMI naik menjadi 50.5 pada bulan November. 

• Eksepektasi bisnis menurunkan penjualan tetapi keuntungan yang sangat besar dalam tiga bulan pertamanya tahun 2013.  

• Harga Australian bond futures telah rally  dari ekspektasi Reserve Bank of Australia akan memangkas tingkat suku bunga Selasa ini.  


SWISS
• Produksi  industri  Swiss  mencatat  pertumbuhan  terpesatnya  sejak  awal  2011  di  bulan  November  menyusul  meningkatnya  permintaan,  sebuah  indikasi  ekonomi  terus  berupaya  bangkit  dari  tekanan  global.  Namun  demikian,  pasar  melihat  masih  terlalu  dini  untuk  bank  sentral  Swiss  (SNB),  yang  akan  menggelar  sidangnya  13  Desember  mendatang,  untuk  menaikkan  plafon  (batas  atas)  untuk  nilai  tukar  Swiss  yang  telah  ditetapkan  setahun  lalu  untuk  mencegah ekonomi jatuh kedalam resesi dan deflasi. 

• Indeks, yang dirilis oleh Swiss SVME purchasing managers'  association and Credit Suisse, menunjukkan naik ke 48.5 poin di bulan November dari 46.1 poin  di  bulan  Oktober  sebelumnya,  mencatat  level  tertingginya  sejak  Juli  dan  sekaligus  melampaui  ekspektasi  pasar  di  47.0.  Namun  demikian  indeks  masih  berada di bawah angka 50 sejak Maret yang mengindikasikan sektor manufaktur Swiss masih mengalami kontraksi. 

• Data pekan lalu menunjukkan ekonomi Swiss tumbuh lebih pesat dari perkiraan di 0.6% di kuartal ketiga. Namun bukti penguatan ekonomi Swiss belum  begitu kuat setelah rilis data barometer utama ekonomi KOF yang turun ke 1.50 poin di bulan November, yang juga adalah penurunan keduakalinya secara  berturut‐turut dan penurunan yang lebih tajam dari perkiraan. 

• Sementara data lain yang dirilis Senin kemarin adalah data retail sales yang mencatat naik 2.7% di bulan Oktober dibandingkan setahun lalu, namun turun  0.4% dibandingkan bulan sebelumnya. 

• Organisation  for  Economic  Co‐operation  and  Development  di  pekan  lalu  melaporkan  ekonomi  Swiss  akan  memulih  di  semester  keddua  2013  dan  SNB  sebaiknya tetap mempertahankan suku bunga untuk sementara waktu ini. 

• Franc Swiss menembus level tertinggi 6 pekan terhadap dolar di awal sesi Senin, seiring menguatnya euro setelah rilis optimis data manufaktur Cina yang  mana telah menaikkan minat investor pada aset‐aset beresiko, dan mendorong menguatnya euro atas dolar. Namun franc kemudian bergerak relatif stabil  terhadap  dolar  di  sekitar  0.9260  franc.  Sedangkan  euro  melanjutkan  penguatannya  dan  naik  mendekati  level  tertinggi  1  bulan  terhadap  franc  Swiss  ke  1.2095 franc, level tertinggi sejak 7 November, dan mencatat nai 0.3% dalam perdagangan Senin.